P. 1
Kinematika Gerak

Kinematika Gerak

|Views: 1,639|Likes:
Published by Zaenul Arifin
modul ini berisi tentang kinematika gerak -vektor gerak- yang ditulis oleh Zaenul arifin.
modul ini berisi tentang kinematika gerak -vektor gerak- yang ditulis oleh Zaenul arifin.

More info:

Published by: Zaenul Arifin on Mar 15, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/08/2013

pdf

text

original

MODUL FISIKA

KINEMATIKA GERAK DENGAN ANALISIS VEKTOR

Disusun Oleh : Zaenul Arifin, S.Pd NIP. 19751121 200801 1 006

Yayasan Pendidikan Batik Surakarta SMA Batik 1 Surakarta Terakreditasi A
Jl.Slamet Riyadi 445 Surakarta telp.(0271)710785 Fax.(0271)723742 Website: http:// www.smubatik 1-slo.sch.id Email : smaba1_solo@yahoo.com

KATA PENGANTAR

Assalamu¶alaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Puji syukur, penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan bimbingan-Nya sehingga Modul Fisika untuk SMA kelas XI dapat terselesaikan. Modul ini disusun berdasarkan kurikulum. KTSP dan dirancang agar peserta didik dapat belajar mandiri dengan atau tanpa kehadiran guru Kehadiran Modul ini kami harapkan dapat membantu peserta didik dalam belajar mandiri di sekolah atau di rumah. Penyusunan Modul ini tidak lepas dari bantuan dan dukungan dari berbagai pihak.Oleh karena itu penyusun mengucapkan banyak terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada semua pihak atas pengorbanan, waktu, tenaga dan pikiran untuk menyelesaikan penyusunan Modul ini. Untuk itu secara khusus kami ucapkan terima kasih kepada : 1. Kepala SMA Batik 1 Surakarta Bp. Drs. Literzet Sobri, M.Pd yang telah memberi kesempatan penyusunan Modul ini. 2. Wakil Kepala Sekolah Kurikulum Ibu. Rastiarsi, S.Pd 3. Rekan-rekan sejawat dan seperjuangan di SMA Batik 1 Surakarta yang telah membantu baik tenaga, pikiran dan dorongan moral. 4. Semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu yang telah membantu sehingga terselesainya Modul ini. Akhir kata, penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan Modul ini.Semoga Modul ini bermanfaat dan dapat membantu peserta didik menjadi lebih mudah dalam belajar fisika.

Wassalaamu¶alaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Surakarta, Oktober 2008 Penyusun

Zaenul Arifin, S.Pd

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .............................................................................. KATA PENGANTAR ............................................................................

i ii

DAFTAR ISI .......................................................................................... iii GLOSARIUM ........................................................................................ iv I. PENDAHULUAN ............................................................................ A. Diskripsi ...................................................................................... B. Prasyarat ..................................................................................... C. Petunjuk Penggunaan Modul ....................................................... D. Indikator Hasil Belajar ................................................................. E. Kompetensi ................................................................................. II. KEGIATAN BELAJAR 1 ................................................................. A. Tujuan Pembelajaran ................................................................... B. Uraian Materi .............................................................................. C. Rangkuman ................................................................................. D. Uji Kompetensi 1 ........................................................................ E. Kunci Jawaban Uji Kompetensi 1 ................................................ F. Tugas Kegiatan Belajar 1 ............................................................. III. KEGIATAN BELAJAR 2 ................................................................. A. Tujuan Pembelajaran ................................................................... B. Uraian Materi .............................................................................. C. Rangkuman ................................................................................. D. Uji Kompetensi 2 ........................................................................ E. Kunci Jawaban Uji Kompetensi 2 ................................................ F. Tugas Kegiatan Belajar 2 ............................................................ IV. KEGIATAN BELAJAR 3 ................................................................. A. Tujuan Pembelajaran ................................................................... B. Uraian Materi .............................................................................. C. Rangkuman ................................................................................. D. Uji Kompetensi 2 ........................................................................ E. Kunci Jawaban Uji Kompetensi 2 ................................................ F. Tugas Kegiatan Belajar 2 ............................................................ V. EVALUASI ...................................................................................... VI. PENUTUP ........................................................................................

