P. 1
Sosiologi Sebagai Ilmu Masyarakat

Sosiologi Sebagai Ilmu Masyarakat

|Views: 9,007|Likes:
Published by bedilanguage

More info:

Published by: bedilanguage on Mar 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

08/13/2013

SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU TENTANG MASYARAKAT

PENDAHULUAN Untuk memahami seseorang dengan baik, kita perlu memahami masyrakat dimana orang tersebut hidup. Bahkan untuk memhami diri kita sendiri dengan lebih baik,kita perlu memahami masyarakat dimana kita hidup. Sebab, masyarakat mempunyai pengaruh besar terhadap kehidupan seorang individu. Karena itu, mari kita mulai belajar sosiologi. Tapi apa itu sosiologi?

1

SMA Negeri 3 Subang| Irra Martiana,S.Sos

Sosiologi pengertian
Ilmu tentang masyarakat dan lingkungan

Manfaat

Sejarah singkat
Lahir tahun 1800-an sampai dengan tahun 1900-an di Eropa sebagai respons atas munculnya era modern. Sosiologi berusaha menjelaskan kondisi masyarakat secaraempiris bukan spekulatif

keilmuan

Menguji pemahamanpemahaman yang mapan; menilai peluang dan hambatan dalam kehidupan; Memampukan diri menjadi partisian aktif;menghagai perbedaan manusia

Sosiologi sebagai ilmu dan metode

Konsep-Konsep Realitas Sosial Budaya

Sejarah Perkembangan Sosiologi
Sosiologi merupakan sebuah istilah yang berasal dari kata latin socius yang artinya teman, dan logos dari kata Yunani yang berarti cerita, diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul “Cours De Philosophie Positive” karangan August Comte (1798-1857). Sosiologi muncul sejak ratusan, bahkan ribuan tahun yang lalu. Namun sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari masyarakat baru lahir kemudian di Eropa. Sejak awal masehi hingga abad 19, Eropa dapat dikatakan menjadi pusat tumbuhnya peradaban dunia, para ilmuwan ketika itu mulai menyadari perlunya secara khusus mempelajari kondisi dan perubahan sosial. Para ilmuwan itu kemudian berupaya membangun suatu teori sosial berdasarkan ciri-ciri hakiki masyarakat pada tiap tahap peradaban manusia.

Potret Auguste Comte .Dalam buku itu, Comte menyebutkan ada tiga tahap perkembangan intelektual, yang masingmasing merupakan perkembangan dari tahap sebelumya. Tiga tahapan itu adalah : 1. Tahap teologis; adalah tingkat pemikiran manusia bahwa semua benda di dunia mempunyai jiwa dan itu disebabkan oleh suatu kekuatan yang berada di atas manusia. 2. Tahap metafisis; pada tahap ini manusia menganggap bahwa didalam setiap gejala terdapat kekuatan-kekuatan atau inti tertentu yang pada akhirnya akan dapat diungkapkan. Oleh karena adanya kepercayaan bahwa setiap cita-cita terkait pada suatu realitas tertentu dan tidak ada usaha untuk menemukan hukum-hukum alam yang seragam. 3. Tahap positif; adalah tahap dimana manusia mulai berpikir secara ilmiah.

2

SMA Negeri 3 Subang| Irra Martiana,S.Sos

Comte kemudian membedakan antara sosiologi statis dan sosiologi dinamis. Sosiologi statis memusatkan perhatian pada hukum-hukum statis yang menjadi dasar adanya masyarakat. Sosiologi dinamis memusatkan perhatian tentang perkembangan masyarakat dalam arti pembangunan.oe Rintisan Comte tersebut disambut hangat oleh masyarakat luas, tampak dari tampilnya sejumlah ilmuwan besar di bidang sosiologi. Mereka antara lain Pitirim Sorokin, Herbert Spencer, Karl Marx, Emile Durkheim, George Simmel, dan Max Weber (semuanya berasal dari Eropa). Masing-masing berjasa besar menyumbangkan beragam pendekatan mempelajari masyarakat yang amat berguna untuk perkembangan Sosiologi.

• • •

Herbert Spencer memperkenalkan pendekatan analogi organik, yang memahami masyarakat seperti tubuh manusia, sebagai suatu organisasi yang terdiri atas bagianbagian yang tergantung satu sama lain. Karl Marx memperkenalkan pendekatan materialisme dialektis, yang menganggap konflik antar-kelas sosial menjadi intisari perubahan dan perkembangan masyarakat. Emile Durkheim memperkenalkan pendekatan fungsionalisme yang berupaya menelusuri fungsi berbagai elemen sosial sebagai pengikat sekaligus pemelihara keteraturan sosial. Max Weber memperkenalkan pendekatan verstehen (pemahaman), yang berupaya menelusuri nilai, kepercayaan, tujuan, dan sikap yang menjadi penuntun perilaku manusia.

Perkembangan sosiologi dari abad ke abad
Perkembangan pada abad pencerahan
Banyak ilmuwan-ilmuwan besar pada zaman dahulu, seperti Sokrates, Plato dan Aristoteles beranggapan bahwa manusia terbentuk begitu saja. Tanpa ada yang bisa mencegah, masyarakat mengalami perkembangan dan kemunduran. Pendapat itu kemudian ditegaskan lagi oleh para pemikir di abad pertengahan, seperti Agustinus, Ibnu Sina, dan Thomas Aquinas. Mereka berpendapat bahwa sebagai makhluk hidup yang fana, manusia tidak bisa mengetahui, apalagi menentukan apa yang akan terjadi dengan masyarakatnya. Pertanyaan dan pertanggungjawaban ilmiah tentang perubahan masyarakat belum terpikirkan pada masa ini. Berkembangnya ilmu pengetahuan di abad pencerahan (sekitar abad ke-17 M), turut berpengaruh terhadap pandangan mengenai perubahan masyarakat, ciri-ciri ilmiah mulai tampak di abad ini. Para ahli di zaman itu berpendapat bahwa pandangan mengenai perubahan masyarakat harus berpedoman pada akal budi manusia.

Pengaruh perubahan yang terjadi di abad pencerahan
Perubahan-perubahan besar di abad pencerahan, terus berkembang secara revolusioner sapanjang abad ke-18 M. Dengan cepat struktur masyarakat lama berganti dengan struktur yang lebih baru. Hal ini terlihat dengan jelas terutama dalam revolusi Amerika, revolusi industri, dan revolusi Perancis. Gejolak-gejolak yang diakibatkan oleh ketiga revolusi ini terasa pengaruhnya di seluruh dunia. Para ilmuwan tergugah, mereka mulai menyadari pentingnya menganalisis perubahan dalam masyarakat.

