P. 1
SAP Standar Akuntansi Pemerintah

SAP Standar Akuntansi Pemerintah

|Views: 4,141|Likes:
Published by Tachir

More info:

Published by: Tachir on Mar 05, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/13/2015

pdf

text

original

Sections

11

KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

BAB V

BAB V

STANDAR AKUNTANSI

STANDAR AKUNTANSI
PEMERINTAH

PEMERINTAH

22

KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

DEFINISI

DEFINISI

Standar Akuntansi Pemerintah :

Standar Akuntansi Pemerintah :
Adalah konsep2 akuntansi yang diterapkan

Adalah konsep2 akuntansi yang diterapkan
dalam menyusun dan menyajikan laporan

dalam menyusun dan menyajikan laporan
keuangan pemerintah.

keuangan pemerintah.

Dasar Hukum Standar Akuntansi Pemerintah :

Dasar Hukum Standar Akuntansi Pemerintah :
Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005

Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005
tentang Standar Akuntansi Pemerintah

tentang Standar Akuntansi Pemerintah

33

KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

KOMPONEN SAP

KOMPONEN SAP

SAP terdiri atas :

SAP terdiri atas :

-1 (satu) Kerangka Konseptual
1 (satu) Kerangka Konseptual
-11 (sebelas) Pernyataan Standar Akuntansi
11 (sebelas) Pernyataan Standar Akuntansi
Pemerintah (PSAP)

Pemerintah (PSAP)

44

KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

PERNYATAAN STANDAR

PERNYATAAN STANDAR
AKUNTANSI PEMERINTAH

AKUNTANSI PEMERINTAH
(PSAP)

(PSAP)

PSAP No 01
PSAP No 01

Penyajian Laporan Keuangan

Penyajian Laporan Keuangan

PSAP No 02
PSAP No 02

Laporan Realisasi Anggaran

Laporan Realisasi Anggaran

PSAP No 03
PSAP No 03

Laporan Arus Kas

Laporan Arus Kas

PSAP No 04
PSAP No 04

Catatan atas Laporan Keuangan

Catatan atas Laporan Keuangan

PSAP No 05
PSAP No 05

Akuntansi Persediaan

Akuntansi Persediaan

PSAP No 06
PSAP No 06

Akuntansi Investasi

Akuntansi Investasi

PSAP No 07
PSAP No 07

Akuntansi Aset Tetap

Akuntansi Aset Tetap

PSAP No 08
PSAP No 08

Akuntansi Konstruksi dlm Pengerjaan

Akuntansi Konstruksi dlm Pengerjaan

PSAP No 09
PSAP No 09

Akuntansi Kewajiban

Akuntansi Kewajiban

PSAP No 10
PSAP No 10

Akuntansi ttg Koreksi Kesalahan

Akuntansi ttg Koreksi Kesalahan

PSAP No 11
PSAP No 11

Laporan Keuangan Konsolidasian

Laporan Keuangan Konsolidasian

55

KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

PERNYATAAN STANDAR

PERNYATAAN STANDAR
AKUNTANSI PEMERINTAH

AKUNTANSI PEMERINTAH

PSAP NO. 01:

PSAP NO. 01:
PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN

PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN

66

KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

RUANG LINGKUP

RUANG LINGKUP

Laporan keuangan untuk tujuan umum

Laporan keuangan untuk tujuan umum
yang disusun dan disajikan dengan basis

yang disusun dan disajikan dengan basis
kas untuk pos-pos pendapatan, brlanja,

kas untuk pos-pos pendapatan, brlanja,
transfer, dan pembiayaan, serta basis

transfer, dan pembiayaan, serta basis
akrual untuk pengakuan pos-pos aset,

akrual untuk pengakuan pos-pos aset,
kewajiban, dan ekuitas dana.

kewajiban, dan ekuitas dana.

77

KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

BASIS AKUNTANSI

BASIS AKUNTANSI

Basis akuntansi yang digunakan dalam laporan
keuangan pemerintah yaitu basis kas untuk
pengakuan pendapatan, belanja, transfer, dan
pembiayaan dan basis akrual untuk pengakuan
aset, kewajiban, dan ekuitas dana.
Entitas pelaporan yang menyelenggarakan
akuntansi dan menyajikan laporan keuangan
dengan menggunakan basis akrual tetap
menyajikan Laporan Realisasi Anggaran
berdasarkan basis kas.