DAFTAR PUSTAKA .............................................................................

GLOSARIUM
Vektor posisi Kecepatan sesaat Kecepatan rata-rata untuk selang waktu yang sangat singkat (mendekati nol) Kecepatan rata-rata Perbandingan antara vector pergeseran yang dilakukan atau yang dialami oleh benda itu dengan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pergaseran. Percepatan sesaat Percepatan rata-rata untuk selang waktu yang sangat singkat (menuju nol) Percepatan rata-rata Perubahan kecepatan selama selang waktu dibagi selang waktu tersebut. Gerak Parabola Gerak Melingkar Laju sudut Radian

I. PENDAHULUAN

A. Diskripsi Dalam kehidupan sehari-hari kita sering melihat benda yang sedang bergerak atau kita sendiri sedang melakukan gerakan.Pada fisika, gerak merupakan konsep yang penting.Coba bandingkan konsep gerak pada fisika dengan apa yang diartikan pada kehidupan sehari-hari.Misalnya, kereta api berangkat dari stasiun, pengantar melihat bahwa kereta api makin lama makin jauh. Ia katakana bahwa kereta api itu bergerak. Bagi penumpang kesan bergerak timbul karena ia melihat jarak stasiun makin jauh.Bagaimanakah dengan sesame penumpang, apakah ia bergerak? Jarak antar penumpang adalah tetap, kesan bergerak antara sesama penumpang tidak ada. Penumpang yang duduk tetap duduk di dalam kereta api. Dengan demikian dapat dikatakan kereta api tidak bergerak terhadap penumpang, tetapi kereta api bergerak terhadap pengamat yang berada di stasiun.Masalah berikutnya, bagaimana Anda menentukan perubahan kedudukan benda yang bergerak? Terbayang di benaknya bagaimana rel kereta api berkelok, mulai lurus, berbelok kekiri, lurus kembali, berbelok ke kanan, dan seterusnya. Masalah ini sebenarnya menyangkut bentuk lintasan, ada lintasan lurus, lintasan melengkung, atau berkelok. Benda yang bergerak dengan lintasan lurus dinamakan gerak lurus.Gerak sebuah benda melalui sebuah garis disebut gerak linear. Dari uraian di atas tampak bahwa gerak sebuah benda bersifat relative, artinya tergantung acuan tertentu yang dianggap diam. B. Prasyarat Agar dapat mempelajari modul ini terlebih dahulu anda harus telah memahami konsep vector sebagaimana modul sebelumnya ketika anda di kelas X. C. Petunjuk Penggunaan Modul 1. Pelajarilah peta konsep yang ada pada setiap modul dengan teliti. 2. Pastikan bila anda membuka modul ini, anda siap mempelajarinya minimal satu kegiatan hingga tuntas, jangan terputus-putus atau berhenti ditengah-tengah kegiatan. 3. Pahamilah tujuan pembelajaran yang ada pada setiap modul atau kegiatan belajar dalam modul anda. 4. Bacalah materi pada modul dengan cermat dan berikan tanda pada setiap kata kunci pada setiap konsep yang dijelaskan. 5. Perhatikan langkah-langkah atau alur dalam setiap contoh penyelesaikan soal. 6. Kerjakan latihan soal yang ada, jika mengalami kesulitan bertanyalah kepada teman atau guru anda.

7. Kerjakan tes uji kemampuan pada setiapkegiatan belajar sesuai kemampuan anda. Cocokan jawaban anda dengan kunci jawaban yang tersedia pada modul dan jika perlu lakukan perhitungan skor hasil belajar anda. 8. Ulangi kegiatan 2 sampai dengan 6 pada setiap kegiatan belajar hingga selesai. 9. Kerjakan soal-soal evaluasi akhir. D. Indikator Hasil Belajar y y y y Menganalisis besaran perpindahan, kecepatan dan percepatan pada perpaduan gerak lurus dengan menggunakan vektor Menganalisis besaran kecepatan dan percepatan pada gerak melingkar dengan menggunakan vektor Menganalisis besaran perpindahan dan kecepatan pada gerak parabola dengan menggunakan vektor Menganalisis vektor percepatan tangensial dan percepatan sentripetal pada gerak melingkar

