P. 1
Kelas 11 Smk Bahasa Dan Sastra Indonesia

Kelas 11 Smk Bahasa Dan Sastra Indonesia

4.0

|Views: 9,259|Likes:
Published by rahman30

More info:

Published by: rahman30 on Mar 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/06/2015

pdf

text

original

Melaporkan kegiatan berdasarkan peristiwa yang
pernah diikuti, didengar, atau dilihat berarti mence-
ritakan pengalaman sendiri. Menceritakan penga-
laman akan lebih mudah lagi jika kita biasa atau ge-
mar menulis catatan harian. Dalam catatan harian,
kita bisa menuliskan pengalaman-pengalaman yang
berkesan.

Agar peristiwa yang Anda ceritakan itu menarik
dan membuat orang lain terkesan, susunlah jalan
peristiwa dengan baik, wajar, sistematis, dan logis.
Gunakan kata-kata dan kalimat-kalimat yang tidak
membosankan! Jadi, kegiatan yang Anda laporkan
tidak sekadar sejumlah peristiwa yang dialami, tetapi
harus bermanfaat bagi orang lain.

Dalam keterampilan berbicara yang perlu di-
perhatikan bukan hanya agar bahasa itu mudah
ditangkap, sopan dan tidak menyimpang , tetapi juga
agar bahasa itu dapat digunakan untuk melaporkan.
Pada kesempatan ini kita akan mempelajari bagaima-
na menyampaikan laporan secara lisan. Untuk dapat
menyampaikan laporan secara baik terlebih dahulu
kita memahami hal-hal yang berhubungan dengan
penyampaian laporan secara lisan. Berbicara untuk
melaporkan, untuk memberikan informasi, atau dalam

bahasa Inggris disebut informative speaking dilak-
sanakan kalau seseorang berkeinginan untuk:

memberi atau menanamkan pengetahuan;
menetapkan atau menentukan hubungan-
hubungan antara benda-benda;
menerangkan atau menjelaskan suatu pro-
ses;
menginterpretasikan atau menafsirkan se-
suatu persetujuan ataupun menguraikan
suatu artikel.

Semua hal tersebut merupakan situasi-situasi
informatif karena masing-masing ingin membuat pe-
ngertian-pengertian atau makna-makna menjadi jelas.
Pembicaraan-pembicaraan yang bersifat informatif
menyandarkan diri pada sumber utama.

1)Pengalaman-pengalaman yang harus dihubung-
hubungkan seperti perjalanan, petualangan,
cerita roman/novel.

2)Proses-proses yang harus dijelaskan, seperti
pembuatan sebuah buku, mencampur pigmen-
pigmen untuk membuat warna-warna, merekam
serta memotret bunyi.

3)Tulisan-tulisan yang harus dijelaskan/dipahami
seperti arti/makna konstitusi.

4)Ide-ide atau gagasan-gagasan yang harus dising-
kapkan seperti makna estetika .

5)Instruksi-instruksi atau pengajaran-pengajaran
yang harus digambarkan dan diragakan seperti
bagaimana bermain catur, bagaimana cara mem-
buat kue tart, dan sebagainya.

Perlu disadari bahwa tuntutan serta pertimbang-
an dalam situasi-situasi informatif lebih bersifat inte-
lektual daripada emosional. Kita harus berusaha
menempatkan segala sesuatu dalam posisi dan
urutan yang mudah terlihat. Pendekatan yang kita
buat dapat bersifat deduktif ataupun induktif. Adapun
tujuan yang hendak dicapai dalam suatu pembicaraan
itu, terlebih dahulu perlu adanya suatu perencanaan.
Dalam merencanakan suatu pembicaraan kita harus
mengikuti langkah-langkah berikut.

a)Memilih pokok pembicaraan yang menarik
hati kita

Kebanyakan orang cenderung mendengarkan
suatu pembicaraan yang baik mengenai suatu po-
kok/judul yang disenangi.

b)Membatasi pokok pembicaraan

Dengan jalan membatasi pokok pembicaraan,
maka mungkinlah kita mencakup suatu bidang ter-
tentu secara baik dan menarik.

Pembelajaran 11 - Kompetensi Dasar 2.11

119

c)Mengumpulkan bahan-bahan

Kita dapat mengumpulkan bahan-bahan dari ber-
bagai sumber, misalnya siaran radio, TV, khotbah,
artikel surat kabar/majalah.

d)Menyusun bahan

Pembicaraan yang hendak disampaikan hendak-
nya terdiri atas 3 bagian, yaitu:

1.Pendahuluan

Usahakanlah menarik perhatian para pende-
ngar dalam kalimat pembukaan. Kita dapat
mulai dengan suatu pertanyaan yang merang-
sang atau suatu pernyataan yang menimbul-
kan rasa ingin tahu dari para pendengar.

2.Isi

Dalam merencanakan isi pembicaraan maka
kita harus membuat sesuatu bagan butir-butir
penting yang memuat semua informasi/data
dan fakta.Untuk itu diperlukan 5 W 1 H =

Kalimat-kalimat dalam isi pembicaraan kita
hendaklah bersemangat, bergairah, antusias,
logis, dan spesifik.

3.Penutup

Bagian ini berisi kesimpulan atau solusi dari
materi pembicaraan.

What-Who-Where-When-Why-How (apa,
siapa, di mana, kapan, mengapa, bagai-
mana). Setelah data terkumpul gunakanlah
kata-kata peralihan yang akan memudahkan
para pendengar mengikuti gagasan-gagasan
kita, misalnya :

Pertama-tama ... . Kedua ... . Ketiga ... .
Akhirnya ... .

Langkah pertama ... .Langkah kedua

... .

Kerjakan aktivitas-aktivitas berikut ini da-
lam buku tugasmu!

A.Ikutilah langkah-langkah berikut:

1.Pilihlah satu tema laporan yang menarik hati
Anda!

2.Batasilah tema tersebut dengan pokok-pokok
gagasan!

3.Kumpulkanlah bahan-bahan yang mendukung

tema yang telah kalian pilih! (dari televisi, ra-
dio, surat kabar, atau buku)

4.Susunlah secara kronologis bahan-bahan ter-
sebut menjadi sebuah laporan lengkap!

B.Sampaikanlah laporan kalian secara kro-
nologis di hadapan teman-teman Anda!

C.Mintalah teman kalian untuk menilai la-
poran kalian!

Tidak hanya perjalanan wisata yang bisa Anda tulis
dalam bentuk laopran, hasil pengamatan terhadap ling-
kungan sekitar juga bisa ditulis sebagai laporan. Mi-
salnya, pengamatan terhadap minat baca siswa SMK.

Laporan merupakan salah satu jenis karangan.
Sebagaimana karangan lain, sebelum menulis la-
poran perjalanan, Anda sebaiknya menulis kerangka
laporan terlebih dahulu. Berikut ini contoh kerangka
laporan.

Kalian tentu sudah pernah pergi berlibur, entah
bersama keluarga atau teman sekolah. Tempat wisa-
ta mana yang pernah kalian kunjungi saat liburan?
Dapatkah kalian membuat laporan perjalanan wisata?

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->