P. 1
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia

|Views: 5,749|Likes:
Published by arissritopo

More info:

Published by: arissritopo on Mar 12, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/17/2013

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia dikembangkan bersifat alami.

Keindahan alam dan keanekaragaman seni budaya ini harus dilestarikan untuk diwariskan kepada generasi penerus dalam rangka pengenalan warisan inilah, maka di adakan karya wisata. Selain memperkenalkan warisan bangsa karya wisata ini dapat menambah wawasan pengetahuan anak dan melatih anak untuk trampil menuangkan apa-apa yang telah dinikmati untuk disusun dalam sebuah laporan untuk maksud tersebut maka penyusunan laporan ini digunakan sebagai salah satu tugas sekolah. 1.2 Pemilihan Judul Sesuai dengan apa yang telah kami kunjungi, maka laporan ini kami berjudul “LAPORAN HASIL KUNJUNGAN KE OBYEK WISATA DI JAKARTA “ (Masjid Kubah Emas, Masjid Istiqlal, Gelanggang Samudra, Dunia Fantasi, ITC Cempaka Mas ). 1.3 Tujuan Kunjungan Wisata Kunjungan wisata ke Jakarta ini mempunyai beberapa tujuan, dari beberapa wisata tersebut, antara lain sebagai berikut : a. Mengenalkan kekayaan alam dan kebudayaan Indonesia. b. Memberikan motivasi pada siswa, untuk menjaga kekayaan alam dan kebudayaan bangsa yang ada. c. Mengetahui nilai sejarah warisan budaya bangsa. d. Menumbuhkan rasa cinta terhadap alam dan budaya yang merupakan warisan bangsa yang harus dilestarikan. 1.4 Metode Pembuatan Karya Tulis 1. Observasi (pengamatan) Penulis mengamati secara langsung setiap objek wisata yang dikunjungi. Dengan demikian dihadapkan pada realita yang ada. Kemudian menyusunnya dalam sebuah laporan sebagai bahan pembuatan karya tulis. 1 adalah negara yang kaya keindahan alam dengan keanekaragaman seni dan budaya. Hal ini merupakan potensi bangsa yang dapat menjadi obyek wisata, baik wisata yang bernilai sejarah atau

2. Wawancara Penulis bertanya kepada Juru Penerang yang ada pada setiap kunjungan tentang seluk beluk tempat dan hal-hal lain yang perlu. 3. Dokumentasi Penulis mengumpulkan bahan-bahan dari berbagai macam media tulis maupun cetak dan relief atau diorama yang mengandung unsur sejarah yang sedang diteliti. 1.5 Sistematika Penulisan Laporan Laporan ini mempunyai susunan penulisan sebagai berikut : 1. b. c.Motto d. Persembahan e.Kata Pengantar f. Daftar Isi 2. a. b. c. d. e. 3. Bab VI Bagian Isi Bab I Pendahuluan Bab II Masjid Kubah Mas Bab III Masjid Istiqlal Bab IV Dunia Fantasi Bab V Bagian Penutup Penutup Kesimpulan Saran Penutup ITC Cempaka Mas Pendahuluan a.Halaman Judul Halaman Pengesahan

2

BAB II ISI A. MASJID DIAN AL MAHRI (MASJID KUBAH MAS)
Masjid Dian Al Mahri adalah sebuah masjid yang dibangun di tepi jalan Raya Meruyung-Cinere di Kecamatan Limo, Depok. Masjid ini selain sebagai menjadi tempat ibadah sholat bagi umat muslim wisata sehari-hari, keluarga dan kompleks menarik masjid ini juga menjadi kawasan perhatian banyak orang karena kubah-kubahnya yang dibuat dari emas. Selain itu karena luasnya area yang ada dan bebas diakses untuk umum, sehingga tempat ini sering menjadi tujuan liburan keluarga atau hanya sekedar dijadikan tempat beristirahat.

Sejarah
Masjid ini dibangun oleh Hj. Dian Djuriah Maimun Al Rasyid, pengusaha asal Banten, yang telah membeli tanah ini sejak tahun 1996. Masjid ini mulai dibangun sejak tahun 2001 dan selesai sekitar akhir tahun 2006. Masjid ini dibuka untuk umum pada tanggal 31 Desember 2006, bertepatan dengan Idul Adha yang kedua kalinya pada tahun itu. Dengan luas kawasan 50 hektar, bangunan masjid ini menempati luas area sebesar 60 x 120 meter atau sekitar 8000 meter persegi. Masjid ini sendiri dapat menampung sekitar kurang lebih 20.000 jemaah. Kawasan masjid ini sering disebut sebagai kawasan masjid termegah di Asia Tenggara.

Arsitektur
Masjid Dian Al Mahri memiliki 5 kubah. Satu kubah utama dan 4 kubah kecil. Uniknya, seluruh kubah dilapisi emas setebal 2 sampai 3 milimeter dan mozaik kristal. Bentuk kubah utama menyerupai kubah Taj Mahal. Kubah tersebut memiliki diameter bawah 16 meter, diameter tengah 20 meter, dan tinggi 25 meter. Sementara 4 kubah kecil memiliki diameter bawah 6 meter, tengah 7 meter, dan tinggi 8 meter.