E. Kompetensi Standar Kompetensi 1. Menganalisis gejala alam dan keteraturannya dalam cakupan mekanika benda titik Kompetensi Dasar 1.1 Menganalisis gerak lurus, gerak melingkar dan gerak parabola dengan vektor menggunakan

II. KEGIATAN BELAJAR 1 GERAK LURUS A. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari modul ini, anda diharapkan dapat : 1. Menuliskan posisi benda pada suatu bidang dengan analisis vektor. 2. Menghitung besarnya perpindahan suatu benda. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Menghitung kecepatan rata-rata suatu benda. Menghitung kecepatan sesaat suatu benda. Menghitung percepatan rata-rata suatu benda. Menghitung percepatan sesaat suatu benda. Menentukan posisi suatu benda dari fungsi kecepatan. Menentukan kecepatan dari fungsi percepatan Menentukan kecepatan dari grafik a ± t

B. Uraian Materi 1. Gerak translasi (Lurus) a. Posisi Titik Materi Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai vector posisi dan vector satuan termasuk aplikasi perhitungan vector. Kerangka acuan adalah sesuatu yang disepakati untuk menentukan posisi suatu benda. Posisi benda ditentukan oleh vector posisi.

1). Vektor satuan dalam bidang Bahwa sebuah vector dalam bidang dapat diuraikan menjadi komponen-komponen vector pada sumbu X dan sumbu Y. Vektor satuan kea rah sumbu X dilambangkan i dan vector satuan ke arah sumbu Y dilambangkan j.Sehingga, jika vector r ditulis dalam vector satuan, hasilnya adalah : r = rx i + ry j Besar vector atau panjang r dihitung dengan rumus : r=
( rx ) 2  ( ry ) 2

y

yj r = xi + yj
0 xi x

Gambar 1 Posisi sebuah titik P pada bidang xy Dinyatakan sebagai r = xi + yj

Contoh: 1. Sebuah titik materi berada pada koodinat kartesius yang dinyatakan sebagai r(3,4) satuan,maka vector posisinya adalah r = 3 i + 4 j , sedangkan panjang vector posisinya r = 5 satuan. Jika titik A bergerak dalam bidang (x,y) maka x dan y masing-masing merupakan fungsi t, contoh : 2. r = (6t2-2t)i + 3t j , maka untuk t = 1 satuan waktu ( pada

umumnya tiap sekon (s)), vector posisinya r = 4i + 3j sedang panjang vector posisinya r = 5 satuan panjang.

2). Vektor satuan dalam suatu ruang Sebuah vector dalam ruang dapat diuraikan menjadi komponen vector pada sumbu X, sumbu Y dan sumbu Z. Vektor satuan kea rah sumbu X dilambangkan i, kea rah sumbu Y dilambangkan j, dank e arah sumbu Z dilambangkan k. Sehingga, jika vektor r dinyatakan dalam vector satuan, hasilnya adalah : r = rx i + r y j + r z k

Besar vector atau panjang r dihitung dengan rumus : r=
( rx) 2  ( ry ) 2  ( rz ) 2

Suatu titik materi dapat berpindah kedudukan dari satu titik ke titik lainnya.Perpindahan titik materi pada bidang xy dapat dilihat pada gambar 1.2. Titik materi tersebut melakukan perpindahan dari posisi r1 ke r2. Perpindahan titik materi itu ( r) dapat ditentukan dengan menggunakan definisi penjumlahan vector. r1 + r = r2 r = r2 ± r1

Perpindahan atau perubahan kedudukan suatu titik materi terjadi dalam selang waktu tertentu.Misalnya, pada saat t = t1, vector posisi titik materi adalah r1 dan pada saat t = t2, vector posisinya r2. Jika r1 = x1 i+ y1 j dan r2 = x2 i+y2 j, maka dapat dituliskan menjadi r =( x2i+y2 j)-(x1i+y1j) = (x2-x1)i+(y2-y1)j Jika x2-x1 = x dan y2-y1 = y, persamaannya menjadi r. r = ( ( x)2 + ( y)2 )1/2 Arah perpindahan titik materi dapat ditentukan dari besarnya sudut yang dibentuk oleh vector r terhadap sumbu positif, yaitu : tan = y/ x r= xi+ yj Nilai atau besar perpindahan dari suatu titik materi r, sama dengan panjang vector

