P. 1
PENGANTAR ILMU PENDIDIKAN

PENGANTAR ILMU PENDIDIKAN

5.0

|Views: 13,171|Likes:
Published by DONY DONKERS

More info:

Published by: DONY DONKERS on Mar 09, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/12/2013

pdf

text

original

PENGANTAR ILMU PENDIDIKAN

Dosen Muchlisin M.Ag IDENTITAS BUKU Judul Buku Penyusun Buku Penerbit Buku Tahun Terbit buku Tebal Buku : PengantarP Ilmu Pendidikan : Drs. Amir Daien Indrakusuma : “Usaha Nasional” : Juli 1973 : 218 Halaman

BAB I PENDAAHULUAN
Ilmu pengetahuan adalah suatu uraian yang sistematis dan metodis tentang suatu hal atau masalah.Setelah melihat pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa syarat ilmu pengetahuan sebagai berikut: • obyeknya Ilmu pengetahuan Adapun harus ada ilmu obyek

pengetahuan adalah obyek material dan formal. Obyek matrial adalah bahan yang menjadi sasaran suatu ilmu pengetahuan sedangkan obyek formal adalah sudut pembahasan suatu ilmu pengetahuan, misal: ilmu jiwa dan ilmu manusia yang kwdua macam ilmu pengetahuan itu mempunyai obek material sama (manusia), akan tetapi obyek formalnya berbeda. Oleh karena itu obyek material ilmu pengetahuan dapat sama sedang obyek formalnya berbeda. • penyelidikan untuk Ilmu pengetahuan harus metodis : suatu ilnmi pengrtahuan harus ilmu pengetahuan dalam mengdakan pembahasan serta menggunakan metode yang ilmiah.

• • pengetajhuan • • kesejahteraan manusia. harus

Ilmu pengetahuan harus sistematis. Harus mempunyai dinamika : ilmi tumbuh dan berkembang untuk

mepunyai kesempuranaan. Harus praktis : ilmi pengetahuan Harus diabadikan untuk harus berguna dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kedudukan ilmu pendidikan itu berada di tengah-tengah ilmu yang lain. Ilmu pendidiakan ialah suatu llmu pengetahuan yang membahas masalah yamg behubungan dengan pendidikan,syarat ilmu pendidikan adalah bersifat teoritis,praktis,dan normatif.

1.1

Syarat Ilmu Pengetahuan

Ilmu pengetahuan adalah uraian yang sistematis, metodis tentang suatu masalah. 1.2 Ilmu Pengetahuan Suatu Ilmu Karena ilmu pendidikan mempunyai obyek, metode dan sistematis. 1.3 Kedudukan Ilmu Pendidikan Kedudukannya di tengah-tengah ilmu pengetahuan yang lain. 1.4 Sifat Ilmu Pendidikan Sifat ilmu pendidikan adalah praktis, teoritis dan normatif. 1.5 Obyek Ilmu Pendidikan

2

Obyek ilmu pendidikan adalah anak didik, pendidik, materi, metode, evaluasi, alat pendidikan, lingkungan dan dasar pendidikan. 1.6 Ilmu bantu ilmu pendidikan Ilmu bantu ilmu pendidikan adalah ilmu biologi, ilmu jiwa dan ilmu-ilmu sosial.

A. Syarat – Syarat Ilmu Pengetahuan Suatu ilmu pengetahuan harus mamanuhi tiga persyaratan pokok dan beberapa persysaratan tambahan. Diantaranya:  Persyaratan pokok   Suatu ilmu harus mempunyai obyek tertentu Suatu ilmu pengetahuan harus menggunakan Suatu ilmu pengetahuan harus menggunakan

metode – metode yang sesuai  sistematika tertentu  Persyaratan tambahan  dinamika   Suatu ilmu pengetahuan harus praktis Suatu ilmu pengetahuan harus diabdikan Suatu ilmu pengetahuan harus mempunyai

untu kesejahteraan umat manusia B. Ilmu Pendidikan Sebagia Ilmu Setelah kita tahu apa yang menjadi persyaratan suatu ilmu pengetahuan pendidikan tersebut. Ilmu pendidikan mempunyai obyek , metode, dan systematika . tidak hanya itu ilmu pendidikan juga telah . tentunya kita mengetahui persyaratan – bahwa ilmu telah memenuhi persyaratan

3

memenuhi persyaratan tambahan lainnya. Misal, praktis , dinamika dan tentunya diabdikan untuk kesejahteraan umat manusia. Kedudukan Ilmu Pendidikan Guna mempermudah untuk mengetahui kedudukan ilmu pendidikan, coba kita perhatikan bagan berikut. Ilmu pengetahuan  Matematika - Ilmu Berhitung - Ilmu Aljabar - Ilmu Ukur - Ilmu Mekanik  Fisika - ilmu Alam - ilmu Kimia - Geologi  Biologi Mineralogi

- Botani - Zoologi - Antropologi - Etnologi

 Social sciences

- Ilmu Jiwa - Ilmu Logika - Ilmu Ethika - Ilmu Hukum - Ilmu Ekonomi - Ilmu Pendidikan

