P. 1
Proposal Versi Pak Yuli

Proposal Versi Pak Yuli

|Views: 2,231|Likes:
Published by shyalala

More info:

Published by: shyalala on Mar 05, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/20/2013

pdf

text

original

Menurut Wikipedia:

“Stasiun pengisian bahan bakar adalah tempat di mana
kendaraan-kendaraan dapat diisikan dengan bahan bakar. Di
Indonesia, stasiun pengisian bahan bakar dikenal dengan nama
SPBU (singkatan dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum)
dan juga pom bensin. Di Medan, SPBU disebut galon.”

A.Sumber-sumber Pencemararan Pb

6

6

7

Timbal yang mencemari udara terdapat dalam dua bentuk, yaitu

berbentuk gas dan berbentuk partikel gas. Timbal berasal dari pembakaran

aditif dari bensin untuk kendaraan bermotor yang tediri dari tetraetil Pb dan

tetrametil Pb. Partikel-partikel timah hitam (Pb) di udara berasal dari sumber-

sumber lain seperti pabrik Alkil Pb dan Pb-okside pembakaran arang dan

sebagainya. Polusi Pb terbesar adalah berasal dari pembakaran bensin,

dimana dihasilkan berbagai komponen Pb terutama PbBrCl dan PbBrCl.

(Ferdiaz, Srikandi, 1992, h 61)

1.Sumber Pencemaran Udara

Menurut Soejono et al, (1991) sumber pencemaran udara secara garis

besar dikelompokan menjadi dua yaitu :

a.Kegiatan alam (Natural Source)

Contohnya

: Kebakaran hutan, hembusan debu oleh angin

dan bencana alam gunung berapi

b.Aktivitas manusia (man made source)

Contohnya

: Industri, transportasi, dan pembangkit tenaga

listrik.

1.Proses pencemaran udara.

Secara umum terjadinya pencemaran yang disebabkan oleh aktivitas

manusia dapat dibagi menjadi tiga kategori:

a.Gesekan (Attrition)

Terjadinya di setiap aspek kehidupan mulai yang sederhana, seperti

gesekan sepatu, gesekan ban sepatu sampai ke hal yang kompleks

seperti penyebaran partikel-partikel ke udara melalui proses

7

8

sanding (pemecahan batuan), grinding (pengeboran), dan spraying

(penyemprotan)

b.Penguapan (Vaporization)

Vaporization penguapan adalah suatu perubahan bentuk dari cair ke

bentuk gas. Perubahan tersebut dapat disebabkan oleh adanya

kekuatan tertentu, seperti tekanan atau pemanasan sedangkan yang

lain adalah secara alamiah, pada temperatur normal.

c.Pembakaran (Combustion)

Combustion adalah proses pembakaran sebagai contoh pembakaran

batu bara, minyak untuk pembakaran kendaraan bermotor

pembakaran tersebut dapat berlangsung sempurna yang dapat

mengakibatkan pencemaran.

1.Mekanisme penyebaran pencemaran udara.

Masalah pencemaran udara menyangkut 3 (hal) pokok yaitu :

Sumber, pergerakan dari pollutan dan penerima, jika digambarkan

adalah sebagai berikut:

Sumber

Transport of the Pollotion is
Determined by meteorological

Kondisi

Source

Transportasi

Recepient

Sumber : Soejono et al, 1991

Gambar 2.1
Gambar Mekanisme Pencemaran Udara

Berdasarkan gambar di atas jelas bahwa penyebaraan bahan

pencemar ditentukan oleh kondisi meteorologi, yaitu berhubungan

dengan atmosfir, dimana di dalamnya dapat dipelajari antara lain

8

9

mengenai beberapa kekuatan yang menyebabkan atmosfir bergerak

sehingga dapat menyebarkan bahan pencemar, dan juga kondisi

topografi.

2.Faktor-faktor yang mempengaruhi pencemaran udara.

Udara ambien yang berhubungan dengan kesehatan masyarakat

antara lain :

a.Keadaan cuaca

Ada beberapa keadaan cuaca yang dapat mempengaruhi

pencemaran udara yaitu :

1)Suhu udara

Tinggi rendahnya suhu udara mempengaruhi konsentrasi

pencemaran udara. Perubahan suhu akan membuat suatu aliran

udara menjadi cepat turun naik sehingga akan terjadi

penurunan konsentrasi pencemar udara.

2)Tekanan udara

Zat-zat yang ada di udara akan bereaksi dengan pencemar

secara kimia di udara, dan tekanan udara akan mempercepat

atau bahkan akan memperlambat proses terjadinya reaksi

kimia tersebut, sehingga konsentrasi pencemar bisa bertambah

atau berkurang karena tekanan udara.

3)Kelembaban udara

Pengaruhnya berupa banyak sedikitnya kadar uap air di udara

mempengaruhi konsentrasi pencemar di udara. Karena bahan

9

10

pencemar akan bereaksi dengan uap air, maka dari itu akan

terjadi penurunan konsentrasi pencemar udara.

4)Keadaan awan

Cuaca udara dan banyaknya sinar matahari yang dipancarkan

ke bumi dipengaruhi oleh keadaan awan. Dengan adanya

pengaruh awan dan sinar matahari maka proses reaksi zat

pencemar dan zat yang ada di udara akan terjadi. Dengan

adanya reaksi tersebut maka konsentrasi bahan pencemar yang

ada di udara akan mengalami penurunan atau bahkan bisa

terjadi sebaliknya.

5)Angin

Merupakan udara yang bergerak, dengan adanya angin maka

akan memperluas penyebaran zat pencemar di udara, di

samping itu juga udara dapat mengencerkan zat pencemar,

karena pengaruh arah dan kecepatan angin akan terjadi

penurunan kadar pencemar udara setempat.

6)Curah hujan

Semakin tinggi curah hujan di suatu tempat akan mengurangi

konsentrasi pencemar udara, karena pertikel-partikel pencemar

akan jatuh bersama hujan ke tanah sehingga pencemaran udara

yang terjadi berkurang karena adanya pengaruh air hujan itu.

7)Sinar matahari

Sedikit banyak sinar matahari yang menyinari bumi

mempengaruhi cepat lambatnya reaksi laju pencemaran udara

10

11

dengan zat-zat lain di udara sehingga konsentrasi zat pencemar

di udara akan berbeda-beda.

a.Topografi

Faktor ini memiliki pengaruh pada pergerakan udara, dan ada tiga

macam pengaruhnya antara lain :

1)Dataran Rendah

Daerah dataran rendah, angin cenderung membawa polutan

terbang jauh ke seluruh penjuru dan dapat melewati batas

negara dan mencemari udara negara lain.

2)Dataran Tinggi

Daerah dataran tinggi sering terjadi temperatur inversi dan

udara dingin yang terperangkap akan menahan polutan tetap

berada di lapisan permukaan bumi

3)Lembah

Daerah lembah, aliran angin sangat sedikit dan tidak bertiup ke

segala penjuru. Keadaan ini cenderung menahan polutan yang

terdapat dipermukaan bumi. (Dirjen PPM dan PLP,1991)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->