3

Selain itu di dalam masjid ini terdapat lampu gantung yang didatangkan langsung dari Italia seberat 8 ton. Selain itu, relief hiasan di atas tempat imam juga terbuat dari emas 18 karat. Begitu juga pagar di lantai dua dan hiasan kaligrafi di langit-langit masjid. Sedangkan mahkota pilar masjid yang berjumlah 168 buah berlapis bahan prado atau sisa emas. Secara umum, arsitektur masjid mengikuti tipologi arsitektur masjid di Timur Tengah dengan ciri kubah, minaret (menara), halaman dalam (plaza), dan penggunaan detail atau hiasan dekoratif dengan elemen geometris dan obelisk, untuk memperkuat ciri keislaman para arsitekturnya. Ciri lainnya adalah gerbang masuk berupa portal dan hiasan geometris serta obelisk sebagai ornamen Halaman dalam berukuran 45 x 57 meter dan mampu menampung 8.000 jemaah. Enam menara (minaret) berbentuk segi enam atau heksagonal, yang melambangkan rukun iman, menjulang setinggi 40 meter. Keenam menara itu dibalut batu granit abuabu yang diimpor dari Italia dengan ornamen melingkar. Pada puncaknya terdapat kubah berlapis mozaik emas 24 karat. Sedangkan kubahnya mengacu pada bentuk kubah yang banyak digunakan masjid-masjid di Persia dan India. Lima kubah melambangkan rukun Islam, seluruhnya dibalut mozaik berlapis emas 24 karat yang materialnya diimpor dari Italia. Pada bagian interiornya, masjid ini menghadirkan pilar-pilar kokoh yang menjulang tinggi guna menciptakan skala ruang yang agung. Ruang masjid didominasi warna monokrom dengan unsur utama warna krem, untuk memberi karakter ruang yang tenang dan hangat. Materialnya terbuat dari bahan marmer yang diimpor dari Turki dan Italia. Di tengah ruang, tergantung lampu yang terbuat dari kuningan berlapis emas seberat 2,7 ton, yang pengerjaannya digarap ahli dari Italia.

4

B. MASJID ISTIQLAL Pada tahun 1953 beberapa ulama mencetuskan ide untuk mendirikan masjid megah yang akan menjadi kebanggaan warga Jakarta sebagai ibukota dan juga rakyat Indonesia secara keseluruhan. Mereka adalah KH. Wahid Hasyim, Menteri Agama RI pertama, yang melontarkan ide pembangunan masjid itu bersamasama dengan H. Agus Salim, Anwar Tjokroaminoto dan Ir. Sofwan beserta sekitar 200-an orang tokoh Islam pimpinan KH. Taufiqorrahman. Ide itu kemudian diwujudkan dengan membentuk Yayasan Masjid Istiqlal. Pada tanggal 7 Desember 1954 didirikan yayasan Masjid Istiqlal yang diketuai oleh H. Tjokroaminoto untuk mewujudkan ide pembangunan masjid nasional tersebut. Gedung Deca Park di Lapangan Merdeka (kini Jalan Medan Merdeka Utara di Taman Museum Nasional), menjadi saksi bisu atas dibentuknya Yayasan Masjid Istiqlal. Nama Istiqlal diambil dari bahasa Arab yang berarti Merdeka sebagai simbol dari rasa syukur bangsa Indonesia atas kemerdekaan yang diberikan oleh Allah SAW. Presiden pertama RI Soekarno menyambut baik ide tersebut dan mendukung berdirinya yayasan masjid Istiqlal dan kemudian membentuk Panitia Pembangunan Masjid Istiqlal (PPMI). Penentuan Lokasi Masjid Istiqlal Penentuan lokasi masjid sempat menimbulkan perdebatan antara Bung Karno dan Bung Hatta yang pada saat itu menjabat sebagai Wakil Presiden RI. Bung Karno mengusulkan lokasi di atas bekas benteng Belanda Frederick Hendrik dengan Taman Wilhelmina yang dibangun oleh Gubernur Jenderal Van Den Bosch pada tahun 1834 yang terletak di antara Jalan Perwira, Jalan Lapangan Banteng, Jalan Katedral dan Jalan Veteran. Sementara Bung Hatta mengusulkan lokasi pembangunan masjid terletak di tengah-tengah umatnya yaitu di Jalan Thamrin yang pada saat itu disekitarnya banyak dikelilingi kampung, selain itu ia juga menganggap pembongkaran benteng Belanda tersebut akan memakan dana yang tidak sedikit. Namun akhirnya Presiden Soekarno memutuskan untuk membangun di lahan bekas 5