4

- Sosiologi  Metafisika - Ontologi - Antropologi Filsafat - Cosmologi - Theodicee Dari bagan diatas maka kita ketahui bahwa kedudukan ilmu pendidikan terletak di tengah – tengah ilmu – ilmu yang lain. C. Sifat – Sifat Ilmu Pendidikan Ilmu pendidikan ialah ilmu pengetahuan yang membicarakan masalah – masalah yang berhubungan dengan pendidikan. Sebagai mana setiap ilmu mempunyai siafatnya masing – masing begitu juga dengan ilmu pendidikan. Sifat ilmu pendidikan diantaranya : - Teoritis - Praktis - Normatif Obyek – Obyek Ilmu Pendidikan Adapun obyek dari ilmu pendidikan yaitu : Anak Didik Pendidik Materi Pendidikan Metodologi Pengajaran Evaluasi Pengajaran Alat – Alat Pendidikan Milieu Atau Lingkungan Sekitar Dasar Dan Tujuan Pendidikan

5

Ilmu – Ilmu Bantu Ilmu Pendidikan Ilmu bantu yang diperlukan dalam ilmu pendidikan antara lain :  Ilmu – Ilmu Biologi, misal; Embriologi, Ilmu jiwa, misal; Ilmu Jiwa Umum, Ilmu Ilmu – Ilmu Social, misal; Social, Ekonomi, Anatomi, Fisiologi dan lain sebagainya.  Jiwa Perkembangan, Ilmu Jiwa Social.  Hukum, dan lain sebagainya.

BAB II PENDIDIKAN
Adapun unsur-unsur pendidikan adalah: 1.Anak didik 2. Pendidik : pendidikan 3. Materi : bahan atau pengalaman belajar yang disusun : tindakan yang menjdi kelamgsungan menjadi kurikulum 4. Alat pendidikan mendidik 5. Lingkumgan pendidikan 6.Dasar dan landasan pendidikan : landasan yang menjadi fundamental dari segala kegiatn pendidikan. Pendidikan adalah suatu usaha sadar yang teratur dan tematis,yang dilakukan seseorang untuk mempengaruhi agar : keadaan yang berbengaruh terhadap hasil : pihak yang menjadi obyek utama pendidikan pihak yang menjadi subyek dari pelaksanaan

6

anak mempunyai siafat dan tabiat yang sesuai dengan tujan pendidikan .Yang menjadi eksistensi mendidik terletak pada tujuan mendidik, sedang mengajar eksistensinya terletak pada materinya.Oleh karena itu daapat disimpulkan mendidik lebih luas dari pda mengajar,dan mengajar merupakan sarana dalam mendidik. Adapun pendidikan :  Faktor anak didik:di dalam anak didik terdpt Faktor Faktor pendidik:guru mempunyai metode sangat potensi-potensi yang butuh pendidikan dari luar  penyampian yang berbeda dan beragam.  lingkumgan:limgkungan berpengaruh baik positif maupun negatif. Lama pendidikan tidak akhirnya.Menurut Lengeverd bahwa di saat ketika anak itu telah sadar atau mengenal kewibawaan(gezaag).Adapun ciri-cirinya:adanya kestabilan,sifat tanggung jawab dan sifat berdiri sendiri. Menurut sarjanawan pendidikan dari Barat lma pendidikan jika anak telah berumur 20 atau 21 tahun sedang menurut bangsa Timur,bahwa prndidikan tidak hanya di mulai sejak prenatal melainkan di mulai sejak anak diciptakan(konsepsi). Dasardan tujuan merupakan salah masalah ynng sangat fundamental dalam pelaksanaan pendidikan.Oleh karen itu dasar akan mennetukn corak dan isi dari pensdidikn akan menuju arah mana anak dibawa 2.1 Apakah Pendidikan itu? faktor-faktoryang membatasi kemampuan

7

Pendidikan adalah bantuan yang diberikan dengan sengaja kepada anak dalam pertumbuhan jasmani maupun rohaninya untuk mencapai tingkat dewasa. 2.2 Mendidik dan Mengajar Mendidik lebih luas dari pada mengajar, mengajar hanyalah merupakan alat atau sarana di dalam mendidik. Sedangkan mendidik harus mempunyai tujuan nilai-nilai yang tinggi. 2.3 Batas-batas Kemampuan Penduduk Adapun faktor-faktor yang membatasi kemampaun pendidikan adalah : 1) Faktor yang terletak pada anak didik 2) Faktor yang terletak pada si pendidik 3) Faktor yang ada pada lingkungan. 2.4 Lama Pendidikan dan Kedewasaan Menr langeveld, batas bawah dari pendidikan itu ada saat dimana anak telah mengenal kewibawaan. 2.5 Macam-macam Pendidikan 1) Membedakan menurut filsafat atau pandangan hidup 2) Membedakan menurut aspek-aspek pendidikan 3) Membedakan menurut tingkatnya 4) Membedakan menurut umumnya 5) Membedakan menurut tempat pendidikannya 6) Membedakan menurut isi pendidikan 7) Membedakan menurut sifat anak didik 8) Membedakan menurut sifat pelaksanaan

