Pro-Choice I am pro-choice. I am not one person, but many.

Here is what I believe: • • • • The fetus is not a human, just a mass of tissue Abortion is safer than childbirth. Abortion is Safe Every child should be a wanted child. The number of abortions is relatively small. Nobody has the right to impose their morals on me. A woman should be able to control her own body. Abortion must be kept legal, especially for all the rape and incest pregnancies. If abortion is outlawed women will be forced to go to back-alley abortion clinics. Aborting unwanted children reduces the number of abused children. We need to remember that we are overpopulating the planet. Planned Parenthood is a group that focuses on contraception.

• • • • • • •

Pro-Life Pro-life people are diverse in economic status, race, religion, and education. Yet, they are unified by the concept that all humans, especially the innocent unborn, have an inherent right to life. Here are things I believe as a Pro-Life person: • • • • • • • • • • I believe that the unborn child is human. I believe life begins at conception. I believe that abortion is not safe. I believe that abortion is a war on the unborn. I believe that the Roe v. Wade decision, legalizing abortion on demand in America, was one of the most important and devastating Supreme Court decisions. I believe that a constitutional amendment should be passed that gives equal protection to all living humans, including the unborn. I believe that the violence inside and outside abortion clinics is morally wrong. I believe that rape and incest are horrible crimes and should be punished, but I don't believe that a child conceived from either should be killed. I do not believe that the government should fund abortions. I do not believe that the government should fund Planned Parenthood - the largest national supplier of abortions. Being a religious person, I believe that the Bible/Holy Qor’an backs up my views on abortion. When does the unborn baby's heart begin to beat?



The heartbeat begins on the 21st day after conception.
• •

When does the brain begin to function? Electrical brain waves have been recorded as early as forty days. How early can a baby survive outside the mother's womb? Currently, twenty weeks is considered the accepted minimum. However, this time will be reduced as medical technology continues to improve.

What about cases of rape and incest? Pregnancy from rape is extremely rare. As reasons for legalizing abortion rape and incest are nothing more than emotional screens used by those profiting from abortion. But we must approach the victim of rape or incest with great compassion. The woman has been subjected to an ugly trauma, and she needs love, support and help. But she has been the victim of one violent act. Should we now ask her to be a party to a second violent act -that of abortion? Unquestionably, many would return the violence of killing an innocent baby for the violence of rape. But, before making this decision, remember that most of the trauma has already occurred. She has been raped. That trauma will live with her all her life. Furthermore, this girl did not report for help, but kept this to herself. For several weeks or months, she has thought of little else. Now, she has finally asked for help, has shared her upset, and should be in a supportive situation.

But what about the child with disease who will die a slow death or live his life as a burden to his family? Do you believe the new "ethic" should be that we kill the suffering or burdensome? Some of these cases are tragic, some are also inspirational. We cannot assume the responsibility for killing an unborn child simply because the child has not yet been seen in public. The child's place of residence does not change what abortion does - kill a human being. What about the population boom? We can hardly feed the people of the world now! True, the population of the world is growing, but population is not much of a problem in the United States. With a birth every 8 seconds and a death every 11 seconds, the U.S. population is growing at less than one percent per year. Population growth or decline compares replacement of the current number of reproductive age individuals with the number of babies being born. By this measure, the United States is now in a sharp population decline. How can a girl give up her own baby for adoption and go through life never knowing what is happening to her child?

Which is better to remember, "I gave my baby life. And because I loved him, I gave him into the arms of a loving couple" - or to remember, "I selfishly ended my baby's life?" DEFINISI UMUM
• • penghentian kehamilan setelah tertanamnya telur (ovum) yang telah dibuahi dalam rahim (uterus), sebelum usia janin (fetus) mencapai usia 20 minggu. keguguran janin; melakukan abortus sebagai melakukan pengguguran (dengan sengaja karena tidak menginginkan bakal bayi yang dikandung itu). pengguguran kandungan, yaitu dikeluarkannya janin sebelum waktunya, baik itu secara sengaja ataupun tidak. Biasanya dilakukan saat janin masih berusia muda (sebelum bulan keempat masa kehamilan).



UU No. 23/1992 tentang Kesehatan → ketentuan yang mengatur masalah aborsi KUHP tindak pidana aborsi Pasal 299, 346, 347, 348, dan 349. Pasal 299 KUHP : o (1) Barangsiapa dengan sengaja mengobati seorang wanita atau menyuruhnya supaya diobati, dengan diberitahukan atau ditimbulkan harapan, bahwa karena pengobatan itu hamilnya dapat digugurkan, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau denda paling banyak tiga ribu rupiah; (2) Jika yang bersalah, berbuat demikian untuk mencari keuntungan, atau menjadikan perbuatan tersebut sebagai pencarian atau kebiasaan, atau jika dia seorang tabib, bidan atau juru obat, pidananya dapat ditambah sepertiga; pencarian, maka dapat dicabut haknya untuk melakukan pencarian itu.


o (3) Jika yang bersalah, melakukan kejahatan tersebut, dalam menjalankan •
Pasal 346 KUHP : “Seorang wanita yang dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungannya atau menyuruh orang lain untuk itu diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun penjara”. Pasal 347 KUHP : o (1) Barangsiapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita tanpa persetujuannya, diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas bulan; penjara paling lama lima belas tahun.

o (2) Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut, dikenakan pidana •
Pasal 348 KUHP : o (1) Barangsiapa dengan sengaja menggugurkan atau mematikan kandungan seorang wanita dengan persetujuannya, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan; penjara paling lama tujuh tahun.

o (2) Jika perbuatan itu mengakibatkan matinya wanita tersebut, dikenakan pidana •
Pasal 349 KUHP : Jika seorang tabib, bidan atau juru obat membantu melakukan kejahatan yang tersebut Pasal 346, ataupun melakukan atau membantu melakukan salah satu kejahatan yang diterangkan dalam pasal 347 dan 348, maka pidana yang ditentukan dalam pasal itu dapat ditambah dengan sepertiga dan dapat dicabut hak untuk menjalankan pencaharian dalam mana kejahatan itu dilakukan.

Dalam KUHP ”aborsi” → “pengguguran dan pembunuhan kandungan” yang merupakan perbuatan aborsi yang bersifat kriminal (abortus provokatus criminalis).

Istilah kandungan dalam konteks tindak pidana ini menunjuk pada pengertian kandungan yang sudah berbentuk manusia maupun kandungan yang belum berbentuk manusia. Karena adanya dua kemungkinan bentuk kandungan tersebut maka tindak pidana yang terjadi dapat berupa :

• •

pengguguran yang berarti digugurkannya atau dibatalkannya kandungan yang belum berbentuk manusia; atau pembunuhan yang berarti dibunuhnya atau dimatikannya kandungan yang sudah berbentuk manusia


Tindak pidana pengguguran dan pembunuhan kandungan sebagaimana yang diatur dalam KUHP terdiri dari 4 (empat) macam tindak pidana, yaitu: • • Tindak pidana pengguguran atau pembunuhan kandungan yang dilakukan sendiri, yang diatur dalam Pasal 346 KUHP. Tindak pidana pengguguran dan pembunuhan kandungan yang dilakukan oleh orang lain tanpa persetujuan dari wanita itu sendiri, yang diatur dalam Pasal 347 KUHP. Tindak pidana pengguguran dan pembunuhan kandungan yang dilakukan oleh orang lain dengan persetujuan wanita yang mengandung, yang diatur dalam Pasal 348 KUHP. Tindak pidana pengguguran dan pembunuhan kandungan yang dilakukan oleh orang lain yang mempunyai kualitas tertentu, yaitu dokter, bidan, atau juru obat baik yang dilakukan atas persetujuan dari wanita itu atau tidak atas persetujuan dari wanita tersebut, yang diatur dalam Pasal 349 KUHP.

