P. 1
JUKLAK BMM meta

JUKLAK BMM meta

|Views: 325|Likes:

More info:

Published by: Ajat Sulistio Firdaus on Mar 13, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/23/2013

pdf

text

original

Bab I.

Gambaran Umum Pengelolaan BMM
1.1. Pendahuluan
Perkembangan industri keuangan syariah secara informal telah dimulai sebelum dikeluarkannya kerangka hukum formal sebagai landasan operasional perbankan syariah di Indonesia. Sebelum tahun tahun 1992 telah berdiri bebrapa badan usaha pembiayaan nonbank yang menerapkan konsep bagi hasil dalam kegiatan operasionalnya. Hal tersebut menunjukkan kebutuhan masyarakat akan hadirnya institusiinstitusi keuangan yang dapat memberikan jasa keuangan yang sesuai dengan syariah. Untuk menjawab kebutuhan masyarakat bagi terwujudnya sistem perbankan yang sesuai syariah, pemerintah telah Pada memasukkan tahun 1998 kemungkinan tersebut dalam undang-undang.

dikeluarkan UU No 10 tahun 1998 sebagai amandemen dari UU No 7 tahun tahun 1992 tentang perbankan yang memberikan landasan hukum yang lebih kuat bagi keberadaan sistem perbankan syariah. Sehingga operasional lembaga keuangan syariah baik bank maupun non bank dapat berkembang lebih pesat dalam mendukung roda perekonomian masyarakat Indonesia. Banyak hal yang dapat mendukung dikembangkannya lembaga

keuangan

syariah di Indonesia. Adanya standar-standar moral dalam Standar moral

pengoperasian lembaga keuangan syariah akan menjadi faktor penentu suksesnya keberadaan lembaga keuangan tersebut. dalam sistem syariah yang prinsipnya didasarkan atas asas keadilan dan kemanfaatan bagi seluruh umat akan mendorong terbinanya hubungan antaralembaga keuangan dan nasabahnya yang didasarkan
KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________1

atas nilai-nilai moral dan kode etik yang tinggi. Selain itu, diterapkannya prinsip bagi hasil sebgai salah satu prinsip pokok dalam kegiatan lembaga keuangan syariah juga akan menumbukan tanggung jawab pada masing-masing pihak, baik lembaga keuangan maupun debiturnya. Kondisi ini akan meninmbulkan prinsip kehati-hatian dan

akan memperkecil kemungkinan risiko kegagalan. Koperasi Wirausaha Nasional Jawa Barat (KOWINA) Jawa Barat

merupakan koperasi yang berbasiskan organisasi kepemudaan GP. Anshor, yang bernaung dalam wadah Nahdlatur Ulama. Tingginya angka pengangguran pada kalangan usia produktif yang notabene merupakan kelompok muda akan menimbulkan kondisi rawan. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menurunkan stabilitas negara dan melunturkan semangat untuk maju bagi kalangan muda. Sebagai salah satu ujung tombak pemberdayaan ekonomi dari GP Ansor Jawa Barat serta membantu peningkatan motivasi kerja kaum muda pada bidang ekonomi. sekaligus Dengan pembinaan bentuk memberikan dukungan rakyat permodalan kemampuan ekonomi

kebanyakan KOWINA JABAR memiliki komitment untuk mengembangkan lembaga keuangan mikro syariah dengan nama Baitul Maal wal Muaawanah (BMM). Dengan program tersebut diharapkan terjadi peningkatan dan pemerataan ekonomi sekaligus solidaritas sosial, sehingga dapat terjadi pembangunan ekonomi yang seiring dengan pembangunan masyarakat mutamaddin (masyarakat yang beradab).

1.2. Prinsip, Tujuan dan Sasaran
Baitul Maal wal Mu’aawanah (selanjutnya disebut BMM), merupakan salah satu gugus kerja dari Koperasi Wirausaha Nasional (selanjut disebut KOWINA) Jawa Barat yang dilaksanakan oleh Divisi Permodalan. Fungsi BMM adalah melakukan upaya pemberdayaan dan

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________2

penswadayaan

masyarakat

agar

kuat

dan

sejahtera

dengan

menggalang kemitraan persaudaraan sosial.

melalui pendekatan kultur silaturahmi dan Pendekatan ini diambil berdasarkan kondisi Terlebih lagi bagi masyarakat

anggota GP Anshor dan masyarakat Jawa Barat secara umum yang sangat kental dengan kultur tersebut. pesantren yang berada di pedesaan. yang berada di lingkungan pesantren maupun di lingkungan non

1.2.1. Prinsip Pengelolaan BMM
Prinsip-prinsip yang digunakan pada pengelolaan BMM adalah : A. Maqaashid al-syarii’ah : 1. 2. 3. Tahdziib al-fardi (pensucian diri/individu). Iqaamah al-‘adaalah fi al-ijtima’ (penegakan keadilan di Iqaamah al-mashlahah (penegaka

masyarakat). kemaslahatan/kebaikan). Ketiga maqaashid tersebut diperhatikan ketiga martabatnya : 1. 2. 3. Dharuuriyyah (primer). Haajiyyah (sekunder). Tahsiiniyyah (pelengkap/penyempurna).

B. Mabaadi Khaira Ummah. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Al-shidq ; kejujuran, kebenaran, kesungguhan dan keterbukaan Al-amaanah wa al-wafaa u bi al’ahdi ; dapat dipercaya, setia, Al-‘adaalah ; bersikap dan bertindak adil dalam segala situasi. Al-ta’aawun ; tolong menolong/bermitra dalam kebaikan. Al-istiqaamah ; konsisten menjalankan garis/ketentuan yang yang bersumber dari hati nurani. tepat janji serta mampu memecahkan masalah sosial yang dihadapi.

telah disepakati bersama. Al-syuraa ; musyawarah dalam menyelesaikan persoalan sosial. 2004 __________________________________3

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

7.

Al-musawwa ; demokrasi dengan dasar egalitarianisme.

C. Aturan ekonomi syari’ah yang berintikan saling ridha.

1.2.2. Tujuan Pembentukan BMM
Program pembentukan dan pengembangan rakyat BMM dalam bertujuan masyarakat

meningkatkan 1. 2. 3. 4.

kemampuan

ekonomi

mutamaddin (masyarakat yang beradab) melalui : Penyediaan dana permodalan usaha. Pembinaan kemampuan usaha, baik dari sisi manajemen,

pemasaran, maupun teknologi produksi. Penghimpunan dan pendistribusian dana sosial sebagai bagian Penggalangan kemitraan sebagai bagian dari jaringan sosial dan dari solidaritas sosial dan pemerataan ekonomi. ekonomi.

1.2.3. Sasaran Pembentukan BMM
a. Sasaran Kerja BMM Sasaran kerja BMM adalah : 1. 2. 3. 4. 5. Donatur ; mereka yang memberikan dana sosialnya untuk Mustahiq ; mereka yang berhak mendapatkan dana sosial. Penabung ; mereka yang membuka tabungan di BMM, baik Debitur ; mereka yang mendapatkan pembiayaan (pinjaman) dari Mitra ; mereka yang menjalin kerja sama usaha dengan BMM dikelola oleh BMM, seperti zakat, infaq dan sedekah.

tabungan biasa maupun tabungan berjangka. BMM dengan akad mudharabah, murabahah. dengan akad musyarakah. b. Sasaran Kerja BMM
KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________4

Sasaran kegiatan dari BMM adalah : 1. Baitul Maal ; lembaga pengelola zakat, infaq, sedekah dan dana sosial lainnya sebagai upaya pembinaan solidaritas sosial yang merupakan bagian dari masyarakat mutamaddin (masyarakat yang beradab). 2. Baitul Mu’aawanah ; lembaga pengelola keuangan mirip perbankan, dalam arti simpan dan pinjam, dalam bentuk kemitraan yang dilengkapi dengan pembinaan.

1.3. Strategi
BMM dikelola dengan strategi sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Membina dan mengembangkan ekonomi rakyat seiring Pola pelayanan jemput bola. Meningkatkan partisipasi aktif masyarakat. Meningkatkan persaudaraan dan solidaritas sosial. Pembinaan dan pendampingan masyarakat, baik sebagai Penyediaan dana untuk modal usaha dan dana sosial. dengan pembentukan masyarakat mutamaddin.

donatur, penabung, debitur maupun mitra.

1.4. Pendanaan
Dana pelaksanaan program secara menyeluruh diharapkan dapat diperoleh dari berbagai pihak, dalam hal ini pinjaman jangka panjang, lembaga donor, pemerintah, simpatisan/donatur maupun masyarakat. Dana tersebut dipinjamkan oleh KOWINA JABAR kepada BMM yang harus dikembalikan dalam jangka waktu tiga tahun.

1.5. Pelaksanaan
Pada dasarnya, BMM merupakan lembaga keuangan mikro syariah yang akan diproyeksikan menjadi koperasi syariah atau BPRS yang benar-benar murni dari-oleh-dan untuk masyarakat. 2004 __________________________________5

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

Daur pengembangan BMM meliputi : a. KSM dalam hal ini adalah lembaga keuangan mikro syariah, b. Koperasi Simpan Pinjam Syariah yang kemudian akan dikembangkan menjadi c. Bank Perkreditan Rakyat Syariah. BMM dibina dan diawasi oleh Koperasi Wirausaha Nasional Jawa Bara yang dalam operasionalnya melibatkan unsur—unsur tenaga ahli di bidang syariah, ekonomi, pemerintah, dan tokoh masyarakat.

1.6. Struktur Organisasi Program
Struktur umum organisasi pelaksana dari program pembentukan dan pengembangan BMM adalah sebagai berikut :
Lembaga donor (pemerintah/ swasta/lembag a keuangan KOWINA JAWA BARAT

DIVISI PERMODALAN

KONSULTAN

KOWINA DT II / HIMPUNAN PENGUSAHA / LEMBAGA

BMM

SOSIAL
MASYARAKAT / NASABAH BMM

= garis kerja sama. = garis struktural (instruktif, pembinaan dan pengawasan) = garis pengaduan.

1.6.1. Komponen Pembentukan BMM
Keseluruhan tanggung jawab program berada di KOWINA Jawa Barat. Pelaksanaan dari tanggung jawab tersebut secara teknis dilaksanakan

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________6

oleh divisi permodalan yang membawahi, mengkoordinir, membina dan mengawasi setiap BMM. Dalam melaksanakan kerjanya, Divisi permodalan dapat bekerja sama dengan berbagai konsultan sesuai dengan kebutuhan. Konsultan tersebut dapat berupa lembaga maupun perorangan. BMM bekerja sama dengan KOWINA DT II, Himpunan Pengusaha dan Lembaga-lembaga sosial di wilayah pelayanannya. Ketidakpuasan atau penyelewengan yang dilakukan oleh BMM dapat diadukan oleh masyarakat nasabahnya kepada Divisi Permodalan. Penyelewengan Divisi Permodalan dapat diadukan kepada Pengurus KOWINA. Penyelewengan KOWINA dapat diadukan kepada Pengawas dalam struktur KOWINA serta rapat anggota.

1.7. Baitul Maal Wal Muawanah
Baitul maal wal muaawanah merupakan lembaga keuangan mikro syariah yang dikelola oleh masyarakat dan ditujukan bagi kemandirian ekonomi masyarakat di suatu komunitas. Dilihat dari sisi yuridis, berdasarkan Undang-undang Nomor 10 tahun 1998, BMM tidaklah termasuk lembaga keuangan formal. Sebagai lembaga keuangan non formal atau lebih dikenal lembaga keuangan mikro, maka BMM tidak dapat menyalurkan dana secara luas kepada masyarakat. Terkecuali, BMM telah mampu memenuhi persyaratan pendirian bank sebagaimana tertera pada undang-undang tersebut diatas. Untuk dapat mengembangkan diri dan melakukan aktivitas secara legal, maka BMM pada awal pendiriannya disarakan untuk membentuk dirinya menjadi Kelompok Swadaya Masyarakat yang berada di bawah naungan KOWINA JAWA BARAT.

1.7.1. Organisasi BMM

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________7

Struktur Organisasi BMM berdasarkan bentuk badan hukum dibagi menjadi tiga : 1. KSM dengan batasan sebagai berikut : Jumlah akumulasi modal : Rp 5 juta s.d Rp 50 juta Jumlah nasabah dan kreditur : kurang dari 100 orang

2. Koperasi, dengan batasan sebagai berikut : Jumlah akumulasi modal : lebih dari Rp 50 juta Jumlah nasabah dan kreditur : lebih dari 100 orang 3. Bank Perkreditan Rakyat Syariah, dengan batasan sebagai berikut : Jumlah akumulasi modal : lebih dari Rp 1 miliar Jumlah nasabah dan kreditur : lebih dari 250 orang

A. KSM a. Susunan Pengelola BMM
1. Manajer 2 2. Bendahara/kasir 3. Pendamping/penagih

b. Kriteria Pengelola BMM
1. Warga Nahdliyin 2. Pendidikan minimal SMA untuk staf dan minimal D3 untuk manajer. Bagi staf keuangan diutamakan lulusan SMEA jurusan akuntansi atau setingkat SMU dan menguasai akuntansi. 3. Mampu mengoperasikan komputer 4. Bertanggung jawab, jujur dan memiliki integritas tinggi terhadap pekerjaannya (amanah). 5. Bagi manajer diutamakan yang memiliki kemampuan memimpin dan mendapatkan dukungan tokoh masyarakat, serta memiliki relasi yang kuat. 6. Pernah/sedang aktif dalam organisasi. 7. Mengetahui teori kewirausahaan dan pendampingan,
KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________8

8. Lulus Psikotest 9. Telah mengikuti Pelatihan yang diadakan oleh KOWINA. 10. Antar pengelola, tidak memiliki ikatan perkawinan atau hubungan darah.

c. Struktur Organisasi BMM Tahap Awal
Rapat Anggota

MANAGER umum

Penasehat/ Staf ahli ekonomi dan syariah

Kasir/ administrasi

Pendamping/ penagih

= garis instruktif dan deregulatif = garis koordinatif

d . Deskripsi Kerja BMM
o Penasehat • Memberikan masukan dan usulan dalam kegiatan BMM • Memberikan rekomendasi dan penilaian calon anggota o Pengelola a. Manager Umum Dalam fungsinya merangkap sebagai fungsi pengerahan dana • • • Memimpin seluruh operasional sehari-hari. Memimpin pelaksanaan teknis program kerja. Mengangkat dan memberhentikan karyawan atas usul manager. 2004 __________________________________9

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

• •

Mengajukan usulan kepada pengurus untuk kebijakan strategis Bertanggung jawab kepada Divisi Permodalan b. Bendahara/kasir (Dalam fungsinya merangkap sebagai penanggung jawab

yang diperlukan untuk pelaksanaan teknis.

pembiayaan) • Menyusun anggaran bulanan BMM • Membuat laporan keuangan BMM • Menerima pemasukan tabungan. • Menerima pemasukan zakat/infaq dan shadaqah. • Melayani pengambilan tabungan. • • Melakukan pembagian dan penyaluran dana haq mustahiq. Bertanggungjawab kepada manager umum c. Pendamping/penagih (Dalam fungsinya merangkap sebagai penanggung jawab pembukuan) • Melakukan penagihan pada cicilan yang tidak lancar • Menguji kelayakan ajuan kredit • Merekomendasikan kelayakan ajuan kredit kepada manager • Melakukan pendampingan usaha para debitur • Mendata para donatur, mustahiq, muzzaki, debitur dan kredit, serta potensi usaha di daerah tersebut, • Membuat laporan pendampingan dan kondisi usaha pada kreditur. • Bertanggung jawab pada manajer umum. 3

Organisasi (Koperasi/BPRS)
o  Penasehat

BMM

tahap

Lanjut

Terdiri dari tokoh masyarakat yang dituakan dan mempunyai keahlian dalam bidang syariah serta ekonomi.
KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________10

Pengelola Susunan Pengelola BMM terdiri dari : 1. Manager Umum dengan dua staf a. b. a. b. c. Sekretaris Auditor internal 2. Manager I bidang Baitul Maal dengan dua staf dan karyawan Kabag I bidang Donatur. Kabag II bidang Mustahiq. Karyawan 3. Manager II bidang Baitut Mu’aawanah dengan dua staf dan karyawan: a. b. c. Kabag I bidang Penabung. Kabag II bidang Pembiayaan / perkreditan. Karyawan 4. Manager III bidang Pembinaan dan Kemitraan Usaha dengan dua staf dan karyawan : Kabag I bidang Pembinaan Kabag II bidang Kemitraan Usaha. Karyawan. 5. Manager IV bidang Administrasi Keuangan dengan dua staf dan karyawan: a. b. c. o Kabag I bidang Keuangan Baitul Maal. Kabag II bidang Keuangan Baitul Mu’aawanah. Karyawan Struktur Organisasi BMM Tahap Lanjut
MANAGER umum Penasehat / Staf ahli syariah dan ekonomi

a. b. c.

SEKRETARIS

AUDITOR INTERNAL

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________11

MANAGER I

MANAGER II

MANAGER III

MANAGER IV

KA BAG I

KA BAG II

KA BAG I

KA BAG II

KA BAG

I

KA BAG II

KA BAG

KA BAG

I

II

KARY A WAN

KAR YA WAN

KAR YA WAN

KAR YA WAN

KAR YA WAN

KAR YA WAN

KAR YA WAN

KAR YA WAN

= garis instruktif dan deregulatif = garis koordinatif

b.

Deskripsi Kerja

PENASEHAT • • Memberikan masukan dan usulan dalam kegiatan BMM Memberikan rekomendasi dan penilaian calon anggota

Pengelola BMM
1. Manager Umum • Memimpin seluruh operasional sehari-hari. • Memimpin pelaksanaan teknis program kerja. • Mengangkat dan memberhentikan karyawan atas usul manager. • Mengajukan usulan kepada pengurus untuk kebijakan strategis yang diperlukan untuk pelaksanaan teknis. • Bertanggung jawab kepada DPPEK a. Sekretaris • Membantu manager umum dalam administrasi, arsip, surat dan penjadwalan kegiatan manager. • Bertanggung jawab kepada manager umum b. Auditor internal • Memeriksa semua laporan keuangan.
KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________12

Bertanggung jawab kepada manager umum.

2. Manager Baitul Maal • Memimpin pelaksanaan operasional baitul maal sehari-hari. • Mengusulkan pengangkatan kabag dan karyawan baitul maal kepada manager umum. • Menyusun program baitul maal untuk diajukan kepada manager umum. • Menggalang kemitraan dengan lembaga sosial. • Menggalang kemitraan dengan lembaga yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat. • Bertanggungjawab kepada manager umum a. Kabag Donatur • Mendata para donatur. • Melakukan pendekatan terhadap para donatur. • Membantu perhitungan zakat para muzakki. • Mengusulkan pengangkatan karyawan kepada manager baitul maal. • Bertanggungjawab kepada manager baitul maal. • Kabag Mustahiq • Mendata para mustahiq. • Melakukan mustahiq. pembagian dan penyaluran dana haq

• Menyusun skala prioritas dan kebutuhan mustahiq. • Membina para mustahiq. • Mengusulkan pengangkatan karyawan kepada manager baitul maal. • Bertanggung jawab kepada manager baitul maal c. Karyawan Melaksanakan tugas sesuai bidangnya di bawah kabagnya masing-masing. 3. Manager Baitul Mu’awanah • Memimpin pelaksanaan operasional baitul mu’aawanah sehari-hari. • Mengusulkan pengangkatan kabag dan karyawan baitul mu’aawanah kepada manager umum. 2004 __________________________________13

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

• •

Menyusun program baitul mu’aawanah untuk diajukan kepada manager umum. Bertanggungjawab kepada manager umum

1. Kabag Penabung dan Deposan • Mengupayakan peningkatan jumlah penabung. • • • • Menerima pemasukan tabungan. Melayani pengambilan tabungan. Mengusulkan pengangkatan karyawan kepada manager baitul mu’aawanah. Bertanggung jawab kepada manager baitul mu’aawanah.

Kabag Pembiayaan / perkreditan • Menarik para debitur. • Menguji kelayakan ajuan kredit. • Merekomendasikan kelayakan ajuan kredit kepada manager umum melalui manager baitul mu’aawanah. • Mengusulkan pengangkatan karyawan kepada manager baitul mu’aawanah. • Bertanggung jawab kepada manager umum Karyawan Melaksanakan tugas sesuai bidangnya di bawah kabagnya masing-masing. 4. Manager Pembinaan dan Kemitraan Usaha. • • • • Memimpin pelaksanaan operasional bidang penelitian dan pengembangan. Menyusun program pengembangan BMM. Mengusulkanpengangkatan kepada manager umum kabag dan karyawan

Bertanggungjawab kepada manager umum

Kabag Pembinaan • Melakukan pendampingan usaha para debitur..

