P. 1
Outline Skripsi

Outline Skripsi

|Views: 5,432|Likes:
Published by Elmo
Contoh Outline Skripsi
Contoh Outline Skripsi

More info:

Published by: Elmo on Mar 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF or read online from Scribd
See more
See less

09/20/2015

pdf

original

SISTEM KOMPUTERISASI AKUNTANSI PERSEDIAAN PADA PERUSAHAAN DAGANG

1. Latar Belakang Masalah Persediaan merupakan salah satu jenis aktiva yang relatif aktif perubahannya disamping Piutang Usaha. Pada sebagian besar perusahaan dagang, persediaan merupakan bagian terbesar dari aktiva lancar atau bahkan dari jumlah seluruh aktiva. Oleh karena itu perlu adanya perencanaan dan pengawasan yang baik terhadap persediaan. Adanya persediaan yang cukup untuk melayani permintaan pelanggan merupakan faktor dominan untuk mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan. Sebaliknya, penumpukan persediaan dalam jumlah yang berlebihan memiliki risiko di dalam penyediaan modal kerja, risiko kerusakan persediaan, biaya penyimpanan dan sebagainya. Adanya beberapa sistem pencatatan persediaan dan metode penilaian harga pokok persediaan mengakibatkan manajer perusahaan memiliki kebebasan yang banyak dalam mencari metode apa yang paling sesuai dengan perusahaan mereka. Meskipun begitu, dikarenakan persediaan merupakan aktiva yang rela tif aktif, pencatatan yang berulang-ulang tentu dapat mengakibatkan kesalahan pencatatan yang relatif tinggi. Oleh karena itu, penggunaan teknologi yang modern akan dapat membantu mengurangi tingkat kesalahan pencatatan persediaan tersebut. Sistem komputerisasi persediaan akan mempermudah karyawan dalam memasukkan nilai persediaan yang ada di perusahaan. Pemilihan metode penilaian harga pokok persediaan dan sistem pencatatan persediaan bisa dipilih dengan opsi yang ada, sehingga karyawan tidak perlu pusing memikirkan persediaan yang dimasukkan (input) ke dalam komputer harus menggunakan metode apa. Dengan sistem komputerisasi, akuntansi persediaan diharapkan akan dapat dihitung dengan lebih efektif dan efisien. 2. Perumusan Masalah Dari latar belakang di atas, penulis mengambil perumusan masalah sebagai berikut: ³Bagaimanakah sistem komputerisasi akuntansi persediaan pada perusahaan dagang?´ 3. Tujuan Penulisan Adapun tujuan dari penulisan ini adalah: ³Untuk mengetahui dan menganalisa sistem komputerisasi akuntansi persediaan pada perusahaan dagang.´

1

2

4. Kerangka Berpikir
Pembelian Barang Persediaan Penjualan Barang Persediaan

Bagian Gudang

Bagian Penjualan

Input Data

Sistem Komputerisasi Persediaan

Dokumen-dokumen yang diperlukan untuk dicetak

Penyimpanan data di database komputer

5. Tinjauan Pustaka/Penelitian Terdahulu Rika Petrisia (2005), tujuan penelitiannya adalah menganalisa dan kemudian mengajukan alternatif pemecahan masalah yang timbul dari sistem yang sedang berjalan dengan mengajukan usulan rancangan sistem informasi yang terkomputerisasi. Dengan demikian lebih mengoptimalkan dalam proses pengolahan data yang akan direalisasikan, serta pembuatan berbagai macam aplikasi laporan kegiatan penjualan tunai untuk membantu pimpinan dalam memantau kegiatan. Kegiatan yang dilakukan yaitu menganalisa sistem yang ada yaitu mempelajari dan mengetahui apa yang akan dikerjakan sistem yang ada. Menspesifikasikan sistem, yaitu perincian masukan yang digunakan, database yang ada, proses yang dilakukan dan keluaran yang dihasilkan. Merancang sistem secara rinci, berdasarkan hasil analisa sistem yang ada, sehingga menghasilkan model baru yang akan diusulkan, dengan disertai rancangan database dan spesifikasi program. Hasil penelitiannya adalah menyatakan bahwa dengan sistem yang terkomputerisasi dapat mendukung dalam proses penjualan, karena prosesnya lebih cepat, dan lebih memudahkan penggunanya (dalam hal ini bagian penjualan) dalam aktivitasnya. Sistem yang terkomputerisasi juga dapat menyimpan data-data yang ada sekarang maupun data-data lama ke dalam database, sehingga pencarian informasi yang dibutuhkan segera terpenuhi dengan lengkap dan akurat. Adi Setiawan S. (2005), tujuan penelitiannya adalah untuk memperkenalkan tentang metoda-metoda penerimaan informasi dengan cepat dan mudah melalui sebuah komputer yang ada didalam CV. SURYA KONTRAKTA.