Dalam UU Kesehatan tidak dijelaskan apa yang disebut aborsi tetapi menggunakan istilah “tindakan medis tertentu”. • Pasal 15 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan menyatakan bahwa dalam keadaan darurat upaya untuk menyelamatkan jiwa ibu hamil dan atau janinnya, dapat dilakukan tindakan medis tertentu. Sedangkan apa yang dimaksud dengan “tindakan medis tertentu” tidak dijelaskan dalam undang-undang tersebut. Apabila dicermati, ketentuan Pasal 15 undang-undang tersebut diatas merupakan suatu rumusan yang “mendua hati” atau ambigu dan bertentangan dengan prinsip pembuatan suatu undang-undang, yaitu clear, complete, and coherent (jelas, lengkap dan terpadu). Dari ketentuan Pasal 15 ini terlihat tidak adanya kejelasan, keserbatercakupan dan keterpaduan antara ketentuan yang satu denganyang lainnya. Penggunaan istilah “tindakan medis tertentu” dapat dijadikan justifikasi bagi para dokter yang melakukan tindakan yang secara materil merupakan tindakan aborsi sehingga ia dapat berlindung dibalik Pasal 15 Undang-Undang Kesehatan. Ketentuan ini sangat membuka peluang semakin maraknya praktik aborsi yang terjadi akhir-akhir ini. Karena ketentuan yang ambigu tadi, seorang dokter atau bidan bisa saja membantu seorang wanita hamil untuk menggugurkan kandungannya dengan alasan kesehatan, padahal alasan tersebut tidak masuk akal. Misalnya seorang wanita yang hamil diluar nikah karena takut kehamilannya diketahui oleh orang lain atau ia beranggapan bahwa kehamilannya merupakan suatu aib sehingga harus digugurkan, bisa saja mendatangi klinik dokter terselubung yang mau melakukan aborsi. Bila dilihat dari ketentuan Pasal 349 KUHP, perbuatan yang demikian patut diduga dan sangat berindikasi kuat bahwa hal yang dilakukan tersebut merupakan perbuatan pidana. Namun karena adanya ambiguitas undang-undang kesehatan yang menghindari penyebutan aborsi dan hanya menggunakan istilah “tindakan medis tertentu”, para tenaga medis lebih cenderung berlindung dibalik undang-undang tersebut dengan mengedepankan azas “lex specialis derogat lex generalis” (aturan hukum yang lebih khusus dapat mengenyampingkan aturan hukum yang lebih bersifat umum) agar terbebas dari jerat hukum. Dengan kata lain, apabila seorang tenaga medis membantu perbuatan aborsi dan perbuatannya tersebut diduga sebagai tindak pidana, maka orang yang mempunyai kualitas tertentu tadi (dalam hal ini tenaga medis tersebut) dapat saja berlindung dibalik Undang-Undang Kesehatan dengan mengedepankan prinsip “lex specialis” agar tidak dihukum.


• •

Sejalan dengan hal diatas, tidak tegasnya pengaturan masalah aborsi dalam hukum positif di Indonesia juga memberi peluang menjamurnya praktik-praktik aborsi yang illegal. Seharusnya pemerintah tidak menutup mata menempatkan persoalan aborsi pada kondisi yang tidak jelas, baik dari segi penegakan hukum maupun dari segi pelayanan medis yang legal dalam memfasilitasi pasien yang akan melakukan aborsi. Melihat dari kondisi tingginya praktek aborsi illegal yang dilakukan oleh klinik-klinik terselubung serta tingginya angka kematian akibat aborsi yang tidak aman dan bahkan membahayakan si pasien serta dapat menyebabkan kematian, dipandang perlu untuk mengeliminasi praktik-praktik terselubung yang nyata-nyata merupakan kejahatan terhadap nyawa manusia. Namun sejauh ini razia atau sweeping terhadap praktik-praktik terselubung aborsi hampir tidak pernah ada. Beratus bahkan beribu nyawa janin melayang ditangan para medis dan di ujung tajamnya jarum suntik yang dapat mempercepat proses aborsi. Dengan mudahnya para pelaku aborsi bergelimang darah menghabisi hak hidup ciptaan Allah Yang Maha Kuasa. Tidaklah adil apabila pelanggaran berat terhadap Hak Asasi Manusia hanya ditujukan kepada prajurit yang mengusung misi integritas demi bersatunya Negara Kesatuan Republik Indonesia, sementara para pelaku aborsi tangannya bergelimang darah menghabisi nyawa manusia yang tidak berdosa tanpa tersentuh hukuman yang setimpal. Apabila hukum positif sudah tidak berdaya lagi untuk mengeliminasi tingkat aborsi yang ada di Indonesia, sudah tentu kita perlu membuka kembali hukum kodrat yang menegaskan bahwa hukum harus sejalan dengan akal budi dan nurani setiap individu. Selain itu harus ditambah dengan meningkatkan penanaman nilai-nilai moral dan agama, baik itu bagi para pelaku maupun pembantu aborsi yang terpelajar (dalam hal ini dokter atau bidan) maupun kepada dukun pijat atau dukun bayi. Apabila hukum positif sudah tidak bisa sejalan lagi dengan akal budi dan nurani setiap individu maka sudah seharusnyalah hukum positif tersebut disandingkan dengan hukum agama agar para penegak hukum dapat bertindak tegas terhadap pelaku aborsi, baik itu terhadap si wanita hamil itu sendiri yang nyata-nyata mengizinkan kehamilannya dihentikan maupun terhadap pembantu aborsi yang terpelajar. Larangan bagi siswa/i yang masih duduk di bangku sekolah dasar dan menengah untuk menikah. Kebijakan inilah yang mendorong terjadinya praktek aborsi, siswi yang hamil akan dikeluarkan dari sekolah dan dilarang untuk melanjutkan studinya, selain oleh karena tekanan orang tua, masyarakat dan lingkungan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesehatan yang mempunyai peluang disalahgunakan untuk mengesahkan praktik aborsi: Pasal 73 dan 77. Dua pasal ini memuat ide-ide soal kebebasan reproduksi tanpa paksaan dan kekerasan Wacana soal aborsi dalam RUU ini bermula dari isi pasal 73 soal hak kesehatan remaja. Di pasal itu disebutkan, pemerintah wajib menjamin bahwa remaja dapat memperoleh edukasi dan informasi mengenai kesehatan remaja, termasuk kesehatan reproduksi. Pasal ini, terang dia, masih bersifat umum dan belum secara kuat menggulirkan wacana aborsi; Pasal 77, yang merupakan penjelasan pasal 73, menerangkan bahwa setiap warga Indonesia berhak untuk memperoleh kehidupan reproduksi dan kehidupan seksual yang sehat, aman, bebas dari paksaan atau kekerasan (poin a); setiap orang mempunyai hak menentukan kehidupan reproduksinya bebas dari diskriminasi, paksaan atau kekerasan (poin b). Setiap