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________14

• • • •

Menyusun dan melaksanakan program pembinaan karyawan sesuai ajuan dari para manager. Menyusun dan melaksanakan program pembinaan usaha para debitur sesuai dengan kebutuhannya. Mengusulkan pengangkatan karyawan manager pembinaan dan kemitraan. kepada

Bertanggung jawab kepada manager pembinaan dan kemitraan.

Kabag kemitraan Usaha • • • • Menggalang kemitraan usaha dengan berbagai pihak. Melakukan tugas BMM sebagai mitra usaha. Melakukan kajian terhadap kelayakan kemitraan usaha. Bertanggung jawab kemitraan usaha. kepada manager pembinaan dan

Karyawan Melaksanakan tugas sesuai bidangnya di bawah kabagnya masing-masing. 5. Manager Administrasi Keuangan • Memimpin pelaksanaan pencatatan dan pelaporan seluruh administrasi keuangan. • • Mengusulkan pengangkatan kabag dan karyawan administrasi keuangan kepada manager umum. Bertanggung jawab kepada manager umum.

Kabag Administrasi Keuangan Baitul Maal • • • Menyusun catatan dan laporan keuangan baitul maal sesuai dengan data dari baitul maal. Mengusulkan pengangkatan karyawan kepada manager administrasi keuangan. Bertanggung keuangan. jawab kepada manager administrasi

Kabag Administrasi Keuangan Baitul Mu’aawanah

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________15

• • •

Menyusun catatan dan laporan keuangan baitul mu’aawanah sesuai dengan data dari baitul mu’aawanah. Mengusulkan pengangkatan administrasi keuangan. karyawan kepada manager

Bertanggung jawab kepada manager administrasi keuangan.

Karyawan Melaksanakan tugas sesuai bidangnya di bawah kabagnya masing- masing.

1.8. Keanggotaan BMM
Sebagaimana diutarakan diatas, bahwa baitul maal wal muaawanah merupakan lembaga keuangan yang berbasis pada masyarakat. Merujuk pada undang-undang perbankan Nomor 10 tahun 1998, BMM dengan besar modal dan area penanganannya tidak tergolong pada Bank. Untuk itu, luas wilayah, jumlah nasabah dan disalurkanpun terbatas. disusun aturan keanggotaan pada BMM. Baitul maal muaawanah sebagai binaan Koperasi Wirausaha Nasional Jawa Barat, merupakan kepanjangan tangan dari GP Anshor. Dimana GP Anshor sebagai badan otonom dari Nahdlatul Ulama, maka dalam pelayanan program BMM, akan diutamakan bagi warga nahdliyin. Adapun dalam rangka menarik anggota secara umum akan dana yang Maka, untuk menjaga likuiditas BMM, perlu

bekerjasama dengan majlis taklim, DKM maupun pesantren yang dipimpin oleh warga nahdliyin. menjadi anggota BMM. Secara umum, persyaratan keanggotaan BMM adalah sebagai berikut : 1. Warga masyarakat (diutamakan warga nahdliyin), Walau tidak menutup kemungkinan untuk memberikan peluang bagi warga masyarakat lain bergabung

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________16

2. telah tinggal di tempat tersebut minimal 6 bulan, dan akan tinggal dalam jangka waktu minimal 2 tahun. 3. bergabung dalam kelompok pengajian,

Bab II. PETUNJUK TEKNIS PENGELOLAAN BAITUL MAAL WAL MUAWANAH
Untuk mempermudah pelaksanaan pengelolaan Baitul Maal wal Muaawanah di daerah, Koperasi Wirausaha Nasional Jawa Barat, telah merancang sejumlah petunjuk kerja. Petunjuk-petunjuk ini sengaja disusun dalam bagian-bagian saling terpisah, agar pelaksana dapat memilih petunjuk mana yang diperlukan pada tahap-tahap tertentu pelaksanaan tugasnya.Beberapa petunjuk dilengkapi dengan lampiran yang memberikan penjelasan lebih jauh dan sejumlah format formulir yang siap digunakan oleh para pelaksana.
KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________17

Petunjuk-petunjuk kerja yang dimaksud, dibagi dalam yaitu :

5

kelompok,

1. Petunjuk-petunjuk pendirian BMM, meliputi pengajuan pendirian BMM, proses rekuitment pengelola, tatacara pendirian BMM, proses peresmian BMM, serta sosialisasi pada masyarakat. 2. Petunjuk-petunjuk pengajuan dana stimulan kepada kowina Jabar. 3. Petunjuk-petunjuk pengelolaan BMM, meliputi pengelolaan baitul maal, pengelolaan baitul muawanah, tatacara pengajuan pembiayaan, tatacara pencairan dana,tatacara penagihan dan penanganan macet. 4. Petunjuk-petunjuk pendampingan dan monitoring pada anggota, meliputi petunjuk pendampingan anggota, petunjuk pelaporan penggunaan dana , petunjuk monitoring kegiatan usaha anggota, dan petunjuk monitoring bmm oleh kowina. 5. Petunjuk-petunjuk pelaporan dan evaluasi program pembiayaan, meliputi , petunjuk pelaporan bmm, dan petunjuk pelaporan penanggung jawab bmm kepada kowina. kredit

A. PETUNJUK PELAKSANAAN PENDIRIAN Baitul Maal wal Muaawanah
I. Pengertian
Pendirian BMM merupakan tahapan awal yang sangat penting dalam pengelolaan BMM. Sistem pengelolaan BMM yang berbeda dengan sistem lem baga keuangan lain, memerlukan dasar yang kuat, mulai dari proses pengajuan pendirian BMM.

II. Tujuan
Tujuan pendirian BMM adalah sebagai berikut : 2004 __________________________________18

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

1. Memberi bantuan pendanaan pada masyarakat sekitar BMM.l 2. Meningkatkan aktivitas ekonomi.

III. Penanggung Jawab
Penanggung jawab kegiatan ini adalah Ketua Kowina Jabar, melalui divisi permodalan Kowina Jabar

IV.

Tahapan Kerja
Pengajuan pendirian BMM dapat dilakukan dengan dua cara, 1. Dilakukan atas pengajuan dari masyarakat, 2. Usulan diajukan oleh Divisi Permodalan Kowina Jabar.

Tahapan kerja secara rinci, dapat dilihat pada tabel A.

V. Keluaran
Keputusan untuk mendirikan sebuah BMM pada wilayah atau komunitas tertentu sebagai lokasi sasaran (format A-2). akan dinyatakan dalam berita acara

VI.

Ketentuan Umum

Syarat BMM yang akan diresmikan : 1. Mendapatkan persetujuan dari KOWINA JABAR, 2. Memiliki ruangan kantor ukuran 4 x 4 m yang dilengkapi line telpon, 3. Memiliki 1 unit komputer, 4. Memiki peralatan kantor seperti meja dan kursi, 5. Dilengkapi format-format dan kelengkapan pendukung lainnya. 6. Memiliki Papan Nama. 7. Telah melakukan proses sosialisasi. Syarat Pengelola BMM : 1. Warga Nahdliyin 2. Pendidikan minimal SMA untuk staf dan minimal D3 untuk manajer. Bagi staf keuangan diutamakan lulusan SMEA jurusan akuntansi atau setingkat SMU dan menguasai akuntansi. Bagi

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________19

Manajer diprioritaskan yang pernah bekerja di Bank atau lembaga keuangan sejenis, minimal 1 tahun. 3. Mampu mengoperasikan komputer 4. Bertanggung jawab, jujur dan memiliki integritas tinggi terhadap pekerjaannya (amanah). 5. Bagi manajer diutamakan yang memiliki kemampuan memimpin dan mendapatkan dukungan tokoh masyarakat, serta memiliki relasi yang kuat. 6. Pernah/sedang aktif dalam organisasi. 7. Mengetaui teori kewirausahaan dan pendampingan, 8. Lulus Psikotest 9. Telah mengikuti Pelatihan yang diadakan oleh KOWINA. 10. Bersedia mengikuti magang di lembaga keuangan mikro bagi yang tidak mempunyai latar belakang pendidikan maupun pekerjaan di bidang perbankan. 11. Antar pengelola, tidak memiliki ikatan perkawinan atau hubungan darah. 12. Menyerahkan persyaratan administrasi meliputi : Biodata Pas foto ukuran 3 x 4 Fotokopi KTP

VII. Alur Pendirian BMM
BMM

Mengajukan Usulan

Kepada Divisi Permodalan

Div Permodalan Melakukan Survey

Usulan dianalisis KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

Layak

Tidak

2004 __________________________________20

Layak

BMM Dibentuk

VIII. Langkah Kerja
Tabel A-1. Langkah-langkah Pendirian BMM Berdasarkan Pengajuan dari Masyarakat No 1 Langkah Kegiatan Kelompok masyarakat mengajukan pendirian BMM secara tertulis pada KOWINA JABAR Kowina melakukan kunjungan pada lokasi yang diajukan Kowina melakukan evaluasi kelayakan lokasi, berdasarkan aktivitas ekonomi, peta organisasi (basis massa atau bukan), keberadaan rentenir, persentase dukungan masyarakat. Kowina memutuskan hasil verivikasi Penanggung Jawab Tempat Kantor Kowina Divisi Permodalan Divisi Permodalan dan pengurus kowina Lokasi BMM Maksimal 2 minggu setelah surat diterima. Setelah langkah 2, maksimal 1 minggu setelah kunjungan. Waktu

2.

3.

Kantor kowina

4

Pengurus Kowina

Lokasi BNM

Maksimal 1 minggu setelah tahap 3.

Tabel A-2. Langkah-langkah Pendirian BMM Berdasarkan Usulan Divisi Permodalan No 1 Langkah Kegiatan Kowina melakukan kunjungan pada lokasi Penanggun g Jawab Divisi Permodalan Tempat Lokasi BMM Waktu

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________21

2.

3

4

yang dinilai cocok. Kowina melakukan evaluasi kelayakan lokasi, berdasarkan aktivitas ekonomi, peta organisasi (basis massa atau bukan), keberadaan rentenir, persentase dukungan masyarakat. Kowina memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kemungkinan didirikannya BMM di daerah tersebut. Kowina memutuskan hasil verivikasi

Divisi Permodalan dan pengurus kowina

Kantor kowina

Setelah langkah 1, maksimal 1 minggu setelah kunjungan. Maksinal minggu setelah tahap 2. Maksimal 1 minggu setelah tahap 3. 1

Divisi permodalan

Lokasi BMM

Pengurus Kowina

Lokasi BNM

Tabel A-3. Langkah-langkah Rekruitment Calon Pengelola BMM No 1 Penanggun g Jawab Tokoh masyarakat/pengaju Divisi BMM, mengusulkan nama- Permodalan nama calon pengelola BMM kepada Kowina Jabar,min 3 orang, max 9 orang. Kowina Jabar melakukan Divisi psikotes kepada para Permodalan calon pengelola BMM, Kowina Jabar melakukan pelatihan kepada para calon pengelola BMM yang lulus psikotes Calon pengelola yang telah mengikuti pelatihan, diikutkan pada magang di BMT atau BMM atau lembaga keuangan lainnya. Calon pengelola BMM yang telah mengikuti pelatihan dan magang mendapatkan Divisi permodalan Divisi Permodalan Langkah Kegiatan Tempat Lokasi BMM Waktu

3.

Kantor kowina Kantor kowina Tempaat magang

3

4.

5

Pengurus Kowina

Kantor Kowina

Maksimal 2 minggu Setelah langkah 1,. Maksinal 1 minggu setelah tahap 2. Maks 1 minggu setelah tahap 3, selama 1 bulan. Maksimal 1 minggu setelah tahap 4.

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________22

pengesahan untuk mengelola BMM di daerahnya. Tabel A-4. Langkah-langkah Pendirian BMM No 1 Langkah Kegiatan Penanggun g Jawab Divisi Permodalan Tempat Lokasi BMM Waktu

3.

Penanggung jawab BMM yang telah mendapat sk, membuat berita acara pembentukan pengurus, dengan dilampiri persyaratan : fotocopy KTP, pas foto 3x4 2 buah, dan bio data. Penanggung jawab BMM Divisi mengajukan proposal Permodalan business plan

Kantor kowina Kantor kowina

3

Pengelola BMM Divisi menyediakan sarana dan permodalan prasarana yang dibutuhkan oleh BMM, meliputi Kowina mengesahkan Pengurus berita acara pendirian Kowina BMM Kowina memberikan fasilitas dana stimulan berserta format-format penyelenggaraan BMM pada BMM yang telah disahkan

Maksimal 2 minggu Setelah langkah 1,. Maksinal 1 minggu setelah tahap 2. Maksimal 1 minggu setelah tahap 3.

4

Kantor Kowina

5.

Tabel A-5. Langkah-langkah Peresmian BMM No 1. Langkah Kegiatan BMM yang telah disahkan oleh Kowina Jabar, melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Bersamaan dengan sosialisasi, BMM juga melakukan pendataan dan penarikan nasabah, serta pembenahan kantor. Penanggun Tempa g Jawab t Manajer BMM BMM Waktu Max minggu setelah pengesahan. Bersamaan dengan tahap 1.

2.

Manajer BMM BMM

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________23

3.

4.

Setelah nasabah berjumlah Manajer BMM BMM 30 orang, ,BMM menyiapkan peresmian dengan mengajukan tanggal peresmian pada Kowina jabar. Kowina Jabar memberikan Ketua Kantor jawaban mengenai waktu Kowina kowina peresmian BMM. BMM mempersiapkan acara peresmian. Manajer BMM Kantor BMM

Max 1 minggu setelah tahap 1.

5

6

Kowina beserta tokoh Manajer BMM Kantor masyarakat setempat BMM melakukan peresmian pendirian BMM. Tabel A-6. Langkah-langkah Sosialisasi BMM

Maksimal 1 minggu Setelah langkah 1,. Maksinal 1 minggu setelah tahap 2. Maksimal 1 minggu setelah tahap 3.

No 1

Langkah Kegiatan Penanggung jawab BMM menyiapkan sosialisasi.

Penanggun g Jawab Divisi Permodalan

Tempat Lokasi BMM

Waktu Setelah mendapat SK dari Kowina Jabar. Dan berkelanjuta n setiap bulan. Maksimal 2 minggu Setelah langkah 1,. Maksinal 1 minggu setelah tahap 2.

3.

Penanggung jawab BMM Divisi mengajukan membuat Permodalan jadwal sosialisasi . Penanggung jawab BMM melakukan sosialisasi kepdaa masyakat, melalui media pengajian, pertemuan atau brosu Divisi permodalan

Kantor kowina Kantor kowina

3

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________24

B. PETUNJUK PENGAJUAN DANA STIMULAN KEPADA KOWINA JABAR
I. Pengertian
Pecarian dana merupakan tahapan yang sangat penting dalam pengelolaan BMM. aktivitasnya. Sebagai sebuah lembaga keuangan, BMM tidak akan terlepas dari kebutuhan akan dana untuk mempertahankan Jenis pendanaan yang akan dikembangkan sangat beragam, bergantung pada tujuan yang ingin dicapai.

II.

Tujuan
Tujuan pencarian dana bagi BMM adalah sebagai berikut : 1. Mempertahankan likuiditas, dan profitabilitas lembaga.

2. Menjaga kepercayaan masyarakat terhadap BMM.

III.

Penanggung Jawab

Penanggung jawab kegiatan ini adalah Ketua Kowina Jabar, pada level propinsi, dan manager BMM pada level kecamatan/ kelurahan.
KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________25

IV.

Tahapan Kerja
Pencarian dana secara rinci dibagi dalam beberapa kegiatan, yaitu : Tahapan kerja secara rinci, dapat dilihat pada tabel B.

V.

Keluaran

Kontrak untuk pemberian bantuan dari KOWINA JABAR.

VI.
1. 2.

Ketentuan Umum

. .

. .

Syarat Pengajuan Dana stimulan BMM kepada Kowina Jabar : Menyampaikan business plan Melampirkan berkas-berkas pendukung, meliputi : Peta lokasi Peta desa/ kelurahan Kondisi usaha di daerah. Analisa pesaing. Jumlah calon nasabah potensial Jumlah calon investor potensial.

VII. Alur Pencairan Dana Stimulan kepada BMM
BMM Yang Sudah Dibentuk

Mengajukan Proposal dan Rencana anggaran Kepada Divisi Permodalan

Div Permodalan Melakukan penilaian Proposal dan Usulan Anggaran

Usulan dianalisis

Tidak Layak

Layak KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________26

Daftar BMM Yang Siap Dibiayai Diserahkan pada Bendahara

Bendahara mencairkan dana stimulan Kepada BMM, ,dan menyerahkan Copy kwitansi kepada Divisi Permodalan Untuk dimasukkan dalam database

VIII. Langkah Kerja
Tabel A-1. Petunjuk Pengajuan Dana Stimulan kepada Divisi Permodalan No 1 Langkah Kegiatan BMM yang telah disetujui dan mengikuti pelatihan, menyerahkan proposal kepada Divisi Permodalan. Divisi Permodalan memeriksa proposal BMM dan melakukan penilaian pengajuan dana. Divisi Permodalan memberikan jawaban kepada BMM mengenai hasil penilaian proposal. Proposal yang memenuhi syarat akan mendapatkan pencairan dana Proposal yang belum Penanggung Jawab BMM Tempat Kantor Kowina Waktu

2.

Divisi Permodalan

Kantor Kowina

3.

Divisi Permodalan

Kantor kowina

Maksimal 1 minggu setelah proposal diterima. Setelah langkah 2, maksimal 1 minggu . Maksimal 1 minggu setelah tahap 3.

4

Divisi Permodalan Divisi

Kantor Kowina Kantor

5

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________27

6.

memenuhi syarat, dikembalikan kepada BMM untuk direvisi. Proposal yang telah direvisi, diserahkan kembali kepada Divisi Permodalan

Permodalan Divisi Permodalan

Kowina Kantor Kowina Maksimal 1 minggu setelah tahap 4.

C. PETUNJUK PENGELOLAAN Muaawanah
I. Pengertian

PELAKSANAAN Baitul Maal wal

Pengelolaan BMM merupakan salah satu tahapan penting setelah pendirian BMM. Pada tahap ini, BMM akan mengalami fase mempertahankan kepercayaan baik dari lembaga maupun dari masyarakat. Pengelolaan secara benar akan memberikan hasil yang optimal, sedangkan jika terjadi penyimpangan, akan menimbulkan dampak yang cukup berat.

II.

Tujuan
2004 __________________________________28

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

Tujuan pengelolaan BMM adalah sebagai berikut : 1. Menjaring dana zis dari masyarakat untuk dimanfaatkan bagi kepentingan umat, terutama di komunitas setempat . 2. Menggali dana masyarakat untuk dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat, melalui baitul muaawanah.

III.

Penanggung Jawab

Penanggung jawab kegiatan ini adalah Manajer BMM pada komunitas setempat.

IV.

Tahapan Kerja
Pengelolaan BMM secara rinci dibagi dalam beberapa kegiatan, yaitu :

1. Kegiatan dalam pengelolaan Baitul Maal, pembuatan program kerja dan melakukan melalui pendataan mustahiq dan muzakki, di wilayah setempat, pengumpulan dana dari masyarakat, menjalin kemitraan dengan lembaga social setempat dan penyaluran dana BMM kepada mustahiq. 2. Pengelolaan masyarakat Baitul melalui Muaawanah, tabungan, meliputi pemberian pengumpulan pembiayaan dana bagi

masyarakat yang mengajukan pembiayaan. Tahapan kerja secara rinci, dapat dilihat pada tabel C.

V.

Keluaran

5.1. Baitul Maal 1. 2. Akad pemberian dana zakat/infaq/shadaqah dan kwitansi dari muzakki. Akad penerimaan dana ZIS dan kwitansi oleh mustahiq 5.2. Baitul Muaawanah 1. Akad tabungan, akad kredit, kwitansi, slip pembayaran

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________29

VI.

Ketentuan Umum

Petunjuk Umum Pengelolaan BMM Setiap kantor kas BMM disarankan memiliki unit usaha produktif . 2. Kantor kas buka setiap hari, mulai pukul 08.00 s.d 14.00, atau disesuaikan 3. dengan kondisi masyarakat. (Misalnya : 2 kali seminggu pada jam-jam tertentu Operasional dilakukan dengan cara jemput bola dan tidak diam di tempat. Pengelolaan BMM harus mengacu pada aturan yang telah disusun. Format-format yang digunakan sesuai dengan contoh yang diberikan. Petugas harus menggunakan tanda pengenal dan pakaian seragam. Petunjuk Umum Pengelolaan Baitul Maal Baitul Maal adalah bagian dari BMM yang berfungsi mengelola danadana sosial, seperti zakat, infaq, sedekah.. Dana sosial yang dikelola oleh Baitul Maal didistribusikan dengan sesuai dengan peruntukkan dengan dua peruntukkan : 1. Konsumtif Untuk dana konsumtif diprioritaskan untuk dana pendidikan dan kesehatan. Adapun untuk kebutuhan sehari-hari dilakukan sebagai langkah penanggulangan sementara sebelum kegiatan produktif yang dibiayai mendapatkan hasil. 2. Produktif Dana produktif diberikan dengan memperhatikan kebutuhan modal usaha. Dana produktif tersebut dapat berupa pemberian ataupun pinjaman. Dalam melaksanakan kerja tersebut, Baitul Maal harus mempunyai program kerja dan sistem pendistribusian dana sosial sesuai dengan peruntukannya. Dalam program kerja tersebut harus terkandung : 1. Pola penggalangan donatur.
KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________30

2. 3. 4.

