P. 1
Mengenal Bahasa Rupa Gambar

Mengenal Bahasa Rupa Gambar

|Views: 1,599|Likes:
Published by reneart
draft tulisan tentang bahasa rupa, bagian 1
draft tulisan tentang bahasa rupa, bagian 1

More info:

Published by: reneart on Mar 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/19/2013

pdf

text

original

Mengenal Bahasa Rupa Gambar (tulisan masih draft) Tryng to find a verbal equivalent to a visual experience seems to make

one more sensitive to both seeing and to language. Ralp S teiner Kita sering menghubungkan istilah “bahasa” dengan kata lisan atau tertulis. Namun sebenarnya ada berbagai cara untuk menyampaikan makna. Melalui ekspresi wajah. Cara berpakaian. Gerak isyarat.Sikap tubuh.Wewangian.Bunga. Inipun disebut sebagai bahasa. Ketika berbicara( bahasa kata), kita juga menggerakan tangan (bahasa gerak), sambil bertolak pinggang (bahasa tubuh),dengan ekpresi wajah tertentu(bahasa wajah) dan sekaligus busana/dandanan yang kita kenakan mengatakan siapa diri kita (bahasa busana). Berbagai bahasa itu dapat saling melengkapi, mempertegas, menggantikan, mengingkari ,bahkan dominan satu terhadap lainnya. Ada satu jenis bahasa yang dewasa ini begitu berperan dominan, yakni bahasa rupa gambar. Gambar bukan bagian hidup lagi, tapi hidup kita sehari hari.Pagi hari, bangun tidur kita telah disuguhi gambar di koran, berita TV atau gambar pada kemasan makanan. Dalam perjalanan ke kantor berbagai gambar dalam bentuk papan reklame, logo toko, rambu lalu lintas bersaing merebut perhatian kita.Di tempat kerjapun kita bekerja dengan gambar, antara lain gambar kita gunakan ketika membuat presentasi, melihat grafik, melihat kop surat, berselancar di internet, memilih mesin produk pada katalog. Peralatan teknologi yang kita gunakanpun erat sangkut pautnya dengan gambar. Komputer merupakan alat canggih untuk merekam,men download, memanipulasi,menciptakan gambar. Handphone kini sarat dengan fasiltas gambar baik yang hanya untuk “fun” atau bisnis. Bahkan terdapat fitur visual radio pada salah satu merek handphone terkemuka. sepulang kerja, ketika saatnya bersantai kita ditemani gambar yang ditayangkan di layar televisi yang kini jumlah stasiunnya telah melebihi jari jari tangan kita. Melalui layar ini kita dapat melihat gambar gambar yang menghibur, berjalan jalan ke negeri jauh, bahkan melancong ke masa depan atau ke masa silam. Akhirnya, hari itu kita tutup dengan terlelap sambil memeluk gambar (ragam hias pada kain guling bantal). Sejarawan seni Gombrich menyebut abad kita sebagai abad visual. Ada pergeseran dari budaya tulisan ke budaya rupa. Tidak heran jika saat ini semakin banyak dilakukan penelitian tentang budaya rupa . (visual culture, visual research,visual anthropology, visual literacy, visual studies, visemics/visual semiotics). Mengenal bahasa rupa gambar telah menjadi kebutuhan kita. Mengapa perlu mengenal bahasa rupa gambar? Bukankah dengan otak dan mata yang relatif normal kita mampu secara alami menangkap dan memahami gambar? Toni Evans dalam Painting the appreciation of the arts () mengatakan, bahwa saat seseorang menginjak masa remaja, berkurang pulalah kemampuan melihat utuh seperti mata anak kecil. Karena, sejak masa remaja mata digunakan untuk persepsi intelektual belaka. Pendidikan yang terlalu menekankan peran otak kiri bertanggungjawab atas kondisi merosotnya apresiasi bahasa rupa Akibatnya apresiasi kita kurang terhadap gambar. Hilangnya kemampuan untuk terpesona, kagum dan terkesan oleh fenomena rupa menyebabkan Objek dan peristiwa dalam kehidupan sehari hari tampak terlalu familiar, biasa dan serba dapat dijelaskan. Padahal, Seorang