P. 1
Psikologi Anak & Pendidikan

Psikologi Anak & Pendidikan

|Views: 6,162|Likes:
Published by barak_musthafa
Anak-anak kita adalah amanah bagi kita untuk kita didik sebaik mungkin agar kelak mereka menjadi seseorang yang bermanfaat bagi agama, bangsa dan negaranya. Setiap orang tua pastinya menginginkan anaknya menjadi seseorang yang baik lagi bermanfaat dan itulah tugas dari orang tua yaitu membesarkan dan mendidik anaknya agar nantinya sesuai dengan harapan mereka. E-book ini merupakan kumpulan tips-tips psikologi anak, tentang bagaimana membentuk karakter anak dan tentang bagaimana mendidik anak sedari dini. (QS: Al Furqon:74)

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا (٧٤)
74. dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan Kami, anugrahkanlah kepada Kami isteri-isteri Kami dan keturunan Kami sebagai penyenang hati (Kami), dan Jadikanlah Kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.
Anak-anak kita adalah amanah bagi kita untuk kita didik sebaik mungkin agar kelak mereka menjadi seseorang yang bermanfaat bagi agama, bangsa dan negaranya. Setiap orang tua pastinya menginginkan anaknya menjadi seseorang yang baik lagi bermanfaat dan itulah tugas dari orang tua yaitu membesarkan dan mendidik anaknya agar nantinya sesuai dengan harapan mereka. E-book ini merupakan kumpulan tips-tips psikologi anak, tentang bagaimana membentuk karakter anak dan tentang bagaimana mendidik anak sedari dini. (QS: Al Furqon:74)

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا (٧٤)
74. dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan Kami, anugrahkanlah kepada Kami isteri-isteri Kami dan keturunan Kami sebagai penyenang hati (Kami), dan Jadikanlah Kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.

More info:

Published by: barak_musthafa on Mar 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/10/2013

pdf

text

original

Sections

P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 0

P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 1
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N
(Kumpulan artikel dari webs – dirangkum oleh Zainul Muttaqin)
DAFTAR I SI
Halaman
PENDAHULUAN 1
BAB 1 - UMUM
1 Menciptakan anak pintar sejak dalam kandungan 3
2 Nutrisi otak agar anak cerdas 5
3 Kebutuhan gizi pengaruhi kecerdasan anak 6
4 Pengenalan psikologi sejak dini 7
5 Hak-hak anak 8
6 Kesalahan pola asuh anak usia dini, penyesalan orangtua seumur hidup 9
7 Mencari Pola Asuh Anak Yang Tepat 10
8 Peran orangtua dalam perkembangan psikologi anak 12
9 Peran orangtua terhadap perkembangan kemandirian anak 17
10 Mendidik agar anak mandiri 19
11 Prestasi anak, untuk anak atau orangtua? 21
12 Anak berbakat: kebutuhan atau kebahagiaan? 23
13 Sikap ayah pengaruhi perkembangan EQ bayi 26
14 Peran ibu bagi kesehatan jantung anak 28
15 Tahapan bermain bagi anak-anak 30
16 Selektif pada produk mainan ; selamatkan kreativitas dan jiwa sosial anak 32
17 Apa benar yang bungsu lebih bodoh? 34
18 Seperti apa sih, reaksi emosi pada bayi ? 36
19 Pertolongan pertama bila balita rewel 39
20 Ibu bekerja & dampaknya bagi perkembangan anak 41
BAB 2 - RUTINITAS
21 Ketika anak menonton televisi 42
22 Menyiasati anak sulit makan 45
23 Dipaksa makan, anak bisa trauma 48
24 Makanan selingan balita 51
25 Menambah nafsu makan pada balita/anak 53
26 Muntah setiap kali makan 54
27 Melatih si kecil berhenti mengompol 57
BAB 3 - PENDIDIKAN
28 Perlukah program child day-care bagi anak? 60
29 Bagaimana memilih nursery school? 64
30 Kapan anak belajar bahasa inggris? 65
31 Kenapa perlu belajar sejak usia dini ? 68
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 2
DAFTAR ISI Halaman
32 Pendidikan neo-humanistik 69
33 Perkembangan motorik halus dan kasar 72
34 Gaya belajar efektif 73
35 Matematika, siapa takut? 74
36 Peran komputer bagi pendidikan anak 78
37 Alternatif hukuman anak di sekolah 79
38 Anakku malas belajar 80
39 Faktor-faktor makro yang menyebabkan anak malas belajar 83
40 Belajar lebih penting daripada bermain? 88
41 Pengaruh Permainan pada Perkembangan Anak 91
42 Fungsi terapeutik bermain bagi anak usia sekolah 93
43 Pengaruh musik pada anak 95
44 Rumah ramah belajar 96
45 Kreativitas anak jangan dihalangi 99
BAB 4 - PROBLEMATIKA
46 Temper Tantrum 100
47 Anak pemalu 105
48 Labeling 108
49 Problem kelekatan 110
50 Keterlambatan bicara 115
51 Mengekspresikan marah secara tepat kepada anak 122
52 Penyiksaan dan pengabaian terhadap anak 124
53 Kalau si kecil mulai pandai merayu 127
54 Gigi bermasalah hambat perkembangan anak 129
55 Mengenal anak hiperaktiv (gangguan hiperkinetik) 130
56 Balita anda bersedih ? 132
57 Jika alergi menyerang anak 134
58 Kok sakit kepala habis makan es krim 135
59 Aneka penyebab bayi sesak napas 136
60 Mengapa anak sering berbohong ? 139
61 Mengenal autisme 140
62 Mencegah perilaku buruk anak 142
63 Mengenal schizophrenia 143
64 Mengenal aphasia 145
65 Gejala & penyebab stress 146
66 Mengatasi migren pada anak 148
67 Metode alternatif atasi rasa takut 149
68 Ih...., kecil-kecil "latah" 154
69 Si kecil takut pada ayahnya 157
70 Tak usah panik mendapati anak "Bermain dengan anunya" 160
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 3
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N
(Kumpulan artikel dari webs dirangkum oleh Zainul Muttaqin)
PENDAHULUAN
Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu): di sisi Allah-lah
pahala yang besar. (QS 64:15)
Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri
kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi
orang-orang yang bertakwa. (QS 25:74)
"Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan
kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang
Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku.
Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang
yang berserah diri". (QS 46:15)
Jika anak dibesarkan dengan celaan,
ia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan,
ia belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan,
ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan penghinaan,
ia belajar menyeasali diri
Jika anak dibesarkan dengan toleransi,
ia belajar menahan diri
Jika anak dibesarkan dengan pujian,
ia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baik perlakuan,
ia belajar keadilan
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman,
ia belajar menaruh kepercayaan
Jika anak dibesarkan dengan dukungan,
ia belajar menyenangi diri
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan,
ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 4
Anak Perempuan
§ Ketika seorang anak perempuan diam, berjuta-juta hal berada dalam fikirannya.
§ Ketika anak perempuan tidak membantah, dia sedang berfikir sangat dalam.
§ Ketika anak perempuan memandang dengan mata penuh tanya, dia ingin tahu berapa lama kita akan
menemani.
§ Ketika anak perempuan menjawab “Saya baik-baik saja” setelah beberapa saat, tidaklah semuanya
baik-baik saja.
§ Ketika anak perempuan memandang tajam, dia ingin tahu kenapa kita berbohong.
§ Ketika anak perempuan bersandar ke dada, dia berharap kita menjadi miliknya selamanya.
Anak Laki-laki
§ Ketika seorang anak laki-laki diam, dia tidak punya sesuatu yang ingin dikatakan.
§ Ketika anak laki-laki tidak membantah, dia dalam kondisi yang tidak ingin membantah.
§ Ketika anak laki-laki memandang dengan mata penuh tanya, dia benar-benar sedang kebingungan.
§ Ketika anak laki-laki menjawab “Saya baik-baik saja” setelah beberapa saat, semuanya adalah baik-
baik saja.
§ Ketika anak laki-laki memandang tajam, dia sedang heran atau marah.
§ Ketika anak laki-laki tidur dipangkuan, dia berharap kita menjadi miliknya selamanya.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 5
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N
BAB 1 : UMUM
1. Menciptakan Anak Pintar Sejak Dalam Kandungan
ADALAH hal yang sangat naif, ket ika seorang anak menj adi bodoh, nakal, pemberang,
at au bermasal ah, lalu orang t ua menyalahkan guru, pergaul an di sekol ah, dan
lingkungan yang t idak beres. Tiga fakt or it u hanya berperan dalam proses
perkembangan anak, sedangkan bakat anak it u menj adi bodoh, nakal, at au pember ang
j ust ru t erlet ak dari bagaimana orang t ua memberikan awal kehidupan si anak t ersebut .
Bukan hal aneh bahwa seorang anak dapat dididik dan dirangsang kecerdasannya sej ak
masih dalam kandungan. Malah, sej ak masih j anin, orang t ua dapat melihat
perkembangan kecer dasan anaknya. Unt uk bisa sepert i it u, orang t ua har us
memperhat ikan beber apa aspek, ant ara lain t erpenuhinya kebut uhan biomedis, kasih
sayang, dan st imulasi .
Bi cara t ent ang kecerdasan, t ent u saj a t idak bisa lepas dari masalah kualit as ot ak,
sedangkan kualit as ot ak it u dipengaruhi oleh sej umlah fakt or. Secara prinsi p,
perkembangan posit i f kecerdasan sej ak dalam kandungan it u bisa t erj adi dengan
memperhat ikan banyak hal. Pert ama, kebut uhan- kebut uhan biol ogis ( fisik) berupa
nut risi bagi ibu hamil harus benar- benar t erpenuhi. Seorang ibu hamil , gizinya harus
cukup. Art inya, asupan prot ein, karbohidrat , dan miner alnya t erpenuhi dengan baik.
Sel ain it u, seorang ibu hamil t idak menderit a penyakit yang akan mengganggu
pert umbuhan dan perkembangan anak dalam kandungannya. Kebut uhan nut risi it u
sendiri, sebenarnya bukan hanya ket ika ibu mengandung, melainkan ket ika ia siap unt uk
mengandung pun sudah harus memperhat i kan gizi, makanan, dan komposisi nut risinya
har us lengkap, sehingga ket ika ia hamil , dari segi fi sik sudah si ap dan proses kehamilan
akan berl angsung opt imal secar a nut risi.
Tapi , memang di I ndonesia at au di negara- negara berkembang pada umumnya- - boleh
dikat akan sangat j arang ada keluar ga yang mempersiapkan kehamilan. Malah, kerap
kehamilan dianggap sebagai suat u yang mengej ut kan. Ber beda dengan yang t erj adi di
negara- negara maj u. I nilah yang cenderung menj adi penyebab awal mengapa anak-
anak yang lahir kemudi an t i dak berkualit as, karena orang t ua seakan t idak si ap dalam
segal a hal unt uk memelihara anaknya.
Fakt or kedua adalah kebut uhan kasih sayang. Seorang ibu harus menerima kehamil an
it u, dalam art i kehamilan yang benar - benar dikehendaki. Tanpa kasih sayang, t umbuh
kembangnya bayi t idak akan opt imal . "Si ibu hamil harus si ap dan dapat menerima risiko
dari kehamilannya," kat a mant an Sekret aris Jenderal I kat an Dokt er Anak I ndonesi a it u.
"Risiko it u, misalnya, seorang wanit a karier yang hamil, merasa t erbebani dan khawat i r
akan mengganggu peker j aannya. I a sebenarnya ingin hamil , t api j uga merasa t erganggu
dengan kehamilannya it u. Kondisi sepert i ini t idak kondusif unt uk merangsang
perkembangan bayi dalam kandungannya," t ambahnya.
Sel ain it u, menurut Dosen Fakult as Kedokt eran Universit as I ndonesia ini , ada fakt or
psi kologi s yang memengaruhi perkembangan kecerdasan bayi, yait u apakah si ibu hamil
meni kah secara resmi at au kawin lari . Perni kahannya direst ui at au t idak, dan apakah
ada komit men ant ara ist ri dan suami. Tanpa komit men di ant ara keduanya, kehamilan
it u bisa dianggap mengganggu.
Juga harus ada support ( dukungan) . Tanpa support , walaupun ada komit men dari suami
dan orang t ua dapat mengurangi perkembangan dan rangsangan kecerdasan bayi dalam
kandungan. "Jadi, variabel kasih sayang t adi adalah komit men dengan suami , sert a
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 6
support dari orang t ua dan keluarga, sehingga seorang ibu dapat menerima
kehamilannya dengan hat i t ent eram,"
Fakt or ket iga adalah adanya perhat i an penuh dari si ibu hamil t erhadap kandungannya.
I a dapat memberikan rangsangan dan sent uhan secara sengaj a kepada bayi dalam
kandungannya. Karena secara emosi onal akan t erj adi kont ak. Jika ibunya gembira dan
senang, dalam darahnya akan melepaskan neo t ransmit t er zat - zat rasa senang,
sehingga bayi dalam kandungannya j uga akan merasa senang.
Sebali knya, bila si ibu selalu mer asa t ert ekan, t erbebani, gelisah, dan st res, ia akan
mel epaskan zat - zat dalam darahnya yang mengandung rasa t idak nyaman t ersebut ,
sehingga secara t i dak sadar bayi akan t erst imuli j uga ikut gelisah. "Yang paling baik
adalah st imuli berupa suara-suara, elusan, dan nyanyian yang disukai si ibu. Hal ini akan
merangsang bayi unt uk ikut senang. Berbeda j ika si ibu melakukan hal- hal yang t idak
disukainya, karena it u sama saj a memberikan rangsangan negat i f pada bayi ".
Tapi , st imuli it u sendiri lebih efekt if bila kehamilan sudah menginj ak usia di at as enam
bul an. Sebab, pada usia t ersebut j aringan st rukt ur ot ak pada bayi sudah mulai bi sa
berfungsi.
Unt uk mendapat kan kondisi- kondisi it ul ah, seorang ibu hamil harus t et ap menj aga
nut risi yang didapat dari makanan sehari -hari. Bahkan, perlu diimunisasi, misalnya
dengan sunt ik TT. Lakukan j uga konsult asi rut in dengan dokt er secara berkala. Mul a-
mula sekali sebulan, dan pada bulan t erakhir menj el ang kelahir an ( part us) , diperket at
menj adi t iga minggu sekali, lalu dua minggu sekali , dan bahkan mendekat i part us
menj adi set iap minggu.
Juga disarankan unt uk t idak meminum obat - obat an yang kat anya bisa merangsang
perkembangan dan kecerdasan ot ak bayi. Obat - obat an semacam it u hanya omong
kosong. "Pemberian obat semacam it u percuma saj a, dan t idak berpengaruh apa- apa,"
kat anya. "Yang pent ing, ci pt akan saj a lingkungan mendidik, yait u t i ga fakt or t adi.
Sement ara it u, psikolog anak lainnya j uga mengungkapkan pendapat yang sama.
St i mulasi posit if, menurut nya, memang dapat meningkat kan kecerdasan anak sej ak
dalam kandungan. Dari st imulasi ini, diharapkan ket ika anak t umbuh, bukan hanya
menj adi cerdas, mel ainkan dapat bersosialisasi dengan lingkungannya. "St imul asi
menimbulkan kedekat an ant ara ibu dan anak.
Bahkan, lanj ut Surast ut i, bayi masih dalam kandungan bisa dist imuli dengan
diperdengarkan musik kl asik, diaj ak berbicara, dan diberikan elusan penuh kasih sayang.
Orang t ua j uga harus siap dan berusaha mengaj arkan cara anaknya bersosi alisasi
dengan duni a luar ket ika ia masih di dalam rahi m.
Tapi , mengapa musik kl asik? Pendapat semacam ini memang t erus menj adi t opik
bahasan. Musikus hebat sepert i Adhi MS, pimpinan Twilit e Orchest r a, j uga meyakini
musik klasik dapat merangsang kecerdasan bayi sej ak dalam kandungan. Bahkan, unt uk
j eni s musik yang ' merangsang bayi ' ini sudah banyak dij ual di t oko- t oko kaset t ert ent u.
Tapi , unt uk lebih t unt asnya kupasan mengenai hal it u, coba kit a simak penut uran
Psikologi lainnya:
Musik klasik, kat anya, memiliki berbagai macam harmoni yang t erdiri dari nada- nada.
Nada- nada inilah yang memberikan st imul asi berupa gelombang alfa. Gelombang ini
memberikan ket enangan, kenyamanan, dan ket ent eraman, sehingga anak dapat lebih
berkonsent rasi.
"Menurut beberapa penelit i an, musik klasik memang t ermasuk met ode yang t epat . Anak
menj adi siap menerima sesuat u yang baru dari lingkungannya," uj ar pengasuh rubr ik
konsult asi di Klinik Anakku ini . Tapi, j angan coba- coba memper dengarkan musik- musik
ker as kepada bayi dalam kandungan. Konon, j ust ru menyebabkan t imbulnya
kebingungan pada si j abang bayi!
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 7
2. Nutrisi Otak Agar Anak Cerdas
Past ikan Anda memberikan nut risi yang cukup unt uk ot ak si kecil agar ia t umbuh sehat
dan j uga cer das karena dengan kekur angan salah sat u nut risi t ersebut akibat nya
perkembangan sist em saraf pusat dan kemampuan kognit if di masa sel anj ut nya pun
akan t urut t erpengaruh (menurut suat u penelit ian yang dipublikasikan dalam Brit ish
Medical Journal, I nggris, t ahun 2001) .
Agar si kecil t umbuh sehat j uga cer das maka Kebut uhan yang diperlukan ant ar a lain
Lemak Pembangunan Ot ak , Lemak, t erut ama asam lemak ( DHA dan ARA) , adalah
sal ah sat u nut risi yang pent ing unt uk pert umbuhan ot ak dan mat a si kecil . Kekurangan
kedua j enis asam lemak esensi al it u saat lahir berkorelasi dengan berat badan yang
rendah, lingkar kepala yang kecil , dan ukuran plasent a yang rendah. Akibat nya
perkembangan sist em saraf pusat dan kemampuan kognit if di masa sel anj ut nya pun
t urut t erpengaruh. menur ut suat u penelit ian yang dipublikasian dalam Brit his Medi cal
Journal, I nggris, t ahun 2001.
Unt uk mencukupi kebut uhan t ersebut , berikan ASI seopt imal mungkin unt uk si kecil .
Sebab ASI t er bukt i mengandung asam lemak yang dibut uhkan ot ak unt uk bisa
berkembang. Dari st udi yang dil akukan di The Universit y of Kent ucky Chandler Medical
Cent er, Amerika Serikat , t erbukt i I Q bayi yang diberi ASI j auh lebih t inggi dibanding
dengan yang t i dak diberi ASI . Dan, pada saat anak mul ai diberikan makanan padat ,
kebut uhan asam lemak it u bisa Anda penuhi dengan memberikan ikan, t elur bebek, susu
yang diperkaya DHA dan ARA, at au minyak j agung.
Kar bohi dr at Bahan Bak ar Ot ak
Glukosa dari makanan yang kaya karbohidrat merupakan bahan bakar ot ak yang amat
pent ing agar ot ak berfungsi opt imal. Proses pengol ahan inf ormasi dan mengingat dapat
berj al an dengan baik dengan t erpenuhinya kebut uhan glukosa ot ak t ersebut . I ni semua
bisa didapat kan dengan memberikan anak berbagai j enis kacang- kacangan, kent ang,
buah- buahan sepert i pisang, sawo, sert a sayur- sayuran misalnya singkong dan daun ubi
j alar.
Sedangkan unt uk Prot ein Pembent ukan Neur ot ransmit er adalah senyawa asam amino
yang berper an t erhadap proses pengolahan inf ormasi di ot ak. Kadar ini sendiri amat
berpengaruh t erhadap seber apa banyak prot ein yang ada dalam makanan yang
dikonsumsi sehari-har i Kebut uhan ini bisadidapat dari ikan, daging, kej u, yogur dan
kacang-kacangan Sedangkan kebut uhan Buah- buahan, Sayur- sayuran yang diperkaya
ant i oksidan amat diperlukan unt uk melindungi ot ak dari proses kerusakan sel- sel ot ak
yang dapat menyebabkan kesulit an dalam mengingat , sepert i proses belaj arpun j adi
lamban.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 8
3. Kebutuhan Gizi Pengaruhi Kecerdasan Anak
Penelit ian membukt ikan ada ket erkait an ant ara t ubuh pendek dan t ingkat kecerdasan.
Bil a sej ak awal sudah t idak ada keseimbangan berat dan t inggi badan, maka akan
berpengaruh pada pembent ukan ot ak. Karena it u, kebut uhan gizi bayi sej ak j anin
sampai usi a lima t ahun harus t erpenuhi secar a baik.
Kepal a Seksi St andardisasi, Subdit Gizi Mikro, Dir ekt orat Gi zi pada Dit j en Kesehat an
Masyarakat Depkes menegaskan hal t ersebut di Jakart a, di sel a- sela Kongres Nasional
XI I dan t emu ilmi ah Persat uan Ahli Gizi I ndonesia ( Persagi) .
Menurut At mar it a, anak yang perkembangannya sangat lambat disebabkan oleh
pembent ukan ot ak maupun t ubuhnya t idak baik akibat gizinya buruk. "Ber art i hal paling
pent ing adalah pemenuhan gizi bayi sej ak dalam kandungan sampai berusi a lima t ahun,
dan bil a t idak t erpenuhi , pert umbuhan ot ak dan t ubuhnya t idak bagus. Anak dengan
t ubuh pendek, ia mengemukakan, berart i st at us gizi pada masa lalunya sudah kronis,"
j elas At marit a.
Namun begit u, lanj ut nya, sampai usia 18 t ahun pun asupan gi zi masih pent i ng unt uk
pert umbuhan fisik anak. Jadi j ika t ubuh seseorang kurus, hal ini dipengaruhi oleh
keadaan gizi pada saat it u.
Ber sama rekannya, dr Robert L Ti den, pakar gizi t ersebut menganalisis masalah gizi di
perkot aan yang dikait kan dengan t inggi badan anak baru masuk sekol ah.
62% lebih anak di perkot aan memili ki t inggi badan normal dari segi umur, sedangkan
anak di pedesaan hanya 49%. Maka disimpulkan bahwa anak di perkot aan memiliki
keadaan gizi lebih baik dibanding anak di pedesaan. Meski demiki an, obesit as ( gemuk
sekali) pada anak di perkot aan cenderung lebih t inggi dibanding anak di pedesaan.
Cuma, masalah it u mulai meningkat bukan saj a di perkot aan, mel ainkan j uga di
pedesaan.
At as dasar t ersebut , program perbaikan gizi sekarang harus diubah dengan
memerhat ikan fakt or yang t erkait dengan pola hi dup penduduk di perkot aan maupun
pedesaan.
Sebelumnya, Menkes Achmad Suj udi dalam sambut an t ert uli s yang dibacakan oleh St af
Ahl i Menkes Bidang Desent ralisasi dan Kel embagaan Dini Lat ief merasa prihat i n karena
proporsi anak pendek di I ndonesia masih cukup t inggi.
"Saya yakin, para ahli gizi menget ahui sit uasi ini karena di t iap wil ayah t elah dif asilit asi
dengan pemant auan st at us gizi," ulasnya.
I a menambahkan sudah banyak penelit ian yang menyimpulkan pent ingnya gizi unt uk
meningkat kan kemampuan belaj ar dan mengikut i pendidikan sampai t ingkat t ert inggi.
Menkes mengut i p pula sej umlah st udi di Fili pina, Jamai ka, dan negara lainnya yang
membukt ikan, adanya hubungan yang sangat bermakna ant ara t inggi badan dan
kemampuan belaj ar.
Bahkan, uj arnya, dihasilkan bahwa pemberi an makanan t ambahan pada anak bert ubuh
pendek berusia 9- 24 bul an akan mampu meningkat kan kemampuan bel aj ar anak ket ika
berusia 7- 8 t ahun.
Dibukt ikan pul a dari beberapa st udi bidang ekonomi di Ghana maupun Pakist an
mengenai pent ingnya gizi unt uk mendukung pembangunan. "Malah dengan menurunkan
prevalensi anak pendek sebesar 10%, akan dapat meningkat kan 2%- 10% proporsi anak
yang mendaft ar ke sekol ah."
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 9
4. Pengenalan Psikologi Sejak Dini
Kurangnya pengenalan tentang masalah kejiwaan akan berpotensi membuat seseorang kurang
mengenal potensi maupun kekurangan dari dirinya, khususnya masalah kejiwaan.
Akibatnya akan beragam, tapi akan lebih nampak pada remaja. Mereka dengan ketidak mengertiannya
mengenai seluk beluk kejiwaan akan membentuk pribadi yang cenderung subyektif dan egosentris.
Mereka tidak mengetahui mengenai tipe tipe kepribadian. Kurang tahunya potensi diri akan
menyebabkan mereka cenderung mengambil keputusan berdasarkan emosinya maupun pengaruh
teman temannya.
Para orangtua umumnya tidak memberikan bimbingan psikologis yang baik pada anak anak mereka.
Entah karena ketidak tahuan mereka ataupun karena mereka tdak menganggap hal itu sesuatu yang
penting. Para remaja lebih suka curhat ke kawan kawan mereka yang notabene pengetahuan
psikologisnya sama sama kurang.
Jika ada perilaku anak remaja yang aneh aneh, para orang tua umumnya berusaha memahami bahwa
itu adalah suatu kewajaran yang memang harus dialami setiap remaja. padahal jika perkembangan
seseorang tidak mulai diarahkan sejak remaja, maka mereka akan menemukan kesulitan untuk
membentuk diri menjadi pribadi dewasa.
Sebaiknya kita semua sudah ahrus mulai berpikir untuk mulai melakukan pengenalan psikologi sejak
dini pada diri kita, keluarga kita, dan orang orang terdekat kita.
Salah satu langkah yang harus kita lakukan sebelum mulai mengenalkan psikologi kepada keluarga
kita, kita harus terlebih dahulu memiliki wawasan yang memadai dan paham secara garis besar
mengenai masalah psikologi.
Kita dapat mendapatkannya dari bangku kuliah, buku buku psikologi maupun yang mengenai
kejiwaan, artikel psikologi di koran maupun di Internet, rubrik konsultasi di berbagai media.
Setelah kita memiliki wawasan yang cukup, konsultasikan kepada orang yang lebih paham dari kita
karena masalah pembentukan psikologi sama seperti nasehat kesehatan seorang dokter. Jika dokter
salah dalam diagnosa dan memberikan obat, maka akibatnya akan berbahaya bagi pasiennya. Begitu
juga kita dalam memberikan bimbingan kejiwaan pada seseorang. Jika kita salah mendiagnosa
problem klien akan mengakibatkan salah dalam advis solusi sehingga kemungkinan klien akan
mengambil keputusan yang beresiko.
Mungkin hal ini terdengar menakutkan, namun seperti di dunia nyata pada umumnya, kita selalu
membutuhkan dokter, maka begitu juga kita sekarang harus sudah mulai berpikir untuk membutuhkan
jasa seorang psikolog.
Untuk para remaja, mereka akan sangat selektif dalam memilih orang yang akan ia dengarkan
ucapannya. Maka dalam penyampaian bimbingan kejiwaan pada remaja, sebaiknya dengan
menggunakan pendekatan yang dapat diterima oleh remaja tersebut. Pendekatan yang menggurui akan
ditinggalkan oleh mereka. Kita harus dapat memposisikan diri sebagai "teman" mereka sehingga
mereka memiliki kepercayaan untuk mau menceritakan (curhat) problemanya kepada kita.
Setelah itu penting untuk tidak langsung menghakimi maupun menyalahkan si remaja tersebut dengan
berbagai masalahnya, namun kita harus bersikap mengerti dan memahami serta memberikan solusi
untuk mereka. Remaja yang disalahkan akan menolak karena pada masa itu rasa egoisnya sedang
tinggi tingginya
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 10
5. Hak-hak Anak
Saat ini baik di I ndonesia maupun di negar a- negara lain sering kit a lihat , dengar dan
baca dari media el ekt ronik dan medi a cet ak anak- anak yang dianiaya, dit elant arkan
bahkan dibunuh hak- haknya oleh orangt uanya sendiri maupun oleh kerasnya kehidupan.
Hak asasi mereka seakan- akan t idak ada lagi dan t ercabut begit u saj a oleh orang- orang
yang kurang bert anggungj awab. Bukan orang dewasa saj a yang mempunyai hak, anak-
anakpun mempunyai hak. Hak- hak unt uk anak- anak ini diakui dalam Konvensi Hak Anak
yang dikeluarkan oleh Badan Perserikat an Bangsa- bangsa pada t ahun 1989. Menurut
konvensi t ersebut , semua anak, t anpa membedakan ras, suku bangsa, agama, j enis
kel amin, asal- usul ket urunan maupun bahasa memiliki 4 hak dasar yait u :
• Hak At as Kel angsun gan Hi dup
Termasuk di dalamnya adalah hak at as t ingkat kehidupan yang layak, dan
pel ayanan kesehat an. Art inya anak- anak berhak mendapat kan gizi yang baik,
t empat t inggal yang layak dan perwat an kesehat an yang baik bila ia j at uh sakit .
• Hak Unt uk Ber k embang
Termasuk di dalamnya adalah hak unt uk mendapat kan pendidikan, informasi,
wakt u luang, berkreasi seni dan budaya, j uga hak asasi unt uk anak- anak cacat ,
dimana mereka berhak mendapat kan perlakuan dan pendi dikan khusus.
• Hak Par t i si pasi
Termasuk di dalamnya adalah hak kebebasan menyat akan pendapat , berserikat
dan berkumpul sert a ikut sert a dalam pengambil an keput usan yang menyangkut
dir inya. Jadi, seharusnya orang- orang dewasa khususnya orangt ua t idak boleh
memaksakan kehendaknya kepada anak karena bisa j adi pemaksaan kehendak
dapat mengaki bat kan beban psikologis t erhadap dir i anak.
• Hak Per l i ndungan
Termasuk di dalamnya adalah perlindungan dari segal a bent uk eksploit asi,
perl akuan kej am dan sewenang- wenang dalam proses peradilan pidana maupun
dalam hal lainnya. Cont oh eksploit asi yang paling sering kit a lihat adalah
mempekerj akan anak- anak di bawah umur.
Unt uk it u ada baiknya para orangt ua, lembaga- l embaga pendidikan maupun lembaga
lain yang t erkait dengan anak mengevaluasi kembali, apakah semua hak- hak asasi anak
t el ah dipenuhi / t er penuhi .
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 11
6. Kesalahan Pola Asuh Anak Usia Dini; Penyesalan
Orangtua Seumur Hidup
SALAH satu problem orangtua yang sudah bekerja yakni, menentukan pola asuh bayi, Balita atau
anak usia dini dengan perasaan aman dan nyaman. Secara umum, sekarang ini orangtua berkeinginan
sukses mengasuh anak, tetapi juga sukses berkarir, kata seorang alumnus La Trobe University
Victoria Australia.
Dalam menentukan pola asuh anak usia dini orangtua harus mampu mengukur kemampuan diri.
Dijelaskan, setiap orangtua pasti ingin mengasuh anak-anak dengan baik. Ketika bekerja, anak harus
dengan siapa? Bersama pembantu, kakek, nenek, tetangga, dititipkan pada Tempat Penitipan Anak
atau Griya Asuh Bayi-Balita? Semuanya memiliki konsekuensi dengan segala risikonya. Dalam
realitas seperti ini, orangtua harus mengukur kemampuan diri, baik tenaga, pikiran juga kemampuan
ekonomi, kata dosen Psikologi UGM bersemangat.
Hanya saja yang sering dilupakan, pola asuh anak, orangtua sering tidak berpikir pentingnya
keamanan, kenyamanan serta pengaruh sosial dan lingkungan anak. Karena orangtua lengah, tidak
waspada, banyak kejadian anak dijaili sampai terjadi tindak kekerasan seksual. Mereka yang ada di
sekeliling kita yang selama ini dianggap baik, menyanyangi, melindungi, ternyata melukai. Kalau
sudah demikian, orangtua hanya bisa menyesal seumur hidup, ujarnya. Dicontohkan, pelecehan
seksual pada anak menjadi trauma seumur hidup.
Pola asuh anak, tentunya memiliki dampak secara psikologis, sosial bagi anak itu sendiri yang
berbentuk perilaku. Kalau perilaku itu baik, bijak, orangtua sering menerima dengan senang hati dan
kegembiraan. Sebaliknya, kalau perilaku itu buruk yang rugi adalah orangtua itu sendiri, anak akan
tumbuh tidak semestinya, katanya. Perlu diingatkan, orangtua harus bisa mengukur kemampuan diri,
serta perlunya waspada untuk hati-hati dalam menentukan pola asuh anak. Pola asuh, pada akhirnya
sangat menentukan pertumbuhan anak, baik menyangkut potensi psikomotirik, sosial dan afektif
sesuai perkembangan anak.
Pengamatan tersebut, mengingatkan pada rekomendasi National Association for the Education of
Young (Asosiasi Nasional bagi Pendidikan Anak-anak), lingkungan harus mempermudah
pertumbuhan, perkembangan bayi dan balita untuk dapat bermain, belajar bersama-sama.
Rekomendasi itu selalu saja terngiang-ngiang. Maka ketika waktu memungkinkan, kami
merealisasikannya, bagaimana membuat lembaga yang bisa membantu orangtua, terutama memberi
solusi menentukan pola asuh anak yang nyaman.
Keinginan yang sudah lama terpendam itu, kata Ayu, maka direalisasikan lewat GABB (Full Day
Childcare). Dimana Childcare mampu menyediakan sarana, perlengkapan serta bahan permaian sesuai
dan memadai. Keinginan menolong anak untuk meningkatkan ketrampilan psikomotor, sosial, efeksi
dan bahasa anak-anak, serta memperluas pemahaman tentang dunia di sekitarnya.
Ditegaskan, pola asuh anak GAAB memang mengacu pada program percontohan yang dikembangkan
Jarome Kagan, Kearsley dan Zelazo di Universitas Harvard Amerika Serikat, pola asuh anak usia dini
sangat ditentukan, siapa pengasuhnya. Pengasuh yang selalu tersenyum dan berbicara dengan bayi
dan menyediakan lingkungan childcare yang aman dengan banyak mainan merangsang anak-anak,
tidak menentukan pengaruh negatif bagi perkembangan anak.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 12
7. Mencari Pola Asuh Anak Yang Tepat
Ada tiga macam pola asuh orangtua terhadap anak, yaitu:
1. Authoritatan
2. Permisif
3. Authoritave
Mana yang paling tepat untuk anak Anda?
Dorothy Law Nolte pernah menyatakan bahwa anak belajar dari kehidupan lingkungannya.
Lengkapnya adalah :
Jika anak dibesarkan dengan celaan,
ia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan,
ia belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan,
ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan penghinaan,
ia belajar menyeasali diri
Jika anak dibesarkan dengan toleransi,
ia belajar menahan diri
Jika anak dibesarkan dengan pujian,
ia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baik perlakuan,
ia belajar keadilan
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman,
ia belajar menaruh kepercayaan
Jika anak dibesarkan dengan dukungan,
ia belajar menyenangi diri
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan,
ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan
Pernyataan Dorothy tersebut menunjukkan bahwa lingkungan, terutama keluarga akan membentuk
sikap dan perilaku anak.
Setiap orang tua pasti ingin anaknya "berhasil" di masa depan. Berhasil dalam hal ini bukan pada
karier, tetapi lebih pada aspek kognitif, afektif dan perilaku.
Salah satu cara agar anak "berhasil" di masa depannya daat dilakukan di lingkungan keluarga, yaitu
dengan menerapkan pola asuh orang tua terhadap anak yang tepat. Kesalahan yang terjadi dapat
berakibat buruk bagi masa depan anak, baik dari segi kognitif, afektif dan perilaku.
Ada tiga macam pola asuh orang tua, yaitu :
§ Authotarian
Pola ini menggunakan pendekatan yang memaksakan kehendak orang tua kepada anak. Anak
harus menurut orang tua. Kemauan orang tua harus dituruti, anak tidak boleh mengeluarkan
pendapat.Pola asuh ini dapat mengakibatkan anak menjadi penakut, pencemas, menarik diri dari
pergaulan, kurang adaptif, kurang tujuan, mudah curiga pada orang lain dan mudah stress.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 13
§ Permisif
Orang tua serba membolehkan anak berbuat apa saja. Orang tua memiliki kehangatan dan
menerima apa adanya. Kehangatan, cenderung memanjakan, dituti keinginnannya. Sedangkan
menerima apa adanya akan cenderung memberikan kebebasan kepada anak untuk berbuat apa
saja. Pola asuh ini dapat mengakibatkan anak agresif, tidak patuh pada orang tua, sok
kuasa,kurang mampu mengontrol diri dan kurang intens mengikuti pelajaran sekolah.
§ Authoritative
Orang tua sangat memperhatikan kebutuhan anak dan mencukupinya dengan pertimbangan faktor
kepentingan dan kebutuhan. Pola asuh ini dapat mengakibatkan anak mandiri, mempunyai kontrol
diri dan kepercayaan diri yang kuat, dapat berinteraksi dengan teman sebayanya dengan baik,
mampu menghadapi stress, mempunyai minat terhadap hal-hal yang baru, kooperatif dengan
orang dewasa, penurut, patuh dan berorientasi pada prestasi.
Pola asuh orang tua mempengaruhi perilaku anak. Sekarang kembali kepada diri kita sendiri,
sebagai calon orang tua dan orang tua untuk memilih mau seperti apa anak-anak kita?
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 14
8. Peran Orangtua Dalam Perkembangan
Psikologi Anak
P E N G E N A L A N
Perkembangan fiska, sosial, emosi, intelek, psikologi dan rohani bukanlah merupakan hal
yang asing. Bidang cakupannya masing-masing agak kabur dan kadangkala ketiga-tiga
faktor, sosial, emosi dan psikologi terjadi bersamaan.
P E N Tl N G N Y A P E R K E M B A N G A N P S I K O L O G I P A D A A N A K - A N A K
Perkembangan psikologi yang positif penting dalam perkembangan psikologi anak-anak.
Perkembangan psikologi yang baik dapat diamati dalam pemikiran mental yang sehat,
pengukuhan egoisme, harga diri yang tinggi, kepekaan terhadap kebebasan dalam
mengadaptasikan diri dengan lingkungannya.
Perkembangan psikologi yang kurang baik dapat diamati pada harga diri yang rendah dan
juga pada kemunculan pelbagai masalah tingkahlaklu dan mental.
Pentingnya perkembangan psikologi ini jelas karena mempunyai pengaruh yang sangat
besar bagi keberhasilan, hubungan sosial dan kesejahteraan seseorang individu pada masa
depannya.
Orangtua adalah pemberi kasih sayang yang mendasar. Orangtua mempunyai pengaruh
yang kuat terhadap perkembangan psikologi anaknya. Orangtua yang mengabaikan dan
juga yang memukul anaknya akan menghalangi perkembangan psikologi yang sehat.
Orangtua pada waktu yang sama sekiranya diberi pengetahuan yang mencukupi yang
terdiri dari ketrampilan-ketrampilan dan dukungan, akan dapat menjalankan tugas mereka
dengan baik. Ini adalah karena pengetahuan yang diperoleh dapat digunakan dengan
optimal untuk lebih memusatkan lagi perkembangan psikologi anaknya.
H A L - H A L Y A N G M E N D U K U N G P E R K E M B A N G A N P S I K O L O G I A N A K - A N A K
Penerimaan Tanpa Syarat
Seorang anak harus diterima tanpa syarat oleh orang dewasa dalam hidupnya. Anak
tersebut juga harus memahami bahwa dia diterima tanpa syarat apa-apa. Menurut Michael
Rutter (1978), orangtua mungkin menerima anaknya bukan perangainya. Penerimaan tanpa
syarat harus ditunjukkan sepenuhnya dalam tingkahlaku orangtua serta sikap terhadap
anaknya. Orangtua harus menjaga, mencurahkan kasih sayang dan senantiasa siap untuk
melayani anaknya terutama bila diperlukan. Dengan kata lain orangtua mesti bertindak
dengan cepat dan wajar dan sensitif dalam melayani anaknya karena ia harus
menerimanya tanpa syarat.
