P. 1
OCB Dan Stres Terhadap Kinerja

OCB Dan Stres Terhadap Kinerja

5.0

|Views: 3,106|Likes:
Published by Joko Widodo

More info:

Published by: Joko Widodo on Mar 12, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/14/2013

pdf

text

original

Organizational Citizenship Behavior(OCB)ini menarik untuk di teliti dan

senantiasa menjadi isu hangat, karena pada awalnya sebelum tahun 1970an, OCB

ini memiliki pengaruh yang sempit padajobsepertiscientific management,

pergerakan serikat kerja, peraturan pemerintah, teknologi analisa pekerjaan.

Namun setelah tahun 1970an, pengaruh OCB meluas seperti lingkungan yang

super dinamis, revolusi teknologi dan kompetisi global yang menyebabkan

terjadinya pengangguran besar-besaran, bangkitnya pergerakan serikat kerja, dan

deregulasi. Untuk itu diperlukan pengambilan keputusan dengan cepat, karyawan

yangmemilikiinisiatif serta kelompok kerja yangcross functional.

OCBmerupakankontribusi individu yang mendalam melebihi tuntutan

peranditempatkerjadan di-rewardoleh perolehan kinerja tugas.OCBini

melibatkanbeberapaperilakumeliputiperilakumenolongoranglain,menjadi

volunteeruntuk tugas-tugas ekstra, patuh terhadap aturan-aturan dan prosedur-

prosedur di tempat kerja.Perilaku-perilakuini menggambarkan"nilaitambah

karyawan" dan merupakan salah satubentuk perilaku prososial, yaitu perilaku

12

sosial yang positif, konstruktif dan bermakna membantu (Aldag & Resckhe.

dalam Hardaningtyas, 2004).

Organ (dalam Robbins, 2008) menyatakan bahwa: “organizational

citizenship behavior(OCB)sebagai perilaku yang sekehendak hati, tidak secara

langsung atau eksplesitdiketahui dari sistem penghargaan formal, dan secara

keseluruhan mendorong fungsi yang efektif dalam organisasi”

Sementara itu Van Dyne, dkkdalam Hardaningtyas (2004) yang

mengusulkan konstruksi dariekstra-role behavior(ERB) yaitu perilaku yang

menguntungkan organisasi dan atau cenderung menguntungkanorganisasi,secara

sukarela danmelebihi apa yangmenjadi tuntutan peran. Organ (1997)menyatakan

bahwa definisi ini tidak didukung penjelasan yangcukup,"peran pekerjaan" bagi

seseorang adalah tergantungdari harapan dankomunikasi dengan pengirim peran

tersebut. Definisi teori peran ini menempatkan OCB atau ERB dalamrealism

fenomenologi, tidak dapat diobservasi dan sangat subyektif. Definisi ini juga

menganggap bahwaintense actoradalah"untukmenguntungkanorganisasi".

Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwaorganisational

citizenship behavior(OCB) merupakan:

1.Perilaku yang bersifat sukarela. Bukan merupakan tindakan yang terpaksa

terhadap hal-hal yang mengedepankan kepentingan organisasi

2.Perilaku individu sebagai wujud dari kepuasan berdasarkanperformance,

tidak diperintahkan secara formal

13

3.Tidakberkaitansecara langsung dan terang-terangan dengan sistem

rewardyang formal

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->