Contoh. Sebuah titik materi berpindah dari posisi r1 = (8i-2j ) m ke posisi r2 =( 2i + 6j ) m . Tentukanlah vector perpindahan,besarnya vector perpindahan dan arah perpindahan titik materi tersebut! Penyelesaian: Vektor perpindahan : r = r2 ±r1 = xi + yj = (2-8)i+(6-(-2))j = (-6i+8j)m

Besar vector perpindahan : r= (6) 2 + 82 =
36  64 = 100 =10 m

Arah perpindahan : Tan = y/ x = 8/-6 = 4/-3 = 1270

b. Kecepatan Rata-rata dan kecepatan sesaat Kecepatan rata-rata benda dari t1 hingga t 2 , ditulis sebagai v rat adalah perbandingan pergeseran r ( t1 )  r ( t 2 ) dengan interval waktu antara t 2  t1 . Karena

r (t 2 )  r (t1 ) ! [ x(t 2 )  x(t1 )]i ! [ y (t 2 )  y (t 2 )] j , maka v rat !

Kecepatan benda pada saat t didefinisikan sebagai vector
v(t ) ! v x (t )i  v y (t ) j , dengan v x (t ) ! lim
(t p 0

x ( t  (t )  x ( t ) (t

dan

vx =

dx dt

dan vy =

dy dt dy = an x n-1 dx

Misal. y = axn maka c. Percepatan

Percepatan benda selama selang waktu (t adalah rasio antara (v(t ) dengan (t , dapat ditulis sebagai berikut: a rat ! v y (t  (t )  v y (t ) v x (t  (t )  v x (t ) i j (t (t

Percepatan benda pada saat t didefinisikan sebagai vector
a (t ) ! a x (t )i  a y (t ) j

 

[ r ( t1 )  r ( t 2 ) x ( t 2 )  x ( t1 ) i ! t 2  t1 ( t 2  t1 )

y ( t 2 )  y ( t1 ) j t 2  t1

v y (t ) ! lim

(t p 0

y (t  (t )  y (t ) (t

C. RANGKUMAN

y y y

Jarak adalah panjang lintasan yang ditempuh benda selama benda bergerak Perpindahan adalah perubahan posisi benda Vektor posisi adalah vector yang menyatakan kedudukan sebuah benda tertentu: : r = rx i + ry j terhadap acuan

y

Besar vector atau panjang r dihitung dengan rumus : r=
( rx ) 2  ( ry ) 2

D. UJI KOMPETENSI 1. Suatu vektor posisi dinyatakan dalam r = 7i + 24j. Tentukan panjang vektor satuannya! 2. Posisi suatu partikel yang bergerak pada sumbu x dinyatakan sebagai x = t3 + 5,5 t2 ± 20t + 4 (m). Tentukan waktu yang diperlukan partikel tersebut untuk berhenti ! 3. Kecepatan partikel yang bergerak lurus dinyatakan sebagai V = 4t2 + 2t ± 7 (m). Tentukan percepatan partikel saat detik ke tiga ! 4. Percepatan suatu partikel yang bergerak sepanjang sb.X dinyatakan sebagai a = 2t ± 3 (m/s2) jika posisi awalnya xo = 4 m dan kecepatan mla-mula vo = 5 m/s. Tentukan posisi partikel tersebut saat t = 3s ! 5. Suatu sungai dengan lebar 800m, dengan kecepatan arusnya 3 m/s. Seorang perenang ingin menyeberang sungai dengan kecepatan tetap 4 m/s secara (tegak lurus) dengan arah arus sungai. Tentukan jarak yang ditempuh perenang selama menyeberangi sungai !

