P. 1
Kelas 11 Smk Tata Busana

Kelas 11 Smk Tata Busana

|Views: 2,159|Likes:
Published by rahman30

More info:

Published by: rahman30 on Mar 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/18/2012

pdf

text

original

Membuat pola busana dengan teknik kombinasi merupakan salah
satu cara pembuatan pola dengan mengombinasikan teknik konstruksi A
dengan teknik konstruksi B, teknik dressmaking dengan teknik konstruksi
atau teknik konstruksi dengan teknik drapping. Pada BAB ini dijelaskan
cara membuat pola busana dengan kombinasi teknik konstruksi dengan
teknik drapping. Tujuan dari teknik kombinasi adalah untuk membuat
busana dengan desain-desain yang sulit seperti desain busana pesta.
Untuk menggambar pola kombinasi sama halnya dengan membuat
pola lainnya yang membutuhkan ukuran tubuh sipemakai. Ukuran yang
diperlukan secara umum adalah: lingkar badan; lingkar pinggang; lingkar
panggul; lingkar leher; panjang punggung; lebar punggung; panjang
muka; lebar muka; panjang bahu; panjang sisi; panjang rok; panjang
lengan; tinggi dada dan tinggi panggul.
Karena desain yang akan dibuat sangat sulit atau rumit, sebaiknya
dikonstruksi berdasarkan pola dasar, baik pola dasar badan, rok dan
lengan. Sebelum dibuat sebaiknya diuji cobakan terlebih dahulu. Menguji
cobakan pola dapat dibuat dalam ukuran kecil (fragmen). Fragmen yang
dibuat sebaiknya dari bahan yang sama dengan bahan pakaian yang
sebenarnya. Jika harga bahan
pakaian terlalu mahal, untuk bahan fragmen dapat diganti dengan bahan
yang memiliki sifat yang sama atau mendekati dengan sifat bahan
utama.

307

Desain

Gambar 156. Desain busana pesta

Dari desain di atas dapat kita analisa bahwa busana tersebut terdiri atas
2 bagian yaitu bagian dalam yang menggunakan bahan yang tidak
transparan dan bagian luar yang di drapir pada pinggang menggunakan
bahan transparan dan melangsai. Busana bagian dalam dapat kita buat
menggunakan teknik konstruksi yang mana di buat berdasarkan pola
dasar yang dikembangkan. Sedangkan busana bagian luar dapat
dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan teknik konstruksi atau dengan
metode potong dan dapat juga menggunakan teknik drapping. Namun
dari dua cara tersebut, teknik drapping dapat menghasilkan bentuk yang
lebih bagus karena pola diperoleh dengan teknik langsung mengatur kain

308

yang akan dijadikan busana pada dressform yang ukurannya sama
dengan sipemakai. Jadi dalam pembuatan busana ini kita menggunakan
teknik kombinasi antara teknik konstruksi dengan teknik drapping.

1. Teknik konstruksi busana bagian dalam (Furing)

Cara membuat pola busana bagian dalam (furing) adalah :

Langkah pertama:

Gambar 157. Pecah pola

309

Keterangan :

1. Ciplak pola dasar badan muka dan belakang dan kup sisi
dipindahkan ke bahu dengan cara membuka kup bahu dan
menutup kup sisi.
2. Sambungkan pola dasar badan dengan pola dasar rok
3. Bagi pola rok menjadi empat bagian untuk pengembangan bawah

gaun.

4. Bagian sisi rok diluruskan karena model gaun lebar ke bawah.

Langkah kedua:

Gambar 158. Pengembangan pecah pola

310

Keterangan :

1. Gunting dan kembangkan pola rok masing-masing 6-9 cm.
2. Bentuk garis dada sesuai dengan desain. Caranya yaitu:
a. Tengah muka turun dari garis leher muka 8 - 11cm
b. Bagian sisi tetap
3. Besar kup bahu ditambah 1-2 cm agar jatuh gaun pada bagian
dada bagus atau tidak menganga (menggelembung).

Langkah ketiga:

Gambar 159. Gabungan pola muka kiri dan kanan

311

Keterangan :

Setelah dilakukan pecah pola pada rok seperti yang dilakukan
pada langkah kedua maka pola tersebut sudah dapat digunakan
untuk memotong pakaian yang bagian dalam (furing).

2. Teknik drapping untuk bahan bagian luar (bahan
transparan dan melangsai)

Untuk pakaian bagian luar dilakukan dengan teknik drapping,
yaitu dengan mengatur kain langsung pada dressform. Caranya
adalah pertama-tama kita sampirkan kain ke dresform yang
ukurannya sama dengan sipemakai. Perhatikan gambar berikut :

Gambar 160. Menyampirkan kain pada dressform

Langkah kedua yaitu bahan di pentul pada bagian belakang
seperti gambar di bawah ini. Pada bahagian atas perlu di
perhitungkan letak jatuh pakaian pada bagian dada, jadi dalam
menyampirkan kain kita perhitungkan letak jatuhnya pakaian pada
badan secara keseluruhan. Setelah itu baru dipentul pada bahagian
belakang agar kita mudah membentuk pada bagian dada dan drapir
pada sisi. Perhatikan gambar berikut :

312

Gambar 161. Mementul bahan pada bagian belakang

Langkah ketiga adalah membentuk drapir pada bagian sisi
kanan. Buatlah lipatan-lipatan pada bagian sisi dan atur jarak serta
besar lipit. Kemudian tandai batas sisi kiri dan kanan menggunakan
kapur jahit. Tanda yang dibuat menggunakan kapur jahit merupakan
batas jahitan pada bagian sisi. Jadi untuk mendapatkan polanya perlu
kita tambahkan kampuh. Perhatikan gambar berikut :

Gambar 162. Membentuk lipit pada bagian sisi

313

Langkah keempat adalah membentuk hiasan pada bagian
dada. Motif dapat disesuaikan dengan hiasan yang diinginkan. Aturlah
jarak motif dengan tetap berpedoman dengan desain yang
direncanakan. Perhatikan gambar berikut :

Gambar 163. Membentuk hiasan pada bagian dada

Langkah kelima adalah menggunting bahan hasil dari teknik
draping sesuai dengan tanda yang di buat. Sebagai kontrol hasil
draping dapat disesuaikan dengan ukuran pada pola yang ada atau
dengan ukuran badan sipemakai. Untuk bagian bawah rok perlu
disesuaikan dengan lebar rok yang dikonstruksi. Sementara untuk
pola belakang dapat digunakan pola yang dikonstruksi. Setelah itu,
barulah dijahit dengan teknik yang tepat.

Gambar 164. Hasil teknik drapping pola bagian muka

314

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->