P. 1
Makalah Ekonomi Di Zaman Nabi Dan Permasalahan Ekonomi Indonesia

Makalah Ekonomi Di Zaman Nabi Dan Permasalahan Ekonomi Indonesia

5.0

|Views: 3,677|Likes:
Published by sandi709

More info:

Published by: sandi709 on Mar 17, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/29/2015

pdf

text

original

1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Teori tentang ekonomi memang sudah banyak dikemukakan oleh para
ekonom terkemuka di dunia baik dari muslim maupun non muslim. Akan
tetapi dalam prakteknya, mengelola perekonomian suatu negara (misalnya:
Indonesia) bukanlah hal yang mudah. Rasullah SAW telah mencontohkan
bagaimana cara mengelola perekonomian yang bermanfaat bagi semuanya
sehingga mendapatkan kesejahteraan. Inilah yang melatarbelakangi kami
untuk menyusun sebuah makalah yang diberi judul “ Ekonomi Rasulullah dan
Permasalahan Ekonomi Indonesia”.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang kami kemukakan yaitu:
a. Apa pengertian dan jenis-jenis dari Kegiatan Ekonomi, teori ekonomi
klasik dan teori Keynes?
b. Bagaimana kegiatan perekonomian pada zaman Rasulullah?
c. Apa saja permasalahan dalam perekonomian di Indonesia?
1.3 Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan penyusunan makalah ini adalah:
a. Untuk mengetahui pengertian dan jenis -jenis kegiatan ekonomi,
pandangan ekonomi klasik dan teori Keynes;
b. mengetahui kegiatan perekonomian pada zaman Rasulullah; dan
c. mengetahui permasalahan-permasalahan perekonomian di Indonesia?
1
2
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Definisi Kegiatan Ekonomi
Kegiatan ekonomi / tindakan ekonomi adalah setiap usaha manusia
yang dilandasi oleh pilihan yang paling baik dan paling menguntungkan.
misalnya: Ibu memasak dengan kayu bakar karena harga minyak tanah
sangat mahal. Tindakan ekonomi terdiri atas dua aspek, yaitu :
1. Tindakan ekonomi rasional, setiap usaha manusia yang dilandasi oleh
pilihan yang paling mengunt ungkan dan kenyataannya demikian.
2. Tindakan ekonomi irrasional, setiap usaha manusia yang dilandasi
oleh pilihan yang paling menguntungkan namun kenyataannya tidak
demikian.
2.2 Macam-macam Kegiatan Ekonomi
Kegiatan ekonomi dibagi menjadi tiga macam, yakni produksi,
distribusi dan konsumsi.
2.2.1 Produksi
2.2.1.1 Pengertian Produksi
Dalam pengertian sederhana, produksi berarti menghasilkan
barang / jasa. Menurut ilmu ekonomi, pengertian produksi adalah
kegiatan menghasilkan barang maupun jasa atau kegiatan
menambah nilai kegunaan / manfaat suatu barang. Contoh
kegiatan produksi adalah seperti membuat tas, baju, untuk dijual
atau menawarkan jasa tukang cukur rambut, salon, rental
komputer dan sebagainya.
2.2.1.2 Tujuan Produksi
Dari pengertian tersebut kegiatan produksi mempunyai
tujuan yang meliputi:
a. Menghasilkan barang atau jasa;
b. meningkatkan nilai guna barang atau jasa;
c. meningkatkan kemakmuran masyarakat;
2
3
d. meningkatkan keuntungan;
e. memperluas lapangan usaha;
f. menjaga kesinambungan usaha perusahaan.
2.2.1.3 Faktor-faktor Produksi
Kegiatan produksi tentunya memerlukan unsur -unsur yang
dapat digunakan dalam proses produksi yang disebut faktor
produksi. Faktor produksi yang bisa digunakan dalam proses
produksi terdiri atas sumberdaya alam, tenaga kerja mansuia,
modal dan kewirausahaan.
2.2.1.3.1 Sumber Daya Alam
Sumberdaya alam adalah segala sesuatu yang
disediakan oleh alam yang dapat dimanfaatkan manusia
untuk memenuhi kebutuhannya. Sumber daya alam di sini
meliputi segala sesuatu yang ada di dalam bumi, sepert i:
 Tanah, tumbuhan, hewan.
 Udara, sinar matahari, hujan.
 Bahan tambang, dan lain sebagainya.
Faktor produksi sumberdaya alam merupakan faktor
produksi asli karena telah tersedia di alam langsung.
2.2.1.3.2 Sumber Daya Manusia (Tenaga Kerja Manusia)
Tenaga kerja manusia adalah segala kegiatan manusia
baik jasmani maupun rohani yang dicurahkan dalam proses
produksi untuk menghasilkan barang dan jasa maupun
faedah suatu barang.
Tenaga kerja manusia dapat diklasifikasikan menurut
tingkatannya (kualitasnya) yang terbagi atas:
a. Tenaga kerja terdidik (skilled labour), adalah tenaga kerja
yang memperoleh pendidikan baik formal maupun non
formal. Contoh: guru, dokter, pengacara, akuntan,
psikolog, peneliti.
b. Tenaga kerja terlatih (trained labour), adalah tenaga kerja
yang memperoleh keahlian berdasarkan latihan dan
4
pengalaman. Contoh: montir, tukang kayu, tukang ukir,
sopir, teknisi.
c. Tenaga kerja tak terdidik dan tak terlatih (unskilled and
untrained labour), adalah tenaga kerja yang
mengandalkan kekuatan jasmani daripa da rohani.
Contoh: tenaga kuli pikul, tukang sapu, pemulung, buruh
tani.
2.2.1.3.3 Sumber Daya Modal
Modal menurut pengertian ekonomi adalah barang atau
hasil produksi yang digunakan untuk menghasilkan produk
lebih lanjut. Misalkan orang membuat jala untuk mencari
ikan. Dalam hal ini jala merupakan barang modal, karena jala
merupakan hasil produksi yang digunakan untuk
menghasilkan produk lain (ikan). Di dalam proses produksi,
modal dapat berupa peralatan-peralatan dan bahan-bahan.
Modal dapat dibedakan menurut:
1) Kegunaan dalam proses produksi
a) Modal tetap adalah barang-barang modal yang dapat
digunakan berkali -kali dalam proses produksi.
Contoh: gedung, mesin-mesin pabrik.
b) Modal lancar adalah modal yang barang -barang
modal yang habis sekali pakai dalam proses produksi
Contoh: bahan baku
2) Bentuk modal
a) Modal konkret (nyata) adalah modal yang dapat dilihat
secara nyata dalam proses produksi.
Contoh: mesin, bahan baku, gedung pabrik.
b) Modal abstrak (tidak nyata) adalah modal yang tidak
dapat dilihat tetapi mempunyai nilai dalam
perusahaan.
Contoh: nama baik perusahaan dan merek produk.
5
2.2.1.3.4 Sumber Daya Pengusaha
Sumberdaya ini disebut juga kewirausahaan. Pengusaha
berperan mengatur dan mengkombinasikan faktor -faktor
produksi dalam rangka meningkatkan kegunaan b arang atau
jasa secara efektif dan efisien.
Pengusaha berkaitan dengan managemen. Sebagai
pemicu proses produksi, pengusaha perlu memiliki
kemampuan yang dapat diandalkan. Untuk mengatur
danmengkombinasikan faktor -faktor produksi, pengusaha
harus mempunyai kemampuan merencanakan,
mengorganisasikan, mengarahkan dan mengendalikan
usaha.