A. Apakah Pendidikan Itu ?

8

Mengenai pertanyaan apa pendidikan itu dapat kita jawab. Bahwasannya dalam buku ini dikemukakan dua pengertian secara umum, berikut pengertian tersebut: Definisi I : Pendidikan ialah suatu usaha yang sadar yang teratur dan sitematis, yang dilakukan oleh orang – orang yang diserahi tanggung jawab untuk mempengaruhi anak agar mempunyai sifat dan tabiat yang sesuai dengan cita – cita pendidikan. Definisi II : bantuan yang diberikan secara sengaja kepada anak dalam rohani. B. Mendidik Dan Mengajar Secara teoritis pengertian mendidik dan mengajar tidaklah sama. Mengajar berarti menyerahkan atau manyampaikan ilmu pengaetahuan atau keterampilandan lain sebagainya kepada orang lain, dengan menggunakan cara – cara tertentu sehingga ilmu – ilmu tersebut bisa menjadi milik orang lain. Lain halnya mendidik, bahwa mendidik tidak hanya cukup dengan hany memberikan ilmu pengetahuan ataupun keterampilan, melainkan juga harus ditanamkan pada anak didik nilai – nilai dan norma – norma susila yang tinggi dan luhur. Dari pengertian diatas dapat kita ketahui bahwa mendidik lebih luas dari pada mengajar. Mengajar hanyalah alat atau sarana dalam mendidik .dan mendidik harus mempunyai tujuan dan nilai – nilai yang tinggi. C. Batas – Batas Kemampuan Pendidikan pertumbuhan jasmani maupun

9

Adapun factor – factor yang membatasi kemampuan pendidikan ialah :  Faktor anak didik, Anak didik adalah pihak yang dibantu. Pada dasarnya dalam diri anak tersebut sudah terdapat potensi – potensi yang kemungkinan dapat dikembangkan yang mana dalam pengembangannya membutuhkan bantuan pihak lain.  Factor si pendidik, Pendidik adalah pihak yang memberi bantuan kepada anak didik . dalam hal ini pendidik memberi bantuan guna mengemabangkan potensi – potensi yang ada dalm diri anak didik.para pendidik tentunya mempunyai cara – cara tersendiri guna memberikan bantuan anak dan cara tersebut belum tentu sesuai dengan anak, inilah yang menjadi penentu pada akhirnya dalam keberhasilan pendidikan.  Factor lingkungan, Lingkungan disini dapat berupa benda – benda, orang –orang , dan lain sebagainya yang ada di sekitar anak didik. Suatu hal disekitar anak dapat memberi pengaruh langsung terhadap pembentukan dan perkembangan anak. D. Lama Pendidikan Dan Kedewasaan Yang dimaksud lama pendidikan disini adalah hal yang menyangkut kapan pendidikan itu dimulai (batas bawah) dan kapan pendidikan itu berakhir (batas atas). Menurut langeveld batas bawah dari pendidikan itu ialah saat dimana anak mulai mengakui dan menerima pengaruh atau anjuran yang datang dari orang lain. Sedangkan batas atas dari pendidikan adalah apabila anak telah mencapai tinggkat dewasa dalam arti rohaniah. Adapun ciri – cirinya yaitu : adanya sifat kestabilan (kemantapan), adanya sifat tanggung jawab, adanya sifat kemandirian.

10

E. Macam – Macam Pendidikan Ditinjau dari segi pelaksanaan pendidikan dapat dibedakan sebagai berikut: Pendidikan menurut filsafat atau pandangan hidup                        Pendidikan Nasionalis Pendidikan Kolonialis Pendidikan Komunis Pendidikan Liberalis Pendidikan Islam Dan lain sebagainya Menurut segi – segi atau aspek – aspek pendidikan. Pendidikan Akhlak atau Budi Pekerti Pendidikan Kecerdasan Pendidikan Keindahan Pendidikan Kewarga Negaraan Pendidikan Jasmani Dan sebagainya Menurut tingkatan – tingkatannya Pendidikan Pra Sekolah Pendidikan Dasar Pendidikan Menengah Pendidikan Tinggi Pebedaaan menurut umur Pendidikan Prenatal Pendidikan Bayi Pendidikan Anak Pendidikan Pemudah

11

              

Pendidikan Orang Dewasa Pembedaan menurut tempat pendidikan Pendidikan Di Rumah Pendidikan Di Sekolah Pendidikan Masyarakat Menurut isi pendidikan Pendidikan Umum Pendidikan Kejuruan Menurut segi pelaksanaan Pendidikan Formal Pendidikan Non Formal Pendidikan Informal Menurut sifat atau keadaaan anak didik Pendidikan Biasa Pendidikan Luar Biasa

12

BAB III DASAR DAN TUJUAN PENDIDIKAN
Hubungan kurikulum dengan falsafah dapat digambarkan sebagai berikut:

Pandangan hidup dan Falsafah Bangsa

Falsfat Negara

Anak Didik

Tujuan Pendidikan

Manusia yang Baik dan Berguna

13

Harus sesuai dengan

Kurikulum Pendidikan

Menurut M.J.Langeveld bahwa pandangan pendidikan yang cocok untuk pendidikan adalah mengakui manusia sebagai makhluk sosial,individual dan dwi tunggal.dapun tujuan pendidikan adalah:
 