88

KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

Tujuan Laporan Keuangan

Tujuan Laporan Keuangan

Tujuan umum laporan keuangan

Tujuan umum laporan keuangan adalah
adalah

menyajikan informasi mengenai posisi

menyajikan informasi mengenai posisi
keuangan, realisasi anggaran, arus kas, dan

keuangan, realisasi anggaran, arus kas, dan
kinerja keuangan suatu entitas pelaporan

kinerja keuangan suatu entitas pelaporan
yang bermanfaat bagi para pengguna dalam

yang bermanfaat bagi para pengguna dalam
membuat dan mengevaluasi keputusan

membuat dan mengevaluasi keputusan
mengenai alokasi sumber daya.

mengenai alokasi sumber daya.

99

KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

TANGGUNG JAWAB
PELAPORAN KEUANGAN

Tanggung jawab penyusunan dan

Tanggung jawab penyusunan dan
penyajian laporan keuangan

penyajian laporan keuangan
berada pada pimpinan entitas

berada pada pimpinan entitas

10

10

KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

KOMPONEN-KOMPONEN

KOMPONEN-KOMPONEN
LAPORAN KEUANGAN

LAPORAN KEUANGAN

Komponen laporan keuangan pokok:
Komponen laporan keuangan pokok:
Laporan Realisasi Anggaran;
Laporan Realisasi Anggaran;
Neraca;
Neraca;
Laporan Arus Kas; dan
Laporan Arus Kas; dan
Catatan atas Laporan Keuangan.
Catatan atas Laporan Keuangan.
Komponen laporan keuangan tersebut
Komponen laporan keuangan tersebut
disajikan oleh setiap entitas pelaporan,

disajikan oleh setiap entitas pelaporan,
kecuali Laporan Arus Kas yang hanya

kecuali Laporan Arus Kas yang hanya
disajikan oleh unit yang mempunyai fungsi

disajikan oleh unit yang mempunyai fungsi
perbendaharaan.

perbendaharaan.

11

11

KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

PERNYATAAN STANDAR

PERNYATAAN STANDAR
AKUNTANSI PEMERINTAH

AKUNTANSI PEMERINTAH

PSAP NO. 02:

PSAP NO. 02:
LAPORAN REALISASI ANGGARAN

LAPORAN REALISASI ANGGARAN

12

12

KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

ISI LAPORAN REALISASI

ISI LAPORAN REALISASI
ANGGARAN

ANGGARAN

Laporan Realisasi Anggaran sekurang-kurangnya mencakup pos-

Laporan Realisasi Anggaran sekurang-kurangnya mencakup pos-
pos sebagai berikut:

pos sebagai berikut:
(a) Pendapatan

(a) Pendapatan

(e) Penerimaan Pembiayaan

(e) Penerimaan Pembiayaan

(b) Belanja

(b) Belanja

(f) Pengeluaran pembiayaan

(f) Pengeluaran pembiayaan

(c) Transfer

(c) Transfer

(g) Pembiayaan neto

(g) Pembiayaan neto

(d) Surplus atau defisit

(d) Surplus atau defisit

(h) SILPA/SIKPA

(h) SILPA/SIKPA

Pos, judul, dan sub jumlah lainnya disajikan dalam Laporan

Pos, judul, dan sub jumlah lainnya disajikan dalam Laporan
Realisasi Anggaran apabila diwajibkan oleh PSAP ini, atau

Realisasi Anggaran apabila diwajibkan oleh PSAP ini, atau
apabila penyajian tsb diperlukan untuk menyajikan Laporan

apabila penyajian tsb diperlukan untuk menyajikan Laporan
Realisasi Anggaran secara wajar.

Realisasi Anggaran secara wajar.

13

13

KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

AKUNTANSI PENDAPATAN

AKUNTANSI PENDAPATAN

Pendapatan diakui pada saat diterima pada Rekening Kas Umum

Pendapatan diakui pada saat diterima pada Rekening Kas Umum
Negara/Daerah

Negara/Daerah

Pendapatan diklasifikasikan menurut jenis pendapatan

Pendapatan diklasifikasikan menurut jenis pendapatan

Transfer masuk adalah penerimaan uang dari entitas pelaporan

Transfer masuk adalah penerimaan uang dari entitas pelaporan
lain, misalnya penerimaan dana perimbangan dari pemerintah

lain, misalnya penerimaan dana perimbangan dari pemerintah
pusat dan dana bagi hasil dari pemerintah provinsi

pusat dan dana bagi hasil dari pemerintah provinsi

Akuntansi pendapatan dilaksanakan berdasarkan azas bruto, yaitu

Akuntansi pendapatan dilaksanakan berdasarkan azas bruto, yaitu
dengan membukukan penerimaan bruto, dan tidak mencatat

dengan membukukan penerimaan bruto, dan tidak mencatat
jumlah netonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran)

jumlah netonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran)