Stimulasi
Anak-anak yang telah melalui pelbagai program, memperlihatkan peningkatan dalam
jumlah nilai IQ dan juga dalam bidang-bidang lain yang berkaitan.
Kajian Brofenbrener (1980) terhadap pelbagai program pengkajian intervensi,
memperlihatkan bahwa hasil positif akan berkelanjutan seandainya orangtua melibatkan
diri dalam program- program tersebut.
Stimulasi bisa diterapkan kepada anak-anak melalui pelbagai cara yaitu melalui audio;
visual; kinetik yang melibatkan pergerakan anak-anak (pergerakan bahagian depan, tepi
dan belakang badan), pelbagai aktivitas (main ayunan, berada dalam ayunan berputar,
melompat, dan sebagainya) dan keterlibatan langsung yang termasuk sentuhan, merasai
dan membau.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 15
M E M A H A M I P E R K E M B A N G A N A N A K - A N A K D A N S I F A T B A W A A N ( P E R A N G A I )
Suatu pemahaman terhadap perkembangan anak-anak bisa menjangkau jauh dalam
membentuk seorang anak yang sehat dari segi psikologi. Orangtua kadangkala mempunyai
pengetahuan yang dangkal bagaimana anak-anak sebenamya belajar dan berkembang.
Kekurangan pemahaman terhadap pembawaan anak-anak ini mungkin akan membawa
kepada konflik antara orangtua dan anaknya dan juga permasalahan yang akhirnya
mempengaruhi hubungan mereka.
Hanya apabila orangtua memahami perangai anak-anak ini barulah orangtua tidak akan
menyalahtafsirkan suatu tingkahlaku anak-anak yang bermasalah sebagai bertindak liar
dan nakal. Ini mungkin akan membangkitkan kemarahan orangtua lalu mereka akan
menerapkan tindakan disiplin keras yang sebenarnya tidak perlu. Sebaiknya memang suatu
strategi yang berbeda dan sesuai dapat diambil untuk menggalakkan kerjasama dan
mengelakkan konflik.
TA H A P K E TE R L I B A TA N O R A N G TU A
Jelas bahwa keterlibatan orangtua adalah penting. Tahap keterlibatan mereka bisa dibagi
dalam tiga tahap:
n Keterlibatan langsung dan interaksi dengan anak.
n Menyediakan peluang-peluang bagi pengalaman berbeda.
n Bekerjasama dengan orang/ pihak lain sebagai partner.
Pada setiap tahap, adalah penting bagi orangtua menerirna tanpa syarat anaknya,
mengadakan stimulasi dan memahami perkembangan dan perangai anaknya.
Keterlibatan Orangtua Langsung Dan Interaksi Dengan Anak
Orangtua harus melibatkan diri secara langsung agar perkembangan psikologi yang positif
dapat dihasilkan. Mereka harus menyediakan fisilitas dasar; peka akan penerimaan tanpa
syarat dan menerapkan stimulasi dan pada waktu yang sama mengevaluasi tahap
perkembangan dan perangai anak-anak.
Keterlibatan secara langsung ini tidak dapat kita amati pada kebanyakan orangtua di Asia.
Mereka biasanya menyembunyikan perasaan mereka dan ini menyebabkan suatu jurang
yang dalam dari segi hubungan orangtua dan anak mereka. Kaum lelaki dianggap sebagai
daya penggerak keluarga dan beliau biasanya lebih memberi arahan daripada berinteraksi
dengan anaknya. Beliau lebih suka menegur daripada bersikap mesra, dengan anaknya.
Anak-anak biasanya kurang diberi perhatian. Ayah, mereka jarang menanyakan atau
perhatian tentang pelajaran sekolah. Adalah dianggap mencukupi, anaknya mendapatkan
pendidikan, berhasil atau tidak adalah menjadi soal kedua.
Keterlibatan orangtua secara dangkal ini sepatutnya dihindarkan. Mereka harus melibatkan
diri secara langsung untuk membantu perkembangan psikolog yang positif.
Orangtua harus menyentuh, menepuk bahu, memeluk anaknya selalu. Mereka juga mesti
memberitahu perasaan mereka terhadap anaknya dan juga pada waktu yang sama
mendengar dan berinteraksi dengan anaknya. Orangtua juga mesti siap bila anak-anaknya
memerlukan mereka. Tugas orangtua penting dalam menyediakan keperluan dasar yaitu
makanan, tetapi ini tidaklah cukup. Komunikasi adalah amat penting antara orangtua dan
anak dan ini seharusnya berkelanjutan.
Anak-anak memerlukan garis panduan dalam bertingkahlaku melalui peraturan yang
mudah yang disediakan oleh orangtuanya. Konflik. tekanan serta masalah tingkahlaku
terjadi bila orangtua membuat target lebih ataupun kurang terhadap kemampuan
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 16
anaknya. Untuk mengatasi ini, Orangtua harus memahami kemampuan seseorang anak
berdasarkan umurnya. Bila seseorang anak didenda, dia harus diberi pengertian oleh
orangtuanya bahwa yang ditolak adalah tingkahlaku dan bukan dirinya.
Berkurang atau menurunnya kasih sayang dari orangtua yang dapat diamati anak-anak
melalui tindak tanduk orangtua merupakan suatu pengalaman yang dahsyat bagi anak-
anak dan seharusnya dihindarkan.
Orangtua harus mengetahui akan pentingnya stimulasi dalam hubungan langsung dan
pengaruh/ hasilnya terhadap interaksi yang diterapkan. Stimulasi melibatkan pelbagai
panc aindera yaitu penglihatan, bau, pendengaran, sentuhan dan rasa. Masing-masing ada
secara terpisah dan juga dapat diamati dalam kombinasi yang berbeda.
Stimulasi dapat diterapkan sejak kelahiran, contohnya, dalam proses perawatan pada bayi
dan lain-lainnya. Ini juga dapat digabungkan dalam rutinitas harian yaitu waktu mandi;
makan; mencud pakaian dan melakukan pekerjaan rumah. Orangtua harus berbicara
dengan mereka dan ini akan meningkatkan lagi pemikiran dan kemahiran menyelesaikan
masalah. Selanjutnya, ikatan yang lebih rapat dapat terjalin antara orangtua dan anak-
anak.
Dalam memperkenalkan pelbagai stimulasi, langkah yang harus diambil adalah orangtua
harus memastikan bahwa tugas yang diberikan pada anak semestinya berdasarkan
kemampuan anak tersebut pada jenjang umur yang sesuai. Orangtua harus
memperkenalkan stimulasi secara teliti. Bagi anak yang tidak bermasalah langsung, stimulasi
yang banyak tidak digalakkan. Banyak usaha serta waktu yang harus diperuntukkan bagi
anak-anak yang lambat (slow-to warm- up). Sebaliknya, stimulasi harus dikurangi pula
sekiranya anak tersebut diserang histeria.
Orangtua harus peka kepada kehendak anaknya. Sekiranya anak itu tidak gembira dengan
kerja yang diberikan maka kerja tersebut harus dihentikan. Sekiranya aktiviti yang dijalankan
adalah membosankan, maka seharusnya ditukar atau diusahakan menjadi lebih menarik.
Ada tiga hal yang harus diperhatikan oleh orangtua dalam menyediakan stimulasi untuk
perkembangan anaknya.
§ Pertama, kelemahan yang ada di pihak orangtua yang tradisional. Mereka bermain
dengan anak mereka hanya ketika mereka bayi saja. Mereka merasa kurang
senang bermain dengan anak mereka dalam tahap anak-anak. Orangtua harus
meninggalkan tradisi ini dan mulai bermain dengan anak-anak mereka yang bukan
bayi lagi.
§ Kedua, ibu dianggap sebagai pemberi kasih sayang yang utama walaupun didapati
bahwa banyak ibu mulai bekerja saat ini. Keterlibatan ayah dengan anak-anak
mereka juga tidak begitu besar. Misalnya anak lelaki menganggap ayahnya sebagai
model dan sebaliknya bagi anak perempuan. Selanjutnya hubungan anak tersebut
dengan model sajalah yang rapat. Ini harus dikurangi, interaksi antara kedua
orangtua dengan anak-anak lebih digalakkan.
§ Ketiga, efek dari kedua orangtua yang pergi kerja menyebabkan mereka tidak
punya waktu penjagaan yang berkualitas untuk dihabiskan dengan anak-anak.
Waktu luang yang begitu singkat dihabiskan untuk mengutamakan keperluan
keluarga. Waktu emas ini harus digunakan dengan sebaik-baiknya untuk
menyediakan peluang-peluang stimulasi dan bukannya melemahkan kembali
interaksi, misalnya pertengkaran suami isteri yang saling menyalahkan satu sama lain
dalam menjalankan tanggungjawab sebagai ibu dan bapa.
Keterlibatan Orangtua Dalam Menyediakan Peluang-Peluang Untuk Pengalaman-
pengalaman Baru.
Orangtua harus menyediakan peluang-peluang untuk pengalaman-pengalaman yang
baru dan lain sebagainya. Mereka harus memperkenalkan pada anaknya alat-alat
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 17
permainan yang pelbagai jenis dan bentuk, mendorong anaknya bermain dengan anak-
anak lain, membawa anaknya ke tempat-tempat yang menarik, memperkenalkan mereka
kepada alam sekeliling, musik dan seni dan terhadap pelbagai pengalaman yang lain.
Pengalaman yang diperoleh dari teman sebaya penting karena itu akan menyebabkan
perkembangan yang lebih seimbang. Oleh karenanya harus mendorong anaknya untuk
berkawan. Dengan adanya teman sebaya, anak-anak mempelajari kemahiran perjuangan
sosial yaitu bagaimana mendapatkan apa yang diperlukannya dengan melalui harus
bertengkar, bilang "tolong", memberitahu gurunya ataupun melakukan pertukaran,
bagaimana hendak berinteraksi dengan yang lain dan mendapatkan kawan dengan
melalui sikap mengalah, bersikap ramah dan menjemput ke rumah teman, bagaimana
menambahkan kekuasaan dirinya dengan melalui menambahkan teman dan mendukung
anak-anak lain dan terakhir bagaimana hendak bekerjasama dalam suatu kelompok
dengan melalui kerjasama, menunggu giliran, mendengar dan berbincang. Masalah konflik
perseorangan yang terjadi memerlukan kemahiran menyelesaikan masalah yang seterusnya
membawa kepada kecakapan sosial.
Jelas kepada kita akan pentingnya teman sebaya dan lebih lanjut, orangtua harus
menggalakkan anaknya untuk mempunyai teman karena ini dapat menyediakan peluang-
peluang untuk pengalaman yang baru. Orangtua mesti memainkan peranan dalam
penyediaan ini misalnya mewujudkan situasi agar anaknya bersama-sama anak-anak lain
sewaktu ada di taman permainan, bertemu saudara yang dekat, tetangga serta teman-
teman agar pengalaman dari teman sebaya bisa diperoleh.
Mereka harus bermain dalam suasana harmonis dengan berinteraksi dengan sebaiknya dan
dapat menerima suasana yang 'multiracial' (berbagai suku bangsa) dan 'multicultural'
(berbagai budaya). Waktu berhubungan dengan teman sebaya, orangtua seharusnya
menghindarkan campurtangan mereka sebanyak mungkin. Bila timbul masalah barulah
orangtua boleh memberi dorongan, sokongan dan sedikit bantuan untuk mengatasi
masalah perhubungan ini.
Orangtua Bekerjasam Dengan Orang Lain (Care Agents)
Orangtua harus melibatkan diri dan bekerjasama dengan pihak-pihak (orang) lain dalam
penjagaan anak-anak. Kerjasama diperlukan di antara dua pihak ini untuk memberikan
suatu ikatan yang sehat. la harus membentuk individu penyayang. Kedua pihak harus peka
terhadap perubahan luar biasa pada tingkahlaku anak-anak yang tidak diinginkan oleh
pihak penjaga.
Sebagai partner kerjasama orangtua mesti memastikan pihak penjaga (orang lain) ini
mempunyai kakitangan/ bawahan yang mahir dan dapat mencurahkan kasih sayang.
Suatu program harus dibentuk dan harus seimbang dalam membentuk perkembangan
psikologi yang positif. Program ini harus disusun dengan usaha kedua pihak yang terkait.
Orangtua harus peka dengan menghadirkan diri dalam diskusi berkenaan isu
perkembangan anak-anak. Mereka juga harus melaporkan tingkahlaku anaknya di rumah
kepada pihak lain atau agen penjagaan.
Hubungan yang kukuh antara rumah dan agen ini akan mengurangi kemungkinan
terjadinya konflik antara masalah dari rumah dengan pihak lain yang terkait atau sekolah.
Hubungan ini akan mengukuhkan lagi proses pembelajaran dan memastikan bahwa upaya
ini berkelanjutan dan konsisten dalam hidup anak-anak. Sekiranya orangtua tidak
melibatkan diri, anak mereka akan hidup dalam dua dunia yang, asing dan tidak
berhubungan antara satu sama lain.
D U K U N G A N B A G I O R A N G TU A
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 18
Beberapa faktor mempengaruhi orangtua dan hal ini hanya berpengaruh terhadap
hubungan dengan anak-anak mereka. Faktor-faktor tersebut adalah faktor ekonmi, konflik
rumahtangga, tekanan yang berhubungan dengan pekerjaan, kekurangan pengetahuan
tentang perkembangan khusus kanak- kanak dan kemahiran dalam berperan sebagai
orangtua. Kesemua faktor ini dapat berinteraksi antara satu sama lain dan kadangkala
menghalangi orangtua untuk melaksanakan keterlibatan pada tahap yang berbeda.
Orangtua mungkin memerlukan dukungan untuk bertindak sebagai orangtua, sebagai
suami dan isteri dan sebagai individu. Orangtua tidak akan begitu mengutamakan aspek-
aspek halus keorangtuaan sekiranya mereka mempunyai hal-hal untuk memenuhi keperluan
dasar dan juga mungkin mereka mengalami tekanan dalam menyelesaikan pekerjaan
kantor dan pekerjaan rumah. Orangtua memerlukan rangkaian sokongan secara informal
dari saudara dan teman-teman dan lingkungan sosial yang formal.
Suatu dukungan dalam pendidikan berperan sebagai orangtua yang khusus perlu bagi
mendidik orangtua. Melalui pendidikan ini, ia dapat mengenal secara pasti bahwa
orangtua umumnya mempunyai kekuatan dan kepandaian tertentu dalam lingkup
berperan sebagai orangtua tetapi mereka mungkin memerlukan pengetahuan tambahan
dan juga ketrampilan-ketrampilan baru untuk meningkatkan perawatan anak-anak.
Orangtua juga harus tegas dalam menjalankan tugas mereka, bekerjasama terhadap
kejadian yang dilalui dengan orangtua yang lain. Mereka juga harus belajar dari orangtua
yang lain.
K E S I M P U L A N
Orangtua suka ataupun tidak, mereka memainkan peranan yang penting dalam
pembentukan psikologi anak-anak secara langsung maupun secara tidak langsung.
Dengan pemahaman yang mendalam tentang perkembangan anak-anak, ini
menyebabkan peranan orangtua tidak dapat digantikan oleh orang sebarangan.
Orangtua dapat berperan dengan sukses seandainya mereka memahami anaknya. Mereka
harus menerima anak mereka tanpa syarat dan menyediakan pelbagai stimulasi pada
tahap awal masa kanak-kanak. Mereka sepatutnya secara penuh menjalani peran tersebut
dan harus juga mempunyai pemahaman tentang tingkahlaku serta perangai anak.
Orangtua juga mesti melibatkan diri dalam perkembangan psikologi anak-anak secara
langsung dan secara tidak langsung pula menyediakan peluang-peluang bagi pelbagai
pengalaman terutama pengalaman bersama teman sebaya. Paling akhir, orangtua harus
bekerjasama dengan keluarga lain atau dengan pihak-pihak (yayasan atau sejenisnya)
penjagaan anak-anak.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 19
9. Peran Orangtua Terhadap Perkembangan
Kemandirian Anak
Jika kita mendengar kata anak mandiri, yang terbayang adalah anak yang bisa mandi sendiri, makan
sendiri, pergi ke sekolah sendiri, mengerjakan PR sendiri, berpakaian sendiri, dan sebagainya. Indah,
bukan? Pokoknya, semua bisa dikerjakan sendiri tanpa bantuan orang lain.
Semua orang tua pasti menginginkan anak-anaknya tumbuh menjadi anak yang mandiri. Sayang tidak
semua keinginan bisa terwujud. Banyak, jika kita jeli mengamati anak-anak dan remaja masa kini,
yang belum mandiri dan masih banyak bergantung pada orang tua, guru, atau teman untuk beragam
kebutuhan. Memprihatinkan, bukan? Yang jelas, pola perilaku mandiri atau tidak mandiri akan
menjadi dasar pembentukan perilaku di masa datang dimana kelak saat mereka dewasa dituntut untuk
membuat keputusan untuk hidup mereka. Mari kita telusuri apa yang dimaksud dengan kemandirian,
dan bagaimana kita, orang tua, guru, dan masyarakat ikut membantu anak-anak kita untuk mandiri.
Apa yang dimaksud dengan mandiri? Kata ini sering kita dengar, ucapkan, pikirkan dan rasakan.
Kemandirian berarti kemampuan seseorang untuk melakukan, memikirkan dan merasakan sesuatu,
untuk mengatasi masalah, bersaing, mengerjakan tugas, dan mengambil keputusan dengan tingkat
kepercayaan diri yang tinggi, bertanggung jawab, serta tidak bergantung pada bantuan orang lain.
Kemandirian merupakan aspek yang berkembang dalam diri setiap orang, yang bentuknya sangat
beragam, pada tiap orang yang berbeda, tergantung pada proses perkembangan dan proses belajar
yang dialami masing-masing orang. Karena itu kemandirian mengandung pengertian,
- memiliki suatu penghayatan/semangat untuk menjadi lebih baik dan percaya diri,
- mengelola pikiran untuk menelaah masalah dan mengambil keputusan untuk bertindak,
- disiplin dan tanggung jawab
- tidak bergantung pada orang lain.
Pengertian ini sejalan dengan yang diungkapkan oleh Havighurst (1972), yang menyatakan bahwa
kemandirian memiliki beberapa aspek, yaitu:
1. Aspek Intelektual, yang merujuk pada kemampuan berpikir, menalar, memahami beragam kondisi,
situasi, dan gejala-gejala masalah sebagai dasar usaha mengatasi masalah.
2. Aspek Sosial, berkenaan dengan kemampuan untuk berani secara aktif membina relasi sosial,
namun tidak tergantung pada kehadiran orang lain di sekitarnya.
3. Aspek Emosi, menunjukkan kemampuan individu untuk mengelola serta mengendalikan emosi dan
reaksinya, dengan tidak tergantung secara emosi pada orang tua.
4. Aspek Ekonomi, menujukkan kemandirian dalam hal mengatur ekonomi dan kebutuhan-kebutuhan
ekonomi, dan tidak lagi tergantung pada orang tua.
Anak tumbuh dan berkembang sepanjang hidup mereka. Tingkat ketergantungan berubah dari waktu
ke waktu, seiring dengan perkembangan aspek-aspek kepribadian dalam diri mereka. Kemandirian
pun menjadi sangat berbeda pada rentang usia tertentu. Kemandirian sangat tergantung pada proses
kematangan dan proses belajar anak.
Anak tumbuh dan berkembang dalam lingkup sosial. Lingkup sosial awal yang meletakkan dasar
perkembangan pribadi anak adalah keluarga. Dengan demikian orang tua memiliki porsi terbesar
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 20
untuk membawa anak mengenal kekuatan dan kelemahan diri untuk berkembang, termasuk
perkembangan kemandiriannya.
Sejauh mana peran orang tua terhadap kemandirian anak? Syarat mutlak yang harus dilakukan orang
tua adalah pengenalan diri dan pengenalan anak. Tanpa kedua hal tersebut, peluang terwujudnya
kemandirian yang diinginkan dalam diri anak sangat kecil. Membicarakan usaha mengembangkan
kemandirian anak harus diorientasikan pada peningkatan kemampuan anak dalam hal intelektual,
sosial, emosi dan ekonomi. Mereka mandiri berdasar kekuatan pribadi, berdasarkan kebutuhan diri
sendiri untuk bisa tidak tergantung pada orang lain, bukan berdasar kemauan dan keinginan orang tua.
Banyak orang tua mengeluh karena anak tidak mandiri. Semua serba tergantung pada orang tua, tidak
mengetahui tugas dan tanggung jawab mereka lewat kesadaran pribadi, tidak bisa mengatur waktu,
dan masih banyak lagi. Orang tua jadi 'panik' dan memberi jalan keluar yang mau tidak mau harus
dituruti oleh anak.
Kadang-kadang proses perkembangan kemandirian menjadi tidak optimal karena peran orang tua
yang 'berlebihan' dalam memberikan perhatian dan sekaligus memberi 'jalan' bagaimana anak harus
melakukan sesuatu. Hal ini tidak menjadi masalah saat usia kanak-kanak (TK, SD), namun akan
menjadi masalah saat ia beranjak remaja karena lahan hidupnya makin luas, makin kompleks, dan
penuh persaingan. Orang tua tidak dapat lagi memonitor secara penuh aktivitas mereka.
Pengaturan yang berlebihan akan membuat remaja tidak 'siap tempur' ('fight') untuk eksplorasi
lingkungan dan menyelesaikan berbagai dilema hidup mereka. Mereka akan tergantung pada orang
tua dalam banyak hal. Kondisi ini mencerminkan rasa tidak aman dan nyaman untuk melakukan
beragam hal dalam hidup mereka. Lalu, bagaimana?Kenalilah diri anda sebagai orang tua:
- Bagaiman kebiasaan saya berpikir, merasakan dan melakukan sesuatu? Benarkah sudah
diorientasikan pada anak, atau masih didasari oleh kebutuhan-kebutuhan pribadi dan membawa
pola-pola pendidikan yang lama?
- Sejauh mana saya mengenal karakteristik pribadi anak saya, mengajak mereka berbicara untuk
mengetahui kebutuhan-kebutuhan, serta mengetahui kelemahan dan keunggulannya?
- Sejauh mana saya sebagai orang tua, memberikan kesempatann pada anak untuk melakukan hal
positif yang disukainya, yang bermanfaat bagi hidupnya di masa datang?
- Sejauh mana saya mendukung keputusan yang mereka ambil?
- Apakah saya punya waktu dan hati untuk mereka?
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 21
10. Mendidik Agar Anak Mandiri
Orang t ua mana yang t idak mau melihat anaknya t umbuh menj adi anak yang mandiri.
Tampaknya memang it ulah salah sat u t uj uan yang ingin dicapai orang t ua dalam
mendidik anak- anaknya.
Si kap mandir i sudah dapat dibiasakan sej ak anak masih kecil: memakai pakaian sendiri,
menalikan sepat u dan bermacam pekerj aan- pekerj aan kecil sehari- hari lainnya.
Kedengarannya mudah, namun dalam prakt eknya pembiasaan ini banyak hambat annya.
Ti dak j arang orang t ua merasa t idak t ega at au j ust ru t idak sabar melihat si kecil yang
berusaha menalikan sepat unya sel ama beberapa menit , namun belum j uga
memperlihat kan keberhasilan. At au langsung memberi segudang nasehat , lengkap
dengan cara pemecahan yang harus dil akukan, ket ika anak selesai mencerit akan
pert engkarannya dengan t eman sebangku. Memang masalah yang dihadapi anak sehar i-
har i dapat dengan mudah diat asi dengan adanya campur t angan orang t ua. Namun cara
ini t ent unya t i dak akan membant u anak unt uk menj adi mandiri. I a akan t erbi asa "lari"
kepada orang t ua apabila menghadapi persoalan, dengan perkat aan lain ia t erbiasa
t er gant ung pada orang lain, unt uk hal- hal yang kecil sekalipun.
Lalu upaya yang dapat dilakukan orang t ua unt uk membiasakan anak agar t idak
cenderung menggant ungkan diri pada seseorang, sert a mampu mengambil keput usan?
Di bawah ini ada beberapa hal yang dapat Anda t erapkan unt uk mel at ih anak menj adi
mandiri .
1. Ber i k esempat an memi l i h
Anak yang t erbiasa berhadapan dengan sit uasi at au hal - hal yang sudah
dit ent ukan oleh orang lain, akan mal as unt uk mel akukan pilihan sendiri .
Sebali knya bila ia t erbiasa dihadapkan pada beberapa pilihan, ia akan t erl at ih
unt uk membuat keput usan sendiri bagi dirinya. Misalnya, sebelum menent ukan
menu di hari it u, ibu memberi beberapa alt ernat if masakan yang dapat dipilih
anak unt uk makan si angnya. Demi kian pul a dalam memili h pakaian yang akan
dipakai unt uk pergi ke pest a ulang t ahun t emannya, misalnya. Kebiasaan unt uk
membuat keput usan - keput usan sendiri dalam lingkup kecil sej ak dini akan
memudahkan unt uk kelak menent ukan sert a memut uskan sendiri hal- hal dalam
kehidupannya.
2. Har gai l ah usahanya
Har gailah sekecil apapun usaha yang diperlihat kan anak unt uk mengat asi sendiri
kesulit an yang ia hadapi. Orang t ua biasanya t i dak sabar menghadapi anak yang
membut uhkan wakt u lama unt uk membuka sendir i kaleng permennya. Terut ama
bil a saat it u ibu sedang sibuk di dapur , misalnya. Unt uk it u sebaiknya ot ang t ua
memberi kesempat an padanya unt uk mencoba dan t idak langsung t urun t angan
unt uk membant u membukakannya. Jelaskan j uga padanya bahwa unt uk
membuka kaleng akan lebih mudah kal au menggunakan uj ung sendok, misalnya.
Kesempat an yang anda berikan ini akan dir asakan anak sebagai penghar gaan
at as usahanya, sehingga akan mendorongnya unt uk mel akukan sendiri hal- hal
kecil sepert i it u.
3. Hi ndar i banyak ber t anya
Pert anyaan- pert anyaan yang diaj ukan orang t ua , yang sebenarnya dimaksudkan
unt uk menunj ukkan perhat ian pada si anak, dapat diart ikan sebagai sikap yang
t erlalu banyak mau t ahu. Karena it u hindari kesan cerewet . Misalnya, anak yang
baru kembali dari sekolah, akan kesal bila diserang dengan pert anyaan -
pert anyaan sepert i, "Bel aj ar apa saj a di sekolah?", dan "Kenapa ser agamnya
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 22
kot or? Past i kamu berkelaihi lagi di sekolah! " dan set erusnya. Sebaliknya, anak
akan senang dan mer asa dit erima apabil a disambut dengan kalimat pendek :
"Hal o anak ibu sudah pul ang sekolah! " Sehingga kalaupun ada hal- hal yang ingin
ia cerit akan, dengan sendirinya anak akan mencerit akan pada orang t ua, t anpa
harus di dorong- dorong.
4. Jangan l angsung menj aw ab per t an yaan
Meski pun salah t ugas orang t ua adalah memberi inf ormasi sert a penget ahuan
yang benar kepada anak, namun sebaiknya orang t ua t idak langsung menj awab
pert anyaan- pert anyaan yang diaj ukan. Sebali knya, berikan kesempat an padanya
unt uk menj awab pert anyaan t ersebut . Dan t ugas Andalah unt uk mengkoreksinya
apabil a sal ah menj awab at au memberi penghar gaan kal au ia benar . Kesempat an
ini akan melat ihnya unt uk mencari alt ernat if - alt ernat if dari suat u pemecahan
masal ah. Misalnya, "Bu, kenapa sih, kit a harus mandi dua kali sehari? " Biar kan
anak memberi beberapa j awaban sesuai dengan apa yang ia ket ahui . Dengan
demiki an pun anak t erlat i h unt uk t i dak begit u saj a menerima j awaban orang t ua,
yang akan dit erima mereka sebagai sat u j awaban yang baku.
5. Dor ong unt u k mel i hat al t er n at i f
Sebaiknya anak pun t ahu bahwa unt uk nmengat asi suat u masalah , orang t ua
bukanl ah sat u- sat unya t empat unt uk bert anya. Masih banyak sumber - sumber
lain di luar rumah yang dapat membant u unt uk mengat asi masalah yang
dihadapi. Unt uk it u, cara yang dapat dilakukan orang t ua adalah dengan
memberit ahu sumber lain yang t epat unt uk dimint akan t ol ong, unt uk mengat asi
suat u masalah t ert ent u. Dengan demiki an anak t idak akan hanya t ergant ung
pada orang t ua, yang bukan t i dak mungkin kelak j ust ru akan menyulit kan dirinya
sendiri . Misalnya, ket ika si anak dat ang pada orang t ua dan mengeluh bahwa
sepedanya mengeluar kan bunyi bila dikendarai. Anda dapat memberi j awaban :
"Coba,ya, nant i kit a periksa ke bengkel sepeda."
6. Jangan pat ahk an seman gat nya
Tak j arang orang t ua ingin menghindarkan anak dari rasa kecewa dengan
mengat akan "must ahil " t erhadap apa yang sedang diupayakan anak. Sebenarnya
apabil a anak sudah mau memperlihat kan keinginan unt uk mandiri , dorong ia
unt uk t erus melakukanya. Jangan sekali- kali anda membuat nya kehilangan
mot ivasi at au harapannya mengenai sesuat u yang ingin dicapainya. Jika anak
mint a ij in Anda, "Bu, Andi mau pulang sekolah ikut mobil ant ar j emput ,
bolehkan? " Tindakan unt uk menj awab : "Wah, kalau Andi mau naik mobil ant ar
j emput , kan Andi harus bangun pagi dan sampai di rumah lebih siang. Lebih baik
t i dak usah deh, ya" sepert i it u t ent unya akan membuat anak kehilangan mot ivasi
unt uk mandiri. Sebaliknya ibu berkat a "Andi mau naik mobil ant ar j emput ? Wah,
kedengarannya menyenangkan, ya. Coba Andi cerit akan pada ibu kenapa andi
mau naik mobil ant ar j emput ." Dengan cara ini , paling t i dak anak menget ahui
bahwa orang t ua sebenarnya mendukung unt uk bersikap mandi ri. Meskipun
akhir nya, dengan alasan- alasan yang Anda aj ukan, keinginannya t ersebut belum
dapat di penuhi.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 23
11. Prestasi Anak, untuk Anak atau Orangtua?
DI MAS ( 10) pul ang sekolah dengan waj ah cemberut . Dia langsung masuk ke kamarnya
dan t i dak keluar sampai sore hari. Dimas sudah membayangkan, ayahnya akan marah
besar karena Dimas mendapat nil ai empat unt uk ul angan Mat emat ikanya kemarin.
Dulu ket ika ulangan I PS-nya mendapat nilai empat j uga, ayah marah dan menghukum
Dimas t idak boleh main ke luar hingga sat u minggu. Dimas j uga t idak mendapat kan
uang saku sel ama dua hari.
Dimas sangat t akut . Guru di sekolah mint a supaya ulangan t ersebut dit andat angani
orangt ua. Mau t idak mau ayah akan menget ahui dia mendapat nil ai empat lagi dan
Dimas past i t erkena omel ayah. Tet api, bil a t idak mint a t anda t angan, past i i bu guru di
sekolah marah. Perasaan t akut dan cemas menggel ayut i perasaan Dimas.
Bingung apa yang harus dil akukannya, Dimas memberanikan diri memalsu t anda t angan
orangt uanya. Usaha it u t ernyat a berhasil . Orangt uanya t i dak t ahu dir inya mendapat nil ai
j elek, sement ara guru j uga t idak marah karena sudah ada t anda t angan orangt ua di
kert as ul angan it u.
Keber hasilan memalsu t anda t angan yang melepaskan Dimas dari omelan ayah dan
gurunya, diulang t erus oleh Dimas set i ap kali Dimas mendapat nil ai j elek. Orangt ua
hanya t ahu Dimas selalu mendapat nil ai bagus. Sement ara, guru mer asa orangt ua
Dimas sudah menget ahui kualit as Dimas di sekolah sepert i apa. Ket ika hari pembagian
rapor t iba dan prest asi Dimas t ernyat a biasa- biasa saj a bahkan ada dua nilai lima di
rapornya, baru seluruh duni a ribut . Orangt ua t i dak menerima Dimas t idak naik kelas
karena selama ini nil ainya bagus. Sement ara guru j uga t i dak bisa menerima prot es
karena merasa orangt ua t elah menget ahui semua nilai ulangan Dimas.
TI DAK hanya orangt ua Dimas yang kecewa j ika anaknya gagal at au mendapat nil ai j elek
di sekolah. Mereka ingin anaknya mencet ak prest asi lebih t inggi dari t eman- t emannya.
Unt uk mewuj udkan keinginannya t ersebut , orangt ua t i dak segan- segan memarahi
anaknya dan menghukumnya dengan hukuman cukup berat j ika anaknya mendapat nil ai
j elek.
Sebenarnya apa it u prest asi? Menurut seorang psikol og, prest asi adalah perwuj udan dari
bakat dan kemampuan. Bakat merupakan kemampuan bawaan yang berupa pot ensi.
Namun, walau pot ensi ini sudah ada di dalam diri, t et ap but uh lat ihan dan
pengembangan t erus menerus. Jika bakat t i dak dilat ih dan dikembangkan, maka t idak
mendat angkan manfaat apa pun pada orang yang memili kinya.
Kemampuan merupakan daya at au kesanggupan mel akukan suat u t indakan.
Kemampuan ini didapat dari hasil pembawaan dan lat ihan. Kenyat aannya, walau
seorang anak memiliki bakat dan kemampuan, t i dak mudah membuat seorang anak
berprest asi.
Banyak kenyat aan di luar diri anak yang membuat kedua hal it u t idak muncul .
Kenyat aan paling j elas adalah kenyat aan di keluarga, kenyat aan di media, dan
kenyat aan di sekolah, diungkapkan di t engah seminar Club Buah Hat i bert aj uk
Menghant ar Anak Ber prest asi dengan Cara Menyenangkan.
Kenyat aan- kenyat aan it u harus dilihat secara keseluruhan. Misalnya di rumah, bila
set iap har i sang anak mendapat kan gizi yang baik dan rangsangan yang t inggi dari
keluarganya, anak bisa berkembang dengan cepat dan cerdas. Namun, di sisi lain ada
orangt ua yang menunt ut segal a sesuat u dengan st andar t inggi yang begit u t ingginya
sampai t idak sat u pun anak bisa menj angkaunya. Anak t i dak diberi kesempat an unt uk
sekali- kali merasakan hal- hal di bawah st andar yang dit et apkan. Jika prest asi anak di
bawah st andar, maka hanya omelan dan hukuman yang didapat anak.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 24
Hal lain yang membuat anak t i dak berprest asi, yait u si kap orangt ua yang membiarkan
anak mengonsumsi seluruh saj ian yang dit ayangkan di media. Saj ian sepert i di t elevisi
at au komik memang sangat menarik bagi anak, namun t i dak semua inf ormasi
merupakan inf ormasi sehat dan dibut uhkan anak. Akibat nya, anak menget ahui banyak
hal yang belum pant as. Orangt ua lupa dia t i dak punya kemampuan mengont rol seluruh
mat eri yang dit ampilkan di media.
Di sekolah, anak j uga mendapat kan kenyat aan yang membuat nya sulit berprest asi.
Misalnya, mat eri pembel aj aran dan cara penyampaian t i dak menarik. Hal ini t erj adi
karena guru t idak paham t ent ang perkembangan anak. Gaya komunikasi guru t idak
sesuai dengan anak- anak. Selain it u, buku dan alat peraga yang digunakan t i dak bisa
memenuhi rasa ingin t ahu dan kemampuan anak.
* * *
LALU bagaimana menyelenggarakan pendi dikan yang menyenangkan bagi anak sehingga
anak bisa berpr est asi ? Ada t iga C yang harus diperhat ikan, yakni chil dren ( anak) ,
cont ent (mat eri ) dan cont ext (sit uasi ) .
Orangt ua dan guru harus menyadari set i ap anak merupakan pribadi yang unik dan
berbeda sat u dengan yang lain. Perbedaan ini t erj adi karena set iap anak mempunyai
bakat , kemampuan dan kebut uhan yang berbeda.
Set i ap anak past ilah mempunyai sal ah sat u dari sembil an kecerdasan yang diberikan
Tuhan. Bahkan, ada j uga anak yang memiliki lebih dari sat u kecerdasan. Kecerdasan it u
adalah kecerdasan lingui st ik, mat emat ika-logika, ruang- visual, musik, nat uralis,
int erpersonal, int rapersonal, kemampuan olah t ubuh, dan spirit ual .
Sel ain it u, ada beberapa pot ensi yang bisa dikembangkan anak, sepert i fi sik, iman,
akhlak, ibadah, emosi, sosial , ment al, dan ket erampil an. Bi arkan anak
mengembangkannya sepert i keinginannya, j angan kembangkan sepert i keinginan
orangt ua. Orangt ua hanya mengarahkan saj a.
Begit u j uga dengan mat eri yang akan disampaikan pada anak. Mat eri har us yang
dibut uhkan anak, bukan yang diinginkan orangt ua. Namun demiki an, mat eri it u j uga
har us disesuaikan dengan perkembangan anak, kemampuan dan bakat anak.
Perl akuan yang t epat dan mat eri yang sesuai t i dak akan mempunyai efek yang posit if
j ika t idak disampaikan pada sit uasi yang t epat . Ada t iga cara penyampaian yang efekt if,
yakni dengan bermain, bernyanyi , dan bercerit a. Tidak ada salahnya sesekali kit a
meninggal kan st at us kit a sebagai orangt ua. Kit a bisa j uga sekali- sekali berubah menj adi
badut , t ukang sulap, ilmuwan, at au sahabat bagi anak kit a.
Sat u yang harus dipahami orangt ua, prest asi anak bukanl ah prest asi unt uk orangt uanya.
Prest asi it u unt uk diri anak it u sendir i. Orangt ua cukup mengarahkan dengan benar dan
membant u anak dengan cara- cara yang disukai anak, bukan dengan hukuman at au
omel an yang bisa merusak hubungan harmonis anak dengan orangt ua. Dan,
keberhasil an anak t i dak saj a dari usaha yang dilakukan anak, t et api j uga t ergant ung
pada orangt ua dan lingkungan di sekit arnya.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 25
12. Anak Berbakat:
Kebutuhan Atau Kebahagiaan?
Syukurlah anda tertarik membaca tulisan ini. Yah, mungkin karena anda menanyakan hal yang sama,
anda punya jawaban atas pertanyaan tersebut, atau anda bertanya-tanya mengapa saya
mempertanyakan hal itu. Tidak masalah dengan alasan ketertarikan anda pada judul di atas, yang
penting anda telah menyediakan energi untuk sama-sama membahas persoalan ini.
Saya mempertanyakan hal itu karena seringkali saya mendapati para orang tua, terutama kaum ibu,
begitu serius ketika terlibat pembicaraan mengenai prestasi yang dicapai anak-anak. Bahkan tidak
jarang saya mendapat kesan para ibu saling berlomba memproklamirkan kehebatan anak-anak
mereka.
Fenomena ini sudah saya rasakan sejak lebih dari lima tahun lalu dan salah satu mata rantai dari
fenomena ini adalah booming pengembangan sekolah-sekolah unggulan beberapa tahun silam.
Sampai akhirnya kini muncul tren sekolah bilingual dan kurikulum ganda (nasional dan internasional,
mengadopsi kurikulum dari luar negeri). Masalahnya, saya khawatir masyarakat kita jadi korban
industrialisasi dunia pendidikan. Sekolah bukan lagi usaha membimbing anak menggapai ilmu
pengetahuan, tapi adalah sarana menuju kemenangan. Lihat saja, sekarang hampir semua anak
sekolah tidak hanya belajar di sekolah. Mereka juga ikut les privat dengan alasan membantu
pemahaman tentang materi ajar di sekolah dan juga les non-akademik demi pengembangan bakat
(katanya). Sampai-sampai pernah ada murid saya yang tidak punya waktu bermain karena 7 hari
seminggu harus berkutat dengan sekolah, les pelajaran, les piano, les bahasa asing, juga bantu orang
tuanya bekerja. Saya tidak habis pikir ada orang tua setega itu, seacuh itu. Ini penghakiman memang,
tapi ini juga fakta karena si anak jelas mengeluh pada saya dan prestasi belajarnya sama sekali tidak
terbantu.