Tujuan umum:membentuk Insan Kamil Tujuan khusus:tujuamn dalam rangka mencapai tujuan umum Tujuan tak lengkap:tujuan dari masing-masing aspek

pendidikan sendiri

Tujuan insidental:tujuan seketika karena timbul secara kebetulan Tujuan sementara:tujuan yang ingin dicapai dalam

pendidikan

Tujuan perantara(intermediasi):alat untuk mencapai tujuan yang lain

3.1 Filsafat sebagai Dasar dan Tujuan Pendidikan Karena setiap negara membentuk dasar an tujuan pendidikan di negaranya. 3.2 Hubungan Kurikulum dan Dasar dan Tujuan Pendidikan. Hubungannya sangat erat, dan dapat digambarkan sebagai berikut:

14

Pandangan hidup falsafah bangsa

Dasar-dasar Pendidikan

Sesuai dengan

Kurikulum Pendidikan Anak didik

Manusia Baik dan Berguna

Tujuan Pendidikan 3.3 Azazi manusia dalam Pendidikan Manusia mempunyai hakekat sebagai manusia dwitunggal, individu dan soial serta manusia susila. 3.4 Aspek-aspek Pendidikan Aspek pendidikan diantaranya : pendidikan akhlak, kecerdasan, sosial, kewarganegaraan, keindahan, kesenian, agama dan kesejahteraan keluarga. 3.5 Macam-macam Tujuan Pendidikan Tujuan dalam pendidikan adalah : tujuan umum, khusus, tak lengkap, insidental, sementara, perantara.

15

A. Filsafat Negara Sebagai Dan Dasar Tujuan

Pendidikan Mengingat sangat urgentna masalah pendidikan bagi bangsa dan negara, maka hampir seluruh negara di dunia ini menangani secara langsung masalah – masalah yang berhubungan dengan pendidikan. Terutama yang menyangkut masalah kebijakan atau policy. Dalam hal ini masing – masing negara mempunyai kebijakan sendiri – sendiri yang sesuai dengan keadaan. Hubungan Kurikulum Dengan Dasar Dan Tujuan Pedidikan Kurikulum pembentuk adalah merid. sebagai Kita tahu alat pembenmtukan. pendidikan Alat akan dasar

menentukan corak dan isi pendidikan . dan isi pendidikan itu tidak lain adalah kurikulum. Denagn demikian maka dasar pendidikan menentukan corak dan isi kurikulum. Disamping itu, kurikulum sebagai alat pembentuk haruslah disesuaikan dengantujuan pendidikan. Azasi Manusia Dalam Pendidikan Manusia pada hakekatnya mempunyai beberapa macam azasi, antara lain:  Bahwasanya manusia itu adalah makhluk dwi tunggal, manusia terdiri atas unsur rohaniah dan unsur jasmaniah. Unsur halus dan unsur kasar. Badan halus dan badan wadag. Unsur jiwa dan unsur raga.

16

Bahwasannya manusia mempunya dua macam sifat

azasi ; sebagai makhluk indifidual dan sebagai makhluk social.  Manusia sebagai makhluk susila ; makhluk bertuhan , makhluk bertaqwa. Aspek – Asapek Pendidikan  Pendidikan budi pekerti atau pendidikan akhlak. Pendidikan akhlak adalah dasar dan fundament bagi semua pendidikan yang lain . karena pendidikan menyangkut pendidikan moral.  Pendidikan kecerdasan. Pendidikan kecerdasan adalah merupakan tugas pokok dari sekolah disamping tugas – tugas yang lain. Tujuan pendidikan kecerdasan ini adalah mendidik anak agar mampu berfikir secara kritis, logis, kreatif, dan berfikir secara reflektif.  dan proses Pendidikan social atau kemasyarakatan. adaptasi lingkungan. Pendidikan social Pendidikan ini berhubungan dengan pergaulan anak didik bertujuan untuk mendidik anak agar dapat menyesuaikan diri dalam kehidupan bersama dan dapat ambil bagian atau berpartisipasi secara aktif didalmnya.  selain hidup Pendidikan kewarga negaraan . manusia berkelompok kecil yaitu keluarga juga

manusia terkelompok dalam kelompok besar yaitu negara. Oleh karena itu pendidikan dirasa penting untuk diberikan guna memberi wawasan pada anak didik agar kelak menajadi warga yang baik dan berguna.  Pendidikan keindahan atau estetika. Pada dasarnya pendidikan estetika bukanlah aspek yang begitu

17

penting namun sesuatu tentang keindahan itu ada dalam setiap aspek kehidupan kita. Oleh karena itu tak salah tentunya kalau hal ini juga dipelajari. Pendidikan ini bertujuan agar semua anak mempunyai rasa keharuan terhadap keindahan.  Pendidikan jasmani . pendidikan ini tidak hannya utnuk membentuk tubuh yang atletis , melainkan juga bertujuan untuk membentuk watak.  Pendidikan Agama. Agama tidak lain adalah sumber moral. Oleh karena itu tujuan pendidikan agama tidak lain adalah menuntun anak untuk menjadi anal yang bermoral, manusia yang berbudi luhur, manusia yang bertaqwa kepada tuhan, manusia yang meyakini dan mengamalkan ajaran – ajaran agama.  tujuan Pendidikan pendidikan ini kesejahteraan luas keluarga, untuk secara adalah

meningkatkan taraf kehidupan dan penghidupan keluarga, untuk terwujudnya keluarga yang sejahtera menuju kepada terwujudnya masyarakat yang sejahtera. Macam – Macam Tujuan Pendidikan Tujuan umum. Menurut kohnstamm dan gunning, tujuan umum pendidikan adalah untuk membentuk insan kamil atau manusia sempurna. Sedangkan menurut kihajar dwantara, tujuan akhir pendidikan ialah agar anak sebagai manusia (individu) dan sebagai anggota masyarakat (manusia sosial) , dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi – tingginya.

