P. 1
CARATHEODORY’S THEOREM ON THE CONVEX SET IN n-DIMENSIONAL EUCLIDEAN SPACE

CARATHEODORY’S THEOREM ON THE CONVEX SET IN n-DIMENSIONAL EUCLIDEAN SPACE

|Views: 771|Likes:
Published by yohanes_lw

More info:

Published by: yohanes_lw on Mar 02, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/12/2014

pdf

text

original

Sections

Suatu himpunan dikatakan konveks jika sebarang dua vektor 1

x dan

2

x anggota himpunan tersebut, garis yang menghubungkan kedua vektor itu

juga termuat dalam himpunan yang dibicarakan.

Definisi 3.B.1 Konveks

Himpunan C ⊆ n

dikatakan konveks jika untuk setiap pasangan vektor 1
x,

2

x ∈ C, maka segmen garis

[ ] {

}

1

,
0

,
0

,

|

,

2

1

2

1

=

+

+

=

=

β

α

β

α

β

α

x

x

x

x

x

x

termuat di C.

Contoh 3.B.1

Dalam 2

gambar dari himpunan-himpunan berikut mengilustrasikan

himpunan konveks dan himpunan bukan konveks:

39

(a) ( )
{

}

1

|

,

2

2

+ y

x

y

x

Konveks

(b) ( )

+

<

1

2

1

|

,

2

2

y

x

y

x

Bukan Konveks

(c) ( )
{

}

2

|
, x
y

y
x ≥

Konveks

(d) ( )
{

}

1

|

,

+ y

x

y

x

Konveks

40

(e) ( ) ( )
{

}

2

1

1

|

,

x

y

y

x

+

Bukan Konveks

Ruang-n ( n

) adalah himpunan konveks. Walaupun sifat-sifat dari

himpunan konveks “jelas secara geometris” dalam 2

dan 3

, sifat-sifat ini

perlu dibuktikan dalam n

.

Untuk membuktikan hal ini, ambil sebarang

n

y

x,

dan skalar

β

α,

. Dari teorema 2.A.1.a, berlaku bahwa

n

+y
x
β

α

. Untuk

0

,
0 ≥
≥ β

α

di mana

1

=

+ β

α

, maka

y

x β
α +

berupa segmen garis tertutup

[ ]

y
x
,. Jadi [ ] n

y

x,

.

Bidang hiper

{

}

α

α

=

=

x

a

x

a

,

|

H

adalah konveks. Sebagai bukti,

ambil vektor x dan y

α

a

H

di mana a adalah normal bidang hiper dan α

adalah skalar. Vektor x memenuhi

α

=

x

a,

dan vektor y memenuhi

α

=

y

a,

. Akan ditunjukkan bahwa [ ] α

a

y
x
H

,

.

Ambil sebarang

[ ]

y

x

k

,

, maka untuk

0

,
0 ≥
≥ µ

λ

dan

1

=

λ

berlaku:

k =

y

x µ
λ +

k = (

) (

)

n

n

y

y

y

x

x

x

,...,

,

,...,

,

2

1

2

1

µ

λ

+

41

k = (

) (

)

n

n

y

y

y

x

x

x

µ

µ

µ

λ

λ

λ

,...,

,

,...,

,

2

1

2

1

+

k = (

)

n
n y

x

y

x

y

x

µ

λ

µ

λ

µ

λ

+

+

+

...,

,

,

2

2

1

1

k = (

)

n

k

k

k

...,

,

,2

1

di mana

i

i

i

y

x

k

µ

λ +

=

untuk i = 1, 2, ..., n. Vektor k memenuhi keanggotaan

himpunan bidang hiper α

a

H di mana a adalah normalnya yang ditunjukkan

sebagai berikut:

k
a
, =

=

n

i

i
ik

a

1

k
a
, =

(

)

=

+

n

i

i

i

i

y

x

a

1

µ

λ

k
a
, =

=

=

+

n

i

i

i

n

i

i

i

y

a

x

a

1

1

µ

λ

k
a
, =

=

=

+

n

i

i

i

n

i

i

i

y

a

x

a

1

1

µ

λ

k
a
, =

y

a

x

a

,

, µ
λ +

k
a
, =

µα

λα +

k
a
, = ( )α
µ

λ +

k
a
, = α

Jadi untuk setiap

[ ]

y

x

k

,

, maka k

α

a

H

.

