P. 1
Demokrasi Sesuai Dengan Ajaran Islam

Demokrasi Sesuai Dengan Ajaran Islam

|Views: 132|Likes:
Published by Denie_Asseif_7878

More info:

Published by: Denie_Asseif_7878 on Mar 02, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/11/2014

pdf

text

original

DEMOkRASI

SESUAI DEM0AM
AJAPAM ISLAM 7








DEMOIPAT ADALAH MUSYPII
1
PenuIis
Syuikh Abu Muhummud 'Ashim AI
Muqdisiy




AIih 8ohoso
Abu Fuuzun

Tim Io¡ion Iifob-kifob A'immofud Do'woh Touhid
DAFTAR ISI


I. Penqonfor Penerjemah
………………………………………………………………………
2. Muqoddimah Penulis
………………………………………………………………………
3. Pasal Penjelasan Tentang Inti Pokok Dan Tujuan
Utama Penciptaan, Penurunan Kitab-Kitab, Dakwah
Para Rasul, Millah Ibrahim, Dan Al 'Urwatil
Wutsqa Yang Merupakan Jalan Selamat ………………………………
4. Pasal Demokrasi adalah agama kafir buatan,
dan pemeluknya ada yang berstatus sebagai tuhan
yang membuat hukum serta ada yang berstatus
sebagai pengikut yang menyembah tuhan-tuhannya
DEMOIPAT ADALAH MUSYPII
70
proyek-proyek undang-undang Islamiyyah, akan tetapi telah nampak jelas bagi saya
bahwa majelis kita ini tidak memandang hukum Allah kecuali lewat hawa nafsu
kepartaian, dan mana mungkin hawa nafsu itu mempersilahkan agar kalimat Allah itu
adalah yang paling tinggi…
Saya telah mendapatkan bahwa jalan saya untuk menuju tujuan itu telah/dan selalu
tertutup di antara kalian, oleh sebab itu saya mengumumkan pengunduran diri saya dari
parlemen ini tanpa ada penyesalan dan rasa sayang akan hilangnya keanggotan saya
ini).
Dan pulanglah sang wakil yang 'alim ini ke rumahnya pada bulan April tahun
1981, dan majelispun ditutup.
Sang wakil yang 'alim ini telah meninggalkan parlemen itu, kemudian
beberapa tahun berikutnya dia pergi meninggalkan dunia yang fana ini, dan parlemen
pun selalu tetap memutuskan, menetapkan hukum, dan melaksanakan dengan selain apa
yang Allah turunkan.

Situs kami di internet
-'+=''· --=·-'' ·---
www.almaqdese.com
www.tawhed.ws
www.alsunnah.info

DEMOIPAT ADALAH MUSYPII
69
lembaga-lembaga pendidikan agama, pondok-pondok tahfidh Al Qur'anil Karim, dan
tentang tindakannya terhadap kurikulum-kurikulum pendidikan di universitas-
universitas agama dengan dalih pengembangannya, dan tentang tekanannya terhadap
mesjid-mesjid dengan cara mengeluarkan keputusan yang tidak membolehkan
seorangpun meskipun dia itu adalah syaikh (ulama) untuk masuk tempat ibadah dan
mengatakan meskipun dalam rangka nasihat agama ungkapan yang bertentangan
dengan aturan kantor/tata tertib atau undang-undang yang baku, dan siapa
melakukannya maka dia ditahan dan dikenakan denda, dan bila dia melawan maka
denda dilipatgandakan dan dipenjara.
Sang wakil yang 'alim ini menginterpelasi menteri pariwisata, karena para
siswa sekolah perhotelan dipaksa karus mencicipi khamr, mereka menolak dan terus
diberhentikan dari sekolah. Dia juga menginterpelasi menteri penerangan menuntut
dibersihkannya sarana-sarana informasi dari tindakan porno yang menghancurkan
tatanan moral dan akhlak serta kesucian negeri. Interpelasi ketiga kepada menteri
perhubungan tentang fenomena buruk dan tindakan tidak maksimal akan sarana ini.
Sang wakil yang 'alim ini telah merasa bahwa ia terus mengajukan berbagai macam
interpelasi akan tetapi seolah-olah itu ditujukan terhadap drum yang bolong, maka ia
berdiri di parlemen seraya meminta pertanggungjawaban ketuanya dan menuduhnya
bahwa dia telah keluar dari tata-tertib parlemen. Maka ketua parlemen memerintahkan
dalam permainan yang berkesan untuk memasukan tiga interpelasi itu dalam satu kali
pertemuan padahal setiap interpelasi itu membutuhkan beberapa hari, kemudian dia
memanggil salah satu praksi parlemen dari partai mayoritas untuk menggulirkan
interpelasi-interpelasi ini. Menteri pariwisata dipanggil, terus pemerintah yang
menentang pencantuman interpelasi ini dalam jadwal kerja ikut campur karena di
dalamnya ada kata-kata yang pedas yaitu (tuduhan yang dilontarkan pemilik interpelasi
itu terhadap sang menteri, bahwa dia mengingkari hakikat sebenarnya dalam menjawab
pertanyaannya) kemudian situasi dilimpahkan kepada para wakil di parlemen, maka
mereka memutuskan untuk menghapuskan interplasi itu dan mereka menggugurkan apa
yang dinamakan haq dustuuriy (hak undang-undang) sang wakil itu dalam meminta
pertanggung jawaban pemerintah. Kemudian selanjutnya interplasi ke dua yang
diajukan kepada menteri penerangan, sebagaimana para wakil itu membela khamr maka
mereka juga membela dansa padahal mereka itu sudah berjanji kepada Allah untuk
membela syari'at-Nya. Kemudian selanjutnya dibahas interplasi ke tiga, akan tetapi para
wakil ini melihat bahwa permintaan tanggung jawab si menteri perhubungan ini sesuai
dengan selera mereka (maka mereka membela interpelasi sang wakil itu), maka pada
akhirnya sang wakil yang 'alim itu berdiri ke podium dan berkata kepada para wakil di
parlemen:
(Wahai hadirat para wakil yang terhormat, saya bukanlah penyembah jabatan, dan saya
juga tidak menginginkan kursi ini karena kedudukannya, sungguh syi'ar saya dahulu
adalah (berikan suaramu kepadaku untuk kami benahi dunia ini dengan agama), dan
dahulu saya mengira bahwa cukup untuk mencapai tujuan ini dengan mengajukan
DEMOIPAT ADALAH MUSYPII
2
itu
……………………………………………………………………………
…………………………………… 27
5. Pasal Bantahan terhadap syubhat dan kebatilan
yang membolehkan agama demokrasi
…………………………………… 38
A. SYUBHAT PERTAMA
Jabatan Yusuf di sisi raja Mesir ……………………………
40
B. SYUBHAT KEDUA
Sesungguhnya Najasyi tidak berhukum dengan
Apa yang Allah turunkan, namun demikian dia
tetap muslim
…………………………………………………………………
………………… 60
C. SYUBHAT KETIGA
Labelisasi demokrasi dengan nama syuraa
demi melegalkannya
…………………………………………………………………
… 68
D. SYUBHAT KEEMPAT
Keikutsertaan Nabi shallallaahu 'alaihi wa
sallam dalam hilful fudluul
…………………………………………… 83
E. SYUBHAT KELIMA
Maslahat dakwah
…………………………………………………………………
………… 89
6. KISAH NYATA DI PARLEMEN
Ambillah pelajaran wahai orang-2 yang berakal …… 100




DEMOIPAT ADALAH MUSYPII
3



















PENGANTAR PENERJEMAH

Segala puji hanya milik Allah subhaanahu wa ta'aala, shalawat
dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasul-Nya yang mulia, para
keluarganya dan sahabatnya serta orang-orang yang berada di atas
jalannya hingga hari kiamat.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata dalam kitab
An Nubuwwat hal 127: "Islam adalah berserah diri kepada Allah saja
tidak kepada yang lainnya, dia beribadah hanya kepada Allah dan tidak
menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, dia tawakkal hanya kepada-
Nya saja, dia hanya takut dan mengharap kepada-Nya, dan dia mencintai
Allah dengan kecintaan yang sempurna, dia tidak mencintai makhluk
seperti kecintaan dia kepada Allah… siapa yang enggan beribadah
kepada-Nya maka dia bukan muslim dan siapa yang disamping beribadah
DEMOIPAT ADALAH MUSYPII
68
kebobrokan maha besar yang telah mencoreng negeri, dan pemerintah ini tidak
mengambil keputusan untuk kepentingan Islam. Dan sang wakil itu tetap menyambut
rencana ini meskipun dia mengetahui tujuan sebenarnya. Panitiapun berkumpul, akan
tetapi si wakil merasakan ketidak seriusan pemerintah terhadap penerapan syari'at
Allah, karena kalau seandainya pemerintah memang menginginkan ridla Allah, tentu di
sana ada hal-hal yang tidak membutuhkan proses-proses. Penutupan pabrik-pabrik
khamr mungkin dilakukan dengan satu goresan pena, dan penutupan diskotik dan bar-
bar bisa dengan satu goresan pean pula.
Ada fenomena-fenomena yang menunjukan bahwa di balik itu ada tujuan
sebenarnya, yang semuanya memberikan pengaruh dalam jiwa sang wakil – yang
sebenarnya merupakan salah satu kaidah dalam menghadapi parlemen – yang isinya
adalah: Bahwa syari'at Allah tidak akan terealisasi selama-lamanya lewat tangan-tangan
anggota parlemen.
Masyarakat dikejutkan dan si wakil juga dikejutkan dengan dibubarkannya
parlemen padahal sebelumnya dia adalah ketua panitia proyek-proyek penerapan syari'at
Islamiyyah dan dia terus melakukan pengkajian dan penyusunan undang-undang
bersama panitia dalam tiga puluh pertemuan.
Pada saat kekosongan parlemen muncul keputusan yang sangat berbahaya
dalam masalah yang menyentuh langsung kehidupan pribadi masyarakat. Maka sang
wakil yang 'alim ini berdiri menghadang keputusan ini, karena itu bertentang dengan
Islam dan undang-undang dasar, akan tetapi kaidah yang baku mengatakan:
Sesungguhnya parlemen itu bisa dibubarkan dengan dekrit bila negara hendak
memaksakan suasuatu atas masyarakat, meskipun itu bertentangan dengan Islam.
Adapun kaidah terpenting yang dijadikan landasan oleh parlemen adalah apa
yang telah disimpulkan oleh sang wakil yang 'alim dengan ucapannya:
Sesungguhnya meskipun saya diberi kemampuan menyampaikan hujjah-hujjah,
dan meskipun sikap saya ini berlandaskan Kitab dan Sunnah, maka sesungguhnya
di antara aib parlemen dan tanggung jawabnya yang jelas nista adalah bahwa
demokrasi itu menjadikan keputusan itu ada ditangan mayoritas secara muthlak
dengan pasti, dan tidak ada batas serta tidak ada syarat meskipun bertentang
dengan Islam.
Sang wakil mulai merasakan bahwa ada langkah dan usaha-usaha dari
pemerintah, ketua parlemen dan partai-partai mayoritas untuk mempersempit geraknya.
Dan kepemimpinan parlemenpun mulai melawan usaha-usahanya, dan menuduhnya
bahwa dia menghambat pekerjaan-pekerjaan panitia, akan tetapi dia terus mengerahkan
usaha dan kemempuannya. Dia mengajukan banyak pertanyaan yang belum
dicantumkan dalam jadwal-jadwal panitia, dan dia juga bangkit menuntut banyak
permintaan untuk merubah jadwal, akan tetapi dia mendapati semua itu sudah dikubur
dan tidak ada lagi wujudnya. Kemudian dia kembali menggunakan hak interpelasinya
yang tidak bisa ditolak. Dia menginterpelasi menteri-menteri pemerintahan tentang
penutupan yang dilakukan negara terhadap lembaga pengadilan syari'y dan wakaf,
DEMOIPAT ADALAH MUSYPII
67
untuk menyuarakan suara-suara mereka demi membela syari'at Allah bukan membela
partai-partainya.
Sang wakil yang 'alim ini menyalahkan ketiga lembaga itu (Eksekutif,
Yudikatif, dan Eksekutif) atas pelegalan hal-hal yang diharamkan dan penyimpangan
terhadap syari'at. Dia mengancam menteri keadilan bahwa dia akan menggunakan hak
interpelasinya terhadapnya setelah beberapa bulan, karena si menteri tidak menyerahkan
apa yang telah diselesaikan berupa undang-undang pemberlakuan syari'at Islam. Dan si
menteri itu tidak memenuhi apa yang diminta oleh sang wakil tersebut, maka dia
menginterpelasi sang menteri itu – Interpelasi dalam kamus parlemen adalah
mengharuskan pejabat yang diinterpelasi untuk menjawab apa yang diajukan oleh
anggota parlemen selama keanggotaan si menteri itu belum gugur atau si menteri yang
diinterpelasi belum keluar dari jabatan kementerian – dan si wakil itu terus saja
menginterpelasi si menteri dan pemerintahpun justeru mendukung si menterinya dan
bersikeras berusaha untuk menggugurkan interpelasi itu. Pada saat runcingnya hak
interpelasi si wakil itu, maka pemerintah merombak kabinetnya dan tidak ada yang
diberhentikan dari jabatan menteri kecuali menteri keadilan itu, jadi dia dicopot dari
jabatannya supaya hak interpelasi itu itu menjadi gugur. Dan perlakuan ini sering
berulang-ulang sehingga mejadi kaidah yang jitu saat berhadapan dengan parlemen.
Si wakil itu kembali bertanya-tanya kepada para anggota dewan seraya
berkata: Sesungguhnya proyek-proyek undang-undang Islamiyyah itu disimpan di laci-
laci panitia, sedangkan kalian telah berjanji kepada Allah di Al Haramain untuk
menjadikan suara-suara kalian ini bagi Allah dan Rasul-Nya. Dan si wakil itu meminta
mereka agar menanda tangani untuk menuntut pemberlakuan secepatnya syari'at
Islamiyyah, maka merekapun memenuhi permintaannya dan menandatangani apa yang
dipinta oleh sang wakil, kemudian sang wakil yang 'alim ini menyimpan berkas ini di
sekretariat parlemen. Dia meminta atas nama semua anggota dewan agar
memperhatikan undang-undang syari'at Allah. Maka ketua parlemenpun bangkit dan
menuntut atas nama semua anggota agar kembali memperhatikan undang-undang
penerapan syari'at Allah, dan dia berkata: Sesungguhnya pemerintah ini memiliki
semangat yang sama dengan kalian untuk membela Islam, akan tetapi kami meminta
dari anda-anda kesempatan untuk melakukan lobi-lobi politik, maka semua anggota
yang menandatangani dan yang telah berjanji di Al Haramain untuk memberlakukan
syari'at Islam bertepuk tangan dan menyetujui permintaan itu, sehingga lenyaplah sudah
tuntutan penerapan secepatnya akan syari'at Islam, dan menanglah pemerintah.
Maka keterputusasaan telah meliputi diri sang wakil yang 'alim itu, karena
ketidakberhasilan usaha-usahanya dalam rangka menegakkan syari'at bersama-sama
dengan para anggota yang telah dia ajak kemudian mereka menyetujuinya, terus setelah
itu mereka justeru berpaling. Akan tetapi dia suatu hari dikejutkan dengan satu usulan
dari ketua parlemen untuk menyepakati dibentuknya panitia umum dalam rangka
mengundang-undangkan syari'at Islamiyyah, dan ternyata jelas tujuan sebenarnya, dia
mendapatkan bahwa keputusan pemerintah yang tiba-tiba ini tidak lain untuk menutupi
DEMOIPAT ADALAH MUSYPII
4
kepada Allah dia beribadah kepada yang lain maka dia bukan orang
muslim".
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata dalam kitabnya Thariqul
Hijratain hal 542 dalam thabaqah yang ke tujuh belas: Islam adalah
mentauhidkan Allah, beribadah kepada-Nya saja tidak ada sekutu bagi-
Nya, iman kepada Allah dan kepada Rasul-Nya, serta mengikuti apa
yang dibawanya, maka bila seorang hamba tidak membawa ini berarti dia
bukan orang muslim, bila dia bukan orang kafir mu'aanid maka dia
adalah orang kafir yang jahil, dan status orang-orang ini adalah sebagai
orang-orang kafir yang jahil tidak mu'aanid (membangkang), dan
ketidakmembangkangan mereka itu tidak mengeluarkan mereka dari
status sebagai orang-orang kafir."
Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata
dalam Ad Durar Assaniyyah 1/113: Bila amalan kamu seluruhnya adalah
bagi Allah maka kamu muwahhid, dan bila ada sebagian yang
dipalingkan kepada makhluk maka kamu adalah musyrik".
Beliau rahimahullah juga berkata dalam Ad Durar 1/323 dan
Minhajut Ta'siis hal 61: Sekedar mengucapkan kaliamat syahadat tanpa
mengetahui maknanya dan tanpa mengamalkan tuntutannya maka itu
tidak membuat mukallaf tersebut menjadi muslim, dan justeru itu
menjadi hujjah atas dia……………Siapa yang bersaksi bahwa tidak ada
tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dan dia itu beribadah kepada
yang selain Allah (pula) maka kesaksiannya itu tidak dianggap meskipun
dia itu shalat, zakat, shaum dan melaksanakan sebagian ajaran Islam."
Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan Ibnu Muhammad rahimahullah
berkata dalam Al Qaul Al Fashl An Nafiis hal 31: Sesungguhnya syirik
itu menafikan Islam, menghancurkannya, dan mengurai tali-talinya satu
demi satu, ini berdasarkan apa yang telah dijelaskan bahwa Islam itu
adalah penyerahan wajah, hati, lisan dan seluruh anggota badan hanya
kepada Allah tidak kepada yang lainnya, orang muslim itu bukanlah
orang yang taqlid kepada nenek moyangnya, guru-gurunya yang bodoh
dan berjalan di belakang mereka tanpa petunjuk dan tanpa bashirah".
Syaikh Sulaiman Ibnu Abdillah Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah
berkata dalam Taisiir Al 'Aziz Al Hamid hal 58: Siapa yang
DEMOIPAT ADALAH MUSYPII
5
mengucapkan kalimat ini (Laa ilaaha Illallaah) dengan mengetahui
maknanya, mengamalkan tuntutannya berupa menafikan syirik dan
menetapkan wahdaniyyah hanya bagi Allah dengan disertai keyakinan
yang pasti akan kandungan maknanya dan mengamalkannya maka dia itu
adalah orang muslim yang sebenarnya. Bila dia mengamalkannya secara
dhahir tanpa meyakininya maka dia munafiq, dan bila dia mengamalkan
apa yang menyalahinya berupa syirik maka dia itu kafir meskipun
mengucapkannya (Laa ilaaha Illallaah)".
Beliau mengatakan juga dalam kitab yang sama: Sesungguhnya
mengucapkan Laa ilaaha Illallaah tanpa disertai pengetahuan akan
maknanya dan tidak mengamalkan tuntutannya berupa iltizaam dengan
tauhid dan meninggalkan syirik serta kufur kepada thaghut maka
sesungguhnya pengucapan itu tidak bermanfaat dengan ijma para ulama."
Syaikh Hamd Ibnu 'Atieq rahimahullah berkata dalam kitab
Ibthalit Tandiid hal 76: Para ulama telah ijma bahwa sesungguhnya
memalingkan satu dari dua macam doa kepada selain Allah, maka dia itu
adalah musyrik meskipun dia mengucapkan Laa ilaaha Illallaah
Muhammadun Rasulullah, dia shalat, shaum dan dia mengaku muslim."
Syaikh Abdullathif Ibnu Abdirrahman Ibnu Hasan rahimahullah
mengatakan dalam kitabnya Mishbahudh dhalaam hal 37: Siapa yang
beribadah kepada selain Allah, dan menjadikan tandingan bagi Tuhan-
nya, serta menyamakan antara Dia dengan yang lainnya maka dia itu
adalah musyrik yang sesat bukan muslim meskipun dia memakmurkan
lembaga-lembaga pendidikan, mengangkat para qadli, membangun
mesjid, dan adzan, karena dia tidak komitmen dengan (tauhid)nya,
sedangkan mengeluarkan harta yang banyak serta berlomba-lomba dalam
menampakkan syi'ar-syi'ar amalan, maka itu tidak menyebabkan dia
memiliki predikat sebagai muslim bila dia meninggalkan hakikat Islam
itu (tauhid)".
Dan beliau berkata lagi hal 328: Islam adalah komitmen dengan
tauhid berlepas diri dari syirik, bersaksi akan kerasulan Muhammad
shallallaahu 'alaihi wa sallam dan mendatangkan rukun Islam yang empat
lagi".
DEMOIPAT ADALAH MUSYPII
66
Sang 'alim ini suatu hari pergi menuju salah satu kantor kamtib untuk
menyelesaikan kepentingan-kepentingan masyarakat, kemudian dia dikagetkan di
kantor rehabilitas moral dengan keberadaan tiga puluh wanita yang duduk di atas lantai,
maka dia bertanya: Apa kesalahan mereka? Maka seorang petugas menjawab
kepadanya: Sesungguhnya mereka itu adalah wanita-wanita jalang (WTS/PKS),"maka
si 'alim bertanya: Dan mana para laki-laki hidung belangnya? Karena itu adalah
kriminal yang tidak mungkin dilakukan kecuali antara laki-laki pezina dengan wanita
pezina,"maka si petugas memberitahukannya bahwa si laki-laki pezina bagi mereka
adalah hanyalah sekedar saksi bahwa dia telah melakukan zina dengan wanita ini dan
dia telah memberinya bayaran atas hal itu, kemudian dia (si wanita) dikenakan hukuman
bukan karena dia telah berzina akan tetapi karena dia telah meminta upah. Ternyata
orang yang mengaku bahwa dirinya berzina telah berubah menjadi saksi atas si wanita,
dan undang-undang tidak menoleh kepada pengakuan dia akan zina itu.
Sang wakil yang 'alim ini berang, marah karena Allah, maka si petugas berkata
kepadanya dengan santainya: (Kami hanya melaksanakan undang-undang yang kalian
tetapkan di parlemen).
Akhirnya si wakil yang 'alim ini mengetahui bahwa meskipun banyaknya
orang yang menyuarakan penerapan syari'at, dan meskipun itu didukung oleh Kitabullah
dan Sunnah rasul-Nya, maka sesungguhnya harapan-harapan akan penegakkan syari'at
itu tidak mungkin terealisasi kecuali lewat jalur parlemen yang mereka namakan
(kekuasaan legislatif). Dan dikarenakan badan yudikatif itu tidak memutuskan kecuali
dengan undang-undang yang bersumber dari parlemen, serta karena kekuasaan eksekutif
tidak akan bergerak untuk melindungi Al Qur'an dan assunnah dan tidak pula bergerak
melindungi Al Islam kecuali dalam batas kesucian apa yang telah diakui oleh parlemen,
maka sang 'alim ini meyakini bahwa mencapai tujuan ini adalah mungkin saja bila para
anggota perlemen mengetahui bahwa ini adalah firman Allah, sabda Rasulullah
shallallaahu 'alaihi wa sallam dan hukum Islam supaya mereka menetapkannya.
Berangkatlah sang wakil yang 'alim ini, terus dia mengajukkan program
penggodokan undang-undang untuk menegakkan huduud syar'iyyah, program
penggodokan undang-undang untuk mengharamkan riba dengan pengajuan solusi
pengganti, program penggodokkan undang-undang untuk menertibkan sarana-sarana
informasi agar sesuai dengan hukum-hukum Allah, program penggodokkan undang-
undang untuk menghormati kesucian bulan Ramadlan dan tidak terang-terangan
melakukan pembatal shaum di siangnya, program penggodokkan undang-undang untuk
membersihkan pantai-pantai wisata dari hal-hal porno/cabul/keji/dll, serta program-
program Islamiyyah lainnya. Program-program ini disamping ditandatangani dia, ikut
menandatanganinya juga sejumlah banyak anggota parlemen.
Wakil yang 'alim ini berangkat untuk menunaikan umrah, dan dia disertai
sebagian anggota parlemen itu. Di sisi hajar aswad mereka berjanji kepada Allah untuk
selalu memperjuangkan syari'at Allah di parlemen. Kemudian mereka naik pesawat
menuju Al Madinah Al Munawwarah, dan di sana juga mereka saling berjanji setia
DEMOIPAT ADALAH MUSYPII
65
KISAH NYATA DI PARLEMEN
Ambilah pelajaran wahai orang-orang yang berakal
56