Dari sini saya merasa perlu bicara dengan para orang tua (dan juga guru?). Kenapa Bapak/ Ibu
seringkali menilai anak-anak itu malas dan tidak punya motivasi untuk mencapai hasil terbaik?
Kenapa Bapak/ Ibu selalu menyuruh anak-anak untuk belajar, bahkan ketika liburan sekolah? Saya
perlu tanyakan ini karena sepengetahuan saya, tak ada orang yang tidak butuh istirahat. Seperti juga
kita yang setiap hari bekerja, anak-anak juga perlu istirahat dan rekreasi. Saya juga tidak setuju bila
dikatakan mereka malas karena seperti juga kita semua, hanya akan melakukan sesuatu bila kita mau
dan atau merasa perlu melakukan itu.
Kebutuhanlah alasan utama mengapa orang berbuat. Dengan demikian, kita tidak boleh
menyimpulkan seorang anak malas sebelum kita mengetahui alasan dia menampilkan perilaku seperti
itu. Contoh: soal sekolah. Memang sudah jadi rahasia umum bahwa hampir semua anak tidak suka
bersekolah. Tapi hampir tidak pernah ada pembicaraan mengapa mereka jadi tidak suka sekolah,
padahal hampir semua anak juga mengatakan bahwa sekolah diperlukan.
Sampai di sini, kita telah masuk pada persoalan kedua. Salah satu kebutuhan vital buat kita semua:
kenyamanan. Kita tidak akan dapat melakukan apapun dengan hasil memuaskan ketika kita tidak
dalam kondisi nyaman, fisik dan psikis. Coba saja, bagaimana mungkin kita dapat bekerja baik ketika
kita sakit. Bagaimana mungkin kita bisa bekerja dengan nikmat ketika setiap hari selalu saja dihantui
kedatangan debt collector akibat kita tidak dapat melunasinya. Demikian juga anak. Tidak mungkin
mereka bisa menikmati aktivitas sekolah ketika dia merasa kegiatan bersekolah tidak membuat
nyaman akibat berbagai tekanan yang didapatnya. Apalagi lalu aktivitas itu menguasai kehidupannya
sampai saat liburan sekolahpun mereka masih harus berurusan dengan beribu tugas yang dibebankan
guru + celoteh orang tua soal belajar.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 26
Intermezo saja, saya ingin memberi kritikan. Biasanya guru memberi tugas saat liburan dengan alasan
anak tidak akan belajar jika tidak diberikan tugas. Pertanyaan saya, Bukankah liburan itu memang
saatnya istirahat dari segala kepenatan aktivitas sekolah? Menjawab pertanyaan itu, ada guru yang
berkata bahwa dia masih mengerjakan tugas saat liburan dan saya selalu saja mengatakan, Kalau
kamu memilih jadi guru dan membawa pulang pekerjaan, bukan berarti murid-murid itu harus
melakukan hal yang sama. Mereka boleh saja punya pilihan sendiri, mau istirahat, bermain atau tetap
belajar saat liburan.
Kita kembali pada fokus pembicaraan. Jadi, jelas kita tidak boleh memaksakan apa yang kita anggap
baik kepada anak-anak. Sekalipun kita tahu si anak punya potensi yang sangat bisa dikembangkan.
Jika hal itu dilakukan, saya lebih dari yakin bahwa anak tidak akan merasakan kebahagiaan akibat
rasa tertekan yang dialaminya. Ujungnya, hasil optimal yang diharapkan akan semakin jauh dari
jangkauan. Walau begitu, bukan berarti kita tidak perlu melakukan apapun. Ada satu hal yang justru
wajib kita lakukan agar anak-anak itu dapat mencapai hasil optimal sesuai potensinya. Satu hal untuk
setiap sudut pandang.
Kalau anda menilai anak berbakat adalah kebutuhan, artinya anak berbakat adalah aset guna meraih
kebahagiaan, satu hal itu adalah: membuat anak membutuhkan hal itu. Tidak ada orang lapar dan
tidak berusaha mati-matian untuk mendapatkan makanan. Jadi agar anak mau melakukan apa yang
anda inginkan, anda hanya perlu menciptakan kebutuhan itu dan dia dengan sendirinya akan berusaha
mendapatkannya. Anda tidak lagi perlu memaksa/ memarahinya.
Jika anda menilai anak berbakat sebagai sebuah kebahagiaan, maka satu hal yang perlu anda lakukan
adalah: membimbing si anak untuk mensyukuri apa yang dimiliki dengan merawat dan
mengembangkan kelebihannya itu.
Sekarang kita bicara dampak yang dihasilkan tiap sudut pandang itu. Jika anda pakai sudut pandang
kebutuhan, sangat mungkin anda akan memacu anak demi mencapai puncak prestasi dan mendapat
kebahagiaan dengan memenangkan persaingan. Dalam hal ini, anda perlu mempersiapkan diri untuk
mengatasi persoalan yang akan anda hadapi. Diantaranya, anak ternyata tidak memiliki potensi
sebesar yang anda kira. Anak mogok karena kejenuhan yang dirasakan sudah mencapai puncaknya.
Atau si anak meninggalkan anda, dalam arti emosional dan atau fisik.
Jika berhasil menciptakan kebutuhan itu dan anak akhirnya melakukan apa yang anda inginkan,
jangan kaget ketika satu saat anda merasa dia jadi kurang ajar karena merasa hebat. Artinya, jika ini
yang anda rencanakan, coba pelajari dulu potensi anak sebenarnya, keinginan dan kebutuhan si anak,
dan siapkan juga pendidikan moralnya agar dia benar-benar bisa menjadi seperti yang anda inginkan.
Terakhir, anda tetap perlu menyadari bahwa bukan anda yang melakukan. Jadi keberhasilan
sepenuhnya tergantung si anak, bukan anda yang menentukan. Siapkan juga agar anda tidak frustrasi
ketika keinginan itu tidak tercapai.
Sekarang dampak apa yang kira-kira terjadi jika anda mengacu pada sudut pandang kebahagiaan.
Sangat mungkin anda akan memberi pilihan kepada anak dan biarkan dia membuat keputusannya
sendiri. Dasarnya, jelas karena anda ingin anak menikmati keberbakatannya itu sehingga akhirnya
bisa berkembang mencapai titik optimal.
Resikonya, anda mungkin saja akan mendapati anak berganti-ganti aktivitas. Entah karena bosan atau
merasa tidak mampu. Anda perlu mencermati hal ini karena intensitas rasa bosan dan atau kegagalan
akan dapat membuat anak frustrasi. Jadi anda perlu mendampingi dengan memberi pengetahuan
tentang pilihan yang ada secara komprihensif agar dia benar-benar mengerti apa yang akan dihadapi
bila memilih yang ini dan apa yang terjadi jika pilih yang itu.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 27
Anda berorientasi mengelola apa yang dimiliki anak. Hal ini membuat anda memiliki resiko frustrasi
lebih sedikit dari mereka yang memandangnya sebagai kebutuhan. Anda mengajak anak untuk
menikmati apa yang dimiliki, bukannya berusaha mendapatkan yang belum ada sehingga anda
cenderung tidak pasang target prestasi.
Itu sisi lain yang perlu diperhatikan. Artinya, sudut pandang anda tentang keberbakatan mungkin
membuat anak terlihat tidak punya motif berprestasi. Jangan sampai anda akhirnya memarahi anak
karena prestasinya tidak berada pada tingkat terbaik. Anak anda sangat mungkin akan berada pada
skala rata-rata atau rata-rata atas tapi bukan terbaik karena tujuannya menikmati apa yang dia lakukan,
bukan untuk menjadi yang terbaik. Itulah hasil terbaik yang dicapainya dan itu juga yang anda
targetkan, anak berbahagia atas apa yang dimiliki dan mensyukurinya dengan merawat dan
mengembangkannya.
Apapun yang anda inginkan, apapun pendapat anda tentang anak berbakat, anak tetap anak. Jangan
menempatkan anak sejajar dengan orang dewasa karena anak jelas bukan orang dewasa berukuran
mini. Anak punya dunia sendiri dan kita wajib menghormatinya. Anak adalah manusia utuh yang juga
punya hak asasi. Mari kita perlakukan anak sebagaimana diri kita juga ingin diperlakukan. Biar
mereka belajar dari apa yang kita lakukan. Biar mereka mendapat pengetahuan, kebijakan dan
kebahagiaan dengan caranya sendiri.
***
Anak adalah anak panah dan orang tua hanyalah sebuah busur, maka biarlah tuhan si pemanah
yang mengarahkan kemana anak panah itu akan dilontarkan.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 28
13. Sikap Ayah Pengaruhi Perkembangan EQ Bayi
Sikap ayah dari hari ke hari dan dari bulan ke bulan t ernyat a bisa mempengaruhi EQ
bayi . Jika si Ayah suka nempilkan waj al sebal, si bayi konon mengamat i dan ikut - ikut an
menampilkan waj ah sebal j uga. Jika si Ayah suka cemburu, eh si bayi j uga konon begit u
j uga.
Usi a 0 - 3 Bul an
Hubungan emosional bayi dengan ibunya sudah ada sej ak dalam kandungan, demikian
kat a sebagi an pakar. Bayi bisa t ahu bil a ibunya dalam keadaan st r es at au t enang. Jika
ibu st res, biasanya bayi ikut rewel , cengeng, dsb.) . Jika ibunya t enang, bayi pun t enang.
Jika saat ini ibu st res akibat kecemburuan ayah t erhadap bayi ( yang dit unj ukkan lewat
perbuat an at au kat a-kat a yang negat if ) , ot omat is, bayi pun bisa merasakannya dan ikut -
ikut an st res.
Sebagi an pakar lain mengat akan bahwa hubungan bayi dengan orangt uanya mulai
t erj alin saat ayah ibunya memberinya minum, menggendong, mendekap, dan
menent er amkannya. Kualit as hubungan bayi dengan ayah ibunya di masa ini akan
mempengaruhi proses perkembangan ket erampilan sosialnya nant i. Jika kecemburuan
ayah sampai memperburuk kualit as hubungannya dengan bayi, dikhawat irkan bur uk
pul a proses perkembangan ket erampilan sosial si kecil nant inya.
Saat berusi a 3 bulan, bayi mulai berminat berint eraksi sosial lewat t at ap muka, t erut ama
waj ah kedua orangt uanya. I a akan belaj ar banyak hal lewat pengamat an dan peniruan
bagaimana ' membaca' dan mengungkap emosi . I nilah t ahap unt uk secara akt if mul ai
mel at ih emosi bayi. Apa j adinya bila ayah sering menampilkan waj ah sebal at au mal ah
membuang muka set i ap kali bayi menat apnya? Maka bayi akan mengamat inya,
membacanya, dan ikut - ikut an sering menampilkan waj ah sebal.
Usi a 6 - 8 Bul an
Di usi a ini bayi mulai menemukan cara baru unt uk mengungkapkan perasaan hat inya,
semisal sedih, gembira, t akut , marah, dsb. kepada sekelilingnya. Jika sebelumnya ia
hanya mampu memikir kan benda at au manusi a yang dit at apnya saat it u, sekarang ia
sudah bisa memindahkan perhat iannya sambil t et ap mengingat obj ek/ manusia t anpa
har us menat apnya lagi . Kalau ia senang dengan bola merahnya, ia akan memandang
orang t uanya at au orang lain sambil menyampaikan rasa senangnya (lewat senyum,
ocehan, at au gelak t awa) . I nilah dasar kemampuan unt uk bermain dan berint eraksi
secara emosional nant inya. Jika bayi lebih banyak merasa sedih/ t akut pada ayahnya
yang galak at au ket us dibakar cemburu, ia akan selalu menat ap sekelilingnya dengan
ekspr esi begit u pul a. Mengenaskan, ya!
Usi a 9 - 12 Bul an
Di rent ang usia ini , bayi mul ai memahami bahwa manusia dapat membagi gagasan dan
emosi mereka sat u sama lain. Bila ayah at au ibu bert anya kepada bayi, "Dedek l agi
kesal, ya?", bayi dapat memahami bahwa orangt uanya t ernyat a bisa membaca at au
menget ahui suasana hat inya. Dengan kat a lain bayi mul ai memahami bahwa dengan
menunj ukkan ekspresi t ert ent u, ia at au orang lain dapat berbagi emosi.
Ji ka ayah yang cembur u keapda bayi sel alu menunj ukkan ekspresi negat if ( acuh t ak
acuh, sebal, kesal , dsb.) , bayi pun menget ahui suasana hat i ayahnya sedang t ak
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 29
bersahabat . Dan j ika bayi sel alu menj umpai ayahnya dalam keadaan sepert i ini , ia pun
cenderung menghindar dari sang ayah. Dengan begini , bayi akan kekur angan kasih
sayang ayah. Padahal, menurut Robin Skynner, pendiri dan pengaj ar pada I nst it ut e of
Family Therapy, I nggris, kehadiran seorang ayah yang penuh kasih sayang di samping
bayi kel ak akan membant u si bayi menghadapi berbagai masalah dan kelompok yang
lebih dari dua orang.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 30
14. Peran Ibu Bagi Kesehatan Jantung Anak
Sejak Kehamilan Sampai Pembentukan Kebiasaan Makan
Penyakit j ant ung memang t ak membedakan kelas sosi al. Mereka yang hidup
berkecukupan maupun sebaliknya, sama- sama berisiko t erkena penyakit memat ikan ini .
Ternyat a peran ibu t erhadap kesehat an j ant ung anak sangat besar. Kenapa?
Penyakit j ant ung bukan hanya milik orang berkecukupan. Orang papa dan t ak empunya
pun bisa t erkena penyakit memat ikan ini . Memang t ak sama j enis penyakit nya, namun
t ak berbeda beban penderit aan yang diakibat kannya. Orang yang hidup berkelebihan
t erkena sakit j ant ung akibat kebanyakan makan, sedangkan penyakit j ant ung pada
orang papa lebih disebabkan oleh infeksi dan kur ang gizi .
Yang perlu diket ahui , peran ibu, baik yang hidupnya berkecukupan maupun ibu dari
keluarga yang kekur angan, sama- sama menent ukannya dalam membangun j ant ung
sehat anak- anaknya. Dimul ai sej ak anak masih dalam kandungan ibu. Jant ung anak bisa
cacat apabila kehamilan dirundung inf eksi. Jant ung anak yang dikandung oleh ibu yang
t erinfeksi t oxopl asma, campak Jerman, virus cyt omegalo, dan her pes simplex, berisiko
cacat sej ak di kandungan.
I bu yang arif t idak mau hamil dulu sebelum t ahu bahwa ia memang t idak mengi dap
keempat infeksi it u. Karena it u, pemeriksaan darah pra- nikah at au sebelum hamil
dianggap sangat pent ing unt uk memast ikan ada t i daknya infeksi it u. Obat dan j amu
t ert ent u yang diminum sel agi hamil j uga dapat membuat j ant ung anak t ak t erbent uk
sempurna. I bu yang arif seharusnya peduli akan it u.
Lahi r dengan j ant ung mulus pun belum t ent u anak sudah aman, sebab ia masih
dihadang oleh macam-macam inf eksi di awal kehi dupannya. Misalnya, kompli kasi yang
t imbul apabil a penyakit dift eri a t erlambat diobat i, at au ibu lalai t idak memberi anak
vaksinasi dift eria, akan ke j ant ung j uga larinya.
Ser ing t erkena infeksi t enggorokan dan t ak t unt as diobat i j uga dapat berkomplikasi pada
kat up j ant ung. Kerusakan kat up j ant ung begini kelak berpot ensi mencet uskan st r oke
at au payah j ant ung, dan mungkin menimpa koroner j ant ung j uga.
I bu yang bij ak t idak akan membiar kan anaknya kurang darah dan cacingan. Anemia
yang menj adi berat dan penyakit cacing t ambang yang menahun, bisa menambah beban
j ant ung j uga. Jant ung beker j a lebih ker as, lama- lama membengkak, akhirnya bisa
kepayahan j uga.
GEMUK I TU PENYAKI T
Anak yang sehat - sehat saj a saat memasuki usia sekolah, j uga belum j adi j aminan kel ak
j ant ungnya t idak t er ancam sakit . Harus kit a akui , kurikulum pendidikan j asmani kit a
masih kurang. Berbeda dengan di negara maj u, t iada hari t anpa olahr aga bukan sekadar
mot t o t api benar - benar dilaksanakan. Anak- anak kit a sangat kurang j am
berolahraganya. Padahal berolahraga bet ul menyehat kan j ant ung.
Dengan berolahr aga, ot ot j ant ung bert ambah t ebal dan kuat . Bila j ant ung kuat , kel ak
sekiranya beban j ant ung meningkat , j ant ung t idak sampai j at uh kepayahan. Di semua
negara maj u, menyehat kan j ant ung sudah dimul ai semenj ak usia sekol ah. I bu yang arif
akan berupaya menci pt akan suasana berolahr aga swakarsa buat anak- anaknya set iap
har i. Ber j alan dan mengaj ak anak berlari -lari merupakan cara bergerak badan paling
murah dan sederhana, namun bermanfaat unt uk menyehat kan j ant ung.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 31
Anak- anak kit a j uga masih memikul beban kult ur yang keli ru dari ibu. Tak sedikit i bu- ibu
ki t a yang beranggapan bahwa gemuk adalah sehat , sehingga ingin semua anaknya
gemuk. Padahal, sekar ang susah mencari anak gemuk di negara maj u, karena j ust r u
yang t idak gemuk it u yang dianggap sehat , sement ara gemuk it u penyakit .
Pada t ubuh yang gemuk, j umlah dan ukuran sel lemak anak yang sudah gemuk sej ak
kecil lebih dari anak normal. Kelebihan sel lemak t idak mungkin disusut kan lagi set elah
anak dewasa. Keadaan ini yang ikut menambah besar risiko seseorang t erkena penyakit
j ant ung. Jadi bet ul , peran ibu menent ukan bagaimana nasib sel lemak anak- anaknya.
Sel lemak anak dibent uk oleh isi mej a makan ibu. Dominasi menu lemak, kelebihan porsi
nasi, penganan serba bersusu- berment ega, menj adikan anak gemuk sebelum usia
remaj a. Dulu, darah anak Ameri ka sudah kelebihan lemak semasih remaj a. Sayangnya,
anak- anak kit a sekarang j ust ru meniru gaya makan dan pilihan menu salah sepert i anak
Amerika zaman dulu.
Kolest erol dan lemak darah anak cenderung sudah pada bat as t inggi ket ika umur belum
lagi dewasa. I ni berbahaya. I bu yang bij ak t idak akan royal memberi makan berlebih,
serba gurih, manis, dan berlemak t inggi. Karena it ulah, nasib j ant ung anak dit ent ukan
oleh kesibukan dapur ibu j uga.
I bu yang bij ak akan memberi anak- anaknya cukup susu, daging, dan ment ega, namun
t ak serba berlebihan.
Di t angan ibu, anak dibangun kebiasaan makannya, hobi j aj an apa, dan apa pilihan
cemil an, apakah ia ket agihan menu j unkfood, at au doyan j enis makanan olahan. Lidah
anak dibent uk oleh bagaimana cara ibu member i dan menyaj i kan makanan rumah.
Kalau mej a makan anak di rumah selalu penuh dengan menu rest oran, sampai dewasa
di lidah anak akan sepert i it u t erbent uk menu favorit nya.
Menu sepert i it u yang merusak li dah anak menerima makanan t r adisional, dan
mengant arkan anak memasuki risiko kena penyakit j ant ung kelak, at au mungkin
membuat nya t erancam mat i premat ur.
RADI KAL BEBAS
Set elah dewasa, pola hidup rat a-rat a orang I ndonesia umumnya t idak berubah.
Kesi bukan berkarier membuat mereka lupa, at au t ak t er sedia wakt u buat berolahraga.
Yang papa wakt unya habis unt uk ker j a ot ot , yang kecukupan habis unt uk kerj a ot ak.
Dua- duanya kekurangan wakt u berol ahr aga dan bergerak badan.
Padahal menu harian orang kecukupan cenderung banyak dan enak- enak. Maka set el ah
hi dup mapan mereka cenderung kelebihan berat badan. Ukuran lingkar pinggang pun
j adi lebih dari lingkar panggul.
Sedangkan menu mereka yang hi dupnya t ak berkecukupan lebih banyak ikan asin, yang
rent an bikin darah t inggi ( aki bat konsumsi garam dapur harian kit a lebih lima kali
kebut uhan t ubuh) ; saus dan sambal t omat murah dengan zat warna, pengawet , bumbu
penyedap, hidup berada di t engah serba polusi, menambah berat memikul beban radikal
bebas.
Radikal bebas bisa menj adi racun yang merusak badan. Salah sat u fakt or yang ikut
membent uk lemak dinding pembuluh darah diperankan oleh radikal bebas ini. I t u berart i
orang papa bisa sama- sama berisiko mengalami kerusakan pembuluh darah dan
j ant ung.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 32
15. Tahapan Bermain Bagi Anak-anak
BERMAIN bagi anak-anak? Apalah gunanya.
Itu hanya sekadar pengisi waktu luang.
Tidak sedikit orang tua beranggapan demikian.
Padahal lewat aktivitas bermain, anak-anak dapat menguasai berbagai keterampilan fisik dan sosial
serta dapat mengembangkan psikologi dan kepribadian secara sehat.
Banyak orang tua lupa atau mungkin tidak tahu bahwa bermain merupakan bagian penting dalam
kehidupan seorang anak, terutama usia balita dan usia sekolah. Gejala-gejala umum yang tampak
terutama di kota-kota, anak-anak malah dijejali berbagai kegiatan, baik akademis maupun non
akademis untuk mengejar prestasi.
Akibatnya banyak waktu anak-anak tersita untuk mengerjakan berbagai tugas sekolah maupun
mengikuti bermacam-macam les yang belum tentu mereka sukai. Si anak mungkin terpaksa
melakukan untuk memenuhi ambisi orang tuanya. Padahal anak-anak perlu diberi kesempatan penuh
untuk bermain dan berkreasi, yang tujuannya sama penting dengan belajar.
Bermain bagi anak-anak adalah kegiatan yang dilakukan untuk kesenangan atau kepuasan. Bermain
bagi anak-anak merupakan kegiatan yang saling berkaitan dengan bekerja, karena bermain merupakan
persiapan untuk bekerja. Bila mulanya kegiatan (bermain) dilakukan sekadar demi kesenangan,
lambat laun dengan meningkatnya usia adanya respons sosial serta proses belajar yang diterima anak,
kegiatan yang dilakukan selain untuk kesenangan juga untuk tujuan lain seperti, penghargaan,
prestasi, kompetisi atau materi.
Peralihan kegiatan dari bermain menjadi bekerja memerlukan proses belajar. Belajar, proses yang
diperolehnya keterampilan baru yang relatif menetap dalam diri seseorang dan akan efektif jika
dilakukan secara sistematis, terencana, diulang-ulang dan disertai reinforcement. Sehingga bermain
bagi anak-anak juga perlu arahan orang tua/guru/orang dewasa lain yang diperoleh anak dalam segi
afektif, kognitif maupun psikomotor, di samping unsur kesenangan.
Tahap Bermain Anak-anak
Menurut para ahli psikologi, perkembangan bermain pada anak-anak akan diikuti perkembangan
kognitif, sehingga akan terjadi perubahan kegiatan bermain dari bayi, anak, remaja sampai dewasa.
Secara psikologi, ada empat tahap dalam perkembangan bermain bagi anak-anak yang pembagiannya
berdasarkan usia. Tahap pertama, anak yang berusia antara 0 sampai 18 bulan atau 24 bulan. Pada
tahap ini akan menggunakan refleks, kemampuan penginderaan dan keterampilan motorik yang sudah
dikuasai untuk memperoleh pengetahuan serta keterampilan baru. Anak-anak perlu dirangsang untuk
mengamati lingkungan sekitarnya dan mengambil inisiatif sendiri untuk menyenangkan diri mereka
sendiri. Karena itu, kegiatan bermain bersifat bebas, spontan dan tidak ada aturan permainan.
Kegiatan-kegiatannya antara lain berupa latihan menggunakan dan mempertajam penginderaan,
meraih, menendang, memukul, merangkak dan menendang.
Tahap kedua, anak yang berusia antara 2 tahun sampai 6 tahun atau 7 tahun. Pada tahap ini anak
mulai mampu berpikir simbolik dan mampu berbicara untuk memahami lingkungannya. Cara
berpikirnya masih terpusat pada diri sendiri dan anak masih belum mampu menerapkan hukum-
hukum logika terhadap pengalaman dan pikirannya. Bila imajinasi anak bertambah, secara bertahap
cara berpikir anak tidak lagi terpusat pada diri sendiri, sehingga sosialisasi dapat dikembangkan.
Melalui bermain, anak-anak melatih diri untuk lebih menguasai gerakan motorik kasar dan halus, atau
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 33
melakukan kegiatan berpikir seperti klasifikasi. Tata cara hidup di masyarakat seperti disiplin dan
aturan-aturan sudah mulai dikenal.
Tahap ketiga, anak yang berusia antara 7 tahun sampai 11 tahun atau 12 tahun. Pada tahap ini
kemampuan anak berpikir, mengingat dan berkomunikasi akan semakin baik karena anak telah
berpikir lebih logis. Kegiatan bermain anak-anak pada tahap ini ditandai dengan social play. Anak
mulai menaruh minat untuk bermain dengan teman-temannya dan tertarik pada mainan yang
menggunakan aturan-aturan tertentu.
Tahap keempat, anak yang berusia 12 tahun ke atas. Pada tahap ini anak-anak sudah dapat berpikir
abstrak, membuat hipotesa atau dugaan-dugaan secara lebih baik, tidak terlalu terikat pada hal-hal
yang konkret. Pada usia 15 tahun, remaja mulai menaruh perhatian pada literatur, dunia kerja dan
mencari pemecahan persoalan-persoalan. Kegiatan bermain umumnya sama dengan tahap ketiga.
Manfaat dan Kendala
Banyak manfaat yang diperoleh dari kegiatan bermain, sehingga anak-anak dapat mengembangkan
berbagai aspek yang diperlukan untuk persiapan masa depan. Bermain antara lain membantu
perkembangan tubuh, perkembangan emosional, perkembangan sosial, perkembangan kognitif dan
moral serta kepribadian maupun bahasa. Bermain juga bisa dijadikan media untuk membina hubungan
yang dekat antar anak, atau anak dengan orang tua/guru/orang dewasa lainnya sehingga tercipta
komunikasi yang efektif.
Bermain bagi anak memang telah dipraktikkan dan diterapkan di kalangan pendidik, dengan hasil
cukup memuaskan. Namun ada beberapa kendala dalam pelaksanaan cara belajar sambil bermain ini,
antara lain tekanan orang tua yang beranggapan bahwa yang terpenting di Taman Kanak-kanak adalah
membaca, berhitung dan menulis, sedangkan bermain tidak ada gunanya.
Juga ada pendidik yang ragu-ragu melaksanakan bermain untuk belajar di dalam kelas, karena
khawatir anak-anak menjadi tidak terkendali dan kelas menjadi kacau. Memang ada pendidik yang
kurang atau tidak memahami tingkat atau masa perkembangan anak, sehingga tidak tahu batas mana
yang dapat diterima dan dicerna anak.
Di daerah pedesaan maupun perkotaan banyak sekali anak-anak yang miskin gagasan. Mereka ini
kebanyakan anak yang tidak lepas dari gendongan orang tua/pembantu sehingga naluri anak untuk
bereksplorasi atau menjajaki sekitarnya menjadi lambat atau tidak berkembang.
Berlimpahnya mainan bagi anakpun berbahaya, karena menimbulkan kebosanan. Gagasannya tidak
tergugah atau tergelitik. Disarankan agar sebaiknya mainan dikeluarkan sedikit demi sedikit, dan
anak-anak diberi dorongan untuk mengembangkan permainan yang dimilikinya.
Jangan Dipaksa
Jangan batasi keinginan anak untuk bermain, hanya karena jenis kelaminnya berbeda. Jangan risau
pada seorang anak putra bermain boneka, bukankah kelak anak tersebut akan menjadi ayah? Juga
bukankah anak-anak harus dipersiapkan untuk membuat pilihan-pilihan kelak?
Dalam bermain pada anak-anak hal yang paling mendasar harus dilakukan orang tua/pendidik adalah
berbicara, mendorong, menunjukkan dan mencari variasi. Thema utama dalam bermain anak adalah
sosial, emosional, kognitif dan motorik. Agar lewat kegiatan bermain ini, anak-anak mendapatkan 5 A
yaitu, affection (rasa dicintai), acceptance (rasa diterima) dan attention (perhatian dan perawatan)
serta approval (kesempatan melakukan hal-hal yang disenangi) maupun appreciation (penghargaan
yang tepat atas hasil kerja dan minat si anak).
Kegiatan bermain merupakan hal yang menyenangkan dan sekaligus merangsang pertumbuhan
seluruh aspek perkembangan bayi dan anak. Bahwa sewajarnya kegiatan bermain tidak hanya dilihat
sebagai suatu kekhasan dunia anak-anak, melainkan juga sebagai hak anak. Jangan merampas hak
anak itu dan menjejalinya dengan ilmu pengetahuan demi ambisi orang tua.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 34
16. Selektif Pada Produk Mainan :
Selamatkan Kreativitas dan Jiwa Sosial Anak
GENCARNYA promosi produk mainan anak, elektronik maupun manual saat ini mengakibatkan
anak terposisikan hanya sebagai konsumen saja. Tidak hanya itu saja, mainan buatan pabrik tersebut
juga semakin membatasi kreativitas anak. Bahkan anak bisa lebih bersikap individualis kalau terlalu
'over' bermain dengan permainan elektronik.
Memang hal yang wajar bagi setiap orangtua untuk menyediakan fasilitas mainan pada anak-anaknya.
Karena menurutnya dunia anak adalah dunia bermain. "Saat bermain, anak-anak mendapatkan
kesempatan untuk mengembangkan bakat, keterampilan dan pengetahuan. Jenis permainan dan
mainan yang sejak awal diberikan secara tepat pada balita berperan mengembangkan saraf-saraf
motorik yang akan mempengaruhi tingkat intelegensia anak".
Lalu bagaimana wujud dunia bermain anak-anak saat ini? Setidaknya hasil kegiatan Lomba
Menggambar Dolanan Bocah maupun Kumpul Bocah dapat menjadi gambaran. Di sana terlihat
permainan elektronik dan televisi telah cukup jauh mempengaruhi dunia anak-anak.
"Dalam kegiatan ini terkumpul 137 gambar. Ternyata yang mereka gambar mayoritas permainan
elektronik dan tokoh hero dalam film kartun".
Berbagai jenis permainan anak-anak di zaman sekarang cenderung menjauhkan mereka dari interaksi
sosial. "Tidak mengherankan jika anak-anak sekarang lebih bersikap individualis dan kurang kreatif".
Butuh Pengawasan
Menghindari anak menjadi konsumen produk mainan memang merupakan hal yang sulit dilakukan.
Apalagi sifat anak yang cenderung meniru sesuatu dari lingkungannya. Banyaknya produk mainan
instan dan elektronik untuk anak-anak memang sudah membelenggu kreativitas anak. Namun
demikian mainan tersebut tidak selalu menghambat pengembangan kreativitas.
"Misalnya, tamiya. Sebelum memainkannya anak harus paham betul teknis cara memasang dan teknis
memainkannya. Sehingga secara langsung mereka juga belajar. Begitu pula memodifikasi jenis
permainan tamiya, anak juga dituntut kreatif, meskipun terbatas,".
Produk mainan yang tidak langsung jadi, misalnya robot rakitan, push block dan puzzel, menuntut
anak untuk berusaha menemukan bentuknya. Ini cukup baik, daripada hanya membeli produk mainan
jadi. Memang tidak salah kalau ada yang beranggapan permainan elektronik cenderung membuat anak
semakin menjadi individual. Apalagi kalau sang anak terlalu asyik menghabiskan waktunya untuk
memainkan mainan itu.
"Di sini peran orangtua sangat penting. Mereka berkewajiban untuk mengawasi anaknya. Jangan
sampai terlalu over bermain dengan mainannya. Mereka juga harus mengarahkan anaknya untuk
bersosialisasi. Agar proses keseimbangan berjalan baik. Banyak sekali cara yang bisa ditempuh.
Misalnya, mengikutsertakan dalam klub renang, klub bermain atau kegiatan masjid".
Selain itu, orang tua harus jeli dan pandai memilih produk mainan. Karena jenisnya saat ini banyak
sekali. Jenis produk mainan yang baik, sebaiknya dipilihkan yang bisa merangsang perkembangan
intelektualitas anak. Tidak hanya sekedar bagus, mahal dan baru.
"Sejauh pengamatan saya, selama ini orang tua banyak yang lupa. Kalau gerakan motorik anak
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 35
berpengaruh pada tingkat intelegensi anak. Anak yang gerakan saraf motoriknya optimal,
perkembangan saraf otaknya juga akan optimal. Jangan lekas melarang balita yang sedang berlari-lari
atau memanjat kursi. Selama masih aman, biarkan saja,".
Permainan keseimbangan sangat dianjurkan pada balita dan anak TK. Karena merangsang saraf-saraf
keseimbangan. Pakar psikologi percaya, jika saraf motorik berkembang, saraf keseimbangan juga ikut
berkembang. Sel-sel otak terutama nukleus pestibularis juga berkembang.
Tidak dipungkiri kalau fasilitas untuk hal tersebut memang mahal. "Inilah pentingnya menurut saya
adanya klub bermain yang lengkap. Dapat diupayakan di TK atau play group. Sehingga orang tua
tidak terlalu terbebani. Karena dibeli secara bersama-sama. Sekaligus dapat belajar bersosialisasi,".
Dolanan Anak
Menengok pada permainan anak tempo dulu, seperti dolanan anak, rupanya agak pesimistis bila ada
usaha untuk memunculkannya lagi. Karena jenis permainan ini semakin luntur dimakan jaman,
kurang dikenal maupun diminati anak-anak sekarang. Walaupun dia tidak memungkiri kalau
sebenarnya permainan semacam itu memang bagus untuk memupuk sosialisasi antar anak. "Selain itu
anak di era dulu, kalau ingin punya mainan harus membuat sendiri. Hal ini memang membangkitkan
kreativitas dalam dirinya. Dibandingkan anak sekarang yang hanya tinggal memilih dan membeli
berbagai macam produk mainan," ujarnya.
Namun naif rasanya kalau para orangtua harus membendung perubahan orientasi dunia bermain anak
di masa sekarang. Jalan yang paling bijak, orangtua harus sering-sering mendampingi anak.
Setidaknya, tetap mendorong anak supaya mengembangkan kreativitas dan daya pikirnya.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 36
17. Apa benar yang bungsu lebih bodoh?
Kalau urut an anak dikait kan dengan kepint aran seseorang nampaknya hal it u hanya
mit os. Bayangkan bagaimana rasanya dikat akan bodoh hanya gara- gar a urut an
kel ahiran kit a kebet ulan di urut an t erakhir di ant ara saudara- saudara kit a lainnya.
Ada kepercayaan yang t ert anam dalam benak sebagian orang bahwa I Q anak- anak
berkait an dengan urut an kelahi ran. Dengan kat a lain Anda yang mer asa sebagai anak
bungsu waj ib bersedih karena anda merupakan urut an t erakhir dari kepint aran ali as
yang paling bodoh.
Tapi nant i dulu, Anda t idak perlu duduk t ermenung memikirkan nasib Anda yang si al.
Sebuah penelit ian baru membukt ikan sama sekali keliru anggapan bahwa semakin
bungsu mereka (urut an kelahir an paling akhir) , anak- anak akan semakin t idak cer das.
Kel ihat annya, anak nomor dua t idak selalu lebih pint ar daripada anak nomor t iga dan
set erusnya.
Kecerdasan t idak dipengaruhi oleh j umlah anggot a keluarga at au oleh t empat anak it u
dalam urut an kelahiran keluar ga, sebaliknya fakt or sepert i warisan genet ika, I Q orang
t ua, j umlah bacaan yang disediakan di rumah dan mut u sekolah lebih pent i ng unt uk
menent ukan kecerdasan anak- anak, demikian dikat akan para penelit i ini .
"Sebenarnya sebuah keluarga kemungkinan akan menyebarkan sumber kecerdasan ke
sebanyak apapun anak yang mereka miliki ", kat a seorang penulis st udi t ersebut Joseph
Lee Rodgers, psikolog dari Universit as Oklahoma. Baik j umlah anak dalam keluar ga
maupun urut an kelahi ran seorang anak dalam keluarga t ert ent u t idak dapat mer amalkan
nil ai I Q- nya. Temuan mer eka muncul dalam American Psychologist , yang dit er bit kan
oleh Asosiasi Piskologi AS.
Rodgers dan rekan-rekannya dari uni versit as lain menganali sa dat a dari t es int eli gensi
yang diberikan kepada sekit ar 2.500 anak, dengan usia 5 hingga 15 t ahun, dari sekit ar
1.300 keluarga. Mereka mengumpulkan inf ormasi t ersebut dari "Nat ional Longit udinal
Survey of Yout h", sebuah st udi yang sedang berj al an dan didanai pemerint ah yang
menyedi akan informasi kepada penelit i t ent ang berbagai j enis t opik keluar ga.
Kunci t erhadap t emuan mereka ial ah met ode yang disebut anali sis "dalam- keluarga" dan
membandingkan anggot a- anggot a keluar ga sat u sama lain.
Kebanyakan st udi lain t ent ang t opi k ini, kat a Rodgers, t elah menggunakan anali sis
"lint as- keluarga", dengan membandingkan sat u anak dari sat u keluar ga dengan anak
lain dari keluar ga lainnya. Tet api met ode t er sebut menghasilkan kesimpulan- kesimpulan
yang keliru, kat a para penelit i ini .
Misalnya, kat anya, anak kedua dalam sat u keluarga mungkin dit emukan lebih cerdas
ket imbang anak ket iga dari keluarga lainnya, dan ini t el ah menghasilkan kesimpulan
bahwa ur ut an kelahi ran mempengaruhi t ingkat kecerdasannya.
Tet api membandingkan anak- anak dalam keluarga yang sama dapat memperj elas
bahwa ur ut an kelahi ran dan kecerdasan anak t i dak mempunyai hubungan, j uga
besarnya keluarga t idak ada kait annya dengan kecerdasan anak.
Jordan Gr agman, ket ua ilmu saraf kognit if di Lembaga Nasional Penyimpangan Saraf dan
St roke, mengat akan t emuan baru ini "sangat masuk akal." Set iap kali orang mel aporkan
t emuan evolusi , kat a Gragman, Anda mencari alasan biologi s unt uk menj elaskan hal
t ersebut . Tet api, kat anya, asumsi sebelumnya bahwa kecer dasan berkur ang dalam diri
set i ap anak urut an berikut kelihat annya bert ent angan dengan alasan orang mempunyai
keluarga besar, yait u unt uk membant u mempert ahankan kel angsungan ekonomi
keluarga.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 37
Ukuran lint as-keluarga t elah sering digunakan di masa lalu, kat a Rodgers, karena para
penelit i dapat mengumpulkan dat a j auh lebih mudah dari pada informasi dalam- keluar ga.
"Sangat sulit mendapat kan dat a yang mencerminkan keadaan dalam keluarga, unt uk
membandingkan anak pert ama dengan anak kedua dalam keluarga yang sama,"
kat anya.
Bayangkanlah bet apa sulit nya, kat a Rodgers, bukan hanya memint a sat u anggot a
keluarga sel ama dua j am dari wakt unya, t et api kemudian memint a apakah seluruh
keluarga it u dapat diwawancarai dengan menyediakan wakt u yang begit u lama dan
apakah masing-masing mau dit es secar a luas set iap dua t ahun sekali .