Dalam hal badan layanan umum, pendapatan diakui dengan

Dalam hal badan layanan umum, pendapatan diakui dengan
mengacu pada peraturan perundangan yang mengatur mengenai

mengacu pada peraturan perundangan yang mengatur mengenai
badan layanan umum

badan layanan umum

14

14

KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

AKUNTANSI BELANJA

AKUNTANSI BELANJA

Belanja diakui pada saat terjadinya pengeluaran dari
Belanja diakui pada saat terjadinya pengeluaran dari
Rekening Kas Umum Negara/Daerah

Rekening Kas Umum Negara/Daerah
Khusus pengeluaran melalui bendahara pengeluaran
Khusus pengeluaran melalui bendahara pengeluaran
pengakuannya terjadi pada saat pertanggungjawaban

pengakuannya terjadi pada saat pertanggungjawaban
atas pengeluaran tersebut disahkan oleh unit yang

atas pengeluaran tersebut disahkan oleh unit yang
mempunyai fungsi perbendaharaan

mempunyai fungsi perbendaharaan
Dalam hal badan layanan umum, belanja diakui
Dalam hal badan layanan umum, belanja diakui
dengan mengacu pada peraturan perundangan yang

dengan mengacu pada peraturan perundangan yang
mengatur mengenai badan layanan umum

mengatur mengenai badan layanan umum
Belanja diklasifikasikan menurut klasifikasi ekonomi
Belanja diklasifikasikan menurut klasifikasi ekonomi
(jenis belanja), organisasi, dan fungsi

(jenis belanja), organisasi, dan fungsi

15

15

KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

AKUNTANSI SURPLUS/DEFISIT

AKUNTANSI SURPLUS/DEFISIT

Selisih lebih/kurang antara pendapatan dan

Selisih lebih/kurang antara pendapatan dan
belanja selama satu periode pelaporan dicatat

belanja selama satu periode pelaporan dicatat
dalam pos Surplus/Defisit

dalam pos Surplus/Defisit

16

16

KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

AKUNTANSI PENERIMAAN

AKUNTANSI PENERIMAAN
PEMBIAYAAN

PEMBIAYAAN

Penerimaan pembiayaan diakui pada saat
Penerimaan pembiayaan diakui pada saat
diterima pada Rekening Kas Umum

diterima pada Rekening Kas Umum
Negara/Daerah

Negara/Daerah
Akuntansi penerimaan pembiayaan dilaksanakan
Akuntansi penerimaan pembiayaan dilaksanakan
berdasarkan azas bruto, yaitu dengan

berdasarkan azas bruto, yaitu dengan
membukukan penerimaan bruto, dan tidak

membukukan penerimaan bruto, dan tidak
mencatat jumlah netonya (setelah

mencatat jumlah netonya (setelah
dikompensasikan dengan pengeluaran)

dikompensasikan dengan pengeluaran)

17

17

KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

AKUNTANSI PENGELUARAN

AKUNTANSI PENGELUARAN
PEMBIAYAAN

PEMBIAYAAN

Pengeluaran pembiayaan diakui pada saat

Pengeluaran pembiayaan diakui pada saat
dikeluarkan dari Rekening Kas Umum

dikeluarkan dari Rekening Kas Umum
Negara/Daerah

Negara/Daerah

18

18

KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

AKUNTANSI PEMBIAYAAN

AKUNTANSI PEMBIAYAAN
NETO

NETO

Selisih lebih/kurang antara penerimaan dan

Selisih lebih/kurang antara penerimaan dan
pengeluaran pembiayaan selama satu periode

pengeluaran pembiayaan selama satu periode
pelaporan dicatat dalam pos Pembiayaan Neto

pelaporan dicatat dalam pos Pembiayaan Neto

19

19

KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

PERNYATAAN STANDAR

PERNYATAAN STANDAR
AKUNTANSI PEMERINTAH

AKUNTANSI PEMERINTAH

PSAP NO. 03:

PSAP NO. 03:
LAPORAN ARUS KAS

LAPORAN ARUS KAS

20

20

KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

Tujuan Pelaporan Arus

Tujuan Pelaporan Arus
Kas

Kas

memberikan informasi mengenai

memberikan informasi mengenai
sumber,

penggunaan

dan

sumber,

penggunaan

dan
perubahan kas dan setara kas

perubahan kas dan setara kas
selama suatu periode akuntansi dan

selama suatu periode akuntansi dan
saldo kas dan setara kas pada

saldo kas dan setara kas pada
tanggal pelaporan

tanggal pelaporan

21

21

KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

ENTITAS PELAPORAN

ENTITAS PELAPORAN
ARUS KAS

ARUS KAS

Entitas Pelaporan adalah unit pemerintahan

Entitas Pelaporan adalah unit pemerintahan
yang terdiri dari satu atau lebih entitas

yang terdiri dari satu atau lebih entitas
akuntansi yang menurut ketentuan peraturan

akuntansi yang menurut ketentuan peraturan
perundang-undangan wajib menyampaikan

perundang-undangan wajib menyampaikan
laporan pertanggungjawaban berupa L/K.

laporan pertanggungjawaban berupa L/K.

Entitas pelaporan yang wajib menyusun dan

Entitas pelaporan yang wajib menyusun dan
menyajikan laporan arus kas adalah unit

menyajikan laporan arus kas adalah unit
organisasi

yang

mempunyai

fungsi

organisasi

yang

mempunyai

fungsi

perbendaharaan (

perbendaharaan (Departemen Keuangan
Departemen Keuangan
))

22

22

KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

AKTIVITAS OPERASI

AKTIVITAS OPERASI

Indikator yg menunjukkan kemampuan operasi
Indikator yg menunjukkan kemampuan operasi
pemerintah dlm menghasilkan kas yg cukup utk

pemerintah dlm menghasilkan kas yg cukup utk
membiayai aktivitas operasionalnya di masa yg akan

membiayai aktivitas operasionalnya di masa yg akan
datang tanpa mengandalkan sumber pendanaan dari

datang tanpa mengandalkan sumber pendanaan dari
luar

luar

Jika suatu entitas pelaporan mempunyai surat berharga
Jika suatu entitas pelaporan mempunyai surat berharga
yg sifatnya sama dgn persediaan, yg dibeli utk dijual,

yg sifatnya sama dgn persediaan, yg dibeli utk dijual,
maka perolehan dan penjualan surat berharga tsb

maka perolehan dan penjualan surat berharga tsb
diklasifikasikan sbg aktivitas operasi

diklasifikasikan sbg aktivitas operasi

23

23

KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

ARUS MASUK KAS

ARUS MASUK KAS
(Aktivitas Operasi)

(Aktivitas Operasi)

Terutama diperoleh dari :

Terutama diperoleh dari :
Penerimaan Perpajakan;
Penerimaan Perpajakan;
PNBP;
PNBP;
Penerimaan Hibah;
Penerimaan Hibah;
Penerimaan Bagian Laba perusahaan
Penerimaan Bagian Laba perusahaan
negara/daerah dan Investasi Lainnya; dan

negara/daerah dan Investasi Lainnya; dan
Transfer masuk
Transfer masuk

24

24

KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

ARUS KELUAR KAS

ARUS KELUAR KAS
(Aktivitas Operasi)

(Aktivitas Operasi)

Terutama digunakan untuk pengeluaran :

Terutama digunakan untuk pengeluaran :
Belanja Pegawai;
Belanja Pegawai;
Belanja Barang;
Belanja Barang;
Bunga;
Bunga;
Subsidi;
Subsidi;
Hibah;
Hibah;
Bantuan Sosial;
Bantuan Sosial;
Belanja Lain-lain/Tak Terduga;dan
Belanja Lain-lain/Tak Terduga;dan
Transfer keluar
Transfer keluar

25

25

KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

AKTIVITAS INVESTASI

AKTIVITAS INVESTASI

Mencerminkan penerimaan dan pengeluaran

Mencerminkan penerimaan dan pengeluaran
kas yang bertujuan untuk meningkatkan dan

kas yang bertujuan untuk meningkatkan dan
mendukung pelayanan pemerintah dimasa yang

mendukung pelayanan pemerintah dimasa yang
akan datang

akan datang

26

26

KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

AKTIVITAS INVESTASI

AKTIVITAS INVESTASI

Arus masuk kas dari aktivitas investasi aset non
Arus masuk kas dari aktivitas investasi aset non
keuangan terdiri dari :

keuangan terdiri dari :
(a) Penjualan Aset Tetap;

(a) Penjualan Aset Tetap;
(b) Penjualan Aset Lainnya.