2.2.1.4 Tahap Produksi
Bidang produksi terbagi atas bidang agraris, ekstraktif,
industri, perdagangan dan jasa. Bidang produksi tersebut jika
diklasifikasikan menurut tahap pr oduksi dibagi atas tahapan
produksi primer, sekunder dan tertier. Ada pun pengklasifikasian
bidang produksi berdasarkan tahapan produksi sebagai berikut:
1) Tahapan produksi primer, yang menghasilkan kegunaan dasar
meliputi bidang produksi ekstraktif dan agra ris.
2) Tahapan produksi sekunder, yang menghasilkan kegunaan
bentuk meliputi bidang produksi industri dan kerajinan.
3) Tahapan produksi tertier, yang menghasilkan berbagai
kegunaan (utility) meliputi bidang perdagangan dan jasa.
2.2.1.5 Fungsi Produksi
Di dalam proses produksi, faktor produksi mempunyai
hubungan yang sangat erat dengan produk yang dihasilkan.
Produk sebagai output (keluaran) dari proses produksi sangat
tergantung dari faktor produksi sebagai input (masukan) dalam
proses produksi tersebut. Hubungan antara faktor produksi dan
produk dalam proses produksi itu dapat digambarkan sebagai
berikut:
6
Bagan di atas menunjukkan bahwa suatu produk tergantung
dari proses produksi yang dilaksanakan.
Sedangkan proses produksi tergantung pula dari faktor
produksi yang masuk ke dalamnya.Hal ini berarti nilai produk yang
dihasilkan tersebut tergantung dari nilai faktor produksi yang
dikorbankan dalam proses produksinya. Keterkaitan antara nilai
produk (output) dengan nilai faktor produksi (input) dalam pros es
produksi itu disebut fungsi produksi.
2.2.2 Distribusi
2.2.2.1 Pengertian Distribusi
Distribusi adalah kegiatan menyalurkan atau menyebarkan
produk barang atau jasa dari produsen kepada konsumen
pemakai. Perusahaan atau perseorangan yang menyalurkan
barang disebut distributor. Contoh distribusi seperti penyalur
sembako, penyalur barang elektronik, penyalur pembantu, biro
iklan, dan lain-lain.
2.2.2.2 Fungsi Distribusi
2.2.2.2.1 Fungsi Distribusi Pokok
Yang dimaksud dengan fungsi pokok adalah tugas -tugas
yang mau tidak mau harus dilaksanakan. Dalam hal ini fungsi
pokok distribusi meliputi:
1) Pengangkutan (Transportasi)
2) Penjualan
3) Pembelian
4) Penyimpanan
5) Pembakuan standar kualitas barang
6) Penanggung resiko
INPUT
PRODUKSI
PROSES
PRODUKSI
OUTPUT
PRODUKSI
7
2.2.2.2.2 Fungsi Tambahan
Distribusi mempunyai fungsi tambahan yang hanya
diberlakukan pada distribusi barang-barang tertentu. Fungsi
tambahan tersebut di antaranya adalah sebagai berikut:
1) Menyeleksi
2) Mengepak / mengemas
3) Memberi informasi
2.2.2.3 Sistem Distribusi
Pengertian sistem distribusi adalah pengaturan penyaluran
barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Sistem distribusi
dapat dibedakan menjadi:
a. Sistem distribusi jalan pendek atau langsung adalah sistem
distribusi yang tidak menggunakan saluran distribusi. Contoh
distribusi sistem ini adalah penyalura n hasil pertanian oleh
petani ke pasar langsung.
b. sistem distribusi jalan panjang atau tidak langsung adalah
sistem distribusi yang menggunakan saluran distribusi dalam
kegiatan distribusinya biasanya melalui agen. Contoh: motor,
mobil, TV.
2.2.2.4 Saluran Distribusi
Pengertian dari saluran distribusi atau perantara distribusi
adalah sebagai orang atau lembaga yang kegiatannya
menyalurkan barang dari produsen sampai ke tangan konsumen
dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan.
Saluran distribusi dapat dibedakan menjadi dua yakni:
a. Pedagang
Pengertian pedagang adalah seseorang atau lembaga yang
membeli dan menjual barang kembali tanpa merubah bentuk dan
tanggungjawab sendiri dengan tujuan untuk mendapatkan
keuntungan.
8
Pedagang dibedakan menjadi:
1) Pedagang besar (Grosir atau Wholesaler) adalah
pedagang yang membeli barang dan menjualnya kembali
kepada pedagang yang lain. Pedagang besar selalu
membeli dan menjual barang dalam partai besar.
2) Pedagang eceran (Retailer) adalah pedagang yang
membeli barang dan menjual nya kembali langsung
kepada konsumen. Untuk membeli biasa partai besar,
tetapi menjualnya biasanya dalam partai kecil atau per -
satuan.
b. Perantara Khusus
Sama halnya dengan pedagang, kegiatan perantara khusus
juga menyalurkan barang dari produsen sampai ke t angan
konsumen. Bedanya perantara khusus tidak bertanggungjawab
penuh atas barang yang tidak laku terjual. Perantara khusus
meliputi:
1) Agen (Dealer) adalah perantara pemasaran atas nama
perusahaan. Menjualkan barang hasil produksi perusahaan
tersebut di suatu daerah tertentu. Balas jasa yang diterima
berupa pengurangan harga dan komisi.
2) Broker (Makelar) adalah perantara pemasaran yang
kegiatannya mempertemukan penjual dan pembeli untuk
melaksanakan kontrak atau transaksi jual beli. Balas jasa yang
diterima disebut kurtasi atau provisi.
3) Komisioner adalah perantara pembelian dan penjualan atas
nama dirinya sendiri dan bertanggungjawab atas dirinya
sendiri. Balas jasa yang diterima disebut komisi.
4) Eksportir adalah pedagang yang melakukan aktivitasnya
dengan menyalurkan barang ke luar negeri.
5) Importir adalah pedagang yang melakukan aktivitasnya dengan
menyalurkanbarang dari luar negeri ke dalam negeri.
9
2.2.2.5 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kegiatan Distribusi
2.2.2.5.1 Faktor Pasar
Dalam lingkup faktor ini, sal uran distribusi dipengaruhi
oleh pola pembelian konsumen, yaitu jumlah konsumen, letak
geografis konsumen, jumlah pesanan dan kebiasaan dalam
pembelian.
2.2.2.5.2 Faktor Barang
Pertimbangan dari segi barang bersangkut -paut dengan
nilai unit, besar dan berat barang, mudah rusaknya barang,
standar barang dan pengemasan.
2.2.2.5.3 Faktor Perusahaan
Pertimbangan yang diperlukan di sini adalah sumber
dana, pengalaman dan kemampuan manajemen serta
pengawasan dan pelayanan yang diberikan.
2.2.2.5.4 Faktor Kebiasaan dalam Pembelian
Pertimbangan yang diperlukan dalam kebiasaan
pembelian adalah kegunaan perantara, sikap perantara
terhadap kebijaksanaan produsen, volume penjualan dan
ongkos penyaluran barang.
2.2.3 Konsumsi
2.2.3.1 Pengertian dan Tujuan Konsumsi
Konsumsi adalah suatu aktifitas memakai atau menggunakan
suatu prosuk barang atau jasa yang dihasilkan oleh para produsen.
Perusahaan atau perseorangan yang melakukan kegiatan konsumsi
disebut konsumen. Contoh konsumsi dalam kehidupan kita sehari -
hari seperti membeli jamu tolak angin di toko jamu, pergi ke dokter
hewan ketika iguana kita sakit keras dan sebagainya.
