P. 1
Perbedaan Rugi Tegangan Pada Resistor Yang Menggunakan Dan Yang Tidak Menggunakan Rangkaian Penya

Perbedaan Rugi Tegangan Pada Resistor Yang Menggunakan Dan Yang Tidak Menggunakan Rangkaian Penya

|Views: 2,236|Likes:
Published by Subuh Kurniawan
Perbedaan Rugi Tegangan Pada Resistor Yang Menggunakan Dan Yang Tidak Menggunakan Rangkaian Penya
Perbedaan Rugi Tegangan Pada Resistor Yang Menggunakan Dan Yang Tidak Menggunakan Rangkaian Penya

More info:

Published by: Subuh Kurniawan on Mar 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/04/2013

pdf

text

original

Dengan menggabungkan rangkaian gambar 12 dengan gambar 13 maka rangkaian

gambar 1 dapat disederhanakan menjadi :

(a)

40

(b)

(c)

Gambar 16. Penyederhanaan Pengukuran dengan Menggunakan Rangkaian
Penyangga

Dari gambar rangkaian diatas dapat dilakukan perhitungan sebagai berikut:

Hambatan Total:

K

2,
0

220

K

200

K

2,
0

220

K

200

K

200

Rtot

+

×

+

=

=

+

=

K

3

383,3

K

2400,2

K

440040

K

200

Arus total yang mengalir pada rangkaian:

tot

R

V

I =

A

4

23,

mA

0,023

K

3

383,3

Volt

9

=

=

=

Arus yang melewati hambatan yang diukur:

I

K

0

220

K

200

K

2200

I1

×

+

=

A

45

21,

A

4

23,

K

0

240

K

0

220

=

×

=

Arus yang melewati Rangkaian penyangga dan alat ukur:

41

I

K

0

220

K

200

K

200

I2

×

+

=

A

95
,
1

A

4

23,

K

0

240

K

200

=

×

=

Pada pengukuran tegangan menggunakan Multimeter Sanwa SP-15D, sesuai

dengan karakteristiknya yang memiliki harga arus skala maksimum 50 µA dengan

baras ukur 10 Volt maka nilai hambatan dalam Multimeter Sanwa SP-15D adalah

200 KΩ. Tegangan sebenarnya pada rangkaian pengukuran tegangan DC pada

resistor yang menggunakan rangkaian penyangga adalah:

Tegangan pada resistor 1 (R1)

V

R

R

R

V

2

1

1

1

R

×

+

=

Volt

4,695

Volt

9

K

3

383,3

K

200

Volt

9

K

3

183,3

K

200

K

200

=

×

=

×

+

=

Tegangan pada resistor yang diukur untuk Rdiukur = 200 KΩ

V

R

R

R

V

2

1

2

2

R

×

+

=

Volt

305

4,

Volt

9

K

3

383,3

K

3

183,3

Volt

9

K

3

183,3

K

200

K

3

183,3

=

×

=

×

+

=

Jadi pada resistor dengan nilai hambatan 200 KΩ tegangan yang seharusnya

terukur setelah diberikan rangkaian penyangga adalah sebesar 4,305 Volt.

42

Dari hasil penelitian diatas dapat dibandingkan dengan perhitungan

secara teori. Hasil penelitian dipengaruhi oleh penyebab yang sama, yaitu diukur

dengan menggunakan rangkaian penyangga dan tidak menggunakan rangkaian

penyangga dan jenis resistor dipilih dari jenis yang sama serta alat ukur yang

sama, maka pada bagian ini akan dibahas tegangan yang ada pada resistor 200

KΩ, 370 KΩ dan 960 KΩ.

Tegangan pada resistor 200 KΩ dari hasil perhitungan secara teori yaitu,

ditunjukkan Multimeter sebesar 3,00 Volt dan tegangan sebenarnya sebesar 4,5

Volt.

Pada pengukuran resistor 200 KΩ yang diukur tanpa rangkaian

penyangga, tegangan yang ditunjukkan Multimeter sebesar 2,99 Volt dan

tegangan yang diukur menggunakan rangkaian penyangga sebesar 4,51 Volt. Dari

hasil tersebut diketahui bahwa:

a. Selisih tegangan resistor yang diukur tanpa penyangga dan tegangan

sebenarnya yang ditunjukkan Multimeter yaitu: 2,99 Volt – 3,00 Volt = 0,01

Volt. Hal ini menunjukkan ada penurunan tegangan sebesar 0,01 Volt.

b. Selisih tegangan resistor yang diukur menggunakan rangkaian penyangga dan

tegangan sebenarnya sebesar: 4,51 Volt – 4,50 Volt = 0,01 Volt. Hal ini

menunjukkan ada kenaikan tegangan sebesar 0,01 Volt.

43

c. Persentase kekeliruan penunjukan Multimeter tanpa penyangga dengan

tegangan sebenarnya secara teori sebesar 33,33 %.

d. Persentase kekeliruan penunjukan Multimeter menggunakan penyangga

dengan tegangan sebenarnya sebesar 0,22 %. Harga ini menunjukkan

berkurangnya kekeliruan penunjukan Multimeter.

e. Persentase kekeliruan penunjukan Multimeter tanpa penyangga dengan

tegangan sebenarnya sebesar 33,55 %.