seniman memanfaatkan garis, tekstur, nada dan warna sebagai elemen dasar lukisannya atau gambar. Jika dalam kehidupan sehari hari mata kita tak terbiasa peka terhadap unsur unsur ini di lingkungan kita, maka terlebih lagi ketika menghadapi gambar atau lukisan. Akibat lanjutan dari kondisi ini adalah melemahnya daya kritis terhadap gambar. Kita mengalami, lebih mudah menolak membaca huruf daripada menghindar melihat gambar. Gambar dapat datang dengan cara menyerbu terang terangan, menyusup secara diam diam, atau sebaliknya, justru diundang secara sukarela. Gillo Dorfles dalam artikelnya The Arts of Information and Mass Media mengatakan iklan, katalog,papan nama took, rambu lalulintas sebagai ikon baru. Justru gambar semacam ini yang mampu meraih lebih banyak mata untuk menikmatinya dibanding dengan gambar lukisan. Media ini sangat efektif dan sekaligus berbahaya. Berbahaya Karena gambar gambar tersebut bersifat satu arah dan berpengaruh kuat, ia rentan terhadap penyalahgunaan oleh komunikatornya (penguasa dan pengusaha). Kalau Dorles melihat gambar dalam konteks media, penulis lain, Vance Packard dalam bukunya “The Hidden Persuaders” mengungkapkan secara lebih terinci bagaimana gambar/iklan dapat digunakan untuk memanipulasi alam bawah sadar manusia .Gambar memang bukan sekedar cermin realitas, gambar punya kekuatan kejiwaan atas manusia dan media massa semakin memperbesar pengaruhnya. Jadi selain melek aksara, kita juga perlu melek rupa (visual literacy). Orang yang bisa berbicara belum tentu ia melek aksara(dapat baca tulis), demikian halnya dengan orang yang mampu melihat gambar, belum tentu ia melek gambar. Internatinal Visual Literacy Asscociation mendefinisikan visual literacy sebagai… Visual Literacy berarti fasih gambar. Fasih membaca gambar dan menggunakannya secara efektif.Secara naluriah kita memang telah mampu melihat gambar dan menggunakan gambar, namun dengan mengenal bahasa rupa gambar, kita akan mampu melihat lebih banyak dan menggunakannya dengan lebih baik. . Jika demikian, bagaimana mengenal bahasa rupa? Kita akan menggunakan model pengenalan yang paling akrab, bahasa kata. Melihat seni rupa dari kacamata bahasa sudah lama dilakukan orang. Th 18 Owen Jones telah menggunakan kerangka bahasa untuk menjelaskan seni rupa. Judul bukunya Grammar of Ornament yang berisi tentang berbagai ragam hias yang dapat di tata oleh seorang desainer. Masih banyak penulis buku senirupa The Language of graphics.Komik. Diiringi dengan perkembangan semiotika yang melihat segala sesuatu sebagai teks….. Dll. Dalam tulisan ini model bahasa akan disajikan secara sistematik. Kita sadar bahwa bahasa kata dan bahasa rupa merupakan 2 dunia berbeda. Namun ada hal hal pada bahasa kata yang dapat kita pakai untuk mengenal bahasa rupa. Dalam lingkup bahasa kata, pengenalan dimulai dari huruf (Alphabeth), dilanjutkan dengan kata (kosakata), kalimat (Tata bahasa) dan karangan(Komposisi). Demikian tahap pengenalan bahasa rupa gambar dalam tulisan ini memakai sistematika yang serupa: alfabet rupa, kosakata rupa, tatabahasa rupa dan komposisi rupa. 1. Alphabeth Rupa. Dalam bahasa kata, langkah awal untuk melek aksara adalah belajar 26 huruf alphabeth. Bukankah ini juga yang diajarkan pada anak ketika mulai berkenalan dengan tulisan?Terlebih dulu ,anak harus mengenal 26 huruf dengan cara menulis dan membaca abjad secara benar. Demikian pula dalam bahasa rupa. Apakah yang menjadi unsure terkecil bahasa rupa?.Ini pertanyaan besar. Para pakar semiotika memiliki pendapat berbeda. Fernande Saint Martin menyebutnya sebagai “coloreme”, Irving Biedermann menamakannya