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 38
18. Seper t i Apa Si h, Reaksi Emosi Pada Bayi ?
Jangan sal ah, bayi pun bisa menunj ukkan emosinya. Ent ah yang baik maupun t idak.
Asalkan dit angani dengan baik, reaksi emosi yang j elek t ak bakalan menet ap hingga
besar.
Sering, kan, melihat bayi menangis kal a ia lapar. Sebelum diberikan susu, ia t ak akan
berhent i menangis, bahkan t ambah keras. Tapi bil a kebut uhannya seger a dipenuhi, akan
berhent i t angisnya.
Nah, menangi s pada bayi , sel ain sebagai sal ah sat u bent uk komunikasi prabicara unt uk
memberit ahukan kebut uhan/ keinginannya, j uga unt uk menunj ukkan reaksi emosinya
t erhadap suat u keadaan yang t ak menyenangkan. Reaksi emosi bayi yang demikian,
sebet ulnya masih waj ar, karena si bayi bereaksi t erhadap suat u keadaan yang t ak
menyenangkan, yait u lapar. "Hanya saj a, kalau reaksinya berlebi han, semisal menangis
t erus, meski sudah diberikan susu, berart i ada sesuat u pada dirinya. Apakah dia sakit
at au ada suat u kel ainan pada sarafnya,".
Sangat pent ing bagi orang t ua unt uk menget ahui dan mengenal reaksi emosi bayinya.
Sebab, reaksi emosinya ini akan berpengaruh pula nant inya pada kehidupan si anak,
t erut ama pada penyesuai an pri badi dan sosialnya. "Di usia sat u t ahun pert ama ini , bayi
sedang beradapt asi dengan udara, makanan, dan lingkungan sekit arnya. Di usia ini
pul alah emosinya mulai berkembang." I t ul ah mengapa, orang t ua harus memperhat ikan
bet ul kebut uhan fisik dan ment alnya, sampai sekecil apa pun.
DAPAT DIBEDAKAN
Pada awalnya, saat lahi r, reaksi emosi bayi masi h sederhana, yait u hanya
mengungkapkan emosi kesenangan dan ket i daksenangan. "I a akan bereaksi senang bil a
kebut uhan menyusunya t erpenuhi, dengan mengeluarkan suara yang t ampak puas.
Sebali knya, ia akan bereaksi t ak senang dengan menangis bil a popoknya basah."
Yang past i, pada bulan- bulan pert ama, ia t ak memperlihat kan reaksi secara j elas, yang
menyat akan keadaan emosinya yang spesifik. Misal, marah. Semua rasa
ket i daksenangan akan diekspresikan dengan t angisan. "Nah, pada bul an- bul an pert ama
ini , respon orang t ua t erhadap bayi pun akan berpengar uh nant inya. Misal, j ika
pemberian susunya t erl ambat sement ara bayi sangat lapar at au popoknya basah
didi amkan saj a, maka bayi akan merasa t ak nyaman. Meski di a hanya bisa bereaksi
dengan menangis, t api bibit - bibit emosi rasa kecewa dan marah mulai t imbul ."
Mul ai usia dua bul an bayi bisa bereaksi t ersenyum bila dirinya merasa senang at au
gembira. Usia t iga bul an mulai bisa bereaksi dengan mengeluarkan bunyi- bunyi yang
mengungkapkan kekesal an, bil a dirinya kesal at au marah, semisal, dia t ak bisa
menggapai mainannya. Kadang j uga diungkapkan dengan t angisan dan j erit an.
Usi a 6- 9 bul an sudah mengenal rasa t akut . Bukankah saat it u ia sudah mengenal orang-
orang di sekit arnya? Hingga, kalau ia dit inggal oleh orang t uanya, i a akan merasa t akut
dan mulai mengeluarkan suara- suara ket akut an at au menangi s.
"Pokoknya, makin usia bayi meningkat , reaksi emosinya makin dapat dibedakan dan
bert ambah. Sebab, sej al an dengan bert ambahnya umur dan semakin mat angnya sist em
saraf sert a ot ot nya, bayi pun mengembangkan berbagai reaksi emosinya." Misal, kalau
di usia 2 bulan emosi kegembiraannya diungkapkan dengan t ersenyum saj a, maka
makin lama dia bisa mengekspresikan kegembir aannya dengan mengeluarkan suara-
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 39
suara at aupun t ert awa kala diaj ak bicara oleh orang t uanya. Bahkan, ket ika dia sudah
bisa j alan dan berl ari , bila ada t imbul rasa gembira, dia bisa mel onj ak- lonj ak at au
berlari- lari.
Demi kian pul a dengan emosi t akut . Bi asanya bayi t akut dengan kamar gelap, binat ang,
berada sendir ian, sert a orang yang asing baginya. Mungkin awalnya, kal au t akut ia
hanya bereaksi dengan menangis. Seol ah dir inya t ak berdaya dan sepert i memint a
t ol ong. Makin bert ambah usia dan mot oriknya pun berkembang, ia bisa bersembunyi di
balik t ubuh ibunya at au memeluk ibunya, menarik selimut unt uk menut upi waj ahnya,
at au berlari menghindar dari sesuat u yang membuat nya t akut .
Akan halnya rasa marah, misal, di usia 6 - 9 bulan, kala bayi sudah bisa melempar benda
at au menghent ak- hent ak kakinya, ket i ka emosi marahnya t erangsang, bisa saj a
reaksinya dengan melempar. Ket ika reaksi t ersebut dir asa menyenangkan dan dapat
memuaskan emosinya, maka akan diul ang kembali . "Nah, unt uk menget ahui apakah si
bayi memang bet ul- bet ul dalam emosi marah at au hanya ingin mencoba- coba melempar
benda dalam art i dirinya sedang bereksplorasi, t ent unya orang t ua harus melihat ,
apakah memang ada kebut uhannya yang t ak dipenuhi at au ada sesuat u yang
membuat nya marah at aukah t idak."
MASIH BISA DIUBAH
Jadi, orang t ua harus menget ahui dan mengenal reaksi emosi bayinya, ent ah yang baik
maupun t idak. Jangan sampai, reaksi emosi yang j elek berlanj ut sampai si bayi besar.
Pasalnya, nant i anak akan belaj ar menggunakan reaksi ini sebagai alat unt uk mencapai
t uj uannya. Apal agi di masa- masa emosi suli t , yait u usia 0 hingga balit a. Bukankah t ak
j arang kit a lihat , anak kecil yang kal au marah t iduran di lant ai, duduk menghent ak kaki,
memukul , at au mel empar segala macam benda?
"Sebet ulnya, bila baru berusi a sampai set ahun, emosi bayi masih bisa berubah karena
baru muncul dan baru akan berkembang,". I t ulah mengapa, orang t ua harus t et ap
waspada dengan emosi bayinya. "Jika ada reaksi emosinya yang kurang baik, paling
t i dak, kit a bisa menekannya at au meminimalkannya." Dengan kat a lain, orang t ua harus
mel at ih pengendalian diri anak sej ak dini .
Tapi melat ihnya harus dengan konsekuen, lo. Misal, bila bayi ingin minum susu dan
menangis t ak sabar, maka ibu harus segera meresponnya. Kalaupun harus membuat kan
dulu susu bot ol, maka buat l ah di dekat si bayi sambil mengaj aknya bicar a. Misal, "I ya,
sabar, ya, sayang. I ni I bu sedang buat kan susunya. I bu t ahu, kok, kal au Adek lapar."
Bila si bayi sudah bisa merangkak dan kit a lihat t ampaknya dia kesal karena sulit
menggapai mainan yang diinginkan, maka kit a bant u unt uk memudahkan dengan cara
mainannya didekat kan. Ket ika dia sudah bisa meraihnya, kit a beri puj i an, "Hore! Pint ar
anak Mama. Capek, ya? Ayo, kit a duduk dulu."
Begit u j uga kal au si bayi sudah mulai banyak mot oriknya, sepert i bisa j alan at au lari.
Bila reaksi marahnya dengan cara fi sik, sepert i menendang, mel empar, at au memukul ,
maka kit a har us selalu memberi pengert ian. "Kalau kamu marah, t i dak boleh sepert i it u.
Nant i kaki kamu j adi sakit kalau menendang kur si it u. Kenapa kamu marah? Bil ang,
dong, sama I bu." Jadi, anak dil at ih unt uk dapat mengendalikan fi siknya. Hingga
nant inya kalaupun dia marah, mungkin t ak sampai bereaksi berbahaya dengan fisiknya.
Mungkin hanya mimi k mukanya saj a yang t ampak memerah.
Bi asanya seiring usia bert ambah, reaksi emosi dengan menggunakan gerak fisik/ ot ot
makin berkur ang. Apalagi ket ika anak sudah bisa bicara, maka reaksi emosinya akan
diwuj udkan dengan reaksi bahasa yang meningkat .
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 40
JANGAN BANYAK LARANG
Namun, dalam mel at ih at au mendidik emosi anak, disarankan t ak banyak larangan
karena akan menimbulkan rasa t akut pada anak. Misal, "Adek, j angan main ke sit u, ada
kecoa, lo. Nant i digi git ! "
Sebet ulnya, usia bayi belum menyadari ada t idaknya bahaya bagi dirinya, t api karena
mimi k muka ibunya dan nada suar anya menakut kan, maka mengkondisikan si bayi akan
rasa t akut . "Larangan boleh saj a kal au memang ada yang membahayakan. Kalau t i dak,
sebai knya dihindari." Namun, dalam memberit ahukannya harus dengan bahasa dan
mimi k muka yang baik.
Yang j elas, bil a sej ak bayi dilat ih pengendali an emosi dengan baik, maka reaksi
emosinya bisa dit anganinya dengan baik pula. Meski mungkin sif at j eleknya t et ap ada,
t api t ak t erlalu menonj ol. "Jadi, ini merupakan t indak pencegahan pul a dari reaksi emosi
negat if yang t ak diinginkan."
I ngat , lo, bila t ak sej ak dini kit a melat ihnya, maka akan suli t mengubahnya ket ika anak
bert ambah usianya. Bahkan mungkin saj a reaksi emosi t ersebut akan menet ap sampai si
anak dewasa. Tent unya kit a t ak menginginkannya demikian, kan, Bu- Pak?
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 41
19. Pertolongan Pertama Bila Balita Rewel
Tubuhnya yang rent an membuat bayi t idak pernah lepas dari berbagai gangguan.
Meskipun ringan, j ika dibiarkan berlarut - larut gangguan yang diderit a si kecil bisa
memburuk. Sebelum membawanya ke dokt er, t ak ada salahnya bil a Anda melakukan
pert olongan pert ama.
Ber ikut cara t epat menangani berbagai gangguan yang umum menyer ang.
Kol i k
Koli k disebabkan oleh angin yang t erperangkap dalam salur an cerna. Akibat nya, bayi
Anda merasa t i dak nyaman dan lebih rewel. Unt uk mencegah t erj adnya gangguan ini,
sesaat set el ah diberi minum at au makan, sebaiknya si kecil dit epuk- t epuk supaya
bersendawa.
Tapi bil a ia t erlanj ur kolik, beril ah obat t et es ant i kolik, sesuai pet unj uk dokt er. Obat
t et es kolik dapat dibeli diapot ek.
Ruam popok
Kuli t bayi umumnya sangat sensit if. Tak mengherankan j ika banyak bayi yang menderit a
ruam popok. Biasanya ruam t imbul karena si kecil alergi t erhadap amoniak yang
t erkandung dalam ur innya, at au bisa j uga karena ia alergi t erhadap bahan dasar popok.
Pada kebanyakan kasus, ruam dapat disembuhkan dengan salep kulit yang diberikan
oleh dokt er. Akan t et api, unt uk menghindari ruam popok, t i dak ada sal ahnya bil a si kecil
memakai popok berulangkali pakai yang t er buat dari kain t et ra. Bukan hanya it u, Anda
j uga harus raj in menggant i popoknya yang basah.
Gusi bengk ak
Umumnya si kecil mulai t umbuh giginya ket ika berusia 7 bul an. Pada wakt u giginya
menembus gusi, biasanya t imbul rasa t ak nyaman yang disebabkan oleh gusinya yang
meradang. Akibat nya si kecil pun rewel .
Sebenar nya gangguan ini dapat diat asi dengan memberinya j el at au sirop penghi lang
rasa sakit . kalau pert umbuhan gigi bayi Anda j uga disert ai demam, j angan lupa berikan
obat penurun panas. Jika panasnya t erus berlanj ut , segera hubungi dokt er Anda.
Pi l ek
Bayi sangat rent an t erhadap pilek. Umumnya pilek ringan akan sembuh dengan
sendirinya set elah 2- 3 har i, sekalipun t i dak diobat i. Tet api, bayi yang t erkena pilek
biasanya rerwel dan suli t makan, karena ia t i dak leluasa bernapas mel alui hidungnya.
kal au sudah begini, gunakan obat ant i pilek sesuai anj uran dokt er. Jika pilek disert ai
demam, biasanya dokt er menyarankan agar ia diberi obat berbent uk sirup yang
mengandung paraset amol.
Obat - obat an yang Waj i b ada di Rumah
Sekedar unt uk berj aga- j aga, t ak ada salahnya j ika Anda j uga menyediakan obat - obat an
ini di rumah.
• Obat penurun panas. Pilihl ah obat penurun panas berbent uk sirup dengan rasa
buah.
• Obat diar e. Unt uk diar e at au buang air besar t erus- menerus, sediakan garam
oralit . Bila si kecil t i dak mau minum larut an it u, buat kan campuran air t aj i n
dengan garam dan gul a merah.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 42
• Obat ant i gat al . Seringkali bayi at au balit a Anda digi git nyamuk at au serangga
lain, sehingga t imbul benj olan dan rasa gat al. Unt uk mengur anginya, sediakan
sal ep ant i gat al at au obat - obat an yang mengandung cal amine.
Obat perangsang munt ah. Obat perangsang munt ah sangat dibut uhkan seandainya
racun t ert elan bayi . karena cara t erbaik unt uk mengeluarkan racun adalah
memunt ahkannya kembali.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 43
20. Ibu Bekerja & Dampaknya bagi Perkembangan Anak
Sal ah sat u dampak krisis monet er adalah bert ambahnya kebut uhan yang t idak dapat
t erpenuhi karena semakin mahalnya har ga- harga. Unt uk memenuhi kebut uhan t ersebut
sal ah sat u caranya adalah menambah penghasilan keluarga...akhirnya kal au biasanya
hanya ayah yang bekerj a sekarang ibupun ikut bekerj a.
I bu yang ikut beker j a mempunyai banyak pilihan. Ada ibu yang memilih bekerj a di
rumah dan ada ibu yang memilih beker j a di luar rumah. Jika ibu memilih bekerj a di luar
rumah maka ibu harus pandai- pandai mengat ur wakt u unt uk keluarga karena pada
hakekat nya seorang ibu mempunyai t ugas ut ama yait u mengat ur urusan rumah t angga
t er masuk mengawasi , mengat ur dan membimbing anak- anak. Apalagi j ika ibu
mempunyai anak yang masih kecil at au balit a maka seorang ibu harus t ahu bet ul
bagaimana mengat ur wakt u dengan bij aksana. Seorang anak usia 0- 5 t ahun masih
sangat t ergant ung dengan ibunya. Karena anak usia 0- 5 t ahun belum dapat melakukan
t ugas pribadinya sepert i makan, mandi, bel aj ar, dan sebagainya. Mereka masih perlu
bant uan dari orang t ua dalam melakukan peker j aan- pekerj aan t ersebut . Bila anak it u
dit i t ipkan pada seorang pembant u maka orang t ua at au khususnya ibu harus t ahu bet ul
bahwa pembant u t ersebut mampu membimbing dan membant u anak- anak dalam
mel akukan peker j aannya. Kalau pembant u t ernyat a t idak dapat mel akukannya maka
anak- anak yang akan menderit a kerugi an.
Pembent ukan kepri badian seorang anak dimulai ket ika anak berusi a 0- 5 t ahun. Anak
akan bel aj ar dari orang- orang dan lingkungan sekit ar nya t ent ang hal - hal yang dil akukan
oleh orang- orang di sekit arnya. Anak yang berada di lingkungan orang- orang yang
sering marah, memukul , dan melakukan t indakan kekerasan lainnya, anak t ersebut j uga
akan bert umbuh menj adi pribadi yang keras. Unt uk it u i bu at au orang t ua harus
bij aksana dalam menit i pkan anak sewakt u orang t ua bekerj a.
Kadang- kadang hanya karena lingkungan yang kurang mendukung sewakt u anak masih
kecil akan mengakibat kan dampak yang negat if bagi pert umbuhan kepribadi an anak
pada usia sel anj ut nya. Sepert i kasus-kasus kenakal an remaj a, ket erlibat an anak dalam
duni a nar koba, dan sebagainya bisa j adi karena pembent ukan kepribadi an di masa
kanak- kanak yang t idak t erbent uk dengan baik.
Unt uk it u maka ibu yang beker j a di luar rumah harus bij aksana mengat ur wakt u.
Bekerj a unt uk memenuhi kebut uhan keluarga memang sangat muli a, t et api t et ap harus
diingat bahwa t ugas ut ama seorang ibu adalah mengat ur rumah t angga. I bu yang harus
berangkat beker j a pagi hari dan pul ang pada sore hari t et ap harus meluangkan wakt u
unt uk berkomunikasi , bercanda, memeri ksa t ugas- t ugas sekolahnya meskipun ibu
sangat capek set elah seharian bekerj a di luar rumah. Tet api pengorbanan t ersebut akan
menj adi suat u kebahagiaan j ika melihat anak- anaknya bert umbuh menj adi pri badi yang
kuat dan st abil.
Sedangkan unt uk ibu yang bekerj a di dalam rumahpun t et ap harus mampu mengat ur
wakt u dengan bij aksana.
Tet api t ugas t er sebut t ent unya bukan hanya t ugas ibu saj a t et api ayah j uga har us ikut
menolong ibu unt uk mel akukan t ugas- t ugas rumah t angga sehingga keut uhan dan
keharmonisan rumah t anggapun akan t et ap t erj aga dengan baik.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 44
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N
BAB 2 : RUTIN
21. Ket i ka Anak Menont on Tel evi si
Pi ki r an Orangt ua:
Mal u, mau mar ah dan j ant ung r asanya mau copot ket i ka t i ba- t i ba mendengar Edu ber t er i ak
"baj i ngan kau! ! ! ". Ent ah bel aj ar dar i mana, t api r asanya kok sebagai or angt ua t i dak per nah
mengat akan hal - hal kasar seper t i i t u, pembant u di r umah j uga t i dak ada yang bi car a
seper t i i t u, Wah j angan- j angan dar i anak t et angga sebel ah r umah. Aaaaaah t er nyat a Edu
mendengar nya di t el evi si . Di t el evi si ? Bukankah pr ogr am t ayangan Tel et ubbi es kesayangan
Edu t i dak ada bahasa kasar seper t i i t u? Ooooooh t er nyat a Edu j uga suka menont on
t el enovel a ber sama nenek. Aduh. . . . kan t i dak mungki n mel ar ang nenek menont on
t el enovel a, j adi yang per l u di pi ki r kan sekar ang adal ah bagai mana car anya supaya Edu t i dak
i kut an menont on t el enovel a ber sama nenek dan hanya menont on acar a anak- anak saj a.
Pi ki ran Anak:
Aduh, Mama/ Papa mar ah ni h, gar a- gar a Edu t adi bi l ang "baj i ngan kau! ! ! ". Padahal kan Edu
l i hat ada om j agoan gant eng di t el evi si bi l ang begi t u, Edu cuman meni r u saj a kok.
Memangnya "baj i ngan kau" i t u apa si h? Kat a mama, i t u kat a- kat a kasar , memangnya kat a-
kat a kasar i t u apa si h? Edu kan i ngi n seper t i om j agoan gant eng di t el evi si i t u, banyak yang
suka, banyak yang sayang, nenek dan mbak saj a t i ap har i har us l i hat om i t u, mama j uga
kal au di r umah l i hat om i t u. Tapi , Edu j adi bi ngung sama Mama dan Papa, kal au Edu haf al
cer i t a- cer i t a f i l m yang ada di t el evi si , Mama dan Papa bangga. Mama dan Papa ser i ng
bi l ang sama om dan t ant e Edu: "wah Edu pi nt ar l oh, di a bi sa haf al semua cer i t a- cer i t a f i l m
t el evi si ". Kal au Edu haf al i kl an- i kl an di t el evi si Mama dan Papa j uga bangga, kat anya Edu
pi nt ar , t er us kal au Edu l agi meni r ukan i kl an t el evi si kat anya Edu l ucu dan menggemaskan.
Tapi kal au Edu nont on t el evi si t er us- t er usan, Mama dan Papa mar ah, kat anya Edu mal as.
Padahal kal au nggak nont on kan nggak bi sa haf al f i l m dan i kl an yang di t el evi si .
Aduuuuuuh Edu j adi bi ngung.
Sebagai or angt ua, per nahkah anda mengal ami si t uasi seper t i di at as? Kadang-kadang mar ah kar ena
anak meni r ukan adegan di t el evi si , t et api ser i ngkal i j uga memuj i dan bangga kal au anak haf al
dengan cer i t a-cer i t a at au i kl an-i kl an yang ada di t el evi si . Kal au di l i hat sepi nt as seper t i nya ada
st andar d ganda di si ni , wal aupun sebenar nya t i dak. Sebagai or angt ua ki t a sudah t ahu dengan past i
mana yang pant as dan mana yang t i dak, mana yang bai k dan mana yang bur uk, sehi ngga ki t a bi sa
menet apkan mana pr ogr am yang bol eh di t ont on dan di t i ru dan mana yang t i dak. Or angt ua j uga
t ahu kapan menont on t el evi si , kapan wakt u bel aj ar . Tet api apakah anak sudah t ahu dengan past i
mengenai hal bai k dan bur uk t er sebut , apakah anak sudah menget ahui pr ogr am t el evi si mana saj a
yang di per bol ehkan unt uk di t ont on dan apakah anak sudah menyadar i benar -benar mengenai
pembagi an wakt u? Anak mungki n bi ngung dan t i dak mengert i , di t ambah l agi kal au st andar d yang
di t et apkan ol eh or angt ua ber beda dengan yang di t et apkan ol eh pengasuh (t er masuk dal am
pengasuh adal ah sust er , kakek-nenek dan om-t ant e yang i kut sert a dal am pengasuhan sehar i -har i ).
Nah, per t anyaan ki t a kemudi an adal ah bagai mana or angt ua menyi kapi anak dal am menont on
t el evi si ?
Dar i mana Anak Meni r u Adegan Keker asan ?
Tel evi si , si kot ak aj ai b yang keber adaanya sudah menj adi bagi an dal am kehi dupan sehar i -har i ,
ser i ngkal i meni mbul kan kecemasan bagi or angt ua yang anaknya masi h keci l . Cemas kal au anak j adi
mal as bel aj ar kar ena kebanyakan nont on t el evi si , cemas kal au anak meni r u kat a-kat a dan adegan-
adegan t er t ent u, cemas mat a anak j adi r usak (mi nus), dan cemas anak menj adi l ebi h agr esi f kar ena
t er pengar uh banyaknya adegan keker asan di t el evi si . Namun demi ki an har us di akui bahwa
kebut uhan unt uk mendapat kan hi bur an, penget ahuan dan i nf or masi secar a mudah mel al ui t el evi si
j uga t i dak dapat di hi ndar kan. Tel evi si , sel ai n sel al u t er sedi a dan amat mudah di akses, j uga
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 45
menyuguhkan banyak sekal i pi l i han, ada seder et acar a dar i t i ap st asi un t el evi si , t i nggal bagai mana
pemi r sa memi l i h acar a yang di but uhkan, di sukai dan sesuai dengan sel er a. Sehi ngga wal aupun
semua or ang mungki n sudah t ahu akan dampak negat i f yang bi sa di t i mbul kannya, keber adaan
t el evi si t et ap saj a di pert ahankan.
Kecemasan or angt ua t er hadap dampak menont on t el evi si bagi anak-anak memang sangat ber al asan,
mengi ngat bahwa banyak penel i t i an menunj ukkan t el evi si memang memi l i ki banyak pengar uh bai k
negat i f maupun posi t i f . Mi sal nya penel i t i an yang di l akukan Li eber t dan Bar on, menunj ukkan hasi l :
anak yang menont on pr ogr am t el evi si yang menampi l kan adegan keker asan memi l i ki kei ngi nan l ebi h
unt uk ber buat keker asan t er hadap anak l ai n, di bandi ngkan dengan anak yang menont on progr am
net r al (t i dak mengandung unsur keker asan).
Dal am benak banyak or ang dewasa, f i l m-f i l m kar t un dan f i l m-f i l m r obot di anggap mer upakan f i l m
anak-anak dan cocok di konsumsi ol eh mer eka kar ena f or mat penyaj i annya di sesuai kan dengan
per kembangan anak-anak. Benar kah demi ki an? Jawabnya t i dak semua f i l m-f i l m t er sebut cocok
di konsumsi anak-anak. Cont ohnya Bar t Si mpson dan Cr ayon Si nchan yang cukup popul er di
Indonesi a, sebenar nya t i dak cocok unt uk anak-anak, kar ena ber cer i t a dal am bahasa yang kasar dan
t i ngkah l aku ur akan. Tet api di awal kemuncul annya, or angt ua membi ar kan kedua f i l m t er sebut
di t ont on ol eh anak-anak kar ena f or mat penyaj i an dan j am t ayangnya yang pas dengan wakt u anak
menont on t el evi si . Set el ah ber j al an beber apa l ama bar ul ah or angt ua menyadar i kal au t ont onan
t er sebut t i dak cocok dan r amai -ramai mengaj ukan pr ot es kepada st asi un t el evi si . Akhi r nya
kemudi an f i l m t er sebut di ber i ket er angan bukan unt uk konsumsi anak-anak.
Kal au mau l ebi h t el i t i , sebenar nya banyak f i l m "anak-anak" yang j ust r u menampi l kan adegan
keker asan dan kat a-kat a yang kasar (meski t i dak sekasar f i l m dewasa si h), wal aupun banyak j uga
t er dapat adegan-adegan kebai kan (kar ena bi asanya f i l m-f i l m t er sebut ber cer i t a t ent ang
per t ent angan ant ar a kebai kan dan kej ahat an). Cont oh f i l m-f i l m yang memi l i ki kedua unsur t er sebut
adal ah f i l m Popeye t he Sai l or Man, Bat man & Robi n, Power Puf f Gi r l s, Power Ranger dan Sar as 008.
Fi l m-f i l m i ni sangat popul er di dal am duni a anak-anak ki t a sehi ngga ser i ngkal i menj adi model yang
di t i r u ol eh anak-anak. Meski pun mengandung adegan keker asan, namun f i l m-f i l m i ni seper t i nya
t i dak meni mbul kan kecemasan bagi or angt ua, kar ena par a or angt ua sampai sekar ang mer asa aman
meni nggal kan anak-anak ket i ka menont on f i l m-f i l m i ni . Sement ar a i t u kal au ada f i l m dewasa, bai k
yang menampi l kan adegan keker asan maupun t i dak, anak-anak ser i ngkal i t i dak di per bol ehkan
menont on. Hal i ni sudah menunj ukkan st andar d ganda yang di ber i kan or angt ua kepada anak.
Adegan keker asan dal am f i l m dewasa t i dak bol eh di t ont on, t et api adegan keker asan dal am f i l m
anak-anak bol eh di t ont on, j adi keker asan bol eh at au t i dak? Lal u apakah t i dak ada kemungki nan
bahwa anak j ust r u dapat j uga meni r u adegan keker asan at au kat a-kat a kasar yang ada dal am f i l m-
f i l m t er sebut kar ena mer eka mel i hat bahwa or angt ua membi ar kan mer eka menont on f i l m t er sebut
dengan bebas?
Apa yang Sebai knya Di l akukan Or angt ua ?
Mengi ngat bahwa sangat l ah sul i t (bahkan t i dak mungki n) bagi or angt ua unt uk menj auhkan anak dar i
t el evi si , maka ada bai knya or angt ua mel akukan beber apa hal sebagai ber i kut :
Dampi ngi anak ket i ka menont on dan beri penj el asan
Sebenar nya dar i pada or angt ua t i ba-t i ba mengomel at aupun memuj i anak, hal per t ama yang
sebai knya di l akukan adal ah member i penger t i an dan mendampi ngi anak ket i ka menont on t el evi si .
Ji ka anak ber t anya j awabl ah per t anyaan t er sebut dengan r i nci dan sesuai dengan per kembangan
anak. Banyak hal yang bel um di ket ahui ol eh seor ang anak, ol eh kar ena i t u kal au t i dak ada yang
member i t ahu i a akan mencar i sendi r i dengan mencoba-coba dan meni r u dar i or ang dewasa. Apakah
hasi l per cobaan maupun peni r uannya benar at au sal ah, anak mungki n t i dak t ahu. Di si ni l ah t ugas
or angt ua unt uk sel al u member i penger t i an kepada anak, secar a konsi st en. Kebi ngungan anak
kar ena st andar ganda yang di t er apkan or angt ua j uga bi sa t er at asi kal au or angt ua member i
penj el asan kepada anak.
Buat j adwal kegi at an anak
Anak j uga per l u di aj ar kan bahwa ada wakt u t er sendi r i unt uk set i ap kegi at an-kegi at annya. At ur
wakt u yang j el as, kapan menont on t el evi si , kapan bel aj ar dan kapan ber mai n. Wal aupun anak
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 46
sudah r el aks dengan menont on t el evi si , anak t et ap but uh wakt u unt uk ber mai n. Tel evi si
mengkondi si kan anak menj adi pasi f , hanya mener i ma dan menyer ap i nf or masi dengan posi si t ubuh
yang j uga pasi f (cukup dengan duduk), kar ena i t u anak t et ap per l u wakt u unt uk ber mai n (t er ut ama
ber mai n dengan anak-anak l ai n) supaya mer eka t et ap akt i f dan mampu ber sosi al i sasi . Mer eka t et ap
but uh wakt u unt uk ber l ar i -l ar i an, mengobr ol dengan t eman-t eman dan ber mai n dengan mai nan.
Pengat ur an wakt u bi sa mengkondi si kan anak unt uk sel al u menont on t el evi si dengan di dampi ngi
or angt ua.
Sel eksi progr am t ayangan t el evi si yang cocok unt uk anak
Kal aupun t i dak sempat mendampi ngi anak, or angt ua sebai knya menyel eksi progr am t el evi si mana
yang benar -benar cocok unt uk anak. Sebel um anak di i j i nkan unt uk menont on pr ogr am t el evi si
t er t ent u, or angt ua sudah menget ahui pr ogr am t er sebut cocok at au t i dak unt uk anak, j adi or angt ua
sudah per nah t er l ebi h dul u menont on pr ogr am t er sebut dan mel akukan eval uasi . Jangan sampai
t er j adi l agi kasus Cr ayon Si nchan. Unt uk mel akukan hal i ni t ent u saj a di but uhkan kesabar an dan
pengor banan dar i or angt ua, unt uk sement ar a or angt ua har us mengor bankan kesenangannya sendi r i
menont on t el evi si demi mencar i -car i dan menyel eksi pr ogr am t el evi si yang cocok unt uk anak
t er ci nt a.
Bangun kerj asama dengan sel uruh anggot a keluarga
Bangunl ah ker j asama dengan sel ur uh anggot a kel uar ga, kar ena ker j a sama dar i sel ur uh anggot a
kel uar ga (t er masuk pengasuh) sangat di per l ukan. Past i kan bahwa sel ur uh kel uar ga memi l i ki
penger t i an yang sama mengenai anak dan masal ah t el evi si t er sebut . Ber i kan penger t i an kepada
anggot a kel uar ga bahwa bagai manapun j uga mer eka kadang-kadang har us mengor bankan
kesenangan mer eka demi kebai kan sang anak. Jangan sampai st andar d yang sudah di t er apkan
or angt ua t er hadap anak, t er nyat a t i dak di t er apkan ol eh anggot a kel uar ga l ai nnya ket i ka or angt ua
t i dak ada di t empat .
Konsi st en dalam bert i ndak
Or angt ua dan pengasuh per l u unt uk sel al u bert i ndak secar a konsi st en dan t i dak bosan-bosannya
dal am member i kan penger t i an kepada anak, sehi ngga anak t ahu dengan j el as mana yang bol eh
mana yang t i dak, mana yang bai k dan mana yang bur uk.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 47
22. Menyi asat i Anak Sul i t Makan
Ibu : "A l agi ya, sat u l agi aaanya, yah sat u l agi yah"
Anak : "Nggak mau, udah kenyang"
Ibu :"Sat u l agi deh, abi s i t u udahan deh makannya. Ti nggal sedi ki t ni h, t uh l i hat di pi r i ngnya,
t i nggal sedi ki t kan. Sat u l agi yaaaaa"
Anak : "Nggak mau ah, udah kenyaaaaaaaaaaaang"
Bagi sebagi an i bu, di al og di at as mungki n t er dengar sangat f ami l i ar di t el i nga ket i ka j am makan
anak-anak t el ah t i ba. Member i makan kepada anak-anak bal i t a t er kadang memang menyul i t kan.
Anak t i dak sel al u menyukai apa yang di ber i kan kepada mer eka. Mer eka cender ung l ebi h menyukai
makanan r i ngan ber upa makanan yang mani s (seper t i per men, bi skui t ), makanan j unk f ood
(bi asanya dal am bent uk makan si ap saj i seper t i hambur ger , f r i ed chi cken, f r ench f r i es), dan
makanan yang t ast y (mi sal nya chi ky, cheet os) di bandi ngkan makanan ut ama yang ber upa nasi dan
l auk pauknya.
Menghadapi si t uasi di at as or angt ua bi asanya menggunakan ber bagai car a unt uk membuat agar
anaknya mau makan, bahkan ser i ngkal i sampai mer asa per l u unt uk memaksa anak, apal agi or angt ua
dar i anak-anak yang ber t ubuh mungi l . Or angt ua mungki n ber anggapan bahwa t ubuh mungi l nya i t u
t er bent uk kar ena anaknya kur ang makan dan gi zi . Nah, gi mana car anya menyi asat i agar anak mau
makan makanan yang di sedi akan ol eh or angt ua?
Komponen Ut ama Sumber Energi
Unt uk per kembangan t ubuh dan ener gi anak membut uhkan sej uml ah kal or i . Kebut uhan kal or i i ni
di penuhi dar i nut r i si , yai t u pr ot ei n, kar bohi dr at dan l emak. Pr ot ei n ber guna unt uk membent uk
st r ukt ur sel -sel t ubuh. Pr ot ei n banyak t er kandung dal am makanan yang t er buat dar i t umbuhan
maupun hewan, cont ohnya i kan, susu, kej u, kacang dan t epung. Kar bohi dr at ber guna sebagai ener gi
yang di per l ukan unt uk ber akt i vi t as dan pr oses-pr oses pent i ng yang t er j adi di dal am t ubuh.
Kar bohi dr at t er kandung dal am gandum, kacang-kacangan, kent ang, ber as, buah-buahan, gul a dan
madu. Lemak j uga ber guna sebagai sumber ener gi . Lemak banyak t er kandung dal am susu, kacang-
kacangan, ment ega dan mi nyak.
Sel ai n membut uhkan nut r i si , t ubuh j uga membut uhkan vi t ami n, mi ner al dan ser at . Vi t ami n, mi ner al
dan ser at pent i ng unt uk menj aga kesehat an t ubuh. Semua makanan pada umumnya mengandung
set i daknya sat u unsur nut r i si yang di but uhkan dan dapat j uga mengandung vi t ami n, mi ner al dan
ser at . Unsur -unsur i ni l ah yang ser i ngkal i di sebut dengan i st i l ah Gi zi (nut r i si , vi t ami n, mi ner al dan
ser at ).
Bagai mana dengan makanan si ap saj i at au j unk f ood? Junk f ood yang di sukai anak-anak sebenar nya
bukanl ah makanan yang t i dak ada f aedahnya sama sekal i . Cont ohnya hambur ger , mengandung
pr ot ei n dan l emak, sumber zat besi dan vi t ami n B yang bai k buat anak. Namun per l u di i ngat bahwa
l emak dan pr ot ei n yang t er kandung dal am hambur ger mel ebi hi j uml ah yang di but uhkan ol eh t ubuh.
Ol eh kar ena i t u j i ka anak menyukai j unk f ood, t i dak ada sal ahnya sekal i -kal i di ber i kan, namun
sangat di anj ur kan unt uk t i dak mengkonsumsi nya secar a ber l ebi han. Ji ka hal i t u sampai t er j adi
maka akan ber pengar uh kur ang bai k bagi kesehat an karena asupan gi zi yang di per ol eh t i dak
sei mbang, dan j uga memi cu t er j adi nya obesi t as/ kegemukan.
Mengapa Anak Menol ak Makan?
Papal i a (1995), sal ah seor ang ahl i per kembangan manusi a, mengungkapkan bahwa pada usi a 0-3
t ahun per kembangan f i si k dan ot ak anak ber l angsung pal i ng pesat / gr owt h spurt , kar ena i t u t ubuh
membut uhkan gi zi yang banyak, sehi ngga bi asanya anak memi l i ki naf su makan yang bai k. Set el ah
usi a 3 t ahun, per kembangan t ubuh t i dak l agi sepesat sebel umnya, kebut uhan t ubuh akan makanan
menur un dan bi asanya di i kut i naf su makan anak yang j uga menur un. Ol eh kar ena i t u di but uhkan
kr eat i vi t as dar i or angt ua agar anak j angan sampai kekur angan gi zi aki bat t i dak mau makan.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 48
Il l i ngwor t h (1991), seor ang ahl i kesehat an anak, mengut ar akan beber apa hal -hal yang menur ut
pengamat annya dapat menj adi penyebab anak t i dak mau makan:
• Memakan kudapan di ant ar a j am makan, aki bat nya t ubuh masi h ber kecukupan dengan
nut r i si yang ber asal dar i kudapan t er sebut , sehi ngga anak t i dak mer asa l apar
• Per kembangan ego sang anak; anak menol ak makan sebagai mani f est asi dar i per kembangan
si kap mandi r i . Anak mer asa sebagai i ndi vi du yang t er pi sah dar i or angt ua, sehi ngga menol ak
bent uk domi nasi or angt ua
• Anak i ngi n mencoba kemampuan yang bar u di mi l i ki nya yai t u mencoba makan sendi r i t et api
or angt ua mel ar angnya mel akukan hal t er sebut
• Menu t i dak ber var i asi sehi ngga anak mer asa bosan dengan makanan yang t er hi dang at au
bent uk makanan t i dak menar i k
• Anak sedang mer asa t i dak bahagi a, sedi h, depressi at au mer asa t i dak aman/ nyaman
• Anak sedang saki t
Sement ar a i t u, bent uk penol akan yang di l akukan anak dapat ber upa:
• Memunt ahkan makanan
• Makan ber l ama-l ama dan memai nkan makanan. Pada t ahapan usi a 9 bul an-2, 5 t ahun
memang masi h mer upakan suat u hal yang waj ar j i ka anak makan ber l ama-l ama kar ena i a
bel um mengenal konsep wakt u. Namun j i ka anak t el ah ber umur l ebi h dar i usi a t er sebut ,
t et api masi h makan ber l ama-l ama dan memai nkan makanannya maka hal t er sebut t i dak l agi
dapat di sebut waj ar / nor mal t et api mer upakan suat u cara anak unt uk menar i k per hat i an
dan menent ang domi nasi or angt ua.
• Sama sekal i t i dak mau makan
• Menumpahkan makanan
• Menepi s suapan dar i or angt ua
Ti ndakan Keli r u yang Seri ngkal i Di l akukan Orangt ua
Beber apa t i ndakan yang sebenar nya kel i r u yang ser i ngkal i di l akukan or angt ua dal am menghadapi
si t uasi di at as mi sal nya:
• Membuj uk. Mi sal nya dengan kat a-kat a: "makan sayur bayamnya ya, bi ar kuat sepert i
popeye", "kal au makannya habi s nant i mama bi l ang sama papa kal au anak mama dan papa
pi nt ar l oh", dl l .