Jadi kekeliruan pembacaan Multimeter pada resistor 200 KΩ yang diukur

tanpa rangkaian penyangga dari hasil perhitungan dan eksperimen sebesar

33,55%.

Tegangan pada resistor 370 KΩ dari hasil perhitungan secara teori yaitu,

ditunjukkan Multimeter sebesar 3,54 Volt dan tegangan sebenarnya sebesar 5,84

Volt.

Pada pengukuran resistor 370 KΩ yang diukur tanpa rangkaian

penyangga, tegangan yang ditunjukkan Multimeter sebesar 3,53 Volt dan

tegangan yang diukur menggunakan rangkaian penyangga sebesar 5,86 Volt. Dari

hasil tersebut diketahui bahwa:

a. Selisih tegangan resistor yang diukur tanpa penyangga dan tegangan

sebenarnya yang ditunjukkan Multimeter yaitu: 3,53 Volt – 3,54 Volt = 0,01

Volt. Hal ini menunjukkan ada penurunan tegangan sebesar 0,01 Volt.

44

b. Selisih tegangan resistor yang diukur menggunakan rangkaian penyangga dan

tegangan sebenarnya sebesar: 5,86 Volt – 5,84 Volt = 0,02 Volt. Hal ini

menunjukkan ada kenaikan tegangan sebesar 0,02 Volt.

c. Persentase kekeliruan penunjukan Multimeter tanpa penyangga dengan

tegangan sebenarnya secara teori sebesar 39,38 %.

d. Persentase kekeliruan penunjukan Multimeter menggunakan penyangga

dengan tegangan sebenarnya sebesar 0,34 %. Harga ini menunjukkan

berkurangnya kekeliruan penunjukan Multimeter.

e. Persentase kekeliruan penunjukan Multimeter tanpa penyangga dengan

tegangan sebenarnya sebesar 39,55 %.

Jadi kekeliruan pembacaan Multimeter pada resistor 370 KΩ yang diukur

tanpa rangkaian penyangga dari hasil perhitungan dan eksperimen sebesar

39,55%.

Tegangan pada resistor 960 KΩ dari hasil perhitungan secara teori yaitu,

ditunjukkan Multimeter sebesar 4,08 Volt dan tegangan sebenarnya sebesar 7,45

Volt.

Pada pengukuran resistor 960 KΩ yang diukur tanpa rangkaian

penyangga, tegangan yang ditunjukkan Multimeter sebesar 4,04 Volt dan

tegangan yang diukur menggunakan rangkaian penyangga sebesar 7,48 Volt. Dari

hasil tersebut diketahui bahwa:

45

a. Selisih tegangan resistor yang diukur tanpa penyangga dan tegangan

sebenarnya yang ditunjukkan Multimeter yaitu: 4,04 Volt – 4,08 Volt = 0,04

Volt. Hal ini menunjukkan ada penurunan tegangan sebesar 0,04 Volt.

b. Selisih tegangan resistor yang diukur menggunakan rangkaian penyangga dan

tegangan sebenarnya sebesar: 7,48 Volt – 7,45 Volt = 0,03 Volt. Hal ini

menunjukkan ada kenaikan tegangan sebesar 0,03 Volt.

c. Persentase kekeliruan penunjukan Multimeter tanpa penyangga dengan

tegangan sebenarnya secara teori sebesar 45,23 %.

d. Persentase kekeliruan penunjukan Multimeter menggunakan penyangga

dengan tegangan sebenarnya sebesar 0,40 %. Harga ini menunjukkan

berkurangnya kekeliruan penunjukan Multimeter.

e. Persentase kekeliruan penunjukan Multimeter tanpa penyangga dengan

tegangan sebenarnya sebesar 45,77 %.

Jadi kekeliruan pembacaan Multimeter pada resistor 960 KΩ yang diukur

tanpa rangkaian penyangga dari hasil perhitungan dan eksperimen sebesar

45,77%.

Dari landasan teori dan analisis data serta perhitungan matematis

diketahui bahwa ada perbedaan hasil pengukuran tegangan tegangan listrik DC

pada resistor yang menggunakan rangkaian penyangga dan yang tidak

menggunakan rangkaian penyangga.

46

Penurunan tegangan dari nilai sebenarnya pada pengukuran tanpa

rangkaian penyangga disebabkan oleh nilai hambatan yang digunakan tidak tepat,

yaitu berada diatas nilai yang ditetapkan, sehingga menyebabkan berkurangnya

arus yang melewati resistor-resistor tersebut. Ketepatan nilai hambatan resistor

tersebut tergantung pada nilai toleransi resistor yang digunakan.

Kenaikan tegangan pada pengukuran menggunakan penyangga

disebabkan oleh impedansi penguat operasional, yang berakibat tegangan

keluaran ≠ 0, karena tegangan masukan = 0.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diketahui bahwa

pada pengukuran tegangan DC dengan menggunakan multimeter Sanwa SP-15D

pada resistor tetap, semakin kecil nilai hambatannya maka persentase

kekliruannya akan semakin kecil dan sebaliknya semakin besar nilai hambatannya

maka persentase kekeliruannya akan semakin besar pula.

47

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->