3

Dengan demikian lebih mengoptimalkan dalam proses pengolahan data yang akan direalisasikan, serta pembuatan berbagai macam aplikasi laporan kegiatan pembelian untuk membantu pimpinan dalam memantau kegiatan. Hasil penelitiannya adalah dengan sistem komputerisasi pembelian, kecepatan dalam penyajian suatu informasi akan lebih banyak membantu pihak CV. SURYA KONTRAKTA dalam pengambilan langkah-langkah kebijaksanaan dan keputusan untuk kepentingan perusahaan. Pada sistem komputerisasi pembelian, proses pembuatan laporan juga dapat dilakukan relatif lebih cepat dan data yang diperoleh relatif lebih akurat. 6. Rencana Analisis Data Adapun rencana analisis data yang penulis akan gunakan adalah analisis sistem yang akan dibuat, yaitu dengan menggunakan Entity Relational Diagram, Logical Record Structure, Conceptual Data Model, Database Relation, Database Specification, Normalization, Sequence Diagram, Class Diagram, Activity Diagram. Sedangkan pembuatan sistemnya sendiri penulis menggunakan bahasa pemrograman Borland Delphi.

EARNING MANAGEMENT ± SUATU TELAAH PUSTAKA
1. Latar Belakang Masalah Istilah Earning Management atau manajemen laba mulai menarik perhatian peneliti, khususnya peneliti akuntansi, karena sering dihubungkan dengan perilaku manajer atau para pembuat laporan keuangan. Sekilas, manajemen laba tampak berhubungan erat dengan tingkat perolehan laba atau prestasi usaha suatu organisasi. Hal ini mengingat tingkat keuntungan atau laba yang diperoleh sering dikaitkan dengan prestasi manajemen, disamping memang merupakan hal yang lumrah bahwa besar kecilnya bonus yang akan diterima oleh manajer suatu perusahaan bergantung dari besar kecilnya laba yang diperoleh. Oleh sebab itu tidaklah mengherankan bila manajer sering berusaha menonjolkan prestasinya melalui tingkat keuntungan atau laba yang dicapai. Istilah earning management muncul pada saat adanya percobaan dalam mengaitkan hubungan antara suatu variabel ekonomi tertentu dan upaya-upaya manajer untuk mengambil manfaat atas variabel tersebut. Pembahasan tentang earning management tidak bisa dilepaskan dari pembahasan tentang teori baru di akuntansi, yaitu teori akuntansi positif (positive accounting theory). Teori akuntansi positif mempunyai peranan yang sangat penting dalam mempengaruhi manajer untuk memilih suatu metode akuntansi, sebab teori ini dapat memberikan pedoman kepada para pembuat keputusan kebijakan akuntansi dalam melakukan perkiraan-perkiraan atau penjelasan-penjelasan akan konsekuensi dari keputusan tersebut. Earning management diduga muncul atau dilakukan oleh manajer atau para pembuat laporan keuangan dalam proses pelaporan keuangan suatu organisasi karena mereka mengharapkan suatu manfaat dari tindakan yang dilakukan. Earning management menjadi menarik untuk diteliti karena dapat memberikan gambaran akan perilaku manajer dalam melaporkan kegiatan usahanya pada suatu periode tertentu, yaitu adanya kemungkinan munculnya motivasi tertentu yang mendorong mereka untuk mengatur data keuangan yang dilaporkan. Yang perlu dicatat adalah bahwa earning management tidak harus dikaitkan dengan upaya untuk memanipulasi data atau informasi akuntansi, tetapi lebih cenderung dikaitkan dengan pemilihan metode akuntansi untuk mengatur keuntungan yang bisa dilakukan karena memang diperkenankan menurut peraturan akuntansi (dalam hal ini adalah Standar Akuntansi Keuangan). 2. Perumusan Masalah Adapun perumusan masalah yang penulis ambil dari latar belakang di atas adalah: a. Faktor-faktor apa yang menyebabkan manajer mengatur data keuangan yang dilaporkan dengan melakukan earning management? b. Bagaimanakah langkah-langkah atau metode-metode yang bisa digunakan oleh para manajer dalam mengatur laba?