Ada empat tujuan konsumsi yaitu:
1. Mengurangi nilai guna barang atau jasa secara bertahap;
2. menghabiskan nilai guna barang sekaligus;
3. memuaskan kebutuhan secara fisik;
10
4. memuaskan kebutuhan rohani.
2.2.3.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Konsumsi
Besarnya konsumsi seseorang akan dipengaruhi oleh faktor -
faktor sebagai berikut:
1. kemampuan masyarakat dalam menyediakan barang-barang
konsumsi.
2. besarnya penghasilan, khususnya yang tersedia untuk
dibelanjakan, dan
3. tingkat harga barang-barang.
2.3 Teori Ekonomi Klasik dan Teori Keynes
2.3.1 Ekonomi Klasik
Pemikiran kaum klasik telah membawa perubahan besar dalam
bidang ekonomi. Salah satu hasil pemikiran k aum klasik telah
mempelopori pemikiran sistem perekonomian liberal. Dalam pemikiran
kaum klasik bahwa perekonomian secara makro akan tumbuh dan
berkembang apabila perekonomian diserahkan kepada pasar. Peran
pemerintah terbatas kepada masalah penegakan huku m, menjaga
keamanan dan pembangunan infrastruktur.
2.3.2 JM Keynes
John Maynard Keynes yang lahir di Cambridge, Inggris pada tahun
1883 dan merupakan putra seorang ekonom di Cambridge University.
Keynes juga seorang anak didik ekonom kenamaan Alfred Marsha ll di
universitas tersebut dan kemudian menjadi pengajar di almamaternya itu.
Keynes pernah diangkat sebagai Royal Commission on Indian
Currency & Finance dan berhasil menunjukkan kemampuannya dalam
mengaplikasikan teori ekonomi ke dalam praktek. Hal ini m embuat
pemikiran-pemikiran Keynes mulai dikenal dan diperhitungkan.
2.3.3 Kekeliruan Teori Keynes terhadap Teori Ekonomi Klasik
Keynes menelurkan sebuah teori yang keliru tentang kesempatan
kerja. Berlawanan dengan pandangan klasik, ia mengklaim bahwa
pengangguran nonsukarela dapat terjadi di pasar bebas dan, lebih jauh,
11
bahwa pasar dapat mencapai ekuilibrium yang stabil dengan
pengangguran nonsukarela yang persisten. Akhirnya, dengan mengklaim
bahwa kegagalan pasar semacam itu dimungkinkan terjadi, ia meng aku
telah berhasil menguak rational ekonomis yang ultimat sehingga
kekuatan-kekuatan ekstra-pasar dapat menginterferensi operasi pasar.
Karena pasar bebas didefinisikan berdasarkan hak milik pribadi sebagai
hasil kebun atau produksi serta sifat sukarela se mua interaksi yang terjadi
antarpemilik hak pribadi, maka apa yang diklaimnya akan ditunjukkan
secara kasarnya dapat disamakan dengan upaya membuat ”sebuah
lingkaran bersegi empat.”
Keynes memulai dengan menyatakan secara keliru bahwa teori
klasik mengasumsikan bahwa "dalam pengertian yang ketat,
pengangguran nonsukarela tidaklah ada" (Keynes 1936: 21, 6,15). Teori
klasik tidak berasumsi demikian. Teori klasik mengasumsikan bahwa
secara logis/praksiologis, pengangguran nonsukarela tidak mungkin
terjadi selama pasar beroperasi secara bebas. Bahwa pengangguran
nonsukarela, dalam segala tingkatannya, dapat terjadi jika terdapat
institusi-institusi ekstra-pasar, seperti misalnya peraturan tentang upah
minimun, tidaklah pernah diragukan secara serius.
Setelah gagal menjelaskan kesempatan kerja dan pengangguran,
Keynes dalam diskusinya tentang uang kemudian mencampakkan
pertimbangan ekonomi dengan meneruskan klaimnya: bahwa uang dan
perubahan moneter (dapat) memiliki efek sistematik dan bahkan positif
terhadap kesempatan kerja, penghasilan, dan bunga. Mengingat kata
“uang” muncul dalam judul bukunya, Teori Umum Mengenai Kesempatan
Kerja, Bunga dan Uang, sedikit mengherankan, memang, jika teori positif
Keynes tentang uang ternyata sangat singkat dan tidak
dikembangkannya. Menulis secara singkat adalah suatu kebajikan.
Dalam kasus Keynes, hal ini memberi peluang untuk memperlihatkan
dengan agak mudah di mana letak kesalahan dasarnya. Bagi Keynes,
"pentingnya uang pada hakikatnya mengalir dari fungsinya sebagai
penghubung antara masa kini dan masa depan " (Keynes 1936: 293).
12
"Uang dalam atribut -atribut terpentingnya merupakan, di atas segalanya,
perangkat halus yang menghubungkan masa kini dan masa depan "
(ibid.: 294).
Bahwa pernyataan tersebut merupakan kesalahan dapat dilihat dari
kenyataan bahwa di dalam ekuilibrium tidak ada lagi uang; namun, dalam
kondisi ekuilibrium tetap ada masa kini dan masa depan, dan keduanya
masih tetap berhubungan. Alih-alih berfungsi sebagai penghubung ke
masa depan, uang berfungsi sebagai medium pertukaran; peran yang
secara tak terhindarkan bertautan dengan ketidakpastian masa depan.
Tindakan manusia, yang selalu dimulai di masa kini dan ditujukan pada
tujuan di masa depan, yang berjarak dari awal tindakan tersebut,
merupakan penghubung sesungguhnya antara masa kini dan masa
depan.
Dalam diskusinya mengenai fenomena bunga, Keynes sepenuhnya
menanggalkan pemikian rasional dan akal sehat. Menurut Keynes,
karena uang berdampak secara sistematik terhadap kesempatan kerja,
penghasilan dan bunga, maka bunga itu sendiri —secara konsisten—
harus dilihat sebagai fenomena moneter murni (Keynes 1936: 173).
Kiranya kekeliruan berpikir dalam pandangan ini tidak perlu dijelaskan
lagi.
Cukuplah dikatakan di sini sekali lagi bahwa uang akan lenyap
dalam ekuilibrium, tetapi tidak demikian dengan bunga, yang menyiratkan
bahwa bunga harus dipertimbangkan sebagai fenomena riil, bukan
fenomena moneter.
Keynes bukan sahabat kapitalisme ataupun para kapitalis, dan hal
ini jelas terlihat dalam kutipan-kutipan di atas. Dengan menganjurkan
"sosialisasi investasi" sebenarnya ia secara terbuka telah menyebut
dirinya sosialis.” Bagi Keynes, kapitalisme berarti krisis.
13
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Kegiatan Perekonomian di Zaman Rasulullah
3.1.1 Masa Awal Pemerintahan Rasululla h
Agama Islam merupakan “induk” daripada hukum Islam muncul di
semenanjung Arab, disatu daerah yang tandus yang dikelilingi oleh laut
pada ketiga sisinya dan lautan pasir pada sisi keempatnya. Daerah ini
daerah yang sangat panas, ditengah-tengah gurun pasir yang amat luas,
yang mempengaruhi cara hidup dan berpikir orang -orang Badui, yang
tinggal di tempat itu dimana mereka terdiri daripada klen-klen yang
disusun berdasarkan garis patrilineal yang saling bertentangan. Dan
dalam tiap klen dipimpin ol eh seorang yang diberi gelar sayyid/syekh
yang dipilih berdasarkan kelahiran, keberanian atau kearifannya. Kalau
terjadi perselisihan antara anggota -anggota klen melalui anak laki -laki
inilah garis akan meneruskan keturunan dan membawa nama bai k
keluarganya dan hidup keagamaannya yaitu menyembah dewa -dewa
yang dipuja oleh masing-masing klennya.
