P. 1
Pola Geometri Batik Yogya

Pola Geometri Batik Yogya

|Views: 662|Likes:
Published by Leo Sutrisno
Bangun geometri yang paling sering dibuat pada kain batik adalah titik, garis lurus, lingkaran dan persegi. Gambar 3 menyajikan batik dengan pola geometri. Dalam catatan para ahli, batik dari Yogya saja berjumlah 400-an. Beberapa di antaranya akan disajikan
Bangun geometri yang paling sering dibuat pada kain batik adalah titik, garis lurus, lingkaran dan persegi. Gambar 3 menyajikan batik dengan pola geometri. Dalam catatan para ahli, batik dari Yogya saja berjumlah 400-an. Beberapa di antaranya akan disajikan

More info:

Published by: Leo Sutrisno on Mar 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/25/2010

pdf

text

original

Pola geometri: Batik pada umumnya Leo Sutrisno Belakangan ini orang berpakaian batik dapat ditemukan siapa

, dimana, dan kapan saja. Tampaknya, pemakaian batik ini dipicu oleh Presiden SBY yang sering berpakaian abtik. Ditambah lagi, rekayasa para pengusaha dan pedagang batik lewat promosinya yang tak kenal lelah. Kata ¶batik¶ berasal dari bahasa Jawa ¶ambatik¶. Kata µambatik¶ adalah kata kerja. Akar kata kerja ini adalah µtik¶ (titik) dam berawalan ¶am¶. ¶Ambatik¶ berarti membuat ¶titik¶. Oleh sebagian besar kata ¶ambatik¶ ini diucapkan sebagai ¶batik¶. Dewasa ini kata ¶batik¶ tidak lagi sebagai kata kerja tetapi sebagai kata benda, selembar kain yang gambar-gambarnya dibuat dengan cara ¶ambatik¶. Yang dilakukan para perajin saat sedang ¶ambatik¶ adalah melukiskan titik (dan garis) pada selembar kain putih dengan canting yang berisi cairan lilin panas. (Lihat Gambar 1) Membatik merupakan tradisi turun menurun. Karena itu, sering motif batik manjadi ciri khas dari batik yang diproduksi keluarga tertentu. Motif batik sering juga dapakai untuk menunjukkan status seseorang. Seperti kalangan keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta yang masing-masing hanya mengenakan motif batik tertentu. Setiap motif batik yang dituangkan dalam kain, memiliki makna filosofis tertentu yang berkaitan dengan: pengalaman-pengalaman hidup dari tokoh-tokoh atau tradisi keluarga. Pembatik tidak boleh sembarangan menuangkan inspirasinya begitu saja di atas kain. Sebelum menterjemahkannya dalam bentuk tulisan tangan, pembuat terlebih dahulu melakukan ritual-ritual kecil seperti berpuasa dan membaca mantera. Hingga batik usai dibuat, pembuat juga harus melaksanakan ritual penutup. Secara umum ada tiga macam motif kain batik, yaitu: tetumbuhan, hewan, dan bangun geometri. Batik yang dihasilkan di luar wilayah Yogya dan Solo lebih mercorak tetembuhan dan hewan. Selain itu, juga lebih warna-warni. Sedangkan batik yang berasal dari daerah Yogya dan Solo lebih bermotif geometri. Warnanya juga lebih didominasi coklat, hitam serta kuning tua. Sering juga digunakan warna putih sebagai latar belakang.(Lihat Gambar 2) Bangun geometri yang paling sering dibuat pada kain batik adalah titik, garis lurus, lingkaran dan persegi. Gambar 3 menyajikan batik dengan pola geometri. Dalam catatan para ahli, batik dari Yogya saja berjumlah 400-an. Beberapa di antaranya akan disajikan. Batik dengan motif sekerti pada Gambar 3a adalah batik kawung. Dengan Zat Warna naphtol. Unsur motifnya didominasi bangun elips. Kain seperti ini digunakan oleh raja dan keluarganya sebagai kain panjang. Motif kawung merupakan lambang keperkasaan dan keadilan.

Gambar 3b menyajikan batik Nitik Karawitan. Zat pewarna yang diguanakan adalah soga alam. Unsur motifnya ¶ceplok¶. Kain seperti ini dipakai oleh para kelas menengah. Mereka yang memakain kain dengan motif seperti ini diharapkan bertindak dan berperilaku bijaksana. Gambar 3c menyjikan kin batik dengan motif Tambal. Zat pewarna yang digunkan adalah Soga alam. Motif utama ceploh, parang dan meru. Jika diguankan sebagai selimut orang sakit, diharapkan cepat sembuh. Karena, ¶tambal¶ berarti memberi semangat baru. Si sakit yang memiliki semangat baru, secara psikologis menjadi sehat. Karena itu, ia ingin cepat sembuh sehingga kembali kekehidupan orang sehat. Dalam catatan para ahli, batik dari Yogya saja berjumlah 400-an. Beberapa di antaranya akan disajikan. Batik Para Kusuma menggunakan zat pewarna yang dipakain untuk menggambar motif ini adalah Naphol. Kain dengan motif seperti ini oleh mereka yang sedang tukar cincin. Pemakain kain motif Parang Kusuma diharapkan lebih cerah dan berbunga-bunga dan indah. Kadang-kadang juga dapat digunakan motif Pamiluta. Dalam upacara kirap pengantin dapat menggunakan kain batik motif ceplok kestriyan. Diharapkan dengan pakaian seperti itu tampak lebih gagah dari harihari sebelumnya. Jika sedang melayat orang yang meninggal, sebaiknya menggunakan kain batik Soblok. Dengan menggunakan kain motif Soblok para pelayat berharap agar jalan menuju Sang khalik bagi arwahnya dilapangkan. Inilah sejumlah motif kain batik serta maknanya. Silahkan mencoba. Om Tris.

Pesisiran
Gambar 1 Gambar 2

Yogya

Solo

Kawung

Nitik Karawitan

Tambal

Gambar 3a

3b

3c

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->