P. 1
Sistem Perbankan & Keuangan Di Indonesia

Sistem Perbankan & Keuangan Di Indonesia

|Views: 1,018|Likes:
Published by sowhere

More info:

Published by: sowhere on Mar 08, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/10/2013

pdf

text

original

SISTEM PERBANKAN DAN SISTEM KEUANGAN DI INDONESIA

Bahan Ajar S2 FH UI YUNUS HUSEIN KUSUMANINGTUTI S.S. ZULKARNAIN SITOMPUL SESI – 2

1

Jakarta, 8 Februari 2010 (Koreksi 1) Disampaikan pada perkuliahan Hukum Perbankan Magister Hukum Ekonomi FHUI, Kamis, 18 Feb 2010 oleh Ibu Kumaningtuti

SISTEM KEUANGAN DAN PERBANKAN INDONESIA Perizinan Pengaturan dan ketentuan perbankan

Bank

Sistem keuangan dan sistem perbankan di Indonesia

Peran/ Fungsi Bank dalam Perekonomian

Ruang Lingkup Kebijakan Perbankan di Indonesia

Pengawasan Perbankan Pemberian sanksi terhadap pelanggaran ketentuan

2

1. Bank adalah lembaga kepercayaan yang berfungsi sebagai lembaga intermediasi, membantu kelancaran sistem pembayaran dan menjadi sarana pelaksanaan kebijakan pemerintahan yaitu kebijakan moneter 2. Dengan fungsi-fungsi yang penting tersebut, maka keberadaan bank yang sehat, baik secara individu maupun secara keseluruhan sebagai sistem merupakan prasyarat bagi suatu perekonomian yang sehat 3. Terdapat keterkaitan erat antara kesehatan sistem perbankan dengan kondisi makro ekonomi dan moneter 4. Untuk menciptakan perbankan yang sehat diperlukan pengaturan dan pengawasan bank yang efektif. Kebijakan perbankan yang dirumuskan dan dilaksanakan oleh BI pada dasarnya merupakan bagian dari upaya untuk menciptakan, menjaga dan memelihara sistem perbankan yang sehat

3

SISTEM KEUANGAN DAN SISTEM PERBANKAN
1. Sistem Keuangan Indonesia terdiri atas sistem perbankan dan sistem Lembaga Keuangan Bukan Bank 2. Lembaga keuangan yang masuk dalam sistem perbankan adalah lembaga keuangan yang berdasarkan peraturan perundangundangan dapat menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau dalam bentuk-bentuk lainnya dan dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Karena dapat menerima sismpanan dari masyarakat, maka disebut depository financial institution (Bank Umum dan BPR) 3. Lembaga keuangan bukan bank adalah lembaga keuangan selain dari bank yang dalam kegiatan usaha tidak diperkenankan menghimpun dana secara langsung dari masyarakat dalam bentuk simpanan (non depository financial institutions), perusahaan pembiayaan, perusahaan modal ventura, perusahaan asuransi, dana pensiun, perusahaan efek dan pengadaian
4

PERAN/FUNGSI BANK DALAM PEREKONOMIAN …(1)
1.Bank sebagai lembaga intermediasi (perantara) pihak-pihak yang kelebihan dana dapat menyimpan dalam bentuk rekening giro, tabungan atau deposito, sementara pihak-pihak yang kekurangan/membutuhkan dana dapat mengajukan pinjaman/kredit kepada bank dalam bentuk kredit investasi, kredit modal kerja atau kredit konsumsi 2. 3.Apabila proses intermediasi berjalan baik maka pada gilirannya perekonomian secara keseluruhan akan memperoleh manfaat atas keberadaan bank, pihak kelebihan dana mendapat bunga dan kemudahan transaksi (penarikan,transfer, dsb) 4. 5.Pihak yang membutuhkan dana memperoleh ketersediaan dana untuk melakukan investasi dan produksi. Bank akan memperoleh manfaat berupa selisih pendapatan dan biaya bunga yang disebut spread

5

PERAN/FUNGSI BANK DALAM PEREKONOMIAN … (2)
4.Perekonomian

mendapat manfaat berupa mekanisme sumber-sumber dana secara efektif dan efisien

alokasi

5.