(Saya tidak pernah menduga bahwa apa yang telah Allah tetapkan di dalam
Kitab-Nya dan lewat lisan Rasul-Nya shallallaahu 'alaihi wa sallam membutuhkan
persetujuan hamba-hamba Allah, akan tetapi saya dikejutkan bahwa firman Ar Rabb
Yang Maha Tinggi itu senantiasa berada di dalam mushhaf – tetap memiliki kesucian di
hati-hati kami – sampai hamba-hamba Allah di parlemen menyetujui untuk menjadikan
firman Allah itu sebagai undang-undang. Bila ketetapan hamba-hamba Allah di
parlemen itu berselisih tentang hukum Allah di dalam Al Qur'an maka sesungguhnya
keputusan hamba-hamba Allah itu akan menjadi undang-undang yang dijadikan acuan
dalam lembaga Yudikatif yang penerapannya mendapat jaminan dari lembaga
Eksekutif, meskipun itu bertentangan dengan Al Qur'an dan Assunnah. Dan bukti atas
hal itu adalah bahwa Allah subhaanahu wa ta'aala telah mengharamkan khamr, akan
tetapi parlemen mengizinkannya, dan Allah juga telah memerintahkan penegakkan
huduud, akan tetapi parlemen menggugurkannya. Hasil yang ada sesuai dengan contoh-
contoh itu adalah bahwa apa yang ditetapkan oleh parlemen telah menjadi qanuun
(undang-undang) meskipun itu bersebrangan dengan Islam).
Kalimat di atas adalah kesimpulan salah seorang ulama Islam yang pernah
duduk di kursi parlemen sebagai wakil rakyat selama delapan tahun.
Anggota dewan yang 'alim ini dahulu telah merasakan akan pentingnya
ceramah di atas mimbar-mimbar, dan pentingnya menulis di koran-koran. Setelah lama
dia hidup menjalani metode-metode itu, dia semakin yakin akan pengaruh hasil yang
dicapainya, akan tetapi dia merasakan bahwa sekedar (menulis dan ceramah) saja tidak
bisa menghasilkan perubahan dalam undang-undang dan pengaruh yang
berkesinambungan dalam kekuasaan Legislatif, Yudikatif, dan Eksekutif, maka
akhirnya dia mencalonkan dirinya untuk menjadi anggota parlemen dalam rangka
mencari metode baru untuk tujuan meninggikan kalimat Allah subhaanahu wa ta'aala
dengan pemberlakuan/penerapan syari'at Islamiyyah, ini untuk menyelamatkan hamba-
hamba Allah dari kesesatan, dan melepaskan mereka dari kebatilan, serta merangkulnya
ke dalam haribaan Islam.
Akhiranya sang 'alim ini berhasil menjadi anggota parlemen di bawah motto
(Berikan suaramu kepadaku agar kami bisa membereskan dunia ini dengan agama), dan
orang-orangpun memberikan suara mereka kepadanya karena merasa percaya
terhadapnya meskipun banyaknya cara-cara pemalsuan, dan manipulasi dalam pemilu-
pemilu itu. Maka keanggotaan sang 'alim ini terus berlangsung berturut-turut selam dua
masa jabatan, kemudian setelah masa itu dia berkata: (Sesungguhnya suara Islam itu
sangatlah sulit mendapatkan gemanya di dua masa/priode ini).

56
Makalah Doktor Ahmad Ibrahim Khidlr yang disebar dalam edisi ke 66 dalam majallah Al Bayan yang
diterbitkan oleh Al Muntadaa Al Islamiy di London.
DEMOIPAT ADALAH MUSYPII
6
Inilah sebagian perkataan ulama tentang Islam dan syirik.
Sebelumnya Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam telah
mengisyaratkan dua macam syirik yang akan melanda umat ini secara
besar-besaran yaitu syirik ibadatil autsaan (syirkul qubuur/syirik
kuburan) dan syirkulluhuuq bil musyrikiin (syirkul qushuur wad
dustuur/syirik aturan). Dan kedua macam ini telah merambah di tengah-
tengah umat. Syirik yang pertama adalah syirik mutadayyiniin (syirik
orang-orang yang masih rajin beribadah), ini bisa dilihat saat berjubelnya
mereka di tempat-tempat dan kuburan-kuburan keramat. Dan syirik yang
kedua adalah syirik 'ilmaaniyyiin (orang-orang sekuler) dan Islamiyyin
(orang-orang yang mengaku dari jama'ah-jama'ah dakwah Islamiyyah
yang dengan dalih maslahat dakwah mereka masuk atau menggunakan
sistem syirik yang ada).
Dan di antara kemusyrikan yang nyata lagi terang yang sudah
merambah dan mengakar adalah demokrasi, di mana intinya adalah yang
berhak menentukan hukum dan perundang-undangan itu adalah rakyat
atau mayoritas mereka yang diwakili oleh para wakilnya, sedangkan di
dalam Islam di antara hak khusus Allah adalah hukum dan tasyri' yang
bila dipalingkan kepada selain-Nya maka itu adalah syirik.
Silahkan telaahlah buku ini mudah-mudahan syubhat yang masih
ada di benak anda bisa hilang dengan penjelasan dan bayaan, akan tetapi
bila ini tidak bisa memuaskan dan anda malah terus mempertahankannya
maka yang bisa memuaskan anda adalah 'adzaabunniiraan. Wallaahul
musta'aan.
Abu Fauzan
DEMOIPAT ADALAH MUSYPII
7
»-=·'' .-=·'' -' »--

- -··- · -·-·--- · ª--·--- · ---=- - --='' .' --+-'' ·+· -' -+- .- '-''-=' -'--- .- · '----' ···- .- -'
'--·· '-'· ª' -=- .'· .'-- .- · .. .-´·'' »·-· '---= ·» ª' =-·- ` --=· -' `' ª'' ` .' -+-'· .... .' -+-' ·
'--' · ª-'=-' · ª'' '=· ª-'= »'- · -' '- '--·-' · '---'· ·» ª'·-·· ---= '--=- .--'' »·- '' ª= ... -·-· :
Ini adalah lembaran-lembaran yang telah saya tulis dengan singkat sebelum
menjelang tibanya masa pemilihan para anggota parlemen (majlis/dewan perwakilan
rakyat) yang syirik itu. Dan parlemen (dewan/majlis) itu ada setelah manusia terfitnah
(terpedaya) dengan fitnah demokrasi dan adanya pembelaan secara mati-matian yang
dilakukan oleh para penghusungnya dari kalangan thaghut-thaghut yang di mana
mereka itu sudah lepas dari ikatan Islam, atau bahkan dibela oleh sebagian kalangan
yang katanya ahli agama dan sebagai juru dakwah
1
…,mereka kaburkan kebatilan
dengan kebenaran, terkadang mereka menamakan demokrasi ini sebagai kebebasan,
terkadang juga mereka menamakannya sebagai syuraa (musyawarah),
2
terkadang
mereka berdalih dengan jabatan Yusuf 'alaihissalam di sisi rajanya, terkadang mereka
berdalih juga dengan kekuasaan Najasyi… dan terkadang berdalih dengan dalih
maslahat
3
dan istihsan (anggapan baik)…dengan dalih-dalih itu mereka mengaburkan
kebenaran dengan kebatilan di hadapan orang-orang bodoh (awam), dan
mencampuradukan cahaya dengan kegelapan, syirik dengan tauhid dan Islam.
4


1
Seperti yang dilakukan oleh sebagian tokoh ikhwanul muslimin pada masa sekarang dan partai-partai yang
menisbatkan diri kepada Islam, sedangkan Islam itu sendiri berlepas diri dari mereka dan perbuatannya. pent
2
Sebagian ulama kaum musyrikin itu sengaja mendalili majlis syirik demokrasi itu dengan ayat-ayat dan
atsar-atsar yang menganjurkan syuraa, layaknya Dawud Ibnu Jirjis yang mendalili perbuatan syirik kubur
dengan ayat-ayat tentang perintah mendekatkan diri kepada Allah subhaanahu wa ta'aala dengan perantaraan
amal shaleh, tak jauh berbeda antara ulama kaum musyrikin itu dengan Dawud Ibnu Jirjis yang sudah divonis
kafir mulhid murtad oleh Aimmatuddakwah, hanya yang menjadi perbedaan adalah bahwa Dawud Ibnu Jirjis
mendalili syirkul qubur (syirik kuburan) sedangkan mereka adalah mendalili syirkul qushur wad dustuur
(syirik dewan dan aturan). pent
3
Maslahat pada masa sekarang telah menjadi thaghut yang disembah oleh sebagian kelompok yang katanya
ingin memperjuangkan hukum Islam, dengan dalih maslahat mereka ikut berkecimpung melebur dalam dunia
syirik demokrasi dan parlemen, qaatalahumullah illaa an yahtaduu. Pent.
4
Shalat, shaum, zakat, haji, qiyamullail, tilawatul qur'an dan amalan ibadah lainnya bila dilakukan oleh orang
yang jatuh kedalam satu macam syirik akbar, maka itu semua tidak ada artinya, Syaikhul Islam Muhammad
Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata dalam Ad Durar Assaniyyah 1/113: Bila amalan kamu seluruhnya
hanya bagi Allah maka kamu adalah muwahhid, dan bila ada sesuatu dari amalan itu dipalingkan kepada
makhluk maka kamu adalah orang musyrik". Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan Ibnu Muhammad Ibnu Abdil
Wahhab rahimahullah berkata dalam Syarah Ashli Dinil Islam (lihat dalam Majmu'atut Tauhid, atau Aqidatul
Muwahhidin, atau Al Jami'ul Fariid, atau dalam Ad Durar 2/131): Sesungguhnya orang yang melakukan syirik
itu maka berarti dia telah meninggalkan tauhid, karena keduanya adalah dua hal yang saling bertentangan
yang tidak bisa bersatu". Syaikh Abdullathif Ibnu Abdurrahman Ibnu Hasan rahimahullah berkata dalam
Mishbahudhdhallam 37: Siapa orangnya menyembah selain Allah, menjadikan tandingan Tuhan-nya, dan
menyamakan Allah dengan yang lainnya dalam hak khusus Allah maka dia itu layak dinamakan orang
musyrik yang sesat bukan orang muslim, meskipun dia itu banyak mengelola madrasah (pendidikan agama),
mengangkat para qadli, banyak membangun mesjid, dan mengumandangkan seruan (adzan atau dakwah),
DEMOIPAT ADALAH MUSYPII
64
menjadi sesalan bagi mereka, dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka.
Al Baqarah: 166-167.
Jauhilah sekarang juga, dan katakanlah kepada orang-orangnya – bila memang
kalian di atas millah Ibrahim dan di atas jalan para nabi dan rasul – sebagaimana yang
kami katakan di penghujung perkataan kami ini:
Wahai para penyembah undang-undang buatan…dan hukum-hukum bumi
rendahan……
Wahai para penghusung agama demokrasi………
Wahai anggota-anggota dewan pembuat undang-undang………
(Ketahuilah) sesungguhnya kami berlepas diri kepada Allah dari kalian dan dari
ajaran kalian….
Kami kafirkan kalian, dan kami kafir terhadap undang-undang syirik kalian,
serta kami kafir akan majelis-majelis kemusyrikan kalian.
(Ketahuilah) sesungguhnya telah tampak antara kami dengan kalian permusuhan
dan kebencian selama-lamanya sampai kalian beriman kepada Allah saja.
DEMOIPAT ADALAH MUSYPII
63
dia bukan tergolong orang-orang musyrik, dan katakanlah sebagaimana yang dikatakan
oleh cucunya Yusuf 'alaihissalam pada saat dia dalam keadaan lemah tertindas di balik
jeraji besi penjara:
.···'´ »» -·=`'- »»· -'- .·--·- ` »·· ª'- -´·- ¸-' . '-' .'´'- -·-·- · ·'=-'· »-»'·-' ¸-'-' ª'- -·--'·
-- .- -'- =·-- .' .
Sesungguhnya aku telah meninggalkan agama orang-orang yang tidak beriman kepada
Allah, sedangkan mereka ingkar kepada hari kemudian. Dan aku mengikuti agama
bapak-bapakku yaitu Ibrahim, Ishak dan ya'qub. Tidaklah patut bagi kami (para Nabi)
mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah. Yusuf: 37-38.
Wahai orang-orang…jauhilah thaghut, dan majelis-majelisnya, berlepas dirilah
darinya dan kafirlah kalian terhadapnya selama keadaan majelis-majelis seperti itu…
Ini adalah kebenaran yang nyata, cahaya yang terang benderang, akan tetapi
kebanyakan manusia tidak mengetahuinya…
-= .- »+--· -' .-» .- »+--· -·´='´='' '·´---='· -' '·´-´-=' .' `·´-· ª´-´' .´´ ¸· '-`·- --'· ª'`-'' ª-'= -
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk
menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu, maka di antara umat
ini ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang
telah pasti kesesatan baginya,”(An Nahl : 36)
·'-'· »--' '»·----- -'--' `' ª-·- .- .·--·- '- ·'+-'' -='·'' -' »' ·-= .···--- -'-·'' .- '+- -' .·-' '- »´
.·-'·- ` .'-'' ·`´' .´'· »--'' .--'' ='- -'-' `' '·--·- `' ·-' - `' »´='' .' .'='-
Manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha
Esa lagi Maha Perkasa ? Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya
menyembah nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah
tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang nama-nama itu. Keputusan (hukum) itu
hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah
selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti. (Yusuf
39-40).
Jauhilah hal itu wahai kaum, berlepas dirilah dari orang-orangnya dan dari
kemusyrikannya sebelum kesempatan berakhir…dan sebelum datang suatu hari di mana
hal itu (meninggalkan dan menjauhinya) adalah angan-angan kalian terbesar dan
tertinggi, akan tetapi kesempatan sudah tiada, pada hari itu penyesalan tidak berguna
lagi bagi kalian, tidak pula mengaduh dan mengeluh, semua tiada manfaatnya.
-·´ '-' .' ·' '··--' .--'' .'·· .-=·'=- »» '-· »+-'= -'·-= »+''-=' -' »+-·- ='-´ '-- '·-·-- '-´ »+-- '·---·
·'-'' .-
Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti" Seandainya kami dapat kembali (ke
dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri
dari kami". Demikian Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya

akan mencabut kehinaan yang meliputi umat Islam ini kecuali bila mereka kembali meneriakan dan
mengangkat pedang jihad melawan thaghut-thaghut yang murtad kemudian melawan orang-orang kafir asli.
Pent.
DEMOIPAT ADALAH MUSYPII
8
Syubhat-syubhat itu dengan taufiq Allah telah kami bantah, dan kami juga
telah menjelaskan bahwa demokrasi itu adalah agama baru di luar agama Allah dan
ajaran yang bersebrangan dengan tauhid, dan kami juga telah menegaskan bahwa
majlis-majlis perwakilannya itu tidak lain kecuali adalah lembaga kemusyrikan dan
sarang bagi paganisme yang wajib dijauhi demi merealisasikan tauhid yang merupakan
kewajiban hamba terhadap Allah, bahkan wajib berusaha untuk menghancurkan (sarang
dan lembaga kemusyrikan) itu, memusuhi orang-orangnya, membencinya, dan
memeranginya. Dan hal ini semua bukanlah masalah ijtihadiyyah sebagaimana yang
sering didengungkan oleh sebagian orang yang suka mengkaburkan kebenaran
5
…,akan
tetapi ini adalah kemusyrikan yang jelas lagi terang dan kekafiran yang nampak lagi
tidak diragukan yang telah Allah subhaanahu wa ta'aala hati-hatikan darinya di dalam
Al Qur'an, dan telah diperangi oleh Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam selama
hidupnya.
Wahai muwahhid berusahalah engkau untuk menjadi bagian dari para pengikut
Muhammad shallallaahu 'alaihi wa sallam dan para penolong (agama)nya yang selalu
memerangi kemusyrikan dan para pemeluknya. Bersegeralah engkau pada saat
keterasingan ini untuk bergabung dengan rombongan kelompok yang selalu menegakan
dinullah subhaanahu wa ta'aala yang telah bersabda Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam

karena dia tidak konsisten dengan Islam itu, sedangkan banyaknya berderma harta dan berlomba dalam
menampakkan amalan kalau dia itu meninggalkan hakikat Islam itu (tauhid) maka itu tidak menjadikan dia
berstatus sebagai orang Islam". Sedangkan rela, atau ikut gabung dalam majelis syirik, atau mendukung
demokrasi yang intinya penyandaran hukum kepada selain Allah (padahal hukum/tasyri' itu adalah hak khusus
Rububiyyah atau Uluuhiyyah Allah), atau memperindahnya di hadapan manusia, atau menegakkan syubhat
untuk membolehkannya, atau bahkan melindunginya, maka itu adalah kekufuran dan kemusyrikan, Syaikh
Muhammad rahimahullah berkata dalam suratnya kepada Hamd At Tuwaijiriy (Mishbahudhdhalam 104): Dan
kami hanya mengkafirkan orang yang menyekutukan Allah dalam uluuhiyyah-Nya setelah jelas bagi dia
hujjah akan batilnya syirik, dan begitu juga kami mengkafirkan orang yang memperindah syirik itu di hadapan
manusia, atau menegakkan syubhat-syubhat yang batil untuk memperbolehkannya, dan begitu juga (kami
mengkafirkan) orang yang menggunakan pedangnya (senjata/ dan kekuatannya) untuk melindungi tempat-
tempat kemusyrikan yang di sana Allah disekutukan dan dia memerangi orang yang mengingkarinya dan
berusaha untuk menghancurkannya". Lihat empat macam orang dalam hal itu: Pelakunya (pemainnya), para
juru dakwahnya, para tokoh intelektualnya dan para pelindungnya dari kalangan aparat keamanan
(tentara/polisi), barisan, dan laskar yang merupakan tameng para thaghut. Pent.
5
Dari kalangan ulama suu' yang mengobok-obok masalah tauhid, di antara contoh ulama suu' ini adalah
Doktor Yusuf Al Qardlawiy - semoga Allah memberikan hidayah kepadanya - dia telah memfatwakan saat
terjadi gempuran pasukan salib dan kaum murtaddin yang bersekongkol dengan mereka terhadap kaum
muslimin di Afganistan dan pemerintahan Islam Thaliban, dia memfatwakan bahwa tentara muslim Amerika
!!! boleh bergabung dengan pasukan salib Amerika untuk memerangi kaum muslimin di Afghanistan dengan
dalih bahwa loyalitas nasionalisme dan kebangsaan harus di dahulukan atas loyalitas agama dan aqidah. Al
Qardlawi dengan fatwa ini telah terjatuh dalam dua pembatal keislaman: Pertama dia membolehkan dan
menghalalkan sesuatu yang sudah jelas lagi pasti keharamannya (bahkan kekufurannya), yaitu mendukung
orang-orang musyrik untuk menindas kaum muslimin. Kedua dia telah mendahulukan loyalitas nasionalisme
dan kebangsaan atas agama dan aqidah Islamiyyah. Di samping dia itu bersama-sama dengan pasukan salib
memikul setiap tetes darah kaum muslimin yang tertumpah di Afghanistan. Inikah aqidah orang yang menjadi
rujukan segala hukum di kalangan islamiyyin yang menghusung parlemen. Lihat Al Hijrah Masaail wa
Ahkam 50-51. pent.
DEMOIPAT ADALAH MUSYPII
9
tentang kelompok itu: Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku ini mereka
menegakan perintah Allah, orang-orang yang mengucilkan dan menyelisihi mereka
tidak membuat mereka gentar hingga datang ketentuan Allah," semoga Allah
menjadikan saya dan engkau termasuk kolompok itu. Dan segala puji di awal dan di
akhir adalah hanya milik Allah.

Ditulis oleh:
Abu Muhammad 'Ashim Al Maqdisiy
DEMOIPAT ADALAH MUSYPII
62
disetujui oleh thaghut.
54
Maka kenapa kalian masih tetap bersikukuh di atas kekufuran
yang jelas ini…dan ngotot di atas kehinaan yang nampak ini..??
Kemudian setelah ini semua jelas tetap saja engkau bisa mendapatkan orang-
orang itu dengan lugasnya meneriakan dan mengatakan: Bagaimana majelis-majelis ini
kita biarkan bagi orang-orang komunis atau nasrani……..atau orang-orang kafir
lainnya….?? Enyahlah, dan enyahlah, binasalah, dan binasalah kalian. Allah
subhaanahu wa ta'aala berfirman:
-'-= »+'· -·=`' ¸· '== »+' .·=- ` .' -' --·- '--- -' '··-- .' »+-' ·-´'' ¸· .·=·'-- .--'' =-·=- `·
»-==
Janganlah kamu disedihkan oleh orang-orang yang segera menjadi kafir;
sesungguhnya mereka tidak sekali-kali dapat memberi mudharat kepada Allah
sedikitpun. Allah berkehendak tidak akan memberi sesuatu bahagian (dari pahala)
kepada mereka di hari akhirat, dan bagi mereka adzab yang pedih,"Ali Imran 176.
Bila kalian tergolong orang-orang kafir mulhid, maka senanglah kalian dengan
keikut sertaan dan ikut ambil bagian….silahkan ikut serta bersama mereka dalam
kekafiran dan kemusyrikannya bila kalian mau, akan tetapi ketahuilah bahwa
kebersamaan kalian bersama mereka dalam keadaan ini tidak hanya terbatas di
kehidupan dunia, namun sebagaimana apa yang Allah subhaanahu wa ta'aala firmankan
dalam surat An Nisaa setelah menghati-hatikan dari majelis-majelis seperti ini dan Dia
memerintahkan untuk menjauhi para pelakunya serta tidak duduk bersama mereka,
karena kalau tidak mau menuruti perintah-Nya maka orang yang duduk itu adalah sama
seperti mereka, Dia berfirman seraya menghati-hatikan:
'·--= »-+= ¸· .-··'´''· .--·'--'' ·-'= -' .'
Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafiq dan orang-
orang kafir di dalam Jahannam,"An Nisaa: 140.
Apakah setelah penjelasan ini semua kalian masih belum yakin bahwa itu
adalah kemusyrikan yang terang dan kekafiran yang jelas.?? Apakah kalian tidak
mengetahui bahwa itu adalah dien selain dienullah?? Apakah belum yakin bahwa
sesungguhnya itu adalah millah bukan millah tauhid?? Apa alasannya kalian
bersemangat di atasnya?? Tinggalkan itu buat mereka, ya tinggalkan itu, jauhilah, dan
biarkanlah buat para pemeluk ajarannya,
55
ikutilah millah Ibrahim yang murni sedang

54
Pasal 79 dalam undang-undang Kuwait: (Undang-undang tidak sah kecuali bila diakui oleh majelis rakyat
dan diakui oleh emir," dan dalam pasal 93 ayat 1 dalam undang-undang Yordania: Setiap hukum baru yang
diakui oleh majelisul a'yaan dan majelis perwakilan disodorkan ke Raja untuk disahkan," dan dalam ayat 3:
Bila raja tidak setuju untuk mengesahkan undang-undang, maka dia selama enam bulan dari tanggal
penyerahan kepadanya berhak untuk mengembalikannya ke majelis,"
Perhatikan bahwa di Yordania juga itu harus melewati pengesahan raja juga dan pengesahan majelisul a'yaan
yang di mana para anggotanya ditunjuk oleh raja pula…..akan tetapi dengan ini semua orang-orang itu (orang
yang mengaku partai Islam) tetap tidur pulas dalam kesesatannya.
55
Dan bila kalian bertanya apa solusinya, maka ketahuilah bahwa Islam telah membawa dengan solusi yang
paling agung dan paling menakjubkan serta paling ditakuti oleh musuh, yaitu Al Jihad. Realisasikan tauhid
dengan benar, bersatulah dalam satu panji kemudian angkatlah pedang jihad untuk menegakkan panji Laa
ilaaha Illallaah . Saat hal ini diumumkan maka segalanya akan tampak, ketahuilah sesungguhnya Allah tidak
DEMOIPAT ADALAH MUSYPII
61
Berilah kami jawaban….apakah mungkin membuat undang-undang atau
hukum di sarang-sarang paganisme ini selain melewati jalan-jalan (jalur-jalur)
kemusyrikan dan kekufuran..???
Berilah kami jawaban wahai para pengklaim maslahat dan orang-orang yang
merasa lebih paham..??
Dan termasuk berhukum dengan apa yang Allah turunkan yang kalian tangisi,
apakah kalian ingin menggolkannya lewat jalan syirik ini..???
Apakah kalian tidak mengetahui bahwa itu adalah jalan kekafiran dan sudah
dibentengi…karena kalau seandainya itu berhasil –ini hanya mengandai-andai – maka
itu tidak akan menjadi hukum Allah, akan tetapi itu adalah hukum undang-undang,
hukum rakyat, dan hukum mayoritas. Dan tidak akan menjadi hukum Allah kecuali saat
adanya berserah diri dan menerima sepenuhnya akan firman Allah, dada lapang untuk
menerima syari'at-Nya dan untuk menghamba kepada-Nya subhaanahu wa ta'aala.
Adapun saat menerima penuh ajaran demokrasi, syari'at undang-undang, dan hukum
rakyat serta hukum mayoritas, maka itu adalah hukum thaghut meskipun pada saat yang
bersamaan sesuai dengan hukum Allah dalam beberapa bentuknya, karena Allah
subhaanahu wa ta'aala telah berfirman:
ª´'' ´`' ´»´´='' .'
“Keputusan itu hanyalah milik Allah,.” (Qs: Yusuf: 40)
Allah tidak mengatakan: Keputusan itu hanyalah milik manusia," dan Allah subhaanahu
wa ta'aala juga berfirman:
´ª´''' .·-' '-- »´+--- »´´=' .'·
"”Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang
diturunkan Allah,”” (Qs: Al-Maa-idah:49).
Allah tidak mengatakan: menurut seperti apa yang Allah turunkan," atau," dan
hendaklah putuskan di antara mereka menurut apa yang ditegaskan oleh hukum dan
undang-undang buatan," justeru itu adalah ucapan kaum musyrikin dari kalangan
budak-budak demokrasi dan para penyembah undang-undang bumi.
Kemudian mana kalian? Apakah kalian masih dalam tidur dan kesesatan kalian
yang lalu? Apakah kalian mengubur kepala kalian dalam pasir…apakah kalian tidak
menyaksikan percobaan-percobaan orang-orang yang seperti kalian yang ada di
sekitar?, lihat ini Al Jazair, itu Kuwait, di sana ada Mesir, dan yang lain-lainnya banyak.
Apakah kalian masih belum yakin bahwa ini adalah permainan kufriyyah, pertunjukan
syirkiyyah yang timpang lagi tertutup jalannya?? Apakah kalian masih belum percaya
bahwa majelis-majelis ini adalah bola mainan di tangan thaghut, dia bisa membukanya,
menutupnya, mengaktifkannya, dan membubarkannya kapan saja dan saat dia suka,
53

dan sesungguhnya tidak akan ada undang-undang yang dibuat sehingga disahkan dan

53
Pasal 34 dalam undang-undang Yordania ayat 2: Raja mengajak majelis rakyat untuk berkumpul,
membukanya, menangguhkannya, dan membubarkannya sesuai dengan hukum-hukum undang-undang," dan
dalam ayat 3: Raja berhak membubarkan majelis perwakilan,"
DEMOIPAT ADALAH MUSYPII
10
PASAL
PENJELASAN TENTANG INTI POKOK DAN TUJUAN UTAMA
PENCIPTAAN, PENURUNAN KITAB-KITAB, DAKWAH PARA
RASUL, MILLAH IBRAHIM, DAN AL 'URWATIL WUTSQA
YANG MERUPAKAN JALAN SELAMAT

Ketahuilah wahai saudaraku semoga Allah ta'alaa merahmatimu sesungguhnya
kepala segala urusan, intinya, dan tiangnya, serta sesuatu yang paling pertama kali Allah
fardlukan atas anak Adam untuk mempelajarinya dan mengamalkannya sebelum shalat,
zakat, serta ibadah-ibadah lainnya adalah kafir kepada thaghut dan menjauhinya, serta
memurnikan tauhid hanya kepada Allah subhaanahu wa ta'aala saja. Karena untuk
tujuan itu maka Allah menciptakan makhluk-Nya, mengutus rasul-rasul-Nya,
menurunkan kitab-kitab-Nya, serta Allah mensyari'atkan jihad dan mati syahid
(istisyhad)…… dan karenanya terjadilah pertikaian antara auliyaaurrahman dengan
auliyaausysyaithan, serta untuk mencapai hal itu berdirilah daulah Islamiyyah dan
khilafah rasyidah… Allah subhaanahu wa ta'aala berfirman:
.·--·-' `' .-`' · .='' --'= '- ·
Dan Aku tidak menciptakan jin lagi manusia melainkan supaya mereka menyembahku.
(Adzdzriyaat : 56)
Yaitu untuk supaya kalia beribadah kepada-Ku saja. Dan firman-Nya subhaanahu wa
ta'aala:
´-´' .´´ ¸· '-`·- --'· -·´='´='' '·´---='· -' '·´-´-=' .' `·´-· ª
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk
menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu,”(An Nahl : 36)