benteng Belanda, karena di seberangnya telah berdiri gereja Kathedral dengan tujuan untuk memperlihatkan kerukunan dan keharmonisan kehidupan beragama di Indonesia. Sayembara Desain Masjid Istiqlal Setahun sebelumnya, Ir. Soekarno menyanggupi untuk membantu pembangunan masjid, bahkan memimpin sendiri penjurian sayembara desain maket masjid. Setelah melalui beberapa kali sidang, di Istana Negara dan Istana Bogor, dewan juri yang terdiri dari Prof. Ir. Rooseno, Ir.H. Djuanda, Prof.Ir. Suwardi, Hamka, H. Abubakar Aceh, dan Oemar Husein Amin. Pada tahun 1955 Panitia Pembangunan Masjid Istiqlal mengadakan sayembara rancangan gambar atau arsitektur masjid Istiqlal yang jurinya diketuai oleh Presiden Soekarno dengan hadiah berupa uang sebesar Rp. 75.000; serta emas murni seberat 75 gram. Sebanyak 27 peserta mengikuti sayembara, namun dari seluruh peserta hanya 5 peserta yang memenuhi syarat: 1. F. Silaban dengan rancangannya “Ketuhanan” 2. R. Oetoyo dengan rancangannya “Istighfar” 3. Hans Groenewegen dengan rancangannya “Salam” 4. Mahasiswa ITB (5 orang) rancangannya “Ilham 5” 5. Mahasiswa ITB (3 orang) rancangannya “Chatulistiwa” Setelah proses penjurian yang panjang dengan mempelajari rancangan arsitektur beserta makna yang terkandung didalamnya berdasarkan gagasan para peserta maka akhirnya pada 5 Juli 1955 atas perintah Presiden Soekarno memutuskan desain rancangan dengan judul “Ketuhanan” karya Frederich Silaban dipilih sebagai pemenang sebagai model dari Masjid Istiqlal. Sang Arsitek Masjid Beragama Kristen Frederich Silaban adalah seorang arsitek beragama Kristen kelahiran Bonandolok Sumatera, 16 Desember 1912, anak dari pasangan suami istri Jonas Silaban Nariaboru. Ia adalah salah satu lulusan terbaik dari Academie van Bouwkunst Amsterdam tahun 1950. selain membuat desain masjid Istiqlal ia juga merancang kompleks Gelanggang Olahraga Senayan.

6

Untuk menyempurnakan rancangan masjid Istiqlal F. Silaban mempelajari tata cara dan aturan orang muslim melaksanakan shalat dan berdoa selama kurang lebih 3 bulan dan selain itu ia juga mempelajari banyak pustaka mengenai masjid-masjid di dunia. Awal Pembangunan Masjid Istiqlal Pada sekitar tahun 1950 hingga akhir tahun 1960-an Taman Wilhelmina di depan Lapangan Banteng dikenal sepi, gelap, kotor dan tak terurus. Tembok-tembok bekas bangunan benteng Frederik Hendrik di taman dipenuhi lumut dan rumput ilalang dimana-mana. Kemudian tahun 1960, di tempat yang sama, ribuan orang yang berasal dari berbagai kalangan masyarakat biasa, pegawai negeri, swasta, alim ulama dan ABRI bekerja bakti membersihkan taman tak terurus di bekas benteng penjajah itu. Setahun kemudian, tepatnya 24 Agustus 1961, masih dalam bulan yang sama perayaan kemerdekaan RI, menjadi tanggal yang paling bersejarah bagi umat muslimin di Jakarta khususnya, dan Indonesia umumnya. Untuk pertama kalinya, di bekas taman itu, kota Jakarta memiliki sebuah masjid besar. Sebuah masjid yang dimaksudkan sebagai simbol kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Padanan katanya dalam bahasa Arab berarti merdeka dan disepakati diberi nama Istiqlal sehingga jadilah, Masjid Istiqlal namanya. Tanggal yang bertepatan dengan peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW itu, dipilih sebagai momen pemancangan tiang pertama oleh Presiden pertama RI, Ir. Soekarno yang ketika itu langsung bertindak sebagai Kepala Bidang Teknik. Proses Panjang Pembangunan Masjid Istiqlal Seiring dengan iklim politik dalam negeri yang cukup memanas, proyek ambisius itu tersendat-sendat pembangunannya, karena berbarengan dengan pembangunan monumen lain seperti Gelora Senayan, Monumen Nasional, dan berbagai proyek mercu suar lainnya. Hingga pertengahan tahun ‘60-an proyek Masjid Istiqlal terganggu penyelesaiannya. Puncaknya ketika meletus peristiwa G 30 S/PKI tahun ‘65-’66, pembangunan Masjid Istiqlal bahkan terhenti sama sekali. Barulah ketika Himpunan Seniman Budayawan Islam memperingati miladnya yang ke-20, sejumlah tokoh, ulama dan pejabat negara tergugah untuk melanjutkan pembangunan Masjid Istiqlal. Dipelopori oleh Menteri Agama KH. M. Dahlan upaya penggalangan dana mewujudkan fisik masjid digencarkan kembali. Presiden Soekarno, yang pamornya di mata masyarakat mulai luntur, kedudukannya dalam 7