Sebagai lembaga intermediasi, Bank berperan penting dalam memobilisasi dana-dana masyarakat untuk diputar sebagai salah satu sumber pembiayaan utama bagi dunia usaha baik untuk investasi maupun produksi, dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi

6. Fungsi intermediasi dapat berjalan dengan baik apabila kedua belah pihak baik penyimpan dana maupun peminjam dana, memiliki kepercayaan pada bank. Oleh karena itu bank disebut sebagai lembaga kepercayaan. Kebijakan perbankan yang efektif terutama harus diarahkan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap perbankan. Tanpa kepercayaan masyarakat, fungsi intermediasi tidak berjalan baik

6

PERAN/FUNGSI BANK DALAM PEREKONOMIAN … (3)
7.Bank sebagai pemberi pelayanan dalam lalu lintas sistem pembayaran, menyediakan berbagai cara pembayaran untuk memfasilitasi kegiatan ekonomi masyarakat baik secara tunai maupun non tunai seperti cek, giro, transfer, kliring, anjungan tunai mandiri dan kartu kredit 8. 9.Dengan sistem pembayaran yang efisien, aman dan lancar, perekonomian dapat berjalan lancar. Oleh karena itu, salah satu kebijakan perbankan adalah dimaksudkan untuk menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas pembayaran. Bila lalu lintas pembayaran tidak aman, tidak lancar, maka kegiatan perekonomian akan mengalami berbagai hambatan dan memerlukan biaya yang lebih tinggi. 10. 11.Bank juga sebagai media dalam mentransmisikan kebijakan moneter yang dilakukan bank sentral. Dengan fungsi intermediasi dan pelayanan system pembayaran, bank dapat menciptakan uang giral dan uang kuasi dan hampir seluruh proses perputaran uang dalam perekonomian terjadi melalui perbankan.

7

10.Disinilah mekanisme transmisi kebijakan moneter dari bank sentral ke perbankan dan kemudian ke perekonomian terjadi. 11. 12.Kebijakan moneter yang bertujuan untuk menjaga stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan ekonomi, antara lain dilakukan dengan cara mengendalikan jumlah uang yang beredar dan atau tinggi rendahnya suku bunga. 13. 14.Melalui berbagai instrument kebijakan moneter yang dimiliki, bank sentral dapat mempengaruhi jumlah uang beredar dan atau suku bunga perbankan dan pada akhirnya akan mempengaruhi jumlah investasi dan kegiatan perekonomian secara keseluruhan. 15. 16.Dengan mekanisme transmisi kebijakan moneter seperti itu, maka keberadaan dan kesehatan bank merupakan prasyarat bagi kebijakan moneter yang efektif. 17. 18.Karena peranan penting bank adalah sedemikian itu, maka setiap Negara senantiasa berupayaagar lembaga perbankan selalu berada di dalam kondisi sehat, aman dan stabil 19.

PERAN/FUNGSI BANK DALAM PEREKONOMIAN …(4)

8

RUANG LINGKUP KEBIJAKAN PERBANKAN DI INDONESIA…(1) 1. Pengaturan & Pengawasan Perbankan yang efektif sangat dibutuhkan untuk menjaga dan memelihara kepercayaan masyarakat terhadap perbankan 14. 2. Pengaturan bank yang efektif/Prudential Banking Regulation adalah pengaturan untuk menjamin kelangsungan hidup dan pengelolaan bank secara sehat sehingga mampu menjaga kepercayaan masyarakat dan menjalankan fungsinya sebagai lembaga intermediasi dan pelayanan sistem pembayaran bagi perekonomian 3. Pengaturan bank mencakup ketentuan-ketentuan tentang izin pendirian dan pembukaan bank, baru cakupan kegiatan yang boleh dan tidak boleh dilakukan, kecukupan permodalan dan persyaratan bagi para pengurus bank 14. 4. Ketentuan tentang perizinan bank sangat diperlukan karena jumlah bank akan menentukan struktur pasar dan persaingan dalam sistem perbankan di negara yang bersangkutan. 5 Pengaturan perizinan sebaiknya tidak diarahkan untuk memberikan proteksi terhadap bank-bank yang sudah ada, tetapi diarahkan agar bank dapat beroperasi secara efisien dan sehat dalam memberikan pelayanan ke masyarakat.

