P. 1
Civil Society Di Indonesia

Civil Society Di Indonesia

|Views: 11,924|Likes:
Published by Habibur Rahman
masyarakat madani
masyarakat madani

More info:

Published by: Habibur Rahman on Mar 10, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $4.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

09/29/2014

$4.99

USD

pdf

text

original

CIVIL SOCIETY DI INDONESIA

MAKALAH
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
"Sejarah Peradaban Islam"
Yang Dibina Oleh Bapak Drs. !r "asan# M.$g.
Oleh %
U&U' $(I($"
IM. )*+*)),+-
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI PAMEKASAN
JURUSAN TARBIYAH
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
2009
)
.
KATA PENGANTAR
Puji s/ukur penulis panjatkan ke hadirat $llah S0T /ang telah memberikan
rahmat dan hida/ah/a sehingga penulisan makalah /ang berjudul " 1i2il S!3iet/ Di
Ind!nesia" dapat terselesaikan tepat 4aktu. U3apan terima kasih tak lupa kami
sampaikan kepada d!sen mata kuliah Sejarah Kebuda/aan Islam /ang telah
membimbing kami dalam penulisan makalah ini.
Makalah ini merupakan tugas indi2idu dalam mata kuliah Sejarah Peradaban
Islam. $dapun tujuan diberikann/a tugas makalah ini /aitu untuk menambah
4a4asan tentang 1i2il S!3iet/ Di Ind!nesia dan /ang berhubungan dengann/a.
0alaupun dalam pen/usunan dan penulisan makalah ini kami menemukan beberapa
kesulitan# namun akhirn/a pen/usunan dan penulisan makalah ini dapat terselesaikan.
Penulis men/adari bah4a dalam pen/usunan makalah ini masih terdapat
kekurangan# sehingga kritik dan saran /ang k!nstrukti5 sangat kami harapkan
khususn/a dari d!sen mata kuliah Sejarah Peradaban Islam untuk dijadikan ped!man
pada penulisan berikutn/a. "arapan kami sem!ga penulisan makalah ini bisa
berman5aat bagi pemba3a khususn/a bagi penulis. $min 666666..
Pamekasan# )7 8uni .++9
Penulis
,
DAFTAR ISI
"alaman
1!2er ...................................................................................................................i
Kata Pengantar ....................................................................................................ii
Da5tar Isi .............................................................................................................iii
B$B I % P:D$"U'U$
A. 'atar Belakang ........................................................................................)
B. &umusan Masalah ...................................................................................)
C. Tujuan ......................................................................................................
D. Man5aat ....................................................................................................
B$B II % P:MB$"$S$
A. Pengertian 1i2il S!3iet/ dan Pun3ak Perjuangan Me4ujudkan
Mas/arakat Madani Ind!nesia ................................................................,
B. Upa/a Membangun Mas/srakat Madani Di Ind!nesia ...........................7
C. S!s!k Mas/arakat Madani Di Ind!nesia ................................................-
B$B III % P:UTUP
A. Kesimpulan .............................................................................................))
B. Saran .......................................................................................................))
D$;T$& PUST$K$ ..........................................................................................).
7
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belaa!" Ma#ala$
1i2il S!3iet/ atau mas/arakat madani merupakan bentuk mas/arakat /ang
sudah beradab serta maju# baik dalam pemikiran maupun perilaku dalam
men/ikapi# memaknai# maupun menjalankan kehidupann/a. "al berbeda dengan
mas/arakat belum maju /ang hidupn/a 3enderung tergantung<belum mandiri#
tidak mempun/ai inisiati5 bagi perkembangan hidupn/a# serta membesar=
besarkan perbedaan sehingga pada akhirn/a han/a menjadi pemi3u k!n5lik /ang
berkaibat pada perpe3ahan bangsa.
Terbentukn/a mas/arakat madani tidaklah semudah membentuk suatu
kel!mp!k mas/arakat. $palagi di Ind!nesia trekenal dengan keanekaragaman