kepengurusan diganti oleh KH. Idham Chalied yang bertindak sebagai koordinator panitia nasional Masjid Istiqlal yang baru. Lewat kepengurusan yang baru, masjid dengan arsitektur bergaya modern itu selesai juga pembangunannya. Semula pembangunan masjid direncanakn akan memakan waktu selama 45 tahun namun dalam pelaksanaannya ternyata jauh lebih cepat. Bangunan utama dapat selesai dalam waktu 6 tahun tepatnya pada tanggal 31 Agustus 1967 sudah dapat digunakan yang ditandai dengan berkumandangnya adzan Maghrib yang pertama. Secara keseluruhan pembangunan masjid Istiqlal diselesaikan dalam kurun waktu 17 tahun. Peresmiannya dilakukan oleh presiden Soeharto pada tanggal 22 Februari 1978. Kurun waktu pembangunannya telah melewati dua periode masa kepemimpinan yaitu Orde Lama dan Orde Baru. Pendanaan pembangunan masjid ini pada masa Orde Lama direalisasikan melalui proyek Mandataris sementara pada masa Orde Baru menjadi bagian dari Proyek RePelita (Rencana Pembagunan Lima Tahun). Kini masjid Istiqlal berdiri megah di Ibukota Jakarta dan menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Indonesia. BANGUNAN MASJID ISTIQLAL DAN SPESIFIKASINYA Masjid Istiqlal menerapkan prinsip minimalis. Secara umum masjid Istiqlal terdiri dari gedung induk, gedung pendahulu dan emper sampingnya, teras raksasa, dan emper keliling serta menara. Ruang-ruang terbuka atau plaza di kiri-kanan bangunan utama dengan tiang-tiang lebar di antaranya, dimaksudkan oleh perancangnya untuk memudahkan sirkulasi udara dan penerangan yang alami serta mendatangkan kesejukan hati bagi para jamaah yang beribadah. Spesifikasi Masjid Istiqal: Luas tanah 12 ha Luas bangunan 7 ha Luas lantai 72.000 m2 Luas atap 21.000 m2 Dalam pembangunan masjid ini dibutuhkan: Semen 78.000 zak dari Gresik Baja 337 ton Marmer 93.000 m2 Keramik 11.400 m2 Aspal 21.500 m2

8

BAGIAN-BAGIAN BANGUNAN MASJID ISTIQLAL 1. Gedung Induk TINGGI : 60 meter, 5 tingkat symbol shalat 5 waktu PANJANG : 100 meter LEBAR : 100 meter Tiang pancang : 2.361 buah Bangunan utama ini adalah gedung utama dimana tempat ini dapat menampung 100.000. jemaah pada waktu shalat Idul Fitri dan Idul Adha. KUBAH BESAR dengan diameter 45 meter terbuat dari kerangka baja stainless steel dari Jerman Barat dengan berat 86 ton sementara bagian luarnya dilapisi dengan keramik. Diameter 45 meter merupakan simbol penghormatan dan rasa syukur atas kemerdekaan sesuai dengan nama Istiqlal itu sendiri. Bagian bawah sekeliling kubah terdapat kaligrafi Surat Yassin yang dibuat oleh K.H Fa’iz. >Updated informasi: Bagian dalam di bawah sekeliling kubah terdapat kaligrafi Surat Alfateha, Surat Thaha ayat 14, Ayat Kursi, dan Surat Al Ikhlas. Dari luar atap bagian atas kubah dipasang penangkal petir berbentuk lambang Bulan dan Bintang yang terbuat dari stainless steel dengan diameter 3 meter dan berat 2,5 ton Dari dalam kubah di topang oleh 12 pilar berdiameter 2,6 meter dengan tinggi 12 meter, angka ini merupakan simbol angka kelahiran nabi Muhammad SAW yaitu 12 Rabiul Awal. Seluruh bagian di gedung utama ini dilapisi marmer yang didatangkan langsung dari Tulungagung seluas 36.980 m2. Lantainya ditutupi karpet merah sumbangan dari pemerintah Kerajaan Arab. 2. Gedung Pendahulu dan Emper Samping Tinggi : 52 meter Panjang : 33 meterLebar : 27 meter Bagian memiliki lima lantai yang terletak di belakang gedung utama yang diapit 2 sayap teras. Luas lantainya 36.980 m2 dengan dilapisi 17.300 m2. jumlah tiang 9

pancangnya sebanyak 1800 buah. Di atas gedung ini ada sebuah kubah kecil. Fungsi utama dari gedung ini setiap jamaah dapat menuju gedung utama secara langsung. Selain itu juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat perluasan shalat bila gedung utama penuh. 3. Teras Raksasa Teras raksasa terbuka seluas 29.800 m2 terletak di sebelah kiri belakang gedung induk. Teras ini dibuat untuk menampung jamaah pada saat shalat Idul Fitri dan Idul Adha. Arah poros teras ini mengarah ke Monument Nasional menandakan masjid ini adalah masjid nasional. Selain itu teras ini juga berfungsi sebagai tempat acara-acara keagamaan seperti MTQ dan pada emper tengah dahulu biasa digunakan untuk manasik (latihan) haji. 4. Emper Keliling Emper ini mengelilingi teras raksasa dan emper tengah yang sekelilingya terdapat 1800 pilar guna menopang bangunan emper. Panjang : 165 meter Lebar : 125 meter BEDUG RAKSASA Di sudut sebelah tenggara terdapat bedug raksasa yang berfungsi sebagai alat pertanda waktu shalat. Bedug merupakan salah satu ciri ke-Islaman Indonesia dimana hanya terdapat di masjid-masjid Indonesia. Bedug ini terbuat dari kayu meranti dari Kalimantan Timur yang konon berumur 300 tahun. Garis tengah/ diameter depan adalah 2 meter sedangkan diameter belakang adalah 1,71 meter. Sementara panjang keseluruhan adalah 3 meter dengan berat total 2,3 ton. Kulit pada bedug adalah kulit sapi. Dibutuhkan 2 lembar kulit sapi dari 2 ekor sapi dewasa. Bagian depan adalah kulit sapi jantan sedangkan bagian belakang adalah kulit sapi betina. Untuk menempelkan kulit ini dibutuhkan 90 paku yang terbuat dari kayu Sonokeling yang pembuatannya membutuhkan waktu 60 hari di Jepara Jawa Tengah. Kaki penopang bedug disebut Jagrag setinggi 3,8 meter pada kakinya terdapat tulisan Allah dalam segilima yang melambangkan rukun Islam dan waktu shalat. Di sisi lain