1

2

c. Bagaimanakah penelitian-penelitian yang sudah dilakukan dalam membahas tentang earning management? 3. Tujuan Penulisan Adapun tujuan dari penulisan ini adalah sebagai berikut: a. Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan manajer mengatur data keuangan yang dilaporkan dengan melakukan earning management. b. Untuk mengetahui langkah-langkah atau metode-metode yang bisa digunakan oleh para manajer dalam mengatur laba. c. Untuk mengetahui penelitian-penelitian yang sudah dilakukan dalam membahas tentang earning management 4. Kerangka Berpikir
Laporan Keuangan Perusahaan

Terdapat earning management?

Tidak

Selesai

Ya

Analisis metode-metode yang digunakan manajer dalam melakukan earning management

Analisis faktor-faktor yang menyebabkan manajer melakukan earning management

Analisis dilakukan dengan menelaah penelitian yang pernah dilakukan tentang earning management dan melakukan studi pustaka

5. Tinjauan Pustaka/Penelitian Terdahulu Dewi Saptantinah Puji Astuti (2005), tujuan penelitiannya adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen perusahaan untuk melakukan earning management di seputar right issue, dan meneliti apakah terdapat perbedaan discretionary accrual (DA) sebelum dan sesudah right issue,

3

yaitu apakah discretionary accrual (DA) sebelum right issue memiliki kecenderungan lebih tinggi jika dibandingkan dengan sesudah right issue. Beberapa faktor yang mempengaruhi motivasi manajemen dalam melakukan earning management yang digunakan dalam penelitian ini adalah struktur kepemilikan, yang terdiri dari kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, leverage dan size; dalam penelitian ini size digunakan sebagai variabel kontrol dan earning management diproksi dengan discretionary accruals. Uji-t berpasangan digunakan untuk meneliti perbedaan discretionary accruals sebelum dan sesudah right issue. Hasilnya menunjukkan bahwa leverage berpengaruh terhadap earnings management secara positif dan signifikan. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi leverage, maka semakin besar motivasi manajemen dalam melakukan earnings management. Sebagai tambahan, hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara discretionary accruals sebelum dan sesudah right issue, yaitu discretionary accruals sebelum right issue memiliki kecenderungan relatif lebih tinggi dibandingkan dengan sesudah right issue. I Putu Adnyana Usadha dan Gerianta Wirawan Yasa (2008), tujuan penelitiannya adalah untuk memperoleh bukti empiris apakah perusahaan pengakuisisi melakukan earning management sebelum pelaksanaan merger dan akuisisi. Analisis dilakukan dengan melakukan uji-t dan uji dua-sampel berpasangan. Analisis yang diperoleh adalah terdapat indikasi earning management yang dilakukan oleh perusahaan pengakuisisi sebelum merger dan akuisisi dengan cara income increasing accruals. Penelitian ini juga membuktikan adanya penurunan kinerja keuangan perusahaan setelah merger dan akuisisi dilakukan. 6. Rencana Analisis Data Rencana analisis data yang digunakan adalah dengan melakukan telaah studi pustaka dan melakukan telaah dari penelitian-penelitian yang pernah dilakukan.