sebagai “geons”. Di pihak lain, sebut saja kubu tradisional, yakni para penulis literature seni rupa dan pendidik seni Bauhaus menyebutnya ” elemen/unsure seni rupa”.Kita tidak akan masuk kedalam perdebatan filosofis mengenai hal ini. Dalam bahasan ini akan digunakan teori yang terakhir disebut, karena dipandang lebih praktis dan komunikatif dalam pemakaian , yaitu titik,garis, bidang, bentuk, tekstur dan warna sebagai alphabeth rupa.. Titik Ini alphabeth rupa terkecil dan sederhana. Terjadi dari kontak pertama alat gambar dengan bidang gambar. Sering didefinsikan sebagai unsur rupa yang tak berdimensi. Namun titik sebenarnya memiliki dimensi, jika tidak demikian titik tidak akan tampak. Hanya dimensi titik relatif lebih kecil dari permukaan gambar dan unsur unsur rupa lainnya. Apa yang dinyatakan oleh alphabeth rupa titik? Pertama, titik menyatakan tempat, posisi dan letak. Ini bahasa dasar titik. Dalam pijat refleksi kita melihat gambar sosok tubuh manusia. Daerah lokasi pijatan di sajikan dengan bentuk visual titik. Titik juga hadir pada peta, menyatakan lokasi kota. Kedua,. Ada yang berpendapat dengan titik sebagai unsur terkecil dalam alphabet rupa kita tak dapat berbicara banyak. Namun pendapat ini keliru jika kita melihat potensi titik dalam seni lukis. Ungkapan titik sangat kaya. Perhatikan lukisan karya Achmad Sadali, AD Pirous atau dalam seni tradisional, misalnya batik( istitlah batik konon berasal dari tik, titik).Ketiga, titik juga merupakan komponen pembentuk gambar yang penting Dalam sejarah seni kita mengenal Seurat yang melukis dengan gaya pointilisme. Selain itu, bentuk gambar dilayar komputer, TV, Video misalnya, menggunakan titik untuk membangun gambar. Garis Bila titik bergerak terciptalah garis.Jadi garis sebenarnya merupakan deretan banyak titik. Garis juga menyatakan gerak dan arah, karena ketika membuat garis tangan harus melakukan gerakan. Jadi garis merupakan rekaman gerak tangan kita. Dan gerakan tentunya mempunyai arah.Selain itu, garis juga dapat digunakan untuk pembatas,Garis menyatakan bentuk/sosok. Garis dapat menyatakan ekspresi rasa .ada garis ragu, garis kuat, garis lembut, garis lucu dsbnmya.Gambar sketsa merupakan salah satu jenis gambar yang sangat mengandalkan garis. Sketsa dapat berperan sebagai gambar studi/persiapan karya lukisan/patung/desain untuk merekam curahan gagasan secara cepat atau sketsa dapat pula merupakan karya seni rupa mandiri. Setelah gambar sketsa kita dapat juga menikmati berbagai kualitas garis pada gambar drawing, karikatur, kartun, denah, perspektif dan gambar petunjuk pemakaian.Garis secara simbolik dapat menyampaikan berbagai makna.Daftar berikut ini bukan rumusan mati, hanya gambaran umum.Karena makna garis sangat tergantung konteksnya. Garis tegak, horizontal diagonal Bidang Bila garis berjalan jalan, terciptalah bidang. Ada 3 bentuk dasar bidang, yakni segitiga, kotak dan lingkaran. Dari variasi ketiga bidang ini kita dapat melahirkan berbagai bentuk bidang baru. Apa yang dinyatakan bidang ?Bidang tampaknya lebih berbicara kepada rasio manusia. Kotak mengesankan stabilitas. Ini terkesan dari perpaduan harmonis garis datar dan tegak.Segitiga mengesankan gerak, bahaya, ancaman. Ini terjadi karena segitiga didominasi garis diagonal yang kesannya bergerak. Segitiga juga memilki ujung lancip sehingga mengingatkan kita pada ujung kaca/pisau (ancaman, bahaya). Lingkaran paling sulit dibuat tanpa bantuan jangka.Sebab itu lingkaran sering jadi simbol kesempurnaan/ilahi.Lingkaran bersifat sangat kompak karena itu meminta perhatian kita. Penerapannya dapat dilihat pada rambu lalu lintas. Kotak