Gejolak abad revolusi
Perubahan yang terjadi akibat revolusi benar-benar mencengangkan. Struktur masyarakat yang sudah berlaku ratusan tahun rusak. Bangasawan dan kaum Rohaniawan yang semula bergemilang harta dan kekuasaan, disetarakan haknya dengan rakyat jelata. Raja yang semula berkuasa penuh,

3

SMA Negeri 3 Subang| Irra Martiana,S.Sos

kini harus memimpin berdasarkan undang-undang yang di tetapkan. Banyak kerajaan-kerajaan besar di Eropa yang jatuh dan terpecah. Revolusi Perancis berhasil mengubah struktur masyarakat feodal ke masyarakat yang bebas Gejolak abad revolusi itu mulai menggugah para ilmuwan pada pemikiran bahwa perubahan masyarakat harus dapat dianalisis. Mereka telah menyakikan betapa perubahan masyarakat yang besar telah membawa banyak korban berupa perang, kemiskinan, pemberontakan dan kerusuhan. Bencana itu dapat dicegah sekiranya perubahan masyarakat sudah diantisipasi secara dini. Perubahan drastis yang terjadi semasa abad revolusi menguatkan pandangan betapa perlunya penjelasan rasional terhadap perubahan besar dalam masyarakat. Artinya :

Perubahan masyarakat bukan merupakan nasib yang harus diterima begitu saja, melainkan dapat diketahui penyebab dan akibatnya. Harus dicari metode ilmiah yang jelas agar dapat menjadi alat bantu untuk menjelaskan perubahan dalam masyarakat dengan bukti-bukti yang kuat serta masuk akal. Dengan metode ilmiah yang tepat (penelitian berulang kali, penjelasan yang teliti, dan perumusan teori berdasarkan pembuktian), perubahan masyarakat sudah dapat diantisipasi sebelumnya sehingga krisis sosial yang parah dapat dicegah.

Kelahiran sosiologi modern
Sosiologi modern tumbuh pesat di benua Amerika, tepatnya di Amerika Serikat dan Kanada. Mengapa bukan di Eropa? (yang notabene merupakan tempat dimana sosiologi muncul pertama kalinya). Pada permulaan abad ke-20, gelombang besar imigran berdatangan ke Amerika Utara. Gejala itu berakibat pesatnya pertumbuhan penduduk, munculnya kota-kota industri baru, bertambahnya kriminalitas dan lain lain. Konsekuensi gejolak sosial itu, perubahan besar masyarakat pun tak terelakkan. Perubahan masyarakat itu menggugah para ilmuwan sosial untuk berpikir keras, untuk sampai pada kesadaran bahwa pendekatan sosiologi lama ala Eropa tidak relevan lagi. Mereka berupaya menemukan pendekatan baru yang sesuai dengan kondisi masyarakat pada saat itu. Maka lahirlah sosiologi modern. Berkebalikan dengan pendapat sebelumnya, pendekatan sosiologi modern cenderung mikro (lebih sering disebut pendekatan empiris). Artinya, perubahan masyarakat dapat dipelajari mulai dari fakta sosial demi fakta sosial yang muncul. Berdasarkan fakta sosial itu dapat ditarik kesimpulan perubahan masyarakat secara menyeluruh. Sejak saat itulah disadari betapa pentingnya penelitian (research) dalam sosiologi.

Definisi Sosiologi
Berikut ini definisi-definisi sosiologi yang dikemukakan beberapa ahli.

Pitirim Sorokin Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala keluarga, dan gejala moral), sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal

4

SMA Negeri 3 Subang| Irra Martiana,S.Sos

balik antara gejala sosial dengan gejala non-sosial, dan yang terakhir, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial lain.

Roucek dan Warren Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok. William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkopf Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial. J.A.A Von Dorn dan C.J. Lammers Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang strukturstruktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil. Max Weber Sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial. Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial. Paul B. Horton Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan penelaahan pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut. Soejono Sukamto Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat. William Kornblum Sosiologi adalah suatu upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan perilaku sosial anggotanya dan menjadikan masyarakat yang bersangkutan dalam berbagai kelompok dan kondisi. Allan Jhonson Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku, terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut mempengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat didalamnya mempengaruhi sistem tersebut. :

• •

Dari berbagai definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari jaringan hubungan manusia dalam kehidupan bermasyarakat.

5

SMA Negeri 3 Subang| Irra Martiana,S.Sos

Kegiatan 1
1. a. b. 2. a. b. 3. a. b. c. 4. a. b. 5. a. b. c. d. e. 6. a. b. c. 7. a. b. c. d. e. 8. a. b. c. 9. a. b. A. Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang benar! Sosiologi lahir sekitar tahun………. 1400-an c.1600-an e.1800-an 1500-an d. 1700-an Istilah sosiologi pertama kali dikemuikakan oleh……… Emile Durkheim c. Audust Comte e. Herbert Spencer Max weber d. Karl Marx Bapak sosiologi Indonesia adalah………. Hasan Shadily d. Soerjono Soekanto Mayor Polak e. Koentjaraningrat Selo Soemardjan Istilah sosiologi berasal dari bahasa………… Yunani c. Ibradi e. Inggris Latin d. Prancis Faktor utama yang mendorong kelahiran ilmu sosiologi adalah…… hilangnya masyarakat agraris di Eropa perubahan-perubahan padamasyarakat Eropa peperangan antar Negara Eropa kekuasaan Islam di Eropa semakin kuat ilmu social lainnya gagal menyelesaikan masalah social Pendapat Pitirim.A.Sorokintentang sosiologi menitikberatkan kepada……. hubungan social antar kelompok d. gejala sosialdannonsosial struktur social e. budaya dan kebiasaan masyarakat mempelajari masyarakat Revolusi industri pada masyarakat Inggris ditandai oleh…….. masyarakat agraris berangsur-angsur menjadi masyarakat industri kekuasaan para raja berangsur-angsur terkikis sifat feodal dan gerejani semakin mewarnai kehidupan masyarakat Inggris terjadi penemuan-penemuan dalam bidang IPTEK muncul golongan penguasa-penguasa baru yang disebut golongan capital gagasan radikal yang menyertai perubahan-perubahan pada revolusi PRancis yang disuarakan golongan menengah adalah…….. kritik tentang pemotongan hak-hak d. keadilan dan kesamaan persamaan hak e. pengakuan dalil-dalil ilmiah peningkatan kesejahteraan Fenomena yang muncul sebagai dampak kesenjangan social antara kaum buruh dan penguasa pada akhir abad pertengahan adalah…….. Pengangguran c. pertentangan kelas e. urbanisasi Kemiskinan d. pertumbuhan kota-kota

10. Pengertian bahwa sosiologi merupakan ilmu yangmemusatkanperhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha mendapatkan pola-pola umum dalam kehidupan masyarakat, dikemukakan oleh…….. a. Max weber c. Selo Soemardjan e. August Comte b. Soerjono Soekanto d. Paul B Horton

6

SMA Negeri 3 Subang| Irra Martiana,S.Sos

NO 1. 2. 3. 4.