ANALISIS EDP AUDIT PADA SISTEM KOMPUTERISASI STIE AMM MATARAM
1. Latar Belakang Masalah Dalam era globalisasi, teknologi memegang peranan penting dalam menampilkan setiap informasi dalam segala bidang. Kecepatan informasi yang berbasis komputer untuk saat ini sudah tidak lagi menjadi barang langka bagi masyarakat, bahkan masyarakat pedesaan sekalipun. Penggunaan teknologi informasi tersebut akhirnya juga menjadi suatu keharusan dalam berbagai bidang usaha. Salah satu penggunaan teknologi informasi tersebut adalah sistem komputerisasi dalam pengolahan data keuangan. STIE AMM merupakan salah satu badan usaha yang menggunakan kemampuan teknologi sistem komputerisasi dalam menjalankan setiap kegiatannya, mulai dari pengisian KRS secara komputerisasi, pengisian dan pencetakan KHS, pengelolaan buku-buku perpustakaan, bahkan pengolahan data keuangan. Dengan adanya sistem komputerisasi tersebut, diharapkan kegiatan yang ada dapat dikerjakan secara efektif dan efisien. Selain kecepatan sistem komputerisasi dalam menjalankan kegiatankegiatan pengolahan data, sistem komputerisasi terkadang juga menimbulkan masalah yang cukup signifikan. Hal ini bisa disebabkan karena kesalahan dalam pemasukan data, atau bisa juga adanya masalah pada sistem itu sendiri. Oleh karena itu, telaah lebih lanjut tentang sistem yang digunakan, terutama dalam pengolahan data keuangan sangat diperlukan oleh sebuah usaha. STIE AMM yang menggunakan sistem komputerisasi terutama untuk data keuangannya perlu menelaah lebih lanjut kemampuan sistem tersebut, sejauh mana kemampuan sistem tersebut dalam mengelola data keuangan, apakah terdapat kesalahan dalam pengolahan datanya atau tidak. Untuk itu diperlukan analisis terhadap sistem yang digunakan oleh STIE AMM dalam mengelola keuangannya. 2. Perumusan Masalah Dari latar belakang di atas, penulis mengambil perumusan masalah sebagai berikut: a. Bagaimanakah EDP Audit pada sistem komputerisasi data keuangan STIE AMM Mataram? b. Apakah terdapat kelemahan terhadap prosedur pemrograman pada sistem komputerisasi data keuangan STIE AMM Mataram? 3. Tujuan Penulisan Adapun tujuan dari penulisan ini adalah: a. Untuk mengetahui bagaimana melakukan EDP Audit pada sistem komputerisasi data keuangan STIE AMM Mataram. b. Untuk mengetahui adanya kelemahan atau tidak terhadap prosedur pemrograman pada sistem komputerisasi data keuangan STIE AMM Mataram.

1

2

4. Kerangka Berpikir
Perencanaan Pemeriksaan

Pemahaman terhadap lingkungan komputer yang dipakai

Evaluasi terhadap pengendalian intern komputerisasi

Uji ketaatan terhadap ketentuan dan uji substantif

Mengakhiri Pemeriksaan

5. Penelitian Terdahulu Dimas Ismail (2005), tujuan penelitiannya adalah untuk mengetahui apakah sistem Pengolahan Data Elektronik atas penjualan yang diterapkan perusahaan telah memadai, dan untuk mengetahui manfaat sistem Pengolahan Data Elektronik penjualan atas pengendalian penjualan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa Pengolahan Data Elektronik penjualan bermanfaat atas pengendalian penjualan yang dilakukan oleh PT. Ultrajaya Milk Industri & Trading Company, Tbk. Sedangkan saran yang dikemukakan adalah prosedur pemeriksaan intern pelanggan sebaiknya dilakukan sesuai dengan prosedur, dilakukannya pemisahan tugas dengan jelas, serta perubahan password secara berkala. Eva Asiana (2006), tujuan penelitiannya adalah untuk mengetahui kememadaian pengolahan data elektronik dan untuk mengetahui kememadaian sistem pengendalian internal piutang yang diterapkan oleh PT. PLN (Persero) Unit Bisnis Distribusi Bandung Timur. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pengolahan data elektronik sangat berperan terhadap sistem pengendalian internal piutang, dimana terdapat hubungan yang positif antara pengolahan data elektronik dengan kememadaian sistem pengendalian internal piutang. Selain itu perusahaan juga perlu mempertimbangkan tentang sumber daya manusia (brain ware) untuk bagian pengolahan data, harus lebih ditekankan orang-orang yang mengerti tentang komputer dan aplikasinya. Selain itu konfirmasi atas saldo piutang juga harus dipertimbangkan untuk kepuasan pelanggan. 6. Rencana Analisis Data Adapun rencana analisis data yang digunakan adalah dengan melakukan audit melalui komputer atau audit within the computer.