42

Dalam 3

sebuah bidang menentukan dua ruang.

Gambar 3.B.1 Bidang Cartesius 3

Perhatikan bidang-zoy pada gambar 3.B.1. Bidang tersebut membagi

ruang menjadi dua bagian, yakni ruang yang memuat absis positif dan ruang

yang memuat absis negatif. Bidang-xoz juga membagi ruang menjadi dua

bagian, yakni ruang yang memuat ordinat positif dan ruang yang memuat

ordinat negatif. Sedangkan bidang-xoy membagi ruang menjadi ruang yang

memuat aplikat positif dan ruang yang memuat aplikat negatif.

Ruang yang memuat absis, ordinat dan aplikat positif selanjutnya

disebut sebagai setengah ruang positif, dan ruang yang memuat absis, ordinat

dan aplikat negatif selanjutnya disebut sebagai setengah ruang negatif.

Dalam n

didefinisikan setengah ruang positif dan negatif yang

dipisahkan oleh bidang hiper α

a

H

dan dilambangkan dengan +

α

a

H dan −

α

a

H.

Defini 3.B.2 Setengah Ruang dalam n

Setengah ruang positif oleh α

a

H, dilambangkan dengan

+

α

a

H, didefinisikan

sebagai

{

}

α

α

>

=

+

x

a

x

a

,

|

H

dan setengah ruang negatif

α

a

Hdidefinisikan

sebagai

{

}

α

α

<

=

x

a

x

a

,

|

H

.

43

Definisi 3.B.3 Setengah Ruang Tertutup dalam n

Setengah ruang positif tertutup, dilambangkan dengan +

α

a

H

, didefinisikan

sebagai pemampat dari

+

α

a

H. Setengah ruang negatif tertutup

α

a

H

didefinisikan sebagai pemampat dari −

α

a

H.

Teorema 3.B.1

Setengah ruang positif tertutup

{

}

α

α

=

+

x

a

x

a

,

|

H

, dan

setengah ruang negatif tertutup

{

}

α

α

=

x

a

x

a

,

|

H

.

Bukti:

Perhatikan himpunan

{

}

α

α

=

+

x

a

x

a

,

|

H

. Berdasarkan definisi 2.G.6, maka

akan ditunjukkan bahwa +

α

a

H beranggotakan titik-titik limitnya.

i. Ambil

{

}

α

>

x

a

x

x

,

|

maka dari definisi 3.B.2,

+

∈ α

a

x H di mana a

adalah normal bidang hiper dan α adalah skalar. Akan ditunjukkan

bahwa

+

∈ α

a

x Hadalah titik limit +

α

a

H

.

0

>
∀ε yang diberikan, selalu

x

y

, di mana

+

∈ α

a

y H dan

( )

ε,

x

y B

, sehingga

+

∈ α

a

x Hadalah titik limit +

α

a

H

, yakni jika diambil

ε

<

x

y

.

44

ii. Ambil

{

}

α

=

x

a

x

x

,

|

, maka dari definisi 3.A.5,

α

a

x H

di mana a

adalah normal bidang hiper dan α adalah skalar. Akan ditunjukkan

bahwa

α

a

x H

adalah titik limit +

α

a

H

.

Untuk

0

>
∀ε dapat dibentuk vektor

x

y

k

dengan ( )a
x

y

k

k

=

di

mana

0

>

k

dan

ε

k

k

1

<

x

y

.

Karena vektor ( )a
x

y

k

k

=

maka

+

∈ α

a

y H

k

. Untuk menunjukkan hal

ini, perhatikan perkalian skalar berikut:

x

y
a

k

,

=

x

a

y

a

,

, −

k

=

α

k

y

a,

.................................(1)

Sementara,

x

y
a

k

,

=

a

a k

, =

a

a,

k

=

2

a

k

.....................................(2)

Dari (1) dan (2) diperoleh:

α

k

y

a,

=

2

a

k

k

y

a,

=

α

+

2

a

k

Karena

0

>

k

dan

0

2

>

a

maka

α

>

k

y

a,

, sehingga

+

∈ α

a

y H

k

.