E. KUNCI JAWABAN UJI KOMPETENSI

1. Diket : = 7i + 24j Dit : [ ] = r Jwb : r =
7 2  24 2 ! 49  576

=

625 ! 25

2. Diket : x = t3 + 5,5t2 ± 20t + 4m Dit : t = «.? V = 0 Jwb : v = 3t2 + 11t ± 20 o = 3t2 + 11t ± 20 (3t ± 4) (t + 5) = 0 4 t = s V t = -5 (TM) 3 3. Diket : v = 4t2 + 2t ± 7 m/s Dit : a = «? t = 3s Jwb : a = 8t + 2 = 8.3 + 2 = 24 + 2 = 26 m/s2 4. Diket : a = 2t ± 3 m/s2 Xo = 4m Vo = 5 m/s Dit : X = «.? T = 3s Jwb : V = Vo + ´ adt

= 5 + ´ 2t ± 3 dt Vt = 5 + t2 ± 3t /o3 X = Xo + ´ V + dt = 4 + ´ s + t2 ± 3t dt 1 3 = 4 + 5t + t3 - t2/3 3 2 27 = 4 + 15 + 9 2 = 4 + 15 + 9 ± 13,5 = 14,5m 5. Diket : V2 = 4m/s l = 800 V A Dit : SAB
l t

B

V1 = 3m/s

Jwb : V2 =

4=

800 t t = 200 s

SAB = V . t = 5 . 200 = 1000 m

III. KEGIATAN BELAJAR 2 A. Tujuan Pembelajaran Siswa dapat menganalisis besaran perpindahan dan kecepatan pada gerak parabola dengan menggunakan vektor B. Uraian Materi

Perpaduan antara gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan pada sebuah bidang datar akan berupa gerak parabola. Di dalam kehidupan sehari-hari, gerak parabola disebut gerak peluru.Jika sebutir peluru ditembakkan dengan membentuk sudut lancip terhadap bidang horizontal, lintasan peluru tersebut akan berupa parabola. Gerak parabola terdiri atas dua jenis gerak, yaitu gerak lurus beraturan(GLB) dalam arah horizontal ( sumbu x) dan gerak lurus berubah beraturan(GLBB) dalam arah vertical (sumbu y).Percepatan gerak parabola berasal dari percepatan gravitasi bumi ( a=-g). Gerak Parabola
y

v 0y

v0 h max
x

U

v 0x

R

Kecepatan awal
2 2 v(0) ! v 0 cos 2 U  v 0 sin 2 U ! v 0

Koordinat benda pada saat t ¨1 ¸ y (t ) ! (v 0 sin U )t  © g ¹t 2 ª2 º Komponen kecepatan benda kearah sumbu x dan sumbu y v x (t ) ! v 0 (t ) cos U dan v y (t ) ! v 0 sin U  gt Benda berhenti pada saat v sin U t! 0 , Dan mencapai ketinggian maksimum g x(t ) ! (v 0 cos U )t dan
2g Benda kembali ke tanah pada saat 2v sin U t ! tt ! 0 , Dan Jarak atau jangkauan tembakan g R!
2 v 0 sin 2U

hmax !

2 v 0 sin 2 U

g

C. Rangkuman

Waktu yang diperlukan benda sampai dititik tertinggi adalah: t !
2 v 0 sin 2 U

v 0 sin U g

Tinggi maksimum yang dicapai benda : hmax !
2 v 0 sin 2U

2g

Jangkauan tembakan : R ! D. Uji Kompetensi 2

g

1. Suatu peluru ditembakkan dengan sudut elevasi 45 dan kecepatan arah 100 m/s. Jika percepatan gravitasi 10 m/s2. Tentukan kedudukan peluru saat t = 3¥2 s ? 2. Peluru ditembakkan dengan kecepatan 10 m/s dan membentuk sudut 30o terhadap arah mendatar. Tentukan kecepatan peluru setelah 2 sekon (g = 10 m/s2)