mas/arakat baik itu ras# agama# maupun pemikiran=pemikiran /ang berbeda satu
sama lain. Oleh karena itu dibutuhkan pemerintahan negara /ang dem!kratis dan
taat pada peraturan perundangan atau hikum /ang berlaku. Selain itu kebijakan
p!litik /ang ditetapkan haruslah ber!rientasi pada pemberda/aan mas/arakat
se3ara umum dan merata.
Dari sudut pandang tersebut penulis men3!ba membahas sesuatu /ang
berkenaan dengan 1i2il S!3iet/ /ang ada di Ind!nesia agar dapat memahami dan
memaknai segala sesuatu /ang berhubungan dengan hal tersebut.
B. R%&%#a! Ma#ala$
a. $pakah /ang dimaksud dengan 1i2il S!3iet/ dan kapan Ind!nesia men3apai
pun3ak perjuangan me4ujudkan mas/arakat madani >
b. $pa sajakah hal=hal /ang perlu diperhatikan dalam upa/a membangun
mas/arakat madani di Ind!nesia >
c. Bagaimana s!s!k mas/arakat madani<3i2il s!3iet/ di Ind!nesia >
?
C. T%'%a!
a. Untuk mengetahui dan memahami pengertian 1i2il S!3iet/ dan pun3ak
perjuangan me4ujudkan mas/arakat madani di Ind!nesia.
b. Untuk mengetahui upa/a=upa/a untuk membagun mas/arakat madani di
Ind!nesia.
c. Untuk mengetahui s!s!k mas/arakat madani di Ind!nesia.
D. Ma!(aat
a. Menambah pengetahuan tentang 1i2il S!3iet/ di Ind!nesia.
b. Mengembangkan p!la pikir /ang berhubungan dengan mas/arakat madani
sehingga dapat berparitsipasi dalam upa/a=upa/a untuk membangun
mas/arakat madani.
c. Menambah pengetahuan tentang s!s!k mas/arakat madani di Ind!nesia.
@
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pe!"ert)a! C)*)l S+,)et- .a! P%!,a Per'%a!"a! Me/%'%.a! Ma#-araat
Ma.a!) D) I!.+!e#)a0
Di Ind!nesia 3i2il s!3iet/ sering diterjemahkan dengan mas/arakat
madaniA mas/arakat 4arga atau ke4argaanA kemudian ada juga /ang
menerjemahkann/a tersembun/i sesuai dengan kehendak /ang menggunakan
istilah tersebut.
Istilah mas/arakat madani pertama kali dikemukakan !leh kel!mp!k
ur3h!lis Majid B dan beberapa t!k!h I1M1 C /ang berarti mas/arakat /ang
beradab# berakhlaD mutlak dan berbudi pekerti luhur. Madani dimaknai !leh
adan/a k!ta mainah /ang diungkap dengan istilah madani/ah# tamaddun# dan
hadharah /ang berarti peradaban. Menurut piagam madinah ada )+ prinsip
pembangunan mas/arakat madani BUkidi# )99*C /aitu %
1) Kebebasan agama.
2) Persaudaran seagama dan keharusan untuk menanamkan sikap s!lidaritas
/ang tinggi terhadap sesame.
3) Persatuan p!litik dalam dalam meraih 3ita=3ita bersama.
4) Saling membantu dan semua !rang pun/a kedudukan /ang sama sebagai
angg!ta mas/arakat.
5) Persamaan hak dan ke4ajiban 4arga negara terhadap negara.
6) Persamaan di depan hukum bagi setiap 4arga negara.
7) Penegakan hukum.
8) Memberlakukan hukum adat /ang tetap berped!man pada keadilan dan
kebenaran.
9) Perdamaian.
10) Pengakuan hak atas setiap !rang<indi2idu.
-
Dengan demikian maka makna mas/arakat madani B3i2il s!3iet/C pada
kel!mp!k ini lebih menekankan pada suatu k!ndisi mas/arakat /ang sangat
beradab dan bukan merupakan alat perjuangan untuk mengembangkan dem!krasi
atau kedaulatan rak/at. Dengan kata lain# nuansa dari pemaknaan 3i2il s!3it/
disini B/ang diterjemahkan dengan mas/arakat madaniC lebih mengutamakan
k!mplemen bagi negara.
)C
Perjuangan me4ujudkan mas/arakat madani di Ind!nesia telah men3apai
pun3akn/a pada akhir abad ke=.+. Situasi pada saat itu did!m!nasi !leh p!litik
dimana k!nsentrasi kekuasaan ada di tangan pemerintah bahkan k!nsentrasi
tersebut bukan han/a di sekt!r p!litik saja# tetapi juga di sekt!r ek!n!mi#
sehingga meningkatkan keke3e4aan mas/arakat di daerah karena kebijakan
pemerintah pusat dirasakan sangat tidak resp!nsi5# sehingga aspirasi mas/arakat
tidak mampu berkembang sebagaimana mestin/a. Selain itu# dalam menentukan
kebijakan semua tergantung pada pemerintah pusat. Sehingga pemerintah
kehilangan inisiati5 untuk mengatasi permasalahan intern. Untuk mengatasi hal
tersebut adalah dengan menerapkan ek!n!mi daerah /ang memberikan kuasa
penuh bagi daerah untuk menjalankan pemerintahan atas inisiati5 sendiri serta
tentun/a dengan melibatkan peran seta mas/arakat.
.C