Selanjutnya karena

x

y

k

dan

ε

k

k

1

<

x

y

di mana

0

>

k

maka

( )

ε,

x

y B

k ∈

.

Jadi

0

>
∀ε terdapat

x
y
≠,

+

∈ α

a

y H dan

( )

ε,

x

y B

, sehingga

α

a

x H

adalah titik limit +

α

a

H

.

45

iii. Ambil

+

∉ α

a

x H di mana a adalah normal bidang hiper dan α adalah

skalar. Akan ditunjukkan bahwa x bukan titik limit +

α

a

H

.

Untuk

+


∀ α

a

y H jika diambil

x

y

=min

ε

maka

x

z

,

( )

ε,

x

z B

tetapi

+

∉ α

a

z H

. Jadi

+


∀ α

a

x H, x bukan titik limit +

α

a

H

.

Pembuktian secara analog juga berlaku bagi

{

}

α

α

=

x

a

x

a

,

|

H

.

Setengah ruang bukan merupakan subruang dari n

. Untuk

menunjukkan hal ini, ambil sebarang

+

∈ α

a

x H maka x memenuhi

α

>

x

a,

.

Dari definisi 2.C.1, untuk skalar

0

<

β berlaku:

x

a

x

a

,

,

1

1

β

β

β

β

=

=

=

=

=

n

i

i

i

n

i

i

i

x

a

x

a

Karena

0

<

β dan

α

>

x

a,

maka

α

β <

x

a,

sehingga

+

∉ α

β

a

x H.

Karena

α

α

α

a

a

a

H

H

H

= +

+

maka

+

+

⊆ α

α

a

a

H

H

, dan karena +

α

a

H bukan

merupakan subruang dari n

maka +

α

a

H juga bukan merupakan subruang dari

n

.

Pernyataan yang sama juga berlaku bagi −

α

a

H dan −

α

a

H, yaitu bahwa

α

a

H dan −

α

a

H masing-masing bukan merupakan subruang dari n
.

Jika

α

a

x H

0

, maka

α

=

0

,x

a

. Dengan demikian, untuk

+

∈ α

a

x H,

berlaku

46

x
a
, > α

x
a
, >

0

,x

a

0

,

,

x

a

x
a

> 0

0

,x
x
a

> 0

untuk semua

+

∈ α

a

x H.

Dari teorema 2.A.3, diperoleh

θ

cos

,

0

0

x

x

a

x

x

a

=

. Karena

0

,x
x
a

selalu positif sementara

0

0 >

x

x

a

maka

0

cos >

θ. Jadi

berdasarkan definisi 2.A.6, untuk sebarang vektor

+

∈ α

a

x H berlaku bahwa

besar sudut yang dibentuk antara a dan

0

x
x
− adalah antara 0 rad dan 2

π

rad.

Sebaliknya, untuk sebarang vektor

∈ α

a

x H berlaku bahwa besar sudut

yang dibentuk antara a dan

0

x
x
− adalah antara 2

π rad dan π rad.

Selanjutnya akan ditunjukkan bahwa +

α

a

H adalah himpunan konveks.

Andaikan

+

∈ α

a

x

x

H

2

1dan

maka akan ditunjukkan [ ]

+

⊆ α

a

x

x

H

2

1,

. Misalkan

[ ]

2

1,x

x

x

. Maka ada skalar

0

,
0 ≥
≥ µ

λ

dengan

1

=

+ µ

λ

sehingga

2

1

x

x

x

µ

λ +

=

.

Karenanya,

( ) α
α

µ

λ

µα

λα

µ

λ

µ

λ

=

+

=

+

>

+

=

+

=

2

1

2

1

,

,

,

,

x

a

x

a

x

x

a

x

a

Jadi untuk

[ ]

2

1,x

x

x

, berlaku bahwa

+

∈ α

a

x H.

47

Dengan cara yang analog dapat ditunjukkan bahwa

α

a

H,

+

α

a

H

dan

α

a

H adalah himpunan-himpunan konveks.

