P. 1
makalah pragmatik

makalah pragmatik

|Views: 11,349|Likes:
Published by Tri Sapar Udin

More info:

Published by: Tri Sapar Udin on Mar 02, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/02/2013

pdf

text

original

PRAGMATIK

pragmatics (n) - pragmatik - pragmatika
pragmatis (adj) : melihat sesuatu dari kegunaan
pragmatisme: aliran yang melihat sesuatu dari kegunaan
Dalam komunikasi, satu maksud atau satu fungsi dapat diungkapkan dengan berbagai
bentuk/struktur. Untuk maksud menyuruh! orang lain, penutur dapat mengungkapkannya
dengan kalimat imperatif, kalimat deklaratif, atau bahkan dengan kalimat interogatif. Dengan
demikian, pragmatik lebih cenderung ke fungsionalisme daripada ke formalisme. "ragmatik
berbeda dengan semantik dalam hal pragmatik mengkaji maksud ujaran dengan satuan
analisisnya berupa tindak tutur (speech act), sedangkan semantik menelaah makna satuan
lingual (kata atau kalimat) dengan satuan analisisnya berupa arti atau makna.
#ajian pragmatik lebih menitikberatkan pada ilokusi dan perlokusi daripada lokusi
sebab di dalam ilokusi terdapat daya ujaran (maksud dan fungsi tuturan), perlokusi berarti
terjadi tindakan sebagai akibat dari daya ujaran tersebut. $ementara itu, di dalam lokusi belum
terlihat adanya fungsi ujaran, yang ada barulah makna kata/kalimat yang diujarkan.
%erbagai tindak tutur (&&) yang terjadi di masyarakat, baik && representatif, direktif,
ekspresif, komisif, dan deklaratif, && langsung dan tidak langsung, maupun && harafiah dan
tidak harafiah, atau kombinasi dari dua/lebih && tersebut, merupakan bahan sekaligus
fenomena yang sangat menarik untuk dikaji secara pragmatis. 'isalnya, bagaimanakah &&
yang dilakukan oleh orang (a)a apabila ingin menyatakan suatu maksud tertentu, seperti
ngongkon *menyuruh+, nyilih *meminjam+, njaluk *meminta+, ngelem *memuji+, janji *berjanji+,
menging *melarang+, dan ngapura *memaafkan+. "engkajian && tersebut tentu menjadi semakin
menarik apabila peneliti mau mempertimbangkan prinsip kerja sama ,rice dengan empat
maksim: kuantitas, kualitas, hubungan, dan cara- serta skala pragmatik dan derajat
kesopansantunan yang dikembangkan oleh .eech (/012).

Pragmatik dan Fungsi Bahasa
%idang pragmatik! dalam linguistik de)asa ini mulai mendapat perhatian para peneliti
dan pakar bahasa di 3ndonesia. %idang ini cenderung mengkaji fungsi ujaran atau fungsi bahasa
daripada bentuk atau strukturnya. Dengan kata lain, pragmatik lebih cenderung ke
fungsionalisme daripada ke formalisme. 4al itu sesuai dengan pengertian pragmatik yang
dikemukakan oleh .e5inson (/016: 7 dan 6), pragmatik adalah kajian mengenai penggunaan
bahasa atau kajian bahasa dan perspektif fungsional. 8rtinya, kajian ini mencoba
menjelaskan aspek-aspek struktur bahasa dengan mengacu ke pengaruh-pengaruh dan sebab-
sebab nonbahasa.
9ungsi bahasa yang paling utama adalah sebagai sarana komunikasi. Di dalam
komunikasi, satu maksud atau satu fungsi dapat dituturkan dengan berbagai bentuk tuturan.
'isalnya, seorang guru yang bermaksud menyuruh muridnya untuk mengambilkan kapur di
kantor, dia dapat memilih satu di antara tuturan-tuturan berikut:
(/) Jupukna kapur!( kalimat imperatif)
(:) Kene ora ana kapur.( kalimat deklaratif)
(2) Ibu ngersakake kapur.( kalimat deklaratif)
(;) O, jebul ora ana kapur.( kalimat deklaratif)
(7) Ing kene ora ana kapur, ya?( kalimat interogatif)
(<) Ngapa ora padha gelem njupuk kapur?( kalimat interogatif)
Dengan demikian untuk maksud menyuruh! agar seseorang melakukan suatu tindakan
dapat diungkapkan dengan menggunakan kalimat imperatif seperti tuturan (/), kalimat
deklaratif seperti tuturan (:-;), atau kalimat interogatif seperti tuturan (7-<). (adi, secara
pragmatis, kalimat berita (deklaratif) dan kalimat tanya (interogatif) di samping berfungsi untuk
memberitakan atau menanyakan sesuatu juga berfungsi untuk menyuruh (imperatif atau
direktif).

PRAGMATIK VS SEMANTIK
$ebelum dikemukakan batasan pragmatik kiranya perlu dijelaskan lebih dahulu
perbedaan antara pragmatik dengan semantik.
(a) $emantik mempelajari makna, yaitu makna kata dan makna kalimat, sedangkan pragmatik
mempelajari maksud ujaran, yaitu untuk apa ujaran itu dilakukan.
(b) #alau semantik bertanya 8pa makna =>! maka pragmatik bertanya 8pa yang 8nda
maksudkan dengan =>!
(c) 'akna di dalam semantik ditentukan oleh koteks, sedangkan makna di dalam pragmatik
ditentukan oleh konteks, yakni siapa yang berbicara, kepada siapa, di mana, bilamana,
bagaimana, dan apa fungsi ujaran itu. %erkaitan dengan perbedaan (c) ini, #as)anti "ur)o
(/00?: /<) merumuskan secara singkat semantik bersifat bebas konteks (context independent),
sedangkan pragmatik bersifat terikat konteks (context dependent)! (bandingkan @ijana, /00<:
2).

