P. 1
Laporan Perawatan Dan Perbaikan Komputer

Laporan Perawatan Dan Perbaikan Komputer

5.0

|Views: 9,431|Likes:
Published by ceria029

More info:

Published by: ceria029 on Mar 10, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/11/2014

pdf

text

original

No.

Komponen

Pendeteksian Masalah

1

Power supply

Analisa Pengukuran

2

Motherboard

3

Speaker

4

RAM

AnalisaSuara

5

VGA Card+ Monitor

6

Keyboard

Analisa Tampilan

7

Card I/O

8

Disk Drive

9

Removable disk (disket, flashdisk, dll)

Langkah awal untuk mendeteksi suatu kerusakan komputer adalah dengan
memastikan bahwa koneksi kabel poweratau kabel datasudah terpasang dengan
benar, dan stavolt/UPS dalam keadaan normal.

1.Analisa Pengukuran

Pada tahapan ini, pendeteksian masalah adalah dengan cara mengukur
tegangan listrik pada beberapa komponen komputer seperti Power supply,
Motherboard, dan Speaker. Gunakan alat bantu seperti multitester untuk
mengukur tegangan yang diterima atau diberikan komponen tersebut.misalnya
Mengukur tegangan listrik yang diterima oleh Power supply, lalu mengukur
tegangan yang diberikan oleh Power supplyke komponen lainnya. Jadi apabila
secara tiba-tiba PC yang sedang digunakan “hang”, jangan panik dahulu bisa jadi
bahwa supply listrik yang diberikan oleh Power supplymenuju komponen lainnya
kurang sempurna atau bahkan mungkin terhenti.

24

2.Analisa Suara

Sebenarnya pada saat dinyalakan, komputer akan memberitahukan kepada
pengguna komputer keadan dirinya dengan memberikan suatu kode-kode tertentu
berupa suara (beep). Pada saat proses booting, sebuah PC sebelum memasuki OS
(Operating System) terdapat sebuah program yang berjalan yaitu BIOS (Basic
Input / Output System
).

3.Analisa Tampilan

Pada tahapan ini pendeteksian masalah cenderung lebih mudah karena
letak permasalahan dapat diketahui berdasarkan pesan error yang ditampilkan di
layar Monitor. Kemungkinan letak permasalahan ada pada Keyboard, Card I/O,
Disk Drive, Disket atau Flashdisk dll. Contoh : Pada saat komputer dinyalakan
tampil pesan KeyboardError, maka dapat dipastikan letak permasalahan hanya
pada Keyboard. Jadi apabila ditemukan pesan ini pada saat menyalakan sebuah
PC, periksalah kabel Keyboard. Pastikan bahwa kabel tersebut terpasang dengan
sempurna dan dipasang ditempat yang benar. Sedangkan untuk masalah yang
tidak disertai kode bungi beep dari BIOS atau pesan error pada monitormaka
kemungkinan besar letak permasalahannya terdapat pada motherboardatau Power
supply
.

1.Troubleshooting pada HardwareKomputer
Setelah mengetahui gejala yang terjadi pada komputer baik berupa
tampilan dilayar monitor maupun berupa suara (beep), barulah kita dapat
memperbaiki komputer tersebut sesuai dengan gejala yang ditimbulkan.Berikut
dilampirkan tabeltroubleshooting yang dapat digunakan untuk memperbaiki
komputer khususnya bagianhardware.
1.Motherboard

Kerusakan pada komponen ini biasanya sangat jarang terjadi jika
membeli Motherboardyangbaru. Namun, seiring waktu yang berjalan
tentunya komponen ini juga akan mengalami kerusakan yang bisa diakibatkan

25

oleh kesalahan dan pengguna atau dan komponen hardwareitu sendiri.
Beberapa kerusakan Motherboardyang sering dijumpai seperti berikut:
1)Pesan Error CMOS

Jikamunculpesan seperti ini “CMOS error…” pada saat
menghidupkan komputer.permasalahan ini biasanya diakibatkan baterai
CMOS atau BIOS pada komputer sudah rusak atau settingan BIOS
berubah.