18

Tujuan khusus. Adalah tujuan – tujuan pendidikan yang telah disesuaikan dengan keadaan tertentu, dalam rangka untuk mencapai yujuan umum pendidikan. Tujuan tak lengkap. Adalah tujuan dari masing – masing aspek pendidikan. Tujuan insidental adalah tujuan yang timbul secara kebetulan. Secara mendadak, misal tujuan untuk mengadakan hiburan atau variasi dalam kehidupan sekolah. Tujuan sementara adalah tujuan – tujuan yang ingin kita capai dalam fase – fase tertentu dari pendidikan. Tujuan perantara adalah merupakan alat atau sarana untuk mencapai tujuan – tujuan lain. Misal mempelajari bahasa guna mempelajari literatur – literatur asing. Dasar Dan Tujuan Pendidikan Pendidikan Di Indonesia Dasar dan tujuan pendidikan di indonesia dari masa kemasa selalu mengalami perbaikan – perbaikan yang diharapkan agar dapat membenahi sitem pendidikan di indonesia. Berikut kami cantumkan bagan perkembangan kebijakan pemerintah tentang pendidikan :

BAGAN SEJARAH PERKEMBANGAN KEBIJAKSANAAN PENDIDIKAN DISEKOLAH

Undang – Undang Pend. y . a.d

19

Tap . MPRS no. XXVII Th 1966 Pen. Pres. No. 19 Th 1965 Tap MPRS no. 11 Th 1960 Dekrit Presiden 5 Juli 1959 UU no.12 Th 1954 UU no. 4 Th 1950 UUD 45

BAB IV PERKEMBANGAN ANAK
Anak merupakan obyek utamadari pendidikan dan di dalam anak mempunyai pembawaan yang disebut Bakat. Adapun aliran yang berpendapat bahwa pembwaan itu berperan pada perkembngan sebagai berikut: 1.Aliran nativisme”perkembangan seorang anak ditentukan oleh pembawaannya”. 2.Aliran naturalisme (JJ Rousseu)”anak itu lahir dengan sifatsifatnya sesuai dengan alamnya sendiri”

20

3.Aliran

predestinasi/predeterminasi”perkembangan

anak

ditentukan oleh nasibnya” Sedangkan a. Teori aliran tentang lingkungan berperan pada dalam

perkembangan adalah sebagai berikut: Tabularasa(John Lock)”anak dilahirkan keadaan bersih,tidak ada pembwaan apa-apa seperti sehelai kertas yang masih kosong”. b. Emanual Kant”manusi tidak lain adalah hasil dari pendidikan ,oleh karena itu berarti bahwa pendidikn sanggup membuat manusia yang bagaimana saja”. Menurut konvergensimya saja. Aspek mencapai perkembangan kedewasaan anak sejak ia dibentuk hingga motorik, diantaranya:perkembangan Wilhelm yang terkenal anak ityu dengan tidak teori hamya ”perkembangan

totyentuakn oleh pembawaannya sajdan juga tidak lingkungan

ingatan, pengamatan dan inovasi, perkembangan berpikir dan kepribadian serta kedewasaan. Dalam suatu pendidikan terdapat siatu limgkungan yang biasa kita sebut Tri pusat pendidikan,yaitu:  Lingkungan kluarga:merupakan limgkumgan pendidikan pertama karena dalam anak pertama-tama yang

mendapatkan didikan dan bimbingan.  Limgkumgn sekolah :merupakan bagian darli pendidikn serta merupkan jembatan bagi anak yang dalan keluarga dan merupakan lanjutan pendidikan dalam keluarga menghubungkan kehiupan keluarga dan masyarakat.  Lingkungan masyaraakt:apabila anak tidak di bawah pengawasan orang tua dan anggota keluarga yamg serta tidak di bawah pengawasan guru dan petugs sekolah yang

21

lain.Lingkungn ini tidak berperan dalam mendidik hanya memberi pengaruh. Selain lingkungan di atas dapat dibedakan sebagai berikut: 1. Lingkungan alam :limgkungan ini bersifat klimatologis,geografis dan keadaan tanah 2. Lingkungan sosisal:lingkungan ini dibagi dua yaitu sosial keluarga dan masyarakat

4.1 Peran Pembawaan dalam Perkembangan Terdapat aliran-aliran yang berpendapat : a. Nativisme adalah perkembangan ini ditentukan oleh pembawaannya b. Naturalisme (J.J. Rousseaw) adalah anak lahir m,embawa sifat-sifat sendiri. c. Presditinasi/Predertiminasi adalah nasib 4.2 Peran Lingkungan Terhadap Lingkungan a. Teori Tabularasa (John Lock) : anak dilahirkan dalam keadaan masih bersih, tidak ada pembawaan apa-apa. b. Emmanual Kant : Manusia tidak lain adalah hasil dari pendidikan dengan demikian, bahwa pendidikan sanggup membuat manusia yang bagaimana saja 4.3 Teori Konvergensi : Perkembangan anak tidak hanya ditentukan oleh pembawaan saja dan tidak oleh lingkungan saja akan tetapi oleh dua-duanya. 4.4 Beberapa aspek Perkembangan

22

Aspek perkembangan yaitu : perkembangan motorik, pengamatan, berfikir, kepribadian dan kedewasaan.