Definisi pragmatik
/. cabang ilmu bahasa yang menelaah penggunaan bahasa. $atuan-satuan lingual dalam
penggunaannya.
:. studi kebahasaan yang terikat konteks.
3. studies meaning in relation to speech situation (.eech, /012).
;. cabang ilmu bahasa yang mempelajari struktur bahasa secara eksternal, yakni
bagaimana satuan kebahasaan digunakan dalam komunikasi (@ijana, /00<: :).
Aukup banyak kiranya batasan atau definisi mengenai pragmatik. .e5inson (/016: /-
72), misalnya, membutuhkan 72 halaman hanya untuk menerangkan apakah pragmatik itu dan
apa saja yang menjadi cakupannya. Di sini dikutipkan beberapa di antaranya yang dianggap
cukup penting.
(/) "ragmatik adalah kajian mengenai hubungan antara tanda (lambang) dengan penafsirnya,
sedangkan semantik adalah kajian mengenai hubungan antara tanda (lambang) dengan objek
yang diacu oleh tanda tersebut.
(:) "ragmatik adalah kajian mengenai penggunaan bahasa, sedangkan semantik adalah kajian
mengenai makna.
(2) "ragmatik adalah kajian bahasa dan perspektif fungsional, artinya kajian ini mencoba
menjelaskan aspek-aspek struktur linguistik dengan mengacu ke pengaruh-pengaruh dan sebab-
sebab nonlinguistik.
(;) "ragmatik adalah kajian mengenai hubungan antara bahasa dengan konteks yang menjadi
dasar dari penjelasan tentang pemahaman bahasa.
(7) "ragmatik adalah kajian mengenai deiksis, implikatur, praanggapan, tindak tutur, dan
aspek-aspek struktur )acana.
(<) "ragmatik adalah kajian mengenai bagaimana bahasa dipakai untuk berkomunikasi,
terutama hubungan antara kalimat dengan konteks dan situasi pemakaiannya.
Dari beberapa definisi tersebut dapat dipahami bah)a cakupan kajian pragmatik sangat
luas sehingga sering dianggap tumpang tindih dengan kajian )acana atau kajian sosiolinguistik.
Bang jelas disepakati ialah bah)a satuan kajian pragmatik bukanlah kata atau kalimat,
melainkan tindak tutur atau tindak ujaran (speech act).

tephen !. "e#inson telah mengumpulkan sejumlah batasan pragmatik yang berasal dari
berbagai sumber dan pakar, yang dapat dirangkum seperti berikut ini.
1. "ragmatik adalah telaah mengenai hubungan tanda-tanda dengan penafsir ($orris,
/021:<). &eori pragmatik menjelaskan alasan atau pemikiran para pembicara dan
penyimak dalam menyusun korelasi dalam suatu konteks sebuah tanda kalimat dengan
suatu proposisi (rencana, atau masalah). Dalam hal ini teori pragmatik merupakan
bagian dari performansi.
:. "ragmatik adalah telaah mengenai hubungan antara bahasa dan konteks yang
tergramatisasikan atau disandikan dalam struktur sesuatu bahasa.
2. "ragmatik adalah telaah mengenai segala aspek makna yang tidak tercakup dalam teori
semantik, atau dengan perkataaan lain: memperbincangkan segala aspek makna ucapan
yang tidak dapat dijelaskan secara tuntas oleh referensi langsung kepada kondisi-kondisi
kebenaran kalimat yang ciucapkan. $ecara kasar dapat dirumuskan: pragmatik C makna
- kondisi-kondisi kebenaran.
;. "ragmatik adalah telaah mengenai relasi antara bahasa dan konteks yang merupakan
dasar bagi suatu catatan atau laporan pemahaman bahasa, dengan kata lain: telaah
mengenai kemampuan pemakai bahasa menghubungkan serta menyerasikan kalimat-
kalimat dan konteks-konteks secara tepat.
5. "ragmatik adalah telaah mengenai deiksis, implikatur, anggapan penutur
(presupposition), tindak ujar, dan aspek struktur )acana.
%arker (/01<: //), pragmatics is distinct &rom grammar, 'hich is the study o& the
internal structure o& language. %ragmatics is the study o& ho' language is used to
communicate.
"ragmatik sebenarnya merupakan bagian dari ilmu tanda atau semiotics atau semiotika.
"emakaian istilah pragmatik (pragmatics) dipopulerkan oleh seorang filosof bernama !harles
$orris (/021), yang mempunyai perhatian besar pada ilmu pengetahuan tentang tanda-tanda,
atau semiotik (semiotics). Dalam semiotik, 'orris membedakan tiga cabang yang berbeda
dalam penyelidikan, yaitu: sintaktik (syntactics) atau sintaksis (syntax) yaitu telaah tentang
relasi formal dari tanda yang satu dengan tanda yang lain (mempelajari hubungan satuan lingual
dengan satuan lingual lain: tanda dengan tanda)- semantik (semantics) yaitu telaah tentang
hubungan tanda-tanda dengan objek di mana tanda-tanda itu diterapkan (ditandainya) (atau
hubungan antara penanda dan petanda (signifiant dan signifie/yang ditandai))- dan pragmatik
yaitu telaah tentang hubungan tanda-tanda dengan penafsir (interpreters). #etiga cabang
tersebut kemudian lebih dikenal dengan teori trikotomi.
Aontoh:
K!k" sudah pu#ang$
3steri: +betul-betul terkejut+ atau +orang itu lama sekali perginya+
$uami menafsirkan: siapa yang berbicara, kepada siapa, situasinya bagaimana>

.. (itgenstein (filsuf): makna adalah penggunaannya. 'akna sebuah tuturan itu
penggunaannya.

Aabang-cabang bahasa:
9onologi: bunyi sebagai sistem
internal atau formal
diadik: bentuk dan makna
'orfologi: satuan gramatikal terkecil.
$intaksis: frase, klausa, kalimat, )acana.
$emantik: makna (biasanya leksikal).
"ragmatik: cabang ilmu bahasa yang
mempelajari makna satuan kebahasaan
yang bersifat eksternal / bagaimana satuan
kebahasaan itu dikomunikasikan

eksternal atau fungsional
triadik: bentuk, makna, dan maksud.

$emantik: makna linguistik (makna), bersifat internal.
"ragmatik: makna penutur (maksud), makna dalam penutur.

Aontoh:
Sugeng en%ing$
makna: menyapa
maksud: tergantung siapa yang berbicara atau maksud lain, misalnya menyindir atau memarahi.
Baik$
makna: baik, apik
maksud: bisa tidak baik, dilihat dari berbagai faktor , ada hal-hal yang tidak langsung
)indirectness atau secara tidak literal+.

