P. 1
13. Pengukuran respirasi kecambah1

13. Pengukuran respirasi kecambah1

|Views: 2,519|Likes:
Published by Rezha Fahlevi

More info:

Published by: Rezha Fahlevi on Mar 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/25/2013

pdf

text

original

PRAKTIKUM VI.

3
Topik Tujuan Hari / tanggal Tempat : Pengukuran Respirasi Kecambah : Untuk mengukur jumlah CO2 yang dibebaskan selama respirasi dan menghitung respiratory quotient (RQ) nya. : Rabu 16 Desember 2009 : Laboratorium Biologi FKIP UNLAM Banjarmasin

I. ALAT DAN BAHAN Alat : 1. Respirometer ganong dan statif 2. Corong gelas 3. Penunjuk waktu 4. Bak parafin 5. Neraca Ohaus Bahan : 1. Kecambah kacang hijau (segar) 2. Kristal KOH 3 butir 3. Vaselin

174

II. CARA KERJA 1. Menyiapkan alat dan bahan, menimbang 10 gram kecambah kacang hijau. 2. Memasukkan aquadest ke dalam pipa respirometer, dan memasukkan kecambah (no.1) ke dalam tabung respirometer dan memutar sumbatnya sampai kedua lubang berhadapan. 3. Mengatur permukaan air dalam pipa dengan skala 20 dengan jalan menaikkan dan menurunkan pipa. 4. Mengoleskan sumbat dengan vaselin, kemudian memutar sehingga udara di dalam tabung respirometer terpisah dari udara luar. Membiarkannya selama 30 menit. 5. Mengamati perubahan permukaan air dalam pipa. Jika permukaan airnya turun maka nilainya positif dan jika permukaan airnya naik maka nilainya negatif. 6. Mengulangi kegiatan 1 – 5 dengan menggunakan KOH 10 %.

175

III. TEORI DASAR Tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang sepanjang hidupnya. Kebanyakan tumbuhan tetap tinggal (tidak bergerak) dan memproduksi makanannya sendiri, menggantungkan diri pada apa yang dapat diperoleh dari lingkungannya sampai batas-batas yang tersedia. Tumbuhan tingkat tinggi pada umumnya tergolong pada organisme autotrof, yaitu golongan makhluk yang dapat mensintesis sendiri senyawa-senyawa organik yang dibutuhkannya. Dalam proses ini energi radiasi diubah menjadi energi kimia dalam bentuk ATP dan NADPH + H yang selanjutnya akan digunakan untuk mereduksi CO2 menjadi glukosa. Beberapa aktivitas hidup pada tumbuhan adalah fotosintesis, respirasi, tumbuh (perkecambahan), reproduksi serta gerak dan iribilita yang dapat dipelajari dari segi biofisika dan biokimia. Dalam beberapa aspek fisiologi tumbuhan berbeda dengan fisiologi hewan atau fisiologi sel. Tumbuhan dan hewan pada dasarnya telah berkembang melalui pola atau kebiasaan yang berbeda. Tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang sepanjang hidupnya. Kebanyakan tumbuhan tetap tinggal (tidak bergerak) dan memproduksi makanannya sendiri, menggantungkan diri pada apa yang dapat dia peroleh dari lingkungannya sampai batas batas yang tersedia. Hewan sebagian bergerak, harus mencari makanan, ukuran tubuhnya terbatas pada ukuran tertentu dan harus menjaga integritas mekaniknya untuk hidup dan pertumbuhan. Respirasi merupakan proses oksidasi bahan organik yang terjadi di dalam sel, berlangsung secara aerob maupun anaerob. Dalam respirasi aerob diperlukan oksigen dan dihasilkan karbondioksida serta energi. Sedangkan dalam respirasi anaerob dimana oksigen tidak/kurang tersedia dan dihasilkan senyawa selain karbondiokasida, seperti alkohol, asetaldehida atau asam asetat dan sedikit energi. Fase pertama dalam respirasi aerob adalah glikolisis dimana 6 karbon molekul glukose dipecah menjadi dua molekul, tiga karbon atom asam piruvat. Dalam reaksi ini terbentuk 2 molekul ATP dan 2 molekul NADH+H+, dan berlangsung di sitoplasma. Jika bahan organik yang dioksidasi adalah glukosa ( C6H12O6 ) maka persamaan reaksinya dapat ditulis sebagai berikut :

