P. 1
Cyanobakteria Lebih Dikenal Dengan Blue Green Algae

Cyanobakteria Lebih Dikenal Dengan Blue Green Algae

|Views: 436|Likes:
Published by rezha_lima09

More info:

Published by: rezha_lima09 on Mar 06, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/22/2010

pdf

text

original

Cyanobakteria lebih dikenal dengan blue green algae atau cyanophyta nama Cyanobacteria berasal dari wana bakteri

(yunani, kyanos = biru). Organisme fotosintetik ini bersel satu sering membentuk suatu koloni.mereka adalah komponen penting laut siklus nitrogen dan yang paling penting sebagai produsen utama di banyak wilayah di laut maupun air tawar. Cyanobacteria yaitu varietas besar yang dijadikan penilaian kondisi air seperti air bersih, habitat laut daerah es, dan sungai. Mereka mempunyai kapabilitas untuk bertahan hidup dan tumbuh bahkan dalam kondisi yang ekstrim dengan temperature yang tinggi. Cyanobacteria adalah organisme paling purba di bumi, Stromatolites dari fosil penghasil oksigen cyanobacteria telah ditemukan dari 2,8 miliar tahun yang lalu, mungkin setua 3,5 miliar tahun yang lalu. Kemampuannya melakukan fotosintesis telah dikonversi awal mengurangi oksidasi atsmosfer menjadi satu, yang secara dramatis mengubah komposisi bentuk kehidupan di bumi oleh ledakan keanekaragaman hayati dan menyebabkan hampir punahnya organisme yang tidak toleran dengan oksigen. Menurut teori endosyimbiotic, kloroplas dalam tanaman dan eukariotik gangga telah berevolusi dari cyanobacteria melalui endosymbiosis. LINGKUNGAN HIDUP CYANOBACTERIA Cyanobacteria, organism kosmopolit dapat ditemukan hampir disemua lingkungan hidup, dari samudra sampai ke air tawar bahkan batu dan tanah kosong. Mereka dapat berupa planktonik sel atau bentuk biofilm phototrophic di air tawar, laut, tanah lembab, tubuh mahluk lain seperti ujung akar pakis haji, daun azolla pinnata, di kulit kayu, di kutub atau bahkan membasahi batu – batu di padang pasir. Di antara sel – sel cyanobacteria ada yang berubah menjadi endospora, dindingnya menebal dan ukuran sel membesar. Bentuk ini disebut sebagai akinet, contohnya nostoc. Struktur sel cyanobakteria terdiri atas bagian – bagian berikut : • • • Dinding sel cyanobacteria mirip seperti bakteri gram negative, yaitu tersusun atas senyawa peptidoglikan Membrane plasma terletak di sebelah dalam dinding sel, tersusun atas fosolipid dan protein atau biasa disebut lipoprotein Sitoplasma, cairan di dalam sel, cyanophyta tidak memiliki nucleus sehingga inti selnya disebut nukleod.

Pergerakan sel dan ukuran tubuh :

Pergerakan cyanobacteria terjadi karena filament memungkinkan pergerakan sel secara gliding movement dari rangsangan berupa zat kimia (kemotaksis) atau cahaya (fototaksis) Cyanobakteria memiliki ukuran tubuh 1 - 60µm. spesies terbesar yaitu Oscillatoria princeps.

Karakteristik cyanobakteria :

Cyanobacteria termasuk spesies uniseluler dan kolonial. Koloni dapat membentuk filamen, lembaran atau bahkan berbentuk bola. Beberapa koloni berserat menunjukkan kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi berbagai tipe sel: sel vegetatif, normal, sel-sel fotosintetik yang terbentuk di bawah kondisi menguntungkan pertumbuhan akinetes, akibat dari perubahan iklim spora yang mungkin terbentuk ketika kondisi lingkungan menjadi kasar, dan berdinding tebal heterocysts, yang mengandung enzim nitrogenase, penting untuk fiksasi nitrogen. Heterocysts mungkin juga di bentuk di bawah kondisi lingkungan yang sesuai (anoxic) dimanapun nitrogen diperlukan. Heterocyst-spesies membentuk khusus untuk fiksasi nitrogen dan mampu memperbaiki gas nitrogen menjadi amonia (NH 3), nitrit (NO2) atau nitrat (NO3) yang dapat diserap oleh tumbuhan dan diubah menjadi protein dan asam nukleat [ atmosfer nitrogen tidak dapat digunakan oleh tanaman secara langsung]. padi sawah di Asia, yang memproduksi sekitar 75% dari beras dunia tidak bisa melakukannya dengan baik kalau bukan karena populasi sehat nitrogen-fixing cyanobacteria dalam pupuk sawah. Cyanobacteria Banyak yg dpt mengubah tempat juga membentuk filamen, disebut hormogonia, bahwa perjalanan jauh dari biomassa utama bertunas dan membentuk koloni baru di tempat lain. Sel dalam hormogonium seringkali lebih tipis daripada di negara vegetatif, dan selsel di kedua ujung rantai yg dpt mengubah tempat mungkin akan meruncing. Untuk melepaskan diri dari koloni induk, sebuah hormogonium sering harus mengobrak-abrik yang lebih lemah dalam filamen sel, yang disebut necridium. Setiap individu sel dari cyanobacterium biasanya mempunyai tebal, agar-agar dinding sel. Mereka berbeda dari yang lain gram negatif bakteri dalam bahwa sensing kuorum molekul autoinducer-2 [7] dan asil-homoserine lactones [8] tidak ada. They lack flagella ,. Mereka kekurangan flagela, tetapi hormogonia dan beberapa spesies dapat bergerak dengan meluncur sepanjang permukaan. Banyak dari multi-selular bentuk berserabut Oscillatoria mampu sebuah gerakan melambaikan; filamen berosilasi bolak-balik. In water columns some cyanobacteria float by forming gas vesicles, like in archaea Dalam kolom air beberapa sianobakteri mengambang dengan membentuk vesikula gas, seperti di archaea. Vesikula ini tidak organel seperti itu. They are not bounded by lipid membranes but by a protein sheath. Mereka tidak dibatasi oleh membran lipid tetapi oleh selubung protein. Beberapa organisme ini memberikan kontribusi yang signifikan ekologi global dan siklus oksigen. Cyanobacterium laut kecil Prochlorococcus ditemukan pada tahun 1986 dan menyumbang lebih dari setengah dari fotosintesis dari samudra terbuka. [9] Banyak sianobakteri bahkan menampilkan ritme sirkadian yang pernah dianggap hanya ada dalam sel-sel eukariotik (lihat bakteri ritme sirkadian).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->