Contoh 3.B.2

Ortan non negatif dalam

(

)

{

}

n

i

x

x

x

x

i

n

n

,...,

2,
1

,
0

,

,...,

,

|

2

1

=

=

=

x

x

adalah konveks. Untuk menunjukkan hal ini, ambil dua vektor x dan y anggota

ortan non negatif dalam n

. Maka

(

)

n

x

x

x

,...,

,2

1

=

x

dan

(

)

n

y

y

y

,...,

,2

1

=

y

di

mana

0

i

x

dan

0

i

y

untuk

n

i

,...,

2,
1

=

. Akan ditunjukkan bahwa segmen

garis [ ]

y

x, ada dalam ortan non negatif n

.

Ambil sebarang

[ ]

y

x

k

,

, maka

y

x

k

β

α +

=

di mana

0

,
0 ≥

≥ β

α

dan

1

=

+ β

α

. Untuk

(

)

n

x

x

x

,...,

,2

1

=

x

dan

(

)

n

y

y

y

,...,

,2

1

=

y

, diperoleh:

k = (

) (

)

n

n

y

y

y

x

x

x

,...,

,

,...,

,

2

1

2

1

β

α

+

k = (

) (

)

n

n

y

y

y

x

x

x

β

β

β

α

α

α

,...,

,

,...,

,

2

1

2

1

+

k = (

)

n
n y

x

y

x

y

x

β

α

β

α

β

α

+

+

+

...,

,

,

2

2

1

1

Karena untuk setiap

0

i

x

dan

0

i

y

di mana

n

i

,...,

2,
1

=

dan karena

1

,
0

,
0

=

+

β

α

β

α

maka

0

+ i
i y

x β

α

sehingga [ ]

y
x
, ada dalam ortan

non negatif n

.

48

Contoh 3.B.3

Bola terbuka ( ) {

}

r

r

B

<

=

x

x

0

|

,

adalah konveks. Pembuktiannya

sebagai berikut. Ambil a dan b

( )

r

B,

0

, maka

r

<

a

dan

r

<

b

. Akan

ditunjukkan bahwa [ ] ( )

r

B,

,

0

b
a

.

Ambil sebarang

[ ]

b

a

k

,

. Maka untuk

0

,
0 ≥
≥ β

α

dan

1

=

+ β

α

berlaku

b

a

k

β

α +

=

. Diperoleh panjang vektor k:

b

a

b

a

b

a

k

β

α

β

α

β

α

+

=

+

+

=

Karena

r

<

a

dan

r

<

b

maka

( ) r
r

r

r

=

+

=

+

<

+

β

α

β

α

β

α

b

a

k

.

Jadi untuk sebarang

[ ]

b

a

k

,

maka

( )

r

B,

0

k

.

Saat kita berbicara tentang himpunan konveks, maka kita asumsikan

bahwa himpunan konveks tidak kosong.

Jika A dan B adalah sebarang dua himpunan dalam n

dan jika λ dan µ

adalah skalar-skalar, kita definisikan

{

}

B

A

B

A

+

=

=

+

b

a

b

a

x

x

,

,

|

µ

λ

µ

λ

Lema 3.B.1

Jika A dan B adalah himpunan-himpunan konveks dalam n

dan α dan µ

adalah skalar-skalar, maka

B

A µ
λ +

adalah konveks.

49

Bukti:

Misalkan 1

x dan 2

x

B

A µ
λ +

maka harus ditunjukkan bahwa

[ ]

2

1,x

x

B

A µ
λ +

. Diketahui

1

1

1

b

a

x

µ

λ +

=

untuk sebarang

A

1

a

dan

B

1

b

dan

2

2

2

b

a

x

µ

λ +

=

untuk sebarang

A

2

a

dan

B

2

b

. Ambil

sebarang

[ ]

2

1,x

x

x

, maka ada skalar-skalar

0

,
0 ≥
≥ β

α

dengan

1

=

+ β

α

sehingga

2

1

x

x

x

β

α +

=

. Karenanya,

x =

2

1

x

x β
α +

x = (

) (

)

2

2

1

1

b

a

b

a

µ

λ

β

µ

λ

α

+

+

+

x = (

) (

)

2

1

2

1

b

b

a

a

β

α

µ

β

α

λ

+

+

+

x =

3

3

b

a µ
λ +

di mana

(

)

2

1

3

a

a

a

β

α +

=

dan

(

)

2

1

3

b

b

b

β

α +

=

.