Gambar 3. 6Tampilan CMOS Error
Permasalahan seperti ini bisa ditangani dengan cara berikut:
a)Buka casing komputer (CPU).
b)Cari letak baterai CMOS dan keluarkan baterai tersebut.Ganti
denganbaterai CMOS yang baru.
c)Hidupkan komputer dan masukke BIOS. Untuk masuk ke BIOS ada
beberapa cara yang berbeda tergantung dan jenis Motherboardyang
dipakai. Biasanya cukup dengan menekan tombol Delete, Fl, atau F2
pada Keyboardsaat komputer dinyalakan.
d)Settinglah BIOS dengan mengatur tanggal dan waktu pada BIOS,
kemudian tekan F10untuk menyimpan. Bisa juga dengan memilih
menu Save Change and Exitpada halaman utama BIOS.

26

2)Tombol Power Sudah Ditekan, Komputer Tetap Tidak Mau Hidup
Hal ini terjadi saat menghidupkankomputer. Biasanya
Permasalahan initerjadipada bagian kelistrikan seperti power supply dan
komponen-komponen yang terhubung dengan power supply, seperti
motherboard. Jika power supply dalam keadaan baik (dalam pemeriksaan),
maka permasalahan tersebut terjadi pada motherboard dan prosesor. Untuk
permasalahan ini diperlukan seorang yang ahli (teknisi).

2.Hard Disk

Perlu diketahui, kerusakan pada harddisk tidak harus melalui benturan
keras atau kontak langsung dengan komponenyang membuat kerusakan fisik
pada harddisk. Berikut beberapa penyebab kerusakan sering terjadi pada hard
disk sebagai berikut:
1)Sistem Tidak Mengenali Hard diskBaru
Permasalahan ini terdapat pada pemasangan dan konfigurasi hard
disk
. Terdapat beberapa langkah yang harus dipastikan saat memasang
hard disksebagai berikut:
a)Pastikan hard disksudah mendapatkancatu daya daripower supply.
b)Pastikan setting masterdan slaveharddisktepat seperti yang
diinginkan. Atau jika ingin memanfaatkan konfigurasi padacable
select
, pastikan menggunakan konfigurasi tersebut pada keduahard
disk
lama danhard diskyang baru.
c)Jika menginginkan konfigurasi cable select, perhatikan pemasangan
kabel IDE pada hard disk. Beberapa kabel terbaru sudah memberikan t
khusus, untuk membantu menentukan konektor mana yang akan
dianggap sebagai master, dan konektor mana yang akan dianggap
sebagai slave. Jika tidak tersedia, cara paling mudah adalah dengan
aturan dasar gambar dibawahini. Konektor yang terletak diujung
diperuntukkan sebagai master, sedangkan konektor di tengah
dianggap sebagai slave.

27

Gambar 3. 22Setting Hard disk
d)Jika itu semua belum dapat menyelesaikan masalah, alternatif
jawabannya ada pada setting BIOS. Pada pilihan utama Integrated
Peripheral
, biasanya terdapat pilihan untuk IDE Controller. Terdapat
pula pilihan untuk setting controllerHard diskSATA. Jika terdapat
masalah serupa, saat ingin menambahkan Hard diskbaru ber-interface
SATA. Khusus untuk Hard diskSATA dan Windows, perlu
menginstalasi driver yang biasanya disertakan oleh produsen
motherboardatau update-nya, tergantung chipset Motherboardyang
digunakan.
2)Hard diskTerdeteksi, Tetapi Tidak Dapat Dioperasikan
Untuk masalah seperti ini biasanya hard diskbelum dikenali oleh
DOS. Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu melakukan proses
format pada hard disk.Pada Sistem Operasi saat ini seperti Windows
2000/XP/Vista/Windows 7 ataupun beberapa distro Linux terbaru
sekarang inisudah dilengkapi dengan fasilitasformat harddisk. Mereka
menyediakan pilihan pada saat proses instalasinya. Tinggal mengikuti
langkah dan pilihan yang diberikan.Hanya dengan klik kanan pada drive
yang ingin di-format, selanjutnya pilih Format.
Catatan:

Berhati-hatilah saat menggunakan fasilitas yang tersedia pada Disk
Management
. Jangan sampai salah memilih Hard disk. Karena data yang
ada di dalam Hard diskdapat hilang. Demikian juga saat menggunakan
FDISKataupun fungsi serupa yang tersedia pada proses instalasi operating
system.

