P. 1
Kapak perimbas

Kapak perimbas

|Views: 18,218|Likes:

More info:

Published by: Dicky Pradana Adi Putra on Mar 20, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/12/2013

pdf

text

original

Kapak perimbas Kapak perimbas adalah tajamnya yang berbentuk konveks (cembung) atau kadangkadang lurus diperoleh melalui

pemangkasan pada salah satu sisi pinggiran batu. Kulit batu masih melekat pada bagian besar permukaan batu. (Marwati Djoened Poesponegoro;2008, 96) Melihat seluruh penemuan di wilayah Punung, dari hasil-hasil penggolongan alatalat Paleolitik yang tercapai, tampaklah bahwa jenis kapak Perimbas menduduki tempat utama diantara alat-alat yang massif. Kapak Perimbas budaya Pacitan oleh Heekeren dibagi dalam beberapa jenis atas dasar ciri-ciri pokok yang sudah sebagai landasan penggolongan Movious. Jenis-jenis penggolongan itu adalah: 1. Tipe setrika (iron-heater chopper) berciri: berbentuk panjang menyerupai setrika, berpenampang lantang plano-konveks, dan memperlihatkan penyerpihan yang memancang dan tegas. 2. Tipe kura-kura (tortoise ) berciri: beralas membulat dengan permukaan atas yang cembung dan meninggi.

Gambar Kapak Perimbas dari Sarmbungmacan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur
(Sumber : Marwati Djoened Poesponegoro, Sejarah Nasional Indonesia 1, Halaman 108)

Gambar Kapak Perimbas dari Paroto, Sulawesi Selatan.
(Sumber : Marwati Djoened Poesponegoro, Sejarah Nasional Indonesia 1,

Kapak Genggam

Manusia Bali sudah ada pada jaman prasejarah, yaitu manusia berkebudayaan kapak genggam. Hal ini terbukti dengan penemuan Dr. R.P. Soejono berupa jenis kapak genggam, kapak perimbas, pahat genggam, serut dan sebagainya pada tahun 1961 di Desa Sembiran, Singaraja. Di tepi timur dan tenggara danau Batur, Kintamani. Kapak jenis ini sebelumnya ditemukan oleh Von Koeningswald pada tahun 1935 di Pacitan Jawa Timur. Hasil penyelidikan menunjukkan kapak jenis ini berasal dari lapisan Trinil, yaitu pada pleistocen tengah, sehingga disimpulkan pendukung kebudayaan kapak genggam adalah manusia Pithecanthropus Erectus. Penemuan serupa juga terdapat di Peking (Tiongkok) pada goa-goa di Choukoutien, serta sejumlah fosil yang mirip Pithecantropus Erectus, yang disebut dengan Sinanthropus Pekinensis, dimana alat-alat bantu yang ditemukan mirip dengan alat-alat di Pacitan.(Dr. Soekmono,1973,32) Dapat disimpulkan, alat-alat bantu di Sembiran dan Trunyan diciptakan oleh Pithecanthropus Erectus atau keturunannya yang berkebudayaan kapak genggam pada jaman Pleistocen kira-kira satu juta tahun sebelum Masehi, dimana Bali, Jawa, Sumatra masih bergabung dengan daratan Asia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->