• •


orang juga mempunyai hak secara bertanggung jawab menentukan sendiri kapan dan seberapa sering ingin bereproduksi (poin c)

Dokter-dokter di Indonesia memang belum memiliki payung hukum untuk melakukan tindakan aborsi terhadap pasien. Namun, dalam berbagai kesempatan, praktik aborsi terus berlangsung terutama untuk menggugurkan kandungan wanita korban kekerasan (perkosaan) Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan fatwa, membolehkan praktik aborsi untuk korban pemerkosaan. Meski demikian UU yang berlaku kini tetap melarang aborsi. Dokter atau bidan yang kedapatan melakukan aborsi terancam hukuman penjara tujuh tahun Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Farid Anfasa Muluk - ''Jawaban sementara saya, aborsi boleh dilakukan tapi dengan amat terbatas,'' terang dia Siti Fadhilah Supari, draf RUU tersebut bukan usulan dari Depkes, tapi mungkin usulan masyarakat yang disampaikan ke DPR Sindrom Paska Aborsi: Post-Abortion Syndrom – PAS: kelainan paska-trauma berat(Post Traumatic Stress Disorder) Dalam bentuk akut, gejala-gejalanya timbul dalam 6 bulan setelah trauma berlangsung dan biasanya sembuh dalam waktu 6 bulan kemudian. Jika PAS timbul di kemudian hari, gejala-gejalanya menetap lebih lama dan PAS akan timbul lama kemudian. PAS yang saya temui kebanyakan timbul dalam jangka waktu yang lama setelah aborsi dilakukan, berbulan-bulan hingga beberapa tahun kemudian PAS: depresi, rasa bersalah, penyesalan, agresi, terganggunya hubungan pernikahan/romantis, hilangnya gairah hubungan initim, kehamilan yang teru-menerus dalam upaya penebusan dosa karena aborsi, kesulitan berkonsentrasi, inefisiensi kerja dan pikiran yang buntu, sulit berhubungan dengan anak, hilangnya keinginan untuk memiliki keturunan UU no 1 tahun 1946 tetntang KUHP menjelaskan bahwa dengan alasan apapun melakukan tidakan aborsi adalah melanggar hukum, UU Kesehatan 23 tahun 1992 aborsi diperbolehkan dengan alasan medis, isi UU yang saling bertolak belakang ini menimbulkan dilema bagi tenaga medis Dari penelitian WHO diperkirakan 20-60 persen aborsi di Indonesia adalah aborsi disengaja (induced abortion). Penelitian di 10 kota besar dan enam kabupaten di Indonesia memperkirakan sekitar 2 juta kasus aborsi, 50 persennya terjadi di perkotaan. Kasus aborsi di perkotaan dilakukan secara diam-diam oleh tanaga kesehatan (70%), sedangkan di pedesaan dilakukan oleh dukun (84%). Klien aborsi terbanyak berada pada kisaran usia 20-29 tahun. Perempuan yang tidak menginginkan kehamilanya tersebut, kata Jurnalis Uddin, dikarenakan beberapa faktor di antaranya hamil karena perkosaan, janin dideteksi punya cacat genetik, alasan sosial ekonomi, ganguan kesehatan, KB gagal dan lainnya. Tindakan abortus ini lebih sering disebut abortus terapeutik/medisinalis, diizinkan menurut ketentuan profesional seorang dokter untuk menyelamatkan ibu yang mengandung. Kedua, abortus provocatus criminalis adalah pengguguran kandungan tanpa alasan medis yang sah dan dilarang oleh hukum Aborsi bukan sekadar "menggugurkan kandungan", melainkan melibatkan banyak aspek yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

• •

• •


“Aborsi juga bukan sekadar masalah sah dan tidak sah, setuju dan tidak setuju. Ada martabat manusia yang terancam dan dilecehkan di sana

Komplikasi paska aborsi : 1. Melakukan aborsi pada kehamilan lanjut; 2. Tidak dalam keadaan sehat saat menjalani aborsi. 3. Bingung akan pilihan melakukan aborsi, tetapi karena tekanan dan stress berkelanjutan dan tak mau memperpanjang masalah, akhirnya melakukan aborsi. 4. Punya kasus penyakit kelamin (gonorea/kencing nanah atau infeksi jamur vagina: klamidia). 5. Tidak diberikan anestesi sama sekali saat tindakan aborsi dilakukan. 6. Rahimnya tidak benar-benar bersih dari sisa-sisa janin yang digugurkan. 7. Penolong aborsinya lalai, tidak mengecek dengan seksama hasil keluaran rahim, karena ada kemungkinan kehamilan Anda adalah kehamilan ektopik/molar (biasanya dikenal dengan kehamilan anggur), dan sisa-sisa janin yang tertinggal adalah pangkal komplikasi yang berbahaya. 8. Mempunyai rhesus negatif. Untuk hal ini, Anda perlu mendapatkan suntikan khusus guna mencegah timbulnya komplikasi. 9. Tidak menjalani pemeriksaan lanjutan setelah 24 jam menjalani aborsi. Sebab kasus kematian karena Aborsi, adalah sbb: 1. Faktor umur dari wanita yang hendak melakukan aborsi, disamping juga prosedur aborsi yang dipilih dan umur dari janin dalam kandungan. 2. Faktor kesehatan si wanita. Terkadang, si wanita tidak mengetahui adanya kelainan kesehatan yang diidapnya. 3. Faktor komplikasi karena anestesi yang digunakan saat aborsi yang menyebabkan terjadinya emboli dalam paru-paru. 4. Faktor kesalahan penggunaan obat-obatan. Penggunaan Sulprostone (yang mengandung prostaglandin) yang berlebihan dapat menimbulkan serangan jantung. Komplikasi-komplikasi jangka pendek lain yang mungkin dihadapi adalah: 1. Infeksi. Ini dikarenakan ketidaktahuan si wanita akan penyakit yang mungkin diidapnya. Jika si wanita mengidap gonorea, klamidia, atau cervicitis, kemungkinan terkena infeksi paska aborsi adalah sangat besar. Tanda-tanda adanya infeksi antara lain kram perut, demam, pendarahan, dan ketidaknyamanan disekitar panggul. Jika tanda-tanda ini nyata sekali, Anda harus segera mencari pertolongan. Jika diperkirakan adanya sisa-sisa kehamilan yang masih tertinggal, Anda memerlukan pertolongan medis lanjutan. 2. Pembekuan darah dalam kandungan. Komplikasi ini biasanya terdeteksi setelah 5 hari aborsi dilakukan. Tanda-tanda komplikasi ini adalah kram dan sakit yang tak kunjung habis. Dengan melakukan pemeriksaan rongga panggul, diketahui bahwa rahim dalam keadaan membesar, tegang tetapi lunak, tanpa disertai pendarahan. 3. Aborsi yang tidak tuntas. Hal ini mungkin saja terjadi, meskipun aborsi dilakukan di rumah sakit ternama. Dengan evaluasi yang hati-hati setelah