• Mengal i hkan per hat i an, mi sal nya: anak di suapi makan sambi l menont on f i l m at au sambi l
ber mai n-mai n
• Member i j anj i , mi sal nya: "kal au makannya habi s, nant i mama bel i kan i ce cr eam"
• Mengancam, mi sal nya: kal au makannya t i dak habi s, nant i kal au ke dokt er di sunt i k l oh"
• Memaksa, mi sal nya anak di paksa membuka mul ut l al u di j ej al i makanan
• Menghukum, mi sal nya anak yang t i dak mau makan l angsung di pukul at au di per i nt ahkan
masuk kamar
• Membol ehkan anak unt uk memi l i h menu makanan yang di i ngi ni nya. Dal am hal i ni or angt ua
bi asanya akan l angsung menggant i menu j i ka anak mengat akan bahwa i a t i dak menyukai
menu yang di hi dangkan.
Ti ndakan yang Sebai knya Di l akukan Orangt ua
Dengan menget ahui bahwa naf su makan anak di ger akkan ol eh j uml ah makanan yang di but uhkan
t ubuh, or angt ua sehar usnya menj aga naf su makan anak dan memast i kan bahwa anak mendapat kan
kebut uhan t ubuhnya. Par a ahl i psi kol ogi anak sama sekal i t i dak menyar ankan anak di paksa unt uk
makan apapun penyebabnya, kar ena semaki n di paksa anak akan semaki n member ont ak.
Lal u apa t i ndakan yang sebai knya di l akukan ol eh or angt ua unt uk membuat anak mau makan dan
t i dak kekur angan sumber ener gi yang di but uhkan t ubuhnya? Ber i kut i ni beber apa sar an yang dapat
anda l akukan j i ka menghadapi anak yang sul i t makan:
§ Kur angi kudapan at au t i dak memberi kan kudapan sama sekal i di ant ara j am makan.
Ter masuk di si ni adal ah pember i an susu kepada anak. Bagi anak yang memi l i ki naf su makan
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 49
sangat bai k, pember i an kudapan maupun susu di ant ar a j am makan masi h di per bol ehkan, t et api
har us di l akukan dengan j adwal t et ap dan dosi st epat sehi ngga t i dak t er j adi obesi t as.
§ Menghi dangkan menu yang bervari asi . Sama seper t i orang dewasa, j i ka hampi r set i ap har i
di ber i kan menu yang sama, maka anak akan bosan (meski pun menu yang di ber i kan mer upakan
menu f avor i t anak t er sebut ). Ol eh kar ena i t u, or angt ua har us j el i dan pi nt ar unt uk member i kan
menu yang ber var i asi kepada anak. Mi sal nya: j i ka anak sudah ser i ng di ber i i kan cobal ah
menggant i i kan dengan ayam at au dagi ng at au dapat pul a di gant i car a memasaknya.
§ Mempercant i k t ampi l an makanan. Cont ohnya, dal am sebuah i kl an di TV, ada or angt ua yang
menghi dangkan nasi gor eng dengan di ber i gambar waj ah, mat a yang t er buat dar i t omat , bi bi r
dar i sosi s, dan hi dung dar i ket i mun. Penampi l an nasi goreng yang seper t i i ni akan l ebi h menar i k
per hat i an bagi anak dari pada nasi gor eng yang t er hi dang begi t u saj a di pi r i ng t anpa hi asan.
§ Saat anak sedang merasa sedi h, cobalah unt uk t erl ebi h dahul u membuat perasaan anak
l ebi h bai k dengan menunj ukkan kasi h sayang dan mencoba mengert i penyebab mengapa
anak merasa sedi h. Cont oh: anak sedi h kar ena kemat i an anj i ng yang di sayangi nya, maka bi sa
di hi bur dengan mengat akan bahwa "anj i ngnya sekar ang sudah sembuh, t i dak akan per nah saki t
l agi di t empat yang bar u".
§ Bi arkan anak makan sendi ri . Jangan t akut dengan kekot or an yang di sebabkan anak makan
sendi r i , kar ena yang pent i ng di si ni adal ah anak mer asa mampu, di per caya ol eh or angt ua,
semaki n mandi r i dan kemampuan mot or i knya j uga akan t er l at i h dan ber kembang bai k.
§ Jangan memburu-bur u anak agar makan dengan cepat . Anak yang makannya ber l ama-l ama,
t i dak per l u di bur u-bur u. Ji ka semua sudah sel esai makan, mej a sudah di ber si hkan dan anak
masi h ber mai n dengan makanannya, maka sebai knya makanannya di si ngki r kan. Anak mungki n
akan mer asa mar ah, j i ka hal i ni t erj adi or angt ua t i dak per l u ber debat at aupun memarahi anak,
ber i kan per panj angan wakt u yang cukup, j i ka per panj angan wakt u sudah sel esai maka makanan
benar -benar di t ar i k dan t i dak di ber i kan per panj angan wakt u l agi . Dengan demi ki an anak akan
mengert i ada wakt u unt uk makan.
§ Ti dak perl u set i ap kal i mengi kut i kei ngi nan anak dengan menggant i menu sesuai
kei ngi nanya, karena mungki n saj a ket i daksukaannya di sebabkan kei ngi nan menent ang
domi nasi orangt ua. Sebai knya t anamkan kesadar an pada anak bahwa makan adal ah t ugasnya,
dengan t i dak memuj i j i ka makanan di habi skan, dan j uga t i dak memar ahi , mengancam,
membuj uk, menghukum, at au member i l abel anak sebagai anak nakal j i ka makanannya t i dak
di habi skan/ t i dak mau makan.
§ Ji ka anak t i dak mau makan dan si anak berada dal am keadaan sehat , t i dak apa-apa,
si ngki r kan saj a makanan dari mej a makan, dan anak t i dak perl u di ber i kan kudapan apapun
di ant ara wakt u makan ut amanya. Dengan demi ki an, ket i ka t i ba wakt u makan sel anj ut nya
anak akan mer asa l apar (bukan kel apar an) dan i a past i akan makan apapun yang di hi dangkan.
§ Ti dak perl u memberi kan porsi yang banyak kepada anak, sehi ngga sul i t di habi skan. Lebi h
bai k member i kan por si yang sedang, j i ka anak mer asa kur ang, i a bol eh mi nt a t ambah.
§ Beri kan makanan secar a bert ahap sesuai j eni s dan kandungan gi zi sat u per sat u, mul ai dar i
yang mengandung banyak zat besi dan prot ei n (mi sal nya dagi ng), sampai t er akhi r j eni s yang
kur ang pent i ng (mi sal nya pudi ng sebagai penut up mul ut ). Ji ka anak mer asa sudah kenyang
sebel um sampai pada makanan t ahap ber i kut nya, or angt ua t i dak per l u l agi memaksa anak unt uk
makan
Reaksi or angt ua akan menent ukan ar ah dan pr oses pembel aj ar an anak t er hadap ber bagai hal
sampai mer eka menemukan kesadar an dan t anggungj awab secar a i nt er nal . Ji ka r eaksi or angt ua
menguat kan per i l aku sul i t makan, maka yang t er j adi kemudi an adal ah anak menj adi sul i t makan.
sebal i knya j i ka r eaksi or angt ua menguat kan per i l aku mudah makan, maka anak mudah makan. Sat u
hal yang sebai knya di i ngat or angt ua adal ah t i dak mudah unt uk sel al u mer espon per i l aku anak
secar a t epat . Tul i san i ni mungki n dapat menj adi suat u i nf or masi yang ber guna bagi anda par a
or angt ua yang pedul i t er hadap kesej aht er aan anaknya. Sel amat mencoba.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 50
23. Dipaksa Makan, Anak Bisa Trauma
Selera makan pada anak sebenarnya sama dengan orang dewasa. Kadang turun, kadang naik. Hati-
hati, memaksa anak menghabiskan makanannya saat sedang tak berselera. Bisa-bisa anak menjadi
semakin trauma dan semakin sulit makan.
Zyfa (4 tahun) sangat sulit makan. Setiap kali melihat ibunya membawa mangkok dan sendok, ia
sudah menangis menjerit-jerit. Nggak mau, nggak mau makan teriaknya. Sang Ibu bingung
menghadapi keadaan ini. Apalagi, Zyfa sulit minum susu. Badan Zyfa juga kurus. Zyfa hanya mau
makan-makanan kesukaannya saja, yaitu ceplok telor dan kerupuk.
Trauma karena terpaksa
Menurut Fitriani, Psi, MPsi, Direktur Lentera Insan-Child Development Education Center, pemaksaan
makan di masa balita akan berakibat tidak baik bagi perkembangan anak. Anak akan mengalami
ketakutan yang sangat tinggi dalam proses pemaksaan makan. Apalagi bila sampai dijejalkan sendok,
dicekokin, atau ditakut-takuti hantu dan sebagainya. Ketakutan itu bisa menimbulkan trauma, tegas
psikolog yang hobi menganalisa dan membaca sunatullah ini.
Anak yang trauma terhadap makanan dan hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan makan justru
akan lebih sulit makan karena ia cenderung menghindari penyebab trauma yang dihadapinya.
Repotnya, trauma ini bisa berlanjut sampai dewasa. Bahkan juga bisa memunculkan perilaku jijik atau
tidak suka pada jenis-jenis makanan tertentu.
Asosiasi yang bikin jijik
Penyebab lain trauma makan adalah karena anak mengasosiasikannya dengan hal lain yang
menyebabkannya tidak suka makanan tertentu. Misalnya, seorang anak muntah dan merasakan tidak
enaknya muntah. Anak melihat bentuk muntahnya sama seperti bubur. Atau, saat sedang batuk pilek,
ia melihat bentuk ingusnya seperti jus alpukat. Bisa jadi, kedua anak itu mengasosiasikan muntah
dengan bubur atau ingus dengan jus alpukat. Penginderaan anak tentang lunak menghubungkan
makanan lunak dengan benda yang membuatnya jijik. Akibatnya, saat ditawarkan bubur atau jus
alpukat anak langsung menolak.
Selain berbentuk benda, trauma juga dapat terjadi bila saat ia sedang makan dengan nasi dan telur
dadar, misalnya, sang ayah memarahinya. Sebenarnya penyebab kemarahan sang ayah bukan karena
anak makan nasi dan telur dadar. Namun, anak bisa mengasosiakan nasi dan telor dadar sebagai
penyebab kemarahan ayah. Akbatnya, anak trauma memakan nasi dan telor dadar karena takut sang
ayah akan memarahinya lagi. Setiap kali makan telor, anak akan teringat pada peristiwa yang
membuatnya merasa tidak anak
Balita masa kritis
Menurut Fitriani, saat anak berusia 2-5 tahun, adalah masa yang rawan bagi anak. Pada masa itu anak
sedang sulit-sulitnya makan. Artinya, bila anak sulit makan pada usia itu sebenarnya masih bisa
dikategorikan wajar. Namun, tentu saja orangtua tidak boleh berdiam diri saat anak tidak mau makan.
Karena kalau ditolerir anak akan semakin kurus, kurang gizi dan semakin tidak bergairah untuk
melakukan aktifitas. Bila keadaan itu berlanjut, anak bisa malas-malas terus karena fisiknya tidak
sehat, urai Ibu dari tiga anak ini menjelaskan.
Untuk mengatasi keadaan seperti itu, maka orangtua perlu membujuk dengan berbagai cara dengan
membuat suasana makan jadi menyenangkan. Luangkan waktu untuk menyusun menu dan mengajak
anak untuk melihat-lihat gambar dalam buku resep. Pada saat-saat tertentu, buatkanlah menu-menu
kesukaan anak. Namun, jangan hanya menuruti keinginan anak saja hingga gizinya tidak berimbang
karena tidak bervariasi. Pada masa kritis ini, yang perlu dihindari orangtua adalah menjaga jangan
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 51
sampai kehilangan kesabaran dengan memarahi atau melakukan tindakan fisik kepada anak.
Bila berbagai upaya telah dilakukan, namun anak belum juga mau makan. Apalagi bila berat
badannya di bawah normal, maka sebaiknya anak dibawa ke dokter spesialis anak, spesialis gizi atau
spesialis pencernaan anak. Dokter perlu melakukan pemeriksaan apakah anak tidak mau makan
karena ada enzim-enzim yang belum bekerja atau sedang menderita sakit infeksi tertentu. Apabila
setelah dilakukan pemeriksaan ternyata tidak ada masalah, barulah kemungkinan adanya trauma
makan pada anak dapat disimpulkan.
Namun, menurut Fitriani, adanya peristiwa trautamis karena makanan pada anak sebenarnya sangat
jarang. Cara lain yang dapat membuat anak senang makan adalah dengan memberikan kesibukan yang
cukup banyak menghabiskan energi. Misalnya, dengan memasukkan anak ke klub renang atau klub
olahraga lainnya. Dengan mengajak anak berolahraga, anak dibuat lapar. Sehingga, kebutuhannya
untuk makan menjadi meningkat.
Makan dengan bahagia
Langkah terbaik untuk mencegah trauma tidak mau makan adalah dengan pengetahuan, sikap dan
perilaku yang benar tentang pemberian makanan pada bayi. Orangtua perlu belajar tahapan pemberian
makan yang benar. Belum saatnya anak makan nasi, sudah diberi nasi. Atau, sebaliknya yang
harusnya sudah bisa makan nasi, masih diberi bubur atau makanan yang masih diblender. Akhirnya
sama nasi trauma.
Selain jenis dan bentuk makanannya, pemberian makanan tidak menggunakan cara-cara yang sangat
negatif, agresif, atau penyiksaan. Bila ibu atau pengasuh sering marah-marah sambil menyuapi anak,
maka anak akan mengidentikkan acara makan dengan kegiatan yang tidak menyenangkan.
Sebagaimana prinsip dalam TK bermain sambil belajar yang membuat suasana menyenangkan
dalam belajar, maka suasana yang menyenangkan juga perlu diciptakan dalam suasana makan.
Namun, perlu diingat juga bahwa dalam mengajarkan perilaku ini orangtua tidak boleh melupakan
adab-adab makan, seperti membaca doa, mengambil dengan tangan kanan, duduk. Jangan biasakan
makan sambil jalan-jalan karena tidak sesuai dengan akhlak islami, tutur Fitriani, Master Psikologi
Perkembangan ini.
Menciptakan suasana nyaman saat makan bukan berarti mengalokasikan waktu berjam-jam untuk
makan. Orangtua tetap perlu mengingatkan anak bila ia melanggar aturan. Maaf, makannya tidak
sambil lari-lari. Maaf, makannya pakai tangan kana, dan seterusnya. Terakhir, jangan lupa berikan
penghargaan setelah anak selesai menghabiskan makanannya. Ibu senang karena Zyfa pintar
makannya. Insya Allah badan Zyfa akan sehat dengan makan-makanan yang sehat dan bergizi. Antara
memberikan kenyamanan dan kedisiplinan harus pas takarannya, agar makan menjadi menyenangkan
namun tetap menegakkan disiplin agar dilakukan sesuai dengan akhlaq islami.
Meningkatkan Selera Makan
Beberapa tips berikut adalah cara untuk membangkitkan selera makan anak. Bila seleranya
meningkat, maka orangtua tak perlu memaksa anak untuk makan.
1.Biasakanlah untuk memberi makan anak secara teratur.
Sehingga, setiap tiba jam makan sudah terbentuk refleks makan pada anak yang dapat mengeluarkan
air liur dan getah lambung yang sangat berguna bagi proses pencernaan yang sempurna. Keteraturan
juga membuat perut anak lapar karena berselang 3-4 jam anak tidak makan apa-apa.
2.Variasikan menu makanan dan aturlah suasana makan yang menyenangkan.
3.Jangan berikan camilan yang manis-manis, seperti permen atau coklat diantara jam-jam makan.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 52
Makanan tersebut dapat menurunkan rangsangan pada pusat makan di otak. Akibatnya, selera makan
anak jadi turun.
4.Jangan memarahi, membentak, apalagi sampai memukul anak gara-gara tidak mau makan.
Jelaskan konsekuensi yang akan terjadi bila tidak mau makan. Atau hanya mau makan makanan
tertentu saja.
5.Bila selera anak tidak bangkit juga, maka bawalah ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pastikan tidak ada penyakit infeksi atau gangguan lainnya yang sedang dialami anak.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 53
24. Makanan Selingan Balita
ANAK pada usia balit a j uga membut uhkan gizi seimbang yait u makanan yang
mengandung zat - zat gizi yang dibut uhkan oleh t ubuh sesuai umur. Makanan seimbang
pada usia ini perlu dit erapkan karena akan mempengaruhi kuali t as pada usia dewasa
sampai lanj ut .
Gi zi makanan sangat mempengar uhi pert umbuhan t ermasuk pert umbuhan sel ot ak
sehi ngga dapat t umbuh opt imal dan cer das, unt uk ini makanan perlu diperhat ikan
keseimbangan gizinya sej ak j anin mel alui makanan ibu hamil. Pert um- buhan sel ot ak
akan berhent i pada usia 3- 4 t ahun.
Pemberian makanan balit a sebaiknya beraneka ragam, menggunakan makanan yang
t elah dikenalkan sej ak bayi usia enam bulan yang t elah dit erima oleh bayi, dan
dikembangkan lagi dengan bahan makanan sesuai makanan keluarga.
Pembent ukan pola makan perlu dit er apkan sesuai pola makan keluar ga. Peranan
orangt ua sangat dibut uhkan unt uk membent uk peril aku makan yang sehat . Seorang ibu
dalam hal ini harus menget ahui , mau, dan mampu menerapkan makan yang seimbang
at au sehat dalam keluarga karena anak akan meniru peril aku makan dari orangt ua dan
orang- orang di sekelilingnya dalam keluar ga.
Makanan selingan t i dak kalah pent ingnya yang diberikan pada j am di ant ara makan
pokoknya. Makanan selingan dapat membant u j ika anak t i dak cukup menerima porsi
makan karena anak susah makan. Namun, pemberi an yang berlebihan pada makanan
seli ngan pun t i dak baik karena akan mengganggu naf su makannya.
Jenis makanan selingan yang baik adalah yang mengandung zat gizi lengkap yait u
sumber karbohidrat , prot ein, vit amin dan mineral, sepert i arem- arem nasi isi daging
sayuran, t ahu isi daging sayuran, rot i isi ragout ayam sayuran, piza, dan lain- lain
Fungsi mak anan sel i ngan adal ah
1) . Memperkenalkan aneka j enis bahan makanan yang t erdapat dalam bahan makanan
selingan.
2) . Melengkapi zat - zat gizi yang mungkin kurang dalam makanan ut amanya ( pagi, siang
dan malam) .
3) . Mengi si kekurangan kalori aki bat banyaknya akt ivit as anak pada usia balit a.
Makanan selingan yang baik dibuat sendiri di rumah sehingga sangat higienis
dibandingkan j ika dibeli di luar rumah.
Bila t erpaksa membeli , sebaiknya dipili h t empat yang bersih dan dipilih yang lengkap
gizi, j angan hanya sumber karbohidrat saj a sepert i hanya mengandung gul a saj a.
Makanan ini j ika diberikan t erus- menerus sangat berbahaya. Jika sej ak kecil hanya
senang yang manis- manis saj a maka kebi asaan ini akan dibawa sampai dewasa dan
ri siko mendapat kegemukan menj adi meningkat . Kegemukan merupakan fakt or risi ko
pada usia yang relat if muda dapat t erserang penyakit t ert ent u.
Cake Wortel Keju
Unt uk : 20 buah
1 buah : 176 kalori
Bahan:
* 150 gr margarin
* 180 gr t epung t eri g* * 200 gr gula pasi r
* 10 bt r kuning t elur
* 6 bt r put ih t elur
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 54
* 100 gr wort el parut
* 100 gr kej u parut
* 1 bks kaldu inst an
Car a Membuat :
1. Mixer gula dan margarin hingga kent al, masukkan kuning t elur, mixer hingga rat a,
masukkan t epung t erigu, kaldu inst an, dan kej u, aduk rat a.
2. Sement ara it u kocok put ih t elur hingga kaku, campur dengan adonan di at as, aduk
rat a.
3. Masukkan wort el parut , si apkan 9 buah cet akan bent uk ikan yang t elah diolesi
margar in, t uang adonan ke dalam masing-masing cet akan dan panggang dalam
t emperat ur 180 deraj at Celcius sel ama 30 menit , angkat .
4. Hidangkan.
Nugget Ikan
Unt uk : 10 porsi
1 porsi : 127 kal ori
Bahan:
* 250 gr ikan kakap
* 2 lbr rot i t awar
* 2 bt r t elur ayam
* Garam secukupnya
* Sedikit pala
* Sedikit t hyme ( j ika suka)
* 2 bt r put ih t elur
* Tepung panir
* Minyak unt uk menggoreng
Car a membuat :
1. Blender ikan, rot i t awar dan t elur, angkat .
2. Masukkan semua bumbu, aduk rat a.
3. Ambil loyang, minyaki t erlebih dulu, alasi dengan kert as rot i lalu t uang adonan dan
kukus selama lebih kur ang 30 menit , angkat .
4. Set elah dingin dipot ong- pot ong sepert i bent uk j ari at au bent uk binat ang (sesuai
sel era) kemudi an dipani r lalu celup ke put ih t elur dan dipani r lagi, set elah it u goreng
dalam minyak panas sampai berwarna kecoklat an, angkat .
5. Hidangkan.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 55
25. Menambah Nafsu Makan Pada Balita/Anak
Nafsu makan anak- anak berkurang disebabkan oleh beberapa hal :
1. Kur angnya vari asi makanan yang diol ah.
Hal ini bisa dit anggulangi dengan:
§ mencoba dengan bahan yang sama t et api dengan resep yang berbeda, misalnya
j agung sel ain dibuat sop, bisa j uga dimasak unt uk dadar j agung, at au makanan
selingan sepert i kue j agung, j enang j agung dan lain sebagainya.
§ Menambah makanan selingan dengan bahan yang bergizi diant ara makanan ut ama
mi salnya dari ket el a pohon direbus kemudi an dihaluskan,kemudian dikepal, di
dalamnya diberi gula merah, dicelupkan dalam adukan 1 but ir t elor lalu digoreng,
at au wort el (t ambahkan daging bila ada) dicincang, t umis dengan bawang put ih dan
daun bawang, masukkan bihun yang sudah dit iri skan t ambahkan kecap sedikit , gul a
dan garam secukupnya.
§ Tet ap diusahakan agar anak selalu makan (makanan ut ama) 3 kali sehari agar nut risi
yang masuk dalam t ubuh anak t erj aga, perlu diberit ahukan pada pembant u rumah
t angga yang menyuapi si anak agar sabar dan t elat en.
§ Menambah mult i vit amin yang sesuai dengan kondisi dan umur anak misalnya selain
ASI dit ambah dengan susu yang dibut uhkan t ubuh si anak ( bisa mel alui konsult asi
gizi dengan dokt er si anak) .
2. Masa peralihan pemberi an makanan lunak ke padat (umur 2 t ahun keat as) .
Hal ini bisa diat asi dengan ramuan:
§ sesendok makan air j eruk nipi s diberi gula secukupnya, diminum 2x sehari sesudah
makan.
§ Sehel ai daun pepaya segar dicuci lalu dilumat kan dengan sedikit garam dan diberi air
mat ang sedikit demi sedikit kira- kira 1/ 4 gelas , peras airnya kemudian diminum
sekaligus.
3. Sakit perut semacam sakit perut biasa, mencret / diare, cacingan, dll .
CACI NGAN:
250 g ment imun dan 500 g t ahu di buat sop.
Segenggam daun pare segar diseduh dengan 1/ 4 gelas air lalu disaring dan diberi 1
sendok t eh madu kemudian diminum sebelum sarapan.
5 wort el yang sudah dikeringkan dit umbuk/ parut sampai menj adi bubuk, seduh dengan
air secukupnya, minum 2x sehari, 5 g set iap kali minum.
Bila cacingan kremi: 3 siung bawang put ih dikupas, dicuci, kunyah sampai halus, t elan
dan minum air hangat , lakukan 1- 2x sehari at au dengan resep : 1/ 4 kelapa hij au dan 1
wort el diparut , campur kedua bahan ini dengan bahan segelas air , peras dan saring, dan
diminum malam hari sebelum t i dur .
Bil a cacingan gel ang : 60 g j ahe segar dicuci lal u dilumat kan dan diberi segelas ai r, lalu
disaring dan diberi 1 sendok makan madu, dan diminum 3x sehari at au dengan resep :
2 sendok bij i pepaya dilumat kan lalu diseduh dengan 1/ 2 gelas air panas, lalu
dit ambahkan 1 sendok makan madu dan diminum selagi hangat 1x sehari .
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 56
26. Muntah Setiap Kali Makan
Tak perlu khawat i r dan j angan dipaksakan, karena nant i ia t rauma.
Mungkin ibu-ibu pernah mengalami kesulit an dalam memberi kan makanan pada si bayi.
I a mengeluarkan makanan yang diberikan kepadanya alias memunt ahkannya lagi . Ada
yang bermasal ahnya kala mulai pemberian makanan semi padat , semisal j us buah,
bubur susu, at au biskuit . Tapi ada j uga yang masalahnya muncul ket i ka mulai
pemberian makanan padat , sepert i nasi t im. "Sebenarnya, masal ah ini t ak perlu t erlalu
dikhawat i rkan. Hanya saj a orang t ua harus t ahu apa yang j adi penyebabnya dan
kemudi an seger a mengat asinya," kat a dr . Ki shor e R.J
Bila makanan t ersebut baru dimasukkan sudah dikeluarkan at au dimunt ahkan lagi,
mungkin masalahnya ada di sekit ar mulut . "Bisa karena proses menel annya belum
bagus at au bayinya t ak suka dengan makanan t ersebut ." Bila demikian, t ak perlu
khawat ir, karena biasanya t ak berlangsung lama, hanya pada awal- awal perkenalan
makanan semi padat dan padat saj a. Namun bil a dikeluarkan at au dimunt ahkannya
set elah beberapa lama makanan t ersebut masuk ke lambung, misal , set el ah set engah
j am, berart i ada kemungkinan gangguan di pencernaannya.
REFLEKS MENELAN BELUM BAGUS
Bila karena refleks menel annya memang belum bagus, t erang Kishore lebih lanj ut ,
ket i ka makanan dit aruh di bagian depan lidahnya, si bayi berusaha menel annya dengan
menj ulurkan lidahnya. Namun bukannya bisa masuk, mal ah makanannya j adi keluar
lagi . Sepert i halnya bayi mau belaj ar merangkak, kadang j alannya bukannya maj u
mal ah mundur karena koordinasi mot oriknya belum bagus. Sement ara kalau dia
mengisap ASI , t ak j adi masal ah, karena put i ng ada di belakang li dahnya. "Tent unya t ak
mungkin kit a t aruh makanan di bel akang lidahnya, bukan?"
Adakal anya bayi merasa kesal karena t ak bisa menel annya hingga ia pun menangis.
"Seringkali bila hal ini t erj adi, pengasuh at au orang t ua mal ah memaksakan
pemberiannya. Misal, dengan menaruh si bayi di posisi mendat ar, lalu mencekoki
makanannya. Ot omat is bayi akan membat ukkannya hingga t erj adi munt ah. Perist iwa ini
berbahaya sekali, karena saat it u makanan bisa masuk ke salur an napas dan
menyumbat nya hingga berakibat fat al."
Refl eks menel an ini , papar Kishore, akan membaik dengan sendirinya. Tergant ung
kemampuan masing-masing bayi dalam menel an. Umumnya di at as usia 6 bulan.
Jika refleks menelannya belum baik dan bayi bel um bisa menel an makanan padat , kit a
bisa mengat asinya dengan mengencerkan lagi makanannya hingga mudah baginya
unt uk menel an. Misal, bubur susunya sedikit diencerkan lagi . Kalau sudah makan nasi
t im, maka diblender lagi. Tent unya dengan menggunakan blender khusus unt uk
makanan bayi , bukan unt uk cabai at au bumbu. "Lakukan secara bert ahap. Misal,
awalnya diblendernya selama 2 menit dan dil akukan selama 2 minggu. Set elah it u,
diblendernya hanya 1 menit . Jadi, makin lama makin sebent ar memblendernya." Hingga,
makanan yang awalnya cair, sepert i j us, lama-lama j adi agak kasar dan makin padat .
Dengan demikian si bayi lambat laun j adi t erlat i h. Diharapkan di usia set ahun dia bisa
makan nasi lembek.
TAK KENAL DENGAN MAKANANNYA
Jika bayi t ak kenal at au t ak suka dengan makanannya, baik yang semi padat at aupun
padat , t ent u akan dit olaknya. "Selama ini makanan yang dit erima bayi sel alu dalam
bent uk cair . Sement ara kini dia mulai mendapat kan makanan yang agak kent al , semisal
bubur susu, at au makanan agak padat , semisal nasi t im. Nah, karena t ak kenal , past i
awalnya akan dit olaknya," papar Kishore.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 57
Bil a demiki an kej adiannya, pemberiannya harus dimundurkan dengan cara agak
diencerkan lagi. "Jangan memaksakan bayi dengan kemauan kit a karena akan
membuat nya t rauma. Bisa j adi set iap kali melihat mangkuk makanan, dia j adi menangis
karena t akut dij ej alkan."
Tak ada bat as t oleransi sampai berapa lama. Namun t ent unya bukan berart i si bayi
didi amkan saj a dengan diberi makanan cair t erus. "Orang t ua t et ap harus melat ihnya
unt uk menerima makanan padat , hingga nant inya anak mengenal makanan padat dan
t i dak menol aknya dengan t ak mau makan."
Sel ain it u, bila usianya sudah di at as set ahun, t ent unya konsumsi susu saj a t akkan
mencukupi. Pemberian makanan padat t et ap harus dilat ih t erus. Misal, kalau sekali
menolak, esok at au lusa dicoba lagi. "Jika usianya sudah hampir set ahun, aj ak dia duduk
bersama kal au orang t uanya sedang makan. Tak usah dia diberi makanan. Biasanya
anak kecil cenderung meniru orang dewasa. Kalau dia meli hat ayah dan ibunya makan,
dia pun akan menirunya. Jika dia memint a makanan, asalkan t ak pedas, berikan saj a.
Jangan dilarang- l arang karena akan membuat nya t r auma."
RASANYA BERBEDA
Ada pul a bayi yang menolak nasi t im karena rasanya yang berbeda. Jangan lupa, sel ama
6 bul an pert ama, bayi kenalnya hanya rasa manis. Nah, nasi t im t ak manis sepert i
halnya bubur susu, kan? Jadi, ada kemungkinan dia t ak suka karena rasanya t ak manis.
Kalau bayi t ak suka karena t ak mengenal rasa nasi t im t ersebut , bisa diupayakan agar si
bayi bel aj ar mengenal rasa. Jadi, Bu- Pak, rasanya yang harus diubah dan divariasikan.
Misal , awalnya nasi t im t ersebut diberi t ambahan glukosa at au yang paling mudah
adalah kecap manis, hingga rasa nasi t im t ersebut masih ada manisnya. Semakin lama,
kecapnya agak dikurangi hingga bayi mengenal rasa nasi t im yang lain.
Munt ah j uga bisa t erj adi, mi sal, karena bayi kekenyangan makan at au minum at aupun
karena bayinya mengulet hingga t ekanan di perut nya t inggi, aki bat nya susunya keluar
lagi.
GANGGUAN SFI NGTER
Sement ara bil a karena ada gangguan di saluran cernanya, t erang Kishore sel anj ut nya,
ki t a t ahu bahwa pada saluran pencernaan it u ada saluran makan ( esophagus) , yang
berawal dari t enggorokan sampai lambung. Nah, pada salur an yang menuj u lambung ini
ada semacam kl ep at au kat up yang dinamakan sfingt er. Fungsinya unt uk mencegah
keluarnya kembali makanan yang sudah masuk ke lambung.
Umumnya sfingt er pada bayi belum bagus dan akan membaik dengan sendirinya sej alan
bert ambahnya usia. Umumnya di at as usia 6 bulan. Namun, adakal anya di usia it u pun si
bayi masih mengalami gangguan. Jadi, sif at nya sangat bervariasi.
Tent unya, kal au sfingt er t ak bagus, maka makanan yang masuk ke lambung bisa keluar
lagi . Gej alanya biasanya kalau pada bayi akan lebih sering gumoh, t erut ama sehabis
disusui. Apal agi bil a ia dit idurkan dengan posisi t elent ang. I ngat , cairan selalu mencari
t empat yang paling rendah, bukan? Begit upun bila set i ap kali diberi makanan padat
munt ah, harus dicurigai sfingt er- nya t ak bagus. Apalagi bila berat badan bayinya t ak
naik- naik, misal selama 1- 2 bul an.
Kadang ada j uga sfingt er dengan gangguan, yang disebut hipert r opi pylorus st enosis,
yai t u adanya ot ot pylorus yang menebal hingga makanan akan susah t urun dari lambung
ke usus, akhirnya keluar munt ah. Gej alanya, t iap kali diberikan makanan padat akan
munt ah. Tapi kal au makanan cair t i dak. Sel ain it u, berat badannya pun suli t naik. Jika
gangguannya berat , makanan cair pun biasanya t ak bisa lewat , hingga menganggu
pert umbuhan si bayi karena t ak ada penyerapan makanan. Bi asanya kalau kej adi annya
demiki an, har us dil akukan t indakan operasi secepat nya unt uk memperbaiki klepnya
hingga saluran makanan dari lambung ke usus bisa j alan dengan lancar.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 58
Namun kalau gangguannya ringan saj a, misal, munt ahnya j arang dan set elah dilakukan
pemeriksaan dengan ront gen at au USG dit emui hipert ropi sfingt er ringan, berat badan
anak t et ap naik. Biasanya kal au kasusnya demiki an, t indakan operasi bisa dit unda.
Diharapkan dengan bert ambahnya usia, bayi mulai berdiri t egak hingga makanan lebih
mudah t urun.
Pada beberapa bayi , refleks menelannya mungkin akan t et ap t ak bagus bil a ada kel ainan
saraf. Hal ini biasanya t ak berdiri sendiri, t api ada penyakit lain, semisal t erkena radang
ot ak, t umor, at au infeksi pada saraf, sehingga kont rol pergerakan ot ot nya t ak ada.
"Sej auh ini, bila t erj adi demiki an, t ak dapat diperbaiki. Mungkin bayi t erpaksa pakai
sel ang unt uk memasukkan makanannya sampai kapan pun. Meski sekarang ada t eknik-
t eknik yang merangsang ot ot - ot ot nya dengan fisi ot erapi t api hasilnya t i dak
memuaskan," t er ang Kishore.
Men ghadapi Bayi Mun t ah
Jika bayi munt ah, saran Ki shor e, cepat mi ringkan t ubuhnya, at au diangkat ke bel akang
sepert i disendawakan at au dit engkurapkan agar munt ahannya t ak masuk ke saluran
napas yang dapat menyumbat dan berakibat fat al.
Jika munt ahnya keluar lewat hidung, orang t ua t ak perlu khawat ir . "I ni berart i
munt ahnya keluar . Bersihkan saj a seger a bekas munt ahnya. Just ru yang bahaya bila
dari hi dung masuk lagi t erisap ke saluran napas. Karena bisa masuk ke paru- paru dan
menyumbat j alan napas. Jika ada munt ah masuk ke paru- paru t ak bisa dilakukan
t indakan apa- apa, kecuali membawanya segera ke dokt er unt uk dit angani lebih lanj ut ."
Mak an an Semi Padat Buk an Mak an an Pokok
Pada prinsipnya, t erang Ki shor e, makanan ut ama bayi adalah ASI . Namun bil a karena
suat u sebab t er paksa si bayi t ak bisa memperoleh ASI , maka makanan ut amanya adalah
susu formul a. Walaupun, unt uk bayi, t et ap yang dianj ur kan adalah ASI eksklusif . Dalam
pel aksanaan ASI eksklusi f ini, ada yang menganut sampai usia bayi 4 bulan, ada j uga
yang sampai 6 bulan.
Namun kini para dokt er anak banyak yang menganj urkan ASI ekslusif sampai usia 6
bul an. Sel ain karena ASI t ak t ergant ikan, j uga dengan bayi t erus menyusu maka ASI
pun dapat t erus dipr oduksi. Juga diharapkan di usia 6 bul an ini bayi dapat menelan lebih
bagus. "Kit a t ahu bahwa proses menelan bayi belum t erlalu baik. Sement ar a kalau
mengisap, t ak j adi masalah karena ia melet akkan put ing susu ibu di belakang lidahnya,
sel ain j uga punya refleks mengisap."
Meski , paparnya, ada j uga ahli yang berpendapat t ent unya ada kerugian ASI ekslusif
sampai usi a 6 bulan. Karena bayi j adi t erlambat diperkenalkan makanan di luar ASI .
Dari segi kecukupan nut risi , pemberian ASI at au susu formula saj a bagi bayi di bawah
usia set ahun sebet ulnya cukup, karena memang it ulah makanan pokoknya. Sedangkan
makanan semi padat , sepert i bubur susu, biskuit , buah, at au nasi t im, merupakan
makanan t ambahan. "Kit a hanya memperkenalkan makanan semi padat agar nant inya
dia bisa mengkonsumsi makanan padat . Karena set el ah usia set ahun, susu bukan lagi
makanan pokok."
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 59
27. Melatih Si Kecil Berhenti Mengompol
Yang j elas diperlukan usaha ekst ra dan kesabaran dari orang t ua.
"Duh, Adek, kok, ngompol lagi, sih. Tuh, lihat kasurnya, kan, j adi basah! " Ngompol
memang problema t ersendiri bagi orang t ua. Bukan cuma bikin kasur j adi basah dengan
bau t ak sedap sehingga perlu dij emur. Tapi j uga membuat lelah karena harus gont a-
gant i cel ana si kecil di malam hari. Jadi, waj ar saj a bil a orang t ua berharap si kecil bisa
berhent i ngompol secepat nya.
Yang pat ut disadari , ngompol unt uk anak bat it a sebenarnya masih waj ar. "Para pakar
umumnya memberi t ol eransi mengompol hingga usia anak 4 t ahun. Nah, lewat usia it u
anak masih mengompol, bolehlah orang t ua khawat ir ."
MODEL TEMPAT TIDUR
Mungkin menarik pul a meli rik fakt or penyebab anak j aman sekarang lebih susah diaj ak
ker ing at au berhent i ngompol ket imbang anak- anak j aman dulu. Perubahan j aman,
merupakan salah sat u penyebabnya. Dengan kondisi ekonomi di masa- masa
ini ,membuat lebih banyak wanit a yang bekerj a unt uk menambah penghasilan keluarga.
Bukannya mau mengur angi peran para bapak, lo. Namun j ika mau dihit ung secara
st at ist ik, mungkin akan lebih banyak j umlah ibu yang menyediakan wakt u unt uk
menggant i popok ket imbang ayah. Nah, karena zaman sekarang para ibu j uga har us
beker j a, maka kelelahan seorang ibu pun bert ambah. "Dibanding dulu, wanit a kari er
sekar ang pul angnya sampai lar ut mal am. Tiba di rumah sudah sangat lelah."
Akhi rnya, popok sekali pakai menj adi semacam hero yang populer unt uk membant u
mengur angi kelelahan ibu. "Enggak sal ah j uga pakai popok macam it u karena ibu j adi
t ak perlu gont a- gant i celana anak." Yang j adi masalah, popok sekal i pakai ini membuat
orang t ua "t erlena" sehingga kebablasan.Uj ung- uj ungnya, ya, kit a j adi lupa melat i h si
kecil ke kamar mandi di malam hari.
Padahal , kal au mau j uj ur , popok sekali pakai t erasa risih dan t ak nyaman, lo, buat anak.
Bayangkan, bokong si kecil dit ut upi plast ik seharian. Panas sekaligus lembab, bukan?
"Jadi, t ak salah j uga j ika ada yang bil ang, popok sekali pakai it u adalah perwuj udan dari
egoisme orang t ua,".