menyatakan “tempat”, digunakan untuk tempat penyeberangan, rambu telepon dsbnya. Segitiga untuk peringatan bahaya, misalnya rambu rawan longsor, tikungan tajam, pintu kereta. Lingkaran yang menyatakan perhatian diupakai untuk rambu dilarang “stop”atau “parkir”. Selain bersifat psikologis, bidang dapat pula bersifat simbolik. Gambar “hati” berarti “cinta”. Gambar “kilat” di gardu listrik, “tengkorak” di sebuah botol merupakan symbol symbol yang jelas pesannya. Sebagai bahasa, potensi bidang dapat kita manfaatkan dalam berbagai gambar. Dominasi bidang bulat bulat pada logo toko pakaian bayi memberi kesan lunak, lucu, ramah yang selaras jiwa took pakaian bayi. Bentuk Erat hubungannya dengan bidang. Bentuk merupakan perpaduan beberapa bidang. Jika bidang brsifat 2 dimensi, bntuk 3 dimensi. Karena memiliki panjang,lebar dan ketebalan. Ada 3 bentuk dasar:Bola, kotak dan Limas. Dari persilangan ke 3 bentuk inilah lahir berbagai ragam bentuk baru . Berbicara bentuk berarti juga berbicara ruang. Ruang dan bentuk bagai 2 sisi kepingan uang. . Dalam bidang gambar 2 Dimensi, bentuk dikesankan dengan teknik perspektif, gelap terang, bayang bayang dan efek warna. Bidang kertas yang datar dapat terkesan memilki ruang yang dangkal atau dalam. Lukisan lukisan bercorak “mooi Indie” misalnya, yang menampilkan pemandangan alam Nusantara nan permai, dapat kita rasakan kesan kedalaman ruangnya melalui permainan ruang latar belakang, latar tengah dan latar depan. Selama ini kita bicara tentang bentuk sebagai ilusi di atas bidang 2 dimensi, kini kita akan bicara bentuk yang nyata/aktual 3 dimensional. Seperti balok, tabung, limas dsbnya. Kita perlu juga peka terhadap bentuk 3 dimensional jenis ini, karena gambar dapat dibuat diatas bidang 3 dimensi juga. Misalnya gambar pada kemasan coklat, kue, botol parfum, botol minuman keras, berbagai bentuk 3 dimensi dalam environmental graphic dsbnya. Karakter gambar tidak hanya dipengaruhi oleh apa yang tergambar, tetapi juga oleh media penyampainya/tempat dimana gambar tsb muncul/ditempel/dibuat. Tekstur Tekstur merupakan kesan suatu permukaan. Tekstur kulit pohon pisang berbeda dengan pohon pinus. Tekstur pepaya berbeda dengan salak. Tekstur rambutan berbeda dengan durian.Tekstur aluminium berbeda dengan besi. Batu bata berbeda dengan marmer. Ini beberapa contoh.. Dalam gambar tekstur dapat hadir secara aktual, artinya jika tampak kasar benar benar kasar bila diraba, misalnya cat dicampur pasir menghadirkan tekstur aktual.Tekstur aktual dapat diolah dengan memilih jenis cat, kertas, kanvas,kain atau permukaan untuk di gambar .Sebaliknya, tekstur dapat bersifat optikal. Teknik gambar tertentundi atas kertas halus dapat menghadirkan kesan tekstur kulit pohon yang kasar tanpa mengubah kehalusan kertas. Apa yang dinyatakan oleh tekstur?Tekstur berbicara kepada indera peraba kita. Ia menggugah berbagai ingatan.Tekstur dapat mengesankan maskulin atau feminin. Tektur dapat membuat sesuatu itu kuno atau modern. Tekstur itu bisa memberi kehangatan atau sebaliknya. Tekstur deskriptif adalah tekstur yang digunakan dalam gambar untuk mendeskripsikan tekstur objek, misalnya tekstur meja kayu, bilik dan lantai tanah. Tekstur juga dapat mandiri seperti dalam lukisan corak abstrak. Dalam gambar, kumpulan huruf dapat dibaca sebagai tekstur. Tekstur erat kaitannya dengan cahaya, bayangan dan gelap terang. Ada penulis yang menyebut ketiganya sebagai bagian dari alfabeth rupa. Karakter tekstur dikenali berkat adanya sorotan cahaya. Cahaya menimbulkan efek bayangan pada benda dan bayang bayang ini pula yang membawa kesan tiga dimensional benda.