Pola pendistribusian dana sosial. Sistem penentuan prioritas pembagian dana sosial. Pola pelaporan yang terbuka (transparan) kepada masyarakat luas. Pendistribusian dana sosial dilakukan dengan dua kriteria : 1. Dana zakat Dana zakat didistribusikan kepada delapan asnaf sesuai dengan ketentuan syari’ah. Dalam menghitung bagian zakat yang diberikan dipergunakan dua parameter, yaitu : a. Kewajiban minimal jumlah yang mendapat bagian menurut fiqh, yaitu tiga asnaf dan tiga orang per asnaf. b. Nilai kebutuhan dengan ukuran :

o

Fakir ; senilai dengan kebutuhan modalnya agar dapat mencukupi kebutuhannya ditambah penanggulangan kebutuhan sebelum usahanya dapat dinikmati hasilnya.

o

Miskin ; senilai dengan kebutuhan modalnya agar dapat mencukupi kebutuhannya ditambah penanggulangan kebutuhan sebelum usahanya dapat dinikmati hasilnya.

o o o o o

Gharim ; senilai denganjumlah utang yang harus dibayarnya. Ibnu sabil ; senilai dengan kebutuhan ongkos dan bekalnya untuk mencapai tempat tujuannya. Fi sabilillah ; sesuai dengan kebutuhannya dalam berjuang. Amil ; senilai dengan gaji umum yang sesuai dengan pekerjaannya (mempertimbangkan UMR) Muallaf ; senilai dengan kebutuhannya. Diprioritaskan dana tersebut dana produktif, baik untuk kemandiriannya maupun untuk pendidikannya.

o

Riqab ; sesuai dengan nilai tebusan yang harus diberikannya kepada tuannya supaya dapat merdeka. 2. Dana non zakat Dana non zakat didistribusikan dengan bebas sesuai kebutuhan yang ada. Prioritas pendistribusian diberikan untuk : 2004 __________________________________31

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

    

Kesehatan. Pendidikan. Usaha. Pembayaran utang. Lingkungan.

Petunjuk Umum Pengelolaan Baitul Muaawanah Baitul Mu’aawanah adalah bagian dari BMM yang mengelola dana tabungan dan pembiayaan. C.1. Tabungan 1. Jenis tabungan : a. Tabungan dalam bentuk tabungan wadiah : titipan dana kerja sama yang dapat diambil kapan saja. b. Tabungan program ; titipan dana kerja sama yang hanya dapat diambil pada jangka waktu dengan tujuan yang telah disepakati (untuk biaya pendidikan, hari raya, walimah, qurban atau bentuk yang diminati masyarakat). 2. Syarat ketentuan tabungan : a. Ketentuan Umum.  Tabungan adalah perjanjian kerjasama antara penabung dan BMM dalam bentuk titipan.  Tabungan dapat diperuntukkan bagi perorangan maupun lembaga.  Pembukaan tabungan dilakukan dengan mengisi formulir pembukaan rekening dan dilengkapi oleh photo copy kartu pengenal (KTP/SIM/KTM).  Apabila saldo tabungan berbeda antara buku tabungan dan catatan BMM, maka yang berlaku adalah catatan BMM.  Apabila terjadi kesalahan, maka penabung wajib mengembalikan dana lebih yang telah diambil penabung.
KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

harian

2004 __________________________________32

 Apabila terjadi kesalahan, maka BMM memenuhi dana yang kurang dari tabungan.  Seluruh tabungan dijamin oleh KOWINA Jawa Barat. b. Bagi Hasil.  Bagi hasil tidak dianjurkan pada tahap awal pendirian BMM. Adapun, pemberian bagi hasil dimungkinkan dalam bentuk pemberian bonus Bagi hasil diberikan oleh BMM setiap tanggal 16 dari tiap bulannya. c. Penyetoran dan Penarikan  Setoran awal sekurang-kurangnya senilai Rp. 5.000,00 (Lima ribu rupiah).  Setoran selanjutnya tidak terbatas.  Penarikan dapat dilakukan setiap saat pada jam pelayanan BMM.  Penarikan harus menyisakan saldo minimal.  Saldo minimal senilai Rp. 5.000, (Lima ribu rupiah). d. Biaya Administrasi  Buku tabungan dibeli dengan harga Rp. 2.500,00 (dua ribu lima ratus rupiah).  Biaya administrasi di awal dikenakan Rp 5.000,- (lima ribu rupiah), sedangkan biaya administrasi bulanan tidak ada.  Setiap penggantian buku tabungan, maka penabung dikenakan biaya pembelian buku tabungan yang baru. e. Pengelolaan dana tabungan Dana tabungan setiap minggunya disetorkan ke Bank. Setengah dari dana tabungan merupakan dana tambahan bagi dana pembiayaan di BMM. Sedangkan sisanya merupakan dana talangan
KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________33

jika terjadi penarikan dana oleh penabung. habis disalurkan. C.2. Pembiayaan Pembiayaan merupakan jenis pelayanan

Pembiayaan dengan

menggunakan dana masyarakat dilakukan jika dana stimulan telah

yang

diberikan

kepada

anggota/ nasabah BMM. Pembiayaan hanya akan diberikan kepada anggota/nasabah yang telah menabung atau memiliki simpanan di BMM. Tujuan pemberian persyaratan tersebut, sehubungan bentuk badan hokum BMM yang merupakan lembaga keuangan non bank, sehingga tidak boleh memberikan pembiaayaan pada orang lain diluar anggota/nasabah. 1. Jenis Pembiayaan a. MUDHARABAH Mudharabah adalah memberikan bantuan modal usaha dengan sistem bagi hasil. Dalam pola mudharabah, bantuan modal usaha harus dikembalikan sesuai dengan perjanjian yang disepakati oleh pihak BMM dan pihak penerima manfaaat. Pada pola mudharabah, BMM tidak terlibat dalam pengelolaan. Nisbah bagi hasil mudharabah bervariasi sebagai berikut ;  Untuk usaha harian dapat mencapai nilai terendah 5 % Untuk usaha mingguan dapat mencapai nilai terendah berbanding 95 %  senilai yang diperkirakan ekuivalen dengan 15% dari nilai pembiayaan. Diperkirakan nisbah terendahnya adalah 15 % : 85 %  Untuk usaha bulanan dapat mencapai nilai terendah senilai yang diperkirakan ekuivalen dengan 25 % dari nilai pembiayaan. Diperkirakan nisbah terendah adalah 25 % : 75 % b. MURABAHAH

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________34

Murabahah (ba’i bits tsaman ‘ajil) ; BMM membeli barang yang dibutuhkan nasabah dan kemudian menjualnya kembali ke nasabah secara kredit dengan harga lebih tinggi dari pembelian. Keuntungan yang diambil oleh BMM dapat mencapai nilai terendah 2,5 % dari harga pembelian dengan lama cicilan, maksimal 10 kali. Dengan demikian keuntungan yang diambil BMM menggunakan rumus 2,5 % x jumlah bulan. Apabila pembiayaan diberikan sepuluh bulan, maka keuntungan yang diambil BMM adalah 2, 5 % X 10 = 25 %. Untuk tiga bulan 2,5 % X 3 = 7,5 %. Demikian seterusnya. c. MUSYARAKAH Musyarakah (kemitraan) ; pembiayaan dengan sistem bagi hasil. Pada pola ini, BMM terlibat dalam pengelolaan. BMM berstatus sebagai pemilik sebagian modal. Modal milik BMM dapat dikembalikan pada waktu tertentu sehingga BMM kehilangan kepemilikannya dan dapat pula tidak dikembalikan, sehingga BMM menjadi pemilik sebagian modal seterusnya. Dalam prakteknya, BMM diarahkan untuk memegang peranan dalam kebijakan strategisnya saja. 2. Kelayakan Pembiayaan Kelayakan pembiayaan usaha dilakukan sebagai persyaratan untuk memperoleh bantuan pembiayaan.

3. Syarat pembiayaan. Nasabah yang mengajukan pembiayaan harus melengkapi persyaratan sebagai berikut Telah memiliki simpanan di BMM

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________35

Mengisi formulir pembiayaan, Menyerahkan photo copy tanda pengenal lembar Pas photo ukuran 3 x 4, 2 buah. e. f. Menyerahkan rekomendasi atau tanda anggota pengajian dari ustadz atau kiainya. Menanda tangani perjanjian pembiayaan yang ditandatangani istri/suami/ orang tua. Kriteria kelayakan usaha : a. Jelas usahanya. b. Jelas pasarnya. c. Mempunyai keuntungan terendah senilai 10 %. d. Dapat memenuhi pengembalian modal sesuai jadwal. e. Dapat memenuhi kebutuhan hidup pengusaha. Apabila tidak memenuhi kebutuhan hidup pengusaha dipertimbangkan untuk mendapatkan pembiayaan qardhul hasan dari dana sosial di Baitul Maal. 4. Pengembalian a. Mudharabah dan Murabahah Pengembalian pembiayaan usaha dilakukan dengan cara mencicil setiap jatuh tempo sesuai dengan kesepakatan. Nilai cicilan merupakan hasil bagi dari nilai pembiayaan oleh waktu pengembalian yang disepakati. Setiap terjadi cicilan, maka terjadi pengurangan nilai prosentase pembiayaan yang dipergunakan sebagai modal usaha. Setiap terjadi cicilan, maka terjadi pengurangan nilai prosentase pembiayaan yang dipergunakan sebagai modal usaha. Untuk meringankan nasabah dalam mencicil, maka nasabah disarankan untuk menabung setiap hari. Sehingga pada saat jatuh tempo, maka tabungan yang ada dapat dibayarkan untuk cicilan pembiayaan. d. Musyarakah
KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

(KTP) sebanyak 1

2004 __________________________________36

Pada pola musyarakah, pengembalian dilakukan secara sekaligus di akhir perjanjian. Setiap bulan, nasabah diharuskan memberikan bagi hasil keuntungan sesuai dengan kesepakatan pada akad kredit. “Jatuh tempo cicilan” disesuaikan dengan jenis usaha (harian / mingguan / bulanan / proyekan). Jumlah kewajiban merupakan hasil bagi dari nilai pembiayaan oleh waktu pengembalian yang disepakati. 5. Cicilan Pembayaran cicilan dilakukan setiap jatuh tempo, sesuai dengan perjanjian yang disepakati (harian/mingguan/bulanan). dibayarkan di kas atau ditagihkan. memperoleh bukti pembayaran dari penagih/kasir. 6. Bagi Hasil Bagi hasil dilakukan antara BMM dengan KOWINA JABAR dan antara BMM dengan nasabah. A. Penghitungan bagi hasil. a. Bagi hasil BMM dengan Nasabah Bagi hasil dari pembiayaan. Rumus penghitungan bagi hasil dari pembiayaan adalah : (Keuntungan bersih X prosentasi prosentase penyertaan BMM) X nisbah bagi hasil Contoh : Seseorang mendapatkan pembiayaan Rp. 100.000,00 untuk usaha harian yang 100 % dimodali oleh pembiayaan tersebut. Keuntungan bersih usaha 15 %. Bagi hasil 10 % : 90 % Maka nilai keuntungan = 15 % X Rp. 100.000,00 = Rp. 15.000,00 Bagi hasil adalah : Untuk BMM = = Untuk pengusaha = = =
KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

Cicilan dapat

Setiap pembayaran cicilan akan

= (Rp. 15.000,00 X 100 %) X 10 % Rp. 15.000,00 X 1 % Rp. 1500,00 (Rp. 15.000,00 X 100 %) X 90 % Rp. 15.000,00 X 90 % Rp. 13.500,00 2004 __________________________________37

Bagi hasil dari tabungan Rumus bagi hasil dari tabungan adalah : Nilai tabungan nasabah ---------------------------- X (5 % X keuntungan bersih BMM Nilai tabungan total
Contoh : Apabila keuntungan BMM adalah Rp. 2.000.000,00 Nilai tabungan total adalah Rp. 10.000.000,00 Nilai tabungan nasabah adalah Rp. 500.000,00 Maka perhitungan bagi hasil untuk nasabah adalah : Bagi hasil nasabah Rp. 500.000,00 = -------------------------- X (5 % X Rp. 2.000.000,00) Rp. 10.000.000,00 Rp. 500.000,00 = -------------------------- X Rp. 100.000,00 Rp. 10.000.000,00 = Rp. 5.000,00

Bagi hasil nasabah Bagi hasil nasabah

b.

Bagi hasil Kowina dengan BMM Bagi hasil antara Kowina dengan BMM dialokasikan dengan nisbah 15 : 85 dari keuntungan diperoleh BMM. Bagi hasil dibayarkan kepada KOWINA JABAR, pada bulan keempat setelah dana stimulan dicairkan. Misalnya : pendapatan BMM adalah Rp 1.000.000,Bagi hasil yang diserahkan BMM kepada KOWINA JABAR adalah 15 % x Rp 1.000.000,- = Rp 150.000,-

B. Peruntukkan dana bagi hasil. Dana bagi hasil, diperuntukkan untuk : 1. 2. 3. 4. Bagi hasil pada kowina Jabar, Bagi hasil pada nasabah, Membiayai kegiatan operasional. Tambahan modal

Prosentase dana bagi hasil adalah sebagai berikut : 1. Bagi hasil pada kowina Jabar = 15 % 2. Bagi hasil pada nasabah
KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

= 5%

2004 __________________________________38

3. Kegiatan operasional 4. Tambahan modal

= 55 % = 25 %

8. PENUTUPAN BMM
BMM dapat ditutup apabila : 1. Dinyatakan pailit (tidak dapat menunaikan kepada nasabah) dan tidak dapat diperbaiki. Pailit dapat terjadi karena kerugian yang diderita BMM atau pun pelanggaran yang dilakukan oleh pengelola. 2. Tidak prospektif ; BMM tidak mempunyai kemampuan untuk berkembang. Parameter yang dipergunakan adalah analisa likuiditas. BMM yang tidak mampu untuk mencapai 50 % dari tolok ukur dinyatakan tidak prospektif.

IX.

Langkah Kerja
Tabel C-1. Petunjuk Kerja Baitul Maal

No 1

Langkah Kegiatan BMM melakukan pendataan mustahiq, muzzaki dan donatur. BMM menyebarkan brosur pada muzzaki dan donatur BMM mendatangi donatur dan muzzaki yang menyatakan kesediaannya. BMM menyalurkan 75 persen dari dana yang telah terkumpul pada para mustahiq dan menyimpan sisanya untuk cadangan dana bulan berikutnya. BMM menyampaikan laporan penyaluran dana zis pada muzakki

Penanggung Jawab BMM

Tempat Kantor BMM

Waktu Awal pendirian dan setiap pertengahan bulan Akhir bulan Awal bulan .

2. 3.

BMM BMM

Kantor BMM Kantor BMM

4

BMM

Kantor BMM

Minggu ketiga.

5

BMM

Kantor BMM

Setiap akhir bulan .

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________39

dan donatur, setiap bulan. Tabel C-2. Petunjuk Pembukaan Tabungan No 1 Langkah Kegiatan Calon Nasabah mengisi formulir prmbukaan tabungan dan membayar biaya administrasi serta setoran awal. Nasabah yang telah terdaftar,. Kemudian mendapatkan buku tabungan dan dapat menabung setiap hari atau disesuaikan dengan kondisi nasabah. Aktivitas penabungan selanjutnya dapat diambil oleh kurir yang ditugaskan atau dengan mendatangi kas. Setiap penabung yang telah menyetorkan uang harus mendapat bukti slip setoran. Penanggung Jawab BMM Tempat Kantor BMM atau tempat tinggal/ tempat kerja calon nasabah. Kantor BMM atau tempat tinggal/ tempat kerja calon nasabah. Kantor BMM / Tempat tinggal/ tempat kerja calon nasabah. Kantor BMM Disesuaikan dengan permintaan nasabah. Setelah langkah 3. Waktu

2.

Kasir

3.

Kurir/penagih/ Kasir

4.

Kurir/penagih/ Kasir

Tabel C-3. Petunjuk Penarikan Tabungan No 1 Langkah Kegiatan Nasabah yang telah menabung, dapat menarik uang tabungan sesuai dengan jenis simpanan. Penanggung Jawab Kasir Tempat Kantor BMM atau tempat tinggal/ tempat kerja calon nasabah. Kantor BMM atau tempat tinggal/ tempat kerja calon nasabah. Waktu

2.

Bagi tabungan wadiah, Kasir maka penarikan dapat dilakukan kapanpun dengan menyisakan uang sejumlah Rp 5.000,-

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________40

3.

Penarikan diatas Rp 1 juta rupiah, harus memberitahukan BMM satu hari sebelumnya. Bagi penarikan tabungan program tertentu, maka penarikan dapat dilakukan pada saat jatuh tempo. Setiap penarikan harus menyisakan uang sebesar Rp 5.000,- .

Kurir/penagih/ Kasir

4.

Kurir/penagih/ Kasir

Kantor BMM / Tempat tinggal/ tempat kerja calon nasabah. Kantor BMM

Tabel C-4. Petunjuk Penutupan Tabungan No 1 Langkah Kegiatan Nasabah yang telah menabung, dapat menutup tabungan dengan memberitahukan satu hari sebelumnya.. Bagi tabungan wadiah, maka penutupan dapat dilakukan kapanpun dengan membayar administrasi sebesar Rp 10.000,Bagi penarikan tabungan program tertentu, maka penutupan dapat dilakukan pada saat jatuh tempo. Jika penutupan dilakukan sebelum jatuh tempo, maka nasabah akan terkena biaya administrasi sebesar Rp 15.000,-. Penanggung Jawab Kasir Tempat Kantor BMM atau tempat tinggal/ tempat kerja calon nasabah. Kantor BMM. Waktu

2.

Kasir

3.

Kasir

Kantor BMM

Tabel C-5. Petunjuk Pengajuan Dana Pembiayaan No Langkah Kegiatan Penanggung Tempat Waktu

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________41

1

Calon Nasabah mengisi formulir ajuan pembiayaan dan rencana usaha. . Melengkapi formulir dengan persyaratan. Berkas yang sudah lengkap diverivikasi oleh bagian pendampingan. Kunjungan lapangan dilakukan pada pemohon yang berkasnya telah diverivikasi, Pemohon yang berkasnya disetujui, menandatangani akad kredit.. .Usulan yang tidak disetujui, direvisi oleh pemohon. Proposal yang telah direvisi, diserahkan kembali kepada Divisi Permodalan untuk mendapatkan proses lanjut.

Jawab BMM

Kantor BMM

2.

Divisi pendampinga n BMM Divisi pendampinga n BMM Divisi pendampinga n BMM Divisi pendampinga n BMM Divisi pendampinga n BMM

Kantor BMM

3.

Kantor BMM

Maksimal 1 minggu setelah proposal diterima. Setelah langkah 2, maksimal 1 minggu . Maksimal 1 minggu setelah tahap 3.

4

Kantor BMM

5 6.

Kantor BMM Kantor BMM Maksimal 1 minggu setelah tahap 4.

Tabel C-6. Petunjuk Penerimaan Cicilan No
1.

Langkah Kegiatan

Penanggung Jawab

Tempat
Kantor BMM/tempat tinggal/ tempat usaha nasabah. Kantor BMM

Waktu

Setiap nasabah yang Kurir usulan pembiayaannya disetujui, diharuskan menabung setiap hari. Tabungan yang ada Kasir dan kurir dibayarkan untuk membayar cicilan dan bagi hasil sesuai dengan jumlah yang harus dibayarkan. Jika kurang, maka

2

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________42

kekurangannya ditagihkan nasabah.
3 4.

pada
Kantor BMM Kantor BMM .

Mengeluarkan bukti Kasir pembayaran cicilan kepada penerima dana. Menlakukan pencatatan Kasir pembayaran cicilan pada buku cicilan.

Tabel C-7. Petunjuk Penanganan Kredit Macet No
1.

Langkah Kegiatan Auidit kreditor yang belum memenuhi kewajiban pada bulan berjalan Menghubungi kreditor untuk menanyakan pemenuhan kewajibanbulan berjalan. Audit kreditor yang belum memenuhi kewajiban tiga bulan berturut-turut. Menghubungi kreditor untuk menanyakan kemampuan pemenuhan kewajibankewajiban.