9

10

RUANG LINGKUP KEBIJAKAN PERBANKAN DI INDONESIA …(2) 6. Pengaturan mengenai cakupan kegiatan operasional mengarah agar bank tidak melakukan kegiatan operasional yang mengandung resiko berlebihan 14. 7. Pengaturan harus dapat meyakinkan bahwa pemilik dan pengelola bank adalah orang yang fit dan proper atau kompeten dan mempunyai integritas serta tanggung jawab yang tinggi 14. 8. Ketentuan kecukupan permodalan harus menetapkan modal yang cukup besar sehingga mampu mendukung pengembangan operasi dan kelangsungan hidup bank, menutup kemungkinan risiko yang terjadi, dan memberi insentif bagi pemilik untuk menjaga kepentingannya dalam bank 14. 10.Pengawasan bank yang efektif adalah berupa: pengawasan tidak langsung dan pengawasan langsung. Best practice mengacu pada prinsip-prinsip dasar yang disebut 25 Core Principle for Effective Banking Supervision yang dikeluarkan oleh BIS. Pada hakekatnya mencakup 7 aspek yaitu: kelembagaan, perizinan, ketentuan tentang kehati-hatian, metode pengawasan, informasi, masalah kewenangan dan pengawasan lalu lintas negara (cross border) 11. 12.Pemberian sanksi terhadap pelanggaran ketentuan, terdiri dari 2 kelompok: sanksi administratif dan sanksi pidana 13. 14.Kebijakan dalam hal bank-bank mengalami sistemik

SISTEM KEUANGAN INDONESIA
Sistem Lembaga Keuangan Bukan Bank

Sistem Moneter/Perbankan
Lembaga Penjamin Simpanan

Departemen Keuangan RI

Bank Indonesia
Perusahaa n Penjamina n Secondary Mortgage Bursa Efek Perush. Efek Reksa Dana Bank BUMN Bank BPD Bank Asing Bank Campuran

Lembaga Pembiaya an

Modal Ventu ra PMV Daerah PMV Nasion al PMV Patung an

Asuran si

Dana Pensiu n

Pasar Modal

Pegadaian

Bank Umum

Leasing Factoring Consumer Finance Credit Card Company

As. Kerugian As.Jiwa As.Sosial Reasuransi Broker Asuransi

Dana Pensiun Pemberi Kerja Dana Pensiun Lembaga Keuangan

Bank Perkreditan Rakyat

11

SISTEM KEUANGAN INDONESIA
No. Perbedaan
1. Dasar Hukum

Lembaga Pembiayaan
Keppres No. 61 Tahun 1988 Kep Menkeu No. 1251/KMK.013/’88 jo Kep Menkeu No. 1256/KMK.000/’89 jo Kep Menkeu No. 468/KMK.017/’95 jo Kep Menkeu No. 448/KMK.017/’00 jo Kep Menkeu No. 172/KMK.06/’02, Izin MenKeu

Dana Pensiun
UU No.11/92

Asuransi
UU No. 2/92

Pegadaian

Perbankan

PP No. 7/1969 UU No.7/1992 ttg Keppres No. 55/1985 Perbankan sbgmn tlh PP No. 103/’00 diubah dgn UU No. 10/1998 Perum Pegadaian UU No. 23/’99 sbgmn tlh diubah terakhir dgn UU RI No. 6/2009 ttg Bank Indonesia

2.

Otoritas MenKeu Pemberian Izin dan Pengawasan MenKeu dan Pengawasan BI Sumber Dana Sebagian besar pinjaman, modal sendiri

MenKeu

MenKeu

Izin BI

3.

Iuran Peserta Premi

Pinjaman & Modal Sebagian besar dari Sendiri Simpanan (kl. 90%) Menghimpun dana Menyalurkan dana Menerbitkan, menjualbeli dan menjamin surat berharga Penyertaan Memberikan jasa-jasa di bidang lalu lintas pembayaran / perbankan
 

4.