Gar a- gara kelewat lelah pul a, orang t ua mungkin j adi t ak t erbangun ket ika malam-
mal am si kecil t erbangun ingin BAK. Alhasil, ia pun mengompol dan menj adikannya
sebagai kebiasaan.
Fakt or lain yang membuat si kecil susah kering, lagi- lagi berkait an dengan kemaj uan
t eknologi. Sepert i model kasur spring bed yang besar dan berat . "Akhirnya, perlak
dit aruh di at as seprei, bukan di bawah sepert i j aman dulu". Nah, perlak yang t erlihat it u,
membuat anak t ahu, di bawah t ubuhnya ada pelindung."Kalau aku mau pipis, ya, pipis
aj a. Kan, ada perlak, j adi kasurnya enggak basah." Bisa j uga mereka berpikir, perlak it u
memang disediakan agar ia dapat BAK di sit u. Nah, kalau ingin mengaj ar si kecil t ak
mengompol lagi , sebaiknya singkir kan perl ak t ersebut
LIHAT POLA
Sel engkapnya, ada beberapa cara agar di kecil mau berhent i mengompol. Yang
j elas,peran sert a orang t ua amat diperlukan. Salah sat unya adalah kenali si kecil .
"Secara umum,yang berperan besar bagi bat it a adalah orang t ua sebab masa ini adalah
masa yang bisa dimainkan. Sayangnya, j aman sekarang kebanyakan orang t ua sibuk
dengan ur usan lain sehingga bat it a bisa dikat akan 60 persen t umbuh sendiri, baru
si sanya ada ket erlibat an orang t ua."
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 60
Yang pert ama harus dilakukan,lihat pola anak. Pada saat sepert i apa ia mengompol dan
berapa kali dalam semalam. "Jarang, lo, orang t ua yang punya cat at an t ent ang ini."
Unt uk it u, mau t ak mau orang t ua harus mau sedikit begadang. Seli diki, j am berapa si
kecil ngompol lalu cat at . Cat at an ini berguna unt uk langkah selanj ut nya. Yait u
menci pt akan kondisi agar kit a dapat bangun sebelum j am mengompol anak. Caranya
dengan memasang j am weker, misalnya."Kalau t ahu 3 j am set el ah ia t i dur kasur akan
basah, maka bangunkan anak 2 j am set elah t i dur. Aj ak ke kamar mandi dan biarkan
BAK." Set el ah seminggu kering, t urunkan wakt unya menj adi sat u j am sebelum "wakt u
mengompol ". Seminggu berikut nya buat menj adi set engah j am. "Lama- lama kit a
aj arkan anak unt uk BAK sebelum t idur."
Jangan lupa j uga, Bu- Pak, ket i ka menerapkan semua it u, si kecil perlu dikosongkan
t erlebih dulu."Set elah makan malam, coba j aga agar anak t idak banyak minum,
t erut ama minuman gampang membuat nya ke belakang. Teh manis, cont ohnya."
Masalah mungkin t imbul j ika si kecil emoh disur uh BAK sebelum t i dur . Nah, buj uklah i a
dengan berbagai cara. Misalnya, lewat permainan. Saat main boneka bersamanya,
mi salnya, kat akan, "Wah,si Dipsy mau pipis, nih! Kit a ant ar ke kamar mandi , yuk."Ket ika
di kamar mandi, kit a bisa mengat akan, "Duh, masak Dipsy enggak mau pipis, kat anya
Adek disuruh pipis dulu."
JANGAN BIKIN STRES
Umumnya, dengan usaha sepert i di at as, dalam j angka wakt u dua minggu, anak
berhent i ngompol. "Tapi ini j uga t ergant ung pada anaknya. Adaj uga yang t ak berhasil."
Fakt or yang bikin gagal, umpamanya, karena si kecil merasa dipermalukan. "Jangan
sekali- kali mempermalukan anak." Misalnya, j ika ada yang memuj i kecant ikan si kecil,
ki t a menimpalinya, "I ya, Kakak memang cant ik t api masih suka ngompol, lo, Tant e."
At au mencel a dengan membandingkan dengan yang lain. "I ya, Adek cant ik, t api enggak
kayak kakaknya. Wakt u umur 2 t ahun kakak sudah enggak ngompol. " Secara t ak sadar,
perkat aan t ersebut membuat anak st res. Akibat nya, ia yang t adinya sudah t ak
mengompol, mal ah bisa ngompol lagi.
Juga j angan langsung t o t he point . Ket ika suat u ket ika si kecil enggak sengaj a ngompol
lagi . "Tuh, kan, Adek pipis lagi. Bikin Mama susah aj a. Capek, kan, Dek, harus j emur-
j emur kasur! " Wal au kit a dalam keadaan lel ah, j angan sekali - kali menunj ukkan rasa
j engkel, amarah, at au kepanikan ket ika ia mengompol. "Semua it u malah membuat
anak j adi st res dan susah unt uk belaj ar kering."
Unt uk pelampiasan kej engkel an, lagi -lagi bonekanya bisa kit a gunakan. Biarkan si
boneka yang "berbicara". Cont ohnya, "I h, Adek, t adi malam, kok, pipis lagi, ya? Padahal,
kan, udah j anj i enggak pipis."Dengan cara it u, dua pihak sama- sama unt ung; orang t ua
bisa menyalurkan kemarahan melalui perant ara sehingga bisa mengur angi kej engkelan
dan anakpun secara t ak langsung j adi merasa bersalah.
I nt inya, Bu- Pak,unt uk soal mengompol ini , hukuman t ampaknya t idak cocok at au masih
sulit dil akukan unt uk bat it a. "Unt uk anak yang sudah lebih besar, kat akanlah 4 t ahunan,
bisa disuruh mencabut sprei at au memasukkan sprei yang basah ke ember cucian.
Namun unt uk bat it a, semua it u masih sukar dil akukan." Akan lebih efekt if bila bat it a
sel alu diberi reward. Jadi, cerit akan pada orang lain set i ap keberhasilannya t idak
mengompol. "Bukan sebaliknya. Sering, lo, t er j adi orang t ua mal ah mencerit akan
anaknya yang masih mengompol."
Faras Handayani.Fot o: I man Dharma ( nakit a)
Mi nt a Tol ong Si Keci l
Soal mengompol bisa dikat akan sebagai masal ah uni k. Ada anak yang sangat
"pengert ian". I a langsung berhent i mengompol set el ah diaj ak bicara.Karena it u, t ak ada
sal ahnya kit a mint a bant uan anak. Sebelum t i dur , kat akan padanya,"Dek, t ol ong Mama,
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 61
ya, kal au mau pipis bilang. Soalnya Mbak, kan sedang pulang kampung, j adi enggak ada
yang nyuci sprei." Nah, permint aan sepert i it u kadang berhasil , lo. Jadi, t ak ada
sal ahnya dicoba!
Hani
Kok , Ngompol Lagi ?
Kalau t iba- t iba ngompolnya "kumat " lagi, kit a perlu mencari t ahu apa penyebabnya.
Penyebab ngompol ada 3, yait u fisik, lingkungan, dan emosi. Cont oh penyebab fisik,
mi salnya, si kecil kelewat lelah sehingga t idurnya t erlalu lelap. Jadi,ket ika t erasa ingin
BAK, ia t i dak kuasa bangun. Sedangkan penyebab lingkungan adalah AC at au cuaca
yang dingin.
Yang agak rumit bil a penyebabnya emosi onal , sepert i pindah rumah, t idur sendir i at au
punya adik baru. Unt uk mengat asinya, lihat masing- masing pemicu. Bil a masal ahnya
karena si kecil iri akan perhat i an orang t ua yang lebih ke adik bayinya, aj ak si kecil
bicara dan beri j uga ia perhat ian. "Bi asanya ia mengompol lagi unt uk cari perhat i an."
Jika masalahnya berkait an dengan pindah rumah, kit a harus sering menemani si kecil.
At au ket ika ia t engah belaj ar t idur sendiri buat l ah ia unt uk melepas ket egangan, dengan
cara dicerit akan at au nont on vi deo kesayangannya. "Yang pent ing, ia harus t idur dengan
kondisi rel aks,".
Sat u hal lagi, t erkadang si kecil sering mengompol karena berkait an dengan
kesehat annya. Coba perhat ikan apakah si kecil , t erut ama si Upik, mer asa kesakit an
ket ika BAK. "Orang t ua kadang luput memperhat ikan hal it u. Apalagi saat ini banyak air
yang t erkont aminasi sehingga mengakibat kan si Upik t erinf eksi. Akhirnya, karena sakit ,
ket ika t erasa mau BAK, ia t ahan. Malam har i,ket ika ia t ak sadar, j adi mengompol."
Ada j uga anak susah berhent i mengompol karena memang dari "sananya" sepert i it u.
Apa pun yang kit a usahakan, si a-si a saj a.Nah, ini sering berkait an dengan ot ot - ot ot
kandung kemihnya yang lemah. Tak ada j alan lain, kecuali konsult asikan ke dokt er.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 62
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N
BAB 3 : PENDIDIKAN
28. Per l ukah Pr ogr am Chi l d Day-Car e Bagi Anak?
Program Child Day-Care sudah mulai banyak dikenal di Indonesia, terutama Jakarta dan sekitarnya.
Di Jakarta sendiri sudah beberapa tempat day-care center didirikan sejak beberapa tahun yang lalu,
namun sifatnya lebih sebagai penitipan anak meskipun TPA (tempat penitipan anak) tersebut juga
dilengkapi dengan berbagai permainan yang menarik dan ruangan yang didesain menarik untuk anak-
anak.
Day-care center sebenarnya bukan semata-mata tempat penitipan anak, namun seharusnya lebih
menyediakan sarana atau fasilitas serta program-program yang disusun sedemikian rupa sehingga
memungkinkan anak bereksplorasi dengan aman. Sayangnya, di Indonesia tidak banyak day-care
center yang berkualitas dan punya fasilitas memadai sehingga bisa memberikan kesempatan yang
terbaik bagi anak; atau pun jika ada, biayanya sangat mahal sehingga hanya kalangan terbatas saja
yang mampu membayarnya.
Menurut Kagan, seorang ahli psikologi perkembangan, umumnya anak usia 4 bulan sampai dengan 29
bulan sudah bisa dimasukkan dalam day-care center. Sebab mulai dari usia kira-kira 2,5 tahun atau 3
tahun umumnya anak-anak tersebut sudah meningkat pada program preschool.
Yang jadi pertanyaan utama, apakah memang sudah diperlukan untuk menitipkan anak atau pun
istilah nya memasukkan anak dalam program child day-care? Apakah memang ada manfaat lebih dari
program tersebut bagi anak Anda?
Di Amerika, trend memasukkan anak dalam program tersebut sebenarnya lebih banyak dilakukan oleh
para wanita yang bekerja sehingga mereka harus menitipkan anaknya. Di Indonesia sendiri,
kecenderungan untuk memasukkan anak dalam program child day-care tampaknya sudah mengalami
perubahan karena anak-anak yang mengikuti program bukanlah disebabkan karena ibunya harus
bekerja sepanjang hari. Sekarang ini, memasukkan anak dalam program child day-care lebih banyak
dipengaruhi oleh alasan trend atau mode sehingga seringkali lupa untuk melihat pada kebutuhan
sebenarnya dari sang anak. Tidak jarang anak-anak tersebut dimasukkan oleh orang tuanya karena
mereka tidak mau repot-repot untuk mendidik atau mengajari beberapa ketrampilan pada anak-anak
mereka; atau karena para orang tua berpikir, semakin cepat dimasukkan ke day-care program, anak
mereka akan semakin cepat pintar. Apakah persepsi demikian memang terbukti kebenarannya? Untuk
melihat kebenarannya, mari kita perhatikan faktor-faktor yang harus Anda pertimbangkan sekaligus
pendapat beberapa ahli sebelum memasukkan anak Anda dalam program day-care.
Kebutuhan dasar anak
Di luar negeri sendiri pada umumnya orang tua memasukkan anak mereka dalam program child day-
care dari usia 4 bulan ke atas, karena tuntutan bahwa ibunya harus mulai bekerja setelah melahirkan.
Namun di Indonesia kebanyakan anak-anak yang mengikuti progam tersebut sudah pada usia yang
cukup besar, sekitar 1 tahun ke atas.
Menurut salah seorang ahli psikologi perkembangan yaitu Erik Erikson, kebutuhan dasar anak pada
masa bayi (baru lahir) sampai dengan kurang lebih 1 tahun adalah kebutuhan yang bersifat biologis
dan psikologis. Kebutuhan biologis, seperti makan, minum, pakaian, dan segala urusan pencernaan.
Kebutuhan psikologis seperti kebutuhan akan rasa aman, merasa diri dicintai dan diperhatikan, dan
kebutuhan untuk dilindungi. Untuk itu lanjut Erikson, diperlukan figur orang tua dan pola pengasuhan
yang konstan dan stabil sehingga sang anak bisa mempercayai dan meyakini bahwa orang tuanya
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 63
selalu siap menanggapi kebutuhannya. Jika ternyata dalam prosesnya terjadi hambatan yang
menyebabkan hubungan antara keduanya terganggu, misalnya karena orang tua meninggal, terlalu
sibuk, sakit, atau situasi apa pun yang menyebabkan terpisahnya hubungan antara anak dengan orang
tuanya, maka sang anak akan berpikir bahwa dirinya tidak lagi dicintai. Anak berpikir begitu karena
pola pikir mereka yang masih egosentris.
Masalahnya, anak yang tidak mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang konstan di tahun pertama
kehidupannya, dalam diri anak tersebut akan tumbuh basic mistrust. Ia akan merasa kurang percaya
diri (karena dia menghadapi kenyataan berdasarkan persepsinya bahwa dirinya ditolak atau pun
diabaikan) dan kurang dicintai oleh orang tuanya. Anak tersebut juga akan tumbuh menjadi orang
yang sulit mempercayai orang lain karena semasa kecilnya ia tidak menerima kehadiran orang tua
yang konstan, stabil dan predictable. Ketidakmampuan untuk mempercayai baik diri sendiri maupun
orang lain berpotensi menjadi masalah di kemudian hari jika persoalan ini tidak diselesaikan sejak
dini. Sebagai contoh tanda-tanda anak yang tidak mengalami kedekatan yang stabil dengan orang tua
sehingga dalam dirinya tidak tumbuh basic trust seperti :
§ Takut atau tidak mau ditinggal sendirian, harus selalu nempel orang tua
§ Lebih suka menyendiri dari pada bermain bersama teman-teman yang lain
§ Kurang percaya diri, minder
§ Tidak berani keluar rumah
§ Takut terhadap orang asing, jika didekati langsung menangis atau menarik diri
§ Bisa jadi tidak menunjukkan ekspresi apa-apa waktu ditinggal orang tua karena sudah
biasa ditinggal, atau bahkan tidak ingin dipeluk atau didekati ibunya sendiri
§ Terlalu sering menangis / cengeng, mudah ketakutan, mudah cemas
§ Dalam perkembangan usia selanjutnya, berpotensi mengalami masalah dalam pelajaran /
sekolah, entah karena kesulitan belajar, hambatan intelektual, atau pun hambatan interaksi
sosial dengan teman-temannya
Jadi, sebelum Anda memasukkan anak Anda ke dalam program child day-care, haruslah diperhatikan
apakah anak Anda memperlihatkan salah satu atau beberapa dari tanda-tanda di atas. Jika ternyata
Anda menemukan adanya kecenderungan demikian, ada baiknya jika Anda mempertimbangkan
kembali niat Anda untuk memasukkan anak Anda dalam program child day-care. Sebab, bukannya
anak Anda menjadi pintar dan pandai bergaul, malah menjadi penakut dan punya segudang masalah.
Selain itu, ada baiknya Anda memperhatikan pendapat para ahli terhadap program child day-care
tersebut di bawah ini.
Pandangan para ahli terhadap child day-care
§ Banyak kritikan yang dilontarkan terhadap programday-care center tersebut dengan dasar, bahwa
setiap anak membutuhkan perhatian dan penanganan yang stabil, kontinyu, dan dapat
diprediksikan. Menurut pandangan psikoanalisa, kebutuhan akan kasih sayang yang intensif dan
stabil hanya diperoleh dalam hubungan antara anak dengan sang ibu/pengasuh utama; dan hal itu
dialami dalam setahun pertama kehidupan anak tersebut. Salah seorang ahlinya yaitu Fraiberg
(1977) mengemukakan, bahwa dalam day-care center tersebut, setiap anak harus mau tidak mau
menerima perhatian yang tidak penuh karena sang pekerjanya harus membagi waktu dan
perhatian pada anak-anak yang lain. Belum lagi kalau pada saat pertengahan program, si
pekerjanya keluar dari pekerjaan dan digantikan dengan orang baru. Mungkin saja hal ini tidak
diperhitungkan oleh orang tua; padahal, bagi anak hal ini menjadi faktor penting karena sejak usia
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 64
dini sang anak belajar membangun kepercayaan terhadap seseorang sampai hubungan tersebut
stabil. Namun jika justru yang dihadapi adalah situasi yang tidak pasti, selalu berubah dan
unpredictable, maka akan sulit bagi si anak untuk belajar menumbuhkan rasa percaya dalam
dirinya. Tidak heran jika di kemudian hari, ia menerapkan pola pertemanan yang hit and run, atau
pun solitaire sebagai antisipasi jika dirinya sewaktu-waktu ditinggalkan dan dikecewakan. Salah
satu fakta yang ironi mengungkapkan, bahwa orang tua yang sering terlalu sibuk bekerja enggan
atau kurang tertarik untuk memperhatikan masalah-masalah yang dihadapi anak-anak mereka;
padahal, sebenarnya anak-anak tersebut sedang benar-benar membutuhkan kasih sayang orang
tua. Jadi, jika karena alasan orang tua tidak sempat mendampingi dan memperhatikan anak
sehingga dititipkan pada institusi seperti chid day-care center, tetap tidak menyelesaikan masalah,
malah menambah kerumitan.
§ Kagan, seorang psikolog perkembangan melakukan penelitian melalui eksperimen yang
dilakukannya sendiri dan menemukan, bahwa ternyata anak-anak yang dititipkan pada day-care
center (meskipun sudah ditangani secara intensif oleh orang-orang yang berkompeten, dan dengan
rasio perbandingan 1 pengasuh berbanding 3 atau 4 orang anak), memiliki kapasitas intelektual,
emosional dan sosial yang tidak jauh berbeda dengan anak-anak yang diasuh dan dibesarkan
semata-mata dalam lingkungan rumah/keluarga (tidak ikut program child-care). Malahan dari
penelitian itu ditemukan, bahwa pada usia 29 bulan, anak yang dibesarkan hanya dalam
lingkungan rumah, terlihat punya kemampuan adaptasi sosial yang lebih baik dibandingkan anak-
anak yang dibina dalam day-care center.
§ Bagi orang tua, pemilihan day-care center juga harus menjadi bahan pertimbangan penting karena
harus melihat kualitas dari pengasuhan dan failitas yang tersedia. Oleh karena itu, banyak ahli
berpandangan memasukkan anak dalam day-care center akan banyak menghabiskan biaya,
namun tidak seimbang dengan kualitasnya. Selain itu, sulit menemukan day-care center yang
benar-benar sesuai dengan kebutuhan setiap anak yang punya problem berbeda-beda pada
masanya dan yang menuntut penanganan yang spesifik pula.
§ Faktor kebersihan dan kesehatan lingkungan juga perlu menjadi bahan pertimbangan, karena di
situ berkumpul banyak anak-anak yang mungkin saja mempunyai penyakit tertentu yang mudah
menular pada anak lain, seperti flu, hepatitis, diare, distentri, dll. Kemungkinan besar, tidak semua
pengasuh atau pun pekerja di day-care center tersebut dibekali dengan latihan dan pengetahuan
yang memadai tentang kesehatan, kebersihan, penyakit dan penanganannya. Kondisi tersebut
masih ditambah lagi dengan pola perilaku anak yang masih tidak karuan dan masih belum bisa
diatur. Jadi, dalam child day-care, akan besar kemungkinannya bagi setiap anak untuk terkena
atau tertular penyakit.
§ Penelitian yang dilakukan oleh Laurence D. Steinberg dan Jay Belsky beberapa tahun yang lalu
menemukan bahwa ternyata pengalaman atau pun bimbingan yang diberikan selama
berlangsungnya day-care, tidak menghambat atau pun mendorong perkembangan intelektual
anak. Namun, memang day-care terbukti dapat menolong anak-anak dari golongan ekonomi
lemah atau pun lingkungan yang beresiko tinggi dari penurunan IQ akibat dari
penanganan/pendidikan yang tidak memadai. Lebih lanjut penemuan mereka juga membawa
fakta, bahwa anak-anak yang ikut serta dalam program day-care, akan memperlihatkan
peningkatan interaksi, baik dalam bentuk positif maupun negatif dengan teman-teman mereka.
§ Penelitian yang dilakukan oleh Belsky di tahun 1984 menemukan bahwa bayi yang menghabiskan
rata-rata sebanyak 20 jam seminggunya dalam program pengasuhan non-maternal (seperti halnya
day-care) selama tahun pertama kehidupannya, beresiko tinggi mengalami insecure attachment
terhadap sang ibu dan peningkatan agresivitas, ketidaktaatan, atau bahkan kecenderungan menarik
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 65
diri dari lingkungan sosial pada saat mereka memasuki tahap preschool dan sekolah dasar. Namun
perlu ditekankan, bahwa situasi demikian tidak berlaku bagi anak yang usianya 1 tahun ke atas.
Belsky berpandangan, bagaimana pun juga, preschool yang benar-benar berkualitas memang
memberikan kontribusi secara positif pada perkembangan anak.
§ Salah satu penelitian yang dilakukan di Amerika menampilkan salah satu faktanya, bahwa anak-
anak yang diikutsertakan dalam program day care dalam rentang waktu yang cukup lama
menunjukkan peningkatan agresivitas terhadap sesama dan terhadap orang dewasa, dan
menunjukkan penurunan sikap kooperatif terhadap orang dewasa.
Dari berbagai pandangan di atas, dapat disimpulkan bahwa kebanyakan peneliti masih berpendapat
bahwa day-care yang benar-benar berkualitas memang dapat menjadi alternatif program pengasuhan
terhadap anak-anak. Adapun pengaruh dari day-care tergantung dari kualitas, lamanya waktu
keikutsertaan, serta kualitas yang sebenarnya terjalin antara anak dengan orang tua di luar waktu day-
care. Jadi, bagi Anda yang hendak mengikutsertakan anak Anda dalam program day-care center,
cobalah perhatikan dengan seksama, apakah sesuai dengan kebutuhan yang sedang dihadapi oleh sang
anak, dan apakah memang benar-benar dibutuhkan, dalam arti bukan karena semata-mata mengikuti
mode saja. Selain itu, faktor kebersihan dan keamanan juga selayaknya menjadi bahan pertimbangan
mengingat di Indonesia masih mudah terjadinya penularan penyakit-penyakit aneh yang sampai saat
ini masih sulit ditangani secara cepat oleh para medis. Keberadaan ahli gizi, tim medis dan psikolog
dalam day-care center bisa menjadi nilai tambah yang sangat bermanfaat untuk memonitor
perkembangan anak Anda.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 66
29. Bagaimana Memilih Nursery School?
Di Indonesia terutama di Jakarta sudah banyak sekali preschool yang bertaraf internasional dengan
kurikulum internasional pula, atau pun preschool lokal yang menggabungkan kurikulum lokal dengan
internasional. Berbagai pilihan ini sering membuat orang tua bingung untuk menentukan mana yang
terbaik dan tepat bagi anaknya. Berbagai preschool tersebut masing-masing mempunyai titik berat
yang berbeda-beda sehingga semakin menyulitkan orang tua untuk mengambil pilihan, misalnya ada
preschool yang lebih mengutamakan pengembangan kemampuan sosial, menyediakan alat-alat untuk
melatih ketrampilan fisik serta perkembangan kognitif, sementara preschool yang lain lebih menitik
beratkan untuk memacu perkembangan kognitif dan akademik. Di bawah ini terdapat beberapa
panduan bagi Anda para orang tua yang bisa menjadi bahan pertimbangan dalam memutuskan
preschool mana yang paling sesuai dan paling baik.
§ Carilah informasi dari teman-teman Anda yang menyekolahkan anaknya di berbagai preschool,
tanyakan situasi dan kondisi sesuai dengan pengalaman mereka masing-masing.
§ Kunjungi sekolah-sekolah sekurangnya 2 kali, pertama sendiri dan berikutnya membawa serta
anak Anda untuk melihat reaksi dan meminta pendapatnya
§ Bertemulah dengan guru beserta asistennya yang mungkin akan mendampingi anak Anda
§ Cobalah menilai, apakah para staf di sekolah tersebut memang benar-benar ditangani orang-orang
yang profesional, terlatih bahkan punya latar belakang pendidikan seputar pendidikan anak
§ Temukanlah tujuan dari program sekolah yang sedang Anda selidiki, apakah penekanannya
terdapat pada pengembangan sosial atau kah akademik untuk kemudian menyesuaikan dengan
kebutuhan anak Anda
§ Selidikilah cara-cara yang dipergunakan oleh para guru di sekolah itu dalam menerapkan dan
menanamkan kedisiplinan terhadap anak-anak asuhannya
§ Perhatikan bagaimana interaksi sosial dan komunikasi yang terjalin antara guru dengan murid,
dan antara murid dengan sesamanya
§ Perhatikan pula, apakah sekolah tersebut mempunyai fasilitas yang memadai, mempunyai arena
dan peralatan bermain yang memadai, mempunyai toilet yang memadai dan dijaga kebersihannya,
serta hal-hal lain yang menyangkut lingkungan serta sarana
§ Pilihlah sekolah yang menawarkan program-program yang konsisten dan selaras dengan nilai-
nilai yang ditanamkan di dalam keluarga Anda
§ Pilihlah sekolah yang sesuai dengan keadaan keuangan rumah tangga Anda, karena kalau terlalu
dipaksakan juga malah akan menjadi beban tersendiri dan menjadikan problem yang hanya akan
mendatangkan stress bagi Anda dan pasangan
§ Pilihlah sekolah yang lokasi dan jaraknya sesuai dengan keadaan di kota Anda, jangan sampai
menyulitkan si anak atau pun membutuhkan ekstra biaya, waktu atau tenaga hanya untuk
menempuh perjalanan pulang pergi ke sekolah
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 67
30. Kapan Anak Belajar Bahasa Inggris?
Ada anggapan, semakin muda usia semakin mudah anak belaj ar bahasa daripada orang
dewasa. Ada pula yang berpendapat , bel aj ar bahasa asing sej ak dini bukan j aminan.
Sement ara yang lain bilang, keberhasilan bel aj ar bahasa asing sangat dit ent ukan oleh
mot if at au kebut uhan berkomunikasi dalam lingkungannya. Mana yang benar ?
Bel akangan ini aneka kursus bahasa asing, t erut ama I nggris, kian semarak. Tidak hanya
unt uk orang dewasa, t et api j uga anak- anak. Lembaga persekol ahan pun t ak mau
ket i nggalan zaman. Pengaj aran bahasa I nggri s yang semul a hanya dikenal di t ingkat
SMTP, kini diberikan kepada siswa SD, bahkan murid Sekolah Taman Kanak- Kanak.
Fenomena sepert i it u ant ara lain t erpacu oleh obsesi orang t ua yang menghendaki
anaknya cepat bisa berbahasa asing. Mereka berpandangan, semakin dini anak belaj ar
bahasa asing, semakin mudah ia menguasai bahasa it u.
Lalu, bagaimana pendapat para pakar bahasa?
Masa emas bel aj ar bahasa
Beber apa pakar bahasa mendukung pandangan "semakin dini anak belaj ar bahasa asing,
semakin mudah anak menguasai bahasa it u". Misalnya, McLaughl in dan Genesee
menyat akan bahwa anak- anak lebih cepat memperoleh bahasa t anpa banyak kesukar an
dibandingkan dengan orang dewasa.
Demi kian pul a Eric H. Lennenberg, ahli neur ologi, berpendapat bahwa sebelum masa
pubert as, daya pikir ( ot ak) anak lebih lent ur. Makanya, ia lebih mudah bel aj ar bahasa.
Sedangkan sesudahnya akan makin berkurang dan pencapaiannya pun t idak maksimal.
Dr. Bambang Kaswant i Purwo, ket ua Program St udi Lingui st ik Terapan Bahasa I nggris,
Uni versit as Kat oli k At ma Jaya, Jakart a, dalam t ulisannya Pangaj aran Bahasa I nggris di
SD dan SMTP, menyebut bahwa usia 6 - 12 t ahun, merupakan masa emas at au paling
ideal unt uk belaj ar bahasa selain bahasa ibu ( bahasa pert ama) . Alasannya, ot ak anak
masih plast is dan lent ur , sehingga proses penyerapan bahasa lebih mulus.
Lagi pula daya penyerapan bahasa pada anak berfungsi secara ot omat is. Cukup dengan
pemaj anan dir i ( self- exposure) pada bahasa t ert ent u, misalnya ia t inggal di suat u
lingkungan yang berbahasa lain dari bahasa ibunya, dengan mudah anak akan dapat
menguasai bahasa it u. Masa emas it u sudah t i dak dimili ki oleh orang dewasa.
Namun, bukan berart i orang dewasa t idak mampu menguasai bahasa kedua ( bahasa
asi ng) . Lenneberg mengemukakan, orang dewasa dengan int eligensia rat a- rat a pun
mampu mempelaj ari bahasa kedua selewat usia 20 t ahun. Bahkan ada yang mampu
bel aj ar berkomuni kasi bahasa asing pada usia 40 t ahun.
Kenyat aan it u t i daklah bert ent angan dengan hi pot esis mengenai bat asan usia unt uk
penguasaan bahasa karena penat aan bahasa pada ot ak sudah t erbent uk pada masa
kanak- kanak. Hanya saj a lewat masa pubert as t erj adi "hambat an pembelaj aran bahasa"
( l anguage learning blocks) . "Jadi, maklum bila belaj ar bahasa selewat masa pubert as,
j ust ru lebih repot daripada ket ika usia lima belas at au lima t ahun," uj ar Bambang.
Pada penguasaan bahasa pert ama dikenal ist il ah "masa krit is" ( crit ical period) . Pada
penguasaan bahasa kedua ( bahasa asing) t erdapat ist il ah "masa peka" (sensit ive
peri od) . Berdasarkan penelit ian Pat kowski, masa peka penguasaan sint aksis bahasa
asi ng adalah masa sampai usia 15 t ahun. Anak yang dihadapkan pada bahasa asing
sebelum usia 15 t ahun mampu menguasai sint aksi s bahasa asing sepert i penut ur asli .
Sebali knya, pada orang dewasa hampir t ak mungkin aksen bahasa asing dapat dikuasai.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 68
Lebih det ail dipaparkan oleh penelit i lain. Penelit i an Fat hman t erhadap 200 anak berusi a
6 - 15 t ahun yang belaj ar bahasa I nggri s sebagai bahasa kedua di sekolah di AS,
menunj ukkan bahwa anak yang lebih muda (usia 6 - 10 t ahun) lebih berhasil pada
penguasaan fonologi ( t at a bunyi ) bahasa I nggris. Sedangkan pada anak lebih t ua ( 11 -
15 t ahun) lebih berhasil pada penguasaan morfologi ( sat uan bent uk bahasa t erkecil) dan
sint aksisnya ( susunan kat a dan kalimat ) .
Masi h t ent ang penguasaan aspek t ert ent u dari bahasa asing dalam kait annya dengan
fakt or usia, Scovel menyebut kan, kemampuan unt uk menguasai aksen bahasa asing
berakhir sekit ar usia 10 t ahun. Sedangkan penguasaan kosa kat a dan sint aksis, menurut
cat at annya, t i dak mengenal bat asan usia.
Pr o- kont r a per i ode k r i t i s
Masa ideal anak bel aj ar bahasa bert olak dari apa yang disebut periode krit is bagi
penguasaan bahasa ibu. Peri ode krit is sebenarnya masih berupa hi pot esis bahwa dalam
perj alanan hi dup manusi a t erdapat j adwal biol ogis yang menent ukan masa- masa
kegi at an seseorang ( Brown, 1994) .
Peri ode krit is sering dihubung- hubungkan dengan proses pembelahan ant ara ot ak kiri
dengan ot ak kanan. Hasil penelit ian neurol ogis menyebut kan, pada usia menj elang
dewasa, fungsi- fungsi kemanusi aan t erbagi at as dua bagian. Fungsi int elekt ual , logika,
anali sis, dan kemampuan berbahasa berada pada ot ak bagian kir i. Sedangkan fungsi
yang berhubungan dengan emosi dan fungsi lain yang bersif at sosial dikendalikan oleh
bel ahan ot ak kanan. Ket ika memasuki proses pembelahan ot ak it ulah, menurut para
pakar anat omi bahasa, masa peka bahasa it u berlangsung.
Set elah proses "penyebel ahan" ( lat erali zat ion) ot ak selesai , menur ut hipot esis
Lenneberg, perkembangan bahasa cenderung menj adi "beku". Ket erampilan dasar yang
bel um dapat dicapai pada masa it u ( kecuali unt uk art ikulasi) biasanya akan t et ap t i dak
sempurna.
Kapan t epat nya proses t er j adinya masa pembelahan ot ak, masih t erdapat
ket i daksepakat an di ant ara para ahli . Pandangan- pandangan yang berseberangan ant ara
lain dikemukakan oleh Sorenson dan Jane Hil l.
Menurut penelit ian Sorenson t erhadap suku Tukaro di Amerika Sel at an, menj elang usia
dewasa masyarakat Tukaro paling t i dak sudah menguasai dua at au t iga dari 24 bahasa
yang biasanya mereka pergunakan. Yang lebih mengherankan lagi , j umlah penguasaan
bahasa it u mal ahan semakin banyak dan lebih sempurna ket ika mer eka menj elang usia
t ua.
Bukt i lain. Berdasarkan penelit ian yang dil akukannya t erhadap masyarakat Barat , Jane
Hil l berkesimpul an bahwa dalam perkembangan normal seseorang dapat mempelaj ar i
bahasa asing dengan sempurna, t erl epas dari apakah ia berusi a muda at au t ua.
Proses pembelahan ot ak, menurut Eric Lenneberg, t erj adi sej ak anak berusi a dua t ahun
dan berakhir menj elang pubert as. Sedangkan Norwan Geshwind berpendapat ,
pembelahan ot ak ( periode krit is) usai j auh sebelum masa pubert as. Lebih ekst rem lagi
pendapat St ephen Krashen, yakni proses pembelahan it u berakhir sewakt u anak berusia
lima t ahun.
Dengan demikian, j el as bahwa hipot esis periode krit is t i dak bisa dij adi kan krit eri a
keberhasilan pengaj aran bahasa kedua at au bahasa asing. Keberhasilan seseorang
bel aj ar bahasa asing, menurut Gardner dan Lambert , t idak t ergant ung pada kemampuan
int elekt ual at au kecakapan bawaan berbahasa, t et api sangat dit ent ukan oleh mot if at au
kebut uhan berkomuni kasi dalam lingkungannya.
Buk an j ami nan
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 69
Sej ak masuk SD bahkan TK, anak sudah "dit unt ut " menguasai lebih dari sat u bahasa;
bahasa daerah dan I ndonesia. Keduanya dipakai sebagai bahasa pengant ar dalam
proses belaj ar- mengaj ar.
Bet apa berat nya beban mereka, bila kemudi an masih dit ambah lagi belaj ar bahasa
I nggris. Empat bahasa harus mereka kuasai dalam sat u peri ode, misalnya.
Kenyat aan it u bukannya menambah cepat anak menguasai bahasa asing. Di samping
akan menimbulkan beban psikologis, t ak t ert ut up kemungkinan laj u perkembangan
bahasa daerah dan nasional anak pun mal ahan t erhambat , at au j ust r u merusak si st em-
si st em bahasa yang t erlebih dahulu dia kuasai.
Hal sepert i it u t i dak j auh berbeda dengan anak yang sedang belaj ar bola t angan.
Sebelum ia mahir bermain bola t angan, lalu dit i mpa lagi dengan permainan bola basket
dan sepak bola. Pelat ih t idak perlu heran apabila kemudian si anak memasukkan bola
dengan t angan ket ika bert anding sepak bola, at au menyundul dan menendang bola
ket ika anak bermain bola basket .
Jeper son j auh- j auh sebelumnya memperingat kan bahwa anak yang mempelaj ar i dua
bahasa t i dak akan dapat menguasai kedua bahasa it u dengan sama baiknya. Juga t ak
akan sebaik mempelaj ari sat u bahasa. Kerj a ot ak unt uk menguasai dua bahasa akan
menghambat anak unt uk mempelaj ari hal lain yang harus dia kuasai . Perkembangan
bahasa anak t erganggu, baik dalam penggunaan kosa kat a, st rukt ur t at a bahasa, bent uk
kat a, dan beberapa penyimpangan bahasa lainnya.
Ti dak t erel akkan, dalam era global penguasaan bahasa I nggris hukumnya waj ib. Si apa
yang ingin luas pergaulan, sukses berbisnis, maupun menguasai il mu penget ahuan mau
t i dak mau harus menguasai bahasa yang sat u ini. Namun, dalam penanaman kit a
dit unt ut sikap bij ak dan t i dak t er gesa- gesa.
Di samping perlu mempert imbangkan kemampuan anak, para orang t ua hendaknya
memperhat ikan pula kepent ingan anak akan penguasaan bahasa daerah dan nasional.
Kedua bahasa it u t idak bisa dilepaskan begit u saj a dari fungsi keseharian dan t anggung
j awab sosi al anak. Sebab it u, akan lebih baik bil a bahasa I nggris at au bahasa asing lain
diberikan set elah bahasa daerah dan bahasa nasional t erkuasai secara mant ap.
Pengaj aran bahasa asing dalam usia dini t oh bukan j aminan mut l ak keberhasilan
berbahasa pada anak.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 70
31. Kenapa Perlu Belajar Sejak Usia Dini ?
PENDIDIKAN ANAK USIA BAWAH LIMA TAHUN
PALING PENTING DAN PALING MENENTUKAN KEHIDUPAN SESEORANG
Usia di bawah lima tahun (balita) adalah usia yang paling kritis atau paling menentukan dalam
pembentukan karakter dan kepribadian seseorang. Termasuk juga pengembangan intelegensi hampir
seluruhnya terjadi pada usia di bawah lima tahun. Kalau seseorang sudah terlanjur menjadi pencuri
atau penjahat, maka pendidikan Universitas bagi orang tersebut boleh dikatakan tidak berarti apa-
apa. Sebagaimana halnya sebatang pohon bambu, setelah tua susah dibengkokkan.
Anak-anak pada usia di bawah lima tahun memiliki intelegensi laten (potential intelegence) yang luar
biasa. Namun pada umumnya para orangtua dan guru hanya bisa mengajarkan sedikit hal pada
anak-anak. Sesungguhnya anak-anak usia muda tidak complicated (ruwet) dalam belajar, tetapi
orangtua atau guru yang bermasalah. Pada umumnya kita selalu menyalahkan anak-anak apabila
tingkah laku mereka tidak seperti yang kita inginkan. Hal ini lebih banyak disebabkan karena
kurangnya pengetahuan dan pemahaman kita terhadap perkembangan jiwa anak, sehingga kita
sering memperlakukannya dengan tidak/kurang tepat.
Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang luar biasa dan kemampuan untuk menyerap informasi
sangat tinggi. Kebanyakan orang tidak mengenali dan memahami kemampuan 'magic' yang ada pada
anak-anak. Mereka hanya bisa berkata, "Saya tahu anak-anak belajar lebih cepat", tetapi mereka
tidak tahu seberapa cepat anak-anak bisa belajar. Karena keterbatasan pengetahuan dan
kemampuan orang tua dan guru-guru maka potensi luar biasa yang ada pada setiap anak sebagian
besar tersia-siakan.