Hingga lahirlah Muhammad yang lahir pada bulan Rabiul Awal
tahun Gajah yang bersamaan dengan tanggal 20 April 571 Masehi.
Setelah Muhammad besar pada usia 25 tahun, beliau menikah dengan
seorang janda kaya bernama Khadijah yang umurnya lima belas tahun
lebih tua dari beliau dan masih mempunyai hubungan kekerabatan.
Khadijah tertarik pada Muhammad karena sifatnya yang mulia, jujur dan
dapat dipercaya.Hingga perkawinan ini memberi kelapangan materi
baginya, karena itu dalam waktu-waktu senggang beliau juga beraktifitas
di perdagangan dimana Khadijah yang memberi modal dan Muhammad
yang menjualnya. Disinilah dimulainya sejarah akuntansi terjadi sebelum
Nabi Muhammad pindah ke Madinah.
Sebelum Islam datang situasi Yatsrib sangat tidak menentu karena
tidak mempunyai pemimpin yang beradulat secara penuh. Hukum dan
pemerintahan di kota ini tidak pernah berdiri dengan tegak dan
13
14
masyarakat senantiasa hidup dalam ketidakpastian. Untuk itu, beberapa
kelompok penduduk kota Yatsrib berinisiatif menemui Nabi Muhammad
SAW yang terkenal dengan sifal al-amin untuk memintanya agar menjadi
pemimpin mereka dan mereka akan selalu menjaga Nabi dan
mengikutinya.
Nabi Muhammad hijrah dari kota Makkah ke kota Yatsrib sesuai
dengan perjanjian di kota yang subur itu, Rasulullah SAW mendapatkan
sambutan dengan hangat serta diangkat sebagai pemimpin penduduk
kota Yatsrib berubah nama menjadi kota Madinah. Madinah merupakan
negara baru berbentuk yang tidak memiliki harta warisan sedikitpun.
Oleh karena itu Rasulullah harus memikirkan jalan untuk mengubah
keadaan secara perlahan-lahan dengan mengatasi berbagai masalah
utama tergantung pada faktor keuangan. Dalam hal ini strategi yang
dilakukan oleh Rasulullah melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Membangun Masjid
Setibanya di kota Madinah, tugas pertama yang dilakukan
oleh Rasulullah SAW adalah mendirikan masjid yang merupakan asas
utama dan terpenting dalam pembentukan masyarakat muslim.
Rasulullah menyadari bahwa komitmen terhadap sistem akidah dan
tatanan Islam baru akan tumbuh dan berkembang dari kehidupan sosial
yang dijiwai oleh semangat yang lahir dari aktivitas masjid.
2. Merehabilitas Kaum Muslim
Setelah itu Rasulullah memperbaiki tingkat kehidupan sosial dan
ekonomi kaum Muhajirin. Kaum muslimin melakukan Hijrah pada masa
ini berjumlah sekitar 150 keluarga baik yang sudah tiba di Madinah
maupun yang masih dalam perjalanan dan berada dalam kondisi
yang memprihatinkan karena hanya membawa sedikit perbekalan di
kota Madinah. Sumber mata pencaharian berasal dari pertanian dan
pemerintah belum mempunyai kemampuan untuk memberikan bantuan
keuangan kepada mereka.
3. Membangun Konstitusi Negara
Menyusun konstitusi negara yang menyatakan tentang kedaul atan
15
Madinah sebagai sebuah negara. Dalam konstitusi negara Madinah ini
pemerintah menegaskan tentang hak, kewajiban dan tanggung jawab
setiap warga negara baik muslim maupun non-muslim, serta
pertahanan dan keamanan negara.
4. Meletakkan Dasar-Dasar Sistem Keuangan Negara
Setelah melakukan bebagai upaya stabilitas dibidang sosial,
politik serta pertahanan dan keamanan negara. Rasulullah meletakkan
dasar-dasar sistem keuangan negara sesuai dengan ketentuan-
ketentuan Al-Qur’an, seluruh paradigma berpikir di bidang ekonomi
serta aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari yang tidak sesuai
dengan ajaran Islam dihapus dan digantikan dengan paradigma baru
yang sesuai dengan nilai-nilai Qur’ani yakni persaudaraan, persamaan,
kebebasan dan keadilan.
Pemikiran ekonomi Islam diawali sejak Muhammad SAW dipilih
seorang Rasul dimana Rasulullah SAW mengeluarkan sejumlah
kebijakan yang menyangkut berbagai hal yang berkaitan dengan
masalah:
a. Kemasyarakatan
b. Hukum fiqh
c. Politik (siyasah)
d. Ekonomi (muamalah) jumlahnya 228± 3% dari ayat Al-Qur’an
3.1.2 Sistem Ekonomi
Rasulullah SAW selalu memperhatikan masalah -masalah ekonomi
yang merupakan penyangga keimanan yang harus diperha tikan.
Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah SAW bersabda
“Kemiskinan membawa orang pada kekafiran”.
Sistem ekonomi yang diterapkan Rasulullah berakar pada prinsip -
prinsip Qur’ani yaitu menurut Al -Qur’an dan Hadits yang merupakan
sumber utama ajaran Islam sebagai sebagai aturan dan petunjuk bagi
umat Islam dalam menjalani berbagai kehidupannya.
16
3.1.3 Sistem Keuangan dan Pajak
Sebelum Nabi Muhammad SAW diangkat sebagai Rasul dalam
masyarakat jahiliyah sudah terdapat lembaga politik semacam DPR untuk
ukuran masa itu disebut DARUN NADRIAH. Di dalamnya para tokoh
Mekkah berkumpul dan musyawarah untuk menentukan keputusan etika
dilantik sebagai Rasul mengadakan semacam lembaga tandingan yaitu
DARUL ARQAM. Untuk selanjutnya pendirian (lembaga) di lanjutkan
dengan penerbitan Rasul demikian dengan penentuan harga dan mata
uang.