B. Buktikan manfaat sosiologi daripengalaman sehari-hari Manfaat Sosiologi Contoh Menguji pemahaman-pemahaman yang mapan menilai peluang dan hambatan dalam kehidupan Memampukan diri menjadi partisian aktif menghagai perbedaan manusia

C. Tugas Mandiri Cari biografi dari beberapa tokoh sosiologi dunia dan Indonesia, kemukakan pokok pikiran dari tokoh tersebut dalam bentuk forto folio. Forto folio harus memenuhi persyaratan: - Minimal 5 tokoh - Tidak mengubah sejarah - Diketik dengan menggunakan kertas A4 - Ditulis dengan spasi 1,5 - Referensi dari perpustakaan dan internet - Menggunakan bahasa Indonesia yang baik - Dibuat rangkap,salah satunya dikumpulkan

7

SMA Negeri 3 Subang| Irra Martiana,S.Sos

Kegiatan belajar 2 SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU DAN METODE Pengetahuan adalah kesan di dalam pikiran manusia sebagai hasil penggunaan pancaindera atau segala sesuatu yang kita ketahui dari berbagai sumber, yaitu bernalar, pengalaman, wewenang dan intuisi. Sedangkan ilmu merupakan kumpulan pengetahuan yang ilmiah yang didapat melalui langkah-langkah sistematis, dapat diperiksa, serta ditelaah secara mendalamoleh orang lain. Ilmiah Pengetahuan n
Diperoleh melalui metode ilmiah

Tidak Ilmiah

Diperolehmelalui otoritas, tradisi, akal sehat, media, atau pengalaman pribadi

Pengetahuan ilmiah sering disebut sebagai ilmu. Ilmu membantu masyarakat untuk memahami masalah yang dihadapi dan mencari pemecahannya secara lebih objektif. Menurut Paul B Horton,ada beberapa langkah dalam penelitian ilmiah yang mudah disusun secara sistematis, yaitu: 1) merumuskan masalah 2) meninjau kepustakaan 3) merumuskan hipotesis 4) merencanakan desain penelitian 5) mengumpulkan data 6) menganalisis data 7) menarik kesimpulan Sosiologi adalah ilmu karena merupakan pengetahuan tentang masyarakat yang diperoleh melalui metode ilmiah. Berdasarkan data yang digunakan, metode dalam sosiologi bisa dibedakan menjadi metode kuantitatif dan metode kualitatif. Metode kuantitatif adalah metode Penelitian yang menggunakan bahan-bahan/data yang dapat dinyatakan dalam angka-angka. Sedangkan metode kualitatif adalah metode Penelitian yang menggunakan bahan-bahan/data yang tidak dinyatakan dalam angka-angka (misal dengan kata-kata, gambar atau symbol). Metode yang termasuk dalam metode kualitatif adalah: b) metode histories, yaitu metode pengamatan yang menganalisis peristiwaperistiwa masa silam untuk merumuskan prinsip-prinsipumum c) Metode komparatif, yaitu metode pengamatan denganmembandingkan antara bermacam-bermacam masyarakat serta bidang-bidangnya untuk memperoleh perbedaan dan persamaan sebagai petunjuk tentang perilaku suatu masyarakat. Misalnya, perbandingan pertanian Indonesia pada masa lalu danmasa kini. d) Metode studi kasus, yaitu suatu metode pengamatan tentang suatu keadaan,kelompok, masyarakat setempat,lembaga-lembaga, maupunindividu-individu.Alat-alat yang dipergunakan dalam studi kasus adalah: wawancara (interview ), daftar pertanyaan (questionaire),observasi partisipasi (pengamat ikut serta dalamkehidupan sehari-hari masyarakat yang diamati) Sementara itu, dilihat dari sisi cara kerjanya, metode penelitian dalam sosiologi bias dibedakan menjadi :metode eksperimen, metode survey/sigi, metode observasi partisipatif, dan metode analisis sekunder. Berikut gambaran umum mengenai keempat metode tersebut!

8

SMA Negeri 3 Subang| Irra Martiana,S.Sos

Metode

Kegunaan
Digunakan untuk memperoleh penjelasan mengenai hubungan antar variable; menghasilkan data kuantitatif Digunakan untuk mengumpulkan informasi mengenai isu-isu yang tidak diobservasi secara langsung, seperti sikap dan nilai; Sangat baik digunakan untuk penelitian deskriptif dan penelitian yang bersifat penjelajahan; Menghasilkan data kualitatif dan kuantitatif Digunakan untuk penelitian yang bersifat menjelaskan dan penelitian deskriptif mengenai masyarakat dalam seting ilmiah; Menghasilkan data kualitatif Dilakukan untuk peneltian yang sifatnya penjelajahan, deskriptif, dan penjelasan bila data memungkinkan

Kelebihan
Memiliki kemampuan besar untuk melihat hubungan sebab akibat; Replikasi penelitian relative mudah Memungkinkan adanya survey populasi denganmenggunakankuesioner; bila dilakukan dengan wawancara bias memperoleh tanggapan yang mendalam

Kelemahan
Seting percobaan memiliki sifat artificial; jika lingkungan penelitian tidak bias dikontrol denganbaik, hasilnya akan sangat bias Kuesioner harus dipersiapkan dengan cermat danmungkin hanya sedikit yang dikembalikan; bila menggunakan wawancara akanmembutuhkan biaya banyak dan waktu yang lama

Eksperimen

Survey

Observasi Partisipatif

Memungkinkan dilakukannya penelitian mengenai perilaku “alamiah”; pada umumnya tidak mahal

Analisis Sekunder

Menghemat waktu dan biaya dalam pengumpulan data; memungkinkan dilakukannya penelitian historis

Membutuhkan waktu yang oanjang; replikasi penelitiansulit dilakukan; peneliti harus bias memiliki keseimbangan peran sebaagi partisipan dan sekaligus sebagai peneliti Peneliti tidak memiliki control terhadap data yang menyimpang; data mungkin tidak sesuai dengan kebutuhan penelitian mutakhir