aborsi dilakukan, si wanita akan mendapat jawaban atas kesempurnaan aborsinya. 4. Aborsi yang gagal. Ada kemungkinan, aborsi yang Anda jalani gagal. Ini ditandai dengan terus berlangsungnya kehamilan. Jika ini terjadi, penangan medis yang hati-hati dan kejujuran Anda dituntut, sehingga cacat yang mungkin timbul karena percobaan aborsi dapat dihindari. 5. Trauma rahim. Karena adanya perobekan rahim dan leher rahim, rahim mengalami trauma. Tergantung dari keseriusannya, penanganan komplikasi ini dapat hanya berupa observasi hingga operasi pengangkatan seluruh rahim. Hal ini banyak terjadi pada aborsi dengan umur janin yang tua. 6. Pendarahan. Apapun jenis aborsi yang dijalani, pendarahan yang tidak normal sering terjadi. Komplikasi ini berakhir dengan pelaksanaan kuret pada rahim, terkadang, si wanita memerlukan transfusi darah pengganti darah yang hilang. Pro Life v.s Pro Choice o Pada tahun 1996 terjadi peristiwa yang mengejutkan publik Amerika , Paul Hill seorang mantan pendeta Presbyterian menyerang klinik aborsi Ladies Center di Pensacola, Florida dan menembak mati dua orang dokter dan seorang perawat serta melukai beberapa orang lainnya. choice di Amerika Serikat. Isu aborsi yang terbagi dalam kedua mazhab besar ini bisa menyebabkan seorang politisi di Amerika Serikat naik atau terdepak dari kursinya. Perdebatan antara kedua kutub ini mulai terjadi ketika aborsi dilegalkan di Amerika Serikat pada tahun 1973.

o Peristiwa tersebut menandai titik ekstrim dari peseteruan kelompok pro life dan pro

o Pro Life berargumen bahwa setiap manusia termasuk yang belum lahir memiliki
hak untuk hidup, dan hak seseorang untuk hidup merupakan bagian dari Hak Asasi Manusia universal, sementara kelompok pro choice beranggapan bahwa seorang perempuan berhak menentukan pilihan atas tubuhnya, dan hak menentukan pilihan adalah hak asasi manusia yang harus dilindungi.

o Kubu pro choice semakin menguat bukan saja di Amerika melainkan juga di dunia
pada masa Bill Clinton berkuasa. Kebijakan pemerintah Amerika Serikat pada waktu itu menguntungkan kubu pro choise diantaranya pengucuran dana pemerintah kepada klinik-klinik aborsi (yang kemudian dihentikan pada masa George W Bush berkuasa).

o Selain itu di dunia internasional pemerintah Amerika Serikat berhasil mensponsori
dan mempengaruhi banyak negara di dunia untuk mendukung kebijakan yang condong ke kutub pro choice dalam konvensi-konvensi badan dunia PBB dalam hal kependudukan, keluarga dan perempuan. HUKUM DAN ABORSI Menurut hukum-hukum yang berlaku di Indonesia, aborsi atau pengguguran janin termasuk kejahatan, yang dikenal dengan istilah “Abortus Provocatus Criminalis” Yang menerima hukuman adalah: 1. Ibu yang melakukan aborsi 2. Dokter atau bidan atau dukun yang membantu melakukan aborsi 3. Orang-orang yang mendukung terlaksananya aborsi Resiko Aborsi untuk Kesehatan Fisik (“Facts of Life” yang ditulis oleh Brian Clowes, Phd) 1. Kematian mendadak karena pendarahan hebat


2. 3.

Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan Rahim yang sobek (Uterine Perforation)

4. 5.

Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya 6. Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita)

7. 8. 9. 10.

Kanker indung telur (Ovarian Cancer) Kanker leher rahim (Cervical Cancer) Kanker hati (Liver Cancer) Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan

pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya

11. 12. 13.

Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi (Ectopic Pregnancy) Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease) Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis)

Resiko Aborsi untuk Kesehatan Mental (Post-Abortion Syndrome), gejalanya sbb: 1. Kehilangan harga diri (82%) 2. Berteriak-teriak histeris (51%)

3. Mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi (63%)
4. Ingin melakukan bunuh diri (28%) 5. Mulai mencoba menggunakan obat-obat terlarang (41%) 6. Tidak bisa menikmati lagi hubungan seksual (59%) TEKNIK ABORSI

o Adilatasi dan kuret (Dilatation & curettage) → Lubang leher rahim diperbear,
agar rahim dapat dimasuki kuret, yaitu sepotong alat yang tajam. Kemudian janin yang hidup itu dicabik kecil-kecil, dilepaskan dari dinding rahim dan dibuang keluar. Umumnya terjadi banyak pendarahan. Bidan operasi ini harus mengobatinya dengan baik, bila tidak, akan terjadi infeksi.

o Kuret dengan cara penyedotan (Sunction) → Pada cara ini leher rahim juga
diperbesar seperti D & C, kemudian sebuah tabung dimasukkan ke dalam rahim dan dihubungkan dengan alat penyedot yang kuat, sehingga bayi dalam rahim tercabik-cabik menjadi kepingan-kepingan kecil, lalu disedot masuk ke dalam sebuah botol.

o Peracunan dengan garam (Salt poisoned) → Cara ini dilakukan pada janin
berusia lebih dari 16 minggu (4 bulan), ketika sudah cukup banyak cairan yang terkumpul di sekitar bayi dalam kantung anak, sebatang jarum yang panjang dimasukkan melalui perut ibu ke dalam kantung bayi, lalu sejumlah cairan disedot keluar dan larutan garam yang pekat disuntikkan ke dalamnya. Bayi yang malang ini menelan garam beracun itu dan ia amat menderita. Ia meronta-ronta dan


menendang-nendang seolah-olah dia dibakar hidup-hidup oleh racun itu. Dengan cara ini, sang bayi akan mati dalam waktu kira-kira 1 jam, kulitnya benar-benar hangus. Dalam waktu 24 jam kemudian, si ibu akan mengalami sakit beranak dan melahirkan seorang bayi yang sudah mati. (Sering juga bayi-bayi ini lahir dalam keadaan masih hidup, biasanya mereka dibiarkan saja agar mati).

o Histerotomi atau bedah Caesar →Terutama dilakukan 3 bulan terakhir dari
kehamilan. Rahim dimasuki alat bedah melalui dinding perut. Bayi kecil ini dikeluarkan dan dibiarkan saja agar mati atau kadang-kadang langsung dibunuh.

o Pengguguran kimia (Prostaglandin)→ Penggunaan cara terbaru ini memakai
bahan-bahan kimia yang dikembangkan Upjohn Pharmaceutical Co. Bahan-bahan kimia ini mengakibatkan rahim ibu mengerut, sehingga bayi yang hidup itu mati dan terdorong keluar. Kerutan ini sedemikian kuatnya sehingga ada bayi-bayi yang terpenggal. Sering juga bayi yang keluar itu masih hidup. Efek sampingan bagi si ibu banyak sekali ada yang mati akibat serangan jantung waktu carian kimia itu disuntikkan.