B. U1a-a Me&2a!"%! Ma#-araat Ma.a!) D) I!.+!e#)a0
Tingkat kemajuan mas/arakat madani ditandai dengan inisiati5 indi2idu
/ang men!nj!l# pemikiran=pemikiran baru mengenai seni# ek!n!mi# maupun
tekhn!l!gi. Selain itu# pelaksanaan pemerintahan /ang menaati undang=undang
serta hukum /ang /ang berlaku dengan baik. Mas/arakat dapat mengembangkan
p!tensi/ang dimiliki tanpa 3ampur tangan maupun penga4asan /ang ketat dari
pihak pemerintah.
1 C Kutut Su4!nd!# 1i2il S!3iet/ Di $ras '!kal BSalatiga % PT Pustaka Per3ik# .++?C. hlmA),.
2B Septiana Dama/anti dan Siti urjanah# Ke4arganegaraaan BKlaten % Ei2a Pakarind!# .++@C.hlmA 7+
*
$dapun pilar penegak 3i2il s!3iet/ adalah institusi=institusi /ang menjadi
bagian dari 3!ntr!l s!sial /ang ber5ungsi mengkritisi kebijakan=kebijakan
penguasa /ang dekriminati5 serta mampu memperjuangkan aspirasi mas/arakat
/ang /ang tertindas. Dalam penegakan 3i2il s!3iet/ pilar=pilar tersebut menjadi
pras/arat mutlak bagi ter4ujudn/a kekuatan 3i2il s!3iet/. Pilar=pilar tersebut
antara lain adalah 'embaga S4ada/a Mas/arakat B'SMC# Pers# Subpremasi
hukum perguruan tinggi dan partai p!litik.
,C