28

3)Hard diskBad sector

Penyebab utamayang menyebabkan hard diskmengalami bad
sector
ialahsering di-format, adanya virus, atau usia darihard diskitu
sendiri. Untuk mengatasi permasalahan ini ialah dengan melakukan system
low level format
. Untuk mengetahui apakah komputer mengalami bad
sector
atau tidak lakukan pemeriksaan berikut.
a)Klik menu Start Run
b)Ketik chkdsk /f /v /r /x c:
c)Biasanya komputer akan minta restart. Kemudian akan muncul
halaman informasi, tekan Ykemudian Enteruntuk me-restart
komputer.
d)Setelah itu, akan muncül proses scan pada hard disk.
e)Kemudian dapat dilihat apakah hard disktersebutmengalami bad
sector
atau tidak (biasanya, jika prosesnya lama atau berhenti di tengah
proses, berarti komputer mengalami bad sector).
Jika sudah mengetahui bahwa Hard diskkomputer terdapat bad
sector
, bisa dijalankan low level formatdengan persiapan berikut.
a)Persiapkan CDwindows.
b)Backup semua data yang ada di hard diskyang akan di-low level
format agar data tidak hilang. Hal ini dapat dilakukan secara manual.
c)Masukkan CD windows, kemudian restart komputer.
d)Pilih drive mana yang akan diformat.
e)Jika proses sudah selesai, restart komputer.
f)Jika drive yang di format terdapat sistem operasi, maka setelah proses
format harus dilakukan install sistem operasi tersebut.

3.VGA (Visual Graphic Adapter) & Display
VGA Card juga dapat mengalami kerusakan yang menyebabkan
tampilan pada monitor kurang maksimal karena disebabkan oleh kondisi yang
tidak memungkinkan seperti pemakaiannya yang terlalu lama sehingga VGA

29

menjadi panas dan rusak, Kerusakan pada jalur kabel VGA ke monitor.
Berikut permasalahan yang sering terjadi pada VGA dan display:
1)Error VGA Card

Setelah instalasi driver berjalan sempurna, ada peringatan box
error:“cli.exe Application Error. The application failed to initialize
properly (0xc0000135). Click 0k to terminate the application”
Permasalahan VGA Carddengan tampilan pesan seperti ini
menunjukkan bahwa hardware tersebut membutuhkan aplikasi tambahan
sebagai pendukung dalam proses kerjanya aplikasi yang dimaksud adalah
Microsoft.NET Framework SDKAplikasi tersebut dapat didownload di
www.microsoft.com.
2)Tampilan MonitorBuram, Gelap, dan Gambar Kurang Bagus
Untuk MonitorCRT, kebanyakan pada masalah tingkat contrast
dan brightness. Contrast akan mengatur kekuatan cahaya Monitor, tetapi
jika berlebihan akan melelahkan mata. Brightness akan memperterang,
tetapi jika terlalu tinggi akan kehilangan black level. Pada beberapa kasus
juga akan mengganggu tampilan tokus Monitor. Berikut langkah awal
untuk memperbaiki monitor.
a)Periksa panel Monitor
Ada tips yang mudah untuk mengecek kelayakan Monitormodel CRT
(tabung), yaitu dengan memilih mode Degauss. Menu inibisa diakses
lewat tombol menu pada panel menu Monitor. Jika tampilan tiba-tiba
berubah menjadi kurang bagus atau tampilan layar mengecil, itu tnya
Monitortersebut tidak layak untuk dipakai.
b)Memeriksa bagian dalam Monitor
Pemeriksaan ini harus dilakukan dengan hati-hati, karena terdapat
beberapa komponen didalam monitor dapat menyimpan arus listrik.
Periksa trimpot fly-back (bentuknya seperti putaran pengatur volume
audio) untuk 15” ke bawah terdapat 2 buah trimpot, sedangkan untuk
17” ke atas terdapat 3bush trimpot.Atur putaran trimpot dengan nama
focus diadjust guna mendapatkan gambar yang jelas.