10

terdapat tulisan “Bismillahirrahmanirrahim”. Pada ke-empat sisi kakinya terdapat tulisan dua kalimat syahadat. Pada bagian Jagrag keseluruhan ada 27 buah kaligrafi ukiran SuryaSangkala (tahun matahari) yang merupakan pengaruh kebudayaan Hindu sementara pada bagian atas ada ornament ukiran menyerupai naga yang merupakan pengaruh Budha. Sehingga secara keseluruhan bedug ini merupakan wujud dari akulturasi islam dengan berbagai kebudayaan lainnya yang ada di Indonesia. 5. Menara / Minaret TINGGI : 6666 centimeter = 66,66 meter DIAMETER : 5 meter Bangunan menara meruncing ke atas ini berfungsi sebagai tempat Muadzin mengumandangkan Azan. Di atasnya terdapat banyak pengeras suara yang dapat menyuarakan azan ke kawasan sekitar masjid. Puncak menara yang meruncing dirancang berlubang-lubang terbuat dari kerangka baja tipis. Angka 6666 merupakan symbol dari jumlah ayat yang terdapat dalam AL Quran. 6. Halaman dan Air Mancur MASJID ISTIQLAL Halaman masjid Istiqlal seluas 9,5 hektar. Halaman ini dapat menampung kurang lebih 800 kendaraan sekaligus melalui 7 buah pintu gerbang masuk yang ada. Di halaman masjid terdapat tiga jembatan yang panjangnya sekitar 21 sampai 25 meter. Di dalam kompleks masjid di sebelah selatan terdapat air mancur yang berada di tengah-tengah kolam seluas ¾ hektar. Air mancur ini dapat memancarkan air setinggi 45 meter. Halaman masjid Istiqlal dikelilingi pepohonan yang rindang agar suasana masjid terasa sejuk sehingga akan menambah kekhusukan jamaah beribadah di masjid ini. 7. Tempat Wudhu, Air, dan Penerangan Tempat wudhu terdapat di beberapa lokasi di lantai dasar yaitu di sebelah utara, timur maupun selatan gedung utama. Tempat ini dilengkapi dengan kran khusus sebanyak 660 buah sehingga secara bersamaan 660 orang dapat berwudhu sekaligus.

11

Sedangkan toilet terdapat juga di lantai dasar sebelah timur di bawah teras raksasa. Toilet ini tersedia untuk 80 orang yang terbagi dua kompleks, untuk pria dan wanita. Selain itu juga terdapat 52 kamar mandi yang dapat dikunci dan beberapa toilet di lantai sebelah selatan 12 buah, barat 12 buah dan timur 28 buah. Keperluan wudhu, kamar mandi dan toilet ini dipasok sebanyak 600 liter setiap hari per menit dari PAM. Penerangan masjid Istiqlal menggunakan listrik dari PLN, selain itu juga menggunakan 3 generator berkekuatan masing-masing 110 kva dan sebuah generator besar 500 kva. Pendingin ruangan hanya digunakan bagi ruangan-ruangan kantor di lantai bawah dengan menggunakan sistem kontrol terpusat. 8. Lantai Dasar. Lantai dasar masjid ini luasnya 2,5 ha dahulu dibiarkan kosong dan hanya digunakan dalam keadaan darurat untuk menampung masyarakat DKI Jakarta bila dalam keadaan bahaya. Namun sejak tahun 1978 atas perintah Presiden Soeharto lantai ini digunakan untuk kantor organisasi keagamaan. Sekarang, masjid ini semarak dengan berbagai aktivitas umat muslim dan organisasi islam di dalamnya. Ada MUI, Dewan Masjid Asia dan Lautan Teduh, Dewan Masjid Indonesia, Pusat Perpustakaan Islam Indonesia, LPTQ dan BP 4 Pusat. Bahkan di atas lahan di sekeliling masjid Istiqlal, sebagian dipergunakan untuk kegiatan ekonomi, warung makan, cenderamata, dan terutama setiap hari Jum’at ramai dipenuhi pedagang dan pembeli sehabis menunaikan shalat Jum’at, yang dikenal dengan pasar Jum’atan.