A. Peran Pembawaaan Dalam Perkembangan Pembawaan atau bakat adalah merupakan potensi – potensi , atau kemungkinan – kemungkinan yang memberikan kemungkinan kepada seseorang untuk berkembang menjadi sesuatu. Berkembang tidaknya potensi yang ada pada anak masih sangat tergantung pada faktor – faktor pendidikan yang lain . Peranan Lingkungan Dalam Pearkembangan Lingkungan dapat memberikan pengaruh terhadap perkembangan anak baik secara lanmg sung maupun tak langsung. Baik secara disengaja maupun tidak disengaja . Teori Konvergensi Dalam Perkembangan Menurut teori konvergensi bahwa perkembangan anak itu tidak hanya ditentukn oleh perkembangan saja, dan juga tidak hanya ditentukan oleh lingkungan saja. Melainkan perkembangan anak ditentukan dari hasil kerja sama antara kedua faktor tersebut. Peranan Aktivitas Pribadi Dalam Perkembangan Pada hakekatnya manusia adalah makhluk yang aktif . makhluk yang didalam dirinya terdapat kecenderungan , terdapat naluri untuk membentuk dirinya sendiri, pada

23

manusia

terdapat

kemampuan

dan

kemauan

untuk

menggerakan dan mengarahkan kemana perkambangan itu ditujukan, inilah yang dimaksud peranan aktivitas pribadi.

Bebebrapa Aspek Dalam Perkembangan  Perkembangan motoprik adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan gerakan – gerakan  Perkembanagn pengamatan, ingatan dan fantasi  Penghamatan, mula , – perkembangan bersifat pengamatan global, sama yang halnya pada perkembangan motorik pada permulaan. Yaitu mula umum, selanjutnya menuju kehal – hal yang khusus.  Ingatan berkembang sesuai umur semakin bertambah usia anak maka makin bertambah juga kemampuan daya ingatnya  Fantasi,mulai berkembang pada usia kurang lebih berfikir, kemampuan berfikir ini juga tiga tahun dan selanjutnya terus berkembang.  Perkembangan berkembang sesuai dengan pertambahan usia. Mulai kanak – kanak hinga pada akhir nya tercapaikepribadian yang bulat  Perkembangan menyangkut sifat ego kepribadian, kehidupan tersebut aku perkembangan pribadi (ego) namun selalu dalam seiring

hubungannya dengan kehidupan sekitar. Pada mulanya sangattinggi, bertambahnya usia sifat tersebut semakin berkurang akibat bertambahnya pengalaman – pengalaman hidup dalam masyarakat.

24

 Perkembangan kedewasaan, perkembangan ini tidak dapat dilepas dari perkembangan kepribadian. Terbentuknya kepribadian kedewasaan. yang bulat, berarti pula tercapainya

BAB V LEMBAGA DAN PUSAT – PUSAT PENDIDIKAN
5.1 Orang Tua sebagai Lembaga Pendidikan karena orang tua merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utama bagi anak 5.2 Yayasan sebagai lembaga pendidikan karena orang tua tidak bisa mendidik anak secara penuh, sehingga mereka menitipkan anaknya ke lembaga sekolah 5.3 Lembaga keagamaan sebagai lembaga pendidikan karena lembaga ini mempunyai bidang pendidikan yang mana orang tua kurang mampu untuk melaksanakannya. 5.4 Negara sebagai lembaga pendidikan merupakan suatau lembaga persekutuan hidup yang tinggi. 5.5 Tri pusat pendidikan diantaranya : lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. 5.6 Perkumpulan pemuda.

25

5.7 Catatan tambahan tentang lingkungan 1) 2) Lingkungan alam : Klemotologis, geografis, Lingkungan sosial : keluarga dan masyarakat keadaan tanah

A. Orang Sebagai Lembaga Pendidikan

Tua

Orang tua merupakan orang yang pertama dan terutama yang wajib bertanggung jawab atas pendidikan anak. Hal ini dikarenakan orang tua adalah orang yang menjadikan sebab seorang anak itu ada di dunia ini. Dan hal itu dikarenakan juga anak dilahirkan didunia ini tanpa mempunyai daya sama sekali oleh karena itu kepada siapa lagi anak bergantung diri kalau tidak pada orang tua. Yayasan – Yayasan Sebagai Lembaga Pendidikan Orang tua sebagi tempat menggantungkan bagi anak itu adalah tempat bergantung diri yang wajar. Tapi pada tidak semua anak memperoleh tempat kenyataannya

menggantungkan diri yang wajar ini. Denagn demikian mereka terpaksa memperoleh tempat penggantungan diri pada orang lain. Kebanyakan dari mereka ditampung di yayasan – yayasan yang mana disana mereka mendapatkan pendidikan. Lembaga Keagamaan Sebagai Lembaga Pendidikan Kiranya tidak dapat disangsikan lagi, bahwa lembaga keagamaan mempunyai tugas dalam penyelenggaraan