Ciri -ciri sosiologi sebagai ilmu Ciri sosiologi sebagai ilmu merupakan salah satu bidang ilmu sosial yang mepelajari masyarakat.ciri-ciri utamanya kedua ilmu itu adalah sebagai berikut • Empiris, artinya ilmu pengetahuan.didasarkan pada observasi terhadap kenyataan dan akal sehat serta hasilnya idak bersifat spekulatif. • Teoritis, artinya suatu ilmu pengethuan yang slalu berusaha untuk menyusun abstraksi dari hasi-hasil pengamataan. • Kumulatif, artinya di susun atas dasar teori-teori yang sudah ada atau memperbaiki,memperluas serta memperkuat teori-teori yang lama. • Nonetis, artinya pembahasan suatu masalah tidak mempersoalkan baik atau buruk suatu fakta tertentu,tetapi untuk menjelaskan fakta tersebut Hakikat sosiologi sebagai ilmu. • sosiologi adalah ilmu sosial, hal ini sesuai dengan kenyataan bahwa sosiologi mempelajari atau berhubungan dengan gejala-gejala kemasyarakatan. • Sosiologi bukan merupakan disiplin ilmu yang normative, melainkan disiplin ilmu yang kategoris artinya membatasi diri pada kejadian dewasa ini, bukan apa yang akan terjadi atau seharusnya terjadi • Sosiologi termasuk ilmu pengetahuan murni (pure science) bukan ilmu pengetahuan terapan (applied science) • sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang abstrak dan bukan penetahuan kongrit. Artinya dalam sosiologi yang diperhatikan adalah bentuk dan pola peristiwaperistiwa dalam masyarakat • Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian-pengertian dan pola-pola umum • Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang empiris dan rasional • Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang umum bukan ilmu pengetahuan yang khusus, artinya sosiologi mempelajari gejala yang umum pada setiap interaksi manusia

9

SMA Negeri 3 Subang| Irra Martiana,S.Sos

Obyek sosiologi Sebagaimana halnya dengan ilmu-ilmu social lainnya, objek sosiologi adalah masyarakat (society) yang dilihat dari sudut hubungan antar manusia • Obyek material Obyek material sosiologi adalah kehidupan sosial, gejala-gejala dan proses hubungan antara manusia yang mempengaruhi kesatuan hidup manusia itu sendiri • Obyek formal Obyek formal sosiologi lebih ditekankan pada manusia sebagai mahluk sosial atau masyarakat.Dengan demikian, obyek formal sosiologi adalah hubungan antara manusia serta proses yang timbul dari hubungan manusia didalam masyarakat. Beberapa Teori dalam Sosiologi Teori merupakan hubungan antarfakta atau pengaturan fakta menurut cara tertentu. Fakta adalah sesuatu yang dapat diamati dan pada umumnya dapat diuji secara nyata (empiris). Secara sederhana, teori adalah suatu pernyataan yang merupakan hubungan antara dua variable atau lebih, yang telah diuji kebenarannya. Teori mempunyai peran sebagai berikut: 1) Rangkuman (ikhtisar) hal-hal yang telah diketahui serta diuji kebenarannya yang menyangkut objek yang dipelajari 2) Memberikan petunjuk terhadap kekurangan-kekurangan pada seseorang yang memperdalam pengetahuannya di bidang sosiologi 3) Berguna untuk lebih mempertajam atau lebih mengkhususkan fakta yang dipelajari oleh sosiologi 4) Berguna dalam mengembangkan system klasifikasi fakta dan membina struktur konsep-konsep penting untuk penelitian 5) Pengetahuan teoritis memberikan kemungkinan untuk mengadakan proyeksi social, yaitu usaha untuk dapat mengetahui ke arah mana masyarakat akan berkembang atas dasar fakta yang dikethui pada masa lalu dan masa kini. Dalam sosiologi,ada banyak teori yang berusaha menjelskan realitas social. Namun, umumnya disepakati bahwa ada tiga teori utama. (lihat table di bawah ini)

10

SMA Negeri 3 Subang| Irra Martiana,S.Sos

Dimensi Orientasi Kajian Inti Pandangan tentang Masyarakat

Teori Fungsional-Struktural Makro Sosial Masyarakat merupakan sebuah system yang bagianbagiannya saling berhubungan dan relative stabil karena didasarkan pada konsesus luas; setiap bagian mempunyai fungsi tertentu sehingga dapat menggerakkan kehidupan masyarakat secara keseluruhan Mempunyai visi yang komprehensif, teratur dan stabil mengenai masyarakat

Kekuatan

Teori konflik Sosial Makro Sosial Masyarakat merupakan sebuah system yang ditandai oleh ketidaksamaan social; Setiap bagian dalam masyarakat memberi keuntungan lebih besar pada kelompok tertentu daripada kelompok lainnya; konflik karena ketidaksamaan social itu mendorong terjadinya perubahan sosial Mampu menunjukkan masalahketidakadilan structural yang sesungguhnya terjadi dalam masyarakat

Teori Interaksi Simbolik Mikro Sosial Masyarakat merupakan sebuah proses interaksi sosial yang berlangsung terus menerus dalam setting tertentu yang didasarkan pada komunikasi simbolik; persepsi individu mengenai realitas berbeda-beda dan senantiasa berubah

Kelemahan

Tokoh

Karena mengedepankan integrasi dan stabilitas social, teori cenderung mengabaikan realitas ketidaksamaan social dan cenderung konservatif/mendukung stautus quo. Karena terlalu berfokus pada masalahmasalah makro, maka teori ini kurang mampu memahami masalah-masalah mikro sehari-hari. August Comte, Herbert Spencer, Emile Durkheim, Talcot Parsons, Robert K Merton

Karena mengedepankan ketidaksamaan social, teori ini mengabaikan pentingnya nilai-nilai yang bersama yang menytukan masyarakat. KArena terlalu focus pada masalah-masalah makro,maka teori ini kurang mampu memahami masalah-masalah mikro sehari-hari

Mampu memberikangambaran konkret mengenai bagaomana sesungguhnya masyarakat berinteraksi dalam kehidupannyata sesehari Karena terlalu berfokus pada masalah-masalah mikro, maka teori ini cenderung mengabaikan pengeruh budaya dan factor social lainnya seperti kelas, etnisitas dan gender terhadap perilaku masyarakat