(b) Penjualan Aset Lainnya.

Arus keluar kas dari aktivitas investasi aset non
Arus keluar kas dari aktivitas investasi aset non
keuangan terdiri dari :

keuangan terdiri dari :
(a) Perolehan Aset Tetap;

(a) Perolehan Aset Tetap;
(b) Perolehan Aset Lainnya.

(b) Perolehan Aset Lainnya.

27

27

KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

ARUS MASUK KAS

ARUS MASUK KAS
(Aktivitas Investasi)

(Aktivitas Investasi)

Terutama diperoleh dari :

Terutama diperoleh dari :
Penerimaan Perpajakan;
Penerimaan Perpajakan;
PNBP;
PNBP;
Penerimaan Hibah;
Penerimaan Hibah;
Penerimaan Bagian Laba perusahaan
Penerimaan Bagian Laba perusahaan
negara/daerah dan Investasi Lainnya; dan

negara/daerah dan Investasi Lainnya; dan
Transfer masuk
Transfer masuk

28

28

KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

AKTIVITAS PEMBIAYAAN

AKTIVITAS PEMBIAYAAN

Mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas
Mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas
bruto sehubungan dengan pendanaan defisit atau

bruto sehubungan dengan pendanaan defisit atau
penggunaan surplus anggaran, yang bertujuan

penggunaan surplus anggaran, yang bertujuan
memprediksi klaim pihak lain terhadap arus kas

memprediksi klaim pihak lain terhadap arus kas
pemerintah dan klaim pemerintah terhadap pihak

pemerintah dan klaim pemerintah terhadap pihak
lain di masa yang akan datang.

lain di masa yang akan datang.

29

29

KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

ARUS MASUK KAS

ARUS MASUK KAS
(Aktivitas Pembiayaan)

(Aktivitas Pembiayaan)

Arus masuk kas dari aktivitas pembiayaan antara
Arus masuk kas dari aktivitas pembiayaan antara
lain:

lain:
(a) Penerimaan Pinjaman;

(a) Penerimaan Pinjaman;
(b) Penerimaan Hasil Penjualan SUN;

(b) Penerimaan Hasil Penjualan SUN;
(c) Penerimaan dari Divestasi;

(c) Penerimaan dari Divestasi;
(d) Penerimaan Kembali Pinjaman;

(d) Penerimaan Kembali Pinjaman;
(e) Pencairan Dana Cadangan.

(e) Pencairan Dana Cadangan.

30

30

KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

ARUS KELUAR KAS

ARUS KELUAR KAS
(Aktivitas Pembiayaan)

(Aktivitas Pembiayaan)

Arus keluar kas dari aktivitas pembiayaan antara
Arus keluar kas dari aktivitas pembiayaan antara
lain:

lain:
(a) Penyertaan Modal Pemerintah;

(a) Penyertaan Modal Pemerintah;
(b) Pembayaran Pokok Pinjaman;

(b) Pembayaran Pokok Pinjaman;
(c) Pemberian Pinjaman Jangka Panjang; dan

(c) Pemberian Pinjaman Jangka Panjang; dan
(d) Pembentukan Dana Cadangan.

(d) Pembentukan Dana Cadangan.

31

31

KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

AKTIVITAS NON ANGGARAN

AKTIVITAS NON ANGGARAN

Mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas
Mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas
bruto yang tidak mempengaruhi anggaran

bruto yang tidak mempengaruhi anggaran
pendapatan, belanja dan pembiayaan pemerintah.

pendapatan, belanja dan pembiayaan pemerintah.
Arus Masuk Kas:

Arus Masuk Kas:

Penerimaan PFK (Perhitungan Fihak Ketiga)
Penerimaan PFK (Perhitungan Fihak Ketiga)
Kiriman Uang Masuk
Kiriman Uang Masuk

Arus Keluar Kas:

Arus Keluar Kas:

Pengeluaran PFK (Perhitungan Fihak Ketiga)
Pengeluaran PFK (Perhitungan Fihak Ketiga)
Kiriman Uang Keluar
Kiriman Uang Keluar

32

32

KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

TRANSAKSI BUKAN KAS

TRANSAKSI BUKAN KAS

Transaksi investasi dan pembiayaan yang tidak
Transaksi investasi dan pembiayaan yang tidak
mengakibatkan penerimaan atau pengeluaran

mengakibatkan penerimaan atau pengeluaran
kas dan setara kas tidak dilaporkan dalam

kas dan setara kas tidak dilaporkan dalam
Laporan Arus Kas.