26

pendidikan

agama

bagi

umatnya.lembaga

keagamaan

mempunyai tanggung jawab atas pendidikan agama bagi anak – anak termasuk juga orang dewasa. Negara sebagai lembaga pendidikan Guna mendapat warga negara - warga negara yang memiliki pengetahuan dan keterampilan, warga negara warga negara yang memiliki kesadaranakan tugas dan kewajiban, warga negara - warga negara yang memiliki kepandaian dan kecakapan, serta berjiwa pengabdian , mutlak perlu adanya pendidikan bagi calon – calon warga negara.pendidikan yang mempersiapkan anak agar dapat menjadi warga negara seperti yang dicita – citakan oleh negara. Disini negara berperan dalam penentuan kebijakan – kebijakan masalah – masalah pendidikan. Tri Pusat Pendidikan Tripusat pendidikan adalah pendidikan yang berlangsung pada tiga lingkungan.yaitu: lingkungan keluarga , lingkungan sekolah, dan lingkungan masyuarakat. Perpaduan antar ketiganya menentukan keberhasilan dalam suatu pendidikan. Perkumpulan Pemuda Perkumpulan pemuda juga termasuk lembaga pendidikan karena dalam perkumpulan ini pihak yang ikut didalamnya akan mendapatkan segudang pengalaman yang itu semua sangat berguna bagi pengetahuan – pengtahuan masing – masing individu.

27

BAB VI BEBERAPA MASALAH DALAM PELAKSANAAN
Adapun masalah-masalah dalam pelaksanaan pendidikan yaitu: a. b. c. Kewibawaan:pengakuan secara sukarel;a terhdap pengaruh yang datang dari orang lain. Tanggung jawab:yang dimksud tanggung jawab di Alat dan faktor.Keadaan yang ikut serta menntukan sini adalah bertanggung jawab atas pendidikan anak berhasilnya pendidikan disebut faktor pendidikan, sedangkan Alat pendidikan adalah langkah-langkah yang diambil demi kelancaran proses pelaksanaan pendidikan.Alat pendidkan ada dua:

28

1. Alat preventif:alat yang bersifat pencegahan 2. Alat represif/kuratif/korektif: bertujuan untuk menyadarkan kepada yang benar d. e. Hukuman dan ganjaran Motivasi belajar:kekuatan-kekuatan yang

memberikan dorongan kepada kegiatan belajar murid

6.1 Kewibawaan dalam pendidikan merupakan sayarat mutlak dalam pelaksanaan pendidikan. 6.2 Tanggung jawab pendidikan yang dimaksud tanggung jawab di sini adalah tanggung jawab atas pelaksanaan pendidikan pada anak. 6.3 Alat dan alat semua keadaan yang ikut serta menentukan pada hasilnya pendidikan dinamakan faktor pendidikan sedang langkah-langkah yang diambil demi kelancaran proses pelaksanaan pendidikan. 6.4 Hukuman dan ganjaran, hukuman merupakan suatu hal yang tidak menyenangkan anak, sedang ganjaran kebalikan dari hukuman. 6.5 Motivasi belajar kekuatan-kekuatan yang dapat memberi dorongan kepada kegiatan belajar murid A. Kewibawaan Dalam Pendidikan Yang dimaksud dengan kewibawaan dalam pendidikan disini ialah pengakuan dan penerimaan secara sukarela

29

terhadap anjuran dan pengaruh yang datang dari orang lain. Jadi penerimaan dan pengakuan anjuran dari oramg lain itu diterima dengan sukarela atas dasar sadar keikhlasan, atas kepercayaan yang penuh, bukan didasarkan rasa terpaksa, rasa takut akan sesuatu, dan sebagainya. Tanggung Jawab Pendidikan Disini kita membicarakan siapakah yang bertanggung jawab pada hasil pendidikan. Yang bertanggung jwab pada hasil pendidikan adalah :  Pada pendidikan anak maka tanggung jawab sepenuhnya adalah di tangan pendidik  Pada pendidikan orang dewasa maka tanggung jawab sepenuhnya  Pada dipegang tinggi oleh si terdidik menjadi sendiri. obyek Yang adalah bertanggung jawab sepenuhnya atas pendidikan dirinya. perguruan yang mahasiswa – mahasiswa, yang merupakan orang – orang yang telah dewasa atau dianggap dewasa. Alat Dan Factor Pendidikan Faktor pendidikan adalah hal – hal yang ikut serta menentukan pada keberhasilan pendidikan. Sedangkan alat – alat pendidikan adalah langkah – langkah yang diambil dmi kelancaran proses pelaksanaan pendidikan. Faktor – faktor pendidikan berupa sebagai kondisi – kondis atau situasi – situasi. Sedangkan alat – alat pendidikan berupa bentuk – bentuknya. Termasuk faktor pendidikan anatara lain : keadaan gedung sekolah, keadaan perlengkapan sekolah,keadaaan alat – alat