12

C. GELANGGANG SAMUDRA ANCOL Gelanggang Samudra Ancol merupakan sebuah oseanarium atau oceanarium. Oseanarium merupakan taman mamalia laut dan mahluk laut lainnya. Selain menikmati rekreasi bersama keluarga, di sini Anda akan mendapatkan berbagai pengetahuan yang menarik mengenai mamalia laut seperti lumba-lumba, paus, singa laut, dan binatang laut lainnya. Gelanggang Samudra Ancol juga menjadi sarana konservasi satwa laut. Ada 4 wahana utama yang terdapat di Gelanggang Samudra, Ancol. Pertama, adalah wahana pertunjukan Aneka Satwa, wahana pertunjukan Singa Laut, wahana pertunjukan Lumba-Lumba dan Paus Putih, serta wahana Sinema 4D atau 4D Theatre. Dalam 1 hari ada 3 kali pementasan untuk masing-masing wahana, atau di hari libur akan ditambahkan jumlah pementasan untuk setiap wahana. Agar tidak terlewat, Anda dapat melihat jam pertunjukan yang ada di depan wahana. Setelah selesai menyaksikan satu pertunjukan, petugas akan menganjurkan Anda untuk menyaksikan perunjukan berikutnya. Bila Anda ingin menyaksikan semua pertunjukan, sebaiknya mengikuti petunjuk tersebut agar Anda tidak tertinggal sehingga harus menunggu lebih lama. Aneka Satwa Pertunjukan menyaksikan paling awal, Anda dapat satwa.

pentas

aneka

Pertunjukan akan dimulai dengan aksi dari 2 ekor berang-berang. Mereka akan beraksi dengan berjalan di atas lingkaran yang menyerupai roda, naik sepeda, berjualan bakso dan bermain basket. Selanjutnya, akan tampil beruang madu yang beraksi dengan berputar, menangkap hula hup, mengendarai mobil dan berolahraga. Kehadiran kuda nil besar yang diiringi dengan musik Jawa merupakan bagian terakhir. Menurut pelatihnya, berat badan kuda nil ini lebih dari 1 ton. Pelatih akan memberikan makanan seperti sayur-sayuran dan buah-buahan dalam jumlah banyak sekaligus. Kuda nil yang membuka mulut besarnya sambil mengunyah makanan menjadi penutup pertunjukan. Tingkah dari satwa-satwa tersebut akan membuat Anda

13

dan anak-anak tertawa karena ditambah komentar dari pengisi suara yang lucu dan cocok dengan tingkah satwa. Singa Laut Jadwal pertunjukan setelah itu adalah pentas singa laut. Kehadiran 3 ekor singa laut yang berjalan masuk ke arena akan menarik perhatian penonton. Mereka akan mengibarkan bendera sebagai tanda pertunjukan dimulai. Singa laut dapat melakukan gerakan-gerakan yang mengundang tawa seperti sikap hormat dan berguling. Mereka juga akan mempertunjukan kepandaiannya dengan menjawab soal matematika, mengambil bola, berjalan di atas drum dan membawa boneka di atas kolam renang tanpa menjatuhkannya. Sikap dan celoteh dari pelatih semakin menghidupkan pertunjukan. Selesai pertunjukan, Anda dapat minta cium dan berfoto dengan singa laut ini. Lumba-Lumba dan Paus Putih Lumba-lumba dan paus putih siap beraksi di pentas lumba-lumba. Wahana ini yang sering menjadi favorit bagi pengunjung Gelanggang Samudra. Tiga orang pelatih yang energik akan memandu aksi dari mamalia laut ini. Lumbalumba yang pandai meloncat di air dibuktikan dengan diperlihatkan seekor lumba-lumba yang mampu menyentuh bola yang digantung tinggi. Seorang pelatih akan berdiri di punggung 2 ekor lumba-lumba dan mamalia ini akan mengajak pelatihnya berkeliling kolam. Aksi lainnya adalah berenang bersama, dengan memegang siripnya, lumbalumba menarik pelatih mereka berekeliling kolam menyapa penonton. Lumba-lumba juga pandai berhitung dengan menjawab soal dari penonton. Di bagian akhir, lumbalumba akan mengepakkan ekor mereka di atas air. Hasilnya, penonton bagian depan akan terkena percikan airnya. Sesi kedua dari pertunjukan lumba-lumba dan paus putih adalah aksi dari 2 ekor paus putih atau disebut Beluga. Merupakan satwa pendatang baru di Gelanggang Samudra. Habitat asalnya, mereka hidup di daerah dingin. Agar sesuai, suhu air kolam sudah disesuaikan dengan habitat asal mereka yaitu 21° Celcius. Aksi mereka antara lain dengan berdansa di dalam air dengan pelatihnya, mereka juga bernyanyi dengan