E. Kunci Jawaban Uji Kompetensi 2 1. Diket : w = 45o Vo = 100 m/s g = 10 m / s2 Dit : x,y saat t = 3 2 s Jwb : X = Vo cos w . t 1 = 100. 2 .3 2 2 = 300 m 1 y = Vo sin w .t - gt2 2 1 1 2 .3 2 - .10.189 = 100. 2 2 = 300 ± 90 = 210 m Posisi benda (300, 210) m Diket : Vo = 10 m/s w = 30o g = 10 m/s2 Dit : t = 0,2 s v = «. ? Jwb : Vx = Vo cos w 1 3 = 5 3 m/s = 10. 2 Vy = Vo sin w - gt = 10 sin 30 ± 10.0,2 =5±2 =3 V = Vx 2  Vy 2 = (5  3 )2+32 = 75  9 V = 84 m/s

2.

IV. KEGIATAN BELAJAR 3 A. Tujuan Pembelajaran Siswa dapat menganalisis vektor percepatan tangensial dan percepatan sentripetal pada gerak melingkar B. Uraian Materi Gerak Rotasi (melingkar) Sebuah partikel bergerak melingkar beraturan dengan besar kecepatan atau kelajuan v konstan. Walaupun besar kecepatan tidak berubah, partikel tersebut memiliki percepatan. Fakta ini mungkin akan mengagetkan Anda karena banyak yang beranggapan bahwa percepatan selalu menambah kelajuan sebuah partikel Perlu diingat kembali bahwa kecepatan merupakan besaran vector. Walaupun kecepatan tersebut hanya mengalami perubahan arah saja,tetap membutuhkan percepatan. Jadi fungsi percepatan disini hanyalah untuk mengubah arah kecepatan partikel-partikel tersebut agar tetap melakukan gerak melingkar beraturan. Besar vector kecepatan dan percepatan partikel yang bergerak melingkar beraturan selalu konstan, hanya arahnya berubah secara continue.Arah

kecepatan partikel yang bergerak milingkar beraturan selalu menyinggung lingkaran,tetapi arah percepatannya selalu menuju titik pusat lingkaran.

r(t)
Y(t)

v

vy

A X(t)

vx

[t

Posisi benda pada saat t r (t ) ! A cos([t ) i  A sin([t ) j Kecepatan pada saat t v(t ) !  A[ sin([t ) i  A[ cos([t ) j Kecepatan tangensial
v (t ) ! A[

Percepatan pada saat t
a (t ) ! [ 2 ( A cos([t ) i  A sin([t ) j ) ! [ 2 r (t )

Percepatan sentripetal v2 a (t ) ! A Sudut yang ditempuh saat melingkar 1 U (t ) ! [t  Et 2 2

dan kecepatan sudut setelah t sekon [ (t ) ! [ 0  Et

C. Rangkuman Koordinat polar titik yang melakukan gerak melingkar : r = (R, ) Kecepatan sudut rata-rata adalah perubahan posisi sudut dalam selang waktu tertentu.
R

=

/ t =d /dt
0+

Kecepatan sudut sesaat : Fungsi posisi sudut : =

´

.t

Percepatan sudut rata-rata adalah perubahan kecepatan sudut dalam selang waktu tertentu. R = / t Percepatan sudut sesaat : Fungsi kecepatan sudut : = d /dt =
0

+

´

. dt

D. Uji Kompetensi 3
1. Sebuah roda berpuar dengan posisi sudut percepatan sudut roda saat t = 4 s ! = (-t3 + 12t2 + 3) rad. Tentukan besarnya

2. Suatu benda yang awalnya diam dipercepat dalam suatu lintasan melingkar dengan jari-jari 3 m menurut persamaan = 12t3 ± 18t + 20 rad/s2. Jika pada mulanya posisi sudut benda sama dengan nol. 3. Kecepatan sudut partikel yang bergerak melingkar adalah percepatan sudut rata-rata dari detik ke-1 s/d 3 ! = 4 ± 2t + t2 (rad/s2). Tentukan