Usaha

Factoring (anjak piutang) Leasing (sewa guna usaha) Kartu Kredit Pembiayaan Konsumer Modal Ventura (Venture Capital)

Memberikan manfaat pensiun bagi peserta

Memberikan Meminjamkan uang perlindungan kepada nasabah bagi pemegang polis terhadap resiko

12

PERBEDAAN BANK UMUM DAN BPR
No
1.

P E R B E D A A N
D e f i n i s i

B A N K

U M U M

BANK PERKREDITAN RAKYAT
Bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran (Ps.1 angka4) Di kecamatan di luar ibukota, kabupaten, kotamadya, propinsi atau ibukota negara. Rp. 5 miliar untuk DKI Jakarta; Rp. 2 milyar untuk di ibukota propinsi di Pulau Jawa dan Bali dan di wilayah kabupaten atau kotamadya Botabek; Rp. 1 milyar untuk ibukota propinsi di luar Pulau Jawa dan Bali wilayah dan di wilayah Pulau Jawa dan Bali selain wilayah butir a) dan b) di atas; dan Rp 500 juta di wilayah lain di luar wilayah sebagaimana disebut dalam butir a), b) dan c).
 

Bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran (Ps.1 angka 3) Dimana saja dalam wilayah Indonesia Rp 3 trilliun Cat: Bank Syariah Rp. 1 Trilliun

2. 3.

Tempat Kedudukan Modal Disetor

4. 5. 6.

Pemilikan Bentuk Hukum Bentuk Penghimpunan Dana Kegiatan Valuta Asing Penyertaan Kliring

Boleh dimiliki WNA atau badan hukum asing

Harus dimiliki oleh WNI atau badan hukum Indonesia (Pasal 23)

Perseroan Terbatas (PT), Koperasi, Perusahaan Daerah, Koperasi, Perseroan Terbatas & Perusahaan Daerah (PD) & bentuk lainnya bentuk lainnya jo Pasal 58 (Pasal 21) B Syariah PT Giro, tabungan, deposito, dan sertifikat Tabungan, deposito berjangka (Pasal 13 huruf a) deposito (Ps.6 huruf a) Mencipta uang (bukan pencipta uang giral) giral Boleh (Ps. 7 huruf a) Boleh (Ps. 7 huruf b) Peserta Kliring-RTGS Tidak boleh Tidak boleh Tidak ikut Kliring-RTGS

7. 8. 9.

13

SISTEM PERBANKAN

14

nBank

: badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk lainnya. nPerbankan: segala sesuatu yang menyangkut tentang bank, mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara, dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya.

15

JENIS

BANK

n Bank Umum = melakukan kegiatan usaha konvensional; dan atau = melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah; = memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. n Bank Perkreditan Rakyat (BPR) = melakukan kegiatan usaha konvensional;atau = melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah; = tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
16

BENTUK HUKUM
• n u/ Bank Umum = Perseroan Terbatas = Koperasi = Perusahaan Daerah. n u/ Bank Perkreditan Rakyat (BPR) = Perseroan Terbatas = Koperasi = Perusahaan Daerah = Bentuk lain yang ditetapkan dengan PP
17

KEPEMILIKAN BANK UMUM
 Bank Umum hanya dapat didirikan o/ :

 Unsur kemitraan dalam kepemilikan Bank
= tetap terdapat unsur Indonesia = maksimum kepemilikan 99% pihak

= WNI dan atau BHI; = WNI dan atau BHI dengan WNA dan atau BHA  secara kemitraan kepemilikan asing

 Emisi saham melalui bursa efek
18

= maksimum 99% dari jumlah saham Bank ybs

KEPEMILIKAN

BPR

n BPR hanya dapat didirikan dan dimiliki :

= WNI = BHI yang seluruh pemiliknya WNI = Pemerintah Daerah = bersama di antara ketiganya

19

n Tidak dimungkinkan adanya unsur kepemilikan asing

=

P E R I Z I N A N

1 Perizinan Bank diberikan oleh BI 1Hal-hal yang memerlukan izin :
= pendirian Bank Umum dan BPR = pembukaan KC Bank Umum dan KC BPR = pembukaan KC, KCP dan KPw dari Bank Asing = merger, konsolidasi dan akuisisi

20

KEGIATAN USAHA BANK UMUM
 Tanpa pembatasan ketentuan BI (Ps 6) a.l : =menghimpun dana (giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan); =memberikan kredit; =menerbitkan surat pengakuan hutang; =membeli, menjual atau menjamin suratsurat berharga; =melakukan transfer; =menempatkan dana pada dan atau meminjam dana dari bank lain; =menyediakan safe deposit box.