o Pil pembunuh Pil Roussell-Uclaf (RU-486) → satu campuran obat buatan Perancis
tahun 1980. Pengaborsiannya butuh waktu tiga hari dan disertai kejang-kejang berat serta pendarahan yang dapat terus berlangsung sampai 16 hari. Tiga macam aborsi yang dikenal di dunia medis, sbb:

o Aborsi spontan/alamiah berlangsung tanpa tindakan apapun. Kebanyakan
disebabkan karena kurang baiknya kualitas sel telur dan sel sperma.

o Aborsi buatan/sengaja/Abortus Provocatus Criminalis adalah pengakhiran
kehamilan sebelum usia kandungan 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram sebagai suatu akibat tindakan yang disengaja dan disadari oleh calon ibu maupun si pelaksana aborsi (dalam hal ini dokter, bidan atau dukun beranak).

o Aborsi terapeutik/aborsi medisinalis/Abortus Provocatus therapeuticum adalah
pengguguran kandungan buatan yang dilakukan atas indikasi medik. Sebagai contoh, calon ibu yang sedang hamil tetapi mempunyai penyakit darah tinggi menahun atau penyakit jantung yang parah yang dapat membahayakan baik calon ibu maupun janin yang dikandungnya. Tetapi ini semua atas pertimbangan medis yang matang dan tidak tergesa-gesa ( Sindroma Pasca-Abortus dapat muncul karena sebab-sebab berikut: orientasi keibuan, anak-anak sebelumnya, aborsi-aborsi sebelumnya, ikatan religius dan keyakinan, kurangnya dukungan teman dan sahabat, paksaan atau tekanan, aborsi trisemester kedua, aborsi genetik versus fakultatif, ambivalensi dalam pro-aborsi, problem-problem emosional sebelumnya, rasa rendah diri, kurangnya dukungan keluarga, remaja versus dewasa Dampak Aborsi: o o Tindakan kejahatan yang sedemikian itu akan mengakibatkan dampak gangguan hebat atas kesehatan rohani dan psikologis si ibu yang bertanggung jawab prosedur aborsi sungguh brutal, ganas dan biadab; prosedur aborsi mengacaukan tubuh perempuan yang secara fisiologis telah dipersiapkan untuk memelihara seorang bayi yang akan bertumbuh-kembang dan untuk melahirkan anak itu demikian, orang akan berusaha merasionalisasikan tindakannya atau mengenyahkan perasaan-perasaan tersebut. Lama-kelamaan, dampak aborsi akan meledak dalam kehidupan manusia dengan efek-efek yang menghancurkan.

o Individu tahu bahwa aborsi adalah salah dan bahwa seorang bayi dibunuh. Namun


o o

aborsi menghambat komunikasi tindakan aborsi berdampak negatif atas relasi dengan orang lain

Kami akan membahas hal ini dari segi agama Islam (Al-Quran & Aborsi) serta agama Kristen (Alkitab & Aborsi) untuk menggambarkan pemahaman lebih lanjut mengenai aborsi dan agama. Pertama-tama kami akan membahasnya dari segi agama Islam dan kemudian dari segi agama Kristen. AL-QUR’AN & ABORSI • Umat Islam percaya bahwa Al-Quran adalah Undang-Undang paling utama bagi kehidupan manusia. Allah berfirman: “Kami menurunkan Al-Quran kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu.” (QS 16:89) Jadi, jelaslah bahwa ayat-ayat yang terkandung didalam AlQuran mengajarkan semua umat tentang hukum yang mengendalikan perbuatan manusia. Tidak ada satupun ayat didalam Al-Quran yang menyatakan bahwa aborsi boleh dilakukan oleh umat Islam. Sebaliknya, banyak sekali ayat-ayat yang menyatakan bahwa janin dalam kandungan sangat mulia. Dan banyak ayat-ayat yang menyatakan bahwa hukuman bagi orang-orang yang membunuh sesama manusia adalah sangat mengerikan.

o 1) Manusia - berapapun kecilnya - adalah ciptaan Allah yang mulia.
Agama Islam sangat menjunjung tinggi kesucian kehidupan. Banyak sekali ayatayat dalam Al-Quran yang bersaksi akan hal ini. Salah satunya, Allah berfirman: “Dan sesungguhnya Kami telah memuliakan umat manusia.”(QS 17:70)

o 2) Membunuh satu nyawa = membunuh semua orang. Menyelamatkan satu
nyawa = menyelamatkan semua orang. Didalam agama Islam, setiap tingkah laku kita terhadap nyawa orang lain, memiliki dampak yang sangat besar. Firman Allah: “Barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena sebab-sebab yang mewajibkan hukum qishash, atau bukan karena kerusuhan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang siapa yang memelihara keselamatan nyawa seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara keselamatan nyawa manusia semuanya.” (QS 5:32)

o 3) Umat Islam dilarang melakukan aborsi dengan alasan tidak memiliki uang
yang cukup atau takut akan kekurangan uang. Banyak calon ibu yang masih muda beralasan bahwa karena penghasilannya masih belum stabil atau tabungannya belum memadai, kemudian ia merencanakan untuk menggugurkan kandungannya. Alangkah salah pemikirannya. Ayat Al-Quran mengingatkan akan firman Allah yang bunyinya: “Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut melarat. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu juga. Sesungguhnya membunuh mereka adalah dosa yang besar.” (QS 17:31)

o 4) Aborsi = membunuh. Membunuh berarti melawan perintah Allah.
Membunuh berarti melakukan tindakan kriminal. Jenis aborsi yang dilakukan


dengan tujuan menghentikan kehidupan bayi dalam kandungan tanpa alasan medis dikenal dengan istilah “abortus provokatus kriminalis” yang merupakan tindakan kriminal – tindakan yang melawan Allah. Al-Quran menyatakan: “Adapun hukuman terhadap orang-orang yang berbuat keonaran terhadap Allah dan RasulNya dan membuat bencana kerusuhan di muka bumi ialah: dihukum mati, atau disalib, atau dipotong tangan dan kakinya secara bersilang, atau diasingkan dari masyarakatnya. Hukuman yang demikian itu sebagai suatu penghinaan untuk mereka di dunia dan di akhirat mereka mendapat siksaan yang pedih.” (QS 5:36)

o 5) Sejak kita masih berupa janin, Allah sudah mengenal kita.
Sejak kita masih sangat kecil dalam kandungan ibu, Allah sudah mengenal kita. AlQuran menyatakan:”Dia lebih mengetahui keadaanmu, sejak mulai diciptakaNya unsur tanah dan sejak kamu masih dalam kandungan ibumu.”(QS: 53:32) Jadi, setiap janin telah dikenal Allah, dan janin yang dikenal Allah itulah yang dibunuh dalam proses aborsi.