Warna Inilah alfabeth rupa yang paling kuatdan cepat berkomunikasi dengan emosi kita.Disini kita tak akan berbicara panjang lebar tentang warna. Saat ini sudah banyak buku buku manual efek warna beredar dipasaran yang baik untuk referensi. Singkatnya dapat dipakai untuk menyatakan temperatur (panas, hangat, dngin), menyatakan ruang (luas, dalam,dangkal); menyatakan bebauan (kemasan kopi, parfum menggunakan asosiasi jenis ini),menyatakan bobot (warna berat sampai ringan), menyatakan pahit, asam, manis, gurih (berbagai kemasan makanan).Warna dapat menyatakan karakter wibawa, ramah, terpercaya (bukankah warna warna semacam ini yang digunakan dalam corporate identity bank, asuransi ?.Warna juga erat kaitannya dengan musik (warna dangdut, klasik, jazz dsbnya), mode ( warna futuristik, tropis, formal, sportif dstnya). Pengunaan warna dalam bahasa rupa perlu kepekaan mata terhadap nuansa warna. Karakter warna dipengaruhi oleh jenis cat, bidang permukaan, dan konteks sekitarnya. Merah berbeda dengan merah. Ada merah tertentu yang berarti berani, ada merah yang bahagia, ada merah cintakasih, merah darah martir. Salah satu latihan kepekaan bahasa visual adalah dengan mengembalikan apa yang dilihat mata kedalam alphabet rupa. Kita dapat mulai dari lingkungan alam. Carilah berbagai ragam garis ketika berada ditepi pantai Lihatlah raut/bidang aneka ragam daun ketika be jalan dihutan. Lihat warna langit, apakah birunya langit selalu sama? Lihat perubahan warnanya mulai dari pagi hingga matahari terbenam. Ada berbagai warna hijau di alam? Memang umumnya daun itu hijau. Tapi, betulkah hijaunya serupa atau ada berbagai nuansa hijau di sana? Modernisasi harus kita bayar dengan kehilangan kepekaan terhadap alam. Bentuk Pucuk daun, berbagai bentuk kumbang, sarang laba laba dsbnya. Carilah dan lihatlah beraneka bentuk titik pada bangunan dikota, dan di bebatuan. Amati dan rasakan kesan tekstur buah~buahan, binatang dan batang pepohonan. Pelajari secara saksama skema warna pada tong sampah berkarat, ada berapa jenis coklat di sana?. Sadarilah akan kehadiran berbagai tekstur di tubuh kita, di rumah atau pada perabotan yang kita gunakan. Apakah funsinya tekstur tsb? Pergilah ke toko boneka. Ada berapa macam tekstur boneka? Rasakan sensasi berbagai teksturnya? Ruang kerja kita juga dapat menjadi arena latihan. Carilah bentuk dasar bidang dari berbagai benda di ruangan tersebut. Misalnya globe bulat, asbak segitiga dsbnya. Lakukan hal yang sama ketika melihat berbagai gambar. Lihatlah bahasa rupa yang di pakai. Apa yang dominan? Mengapa selalu dominan dalam jenis gambar tertentu? Sketsa, lukisan,foto, kartun, piktogram atau gambar apapun jenisnya dapat kita sederhanakan kedalam titik,garis,bidang,bentuk,tekstur dan warna.