Pada tahun-tahun awal sejak dideklarasikan sebagai sebuah
negara, Madinah hampir tidak memiliki sumber pemasukan atau pun
pengeluaran negara. Seluruh tugas negara dilakukan de ngan bergotong
royong dan sukarela. Tidak hanya masa sekarang saja adanya sumber
anggaran misalnya:
 Pajak
 Zakat
 Kharaj
3.1.4 Sumber Pendapatan dan Pengeluaran Negara
3.1.4.1 Sumber-sumber Pendapatan
Sumber pendapatan pada zaman Rasulullah waktu adalah
sebagai berikut:
a. Uang tebusan untuk para tawanan perang;
b. pinjaman-pinjaman (setelah penaklukan kota Mekkah) untuk
pembayaran uang pembebasan kaum muslimin dari
Judhayma/sebelum pertemuan Hawzin 30.000 dirham (20.000
dirham menurut Bukhari) dari Abdullah bin Rabia dan pinjaman
beberapa pakaian dan hewan-hewan tunggangan dari Sufyan
bin Umaiyah (sampai waktu itu tidak ada perubahan);
c. khums atas rikaz harta karun temuan pada periode sebelum
Islam;
17
d. amwal fadilah yaitu harta yang berasal dari harta benda kaum
muslimin yang meninggal tanpa ahli waris atau berasal dari
barang-barang seorang muslim yang meninggalkan negerinya;
e. wakaf yaitu harta benda yang didedikasikan oleh seorang
muslim untuk kepentingan agama Allah;
f. nawaib yaitu pajak khusus yang dibebankan kepada kaum
muslimin;
g. zakat fitrah;
h. bentuk lain sedekah seperti hewan qurban dan kifarat. Kifarat
adalah denda atas kesalahan yang dilakukan oleh seorang
muslim pada saat melakukan kegiatan ibadah;
i. ushr;
j. jizyah yaitu pajak yang dibebankan kepada orang-orang non
muslim;
k. kharaj yaitu pajak tanah yang dipungut dari kaum non muslim
ketika wilayah khabair ditakhlukkan;
l. ghanimah;
m. fa’i;
3.1.4.2 Sumber-sumber Pengeluaran
Adapun sumber-sumber pengeluaran pada zaman Rasulullah
sebagai berikut:
a. Biaya pertahanan seperti persenjataan, unta dan persediaan;
b. penyaluran zakat dan ushr kepada yang berhak menerimanya
menurut ketentuan Al-Qur’an termasuk para pemungut zakat;
c. pembayaran gaji untuk wali, qadi, guru, imam, muadzin dan
pejabat negara lainnya;
d. pembayaran upah para sukarel awan;
e. pembayaran utang negara;
f. bantuan untuk musafir;
g. bantuan untuk orang yang belajar agama di Madinah;
h. hiburan untuk para delegasi keagamaan;
18
i. hiburan untuk para utusan suku dan negara serta perjalanan
mereka;
j. hadiah untuk pemerintah negara lain;
k. pembayaran untuk pembebasan kaum muslimin yang menjadi
budak;
l. pembayaran denda atas mereka yang terbunuh secara tidak
sengaja oleh pasukan kaum muslimin;
m. pembayaran utang orang yang meninggal dalam keadaan
miskin;
n. pembayaran tunjangan untuk orang miskin;
o. tunjangan untuk sanak saudara Rasulullah;
p. pengeluaran rumah tangga Rasulullah SAW (hanya sejumlah
kecil, 80 butir kurma dan 80 butir gandum untuk setiap istrinya);
q. persediaan darurat.
3.1.5 Baitul Mal
Yaitu merupakan lembaga khusus yang mengenai harta yang
diterima negara dan mengalokasikan bagi kaum muslimin yang berhak
menerimanya.
Pertama kali didirikan Baitul Mal sebagai lembaga setelah turunnya
ayat (firman) Allah SWT seusai perang Badar, yaitu surat Al- Anfal ayat 1:
±..l:¨.· s _!i.N¦ _· `_!i.N¦ ´< _..¯,l¦´. ¦.1.!· ´<¦ ¦.>l.¦´. .¦:
¯.÷... ¦.`-.L¦´. ´<¦ .`..´¸´. _| .:.´ _...¡¯.
Artinya:
Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan
perang. Katakanlah: "Harta rampasan perang kepuny aan Allah dan
Rasul, oleh sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah
perhubungan di antara sesamamu; dan taatlah kepada Allah dan rasul -
Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman." (Q.S Al-Anfal : 1)
Pencatatan seluruh penerimaan negara pada masa Rasulullah
SAW tidak ada, karena beberapa alasan .
a. Jumlah orang Islam yang bisa membaca sedikit dan jumlah orang
yang dapat menulis, apalagi yang mengenal aritmatika
sederhana;
19
b. sebagian besar bukti pembayaran dibuat dalam bentuk yang
sederhana baik yang didistribusikan maupun yang diterima;
c. sebagian besar dari zakat hanya didistribusikan secara lokal;
d. bukti-bukti penerimaan dari berbagai daerah yang berbeda tidak
umum digunakan;
e. pada kebanyakan kasus, ghanimah digunakan dan didistribusikan
setelah terjadi peperangan tertentu;
3.2 Beberapa Permasalahan Perekonomian di Indonesia
Perbedaan yang sangat jauh jelas terlihat antara perekonomian di
zaman Rasulullah dengan perekonomian di Indonesia saat ini.
Beberapa permasalahan ekonomi Indonesia yan g masih muncul saat
ini dijadikan fokus program ekonomi 2008 -2009 yang tertuang dalam Inpres
Nomor 5 tahun 2008 yang memuat berbagai kebijakan ekonomi yang
menjadi target pemerintah yang dapat dikelompokkan ke dalam 8 bidang
yaitu: (i) investasi, (ii) ekonomi makro dan keuangan, (iii) ketahanan energi,
(iv) sumber daya alam, lingkungan dan pertanian, (v) pemberdayaan usaha
mikro kecil dan menengah (UMKM), (vi) pelaksanaan komitmen masyarakat
ekonomi ASEAN, (vii) infrastruktur, dan (viii) ketenagakerjaan dan
ketransmigrasian.
Analisis singkat atas kondisi ke-delapan bidang yang menjadi paket
kebijakan ekonomi tahun 2008-2009 adalah sebagaimana berikut ini:
1. Iklim investasi.
Realisasi investasi yang telah dikeluarkan oleh BKPM berdasarkan
Izin Usaha Tetap PMDN pada periode 1 Januari s/d 31 Desember 2007
sebanyak 159 proyek dengan nilai realisasi investasi sebesar Rp. 34.878,7
miliar (34,88 triliun Rupiah). Sedangkan realisasi Investasi yang telah
dikeluarkan oleh BKPM berdasarkan Izin Usaha Tetap PMA (FDI) pa da
periode 1 Januari s/d 31 Desember 2007 sebanyak 983 proyek dengan nilai
realisasi investasi sebesar US$. 10.349,6 juta (US$ 10,34 milyar).
Dibandingkan dengan FDI global yang selama 2007 mencapai rekor
sebesar US$ 1.500 milyar dan FDI yang masuk ke Amer ika Serikat sebesar
20
US$ 193 miliar, nilai FDI yang masuk ke Indonesia masih sangat rendah
yaitu 0,66% terhadap FDI dunia dan 5,18% terhadap FDI ke Amerika Serikat.
Walau demikian, masuknya FDI ke Indonesia pada tahun 2007 ini jauh lebih
baik dibandingkan dengan masa puncak pra krisis yaitu tahun 1996 -1997
yang hanya mencapai US$ 2,98 miliar (1996) dan US$ 4,67 miliar (1997).
Menurut hemat penulis realisasi FDI ke Indonesia akan dapat lebih
meningkat kalau dua faktor kunci untuk masuknya FDI dibenahi yaitu k ondisi
infrastruktur, dan masalah birokrasi yang bertele -tele.
2. Kebijakan ekonomi makro dan keuangan
Dari sisi fiskal, pemerintah menerapkan APBN yang cukup baik yaitu
dengan sedikit ekspansif walau masih sangat berhati -hati. Hal ini terlihat dari
defisit RAPBN tahun 2009 sebesar Rp 99,6 triliun atau 1,9 persen dari PDB
(Kompas 15 Agustus 2008), walau defisit APBN masih dapat ditolerir sampai
angka 3% (berdasarkan golden rule) . Pada tahun 2009 anggaran yang
digunakan untuk belanja modal tercatat sebesar Rp 90,7 triliun lebih besar
dari belanja barang sebesar Rp 76,4 triliun (Kompas 15 Agustus 2008). Total
belanja pemerintah pada tahun 2009 meningkat menjadi sebesar Rp1.022,6
triliun yang diharapkan lebih berperan dalam menstimulus ekonomi untuk
mencapai target pertumbuhan di atas 6,5%. Pemerintah juga pada tahun
2009 berencana untuk memberikan empat macam insentif fiskal yaitu (i)
Pembebasan atau pengurangan Pajak Penghasilan (PPh) Badan dalam
jumlah dan waktu tertentu kepada investor yang merupakan indus tri pionir.