30

3)MonitorBlank, Tidak Menampilkan Gambar
Monitortidak menampilkan gambar sama sekali atau blank
biasanya terjadi akibat kerusakan pada VGA Cardatau komponen dan
Monitoritu sendiri. Berikut langkah-langkah praktis untuk memeriksa dan
memperbaiki Monitorblank.
a)Periksa kabel penghubung Monitoryang menuju ke VGA Card,
periksa dengan baik apakah kabel telah terpasang dengan benar.
b)Periksa VGA Cardyang terpasangpada Motherboard.
c)Jika Monitormasih tidak dapat menampilkan gambar, coba pasang
monitordi CPU lain.
d)Jika monitornyala di CPU lain, berartipermasalahna terdapat pada
VGA Card.
4)Gambar MonitorPecah, Terdapat Garis Bergerak
Biasanya hal ini disebabkan karena kurang sempurnanya driver
yang di install atau VGA Cardyang panas. Berikut cara mengatasi
permasalahan tersebut:
a)Periksa driver VGA Cardapakahsudah terinstal pada komputer.
b)Pada halaman desktop Windows, klik kanan pada mouse, kemudian
klik Properties.
c)Setelah halaman display properties muncul, klik tab Settinguntuk
menampilkan halaman setting VGA.
d)Jika driver VGA telah terinstal, seri VGA akan muncul pada kolom
display.
e)Lakukan instal driver VGA Card, jika driver VGA belum terinstal.
f)Jika dengan melakukan instal driver tampilan Monitormasih pecah
dan bergaris, periksa VGA Card.
g)Shutdown komputer agar sistem tidak terjadi kerusakan.
h)Lepaskan VGA Card, kemudian bersihkan dan kotoran menempel,
Lepaskan kipas VGA Card, kemudian bersihkan dengan kuas.
i)Perhatikan pasta yang menempel pada chip VGA, Jika pasta sudah
mengering, bersihkan pasta tersebut, kemudian beri pasta yang baru.

31

4.Drive Optik

Beberapa permasalahan pada drive optiksebagai berikut:
1)Software Burner Tidak Berfungsi pada Drive Optik Baru
Hal ini disebabkan software burner tidak sesuai dengan drive optik
tersebut. Berikut langkah-langkahuntuk mengatasi masalah tersebut.
a)Install aplikasi burner yang didapat daripembelian drive optik baru,
misalnya Nero Suite.
b)Pastikan versi software aplikasi tersebut sudah compatibledengan
drive optik dan keluaran terbaru.
2)Kecepatan Write Optical Drive Tidak Secepat Semestinya
Berikut langkah-langkah pemeriksaan optical drive:
a)Pada Windows XP, klik Start klik kanan pada My Komputer
pilih Properties.
b)Kemudian akan muncul halaman system properties. KIik tab
Hardware kemudian klik tombol Device Manager.
c)Klik 2 kali pada IDE ATA/ATAPI controller.
d)Klik 2 kali pada masing-masing IDE controller di mana Hard disk
maupun drive optik terpasang.
e)Pada tab Advanced Setting perhatikan pada bagian Current Transfer
Mode
apakah sudah terdapat tulisan Ultra DMA Mode atau belum.
Jika belum, pilih tulisan Ultra DMA Mode.
3)Drive Optik Tidak Bisa Membaca
Masalah ini biasanya diti dengan tidak terbacanya keping CD
meskipun drive optik sudah dikenali oleh sistem maupun BIOS. Bisa saja
keping CD terbaca, tetapi tersendat-sendat. Berikut caramenangani
masalah tidak terbacanya keping CD.
a)Siapkan CD cleaner yang sebelumnya telah ditetesi cairan pembersih.
b)Klik Play pada drive optik, agar berputar dan membersihkan optik
dengan sendirinya.
c)Keluarkan CD cleaner dan masukkan keping CD berisi data.

32

d)Periksa kembali apakah CD biasa atau CD yang berisi data bisa
terbaca. Jika CD belum bisa terbaca, ada kemungkinan bagian dalam
drive optikal kotor karena debu.
e)Matikan komputer, lepaskan kabel power dan kabel IDE CD drive.
f)Buka case drive optik atau tutup bodidrive dengan menggunakan
obeng, cari optiknya, Bersihkan optik tersebut.
g)Khusus pada bagian optic yang berwarna biru, bersihkan dengan lap
lembut yang telah disemprot cairan pembersih kaca. Usapkan
perlahan-lahan, jangan sampai menggoresnya.
h)Jika dengan cara di atas drive optik masih tidak bisa membaca,
lakukan kalibrasi trimpot optiknya
i)Trimpot optiknya dapat putar ke kanan untuk mempercepat dan ke kiri
untuk memperlambat.
j)Hasil kalibrasi yang tepat adalah lampu indikator menyala (tidak
berkedip), putaran CD tepat, pembacaan data normal dan tidak
tersendat-sendat.