Karl Marx, George Simmel, WEB Du Bois

George Herbert Erving Goffman

Mead,

Pokok bahasan sosiologi

Paradigma Fakta sosial

Fakta sosial adalah cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang berada di luar individu dan mempunya kekuatan memaksa dan mengendalikan individu tersebut. Atau dengankata lain fakta social adalah kenyataan masyarakat. Contoh, di sekolah seorang murid diwajidkan untuk datang tepat waktu, menggunakan seragam, dan bersikap hormat kepada guru. Kewajiban-kewajiban tersebut dituangkan ke dalam sebuah aturan dan memiliki sanksi tertentu jika dilanggar. Dari contoh tersebut bisa dilihat adanya cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang ada di luar individu (sekolah), yang bersifat memaksa dan mengendalikan individu (murid). Tokohnya adalah Emile Durkheim. Yang dimaksud dengan fakta social adalah kenyataan masyarakat. Fakta social terdiri atas dua, yaitu: ♦ Struktur Sosial, adalah pola hubungan antar manusia dan anatar kelompok manusia ♦ Lembaga Sosial,adalah system tata kelakuan dan hubungan yang berpusat pada aktivitas-aktivitas untukmemenuhi kompleks-kompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan bermasyarakat

11

SMA Negeri 3 Subang| Irra Martiana,S.Sos

Paradigma Definisi Sosial

Paradigma ini menyatakan bahwa pokok persoalan seharusnya dipelajari dalam sosiologi adalah tindakan social, dalam hal ini tindakan social dalam hubungan atau interaksi social. Tindakan sosial adalah suatu tindakan yang dilakukan dengan mempertimbangkan perilaku orang lain termasuk didalamnya mengenai interaksi sosial. Contoh, menanam bunga untuk kesenangan pribadi bukan merupakan tindakan sosial, tetapi menanam bunga untuk diikutsertakan dalam sebuah lomba sehingga mendapat perhatian orang lain, merupakan tindakan sosial. Tokohnya adalah Max Weber. Menurut Weber, ada beberapa cirri pokok tindakan sosialdan hubungan social yang menjadi sasaran penelitian dalam sosiologi,yaitu: Tindakan manusia yang menurut sipelaku mengandung makna subjektif Tindakan nyata, bersifat membatin sepenuhnya dan subjektif Tindakan karena pengaruh positif dari suatu situasi, diulang-ulang secara sengaja dan persetujuan diam-diam Tindakan itu memperhatikan tindakanorang lain dan terarah kepada orang lain Tindakan itu bisa diarahkan pada waktu sekarang; yang lalu danyang akan dating Sasaran tindakan itu bias individu atau kelompok

Paradigma Perilaku sosial

Tokohnya adalah B.F Skinner. Yang dimaksud dengan perilaku social adalah hubungan antara individu dengan objek social maupun non social. Fokus sosiologi adalah tingkahlaku inidividu yang mengakibatkan terjadinya perubahan lingkungan atau factor-faktor lingkungan yang mengakibatkan perubahan tingkah laku. Lebih lanjut, Ritzer menunjukkan adanya empat tingat realitas social yang menjadi pusat kajian sosiologi, diantaranya:
MAKROSKOPIK I. Makro-Objektif Contoh: masyarakat, hokum, birokrasi, aritektur, teknologi, dan bahasa

II. Makro-Subjektif
Contoh : budaya, norma dan nilai-nilai SUBJEKTIF

OBJEKTIF

III. Mikro-Objektif
Contoh : pola tingkah laku, tindakan dan interaksi sosial

IV. Mikro-Subjektif
Contoh: berbagai konstruksi social tentang realitas

MIKROSKOPIK

Berdasarkan pemetaan masalah tersebut, paradigma fakta social memusatkan perhatian terutama pada realitas social makro-objektif danmakrosubjektif. Paradigma definisi social memusatkanperhaian pada realitassosial mikro-subjektif dan sebagian mikroobjektif (terutama yang terkait dengan proses mental). Paradigma perilaku social memusatkan pada realitas mikr-objektif yangtak tercakup dalam proses mental (tingkah laku hasil stimulus dari luar sipelaku)

12

SMA Negeri 3 Subang| Irra Martiana,S.Sos

KEGIATAN 2 A. Berilah tanda silang (X) padajawaban yang benar. 1. Pengetahuan yang dianggap benar karena dikemukakan oleh pejabat, berarti diperoleh melalui…….. a. Tradisi c. pengalaman e. media b. Otoritas d. akal sehat 2. a. b. 3. a. b. 4. a. b. 5. a. b. 6. a. b. 7. a. b. c. 8. a. b. 9. a. b. c. Max Weber tokoh paradigma……… fakta social c. realitas social perilaiu social d. definisi sosial

e. aksi sosial

Yang bukan metode penelitian utama dalam sosiologi adalah…… Eksperimen c. observasi partisipatif e. analisis isi Sigi d. analisis sekunder Paradigma Emile Durkheim……… fakta social c. perilaku social tindakan social d. perilaku budaya Objek ilmu sosiologi adalah…….. ilmu bumi c. masyarakat komunitas d. individu

e. definisi sosial

e. manusia

Di bawah ini yang bukan merupakan hakikat ilmu Sosiologi adalah….. Ilmu kategoris c. ilmu umum e. pengetauan khusus Ilmu murni d. ilmu abstrak Sosiologi mempelajari gejala umum yang ada pada setiap interaksi antara mausia, sosiologi berarti merupakan ilmu……… pengetahaun yang empiris d. pengetahaun yang abstrak pengetahaun yang umum e. pengetahaun yang normatif pengetahaun yang khusus Materi sosiologi berdasarkan teori yang sudah ada yang diperbaiki, diperhalus, dan diperluas sesuai dengan cirri……….. Empiris c. nonetis e. kategoris Kumulatif d. teoritis Suatu studi sosiologi dikatakan ilmiah bila menempuh beberapa tahapan di bawah ini, kecuali... perumusan masalah d. pengumpulan dan analisis data pengkajian objek e. pengambilan kesimpulan perumusan hipotesis

10. Tokoh dari paradigma prilaku social adalah……… a. Skinner c. August Comte e. Emile Durkheim b. Max Weber d. Ritzer B. Jawablah dengan benar pertanyaan-pertanyaan di bawah ini! 11. Jelaskan perbedaan Metode eksperimen dengan metode observasi partisipatif! ………………………………………………………………………………………….. …………………………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………………………. 12. Jelaskan pengertiansosiologi sebagaiilmu kategoris! …………………………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………………………. 13. Jelaskan maksudnya sosiologi sebagai ilmu dan sosiologi sebagai metode! …………………………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………………………. 14. Jelaskan perbedaan konsep paradigma EmileDurkheim dengan Paradigma menurut Max Weber! …………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………….