Penanggung Jawab
Kasir

Tempat
Kantor BMM .

Waktu

2

Penagih

Domisili kreditur

.

3

Penagih

Domisili kreditur

4.

Penagih

Domisili kreditur

7.

Melakukan sita atas Penagih barang jaminan dari kreditor apabila kreditor tidak sanggup pemuhi sisa kewajibannya.

Domisili kreditor

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________43

D. PETUNJUK PELAKSANAAN PENDAMPINGAN DAN MONITORING

I. Pengertian
Pendampingan adalah proses kegiatan atau usaha-usaha yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki, meningkatkan, dan mendidik BMM dan nasabah BMM menjadi pengusaha kecil yang amanah,

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________44

dapat dipercaya dan agar usahanya berjalan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Pendampingan merupakan salah satu kegiatan BMM yang merupakan keunggulan dari program ini. pendampingan nasabah oleh BMM. Pendampingan diberikan adanya kegiatan

secara dua tahap, yaitu pendampingan BMM oleh KOWINA dan Dengan pendampingan, diharapkan terjadi ikatan emosional antara seluruh unsure yang terlibat dalam kegiatan di BMM. Sehingga aktivitas ekonomi (simpanan dan pembiayaan) akan lebih berkembang dan akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan umat.

II.

Tujuan
1. dan inovatif. 2. 3. Meningkatkan pengetahuan, keterampilan Meningkatkan jaringan hubungan antara nasabah BMM dalam pengelolaan BMM. BMM dengan nasabahnya dengan membantu mengatasi kesulitan dan hambatan, baik dalam meningkatkan kualitas keagamaannya maupun usahanya. Meningkatkan kesadaran nasabah BMM

Tujuan Pendampingan anggota adalah : terhadap perilaku usaha ekonomi yang amanah, jujur, kreatif

III.

Penanggung Jawab

Penanggung jawab kegiatan ini adalah koordinator pendampingan di tingkat propinsi, dan pendamping di tingkat BMM.

IV.

Tahapan Kerja
Secara rinci disajikan pada point VII.

V.

Keluaran

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________45

Laporan

hasil

pendampingan

baik

pendapingan

BMM

maupun

pendampingan nasabah.

VI.

Ketentuan Umum

Sasaran pembinaan adalah nasabah BMM agar berperilaku sebagai pengusaha kecil yang amanah, jujur, kreatif dan inovatif serta mampu mengelola usaha yang menguntungkan Pentingnya pembinaan anggota karena dengan pembinaan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap wirausaha, juga kelangsungan usaha masing-masing anggota dapat dipantau dan kegagalan usaha dapat diperkecil. Syarat-syarat pembinaan dan monitoring : 1. Pembinaan dapat dilakukan apabila pengelola BMM mengenal nasabah dan usahanya dan terjalin hubungan yang baik antara pengelola BMM dengan nasabahnya. 2. Pengelola BMM mempunyai data atau informasi yang relatif lengkap mengenai masalah yang dihadapi oleh nasabah dalam usahanya melalui pemantauan yang dilakukan, sehingga kegiatan pembinaan tidak dikira-kira. 3. Dalam kegiatan pembinaan anggota dan usahanya, diperlukan beberapa alternatif pemecahan masalah yang dihadapi anggotanya dalam berusaha. 4. Pengelola BMM memiliki sikap, dan tingkah laku yang baik, sehingga menjadi suri tauladan bagi nasabah BMM.

Media pembinaan dan monitoring anggota : 1. disepakati. Pertemuan rutin/berkala ditempat yang telah

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________46

2. nasabah. 3. 4. 5.

Kunjungan khusus kerumah atau tempat usaha Observasi yang dilakukan oleh pembina Konsultasi khusus pada hari-hari tertentu Kunjungan anggota ke kantor BMM ketika

ketempat usaha anggotanya. dikantor BMM. menabung atau mendapatkan pembiayaan. Teknis Pendampingan dan monitoring BMM : 1. BMM minimal satu Bulan sekali 2. minimal satu bulan satu kali. 3. 4. kerja bulan depan. 5. KOWINA JABAR memberikan kesempatan pada pengelola BMM untuk meningkatkan pengetahuan melalui pelatihan. Teknis Pendampingan dan monitoring nasabah : Seorang pendamping menangani maksimal 20 orang nasabah. Setiap pertemuan diikuti oleh maksimal 20 orang nasabah. Setiap nasabah diwajibkan mengikuti pertemuan rutin 4. 5. Setiap BMM membuat jadwal pertemuan melalui Pertemuan dengan anggota dilakukan dua minggu sekali kegiatan pengajian atau pertemuan khusus lainnya. selama 1 jam. Evaluasi kemajuan anggota minimal dua minggu sekali Bersama anggota membuat laporan usaha Membuat rencana kerja 2004 __________________________________47 Bersama BMM Membuat rencana membuat laporan tertulis (sebulan sekali) Evaluasi kemajuan Pertemuan dengan

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

Bentuk Pembinaan : Pembinaan yang dilakukan oleh Kowina kepada pengelola BMM nasabahnya berbentuk : 1. Pembinaan formal ; memberikan kesempatan dan fasilitas untuk mendapatkan pendidikan tau pelatihan pada lembaga formal. 2. Pembinaan informal ; memberikan berbagai pelatihan dan kursus singkat untuk materi atau kemapuan tertentu. 3. Pembinaan nonformal ; memberikan bimbingan, asistensi serta konsultasi dalam keseharian.

VII. Alur Evaluasi dan Monitoring BMM
Divisi Permodalan

Melakukan Evaluasi dan Monitoring kinerja BMM Setiap bulan secara acak.

Hasil Monitoring dianalisis

Pelanggaran

Sesuai aturan

Dikenakan teguran lisan, tertulis atau rekomendasi Pemecatan kepada ketua Kowina

rekomendasi untuk mendapat reward.

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________48

VIII. Langkah Kerja
Tabel D-1. Langkah-langkah Pendampingan BMM kepada Nasabah No 1 Langkah Kegiatan BMM membuat jadwal rutin kegiatan pendampingan dan monitoring. BMM melakukan sosialisasi jadwal monitoring lapangan dan pembinaan rutin. BMM membuat berita a cara monitoring dan pendampingan, serta membuat notulensi setiap pertemuan.. BMM melaporkan hasil pertemuan Penanggung Jawab Pendamping Tempat Kantor BMM atau tempat yang disepakati. Kantor BMM atau tempat yang disepakati. Kantor BMM atau tempat yang disepakati. Waktu Awal pendirian BMM .Awal Pendirian BMM dan tiap 3 bulan Akhir Pertemuan

2.

Pendamping

3.

Pendamping

4

Pendampling

Kantor BMM Setiap Bulan. atau tempat yang disepakati.

Tabel D-1. Langkah-langkah Pendampingan dan Monitoring BMM oleh Kowina Jabar No 1 Langkah Kegiatan Divisi Permodalan membuat jadwal monitoring rutin. Baik ada pengaduan ataupun tidak. BMM dapat meminta pendampingan pada saat diperlukan.. Staff Divisi permodalan mendatangi BMM untuk memberikan Penanggung Jawab Koordinator monitoring Tempat Waktu

Kantor BMM Awal atau tempat pendirian yang BMM disepakati. Kowina Kantor BMM Setiap bulan Setiap bulan

2. 3.

Koordinator Monitoring Koordinator Monitoring

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________49

4

5.

pendampingan dan monitoring kegiatan BMM Divisi permodalan melaporkan hasil pendampingan dan monitoring Hasil monitoring dimasukkan dalam buku perkembangan BMM.

Koordinator Monitoring Koordinator Monitoring

Kantor BMM

Setiap Bulan.

KOWINA JABAR

Setiap Bulan

E. PETUNJUK EVALUASI DAN PELAPORAN
I. Pengertian
Evaluasi dan pelaporan adalah kegiatan untuk mengetahui kinerja BMM. Dari hasil evaluasi dan pelaporan, dapat dilihat kondisi masingmasing BMM, sehingga tidak terjadi peristiwa yang tidak diharapkan.

II.
1. 2. 3.

Tujuan
Meningkatkan kinerja BMM. Mengurangi kesalahan yang mungkin dilakukan oleh BMM Sebagai sarana untuk mengetahui kondisi BMM, baik dari segi usaha maupun kegiatannya.

Tujuan evaluasi dan pelaporan adalah :

III.

Penanggung Jawab

Penanggung jawab kegiatan ini adalah manajer BMM.

IV.

Tahapan Kerja
Secara rinci disajikan pada point VII.

V.

Keluaran

Laporan keuangan dan kegiatan BMM.

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________50

VI.

Ketentuan Umum

6.1. Pelaporan Laporan yang disampaikan adalah laporan keuangan dan laporan kegiatan. Untuk lebih jelasnya, bentuk pelaporan dapat dilihat pada buku panduan penyusunan laporan BMM.

6.2. PENGADUAN Pengaduan terhadap pelanggaran atau penyelewengan yang terjadi dalam program pembentukan dan pengembangan BMM dilakukan kepada lembaga diatasnya, dengan disertai bukti atau sekurangkurangnya data yang dapat diklarifikasi. • Pelanggaran karyawan diadukan pada mangernya. • Pelanggaran pengelola BMM diadukan kepada Divisi Permodalan • Pelanggaran Divisi permodalan diadukan kepada KOWINA • Pelanggaran anggota. Apabila terjadi pelanggaran hukum dapat dilakukan pengaduan kepada kepolisian dan tuntutan di pengadilan. 6.3. PENGHARGAAN DAN SANGSI a. Penghargaan. Seluruh BMM akan mendapatkan penilaian dan akreditasi dari Divisi Permodalan dengan berdasarkan parameter yang telah disusun.. Secara bertingkat dari akreditasi tersebut setiap BMM akan mendapatkan fasilitas berbeda dalam bentuk 1. 2. Pelatihan. Program kesejahteraan untuk pengelola.
KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

KOWINA

diadukan

kepada

pengawas

dan

rapat

2004 __________________________________51

b.. Sangsi Apabila terjadi pelanggaran atau penyelewengan dalam pengelolaan maka para pengelola akan mendapatkan sangsi sesuai kesalahannya secara bertingkat sebagai berikut : 1. Peringatan untuk pelanggaran kedisiplinan kerja. 2. Skorsing untuk pengulangan pelanggaran kedisiplinan ketiga kali. 3. Sangsi administratif (pemecatan) untuk penyelewengan atau perilaku yang merugikan BMM secara moril. 4. Sangsi hukum untuk penyelewengan yang merugikan BMM yang melanggar hokum positif. 5. Pemberhentian dengan hormat untuk para pengelola yang tidak dapat menunjukkan kemauan dan usaha yang dapat meningkatkan kinerjanya.

VII. Alur Pengaduan dan Pelaporan BMM
Alur Pengaduan
Nasabah

Mengadukan penyimpangan Yang dilakukan BMM kepada Divisi Permodalan.

Divisi Permodalan melakukanCross Chek ke lapangan.

Penyimpangan

Tidak

Dikenakan teguran lisan, tertulis atau rekomendasi KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

nasabah mendapat peringatan.

2004 __________________________________52

Pemecatan kepada ketua Kowina

Alur Pelaporan BMM
BMM Yang Sudah Dibentuk

Menyerahkan laporan Keuangan dan kegiatan pada Tanggal 10 setiap bulan Kepada Divisi Permodalan

Laporan yang sudah diserahkan, Diperiksa oleh Divisi Permodalan

Laporan dianalisis

Tidak Benar

Sesuai

Laporan Didokumentasikan

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________53

Bab III. PEDOMAN PELAPORAN BAITUL MAAL WAL MUAAWANAH
A .PENDAHULUAN Deskripsi Kegiatan Pokok
Pedoman Akuntansi Baitul Maal Wal Muawanah (BMM) dibutuhkan dalam upaya membantu pengelola BMM dalam menyajikan laporan keuangan sebagai pertanggungjawaban dari aktivitas pengelolaannya. Adapun pengelolaan keuangan BMM dibagi menjadi 2 pengelolaan, yaitu : 1. Pengelolaan keuangan Baitul Maal, sebagai pengelola dana sosial, seperti Zakat, Infak Shodaqoh 2. Pengelolaan keuangan Baitul Muawanah, sebagai pengelola dana pembiayaan usaha.

Tujuan dan Ruang Lingkup
Tujuan laporan keuangan BMM adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan aktivitas operasi BMM yang bermafaat dalam pengambilan keputusan. Suatu laporan keuangan bermanfaat apabila informasi yang disajikan dalam laporan keuangan tersebut dapat dipahami, relevan, andal dan dapat diperbandingkan. Adapun yujuan dibuatnya Pedoman Akuntansi Keuangan BMM, diantaranya : 1. Menyeragamkan sistem pengelolaan keuangan untuk menghasilkan laporan keuangan yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan 2. Membina pengelola BMM dalam mengelola data keuangan melalui peningkatan kemampuan Akuntansi 3. Menjaga akuntabilitas Publik Sektor 4. Menjamin auditabilitas kebijakan yang ada
KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________54

Dengan adanya Pedoman Akuntansi BMM diharapkan dapat menciptakan keseragaman perlakuan akuntansi dan penyajian laporan keuangan sehingga meningkatkan daya banding antara laporan keuangan BMM Pedoman akuntansi BMM ini akan direvisi secara berkala, sehingga dapat menampung setiap perkembangan yang terjadi di lapangan dan sesuai dengan Standar Akuntansi yang terbaru.

Acuan Penyusunan Pedoman Akuntansi Baitul Maal Wal Muawanah (BMM)
Sebagai acuan utama, penyusunan Pedoman Akuntansi BMM ini adalah Standar Akuntansi Keuangan (SAK), Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.59 tentang Akuntansi Perbankan Syariah dan Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah (PAPSI).

Sistematika
a. b. c. d. e. Sistematika dari Pedoman Akuntansi BMM ini sbb : Pendahuluan Sistem Akuntansi Pokok BMM Penutup Daftar Pustaka Lampiran-Lampiran

Masa Berlaku
Pemberlakukan Pedoman ini sejak tanggal ditetapkan dengan mempertimbangakan kondisi masing-masing BMM untuk dapat melaksanakan secara bertahap.

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________55

B. SISTEM AKUNTANSI POKOK

A. Dasar
1. Siklus Akuntansi BMM
Dalam upaya menyajikan Laporan Keuangan yang diperlukan, dibutuhkan langkahlangkah di dalam proses akuntansi (Siklus Akuntansi). Hal ini merupakan prosedur yang biasanya digunakan untuk memastikan bahwa pengaruh transaksi dicatat dengan benar.

SIKLUS AKUNTANSI (Tahap-Tahap Kegiatan)
Identifikasi & Pengukuran Transaksi


JURNAL PEMBALIK (REVERSING ENTRIES) (Optional) NERACA SALDO PENUTUPAN (Post Closing Entries Trial Balance) (Optional)

Bukti Transaksi

PENJURNALAN
 Jurnal Umum (General Journal)  Jurnal Khusus (Speccial Journal)

POSTING
Buku Besar (General Ledger) Buku Pembantu (Subsidiary Ledger) JURNAL PENUTUP

LAPORAN KEUANGAN (CLOSING ENTRIES)
Laporan Laba Rugi Laporan Perubahan Ekuitas  NERACA  Laporan Arus Kas  Lap. Perubahan Dana Investasi Jurnal Yang dipakai ada 2 yaitu : • Terikat  Lap. Sumber dan Penggunaan Dana ZIS  Lap. Sumber dan Penggunaan Dana Qardh  Catatan Atas Lap. Keuangan
  NERACA SALDO (TRIAL BALANCE)

Work Sheet (Optional)

AYAT JURNAL PENYESUAIAN (ADJUSTMENT ENTRIES)

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________56

NERACA SALDO PENYESUAIAN (TRIAL BALANCE ADJUSTMENT)

2. Ketentuan Umum Laporan Keuangan BMM
Ketentuan laporan keuangan BMM secara umum, diantaranya : a) Tujuan laporan keuangan Laporan keungan bertujuan untuk menyediakan infomasi yang bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam pengambilan keputusan ekonomi yang rasional Tanggung jawab atas laporan keuangan Pengelola BMM (manajemen) bertanggungjawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Lapran keuangan juga merupakan sarana pertanggungjawaban pengelola BMM atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka Komponen laporan keuangan Laporan keuangan yang lengkap terdiri dari komponen-komponen : Neraca Laporan laba rugi Laporan perubahan ekuitas Laporan arus kas Laporan penggunaan dana investasi terikat Laporan sumber dan penggunaan dana zakat, infak dan shodaqah Laporan sumber dan penggunaan dana qardhul hasan, dan Catatan atas laporan keuangan Bahasa laporan keuangan Laporan keuangan harus disusun dalam bahasa Indonesia Mata uang pelaporan Mata uang pelaporan harus dalam rupiah Kebijakan akuntansi Kebijakan akuntansi harus mencerminkan prinsip kehati-hatian dan mencakup semua informasi yang material dan sesuai dengan ketentuan dalam PSAK Penyajian Laporan keuangan harus menyajikan secara wajar posisi keuangan dan laporan keuangan lainnya disertai pengungkapan yang diharuskan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pada setiap lembar laporan keuangan harus diberikan pernyataan

b)

c) 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) d) e) f)

g)

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________57

bahwa “catatan atas laporan keuangan merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan” h) Konsistensi Penyajian Penyajian dan klasifikasi pos-pos dalam laporan keuangan antar periode harus konsisten kecuali diperkenankan oleh PSAK Materialitas Penyajian laporan keuangan didasarkan pada konsep materialitas Saling hapus Jumlah aktiva dan kewajiban yang disajikan pada neraca tidak boleh saling dihapuskan keuali dibenarkan oleh hukum Periode laporan Laporan keuangan wajib disajikan secara tahunan berdasarkan tahun takwim. Dalam hal BMM batu berdiri laporan keuangan dapat disajikan untuk periode yang lebih pendek dari satu tahun takwim. Informasi komparatif Laporan keuangan tahunan dan interm harus disajikan secara komparatif dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sedangkan untuk laporan interim harus mencakup periode sejak awal tahun buku sampai dengan akhir periode interim yang dilaporakan. Laporan keuanga interim Laporan keuangan interim adalah laporan keuangan yang diterbitkan di antara dua laporan tahunan dan harus dipandang sebagai bagian integral dari laporan periode tahunan. Penyusunan laporan keuangan interim dapat dilakukan secara bulanan, triwulan atau periode yang lain yang kurang dari satu tahun. Laporan keuangan interim memuat komponen yang sama seperti laporan keuanga tahunan

i)

j)

k)

l)

m)

3. Kebijakan Akuntansi
a) Dasar pengukuran laporan keuangan Laporan keuangan untuk aktiva, kewajiban, investasi tidak terikat, penghasilan dan beban disajikan berdasarkan konsep biaya historis Dasar penyusunan laporan keuangan Laporan keuangan atas transaksi-transaksi dicatat berdasarkan dasar akrual Kas dan Setara Kas

b) c)

Semua investasi yang tidak dibatasi yang kurang dari tiga bulan diklasifikasikan ke dalam kas dan setara kas.
d) Aktiva Tetap

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________58

Aktiva tetap dicatat sebesar harga perolehannya. Penyusutan dihitung berdasarkan metode garis lurus berdasarkan estimasi umur ekonomis aktiva tetap tanpa nilai sisa Biaya-biaya pemeliharaan dan perbaikan aktiva tetap dibebankan pada saat terjadi. Perbaikan dan atau penambahan yang signifikan dikapitalisasi. Aktiva tetap yang tidak atau pembuangan (disposal) aktiva tetap, nilai terbawa dan akumulasi depresiasinya dikurangkan dari total akumulasi. Keuntungan dan kerugian dari transaksi ini dicatat pada periode berjalan.

Estimasi umur ekonomis aktiva tetap ditetapkan sebagai berikut JENIS AKTIVA TETAP Tanah dan hak atas tanah Bangunan Kendaraan Komputer dan peralatannya Furniture (mebelair) Alat elektronik Litelatur e) Pengakuan Pendapatan UMUR EKONOMIS 20 tahun 20 tahun 8 tahun 4 tahun 4 tahun 4 tahun 2 tahun TARIF % PENYUSUTAN 5% 5% 12,5 % 25 % 25 % 25 % 50 %

Pendapatan dari sumbangan diakui sebagai pendapatan pada saat diterima. Namun jumlah komitmen dari pendapatan yang diberikan secara bertahap, diungkapkan dalam laporan keuangan f) Pengakuan Beban
Semua beban dicatat pada saat transaksi terjadi. Pembayaran yang dilakukan terhadap program yang belum pasti diketahui jumlahnya dicatat sebagai uang muka. g) Capital dan Revenue Expenditure Pengeluaran untuk pemeliharaan atau perbaikan suatu aktiva tetap akan dikapitalisir menambah nilai aktiva tetap yang bersangkutan, jika menambah masa manfaat aktiva tetap tersebut dan jumlahnya cukup material. Jika pengeluaran untuk pemeliharaan atau perbaikan aktiva tetap tidak menambah masa manfaat aktiva tetap yang bersangkutan namun jumlahnya cukup material, maka pengeluaran tersebut dicatat sebagai beban pemeliharaan dan perbaikan yang ditangguhkan. h) Biaya Pedidikan dan Latihan Seluruh pengeluaran yang dilakukan untuk keperluan pendidikan dan latihan dibebankan pada tahun berjalan.