$da beberapa hal /ang perlu diperhatikan dalam upa/a membangun
mas/arakat madani di Ind!nesia# diantaran/a sebagai berikut %
a. Kebhinekaan mas/arakat# dimana kel!mp!k=kel!mp!k mas/arakat ada /ang
saling hidup berdampingan# t!l!ng men!l!ng# saling menghargai# dan dapat
hidup dengan damai.
b. Terselenggaran/a kehidupan /ang dem!kratis baik dalam kehidupan
bermas/arakat dan berbangsa# dimana hak=hak 4arga negara diakui dan
dilindungi# baik !leh aparat maupun !leh mas/arakat sendiri.
c. Bah4a untuk memelihara tata dalam mas/arakat maka hukum sebagai pranata
pengatur kehidupan mas/arakat guna men/elenggarakan kepastian hukum dan
keadilan perlu dijunjung tinggi baik !leh angg!ta mas/arakat maupun !leh
pemerintah.
d. Untuk me4ujudkan suasana tenteram dalam kehidupan bermas/arakat# maka
hak=hak 4arga negara perlu diakui dan dilindungi baik !leh pemerintah
maupun 4arga mas/arakat.
e. Untuk me4ujudkan mas/arakat /ang beretika dan berm!ral tinggi# maka
perlu adan/a n!rma=n!rma dan nilai=nilai s!sial /ang dijunjung tinggi baik
!leh 4arga negara maupun aparat pemerintah sehingga tindakan=tindakan
ter3ela tidak dilakukan. amun apabila terjadi juga# maka hukum
diberlakukan kepada pelakun/a# siapapun dia.
3 C 0aDiatul Masrur!h# Buku $jar 1i2i3 :du3ati!n BPamekasan% Stain Pamekasan Press# .++@C.hlmA@)
9
Untuk mengetahui apakah suatu mas/arakat merupakan ma/arakat madani
atau tidak# maka harus memenuhi karakteristik mas/arakat madani itu sendiri.
$dapun karakteristik mas/arakat madani# /aitu %
1) &uang Publik Yang Bebas
Maksudn/a adalah 4ila/ah dimana mas/arakat sebagai 4arga negara
memiliki akses penuh terhadap setiap kegiatan publik. 0arga negara harus
mempun/ai kebebasan untuk men/ampaikan aspirasin/a /ang berkaitan
dengan pen/elenggaraan pemerintahan.
2) Dem!kratisasi
Untuk menumbuhkan dem!kritisasi dibutuhkan kesiapan angg!ata
mas/arakat berupa kesadaran pribadi# kesetaraan# dan kemandirian.
Mekanisme dem!krasi antar k!mp!nen bangsa# terutama pelaku p!litik
praktis merupakan bagian /ang terpenting menuju mas/arakat madani.
Keberadaan mas/arakat madani han/a dapat ditunjang !leh negara /ang
dem!kratis.
3) T!leransi
T!leransi adalah kesediaan indi2idu untuk menerima pandangan=pandangan
p!litik dan sikap s!sial /ang berbeda. T!leransi merupakan sikap /ang
dikembangkan dalam mas/arakat madani untuk menunjukkan sikap saling
menghargai dan mengh!rmati pendapat serta akti2itas /ang dilakukan !leh
!rang atau kel!mp!k mas/arakat lain /ang berbeda.
4) Pluralisme
Pluralisme adalah sikap mengakui dan menerima ken/ataan mas/arakat /ang
majemuk disertai sikap tulus /ang bah4a kemajemukan itu bernilai p!siti5
dan merupakan rahmat Tuhan. Tidak ada mas/arakat /ang tunggal# m!n!litik#
sama# dan sebangun dalam segala segi.
)+
5) Keadilan s!sial
Dalam hal ini adalah keseimbangan dan pembagian /ang pr!p!rsi!nal antara
hak dan ke4ajiban setiap 4arga negara /ang men3akup seluruh aspek
kehidupan. Tiap=tiap 4arga negara memiliki hak /ang sama dalam
memper!leh kebijakan=kebijakan /ang ditetapkan !leh pemerintah
BpenguasaC.
7C
C. S+#+ Ma#-araat Ma.a!) I!.+!e#)a0
Setelah lima tahun pemerintahan S!ehart! tumbang==/ang berarti sudah
lima tahun agenda re5!rmasi di3anangkan==pemerintahan tern/ata masih berjalan
di tempat. Prahara dan krisis seakan enggan menjauh.
Ind!nesia /ang tak pernah bisa sepenuhn/a bangkit dari hantaman krisis
m!neter di tahun )99-# terus=menerus harus berhadapan dengan krisis p!litik#