Titik garis bidang bentuk unsur pembangun sosok, tekstur warna Sejauh ini kita membicarakan persmaan alphabet kata dengan alphabeth visual, dimana perbedaannya?Alphabeth huruf secara individu sangat terbatas dalam menyampaikan pesan. Sulit membayangkan berkomunikasi dengan hanya menggunakan huruf tunggal. Huruf “b” misalnya. Lain halnya dengan alphabeth rupa. Satu alphabeth rupa, garis, dapat berbicara sangat banyak. Banyak gambar dapat diciptakan hanya dengan garis, atau dengan warna, atau tekstur misalnya. Inilah yang antara lain akan kita bahas dalam kosakatarupa.

2. Kosakata Rupa 26 huruf alfabet menjadi modal un tuk membentuk aneka ragam kata. Kosakata adalah kata kata yang kita ketahui dan gunakan dalam bahasa lisan atau tulisan. Menurut World Book Encyclopaedia (2001) terdapat 2 jenis kosakata. Kosakata aktif kita gunakan untuk menulis dan berbicara. Kosakata pasif kita gunakan ketika mendengar atau membaca. Demikian pula dalam bahasa rupa. Alfabet titik garis bentuk dsbnya dapat menjadi “kata” (garis puitis, gambar pohon, tekstur hangat, awan, kursi, golok, warna pahit dstnya). Kosakatarupa aktif adalah kemampuan/kemahiran kita membuat berbagai gambar, sedang kosatarupa pasif adalah kemampuan apresiatif terhadap berbagai gambar. Suatu kosakata rupa dapat dilihat dari 3 segi:Apa yang dikatakan/ digambarkan, Bagaimana mengatakannya/mengambarkan dan mengapa dikatakan/digambarkan demikian? Pertama, Apa yang ditampilkan? Gambar yang dimunculkan dapat bersifat abstrak atau kongkrit. Kosakata rupa abstrak menampilkan bentuk bentuk yang tidak mirip alam.Kosakata rupa realistik/representatif menampilkan bentuk bentuk yang kita lihat dialam. Scott Mcloud dalam Understanding Comics membuat klasifikasi yang jelas mengenai hubungan gambar abstrakrepresentatif (dan huruf).