'akna itu berubah-ubah tergantung pada konteksnya. (adi, sebenarnya semantik sudah ada
pragmatik.
"ragmatik: bagaimana orang menafsirkan. 'empelajari bagaimana satuan lingual itu
ditafsirkan.
Asa#&usu# dan peri#aku hist!ris isti#ah pragmatik
"emakaian istilah pragmatik (pragmatics) dipopulerkan oleh seorang filosof bernama
Aharles 'orris (/021), yang mempunyai perhatian besar pada ilmu pengetahuan tentang tanda-
tanda, atau semiotik (semiotics). Dalam semiotik, 'orris membedakan tiga cabang yang
berbeda dalam penyelidikan, yaitu: sintaktik (syntactics) atau sintaksis (syntax) yaitu telaah
tentang relasi formal dari tanda yang satu dengan tanda yang lain, semantik (semantics) yaitu
telaah tentang hubungan tanda-tanda dengan objek di mana tanda-tanda itu diterapkan
(ditandainya), dan pragmatik yaitu telaah tentang hubungan tanda-tanda dengan penafsir
(interpreters). #etiga cabang tersebut kemudian lebih dikenal dengan teori trikotomi.
'orris memberikan contoh interjeksi seperti OhD, !ome here!, *ood morning!
dipengaruhi oleh hukum pragmatik, yaitu bah)a 5ariasi retoris dan alat puitis hanya muncul di
ba)ah kondisi tertentu dalam batas-batas pemakaian bahasa.
8khirnya pengarang menyimpulkan bah)a perbedaan pemakaian istilah pragmatik
ditimbulkan dari bagian asal-usul semantik karya $orris, yaitu suatu telaah dari sebagian besar
jajaran fenomena psikologis dan sosiologis yang mencakup sistem tanda pada umumnya atau
dalam bahasa tertentu (the !ontinental sense o& the term)- atau telaah konsep abstrak tertentu
yang membuat acuan pada pelaku (agents) (satu gagasan dari !arnap)- atau studi istilah
indeksikal atau deiktis (deictis) (gagasan 'ontague)- atau akhirnya pemakaian dalam linguistik
8nglo-8merican dan filsafat.
%uku ini secara eksklusif menyangkut istilah pada gagasan yang terakhir dan
menerapkannya pada pembicaraan ini.

'!nt!h semantika
kursi +tempat duduk+
signifiant (penanda) signifie (petanda)

Terdapat suatu prinsip
Noam Chomsky:
&erdapat hubungan satu la)an satu antara penanda dan petanda (signi&iant dan signi&ie).

Pragmatik:
$atu tanda bisa menyatakan bermacam-macam maksud atau bermacam-macam tanda satu
maksud.
Aontoh: +menolak+ bisa dinyatakan dengan
- Ora du'e dhu'it.
- Omahku sepi kok.

E &uturan semakin panjang tuturan semakin sopan, semakin pendek tidak sopan.
o Aontoh: "unga! (tidak sopan) dan "ungaa! (lebih sopan)
E $emakin langsung semakin tidak sopan, semakin tidak langsung semakin sopan. (Aontoh:
Nyilih sepedha motore (tidak sopan) dan $ena'a pareng, aku nyilih sepedha motore (lebih
sopan)).

()*ek data pragmatik itu k!nkrit" %e#as, karena:
- jelas kapan bahasa itu digunakan
- siapa yang berbicara
- kepada siapa.
J.W.M. Verhaar (Pengantar +ingguistik ,mum-
- 'akna : ada pada satuan lingual (internal)
- 'aksud : ada pada penutur (eksternal)
- 3nformasi : isi tuturan (internal)

Dia membeli buku
%uku dibelinya
makna: *aktif+ dan *pasif+

'akna yang abstrak, yang tidak jelas siapa penuturnya tidak jelas.
'akna kongkrit: makna tuturan.

Berkenaan dengan data
Data kalimat : sentence.
Data pragmatik: utterance (kalimat + konteks). Fbyek data primer adalah bahasa lisan. %ahasa
tulis juga bisa asalkan mampu merekonstruksi tuturan yang sebenarnya.

$osiolinguistik: berkaitan dengan 5ariasi bahasa.
1. Dia pergi ke $urabaya. 8yahnya sakit. G-H terkait dengan )acana.
:. I "iye bijimu
- Jntuk ; )acana pragmatik
I 8pikD

'enurut Halliday (pakar ,unctional *rammar):
/. ,ield (medan): siapa berbicara kepada siapa.
:. -enor (pelibat): misalnya, ayah dengan anak.
2. $ode (bentuk bahasa): strategi memilih yang mana)

"ragmatik: retorika, bagaimana strateginya.

Widowson:
/. #alimat (sentence) - minus konteks.
:. &uturan (utterance) - plus konteks.
2. &eks (texs) - di atas kalimat minus konteks.
;. @acana (discourse) - di atas kalimat plus konteks.

@acana: mengandung amanat yang lengkap.
Aontoh:
$ugeng ra)uh.
.ungaD @acana.

(adi, )acana tidak selalu di atas kalimat.

.rep? teks tidak jelas konteksnya, Kopi bisa
marahi saya melek terus. menolak atau menerima.

Keng ngendi sabune> - kalimat tanya.


T,T,RAN PERF(RMATIF DAN T,T,RAN K(NSTATIF


Pustaka:

8ustin, (... /0<:. How to Do hings with Words. (ed. (.F. Urmson). Ke) Bork: FLford
Uni5ersity "ress.
4arimurti #ridalaksana. /01;. !amus "inguistik. (akarta: "& ,ramedia.
.eech, ,eoffrey. (&erjemahan '.D.D. Fka). /002. #rinsip$prinsip #ragmatik. (akarta:
Uni5ersitas 3ndonesia.
Michards, (ack dkk. /010. "ongman Di%tionary of &pplied "inguisti%s. .ongman: .ongman
,roup U# .imited.
$earle, (ohn. /0<0. 'pee%h &%ts. Aambridge: Aambridge Uni5ersity "ress.


&uturan (utterance, oleh #ridalaksana disebut dengan istilah ujaran): (/) regangan )icara
bermakna di antara dua kesenyapan aktual atau potensial, (:) kalimat atau bagian kalimat yang
dilisankan (#ridalaksana, /01;: :??/).
3ntinya: bahasa pada umumnya sebagai alat komunikasi, tetapi sebenarnya ada tindakan tertentu
yang baru dapat terlaksana kalau orang itu mengemukakan tuturan/bahasa. Dengan demikian
bahasa bukan semata-mata alat untuk menyatakan sesuatu tetapi juga melakukan sesuatu.
9ilosof (... 8ustin membedakan antara tuturan performatif (per&ormati#ei/ dan konstatif
(constati#e).