keamanan# s!sial# dan /ang paling mutakhir an3aman ter!risme gl!bal. Sejak
berakhirn/a era Orde Baru# Ind!nesia telah mengalami beberapa kali pergantian
pemerintahan# namun situasi tak kunjung membaik. &upan/a# angin dem!krasi
/ang menerpa Ind!nesia tak 3ukup kuat untuk membangun 5!ndasi bagi
terbentukn/a sebuah g!!d g!2ernan3e. Peri!de lima tahun /ang merupakan
kesempatan emas bagi bangsa ini untuk menata dirin/a telah berlalu dengan sia=
sia.
Dem!krasi tern/ata tak 3ukup han/a dibangun dengan terpilihn/a
pemimpin sipil le4at pemilihan umum /ang jurdil=jujur dan adil=atau
terjungkaln/a sebuah pemerintahan !t!riter. Dem!krasi membutuhkan
kepemimpinan p!litik /ang mampu membangun 5!ndasi bagi tegakn/a supremasi
hukum# terjaminn/a hak=hak asasi 4arga negara# pers /ang bebas# dan sistem
p!litik /ang memungkinkan 3he3ks and balan3es di antara lembaga=lembaga
negara.
4 C S4i/ant! dan Muslihin# Ke4arganegaraan BKlaten% Fane3a :Ga3t# .++7C. hlmA)+@.
))
Di sisi lain# dem!krasi juga baru bisa berjalan bila mas/arakatn/a ikut
mendukung dan menerapkan prinsip=prinsip dem!krasi. Dalam k!ndisi Ind!nesia
saat ini# kedua aspek itu belum mun3ul. Selain kepemimpinan p!litik bangsa ini
sangat lemah# mas/arakatn/a juga baru belajar berdem!krasi# /ang menganggap
semua pers!alan seakan=akan bisa diselesaikan le4at unjuk rasa dan membuat
!rganisasi tandingan.
Dengan kata lain# g!!d g!2ernan3e han/a bisa ter3ipta melalui
pemerintahan /ang kuat dan terk!ns!lidasin/a mas/arakat madani B3i2il s!3iet/C
/ang mem!sisikan dirin/a sebagai pen/eimbang negara. $lhasil# pers!alan
mendesak /ang dihadapi bangsa ini adalah penataan kembali sistem kelembagaan
p!litik# publik# dan s!sial kemas/arakatan. Penataan ini harus dibarengi pula
dengan pemahaman terhadap pandangan dunia B4!rld=2ie4C terhadap nilai=nilai
religius# etika# dan m!ral dalam diri setiap 4arga negara.
Terk!ns!lidasin/a lembaga p!litik seperti partai p!litik# dengan sendirin/a
menjadi penting karena para angg!ta parp!l inilah /ang kelak akan menduduki
kursi parlemen dan menga4asi jalann/a pemerintahan. amun# dalam
perjalanann/a di era re5!rmasi# partai p!litik kita justru menunjukkan 4ajah /ang
in5antil. Membiakn/a parp!l dalam jumlah besar# saat ini /ang sudah
mendeklarasikan partai ada sekitar .++=anA dangkaln/a agenda partai /ang han/a
terpusat pada perebutan kursi kepresidenanA pada akhirn/a memun3ulkan s!s!k
partai /ang lemah dan rentan. Kelemahan ini tidak saja mengimbas pada
lembaga=lembaga publik /ang diduduki mereka# tetapi juga dalam kultur dan
perilaku p!litikn/a.
Perpe3ahan internal /ang melanda sejumlah partai p!litik sering
dilatarbelakangi d!minasi kepentingan para eliten/a /ang kemudian mengaburkan
3ita=3ita a4al partai /ang menjadi tumpuan para k!nstituen pemilih. Ketika t!k!h
PDI Perjuangan S!phan S!phiaan mengundurkan diri dari keangg!taan MP&
pada ) ;ebruari .++. karena "kelelahan ji4a"# dan t!k!h lainn/a# Dim/ati
).
"art!n!# mengundurkan diri sebagai kader PDI=PA ini han/alah "pun3ak gunung
es" dari sejumlah pers!alan /ang mengger!g!ti partai berlambang banteng ini.
PDI=P dirasakan semakin kehilangan 3itra sebagai partai /ang berpihak
pada mereka /ang tertindas. Ketergantungan terhadap 5igur pemimpin menjadikan
!t!ritas partai berpusat pada tangan se!rang atau segelintir elite partai. Dengan
demikian# pr!ses dem!krasi /ang telah berjalan se3ara alamiah di lapisan ba4ah