176

( C6H12O6 ) + 6O2

6CO2 + 6H2O + energi

Pada reaksi selanjutnya molekul-molekul asam piruvat akan mengalami dekarboksilasi di dalam mitokondria menjadi asetil grup yang kemudian masuk ke dalam daur Krebs. Dalam daur Krebs, asetil akan dipecah dalam satu seri reaksi sehingga dihasilkan CO2. Dekarboksilasi asam piruvat dan daur Krebs menghasilkan 4 molekul NADH+H+ dan 1 molekul FADH+H+ serta 1 molekul ATP. Langkah terakhir respirasi adalah rantai pengangkutan elektron yang melibatkan sejumlah pembawa elektron dan enzim-enzim yang terdapat di dalam membran dalam dari mitokondria. Di dalam sistem pengangkutan elektron, NAD yang mengalami reduksi dalam glokolisa, dan NAD serta FAD yang mengalami reduksi dalam daur Krebs akan memberikan elektronnya kepada molekul oksigen disertai dengan pembebasan tenaga yang cukup besar, yang akan disimpan dalam bentuk ATP. Untuk tiap molekul glukosa reaksi respirasi aerob akan menghasilkan 36 molekul ATP, 6 molekul karbondioksida, dan 6 molekul air. Apabila tidak terdapat oksigen, maka asam piruvat akan dioksider dalam suatu proses anaerob yang dinamakan fermentasi. Dalam reaksi ini, untuk tiap molekul glukosa hanya dihasilkan 2 molekul ATP dan 1 molekul etanol (alkohol). Pada sel otot hewan, oksidasi asam piruvat secara anaerob akan menghasilkan asam laktat dengan adanya enzim laktat dehidrogenase. Pada respirasi aerob maupun anaerob, asam piruvat hasil hasil proses glikolisis merupakan substrat. a. Asam Piruvat dalam respirasi aerob Pembongkaran secara sempurna terjadi pada oksidasi asam piruvat dalam respirasi aerob. Dari proses ini, dihasilkan CO2 dan H2O serta energy yang lebih banyak (yaitu 38 ATP) daripada jika oksidasi terjadi secara anaerob. Seorang ahli biokimia Inggris telah melakukan penyelidikan proses ini dan menunjukkan dalam satu ikhtisar yang dikenal sebagai siklus (daur) Krebs atau siklus asam trikarboksilat.

177

Respirasi aerob: C6H12O6 6CO2 + 6H2O + 675 Kal + 38 ATP b. Asam Piruvat dalam Respirasi Anaerob Asam piruvat dalam respirasi anaerob (intramolekul) dapat mengalami perubahan menjadi etanol ataupun asam susu (asam laktat). Enzim dehidrogenasi menjalankan dua fungsi sekalligus, yakni mengambil hydrogen dari zat satu serta menambahkan hydrogen ke zat lain. Zat yang memberikan hydrogen disebut donor dan zat yang menerima hydrogen disebut akseptor. Respirasi aerob melibatkan oksigen sebagai penerima hidrogen. Hydrogen yang dibebaskan dalam proses oksidasi harus bergabung dengan oksigen membentuk H2O. Sedangkan pada respirasi anaerob, hidrogen bergabung dengan produk antara (asam piruvat atau asetaldehida) membentuk asam susu (asam laktat) atau alkohol. Respirasi anaerob: C6H12O6 2C2H5OH + 2CO2 + 21 Kal + 2ATP

Tergantung pada bahan yang digunakan dalam respirasi, maka jumlah mol CO2 yang dibebaskan dan jumlah mol O2 yang diperlukan tidak selalu sama. Perbandingan antara jumlah CO2 yang dilepaskan dan jumlah O2 yang digunakan biasanya dikenal dengan Respiratory Ratio atau Respiratory Quotient dan disingkat dengan RQ. Diketahui nilai RQ untuk karbohidrat = 1, protein <1 (=0,8-0,9), lemak <1 (=0,7), dan asam organic >1 (1,33) ( Dwidjoseputro, 1986 ). Nilai RQ ini tergantung pada: 1. Bahan/substrat untuk respirasi 2. Sempurna tidaknya proses respirasi dan kondisi lainnya. Respirasi tidak hanya terjadi atas satu reaksi. Respirasi terdiri atas 50 atau lebih reaksi, masing-masing dikatalis oleh enzim yang berbeda. Respirasi adalah suatu oksidasi yang berlangsung dalam medium air, dan pada pH mendekati netral. Penguraian molekul-molekul besar setahap demi setahap memberikan suatu cara untuk mengubah energi menjadi ATP. Lagi pula pada waktu