21

•D e n g a n p e m b a ta sa n ke te n tu a n B I a ta u ke te n tu a n l i ( Ps 7 ) : an
=m e l ku ka n ke g i ta n d a l m va l ta a a a u a si g ; n =m e l ku ka n p e n ye rta a n m o d a lp a d a a p e ru sa h a a n d ib i a n g ke u a n g a n ; d =m e l ku ka n p e n ye rta a n m o d a l a se m e n ta ra u n tu k m e n g a ta sia ki a t b ke g a g a l n kre d i ; a t

=ke g i ta n m e l ku ka n ke g i ta n a a a ku sto d i n ; a =m e l ku ka n a n j k p i ta n g , u sa h a ka rtu a a u kre d i d a n ke g i ta n w a l m a n a t; t a ia =m e l ku ka n p e m b i ya a n d a n a ta u a a ke g i ta n l i b e rd a sa rka n p ri si a an n p S ya ri h . a

22

Usaha BPR meliputi :

23

=menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan; =memberikan kredit; =menyediakan pembiayaan dan penempatan dana berdasarkan prinsip Syariah; =menempatkan dana pada bank lain.

BANK BERDASARKAN PRINSIP SYARIAH
Secara kelembagaan merupakan Bank Umum atau BPR Bank berdasarkan prinsip Syariah tidak dapat melakukan kegiatan usaha secara konvensional Bank Umum konvensional dapat membuka window Syariah melalui :
=pendirian KC atau KCP yang berdasarkan prinsip Syariah =pengubahan KC atau KCP menjadi berdasarkan prinsip Syariah.

24

PEMBINAAN

DAN PENGAWASAN

Pembinaan dan pengawasan Bank dilakukan oleh BI Cakupan kewenangan BI di bidang pembinaan dan pengawasan Bank :

right to license right to regulate right to supervise right to impose sanction.
25

•Bank wajib :

=memelihara tingkat kesehatan dan melakukan kegiatan usaha dengan prinsip kehati-hatian =dalam memberikan kredit dan usaha lainnya harus menempuh cara yang tidak merugikan bank dan nasabah penyimpan =menyediakan informasi mengenai kemungkinan risiko bagi nasabah =menyampaikan segala keterangan, penjelasan dan laporan kepada BI =mengumumkan neraca dan perhitungan L/R

26

• •Bank Indonesia :

=menetapkan ketentuan yang wajib dipenuhi oleh Bank =melakukan pengawasan : »tidak langsung, melalui penelitian, analisis dan evaluasi atas laporan Bank »langsung, melalui pemeriksaan =menempuh upaya-upaya yang bersifat preventif maupun represif.

=
=

27

•Pemeriksaan Bank oleh BI :

•Aspek kerahasiaan data Bank :

=rutin (pemeriksaan umum) =sewaktu-waktu apabila diperlukan =BI dapat menugaskan akuntan publik untuk melaksanakan pemeriksaan Bank =keterangan tentang Bank yang diperoleh BI dari laporan, penjelasan, pemeriksaan tidak diumumkan dan bersifat rahasia =laporan pemeriksaan bank bersifat rahasia. =

28

 

Terhadap Bank yang mengalami kesulitan, BI melakukan tindakan agar : = pemegang saham menambah modal = pemegang saham mengganti pengurus = bank menghapusbukukan kredit macet = bank melakukan merger atau konsolidasi = bank dijual (dilakukan akuisisi oleh pihak lain) = pengelolaan bank diserahkan kepada pihak lain = bank menjual sebagian atau seluruh harta.