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________59

B. Rancangan Formulir – Formulir
Berdasarkan inventarisir aktivitas pokok BMM, formulir-fomulir (terlampir) yang dipandang perlu diantaranya :

1. Bukti Kas Masuk
a) b) c) d) e) Formulir Bukti Kas Keluar berfungsi untuk merekam data transaksi penerimaan kas, seperti : Penerimaan tunai dari modal penyertaan KOWINA Penerimaan tunai dari modal sumbangan Penerimaan pinjaman dari kreditur Penrimaan piutang karyawan …

2. Bukti Kas Keluar
a) b) c) d) e) f) Formulir Bukti Kas Keluar berfungsi untuk merekam data transaksii pengeluaran kas, seperti : Pembelian tunai Perlengkapan, Persediaan, Peralatan dll Pembayaran Beban-Beban tunai, seperti, Beban Sewa dll Pemberian pinjaman kepada karyawan Pembayaran pijaman/utang kepada kreditur Pengeluran tunai dana ZIS …

3. Slip Setoran
Formulir Slip Setoran berfungsi untuk merekam data transaksii pengumpulan dana, seperti : a) Tabungan Wadiah b) Simpanan Mudharabah dan Simpanan Mudharabah Berjangka (sesuai akad) c) …

4. Slip Penarikan
Formulir Slip Penarikan berfungsi untuk merekam data transaksii penarikan dana yang telah dihimpun, seperti : a) Tabungan Wadiah b) Simpanan Mudharabah, Simpanan Mudharabah Berjangka (sesuai akad) c) …

5. Slip Setoran ZIS dan Sumbangan
Formulir Slip Setoran ZIS dan Sumbangan berfungsi untuk merekam data transaksi pengumpulan dana sosial, seperti : a) Dana ZIS b) Dana Sumbangan
KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________60

6. Buku Tabungan
Formulir/Buku Tabungan berfungsi untuk mencatat data transaksi Tabungan Wadiah

7. Kartu Pembiayaan
Formulir/Kartu Pembiayaan berfungsi untuk mencatat data transaksi pembiayaan (murabahah, bai bithaman ajil, mudharabah dan musyarakah)

8. Bukti Memorial
a) b) c) d) e) f) Formulir Bukti Memorial berfungsi untuk mencatat data transaksi intern, seperti : Penyusutan Aktiva Tetap, Pemakaian Perlengkapan, Kerugian dan Penghapusan Piutang, Catatan pembayaran bagi hasil, Penerimaan hibah/wakaf berbentuk barang dll …

9. Jurnal
Format jurnal digunakan untuk membuat catatan Akuntansi baik untuk Jurnal Umum, Jurnal Penyesuaian, Jurnal Penutup maupun Jurnal Pembalik

10.Buku Besar dan Buku Pembantu
Format Buku Besar digunakan untuk membuat catatan Akuntansi terakhir (menggolongkan)/pemindahan ayat jurnal ke dalam Akun masing-masing. Dan Buku Pembantu digunakan untuk merinci Akun tertentu yang perlu rinciannya (Seperti Buku Pembantu untuk Piutang, Utang, Aktiva Tetap dll)

11.Neraca Saldo
Format Neraca Saldo digunkan untuk mengikhtisarkan saldo dari setiap Akun Buku Besar sebelum disajikan Laporan Keuangan dan Neraca Saldo Setelah Penutupan setelah dibuat Jurnal Penutup.

12.Neraca Lajur
Neraca Lajur digunakan sebagai kertas kerja untuk memudahkan penyajian Laporan Keuangan yang diperlukan

13.Daftar Uang Masuk (DUM) Tabungan/Simpanan Dan Pembiayaan
Formulir ini digunakan untuk mencatat data penerimaan uang masuk dari Tabungan/Simpanan dan Pembiayaan

14.Daftar Uang Keluar (DUK) Tabungan/Simpanan Dan Pembiayaan
Formulir ini digunakan untuk mencatat data pengeluaran uang dari penarikan Tabungan/Simpanan dan penyaluran dana pembiayaan

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________61

15.Daftar Uang Masuk (DUM)ZIS
Formulir ini digunakan untuk mencatat data penerimaan uang masuk dari Zakat, Infak dan Shodaqah

16.Daftar Uang Keluar (DUK) ZIS
Formulir ini digunakan untuk mencatat data pengeluaran uang dana Zakat, Infak dan Shodaqah

C. Rancangan Catatan Akuntansi
1. Aktiva
a) 1) Kas Definisi Kas adalah mata uang kertas dan logam baik rupiah maupun valuta asaing yang masih berlaku sebagai alat pembayaran yang sah Perlakuan Akuntansi Pengakuan dan Perlakuan Transaksi Kas diakui sebesar nilai nominal Penyajian Kas merupakan pos neraca yang paling likuid (lancar), dasn lazim disajikan pada urutan pertama pada aktiva Contoh Jurnal Penerimaan Setoran : Db. Kas xxx Kr. Rekenig yang dituju Penarikan : Db. Rekening Yang ditarik xxx Kr. Kas

2)
 

3)

xxx xxx

b) 1)

Penempatan Pada Bank Definisi Penempatan pada Bank adalah peneneman dana pada Bank Syariah/Lain dalam bentuk antara lain Sertifikat Investasi Mudharabah, Deposito Mudharabah, Tabungan Mudharabah, Giro Wadiah dan Tabungan Wadiah yang dimaksudkan untuk optimalisasi pengelolaan dana. Perlakuan Akuntansi Pengakuan dan Pengukuran: Penempatan pada Bank diakui pada saat penyerahan sebesar jumlah yang diserahkan

2)

Penyajian : o Penempatan pada Bank disajikan dalam neraca sebesar nilai bruto tagihan Bank o Saldo penempatan pada Bank tidak boleh dikurangi/dikompensasikan dengan saldo kewajiban kepada bank

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________62

o Penyisihan kerugian atas penempatan pada Bank disajikan sebagai pos lawan (contra account) dari penempatan pada Bank 3)

Contoh Jurnal Pada Saat Penempatan Db. Giro pada Bank xxx Kr. Kas Saat Pengakuan Pendapatan Bagi Hasil/Bonus Db. Giro pada Bank xxx Kr. Pendapatan Bagi Hasil/Bonus Saat Jatuh Tempo Db. Kas xxx Kr. Giro pada Bank

xxx xxx xxx

c) 1)

Investasi Pada Efek (Surat Berharga) Definisi Investasi pada Efek (Surat Berharga) adalah investasi yang dilakukan pada surat berharga komersial, antara lain : wesel ekspor, saham, obligasi dan unit penyertaan atau kontrak investasi kolektif (reksadana) sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip syariah.

2)

Perlakuan Akuntansi Pengakuan dan Pengukuran : o Transaksi efek untuk pertama kali diakui berdasarkan biaya perolehan. Biaya perolehan efek/surat berharga terdiri dari jumlah harga beli ditambah biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan perolehan efek/surat berharga tersebut. Biaya-biaya yang terjadi, misalnya : biaya pencatatan, biaya pendaftaran, biaya provisi dan brokerage fee. o Transaksi efek dengan tujuan untuk dimiliki hingga jatuh tempo dinilai sebesar harga perolehan.  Penyajian : o Efek disajikan berdasarkan tingkat likuiditasnya o Efek yang dimliki hingga jatuh tempo disajikan sebesar harga perolehan o Dalam laporan arus kas, arus kas yang digunakan untuk atau berasal dari pembelian, penjualan dan jatuh tempo efek dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo harus diklasifikasikan sebagai arus kas aktivitas investasi dan dilaporkan sebesar nilai bruto dalam laporan arus kas. 3)

Contoh Jurnal Pada saat pembelian efek/surat berharga : Db. Efek/Surat berharga xxx Kr. Kas Pada saat pengakuan bagi hasil : Db. Piutang bagi hasil efek xxx Kr. Pendapatan bagi hasil efek Pada saat penerimaan bagi hasil :

xxx xxx

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________63

Db. Kas Kr. Piutang bagi hasil efek Pada saat menjual / jatuh tempo : Db. Kas Kr. Efek/Surat berharga

xxx xxx xxx xxx

d) 1)

Piutang Murabahah/Bai Bithaman Ajil Definisi Murabahah adalah transaksi penjualan barang dengan menyatakan harga perolehan dan keuntungan (margin) yang disepakati oleh penjual dan pembeli.

2)

Perlakuan Akuntansi : Pengakuan dan Pengukuran : o Pengakuan dan pengukuran urbun (uang muka) a Urbun diakui sebagai uang muka pembelian sebesar jumlah yang diterima b Jika transaksi murabahah dilaksanakan, maka urbun diakui sebagai bagian dari pelunasan piutang c Jika transaksi murabahah tidak dilaksanakan, maka urbun dikembalikan kepada nasabah setelah dikurangi dengan biaya-biaya yang telah dikeluarkan oleh BMM o Pengakuan piurang Pada saat akad transaksi murabahah, putang murabahah diakui sebesar nilai perolehan ditambah keuntungan (margin) yang disepakati o Pengakuan keuntungan Keuntungan murabahah diakui : a Pada periode terjadinya, apabila akad berakhir pada periode laporan keuangan yang sama; atau b Selama periode akad secata proporsional, apabila akad melampaui satu periode laporan keuangan o Pengakuan potongan pelunasan dini diakui dengan menggunakan salah satu metode : a Pada saat penyelesaian, BMM mengurangi piutang murabahah dan keuntungan murabahah, dan b Setelah penyelesaian, BMM terlebih dahulu menerima pelunasan piutang murabahah dari nasabah, kemudian BMM membayar potongan pelusanan dini kepada nasabah dengan mengurangi keuntungan murabahah. o Pengakuan denda Denda diakui sebagai dana kebajikan pada saat diterima  Penyajian :

Penilaian piutang murabahah pada akhir periode akuntansi :
o Piutang murabahah disajikan sebesar nilai bersih yang dapatdirealisasikan, yaitu saldo piutang murabhah dikurangi penyisihan kerugian piutang.
KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________64

o Margin murabahah ditangguhkan disajikan sebagai pos lawan piutang murabahah. 3) Contoh Jurnal :  Pada saat perolehan aktiva murabahah: Db. Persediaan xxx Kr. Kas xxx  Pada saat penjualan aktiva murabahah kepada nasabah : Pembayaran secara angsuran . Db. Piutang Murabahah xxx Kr. Margin Murabahah ditangguhkan xxx Kr. Persediaan xxx  Urbun : o Penerimaan uang muka (urbun) dari nasabah : Db. Kas xxx Kr. Uang Muka Murabahah xxx o Pembatalan pesanan, pengmbalian urbun kepada nasabah : Db. Uang Muka Murabahah xxx Kr. Kas xxx Kr. Pendapatan Operasional xxx o Apabila murabahah jadi dilaksanakan : Db. Uang Muka Murabahah xxx Kr. Piutang Murabahah xxx  Pada saat penerimaan angsuran dari nasabah (pokok dan margin) : Db. Kas xxx Kr. Piutang Murabahah xxx Db. Margin Murabahah ditangguhkan xxx Kr. Pendapatan Margin Murabahah xxx  Pengakuan pendapatan murabahah yang performing dengan katergori kolektibilitas lancar : o Pada saat pengakuan pendapatan : Db. Piutang Murabahah Jatuh Tempo xxx Kr. Piutang Murabahah xxx Db. Margin Murahabah ditangguhkan xxx Kr. Pendapatan margin murabahah xxx o Pada saat penerimaan angsuran tunggakan (pokok dan margin) : Db. Kas xxx Kr. Piutang Murabahah Jatuh Tempo xxx  Pemberian potongan pelunasan dini dapat dilakukan dengan menggunakan 2 (dua) metode berikut ini : o Jika pada saat penyelesaian, BMM mengurangi piutang murabahah dan keuntungan murabahah : Db. Kas xxx Db. Margin Murabahah ditangguhkan xxx Kr. Piutang Murabahah xxx Kr. Pendapatan Margin Murabahah xxx

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________65

o Jika setelah penyelesaian, BMM terlebih dahulu menerima pelunasan pitang murabahah dari nasabah, kemudian BMM membayar potongan pelunasan dini murabahah kepada nasabah dengan mengurangi keuntungan murabahah: Db. Kas xxx Kr. Piutang Murabahah xxx Db. Margin Murabahah ditangguhkan xxx Kr. Pendaptan Margin Murabahah xxx Db. Potongan pelunasan dini murabahah xxx Kr. Kas xxx  Penerimaan denda dari nasabah : Db. Kas xxx Kr. Simpanan Wadiah – Dana Kebajikan xxx e) 1) Pembiayaan Mudharabah Definisi Pembiayaan Mudharabah adalah akad kerjasama usaha antara BMM sebagai pemilik dana (shabibul maal) dan nasabah sebagai pengelola dana (mudharib) untuk melakukan kegiatan usaha dengan nisbah pembagian hasil (keuntungan atau kerugian) menurut kesepakatan dimuka.

2)

Perlakuan Akuntansi Pengakuan dan Pengukuran : o Pembiayaan mudharabah dalam bentuk kas diakui pada saat pembayaran sebesar jumlah uang yang diberikan BMM kepada pengelola dana o Pembiayaan mudharabah yang diberikan dalam bentuk aktiva non-kas dinilai sebesar nilai wajar akitiva non-kas. Selisih antara nilai wajar dan nilai buku aktiva non-kas diakui sebagai keuntungan atau kerugian BMM pada saat penyerahan kepada pengelola dana o Pembiayaan mudharabah yang diberikan secara bertahap diakui pada setiap tahap pembayaran o Biaya yang terjadi akibat akad mudharabah tidak dapat diakui sebagai bagian pembiayaan mudharabah kecuali telah disepakati bersama o Pembayaran kembali pembiayaan mudharabah oleh mudahrib akan mengurangi pembiayaan mudharabah o Apabila sebagian pembiayaan mudharabah hilang sebelum dimulainya pekerjaan/proyek karena adanya kerusakan atau sebabga lainnya tanpa adanya kelalaian atau kesalahan pihak mudharib, maka kerugian tersebut mengurangi pembiayaan mudharabah dan diakui sebagai kerugian BMM. Apaabila khilangan tersebut terjadi setelah dimulainya perkerjaan, hal ini tidak mempengaruhi penilaian pembiayaan mudharabah. o Apabila seluruh pembiayaan mudharabah hilang dan bukan disebabkan oleh kelalaian atau kesalahan mudharib, maka pembiayaan mudharabah diakhiri dan kerugian yang timbul diakui sebagai beban BMM o Apabila akad mudharabah diakhiri sebelum jatuh tempo dan saldo pembiayaan mudharabah tidak langsung dibayar oleh mudharib, maka pembiayaan mudharabah diakui sebagai piutang mudharbah jatuh tempo.

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________66

o Penyisihan penghapusan jpembiayaan mudharabah harus dibentuk sesuai dengan ketentuan yang berlaku o Pengakuan keuntungan/laba pembiayaanmudharabah diakui pada periode terjadinya hak bagi hasil sesuai dengan nisbah yang disepakati o Pengakuan kerugian pembiayaan mudharabah diakui pada saat terjadinya kerugian tersebut dan mengurangi saldo pembiayaan mudharabah o Kerugian yang timbul akibat kelalaian atau kesalahan mudharib diakui sebagai piutang mudharabah jatuh tempo.. 3)

Contoh Jurnal Pada saat BMM melakukan pembayaran pembiayaan mudharabah dalam bentuk kas kepada mudharib Db. Pembiayaan mudharabah xxx Kr. Kas xxx  Pada saat BMM menyerahkan aktiva non-kas pembiayaan mudharabah kepada mudharib o Jika nilai wajar aktiva yang diserahkan lebih rendah dari nilai buku : Db. Pembiayaan mudharabah xxx Db. Kerugian penyerahan aktiva xxx Kr. Aktiva non-kas xxx o Jika nilai wajar aktiva yang diserahkan lebih tinggi dari nilai buku : Db. Pembiayaan mudharabah xxx Kr. Aktiva non-kas xxx Kr. Keuntungan penyerahan aktiva xxx  Pengeluaran biaya dalam rangka akad mudharabah Db. Uang muka dalam rangka mudharabah xxx Kr. Kas xxx  Pengakuan biaya-biaya yang dikeluarkan atas pemberian pembiayaan mudharabah o Jika berdasarkan kesepakatan dapat diakui sebgai biaya pembiayaan mudharabah Db. Beban akad mudharabah xxx Kr. Uang muka dalam rangka akad mudharabah xxx o Jika berdasarkan kesepakatan dapat diakui sebagai pembiayaan Db. Pembiayaan mudharabah xxx Kr. Uang muka dalam rangka akad mudharabah xxx  Apabila sebagian pembiayaan mudharabah hilang sebelum dimulainya pekerjaan karena adanya kerusakan atau seban lainnya tanpa adanya kelalaian mudharib Db. Kerugian pembiayaan mudharabah xxx Kr. Pembiayaan mudharabah xxx  Apabila sebagaian pembiayaan mudharabah hilang setelah dimulainya pekerjaan karena adanya kerusakan atau sebab lainnya tanda adanya kelalaian mudharib Tidak ada jurnal;

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________67

Pada saat akad diakhir akan dikompensasi dengan bagi hasil untuk BMM (shahibul maal)  Apabila akad mudharabah diakhiri sebelum jatuh tempo atau setelah jatuh tempo dan pembiayaan mudharabah belum dibayar oleh mudharib, maka pembiayaan mudharabah diakui sebagai piutang jatuh tempo Db. Pembiayaan mudharabah-piutang jatuh tempo xxx Kr. Pembiayaan mudharabah xxx  Apabila seluruh pembiayaan mudharabah hilang setalah dimulainya pekerjaan karena adanya kerusakan atau sebab lainnya tanpa adanya kelalaian mudharib maka BMM mengakui kerugian pembiayaan mudharabah Db. Kerugian pembiayaan mudharabah xxx Kr. Pembiayaan mudharabah xxx  Pada saat akad mudharbah diakhiri sebelum jatuh tempo atau pjada saat jatuh tempo dan pembiayaan mudharabah belum dibayar oleh mudharib, maka pembiayaan mudharabah diakui sebagi piutang jatuh tempo Db. Pembiayaan mudharabah-piutang jatuh tempo xxx Kr. Pembiayaan mudharabah xxx  Penerimaan keuntungan mudharabah Db. Kas xxx Kr. Pendapatan bagi hasil mudharabah xxx  Pencatatan kerugian mudharabah yang melewati satu periode pelaporan Db. Kerugian pembiayaan mudharabah xxx Kr. Pembiayaan mudharabah xxx  Pencatatan kerugian yang timbul akibat kelalaian atau kesalahan mudharib Db. Pembiayaan mudharabah-piutang jatuh tempo xxx Kr. Pembiayaan mudharabah xxx  Pelunasan pembiayaan mudharabah sebelum atau saat akad jatuh tempo Db. Kas xxx Kr. Pembiayaan mudharabah xxx f) 1) Pembiayaan Musyarakah Definisi Musyarakah adalah akad kerjasama yang terjadidiantara para pemilik modal (mitra musyarakah) untuk menggabungkan modal dan melakukan usaha secara bersama dalam suatu kemitraan, dengan nisbah pembagian hasil sesuai dengan kesepakatan, sedangkan kerugian ditanggung secara proporsional sesuai dengan kontribusi modal

2)