14

mengeluarkan suara melengking yang merupakan salah satu sarana komunikasi dari satwa ini. Mereka juga akan mencium 2 orang penonton terpilih, salah seekor paus putih kemudian akan meminta agar bertukar penonton yang dicium, setelah bertukar, kejutan akan menanti 2 orang tersebut. Moderator juga akan meminta penonton yang ingin memegang paus putih ini untuk mendekat ke pinggir kolam dan byurr... paus tersebut akan menyemburkan air dari mulutnya kepada mereka. Pada salah satu bagian, paus juga akan naik di pinggir kolam dekat pelatih untuk mempertunjukan keseluruhan tubuh mereka. Ini akan menarik perhatian, karena paus putih merupakan mamalia laut besar, dengan wajah lucu mirip lumba-lumba dan dengan kulit licin serta warna putih yang menarik. Sinema 4D Wahana lain yang tidak kalah seru adalah Sinema 4D atau pertunjukan 4 dimensi. Anda harus mengantri untuk masuk ke dalam bangunan teater ini. Di dalam, petugas akan membagikan kacamata 3 dimensi. Setelah menunggu beberapa lama di depan pintu, penonton akan masuk ke dalam teater. Film yang disajikan berdurasi kurang lebih 15 menit. Dengan memakai kacamata 3 dimensi, Anda akan merasakan gambar ada di depan Anda dan seolah dapat disentuh, ditambah dengan kursi yang dapat bergoyang-goyang dan semburan air atau angin pada adegan tertentu sehingga Anda dapat mesakana suasana sesungguhnya. Ada 5 pilihan jadwal pada hari Senin sampai Sabtu dan 2 kali ekstra pertunjukan pada hari Minggu dan hari Libur. Tapi, Anda hanya dapat menontonnya satu kali karena untuk masuk ke dalam wahana ini harus menggunakan tiket yang terdapat pada tiket masuk. Gelanggang Samudra Ancol dapat menjadi tempat rekreasi yang mendidik. Anda dapat mengenalkan berbagai satwa pada anak Anda. Selain itu, terdapat akuarium air tawar yang menampilkan berbagai ikan air tawar yang berada di sungai baik di Indonesia maupun luar negeri. Anda juga dapat mengunjungi akuarium air laut yang akan menyajikan berbagai ikan air laut yang lucu dan unik. Anda juga dapat mengunjungi area wisata belajar sebagai sarana belajar yang baik bagi putra-putri Anda.

15

Selain berbagai sarana edukasi, terdapat juga beberapa permainan menarik berupa wahana ride seperti Kiddy Bumper Car yang disebut Laga Logon, Boto-boto yaitu permainan miniatur pesawat yang berputar-putar untuk anak-anak, serta Ubur-ubur yaitu ballon ride. Wahana permainan ini dapat menambah senang rekreasi Anda di Gelanggang Samudra. Ancol memang menawarkan berbagai lokasi wisata menarik. Anda dapat mengunjungi Dufan, Atlantis, Sea World, dan juga jangan lupa Gelanggang Samudra. Gelanggang Samudra Ancol merupakan oseanarium (oceanarium) yang menawarkan rekreasi, konservasi, dan pendidikan untuk seluruh keluarga. Wisata di dalam kota Jakarta dapat menjadi menarik dan mendidik bagi anak-anak Anda.

16

D. Dunia Fantasi (DUFAN) 1. Letak Dunia Fantasi (DUFAN) Dunia merupakan Jaya salah Fantasi satu dari

obyek wisata Taman Impian Ancol. Dunia fantasi merupakan obyek wisata yang menyajikan kesenangan aneka permainan ada disitu. 2. Sejarah Berdirinya Dunia Fantasi (DUFAN) Dunia Fantasi atau disebut juga Dufan yang diresmikan pada 29 Agustus 1985 adalah tempat hiburan yang terletak di kompleks Taman Impian Jaya Ancol (Ancol taman impian), Jakarta Utara, Indonesia. Dunia Fantasi memiliki maskot seekor kera bekantan yang bernama Dufan lahir tanggal 29 Agustus 1985. Dunia fantasi dibangun pada tahun 1972 dan diresmikan pada tahun 1975. Dunia Fantasi merupakan salah satu kerja sama masyarakat Indonesia dengan fasilitas yang terjamin, maka dunia fantasi menjadi obyek wisata yang luas di Jakarta. Luas dunia fantasi mencapai 9 hektar dari rencana pembangunan 552 hektar di kawasan hiburan terpadu Taman Impian Jaya Ancol. 3. Isi Dunia Fantasi Dunia Fantasi dibagi dalam beberapa kawasan dengan tema tersendiri dan cirri khas wilayah masing-masing, ada kawasan eropa, amerika, Indonesia, Asia dan kawasan hiburan. Dunia fantasi berisi tempat (wahana permainan dari mulai permainan anak-anak, remaja, sampai orang tua) Permainan ini ada yang memanfaatkan air dan ada juga yang memanfaatkan listrik, ada permainan tantantan ada juga permainan hiburan. Adapun permainan-permainan yang ada antara lain : • • Kawasan Jakarta - Turangga Rangga Kawasan Balada Kera - Balada Kera (Monkey Theaters)

17

- Ubangga - Safari Game • Kawasan Indonesia - Alap-alap - Balon Race - Jungkang-jungking - Kunang-kunang - Undur-undur • Kawasn Eropa - Beng-beng - Kicir-kicir - Maxima • Kawasan Hikayat - Arung jeram (River Craft Ride) - Burung tempur - Halilintar (Loop the loop Cark Screw Cup) - Hikayat game - Ombang-ambing - Ontang-anting - Perang bintang - Pontang-panting - Rajawali - Theater simulator • Kawasan Amerika - Lorong sesat - Niagara (Flume Ride) - Poci-poci - Rango-rango - Tembak jitu - Tornado • • Kawasn Istana Boneka - Istana boneka (Puppet Castle) Kawasan Asia - Baku toki - Bianglala (Giant Karris Wheel)