Dan hal ini adalah ikatan paling agung dari ikatan-ikatan Islam. Dakwah, jihad, shalat,
shaum, zakat, dan haji tidak mungkin diterima tanpa hal di atas itu. Orang tidak
mungkin selamat dari api neraka tanpa berpegang erat terhadapnya, karena hal itu
(kufur kepada thaghut dan iman kepada Allah) adalah satu-satunya ikatan yang telah
dijamin oleh Allah bahwa itu tidak mungkin lepas…… adapun selain itu berupa ikatan-
ikatan agama dan syari'at-syari'atnya, maka itu tidak cukup dengan sendirinya untuk
bisa menyelamatkan tanpa adanya al 'urwatul wutsqa…… Allah subhaanahu wa ta'aala
berfirman:
--' ` -`´·'' -··´·''- =----' --· -'- .-·´-· -·´='´=''- ·´-´- .-· ¸·'' .- --·'' .--- -· ´»-'= ´·--- ´-'· '+' »'-
“Telah jelas rusydu dari ghayy, karena itu barangsiapa ingkar kepada thaghut dan
beriman kepada Allah, maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul tali yang
amat kuat yang tidak akan putus”(Al Baqarah : 256)
Dan firman-Nya subhaanahu wa ta'aala:
+' -' '' '·-'-' · '»·--·- .' -·='='' '·---=' .--''· -'-= ·--· .·--'' »
DEMOIPAT ADALAH MUSYPII
11
Dan orang-orang yang menjauhi thaghut (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali
kepada Allah, bagi mereka berita gembira, sebab itu sampaikan berita itu kepada
hamba-hamba-Ku.(Az Zumar: 17)
Perhatikanlah dalam ayat-ayat itu, bagaimana Allah mendahulukan penyebutan kufur
kepada thaghut dan menjauhinya atas iman kepada Allah dan inabah kepada-Nya
subhaanahu wa ta'aala…… ini sama persis dengan pengedepanan nafyu atas itsbat
dalam kalimah tauhid Laa ilaaha Illallaah…… ini dilakukan tidak lain kecuali untuk
mengingatkan terhadap rukun yang sangat agung dari al 'urwatul wutsqa, sehingga tidak
sah keimanan kepada Allah dan tidak bermanfaat kecuali bila didahului dengan kufur
kepada thaghut.
Thaghut yang wajib engkau kafir kepadanya dan menjauhi dari
mengibadatinya supaya engkau bisa berpegang kepada tali penyelamat yang sangat
kokoh bukanlah hanya terbatas kepada batu, patung, pohon, kuburan yang disembah
dengan sujud, rukuk, permohonan, nadzar, atau thawaf saja……akan tetapi lebih luas
cakupannya dari itu semua… sehingga mencakup:(Segala sesuatu yang disembah selain
Allah subhaanahu wa ta'aala dengan bentuk ibadah apa saja sedang dia tidak
mengingkarinya).
6

Thaghut itu diambil dari kosa kata thughyaan yang maknanya adalah
melampaui batas makhluk yang telah Allah batasi tujuan penciptaannya. Sedangkan
ibadah itu adalah bermacam-macam, sebagaimana sujud, rukuk, doa, nadzar, dan
penyembelihan adalah ibadah, maka begitu juga taat dalam tasyri' (pembuatan
hukum/aturan/undang-undang) adalah ibadah juga…… Allah subhaanahu wa ta'aala
berfirman tentang orang-orang nasrani:
-' .·- .- '-'-·' »+-'-»· · »»·'-=' '·-=-'
Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan
selain Allah.
7
(At-Taubah : 31)
Sedangkan orang-orang nasrani itu tidak pernah sujud atau rukuk terhadap para
ulama mereka…… akan tetapi mereka mentaati para ulama itu dalam penghalalan yang
haram dan dalam pengharaman yang halal, serta sepakat dengan mereka atas hal itu,
maka Allah menjadikan perlakuan mereka itu sebagai bentuk menjadikan para ulama
dan pendeta sebagai arbaab (tuhan)…… karena taat dalam tasyri' itu adalah ibadah yang
tidak boleh dipalingkan kepada selain Allah…… sehingga bila seseorang
memalingkannya kepada selain Allah subhaanahu wa ta'aala meskipun dalam satu
hukum saja maka dia itu menjadi orang musyrik…
Dan hal ini dibuktikan secara gamblang dengan munaadharah (perdebatan)
yang pernah terjadi pada zaman Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam antara

6
Dengan taqyid ini keluar dari status thaghut para malaikat, para nabi dan orang-orang shalih yang disembah
sedangkan mereka itu tidak ridla, mereka itu tidak dinamakan thaghut dan tidak boleh berlepas diri dari
mereka, namun harus berlepas diri dari peribadatan kepadanya dan dari orang-orang yang menyembahnya,
seperti Isa Ibnu Maryam 'alaihissalam.
7
Surat At taubah : 31.
DEMOIPAT ADALAH MUSYPII
60
musyarri'iin(tuhan-tuhan para pembuat hukum dan perundang-undangan) yang
bermacam-macam di samping Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa…?? Kalian
dengan perbuatan ini hancurkan maslahat terbesar dalam kehidupan yaitu tauhid dan
kufur terhadap thaghut…….demi mencapai maslahat parsial yang hanya sekedar
perkiraan yang tidak jelas???
Timbangan apa, akal siapa, ajaran apa, serta agama apa yang rela akan hal ini.
Tidak ada yang rela kecuali agama demokrasi kafir itu??
Dan bagaimana sebagian di antara kalian berani mengklaim bahwa majelis-
majelis syirik ini adalah bagian dari mashalih mursalah. Sesungguhnya maslahat
mursalah menurut ulama yang memakainya adalah: (Maslahat yang tidak diakui dan
tidak digugurkan oleh syari'at). Maka apakah kalian mengklaim bahwa syari'at tidak
menggugurkan kekafiran dan kemusyrikan, serta tidak membathilkan setiap ajaran yang
bertentangan dengan dienul Islam dan setiap millah yang bersebrangan dengan millah
tauhid…??
Kemudian dakwah apaan yang kalian klaim bisa kalian sampaikan, dan
kebenaran macam apa yang kalian klaim disuarakan di majelis-majelis syirik ini setelah
kalian mengubur pokok dari segala inti dakwah Islamiyyah dan pusat segala roda
kebenaran yang jelas?? Dan apakah pokok dari segala pokok dan maslahat terbesar itu
dikubur dan ditimbun demi untuk menggolkan di atas kuburannya parsial-parsial dan
cabang-cabang dari agama ini….??
Kemudian saat kalian berusaha menggolkan parsial-parsial dan far'iiy-far'iiy
itu – seperti orang yang berusaha menggolkan undang-undang haramnya khamr –
kepada apa kalian menyandaran tuntutan-tuntutan kalian akan haramnya khamr itu, dan
dengan apa kalian berdalil dan memberikan alasan hukum?? Apakah kalian
mengatakan: Allah subhaanahu wa ta'aala berfirman, Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa
sallam bersabda??
Kemudian bila kalian mengklaim ini, maka kalian adalah dusta, karena hal ini
tidak dijadikan sandaran (tidak dianggap) dalam agama demokrasi dan dalam syari'at
undang-undang, kecuali apa yang didukung oleh undang-undang dan diakuinya serta
dikuatkannya….tidak diragukan lagi kalian pasti akan mengatakan: Sesuai dengan pasal
dua dan pasal 24… dan pasal 25….dan hal serupa berupa hukum-hukum dan
perundangan kafir dan sesat ini…….maka apakah setelah ini ada kekafiran, syirik dan
ilhaad?? Dan apakah masih ada tersisa bagi orang yang meniti jalan ini ashlu dien,
millah, dan tauhidnya..?????
.·´--·´- ='-· .- .·-´' '-· =-'' .·-´' '-- '·´--' »´+´-' .·´-´=·- .--´'' '' ·- »'' '·´·-´' -·· -·´='´='' '' '·´-´'=-- .'
'--·- ``- »´+´'-´- .' ´.'=-´-'' ´--·´-· ª- '·´·´-´- .'
"Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman
kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum
kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah
mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan)
penyesatan yang sejauh-jauhnya." (Qs: An-Nisaa': 60)
DEMOIPAT ADALAH MUSYPII
59
Apakah kalian mengira bahwa kami menciptakan kalian secara main-main (saja). Al
Mukminuun: 115.
Ini dalam agama dan ajaran kami……adapun dalam ajaran dan agama
demokrasi adalah tidak adanya tempat bagi ayat-ayat yang muhkam ini, karena manusia
menurut mereka adalah penentu hukum buat dirinya….mereka mengatakan: Ya,
manusia itu sudah ditinggalkan begitu saja, dia memiliki kebebasan penuh untuk
memilih, mengakui, meninggalkan, dan menetapkan tasyrii' dan ajaran yang dia
inginkan….baginya tidak penting apakah aturan yang dia buat-buat itu sesuai dengan
apa yang ada di dalam Kitabullah atau justeru bertentangan….yang penting
pedomannya adalah jangan sampai bertentangan dengan aturan dan perundang-
undangan dasar yang ada.
.·'-·- `·' -' .·- .- .·--·- '-'· »´' -'
Ah (celakalah) kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah. Maka apakah kalian
tidak berakal.Al Anbiyaa:67.
Bila mereka mengatakan: Justeru Allah subhaanahu wa ta'aala sajalah Dzat
satu-satunya yang berhak menentukan maslahat-maslahat itu dengan sebaik-baik
penentuan, karena Dia-lah yang telah menciptakan makhluk-Nya sedang Dia lebih
mengetahui akan maslahat-maslahat mereka.
--=''' ·»· ·'= .- »'·- `' ·--=''
Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan apa
yang kamu rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui? Al Mulk:14.
Kami bertanya kepada mereka: Apakah maslahat terbesar dalam kehidupan ini
yang telah Allah tetapkan, dan karenanya Dia telah mengutus para rasul, Dia
menurunkan Kitab-Kitab, Dia mensyari'atkan jihad dan istisyhaad, serta untuk
merealisasikannya daulah Islamiyyah ditegakkan…..wahai para para du'aat (yang
mengaku ingin mengembalikan) khilafah???????
Bila mereka kesana kemari ngawur kelabakkan dalam maslahat-maslahat
juz'iyyah (parsial) lagi nomor dua dan berpaling dari pokok segala pokok.
Maka kami katakan kepada mereka: Buang dari kalian ucapan ngawur dan
igauan itu, dan duduklah untuk belajar pokok dien kalian, pelajarilah makna Laa ilaaha
Illallaah yang di mana dakwah, jihad, istisyhad tidak mungkin diterima tanpa
merealisasikannya dan tanpa mengetahui maknanya.
Dan bila mereka mengatakan: Maslahat terbesar dalam kehidupan ini adalah
memurnikan tauhid hanya bagi Allah subhaanahu wa ta'aala, menjauhi apa yang
menyalahinya dan yang membatalkannya berupa syirik dan tandiid (menjadikan
tandingan bagi Allah).
Maka kita katakan: Apakah masuk akal wahai orang-orang yang berakal!!!
Kalian menghancurkan maslahat yang agung lagi menyeluruh dan qath'iy, kemudian
kalian bersekongkol dengan thaghut-thaghut itu di atas ajaran bukan ajaran Allah
(demokrasi), kalian menerima dan menghormati hukum yang bukan hukum-Nya
subhaanahu wa ta'aala (yaitu undang-undang dasar), dan kalian mengikuti arbaab
DEMOIPAT ADALAH MUSYPII
12
auliyaaurrahman dengan auliyaausysyaithan tentang masalah bangkai dan
pengharamannya, dimana orang-orang musyrik berusaha meyakinkan kaum muslimin
bahwa tidak ada perbedaan antara kambing yang disembelih oleh kaum muslimin
dengan kambing yang mati sendiri dengan dalih dan syubhat bahwa bangkai itu tidak
lain adalah sembelihan Allah subhaanahu wa ta'aala, maka Allah menurunkan
keputusan-Nya tentang kejadian ini dari atas langit yang ketujuh, Dia berfirman:
.·´·--' »´-' »»·--·=' .'·
Dan bila kalian mentaati mereka maka sungguh kalian adalah orang-orang
musyrik.
8
(Al-An’am : 121)
Termasuk kategori thaghut adalah setiap orang yang memposisikan dirinya
sebagai musyarri' (pembuat hukum dan perundang-undangan) bersama Allah, baik dia
itu sebagai pemimpin atau rakyat, baik dia itu sebagai wakil rakyat dalam lembaga
legislatif atau orang yang diwakilinya dari kalangan orang-orang yang memilihnya (ikut
pemilu)…… karena dia dengan perbuatan itu telah melampaui batas yang telah Allah
subhaanahu wa ta'aala ciptakan baginya, sebab dia itu diciptakan sebagai hamba Allah,
dan Tuhannya memerintahkan dia untuk tunduk berserah diri kepada syari'at-Nya,
namun dia enggan, menyombongkan diri, dan melampaui batas-batas Allah subhaanahu
wa ta'aala, dia justru ingin menjadikan dirinya sebagai tandingan bagi Allah dan
menyekutui-Nya dalam wewenang tasyri' (penetapan hukum dan perundang-undangan)
yang padahal hal itu tidak boleh dipalingkan kepada selain Allah subhaanahu wa ta'aala
……… dan barangsiapa melakukan hal itu maka dia telah menjadikan dirinya sebagai
ilaah musyarri' (tuhan yang membuat hukum), sedangkan orang seperti tidak diragukan
lagi merupakan bagian dari ru'uusuththawaghiit (pentolan-pentolan thaghut) yang di
mana tauhid dan Islam seseorang tidak sah sehingga dia kafir kepada thaghut itu,
menjauhinya, serta bara'ah (berlepas diri) dari para penyembahnya dan dari para bala
tentaranya….
Allah subhaanahu wa ta'aala berfirman:
ª- '·´·´-´- .' '·´·-´' -·· -·´='´='' '' '·´-´'=-- .' .·´--·´-
Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah
mengingkari thaghut itu. ." (Qs: An-Nisaa': 60)
Mujahid berkata: Thaghut adalah setan berbentuk manusia yang di mana
manusia merujuk hukum kepadanya, sedangkan dia adalah yang memegang kendali
mereka.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata: Oleh sebab itu orang
yang memutuskan hukum dengan selain Kitabullah yang dimana dia itu menjadi
rujukan hukum dia itu dinamakan thaghut.
9


8
Surat Al An'am: 121, dan lihat sebab turun ayat ini, ini telah diriwayatkan oleh Al Hakim dalam
Mustadraknya dari Ibnu Abbas dengan sanad yang shahih.

9
Majmu Al fatawaa 28/201.
DEMOIPAT ADALAH MUSYPII
13
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: Thaghut adalah segala sesuatu yang
dilampaui batasnya oleh si hamba, baik dia itu yang disembah, atau yang diikuti, atau
yang ditaati, sehingga thaghut setiap kaum adalah orang yang mereka jadikan sebagai
rujukan hukum selain Allah dan Rasul-Nya, atau yang mereka sembah selain Allah, atau
yang mereka ikuti tanpa ada landasan dalil dari Allah, atau orang yang mereka taati
dalam hal yang tidak mereka ketahui bahwa itu adalah bentuk ketaatan kepada Allah.
Beliau berkata lagi: Siapa yang merujuk hukum atau mengadukan perkara
hukum kepada selain apa yang telah dibawa oleh Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa
sallam maka berarti dia itu telah merujuk hukum dan mengadukan perkara hukum
kepada thaghut.
10

Dan di antara macam thaghut yang disembah selain Allah subhaanahu wa
ta'aala pada zaman sekarang, dan yang menjadi kewajiban atas setiap muwahhid untuk
kafir kepadanya dan berlepas diri darinya serta dari para pengikutnya supaya dia bisa
berpegang kepada al 'urwatul wutsqa dan selamat dari api neraka adalah tuhan-tuhan
yang palsu dan arbaab yang dipertuhankan yang telah dijadikan oleh banyak manusia
sebagai syurakaa musyarri'iin (sekutu-sekutu yang membuat hukum dan perundang-
undangan) selain Allah subhaanahu wa ta'aala ….
»+--- ¸--' .--'' ª-'´ `·'· ´ª´''' ª- .-'- »' '- .--'' .- »´+' '·´=·- ´-'´·´- »´+' »'
"Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan
untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tidak ada ketetapan yang
menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. " (Qs: Asy-Syuura: 21)
Ini karena mereka mengikuti mereka dalam rangka menjadikan tasyri' (membuat hukum
dan undang-undang) sebagai wewenang dan hak/tugas mereka dan parlemen mereka,
dan lembaga-lembaga hukum mereka, baik yang bersifat internasional, regional,
ataupun yang nasional (lokal)…dan mereka tegas-tegasan menuangkan hak wewenang
itu dalam undang-undang dan peraturan mereka, dan hal itu adalah sesuatu yang sudah
dikenal lagi masyhur di kalangan mereka
11
sehingga dengan sebab itu mereka menjadi
arbaab (tuhan) bagi orang-orang yang mentaatinya, mengikutinya, dan yang sepakat
bersama mereka atas kekafiran dan kemusyrikan yang terang ini, sebagaimana yang
telah Allah voniskan terhadap orang-orang nasrani tatkala mereka mengikuti para ulama
dan para pendeta mereka dalam hal seperti itu…bahkan keadaan mereka (para anggota
parlemen dan yang sejalan dengannya) lebih jahat dan lebih busuk, karena

10
A'laamul Muwaqqi'iin 'An Rabbil'aalamiin 1/50.
11
Dalam undang-undang Kuwait pasal 51 dikatakan: Wewenang/kekuasaan legislatif (tasyrii') berada di
tangan emir dan majlis rakyat sesuai dengan patokan undang-undang".
Dan dalam undang-undang Yordania no: 25: Wewenang/kekuasaan legislatif dikembalikan kepada raja dan
majlis rakyat".
Dan hal serupa dalam undang-undang Mesir pasal: 86: Majlis rakyat memegang kendali tasyri'".
(Dan begitu juga dalam UUD 45 di Indonesia bab I pasal I ayat 2 amandemen ketiga UUD 1945 (10-10-
2001): Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undag Dasar." bab II pasal 3
ayat 1: Majelis Permusyawaratan Rakyat berwenang mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar.
Pent)
DEMOIPAT ADALAH MUSYPII
58
SYUBHAT KELIMA
Maslahat dakwah

