P. 1
Kelas 11 Smk Tata Busana

Kelas 11 Smk Tata Busana

|Views: 2,163|Likes:
Published by rahman30

More info:

Published by: rahman30 on Mar 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/18/2012

pdf

text

original

Secara umum desain dapat dibagi 2 yaitu desain struktur
(structural design) dan desain hiasan (decorative design).

1. Desain Struktur (Struktural Design)

Desain struktur pada busana disebut juga dengan siluet
busana (silhoutte). Siluet adalah garis luar dari suatu pakaian,
tampa bagian-bagian atau detail seperti lipit, kerut, kelim, kup dan
lain-lain. Namun jika detail ini ditemukan pada desain struktur
fungsinya hanyalah sebagai pelengkap.
Berdasarkan garis-garis yang dipergunakan, siluet dapat
dibedakan atas beberapa bagian yang ditunjukkan dalam bentuk
huruf. Dalam bidang busana dikenal beberapa siluet yaitu :

a. Siluet A

Merupakan pakaian yang mempunyai model bagian atas
kecil, dan bagian bawah besar. Bisa juga tidak mempunyai
lengan. Perhatikan gambar 77 di bawah ini :

b. Siluet Y

Merupakan model pakaian dengan model bagian atas
lebar tetapi bagian bawah atau rok mengecil. Perhatikan
gambar 78 di bawah ini :

197

Gambar 77. Contoh desain dengan siluet A

Gambar 78. Contoh desain dengan siluet Y

198

c. Siluet I

Merupakan pakaian yang mempunyai model bagian atas
besar atau lebar, bagian badan atau tengah lurus dan bagian
bawah atau rok besar.

Gambar 79. Contoh desain dengan siluet I

199

d. Siluet S

Merupakan pakaian yang mempunyai model dengan bagian atas
besar , bagian pinggang kecil dan bagian bawah atau rok besar.

Gambar 80. Contoh desain dengan siluet S

200

e. Siluet T

Merupakan pakaian yang mempunyai desain garis leher
kecil, ukuran lengan panjang dan bagian bawah atau rok kecil.

Gambar 81. Contoh desain dengan siluet T

201

f. Siluet L

Merupakan bentuk pakaian variasi dari berbagai siluet,
dapat diberikan tambahan dibagian belakang dengan bentuk
yang panjang/drapery. Bentuk ini biasanya terlihat pada
pakaian pengantin barat.

2. Desain Hiasan (Decorative Design)

Desain hiasan pada busana mempunyai tujuan untuk
menambah keindahan desain struktur atau siluet. Desain hiasan
dapat berupa krah, saku, renda, sulaman, kancing hias, bis dan
lain-lain.

Desain hiasan harus memenuhi syarat-syarat sebagai

berikut yaitu :
a. Hiasan harus dipergunakan secara terbatas atau tidak
berlebihan.
b. Letak hiasan harus disesuaikan dengan bentuk strukturnya.
c. Cukup ruang untuk latar belakang, yang memberikan efek
kesederhanaan dan keindahan terhadap desain tersebut.
d. Bentuk latar belakang harus dipelajari secara teliti dan sama
indahnya dengan penempatan pola-pola pada benda tersebut.
e. Hiasan harus cocok dengan bahan desain strukturnya dan
sesuai dengan cara pemeliharaannya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->