(ii) Keringanan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), khususnya untuk bidang
usaha tertentu pada wilayah atau kawasan tertentu. (iii) Pembebasan atau
penangguhan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas impor barang modal atau
mesin serta peralatan untuk keperluan produksi yang belum dapat diproduksi
di dalam negeri selama jangka waktu tertentu. (iv) Pemerintah mengubah
perlakuan PPN atas sebagian barang kena pajak yang bersifat strategis dari
yang semula ”dibebaskan” menjadi tidak dipungut atau ditanggung
pemerintah.
21
Dari sisi moneter, Bank Indonesia dengan instrument BI -rate cukup
berhasil untuk mengendalikan inflasi, khususnya core inflation sejak BI rate
diterapkan pada tahun 2005. Namun inflasi yang disebabkan oleh adanya
kenaikan harga energi dan terganggunya masalah distribusi terutama akibat
naiknya harga gas, premium, solar, dan makanan (volatile food) membuat
tahun 2008 ini tingkat inflasi cukup tinggi yaitu untuk Januari -Agustus 2008
tercatat 9,4 persen, dan inflasi Agustus 2007 -Agustus 2008 mencapai 11,85
persen.
Menghadapi hal ini BI melakukan antisipasi dengan menaikan BI rate
pada bulan-bulan terakhir sampai September 2008, dan saat ini BI rate
sudah mencapai 9,25%. Tingginya BI rate ini memang diharapkan dapat
menekan angka inflasi namun disisi lain akan berpengaruh terhadap sektor
riil karena kenaikan BI rate berakibat terhadap peningkatan tingkat bunga
pinjaman di bank-bank komersial.
3. Ketahanan energi.
Sebagaimana kita ketahui bahwa harga energi dunia terus berfluktuasi
dan sangat sulit unt uk diprediksi. Pada tahun 2008 harga minyak dunia
bahkan sudah mencapai rekor tertinggi sebesar US$ 147 per barel pada 11
Juni lalu. Walau saat ini menurun pada kisaran US$ 106, bahkan hari ini
tanggal 10 September 2008 harga minyak telah turun dibawah US$ 100
(detik.com). Hal ini sangat berbahaya bagi ketahanan energi nasional karena
kita tahu bahwa ,sebagai input, naiknya harga energi akan berdampak
terhadap kenaikan biaya produksi dan harga jual. Disamping kenaikan biaya
produksi dan harga jual akan mengurangi daya saing produk Indonesia di
pasar internasional apalagi pada saat ini sedang terjadi penurunnya daya
beli masyarakat internasional akibat inflasi yang meningkat hampir disemua
negara tujuan utama ekspor Indonesia yaitu Amerika Serikat, Negara Ero pa
(EU), dan Asia Timur (Jepang, Korea Selatan dan China). Dalam rangka
ketahanan energi ini, pemerintah melakukan diversifikasi energi dengan
misalnya memproduksi bio-fuel yang merupakan pencampuran produk fosil
dengan nabati (minyak kelapa sawit). Namun muncul kendala program ini
22
karena saat ini harga komoditi yang menggunakan bahan baku kelapa sawit
mengalami kenaikan yang luar biasa yaitu Crude Palm Oil (CPO). Akibatnya,
produsen kelapa sawit menjadi gamang dalam menggunakan kelapa sawit
apakah untuk di gunakan sebagai bio energy atau untuk menghasilkan CPO
yang ditujukan untuk ekspor. Beberapa pengamat mengatakan sebaiknya
Indonesia lebih mengembangkan energy geothermal (panas bumi) yang
cadangannya sangat berlimpah di Indonesia (terbesar di dunia) karen a biaya
investasi yang mahal untuk investasi energi pada geothermal ini akan di
offset oleh turunnya subsidi pemerintah untuk bahan bakar minyak karena
adanya peralihan penggunaan energi dari minyak ke geothermal.
4. Kebijakan sumber daya alam, lingkungan dan pertanian
Indonesia beruntung memiliki sumber daya alam yang melimpah baik
bahan tambang, hutan, pertanian, hasil laut, dan cahaya matahari yang
sepanjang tahun. Untuk itu, sumber daya alam yang ada harus dikelola
dengan baik bagi peningkatan pertumbu han ekonomi dan peningkatan
kesejahteraan ekonomi rakyat (welfare). Sejauh ini Indonesia telah
memanfaatkan banyak bahan tambang bagi pertumbuhan ekonomi seperti
minyak bumi, batubara, gas, bijih besi, emas, nikel, timah dan lain
sebagainya. Namun pemanfaatan sumber daya alam ini membawa dampak
negatif (negative externalities) terhadap lingkungan berupa penggundulan
hutan penghancuran bukit -bukit yang tentunya berdampak sangat negatif
terhadap kondisi lingkungan. Disisi pertanian, walau banyak kemajuan yang
dicatat Indonesia masih mengimpor beras, dan produk pertanian lain seperti
kedele, dan hasil perkebunan (gula). Ditargetkan pada tahun 2009, Indonesia
sudah dapat berswasembada beras dan gula.
5. Pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ini merupakan
sektor ekonomi yang cukup tangguh terutama pada saat krisis ekonomi 1998
dimana banyak pelaku ekonomi besar bertumbangan. Beberapa program
23
yang akan diterapkan oleh pemerintah menyangkut pengembangan us aha
mikro kecil dan menengah (UMKM) ini adalah peningkatan akses UMKM
pada sumber pembiayaan dengan (i) Meningkatkan kapasitas kelembagaan
dan akses UMKM pada sumber pembiayaan. (ii) Memperkuat sistem
penjaminan kredit bagi UMKM. (iii) Mengoptimalkan pe -manfaatan dana non
perbankan untuk pemberdayaan UMKM. Disamping itu akan dilakukan juga
pengembangan kewirausahaan dan sumber daya manusia (SDM) dengan (i)
Meningkatkan mobilitas dan kualitas SDM. (ii) Mendorong tumbuhnya
kewira-usahaan yang berbasis teknologi. Hal lainnya adalah peningkatan
peluang pasar produk UMKM dengan (i) Mendorong berkembangnya institusi
promosi dan kreasi produk UMKM. (ii) Mendorong berkembangnya pasar
tradisional dan tata hubungan dagang antar pelaku pasar yang berbasis
kemitraan. (iii) Mengembangkan sistem informasi angkutan kapal untuk
UMKM. (iv) Mengembangkan sinergitas pasar. Terakhir adalah reformasi
regulasi dengan (i) Menyediakan insentif perpajakan untuk UMKM. (ii)
Menyusun kebijakan di bidang UMKM.
6. Pelaksanaan komitmen masyarakat ekonomi ASEAN.
Sebagai anggota penting ASEAN Indonesia berkomitmen untuk
melaksanakan program yang telah ditetapkan oleh organisasi yaitu
pelaksanaan komitmen Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic
Community - AEC). Beberapa langkah ke depan adal ah (i) Komitmen AEC
untuk Arus Barang Secara Bebas (ii) Komitmen AEC untuk Arus Jasa
Secara Bebas (iii) Komitmen AEC untuk Arus Penanaman modal
Secara Bebas (iv) Komitmen AEC untuk Arus Modal Secara Bebas (v)
Komitmen AEC untuk Arus Tenaga
Kerja Terampil Secara Bebas (vi) Komitmen AEC untuk Perdagangan
Makanan, Pertanian, dan Kehutanan (vii) Komitmen AEC untuk Menuju
Kawasan Ekonomi Yang Kompetitif (viii) Sosialisasi Pelaksanaan Komitmen
Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.