Definisi
&uturan performatif (per&ormati#e utterance): tuturan yang memperlihatkan bah)a suatu
perbuatan telah diselesaikan pembicara dan bah)a dengan mengungkapkannya berarti
perbuatan itu diselesaikan pada saat itu juga- misalnya: dalam ujaran $aya mengucapkan terima
kasih, pembicara mengujarkannya dan sekaligus menyelesaikan perbuatan mengucapkan!
(#ridalaksana, /01;: :??/). "erformati5e (in speech act theory): an utterance )hich performs
an act, such as @atch out (Ca )arning), I promise not to be late (C a promise). ((Michards dkk.,
/010: :/:). $ecara ringkas dikatakan pula bah)a tuturan performatif adalah tuturan untuk
melakukan sesuatu (per&orm the action).
&uturan performatif tidak die5aluasi sebagai benar atau salah, tetapi sebagai tepat atau tidak
tepat, misalnya: I promise that I shall be there ($aya berjanji bah)a saya akan hadir di sana)
dan performatif primer atau tuturan primer I shall be there ($aya akan hadir di sana) (,eoffrey
.eech (terjemahan), /002: :1?).

Aontoh lain:
/. $aya berterima kasih atas kebaikan $audara. (&indakan berterima kasih: the act o&
thanking)
:. $aya mohon maaf atas keterlambatan saya. (&indakan mohon maaf: the act o&
apologi0ing).
2. $aya namakan anak saya "arikesit. (&indakan memberi nama: the act o& naming).
;. $aya bertaruh 'ike &yson pasti menang. (&indakan bertaruh: the act of betting).
7. $aya nyatakan 8nda berua suami-isteri. (&indakan menyatakan/menikahkan: the act o&
marrying).
<. $aya serahkan semua harta saya kepada anak saya. (&indakan menyerahkan: the act o&
be1ueting).
6. $aya akan pergi sekarang. (&indakan pergi: the act o& going).

'iri&.iri tindakan perf!rmatif
N $ubyek harus orang pertama, bukan orang kedua atau ketiga.
N &indakan sedang/akan dilakukan
#alau dalam bahasa 3nggris, subjek orang pertama dan kala-nya present tense.
8ustin dalam menentukan ciri-ciri tuturan performatif ini hanya melihat aspek gramatikalnya
saja. 8khirnya dire5isi (dilengkapi) oleh murid-muridnya, yaitu dengan adanya syarat-syarat
lainnya yang disebut syarat tuturan performatif (&elicity condition). $yarat-syarat itu antara lain:
/. Frang yang menyatakan tuturan dan tempatnya harus sesuai atau cocok. 'isalnya: aya
nyatakan .nda berdua suami2isteri. "enuturnya adalah penghulu (naib), pendeta, rama,
tempatnya di #U8, ,ereja, "ura, 'asjid, objeknya : orang (berdua).
:. &indakan harus dilakukan secara sungguh-sungguholeh penutur. 'isalnya: aya mohon
maa& atas kesalahan saya. 4arus diucapkan sungguh2sungguh, tidak dengan tindakan
menginjak kaki mitra tutur-nya.

$yarat itu juga belum cukup, kemudian diperbaharui lagi oleh (ohn $earle, sebagai berikut.
/. "enutur harus memiliki niat yang sungguh-sungguh dalam mengemukakan tuturannya.
'isalnya: $aya berjanji akan setia padamu. (the act o& promising).
:. "enutur harus yakin bah)a ia mampu melakukan tindakan itu. atau mampu melakukan
apa yang dinyatakan dalam tuturannya. 'isalnya: esuk ko'e tak2tukokke sepur (yakin tidak,
kalau tidak berarti bukan tuturan performatif).
2. &uturan harus mempredikasi tindakan yan g akan dilakukan, bukan yang telah dilakukan.
'isalnya: aya berjanji akan setia.
;. &uturan harus mempredikasi tindakan yang akan dilakukan oleh penutur, bukan oleh
orang lain. 'isalnya: 'aya berjanji bah'a saya akan selalu datang tepat 'aktu.
7. &indakan harus dilakukan secara sungguh-sungguh oleh kedua belah pihak. 'isalnya:
.ku njaluk pangapura marang sliramu, tumindakku kang ora ndadekake renaning
penggalihmu. (Frang perta dan kedua melakukan tindakan secara sungguh-sungguh).
#alau tuturan tidak memenuhi kelima syarat tersebut, maka tuturan itu dikatakan tidak 5alid
(in&elicition).

&uturan konstatif atau deskriptif (constati#e utterance): tuturan yang dipergunakan untuk
menggambarkan atau memerikan peristi)a, proses, keadaan, dsb. dan sifatnya betul atau tidak
betul (#ridalaksana, /01;: :??/)., atau 8ustin mengatakan bah)a tuturan konstatif dapat
die5aluasi dari segi benar-salah (,eoffrey .eech (terjemahan), /002: 2/<).
'isalnya:
/. 8li pergi ke (akarta
:. $aya tidur di hotel.

8 constati5e is an utterance )hich assert something that is either true or false- for eLample,
!hicago is in the 3nited tates (Michards dkk., /010: :/:-:/2).
TINDAK T,T,R
/'pee%h &%t-

A0 Pengertian

&indak tutur (istilah #ridalaksana *pertuturan+ / speech act, speech e5ent): pengujaran
kalimat untuk menyatakan agar suatu maksud dari pembicara diketahui pendengar
(#ridalaksana, /01;: /7;)
$peech act: an utterance as a &unctional unit in communication (Michards et al, /010: :<7). Di
dalam mengatakan suatu kalimat, seseorang tidak semata-mata mengatakan sesuatu dengan
pengucapan kalimat itu. Di dalam pengucapan kalimat ia juga menindakkan! sesuatu. Dengan
pengucapan kalimat &rep ngombe apa( si pembicara tidak semata-mata menanyakan atau
meminta ja)aban tertentu- ia juga menindakkan sesuatu, yakni mena)arkan minuman. $eorang
ibu rumah pondokan putri, mengatakan 'ampun jam sanga ia tidak semata-mata memberi tahu
keadaan jam pada )aktu itu- ia juga menindakkan sesuatu, yaitu memerintahkan si mitratutur
supaya pergi meninggalkan rumah pondokannya.
4al-hal apa sajakah yang dapat ditindakkan di dalam berbicara> 8da cukup banyak- antara lain,
permintaan (re1uests), pemberian iOin (permissons), ta)aran (o&&ers), ajakan (in#itation),
penerimaan akan ta)aran (acceptation o& o&&ers)

B0 TINDAK T,T,R DAN 1ENIS&1ENISN2A
&indak tutur (selanjutnya &&) atau tindak ujaran (speech act) mempunyai kedudukan yang
sangat penting dalam pragmatik karena && adalah satuan analisisnya. Uraian berikut
memaparkan klasifikasi dari berbagai jenis &&.