Umumnya orang siap mengorbankan waktu bertahun-tahun dan uang berjuta-juta rupiah untuk
menempuh pendidikan di perguruan tinggi ; untuk apa ? --- untuk mendapatkan sedikit tambahan
intelegensi, karena sedikitnya kemampuan sel-sel otak yang tersisa. Sebaliknya orang kurang
memperhatikan pendidikan anak-anak pada usia muda. Anak-anak usia belia memiliki bermilyar-
milyar sel-sel syaraf otak yang sedang ber-kembang dan memiliki kemampuan yang dahsyat.serta
daya memory yang kuat. Maka pendidikan yang me-nanamkan nilai-nilai luhur kemanusiaan
(pengembangan intelegensi/kecerdasan, karakter, kreativitas, moral, dan kasih sayang universal)
sangatlah perlu diberikan pada anak-anak sejak usia muda.
Oleh karena itu Pendidikan Pre-School dan Taman Kanak-Kanak tidak boleh dianggap sepele dan
diabaikan. Bahkan pendidikan bayi sejak usia nol tahun (baru lahir) atau bahkan sejak bayi masih
dalam kandungan sudah saatnya dikembangkan. Guru-guru dan fasilitas yang terbaik semestinya
diprioritaskan pada lembaga pendidikan kanak-kanak. Dedikasi yang tulus dari guru-guru dan
dukungan sepenuhnya dari orangtua anak akan menjamin keberhasilan pendidikan anak-anak.
Kerjasama yang baik antara guru dengan orang tua anak sangat diperlukan.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 71
32. Pendidikan Neo-Humanistik
Menurut para ilmuwan, pot ensi manusia it u sungguh t ak t erbat as, akan t et api hingga
t ingkat peradaban sekarang ini kit a baru menggunakan hanya sat u persen saj a dari
seluruh pot ensi t ersebut . Apabila benar demikian, maka t ugas paling ut ama pendidikan
ial ah menimba keluar seluruh pot ensi yang dimiliki oleh set i ap manusia agar set iap
manusia menj adi manusia seut uhnya, komplit . Dan inilah memang t ugas Pendidikan Neo
Humanis, di mana dilakukan upaya- upaya secara t er padu unt uk menyadap pot ensi
t ert inggi di dalam diri set iap anak, pada set iap wakt u dan set iap t empat .
Pendidikan Neo Humanis memberi kan pendidikan kepada keseluruhan bagian yang
membent uk anak it u : bukan hanya menghaf alkan inf ormasi dan menj ej alkannya kepada
int elek, at au melat ih anak menj adi robot agar guru menj adi senang karena anak it u
akan mengeluarkan j awaban- j awaban yang dikehendaki yang dikat akan sebagai
benar .
Pendi dikan Neo Humanis hendaknya diberikan kepada anak sej ak usia dini . I t ul ah
sebabnya Shrii P.R. Sarkar , pelopor Pendidikan Neo Humanis dengan fil osofi Neo
Humanisme-nya, menganj urkan unt uk mendirikan lebih banyak Taman Kanak- kanak
at au Pre- School yang menerapkan sist em pendi dikan Neo humanis.
Kenapa P.R. Sarkar t idak menganj urkan mendiri kan lebih banyak Perguruan Tinggi ?
Sudah diakui secara umum sebagai suat u fakt a perkembangan seseorang sebagian
besar t erj adi pada usia di bawah 6 t ahun. Pada periode usi a ini anak- anak membent uk
st rukt ur kognit if dan kepri badian dir inya yang akan menent ukan j alan hidup unt uk
sel anj ut nya. Oleh karena it u guru- guru dan fasili t as yang t erbaik hendaknya
dikonsent rasi kan pada pendi dikan kanak- kanak dan sekolah dasar.
P.R. Sarkar mengat akan bahwa pada set iap orang ada kehausan akan sesuat u yang t ak
t erbat as. Sat u t ugas t erpent ing dari pendidikan adalah membangkit kan keinginan akan
perluasan yang t ak t erbat as it u - - - ilmu penget ahuan yang t ak t erbat as. Yang harus
dibangkit kan pada set i ap siswa adalah perasaan, Saya ingin menget ahui/ menyat u
dengan kosmos.
Si st em pendidi kan t r adisional masih j auh dari usaha sedemikian ini .
Har apan yang dimiliki oleh set i ap anak yang lahi r t ernyat a hancur berant akan, sebagai
aki bat adanya ket idak adilan yang t erj adi dewasa ini . Manusi a mulai sepert i kupu- kupu
dan berakhir sebagai kepompong.
Sudah saat nya si st em pendidikan dir ancang sedemikian rupa sehingga t idak
menghasilkan orang- orang yang berpenget ahuan set engah- set engah yang kemudi an
berkembang menj adi agresip, bingung, pembangkang dan frust rasi. Akibat sel anj ut nya,
rangkaian j aringan sosial menj adi semakin rusak. Dilihat secara keseluruhan, semakin
banyak saj a anak- anak remaj a yang put us sekol ah, keluyuran, dan t erj erumus ke dalam
penggunaan obat - obat t erlar ang (nar koba) , merusak lingkungan, t erkena penyakit
kel amin, minggat dari rumah, gil a at au bunuh dir i.
Sudah sedemikian banyak dana dan wakt u dikorbankan unt uk mencoba membenahi
si st em pendi dikan. Tet api sayang, banyak yang gagal, karena perhat i an dipusat kan
kepada sumber masal ah yang keliru yait u dengan menambah int ensit as menj ej alkan
inf ormasi. Di banyak negara, pembaharuan di bidang pendidikan berart i menambah
j am dan bahan pengaj aran sert a memompakan lebih banyak informasi kepada anak-
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 72
anak yang sebenarnya sudah j enuh. Kesibukan menghafalkan informasi ini t elah
memerosot kan mut u dan mart abat manusia dan menghancurkan j iwa para siswa it u.
Ket ika anak- anak dipandang sebagai sebuah keranj ang yang fungsi ut amanya
menerima, menyimpan dan mengeluarkan kembali dat a dan fakt a it u, maka proses
bel aj ar it u akan bersif at mekani st is dan para siswa yang j enuh it u akan menj adi agresif
dan frust rasi at au mencari pelampiasan emosinya yang t idak t erkendalikan. Kit a
memerlukan perubahan dan perubahan it u harus dilakukan sekarang.
Terl ebih dulu kit a harus mengert i apa yang dij el askan oleh P.R. Sarkar dan t ernyat a
dit unj ang oleh kaidah- kaidah ilmu fisika modern bahwa kehadiran kit a bukan sekadar
kenyat aan yang nampak oleh panca indera, t et api merupakan suat u rangkai an
berkesinambungan dari berbagai lapisan kesadaran yang mulai dari lapisan yang paling
kasar yait u badan j asmani , melanj ut menuj u lapisan- lapisan yang lebih halus yait u
lapisan- lapisan psikis, dan akhirnya sampai pada suat u medan yang menyat u dengan
kesadaran t ak t erbat as. Keseluruhan lapisan psi kis it u dapat diident ifikasi ke dalam 5
lapi san :
1. Kesadaran Jaga ( Consci ous Mind) : PENGI NDERAAN
2. Bawah Sadar (Subconsci ous Mind) : I NTELEK
3. Lapisan pert ama Kesadaran Supra : KREATI VI TAS
4. Lapisan kedua Kesadaran Supr a : I NTUI SI
5. Lapisan ket i ga Kesadaran Supra : SPI RI TUALI TAS
Di dalam set iap kesadar an yang lebih t inggi t erdapat sumber penget ahuan yang lebih
luas yang lebih memberikan kebahagiaan, karena lapisan yang lebih t inggi ruang
lingkupnya lebih luas dan mengandung cadangan energi yang bukan main banyaknya.
Lapisan-lapisan ini bukan sekadar konsepsi t eorit is kaum psikolog, t et api merupakan
level yang berfungsi dapat dialami oleh set iap orang yang berl at ih dengan penuh disi plin
menj elaj ahi j iwanya. Tet api sayang, pada umumnya orang t idak menyadari adanya
level- level t erpent ing dari j iwa yang t erdalam; dan kit a biasanya hidup dengan dua level
yang lebih rendah yait u lapisan sadar dan bawah sadar saj a.
Apa yang menj adikan Pendi dikan Neo Humanis it u uni k ialah bahwa sist em dan met ode
pendidi kan ini secara sist emat is mengembangkan semua lapi san keberadaan manusia
dan secara berangsur- angsur mangar ahkan individu menuj u t uj uan yang t i dak t erbat as.
Jadi Pendi dikan Neo Humanisme ini sebenarnyalah merupakan pendi dikan keseluruhan
( holist ic educat ion) , karena di dalam proses pendi dikan it u t idak t erdapat bagian
kesadaran manusia yang t erabaikan, t i dak ada aspek kehidupan manusi a yang t i dak
dit angani . Dengan memahami karakt erist ik eksist ensi manusia secara keseluruhan maka
seorang pendidik akan lebih mudah menggali met ode- met ode pengaj aran yang lebih
sesuai dengan psi kologi anak didik.
Tu j uan Pendi di k an Neo- Humani st i k :
§ Mengembangkan pot ensi anak sepenuhnya : fisik, ment al, dan spirit ual.
§ Membangkit kan kehausan akan ilmu penget ahuan dan senang ( cint a) bel aj ar.
§ Membekali anak- anak dengan kemampuan akademik dan kemampuan lainnya yang
diperlukan unt uk pendidikan selanj ut nya.
§ Memfasili t asi pert umbuhan dan perkembangan kepribadian anak yang meli put i
moralit as, int egrit as, percaya dir i, disiplin, dan ker j asama.
§ Mengembangkan kemant apan f i si k dan ket ahanan ment al mel al ui yoga dan medi t asi , ol ahr aga
dan ber mai n.
§ Mengembangkan rasa est et ika dan penghargaan t erhadap kebudayaan melalui
drama, t ari , musik dan senirupa.
§ Mendorong anak- anak agar menj adi anggot a masyarakat yang akt i f dan
bert anggungj awab.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 73
§ Meningkat kan kesadaran ekol ogi dalam makna yang paling luas, yait u kesadaran
akan saling t erkait nya segal a sesuat u, dan mendorong rasa hormat dan peduli
t erhadap semua makhluk.
§ Meningkat kan Pandangan Universal , t erbebas dari perbedaan agama, warna kulit ,
j eni s kelamin, dsb.
* Mengert i pent ingnya peranan guru dalam memberikan cont oh.
ASPEK-ASPEK KEPRI BADI AN MANUSI A DAN METODE PENDI DI KAN NEO HUMANI S
UNTUK MENGEMBANGKANNYA :
1. Badan j asmani -- pengembangannya melalui lat i han-lat i han ger ak badan yang r ingan dan kasar ,
lat i han yoga yang halus (yoga asanas), t ar ian, dan makanan sehat .
2. Kesadar an sadar pengembangannya melalui kegiat an sensor i-mot or ik t er masuk lat ihan-lat ihan
dal am kehidupan pr akt is, li ngkungan yang mendukung, et ika at au kegiat an pr o-sosial.
3. Kesadar an bawah sadar pengembangan int elek melalui kegiat an-kegiat an sensor i-mot or dan
penggunaan per mainan dan f ant asi (playway met hod).
4. Kesadar an kr eat if pengembangan ini siat if sendir i dan ekspr esi di r i melalui seni yang kr eat if ,
per mainan f ant asi dan dr ama.
5. Kesadar an int uit if pengembangan kebij aksanaan yang halus dan ci nt a univer sal melalui
kur ikulum Lingkar an Kasih (Cir cle of Love) dan penggunaan cer it a dan lagu-lagu yang memiliki
nilai univer sal.
6. Kesadar an spir it ual pengembangannya melalui medit asi (quiet -t ime), cer it a dan lagu-lagu
spir it ual, dan t ar ian yoga
yang halus.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 74
33. Per kembangan Mot or i k Hal us Dan Kasar
Agar si kecil bisa mencapai dan melewat i perkembangannya dengan normal, perlu
diberikan st imulasi yang t epat sesuai usianya.
I dealnya, perkembangan mot orik kasar dan halus si kecil akan diamat i set i ap
berkunj ung ke dokt er spesialis anak dengan mel akukan beberapa t es; apakah anak
sudah bisa mel akukan suat u gerakan A, misal. Dengan begit u, ket ika ada
ket erl ambat an, dokt er langsung dapat mengint ervensi dan memberi saran pada orang
t ua.
Tes yang umum dil akukan unt uk memant au perkembangan mot orik adalah t es Denver.
Tes ini membagi perkembangan anak j adi empat , yait u perkembangan personal sosi al,
perkembangan bahasa, sert a perkembangan mot orik kasar dan mot orik halus adapt if.
Perkembangan bayi akan diamat i set iap 1 bul an sekali . Sedangkan balit a, at au t epat nya
set elah anak menginj ak usia 2 t ahun ke at as, cukup 3 bulan sekali.
Tes Denver ini , semacam checkli st unt uk mempermudah pemant auan akan
perkembangan anak. Apakah anak sesuai dengan perkembangan usianya saat it u at au
t i dak. "Kalau misalnya anak t erl ambat , kit a harus t ahu past i , bagian mana yang
t erlambat . Apakah perkembangan mot ori k halus, mot orik kasar, bahasa at au personal
sosi alnya." Bila sudah diket ahui, mi sal, "O, anak ini hanya perkembangan mot oriknya
saj a yang t erganggu, yang lain sesuai." Maka t erapinya akan dit ekankan ke sit u.
Namun, j angan buru- buru menganggap si kecil mengal ami kelainan, karena si apa t ahu
yang j adi penyebab j ust ru kurangnya st imul asi . I t u sebab, bil a t erj adi ket erl ambat an,
ki t a harus t ahu persis penyebabnya. "Tak heran seorang psikolog akan bert anya
bagaimana pola pengasuhan orang t ua t erhadap anaknya. Bukan t ak mungkin orang t ua
yang overpr ot ect ive akan membuat anak sulit berkembang. Kalau ini masalahnya, j elas
orang t uanya yang perlu dit erapi. Harus di beri penj el asan t ent ang dan cara- cara
mel akukan st imulasi pada anak."
Tapi kal au semua perkembangan anak t erlambat , dari perkembangan bahasa, personal
sosi al, mot orik kasar dan halusnya, maka anak dinyat akan mengalami ret ardasi
ment al/ ket erbelakangan ment al . Misal, anak usia 3 t ahun namun kemampuan mot orik
halus, kasar , t ermasuk berbahasa dan sosialnya, masih set ara dengan anak usi a 1 t ahun
8 bul an.
Yang j elas, bil a masalahnya berhubungan dengan mot orik kasar, anak akan menj alani
fi siot er api. Sedangkan j ika masalahnya pada mot orik halus, ia akan menj alani t erapi
okupasi. Unt uk ket erlambat an bahasa, t ent u anak akan menj alani t erapi wicara, dan
sebagainya.
Nah, sepert i apa perkembangan mot orik kasar dan halus si bat it a? Yuk, kit a, simak
bersama di bawah ini , merunut t es Denver yang sudah dimodifikasi. Selanj ut nya, amat i
apakah perkembangan si kecil sudah sesuai. Jangan lupa, beri st imulus agar ia bisa
mencapai t ahap- t ahap perkembangan yang har us dil aluinya. Tent unya dilakukan sambil
bermain, ya, Bu- Pak.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 75
34. Gaya Belajar Efektif
Set i ap orang past i mempunyai cara at au gaya belaj ar yang berbeda- beda. Banyak gaya
yang bisa dipilih unt uk belaj ar secara efekt if . Nah, art ikel berikut menj elaskan t uj uh
gaya belaj ar yang mungkin beberapa diant ar anya bisa di t erapkan pada anak didik kit a :
1. Bel aj ar dengan k at a- k at a. Gaya ini bisa kit a mulai dengan mengaj ak seorang
t eman yang senang bermain dengan bahasa, sepert i bercerit a dan membaca sert a
menuli s. Gaya belaj ar ini sangat menyenangkan karena bisa membant u kit a mengingat
nama, t empat , t anggal, dan hal- hal lainya dengan cara mendengar kemudian
menyebut kannya.
2. Bel aj ar dengan per t anyaan. Bagi sebagi an orang, belaj ar makin efekt if dan
bermanf aat bila it u dilakukan dengan cara bermian dengan pert anyaan. Misalnya, kit a
memancing keinginan t ahuan dengan berbagai pert anyaan. Set i ap kali muncul j awaban,
kej ar dengan pert anyaan, hingga didapat kan hasil akhi r at au kesimpul an.
3. Bel aj ar dengan gambar . Ada sebagian orang yang lebih suka belaj ar dengan
membuat gambar, merancang, melihat gambar, slide, vi deo at au film. Orang yang
memili ki kegemaran ini , biasa memiliki kepekaan t ert ent u dalam menangkap gambar
at au warna, peka dalam membuat perubahan, merangkai dan membaca kart u.
4. Bel aj ar dengan musi k . Det ak ir ama, nyanyian, dan mungkin memainkan sal ah sat u
inst rumen musik, at au selalu mendengarkan musik. Ada banyak orang yang suka
mengingat beragam inf ormasi dengan cara mengingat not asi at au melodi musik. I ni
yang disebut sebagai rit me hi dup. Mereka berusaha mendapat kan inf ormasi t erbaru
mengenai beragam hal dengan cara mengingat musik at au not asinya yang kemudian
bisa membuat nya mencari informasi yang berkait an dengan it u. Misalnya mendegarkan
musik j azz, lalu t ergeliik bagaimana lagu it u dibuat , si apa yang membuat , dimana, dan
pada saat sepert i apa lagu it u muncul . I nformasi yang mengiringi lagu it u, bisa saj a t ak
sebat as cerit a t ent ang musik, t api j uga manusi a, t eknol ogi, dan sit uasi sosi al polit i k pada
kurun wakt u t ert ent u.
5. Bel aj ar dengan ber ger ak . Gerak manusia, menyent uh sambil berbicara dan
menggunakan t ubuh unt uk mengekspresikan gagasan adalah salah sat u cara belaj ar
yang menyenangkan. Mereka yang biasanya mudah memahami at au menyerap
inf ormasi dengan cara ini adalah kal angan penar i, olahragawan. Jadi j ika Anda t ermasuk
kel ompok yang akt if, t ak sal ah mencoba belaj ar sambi l t et ap melakukan beragam
akt ivit as menyenangkan sepert i menari at au berolahraga.
6. Bel aj ar dengan ber sosi al i sasi . Bergabung dan membaur dengan orang lain adalah
cara t erbaik mendapat informasi dan bel aj ar secara cepat . Dengan berkumpul, kit a bisa
menyer ap berbagai inf ormasi t erbaru secara cepat dan mudah memahaminya. Dan
biasanya, informasi yang didapat dengan cara ini, akan lebih lama t erekam dalam
ingat an.
7. Bel aj ar dengan Kesendi r i an. Ada sebagian orang yang gemar melakukan segala
sesuat unya, t ermasuk belaj ar dengan menyepi. Unt uk mereka yang sepert i ini , biasanya
suka t empat yang t enang dan ruang yang t erj aga privasinya. Jika Anda t ermasuk yang
sepert i ini , maka memiliki kamar pribadi akan sangat membant u Anda bisa belaj ar
secara mandiri.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 76
35. Matematika, siapa takut?
Matematika sering kali dianggap pelajaran momok. Tak cuma si anak yang kebingungan,
orang tua pun sering dibuat kalang kabut.
Segala daya dikerahkan para orang tua bagi anaknya. Mulai dari les sampai ikut bimbingan belajar.
Tapi beberapa waktu terakhir ada lembaga yang khusus menyelenggarakan kursus matematika. Ada
yang menggunakan Metode Kumon, sementara lainnya menggunakan alat bantu sempoa.
Kembangkan potensi individu
Sebenarnya nama Kumon adalah nama keluarga penemu metode belajar matematika, Toru Kumon.
Guru matematika SMU di Jepang itu pada tahun 1954 pertama kali menyusun sendiri bahan pelajaran
matematika untuk membimbing anaknya belajar matematika. Setelah terbukti memberi hasil
memuaskan pada anaknya dan juga anak didik dan tetangga dekatnya, ia pun ingin menerapkan cara
belajar dan bahan pelajaran ini kepada sebanyak mungkin anak. Tak heran dengan sifatnya yang
universal, kini Metode Kumon telah dapat diterapkan di 40 negara, termasuk Indonesia.
Prinsip dasar metode yang disebarluaskan ke Indonesia pada Oktober 1993 ini adalah pengakuan
tentang potensi dan kemampuan individual tiap siswa. "Maka, seseorang yang mendaftar kursus
Kumon harus mengikuti tes penempatan," tutur Suita Sary Halim, pimpinan penyelenggara kursus
Kumon. Tes penempatan itu untuk mengetahui titik pangkal siswa, supaya siswa dapat mengerjakan
bahan pelajaran sesuai dengan kemampuannya. Tak heran bila soal itu biasanya bisa selesai dalam
batas waktu tertentu, biasanya hanya dalam hitungan menit.
Setelah itu, ia akan terus berlatih mengerjakan soal-soal latihan sesuai kemampuan, daya konsentrasi
dan ketangkasan, bukan berdasar tingkat kelas formal atau usia siswa saja. Siswa SD kelas II bisa saja
menghadapi soal latihan untuk SD kelas I, "Karena mungkin yang ia kuasai benar baru pelajaran di
kelas I," ujar Suita.
Sebagai contoh, mungkin saja ada siswa SD kelas II yang harus belajar penambahan yang termudah.
Misalnya, 1 + 1 = 2, 2 + 1 = 3, 3 + 1 = 4, 4 + 1 = 5, 5 + 1 = 6, dst. Namun begitu jangan dianggap
enteng karena ia harus menyelesaikan sebanyak 50 soal hitungan serupa hanya dalam waktu 2 menit.
Latihan itu dilakukan berulang kali, sampai ia menguasai dan mampu di luar kepala menjawab soal
serupa. Selanjutnya, ia akan meningkat ke bagian berikut, namun dengan tingkat perbedaan kesulitan
yang sangat kecil, misalnya 1 + 2 = 3, 2 + 2 = 4, dan seterusnya.
Maka jangan kaget bila dalam kelas bisa ditemukan siswa dalam berbagai tingkat usia. Begitu pun,
beberapa siswa yang duduk di tingkat kelas yang sama tidak berarti akan memulai mengerjakan soal
latihan yang sama pula. "Kembali lagi karena masalah potensi dan kemampuan yang berbeda dari tiap
siswa. Maka yang diterapkan adalah belajar perseorangan," tutur Suita sambil menambahkan tiap
siswa Kumon mendapat bahan pelajaran yang berbeda dengan siswa lainnya, baik jumlah lembar
kerja maupun tingkat bahan pelajarannya.
Karena mulai belajar dari bagian yang tepat, dalam arti sesuai dengan kemampuannya, dan program
dibuat secara perseorangan, siswa tidak akan menemui kesulitan belajar. Yang muncul justru perasaan
senang belajar matematika. Penyebab yang lain karena di lembaga ini tidak tertutup kemungkinan
untuk merevisi dan mengembangkan bahan pelajaran agar anak-anak tidak mengalami kesulitan
dalam belajar dan tidak kehilangan semangat belajarnya. Selain itu prestasi antara satu siswa dengan
yang lain tidak dibanding-bandingkan, sehingga kalaupun ada yang agak lambat mencapai kemajuan
tidak akan merasa kecil hati dan putus asa.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 77
Uniknya, berkat metode yang mengunggulkan kemampuan dan semangat belajar perseorangan itu,
biasanya setelah 6 bulan - 1 tahun, siswa sudah bisa mencapai tingkat pelajaran di sekolahnya, setelah
itu melampauinya.
Kemajuan dari hasil belajar siswa Kumon memang sangat bervariasi. Ada siswa yang menyelesaikan
seluruh bahan pelajaran Metode Kumon, hingga level Q mengenai probabilitas dan statistika, dalam
waktu 2 tahun 10 bulan. "Namun, sekecil apa pun kemajuannya, kami akan selalu mengakui setiap
hasil yang telah mereka capai dan menunjukkan jalan agar pada diri setiap anak timbul rasa percaya
diri dan keberanian," ujar Suita sambil menambahkan pada umumnya prestasi siswa sesudah
mengikuti kursus metode ini meningkat, terutama dari segi akademis.
Disiplin berlatih
Kumon menilai kunci keberhasilan belajar matematika adalah dengan banyak berlatih. Tak heran bila
selama belajar dengan Metode Kumon siswa akan mendapat banyak porsi latihan. Dalam tiap satuan
lembar kerja terdapat puluhan soal, sehingga untuk satu materi bahasan ia akan mengerjakan hingga
ratusan soal latihan. Maka, untuk menyelesaikan seluruh topik bahasan, bila ia jadi siswa sejak tingkat
pertama, jumlah soal latihan yang dikerjakannya tentu mencapai puluhan ribu!
Di Kumon, menurut Suita, siswa yang sudah punya kemampuan cukup yang bisa maju ke tingkat
lebih tinggi. Bagi yang belum cukup akan terus mendapat pengulangan, sehingga nantinya ia tidak
mendapat kesulitan saat mengerjakan bahan pelajaran yang lebih tinggi.
Selain itu Kumon memberlakukan sistem nilai 100, artinya tiap latihan harus benar dikerjakan semua
sebelum bisa berganti lembar pelajaran. Siswa yang melakukan kesalahan harus memperbaiki sendiri
sampai mendapat nilai 100. Cara ini dinilai efektif agar siswa tidak lagi melakukan kesalahan yang
sama.
Namun, kenaikan tingkat sering kali tidak terasa. Ini karena perubahan bahan pelajaran dibuat
sedemikian kecil, bahkan halus dan sistematis. Bahan pelajaran meningkat seiring dengan
kemampuan penalaran sendiri, jarang sekali ia harus minta bantuan pembimbing. Cara ini akan
membentuk kebiasaan belajar mandiri yang berguna untuk menggali potensi diri-sendiri.
Selain materi pelajaran, waktu belajar siswa pun digodok matang. Siswa umumnya datang ke kelas 2
kali seminggu dengan waktu belajar rata-rata 30 menit, tergantung tingkat bahan pelajarannya.
"Namun, di luar hari kelas, mereka mendapat PR dengan jumlah yang tepat sesuai kemampuannya
setiap hari," ujar Dani Wulansari, staf lembaga Metode Kumon.
Semua cara belajar itu diterapkan pada seluruh peserta kursus tanpa memandang usia, karena Kumon
memang bisa diikuti oleh siswa pada usia berapa pun. "Pendaftarannya pun terbuka setiap saat," ujar
Dani sambil menambahkan sebaiknya siswa mempelajari metode ini sejak usia dini, karena hasilnya
tentu akan lebih memuaskan. Yang terutama dirasakan adalah kemampuan berpikir matematis akibat
latihan mengkoordinasikan angka-angka menggunakan otak dan tangan. Khususnya latihan hitungan
dengan Metode Kumon akan terasa sangat membantu untuk mengenal matematika tingkat SMP dan
SMA, sehingga ia akan dengan mudah mengerjakan soal-soal persamaan, pemfaktoran, juga
diferensial dan integral.
Dengan demikian, Metode Kumon bukan hanya meningkatkan penguasaan matematika, tapi juga
berbagai kemampuan belajar pada anak, mulai dari konsentrasi dan ketangkasan kerja, semangat
kebiasaan belajar mandiri, kebiasaan belajar setiap hari. Bila ia bisa menyelesaikan soal latihan
matematika dari sekolah dengan cepat, maka ia bisa menggunakan sisa waktu untuk mempelajari ilmu
lain. Alhasil, pelajaran lain pun pasti akan meningkat.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 78
Dari pasir sampai manik-manik
Konon dengan sempoa seorang anak dapat menjawab sederetan soal hitungan penjumlahan dan
pengurangan hanya dalam beberapa menit. Yang dilakukannya cuma menjentak-jentikkan biji manik-
manik sempoanya dengan cekatan.
Sempoa memang bukan barang baru. Diduga alat hitung ala abakus pertama dimiliki suku Babilonia
dalam bentuk sebilah papan yang ditaburi pasir. Di atasnya orang bisa menorehkan berbagai bentuk
huruf atau simbol. Tak heran bila ia disebut abakus yang dalam bahasa Yunaninya abakos, artinya
'menghapus debu'. Ketika berubah fungsi menjadi alat hitung, bentuknya pun diubah. Permukaan
pasir itu menjadi papan yang ditandai garis-garis lengkap dengan sejumlah manik-manik satuan,
puluhan, ratusan, dan seterusnya.
Alat itu makin disempurnakan di zaman Romawi. Papannya dibuat berlekak-lekuk cekung agar saat
menghitung manik-manik mudah digerakkan dari atas ke bawah.
Orang Cina mengembangkan "hsuan-pan" (nampan penghitung) alias abakus itu menjadi dua bagian.
Pada jeruji atas dimasukkan dua manik-manik dan jeruji bawah lima manik-manik. Di abad
pertengahan abakus makin tersebar luas, di antaranya sampai ke Eropa, Arab, dan seluruh Asia.
Abakus sampai di Jepang pada abad ke-16. Namun Jepang mengubah susunan manik-manik menjadi
satu pada jeruji atas dan empat di jeruji bawah. Satu manik-manik jeruji atas bernilai lima dan empat
di jeruji bawah (dimulai dari tengah ke kiri) bernilai satuan, selanjutnya puluhan, ratusan, dan
seterusnya. Sedangkan di bagian tengah ke kanan untuk menghitung bilangan desimal. Rupanya
abakus ala Jepang ini yang belakangan populer kembali, termasuk di Indonesia.
Menanam sempoa di otak
Munculnya mesin hitung elektronika di AS tahun 1946, rupanya tidak menggoyahkan kepopuleran
sempoa. Malah anak yang sudah sangat fasih menghitung dengan metode sempoa telah dibuktikan
mampu mengalahkan cara hitung dengan komputer.
Belakangan berbagai kursus mental aritmatika sempoa memang menjamur di kota-kota besar.
Menurut salah satu penyelenggara kursus, yaitu Yayasan Aritmatika Indonesia (YAI) yang
mengambil lisensi dari Malaysia, berhitung metode sempoa hanya melibatkan hitungan tambah,
kurang, kali, dan bagi.
Satu paket belajar terdiri atas 10 tingkat yang kenaikannya harus melalui ujian. Pada tingkat I - III
anak belajar penjumlahan dan pengurangan. Pada tingkat IV diajarkan perkalian dan pembagian. Bila
satu tingkat selesai dalam tiga bulan, berarti untuk menamatkan 10 tingkat perlu waktu 30 bulan atau
2,5 tahun. Umumnya bila sudah sampai tingkat terampil, mungkin setelah belajar 6 bulan - 1 tahun,
sekitar tingkat II atau III, murid diharapkan mampu menghitung tanpa alat bantu apa pun. Sepuluh
baris pertanyaan perkalian tiga digit angka dengan tiga digit angka bisa selesai kurang dari 30 detik!
Hal ini bisa terjadi karena anak sudah hapal lokasi satuan, puluhan, ratusan, dst. Cukup dengan
membayangkan posisi manik-manik sempoa sambil memainkan jari-jari tangannya, ia bisa
menemukan hasil hitungan. Pada tingkat ini ia sudah mampu menghitung cepat di luar kepala.
Visualisasi penggunaan sempoa sudah tertanam dalam otaknya.
Namun, ada catatan penting lain, menurut sistem YAI, pelatihan aritmatika sempoa paling sesuai
untuk anak usia 6 - 12 tahun karena mereka sedang dalam taraf mempelajari metode dasar eksakta.
"Pikiran mereka masih jernih, belum terlalu dipengaruhi metode aritmatika lain," tutur Ibu Tia,
praktisi sistem YAI di Sanggar Kreativitas Bobo, Jakarta.
Akhirnya, selain bisa berhitung cepat, metode ini berguna untuk mengoptimalkan fungsi-fungsi otak,
khususnya otak kanan yang meliputi daya analisis, ingatan, logika, imajinasi, reaksi tinggi, dll.
Menurut teori mental aritmatika, pemahaman atas disiplin dasar eksakta ini akan membuat anak
mampu menguasai dan menggunakan secara optimal seluruh potensi dan kreativitas dirinya, termasuk
menyerap ilmu-ilmu lanjutannya nanti. Untuk kehidupan sehari-hari latihan ini akan melatih mental
anak agar menjadi lebih tekun serta disiplin.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 79
Ilmu kemampuan dasar
Kemampuan menghitung dengan cepat, tentu akan menunjang anak dalam pelajaran matematika di
sekolah. Atas pertimbangan itu Kepala Sekolah SD Dharma Karya Drs. H. Masduki memasukkan
metode ini dalam mata pelajaran di sekolah yang dipimpinnya. "Karena saya pernah melihat ada anak
SMP yang menghitung masih dengan alat bantu jari-jari tangan."
Selain itu, ia membaca di surat kabar rencana akan makin banyaknya diterapkan ilmu kemampuan
dasar di tingkat pendidikan dasar. Menurut dia, "Salah satu ilmu kemampuan dasar adalah aritmatika
yang meliputi penguasaan berhitung tambah, kurang, kali, bagi." Bila landasan berhitungnya cukup
kuat, siswa tentu tak akan menghadapi masalah dalam memahami matematika yang sesuai dengan
tuntutan kurikulum dan GBPP.
SD Dharma Karya mengajarkan metode sempoa aritmatika sejak tahun ajaran baru silam dengan
mengambil dua jam dari 10 jam pelajaran matematika. Metode ini diperkenalkan pada siswa kelas I
hingga VI. "Repotnya, kalau diajarkan pada siswa di kelas V atau VI, mental berhitung mereka sudah
terbentuk yaitu menghitung dengan alat bantu jari tangan, sedangkan jumlah jari tangan sangat
terbatas. Tak heran, kalau sering kali matematika sulit dikuasai karena tidak ada bekal ilmu
berhitung," aku Wito, guru mata pelajaran metode sempoa.
Nantinya, murid kelas I sekarang saat duduk di kelas V akan mendapat pelajaran aritmatika sosial.
"Siswa belajar menerapkannya dalam masalah sehari-hari, misalnya saat berbelanja," tutur Wito yang
mengaku sempat bekerja keras merakit sempoa sederhana untuk dipakai berlatih murid-muridnya.
Ternyata Wito punya target yang sama dengan YAI, yaitu memasukkan sempoa bayangan ke otak
anak. Tugas pertamanya adalah bagaimana agar muridnya lancar mengoperasikan sempoa. Di otak
setiap gerakan bisa punya makna dalam hitungan. Sehingga kalau pun tanpa sempoa siswa tak akan
kesulitan dalam berhitung.
Menurut Wito, murid-muridnya tak pernah bosan belajar dengan sempoa. Murid-muridnya tak merasa
sedang belajar, malah lebih merasa sedang bermain manik-manik sempoa.
Masduki tak mengingkari masalah yang mungkin muncul. Berbeda dengan kursus, di mana satu anak
punya sempoa sendiri yang bisa dipakai berlatih di rumah, sempoa di sekolahnya hanya dipinjamkan
pada siswa saat pelajaran. Belum lagi jumlah siswa satu kelas yang mencapai 35 orang, sehingga
mungkin saja ada anak yang agak lambat menguasainya. "Namun, selalu ada jalan keluar, misalnya
memberi pengajaran remedial atau pengayaan," tutur Masduki yang, sama seperti guru dan orang tua
mana pun, bertekad memberikan bekal terbaik untuk generasi penerusnya.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 80
36. Peran Komputer Bagi Pendidikan Anak
Pada awalnya komput er dit it ikberat kan pada proses pengol ahan dat a, t et api karena
t eknologi yang sangat pesat , saat ini t eknologi komput er sudah menj adi sarana
informasi dan pendidikan khususnya t eknologi int ernet . Dalam hal pendidi kan, komput er
dapat dipergunakan sebagai alat bant u ( media) dalam proses belaj ar mengaj ar baik
unt uk guru maupun siswa yang mempunyai fungsi sebagai Medi a t ut or i al , al at per aga
dan j uga al at uj i dimana t i ap fungsi t ersebut masing- masing mempunyai kelebihan dan
kekurangan. Sebagai media t ut orial , komput er memili ki keunggul an dalam hal int eraksi,
menumbuhkan minat bel aj ar mandiri sert a dapat disesuaikan dengan kebut uhan siswa /
anak. Tet api int eraksi komput er dengan manusia belum dapat menggant ikan int eraksi
manusia dengan manusia, selain it u mempunyai kelemahan lain yait u kemauan belaj ar
mandir i yang masih rendah. Komput er sebagai alat uj i memiliki keunggul an dalam
keobyekt if an, ket epat an dan kecepat an dalam penghit ungan t et api masih belum dapat
menilai soal- soal essai , pendapat dan hal yang t erkait dengan moral dan et ika. Yang
t erakhir , sebagai media alat peraga, komput er mempunyai kelebihan dapat
memperagakan percobaan t anpa adanya resiko, t et api membut uhkan wakt u dalam
pengembangannya. Sebelum memperkenalkan komput er kepada anak, orangt ua
maupun guru seharusnya dapat memahami perkembangan pemahaman anak, dimana
pada usia 0 -2 t ahun anak mendapat kan pemahamannya dari penginderaannya.
Kemudian usia 2 - 7 t ahun anak mulai belaj ar menggunakan bahasa, angka dan simbol-
si mbol t ert ent u. Pada usia 7 - 12 t ahun anak mulai dapat berpikir logis, t erut ama yang
berhubungan dengan obyek yang t ampak langsung olehnya. Yang saat ini perlu menj adi
perhat i an bagi orangt ua maupun guru adalah bagaimana cara memperkenalkan
komput er kepada anak. Hal yang perlu dicoba adalah dengan program- pr ogram aplikasi
( soft ware) yang bersifat "Edut ainment " yait u perpaduan ant ara educat i on ( pendidikan)
dan ent ert ainment (hi bur an) . Selain it u program ( soft ware) aplikasi "Edut ainment "
t ersebut mempunyai kemampuan menumbuhkembangkan kreat if it as dan imaj inasi anak
ser t a melat ih saraf mot or ik anak. Cont ohnya program permainan kombinasi benda,
menyusun benda at au gambar ( Puzzle) sert a program berhit ung dan soft ware- soft war e
lain yang didukung perangkat mult i media. Selai n program aplikasi ( soft ware) , duni a
int ernet semakin berart i bagi anak- anak. I nt ernet memungkinkan anak mengambil dan
mengolah ilmu penget ahuan at aupun informasi dari sit us- sit us yang dikunj unginya t anpa
adanya bat asan j arak dan wakt u. Di samping it u masih ada manfaat lain yang didapat
dari int ernet , misalnya sur at menyurat ( E-mail) , berbincang (chat t ing) , mengambil dan
menyimpan informasi ( download) . Unt uk perkembangan pendidi kan sel anj ut nya
t eknologi "Teleconf erence" ( Konferensi int erakt if secara on line dari j arak j auh)
dirasakan sudah pant as di coba dan dikembangkan, karena dapat menghemat wakt u,
t enaga pengaj ar, kapasit as ruang belaj ar sert a t idak mengenal let ak geografis.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 81
37. Alternatif Hukuman Anak Di Sekolah
Alhamdulillah di sekolahan keponakan-keponakan saya ini tidak dikenal
sanksi-sanksi yang diutarakan oleh Ukhti Ratna Ahmad. Yang ada ialah
menghafalkan ayat Al Qur'an, hadist, atau doa-doa (panjang pendeknya
ditentukan menurut usia); membaca Al Qur'an dengan jumlah baris atau ayat
tertentu;
Kedengarannya jadi ironik.
Hukuman itu selalu berasosiasi dgn sesuatu yang buruk, sesuatu yang
sebaiknya jangan sampai diulangi lagi. Kalau mebaca Al Quran dibuat sebagai
hukuman, lambat laun akan tertanam dalam alam bawah sadar (subconcious
mind) anak tsb bahwa membaca al Quran adalah sesuatu yang tidak baik,
sesuatu yang harus dihindari.
Mungkin yang punya lata belakang psikologi pendidikan bisa menjelaskannya
secara lebih baik.
Sebelum membaca tanggapan akhi Bogie saya tidak memperhatikan hal ini. Saya
setuju dengan akhi Bogie, bahwa masalah hukuman dan ganjaran (punishment
and reward) harus dikaitkan dengan tujuan mengapa hukuman hendak
diterapkan.