ANALISIS MANAJEMEN LABA SEBELUM DAN SESUDAH RIGHT ISSUE PADA PERUSAHAAN GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA
1. Latar Belakang Masalah Dalam menjalankan usahanya, perusahaan memerlukan modal terutama , untuk keperluan operasional rutin. Untuk mendapatkan modal tersebut, perusahaan dapat menerbitkan saham dan menjual kepada publik melalui penjualan saham kepada masyarakat dengan Initial Public Offering, Seasoned Equity Offering, atau Right Issue. Salah satu untuk mendapatkan modal tersebut adalah dengan menjual saham perusahaan kepada pemegang saham lama ( ight r issue). Agar perusahaan bisa memperoleh kepercayaan dari pemegang saham lama, maka perusahaan harus memiliki kinerja yang bagus. Meskipun begitu, terkadang agar kinerja perusahaan terlihat bagus, manajemen berusaha untuk mengatur laba, yaitu dengan melakukan manajemen laba. Ada beberapa cara dalam melakukan manajemen laba, dan yang paling sering dilakukan adalah dengan melakukan kebijakan akrual atau discretionary accrual. Kebijakan yang dilakukan oleh perusahaan adalah dengan menunda atau mempercepat pengakuan pendapatan, dalam hal ini jika perusahaan menginginkan laba yang lebih tinggi, tentunya perusahaan mempercepat pengakuan pendapatan tersebut. Kebijakan manajemen perusahaan tersebut tidak dapat dikatakan menyimpang, selama masih dalam batasan standar yang berlaku umum. Berdasarkan latar belakang di atas, penulis ingin mengetahui adanya praktik manajemen laba pada perusahaan yang go public di Bursa Efek Indonesia sebelum dan sesudah melakukan right issue. Penulis menganggap penting karena pada penelitian yang lain yang mengungkap adanya praktik manajemen laba ketika perusahaan melakukan Initial Public Offering (IPO), terdapat indikasi perusahaan melakukan manajemen laba sebelum dan sesudah IPO. Hal ini terkait karena perusahaan ingin menunjukkan kinerja yang baik pada perusahaannya. 2. Perumusan Masalah Adapun perumusan masalah yang penulis ambil dari latar belakang di atas adalah: ³Apakah perusahaan yang go public melakukan praktik manajemen laba sebelum dan sesudah right issue?´ 3. Tujuan Penulisan Adapun tujuan dari penulisan ini adalah sebagai berikut: ³Untuk mengetahui adanya indikasi praktik manajemen laba pada perusahaan yang go public sebelum dan sesudah right issue.´

1

2

4. Kerangka Berpikir
Laporan Keuangan Perusahaan sebelum melakukan right issue Laporan Keuangan Perusahaan sesudah melakukan right issue

Analisis manajemen laba pada perusahaan sebelum melakukan right issue

Analisis manajemen laba pada perusahaan sesudah melakukan right issue

Membandingkan kedua hasil dengan uji statistik

5. Tinjauan Pustaka/Penelitian Terdahulu Dewi Saptantinah Puji Astuti (2005), tujuan penelitiannya adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen perusahaan untuk melakukan manajemen laba di seputar right issue, dan meneliti apakah terdapat perbedaan discretionary accrual (DA) sebelum dan sesudah right issue, yaitu apakah discretionary accrual (DA) sebelum right issue memiliki kecenderungan lebih tinggi jika dibandingkan dengan sesudah right issue. Beberapa faktor yang mempengaruhi motivasi manajemen dalam melakukan manajemen laba yang digunakan dalam penelitian ini adalah struktur kepemilikan, yang terdiri dari kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, leverage dan size; dalam penelitian ini size digunakan sebagai variabel kontrol dan manajemen laba diproksi dengan discretionary accruals. Uji-t berpasangan digunakan untuk meneliti perbedaan discretionary accruals sebelum dan sesudah right issue. Hasilnya menunjukkan bahwa leverage berpengaruh terhadap manajemen laba secara positif dan signifikan. I Putu Adnyana Usadha dan Gerianta Wirawan Yasa (2008), tujuan penelitiannya adalah untuk memperoleh bukti empiris apakah perusahaan pengakuisisi melakukan manajemen laba sebelum pelaksanaan merger dan akuisisi. Analisis dilakukan dengan melakukan uji-t dan uji dua-sampel berpasangan. Analisis yang diperoleh adalah terdapat indikasi manajemen laba yang dilakukan oleh perusahaan pengakuisisi sebelum merger dan akuisisi dengan cara income increasing accruals. Penelitian ini juga membuktikan adanya penurunan kinerja keuangan perusahaan setelah merger dan akuisisi dilakukan. 6. Rencana Analisis Data Rencana analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan model Jones yang sudah dimodifikasi dan uji statistik.