13

SMA Negeri 3 Subang| Irra Martiana,S.Sos

…………………………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………………………. 15.

Ritzer menunjukkan adanya empat tingat realitas social yang menjadi pusat kajian sosiologi, Jelaskan!
…………………………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………………………. …………………………………………………………………………………………. ………………………………………………………………………………………….

14

SMA Negeri 3 Subang| Irra Martiana,S.Sos

Kegiatan Belajar 3

Konsep-konsep Realitas Sosial dan Budaya
► Masyarakat Masyarakat merupakan terjemahan darikata society berasal dari bahasa latin, societas, yang berarti hubungan persahabatan dengan yang lain. Societas diturunkan dari kata socius yang berarti teman, sehingga arti society berhubungan erat dengan kata sosial. Secara implisit, kata society mengandung makna bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan bersama. Sedangkan dalam Bahasa Arab masyarakat berasal dari syaraka yang artinya ikut serta atau berpartisipasi Untuk pemahaman lebih lebih luas tentang pengertian masyarakat,kita akanmelihat pendapat beberapa para ahli. Emile Durkheim, masyarakat adalah suatu kenyataan objektif individu-individu yang merupakananggota-anggotanya Karl Marx, Masyarakat adalah sutau struktur yang mengalami ketegangan organisasi ataupunperkembangan karena adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yangterpecahpecah secara ekonomis M.J.Herskovits, Masyarakat adalah sekelompok individu yang diorganisasimnya danmengikuti suatu cara hidup tertentu J.L.Gilling dan J.P Gillin, masayarakat adalah kelompok yang tersebar dengan perasaan persatuan yang sama. Max Weber, Masyarakat adalah suatu struktur atau aksi yang pada pokoknya ditentukan oleh harapan dan nilai-nilai dominan pada warganya Selo Soemardjan, Masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan Paul B Horton, Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang relative mandiri, yang hidup bersama-sama dalam jangka waktu yang lama, yang mendiami suatu wilayah tertentu, memiliki kebudayaan yang sama dan melakukan sebagian besar kegiatan dalamkelompok itu. Soerjono Soekanto,. Masyarakat pada umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut: Manusia yang hidup bersama, sekurang-kurangnya terdiri atas dua orang Bercampur atau bergaul dalam jangka waktu cukup lama Sadar bahwa mereka merupakan satu kesatuan Merupakan suatu system hidup bersama. Masyarakat sering diorganisasikan berdasarkan cara utamanya dalam bermata pencaharian. Pakar ilmu sosial mengidentifikasikan ada: masyarakat pemburu, masyarakat pastoral nomadis, masyarakat bercocoktanam, dan masyarakat agrikultural intensif, yang juga disebut masyarakat peradaban. Sebagian pakar menganggap masyarakat industri dan pasca-industri sebagai kelompok masyarakat yang terpisah dari masyarakat agrikultural tradisional. Masyarakat dapat pula diorganisasikan berdasarkan struktur politiknya: berdasarkan urutan kompleksitas dan besar, terdapat masyarakat band, suku, chiefdom, dan masyarakat negara

15

SMA Negeri 3 Subang| Irra Martiana,S.Sos

►Organisasi Organisasi (Yunani: ὄργανον, organon - alat) adalah suatu kelompok orang yang memiliki tujuan yang sama. Baik dalam penggunaan sehari-hari maupun ilmiah, istilah ini digunakan dengan banyak cara. Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen. Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi (organizational studies), perilaku organisasi (organizational behaviour), atau analisa organisasi (organization analysis). Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda. ►Budaya Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia. Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism. Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian, nilai, norma, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat. Upacara kedewasaan dari suku WaYao di Malawi, Afrika. Menurut Edward B. Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Sedangkan menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan yaitu sistem pengetahuan yang meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat. Unsur-unsur Budaya Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut: Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu: 1. alat-alat teknologi 2. sistem ekonomi 3. keluarga 4. kekuasaan politik

16

SMA Negeri 3 Subang| Irra Martiana,S.Sos

Koentjaraningrat mengatakan ada 7 unsur kebudayaan yang universal , yaitu meliputi:: 1. Peralatan dan Perlengkapan Hidup 2. Mata pencaharian dan system ekonomi 3. Sistem kemasyarakatan 4. bahasa 5. kesenian 6. ilmu pengetahuan 7. religi Wujud kebudayaan Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak. Gagasan (Wujud ideal) Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut. Aktivitas (tindakan) Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan. Artefak (karya) Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan. Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia. Komponen Kebudayaan Berdasarkan wujudnya tersebut, kebudayaan dapat digolongkan atas dua komponen utama: Kebudayaan material Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci. Kebudayaan nonmaterial Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.

17

SMA Negeri 3 Subang| Irra Martiana,S.Sos

Hubungan antara unsur-unsur kebudayaan
Komponen-komponen atau unsur-unsur utama dari kebudayaan antara lain:

Peralatan dan perlengkapan hidup (teknologi)
Teknologi merupakan salah satu komponen kebudayaan. Teknologi menyangkut cara-cara atau teknik memproduksi, memakai, serta memelihara segala peralatan dan perlengkapan. Teknologi muncul dalam cara-cara manusia mengorganisasikan masyarakat, dalam cara-cara mengekspresikan rasa keindahan, atau dalam memproduksi hasil-hasil kesenian.

Masyarakat kecil yang berpindah-pindah atau masyarakat pedesaan yang hidup dari pertanian paling sedikit mengenal delapan macam teknologi tradisional (disebut juga sistem peralatan dan unsur kebudayaan fisik), yaitu: alat-alat produktif senjata wadah alat-alat menyalakan api makanan pakaian tempat berlindung dan perumahan alat-alat transportasi

Sistem mata pencaharian hidup
Perhatian para ilmuwan pada sistem mata pencaharian ini terfokus pada masalah-masalah mata pencaharian tradisional saja, di antaranya: berburu dan meramu beternak bercocok tanam di ladang menangkap ikan

Sistem kekerabatan dan organisasi sosial
Sistem kekerabatan merupakan bagian yang sangat penting dalam struktur sosial. M. Fortes mengemukakan bahwa sistem kekerabatan suatu masyarakat dapat dipergunakan untuk menggambarkan struktur sosial dari masyarakat yang bersangkutan. Kekerabatan adalah unit-unit sosial yang terdiri dari beberapa keluarga yang memiliki hubungan darah atau hubungan perkawinan. Anggota kekerabatan terdiri atas ayah, ibu, anak, menantu, cucu, kakak, adik, paman, bibi, kakek, nenek dan seterusnya. Dalam kajian sosiologi-antropologi, ada beberapa macam kelompok kekerabatan dari yang jumlahnya relatif kecil hingga besar seperti keluarga ambilineal, klan, fatri, dan paroh masyarakat. Di masyarakat umum kita juga mengenal kelompok kekerabatan lain seperti keluarga inti, keluarga luas, keluarga bilateral, dan keluarga unilateral. Sementara itu, organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu

18

SMA Negeri 3 Subang| Irra Martiana,S.Sos

hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.