178

penguraian berlangsung, rangka karbon antara tersedia untuk sintesis sejumlah produk yang penting. Termasuk disini antara lain asam amino untuk protein, nukleotida untuk asam nukleat, dan precursor karbon untuk pigmen porfirin. Serta untuk lemak sterol, karatenoid antosianin, dan beberapa senyawa aromatik yang lain. Energi yang ditangkap selama proses oksidasi dapat digunakan untuk proses sintesis molekul-molekul besar yang dioerlukan dalam pertumbuhan. Pada waktu tumbuhan sedang tumbuh, laju respirasi meningkat karena diperlukan pertumbuhan, tetapi beberapa senyawa yang digunakan dipindahkan ke reaksi sintesis dan tidak pernah timbul sebagai CO2. atom-atom karbon dalam senyawa yang direspirasi akan diubah menjadi CO2 atau suatu molekul besar seperti tersebut di atas bergantung pada macam sel yang terlibat, posisi sel dalam tumbuhan dan kecepatan pertumbuhan tumbuhan itu. Reaksi respirasi adalah reaksi enzimatis, dan sebagainya ada reaksi enzimatis lain intensitasnya sangat dipengaruhi oleh temperatur. Pada temperatur di atas 5o C, untuk tiap kenaikan 10oC kecepatan respirasi menjadi 2 kali lipat.

179

IV. HASIL PENGAMATAN  Gambar rangkaian Respirometer ganong keterangan : 1. kecambah 2. respirometer ganong 3. klem 4. statif

 Menurut literature :

Sumber : http://id.wiki.detik.com/wiki/Respirometer 180

 Tabel hasil pengamatan NO. 1 2 Medium Aquades (N2O) KOH Waktu 15’ (pertama) 15’ (kedua) 15’ (pertama) 15’ (kedua) Skala awal 20 20 20 20 Skala akhir Naik Naik Naik Naik Selisih -0,5 -0.5 -0,5 -0,5

V. ANALISIS DATA Pada percobaan yang telah dilakukan tentang respirasi pada kecambah dengan menggunakan sebuah alat yaitu respirometer ganong, terdapat perbedaan nilai skala antara percobaan yang menggunakan medium aquades dan percobaan yang menggunakan kristal KOH 10 %. Respirometer ganong adalah alat yang dapat digunakan untuk menentukan angka respirasi (RQ = Respiratory Quotient) secara kuantitatif dalam suatu peristiwa pernapasan. Tergantung pada substrat yang digunakan, harga RQ dapat sama dengan 1, lebih dari 1 atau kurang dari 1. Harga RQ adalah harga perbandingan CO2 yang dihasilkan dalam penapasan dengan O2 yang digunakan dalam pernapasan tersebut. Menurut teori bahwa nilai RQ tergantung pada bahan/substrat untuk respirasi serta sempurna tidaknya proses respirasi dan kondisi lainnya,contohnya jika bahan organik yang dioksidasi berupa glukosa (C6H12O6) maka perbandingan RQ = 1. Berdasarkan percobaan dan hasil pengamatan tentang respirasi pada kecambah,maka dapat diketahui bahwa pada percobaan yang menggunakan medium aquades diperoleh nilai skala yang menunjukkan penurunan. Pada saat 15 menit pertama, skala awalnya menunjukkan angka 19 dan skala akhirnya menunjukkkan angka 18,5, berarti selisihnya adalah 0,5. Sedangkan pada saat 15 menit kedua, skala awalnya menunjukkan angka 18,5 dan skala akhirnya menunjukkan angka 18,3, ini berarti selisihnya adalah 0,2. Penurunan yang terjadi di dalam respirometer ini menunjukkan bahwa CO2 yang dilepas pada kecambah tersebut lebih kecil daripada kadar O2 yang dikonsumsi. CO2 yang dikeluarkan pada tanaman kecambah ini menunjukkan adanya proses respirasi pada tumbuhan. 181

