P. 1
Kelas 10 Smk Bahasa-Indonesia

Kelas 10 Smk Bahasa-Indonesia

5.0

|Views: 27,769|Likes:
Published by rahman30

More info:

Published by: rahman30 on Mar 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/02/2015

pdf

text

original

Di zaman sekarang, kebutuhan membaca teks dengan cepat sangat dibutuhkan
oleh masyarakat, termasuk Anda. Semakin banyaknya informasi yang hadir di
tengah-tengah masyarakat menyebabkan tidak semua informasi tersebut dapat
diserap apabila kita tidak mencari jalan keluar untuk mengatasinya.
Oleh karena itu, teknik membaca cepat perlu Anda pelajari sedini mungkin
sehingga dapat menyerap informasi sebanyak-banyaknya. Dengan kata lain, teknik
membaca cepat merupakan cara termudah untuk mendapatkan beragam informasi
yang kita butuhkan.

Anda dapat melakukan metode berikut agar dapat membaca cepat suatu teks

dengan lancar.
1.Siapkan teks yang akan dibaca.
2.Mulailah membaca dalam hati ketika guru memberi tanda ketukan pertama
sebagai awal satu menit pertama.
3.Baca dengan kecepatan yang tinggi.
4.Setelah satu menit, guru akan memberi tanda. Berhentilah membaca dan
berikan tanda dalam bacaan batas akhir yang Anda baca.
5.Guru memberi tanda ketukan kedua sebagai awal satu menit yang kedua.
6.Teruskan sampai naskah selesai dibaca.
7.Setelah selesai membaca, hitunglah jumlah kata yang sudah berhasil dibaca
dari menit pertama dan seterusnya.
8.Rata-rata hasil pembacaan menunjukkan kecepatan membaca Anda.
Di samping itu, Anda perlu mengetahui ada kalanya seseorang tidak dapat
membaca cepat suatu teks dengan lancar. Kasus tersebut dapat disebabkan oleh
beberapa faktor seperti:

No.Nama Kelompok

Ketepatan Penggunaan Artikulasi
Baik

Kurang Baik

10Bahasa Indonesia Tingkat Semenjana Kelas X

1.membaca kata demi kata atau terpatah-patah;
2.mengulang kata atau kalimat yang telah dibaca;
3.berhenti lama di awal baris;
4.kritis terhadap kata kunci;
5.membaca dengan bergumam.

Tugas Individu

1.Bacalah teks berikut dengan cara membaca cepat dan gunakan metode yang
telah Anda pelajari.

Problem Buruh yang Tak Kunjung Tuntas
Advokasi Buruh Masih Setengah Hati

Problem buruh di Indonesia memang tak pernah tuntas. Menurut data
Badan Pusat Statistik, penduduk usia kerja di Indonesia mencapai 160 juta
jiwa. Di antara jumlah sebanyak itu, yang benar-benar bekerja hanya 95,18
juta jiwa. Jumlah yang tidak sebanding.
Menurut Koordinator Aliansi Buruh Menggugat (ABM), Anwar Sastro
Ma’ruf, problem utama pekerja saat ini adalah tindakan pemerintah yang
sangat protektif pada pihak pengusaha.
Ketua Divisi Kajian dan Kampanye Perhimpunan Bantuan Hukum dan
Hak Asasi Manusia (PBHI), Gunawan, menambahkan, sikap pemerintah
yang mendukung pengesahan UU Penanaman Modal menjadi ganjalan baru
bagi kaum pekerja. Sebab, dalam salah satu pasal, diperbolehkan adanya
pengalihan modal tanpa melibatkan serikat pekerja. Menurut dia, hal itu
membuat kaum buruh rawan terkena pemutusan hubungan kerja secara
massal.

Selain itu, kata Gunawan, penetapan upah minimum (UMP) harus
berdasar kesepakatan bipartit. Selama ini, penetapan UMP berdasar survei
kebutuhan hidup yang dilakukan Dewan Pengupahan Daerah (DPD/K) yang
terdiri atas unsur pengusaha, buruh, pemerintah, serta akademisi. Karena
itu, UMP pun terus naik dari tahun ke tahun sejalan dengan perkembangan
harga-harga. Namun, karena UMP naik untuk mengikuti kenaikan biaya
hidup, kesejahteraan buruh dinilai tidak membaik.
Sementara itu, hasil-hasil penelitian menunjukkan, kenaikan upah
minimum akan menambah pengangguran. Sebab, UMP baru akan
mendorong pekerja lama menuntut kenaikan upah. Di negara surplus tenaga
kerja seperti Indonesia, teori Philips (upah naik mengurangi pengangguran)

11

Ketenagakerjaan

tak berlaku. Berbagai faktor itulah yang menyebabkan para buruh
melakukan demonstrasi, baik dengan turun ke jalan ataupun mogok kerja.
Menurut data resmi dari situs Depnaker, pada 2005, jumlah mogok
tercatat 174 kasus dan pada 2006 turun menjadi 112 kasus. Sejalan dengan
penurunan aksi mogok, jumlah jam kerja yang hilang juga menurun tajam.
Yakni, dari 1,1 juta jam menjadi 497 ribu jam.
Beberapa indikator tersebut menunjukkan masalah buruh-pengusaha
sebenarnya bisa diatasi. Lantas, mengapa kedua pihak tidak bisa berdialog
secara bipartit atau tripartit? Mungkin pengusaha dan pekerja sama-sama
kehilangan trust culture atau budaya saling percaya.

Sumber: Jawa Pos, 4 Mei 2007 (Dengan pengubahan seperlunya)

2.Setelah menghitung rata-rata hasil pembacaan Anda, bandingkan hasilnya
dengan teman-teman yang lain.

Tugas Kelompok

1.Siapkan diri Anda untuk berlomba membaca cepat dengan teman sebangku.
Anda dapat menggunakan materi bacaan berjudul Problem Buruh yang
Tak Kunjung Tuntas
di atas.
2.Sebagai isyarat dimulainya lomba, Anda atau teman sebangku dapat
mengetuk meja dan mulailah membaca dengan kecepatan tinggi.
3.Jika sudah selesai, bandingkan catatan waktu baca Anda dengan teman
sebangku.
4.Tugas ini memerlukan kejujuran Anda dalam pelaksanaannya.

D.Menulis

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->