P. 1
Psikologi Anak & Pendidikan

Psikologi Anak & Pendidikan

|Views: 6,162|Likes:
Published by barak_musthafa
Anak-anak kita adalah amanah bagi kita untuk kita didik sebaik mungkin agar kelak mereka menjadi seseorang yang bermanfaat bagi agama, bangsa dan negaranya. Setiap orang tua pastinya menginginkan anaknya menjadi seseorang yang baik lagi bermanfaat dan itulah tugas dari orang tua yaitu membesarkan dan mendidik anaknya agar nantinya sesuai dengan harapan mereka. E-book ini merupakan kumpulan tips-tips psikologi anak, tentang bagaimana membentuk karakter anak dan tentang bagaimana mendidik anak sedari dini. (QS: Al Furqon:74)

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا (٧٤)
74. dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan Kami, anugrahkanlah kepada Kami isteri-isteri Kami dan keturunan Kami sebagai penyenang hati (Kami), dan Jadikanlah Kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.
Anak-anak kita adalah amanah bagi kita untuk kita didik sebaik mungkin agar kelak mereka menjadi seseorang yang bermanfaat bagi agama, bangsa dan negaranya. Setiap orang tua pastinya menginginkan anaknya menjadi seseorang yang baik lagi bermanfaat dan itulah tugas dari orang tua yaitu membesarkan dan mendidik anaknya agar nantinya sesuai dengan harapan mereka. E-book ini merupakan kumpulan tips-tips psikologi anak, tentang bagaimana membentuk karakter anak dan tentang bagaimana mendidik anak sedari dini. (QS: Al Furqon:74)

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا (٧٤)
74. dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan Kami, anugrahkanlah kepada Kami isteri-isteri Kami dan keturunan Kami sebagai penyenang hati (Kami), dan Jadikanlah Kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.

More info:

Published by: barak_musthafa on Mar 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/10/2013

pdf

text

original

Agar si kecil bisa mencapai dan melewati perkembangannya dengan normal, perlu
diberikan stimulasi yang tepat sesuai usianya.

Idealnya, perkembangan motorik kasar dan halus si kecil akan diamati setiap
berkunjung ke dokter spesialis anak dengan melakukan beberapa tes; apakah anak
sudah bisa melakukan suatu gerakan A, misal. Dengan begitu, ketika ada
keterlambatan, dokter langsung dapat mengintervensi dan memberi saran pada orang
tua.

Tes yang umum dilakukan untuk memantau perkembangan motorik adalah tes Denver.
Tes ini membagi perkembangan anak jadi empat, yaitu perkembangan personal sosial,
perkembangan bahasa, serta perkembangan motorik kasar dan motorik halus adaptif.
Perkembangan bayi akan diamati setiap 1 bulan sekali. Sedangkan balita, atau tepatnya
setelah anak menginjak usia 2 tahun ke atas, cukup 3 bulan sekali.
Tes Denver ini, semacam

checklist untuk mempermudah pemantauan akan
perkembangan anak. Apakah anak sesuai dengan perkembangan usianya saat itu atau
tidak. "Kalau misalnya anak terlambat, kita harus tahu pasti, bagian mana yang
terlambat. Apakah perkembangan motorik halus, motorik kasar, bahasa atau personal
sosialnya." Bila sudah diketahui, misal, "O, anak ini hanya perkembangan motoriknya
saja yang terganggu, yang lain sesuai." Maka terapinya akan ditekankan ke situ.

Namun, jangan buru-buru menganggap si kecil mengalami kelainan, karena siapa tahu
yang jadi penyebab justru kurangnya stimulasi. Itu sebab, bila terjadi keterlambatan,
kita harus tahu persis penyebabnya. "Tak heran seorang psikolog akan bertanya
bagaimana pola pengasuhan orang tua terhadap anaknya. Bukan tak mungkin orang tua
yangoverprotective akan membuat anak sulit berkembang. Kalau ini masalahnya, jelas
orang tuanya yang perlu diterapi. Harus di beri penjelasan tentang dan cara-cara
melakukan stimulasi pada anak."

Tapi kalau semua perkembangan anak terlambat, dari perkembangan bahasa, personal
sosial, motorik kasar dan halusnya, maka anak dinyatakan mengalami retardasi
mental/keterbelakangan mental. Misal, anak usia 3 tahun namun kemampuan motorik
halus, kasar, termasuk berbahasa dan sosialnya, masih setara dengan anak usia 1 tahun
8 bulan.
Yang jelas, bila masalahnya berhubungan dengan motorik kasar, anak akan menjalani
fisioterapi. Sedangkan jika masalahnya pada motorik halus, ia akan menjalani terapi
okupasi. Untuk keterlambatan bahasa, tentu anak akan menjalani terapi wicara, dan
sebagainya.

Nah, seperti apa perkembangan motorik kasar dan halus si batita? Yuk, kita, simak
bersama di bawah ini, merunut tes Denver yang sudah dimodifikasi. Selanjutnya, amati
apakah perkembangan si kecil sudah sesuai. Jangan lupa, beri stimulus agar ia bisa
mencapai tahap-tahap perkembangan yang harus dilaluinya. Tentunya dilakukan sambil
bermain, ya, Bu-Pak.

PSIKOLOGI ANAK & PENDIDIKAN,Halaman 75

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->