29

PENCABUTAN IZIN USAHA BANK
  Pencabutan izin usaha Bank dilakukan oleh BI.  Dilakukan apabila :

= tindakan penyehatan tidak dapat mengatasi kesulitan Bank; dan atau = menurut penilaian BI, keadaan suatu Bank dapat membahayakan sistem perbankan.  Pencabutan izin usaha dapat juga dilakukan sebagai sanksi bagi Bank yang tidak memenuhi kewajibannya sebagaimana ditentukan dalam UU Perbankan.

30

• •B a n k ya n g d i b u t i n u sa h a n ya w a j b : ca zi i

•Apabila RUPS tidak dapat diselenggarakan :

Ømenyelenggarakan RUPS untuk membubarkan badan hukum Bank dan membentuk Tim Likuidasi Ømelaksanakan likuidasi (oleh Tim Likuidasi). ØBI meminta penetapan pengadilan yang berisi pembubaran badan hukum Bank, penunjukan Tim Likuidasi dan perintah pelaksanaan likuidasi sesuai ketentuan yang berlaku.

=
31

 Cakupan rahasia Bank :

merahasiakan keterangan =Bank wajib mengenai nasabah penyimpan dan simpanannya =kewajiban merahasiakan berlaku juga bagi pihak terafiliasi. =Keterangan mengenai nasabah selain sebagai nasabah penyimpan, tidak wajib dirahasiakan.

32

•Pengecualian Rahasia Bank

33

Ødengan izin BI : =u/ kepentingan perpajakan =u/ penyelesaian piutang Bank oleh PUPN/BUPLN =u/ kepentingan peradilan perkara pidana Øtanpa perlu izin BI : =u/ kepentingan perkara perdata antara Bank dengan nasabah =tukar menukar informasi antar Bank =atas permintaan/persetujuan dari nasabah =u/ kepentingan ahli waris yang sah =tindak pidana pencucian uang dan terorisme

KETENTUAN PIDANA
Prinsip-prinsip pengaturan ketentuan pidana :
•ancaman pidana diperberat, baik yang berupa pidana penjara/kurungan maupun pidana denda •ancaman pidana bersifat kumulatif •ditetapkan pidana minimum dan maksimum •tindak pidana dapat merupakan kejahatan atau pelanggaran •tindak pidana di bidang perbankan bukan delik aduan.

34

Pihak-pihak yang diancam dengan pidana :  berkaitan dengan kegiatan bank tanpa izin pihak-pihak yang menghimpun dana dari masyarakat tanpa izin BI  berkaitan dengan pelanggaran ketentuan rahasia bank pihak-pihak yang tanpa izin BI memaksa Bank dan pihak terafiliasi untuk membuka rahasia Bank komisaris, direksi, pegawai bank dan pihak terafiliasi lainnya yang dengan sengaja membuka rahasia bank komisaris, direksi, pegawai bank yang dengan sengaja atau lalai tidak memberikan keterangan rahasia bank yang wajib dipenuhi.

35

•kaitan dengan kegiatan operasional bank

=komisaris, direksi, pegawai bank yang dengan sengaja membuat atau menyebabkan pencatatan palsu, menghilangkan atau tidak melakukan pencatatan, mengubah, mengaburkan atau menghapus pencatatan; =komisaris, direksi pegawai bank yang dengan sengaja meminta atau menerima imbalan =komisaris, direksi pegawai bank dan pihak terafiliasi lainnya yang dengan sengaja tidak melaksanakan langkah-langkah untuk memastikan ketaatan bank terhadap ketentuan yang berlaku =pemegang saham yang dengan sengaja meyuruh komisaris, direksi atau pegawai Bank untuk melakukan tindakan penyimpangan. =

36

•Sanksi adminstratif dapat dikenakan terhadap : =Bank =Pihak Terafiliasi •Bentuk sanksi administratif yang dapat dikenakan a.l.: =denda uang =teguran tertulis =penurunan tingkat kesehatan bank =larangan untuk turut serta dalam kegiatan kliring =pembekuan kegiatan usaha tertentu =pemberhentian pengurus bank dan penunjukan serta pengangkatan pengganti sementara =pencantuman pengurus, pegawai, pemegang saham dalam DOR.
37

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->