24
7. Infrastruktur.
Sebagaimana disinggung di depan, kondisi infrastruktur ekonomi
Indonesia berada pada titik yang nadir. Kalau pada masa orde baru, kondisi
infrastruktur Indonesia mengalami titik puncak, seiring dengan meningkatnya
pertumbuhan ekonomi infrastruktur yang ada sudah tidak lagi memadai.
Belum lagi kondisi infrastruktur yang kualitasnya menurun seiring berjalannya
waktu. Banyaknya jalan dan jembatan yang rusak ini tidak terlepas dari
masa-masa sulit APBN kita yang sampai tahun 2004 lebih dikonsentrasikan
kepada pembayaran hutang dan belanja barang dan gaji pegawai. Di tahun
2009, perlu ditingkatkannya belanja pemerintah untuk keperluan infrastruktur
ini disamping menerapkan KPS (Kerjasama Pemerintah dan Swasta) untuk
membangun jalan, jembatan, pelabuhan, perlistrikan, telekomunikas i dan
lain-lain.
8. Ketenagakerjaan dan ketransmigrasian.
Masalah pengangguran di Indonesia masih menjadi masalah ekonomi
utama yang sampai saat ini belum bisa diatasi. Sampai tahun 2008, tingkat
pengangguran terbuka masih berada pada kisaran 9% dari juml ah angkatan
kerja atau berada pada kisaran 9 juta orang. Sebagaimana kita ketahui,
bahwa terjadi perubahan patern perekonomian paska krisis dari usaha yang
padat karya ke usaha yang lebih padat modal. Akibatnya pertumbuhan
tenaga kerja yang ada sejak tahun 1998 s/d 2004 terakumulasi dalam
meningkatnya angka pengangguran. Dilain sisi, pertumbuhan tingkat tenaga
kerja ini tidak diikuti dengan pertumbuhan usaha (investasi) yang dapat
menyerap keberadaannya. Akibatnya terjadi peningkatan jumlah
pengangguran di Indonesia yang pada puncaknya di tahun 2004 mencapai
tingkat 10% atau sekitar 11 juta orang. Untuk menangani masalah
pengangguran ini pemerintah perlu memberikan fasilitas baik fiskal,
perkreditan, maupun partnership untuk menciptakan usaha yang bersifat
padat karya dalam rangka menyerap k elebihan tenaga kerja yang ada.
Menyangkut masalah ketransmigrasian ada yang berubah pada
penanganannya dibandingkan dengan masa orde baru. Kala itu program
25
transmigrasi berjalan dengan sangat gencar dengan hasil yang berv ariasi. Di
satu daerah program transmigrasi berjalan baik tapi di daerah lain
mengalami kegagalan, namun secara keseluruhan program transmigrasi
berjalan lumayan. Paska krisis, program transmigrasi kelihatannya mati suri
atau sudah hampir tidak lagi terden gar gaungnya. Apalagi sejak berlakunya
otonomi daerah dimana kewenangan mengatur daerah diserahkan kepada
pemerintah daerah, termasuk mengatur datangnya penduduk dari luar
daerah. Saat ini tentunya perlu ada koordinasi antara pusat dengan daerah
menyangkut masalah transmigrasi ini.
26
BAB IV
PENUTUP
4.1 Simpulan
Kegiatan perekonomian di zaman Rasulullah berawal ketika beliau
menikah dengan seorang janda kaya raya bernama Siti Khodijah. Setelah
menikah dengan Khadijah, dalam waktu-waktu senggang beliau sering
beraktifitas di perdagangan dimana Khadijah yang memberi modal dan
Muhammad yang menjualnya. Disinilah dimulainya sejarah akuntansi terjadi
sebelum Nabi Muhammad pindah ke Madinah.
Sebelum Islam datang situasi Yatsrib sangat tidak menentu karena
tidak mempunyai pemimpin yang beradulat secara penuh. Hukum dan
pemerintahan di kota ini tidak pernah berdiri dengan tegak dan masyarakat
senantiasa hidup dalam ketidakpastian. Untuk itu, beberapa kelompok
penduduk kota Yatsrib berinisiatif menemui Nabi Muhamma d SAW yang
terkenal dengan sifal al-amin untuk memintanya agar menjadi pemimpin
mereka dan mereka akan selalu menjaga Nabi dan mengikutinya.
Nabi Muhammad hijrah dari kota Makkah ke kota Yatsrib sesuai
dengan perjanjian di kota yang subur itu, Rasulullah SAW mendapatkan
sambutan dengan hangat serta diangkat sebagai pemimpin penduduk kota
Yatsrib berubah nama menjadi kota Madinah. Madinah merupakan negara
baru berbentuk yang tidak memiliki harta warisan sedikitpun. Oleh karena
itu Rasulullah harus memikirkan jalan untuk mengubah keadaan secara
perlahan-lahan dengan mengatasi berbagai masalah utama tergantung pada
faktor keuangan. Dalam hal ini strategi yang dilakukan oleh Rasulullah
melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Membangun Masjid
2. Merehabilitas Kaum Muslim
3. Membangun Konstitusi Negara
4. Meletakkan Dasar-Dasar Sistem Keuangan Negara
Pemikiran ekonomi Islam diawali sejak Muhammad SAW dipilih
seorang Rasul dimana Rasulullah SAW mengeluarkan sejumlah kebijakan
26
27
yang menyangkut berbagai hal yang berkaitan dengan masalah:
a. Kemasyarakatan
b. Hukum fiqh
c. Politik (siyasah)
d. Ekonomi (muamalah) jumlahnya 228± 3% dari ayat Al-Qur’an
Perbedaan yang sangat jauh jelas terlihat antara perekonomian di
zaman Rasulullah dengan perekonomian di Indonesia saat ini. Jika pada
zaman Rasulullah, perekonomian masih carut marut karena masih terjadi
peperangan yang mengakibatkan banyak kerugian maupun keuntungan.
Akan tetapi Rasulullah dapat mengatasi permasalahan -permasalahan
ekonomi pada waktu itu dengan menjalanka n program-program yang
bersumber pada Al -Qur’an dan Hadits. Sedangkan di Indonesia, keadaan
perekonomian Indonesia sangat lemah apalagi dengan masuknya krisis saat
ini ke Indonesia. Beberapa permasalahan ekonomi Indonesia yang masih
muncul saat ini dijadikan fokus program ekonomi 2008-2009 yang tertuang
dalam Inpres Nomor 5 tahun 2008 yang memuat berbagai kebijakan ekonomi
yang menjadi target pemerintah yang dapat dikelompokkan ke dalam 8
bidang yaitu: (i) investasi, (ii) ekonomi makro dan keuangan, (iii) k etahanan
energi, (iv) sumber daya alam, lingkungan dan pertanian, (v) pemberdayaan
usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), (vi) pelaksanaan komitmen
masyarakat ekonomi ASEAN, (vii) infrastruktur, dan (viii) ketenagakerjaan
dan ketransmigrasian.
4.2 Saran
Adapun saran-saran yang dapat penyusun berikan adalah sebagai
berikut:
a. Teori Ekonomi baik menurut ekonom klasik maupun menurut Keyness
dalam hal ini kapitalis dan sosialis, tidak cocok diterapkan pada sistem
perekonomian di Indonesia apapun alasannya;
b. sistem perekonomian Indonesia yaitu Sistem Ekonomi Pancasila
memang merupakan cerminan dari seluruh kegiatan perekonomian rakyat
Indonesia;
28
c. sistem perekonomian di Indonesia masih mempunyai banyak kekurangan
sehingga belum bisa mengantisipasi permasalahan -permasalahan
ekonomi di Indonesia. Oleh sebab itu, alangkah baiknya bila kita kembali
kepada sistem perekonomian yang bersumber kepada Al -Qur’an dan
Hadits yang sudah tidak diragukan lagi kebenarannya.