Mereka mengatakan: Sesungguhnya masuk majelis-majelis itu mengandung
banyak maslahat. Bahkan sebagaian mereka mengklaim bahwa majelis itu pada
dasarnya adalah mashlahat mursalah, dan mereka menyebutkan: Bisa dakwah kepada
agama Allah, bisa menyampaikan yang hak, mereka juga menyebutkan: Merubah
sebagian kemungkaran dan meringankan sebagian tekanan terhadap dakwah dan para
du'aat……mereka juga menyebutkan: Untuk tidak membiarkan tempat-tempat dan
majelis-majelis itu dipenuhi orang-orang nasrani, atau komunis atau yang lainnya…dan
sebagian mereka lebih dasyat lagi dan mengatakan: Ini adalah untuk masalahat tahkiim
syarii'at Allah (pemberlakuan hukum Islam) dan penegakkan dien-Nya (penegakkan
ajaran-Nya) lewat MPR/DPR/Parlemen…….dan maslahat-maslahat yang mereka klaim,
impiannya dan keinginanya………semua itu berkisar sekitar masalahat (dakwah)..
50


Maka kami katakan dengan taufiq Allah subhaanahu wa ta'aala:
Siapa yang berhak menentukan maslahat-maslahat dien-Nya dan hamba-
hamba-Nya, serta mengetahuinya dengan sebenar-benarnya? Allah Yang Maha Halus
lagi Maha Mengetahui?? Atau kalian dengan anggapan-anggapan baik (istihsan) kalian
dan maslahat-maslahat (ishtishlaah) yang kalian klaim??
Bila kalian mengatakan: Kami.
Maka kami katakan: Berarti bagi kalianlah agama kalian dan bagi kamilah
agama kami, kami tidak akan menyembah apa yang kalian sembah, dan kalian bukan
penyembah Tuhan yang kami sembah….sebab Allah subhaanahu wa ta'aala
mengatakan:
-¸- .- -'-´'' ¸· '-=·· '-
Tiadalah Kami alpakan sesuatupun di dalam Al Kitab,"
51

Dan Dia berfirman seraya mengingkari terhadap orang-orang demokrat dan yang serupa
dengan mereka:
.-- =·-- .' .'--`' --=-'
Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja,"
52

Dan firman-Nya subhaanahu wa ta'aala:
'`-= »´'--'= '--' »---=·'

50
Syaikhul Islam dalam masalah ini memiliki fatwa yang menggugurkan anggapan-anggapan baik, dan klaim-
klaim maslahat yang rusak seperti ini dengan dalih maslahat dakwah….kami telah mentahqiqnya,
memberikan ta'liq dan memberikan muqaddimah-muqaddimah penting yang kami beri nama: Al qaul An
Nafiis Fi Khid'ati Iblis, silahkan rujuk bagi yang mau mencari tambahan dalam masalah ini.
Saudara-saudara kami di An Nur Lil I'lam Al Islamiy di Denmark telah mencetaknya dan merekamnya dalam
kaset.
51
Al An'aam: 38.
52
Al Qiyamah:36.
DEMOIPAT ADALAH MUSYPII
57
Maka bagaimana kalian menghalalkan dan membolehkan untuk mengkiaskannya
dengan majlis-majlis kekafiran, fasiq, dan maksiat.
• Kemudian kami bertanya kepada mereka dengan pertanyaan yang jelas, dan
kami menginginkan dari mereka kesaksian yang terang atas Rasulullah shallallaahu
'alaihi wa sallam dalam jawaban pertanyaan ini {Kesaksian mereka itu akan dicatat dan
mereka akan dimintakan pertanggung jawaban}
49

Seandainya yang ikut serta dalam hilful fudluul ini – bagaimanapun bentuk hilf itu
– tidak bisa ikut serta di dalamnya kecuali bila bersumpah terlebih dahulu sebelum
masuk di hilf itu untuk menghormati Latta, 'Uzzaa,dan Manat, serta untuk selalu
loyalitas terhadap dien Quraisy yang kafir, terhadap berhala-berhalanya dan
kejahiliyyahannya…kemudian untuk menolong orang yang didhalimi, membantu orang
yang dalam bencana serta yang lainnya..
Saya katakana: Bila keadaannya seperti itu apakah Nabi shallallaahu 'alaihi wa
sallam mau ikut serta di dalamnya, atau memenuhi undangannya bila diundang untuk
sepertinya di dalam Islam ini????
Jawablah wahai para penyembah maslahat dan anggapan-anggapan baik…!! Dan
(jawablah) Wahai orang-orang yang sering meramaikan perayaan-perayaan dan
pameran..!!!
Bila mereka berkata: Ya, Rasulullah akan menghadirinya dan ikut serta di
dalamnya…. Dan itu memang yang telah terjadi," maka berarti umat telah berlepas diri
dari mereka ini, dan mereka telah menjadikan seluruh makhluk sebagai saksi akan
kekafiran diri mereka.
Bila mereka berkata: Tidak, dan tidak mungkin itu terjadi dari Rasulullah..
Maka kami mengatakan: Kalau demikian maka tinggalkanlah igauan dan celotehan-
celotehan murahan itu, dan kalianpun tahu bagaimana dan dengan apa kalian berdalil
itu.

49
Az Zukhruf:19.
DEMOIPAT ADALAH MUSYPII
14
sesungguhnya para ulama nasrani melakukannya dan bersekongkol di atas hal itu tanpa
menjadikannya sebagai qanuun (undang-undang dasar), tanpa menyusunnya sedemikian
rupa, dan tanpa membukukannya menjadi kitab undang-undang hukum yang bila ada
yang menyalahinya atau mencelanya dikenakan hukuman, serta menjadikannya sebagai
tandingan Kitab Allah, bahkan menjadikannya lebih tinggi dari Kitabullah, sebagaimana
halnya keadaan mereka (para anggota parlemen/ majelis/dewan perwakilan rakyat dan
para penghusungnya).
Bila engkau telah paham ini, maka ketahuilah sesungguhnya derajat teragung
dalam berpegang teguh akan al 'urwatul wutsqa serta tingkatan tertinggi dalam kafir
terhadap thaghut adalah jihad (yang merupakan puncak Islam) memerangi sistem ini
dan memerangi para penghusungnya dan para pengikutnya, berupaya untuk
menghancurkannya, serta berusaha mengeluarkan manusia dari penghambaan
terhadapnya kepada penghambaan terhadap Allah subhaanahu wa ta'aala saja. Dan di
antara bentuk jihad ini adalah menyebarkan dengan gencar kebenaran ini secara terang-
terangan dan meneriakannya sebagaimana yang telah dilakoni dan dijalani oleh para
nabi, jalan yang telah Allah subhaanahu wa ta'aala jelaskan kepada kita dengan
penjelasan yang sangat gamblang tatkala Allah memerintahkan kita untuk mengikuti
millah Ibrahim dan dakwahnya, Dia berfirman:
´´-- ´-'·´- '´-' »+-·-' '·´''· -' ª·- .--´''· »-»'·-' ¸· ´ª--= ´-·-´' »´´' --'´ -· »´´- '-·-´ -' .·´- .- .·´-´-·- '´--· »
´-= '--' ´-'-·-''· ´-·'-·'' ´»´´---· '---- '--· --=· -'- '·´--·´-
“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-
orang yang bersama dengan dia
12
; ketika mereka berkata kepada kaum mereka:
“Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain
Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan
dan kebencian untuk selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja,”(Al
Mumtahanah: 4)
Firman-Nya: Badaa artinya adalah nampak dan jelas…
Perhatikan ungkapan permusuhan yang didahulukan terhadap kebencian,
karena sesungguhnya permusuhan adalah yang paling penting, sebab terkadang ada
orang yang membenci para auliyaa (penghusung) thaghut, namun dia tidak memusuhi
mereka, maka dengan demikian orang itu tidak merealisasikan kewajiban dia sehingga
dia melakukan permusuhan dan kebencian terhadap mereka.
Dan coba perhatikan, bagaimana Allah menyebutkan terlebih dahulu bara'ah
(berlepas diri) mereka dari kaum musyrikin itu sebelum penyebutan bara'ah mereka dari
apa yang mereka sembah, ini dikarenakan yang pertama lebih utama daripada yang
kedua, dan ini disebabkan karena sesungguhnya banyak sekali manusia yang bara'ah
(berlepas diri) dari berhala, thaghut-thaghut, dasaatiir (peraturan-peraturan), qawaaniin
(undang-undang), dan agama-agama yang batil, namun mereka tidak berlepas diri dari
para penyembahnya, para penghusungnya, serta bala tentaranya, maka berarti dia itu

12
Sebagian ahli tafsir berkata (Orang-orang yang bersama dia): adalah para pengikutnya atau para nabi yang
berada di atas jalannya.
DEMOIPAT ADALAH MUSYPII
15
tidak merealisasikan kewajiban
13
. Akan tetapi bila dia berlepas diri dari para
penyembahnya yang musyrik itu maka secara otomatis mengharuskan dia untuk bara'ah
dari hal-hal yang disembahnya, dan dari ajarannya yang batil.
14


13
Sehingga jelaslah batilnya pernyataan yang mengatakan bahwa kita hanya mengkafirkan perbuatannya,
namun tidak mengkafirkan pelakunya, atau pernyataan sesat bahwa kita hanya mengkafirkan nau' tidak
mu'ayyannya, atau pernyataan bahwa takfir mu'ayyan itu secara muthlaq adalah hak para ulama saja termasuk
masalah yang dhahirah ini, atau pernyataan bahwa takfir thaghut-thaghut itu tidak ada faidahnya, atau
ungkapan lain yang secara sadar atau tidak sadar dari yang mengatakannya bahwa ungkapan-ungkapan itu
telah menguntungkan para thaghut dan barisannya. Subhaanallah bagaimana mereka itu bisa merealisasikan
kufur kepada thaghut secara sempurna bila thaghut-thaghut itu masih dia anggap sebagai orang muslim,
Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata dalam risalah fi makna thaghut silahkan lihat
dalam Majmu'atuttauhid dan dalam Ad Durar jilid kedua serta dalam Al Jami'ul fariid : Adapun tata cara kufur
kepada thaghut adalah engkau meyakini batilnya ibadah kepada selain Allah, engkau meninggalkannya,
engkau membencinya, engkau mengkafirkan para pelakunya dan memusuhi mereka". Siapa yang akan engkau
musuhi bila orang mu'ayyannya tidak ada yang dikafirkan ?...beliau juga mengatakan dalam Ad Durar 2/78:
Takutlah engkau kepada Allah, takutlah engkau kepada Allah wahai saudaraku, pegang teguhlah ashlu dien
kalian, yang paliang awal dan paling akhir darinya, induknya dan kepalanya, yaitu syahadat Laa ilaaha
Illallaah, ketahuilah maknanya, cintailah orang-orangnya, dan jadikanlah mereka sebagai saudara-saudara
kalian meskipun mereka itu jauh. Dan kafirlah kalian terhadap thaghut-thaghut, musuhilah mereka, bencilah
orang yang mencintai mereka atau membela mereka atau orang yang tidak mengkafirkan mereka atau orang
yang mengatakan saya tidak ada urusan dengan mereka atau orang yang mengatakan bahwa Allah tidak
memajibkan saya untuk mengomentari mereka, sungguh dia (orang yang mengatakan itu) telah dusta terhadap
Allah dan mengada-ada, justeru Allah telah mewajibkan dia untuk mengomentari mereka, Dia telah
memfardlukan dia untuk kafir terhadap mereka dan berlepas diri darinya meskipun mereka itu adalah saudara-
saudaranya dan anak-anaknya." Dan beliau juga berkata dalam kitab itu 2/79: Dan makna kafir terhadap
thaghut adalah engkau berlepas diri dari segala sesuatu yang dipertuhankan selain Allah, baik itu jin, manusia,
batu, pohon atau yang lainnya, memvonisnya dengan vonis kafir dan sesat, serta membencinya meskipun dia
itu adalah ayahmu atau saudaramu. Adapun orang yang mengatakan: Saya tidak beribadah kecuali kepada
Allah, akan tetapi saya tidak akan mengomentari para saadah (syaikh-syaikh yang dipertuhankan), kubah-
kubah yang ada di atas kuburan, serta yang lainnya, maka dia itu adalah dusta dalam ucapan Laa ilaaha
Illallaah, dia tidak iman kepada Allah dan tidak kafir terhadap thaghut." Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan
Ibnu Muhammad mengatakan dalam syarah Ashli Dienil Islam: Maka orang itu tidak dikatakan muwahhid
kecuali dengan menafikan syirik, berlepas diri darinya serta mengkafirkan pelakuanya." Syaikh Abdillathif
Ibnu Abdirrahman Ibnu Hasan Ibnu Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata dalam
Mishbahudhdhalaam hal: 28: Dan sebagian ulama memandang bahwa ini (takfir) serta jihad di atasnya
merupakan satu dari rukun-rukun Islam yang di mana keislaman seseorang tidak sah tanpanya". Dan pada
halaman berikutnya 29 beliau mengatakan: Adapun menelantarkan jihad dan tidak mengkafirkan orang-orang
murtad, orang yang menjadikan tandingan bagi Allah serta orang yang mengangkat andaad dan aalihah
(tuhan) bersama Allah, ini (tindakan) hanyalah dilalui oleh orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan
Rasul-Nya, dia tidak mengagungkan perintah-Nya, tidak mengikuti jalan-Nya, dan tidak mengagungkan
Allah dan Rasul-nya dengan pengagungan yang seharusnya, bahkan dia itu tidak mengagungkan para imam
dan ulama umat ini dengan pengagungan yang seharusnya".
Al Imam Al Barbahari rahimahullah berkata dalam Syarhusunnah nomor 49: Seorangpun dari ahli kiblat tidak
boleh dikeluarkan dari Islam sehingga dia menolak satu ayat dari Kitabullah, atau menolak sesuatu dari atsar-
atsar Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam atau shalat terhadap selain Allah, atau menyembelih untuk
selain Allah (tumbal/sesajen), dan bila dia melakukan satu dari hal-hal itu maka wajib atasmu untuk
mengeluarkan dia dari Islam."
Syaikh Muhammad Ibnu Ibrahim Ibnu Abdillathif Ibnu Abdirrahman Ibnu Hasan Ibnu Muhammad Ibnu
Abdil Wahhab rahimahullah dalam Majmu' Al Fatawaa 1/84 dinukil dalam Aqidatul Muwahhidiin beliau
berkata saat mengingkari orang yang tidak mau mentakfir mu'ayyan: Sesungguhnya nash-nash itu tidak
DEMOIPAT ADALAH MUSYPII
56
mereka mengatakan: Tidak meskipun sesaat saja," maka dia menyerahkan wanita itu
kepada mereka.
Az Zubair berkata tentang hilful fudluul:
Sesungguhnya fudluul telah bersepakat dan berjanji
Akan tidak tidak adanya yang dlalim di lembah Mekkah
Itu adalah yang mereka sepakati dan mereka janjikan
Maka orang yang melindungi dan yang dalam kesusahan adalah selamat di antara
mereka.
48

Dalam hilf ini dan sekitar tujuan-tujuan itu, orang-orang yang berdalih
dengannya menggabungkannya dengan apa yang diriwayatkan oleh Al Baihaqi dan Al
Humaidiy bahwa Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam berkata: Saya telah
menyaksikan dirumah Abdullah Ibnu Jud'aan suatu hilf yang lebih saya sukai daripada
unta merah (harta paling mahal), seandainya saya diajak kepadanya di dalam Islam
tentu saya menghadirinya,"
Oleh sebab itu Al Humaidiy menambahkan:Mereka bersepakat untuk mengembalikan
hak kepada pemiliknya dan untuk tidak ada orang dlalim menganiaya yang didhalimi,"
Kami bertanya kepada mereka di sini:
• Apa wajhuddilaalah (sisi pengambilan dalil) wahai ahli fiqh dan istidlaal dari
hilf ini dan keutamaan yang dikandungnya atas bolehnya masuk majelis yang
didalamnya dilakukan tasyrii' (pembuatan hukum dan perundang-undangan yang
padahal hak khusus Allah) sesuai dengan undang-undang Iblis, dan para penghuni
majelis ini memulai majlis mereka dengan sumpah untuk menghormati hukum kafir dan
undang-undangnya, dan untuk loyalitas terhadap para penyembahnya dan thaghut-
thaghutnya yang selalu memerangi dienullah dan para auliyaa-Nya yang dimana para
thaghut itu berwalaa' terhadap musuh-musuh Allah dan terhadap kekafiran-kekafiran
mereka…??
• Apakah dalam hilful fudluul itu ada kekafiran, kemusyrikan, tasyrii bersama
Allah, dan menghormati dien selain dienullah, sehingga kalian bisa berdalil
dengannya..??
Bila kalian mengatakan ya ada…berarti kalian mengklaim bahwa Muhammad
shallallaahu 'alaihi wa sallam telah ikut serta dalam kekafiran, tasyrii' dan telah
mengikuti dien selain dienullah, serta bahwa beliau bila diajak di dalam Islam terhadap
hal seperti itu tentu beliau akan memenuhinya!!! Siapa yang mengklaim ini maka berarti
dia telah menjadikan manusia dan jin sebagai saksi akan kekafiran dirinya,
kemurtaddannya, dan kezindiqkannya..
Bila kalian mengatakan tidak: Tidak ada, di dalamnya tidak ada kekufuran, tasyrii',
dan bahkan tidak ada satupun kemungkaran. Semua yang ada di dalamnya adalah
menolong orang yang didhalimi, membantu orang yang dalam bencana dan keutamaan-
keutamaan lainnya.