E. Kunci Jawaban Uji Kompetensi 3 1. Diket : = (-t3 + 12t2 + 3) rad Dit : w = «. ? t = 4s 2 Jwb : [ = -3t + 24t w = -6t + 24 = -6.4 + 24 = 0 2. Diket :[ o = 0 R = 3m w = 12t3 ± 18t + 20 rad/s2 o=0 Dit : = «. ? t = 2s Jwb : [ t = [ o + ´ w dt = 0 + ´ 12t3 ± 18 t + 20dt = 3t4 ± 9t2 + 20t t = o + ´ [ dt = 0 + ´ 3t4 ± 9t2 + 20t dt 3 = t5 - 3t3 + 10t2 / 2 5 3.32 - 24 + 40 = 5 = 19,2 ± 24 + 40

= 35,2 rad 3. Diket : [ = 4 ± 2t + t2 rad /s Dit w r = «.? t1 = 1, t2 = 3s [  [1 Jwb : w r = 2 t 2  t1 [1=4±2+1=3 [ 2 = 4 ± 6 +9 = 9 73 4 ! =2 rad / s2 wr = 3 1 2

V. EVALUASI

Berilah tanda silang pada huruf a,b,c,d,dan e yang dianggap benar!
1. Suatu vector posisi dinyatakan dalam a. 7 satuan d. 25 satuan b. 13 satuan e. 31 satuan c. 24 satuan

r = 5i + 12j. Panjang vektor satuan tersebut adalah«..

2. Kecepatan partikel yang bergerak lurus dinyatakan sebagai vt = 4t2 +2t -7 (m/s).Percepatan
partikel tersebut saat detik ketiga adalah«. a. 26 m/s2 d. 8 m/s2 b. 24 m/s2 e. nol c. 10 m/s2

3. Kecepatan suatu benda yang bergerak sepanjang sumbu x dinyatakan sebagai vt = t3+3t2-2
(m/s). Jika saat t1 = 2 s, x1 = 18 m, maka saat t2 = 4 s nilai x2 adalah«.. a. 150 m d. 100 m b. 130 m e. 38 m c. 120 m

4. Perpaduan gerak lurus beraturan dengan gerak lurus berubah beraturan akan diperoleh gerak
benda berupa«.. a. Gerak lurus d. GLBB b. Parabola e. GLB c. Gerak Melingkar

5. Dalam permainan sepak bola, supaya bola yang ditendang oleh seorang pemain mencapai
jarak sejauh-jauhnya, maka pemain tersebut harus menendang bola dengan sudut elevasi«.. a. 1500 d. 600 0 b. 30 e. 900 c. 450

6. Jika peluru ditembakkan dengan sudut
maksimumnya, maka nilai tan a. 1/4 d. 4/3 b. 1/2 e. 2 c. 3/4
2 3

. Jarak tembaknya sama dengan 3 kali tinggi

adalah«..

7. Posisi sudut suatu partikel pada tepi sebuah roda yang sedang berputar dinyatakan oleh

= 4t3t +t dengan dalam rad dan t dalam s. Kecepatan sudut rata-rata partikel antara t1 = 0 sampai dengan t2 = 2 s adalah«.. a. 5,0 rad/sd. 2,0 rad/s b. 4,0 rad/se. 1,0 rad/s c. 3,0 rad/s
t t

8. Suatu titik zat berotasi dengan persamaan posisi sudut

= t3 + 4t2 +2t -8 rad. Jari-jari lingkarannya R = 2 m, setelah berotasi selama t = 2 s besar kecepatan linernya (vt) adalah«.. a. 20 m/s d. 50 m/s b. 30 m/s e. 60 m/s c. 40 m/s
t

9. Sebuah roda berputar dengan posisi sudut
roda pada saat t = 4 s adalah«.. a. nol d. 9 rad/s2 2 b. 3 rad/s e. 18 rad/s2 2 c. 4 rad/s

= (-t3 + 12t2 + 3) rad. Besarnya percepatan sudut

VI. PENUTUP Sampai disini berarti Anda telah selesai mempelajari modul ini,kami ucapkan selamat kepada Anda dan bertemu kembali modul berikutnya.

DAFTAR PUSTAKA Kamajaya.2007.Cerdas Belajar Fisika Untuk SMA/MA kelas XI,Bandung:Grafindo Media Pratama. Widodo Tri.2007. Fisika Untuk SMA/MA kelas XI,Surakarta: Mefi Caraka.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->