harus tunduk pada kepentingan p!litik para eliten/a. Inter2ensi De4an Pimpinan
Pusat BDPPC PDI=P terhadap pr!ses pemilihan gubernur# misaln/a# menunjukkan
bah4a praktik berp!la "t!p=d!4n" /ang sering digugat di Haman Orde Baru
n/atan/a tetap langgeng. Yang berubah han/a para pemainn/a.
Suatu ide s!sial p!litik memerlukan prasarana s!sial kultural untuk dapat
ter4ujud. Di sinilah peran mas/arakat madani harus diberda/akan. Ind!nesia
beruntung memiliki !rganisasi seperti Muhamamdi/ah dan ahdlatul Ulama /ang
telah menjadi aktualisasi 3i2il Islam BIslam ke4argaanC terpenting dalam
mas/arakat dan bangsa Ind!nesia. Kedua !rganisasi ini telah memberikan
k!ntribusi besar dalam menghasilkan better !rdering !5 s!3iet/ Bmas/arakat /ang
lebih teraturC melalui berbagai usaha dan pr!gram dalam bidang pendidikan#
keagamaan# pela/anan s!sial# dan ek!n!mi. 8ejak ini /ang seharusn/a terus
ditumbuhkembangkan dan digalang kebersamaann/a !leh ratusan !rmas maupun
'SM /ang dimiliki negeri ini.
Pr!ses re5!rmasi memang lambat dan tertatih=tatih# tetapi kita men/adari
bah4a bangsa ini telah berada di p!int !5 n! return. 8ika eksperimentasi sekarang
ini kembali gagal# itu berarti penundaan untuk kesekian kalin/a bagi pelaksanaan
dem!krasi di Ind!nesia. Mengutip k!mentar ur3h!lish Madjid# jika merujuk
pengalaman di masa lalu# dibutuhkan tenggang 4aktu satu generasi untuk tiban/a
sebuah kesempatan baru bagi eksperimen dem!krasi di negeri kita. BM/rna &atna
MC.
),
Terlahirn/a istilah mas/arakat madani di Ind!nesia adalah bermula dari
gagasan Dat! $n4ar Ibrahim# ketika itu tengah menjabat sebagai Menteri
keuangan dan $sisten Perdana Menteri Mala/sia# ke Ind!nesia memba4a I istilah
mas/arakat madaniJ sebagai terjemahan “ civil societyJ# dalam 3eramahn/a pada
simp!sium nasi!nal dalam rangka ;!rum Ilmiah pada a3ara 5esti2al IstiDlal# .@
september )99?. Istilah mas/arakat madani pun sebenarn/a sangatlah baru# hasil
pemikiran Pr!5. aDuib al=$ttas se!rang 5il!s!5 k!ntemp!rer madani/ahJ dalam
tradisi kehidupan s!3ial dan p!litik bangsa kita. amun ban/ak !rang
memadankan dari negeri jiran Mala/sia dalam studin/a baru=baru ini. Kemudian
mendapat legitimasi dari beberapa pakar di Ind!nesia termasuk se!rang
ur3h!lish Madjid /ang telah melakukan rek!nstruksi terhadap mas/arakat
madani dalam sejarah islam pada artikeln/a IMenuju Masyarakat MadaniJ.
?C
Penggunaan istilah mas/arakat madani dan civil society di Ind!nesia
sering disamakan atau digunakan se3ara bergantian. "al ini dirasakan karena
makna diantara keduan/a ban/ak mempun/ai persamaan prinsip p!k!kn/a#
meskipun berasal dari latar belakang s/stem buda/a negara /ang berbeda.
$dam Seligman mengemukakan dua penggunaan istilah Civil Society dari
sudut k!nsep s!si!l!gis. Yaitu# dalam tingkatan kelembagaan dan !rganisasi
sebagai tipe s!si!l!gi p!litik dan membuat civil society sebagai suatu 5en!mena
dalam dunia nilai dan keper3a/aan. Untuk /ang pertama# civil society dijadikan
sebagai per4ujudan suatu tipe keteraturan kelembagaan. Dalam pengertian civil
society dijadikan jarg!nC . Sedangkan /ang kedua# civil society menjadi 4ila/ah
kajian 5ilsa5at /ang menekankan pada nilai dan keper3a/aan. Yang kedua ini
menurut Seligman# kajian civil society sekarang ini mengarah pada k!mbinasi
antara k!nsep durkheim tentang m!ral indi2idualism dan k!nsep 0eber tentang
rasi!nalitas bentuk m!dern !rganisasi s!sial# atau sintesa Tal3!tt Pers!n tentang
karisma 0eber dan indi2idualism Durkheim.
@C

