P. 1
Kelas 10 Smk Bahasa-Indonesia

Kelas 10 Smk Bahasa-Indonesia

5.0

|Views: 27,641|Likes:
Published by rahman30

More info:

Published by: rahman30 on Mar 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/02/2015

pdf

text

original

Fakta menunjukkan bahwa untuk
mendapatkan informasi yang disam-
paikan secara lisan lebih sulit dibanding-
kan dengan informasi yang disampaikan
secara tertulis. Hal ini disebabkan ka-
rena informasi yang disampaikan
secara lisan hanya dapat kita dengar
sekali saja dan tidak akan diulang kem-
bali. Adapun pada informasi tertulis,
kita dapat membacanya berulang kali.
Oleh sebab itu, dalam mendengarkan
informasi lisan kita dituntut untuk
menyimak dengan baik.
Kemampuan menyimak sangat
penting karena mendengarkan merupakan salah satu cara belajar yang paling
mendasar. Tanpa kemampuan menyimak yang baik, kita akan mengalami kesulitan
dalam menyerap informasi. Adapun sumber-sumber informasi lisan dapat kita
peroleh melalui penuturan langsung dari narasumber, media radio dan televisi,
rekaman, dan sumber informasi lisan lainnya.

Sumber: Intisari, No. 482 September 2003

Gambar 6.1 Tanpa kemampuan
menyimak yang baik, kita akan
mengalami kesulitan dalam menyerap
informasi lisan dari media televisi

89

Wisata

Tugas Individu

1.Coba simak petikan wawancara berikut ini yang akan dibacakan oleh dua
orang teman Anda.

Menurut Anda, apakah rasa itu?

Rasa adalah sesuatu yang kita rasakan. Keberadaan rasa sangat
bergantung pada segala sesuatu yang terjadi pada diri kita. Jika kita sedang
dalam kondisi kasar, rasa pun jadi kasar. Karena itu, kita harus mengolah
rasa, melakukan bawa raos. Dan ini merupakan tradisi yang menguntung-
kan, karena dengan demikian saya akan bisa mengelola perasaan cinta,
kasih sayang, keadilan, dan lain-lain.
Rasa itu harus dilatih. Jika saya makan asal makan saja, saya tidak
akan tahu apa kapulaga atau berbagai jenis bumbu. Karena tahu pelangi
bumbu itulah, saya jadi menghargai dan mengapresiasi berbagai makanan.
Rasa itu juga hasil investigasi. Dengan melakukan investigasi, saya jadi
tahu mengapa sebuah makanan bernama lontong cap go meh.
Bagaimana cara Anda melatih rasa?

Melatih rasa itu bisa dengan berbagai cara. Antara lain dengan membaca
dan berdoa. Setiap hari selama satu jam, setelah membuka e-mail, saya
berkeliling di sekitar rumah, tanpa bawa telepon genggam atau ditemani
istri. Selama itu pula saya berdoa dan merasakan angin, hangat matahari,
daun hijau, dan biru langit dari Gusti Allah. Saat itulah saya menyatakan
rasa syukur. Saat itu pula jika ada keluhan atau kekurangan, saya utarakan
juga kepadaNya. Bahkan di tengah kesibukan, saya memiliki oase-oase
khusus yang bisa saya gunakan untuk mengolah rasa dan berelasi dengan
Gusti Allah.

Apa komentar Anda tentang berbagai makanan Indonesia jika
dibandingkan dengan makanan-makanan lain di berbagai belahan dunia?

Ada beberapa persamaan antara makanan China dengan makanan
Indonesia. Kedua-duanya ternyata selalu berkait dengan ritual. Suatu kali
saat makan di sebuah restoran China, saya memesan fumak. Mendadak
sang pemilik restoran bertanya, ”Apakah Bapak sedang bersedih karena
makan makanan pahit?” Saya bilang, ”Tidak. Saya mengira makanan pahit
itu akan berguna untuk peredaran darah.”
Jika kita makan tumpeng, saya kira harus ada bahan-bahan yang berasal
dari darat, laut, dan udara. Jika tidak, ia tak layak disebut sebagai tumpeng
yang bisa digunakan untuk selamatan. Makanan-makanan di Bali atau India
juga senantiasa dilekatkan dengan ritual. Bertolak dari hal itu, saya memang
lebih setuju menggunakan istilah para antropolog boga atau food ways

90Bahasa Indonesia Tingkat Semenjana Kelas X

ketimbang kuliner. Makanan dengan demikian mengandung sejarah dan
proses kebudayaan. Ia adalah produk kebudayaan.

Bagaimana cara mendapatkan makanan sebagai sesuatu yang sakral

sekaligus enak?

Sebenarnya kian mengenal makanan, kita makin tidak rigid terhadap
segala hal yang dimakan. Tidak perlu diet. Anda bisa hari ini makan jeroan,
tetapi hari lain ya makan lain. Jika bisa dilakukan, saya jamin Anda akan
makan dengan enjoy.

Makanan Thailand sudah bisa diterima dunia. Apakah makanan kita
bisa menjadi makanan global?

Sangat bisa. Cobalah bikin restoran Indonesia di Singapura. Akan tetapi
ia harus ditampilkan dengan setting yang lebih baik. karena itu fine dining
setting
adalah sebuah keharusan. Makanan Thai memang sudah menjadi
kuliner dunia, karena memang ada kebijakan menyebarkan makanan itu ke
seluruh dunia.

Kita, jika mau, saya kira bisa. Libatkan swasta. Ada strategi. Ada
penyesuaian rasa yang memungkinkan ia bisa dinikmati oleh bangsa lain.
dan jangan lupa promosi.

Sumber: Suara Merdeka, 26 Agustus 2007 (Diambil seperlunya)

2.Apakah menurut Anda petikan wawancara tersebut dapat dikatakan sumber
informasi lisan? Terangkan alasannya dengan logis.
3.Apabila wawancara di atas termasuk informasi lisan, apa saja informasi
yang Anda dapatkan dari petikan wawancara tersebut?

B.Berbicara

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->