Bahasa
Bahasa adalah alat atau perwujudan budaya yang digunakan manusia untuk saling berkomunikasi atau berhubungan, baik lewat tulisan, lisan, ataupun gerakan (bahasa isyarat), dengan tujuan menyampaikan maksud hati atau kemauan kepada lawan bicaranya atau orang lain. Melalui bahasa, manusia dapat menyesuaikan diri dengan adat istiadat, tingkah laku, tata krama masyarakat, dan sekaligus mudah membaurkan dirinya dengan segala bentuk masyarakat. Bahasa memiliki beberapa fungsi yang dapat dibagi menjadi fungsi umum dan fungsi khusus. Fungsi bahasa secara umum adalah sebagai alat untuk berekspresi, berkomunikasi, dan alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial. Sedangkan fungsi bahasa secara khusus adalah untuk mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari, mewujudkan seni (sastra), mempelajari naskah-naskah kuna, dan untuk mengeksploitasi ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kesenian
Karya seni dari peradaban Mesir kuno. Kesenian mengacu pada nilai keindahan (estetika) yang berasal dari ekspresi hasrat manusia akan keindahan yang dinikmati dengan mata ataupun telinga. Sebagai makhluk yang mempunyai cita rasa tinggi, manusia menghasilkan berbagai corak kesenian mulai dari yang sederhana hingga perwujudan kesenian yang kompleks.

Sistem kepercayaan
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Agama Ada kalanya pengetahuan, pemahaman, dan daya tahan fisik manusia dalam menguasai dalam menguasai dan mengungkap rahasia-rahasia alam sangat terbatas. Secara bersamaan, muncul keyakinan akan adanya penguasa tertinggi dari sistem jagad raya ini, yang juga mengendalikan manusia sebagai salah satu bagian jagad raya. Sehubungan dengan itu, baik secara individual maupun hidup bermasyarakat, manusia tidak dapat dilepaskan dari religi atau sistem kepercayaan kepada penguasa alam semesta. Agama dan sistem kepercayaan lainnya seringkali terintegrasi dengan kebudayaan. Agama (bahasa Inggris: Religion, yang berasar dari bahasa Latin religare, yang berarti "menambatkan"), adalah sebuah unsur kebudayaan yang penting dalam sejarah umat manusia. Dictionary of Philosophy and Religion (Kamus Filosofi dan Agama) mendefinisikan Agama sebagai berikut: ... sebuah institusi dengan keanggotaan yang diakui dan biasa berkumpul bersama untuk beribadah, dan menerima sebuah paket doktrin yang menawarkan hal yang terkait dengan sikap yang harus diambil oleh individu untuk mendapatkan kebahagiaan sejati.[1] Agama biasanya memiliki suatu prinsip, seperti "10 Firman" dalam agama Kristen atau "5 rukun Islam" dalam agama Islam. Kadang-kadang agama dilibatkan dalam sistem pemerintahan, seperti misalnya dalam sistem teokrasi. Agama juga mempengaruhi kesenian.

Agama Ibrahim
Yahudi adalah salah satu agama yang —jika tidak disebut sebagai yang pertama— tercatat sebagai agama monotheistik dan salah satu agama tertua yang masih ada sampai sekarang. Nilai-

19

SMA Negeri 3 Subang| Irra Martiana,S.Sos

nilai dan sejarah umat Yahudi adalah bagian utama dari agama Ibrahim lainnya, seperti Kristen dan Islam. Kristen adalah salah satu agama penting yang berhasil mengubah wajah kebudayaan Eropa dalam 1.700 tahun terakhir. Pemikiran para filsuf modern pun banyak terpengaruh oleh para filsuf Kristen semacam St. Thomas Aquinas dan Erasmus. Sementara itu, nilai dan norma agama Islam banyak mempengaruhi kebudayaan Timur Tengah dan Afrika Utara, dan juga sebagian wilayah Asia Tenggara.

Filosofi dan Agama dari Timur
Agni, dewa api agama Hindu Artikel utama untuk bagian ini adalah: Filosofi Timur dan Agama dari timur Filosopi dan Agama seringkali saling terkait satu sama lain pada kebudayaan Asia. Agama dan filosofi di Asia kebanyakan berasal dari India dan China dan menyebar disepanjang benua Asia melalui difusi kebudayaan dan migrasi. Hinduisme adalah sumber dari Buddhisme, cabang Mahāyāna yang menyebar di sepanjang utara dan timur India sampai Tibet, China, Mongolia, Jepang dan Korea dan China selatan sampai Vietnam. Theravāda Buddhisme menyebar di sekitar Asia Tenggara, termasuk Sri Lanka, bagian barat laut China, Kamboja, Laos, Myanmar, dan Thailand. Agama Hindu dari India, mengajarkan pentingnya elemen nonmateri sementara sebuah pemikiran India lainnya, Carvaka, menekankan untuk mencari kenikmatan di dunia. Konghucu dan Taoisme, dua filosofi yang berasal dari China, mempengaruhi baik religi, seni, politik, maupun tradisi filosofi di seluruh Asia. Pada abad ke-20, di kedua negara berpenduduk paling padat se-Asia, dua aliran filosofi politik tercipta. Mahatma Gandhi memberikan pengertian baru tentang Ahimsa, inti dari kepercayaan Hindu maupun Jaina, dan memberikan definisi baru tentang konsep antikekerasan dan antiperang. Pada periode yang sama, filosofi komunisme Mao Zedong menjadi sistem kepercayaan sekuler yang sangat kuat di China.

Agama tradisional
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Agama tradisional Agama tradisional, atau terkadang disebut sebagai "agama nenek moyang", dianut oleh sebagian suku pedalaman di Asia, Afrika, dan Amerika. Pengaruh bereka cukup besar; mungkin bisa dianggap telah menyerap kedalam kebudayaan atau bahkan menjadi agama negara, seperti misalnya agama Shinto. Seperti kebanyakan agama lainnya, agama tradisional menjawab kebutuhan rohani manusia akan ketentraman hati di saat bermasalah, tertimpa musibah, tertimpa musibah dan menyediakan ritual yang ditujukan untuk kebahagiaan manusia itu sendiri.