Laporan Arus Kas.
Transaksi tersebut harus diungkapkan dalam
Transaksi tersebut harus diungkapkan dalam
CaLK

CaLK

33

33

KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

PERNYATAAN STANDAR

PERNYATAAN STANDAR
AKUNTANSI PEMERINTAH

AKUNTANSI PEMERINTAH

PSAP NO. 04:

PSAP NO. 04:
CATATAN ATAS LAPORAN

CATATAN ATAS LAPORAN
KEUANGAN

KEUANGAN

34

34

KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK)

Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK)

Agar dapat digunakan oleh pengguna dalam memahami dan membandingkannya

Agar dapat digunakan oleh pengguna dalam memahami dan membandingkannya
dengan laporan keuangan entitas lainnya, CaLK sekurang-kurangnya disajikan

dengan laporan keuangan entitas lainnya, CaLK sekurang-kurangnya disajikan
dengan susunan sbb :

dengan susunan sbb :

Informasi tentang kebijakan fiskal/keuangan, ekonomi makro,

Informasi tentang kebijakan fiskal/keuangan, ekonomi makro,
pencapaian target Undang-undang APBN/Perda APBD, berikut kendala

pencapaian target Undang-undang APBN/Perda APBD, berikut kendala
dan hambatan yang dihadapi dalam pencapaian target;

dan hambatan yang dihadapi dalam pencapaian target;

Ikhtisar pencapaian kinerja selama tahun pelaporan;

Ikhtisar pencapaian kinerja selama tahun pelaporan;

Informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan-

Informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan-
kebijakan akuntansi yang dipilih untuk diterapkan atas transaksi-

kebijakan akuntansi yang dipilih untuk diterapkan atas transaksi-
transaksi dan kejadian-kejadian penting lainnya;

transaksi dan kejadian-kejadian penting lainnya;

Pengungkapan informasi yang diharuskan oleh PSAP yang belum

Pengungkapan informasi yang diharuskan oleh PSAP yang belum
disajikan dalam lembar muka laporan keuangan;

disajikan dalam lembar muka laporan keuangan;

Pengungkapan informasi utk pos-pos aset dan kewajiban yg timbul

Pengungkapan informasi utk pos-pos aset dan kewajiban yg timbul
sehubungan dgn penerapan basis akrual atas pendapatan dan belanja dan

sehubungan dgn penerapan basis akrual atas pendapatan dan belanja dan
rekonsiliasinya dengan penerapan basis kas;

rekonsiliasinya dengan penerapan basis kas;

Informasi tambahan yang diperlukan untuk penyajian yang wajar, yang

Informasi tambahan yang diperlukan untuk penyajian yang wajar, yang
tidak disajikan dalam lembar muka laporan keuangan.

tidak disajikan dalam lembar muka laporan keuangan.

Daftar dan skedul

Daftar dan skedul

35

35

KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

HAL-HAL PENTING DALAM

HAL-HAL PENTING DALAM
CALK

CALK

1.

1.

CALK adalah unsur Laporan Keuangan Pokok

CALK adalah unsur Laporan Keuangan Pokok
dan Wajib, bukan

dan Wajib, bukan tambahan
tambahan..

2.

2.

CALK bagian tak terpisahkan dari Laporan

CALK bagian tak terpisahkan dari Laporan
Keuangan

Keuangan

3.

3.

Setiap entitas wajib menyajikan CALK

Setiap entitas wajib menyajikan CALK

4.

4.

Fungsi CALK :

Fungsi CALK :
Menjelaskan unsur2 dlm Laporan Keuangan

Menjelaskan unsur2 dlm Laporan Keuangan
yang lain dgn referensi silang

yang lain dgn referensi silang

36

36

KOMITE STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN

PERNYATAAN STANDAR

PERNYATAAN STANDAR
AKUNTANSI PEMERINTAH

AKUNTANSI PEMERINTAH

PSAP NO. 05 :

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->