304 +!kusi" I#!kusi" dan Per#!kusi
8ustin (/0<:) dalam 4o' to do -hings 'ith (ords mengemukakan bah)a mengujarkan sebuah
kalimat tertentu dapat dipandang sebagai melakukan tindakan (act), di samping memang
mengucapkan kalimat tersebut. 3a membedakan tiga jenis tindakan yang berkaitan dengan
ujaran, yaitu lokusi, ilokusi, dan perlokusi.
+!kusi adalah semata-mata tindak berbicara, yaitu tindak mengucapkan sesuatu dengan
kata dan kalimat sesuai dengan makna kata itu (di dalam kamus) dan makna kalimat itu sesuai
dengan kaidah sintaksisnya. Di sini maksud atau fungsi ujaran itu belum menjadi perhatian.
(adi, apabila seorang penutur (selanjutnya disingkat ") (a)a mengujarkan .ku ngelak! dalam
tindak lokusi kita akan mengartikan aku! sebagai *pronomina persona tunggal+ (yaitu si ") dan
ngelak! mengacu ke *tenggorokan kering dan perlu dibasahi+, tanpa bermaksud untuk minta
minum.
I#!kusi adalah tindak melakukan sesuatu. Di sini kita mulai berbicara tentang maksud
dan fungsi atau daya ujaran yang bersangkutan, untuk apa ujaran itu dilakukan. (adi, .ku
ngelak! yang diujarkan oleh " dengan maksud *minta minum+ adalah sebuah tindak ilokusi.
Per#!kusi mengacu ke efek yang ditimbulkan oleh ujaran yang dihasilkan oleh ".
$ecara singkat, perlokusi adalah efek dari && itu bagi mitra-tutur (selanjutnya '&). (adi, jika
'& melakukan tindakan mengambilkan air minum untuk " sebagai akibat dari && itu maka di
sini dapat dikatakan terjadi tindak perlokusi.

305 TT Representatif" Direktif" Ekspresif" K!misif" dan Dek#aratif
$earle (/067) mengembangkan teori && dan membaginya menjadi lima jenis && (dalam
3brahim, /002: //-7;). #elima && itu sebagai berikut:
(/) && representati& yaitu && yang mengikat "-nya kepada kebenaran atas apa yang
dikatakannya, misalnya menyatakan, melaporkan, menunjukkan, dan menyebutkan.
(:) && direkti& yaitu && yang dilakukan "-nya dengan maksud agar si pendengar atau '&
melakukan tindakan yang disebutkan di dalam ujaran itu, misalnya menyuruh, memohon,
menuntut, menyarankan, dan menantang.
(2) && ekspresi& ialah && yang dilakukan dengan maksud agar ujarannya diartikan sebagai
e5aluasi mengenai hal yang disebutkan di dalam ujaran itu, misalnya memuji, mengucapkan
terima kasih, mengritik, dan mengeluh.
(;) && komisi& adalah && yang mengikat "-nya untuk melaksanakan apa yang disebutkan di
dalam ujarannya, misalnya berjanji dan bersumpah.
(7) && deklarati& merupakan && yang dilakukan " dengan maksud untuk menciptakan hal
(status, keadaan, dan sebagainya) yang baru, misalnya memutuskan, membatalkan, melarang,
mengiOinkan, dan memberi maaf.

"ada bagian terdahulu telah disinggung bah)a di dalam komunikasi satu fungsi dapat
dinyatakan atau diutarakan melalui berbagai bentuk ujaran. Untuk maksud atau fungsi
menyuruh!, misalnya, menurut %lum-#ulka (/016) (lihat ,unar)an, /002: dapat
diungkapkan dengan menggunakan berbagai ujaran sebagai berikut.

(/) #alimat bermodus imperatif : %indhahen meja iki!
(:) "erformatif eksplisit : 5akjaluk sliramu mindhahke meja iki!
(2) "erformatif berpagar : .ku jan2jane arep njaluk tulung sliramu mindhahke meja
iki.
(;) "ernyataan keharusan : liramu kudu mindhahke meja iki!
(7) "ernyataan keinginan : .ku kepengin meja iki dipindhah.
(<) Mumusan saran : %iye yen meja iki dipindhah?
(6) "ersiapan pertanyaan : Ko'e bisa mindhah meja iki?
(1) 3syarat kuat : 6en meja iki ana ing kene, kamar iki katon rupek.
(0) 3syarat halus : Kamar iki kok katone sesak ngono ya?

303 TT +angsung 6s TT Tidak +angsung
Dari sembilan bentuk ujaran tersebut diperoleh sembilan && yang berbeda-beda derajat
kelangsungannya dalam menyampaikan maksud *menyuruh memindahkan meja+ itu. 4al ini
berkaitan dengan tindak tutur langsung (&&-.) dan tindak tutur tidak langsung (&&-&.).
Derajat kelangsungan && dapat diukur berdasarkan jarak tempuh! antara titik ilokusi ( di
benak ") ke titik tujuan ilokusi (di benak '&). Derajat kelangsungan dapat pula diukur
berdasarkan kejelasan pragmatisnya: makin jelas maksud ujaran makin langsunglah ujaran itu,
dan sebaliknya. Dari kesembilan bentuk ujaran tersebut, yang paling samar-samar maksudnya
ialah bentuk ujaran (0), berupa isyarat halus. #arena kata meja! sama sekali tidak disebutkan
oleh " dalam ujaran (0), maka '& harus mencari-cari konteks yang rele5an untuk dapat
menangkap maksud ".
$elain &&-. dan &&-&., " dapat juga menggunakan tindak tutur harafiah (&&-4) atau
tindak tutur tidak harafiah (&&-&4) di dalam mengutarakan maksudnya. (ika kedua hal itu,
kelangsungan dan keharafiahan ujaran, digabungkan maka akan didapatkan empat macam
ujaran, yaitu:
(/) &&-.4 : %uka mulut!, misalnya diucapkan oleh dokter gigi kepada pasiennya.
(:) &&-.&4 : &utup mulut!, misalnya diucapkan oleh seseorang yang jengkel kepada
'&-nya yang selalu cere)et!.
(2) &&-&.4 : %agaimana kalau mulutnya dibuka>!, misalnya diucapkan oleh dokter gigi
kepada pasien yang masih kecil agar anak itu tidak takut.
(;) &&-&.&4 : Untuk menjaga rahasia, lebih baik jika kita semua sepakat menutup mulut
kita masing-masing!, misalnya diucapkan oleh " yang mengajak '&-nya untuk tidak membuka
rahasia.