Perlakuan Akuntansi Pengakuan dan Pengukuran o Pembiayaan musyarakah dalam bentuk kas diniai sebesar jumlah yang dibayar o Pembiayaan musyarakah yang diberikan dalam bentuk non-kas dinilai sebesar nilai wajair aktiva non-kas. Selisih antara nilai
KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________68

wajari dan nilai buku aktiva non-kas diakui sebagai keuntungan atau kerugian BMM pada saat penyerahan o Biaya-biaya yang timbul akibat akad musyarakah tidak dapat diakui sebagai bagian pembiayaan musyarakah kecuali ada persetujuan dari srluruh mitra musyarakah o Pengakuan keuntungan/pendapatan dan kerugian musyarakah : a Dalam pembiayaan musyarakah permanen yang melewati satu periode laporan, maka : (1) Laba diakui pada periode terjadinya sesuai dengan nisbah bagi hasil yang telah disepakati (2) Rugi diakui pada periode terjadinya kerugian tersebut dan mengurangi pembiayaan musyarakah (3) Apabila dalam pembiayaan musyarakah menggunkan metode bagi laba (profit sharing), dimana periode sebelumnya terjadi kerugian, maka keuntungan yang diperoleh pada periode tersebut harus dialokasikan terlebih dahulu untuk memulihkan pengurangan modal akibat kerugian pada periode sebelumnya b Dalam pembiayaan musyarakah menurun yang melewati satu periode laporan dan terdapat pengembalian sebagian atau seluruh pembiayaan musyarakah maka : (1) Laba diakui pada periode terjadinya sesuai dengan nisbah bagi hasil yang telah disepakati (2) Rugi diakui pada periode terjadinya secara proporsional sesuai dengan kontribusi modal dan mengurangi pembiayaan musyarkah (3) Apabila dalam pembiayaan musyarakah menggunakan meotde bagi laba (profit sharing), dimana periode sebelumnya terjadi kerugian, maka keuntungan yang diperoleh pada periode tersebut harus dialokasikan terlebih dahulu untuk memulihkan pengurangan modal akibat kerugian pada periode sebelumnya o Pada saat akad pembiayaan musyarakah berakhir, keuntungan yang belum diterima BMM dari mitra musyarakah diakui sebagai piutang musyarakah jatuh tempo o Apabila terjadi kerugian dalam musyarkah akibat kelalaian atau peyimpangan mitra musyarakah , mitra yang melakukan kelalaian tersebut menanggung beban kerugian itu. Kerugian BMM yang diakibatkan kelalaian atau penyimpangan mitra tersebut diakui sebagai piutang musyarakah jatuh tempo o Pada saat akad dikhiri, saldo pembiayaan musyarkah yang belum diterima diakui sebagai piutang musyarakah jatuh tempo o Penyisihan kerugian pembiayaan musyarakah dan piutang musyarakah harus dibentuk sesuai dengan ketentuan yang berlaku Penyajian Penyajian pembiayaan musyarakah pada akhir periode akuntansi : o Pembiayaan musyarakah permanen dinilai sebesar nilai perolehan (jumlah kas yang dibayarkan tau nlai wajar aktiva pada saat akad) setelah dikurangi dengan kerugian yang telah diakui

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________69

o Pembiayaan musyarakah menurun disajikan sebesar harga perolehannya dikurangi bagian yang telah dialihkan kepada mitra musyarakah 3) Contoh Jurnal  Pada saat BMM membayarkan uang tunai kepada mitra (syirkah) Db. Pembiayan musyarakah xxx Kr. Kas xxx  Pada saat BMM menyerahkan aktiva non-kas kepada mitra (syiirkah) o Jika nilai wajar akitva yang diserahkan lebih rendah atas nilai buku : Db. Pembiayaan musyarakah xxx Db. Kerugian Penyerahan aktiva xxx Kr. Aktiva non-kas xxx o Jika nilai wajar aktiva yang diserahkan lebih tinggi atas nilai buku : Db.. Pembiayaan musyarakah xxx Kr. Aktiva non-kas xxx Kr. Keuntungan penyerahan aktiva xxx  Pengeluaran biaya dalam rangka akad musyarakah Db. Uang muka dalam rangka akad musyarakah xxx Kr. Kas xxx  Pengakuan biaya-biaya yang dikeluarkan atas pemberian pembiayaan musyarakah o Jika berdasarkan kesepakatan dapat diakui sebagai biaya pembiayaan musyarakah Db. Beban akad musyarakah xxx Kr. Uang muka dalam rangka akad musyarakah xxx o Jika berdarakan kesepakatan dapat diakui sebagai pembiayaan Db. Pembiayaan musyarkah xxx Kr. Uang muka dalam rangka akad musyarakah xxx  Penerimaan pendapatan/keuntungan musyarakah Db. Kas xxx Kr. Pendapatan bagi hasil musyarakah xxx  Pengakuan kerugian musyarakah Db. Kerugian pembiayaan musyarakah xxx Kr. Pembiayaan musyarakah xxx  Penurunan/pelunasan modal musyarakah dengan mengalihkan kepada mitra musyarakah lainnya Db. Kas xxx Kr. Pembiayaan musyarakah xxx  Pengakuan kerugian yang lebih tinggi dari modal mitra akibat kelalaian atau penyimpangan mitra musyarakah Db. Pembiayaan musyarakah-Piutang mitra jatuh tempo xxx Kr. Pembiayaan musyarakah xxx  Pengembalian modal musyarakah non-kas dengan nilai wajar lebih rendah dari nilai historis Dr. Aktiva non-kas xxx Db. Kerugian penyelesaian pembiayaan musyarakah xxx Kr. Pembiayaan musyarakah xxx

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________70

Pengembalian modal musyarakah non-kas dengan nilai wajar lebih tinggi dari nilai historis Db. Aktiva non-kas xxx Kr. Keuntungan penyelesaian pembiayaan musyarakah xxx Kr. Pembiayaan musyarakah xxx g) Pijaman Qardhul Hasan 1) Definisi Pinjaman Qardhul Hasan adalah penyediaan dana atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara peminjam dan pihak yang meminjam yang mewajibkan peminjam melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu

2)

Perlakuan akuntansi Pengakuan dan Pengukuran o Pinjaman qardhul hasan diakui sebesar jumlah yang dipinjamkan pada saat terjadinya o Pengenaan biaya adiminstrasi diakui sebagai pendaptan oprasional lainnya. o Penerimaan imbalan diakui sebagai pendapatan operasional lainnya sebesar jumlah yang diterima  Penyajian Pinjaman qardhul hasan yang bersumber dasri intern BMM, disajian dalam neraca BMM pada pos pinjaman qardhul hasan, sedangkan yang bersumber dari ekstern BMM, disajikan dalam laporan sumber dan pengunaan dana qardhul hasan. 3)

Contoh Jurnal Pada saat pinjaman qardh diberikan Db. Pinjaman qardh xxx Kr. Kas xxx Pada saat penerimaan biaya administrasi Db. Kas xxx Kr. Pendapatan adm. Pinjaman qardh xxx Pada saat penerimaan imbalan Db. Kas xxx Kr. Pendapatan adm pinjaman qardh xxx Pada saat pelunasan/cicilan Db. Kas xxx Kr. Pinjaman qardh xxx Pada saat penghapusan pinjaman qardh Db. Cadangan penyisihan kerugian piutang qardh Kr. Pinjamn qardh

xxx xxx

h) 1)

Penyaluran Dana Investasi Terikat Definisi Penyaluran dana investasi teriakat (mudharabah muqayyadah-executing) adalah akad kerjasama usaha antara BMM sebagai pengelola dana (mudhaarib) dan nasabah sebagai pemilik dana (shahibul maal) dimana pemilik dana memberikan persyaratan tertentu dalam tujuan pembiayaan, sektor usaha, lokasi 2004 __________________________________71

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

dan persyaratan lainnya serta BMM ikut menanggung risiko atas penyaluran dana investasi terikat tersebut. 2) Perlakuan Akuntansi Pengakuan, Pengukuran dan Penyajian : Sesuai dengan prinsip-prinsip penyaluran dana yang ada dan mengikuti ketentuan pada masing-masing penyaluran dana tersebut Contoh Jurnal Lihat contoh jurnal masing-masing prinsip penyaluran dana Penyisihan Kerugian dan Penghapusan Aktiva Produktif Definisi Perlakuan Akuntansi Contoh Jurnal

3) i) 1) 2) 3) j) 1)

Persediaan Definisi Persediaan adalah aktiva non-kas tersedia untuk :  Dijual dengan akad murabahah  Diserahkan sebagai bagian modal BMM dalam akad pembiayaan mudharabah/musyarakah 2)

Perlakuan Akuntansi Pengakuan dan Pengukuran o Persediaan aktiva murabahah diakui pada awal perolehan sebesar biaya perolehan o Potongan pembelian dari pemasok sebelum akad ditandatangani diakui sebagai pengurang biaya perolehan aktiva murabahah o Pada akhir periode laporan keuangan, persediaan aktiva murabahah diukur : (1) Sebesar biaya perolehan jika aktiva tersebut tersedia untuk dijual dalam murabahah pesanan mengikat (2) Sebesar nilai bersih yang dapat direalisasi atau biaya perolehan mana yang lebih rendah, jika aktiva tersedia untuk dijual dalam murabahah pesanan tidak mengikat atau murabahah tanpa pesanan. Selisih kurang antara biaya perolehan dengan nilai bersih yang dapat direalisasi diakui sebagi kerugian o Pada akhir periode laporan keuangan, persediaan diukur sebesar nilai bersih yang dapta direalisasi atau biaya perolehan mana yang lebih rendah (the lower of cost and net realizable value). Serlisih kurang antara biaya perolehan dengan nilai bersih yang dapat direalisasi diakuui sebagai kerugian  Penyajian Persediaan disajikan sebagai aktiva persediaan 3)

Contoh Jurnal Pada saat pembayaran uang muka kepada pemasok Db. Uang muka pembelian persediaan xxx Kr. Kas xxx 2004 __________________________________72

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

Pada saat perolehan barang murabahah Db. Persediaan xxx Kr. Uang muka pembelian persediaan xxx Pada saat dibatalkan, sebagian uang muka diterima kembali Db. Kas xxx Db. Beban operasional lain xxx Kr. Uang muka pembelian persediaan xxx Pada saat penjualan/penyerahan kepada nasabah (saat akad Db. Piutang murabahah xxx Kr. Persediaan xxx Kr. Margin murabahah yg ditangguhkan xxx

murabahah)

k) 1) 2) l) 1) 2) m) 1)

Tagihan dan Kewajiban Akseptasi Definisi Contoh Jurnal Penyertaan Pada Entitas Lain Definisi Contoh Jurnal

Akitba Tetap dan Akumulasi Penyusutan Definisi  Aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun lebih dahulu, yang digunakan dalam operasi perusahaan, tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka keghiatan normal perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun  Biaya perolehan adalah jumlah kas atau setara kas yang dibayarkan atau nilai wajar imbalan lain yang diberikan untuk memperoleh suatu aktiva pada saat perolehan atau konstruksi sampai dengan akitva tersebut dalam kondisi dan tempat yang siap untuk digunakan  Jumah tercatat (crrying amount) adalan nilai buku , yaitu biaya perolehan suatu aktiva setelah dikurangi akumulasi penyusutan  Nilai sisa adalah jumlah neto yang diharapkan dapat diperoleh pada akhir masa manfaat suatu aktiva setelah dikurangi taksiran biaya pelpasan  Penyusutan adalah alokasi sistematik jumlah yang dapat disusutkan dari suatu aktiva sepanjang masa manfaat  Jumlah yang dapat disusutkan adalah biaya perolehan sutau aktiva, atau jumlah lain yang disubstitusikan untuk biaya perolehan dalam laporan keuangan, dikurangi nilai sisanya  Masa manfaat adalah periode suatu aktiva diharapkan digunakan oleh perusahaan  Penghapusan aktiva adalah penghapusan nilai buku suatu aktiva yang dilakukan apabila nilai buku yang tercantum tidak lagi menggambarkan manfaat dari aktiva yang bersangkutan 2)

Perlakuan Akuntansi Perlakuan dan Pengukuran

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________73

o Pada awal perolehan aktiva berwujud yang memenuhi kualifikasi sebagai aktiva tetap diakui berdasarkan biaya perolehan o Penyusutan (depresiasi) untuk setiap periode diakui sebagai beban untuk periode yang bersangkutan Penyajian o Aktiva tetap disajikan berdasarkan nilai perolehan aktiva tersebut dikurangi akumulasi penyusutan o Tanah disajikan sebagai bagian kelompok aktiva tetap berwujud hanya sebesar harga perolehan

3)

o o o

o

o

Contoh Jurnal Perolehan aktiva tetap dapat dilakukan melalui : Pembelian Db. Aktiva tetap xxx Kr. Kas xxx Sumbangan Db. Aktiva tetap xxx Kr. Modal sumbangan xxx Pertukaran Db. Aktiva tetap (baru) xxx Db. Akumulasi penyusutan xxx Kr. Aktiva lama xxx Keterangan : Dalam pertukaran aktiva tetap yang tidak sejenis dimungkinkan terjadi keuntungan atau kerugian pertukaran aktiva tetap Alokasi penyusutan Db. Beban penyusutan xxx Kr. Akumulasi penyusutan xxx Pada saat penghentian aktiva tetap Db. Kerugian penghentian aktiva tetap xxx Db. Akumulasi penyusutan xxx Kr. Aktiva tetap xxx Pada saat penjualan Jika mengalami keuntungan Db. Kas xxx Db. Akumulasi penyusutan xxx Kr. Aktiva tetap xxx Kr. Keuntugan penjualan aktiva tetap Jika pengalami kerugian Db. Kas xxx Db. Akumulasi penyusutan xxx Db. Kerugian penjualan aktiva tetap xxx Kr. Aktiva tetap xxx Pada saat terjadi perbaikan yang menambah manfaat ekonomis aktiva Db. Aktiva tetap Kr. Kas Atau xxx xxx 2004 __________________________________74

tetap

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

Db. Akumulasi penyusutan Kr. Kas n) 1)

xxx xxx

Piutang Pendapatan Bagi Hasil Definisi Piutang pendapatan bagi hasil adalah tagihan yang timbul karena mudhrib telah melaporkan bagi hasil atas pengelolaan usaha tetapi kasnya belum diserahkan kepada BMM Perlakuan Akuntansi Pengakuan dan Pengukuran Piutang pendapatan bagi hasil diakui pada saat BMM menerima laporan bagi hasil dari mudharib (pengelola dana) sebesar jumlah bagi hasil yang menjadi hak BMM Penyajian Piutang pendapatan bagi hasil disajikan dalam neraca sebesar jumlah bagi hasil yang menjadi hak BMM Contoh Jurnal Pada saat pengakuan pendapatan bagi hasil Db. Piutang pendapatan bagi hasil xxx Kr. Pendapatan bagi hasil xxx Pada saat penerimaan pendapatan bagi hasil Db. Kas xxx Kr. Piutang pendapatan bagi hasil xxx

2)

3)

2. Akuntansi Kewajiban
a) 1) Kewajiban Segera Definisi Kewajiban segera adalah kewajiban kepada pihak lain yang sifatnya wajib segera dibayarkan sesuai perintah pemberi amanat

2)

Perlakuan Akuntansi Pengakuan dan Pengukuran Transaksi kewajiban segera diakui pasa saat : o Timbulnya kewajiban, atau o Diterima perintah dari pemberi amanat, baik dari masyarakat maupun dari pihak lain

3)

Penyajian Kewajiban segera disajikan di neraca sebesar jumlah kewajiban BMM yang wajib segera dibayarkan Contoh Jurnal Bagi hasil simpanan berjangka mudharabah yang belum diambil

shahibul maal o Pada saat bagi hasil simpanan berjangka mudharabah yang jatuh tempo dikeluarkan namun belum diambil oleh shahibul maal Db. Beban bagi hasil
KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________75

simpanan berjangka mudharabah xxx Kr. Kewajiban segera-bagi hasil xxx o Pada saat bagi hasil simpanan berjangka mudharabah jatuh tempo diambil oleh shahibul maal Db. Kewajiban segera-bagi hasil xxx Kr. Kas xxx Kr. Kewajiban segera-pajak nasabah xxx Penutupan rekening tabungan wadiah/mudharabah o Penutupan rekening tabungan wadiah/mudharabah oleh nasabh dan atau BMM Db. Tabungan Wadiah/Mudharabah xxx Kr. Kewajiban segera-penutupan rek xxx o Pada saat penyelesaian rekening yang ditutup Db. Kewajiban segera-penutupan rek xxx Kr. Kas xxx

b) 1)

Bagi Hasil Yang Belum Dibagikan Definisi Bagi hasil yang belum dibagikan adalah kewajiban mudharib (BMM) kepada shahibul maal atas bagian keuntungan hasil usaha BMM yang telah disisihkan dari pengelolaan dana mudharabah Perlakuan Akuntansi Pengakuan dan Pengukuran Bagi hasil yang belum dibagikan diakui pada saat dana diterima atau dipindahkan dari rekening asal Penyajian Bagi hasil yang belum dibagikan disajikan di neraca sebesar jumlah kewajiban BMM yang wajib segera dibayarkan Contoh Jurnal Pada saat perhitungan bagi hasil yang harus dibagikan kepada shahibul Db. Beban bagi hasil xxx Kr. Bagi hasil yang masih harus dibagikan xxx Pada saat bagi hasil dibagikan kepada shahibu maal Db. Bagi hasil yang masih harus dibagikan xxx Kr. Kas xxx

2)

3)

maal

c) 1)

Simpanan Definisi  Simpanan adalah kewajiban BMM kepada pihak ketiga berupa giro dan tabungan yang mempergunakan prinsip wadiah  Wadiah adalah titipan nasabah yang harus dijaga dan dikembalikan setiipa saat bila nasabah yang bersangkutan menghendaki. BMM bertanggungjawab atas pengembalian titipan dana tersebut. 2) Perlakuan Akuntansi 2004 __________________________________76

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

Pengakuan dan Pengukuran o Giro wadiah (1) Giro wadiah diakui sebesar nominal penyetoran atau penarikan yang dilakukan oleh pemilik rekening (2) Setoran giro wadiah yang diterima secara tunai diakui pada saat uang diterima. Setoran giro wadiah melalui kiriman uang diakui setelah efektif diterima o Tabugan wadiah (1) Tabungan wadiah diakui sebesar nominal penyetoran atau penarikan yang dilakukan oleh pemilik rekening (2) Setoran tabunga wadiah yang diterima secara tunai diakui pada saat uang diterima. Setoran tabungan wadiah melalui kiriman uang diakui setelah efektif diterima o Pemberian bonus atas simpanan kepada nasabah diakui sebagai beban pada saat terjadinya
 

Penyajian Saldo simpanan wadiah disajikan sebesar jumlah nominalnya untuk masingmasing bentuk simpanan Contoh Jurnal Pada saat penerimaan titipan Db. Kas xxx Kr. Giro/Tabugan wadiah Pada saat penarikan Db. Giro/Tabungan wadiah xxx Kr. Kas Pembayaran bonus giro/tabungan wadiah Db. Beban bonus giro/tabungan wadiah Kr. Giro/Tabungan wadiah Kr. Kewajiban pajak penghasilan

3)

xxx xxx xxx xxx xxx

d) 1)

Kewajiban Dana Investasi Terikat (Executing) Definisi Kewajiban dana investasi terikat (executing) adalah dana investasi dimana pemilik dana memberikan batasan kepada pengelola dana mengenai tempat, cara, dan objek investasi serta BMM ikut menanggung risiko hasil usaha dari proyek yang dibiayai

2)

Perlakuan Akuntansi Pengakuan dan Pengukuran o Apabila BMM tidak menanggung risiko atas penyaluran dana investasi terikat (chanelling agent), maka dana investasi terikat tersebut dicatat sebesar jumlah uang yang diterima o Apabila BMM menanggung risiko atas penyaluran dana investasi terikat (xecuting agent), maka pelaporannya dilakukan dalam neraca sebesar porsi risiko yang ditanggung oleh BMM

Penyajian 2004 __________________________________77

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

o Apabila BMM tidak menanggung risiko atas penyaluran dana investasi terikat (chanelling agent), maka disajikan dalam laporan perubahan investasi terikat dalam catatan atas laporan keuangan o Apabila BMM menanggung risiko atas penyaluran dana terikat (executting agent), maka disajikan dalam laporan perubahan investasi terikat dalam neraca. 3) Contoh Jurnal  Pada saat penerimaan setoran Db. Kas xxx Kr. Investasi terikat- Simpanan Mudharabah /Simp berjangka mudharabah xxx  Pada saat penarikan simpanan Db. Investasi terikat-Simpanan Mudharabah /Simpanan berjangka mudharabah xxx Kr. Kas xxx  Pada akhir periode dilakukan perhitungan bagi hasil simpanan/simp. Berjangka mudharabah Db. Beban bagi hasil investasi terikatSimpanan/simp. Berjangka mudharabah xxx Kr. Bagi hasil yang berlum dibagikanInvestasi terikat simp/simp.berjangka mudharabah xxx  Pada saat realisasi pembayaran bagi hasil ke rekening masing-masing penabung Db. Bagi hasil yang belum dibagikanInvestasi terikat simp./simp. Berjangka mudharaabah xxx Kr. Kas  Pada saat simp. Berjangka mudharabah jatuh tempo : Db. Investasi terikat-simp. Berjangka mudharabah xxx Kr. Kas  Pada saat penyaluran sesuai dengan akadnya Db. Penyaluran Investasi terikat (sesuai dengan akadnya) xxx Kr. Kas

xxx xxx xxx

3. Akuntansi Investasi
a) 1) Investasi Tidak Terikat Definisi  Mudharabah adalah akad kerjasama antara pemilik dana (shahibul maal) dan pengelola dana (mudharib) untuk melakukan kegiatan usaha dengan nisbah bagi hasil (keuntungan atau kerugian) menurut kesepakatan di muka  Mudharabah muthlaqah adalah akad mudharabah dimana shahibul maal membeikan kebebasan kepada pengelola dana (mudharib) dalam pengelolaan investasinya 2)