5.RAM (Random Access Memory)

Beberapa masalah yang sering terjadi pada RAM memori komputer

diuraikan sebagai berikut.
1)RAM Tordeteksi Lebih Sedikit dari Nilai yang Sesunggubnya
Beberapa hal yang menyebabkan RAM terdeteksi di Windows
Iebih sedikit darikapasitas sesungguhnya.
a)Kerusakan fisik

Pertama yang harus perhatikan adalah memeriksa kondisi fisik RAM.
Bersihkan RAM dan socket apabila terlihat kotor.
b)VGA Cardon board
RAM akan terdeteksi lebih sedikit bila menggunakan VGA Cardon
board
. Misalnya RAM 64Mb dan VGA Card2Mb, RAM yang dapat
digunakan hanya sebesar 62Mb (64 Mb-2 Mb). Jadi, sebaiknya jangan
memakai VGA Cardon board.

33

c)Kesalahan pada CMOS setting
Pada beberapa komputer terdapat feature Memory Hole at 16Mbatau
Hold to 15MbRAM. Jika fiturtersebut di-enable maka RAM yang
lebih besar dari15 Mb atau 16 Mb, Windows tetap akan mendeteksi
sebesar 15 Mb atau 16 Mb. Untuk mengatasi hal ini, silakan di-disable
feature tersebut dengan cara berikut.
1)Hidupkan komputer dan masuklah ke BIOS.
2)Untuk masuk ke BIOS, cukup dengan menekan tombol Delete, Fl,
atau F2pada Keyboardsaat komputer dinyalakan.
3)Setelah tampilan BIOS muncul, tab dengan memilih Advanced.
4)Pada bagian bawah tab Anvanced, pilih Advanced Chipset Setup.
5)Atur Memory Holedengan Disabled.
6)PiIih tab Exit Exit Saving Changesatau tekan F10, kemudian
klik Y (yes)atau Enter
2)Setelah Menambah RAM, Mengapa RAM yang Terdeteksi Masih Sama
Hal seperti ini harus melakukan seting pada BIOSdengan cara

berikut:
a)Pada saat pertama kali menghidupkan komputer sampai muncul logo
BIOS, tekan Delete(untuk beberapa komputer mungkin
[Ctrl+Alt+Del] atau kombinasi key yang lain).
b)Setelah selesai, pilih Save Setting and Exit.

6.Audio

Berikut beberapa permasalahan audio, mulai dan sound Card,
sistemnya, dan masalah pada microphone.
1)Sistem Mempunyai Masalah pada Sound
Permasalahan seperti ini dapat dilakukan pemeriksaan terhadap sisi
software semisal driver. Berikut langkah-langkah pemeriksaan:
a)MelaluiDevice Manager
1)Klik Start klik kanan My Komputer, lalu pilih Properties.

34

2)Pada System Properties, klik tab Hardware dan klik Device
Manager
.
3)Pada halaman Device Manager, klik 2 kali pada Sound, video
and game controllers
dan lihat apakah nama driver sound sudah
ada.

4)Jika terdapat t tanya, itu tnya driver sound mengalami kerusakan
dan harus menginstal driver sound lagi secara benar.
5)Jika terlihat nama driver sound, klik 2 kali nama driver sound
tersebut hingga terlihat seperti gambar dibawah ini.
6)Terlihat halaman Realtek AC’97, karena sound Cardyang
digunakan adalah Realtek dan pastikan pada Device Usagedalam
pilihan Use this device (enable).

Gambar 3. 23Tampilan Driver Sound Card
b)Lewat Sound and Audio Device Properties
Jika cara di atas sudah benar dan suara tetap tidak keluar,
kemungkinan terdapatsound Cardlebih darisatu (memiliki sound
Cardon board
dan sound Cardeksternal). Bisasaja salah satu sound
Card
tersebut mengalami kerusakan dan belum mengganti pengaturan
device yang digunakan.Priksalah Sound and Audio Device Properties
yang bisa dilakukan melalui langkah berikut.

35

1)Klik Startdan pilih Control Panel.
2)Pada halaman controlpanel, kilk Sounds, Speech and Audio
Devices
.
3)Selanjutnya muncul halaman Sounds and Audio Devices
Properties. Klik tab Audiodan lihat di bagian Sound playback.
Coba pilih device soundyang dalam keadaan baik. Jika sudah
selesai, klik OK.
4)Jika suara tidakdapat berfungsi juga, kemungkinan penyebabnya
adalah kerusakan pada hardware sound Cardyang digunakan.
Gantilah sound Carddengan yang baru.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->