Dengan demikian, secara ringkas, berdasarkan uraian dan contoh-contoh di atas dapat
dicatat ada delapan && sebagai berikut (bandingkan @ijana, /00<: 2<).
(/) &indak tutur langsung (&&-.)
(:) &indak tutur tidak langsung (&&-&.)
(2) &indak tutur harafiah (&&-4)
(;) &indak tutur tidak harafiah (&&-&4)
(7) &indak tutur langsung harafiah (&&-.4)
(<) &indak tutur tidak langsung harafiah (&&-&.4)
(6) &indak tutur langsung tidak harafiah (&&-.&4)P
(1) &indak tutur tidak langsung tidak harafiah (&&-&.&4)
8pabila seseorang menggunakan bahasa, maka ada 2 jenis tindakan atau tindak tutur
(selanjutnya disingkat &&), yaitu lokusi, ilokusi, dan perlokusi. 4al ini sejalan dengan pendapat
8ustin (/0<:) yang melihat adanya tiga jenis tindak ujar, yaitu tindak lokusi (melakukan
tindakan mengatakan sesuatu), tindak ilokusi (melakukan tidakan dalam mengatakan sesuatu),
dan tindak perlokusi (melakukan tindakan dengan mengatakan sesuatu). 'isalnya:

/. .okusi
n mengatakan kepada t )ah7a 80
(merupakan tindak mengatakan sesuatu: menghasilkan
serangkaian bunyi yang berarti sesuatu. 3ni merupakan aspek
bahasa yang merupakan pokok penekanan linguistik
tradisional).
:. 3lokusi Da#am mengatakan 8" n menegaskan /asserts- )ah7a P0
(Dilakukan dengan mengatakan sesuatu, dan mencakup
tindak-tindak seperti bertaruh, berjanji, menolak, dan
memesan. $ebagian 5erba yang digunakan untuk melabel
tindak ilokusi bisa digunakan secara performatif. Dengan
demikian mengatakan 'aya menolak bahwa ) sama halnya
menolak bahwa ).)
2. "erlokusi
Dengan mengatakan 8" n me*akinkan /%on*in%es- t )ah7a
P0
('enghasilkan efek tertentu pada pendengar. "ersuasi
merupakan tindak perlokusi: orang tidak dapat mempersuai
seseorang tentang sesuatu hanya dengan mengatakan 'aya
mempersuasi anda. Aontoh-contoh yang sesuai adalah
meyakinkan, melukai, menakut-nakuti, dan membuat terta)a)

"erbedaan kekuatan antara perlokusi dan ilokusi tidak selalu jelas. 'isalnya, suruhan (reQuest)
memiliki kekuatan esensial untuk membuat pendengar melakukan sesuatu. #esulitan dalam
definisi ini muncul dari urutan tindakan yang banyak diabaikan oleh teori tindak tutur.
#esulitan itu juga muncul dari dasar definisi maksud penutur, yang merupakan keadaan
psikologis yang tidak bisa diobser5asi (lihat 8bd. $yukur 3brahim, /002: //7).

/. && lokusi: .ustin, perbuatan bertutur, hal mengungkapkan sesuatu atau menyatakan
sesuatu (locutionary speech act).
'isalnya: Dia sakit.
#aki manusia dua.
"ohon punya daun.
@acana-)acana ilmiah yang tidak menekankan emosi termasuk && lokusi. && ini sangat
sedikit peranannya dalam pragmatik.

:. && ilokusi: .ustin, earle, perbuatan yang dilakukan dalam mengujarkan sesuatu atau
melakukan sesuatu, mis. memperingatkan, bertanya (illocutionary speech act).
'isalnya: $aya berjanji.
3bunya di rumahD (bisa bermaksud melarang datang menemui anaknya)
%apaknya galakD (bisa melarang jangan ke sana)
$aya tidak dapat datang. (minta maaf)
#ula nyu)un sekilo. (membeli)
&emboknya dicatD (jangan dekat tembok itu)
8doh lho leD (jangan ke sana)
2. && perlokusi: 8ustin, $earle, perbuatan yang dilakukan dengan mengujarkan sesuatu,
membuat orang lain percaya akan sesuatu dengan mendesak orang lain untuk berbuat sesuatu,
dll. atau mempengaruhi orang lain (perlocutionary speech act)
'isalnya: &empat itu jauh.

Tempat itu %auh
.okusi .okusi "erlokusi
&empat itu jauh. &empat itu jauh. &empat itu jauh.
mengandung pesan. metapesan *(angan pergi ke
sanaD+
metapesan (Dalam
pikiran mitratutur ada
keputusan) $aya tidak
akan pergi ke sana.!


'0 Tindak tutur #angsung&tidak #angsung dan #itera#&tidak #itera#

%erdasarkan isi kalimat atau tuturannya, kalimat dapat dibedakan menjadi 2 macam,
yaitu kalimat berita (deklaratif), kalimat tanya (interogatif), dan kalimat perintah (imperatif).

%erita &anya "erintah
8diknya sakit. Di mana handuk saya> "ergiD
3nformasi ya, tidak (apa, intonasi)
informasi (apa, siapa, di
mana, kapan, ke mana,
untuk apa, dsb.)
larangan, ajakan, dan
perintah biasa
&& langsung (direct
speech)
&& langsung (direct
speech)
&& langsung (direct
speech)

%erdasarkan mudusnya, kalimat atau tuturan dapat dibedakan menjadi tuturan langsung dan
tutran tidak langsung. 'isalnya:
R&uturan langsungS
8: Minta uang untuk membeli gula+
%: ,ni.

R&uturan tidak langsungS
8: -ulanya habis. nyah.
%: ,ni uangnya. /eli sana+

#adang-kadang secara pragmatis kalimat berita dan tanya digunakan untuk memerintah,
sehingga merupakan && tidak langsung (indirect speech). 4al ini merupakan sesuatu yang
penting dalam kajian pragmatik. 'isalnya:

/. 7umahnya jauh. (ada maksud: jangan pergi ke sana).
:. .diknya sakit. (ada maksud: jangan ribut atau tengoklahD)

%erdasarkan keliteralannya, tuturan dapat dibedakan menjadi tuturan literal dan tuturan tidal
literal.
/. &uturan literal: tuturan yang sesuai dengan maksud atau modusnya. 'isalnya, 8uka
mulutnya! (makna lugas: buka).
:. &uturan tidak literal: tuturan yang tidak sesuai dengan maksud dalam tulisan/tuturan.
'isalnya, 8uka mulutnya! (makna tidak lugas: tutup). 4al ini disebut juga *nglulu+

Dalan bahasa kadang-kadang terjadi, yang bagus dikatakan jelek (hal ini disebut banter
RbJnteS), yang jelek dikatakan bagus (disebut *ironi+).