Perlakuan Akuntansi Pengakuan dan Pengukuran o Investasi tidak terikat dari pihak ketiga diakui pada saat diterima sebesar jumlah yang diterima
KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________78

o Bagi hasil investasi tidak terikat diberikan sesuai nisbah yang disepakati pada awal akad Penyajian o Investasi tidak terikat dari pihak ketiga disajikan sebesar nominalnya untuk masing-masing bentuk investasi tidak terikat, antara lain simpanan mudharabah dan simpanan berjangka mudharabah o Bagi hasil investasri tidak terikat yang sudah diperhitungkan dan telah jatuh tempo tetapi belum diserahkan kepada nasabah disajikan dalam pos kewajiban segera o Bagi hasil investasi tidak terikat yang sudah diperhitungkan pada akhir periode tetapi belum jatuh tempo disajikan dalam pos bagi hasil yang berlum dibagikan

3)

Contoh Jurnal Pada saat penerimaan setoran Db. Kas xxx Kr. Investasi tidak terikat- Simpanan Mudharabah /Simp berjangka mudharabah xxx  Pada saat penarikan simpanan Db. Investasi tidak terikat-Simpanan Mudharabah /Simpanan berjangka mudharabah xxx Kr. Kas xxx  Pada akhir periode dilakukan perhitungan bagi hasil simpanan/simp. Berjangka mudharabah Db. Beban bagi hasil investasi tidak terikatSimpanan/simp. Berjangka mudharabah xxx Kr. Bagi hasil yang berlum dibagikanInvestasi tidak terikat simp/simp.berjangka mudharabah  Pada saat realisasi pembayaran bagi hasil ke rekening masing-masing penabung Db. Bagi hasil yang belum dibagikan- Investasi tidak terikat simp./simp.Berjangka mudharaabah xxx Kr. Kas  Pada saat simp. Berjangka mudharabah jatuh tempo : Db. Investasi tidak terikat-simp. Berjangka mudharabah xxx Kr. Kas  Pada saat penyaluran sesuai dengan akadnya Db. Penyaluran Investasi tidak terikat xxx Kr. Kas

xxx

xxx xxx xxx

4. Ekuitas
a) 1) Modal Penyertaan KOWINA Prop. Jabar Definisi Modal penyertaan KOWINA Prop Jabar adalah seluruh nilai modal penyertaan yang diterima BMM sesuai dengan Kebijakan KOWINA Prop. Jabar/Panduan Umum BMM

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________79

2)

o (1) (2) o (1) (2)

Perlakuan Akuntansi Pengakuan dan Pengukuran Penambahan modal penyertaan KOWINA dicatat berdasarkan : Jumlah uang yang diterima Nilai wajar aktiva non-kas yang diterima Pengurangan modal penyertaan KOWINA dicatat berdasarkan : Jumlah uang yang dibayarkan Nilai wajar aktiva non-kas yang diserahkan Penyajian Penyajian modal penyertaan KOWINA dalam neraca harus dilakukan sesuai dengan ketentuan/peraturan yang berlaku

3)

Contoh Jurnal Pada saat penyetoran awal modal penyertaan oleh KOWINA Prop Jabar secara tunai Db. Kas xxx Kr. Modal Penyertaan KOWINA xxx  Penyetoran modal dalam bentuk barang Db. Aktiva yang diterima (nilai wajar) xxx Kr. Modal Penyertaan KOWINA xxx b) 1) Saldo Laba/Rugi Definisi Saldo laba/rugi adalah akumulasi hasil usaha periodik setelah memperhitungkan pembagian laba/rugi untuk Pengelola BMM dan KOWINA

2)

Perlakuan Akuntansi  Saldo laba tidak boleh dibebani atau dikredit dengan pos-pos yang seharusnya diperhitungkan pada laba/rugi tahun berjalan  Kewajiban pembagian laba untuk Pengelola BMM dan KOWINA pada saat berakhirnya satu tahun periode akuntansi dan dengan demikian pada saat tersebut saldo laba akan dibebani dengan jumlah yang dibagikan tersebut. 3)

o o

Contoh Jurnal Pemindahan laba tahun berjalan ke saldo laba Db. Ikhtisar Laba/rugi xxx Kr. Saldo laba xxx Pemindahan rugi tahun berjalan ke saldo laba Db. Saldo Laba xxx Kr. Ikhtisar Laba/rugi xxx Pembagian laba secara tunai Pada saat kewajiban timbul Db. Saldo laba xxx Kr. Utang pembagian laba xxx Pada saat dibayar Db. Utang pembagian laba xxx Kr. Kas xxx 2004 __________________________________80

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

5. Rancangan Struktur dan Kode Akun
1 KELOMPOK AKTIVA 10 Golongan Kas dan Setara Kas 101 Kas 102 Bank 10201 Giro pada Bank Jabar Syariah 10202 Giro pada BNI ‘46 111 11101 11102 112 11201 11202 12 121 12101 12102 122 123 12301 12302 124 129 13 Golongan Investasi Jangka Pendek Surat Berharga Saham Saham PT A Saham PT B Surat Berharga Obligasi Obligasi PT A Obligasi PT B Golongan Piutang Usaha Piutang Bai Bithaman Ajil (BBA) Piutang BBA Tn.A Piutang BBA Tn.B Piutang Bai Bithaman Ajil Jatuh Tempo Piutang Murabahah (MBA) Piutang MBA Tn.A Piutang MBA Tn.B Piutang Murabahah Jatuh Tempo Penyisihan Penghapusan Piutang

11

Golongan Piutang Lainnya 131 Piutang Karyawan 13101 Piutang A 13102 Piutang B 132 Piutang Bagi Hasil Surat Berharga 141 14101 14102 142 14201 Golongan Persediaan dan Perlengkapan Persediaan Persediaan Komputer Persediaan Printer Perlengkapan Perlengkapan ATK

14

15

Golongan Pembiayaan 151 Pembiayaan Musyarakah 15101 Pembiayaan Musyarakah A 15102 Pembiayaan Musyarakah B 152 Pembiayaan Musyarakah-Piutang Jatuh Tempo 153 Pembiayaan Mudharabah 15301 Pembiayaan Mudharabah A 2004 __________________________________81

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

15302 Pembiayaan Mudharabah B 154 Pembiayaan Mudharabah-Piutang Jatuh Tempo 159 Penyisihan Penghapusan Pembiayaan 16 161 162 163 164 17 171 172 18 181 182 183 184 185 19 191 192 2 Golongan Beban Dibayar Dimuka Beban Sewwa Dibayar Dimuka Uang Muka Pembelian Persediaan Uang muka dalam rangka akad Mudharabah Uang muka dalam rangka akad Musyarakah Golongan Investasi Investasi pada Wartel Investasi pada Mini Market Golongan Aktiva Tetap Tanah Bangunan Akumulasi Penyusutan Bangunan Peralatan Akumulasi Penyusutan Peralatan Golongan Aktiva Lian-Lain Kas ZIS Kas Non Syariah

KELOMPOK KEWAJIBAN 20 Golongan Kewajiban Jangka Pendek 201 Tabungan Wadiah 202 Kewajiban Pajak Penghasilan 203 Kewajiban Segera-Bagi Hasil 204 Kewajiban Segera-Pajak Nasabah 205 Kewajiban Segera-Penutupan Rekening 206 Dana ZIS 20601 Dana Zakat 20602 Dana Infak/Shodaqoh 207 Dana Nonsyariat Golongan Kewajiban Jangka Panjang 211 Pinjaman yang Diterima Kewajiban Dana Investasi Terikat 221 Simpanan Mudharabah 22101 Simpanan Mudharabah A 22102 Simpanan Mudharabah B 222 Simpanan Mudharabah Berjangka 22201 Simpanan Mudharabah Berjangka A 22202 Simpanan Mudharabah Berjangka B 231 Investasi Tidak Terikat Simpanan Mudharabah 2004 __________________________________82

21

22

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

23101 23102 232 23201 23202 23 241 242 29 291 292 299 3 31

Simpanan Mudharabah A Simpanan Mudharabah B Simpanan Mudharabah Berjangka Simpanan Mudharabah Berjangka A Simpanan Mudharabah Berjangka B Golongan Bagi Hasil dan Margin Ditahan Pendapatan Margin Ditangguhkan Bagi Hasil yang Belum Dibagikan Golongan Kewajiban Lain Uang Muka Murabahah Utang Pembagian Laba Kewajiban Lain-lain

KELOMPOK EKUITAS Golongan Modal 311 Modal Penyertaan KOWINA 312 Saldo Laba 313 Laba yang Dibagikan 315 Modal Sumbangan 319 Ikhtisar Laba Rugi KELOMPOK PENDAPATAN Golongan Pendapatan Operasi 401 Pendapatan Bagi Hasil dan Margin 40101 Pendapatan Bagi Hasil Mudharabah 40102 Pendapatan Bagi Hasil Musyarakah 40103 Pendapatan Margin Bai Bithaman Ajil (BBA) 40104 Pendapatan Margin Murabahah (MBA) 41 Golongan Pendapatan Operasi Lainnya 411 Hasil Investasi 41001 Hasil Investasi – Wartel 41002 Hasil Investasi – Mini Market 412 Pendapatan Bagi Hasil/Bonus lainnya 41201 Pendapatan Bagi Hasil/Bonus Giro 41202 Pendapatan Bagi Hasil Surat Berharga 41203 Pendapatan Operasional 41204 Pendapatan Administrasi Pinjaman Qardhul Hasan 41205 Keuntungan Penyelesaian Pembiayaan Musyarakah 41206 Keuntungan Penyelesaian Pembiayaan Mudharabah 49 491 492 499 Golongan Pendapatan Non Operasional Keuntungan Penjualan Aktiva Tetap Keuntungan Penyerahan Aktiva Keuntungan Lain-lain

4 40

5

KELOMPOK BEBAN 50 Golongan Beban Bagi Hasil 2004 __________________________________83

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

501 Beban Bagi Hasil 50101 Beban Bagi Hasil Simpanan Mudharabah 50102 Beban Bagi Hasil Simpanan Mudharabah Berjangka 51 511 512 51201 51202 51203 51204 51205 51206 51207 51208 51209 51210 51211 513 514 59 591 592 593 594 595 596 597 599 Golongan Beban Operasional Beban Bonus Tabungan Wadiah Beban Administrasi dan Umum Beban Personalia Beban Listrik, Air dan Telepon Beban Penyusutan Bangunan Beban Penyusutan Peralatan Beban Pemeliharaan Aktiva Tetap Beban Sewa Beban Perlengkapan Beban Penghapusan Piutang Beban Penghapusan Pembiayaan Beban Akad Mudharabah Beban Akad Musyarakah Beban Pendidikan dan Latihan Beban Pajak Penghasilan Golongan Beban Non Operasional Kerugian Penjualan Aktiva Tetap Kerugian Penghentian Aktiva Tetap Kerugian Penyerahan Aktiva Kerugian Penyelesaian Pembiayaan Mudharabah Kerugian Penyelesaian Pembiayaan Musyarakah Kerugian Pembiayaan Mudharabah Kerugian Pembiayaan Musyarakah Kerugian Lain-Lain

D. Rancangan Laporan yang diperlukan
1. Laporan Laba Rugi
a) Definisi Laporan laba rugi BMM adalah laporan yang menggambarkan kinerja dan kegiatan usaha BMM pada suatu periode tertentu yang meliputi pendapatan dan beban yang timbul pada operasi utama BMM dan operasi lainnya. Laporan Laba Rugi

b) Contoh (terlampir) a)

2. Laporan Perubahan Ekuitas
Definisi Laporan perubahan ekuitas adalah laporan yang menunjukkan perubahan ekuitas BMM yang menggambarkan peningkatan atau penurunan aktiva bersih atau kekayaan selama periode tertentu Contoh Laporan Perubahan Ekuitas (terlampir)

b)

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________84

3. Laporan Perusahan Posisi Keuangan
a) Definisi Neraca atau disebut juga posisi keuangan menggambarkan posisi keuangan perusahaan dalam suatu tanggal tertentu. Posisi yang digambarkan sudah tertentu, yaitu posisi harta,. Utang dan modal. Dengan kata lain Neraca adalah laporan yang sistematis tentang aktiva, kewajiban serta ekuitas dari suatu perusahaan pada suatu saat tertentu. Contoh Laporan Posisi Keuangan (terlampir)

b)

4. Laporan Arus Kas
a) Definisi 1) Laporan arus kas merupakan laporan yang menunjukkan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas pada BMM selama periode tertentu yang dikelompokkan dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan 2) Aktivitas operasi (operating) adalah aktivitas penghasil utama pendapatan BMM (Principal revenue-producing activities) dan aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan 3) Aktivitas investasi (investing) adalah akitvitas perolehan dan pelepasan aktiva jangka panjang serta investasi lain yang tidak setara kas 4) Aktivitas pendanaan (financing) adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komposisi modal dan pinjaman BMM b) Contoh Laporan Arus Kas (terlampir)

5. Laporan Perubahan Investasi Terikat
a) Definisi 1) Mudharabah adalah akad kerjasama usaha antara pemilik dana/nasabah (shahibul maal) dan pengelola dana/BMM (mudharib) dengan nisbah pembagian hasil (keuntungan atau kerugian) menurut kesepakatan dimuka 2) Mudharabah muqayyadah adalah akad mudharabah dimana shahibul maalmemberikan batasan kepada mudharib mengenai tempat, cara, dan obyek investasi. Sebagai contoh mudharib dapat diperintahkan untuk : a. Tidak mencampurakan dana shahibul maal dengan dana lainnya b. Tidak menginvestasikan dananya pada transaksi penjualan cicilan, tanpa jaminan, atau jaminan, atau c. Mengharuskan mudharib untuk melakukan investasi sendiri tanpa melalui pihak ketiga b) Contoh Laporan Perubahan Investasi Terikat (terlampir) Definisi

6. Laporan Sumber dan Penggunaan Dana ZIS
a)

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________85

1) Laporan sumber dan penggunaan ZIS merupakan laporan yang menunjukkan sumber dan penggunaan dana selama suatu jangka waktu tertentu, serta saldo ZIS pada tanggal tertentu 2) Zakat merupakan sebagian dari harta yang wajib dikeluarkan oleh muzaki (pembayar zakat) untuk diserahkan kepada mustahiq (penerima zakat) sesuai dengan ketentuan syariah b) Contoh Laporan Sumber dan Penggunaan Dana ZIS (terlampir)

7. Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Qardh (Qardhul Hasan)
a) Definisi 1) Laporan sumber dan penggunaan qardh merupakan laporan yang menunjukkan sumber dan penggunaan dana selama suatu jangka waktu tertentu, serta saldo qardh pada tanggal tertentu 2) Qardh merupakan pinjaman tanpa imbalan yang memungkinkan peminjam untuk menggunakan dana tersebut selama jangka waktu tertentu dan wajib mengembalikan dalam jumlah yang sama pada akhir periode yang disepakati b) Contoh Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Qardhul Hasan (terlampir)

8. Catatan Atas Laporan Keuangan
Pedoman ini mengatur pengungkapan yang mencakup, tetapi tidak terbatas, pada unsur-unsur yang diuraikan dalam bagian ini. Catatan atas Laporan Keuangan secara umum : a) Pengungkapan pada umumnya dilakukan dalam catatan atas laporan keuangan yang merupakan bagian tak terpisahkan drai laporan keuangan b) Catatan atas laporan keuangan memberikan penjelasan mengenai gambaran umum BMM, ikhtisar kebijakan akuntansi, penjelasan pos-pos laporan keuangan dan informasi penting lainnya c) Catatan atas laporan keuangan harus disajikan secara sistematis. Setiap pos dalam neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, laporan perubahan dana investasi terikat, laporan sumber dan penggunaan dana zakat, infak, shodaqah, dan laporan sumber dan penggunaan dana qardhul hasan harus berkaitan dengan informasi yang ada dalam catatan atas laporan keuangan d) Catatan atas laporan keuangan mengungkapkan : 1) Informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan akuntansi yang dipilih dan diterapkan terhadap peristiwa dan transaksi yang penting 2) Informasi yang diwajibkan dalam PSAK tetapi tidak disajikan dalam neraca; laporan laba rugi; laporan perubahan ekuitas; laporan arus kas; laporan perubahan dana investasi terikat; laporan sumber dan penggunaan dana zakat, infak, shodaqah; dan laporan sumber dan penggunaan dana qardhul hasan 3) Informasi tambahan yang tidak disajikan dalam neraca; laporan laba rugi; laporan perubahan ekuitas; laporan arus kas; laporan perubahan dana investasi terikat; laporan sumber dan penggunaan dana zakat, infak, shodaqah; dan laporan sumber dan penggunaan dana qardhul hasan tetapi diperlukan dalam rangka penyajian secara wajar

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________86

4) Penjelasan dan perincian pos-pos yang nilainya material dan pos-pos yang bersifat khusus BMM tanpa mempertimbangkan materialitasnya 5) Penjelasan sifat dari unsur utamanya dan perincian pos yang merupakan hasil penggabungan beberapa akun sejenis 6) Jumlah dan saldo pos dari setiap jenis transaksi dengan pihak terkait (pihak yang memiliki hubungan istimewa) secara terpisah 7) Aktiva BMM yang diasuransikan yang meliputi : jenis dan nilai aktiva yang diasuransikan, nilai pertanggungan asuransi serta pendapat manajemen atas kecukupan pertanggungan asuransi. Dalam hal ini tidak diasuransikan, harus diungkapkan alasannya.

PENUTUP

Perjalanan BMM mulai digulirkan. Ada harapan besar sebagai muslim bahwa setahap demi setahap kajian menurut syariat mulai diimplementasikan. BMM sebagai lembaga keuangan non bank yang bergerak dalam pengelolaan keuangan sosial (Zakat, infak dan shodaqah) dan pembiayaan pada saat digulirkan layaknya seorang bayi yang baru dilahirkan, masih kecil dan belum dapat berbuat banyak. Namun dengan perhatian dan kasih sayang bayi dapat tumbuh besar dan yang banyak menentukan pada awal pertumbuhan adalah orang tua dan lingkungannya. Begitupun dengan BMM yang dilahirkan oleh KOWINA Propinsi Jawa Barat, perkembangan dan pertumbuhan BMM pada awal pertumbuhan perhatian, pembinaan dan pengawasan KOWINA lah yang memberikan andil utama. Kepada pengelola BMM (BMM yang baru lahir) penyusun mengajak untuk aaling mengingatkan dalam operasional BMM : “Jangan menginginkan segera melakukan perkerjaan besar, atau mengharapkan datangnya pekerjaan besar, karena pekerjaan besar belum saatnya datang. Yang sekarang ada dihadapan mata adalah pekerjaan kecil, namun
KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________87

jangan meremehkan pekerjaan kecil tersebut, karena jika belum biasa dengan perkerjaan mudah, bagaimana akan mampu melaksanakan pekerjaan yang sulit. Oleh karena itu, segala yang ditemui saat ini, laksanakan dengan sungguh-sungguh dan selalu mohon pertolongan dari Allah SWT, karena tidak ada perkerjaan di dunia ini yang tidak karena kehendak Allah SWT, meski yang telihat kecil sekalipun. Salah satu infrastruktur yang ditawarkan untuk dijadikan acuan dalam mengelola data keuangan di BMM adalah Pedoman Akuntansi BMM Revisi.0 yang msaih sederhana (baru lahir).Mudah-mudahan Allah SWT selalu memberikan kekuatan kepada kita semua dalam upaya untuk mencobanya. Amin

DAFTAR PUSTAKA
Hertanto Widodo,1999, PAS (Pedoman Akuntansi Syariah), Panduan Praktis Operasional Baitul Mal Wattamwil (BMT), Penerbit Mizan, Bandung IAI, 2002, Standar Akuntansi Keuangan, Penerbit Salemba Empat, Jakarta Kieso & Weygandt, 1995, Akuntansi Intermediate, Jilid Satu, Penerbit Binarupa Aksara, Jakarta (Alih Bahasa : Herman Wibowo) Muhamad, 2001, Teknik Perhitungan Bagi Hasil di Bank Syariah, Penerbit UII Press, Yogyakarta Muhamad, 2003, Sistem dan Prosedur Operasional Bank Syariah, Penerbit UII Press, Yogyakarta Mulyadi, 1997, Sistem Akuntansi, Bagian Penerbitan STIE YKPN, Yogyakarta

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________88

Munawir, 1997, Analisa Laporan Keuangan, Penerbit Liberty Yogyakarta Sofyan Syafri Harahap, 1994, Teori Akuntansi Laporan Keuangan, Penerbit Bumi Aksara, Jakarta. Teguh Pudjo Muljono,1994, Aplikasi Akuntansi Manajemen Dalam Praktek Perbankan, Penerbit BPFE, Yogyakarta. Tim Penyusun, 2002, Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.59 Akuntansi Perbankan Syariah, Penerbit Salemba Empat, Jakarta Tim Penyusun, 2002, Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Bank Syariah, Penerbit Salemba Empat, Jakarta. Tim Penyusun, 2003, Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia (PAPSI) 2003, Penerbit Bank Indonesia, Jakarta Tim Penyusun DPPEK, Pedoman Akuntansi, Kowina Propinsi Jawa Barat, Bandung Tim Penyusun, Materi Pelatihan Pengelola Baitul Maal Wat Tamwil, Pusat Inkubator Bisnis Usaha Kecil (Pinbuk) Wilayah Jawa Barat

LAMPIRAN-LAMPIRAN

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________89

A. LAMPIRAN CONTOH LAPORAN KEUANGAN B. LAMPIRAN FORMULIR-FORMULIR C. LAMPIRAN CONTOH KASUS SATU SIKLUS AKUNTANSI D. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN E. ANGGARAN.