48
Dari Kitab Al Bidayah wan Nihayah karya Al hafidh Ibnu Katsir.
DEMOIPAT ADALAH MUSYPII
55
Dan bantulah orang yang sedang ihram yang berambut kusut lagi belum
menyelesaikan umrahnya
Wahai orang-orang terpandang, dan wahai orang-orang yang ada di antara Hijr
(Ismail) dan Hajar (aswad)
Sesungguhnya haraam itu bagi orang yang kemuliannya sudah mati
Dan bukan haram bagi orang yang aniaya lagi kotor

Maka bangitlah Az Zubair Ibnu Abdil Muththallib, seraya berkata: Apakah ini
boleh dibiarkan? Maka berkumpulah Bani Hasyim, Zuhrah, Taim Ibnu Murrah di rumah
Abdullah Ibnu Jud'aan, dia menyediakan makanan bagi mereka dan kemudian saling
berjanji pada bulan haram Dzul Qa'dah, mereka berjanji karena Allah bahwa mereka
akan satu tangan menolong orang yang didhalimi atas orang yang dhalim hingga
menunaikan hak kepada yang dia dhalimi, mereka akan tetap teguh selama laut shuufah
masih basah dan selama gunung tsabiir dan Haraa masih terpancang. Maka orang-orang
Quraisy menamakan hilf ini dengan hilful fudluul, mereka mengatakan: Orang-orang itu
telah masuk kedalam hal keutamaan," maka mereka berjalan menuju Al 'Aash Ibnu
Waa'il kemudian mengambil paksa harta laki-laki itu dan kemudian menyerahkannya
kepada dia.
Qasim Ibnu Tsabit menyebutkan dalam Gharibul Hadits: Bahwa seorang laki-
laki dari Hats'am datang ke kota Mekkah dengan tujuan haji dan dia disertai oleh
puterinya yang dipanggil Al Qatuul yang tergolong wanita tercantik pada masanya,
terus wanita itu diculik darinya oleh Nabih Ibnu Al Hajjaj dan terus
menyembunyikannya, maka si orang tua itu berkata: Siapa orang yang bisa membantu
saya untuk mengadili laki-laki itu? Maka dikatakan kepadanya: Mintalah kamu bantuan
dengan Hilful Fudluul," maka dia berdiri di samping Ka'bah dan menyeru: Wahai
orang-orang hilful fudluul tolonglah!! Maka tiba-tiba mereka berdatangan
menghampirinya dari setiap penjuru dengan menghunuskan pedang-pedangnya seraya
berkata: Telah datang kepadamu pertolongan, ada apa?
47
Maka dia berkata:
Sesungguhnya Nabih telah menganiayaku dengan menculik puteri saya,"maka mereka
berjalan bersamanya hingga sampai di pintu rumahnya, maka dia keluar menemui
mereka, mereka berkata kepadanya: Enyahlah, cepat keluarkan wanita itu! Kamu sudah
mengetahui perjanjian yang kami pegang,"maka dia berkata: Saya akan
mengelurkannya, akan tetapi izinkan saya untuk menikmatinya semalam saja,"maka

47
Perhatian: Seandainya kita berdalil dengan hal ini akan bolehnya membentuk mengorganisir jam'ah atau
front bersenjata untuk menolong orang yang didhalimi, dan untuk inkar munkar bila tidak ada Negara Islam
dan imam tidak ada, dengan dalil bahwa Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam telah memuji hilful fudluul ini
padahal itu terbentuk di zaman negara kafir dan tidak ada imam…saya katakan: Seandainya kita berhujjah
dengan dalil mereka ini atas masalah tersebut, tentu mereka membid'ah-bid'ahkan kami dan menyerang kami,
serta mengatakan ungkapan keji terhadap kami…akan tetapi berdalil dengannya atas bolehnya sumpah untuk
menghormati kemusyrikan dan untuk ikut serta dalam tasyrii' sesuai dengan undang-undang Iblis dan untuk
kemusyrikan, kesesatan, dan penyimpangan mereka lainnya tentu itu adalah hal yang boleh-boleh saja
menurut akan-akal mereka yang sudah keropos. Enyahlah dan enyahlah mereka itu.
DEMOIPAT ADALAH MUSYPII
16
Adapun tingkatan kewajiban yang paling rendah yang harus direalisasikan oleh
setiap mukallaf, dan dia tidak mungkin selamat (dari siksa kekal api neraka) kecuali
dengannya, hal itu adalah menjauhi thaghut dan tidak menyembahnya, atau (tidak)
mengikutinya di atas kemusyrikan dan kebatilannya. Allah subhaanahu wa ta'aala
berfirman:
´-´-=' .' `·´-· ª´-´' .´´ ¸· '-`·- --'· -·´='´='' '·´---='· -' '·
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk
menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu,”(An Nahl : 36)
Dan firman-Nya subhaanahu wa ta'aala:
.'`·`' .- .=·'' '·---='·
Maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu" Al Hajj: 30.
Dan firman-Nya subhaanahu wa ta'aala:
»'--`' --·- .' ¸--· ¸---='·
Dan jauhkanlah aku berserta anak-cucuku dari menyembah berhala-berhala" Ibrahim :
35.
Dan hal ini bila tidak direalisasikan oleh seseorang di dunia ini yaitu dia menjauhi
thaghut, dan menjauhi ibadah kepadanya atau mengikutinya sekarang di dunia, maka di
akhirat dia pasti berada dalam jajaran golongan yang merugi…saat itu amalan-amalan

datang dengan menta'yin setiap orang, dia itu (orang yang tidak mau takfir mu'ayyan) belajar bab hukum
orang murtad, akan tetapi dia tidak mempraktekannya kepada seorangpun, maka ini adalah kesesatan yang
buta dan kejahilan yang maha besar."
Takfir orang yang melakukan syirik akbar adalah suatu keharusan bukan fitnah sebagaimana yang dikatakan
oleh sebagian juhhaal yang intisab ke salaf, dan kalau seandainya mereka berdalih bahwa mereka itu
mengucapkan syahadat, mengamalkan rukun Islam dan yang lainnya sehingga saya tidak bisa
mengkafirkannya meskipun mereka itu melakukan kekafiran yang nyata atau syirik akbar, ketahuilah
sesungguhnya orang-orang yang berkeyakinan seperti ini adalah al malaa'iin almulhidiin al jahiliin adh
dhaalimiin, Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata dalam Mufidul Mustafid Fi Kufri
Tarikit Tauhid (lihat Aqidatul Muwahhidiin 70, juga Tarikh Najd 381) setelah menjelaskan bukti ijma-ijma
salaf dan pengikut akan takfir mu'ayyan orang yang mengucapkan Laa ilaaha Illallaah dan melaksanakan
amalan-amalan Islam saat menampakkan kekafiran yang nyata dan syirik akbar, beliau berkata: Seorangpun
dari kalangan orang-orang terdahulu dan al aakhiriin tidak pernah mendengar bahwa ada seorang (ulama)
yang mengingkari sedikitpun dari hal itu, atau mempertanyakannya karena alasan mereka (yang dikafirkan)
itu mengaku Islam atau karena alasan mereka mengucapkan Laa ilaaha Illallaah atau karena mereka
menampakkan hal-hal dari rukun-rukun Islam, kecuali apa yang kami dengar dari orang-orang terlaknat itu (al
malaa'iin) pada masa-masa sekarang, padahal mereka mengakui bahwa itu adalah syirik, akan tetapi orang
yang melakukannya atau memperindahnya atau dia telah bergabung dengan para pelakunya atau dia mencela
tauhid atau memerangi muwahhidin karena tauhidnya atau membenci mereka karenanya, bahwa orang seperti
ini tidak bisa dikafirkan karena dia mengucapkan Laa ilaaha Illallaah atau karena dia itu selalu menunaikan
rukun Islam yang lima. Dan mereka berdalih bahwa Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam telah menamakan
rukun-rukun itu sebagai Islam. Sungguh pernyataan ini (tidak bolehnya mengkafirkan orang-orang seperti tadi
karena alasan tersebut) tidak pernah didengar sama sekali kecuali dari mereka orang-orang al mulhidiin al
jahiliin adh dhalimiin itu. Dan bila mereka mendapatkan sepatah kata dari kalangan ulama atau salah seorang
dari mereka untuk dijadikan dalil atas pendapat mereka yang busuk lagi dungu itu silahkan sebutkan."pent.
14
Diambil dari Sabilunnajah wal Fikaak min Muwaalatil Murtaddin wa Ahlil Isyraak karya Syaikh Hamd
Ibnu 'Atiq, dan lihatlah risalah kami Milah Ibrahim wa dakwatul Anbiyaa wal Mursaliin wa
Asaalibuththughaah fi Tamyii'ihaa wa Sharfiddu'aah 'anhaa cetakan An Nur lil I'lam Al Islamiy.
DEMOIPAT ADALAH MUSYPII
17
agama yang dia amalkan tidak bermanfaat dan tidak berguna sedikitpun bila dia di
dunia menyepelekan pokok yang paling mendasar tersebut. Dia akan menyesal saat
penyesalan sudah tidak berguna lagi, dia akan berangan-angan untuk bisa dikembalikan
ke dunia ini supaya bisa merealisasikan rukun yang maha agung ini dan agar bisa
memegang teguh al 'urwatul wutsqa, serta mengikuti millah yang maha agung ini. Allah
subhaanahu wa ta'aala berfirman:
-'--`' »+- -·=--· -'-·'' '·'· · '··--' .--'' .- '··--' .--'' '·-- -' . '·---· -·´ '-' .' ·' '··--' .--'' .'··
»+-- ·'-'' .- .-=·'=- »» '-· »+-'= -'·-= »+''-=' -' »+-·- ='-´ '-- '·-·-- '-´
(Yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang
mengikutinya dan mereka melihat siksa dan (ketika) segala hubungan antara mereka
terputus sama sekali. Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti" Seandainya kami
dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana
mereka berlepas diri dari kami". Demikian Allah memperlihatkan kepada mereka amal
perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka, dan sekali-kali mereka tidak akan keluar
dari api neraka. Al Baqarah: 166-167.
Akan tetapi mana mungkin itu bisa terjadi, kesempatan telah tiada, dan tidak mungkin
bisa kembali ke dunia. Bila engkau hai hamba Allah ingin selamat dan mengharap
rahmat Tuhan-mu yang telah Dia tetapkan bagi hamba-hamba-Nya yang bertaqwa,
maka jauhilah thaghut-thaghut itu semuanya, dan hindari kemusyrikan mereka itu
sekarang juga, karena sesungguhnya tidak ada yang bisa menjauhi mereka di hari
kiamat dan tidak bisa selamat dari tempat kembali mereka di akhirat kecuali orang yang
meninggalkan dan menjauhi mereka di dunia ini. Adapun orang yang ridla dengan dien
mereka yang bathil dan mengikutinya di atas kebatilannya maka sesungguhnya di hari
kiamat ada penyeru yang menyerukan: (Siapa yang menyembah sesuatu maka
hendaklah dia mengikutinya," maka yang dahulunya menyembah matahari diapun
mengikuti matahari, orang yang dahulunya menyembah bulan diapun mengikuti bulan,
dan orang yang dahulunya menyembah thaghut maka diapun mengikuti thaghut….)
hingga perkataannya dalam hadits tentang orang-orang mukmin saat dikatakan kepada
mereka: (Apa yang membuat kalian tertahan sedangkan orang-orang sudah pergi? Maka
mereka mengatakan: Faaraqnaahum wa nahnu ahwaju minnaa ilaihi al yaum, dan
sesungguhnya kami mendengar penyeru yang menyerukan: Hendaklah setiap kaum
bergabung dengan apa yang pernah mereka sembah, sedangkan kami hanyalah
menunggu Rab kami."
15

Perhatikan ungkapan kaum mukminin: (Faraqnaahum wa nahnu ahwaju
minnaa ilaihi) yaitu kami telah meninggalkan mereka di dunia… sedangkan kami
sangat membutuhkan kepada dirham, dan dinar serta kedudukan mereka di
dunia…maka bagaimana kami tidak meninggalkan mereka itu di hari yang sangat agung
ini. Di dalam hadits ini ada penjelasan sebagian rambu-rambu perjalan…. Dan di
antaranya adalah firman Allah subhaanahu wa ta'aala:

15
Muttafaq 'Alaih, potongan dari hadits ru'yatul mukminin lirabbihim yaumal qiyamah.
DEMOIPAT ADALAH MUSYPII
54
SYUBHAT KEEMPAT
Keikutsertaan Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam dalam hilful
fudluul

Sebagian orang-orang dungu di antara mereka berdalih dengan keikutsertaan
Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam dalam hilful fudluul sebelum sebelum kenabiannya,
(mereka berdalih dengan ini) untuk melegalitas keikutsertaan dalam parlemen-parlemen
tasyrii'iyyah syirkiyyah itu.
Maka kita katakan dengan pertolongan taufiq Allah:
Sesungguhnya orang yang berdalih dengan syubhat ini tidak terlepas dari
keadaan-keadaan ini: Bisa jadi dia itu tidak mengetahui apakah hilful fudluul tersebut,
sehingga dia ngelantur dengan apa yang tidak dia ketahui dan berkata dalam hal yang
tidak ada pengetahuan tentangnya, atau bisa jadi orang itu adalah orang yang
mengetahui hakikat hilful fudluul tersebut, terus justeru dia membaurkan yang hak
dengan yang batil di hadapan manusia untuk mengaburkan cahaya dengan kegelapan,
serta syirik dengan Islam. Ini dikarenakan bahwa hilful fudluul itu terjadi sebagaimana
apa yang dikatakan oleh Ibnu Ishaq dalam Sirahnya, Ibnu Katsir
45
dan Al Qurthubiy
46

dalam tafsirnya tatkala "kabilah-kabilah Quraisy berkumpul di rumah Abdullah Ibnu
Jud'aan –karena statusnya sebagai orang yang terhormat – terus mereka saling berjanji
dan saling bersumpah setia bahwa mereka tidak mendapatkan orang yang dianiaya di
kota Mekkah baik dari warganya atau dari warga lain melainkan mereka pasti bangkit
membelanya sehingga dia kembali mendapatkan haknya, kemudian pada akhirnya
orang-orang Quraisy menamakan hilf tersebut sebagai hilful fudluul atau sumpah
keutamaan."
Ibnu Katsir berkata: Hilful fudluul adalah hilf yang paling mulia dan paling
utama yang pernah didengar di kalangan arab, sedangkan orang yang pertama kali
memiliki ide itu dan mengajak kepadanya adalah Az Zubair Ibnu Abdil Muthallib, dan
penyebabnya adalah bahwa ada seorang laki-laki dari Zubaid datang ke kota Mekkah
dengan membawa barang dagangan, terus dibeli oleh Al 'Aash Ibnu Waa'il namun dia
tidak membayarnya, maka laki-laki itu mengadukan masalahnya kepada orang-orang
terpandang di sana, akan tetapi mereka enggan menolongnya untuk mengambil hak dari
Al 'Aash Ibnu waa'il dan justeru mereka malah menghardiknya. Dan tatkala laki-laki itu
telah melihat keburukan yang makin berlipat, maka dia mendaki ke atas bukit Abu
Qubais saat matahari terbit sedang orang-orang Quraisy berada di balai pertemuannya di
sekitar Ka'bah, dia menyeru dengan suara yang sangat lantang:
Wahai Alu Fihr tolonglah orang yang didlalimi dengan barang dagangannya
Di lembah Mekkah, yang jauh dari negerinya dan para penolongnya

45
Al Bidayah Wan Nihayah: 2/291.
46
Al Jami Li Ahkamil Qur'an 6/33, 1/169.
DEMOIPAT ADALAH MUSYPII
53
membuat hukum-hukum dan perundang-undangan yang bertentangan dengan agama
Allah dan menghancurkan syari'at Islam. Mereka dan orang-orang itu – yaitu orang
kafir dan orang fasiq – tempat layak bagi mereka yang benar adalah di bawah tebasan
pedang dan cemeti, bukan tempat menyandarkan pandangan dan pendapat.
Dan ayat lain -ayat dalam surat Asysyuraa- adalah seperti ayat ini jelas, terang
lagi tegas:
.·---- »»'-··· '--· »+--- .··- »»·-'· -`-'' '·-'·'· »+-·' '·-'=--' .--''·
Dan orang-orang yang memenuhi panggilan Tuhan mereka, mereka mendirikan shalat
sedang urusan mereka (diputuskan) dengan cara musyawarah antara mereka, dan
mereka menginfakkan dari apa yang telah dikaruniakan kepada mereka,"Asy
Syuraa:38.

DEMOIPAT ADALAH MUSYPII
18
.·--·- '·-'´ '-· »+='··'· '·-'= .--'' '··-='
(Kepada malaikat diperintahkan):"Kumpulkanlah orang-orang yang dhalim beserta
teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah.Ash
Shaffat: 22
Ajwaajahum adalah sejawat mereka, teman-teman mereka, kelompok mereka, dan para
pendukung mereka di atas kebatilannya, kemudian Allah subhaanahu wa ta'aala
mengatakan:
·=-''- .·-- ='-´ '-' .·´·--- -'-·'' ¸· ---·- »+-'· .··-´--- -' `' ª'' ` »+' .-· '-' '·-'´ »+-' .--
Maka sesungguhnya mereka pada hari itu bersama-sama dalam adzab. Sesungguhnya
demikianlah Kami berbuat terhadap orang-orang yang berbuat jahat. Sesungguhnya
mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka" Laa ilaaha Illallaah" mereka
menyombongkan diri."Ash Shaffat: 33-35.
Janganlah kamu wahai hamba Allah sekali-kali berpaling dari kalimah tauhid,
dan menyepelekan dalam menetapkan apa yang ditetapkan oleh kalimat itu serta
(menyepelekan) dalam menafikan apa yang dinafikan oleh kalimat itu. Janganlah kamu
sekali-kali menyombongkan diri dari mengikuti kebenaran, serta janganlah kamu
bersikeras untuk tetap membela thaghut, maka berarti kamu pasti bakal binasa bersama
orang-orang yang binasa dan kamu menyertai ke dalam tempat kembali mereka.
Kemudian ketahuilah sesungguhnya Allah telah menjamin tauhid yang murni
ini serta pokok yang paling inti ini, yaitu dinul Islam. Allah telah memilihkannya bagi
hamba-hamba-Nya yang bertauhid, siapa orang yang datang membawa tauhid maka
diterimalah semua amalannya, dan barangsiapa membawa ajaran selainnya maka Allah
menolaknya dan dia tergolong orang yang rugi…Allah subhaanahu wa ta'aala
berfirman:
.·-'-- »--' · `' .-·-- `· .--'' »´' -=-' -' .' ¸-- '- -·-·-· ª--- »-»'·-' '+- -··
Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula
Ya'qub. (Ibrahim berkata)"Hai anak-anakku sesungguhnya Allah telah memilih agama
ini bagimu, maka janganlah kami mati kecuali dalam memeluk agama Islam."Al
Baqarah: 132.
Allah subhaanahu wa ta'aala berfirman:
»`-`' -' --= .--'' .'
Sesungguhnya agama (yang diridlai) di sisi Allah hanyalah Islam." Ali Imran: 19.