o 6) Tidak ada kehamilan yang merupakan “kecelakaan” atau kebetulan. Setiap
janin yang terbentuk adalah merupakan rencana Allah. Allah menciptakan manusia dari tanah, kemudian menjadi segumpal darah dan menjadi janin. Semua ini tidak terjadi secara kebetulan. Al-Quran mencatat firman Allah: “Selanjutnya Kami dudukan janin itu dalam rahim menurut kehendak Kami selama umur kandungan. Kemudian kami keluarkan kamu dari rahim ibumu sebagai bayi.” (QS 22:5) Dalam ayat ini malah ditekankan akan pentingnya janin dibiarkan hidup “selama umur kandungan”. Tidak ada ayat yang mengatakan untuk mengeluarkan janin sebelum umur kandungan apalagi membunuh janin secara paksa!

o 7) Nabi SAW tidak pernah menganjurkan aborsi. Bahkan dalam kasus hamil
diluar nikah sekalipun, Nabi sangat menjunjung tinggi kehidupan. Hamil diluar nikah berarti hasil perbuatan zinah. Hukum Islam sangat tegas terhadap para pelaku zinah. Akan tetapi Nabi Muhammad SAW – seperti dikisahkan dalam Kitab Al-Hudud – tidak memerintahkan seorang wanita yang hamil diluar nikah untuk menggugurkan kandungannya: Datanglah kepadanya (Nabi yang suci) seorang wanita dari Ghamid dan berkata,”Utusan Allah, aku telah berzina, sucikanlah aku.”. Dia (Nabi yang suci) menampiknya. Esok harinya dia berkata,”Utusan Allah, mengapa engkau menampikku? Mungkin engkau menampikku seperti engkau menampik Ma’is. Demi Allah, aku telah hamil.” Nabi berkata,”Baiklah jika kamu bersikeras, maka pergilah sampai anak itu lahir.” Ketika wanita itu melahirkan datang bersama anaknya (terbungkus) kain buruk dan berkata,”Inilah anak yang kulahirkan.” Jadi, hadis ini menceritakan bahwa walaupun kehamilan itu terjadi karena zina (diluar nikah) tetap janin itu harus dipertahankan sampai waktunya tiba. Bukan dibunuh secara keji. ALKITAB & ABORSI Semua umat Kristiani bisa membaca kembali Kitab Sucinya untuk mengerti dengan jelas, betapa Tuhan sangat tidak berkenan atas pembunuhan seperti yang dilakukan dalam tindakan aborsi. Pertama : Jangan pernah berpikir bahwa janin dalam kandungan itu belum memiliki nyawa.


Kej 16:11 dan Kej 25:21-26 ~ Selanjutnya kata Malaikat Tuhan itu kepadanya: “Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab Tuhan telah mendengar tentang penindasan atasmu itu. ~ Berdoalah Ishak kepada Tuhan untuk isterinya, sebab isterinya itu mandul; Tuhan mengabulkan doanya, sehingga Ribka, isterinya itu, mengandung. Tetapi anak-anaknya bertolak-tolakan di dalam rahimnya dan ia berkata: “Jika demikian halnya, mengapa aku hidup?” Dan ia pergi meminta petunjuk kepada Tuhan. Firman Tuhan kepadanya: “Dua bangsa ada dalam kandunganmu, dan dua suku bangsa akan berpencar dari dalam rahimmu; suku bangsa yang satu akan lebih kuat dari yang lain, dan anak yang tua akan menjadi hamba kepada anak yang muda.” Setelah genap harinya untuk bersalin, memang anak kembar yang di dalam kandungannya. Keluarlah yang pertama, warnanya merah, seluruh tubuhnya seperti jubah berbulu; sebab itu ia dinamai Esau. Sesudah itu keluarlah adiknya; tangannya memegang tumit Esau, sebab itu ia dinamai Yakub. Ishak berumur enam puluh tahun pada waktu mereka lahir.

Hos 12:2-3 dan Rom 9:10-13~ Efraim menjaga angin, dan mengejar angin timur sehari suntuk, memperbanyak dusta dan pemusnahan; mereka mengadakan perjanjian dengan Asyur, dan membawa minyak kepada Mesir. Tuhan mempunyai perbantahan dengan Yehuda, Ia akan menghukum Yakub sesuai dengan tingkah lakunya, dan akan memberi balasan kepadanya sesuai dengan perbuatan-perbuatannya. ~ Tetapi bukan hanya itu saja. Lebih terang lagi ialah Ribka yang mengandung dari satu orang, yaitu dari Ishak, bapa leluhur kita. Sebab waktu anak-anak itu belum dilahirkan dan belum melakukan yang baik atau yang jahat, - supaya rencana Allah tentang pemilihanNya diteguhkan, bukan berdasarkan perbuatan, tetapi berdasarkan panggilanNya – dikatakan kepada Ribka: “Anak yang tua akan menjadi hamba anak yang muda.” Seperti ada tertulis: “Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau.”

Kel 21-22 ~ pada Bab 21 dan 22 dibahas Tentang hak budak Ibrani (Kel 21:1-11); Peraturan tentang jaminan nyawa sesama manusia (Kel 21: 12-36) ; Peraturan tentang jaminan harta sesama manusia (Kel 22:1-17); Peraturan tentang dosa yang keji (Kel 22:18-20); Peraturan tentang orang-orang yang tidak mampu (Kel 22:21-27); dan Berbagaibagai peraturan (Kel 22:28-31)

Yer 1:5 ~ “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.”

Yes 7:14 ~ Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.

Yes 44:2,24 ~ Beginilah firman Tuhan yang menjadikan engkau, yang membentuk engkau sejak dari kandungan dan yang menolong engkau: Janganlah takut, hai hambaKu Yakub, dan hai Yesyurun, yang telah Kupilih! ….Beginilah firman Tuhan, Penebusmu, yang membentuk engkau sejak dari kandungan; “Akulah Tuhan, yang menjadikan segala sesuatu, yang seorang diri membentangkan langit, yang menghamparkan bumi – siapakah yang mendampingi Aku? -

Yes 46:3 ~ “Dengarkanlah Aku, hai kaum keturunan Yakub, hai semua orang yang masih tinggal dari keturunan Israel, hai orang-orang yang Kudukung sejak dari kandungan, hai orang-orang yang Kujunjung sejak dari rahim….”

Yes 49:1-2 ~ Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! Tuhan telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku. Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang


tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tanganNya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panahNya.

Yes 53:6 ~ Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi Tuhan telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.

Ayb 3:11-16 ~ Mengapa aku tidak mati waktu aku lahir, atau binasa waktu aku keluar dari kandungan? Mengapa pangkuan menerima aku; mengapa ada buah dada, sehingga aku dapat menyusu? Jikalau tidak, aku sekarang berbaring dan tenang; aku tertidur dan mendapat istirahat bersama-sama raja-raja dan penasihat-penasihat di bumi, yang mendirikan kembali reruntuhan bagi dirinya, atau bersama-sama pembesar-pembesar yang mempunyai emas, yang memenuhi rumahnya dengan perak. Atau mengapa aku tidak seperti anak gugur yang disembunyikan, seperti bayi yang tidak melihat terang?