Karena A konveks maka

A

3

a

dan karena B juga konveks maka

B

3

b

. Jadi, [ ]

B

A µ
λ +

2

1,x

x

.

Lema 3.B.2

Himpunan

n

C

adalah konveks jika dan hanya jika

( )C

C

C

µ

λ

µ

λ

+

=

+

untuk semua

0

λ dan

0

µ.

Bukti:

Jika C konveks maka untuk semua

0

λ dan

0

µ:

C

C µ
λ +

= {

}

C

,
0

,
0

,

|

+

=

c

c

c

x

x

µ

λ

µ

λ

50

C

C µ
λ +

=

( )

{

}

C

,
0

,
0

,

|

+

=

c

c

x

x

µ

α

µ

λ

C

C µ
λ +

= ( )C

µ

λ +

Ambil

C

,2
1 ∈

c

c

di mana

( )C

C

C

µ

λ

µ

λ

+

=

+

dengan

0

λ dan

0

µ.

Akan ditunjukkan bahwa [ ]C
,2
1 ⊆

c

c

.

Karena

C

,2
1 ∈

c

c

maka berlaku

1

1

c

c µ
λ +

= ( )1

c

µ

λ +

dan

2

2

c

c µ
λ +

=

( )2

c

µ

λ +

. Ambil

[ ]

2

1,c

c

c

, maka untuk

0

,
0 ≥
≥ β

α

dengan

1

=

+ β

α

berlaku

2

1

c

c

c

β

α +

=

. C

c

jika:

c

c µ
λ +

= (

) (

)

2

1

2

1

c

c

c

c

β

α

µ

β

α

λ

+

+

+

c

c µ
λ +

=

2

1

2

1

c

c

c

c

µβ

µα

λβ

λα

+

+

+

c

c µ
λ +

= (

) (

)

2

2

1

1

c

c

c

c

µβ

λβ

µα

λα

+

+

+

c

c µ
λ +

= ( )( ) ( )( )

2

1

c

c

β

µ

λ

α

µ

λ

+

+

+

c

c µ
λ +

= ( )(

)

2

1

c

c β

α

µ

λ

+

+

c

c µ
λ +

= ( )c

µ

λ +

Sehingga [ ]C

,2
1 ⊆

c

c

di mana

0

λ dan

0

µ.

Lema 3.B.3

Misalkan A1 ⊆ 1n

, A2 ⊆ 2n

, ..., Ak ⊆ kn

dan misalkan A1, A2, …, Ak

konveks.

Maka A1 x A2 x … x Ak adalah himpunan konveks dalam

kn

n

n

+

+

+

...

2

1

.

51

Bukti:

Misalkan = A1 x A2 x … x Ak. Untuk sebarang vektor x dan y ∈ ,

(

)

k

x

x

x

x

,...,

,2

1

=

dan

(

)

k

y

y

y

y

,...,

,2

1

=

di mana untuk i = 1, 2, ..., k,

i

i

i

A

y

x,

dan masing-masing i

A konveks. Harus ditunjukkan bahwa

[ ]

p

y

x

p

,

.

Untuk

[ ]

y

x

p

,

, maka ada skalar

0

,
0 ≥
≥ β

α

dan

1

=

+ β

α

sedemikian hingga

y

x

p

β

α +

=

. Karena

(

)

k

x

x

x

x

,...,

,2

1

=

dan

(

)

k

y

y

y

y

,...,

,2

1

=

, diperoleh:

p = (

) (

)

k

k

y

y

y

x

x

x

,...,

,

,...,

,

2

1

2

1

β

α

+

p = (

) (

)

k

k

y

y

y

x

x

x

β

β

β

α

α

α

,...,

,

,...,

,

2

1

2

1

+

p = (

)

k

k

y

x

y

x

y

x

β

α

β

α

β

α

+

+

+

...,

,

,

2

2

1

1

Karena

i

i

i

A

y

x,

dan i

A konveks untuk

k

i

,...,

2,
1

=

, maka

i

i

i

A

+y
x
β

α

. Jadi

p

.