30

sekolah, keadaaan alat – alat pelajaran, dan fasilitas – fasilitas yang lain. Mengenai alat pendidikan dapat digolongkan menjadi dua ;  Alat pendidikan preventif, alat pendidikan yang berupa pencegahan:      Tata tertib Anjuran dan perintah Larangan Paksaan disiplin

 Alat pendidikan represif, disebut juga alat pendidikan kuratif atau korektif:      Pemberitahuan Teguran Peringatan Hukuman ganjaran

Hukuman Dan Ganjaran Hukuman adalah tindakan yang dijatuhkna kepada anak secara sadar dan sengaja sehingga menimbulkan nestapa.dan dengan adanya nestapa itu anak dalam menjadi hatinya sadar untuk akan tidak perbuatannya mengulanginya. Dalam hukuman terdapat dua macam prinsip mengadakan hukuman:  Hukuman diadakan karena pelanggaran  Hukuman diadakan dengan tujuan ag ar tidak terjadi pelanggaran dan berjanji

31

Adapun dalam hukuman ini ada beberapateori:  Teori hukuman alam  Teori ganti rugi  Teori menakut – nakuti  Teori balas dendam  Teori memperbaiki Motivasi Belajar Motivasi belajar dapat dibedakan menjadi dua macam :  Motivasi intrinsik, ialah motivasi yang ada pada diri anak sendiri :    Adanya kebutuhan Adanya pengetahuan tentang kemajuannya sendiri Adanya aspirasi atau cita - cita anak didik :    Ganjaran Hukuman Persaingan atau kompetisi

 Motivasi ekstrinsik, ialah motivasi yang datang dari luar

32

BAB VII PERSYARATAN PENDIDIK
7.1 7.2 Persyaratan jasmani dan rohani untuk menjadi guru harus sehat jasmanai dan rohani Persyaratan pengetahuan pendidikan untuk menjadi guru profesional maka harus mempunyai wawasan dan IP yang luas. 7.3 Persyaratan kepribadian seorang guru harus mempunyai kecerdasan, kecakapan, pengetahuan dan sikap, minat, tabi’at, keteladanan dan sebagainya. 7.4 Persyaratan-persyaratan khusus, biasanya disesuaikan dengan pandangan dan falsafah hidup bagus sendiri-sendiri. 7.5 Persyaratan menurut Ronggowarsito : 1) Bangsaneng awiryo (berkebangsaan tinggi) 2) Bangsaneng sajano (orang yang baik) 3) Bangsaneng aguno (pandai) 4) Hawicerito (kaya cerita) 5) Nawung krido (mempunyai pandangan yang tinggi)

33

6) Asih ing murid (cinta kepada anak didik) Sambegana (mempunyai daya ingat A. Persyaratan Jasmaniah Kesehatan Guru adalah petugas lapangan dalam pendidikan. Oleh karena itu syarat pertama yang harus dipenuhi oleh seorang guru antara lain  Guru tidak boleh mempunyai cacat tubuh yang nyata.  Guru harus sehat jasmani (tidak sakit apapun)  Guru harus sehat jiwa Persyaratan Pengetahuanm Pendidikan Untuk menjadi seorang guru perlu adanya pendidikan khusus. Adapun pengetahuan – pengetahuan yang penting bagi seorang guru antara lain:  Pengetahuan tentang pendidikan  Pengetahuan psikologi  Pengetahuan tentang kurikulum  Pengetahuan tentang metode mengajar  Pengetahuan tentang dasar dan tujuan pendidikan  Pengaetahuan tentang moral, nilai – nilaidan norma – norma Persyaratan Kepribadian Kepribadian pada dasarnya adalah keseluruhan dari ciri – ciri dan tingkah laku dari seseorang. Dalam pembicaraan disini pengertian kepribadian lebih ditekankankepada kelakuan, tabiat, sikap dan minat. Dan

34

Kelakuan dan tabiat adalah sesuatu yang berhubungan dengan moral. Dalam kaitannya persyaratan seorang guru. Guru haruslah mempunyai kepribadian yang luhur. Sebab guru adalah sosok yang dijadikan panutan oleh anak didik.

Persyaatan – Persyaratan Khusus Persyaratan ini antara lain :  Seorang guru harus berjiwa pancasila  Menurut uu no. 4 tahun 1950, babx pasal 15 bunyinya : “ syarat utama untuk menjadi guru, selain ijazah dan syarat – syarat mengenai kesehatan jasmani dan rohani, ialah sifat – sifat yang perlu untuk dapat memberikan pendidikan dan pengajaran seperti yang dimaksud dalam pasal 3, dan pasal 4, dan pasal 5 dari undang – undang ini.”    Pasal 3 tentang tujuan pendidikan dan pengajaran Pasal 4 tentang dasar – dasar pendidikan dan pengajaran Pasal 5 tentang bahasa

Persyaratan Menurut Ronggo Warsito Menurut rangga warsita oranmg yang pantas menjadi guru adalah  orang yang dari keturunan terhormat  orang yang taat beribadah  orang yang bermoral tinggi  dan lain sebagainya

35

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->