'asing-masing tindak tutur (langsung, tidak langsung, literal, dan tidak literal) apabila
disinggungkan (diinterseksikan) dapat dibedakan menjadi 1 macam seperti sebagai berikut.
/. && langsung
:. && tidak langsung
2. && literal
;. && tidak literal
7. && langsung literal
<. && tidak langsung literal
6. && langsung tidak literal
1. && tidak langsung tidak literal

'isalnya, kalimat 7adione kurang banter.

/. && langsung 7adione kurang betul-betul kurang keras.
:. && tidak langsung keraskan radionyaD
banter.
2. && literal betul-betul kurang keras.
;. && tidak literal suara radionya keras
sekali.
7. && langsung literal betul-betul kurang keras
<. && tidak langsung literal keraskan radionyaD
6. && langsung tidak literal suara radionya keras
sekali.
1. && tidak langsung tidak
literal
matikanD








PRINSIP KER1A SAMA
/Cooperati*e #rin%iple-

$ebelum belajar tentang *prinsip kerja sama+, kita perlu belajar tentang *asumsi pragmatik+.
#alau orang berbicara kepada orang lain pasti ingin mengemukakan sesuatu.
$elanjutnya orang lain diharapkan menangkap apa (hal) yang dikemukakan. Dengan adanya :
tujuan ini, maka orang akan berbicara sejelas mungkin, tidak berbelit-belit, ringkas, tidak
berlebihan, berbicara secara )ajar (termasuk 5olume suara yang )ajar).
4anya saja dalam pragmatik terdapat penyimpangan-penyimpangan, ada maksud-
maksud tertentu, tetapi ia harus bertanggung ja)ab atas penyimpangan itu, sehingga orang lain
bisa mengetahui maksudnya. 'ereka harus bekerja sama.
'!nt!h
kikir : Q:r
berdua satu tujuan : ber-:/6-an
tekate dhe)e : &#&D@
kutujukan : kuT;0kan
)a)an : )a-one
pra)an ayu : pra one are you
kian maju : Q-an maju
lali main : la7in
dik daniel : dickUniel
kaki lima : kQ lima
thank before : thL b;
aku : aQ
kamu : u
sama-sama : C
yang : y0
sayang : sy0
anti gadis : an2dis
dan : n


Di dalam berkomunikasi, antara " dengan '& harus saling menjaga prinsip kerja sama
(cooperati#e principle) agar proses komunikasi berjalan dengan lancar. &anpa adanya prinsip
kerja sama komunikasi akan terganggu. "rinsip kerja sama ini terealisasi dalam berbagai kaidah
percakapan. $ecara lebih rinci, ,rice menjabarkan prinsip kerja sama itu menjadi empat
maksim percakapan (periksa ,unar)an, /002: //- .ubis, /002: 62- dan bandingkan pula
@ijana, /00<: ;<-72). #eempat maksim percakapan itu ialah sebagai berikut.

(/) 'aksim kuantitas:
a. %erikan informasi 8nda secukupnya atau sejumlah yang diperlukan oleh '&.
b. %icaralah seperlunya saja, jangan mengatakan sesuatu yang tidak perlu.

(:) 'aksim kualitas:
a. #atakanlah hal yang sebenarnya.
b. (angan katakan sesuatu yang 8nda tahu bah)a sesuatu itu tidak benar.
c. (angan katakan sesuatu tanpa bukti yang cukup.

(2) 'aksim rele5ansi:
a. #atakan yang rele5an.
b. %icaralah sesuai dengan permasalahan.

(;) 'aksim cara:
a. #atakan dengan jelas.
b. 4indari kekaburanan ujaran.
c. 4indari ketaksaan.
d. %icaralah secara singkat, tidak bertele-tele.
e. %erkatalah secara sistematis.

#enyataan membuktikan, di dalam percakapan sehari-hari tidak jarang kita temukan
praktik-praktik pelanggaran terhadap maksim-maksim ,rice tersebut. 8kan tetapi, bagi
pengamat pragmatik, justeru pelanggaran-pelanggaran itulah yang menarik untuk dikaji:
mengapa " melakukan pelanggaran terhadap maksim tertentu, ada maksud apa di balik
pelanggaran maksim tersebut> 'isalnya, mengapa " yang bermaksud meminjam uang atau
memerlukan bantuan kepada '& biasanya dia)ali dengan menceritakan secara panjang lebar
keadaan dirinya seraya disertai dengan janji-janji> 8pakah itu berlaku secara uni5ersal>
%ukankah tindakan tersebut melanggar maksim kuantitas>
"ada hemat saya, di antara empat maksim itu, maksim ketiga atau maksim rele5ansilah
yang paling penting sebab betapa pun informasi yang kita sampaikan itu cukup serta
disampaikan dengan cara yang jelas, sistematis, dan tidak ambigu, kalau informasi itu tidak
rele5an dengan permasalahan toh tidak akan memba)a manfaat. $ejauh mana asumsi ini benar
juga masih memerlukan pengkajian secara pragmatis.


8sumsi pragmatik ini merupakan titik acuan (point o& re&erence). Untuk memenuhi
komunikasi secara )ajar dan terjadi kerja sama yang baik, maka dalam komunikasi harus
memenuhi prinsip (maksim). Dalam pragmatik dikontrol oleh maksim (principle controlled),
sedangkan dalam gramatika/ tatabahasa diatur oleh kaidah (rule go#erned).
&erdapat beberapa asumsi pragmatik, yaitu:

40 Maksim kuantitas
%erbicara sejumlah yang dibutuhkan oleh pendengar. #alau lebih berarti ada tujuannya.
'isalnya: I)u k!ta Pr!6insi 1a7a Timur Sura)a*a. ($ecara kuantitas cukup jelas). I)u k!ta
Pr!6insi 1a7a Timur Sura 99 &uturan ini disampaikan oleh guru, lalu murid menja)ab V..
)a*a.