Lema 3.B.4

Jika A adalah konveks, maka pemampat A juga konveks.

Bukti:

Misalkan

A

y

xdan

, maka harus ditunjukkan bahwa [ ] A

y

x,

.

Ambil [ ]

y

x

z

,

, maka

y

x

z

β

α +

=

untuk semua

0

,
0 ≥
≥ β

α

dan

1

=

+ β

α

.

Dari akibat 2.H.2, ada barisan vektor { }

k

x dan { }

k

y di mana

52

0

dan

,

>

∈ k
A

k
ky

x

sedemikian sehingga

x

x =

k

lim

dan

y

y =

k

lim

. Karena

A konveks, maka ada

A

k

k

k

+

=

y

x

z

β

α

untuk setiap k. Untuk

k

diperoleh

k

z

lim

=

(

)

k

k

y

x β
α +

lim

k

z

lim

=

k

k

y

x β
αlim
lim +

k

z

lim

=

k

k

y

x

lim

lim β
α +

k

z

lim

=

y

x β
α +

k

z

lim

= z

Berdasarkan akibat 2.H.1 disimpulkan

A

z

. Jadi A konveks.

Lema 3.B.5

Misalkan C himpunan konveks dengan int(C) ≠ Ø. Untuk sebarang 1

x

int(C) dan 2

x ∈ C, maka segmen garis [ ) ( )
C

int

,2
1 ⊆

x

x

.

Bukti:

Dalam pembuktian ini akan ditinjau melalui dua kasus, yaitu:

i. Untuk 1

x ∈ int(C) dan 2

x ∈ C.

ii. Untuk 1

x ∈ int(C),

C

2

x

dan

C

2

x

.

Untuk kasus i. asumsikan bahwa 1

x ∈ int(C) dan 2

x ∈ C. Gambar

3.B.2 berikut ini akan membantu kita mengabstraksikan pembuktian. Di dalam

gambar diasumsikan bahwa

1

1

2

=

x

x

. 5

53

1

r

r

=

α

α

1

x

2

x

x

α

β

Gambar 3.B.2

1

x ∈ int(C) dan 2

x ∈ C

Akan ditunjukkan bahwa untuk sebarang vektor

[ )

2

1,x

x

x

, maka

( )

C

int

x

. Karena

( )

C

int

1 ∈

x

, tinggal menunjukkan untuk

( )

2

1,x

x

x

,

maka

( )

C

int

x

.

Untuk sebarang

( )

2

1,x

x

x

, maka

2

1

x

x

x

β

α +

=

dengan

0

,
0 >
> β

α

dan

1

=

+ β

α

. Karena

( )

C

int

1 ∈

x

, maka ada lingkaran dengan

jari-jari

0

>

r

berpusat di 1

x yang seluruh anggota lingkarannya adalah

anggota C. Dari 2

x dibuat suatu garis singgung ke lingkaran yang berpusat di

1

x, dan dari x dibuat suatu garis yang tegak lurus ( )

1

2

x

x

sedemikian

sehingga titik ujungnya tepat pada garis singgung, maka akan terbentuk

segitiga yang sebangun sehingga panjang garis ini adalah r

α. Karena

1

2

2

x

x

x

x

=
− α

dengan segitiga-segitiga yang sebangun, kita buat

lingkaran baru dengan pusat di x dan jari-jari r

α yang terletak dalam C. Ini

akan menunjukkan bahwa

( )

C

int

x

.

54

Untuk

( )

C

int

1 ∈

x

, ada

0

>

r

sedemikian hingga ( ) C
r
B ⊂

,

1

x

. Jika

( )

2

1,x

x

x

, maka

2

1

x

x

x

β

α +

=

dengan

0

,
0 >
> β

α

dan

1

=

+ β

α

. Harus

ditunjukkan bahwa ( ) C
r
B ⊂

α,

x

, sehingga

( )

C

int

x

.

Untuk sebarang y ∈ ( )

r

B α,

x

dan sebarang

α

x

y

x

z

+

=1

, berlaku

r

r

=

<

=

α

α

α

x

y

x

z

1

, karena itu

( )

r

B,

1

x

z

dan C

z

.