Ayb 10:8-12 ~ TanganMulah yang membentuk dan membuat aku, tetapi kemudian Engkau berpaling dan hendak membinasakan aku? Ingatlah, bahwa Engkau yang membuat aku dari tanah liat, tetapi Engkau hendak menjadikan aku debu kembali? Bukankah Engkau yang mencurahkan aku seperti air susu, dan mengentalkan aku seperti keju? Engkau mengenakan kulit dan daging kepadaku, serta menjalin aku dengan tulang dan urat. Hidup dan kasih setia Kaukaruniakan kepadaku, dan pemeliharaanMu menjaga nyawaku.

• •

Ayb 31:15 ~ Bukankah Ia, yang membuat aku dalam kandungan, membuat orang itu juga? Bukankah satu juga yang membentukkami dalam rahim? Mzm 22:9-10 ~ “Ia menyerah kepada Tuhan; biarlah Dia yang meluputkannya, biarlah Dia yang melepaskannya! Bukankah Dia berkenan kepadanya?” Ya, Engkau yang mengeluarkan aku dari kandungan; Engkau yang membuat aku aman pada dada ibuku.

Mzm 139:13-16 ~ Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepadaMu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulangtulangku tidak terlindung bagiMu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mataMu melihat selagi aku bakal anak; dan dalam kitabMu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.

Pkh 5:15 dan Pkh 11:5 ~ Inipun kemalangan yang menyedihkan. Sebagaimana ia datang, demikianpun ia akan pergi. Dan apakah keuntungan orang tadi yang telah berlelah-lelah menjaring angin? ~ Sebagaimana engkau tidak mengetahui jalan angin dan tulang-tulang dalam rahim seorang perempuan yang mengandung, demikian juga engkau tidak mengetahui pekerjaan Allah yang melakukan segala sesuatu.

Luk 1:13-15 ~ Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu. Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya;

• •

Luk 1:39-44 ~ mengisahkan kunjungan Maria kepada Elisabet, ibu

Yohanes. Mzm 51:5 ~ Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.


Luk 1:35-36 ~ Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kau lahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.

Mat 1:18-20 ~ Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibuNya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami istri. Karena Yusuf suaminya seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf , anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai istrimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus….”

Hak 13:3-7 ~ Dan Malaikat Tuhan menampakkan diri kepada perempuan itu dan berfirman kepadanya demikian: “Memang engkau mandul, tidak beranak, tetapi engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Oleh sebab itu, peliharalah dirimu, janganminum anggur atau minuman yang memabukkan dan jangan makan sesuatu yang haram. Sebab engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki; kepalanya takkan kena pisau cukur, sebab sejak dari kandungan ibunya anak itu akan menjadi seorang nazir Allah dan dengan dia akan mulai penyelamatan orang Israel dari tangan orang Filistin.”

• •

Ef 1:4 ~ …yang telah menyerahkan diriNya karena dosa-dosa kita, untuk melepaskan kita dari dunia jahat yang sekarang ini, menurut kehendak Allah dan Bapa kita. Mat 25:34 ~ Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kananNya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.

Why 13:8 ~ Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih.

Why 17:8 ~ Adapun binatang yang telah kaulihat itu, telah ada, namun tidak ada, ia akan muncul dari jurang maut, dan ia menuju kepada kebinasaan. Dan mereka yang diam di bumi, yaitu mereka yang tidak tertulis di dalam kitab kehidupan sejak dunia dijadikan, akan heran, apabila mereka melihat, bahwa binatang itu telah ada, namun tidak ada, dan akan muncul lagi. Kedua : Hukuman bagi para pelaku aborsi sangat keras.

Kel 21:22-25 ~ Apabila ada orang berkelahi dan seorang dari mereka tertumbuk kepada seorang perempuan yang sedang mengandung, sehingga keguguran kandungan, tetapi tidak mendapat kecelakaan yang membawa maut, maka pastilah ia didenda sebanyak yang dikenakan oleh suami perempuan itu kepadanya, dan ia harus membayarnya menurut putusan hakim. Tetapi jika perempuan itu mendapat kecelakaan yang membawa maut, maka engkau harus memberikan nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki, lecur ganti lecur, luka ganti luka, bengkak ganti bengkak. Yoh 9:1-3 ~ Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya. Murid-muridNya bertanya kepadaNya: “Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri

Ketiga : Aborsi karena alasan janin yang cacat tidak dibenarkan Tuhan.


atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?"” Jawab Yesus: “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia…”

Kis 17:25-29 ~ … dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang. Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing. Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujanggapujanggamu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga. Karena kita berasal dari keturunan Allah, kita tidak boleh berpikir, bahwa keadaan ilahi sama seperti emas atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia. Mzm 94:9 ~ Dia yang menanamkan telinga, masakan tidak mendengar? Dia yang membentuk mata, masakah tidak memandang? Rom 8:28 ~ Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Im 19:14 ~ Janganlah kau kutuki orang tuli dan did depan orang buta janganlah kau taruh batu sandungan, tetapi engkau harus takut akan Allahmu; Akulah Tuhan. Yes 45:9-12 ~ Celakalah orang yang berbantah dengan Pembentuknya; dia tidak lain dari beling periuk saja! Adakah tanah liat berkata kepada pembentuknya: “Apakah yang kaubuat?” atau yang telah dibuatnya: “Engkau tidak punya tangan!” Celakalah orang yang berkata kepada ayahnya: “Apakah yang kauperanakkan?” dan kepada ibunya: “Apakah yang kaulahirkan?” Beginilah firman Tuhan, Yang Mahakudus, Allah dan Pembentuk Israel; “Kamukah yang mengajukan pertanyaan kepadaKu mengenai anak-anakKu, atau memberi perintah kepadaKu mengenai yang dibuat tanganKu? Akulah yang menjadikan bumi dan yang menciptakan manusia di atasnya; tanganKulah yang membentangkan langit, dan Akulah yang memberi perintah kepada seluruh tentaranya.

• •

• •

Keempat : Aborsi karena ingin menyembunyikan aib tidak dibenarkan Tuhan.

Kej 19:36-38 ~ Lalu mengandunglah kedua anak Lot itu dari ayah mereka. Yang lebih tua melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Moab; dialah bapa orang Moab yang sekarang. Yang lebih mudapun melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya BenAmi; dialah bapa bani Amon yang sekarang. Kej 50:20 ~ Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar. Rom 8:28 ~ Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Kelima: Tuhan tidak pernah memperkenankan anak manusia dikorbankan. Apapun alasannya.

Yeh 16:20-21 ~ Bahkan, engkau mengambil anak-anakmu lelaki dan perempuan yang engkau lahirkan bagiKu dan mempersembahkannya kepada mereka menjadi makanan mereka. Apakah persundalanmu ini masih perkara enteng bahwa engkau menyembelih


anak-anakKu dan menyerahkanNya kepada mereka dengan mempersembahkannya sebagai korban dalam api?