Seperti yang tampak pada gagasanMcloud, gambar abstrak itu mengerucut di bentuk dasar rupa.Sekalipun demikian, bukan berarti bentuk bentuk ini miskin ekspresi. Latihan berikut ini menunjukkan bagaimana potensi kosakata abstrak .Latihan kosakatarupa dapat dilakukan dengan ekperimen titik, garis, bidang, bentuk, tekstur dan warna. Ciptakan berbagai titik dengan berbagai alat, berbagai cat diatas berbagai permukaan. Pensil,crayon,pena, airbrush,canting,pada plastik,kanvas, kain, kayu,tembok,kaca,fiberglass. Kini garis. Gunakan satu media dahulu. Pensil misalnya. Ciptakan berbagai karakter garis dengan memanfaatkan berbagai kombinasi kemungkinan garis: tebal tipis, lancar tersendat, arah tegak datar diagonal, bentuk lengkung, lurus, bersudut. Demikian selanjutnya eksperimen dapat kita lakukan pada bidang, tekstur dan warna untuk menyampaikan berbagai karakter dan suasana. Sebaliknya, Kosakata rupa realistik/representatif menampilkan yang bentuk bentuk yang kita lihat di alam, lebih banyak coraknya, dari kartun hingga realistik. Guru gambar terbaik adalah alam ciptaan Tuhan. Jika ilmuwan meneliti fenomena berbagai alam untuk menemukan hukum hukukm ilmu untuk kesejahteraan umat manusia, maka seniman mengamati alam dengan kepekaan batinnya, mempelajari bahasa rupa dari alam ciptaan Tuhan untuk menghasilkan karya seni yang memperkaya batin manusia. Llatihan kosakata berikutnya adalah menggambar berbagai objek baik secara keseluruhan maupun terinci. Dalam Seni rupa biasanya disebut studi bentuk. Kita mengamati lingkungan sekitar dan merekamnya dalam bentuk gambar. Becak, batu, kursi, tangan, daun, tubuh, pohon, sepatu dsbnya. Latihan latihan ini memperkaya kosakata visual kita. Pengamatan kita membuat kita lebih mengenal objek yang kita gambar. Pada saatnya jika dibutuhkan, kita dapat menggambarnya dengan baik. Bahkan, latihan ini masih berguna sekalipun kta membuat gambar dengan teknik fotografi. Intinya, latihan kosakata ini membuat kita lebih mengenal dan menghayati satu objek. Gambar abstrak atau representatif ini dapat bersumber gari alam nyata/gagasan/khayali. Selain meniru alam, kita dapat meniru karya para empu. Belajar bahasa dapat pula dilakukan dengan melihat bagaimana orang lain memakai bahasa. Gambar karya seniman lain dapat dipelajari. Bagaimana ia menggambar kursi, pohon, langit, rumput. Untuk lebih memperoleh “rasa” gambar, teknik meniru lukisan para empu dapat digunakan. Cara ini sudah digunakan ratusan tahun. Berbagai hal dapat “ditiru” untuk keperluan studi Cara menggambar objek, komposis, skema warna dan studi teknik. Kedua, Bagaimana gambar ditampilkan? Material, teknik serta gaya gambar apa yang dipakai? Rumah misalnya, dapat digambar dengan cat air, cat minyak, krayon dsbnya digambar di kanvas, kain,kaca dstnya. Teknik dan gaya yang dipakai amat variatif kemungkinannya, antara lain teknik teknik gambar tangan dan teknik mekanis. Mengapa ini perlu dipertanyakan? Karena ketiganya punya andil besar terhadap pesan. Bukankah ini yang sering menggugah kita?. Beberapa waktu lalu orang terpesona oleh lukisan bulu. Kemudian ada orang terkagum kagum dengan teknik air brush dan kini ini sedang demam dengan berbagai efek gambar yang dihasilkan komputer (photoshop, 3D). Gambar yang sama, akan berbeda rasa jika datang melalui cetakan di kertas , berbeda lagi jika di gambar tangan, lain lagi jika diproyeksikan ke tembok, atau ke layar (TV/Komputer/HP), atau di gores di kulit (tatto), atau di tempat lainnya?( Ketika olimpiade diadakan di Australia, logo dapat di tampilkan di mata manusia melalui contact lens). Gaya ungkap juga penting diamati. Dick Hartoko dalam manusia dan Seni ( ) berkisah tentang lukisan 40 ribu tahun lalu buatan manusia purba:si pencuri madu. Lukisan ini dibuat tidak naturalistic.Dilukiskan orang sedang mencuri madu disengat lebah berukuran besar. Apa maknanya? …………………………………………. Di sekolah seni hal teknik dan material diajarkan bukan hanya sebagai pengetahuan belaka, tetapi juga sebagai suatu pemahaman. Ketiga, Mengapa Demikian?Mengapa kuda, koboi, gurun yang dipilih dalam iklan rokok ini? Mengapa laboratorium, orang berjubah putih tampil dalam iklan obat?Mengapa balita, selang air, kebun kosakata rupa yang dipakai dalam iklan itu? Kita dapat betanya lebih terinci lagi, mengapa kuda semacam itu? Mengapa balitanya ras Indo?Mengapa tekniknya demikian? Apakah teknik dan bahan berperan besar? Setiap hari kita melihat aneka gambar. Dengan melihat kosakata rupa yang disajikan, kita dapat lebih kritis terhadap rayuan gambar. . Apa yang ditampilkan bukan suatu kebetulan tapi semuanya dilakukan dengan strategi dan perhitungan yang matang untuk mencapai tujuan tertentu Ada yang ingin disampaikan desainer iklan. Jika ingin membujuk seseorang tentu kita akan memilih kata kata yang dianggap dapat menghasilkan efek bujukan yang kuat. Mengapa anak menggambar rumah tembus pandang? Mengapa manusia purba menggambar lebah dengan proporsi lebih besar dari kenyataan? Mengapa demikian? Jawabannya ialah gambar digunakan seniman untuk mengungkapkandirinya. Kadangkala seniman menggambar apa yang ia lihat (gambar mirip alam/representatif), kadang ia menggambar apa yang ia ketahui, apa yang ia rasakan, apa yang ia impikan dstnya.