Vektor y menjadi

y = ( )x

x
z
+
−1

α

y = ( )

2

1

1

x

x

x

z

β

α

α

+

+

y =

2

x

z β
α +

Karena C konveks, y ∈ C sehingga

( )

C

int

x

.

Sekarang untuk kasus ii. ambil 1

x ∈ int(C),

C

2

x

dan

C

2

x

.

Perhatikan gambar 3.B.3. Pada gambar ini juga diasumsikan bahwa

1

1

2

=

x

x

.

β

β

µ

α

ρ r

<

=

2

x

x

α

β

1

x

µ

ρ

1

z

2

z

Gambar 3.B.3

1

x ∈ int(C),

C

2

x

dan

C

2

x

55

Karena

( )

C

int

1 ∈

x

, ada

0

>

r

sedemikian hingga ( ) C
r
B ⊂

,

1

x

. Untuk

membuktikan lema 3.B.5, harus ditunjukkan bahwa jika

( )

2

1,x

x

x

, maka

( )

C

int

x

.

Jika

( )

2

1,x

x

x

, ada

1

,
0

,
0

=

+

>

>

β

α

β

α

sehingga

2

1

x

x

x

β

α +

=

,

dan berdasarkan lema 3.A,

α

β

=

2

1

x

x

x

x

. Karena

C

2

x

maka berdasarkan

definisi 2.G.6, 2

x adalah titik limit C dan karena C

2

x

maka dari definisi

2.G.5, ada

C

2

z

sedemikian sehingga



<

β

α

r

2

2

x

z

.

Didefinsikan

( )

2

2

1

1

x

z

x

z

=

α

β

dan diperoleh:

1

1

x

z

=

2

2

x

z

α

β

1

1

x

z

<





β

α

α

β

r

1

1

x

z

< r

sehingga

( )

C

int

1 ∈

z

.

Untuk vektor x,

x =

2

1

x

x β
α +

x =

( )

2

2

2

1

x

x

z

z

β

α

β

α

+



+

x =

2

2

2

1

x

x

z

z

β

β

β

α

+

+

x =

2

1

z

z β
α +

56

Karena

( )

C

int

1 ∈

z

dan

C

2

z

, maka dari kasus i.

( )

C

int

x

.

Akibat 3.B.1

Jika C konveks maka int(C) konveks.

Bukti:

Ambil

( )

C

int

dan 2

1

x

x

. Akan ditunjukkan bahwa [ ] ( )

C

int

,2
1 ∈

x

x

.

Karena

( )

C

int

dan 2

1

x

x

, cukup ditunjukkan bahwa ( ) ( )

C

int

,2
1 ∈

x

x

.

Berdasarkan pembuktian lema 3.B.5 kasus i. halaman 52, telah ditunjukkan

bahwa ( ) ( )

C

int

,2
1 ∈

x

x

.

Akibat 3.B.2

Untuk sebarang C konveks dan ( ) φ

C

int

,

i.)

)
C
int( = C

ii.) int(C) = int(C).

Bukti i.):

Untuk sebarang himpunan C, int(C) ⊆ C, berlaku bahwa

)
C
int( ⊆ C.

Untuk sebarang x ∈ C maka untuk sebarang y ∈ int(C), segmen garis

[ )

x

y, ⊆ int(C). Karena itu x

)
C
int(, sehingga C ⊆

)
C
int(.

57

Bukti ii.):

Karena untuk sebarang himpunan C, C ⊆ C, berlaku bahwa int(C) ⊆

)

(
int C.

Untuk sebarang x ∈ int(C) maka dari definisi 2.G.3 ada

0

>

r

sedemikian hingga B(x, r) ⊂ C. Sekarang untuk sebarang y ∈ int(C)

ada segmen garis [ )

z

y, yaitu perpanjangan dari segmen garis [ ]
x
y
, yang

panjangnya dari y kurang dari r melewati x. Dari lema 3.b.5 z ∈ C, dan

karena y ∈ int(C), diperoleh [ )

z

y, ∈ int(C). Secara khusus, x ∈ int(C).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->