50 Maksim kua#itas
"rinsip yang menghendaki orang-orang berbicara berdasarkan bukti-bukti yang
memadai. 'isalnya: Buku itu di)uat dari kertas0 %ukti cukup memadai, tetapi apabila ada
tuturan :Buku itu di)uat dari nasi, bukti tidak memadai. Dalam kaitannya dengan maksim
kualitas, terdapat penyimpangan maksim, misalnya M!da# sa%a tidak )isa dan ,ntung sa%a
tidak dapat0

30 Maksim re#e6ansi
"enutur dan mitra tutur berbicara secara rele5an berdasarkan konteks pembicaraan.
'isalnya:
8 : Ini %am )erapa;
% : Ini %am 30
8kan menjadi tidak rele5an misalnya apabila % menja)ab Ini )a%u kamu atau Di sana0

<0 Maksim .ara
&uturan harus dikomunikasikan secara )ajar, tidak boleh ambigu (taksa), tidak terbalik
(harus runtut).
'isalnya:
8 : Dia pen*an*i s!#!0
% : Benar" dia sering tampi# di TVRI0
&etapi kadang-kadang dalam tuturan yang )ajar terjadi dis-ambiguasi
(penga)aambiguan), sehingga kata-kata yang ambigu itu hanya satu makna.
'isalnya:
8 : Kamu pen%ahat ke#as kakap" *a;
% : Bukan" mu%air0

8 : Ini Tanah A)ang" *a;
% : 1angan menghina" masak sa*a miskin seperti ini pun*a tanah0

#eempat prinsip tersebut di atas termasuk pada jenis *retorika tekstual+ sebab dalam pragmatik
dikenal adanya retorika tekstual dan retorika interpersonal.
Ret!rika tekstua# harus memenuhi ; prinsip (maksim) kerja sama, yaitu maksim
kuantitas, maksim kualitas, maksim rele5ansi, dan maksim cara. $edangkan ret!rika
interpers!na# harus memperhitungkan orang lain. (adi tidak hanya bersifat tekstual.
Metorika interpersonal membutuhkan prinsip kesopanan (politeness principle). 8da <
macam prinsip agar memenuhi prinsip kesopanan.

$ebelum sampai pada prinsip kesopanan, perlu mengingat kembali dari adanya kategori
sintaktik yang terdiri dari berita, tanya, dan perintah. Dalam kategori pragmatik didasarkan
pada fungsi komunikatifnya. Bang diperhatikan adalah tuturan. Dalam kaitannya dengan
kategori pragmatik ini ada tuturan komisif, tuturan impositif (direktif), tuturan asertif, tuturan
ekspresif.
/. &uturan k!misif: berjanji, mena)arkan. 'isalnya:
Sa*a akan datang0
B!#eh sa*a )a7akan;
Sa*a akan setia0
S7ear0
:. &uturan imp!sitif (direktif): menyuruh, memerintah, memohon. 'isalnya:
Apakah Anda )isa men!#!ng sa*a0
Sa*a akan datang
(ada efek yang lain untuk memerintah)
2. &uturan asertif: menyatakan sesuatu (objektif). 'isalnya:
Ba#i ter#etak di se)e#ah timur Pu#au 1a7a0
Faku#tas Sastra dan Seni Rupa ,NS memi#iki = %urusan0
;. &uturan ekspresif: menyatakan perasaan (emosi). 'isalnya:
Gedung itu indah seka#i0
Gadis itu .antik seka#i0
#adang-kadang sulit dibedakan antara tuturan asertif dengan ekspresif.

$elanjutnya agar memenuhi prinsip (maksim) kesopanan, berikut ini inti < prinsip kesopanan
menurut "eech.

40 Maksim ke)i%aksanaan>kederma7anan, tact maxim. Ditujukan pada orang lain 9other
centred maxim). (enis maksim ini untuk berjanji dan mena)arkan (impositi&, komisi&).
C memaksimalkan keuntungan orang lain, meminimalkan kerugian orang lain.
'isalnya:
Ada *ang )isa sa*a )antu;
8 : Mari sa*a )a7akan$
% : Tidak usah0

&uturan 8 dan % disebut pragmatik paradoks.

50 Maksim penerimaan (approbation maxim). Ditujukan pada diri sendiri, bukan pada orang
lain (sel& centred maxim). 'aksim penerimaan ini ditujukan untuk mena)arkan dan berjanji.
C memaksimalkan kerugian diri sendiri, meminimalkan keuntungan diri sendiri.
'isalnya:
B!#ehkah sa*a )antu;
Mari sa*a )antu0
Apakah Anda )ersedia mem)a7akan;
Ba7akan ini$ (tidak sopan)
Mari sa*a antarkan$
T!#!ng sa*a dihantarkan$

30 Maksim kemurahhatian (generosity maxim). "usatnya orang lain (other centred maxim)
'aksim ini ditujukan untuk kategori asertif dan ekspresif.
C memaksimalkan rasa hormat pada orang lain, meminimalkan rasa tidak hormat pada
orang lain.
'isalnya:
(mahmu %ane apik" ning emane .edhak pa)rik0
Pekarangane %em)ar" nanging emane akeh sukete0

<0 Maksim kerendahhatian (modesty maxim). "usatnya pada diri sendiri (sel& centred maxim).
C meminimalkan rasa hormat pada diri sendiri dan memaksimalkan rasa tidak hormat pada
diri sendiri.
'isalnya:
8 : Kau sangat pandai0
% : Ah tidak" )iasa&)iasa sa%a0

8 : M!)i#n*a )agus$
% : Ah" )egini sa%a k!k )agus0

?0 Maksim kesetu%uan atau ke.!.!kan (agreement maxim). "usatnya pada orang lain (other
centred maxim). Ditujukan untuk menyatakan pendapat dan ekspresif.
C memaksimalkan kesetujuan pada orang lain dan meminimalkan ketidaksetujuan pada
orang lain.
'isalnya:
8 : (mah ku7i apik0
% : I*a" apik )anget0

8 : (mah ku7i apik )anget0
% : @ah e#ek )anget ng!n! k!k0
(Ketidaksetujuan total : tidak sopan)

8 : @ah" a*u )anget *a dhe7eke;
% : I*a" ning rada 90 /kera-0
(Ketidaksetujuan parsial : sopan)

A0 Maksim kesimpatian (symphaty maxim). "usatnya orang lain (other centred maxim).
Ditujukan untuk menyatakan asertif dan ekspresif.
C memaksimalkan simpati pada orang lain dan meminimalkan antipati pada orang lain.
'isalnya:
8 : Sa*a #!#!s di ,MPTN" 1!n0
% : Se#amat" *a0

8 : Baru&)aru ini dia te#ah meningga#0
% : (h" sa*a turut )erduka .ita0

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->