Kata denotatif, kata konotatif dan kata klise. Tiga jenis kata ini dibahas karena dalam

3. Tatabahasa rupa Dalam bahasa verbal, suatu kumpulan kata belumlah berarti banyak. Kata demi kata harus ditata menjadi suatu kalimat dengan prinsip tatabahasa sehingga jelas makna yang akan disampaikan. Bahasa visualpun memiliki semacam tatabahasa. Tentu saja prinsip tatabahasa verbal berbeda dengan tata bahasa visual. Fungsi utama karya seni rupa adalah untuk dilihat. Sebuah iklan bertugas membujuk pembeli dan hadir untuk dilihat (Feldman, 1967). Rambu jalan tol bertugas memberi informasi dan ia hadir untuk dilihat. Logo suatu perusahaan bertugas menampilkan identitas perusahaan dan ia juga dilihat. Ada beberapa pendapat mengenai prinsip seni rupa atau tatabahasa rupa.Feldman (1967) berpendirian bahwa gambar, apapun uujdnya, akan selalu dilihat sebagai satu keutuhan. Oleh sebab itu Feldman berani menyatakan bahwa sebenarnya keseimbangan, irama, proporsi dalam karya rupa bermuara pada kesatuan Orvick (2002) memiliki pemikiran yang agak berbeda. Suatu karya rupa berada diantara ketegangan antara kesatuan dan keragaman. Bila penataan rupa terlalu ekstrem kearah kesatuan, maka terjadilah monotoni/kebosanan. Bila terjadi ekstrem sebaliknya, terjadilah keruwetan/kekacauan. Bauhaus juga menyumbangkan gagasan mengenai masalah ini melalui pendapat Johannes Itten. Itten (1975) mengatakan prinsip utama suatu karya rupa adalah kontras. Kontras gelap-terang. Sedikit-banyak. Panjang-pendek dan seterusnya. Ketiga pemikiran ini sebenarnya saling mengisi: Kesatuan Keragaman Irama Proporsi: Kontras Keseimbangan: Apa yang tersusun di atas bidang harus seimbang secara optik Prinsip tatabahasa rupa ini sudah sering diterapkan dalam membahas suatu lukisan. Namun bagaimana penerapannya dalam karya rupa yang bukan lukisan, seperti gambar , gambar rambu lalu lintas, peta, denah,billboard, kertas kado? Pada gambar gambar semacam ini, seringkali satu elemen tatabahasa ditonjolkan. Misalnya rambu tanda panah belok kanan: keseimbangan justru berat ke kanan, sesuai fungsi rambu. Pada denah/peta keseimbangan visual bukan hal utama, kontras visual yang penting. Pada billboard, ritme atau irama membacalah yang penting, agar mempermudah pengendara mencerna pesan. Mata kita dituntun agar dapat membaca dalam sekejab. Kondisi jalan raya tak memungkinkan orang berlama lama melihat iklan. Kertas kado juga mengutamakan irama berulang, mirip corak kain. Supergraphic atau gambar berukuran besar menerapkan prinsip proporsi untuk menaklukkan bidang bidang raksasa agar hunian tampak lebih manusiawi. 4. Komposisi rupa Hasil karya tulisan dalam bahasa inggris disebut sebagai “composition”. Dalam karya musik, tari dan seni rupa istilah komposisi juga sering digunakan untuk menunjuk hasil akhir suatu karya. Komposisi secara harafiah berarti susunan. Apa yang disusun bisa huruf, warna, gerak, nada dsbnya. Tiap susunan punya tujuan. Karena dari awal kita telah menggunakan bahasa kata sebagai model, maka kini kita kembali kepada komposisi dalam bahasa kata. Komposisi/karangan dalam bahasa kata ada padanannya dalam bahasa rupa. Kita dapat melihat gambar sebagai komposisi atau suatu karangan utuh. Retorika visual (visual rhethoric): Dalam bahasa kata retorika adalah penggunaan bahasa secara efektif dan persuasive untuk mempengaruhi pikiran dan tingkah laku para pendengar. Pidato contohnya, gaya bahasa dimanfaatkan untuk membujuk pendengar. Dalam bahasa rupa, retorika visual banyak digunakan dalam iklan. Bahasa kata mengenal karangan berbentuk puisi. Padanannya dalam bahasa rupa dapat dilihat dalam lukisan gaya tertentu.Lukisan Oesman Effendi, Rusli, Kandinsky, merupakan puisi visual. Di dalamnya banyak kia jumpai kosakata yang bersifat ekspresif dan simbolik. Karangan yang popular adalah yang bergaya narasi/bercerita seperti cerpen, novel. Dalam bahasa rupa kita dapat melihat komik yang merupakan gambar bercerita. Lalu pada ilustrasi buku anak yang penekanannya lebih pada bahasa visual….Gaya naratif banyak dipakai dalam pelbagai gambar. Gambar komik, kartun strip, petunjuk pemakaian benda, Gaya gambar bercerita ini paling luas digunakan karena sifatnya yang relatif mudah dipahami masyarakat awam. Karangan juga dapat deskriptif, informatif, contoh bahasa rupanya dapat kita lihat pada infographic,peta, pasfoto,gambar ilustrasi sains. Pasfoto contohnya, berusaha sedapat mungkin memberi informasi mengenai cirri wajah seseorang. Sebab itu potret dibuat dengan sudut pandang sejajar mata. Penyinaran standar, tanpa dramatisasi/efek lain Sikap tubuh yang di foto juga formal.( Bandingkan dengan pemotretan fashion). Karangan dapat lebih rasional, formal dan dingin seperti laporan, makalah teknis, spesifikasi . Padanannya dalam bahasa rupa ialah denah rumah, gambar konstruksi yang umumnya menggunakan garis-garis objektif, sedapat mungkin steril dari unsur emosi. Daftar diatas masih dapat kita perpanjang. Prinsip yang dapat kita pegang adalah, semua karya rupa dapat berada diantara 2 kutub ekstrem, yakni kutub realis dan kutub abstrak. Gambar gambar yang mirip dengan apa yang kita lihat di alam mengarah ke kutub realis. Seniman yang mengganggambar dengan gaya ungkap semacam ini mencoba menggambar apa yang ia lihat. Menggambar apa yang I Selain itu, kita dapat menggolongkan karya rupa menurut maksudnya. Seniman dapat menggambar apa yang ia lihat. Hasilnya gambar gambar mirip alam/realistic/cermin realitas. Seniman menggambar apa yang ia ketahui. Seniman menggambar apa yang ia rasakan. Seniman mnggambar apa yang ia impikan. Seniman menggambar Kesimpulan Bahasa kata dapat kita gunakan sebagai model untuk mengenal seni rupa, yakni dimulai dari unsure huruf, kata,kalimat dan karangan. Dalam bahasa rupa ini berarti dimulai dari titik, garis, bentuk testur, warna , sampai gambar utuh.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->