5 C Su5/ant!# Mas/arakat Tamaddun BY!g/akarta% Pustaka Pelajar# .++)C. hlmA ).?.
6 C K!dri $bdillah $HiH/# Mas/arakat Madani $ntara 1inta dan ;akta BY!g/akarta% Pustaka Pelajar#
)7
.+++C. hlmA -,.
)?
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
a. Mas/arakat madani adalah mas/arakat /ang beradab# berakhlaD mutlak dan
berbudi pekerti luhur. Madani dimaknai !leh adan/a k!ta mainah /ang
diungkap dengan istilah madani/ah# tamaddun# dan hadharah /ang berarti
peradaban. Istilah mas/arakat madani pertama kali dikemukakan !leh
kel!mp!k ur3h!lis Majid. Dan perjuangan me4ujudkan mas/arakat madani
di Ind!nesia telah men3apai pun3akn/a pada akhir abad ke=.+.
b. "al /ang perlu diperhatikan dalam upa/a membangun mas/arakat madani di
Ind!nesia /aitu % Kebhinekaan mas/arakat# Terselenggaran/a kehidupan /ang
dem!kratis baik dalam kehidupan bermas/arakat dan berbangsa# dimana hak=
hak 4arga negara diakui dan dilindungi# baik !leh aparat maupun !leh
mas/arakat sendiri. $dapun pilar=pilar penegak 3i2il s!3iet/ /aitu 'embaga
S4ada/a Mas/arakat B'SMC# Pers# Subpremasi hukum perguruan tinggi dan
partai p!litik.
c. Penggunaan istilah mas/arakat madani dan civil society di Ind!nesia sering
disamakan atau digunakan se3ara bergantian. "al ini dirasakan karena makna
diantara keduan/a ban/ak mempun/ai persamaan prinsip p!k!kn/a#
meskipun berasal dari latar belakang s/stem buda/a negara /ang berbeda.
B. SARAN
Membentuk mas/arakat madani tidaklah semudah membentuk suatu
kel!mp!k mas/arakat# apalagi di Ind!nesia terkenal dengan keanekaragaman
mas/arakat. Oleh karena itu# kita sebagai penerus bangsa hendakn/a
membulatkan tekad kita untuk membentuk mas/arakat /ang beradap# baik dari
segi ek!n!mi# p!litik# maupun agama dan senantiasa berpegang teguh terhadap
UUD )97? untuk men3apai 3ita=3ita /ang diharapkan bangsa ini.
)@
DAFTAR PUSTAKA
$HiH/# K!dri $bdillah. Masyarakat Madani Antara Cinta dan Fakta. Y!g/akarta%
Pustaka Pelajar# .+++.
Dama/anti# Septiana dan Siti urjanah. Kewarganegaraaan. Klaten % Ei2a Pakarind!#
.++@.
Masrur!h# 0aDiatul. Buku Ajar Civic Education. Pamekasan% Stain Pamekasan Press#
.++@.
S4i/ant! dan Muslihin. Kewarganegaraan. Klaten% Fane3a :Ga3t# .++7.
Su5/ant!. Masyarakat Tamaddun. Y!g/akarta% Pustaka Pelajar# .++).
Su4!nd!# Kutut. Civil Society Di Aras okal. Salatiga % PT Pustaka Per3ik# .++?.
)-

Pamekasan. Amin ………………. sehingga kritik dan saran yang konstruktif sangat kami harapkan khususnya dari dosen mata kuliah Sejarah Peradaban Islam untuk dijadikan pedoman pada penulisan berikutnya. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih terdapat kekurangan. 14 Juni 2009 Penulis 2 . Ucapan terima kasih tak lupa kami sampaikan kepada dosen mata kuliah Sejarah Kebudayaan Islam yang telah membimbing kami dalam penulisan makalah ini. Makalah ini merupakan tugas individu dalam mata kuliah Sejarah Peradaban Islam. Adapun tujuan diberikannya tugas makalah ini yaitu untuk menambah wawasan tentang Civil Society Di Indonesia dan yang berhubungan dengannya. Harapan kami semoga penulisan makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca khususnya bagi penulis.. namun akhirnya penyusunan dan penulisan makalah ini dapat terselesaikan.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya sehingga penulisan makalah yang berjudul " Civil Society Di Indonesia" dapat terselesaikan tepat waktu. Walaupun dalam penyusunan dan penulisan makalah ini kami menemukan beberapa kesulitan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->