ANALISIS MANAJEMEN LABA DI INDUSTRI PERBANKAN GO PUBLIC DI BURSA EFEK INDONESIA
1. Latar Belakang Masalah Tahun 2001 tercatat adanya skandal keuangan di perusahaan publik yang melibatkan manipulasi laporan keuangan oleh PT. Lippo Tbk. dan PT. Kimia Farma Tbk. (Boediono, 2005). Hal tersebut membuktikan bahwa praktik manipulasi laporan keuangan tetap dilakukan oleh pihak korporat meskipun sudah menjauhi krisis tahun 1997-1998. PT. Lippo Tbk. merupakan salah satu perusahaan publik yang bergerak dalam bidang perbankan. Industri perbankan mempunyai regulasi yang lebih ketat dibandingkan dengan industri lain, misalnya suatu bank harus memenuhi kriteria CAR minimum. Bank Indonesia menggunakan laporan keuangan sebagai dasar dalam penentuan status suatu bank (apakah bank tersebut merupakan bank yang sehat atau tidak). Oleh karena itu, manajer mempunyai insentif melakukan manajemen laba supaya perusahaan mereka memenuhi kriteria yang disyaratkan oleh BI. Industri perusahaan merupakan industri dimana kepercayaan investor sangat mempengaruhi perusahaan tersebut. Ketidakpercayaan investor terhadap kinerja perusahaan perbankan akan mengakibatkan investor menarik dananya secara bersama-sama, sehingga dapat menimbulkan rush. Oleh karena itu, perlu suatu mekanisme untuk meminimalkan manajemen laba yang dilakukan oleh perusahaan perbankan Penulis ingin mengetahui adanya manajemen laba pada industri perbankan yang go public di Bursa Efek Indonesia. Harapan penulis bahwa industri perbankan di Indonesia sekarang tidak lagi melakukan praktik manajemen laba untuk merekayasa laporan keuangan mereka. Hal ini mengingat industri perbankan harus tetap mampu membuat masyarakat percaya bahwa mereka bisa tetap mempercayakan dana mereka di bank. 2. Perumusan Masalah Adapun perumusan masalah yang penulis ambil dari latar belakang di atas adalah: ³Apakah terdapat indikasi praktik manajemen laba pada perusahaan perbankan go public di Bursa Efek Indonesia´ 3. Tujuan Penulisan Adapun tujuan dari penulisan ini adalah sebagai berikut: ³Untuk mengetahui adanya indikasi praktik manajemen laba pada perusahaan perbankan go public di Bursa Efek Indonesia´

1

2

4. Kerangka Berpikir
Laporan Keuangan Perusahaan perbankan yang go public di BEI

Analisis manajemen laba pada perusahaan perbankan yang go public di BEI

Analisis uji statistik dari hasil analisa manajemen laba

Menarik kesimpulan dari analisa uji statistik dan analisis manajemen laba

5. Tinjauan Pustaka/Penelitian Terdahulu Dewi Saptantinah Puji Astuti (2005), tujuan penelitiannya adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen perusahaan untuk melakukan earning management di seputar right issue, dan meneliti apakah terdapat perbedaan discretionary accrual (DA) sebelum dan sesudah right issue, yaitu apakah discretionary accrual (DA) sebelum right issue memiliki kecenderungan lebih tinggi jika dibandingkan dengan sesudah right issue. Beberapa faktor yang mempengaruhi motivasi manajemen dalam melakukan earning management yang digunakan dalam penelitian ini adalah struktur kepemilikan, yang terdiri dari kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, leverage dan size; dalam penelitian ini size digunakan sebagai variabel kontrol dan earning management diproksi dengan discretionary accruals. Uji-t berpasangan digunakan untuk meneliti perbedaan discretionary accruals sebelum dan sesudah right issue. Marihot Nasution dan Doddy Setiawan (2007), tujuan penelitiannya adalah untuk mengetahui pengaruh mekanisme Good Corporate Governance (GCG). Hasilnya adalah GCG mempengaruhi manajemen laba perusahaan perbankan publik yang dideteksi dengan menggunakan model akrual dari Beaver dan Engel. Hasil ini berarti bahwa mekanisme tersebut dijalankan oleh perusahaan telah berhasil untuk meminimalisasi praktik manajemen laba. 6. Rencana Analisis Data Rencana analisis data yang digunakan adalah dengan melakukan telaah studi pustaka dan melakukan telaah dari penelitian-penelitian yang pernah dilakukan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->