A. LAMPIRAN CONTOH LAPORAN KEUANGAN
1. Contoh Laporan Laba Rugi
2004 __________________________________90

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

BAITUL MAAL WAL MUAWANAH “X” LAPORAN LABA RUGI Untuk bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember dan 30 Nopember 20X1 31 Desember 30 Nopember PENDAPATAN OPERASIONAL

Pendapatan Bagi Hasil dan Margin
Pendapatan Bagi Hasil Mudharabah Pendapatan Bagi Hasil Musyarakah Pendapatan Margin Bai Bithaman Ajil (BBA) Pendapatan Margin Murabahah (MBA) xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx

Pendapatan Hasil Investasi
Hasil Investasi – Wartel Hasil Investasi – Mini Market Beban Bagi Hasil Beban Basil Simpanan Mudharabah Beban Basil Simpanan Mudharabah Berjangka Pendapatan Bagi Hasil dan Margin xxx xxx xxx (xx) (xx) (xx) xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx (xx) (xx) (xx) xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx

Pendapatan Operasional Lainnya
Pendapatan Bagi Hasil/Bonus lainnya Pendapatan Bagi Hasil/Bonus Giro Pendapatan Bagi Hasil Surat Berharga Pendapatan Operasional Pendapatan Administrasi Pinjaman Qardh Keuntungan Penyelesaian Pembiayaan MSA Keuntungan Penyelesaian Pembiayaan MDA

Total Pendapatan Operasional
BEBAN OPERASIONAL Beban Bonus Tabungan Wadiah Beban Administrasi dan Umum Beban Personalia Beban Listrik, Air dan Telepon Beban Penyusutan Bangunan Beban Penyusutan Peralatan Beban Pemeliharaan Aktiva Tetap Beban Sewa Beban Perlengkapan Beban Penghapusan Piutang Beban Penghapusan Pembiayaan Beban Akad Mudharabah Beban Akad Musyarakah Beban Pendidikan dan Latihan Total Beban Operasional Laba / (Rugi)Usaha

xxx
(xx) (xx) (xx) (xx) (xx) (xx) (xx) (xx) (xx) (xx) (xx) (xx) (xx) (xx) xxx

xxx
(xx) (xx) (xx) (xx) (xx) (xx) (xx) (xx) (xx) (xx) (xx) (xx) (xx) (xx) xxx

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________91

PENDAPATAN NON OPERASI Keuntungan Penjualan Aktiva Tetap Keuntungan Penyerahan Aktiva BEBAN NON OPERASI Kerugian Penjualan Aktiva Tetap Kerugian Penghentian Aktiva Tetap Kerugian Penyerahan Aktiva Laba / (Rugi) Diluar Usaha Laba / (Rugi) bersih sebelum Zakat dan Pajak Zakat Pajak Penghasilan Laba Bersih Setelah Zakat dan Pajak

xxx xxx xxx (xx) (xx) (xx) (xx) xxx xxx (xx) (xx) (xx) xxx

xxx xxx xxx (xx) (xx) (xx) (xx) xxx xxx (xx) (xx) (xx) xxx

2.

Contoh Laporan Perubahan Ekuitas
BAITUL MAAL WAL MUAWANAH “X” LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 20X2 dan 31 Desember 20X1

Uraian Saldo 1 Januari 2003 Penambahan (Pengurangan) Modal Penyertaan/Sumbangan Laba (Rugi) bersih Pembagian Laba Saldo 31 Desember 2003 Penambahan (Pengurangan) Modal Penyertaan/Sumbangan Laba (Rugi) bersih Pembagian Laba Saldo 31 Desember 2004

Modal Penyertaan KOWINA xxx xxx xxx xxx

Modal Sumbangan xxx xxx

Saldo Laba (Defisit) xxx (xx) xxx xxx (xx) xxx

Jumlah Ekuitas xxx xxx xxx (xx) xxx xxx (xx) xxx

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________92

3.

Contoh Neraca
BAITUL MAAL WAL MUAWANAH “X” NERACA Bulan yang berakhir 31 Desember dan 30 Nopember 20X1 31 Desember 30 Nopember AKTIVA Kas Giro pada Bank Jabar Syariah Giro pada BNI ’46 Piutang Bai Bithaman Ajil (BBA) Piutang Murabahah (MBA) Penyisihan Penghapusan Piutang Persediaan Perlengkapan Pembiayaan Musyarakah Pembiayaan Mudharabah Penyisihan Penghapusan Pembiayaan Beban Sewa Dibayar Dimuka Investasi Wartel Aktiva Tetap : Peralatan Akumulasi Penyusutan Peralatan Aktiva Lian-Lain : Kas ZIS Kas Non Syariah TOTAL AKTIVA KEWAJIBAN Kewajiban Jangka Pendek : Tabungan Wadiah Kewajiban Segera-Bagi Hasil Dana Zakat Dana Infak/Shodaqoh Dana Nonsyariat Pendapatan Margin Ditangguhkan Bagi Hasil yang Belum Dibagikan Kewajiban Jangka Panjang : Pinjaman yang Diterima Kewajiban Dana Investasi Terikat : Simpanan Mudharabah Simpanan Mudharabah Berjangka Investasi Tidak Terikat : Simpanan Mudharabah Simpanan Mudharabah Berjangka TOTAL KEWAJIBAN xxx xxx xxx xxx xxx (xx) xxx xxx xxx xxx (xx) xxx xxx xxx xxx (xx) xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx (xx) xxx xxx xxx xxx (xx) xxx xxx xxx xxx (xx) xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________93

EKUITAS Modal Penyertaan KOWINA Saldo Laba Modal Sumbangan

TOTAL EKUITAS TOTAL KEWAJIBAN DAN EKUITAS

xxx xxx xxx xxx xxx

xxx xxx xxx xxx xxx

4.

Contoh Laporan Arus Kas
BAITUL MAAL WALMUAWANAH “X “ LAPORAN ARUS KAS UNTUK BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DES DAN 30 NOP 20X1

31 Desember 30 Nopember ARUS KAS DARI OPERASI Penerimaan kas dari Bagi Hasil dan Margin xxx xxx Penerimaan kas dari Sumbangan xxx xxx Penerimaan kas dari Pengembalian Piutang & Pembiayaan xxx xxx Penerimaan kas dari Penabung xxx xxx Penerimaan dana ZIS xxx xxx Penerimaan dari dana Non Syariah xxx xxx Penyaluran Piutang dan Pembiayaan (xx) (xx) Pengambilan oleh Penabung (xx) (xx) Pembayaran Bagi Hasil (xx) (xx) Pembayaran Bonus (xx) (xx) Pembayaran Beban Administrasi Umum (xx) (xx) Penyaluran Dana ZIS (xx) (xx) Kas Bersih yang Diterima (Digunakan) dari Aktivitas Operasi xxx xxx ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penjualan Aktiva Tetap Hasil Investasi yang diterima Penyertaan pada Sektor Riil Pembelian Aktiva Tetap Kas Bersih yang Diterima (Digunakan) dari Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penerimaan Pinjaman Jangka Panjang Penerimaan Simpanan Berjangka Pembayaran Kembali Pinjaman Jangka Panjang Pengambilan Kembali Simpanan Berjangka Kas Bersih yang Diterima (Digunakan) dari Aktivitas Pendanaan Kenaikan (Penurunan) Bersih Dalam Kas dan Setara Kas Kas dan Setara Ka Pada Awal Periode Kas dan Setara Kas Pada Akhir Periode xxx xxx (xx) (xx) xxx xxx xxx (xx) (xx) xxx xxx xxx xxx xxx xxx (xx) (xx) xxx xxx xxx (xx) (xx) xxx xxx xxx xxx

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________94

5.

Contoh Laporan Sumber dan Penggunaan Dana ZIS

BAITUL MAAL WALMUAWANAH “X “ LAPORAN SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA ZIS UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DES 20X2 DAN 31 DES 20X1 31 Des 20X2 31 Des 20X1 SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA ZAKAT SUMBER DANA Dari Masyarakat Dari BMM Dari Lembaga Amil ZIS lain Total Sumber Dana PENGGUNAAN DANA Fakir dan Miskin Gharimin Ibnu Sabil Fi Sabilillah Muallaf Amil Total Penggunaan Dana KENAIKAN (PENURUNAN) SUMBER ATAS PENGGUNAAN SALDO AWAL DANA ZAKAT SALDO AKHIR DANA ZAKAT SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA INFAQ/SHODAQOH SUMBER DANA Dari Masyarakat Dari BMM Dari Lembaga Amil ZIS lain Pengembalian Piutang Al Qordhul Hasan Total Sumber Dana PENGGUNAAN DANA Sumbangan Piutang Al Qordhul Hasan Total Penggunaan Dana KENAIKAN (PENURUNAN) SUMBER ATAS PENGGUNAAN SALDO AWAL DANA INFAQ/SHODAQOH SALDO AKHIR DANA INFAQ /SHODAQOH SALDO AKHIR DANA ZIS xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx

xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx

xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________95

6. Contoh Laporan Sumber dan Penggunaan Dana Qardhul Hasan
BAITUL MAAL WALMUAWANAH “X “ LAPORAN SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA ZIS UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DES 20X2 DAN 31 DES 20X1 31 Des 20X2 31 Des 20X1 SUMBER DANA QARDH Dari Masyarakat Dari BMM Dari Lembaga Amil ZIS lain Pengembalian Piutang Al Qordhul Hasan Total Sumber Dana PENGGUNAAN DANA QARDH Sumbangan Piutang Al Qordhul Hasan Total Penggunaan Dana KENAIKAN (PENURUNAN) SUMBER ATAS PENGGUNAAN SALDO AWAL DANA QARDH SALDO AKHIR DANA QARDH SALDO AKHIR PIUTANG AL QORDHUL HASAN xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx xxx

7.

Contoh Laporan Perubahan Investasi Terikat
BAITUL MAAL WAL MUAWANAH “X” LAPORAN PERUBAHAN DANA INVESTASI TERIKAT Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 20X2 dan 31 Desember 20X1

Uraian Saldo awal Penerimaan Dana Penarikan Dana Keuntungan (Rugi) Investasi Saldo Investasi Akhir Periode

Investasi pada Wartel 20X2 20X1 xxx xxx xxx xxx (xx) (xx) xxx xxx xxx xxx

Investasi pada Mini Market 20X2 20X1 xxx xxx xxx xxx (xx) (xx) xxx xxx xxx xxx

Total 20X2 xxx xxx (xx) xxx xxx 20X1 xxx xxx (xx) xxx xxx

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________96

B. LAMPIRAN FORMULIR-FORMULIR Formulir Keuangan
1. BUKTI KAS MASUK
BAITUL MAAL WALMUAWANAH “X”
Jl. Kebon Manggu No. 102 Bandung Telp. (022) 4217218 __________  BUKTI KAS MASUK  Diterima dari Uang sebesar Terbilang Keperluan
No. Akun

Nomor Tanggal No. Cek

: __/___/__/__ : ___/___/___ :

: ...................................................................................... : Rp. .......................... : ( .................................................................................... ) : ......................................................................................

Debet

Kredit

Mengetahui, Manajer

Yang Menerima Sub Bagian Kas

Yang Menyetor

(……………………………..)

(……………………………..)

(……………………………..)

Tanggal Pembukuan Halaman Buku Jurnal Paraf

: …………………………. : …………………………. : …………………………

Lembar 1 : Penyetor Lembar 2 : Bag. Akuntansi Lembar 3 : Arsip

2. BUKTI KAS KELUAR
BAITUL MAAL WALMUAWANAH “X”
____/___/_/___ Jl. Kebon Manggu No.102 Bandung _____/___/___ Telp. (022) 4217218  BUKTI KAS KELUAR  Dibayarkan kpd :..................................................................................... Uang sebesar : Rp. .......................... Terbilang Keperluan
No. Akun

Nomor

:

Tanggal : No. Cek : _____________

: ( .................................................................................... ) : ......................................................................................
Debet Kredit
Disetujui Oleh Manajer Dibayar Oleh Sub Bag. Kas Yang Menerima

(…………………………)

(…………………………)

(…………………………)

Tanggal Pembukuan : …………………………. Halaman Buku Jurnal : …………………………. Paraf : ………………………… KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

Lembar 1 : Penyetor Lembar 2 : Bag. Akuntansi Lembar 3 : Arsip

2004 __________________________________97

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________98

3. SLIP SETORAN
BAITUL MAL WAL MU'AWANAH (BMM) "X" No. Transaksi :…………… SLIP SETORAN (SS) Nama Nasabah Nomor Rekening Alamat Transaksi : Tabungan Wadi'ah Simpanan Mudharobah Simp. Berjangka. Mudharobah : Simpanan Idul Fitri Simpanan Idul Qurban Simpanan Haji Simpanan Pendidikan Simpanan Kesehatan Beban Administrasi ………………………. J u m l a h

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp Rp. Rp Rp. Rp.

Terbilang : …………………………………………………………………… ……………………………………………………………………. ………………… Penyetor

Petugas BMM
lembar 1 = untuk BMM lembar 2 = untuk Nasabah

………………….

………………….

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

2004 __________________________________99

4. SLIP PENARIKAN
BAITUL MAL WAL MU'AWANAH (BMM) "X" No. Transaksi :…………… SLIP PENARIKAN (SP) Nama Nasabah Nomor Rekening Alamat Transaksi : Tabungan Wadi'ah Simp. Berjangka. Mudharobah : Simpanan Idul Fitri Simpanan Idul Qurban Simpanan Haji Simpanan Pendidikan Simpanan Kesehatan ………………………. J u m l a h

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp Rp. Rp. Rp.

Terbilang : …………………………………………………………………… ……………………………………………………………………. ………………… Penyetor

Petugas BMM

………………….

………………….

2004 __________________________________100
KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

5. SLIP SETORAN ZIS DAN SUMBANGAN

BAITUL MAAL WALMUAWANAH (BM) "X"

SLIP SETORAN ZIS DAN SUMBANGAN No. Transaksi Nomor Rekening ………………… Tanggal : ………………….. DATA MUZAKI Nama ……………………………….. Alamat Rumah/Telp. ………………………………. ………………………………. Alamat Kantor/Telp. ………………………………. ………………………………. ……………………..

1 2 3 4 5 6

UNTUK PEMBAYARAN : Wakaf Rp Zakat Rp Infaq/Shodaqoh Rp Dana Produktif Ummat Rp Lainnya ………………. Rp ………………………… Rp Jumlah Rp

Terbilang : ………………………...………………….…………………………………… ………………………………………………………………………………….

Penerima

Penyetor

………………………….

………………………

2004 __________________________________101
KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

6. BUKU TABUNGAN
BAITUL MAL WAL MU'AWANAH (BMM) “X” Jl. Kebon Manggu No. 102 Telp. (022) 4217218 Bandung
Nomor Rekening Nama Alamat No. Telp. Tanda Pengenal Sah menjadi Nasabah sejak tanggal ……………. Pengesahan Petugas

No.

Tanggal

Sandi

Debet

Kredit

Saldo

Pengesahan

2004 __________________________________102
KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

7. KARTU PEMBIAYAAN
BAITUL MAL WAL MU'AWANAH (BMM) "X"

KARTU PEMBIAYAAN
Nama : Alamat : Besar Pembiayaan : Bagi hasil : No 1 2 3 4 5 6 Tanggal Cicilan Pokok Bagi Hasil No. Rek. Jangka Waktu Tanggal Pembiayaan Tanggal Jatuh Tempo Jumlah Sisa Pembiayaan : : : : Tanda Tangan kasir

8. SLIP MEMO / BUKTI UMUM
BAITUL MAL WAL MU'AWANAH (BMM) "X

SLIP MEMO Tanggal : ……………. Uraian : ………………………………………… ………………………………………… ………………………………………… Keterangan / Nama Akun No.Akun Debet Kredit

………………………20…

(……………………………)

2004 __________________________________103
KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

9. RANCANGAN FORMAT JURNAL
Tanggal No.Bukti Keterangan Ref Debit Kredit

10.

RANCANGAN FORMAT BUKU BESAR dan BUKU PEMBANTU
Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit Saldo Debit Saldo Kredit

11.

NERACA SALDO
NAMA PERKIRAAN DEBET KREDIT

No. Akun

12.
No Akun.

NERACA LAJUR / WORKSHEET
Nama Akun Neraca Saldo Debit Kredi t Penyesuaian Debit Kredi t NS Disesuaikan Debit Kredi t Laba / Rugi Debit Kredi t Neraca Debit Kredi t

2004 __________________________________104
KOWINA PROPINSI JAWA BARAT

13.

DAFTAR UANG MASUK (DUM)ZIS
BAITUL MAAL WAL MUAWANAH DAFTAR UANG MASUK (DUM) ZIS Bulan : ……………… Tahun : ……………….. PENERIMAAN INFAK/SHODAQOH Jumlah Masy BMM Lainnya Pengembalian Qordhul Hasan TOTAL Jumlah

No. Tanngal Bukti

ZAKAT Keterangan Ref Masy BMM Lainnya

14.

DAFTAR UANG KELUAR (DUK) ZIS
BAITUL MAAL WAL MUAWANAH DAFTAR UANG KELUAR (DUK) ZIS Bulan : ……………… No. Bukti ZAKAT Keterangan Ref Faqir / Miskin Gharim Riqab Ibn Sabil Fi Sabilillah Muallaf Amil Jumlah Tahun : ………… PENGELUARAN INFAK / SHODAQOH Sumbagan Q.H Jumlah TOTAL

Tanngal

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT _______________________________________________________________________________________________ 105

15. DAFTAR UANG MASUK (DUM) TABUNGAN/SIMPANAN DAN PEMBIAYAAN
BAITUL MAAL WAL MUAWANAH DAFTAR UANG MASUK (DUM) SIMPANAN DAN PEMBIAYAAN Bulan : ………………………. Tahun : ………………….. PENERIMAAN TABUNGAN/SIMPANAN PENGEMBALIAN PEMBIAYAAN DAN LAINNYA Simp Jumlah Simp Simp Simp Simp Haji Idul Ang. Pemb. Bagi Hasil / Pend Ekah Lain-Lain Adha BBA MBA MDA MSA Margin Adm Lainnya

Tanngal No. Bukti

Keterangan

Ref Tab

Jumlah

TOTAL

16. DAFTAR UANG KELUAR (DUK) TABUNGAN/SIMPANAN DAN PEMBIAYAAN
BAITUL MAAL WAL MUAWANAH DAFTAR UANG KELUAR (DUK) SIMPANAN DAN PEMBIAYAAN Bulan : ………………… Tahun : ……………. PENGELUARAN TABUNGAN/SIMPANAN PENGEMBALIAN PEMBIAYAAN DAN LAINNYA Simp Simp Bagi Jumlah Persediaan Simp Simp Simp Idul LainMDA MSA Hasil / Adm Lainnya Haji Pend Ekah BBA/MBA Adha Lain Bonus

Tanngal

No. Bukti

Keterangan

Ref Tab

Jumlah

TOTAL

KOWINA PROPINSI JAWA BARAT _______________________________________________________________________________________________ 106

2. Formulir Non Keuangan

C. LAMPIRAN CONTOH KASUS SATU SIKLUS AKUNTANSI D. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN E. ANGGARAN.

2

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->