Dan firman-Nya subhaanahu wa ta'aala:
.-·-'='' .- -·=`' ¸· ·»· ª-- .--- .'· '--- »`-`' ·-= ·--- .-·
Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan
diterima (agama itu) darinya dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi. Ali
Imran 85.
Janganlah kamu membatasi kata agama itu hanya pada kristen, yahudi dan yang
lainnya… sehingga kamu justeru mengikuti agama-agama lain yang sesat, maka
DEMOIPAT ADALAH MUSYPII
19
kamupun tersesat. (Ketahuilah) sesungguhnya kata agama (dien) itu mencakup segala
paham (millah), jalan hidup (manhaj), atau aturan hukum, atau undang-undang yang
dijadikan rujukan oleh umat manusia dan mereka merujuk kepadanya. Sesungguhnya
semua itu adalah agama-agama yang kamu wajib bara'ah darinya, menjauhinya, serta
kafir terhadapnya, dan menjauhi orang-orangnya….kecuali millah tauhid dan dinul
Islam. Allah subhaanahu wa ta'aala berfirman seraya memerintahkan kita untuk
mengatakan kepada seluruh orang-orang kafir dengan berbagai macam ajaran dan
agamanya:
.···'´'' '+-' '- .· . .·--·- '- --=' ` . '- .·--'= »--' `· --=' . »---= '- --'= '-' `· . --=' '- .·--'= »--' `·
. .-- ¸'· »´--- »´' .
Katakan:"Hai orang-orang kafir! Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
Dan kamu bukan penyembah Tuhan Yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi
penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah
Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku. Al Kafirun.
Setiap agama/ajaran dari agama-agama kekufuran telah menghimpun aturan
dan jalan hidup yang bersebrangan lagi bertentangan dengan dienul Islam. Aturan itu
adalah agama yang mereka ridlai, sehingga mencakup di dalamnya: Komunis, Sosialis,
Sekuler, Bath dan aliran dan paham baru lainnya yang diada-adakan oleh manusia
dengan pemikirannya yang rendah serta mereka rela untuk dijadikannya sebagai jalan
hidup mereka. Dan di antara paham itu adalah apa yang dinamakan Demokrasi.
Sesungguhnya demokrasi adalah satu agama di luar agama Allah subhaanahu wa ta'aala.
Berikutnya silahkan engkau baca penjelasan singkat tentang kesesatan agama baru ini
yang telah membuat banyak manusia tertipu dengannya, bahkan banyak dari kalangan
yang mengaku Islam, supaya engkau mengetahui bahwa agama baru ini adalah bukan
millah tauhid dan justru merupakan salah satu jalan dari jalan-jalan yang menyimpang
yang di mana di setiap persimpangan jalan itu ada setan yang mengajak untuk masuk ke
neraka, maka seharusnya engkau menjauhinya dan mengajak orang lain untuk
menjauhinya. Hal itu merupakan:
Peringatan bagi kaum mukminin.
Pengingat bagi orang-orang yang lalai
Sebagai penegakan hujjah atas orang-orang yang mu'aanid (membangkang).
Serta sebagai alasanmu di hadapan Rabbul 'Alamiin.
DEMOIPAT ADALAH MUSYPII
52
Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu,"Ali Imran: 159.dan firman-
Nya:
»+--- .··- »»·-'·
Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan cara musyawarah antara mereka,"Asy
Syuraa:38.
Beliau berkata: Orang-orang yang mempermainkan agama pada masa sekarang – dari
kalangan ulama dan yang lainnya – telah menjadikan dua ayat ini sebagai senjata
mereka dalam penyesatan dengan cara menta'wil untuk menyetujui perbuatan barat
dalam aturan undang-undang mereka, yang mereka namakan aturan demokrasi dalam
rangka menipu manusia, kemudian mereka orang-orang yang mempermainkan agama
itu menjadikan syi'ar dari dua ayat ini dalam rangka menipu masyarakan Islam atau
masyarakat yang mengaku Islam. Mereka mengungkapkan ucapan haq yang mereka
maksudkan kebatilan dengannya, di mana mereka mengatakan: Islam itu
memerintahkan syuraa" dan kata-kata seperti itu.
Ya, benar sesungguhnya Islam itu memerintahkan syuraa, akan tetapi syuraa
macam apa yang diperintahkan Islam itu? Sesungguhnya Allah subhaanahu wa ta'aala
berfirman kepada Rasul-Nya:
-' '= .´·-· --·= '-'· ·-`' ¸· »»··'-·
Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu, dan bila kamu sudah
ber'azam maka bertawakkal-lah kepada Allah"Ali Imran: 159.
Makna ayat ini sangat jelas lagi terang, tidak membutuhkan tafsiran dan tidak
mengandung kemungkinan ta'wil. Itu adalah perintah kepada Rasulullah shallallaahu
'alaihi wa sallam kemudian kepada pemimpin sesudahnya: Untuk meminta pendapat-
pendapat para sahabatnya yang beliau anggap layak diambil pendapatnya, yang di mana
mereka itu adalah orang yang matang pengetahuan dan pemikirannya, dalam masalah-
masalah yang masih menerima pendapat-pendapat dan ijtihad dalam penerapannya,
kemudian dia memilih dari pendapat-pendapat itu pendapat yang dianggapnya sebagai
kebenaran atau maslahat, terus ber'azam untuk merealisasikannya tanpa terikat dengan
pendapat kelompok tertentu, jumlah tertentu, pendapat mayoritas, atau pendapat
minoritas. Bila telah ber'azam maka tawakkallah kepada Allah, dan laksanakan 'azam
itu sesuai dengan yang telah dipilih benar.
Termasuk hal yang sudah dipahami secara naluri yang tidak membutuhkan
dalil: Adalah sesungguhnya orang-orang yang di mana Rasulullah shallallaahu 'alaihi
wa sallam diperintahkan untuk bermusyawarah dengan mereka – dan orang sesudah
beliau mencontohnya – adalah laki-laki yang shalih yang berpegang di atas batasan-
batasan Allah yang bertaqwa kepada Allah yang mendirikan shalat, menunaikan zakat,
berjihad di jalan Allah yang disabdakan oleh beliau shallallaahu 'alaihi wa sallam :
Hendaklah mengiringi saya di antara kalian orang-orang yang matang pemikirannya
lagi berpengetahuan ," bukan orang-orang mulhiduun, bukan orang-orang yang
memerangi agama Allah, bukan orang-orang ahli maksiat yang tidak malu melakukan
yang mungkar, bukan orang-orang yang mengklaim bahwa mereka memiliki wewenang
DEMOIPAT ADALAH MUSYPII
51
mendengungkan undang-undang buatan manusia dan mereka tidak malu-malunya
menamakan para hamba-hamba undang-undang (para pakar hukum dan perundang-
undangannya) dengan nama fuqahaa al qaanuun bentuk penyerupaan dengan fuqahaa
syari'ah, serta mereka pula menggunakan nama-nama syar'ii yang sama, seperti
musyarri', syari'ah, halal, haram, , jaaiz, mubaah, mahdhur, terus setelah itu mereka
mengira bahwa mereka itu masih berada dalam agama Islam, bahkan mengira bahwa
mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk, fa laa haula wa laa quwwata
illaa billaahil 'aliyyil 'adzim. Ini terjadi demi Allah tidak lain karena hilangnya ilmu dan
ulama, serta penyandaran urusan bukan kepada ahlinya, juga leluasanya suasana dan
zaman bagi orang-orang hina untuk berbuat sesuka hati mereka.
Suasana telah lenggang bagimu
Silahkan bertelurlah dan berbuat sesuka hatimu

Sungguh sangat disayangkan ilmu dan ulama, kasihan sekali agama dan para
du'aatnya yang tulus lagi setia. Demi Allah ini adalah keterasingan yang tidak pernah
terjadi sebelumnya, saya tidak mengatakan (keterasingan itu) di tengah-tengah orang-
orang awam, bahkan justeru di antara banyak orang-orang yang mengaku Islam dari
kalangan yang tidak memahami makna Laa ilaaha Illallaah, mereka tidak memahami
lawaazim, konsekuensi, dan syarat-syaratnya, bahkan mayoritas mereka merobeknya
siang dan malam, mereka mengotori diri mereka dengan syirik modern dan jalan-jalan
penghubungnya kemudian setelah itu mereka mengira bahwa dirinya itu adalah
muwahhiduun bahkan mengira bahwa mereka itu adalah bagian dari para du'aat tauhid.
Hendaklah mereka menilai dirinya sendiri, dan duduklah di halaqah-halaqah ilmu untuk
belajar hakikat Laa ilaaha Illallaah, karena sesungguhnya Laa ilaaha Illallaah adalah
kewajiban pertama yang Allah fardlukan atas anak Adam untuk mempelajarinya,
hendaklah mereka mempelajari syarat-syarat dan pembatal-pembatalnya sebelum
mereka mempelajari pembatal-pembatal wudlu dan shalat, sebab wudlu dan shalat itu
tidak sah bagi orang yang melakukan pembatal Laa ilaaha Illallaah. Dan bila mereka
ternyata malah berpaling dan merasa bangga diri, maka merekalah sendiri yang akan
menanggung kerugiannya.
Saya akhiri ucapan saya ini dengan ungkapan yang sangat berharga yang
muncul dari Al 'Allamah Ahmad Syakir rahimahullah saat membantah orang-orang
yang melontarkan syubhat yang memalingkan firman Allah dan berbicara dusta atas
Nama Allah subhaanahu wa ta'aala dengan cara menjadikan firman-Nya:"Sedang
urusan mereka (diputuskan) dengan cara musyawarah antara mereka,"Asy Syuraa:38.
sebagai dalil untuk membela dan menerapkan demokrasi yang kafir itu, beliau berkata
dalam catatan kaki 'Umdatuttafsiir 3/64-65 saat menjelaskan firman-Nya subhaanahu
wa ta'aala
·-`' ¸· »»··'-·

kamu adalah muwahhid, dan bila ada salah satunya dipalingkan kepada makhluk maka kamu adalah
musyrik,". Pent.
DEMOIPAT ADALAH MUSYPII
20
PASAL
Demokrasi adalah agama kafir buatan, dan pemeluknya ada yang
berstatus sebagai tuhan yang membuat hukum serta ada yang
berstatus sebagai pengikut yang menyembah tuhan-tuhannya itu.

Ketahuilah sesungguhnya kata demokrasi yang busuk ini di ambil dari bahasa
Yunani bukan dari bahasa Arab. Kata ini merupakan ringkasan dari gabungan dua kata:
(Demos) yang berarti rakyat dan (kratos) yang berarti hukum atau kekuasaan atau
wewenang membuat aturan (tasyrii'). Jadi terjemahan harfiyyah dari kata demokrasi
adalah: Hukum rakyat, atau kekuasaan rakyat atau tasyri' rakyat.
Dan makna itu merupakan makna demokrasi yang paling esensial menurut para
penghusungnya. Karena makna inilah mereka selalu bangga dengan memujinya,
padahal makna ini (hukum, tasyri' dan kekuasaan rakyat) wahai saudaraku muwahhid
pada waktu yang bersamaan merupakan salah satu dari sekian ciri khusus kekafiran,
kemusyrikan serta kebatilan yang sangat bertentangan dan bersebrangan dengan dienul
Islam dan millatuttauhid, karena engkau telah mengetahui dari uraian sebelumnya
bahwa inti dari segala inti yang karenanya Allah menciptakan makhluk-Nya, dan
menurunkan Kitab-Kitab-Nya serta mengutus Rasul-Rasul-Nya, dan yang merupakan
ikatan yang paling agung di dalam Islam ini, yaitu adalah tauhidul ibadah kepada Allah
subhaanahu wa ta'aala saja dan menjauhi ibadah kepada selain-Nya. Dan karena
sesungguhnya taat dalam tasyri' merupakan bagian dari ibadah yang wajib hanya
ditujukan kepada Allah semata, dan kalau seandainya orang tidak merealisasikannya
maka dia itu menjadi orang musyrik yang digiring bersama orang-orang yang binasa.
Ciri khusus ini sama saja baik diterapkan dalam demokrasi sesuai dengan
ajaran demokrasi itu yang sebenarnya, sehingga keputusan (hukum) yang dirujuk itu
adalah diserahkan kepada seluruh rakyat atau mayoritas mereka,
16
sebagaimana yang
menjadi impian tertinggi para demokrat dari kalangan orang-orang sekuler atau orang-
orang yang mengaku Islam….atau hal itu (ciri khusus demokrasi) diterapkan seperti
yang ada pada kenyataannya sekarang, di mana demokrasi itu (pada prakteknya) adalah
keputusan (hukum) segolongan para penguasa dan kroni-kroninya dari kalangan
keluarga dekatnya, atau para pengusaha besar dan konglomerat yang di mana mereka
menguasai modal-modal usaha dan sarana-sarana informasi yang dengan
perantaraannya mereka bisa mendapatkan kursi atau memberikan kursi parlemen (yang
merupakan sarang kemusyrikan) kepada orang-orang yang mereka sukai, sebagaimana
tuhan mereka (sang raja atau amir (presiden)) bisa kapan saja dan bagaimana saja
alasannya membubarkan dan memberlangsungkan majelis (syirik) itu.
Jadi demokrasi dengan sisi mana saja dari kedua sisi (praktek) itu merupakan
kekafiran terhadap Allah Yang Maha Agung, dan syirik terhadap Rab langit dan bumi,

16
Di dalam UUD 45 Bab II pasal 3 ayat 3: Segala putusan Majelis Permusyawaratan Rakyat ditetapkan
dengan suara terbanyak."pent.
DEMOIPAT ADALAH MUSYPII
21
serta bertentangan dengan millatuttauhid dan dien para Rasul, berdasarkan alasan-alasan
yang banyak, di antaranya:
1. Sesungguhnya demokrasi adalah tasyrii'ul jamaahiir (penyandaran wewenang
hukum kepada rakyat/atau mayoritasnya) atau hukum thaghut, dan bukan hukum Allah
subhaanahu wa ta'aala, sedangkan Allah subhaanahu wa ta'aala memerintahkan Nabi-
Nya untuk menghukumi sesuai dengan apa yang telah Dia turunkan kepadanya, serta
Dia melarangnya dari mengikuti keinginan umat, atau mayoritas orang atau rakyat, Dia
menghati-hatikan Nabi-Nya agar jangan sampai mereka memalingkan dia dari apa yang
telah Allah turunkan kepadanya, Allah subhaanahu wa ta'aala berfirman:
'- .·- .= =·´---- .' »´»·-='· »´»-'·»' ·-´-- `· ´ª´''' .·-' '-- »´+--- »´´=' .'· =-'' ´ª´''' .·-'
"”Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang
diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-
hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari
sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu.”” (Qs: Al-Maaidah:49).
Ini dalam ajaran tauhid dan dinul Islam.
Adapun dalam agama demokrasi ada ajaran syirik, maka para penyembahnya
berkata: Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang
diinginkan rakyat, dan ikutilah keinginan mereka. Dan berhati-hatilah kamu jangan
sampai kamu dipalingkan dari apa yang mereka inginkan dan mereka tetapkan
hukumnya." Begitulah mereka katakan dan inilah yang diajarkan dan ditetapkan oleh
agama demokrasi. Ini merupakan kekafiran yang jelas dan kemusyrikan yang terang bila
mereka menerapkannya,
17
namun demikian sesungguhnya kenyataan mereka lebih
busuk dari itu, sebab bila seseorang mau mengatakan tentang keadaan praktek mereka
tentu dia pasti mengatakan: Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara
mereka menurut apa yang diinginkan oleh para thaghut dan kroni-kroninya, dan
janganlah satu hukum dan satu undang-undang dibuat kecuali setelah ada pengesahan
dan persetujuannya…!!!
Sungguh ini adalah kesesatan yang terang lagi nyata, bahkan penyekutuan
(Khalik) dengan hamba secara aniaya.
2. Karena sesungguhnya itu adalah hukum rakyat atau thaghut yang sesuai
dengan undang-undang dasar, bukan yang sesuai dengan syari'at Allah subhaanahu wa
ta'aala. Begitulah yang ditegaskan oleh undang-undang dasar dan buku-buku panduan
18


17
Namun demikian para ulama kaum musyrikin tetap mengatakan demokrasi adalah syuraa yang di mana kita
harus ikut andil di dalamnya dan untuk merealisasikannya, mereka mengutip ayat-ayat dan hadits untuk
mengelabui masyarakat dan para pemuda yang memiliki semangat namun tak memiliki tauhid, thaghut-
thaghut pun rela dan ridla dan menghargai mereka dan mengatakan mereka adalah orang-orang Islam yang
demokrat. Sesungguhnya mereka – Demi Allah – adalah ulama kaum musyrikin, mereka ulama karena tahu
banyak tentang fiqh, hadits dan tafsir, serta aliran-aliran sesat, namun mereka tak memiliki tauhid. Namun
ketahuilah sesungguhnya satu orang awam dari kalangan muwahhidin yang memiliki silaah (senjata) mampu
menaklukan seribu dari kalangan ulama kaum musyrikin, begitulah Al Imam Muhammad Ibnu Abdil Wahhab
mengatakan dalam Kasyfusysyubuhatnya. Pent.
18
Dalam undang-undang dasar Kuwait pasal VI ditegaskan: Rakyat adalah sumber kekuasaan seluruhnya".
DEMOIPAT ADALAH MUSYPII
50
mereka meskipun jenggot dia itu panjang, atau kainnya tidak isbal (celananya setengah
betis), siapa saja orangnya….kami katakan ini kepada mereka di dunia mudah-mudahan
mereka itu mau kembali dan sadar. Ini lebih baik bagi mereka daripada mereka nanti
mendengarnya di tempat yang sangat agung saat manusia berdiri menghadap Allah
Rabbul 'aaalamiin, di mana mereka menuju telaga Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa
sallam, akan tetapi mereka dihalangi oleh para Malaikat, dan dikatakan kepada mereka:
Sesungguhnya mereka telah mengganti dan merubah,"maka Nabi shallallaahu 'alaihi wa
sallam berkata: Enyahlah, enyahlah bagi orang yang merubah setelahku,"
43

Demikianlah demokrasi itu secara asal-usul dan secara makna lahir di lahan
kekafiran dan ilhaad, dan tumbuh berkembang di ladang-ladang kemusyrikan dan
kerusakan di Eropa di mana mereka memisahkan agama dari kehidupan, sehingga
tumbuhlah lafadz itu dalam suasana-suasana yang membawa setiap racunnya, dan
kerusakannya yang akar-akarnya itu tidak ada hubungan sama sekali dengan lahan
keimanan atau siraman aqidah dan ihsan. Paham ini tidak bisa menampakkan
eksistansinya di dunia barat kecuali setelah berhasil memisahkan agama dari Negara di
sana, paham ini memperbolehkan bagi mereka liwath, zina, khamr, percampuran
keturunan dan perbuatan-perbuatan keji lainnya baik yang nampak atau
terselubung….oleh sebab itu tidak ada orang yang membela demokrasi, atau
memujinya, dan menyamakannya dengan syuraa, kecuali dua macam orang yang
tidak ada ketiganya, bisa jadi dia itu orang demokrat kafir, atau orang dungu lagi
jahil akan makna dan isi dari demokrasi itu.