Yer 32:35 ~ Mereka mendirikan bukit-bukit pengorbanan untuk Baaldi Lembah BenHinom, untuk mempersembahkan anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan mereka kepada Molokh sebagai korban dalam api, sekalipun Aku tidak pernah memerintahkannya kepada mereka dan sekalipun hal itu tidak pernah timbul dalam hatiKu, yakni hal melakukan kejijikan ini, sehingga Yehuda tergelincir ke dalam dosa. Kel 1:15-17 ~ Raja Mesir juga memerintahkan kepada bidan-bidan yang menolong perempuan Ibrani, seorang bernama Sifra dan yang lain bernama Pua, katanya: “Apabila kamu menolong perempuan Ibrani pada waktu bersalin, kamu harus memperhatikan waktu anak itu lahir: jika anak laki-laki, kamu harus membunuhnya, tetapi jika anak perempuan, bolehlah ia hidup.” Tetapi bidan-bidan itu takut akan Allah dan tidak melakukan seperti yang dikatakan raja Mesir kepada mereka, dan membiarkan bayi-bayi itu hidup. Mzm 106:37-42 ~ Mereka mengorbankan anak-anak lelaki mereka, dan anak-anak perempuan mereka kepada roh-roh jahat, dan menumpahkan darah orang yang tak bersalah, darah anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan mereka, yang mereka korbankan kepada berhala-berhala Kanaan, sehingga negeri itu cemar oleh hutang darah. Mereka menajiskan diri dengan apa yang mereka lakukan, dan berzinah dalam perbuatan-perbuatan mereka. Maka menyalalah murka Tuhan terhadap umatNya, dan Ia jijik kepada milikNya sendiir. DiserahkanNyalah mereka ke tangan bangsa-bangsa, sehingga orang-orang yang membenci mereka berkuasa atas mereka. Mereka diimpit oleh musuhnya, sehingga takluk ke bawah kuasanya. II Raj 16:3; 17:17 dan 21:6 ~ .. tetapi ia hidup menurut kelakuan raja-raja Israel, bahkan dia mempersembahkan anaknya sebagai korban dalam api, sesuai dengan perbuatan keji bangsa-bangsa yang telah dihalau Tuhan dari depan orang Israel. ~ Tambahan pula mereka mempersembahkan anak-anaknya sebagai korban dalam api dan melakukan tenung dan telaah dan memperbudak diri dengan melakukan yang jahat di mata Tuhan, sehingga mereka menimbulkan sakit hatiNya. ~ Bahkan ia mempersembahkan anaknya sebagai korban dalam api, melakukan ramal dan telaah, dan menghubungi para pemanggil arwah dan para pemanggil roh peramal. Ia melakukan banyak yang jahat di mata Tuhan, sehingga ia menimbulkan sakit hatiNya. Ul 12:31 dan 18:10-13 ~ Jangan engkau berbuat seperti itu terhadap Tuhan, Allahmu; sebab segala yang menjadi kekejian bagi Tuhan, apa yang dibenciNya, itulah yang dilakukan mereka bagi allah mereka; bahkan anak-anaknya lelaku dan anak-anaknya perempuan dibakar mereka dengan api bagi allah mereka. ~ Di antaramu janganlah didapati seorangpun yang mempersembahkan anaknya laki-laki atau anaknya perempuan sebagai korban dalam api, ataupun seorang yang menjadi petenung, seorang peramal, seorang penelaah, seorang penyihir. Seorang pemantera, ataupun seorang yang bertanya kepada arwah atau kepada roh peramal atau yang meminta petunjuk kepada orang-orang mati. Sebab setiap orang yang melakukan hal-hal ini adalah kekejian bagi Tuhan, dan oleh karena kekejian-kekejian inilah Tuhan, Allahmu, menghalau mereka dari hadapanmu. Haruslah engkau hidup dengan tidak bercela di hadapan Tuhan, Allahmu. Im 18:21, 24 dan 30 ~ “Janganlah kauserahkan seorang dari anak-anakmu untuk dipersembahkan kepada Molokh, supaya jangan engkau melanggar kekudusan nama Allahmu; Akulah Tuhan. ~ Janganlah kamu menajiskan dirimu dengan semuanya itu bangsa-bangsa yang akan Kuhalaukan dari depanmu telah menjadi najis. ~ Dengan demikian kami harus tetap berpegang pada kewajibanmu terhadap Aku, dan jangan kamu melakukan sesuatu dari kebiasaan yang keji itu, yang dilakukan sebelum kamu, dan janganlah kamu menajiskan dirimu dengan semuanya itu; Akulah Tuhan, Allahmu.”


Keenam : Anak-anak adalah pemberian Tuhan. Jagalah sebaik-baiknya.

Kej 30:1-2 ~ Ketika dilihat Rahel, bahwa ia tidak melahirkan anak bagi Yakub, cemburulah ia kepada kakaknya itu, lalu berkata kepada Yakub: “Berikanlah kepadaku anak; kalau tidak, aku akan mati.” Maka bangkitlah amarah Yakub terhadap Rahel dan ia berkata:” Akukah pengganti Allah, yang telah menghalangi engkau mengandung?” Mzm 127:3-5 ~ Sesungguhnya, anak laki-laki adalah milik pusaka dari pada Tuhan, dan buah kandungan adalah suatu upah. Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda. Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang.

If You Adopt...
You will be free to pursue your goals and dreams that you had before you were pregnant. You will not have to care for a baby before you are ready.

If You Abort...
You will be free to pursue your goals and dreams that you had before you were pregnant. You will not have to care for a baby before you are ready.

You will not have the financial burden You will not have the financial burden of caring for a child. of caring for a child. You will not have to worry about You will not have to worry about finding a sitter, missing out on the fun finding a sitter, missing out on the fun with your friends and being tied down. with your friends and being tied down. When you think of your baby, you will There is no baby to think of; no smile, think of him or her as happy and loved no little fingers or toes to remember. by a mommy and daddy. You have only the memory that you ended your baby’s life. Instead of You will have precious memories of feeling good about how your your baby’s face, fingers, toes, eyes pregnancy ended, you may feel sad and smile. and empty. But you can never go back and give that child life! The back of You will know you gave the greatest this card has questions and answers gift of all - a child, to a couple whose about adoption. Please take a moment hope and dream was a baby to love. to read them before you make the most important decision of your life. Decisions ... some are small and some are very big. Some don’t affect your life at all . Others have consequences


you must deal with the rest of your life. Referensi: jurnal Hukum Islam. Vol. VII No. 5. Juli 2007

Acara TVRI Stasiun Jawa Tengah Nama Acara : ”Relax” Tema : Aborsi Penayangan : (LIVE) Kamis, 25 Februari 2010 Waktu : Pkl. 16.00 – 17.00 WIB Format : Debat bahasa inggris (dengan gaya bahasa percakapan sehari-hari) Gladi Bersih Hari/tanggal Waktu Tempat

: Selasa/23 februari 2009 : Pkl. 10.00 WIB : UNIKA Soegijapranata Jl. Bendan Dhuwur, Semarang

Pelaksana Inti Tambahan Pengaturan debat

: 3 mahasiswa (posisi kontra) : 15 orang supporter : band (membawakan 1 lagu bebas berbahasa inggris + umbrella) : 5 segmen, pelaksanaan sbb: 1. Drama → mahasiswa/i UNIKA 2. Perkenalan (peserta, komentator, tamu) 3. Break 4. Segmen 2: debat mulai, urutan Pembicara 1,2,3, dilanjutkan komentator (@ 2 menit) 5. Break 6. Lagu 19

7. 8. 9.

Sajian → mahasiswa/i UNIKA Break Debat, dst s/d penutup