Sedangkan pada percobaan yang menggunakan kristal KOH 10 % dapat diketahui bahwa nilai skala pada respirometer menunjukkan kenaikan. Kenaikan tersebut dapat dilihat dari perubahan nilai skalanya. Pada saat 15 menit pertama, skala awalnya menunjukkan angka 23,8 dan skala akhirnya menunjukkan angka 25, berarti selisihnya adalah 1,2. Sedangkan pada saat 15 menit kedua, skala awalnya menunjukkan angka 25 dan skala akhirnya menunjukkan angka 27, selisihnya adalah 2. Adanya kenaikan yang terjadi di dalam respirometer yang ditambahkan kristal KOH ini karena CO2 yang dilepas pada kecambah tersebut lebih besar daripada kadar O2 yang dikonsumsi. Kurangnya kadar O2 yang dikonsumsi oleh kecambah kacang hijau tersebut dikarenakan adanya penambahan kristal KOH. Kristal KOH yang dimasukkan kedalam respirometer bersama kecambah tadi mengikat kadar O2 yang terdapat di dalam tabung respirometer tersebut sehingga kecambah tidak dapat mengkonsumsi O2 secara maksimal. Terjadinya proses respirasi berlangsung secara bertahap atau dapat dikatakan berlangsung secara tidak langsung. Artinya proses respirasi dianggap sebagai pembakaran yang terkendali atau berjalan lambat. Dan energi yang dihasilkan akan dilepaskan sedikit demi sedikit. Dimana energi ini sangat diperlukan dalam berbagai aspek kehidupan makhluk hidup. Reaksi yang terjadi pada proses respirasi ini adalah sebagai berikut : Cx(H2O)y + XO2 xCO2 + yH2O

Dari reaksi di atas, maka dapat diketahui bahwa hasil akhir dari respirasi adalah CO2 dan H2O. Hal ini terjadi bila substrat secara sempurna dioksidasi, namun bila berbagai senyawa di atas terbentuk, substrat awal respirasi tidak keseluruhannya diubah menjadi CO2 dan H2O. Hanya beberapa substrat respirasi yang dioksidasi seluruhnya menjadi CO2 dan H2O, sedangkan sisanya digunakan dalam proses anabolik, terutama di dalam sel yang sedang tumbuh. Sedangkan energi yang ditangkap dari proses oksidasi sempurna beberapa senyawa dalam

182

proses respirasi dapat digunakan untuk mensintesis molekul lain yang dibutuhkan untuk pertumbuhan. VI. KESIMPULAN 1. Respirasi merupakan proses oksidasi bahan organik yang terjadi di dalam sel yang dapat dilakukan secara aerob maupun anaerob. Dalam respirasi aerob, respirasinya memerlukan O2 dan membebaskan CO2, air dan energi. 2. Proses respirasi pada tumbuhan dapat dibuktikan dengan mengukur banyak sedikitnya oksigen yang dilepaskan. 3. Hasil akhir dari respirasi adalah CO2 dan H2O 4. Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis data yang diperoleh, maka pada kedua pengamatan diatas dapat diperoleh nilai RQ pada respirasi kecambah adalah sebesar -2,452 dan -1,225. 5. Adanya kenaikan yang terjadi di dalam respirometer yang ditambahkan kristal KOH disebabkan oleh CO2 yang dilepas pada kecambah tersebut lebih besar daripada kadar O2 yang dikonsumsi. 6. Kristal KOH yang dimasukkan kedalam respirometer bersama kecambah dapat mengikat kadar O2 yang terdapat di dalam tabung respirometer sehingga kecambah tidak dapat mengkonsumsi O2 secara maksimal. 7. Faktor-faktor yang mempengaruhi respirasi adalah : a. ketersediaan substrat b. suhu c. kadar oksigen d. umur dan tipe jaringan e. kadar karbondioksida f. garam-garam g. luka dan stimulus mekanis

VII. DAFTAR PUSTAKA

183

Arief, A. 1989. Biologi Umum. IKIP Malang: Malang Arsyad, siti wahidah dan Noorhidayati. 2009. Penuntun Praktikum BiologiUmum. Jurusan PMIPA FKIP UNLAM: Banjarmasin Campbell, Neil A. dan Reece, Jane B. 2000. Biologi jilid II edisi lima. Penerbit Erlangga: Jakarta http://id.wiki.detik.com/wiki/Respirometer Nasir, Mochamad. 1993. Penuntun Praktikum Biologi Umum. Fakultas BIologi- UGM: Yogyakarta Pratiwi, D.A, Maryati, Sri, Srikini, Suharno, S, Bambang.2007. Biologi untuk SMA kelas XII. Penerbit Erlangga: Jakarta

184

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->