18

- Gajah Bledug - Kora-kora (boat swing) 4. Tujuan didirikannya Dunia Fantasi Adapun Tujuannya adalah : • • • Sebagai objek wisata di daerah Jakarta dan sekitranya Memberikan wahana permainan bagi masyarakat. Untuk memperlihatkan pana dunia luar bahwa Negara

Indonesia mempunyai banyak objek wisata yang luas dan bertaraf internasional • • Sebagai cermin budaya Indonesia Sebagai sarana memenuhi hiburan masyarakat Jakarta dan

sekitarnya. 5. Manfaat didirikannya Dunia Fantasi Dunia Fantasi mempunyai beberapa manfaat antara lain : • • • • • Untuk membangkitkan imajinasi pengunjung, dimana mereka Tempat menyegarkan pikiran bagi pengunjung yang kurang Untuk memupuk semangat dalam mencintai tempat-tempat Sebagai tempat hiburan bagi anak-anak maupun orang dewasa. Sebagai salah satu obyek wisata bagi Negara di Indonesia dapat merasakan sensasi yang berbeda. puas dalam melakukan aktifitas. wisata ayng ada di Indoensia

maupun Negara lain.

19

E. ITC CEMPAKA MAS

ITC Cempaka Mas adalah pusat grosir terbesar di Asia Tenggara dengan 6.000 kios dalam 5 lantai. ITC Cempaka Mas terletak di daerah yang stratergis karena dekat dengan Pelabuhan Tanjung Priok. Penyewa terbesar yang ada di mal ini adalah Carrefour,Timezone,Gramedia dan Pizza Hut. Selain itu, ITC Cempaka Mas juga dikenal sebagai pusat penjualan handphone terbesar setelah ITC Roxi Mas. Lantai bawah Carrefour,Gramedia,Multiproduk,Toko mainan Mezzanine dan lantai dasar Multiproduk Lantai 1 Pusat pakaian Lantai 2 Pusat pakaian dan pakaian muslim Lantai 3 Pusat batik, butik, pakaian dan pakaian muslim Lantai 4 Pusat telepon genggam, asesoris telepon genggam, komputer dan video game Lantai 5 Pusat pakaian dan makanan

20

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Setelah kami mengadakan karya wisata ke beberapa obyek wisata di Jakarta, kami dapat menyimpulkan bahwa dalam kunjungan ke beberapa obyek wisata tersebut. Hal-hal yang dapat kami simpulkan antara lain. 1. Masjid Kubah Mas Masjid Kubah Mas merpakan julukan dari masjid Dian Al Mahri, yang terletak di tepi jalan Raya Meruyung-Cinere di Kecamatan Limo, Depok 2. Masjid Istiqlal Masjid Istiqlal merupakan masjid megah yang berdiri di pusat ibukota Republik Indonesia Jakarta. Masjid termegah di Asia Tenggara ini didirikan pada tanggal 24 Agustus 1961 dan diresmikan penggunaannya pada tanggal 22 Pebruari 1978. 3. Gelanggang Samudra Gelanggang Samudra Ancol merupakan sebuah oseanarium atau oceanarium. Ada 4 wahana utama yang terdapat di Gelanggang Samudra, Ancol. Pertama, adalah wahana pertunjukan Aneka Satwa, wahana pertunjukan Singa Laut, wahana pertunjukan Lumba-Lumba dan Paus Putih 4. Dunia Fantasi Merupakan obyek wisata yang sangat menarik, karena kita dapat bermain sepuasnya dari permainan anak-anak dan permainan orang dewasa. 5. ITC Cempaka Mas ITC Cempaka Mas adalah pusat grosir terbesar di Asia Tenggara dengan 6.000 kios dalam 5 lantai. ITC Cempaka Mas terletak di daerah yang stratergis karena dekat dengan Pelabuhan Tanjung Priok. Penyewa terbesar yang ada di mal ini adalah Carrefour, Timezone, Gramedia dan Pizza Hut. 3.2 Saran-saran 1. Masjid Kubah Mas Perlu dijaga kebersihannya dan kesejukan lingkungan masjid 2. Masjid Istiqlal Perlu dirawat bangunannya dan dijaga kebersihannya.

21

3. Gelanggang Samudra Perlu ditambah koleksi hewan-hewannya agar lebih menarik lagi. 4. Dunia Fantasi Perlu adanya pemandu wisata dalam jumlah yang banyak bagi rombongan anak sekolah. 5. ITC Cempaka Mas Perlu lebih dijaga keamanan dan kenyamanan berbelanja. 3.3 Penutup Dengan mengucapkan syukur alhamdulillah kepada Allah SWT karena kami sebagai penulis merasa senang dan berbangga hati karena dengan rahmat-Nya lah maka laporan ini dapat kami selesaikan dengan baik. Adapun penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan laporan ini dan tidak lupa pula penulis mohon maaf apabila ada kesalahan yang tidak berkenan di hati para pembaca. Sebagi akhir kata dari penulis berdoa semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih.

22

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->