Demi Allah kamu bukan yang ketiga dari dua orang
Ya, kamu bisa jadi keledai (yang dungu) atau kamu bagian dari bantengnya.

Sekarang adalah zaman di mana istilah-istilah telah bercampur aduk, hal-hal
yang kontradiksi telah berkumpul. Dan tidak aneh kalau paham-paham kafir ini
didengung-dengungkan oleh banyak wali-wali setan, akan tetapi yang paling aneh
adalah bila yang mendengungkannya, membolehkannya, dan memberikan baju
syar'iinya adalah banyak orang-orang yang mengaku Islam. Dahulu saat orang-orang
terpukau dengan paham sosialis muncullah sebagian orang dengan membawa istilah
baru sosialis Islam, dan sebelumnya ada istilah nasionalisme, 'uruubah (arabisme) dan
mereka menggandengnya dengan nama Islam.
44
pada masa sekarang banyak orang

43
Enyahlah diulang dua kali untuk menguatkan, ini diriwayatkan oleh Muslim 2291, dan Al Bukhari dengan
lafal yang hampir sama nomor 6212.
44
Ini artinya Islam syirik, dia muslim demokrat, muslim sosialis, muslim nasionalis yang semuanya berarti
muslim musyrik, akan tetapi ini tidak ada, yang ada adalah musyrik, karena tauhid dan syirik tidak bisa
bersatu pada diri seseorang pada satu waktu, sehingga bila Islam disertai syirik akbar maka yang muncul
adalah musyrik, Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan Ibnu Muhammad berkata dalam syarah Ashli dienil Islam:
Sesungguhnya orang yang melakukan syirik, maka berarti dia telah meninggalkan tauhid, karena keduanya
adalah dua hal yang kontradiksi yang tidak bisa bersatu," Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab
rahimahullah berkata dalam Ad Durar Assaniyyah 1/113: Bila amalan kamu semuanya karena Allah maka
DEMOIPAT ADALAH MUSYPII
49
Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya
mereka akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah
mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap
Allah)," Al An'am: 116.
.---·-- --·= ·'· .'-'' ·`´' '-·
Dan sebahagian manusia tidak akan beriman – walaupun kamu sangat
menginginkannya-,"Yusuf:103.
.···'´' »+-· -'-'- .'-'' .- '·-`´ .'·
Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan
dengan Tuhan-nya,"Ar Ruum:8.
»»· `' -'- »»·`´' .-·- '-· .·´·--
Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam
keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan yang lain),"Yusuf: 106.
.··´-- ` .'-'' ·`´' .´'·
Akan tetapi kebanyakan manusia itu tidak bersyukur,"Al Baqarah:243.
.·--·- ` .'-'' ·`´' .´'·
Akan tetapi kebanyakan manusia itu tidak beriman,"Al Mu'min 59.
.·-'·- ` .'-'' ·`´' .´'·
Akan tetapi kebanyakan manusia itu tidak mengetahuinya,"Yusuf:21.
'··-´ `' .'-'' ·`´' -'·
Tetapi kebanyakan manusia tidak menyukai kecuali mengingkari(nya),"Al Israa:89.
Ini dari firman-firman Allah subhaanahu wa ta'aala, adapun dari sanda Rasulullah
shallallaahu 'alaihi wa sallam,"Hanyasannya manusia pilihan itu adalah bagaikan unta
yang berjumlah seratus, hampir kamu tidak mendapatkan di dalamnya unta yang layak
pakai untuk tunggangan," diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim dari hadits
Abdullah Ibni Umar radliyallahu 'anhuma. Dan di dalam hadits Al Bukhari juga dari
Abu Sa'id Al Khudriy dari Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam, beliau berkata: Allah
subhaanahu wa ta'aala berfirman:" Hai Adam…keluarkan utusan neraka! Maka dia
berkata: Apa utusan neraka itu? Dia berfirman: "Dari setiap seribu ada sembilan ratus
sembilan puluh sembilan," maka saat itulah anak kecil beruban, setiap wanita hamil
melahirkan anaknya, engkau melihat orang-orang bagaikan yang mabuk, padahal
mereka tidak mabuk, akan tetapi adzab Allah lah yang sangat dasyat."
Ini syari'at Allah dan hukum-Nya menjelaskan kesesatan mayoritas dan penyimpangan
mereka, oleh sebab itu Allah subhaanahu wa ta'aala menetapkan hukum-Nya, Dia
berfirman:
- `' »´='' .'
Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah,"Yusuf:40.
Akan tetapi demokrasi menolak ini, dan para penyerunya-pun menolak tunduk
kepada hukum Allah, dan syari'at-Nya, mereka terus ngotot, serta mengatakan:
Keputusan itu tidak lain adalah bagi mayoritas." Maka binasalah dan enyahlah orang
yang mengikuti mereka, berjalan di atas rel mereka, dan membisikan kedemokratan
DEMOIPAT ADALAH MUSYPII
22
mereka yang mereka sakralkan dan mereka sucikan lebih dari pensucian mereka
terhadap Al Qur'an dengan bukti bahwa hukum undang-undang itu lebih didahulukan
terhadap hukum dan syari'at Al Qur'an lagi mendiktenya. Rakyat dalam agama
demokrasi, hukum dan perundang-undangan yang mereka buat tidak bisa diterima – bila
memang mereka memutuskan – kecuali bila keputusan itu berdasarkan nash-nash
undang-undang dasar dan sesuai dengan materi-materinya, karena undang-undang itu
adalah bapak segala peraturan dan perundang-undangan serta kitab hukumnya yang
mereka jungjung tinggi……
19
. Dalam agama demokrasi ini ayat-ayat Al Qur'an atau
hadits-hadits Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam tidak begitu dianggap, dan tidak
mungkin suatu hukum atau undang-undang ditetapkan sesuai dengan ayat atau hadits
kecuali bila hal itu sejalan dengan nash-nash undang-undang dasar yang mereka
jungjung tinggi… silahkan engkau tanyakan hal itu kepada para pakar hukum dan
perundang-undangan bila engkau masih ragu tentangnya!! Sedangkan Allah subhaanahu
wa ta'aala berfirman:
·=`' »·-''· ª´'''- .·´--·´- »´--´´ .' .·´-´·''· ª´''' '' ´-·´-´·· -¸- ¸· »´-=·'-- .'· `-·'- ´.-='· ´·-= ='-
"Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia
kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman
kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih
baik akibatnya." (Qs: An-Nisaa': 59)
Padahal agama demokrasi mengatakan: Bila kalian berlainan pendapat tentang sesuatu
maka kembalikan kepada rakyat, majlis perwakilannya, dan rajanya sesuai dengan
undang-undang dasar dan aturan yang berlaku di bumi ini."
Enyahlah kalian dan enyah pula apa yang kalian sembah selain Allah, kenapa kalian
tidak berpikir.
20

Oleh sebab itu bila mayoritas rakyat menghendaki penerapan hukum syari'at
lewat jalur agama demokrasi ini dan lewat lembaga legislatif yang syirik ini, maka itu
tidak bisa terealisasi – ini bila thaghut mempersilahkannya – kecuali lewat jalur undang-
undang serta dari arah pasal-pasal dan penegasan undang-undang tersebut, karena itu
adalah kitab suci agama demokrasi,
21
atau silahkan katakan itu adalah Tauratnya dan
Injilnya yang sudah dirubah sesuai dengan hawa nafsu dan keinginan selera mereka.

Dan dalam pasal 51: Kekuasaan legislatif berada di tangan amir dan majlis rakyat sesuai dengan undang-
undang dasar".
Dan di dalam undang-undang dasar Yordania pasal ke 24: Rakyat adalah sumber segala kekuasaan (hukum)".
Dan : Rakyat menjalankan kekuasaan legislatifnya sesuai dengan cara yang telah tertera undang-undang
dasar".
19
Kalau di kita sekarang adalah seperti Pancasila dan UUD 45.pent.
20
Allah subhaanahu wa ta'aala telah mengabarkan kepada kita bahwa perkataan ini adalah yang dilontarkan
oleh Ibrahim kepada kaumnya setelah dia menjelaskan kepada mereka keburukan tuhan-tuhan mereka dan
para thaghutnya.
21
Di kala hukum Allah hendak ditetapkan sebagai hukum Negara yang beragama demokrasi, maka hukum
Allah itu harus disodorkan terlebih dahulu kepada para arbaab (tuhan-tuhan buatan) yang duduk di atas kursi
yang empuk itu, bila mayoritas mereka menyetujuinya, baru bisa diterapkan, dan bila tidak maka tidak bisa
diberlakukan. Subhaanallah, siapa yang lebih tinggi, Allah atau mereka, sehingga hukum Allah memerlukan
DEMOIPAT ADALAH MUSYPII
23
3. Sesungguhnya demokrasi adalah buah dari agama sekuler yang sangat busuk,
dan anaknya yang tidak sah, karena sekulerisme adalah paham kafir yang intinya
memisahkan agama dari tatanan kehidupan, atau memisahkan agama dari Negara dan
hukum.
Sedangkan demokrasi adalah hukum rakyat
22
atau hukum thaghut…. Namun
bagaimanapun keadaannya sesungguhnya demokrasi bukanlah hukum Allah Yang
Maha Besar lagi Maha Perkasa. Demokrasi sama sekali tidak mempertimbangkan
hukum Allah yang muhkam kecuali bila sesuai dan sejalan sebelumnya dengan undang-
undang yang berlaku, dan kedua sesuai dengan keinginan rakyat, serta sebelum itu
semua harus sesuai dengan selera para thaghut dan kroni-kroninya.
Oleh sebab itu bila rakyat seluruhnya mengatakan kepada thaghut atau kepada
arbaab (tuhan-tuhan) dalam demokrasi: Kami ingin penerapan hukum Allah, dan tidak
seorangpun memiliki hak tasyrii' selama-lamanya baik itu rakyat atau para wakilnya
atau penguasa….kami ingin menerapkan hukum Allah terhadap orang-orang murtad,
pezina, pencuri, peminum khamr,,,,dan,,,,kami juga ingin para wanita diwajibkan
berhijab dan 'afaaf, kali melarang tabarruj, buka-bukaan, porno, cabul, zina, liwath
(homo), dan perbuatn keji lainnya" maka dengan sepontan para thaghut dan para
penghusung demokrasi itu akan mengatakan kepada mereka: Ini bertentangan dengan
paham demokrasi dan kebebasannya!!!
Jadi inilah kebebasan agama demokrasi: Melepaskan diri dari agama Allah,
syari'at-Nya, dan melanggar batasan-batasannya. Adapun hukum undang-undang bumi
dan aturannya maka itu selalu dijaga, dijunjung tinggi dan disucikan (disakralkan) serta
dilindungi dalam agama demokrasi mereka yang busuk, bahkan orang yang berusaha
melanggarnya, menentangnya, atau menggugurkannya dia akan merasakan sangsinya…
Enyahlah kalian, enyahlah kalian, enyahlah kalian
Enyahlah kalian, hingga lisan ini merasa kelelahan.
Jadi demokrasi –wahai saudara setauhid- adalah agama baru di luar agama
Allah subhaanahu wa ta'aala. Sesungguhnya dia adalah hukum thaghut dan bukan
hukum Allah subhaanahu wa ta'aala. Sesungguhnya dia adalah syari'at para tuhan yang
banyak lagi bertolak belakang, bukan syari'at Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.
Dan siapa orangnya yang menerima (demokrasi ini), serta bersekongkol di atasnya
maka dia itu pada hakikatnya telah menerima bahwa dia itu memiliki hak tasyri'
(wewenang membuat hukum) sesuai dengan materi-materi undang-undang yang

persetujuan dan pengesahan mereka terlebih dahulu. Orang-orang yang katanya ingin memperjuangkan Islam
lewat parlemen mereka adalah arbaab juga, apakah Islam bisa tegak lewat jalur syirik, ingatlah ketika hukum-
hukum Islam digolkan lewat lembaga syirik itu, maka yang disahkan itu bukanlah hukum Allah tapi itu adalah
hukum parlemen. Kita bertanya kepada orang-orang yang sesat lagi menyesatkan itu, bagaimana bila para
thaghut itu menawarkan kepada kalian hukum Islam namun dengan syarat kalian harus berzina terlebih
dahulu, apakah kalian mau menerimanya? Kalau kalian jawab tidak, maka kenapa kalian menerima bergabung
dengan kemusyrikan mereka, padahal zina itu lebih ringan dari syirik ? Binasalah kalian, kecuali bila Allah
memberi hidayah kepada kalian sehingga kalian masuk Islam kembali. Pent.
22
Atau dalam istilah kita dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Pent.
DEMOIPAT ADALAH MUSYPII
48
hukum rakyat dan kedaulatannya dalam setiap permasalahan.
40
Oleh sebab itu mereka
mendefinisikan demokrasi itu dalam undang-undang mereka dengan ungkapan: rakyat
adalah sumber segala kedaulatan."
• Demokrasi menganggap bahwa rakyat adalah pemegang kedaulatan tertinggi di
sini, sehingga demokrasi adalah hukum mayoritas rakyat, tasyrii' suara terbanyak, dan
paham/agama suara mayoritas. Mayoritas adalah yang membolehkan dan mayoritas
pula yang mengharamkan. Mayoritas adalah tuhan dan sembahan dalam ajaran
demokrasi.
Adapun dalam syuraa, maka keberadaan rakyat atau mayoritas mereka itulah yang
diharuskan dan diperintahkan untuk selalu taat kepada Allah, kepada Rasul-Nya,
kemudian kepada pemimpin kaum muslimin. Pemimpin tidak bisa memaksakan suara
dan hukum terbanyak, bahkan justeru mayoritas itulah yang diperintahkan untuk selalu
mendengar dan taat kepada para pemimpin (kaum muslimin) meskipun mereka dzalim
selama tidak memerintahkan kepada maksiat.
41

42

• Aturan main dalam demokrasi, dan tuhannya adalah suara mayoritas, dan
mayoritas inilah sumber segala kedaulatan. Adapun syuraa maka mayoritas itu tidak ada
pengaruhnya sedikitpun dan bukanlah sebagai tolak ukur, dan justeru Allah telah
memvonis mayoritas dengan vonis yang jelas dalam Kitab-Nya:
.·-·=- `' »» .'· .='' `' .··--- .' -' .--- .= =·'-- .·`' ¸· .- ·`´' ·=- .' ·

40
Ini dalam demokrasi barat yang kafir adapun dalam demokrasi arab yang kafir (dan Negara-negara yang
berpenduduk muslim, pent) maka yang dijadikan acuan paling pertama dan paling akhir adalah raja, emir, atau
presiden, karena tanpa pengesahannya maka peraturan rakyat atau para wakilnya dan majles perwakilan itu
adalah tidak ada nilainya. Semua itu ada di tangan penguasa tertinggi itu, dia berhak membubarkan,
mengesahkan, dan mempermainkannya sesuka hatinya.
41
Ingatlah….Ini bagi para pemimpin muslim yang menetapkan hukum dengan syari'at Allah yang memusuhi
musuh-musuh Allah, bukan bagi makhluk-makhluk terhina dari kalangan penguasa-penguasa yang kafir lagi
murtad sahabat karib dan teman yahudi dan nasrani…
42
Adapun penguasa yang meninggalkan syari'at Allah dan justeru menjadikan undang-undang buatan manusia
sebagai acuan dan landasan, maka tidak diragukan lagi kekafiran dan kemurtaddan mereka kecuali bagi orang-
orang yang bashirahnya sudah tertutup yang tidak bisa melihat kecuali di tengah gelapnya syubuhat layaknya
kelelawar yang hanya bisa melihat di malam hari dan tidak bisa melihat di siang bolong, mereka itulah para
pengikut syubhat irjaa'. Syaikh Muhammad Al Amin Asysyinqithiy rahimahullah berkata:

ERROR: undefined
OFFENDING COMMAND: low
STACK:
-mark-
/shaddah-fathah

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->