Sistem ilmu dan pengetahuan
Secara sederhana, pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia tentang benda, sifat, keadaan, dan harapan-harapan. Pengetahuan dimiliki oleh semua suku bangsa di dunia. Mereka memperoleh pengetahuan melalui pengalaman, intuisi, wahyu, dan berpikir menurut logika, atau percobaan-percobaan yang bersifat empiris (trial and error). Sistem pengetahuan tersebut dikelompokkan menjadi: • pengetahuan tentang alam

20

SMA Negeri 3 Subang| Irra Martiana,S.Sos

• • •

pengetahuan tentang tumbuh-tumbuhan dan hewan di sekitarnya pengetahuan tentang tubuh manusia, pengetahuan tentang sifat dan tingkah laku sesama manusia pengetahuan tentang ruang dan waktu

►Perubahan sosial budaya Perubahan sosial budaya dapat terjadi bila sebuah kebudayaan melakukan kontak dengan kebudayaan asing. Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Hirschman mengatakan bahwa kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan. Ada tiga faktor yang dapat mempengaruhi perubahan sosial: 1. tekanan kerja dalam masyarakat 2. keefektifan komunikasi 3. perubahan lingkungan alam.[4] Perubahan budaya juga dapat timbul akibat timbulnya perubahan lingkungan masyarakat, penemuan baru, dan kontak dengan kebudayaan lain. Sebagai contoh, berakhirnya zaman es berujung pada ditemukannya sistem pertanian, dan kemudian memancing inovasi-inovasi baru lainnya dalam kebudayaan. ►Penetrasi kebudayaan Yang dimaksud dengan penetrasi kebudayaan adalah masuknya pengaruh suatu kebudayaan ke kebudayaan lainnya. Penetrasi kebudayaan dapat terjadi dengan dua cara: Penetrasi damai (penetration pasifique) Masuknya sebuah kebudayaan dengan jalan damai. Misalnya, masuknya pengaruh kebudayaan Hindu dan Islam ke Indonesia. Penerimaan kedua macam kebudayaan tersebut tidak mengakibatkan konflik, tetapi memperkaya khasanah budaya masyarakat setempat. Pengaruh kedua kebudayaan ini pun tidak mengakibatkan hilangnya unsur-unsur asli budaya masyarakat. Penyebaran kebudayaan secara damai akan menghasilkan Akulturasi, Asimilasi, atau Sintesis. Akulturasi adalah bersatunya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur kebudayaan asli. Contohnya, bentuk bangunan Candi Borobudur yang merupakan perpaduan antara kebudayaan asli Indonesia dan kebudayaan India. Asimilasi adalah bercampurnya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru. Sedangkan Sintesis adalah bercampurnya dua kebudayaan yang berakibat pada terbentuknya sebuah kebudayaan baru yang sangat berbeda dengan kebudayaan asli. Penetrasi kekerasan (penetration violante) Masuknya sebuah kebudayaan dengan cara memaksa dan merusak. Contohnya, masuknya kebudayaan Barat ke Indonesia pada zaman penjajahan disertai dengan kekerasan sehingga menimbulkan goncangan-goncangan yang merusak keseimbangan dalam masyarakat.

21

SMA Negeri 3 Subang| Irra Martiana,S.Sos

Kegiatan 3

Sosiologi adalah pengetahuan atau ilmu tentang sifat masyarakat, perilaku masyarakat, dan perkembangan masyarakat. Oleh karenanya, selama masyarakat tetap ada maka ilmu sosiologi tetap hidup dan berkembang. Sosiologi dicetuskan pertama kali oleh Aguste Comte. Untuk memahami materi ini lebih dalam, cobalah salin dan lengkapi beberapa pengertian di bawah ini ke dalam buku catatanmu dengan menggunakan beragam sumber pustaka dan internet. 1. Unsur-unsur ilmu pengetahuan: a. Ilmu pengetahuan mempunyai objek dan tujuan. b. Ilmu pengetahuan disusun secara sistematis. c. . . . . d. . . . . 2. Sifat-sifat ilmu pengetahuan: a. Rasional b. Objektif c. . . . . d. . . . . e. . . . . 3. Karakteristik dan sifat-sifat sosiologi: a. Sosiologi bersifat empiris. b. Sosiologi bersifat teoretis. c. . . . . d. . . . . 4. Manfaat dan kegunaan sosiologi: a. Sosiologi dapat memberikan pengetahuan mengenai pola-pola interaksi sosial yang terjadi dalam masyarakat. b. Sosiologi dapat membantu kita untuk mengontrol atau mengendalikan setiap tindakan dan perilaku kita dalam kehidupan bermasyarakat. c. . . . . d. . . . . 5. Konsep-konsep dasar dalam metode ilmu pengetahuan: a. Kenyataan b. Informasi c. Fakta d. Data e. Makalah f. Asumsi g. . . . . h. . . . . i. . . . . j. . . . . k. . . . . l. . . . .

22

SMA Negeri 3 Subang| Irra Martiana,S.Sos

Menggali Informasi factual Masyarakat merupakan sekumpulan orang yang hidup bersama di suatu wilayah dengan nilainilai dan norma serta kebudayaan yang telah disepakati bersama. Dengan demikian, kamu juga merupakan anggota dari masyarakat. Gambar di bawah ini menggambarkan bagimana masyarakat yang ada disekeliling kita begitu mempengaruhi setiap tindakan,perilaku, danpolahidup kita. Fenomena social yang hadir disekitar lingkungan kita sehari-hari diantaranya adalah keluarga, tetangga, teman bermain, sekolah, agama, media massa (televise, radio, kora, majalah, tabloid, internet danlain-lain)

Tetangga

Keluarga

Teman Bermain

KAMU
Media Massa Agama

Sekolah

Sekarang dengan pengetahun sosiologi yang telah dipelajari, coba kalian buat catatan tentang fenomena social di atas berpengaruh terhadap dirimu. Kamu bias melakaukan wawancara sederhana dengan orang-orang di sekitar lingkunganmu atau menulisberdasarkan pengalaman pribadimu. Setelah selesai, bandingkanlah dengan teman-temanmu yang lain untuk mengetahui bagaimana tiap-tiap fenomena social lingkungan setempat mempengaruhi masyarakat dan anggotanya.

23

SMA Negeri 3 Subang| Irra Martiana,S.Sos

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->