29
DAFTAR PUSTAKA
Sukirno, Sadono. 2004. MAKRO EKONOMI: Teori Pengantar. Jakarta:
Rajawali Pers.
Ibrahim, Taher. 1967. Islam, Marx dan Keynes: Pembahasan Ekonomi.
Jakarta: Bulan Bintang.
Saud, Mahmud Abu. 1991. Garis-garis Besar Ekonomi Islam. Depok: Gema
Insani.
Muhammad. 2002. Kebijakan Fiskal dan Moneter dalam Ekonomi Islami .
Jakarta: Salemba Empat.
Primiana, Ina. 3 Agustus, 2009. Rekunstruksi Sistem Ekonomi Indonesia .
Pikiran Rakyat, hlm. 4 & 11.
http://nanibagas.wordpress.com/2008/12/12/arus -lingkar-kegiatan-ekonomi/
http://organisasi.org/pengertian_jenis_macam_kegiatan_ekonomi_arti_defini
si_produksi_distribusi_dan_konsumsi_ilmu_pendidikan_ekonomi _dasar
http://zeki.nireblog.com/post/2008/09/19/beberapa -permasalahan-dan-solusi-
perekonomian-indonesia
29
30
ABSTRAK
Penyusunan makalah berjudul “ Ekonomi Rasulullah dan
Permasalahan Ekonomi Indonesia” ini dilatarbelakangi oleh maraknya teori-
teori baik dari kaum kapitalis maupun sosialis dan sistem ekonomi pancasila
Indonesia yang belum bisa mengatasi semua permasalah ekonomi yang ada
di Indonesia. Akan tetapi jika ditinjau ke masa lampau, yaitu pada zaman
Rasulullah SAW menjadi pemimpin, Rasulullah bukan mengemukakan
pendapat, tetapi mempraktekkan dan melaksanakan kegiatan ekonomi yang
bersumber pada Al -Qur’an dan Hadits sehingga bisa membawa rakyatnya
pada kesejahteraan.
Penyusunan makalah ini bertujuan untuk mengetahui definisi dari
kegiatan ekonomi, macam-macam kegiatan ekonomi, teori -teori yang
dikemukakan oleh ekonom klasik dan teori dari Keyness dan mengetahui
kegiatan perekonomian pada zaman Rasulullah serta membandingkannya
dengan sistem ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, penulisan makalah ini
diawali dengan mendefinisikan kegiatan ekonomi dan macam-macam
kegiatan ekonomi . Argumen-argumen yang disajikan diambil dari teori-teori
parah ahli, sejarah kebudayaan Islam dan fakta-fakta yang ada di Indonesia.
31
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan
rahmat dan karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini
yang diberi judul “Ekonomi Rasulullah dan Permasa lahan Ekonomi
Indonesia”.
Dalam penyusunan makalah ini, kami banyak menemukan kesulitan,
namun berkat bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, kami akhirnya
dapat menyelesaikannya.
Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak Ade Suherman S.Pd, M.Pd, selaku dosen mata kuliah Ekonomi
Makro.
2. Orang tua yang telah turut memotivasi terselesaikannya makalah ini.
3. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu, yang telah
memberikan kontribusi dalam penyelesaian makalah ini.
Semoga semua bantuan dan kebaikan yang telah diberikan
mendapatkan balasan dari Allah SWT. Amin.
Sebagai manusia biasa kami menyadari bahwa penyusunan makalah
ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, dengan besar hati kami
bersedia menerima kritikan maupun saran da ri berbagai pihak agar dalam
penyusunan makalah berikutnya dapat menjadi lebih baik.
Ciamis, Maret 2010
Penyusun
i
32
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ................................ ................................ ........... i
DAFTAR ISI ................................ ................................ ........................ ii
BAB I PENDAHULUAN ................................ ................................ ...... 1
1.1 Latar Belakang ................................ ................................ .... 1
1.2 Rumusan Masalah ................................ ............................... 1
1.3 Maksud dan Tujuan ................................ ............................. 1
BAB II LANDASAN TEORI ................................ ................................ . 2
2.1 Definisi Kegiatan Ekonomi ................................ ................... 2
2.2 Macam-macam Kegiatan Ekonomi ................................ ...... 2
2.2.1 Produksi ................................ ................................ ...... 2
2.2.1.1 Pengertian Produksi ................................ ........ 2
2.2.1.2 Tujuan Produksi ................................ .............. 3
2.2.1.3 Faktor-faktor Produksi ................................ ..... 3
2.2.1.3.1 Sumber Daya Alam .......................... 3
2.2.1.3.2 Sumber Daya Manusia .................... 3
2.2.1.3.3 Sumber Daya Modal ........................ 4
2.2.1.3.4 Sumber Daya Pengusaha ................ 5
2.2.1.4 Tahap Produksi ................................ ............... 5
2.2.1.5 Fungsi Produksi ................................ ............... 5
2.2.2 Distribusi ................................ ................................ ..... 6
2.2.2.1 Pengertian ................................ ....................... 6
2.2.2.2 Fungsi Distribusi ................................ .............. 6
ii
33
2.2.2.2.1 Fungsi Distribusi Pokok ..................... 6
2.2.2.2.2 Fungsi Tambahan .............................. 7
2.2.2.3 Sistem Distribusi ................................ .............. 7
2.2.2.4 Saluran Distribusi ................................ ............ 7
2.2.2.5 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Distribusi .... 9
2.2.2.5.1 Faktor Pasar ................................ ...... 9
2.2.2.5.2 Faktor Barang ................................ .... 9
2.2.2.5.3 Faktor Perusahaan ............................ 9
2.2.2.5.4 Faktor Kebiasaan dalam Pembelian ... 9
2.2.3 Konsumsi ................................ ................................ .... 9
2.2.3.1 Pengertian dan Tujuan Konsumsi ................... 9
2.2.3.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat
Konsumsi ................................ ....................... 10
2.3 Teori Ekonomi Klasik dan Keynes ................................ ....... 10
2.3.1 Ekonomi Klasik ................................ ............................ 10
2.3.2 JM Keynes ................................ ................................ .. 10
2.3.3 Kekeliruan Teori Keynes terhadap Teori Ekonomi
Klasik ................................ ................................ ........... 10
BAB III PEMBAHASAN ................................ ................................ ...... 13
3.1 Kegiatan Perekonomian di Zaman Rasulullah ..................... 13
3.1.1 Masa Awal Pemerintahan Rasulullah ............................... 13
3.1.2 Sistem Ekonomi ................................ ....................... 15
3.1.3 Sistem Keuangan dan Pajak ................................ ... 16
3.1.4 Sumber Pendapatan dan Pengeluaran Negara ....... 16
iii
34
3.1.4.1 Sumber-sumber Pendapatan ....................... 16
3.1.4.2 Sumber-sumber Pengeluaran ...................... 17
3.1.5 Baitul Mal ................................ ................................ . 18
3.2 Beberapa Permasalahan Perekonomian di Indonesia ......... 19
BAB IV PENUTUP ................................ ................................ .............. 26
4.1 Simpulan ................................ ................................ ............. 26
4.2 Saran ................................ ................................ ................... 27
DAFTAR PUSTAKA ................................ ................................ .......... 29
iii
iv

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->