Susahnya dalam waktu sekejap kita harus memilih perbuatan atau tindakan
hukuman yang hendak dijatuhkan. Yang teringat adalah perbuatan yang hendak
kita tanamkan yang lain, misalnya membaca Al-Qur'an. Jadi perbuatan baik
lainnya dijadikan hukuman atau menurut saya "beban" tambahan karena lalai
melakukan perbuatan tertentu yang sedang dikembangkan dalam proses
pendidikan, misalnya bisa membaca dan menulis al Qur'an.
Aneka macam bentuk hukuman yang pernah saya alami atau saksikan ketika saya
masih SD, saya ingat anak yang kena hukuman supaya nulis halus (huruf abjad
dengan aturan tertentu sehingga mudah dibaca), membawa potongan sapu lidi
untuk alat bantu menghitung, sampai menimba air untuk menyiram tanaman.
Anak kena hukuman karena tidak mengerjakan PR, berbicara dengan teman
ketika guru sedang menerangkan di depan kelas, dipukul telapak tangan
dengan kayu penggaris. Kadang-2 menjatuhkan hukuman bukan dalam konteks
pendidikan tetapi tempat menumpahkan kekesalan atau sekedar iseng-2 & puas
melihat anak didik jumpalitan dan tunduk-takut menghadap guru yang
menghukum.
Wah ini menarik untuk dikaji, maaf saya tidak siap menanggapi secara utuh.
Mungkin sejumlah pertanyaan ini bisa memperluas kajian ini:
(1) apakah konsep hukuman setiap guru terhadap suatu masalah sama?
(2) bagaimana guru penerapkan hukuman pada anak didik? Apakah diabaikan
(3) apakah hukuman efektif untuk setiap perbuatan?
(4) bagaimana kalau diabaikan saja (ignored) perbuatan itu akan hilang?
(5) bagaimana kalau perhatian pada perbuatan yang kita inginkan saja yang
diperhatikan, misalnya anak kecil bisa bilang "Terima kasih" diberi pujian
tetapi kalau tidak mengucapkannya akan dibiarkan tidak mendapat apa-apa,
juga tidak dihukum.
(6) Apakah hukuman itu harus berupa hukuman fisik? Anak saya kalau berbuat
tidak sesuai dengan yang kami harapan, ibunya langsung menyruh dia
berhenti main untuk selanjutnya masuk kamar untuk berfikir.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 82
38. Anakku Mal as Bel aj ar
Pada ar t i kel sebel um i ni t el ah di bahas mengenai kebut uhan anak unt uk bermai n. Pada art i kel i ni
akan di bahas mengenai anak bel aj ar . Anak usi a sekol ah t ent unya per l u unt uk bel aj ar , ent ah
mengul ang kembal i pel aj ar an yang sudah di ber i kan di sekol ah, menger j akan peker j aan r umah (pr )
at aupun mempel aj ar i hal -hal l ai n di l uar pel aj ar an sekol ah. Pent i ngnya bel aj ar t anpa har us
di bi car akan panj ang l ebar past i sudah di sadar i ol eh sel ur uh or angt ua.
Kel uhan yang dat ang dari or angt ua pada umunya l ebi h banyak menyangkut anaknya t er l al u banyak
ber mai n dar i pada or angt ua yang anaknya t er l al u banyak bel aj ar . Bahkan kal au anak sangat r aj i n
bel aj ar , past i l ah or angt ua memamer kannya ke or ang-or ang dengan nada bangga, "Iya l oh Pak Dani ,
anak saya i t u bel aj ar nya r aj i n sekal i . Pul ang sekol ah bel aj ar , bangun t i dur si ang bel aj ar , t er us
mal am kal au bapaknya sudah pul ang ya bel aj ar l agi . Makanya anak saya i t u pi nt ar sekal i , apa-apa
t ahu. Kadang-kadang mal ah saya yang nggak t ahu".
Lai n l agi kal i mat nya j i ka anak t er l al u banyak ber mai n, "Aduuuuuuh Pak Dani , anak saya i ni ker j anya
mai n mel ul u. . . . Si ang mai n, sor e mai n, mal am j uga mai n. Saya dan bapaknya kal au mau menyur uh
di a bel aj ar , har us t er i ak-t er i ak dul u, mengancam dul u, bar u di a mau bel aj ar . Pusi ng saya j adi nya.
Sudah begi t u per kal i an saj a t i dak haf al ".
Penyebab
Kal au anak enggan bel aj ar , t ent unya per l u di car i t ahu sebab-musababnya, bar u kemudi an di ambi l
suat u t i ndakan. Beber apa sebab mengapa anak enggan bel aj ar , di ant ar anya adal ah sebagai ber i kut :
1. Kur angnya wakt u yang t er sedi a unt uk ber mai n (sudah di bahas pada ar t i kel yang l al u).
2. Sedang punya masal ah di r umah (mi sal nya suasana di r umah sedang "kacau" karena ada
adi k bar u).
3. Ber masal ah di sekol ah (t i dak suka/ phobi a sekol ah, sehi ngga apapun yang ber hubungan
dengan sekol ah j adi enggan unt uk di ker j akan).
4. Sedang saki t .
5. Sedang sedi h (ber t engkar dengan t eman bai k, kehi l angan anj i ng kesayangan)
6. Ti dak ada masal ah at au saki t apapun, j uga t i dak kur ang wakt u ber mai n (mal ahan
kebanyakan), hanya memang MALAS.
Malas
Dal am Kamus Bahasa Indonesi a ol eh Muhammad Al i , mal as di j abar kan sebagai t i dak mau ber buat
sesuat u, segan, t ak suka, t ak ber naf su. Mal as bel aj ar ber ar t i t i dak mau, enggan, t ak suka, t ak
ber naf su unt uk bel aj ar .
Kal au anak-anak t i dak suka bel aj ar dan l ebi h suka ber mai n, i t u ber ar t i bel aj ar di anggap sebagai
kegi at an yang t i dak menar i k buat mer eka, dan mungki n t anpa mer eka sadar i j uga di anggap sebagai
kegi at an yang t i dak ada gunanya/ unt ungnya kar ena bagi ana-anak t i dak secar a l angsung dapat
meni kmat i hasi l bel aj ar . Ber beda dengan kegi at an ber mai n, j el as-j el as kegi at an ber mai n menar i k
buat anak-anak, dan keunt ungannya dapat mer eka r asakan secar a l angsung (per asaan senang yang
di al ami ket i ka bermai n adal ah suat u keunt ungan).
Motivasi
Dal am duni a psi kol ogi , dor ongan yang di r asakan seseor ang unt uk mel akukan sesuat u di sebut sebagai
mot i vasi . Mot i vasi t er sebut dapat ber asal dar i dal am maupun dar i l uar di r i seseor ang.
Mor gan (1986) dal am bukunya Int roduct i on To Psychol ogy, menj el askan beber apa t eor i mot i vasi :
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 83
1. Teor i i nsent i f
Dal am t eor i i nsent i f , seseor ang ber per i l aku t er t ent u unt uk mendapat kan sesuat u. Sesuat u i ni
di sebut sebagai i nsent i f dan adanya di l uar di r i or ang t er sebut . Cont oh i nsent i f yang pal i ng umum
dan pal i ng di kenal ol eh anak-anak mi sal nya j i ka anak nai k kel as akan di bel i kan sepeda bar u ol eh
or angt ua, maka anak bel aj ar dengan t ekun unt uk mendapat kan sepeda bar u. Insent i f bi asanya hal -
hal yang menar i k dan menyenangkan, sehi ngga anak t er t ar i k mendapat kannya. Insent i f , bi sa j uga
sesuat u yang t i dak menyenangkan, maka or ang ber per i l aku t er t ent u unt uk menghi ndar
mendapat kan i nsent i f yang t i dak menyenangkan i ni . Dapat j uga t er j adi sekal i gus, or ang ber per i l aku
t er t ent u unt uk mendapat kan i nsent i f menyenangkan, dan menghi ndar dar i i nsent i f t i dak
menyenangkan.
2. Pandangan hedoni st i k
Dal am pandangan hedoni st i k, seseor ang di dorong unt uk ber per i l aku t er t ent u yang akan member i nya
per asaan senang dan menghi ndar i per asaan t i dak menyenangkan. Cont ohnya: anak mau bel aj ar
kar ena i a t i dak i ngi n di t i nggal i bunya ke pasar / super mar ket .
Dar i ur ai an di at as, dapat di asumsi kan anak yang mal as t i dak mer asa adanya i nsent i f yang menar i k
bagi di r i nya dan i a pun t i dak mer asakan per asaan menyenangkan dar i bel aj ar .
Memberikan Dorongan Agar Anak Mau Belajar
Sehubungan dengan t eor i mot i vasi di at as t ent unya bi sa di kat akan dengan mudah, ayo ki t a ber i kan
dor ongan agar anak mau bel aj ar . Tapi dorongan seper t i apa yang dapat di ber i kan kepada anak?
Ber i kut i ni adal ah beber apa buah sar an:
1. Ber i kan i nsent i f j i ka anak bel aj ar . Insent i f yang dapat di ber i kan ke anak t i dak sel al u
har us ber upa mat er i , t api bi sa j uga ber upa penghar gaan dan per hat i an. Puj i l ah anak saat i a
mau bel aj ar t anpa mest i di sur uh (per i st i wa i ni mungki n j ar ang t er j adi , t api j i ka saat t er j adi
or angt ua memper hat i kan dan menunj ukkannya, hal t er sebut bi sa menj adi i nsent i f yang
ber har ga buat anak). Puj i an sel ai n mer upakan i nsent i f l angsung, j uga menunj ukkan
penghar gaan dan per hat i an dar i or angt ua t er hadap anak. Anak ser i ngkal i haus per hat i an
dan senang di puj i . Jadi dar i pada member i kan per hat i an ket i ka anak t i dak mau bel aj ar
dengan car a mar ah-mar ah, dan ket i ka bel aj ar t anpa di sur uh or angt ua t i dak member i kan
koment ar apapun, at au hanya koment ar si ngkat t anpa kehangat an, akan l ebi h ef ekt i f
per hat i an or angt ua di ar ahkan pada per i l aku-per i l aku yang bai k.
2. Ter angkan dengan bahasa yang di menger t i anak, bahwa bel aj ar i t u ber guna buat
anak. Bukan sekedar supaya rapor t t i dak mer ah, t api mi sal nya dengan mengat akan "Kal au
Ade r aj i n bel aj ar dan j adi pi nt ar , nant i kal au i kut kui s di t v bi sa menang l oh, dapat banyak
hadi ah. Kan kal au anak pi nt ar , bi sa menj awab per t anyaan-per t anyaannya".
3. Ser i ng mengaj ukan per t anyaan t ent ang hal -hal yang di aj arkan di sekol ah pada anak
(bukan dal am keadaan menget es anak, t api mi sal nya sembar i mengi si t t s at au i kut
menj awab kui s di t v). Ji ka anak bi sa menj awab, puj i di a dengan menyebut kepi nt ar annya
sebagai hasi l bel aj ar . Kal au anak t i dak bi sa, t unj ukkan r asa kecewa dan mengat akan "Yah
Ade nggak bi sa j awab, nggak bi sa bant u Mama deh. Ade, di buku pel aj ar annya ada nggak si h
j awabannya? Ki t a l i hat yuk sama-sama". Dengan car a i ni , anak sekal i gus akan mer asa
di per caya dan di har gai ol eh or angt ua, kar ena or angt ua mau memi nt a bant uannya.
4. Banyak l embaga pr a-sekol ah yang mengaj ar kan kepada anak pel aj ar an-pel aj ar an dengan
met ode act i ve l earni ng at au l earni ng by doi ng, at au l earni ng t hrough pl ayi ng, sal ah sat u
t uj uannya adal ah agar anak mengasosi asi kan bel aj ar sebagai kegi at an yang menyenangkan.
Tapi ser i ngkal i unt uk anak-anak SD, hal i ni agak sul i t di pr akt ekkan, kar ena mul ai banyak
pel aj ar an yang har us di pel aj ar i dengan menghaf al . Unt uk keadaan i ni , hal mi ni mal yang
dapat di l akukan adal ah menset t i ng suasana bel aj ar . Ji ka set i ap kal i pembi car aan
mengenai bel aj ar ber akhi r dengan omel an-omel an, i a akan mengasosi asi kan suasana bel aj ar
sebagai hal yang t i dak member i per asaan menyenangkan, dengan demi ki an akan di hi ndar i .
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 84
Membuat Suasana Belajar Lebih Menyenangkan
Sel ai n t i dak ser i ng-ser i ng memar ahi anak ket i ka bel aj ar , ada beber apa hal l ai n yang per l u
di per hat i kan agar suasana bel aj ar l ebi h menyenangkan dan anak mau bel aj ar . Hal -hal t er sebut
adal ah:
1. Anak cenderung meni r u per i l aku or angt ua, kar ena i t u j adi l ah cont oh buat anak. Ket i ka
menyur uh dan mengawasi anak bel aj ar , or angt ua j uga per l u unt uk t er l i hat bel aj ar
(mi sal nya membaca buku-buku). Sesekal i ayah-i bu per l u ber di skusi sat u sama l ai n,
mengenai t opi k-t opi k ser i us (suasana seper t i anak sedang ker j a kel ompok dan di skusi
dengan t eman-t eman, j adi anak mel i hat kal au or angt uanya j uga bel aj ar ). Dengan demi ki an,
anak mel i hat bahwa or angt uanya sampai t ua pun t et ap bel aj ar .
2. Pi li h wakt u bel aj ar t erbai k unt uk anak, ket i ka anak mer asa segar . Mungki n sehabi s
mandi sor e. Anak j uga bi sa di aj ak ber sama-sama menent ukan kapan wakt u bel aj ar nya.
3. Anak but uh suat u kepast i an, hal -hal yang dapat di pr edi ksi . Jadi j adi kan bel aj ar sebagai
rut i ni t as yang past i . Mi sal nya ket i ka sudah di t ent ukan, wakt u bel aj ar adal ah 2 j am set i ap
har i , pukul 17. 00-19. 00, maka pada j am t er sebut har us di gunakan secar a konsi st en sebagai
wakt u bel aj ar . Kecual i di sebabkan hal -hal yang mendesak, mi sal nya anak bar u sampai
r umah pukul 16. 30, t ent unya t i dak bi j aksana memaksa anak har us bel aj ar pukul 17. 00,
kar ena masi h l el ah.
4. Anak punya daya konsent r asi dan r ent ang per hat i an yang ber beda-beda. Mi sal nya ada
anak yang bi sa bel aj ar t er us-mener us sel ama 1 j am, ada yang hanya bi sa sel ama set engah
j am. Kenali pola i ni dan susunl ah suat u j adwal bel aj ar yang sesuai . Bagi anak yang hanya
mampu ber konsent r asi sel ama 30 meni t , maka ber i kan wakt u i st i r ahat 5-10 meni t set el ah i a
bel aj ar sel ama 30 meni t . Demi ki an unt uk anak yang mampu bel aj ar l ebi h l ama.
5. Dal am ar t i kel di Tabl oi d Nova edi si Mar et 2002, di sar ankan agar or angt ua menemani
anak ket i ka bel aj ar. Dal am hal i ni or angt ua t i dak per l u har us t er us-mener us ber ada di
sampi ng anak kar ena mungki n Anda sebagai or angt ua memi l i ki peker j aan. Namun pal i ng
t i dak ket i ka anak mengal ami kesul i t an, Anda ada di dekat nya unt uk membant u.
Demi ki an hal -hal yang dapat di sar ankan unt uk membant u or angt ua member i kan mot i vasi anak agar
mau bel aj ar . Semoga ber guna dan dapat ber hasi l di t er apkan. Or angt ua senang, t i dak l el ah
ber t er i ak-t er i ak dan mar ah-mar ah, anak pun senang t i dak di mar ahi dan mer asa menyukai kegi at an
bel aj ar .
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 85
39. Faktor-Faktor Makro yang Menyebabkan
Anak Malas Belajar
Bulan-bulan tertentu menjelang Ebtanas dan UMPTN, setiap tahun, adalah musimnya orangtua
mengkonsultasikan anak-anaknya untuk tes bakat pada psikolog. Persoalan orangtua (belum tentu
persoalan anak juga) adalah bahwa anaknya, walaupun sudah kelas 3 SMU, belum jelas mau
memilih jurusan apa di perguruan tinggi. Karena takut bahwa anaknya gagal di tengah jalan, maka
orangtua pun mengkonsultasikan anaknya kepada psikolog.
Sementara itu, dari pengamatan di ruang praktek, di pihak anaknya sendiri kurang nampak ada
urgensi pada permasalahan yang sedang dihadapinya. Rata-rata anak memang ingin lulus UMPTN di
Universitas-universitas favorit (UI, ITB), tetapi tidak terbayangkan betapa ketatnya persaingan yang
harus dihadapinya
1
. Kalau tidak lulus UMPTN, pilihan untuk PTS (Perguruan Tinggi Swasta) masih
banyak. Kalau tidak diterima di Trisakti atau Atmajaya, masih banyak PTS yang lain. Bagi yang
orangtuanya mampu, kuliah di luar negeri
2
bahkan lebih banyak lagi peluangnya.
Tidak adanya perasaan urgensi (kegawatan) lebih nampak lagi pada hampir-hampir tidak adanya
persiapan yang serius. Kebanyakan anak tidak mempunyai kebiasaan belajar yang teratur, tidak
mempunyai catatan pelajaran yang lengkap, tidak membuat PR, sering membolos (dari sekolah
maupun dari les), seringkali lebih mengharapkan bocoran soal ulangan/ujian atau menyontek untuk
mendapat nilai yang bagus.
Di sisi lain, cita-cita mereka (yang karena kurang baiknya hubungan anak-orangtua, sering dianggap
tidak jelas) adalah sekolah bisnis (MBA). Dalam bayangan mereka, MBA berarti menjadi direktur atau
manajer, kerja di kantor yang mentereng, memakai dasi atau blazer dan pergi-pulang kantor
mengendarai mobil sendiri. Hampir-hampir tidak terbayangkan oleh mereka proses panjang yang
harus dilakukan dari jenjang yang paling bawah untuk mencapai posisi manajer atau direktur tsb.
Sikap "jalan pintas" ini bukan hanya menyebabkan motivasi belajar yang sangat kurang, melainkan
juga menyebabkan timbulnya gaya hidup yang mau banyak senang, tetapi sedikit usaha, untuk masa
sepanjang hidup mereka. Dengan perkataan lain, anak-anak ini selamanya akan hidup di alam mimpi
yang sangat rawan frustrasi dan akibat dari frustrasi ini bisa timbul banyak masalah lain
3
.
Teori Brofenbrenner
Untuk memahami mengapa anak-anak bersikap jalan pintas sehingga malas belajar (banyak yang
sejak SD), dan untuk membantu orangtua mencari cara pencegahan serta jalan keluarnya, saya
mengajak anda sekalian untuk mengkaji sebuah teori yang dikemukakan oleh Brofenbrenner
4
.
Teori Brofenbrenner yang berparadigma lingkungan (ekologi) ini menyatakan bahwa perilaku
seseorang (termasuk perilaku malas belajar pada anak) tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan
dampak dari interaksi orang yang bersangkutan dengan lingkungan di luarnya.
Adapun lingkungan di luar diri orang (dalam makalah ini selanjutnya akan difokuskan pada anak atau
siswa SD-SLTA) oleh Brofenbrenner di bagi dalam beberapa lingkaran yang berlapis-lapis (lihat
diagram
**
):
§ Lingkaran pertama adalah yang paling dekat dengan pribadi anak, yaitu lingkaran sistem
mikro yang terdiri dari keluarga, sekolah, guru, tempat penitipan anak, teman bermain,
tetangga, rumah, tempat bermain dan sebagainya yang sehari-hari ditemui oleh anak.
§ Lingkaran kedua adalah interaksi antar faktor-faktor dalam sistem mikro (hubungan
orangtua-guru, orangtua-teman, antar teman, guru-teman dsb.) yang dinamakannya
sistem meso.
§ Di luar sistem mikro dan meso, ada lingkaran ketiga yang disebut sistem exo, yaitu
lingkaran lebih luar lagi, yang tidak langsung menyentuh pribadi anak, akan tetapi masih
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 86
besar pengaruhnya, seperti keluarga besar, polisi, POMG, dokter, koran, televisi dsb.
§ Akhirnya, lingkaran yang paling luar adalah sistem makro, yang terdiri dari ideologi
negara, pemerintah, tradisi, agama, hukum, adat, budaya dsb.
Makalah ini, dengan mengikuti teori Brofenbrenner tersebut di atas, akan menguraikan bagaimana
sistem makro yang terjadi di dunia dan Indonesia, melalui sistem-sistem lain yang lebih kecil (exo,
meso dan mikro) berpengaruh pada kepribadian dan perilaku anak, termasuk perilaku malas belajar
yang sedang kita biacarakan ini.
Sistem Makro
Kiranya hampir semua orangtua dan pendidik (dan semua orang juga) merasakan bahwa jaman
sekarang ini terlalu banyak sekali perubahan. Para orangtua dari generasi "Tembang Kenangan"
tidak bisa mengerti, apalagi menikmati, lagu-lagu favorit anak-anak mereka yang dibawakan oleh
Dewa atau Westlife group. Bahkan generasi yang remaja di tahun 1980-an (generasi Stevie Wonder,
Lionel Richie) juga sulit menerima lagu-lagu sekarang. Sulitnya, di kalangan generasi muda sendiri
juga terdapat banyak versi musik (rap, reggae, house, salsa dsb.) yang masing-masing punya
penggemar masing-masing. Di sisi lain musik-musik tradisional seperti keromcong dan gending Jawa,
juga mengalami perubahan versi sehingga muncul musik campur-sari yang sekarang sedang populer
di masyarakat Jawa Tengah dan Jawa Timur, termasuk generasi mudanya. Sementara itu, musik
dangdut, yang tadinya monopoli masyarakat lapis bawah, justru berkembang menjadi lebih universal
dengan mulai memasuki dunia kelas menengah atas.
Perubahan-perubahan yang drastis dan sekaligus banyak ini juga terjadi pada bidang-bidang lain.
Wayang orang dan wayang kulit yang saya gemari di masa kecil dan merupakan kegemaran juga dari
ayah saya dan nenek-moyang saya, sekarang praktis tidak mempunyai lahan hidup lagi. Modifikasi
dari kesenian tradisional (wayang kulit berbahasa Indonesia dan berdurasi hanya 2 jam diselingi
musik dang dut, atau ketoprak humor), hanya bisa mengembangkan penggemarnya sendiri tanpa
bisa mengangkat kembali kesenian tradisional sebagai mana bentuk aslinya.
Dalam setiap sektor kehidupan yang lain pun terdapat perubahan yang cepat. Karena itu jangan
heran jika istilah-istilah "prokem" di jaman tahun 1980-an sudah tidak dimengerti lagi oleh anak-anak
"gaul" angkatan 1990-an yang punya gaya bahasa "funky" tersendiri. Dalam bidang ilmu pengetahuan
dan teknologi perkembangannya adalah yang paling cepat. Anak SD sekarang sudah terampil
menggunakan komputer, sedangkan eyang-eyang mereka menggunakan HP saja masih sering salah
pencet. Video Betamax yang sangat modern di tahun 1980-an, sekarang sudah menjadi barang
musium dengan adanya VCD (Video Digital Disc) dan yang terbaru DVD (Digital Video Disc; yang
sebentar lagi pasti akan usang juga).
Dampak dari perubahan cepat ini sangat dahsyat sekali. Jika dalam bidang sosial budaya kita hanya
mengamati kekacauan yang sulit dimengerti, dalam politik, perkembangan dan perubahan yang
teramat sangat cepat ini telah meruntuhkan beberapa negara (Rusia, Yugoslavia), setidak-tidaknya
telah menimbulkan banyak konflik yang menggoyangkan stabilitas dalam negeri dan menelan banyak
korban harta dan jiwa (seperti yang sedang terjadi di Indonesia).
Para ilmuwan, setelah menganilis situasi yang dahsyat di seluruh dunia tsb. di atas, menyimpulkan
bahwa saat ini kita sedang memasuki era Postmodernism (disingkat: Posmo)
5
. Menurut para pemikir
Posmo, jaman sekarang kira-kira sama dahsyatnya dengan jaman revolusi industri (ditemukannya
mesin uap, listrik, mesiu dsb.) di akhir abad XIX yang juga berdampak berbagai peperangan, revolusi
(perancis, Rusia), depresi ekonomi, kemerdekaan berbagai negara kolonial, penyakit menular dsb.
yang kemudian kita kenal sebagai jaman modern. Perbedaan antara jaman modern dengan jaman
sebelumnya adalah bahwa kendali kekuasaan (dalam bidang sosial, budaya, ekonomi dan politik)
beralih ke tangan-tangan pemilik modal, pekerja, pemikir dsb., dari penguasa sebelumnya yaitu para
raja, bangsawan, tuan tanah dsb. Dalam bidang musik misalnya, supremasi Beethoven sudah diambil
alih oleh Elvis Presley, sedangkan kekuasaan Paus di Roma sudah tersaingi oleh berbagai versi
agama Kristen lain yang tersebar di seluruh dunia (termasuk versi Katolik Roma di Philipina,
misalnya). Di Jawa, misalnya, pusat kebudayaan di Kraton Mataram
6
, segera beralih ke Ismail
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 87
Marzuki dan Chaeril Anwar setelah revolusi kemerdekaan. Dalam politik, ideologi yang berdasarkan
feodalisme beralih ke ideologi komunisme (revolusi Rusia) atau liberalisme (revolusi kemerdekaan
Amerika Serikat). Tetapi di zaman tradisional maupun di zaman modern, masih terasa adanya pusat-
pusat kekuasaan, yang oleh manusia (dari sudut pandang psikologi) sangat diperlukan sebagai
patokan atau pedoman hidup, sebagai tolok ukur untuk menilai mana yang benar atau salah, baik
atau buruk, indah atau jelek.
Di dalam politik, misalnya, sampai dengan awal tahun 1990-an masih ada dua kekuatan utama di
dunia (super powers) yaitu blok Barat (AS dan Eropa Barat) dan blok Timur. Upaya negara-negara
dunia ke-3 untuk membangun KTT Non-Blok tidak banyak artinya, karena anggota-anggotanya tetap
saja terpecah antara yang condong ke Blok Barat dan Blok Timur.
Tetapi di jaman Posmo ini, tidak ada lagi pusat-pusat kekuasaan seperti itu. Tidak ada tokoh, aliran,
partai politik, ideologi, dan sebagainya yang mampu menonjol atau dominan dalam waktu yang cukup
lama. Semua orang, aliran, ideologi dsb. bisa bisa timbul-tenggelam setiap saat. Bahkan agama pun,
yang merupakan pranata yang paling konservatif, berubah-ubah dengan cepat sekali dengan timbul-
tenggelamnya berbagai aliran, sekte dan bahkan agama-agama baru. Maka dapat dimengerti bahwa
masyarakat awam di lapis bawah akan terperangkap dalam kebingungan-kebingungan karena hampir
tidak ada tolok ukur yang dapat dijadikan pegangan dalam melaksanakan kehidupan sehari-hari.
Sistem Exo
Pengaruh Posmo pada sistem exo dapat dilihat dan dirasakan dengan perubahan drastis dalam
berbagai pranata sosial, politik dan ekonomi. Di Indonesia kita dapat menyimaknya dalam berbagai
gejala seperti berubahnya fungsi Polri dari aparat pertahanan dan keamanan menjadi fungsi
keamanan, ketertiban dan penegakkan hukum (karena itu Polri keluar dari ABRI). Dalam bidang
perekonomian, pemerintah kehilangan kendalinya terhadap sistem moneter, karena begitu banyaknya
yang bisa ikut bermain dalam sistem moneter, sehingga nilai valuta asing menjadi sangat fluktuatif.
Dalam bidang pendidikan, sistem pendidikan nasional, yang tadinya seragam untuk seluruh
Indonesia, makin bervariasi dengan banyaknya sekolah yang berorientasi pada bermacam-macam
agama, sekolah yang bekerja sama dengan luar negeri, sekolah-sekolah alternatif yang dikelola LSM
dan sebagainya, sementara di tingkat perguruan tinggi berkembang terus-menerus berbagai gelar
baru (bahkan ada gelar-gelar palsu) dan peraturan-peraturan Depdiknas pun berubah-ubah setiap
saat.
Di bidang media massa dan sarana komunikasi dan perhubungan, terdapat makin banyak alternatif.
Jika di tahun 1960-an hanya ada radio dan telpon yang diputar dengan tangan dan hubungan ke luar
Jawa sangat langka dan lama, sekarang sudah tersedia berbagai alternatif seperti televisi fax (dari
satu stasiun saja di tahun 1963, menjadi puluhan stasiun dengan sarana satelit), HP, internet, fax,
bus antar propinsi (dari Banda Aceh sampai Kupang), pesawat udara (sehingga Jakarta-Jayapura
hanya beberapa jam saja) dsb., sehingga hampir tidak ada lagi daerah yang masih terisolir seperti
Kabupaten Lebak di zaman Max Havelaar.
Dalam bidang kehidupan berkeluarga, sistem kekerabatan (keluarga besar) sudah makin ditinggalkan
orang dan beralih ke pada sistem keluarga inti. Bahkan akhir-akhir ini sudah banyak orang yang
memilih untuk tidak menikah (single family) atau menjadi orangtua tunggal (single parent family).
Rata-rata usia menikah makin meningkat (di kalangan menengah-ke atas sudah mencapai 26 tahun
dan 30 tahun bagi wanita dan pria). Psangan nikah pun ditentukan sendiri oleh anak, bukan orangtua.
Upacara-upacara perkawinan masih dilakukan secara tradisional, tetapi hanya simbolik saja, karena
upacara-upacara itu sama sekali tidak mencerminkan kehidupan yang sesungguhnya dari pasangan
yang bersangkutan (uoacaranya berbahasa Jawa, padahal pengantin sama sekali tidak mengerti
bahasa Jawa, bahkan sangat boleh jadi psangan sudah berhubungan seks jauh sebelum upacara
adat yang disakralkan itu).
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 88
Sistem Meso dan Mikro
Yang dimaksud dengan sistem Mikro adalah orang-orang yang terdekat dengan anak dan setiap hari
berhubungan dengan anak (ayah-ibu, kakak-adik, oom, tante, opa, pembantu, supir, teman sekolah,
guru dsb.), maupun tempat-tempat di mana anak sehari-hari berada (rumah, lingkungan tetangga,
kebun, sekolah, kota dsb.). Interaksi antara unsur-unsur dalam sistem Mikro tersebut dinamakan
sistem Meso.
Sehubungan dengan berkembangnya Posmo (yang oleh Alvin Toffler dinamakan "The Third Wave"
QUOTATION), maka sistem Mikro dan Meso anak juga akan berubah drastis. Orangtua, guru, guru
ngaji, orangtuanya teman-teman, apalagi televisi, tidak lagi satu bahasa dan seia-sekata dalam
mendidik anak-anak. Di masa lalu, setiap ucapan orangtua hampir selalu konsisten dengan arahan
guru di sekolah atau omongan orang-orang di surau atau di pasar. Tetapi sekarang apa yang
dikatakan orangtua sangat berbeda dengan yang ditayangkan di TV, atau dengan omongan
orangtuanya teman, atau nasihat ibu guru. Bahkan antara ayah dan ibu saja sering tidak sepaham,
karena ibu-ibu jaman sekarang sudah sadar jender, punya penghasilan sendiri (bahkan kadang-
kadang lebih besar dari suaminya), jadi merasa berhak juga untuk memutuskan dalam lingkungan
rumah tangga.
Buat orangtua sendiri, yang dirasakan adalah bahwa anak tidak lagi hanya mendengarkan orangtua
sendiri. Anak makin sering membantah, bahkan melawan orangtua, karena ia melihat banyak contoh
di luar yang tidak sama dengan apa yang dikatakan orangtuanya. Jika anak dilarang menyetir pad
usia 14 tahun, ia segera bisa menunjuk anak lain yang diijinkan nyetir sejak SD; jika anak disuruh
sholat, ia segera mengacu pada Pak De-nya yang tidak sholat. jika ia dilarang pulang malam, ia
malah pulang pagi, karena semua temannya mengajaknya ke disko atau ke kafe.
Anak
Sementara itu, anak sendiri tetap saja anak seperti sejak jaman dahulu kala. Semasa kecil anak-anak
membentuk kepribadiannya melalui masukan dari lingkungan primernya (keluarga). Sampai usia 5-8
tahun ia masih menerima masukan-masukan (tahap formative). Menjelang remaja (usia ABG) ia
mulai memberontak dan mencari jati dirinya dan akan makin menajam ketika ia remaja (makin sulit
diatur) sehingga masa ini sering dinamakan masa pancaroba.
Masa pancaroba ini pada hakikatnya merupakan tahap akhir sebelum anak memasuki usia dewasa
yang matang dan bertanggung jawab, karena ia sudah mengetahui tolok ukur yang harus diikuti dan
mampu menetapkan sendiri mana yang benar dan salah, mana yang baik dan buruk dan mana yang
indah dan jelek.
Tetapi masa pancaroba dalam diri individu itu akan lebih sulit mencapai kemantapan dan kematangan
jika kondisi di dunia luar juga pancaroba terus, seperti halnya di era Posmo ini. Dampaknya adalah
timbulnya generasi remaja dan dewasa muda yang terus berpancaroba sampai dewasa. Generasi
inilah yang saya temui di ruang praktek dengan kebingungan memilih jurusan yang mana, bimbang
karena pacarnya tidak disetujui orangtua, kehabisan akal karena hamil di luar nikah atau karena tidak
bisa keluar dari kebiasaan menyalah gunakan Narkoba.
Perubahan Paradigma
Menghadapi era Posmo yang serba tidak jelas ini, kesalahan paling besar, tetapi yang justru paling
sering dilakukan, adalah mendidik anak berdasarkan tradisi lama dan tanpa alternatif. Artinya, semua
yang diajarkan oleh orangtua mutlak harus diikuti, orangtua penya hak dan kekuasaan atas anak,
anak harus berbakti kepada orangtua dsb. Di sekolah para guru pun masih sering berpatokan pada
pepatah "guru adalah digugu/dipatuhi dan ditiru), sehingga benar atau salah guru harus
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 89
selaludipatuhi. Demikian pula dalam bidang agama, bahkan politik (masing-masing elit politik dan
kelompok mahasiswa merasa dialah yang paling benar).
Jika dihadapakan terus-menerus dengan pendekatan otoriiter, maka anak-anak yang sedangserba
kebingungan akan makin bingung sehingga makin tidak percaya diri, atau justru makin memberontak
dan menjadi pelanggar hukum. Karena itu dalam era sistem Makro yang diwaranai oleh Posmo ini,
pendidikan pada anak harus berorientasi pada pengembangan kemampuan anak untuk membuat
penilaian dan keputusan (judgement) sendiri secara tepat dan cepat. Dengan perkataan lain, anak
harus dididik untuk menilai sendiri yang mana yang benar/salah, baik/tidak baik atau indah/jelek dan
atas dasar itu ia memutuskan perbuatan mana yang terbaik untuk dirinya sendiri. Anak yang dididik
untuk selalu mentaati perintah orangtua, dalam pemberrontakannya akan mencari orang lain atau
pihak lain (dalam sistem Mikro-nya) yang bisa dijadikannya acuan baru dan selanjutnya ia akan
mentaati saja ajakan atau arahan orang lain itu (yang sangat boleh jadi justru menjerumuskan).
Penutup
Harus diakui bahwa menjadi orangtua atau pendidik jaman sekarang sangat sulit. Pertama, karena
kebanyakan orantua belum pernah mengalami situasi seperti sekarang ini di masa kecilnya; kedua,
karena mereka cenderung meniru saja cara-cara mendidik yang dilakukan oleh orangtua atau senior
merekasendiri di masa lalu; dan yang ketiga, memang sangat sulit untuk mengubah pola pikir
seseorang dari pola pikir tradisional dan pola pikir alternatif sesuai dengan tuntutan jaman sekarang.
Tetapi bagaimana pun berat dan sulitnya, upaya itu harus dilakukan, karena kalau tidak maka kita
akan menjerumuskan generasi muda kita dalam kesulitan yang lebih besar.
Catatan kaki
*
Dibacakan pada seminar "Mengatasi Malas Belajar Pada anak"
1
Hasil UMPTN UI tahun 2000 menunjukkan bahwa daya tampung program -program studi IPA = 5%
(FK = 3,5%; Geografi 15%), sedangkan IPS hanya 1,5% (Hubungan Internasional = 0,8%; Psikologi =
3,5%; Sastra Inggris = 1,5%; Sastra Jawa = 16%).
2
Sebelum Krismon favorit adalah AS dan Inggris, sekarang Australia.
3
Perwujudan frustrasi bisa berbentuk agresivitas pada lingkungan (keluarga, atasan, system,
pemerintah, bahkan lingkungan alam), agresivitas pada diri sendiri (depresi, menyalahkan diri sendiri,
perasaan berdosa, bunuh diri) atau pelarian dari kenyataan (menganut fanatisme agama atau aliran
golongan yang sempit atau narkoba).
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 90
40. Bel aj ar Lebi h Pent i ng Dar i pada Ber mai n?
Ibu : Ar i eeeeeeeef , kok masi h j uga mai n mobi l - mobi l annya, Mama kan sudah bi l ang dar i t adi ,
kamu sekar ang har us menger j akan pr dar i sekol ah, sebent ar l agi kan mau ber angkat l es kumon.
Anak : Aaaah Mama, nant i dul u deh, Ar i ef kan mai nnya bar u sebent ar banget , bel um sel esai ni h
Ma. Ini kan ambul ans, ambul ansnya l agi ant ar Lal a ke r umah saki t , nggak bol eh ber hent i di j al an
har us cepat sampai , kal au br ent i - br ent i kan kasi an Lal anya, nant i nggak cepat sembuh. Br em br em
br em br em br eemmmmmmmmm
Sepenggal pembi car aan di at as menunj ukkan bet apa anak-anak sangat senang ber mai n dengan
mai nannya. Mer eka sangat meni kmat i wakt u ber mai n sehi ngga t i dak j ar ang mer eka l upa makan,
l upa bel aj ar bahkan t i dak mau mel akukan akt i vi t as l ai nnya j i ka sedang bermai n. Or angt ua pun
har us t ar i k ur at dahul u j i ka menyur uh anaknya ber hent i ber mai n dan mau menger j akan peker j aan
r umah (pr ) at au bel aj ar . Hal i ni ser i ngkal i menyebabkan or angt ua menganggap bahwa anaknya
mal as bel aj ar dan maunya cuma ber mai n saj a.
Benar kah anak-anak ki t a l ebi h banyak menghabi skan wakt u unt uk ber mai n dar i pada bel aj ar ? Ji ka
mau mel i hat secar a l ebi h cer mat dan memper bandi ngkannya dengan anak-anak pada masa
sebel umnya (er a 1970 1980an), sebenar nya j ust r u t er l i hat kal au anak-anak masa sekar ang l ebi h
banyak menghabi skan wakt u unt uk bel aj ar dar i pada bermai n j i ka di bandi ngkan dengan anak-anak
pada masa sebel umnya. Beber apa kr i t i kan dar i par a ahl i pendi di kan t ent ang kur angnya wakt u bagi
anak unt uk ber sosi al i sasi dan mengembangkan hobby at au bakat nya (t er masuk ber mai n) kar ena
sebagi an besar wakt u t er pakai unt uk kegi at an-kegi at an bel aj ar demi mengej ar pr est asi akademi k di
sekol ah sudah sangat ser i ng ki t a dengar . Sekol ah-sekol ah unt uk anak-anak bahkan ada yang sudah
di mul ai dar i anak umur 1, 5 t ahun (wal aupun sekol ah usi a i ni t ent unya bel um mul ai bel aj ar ).
Banyak TK yang menekankan kur i kul umnya unt uk mengaj ar anak membaca, menul i s dan ber hi t ung,
bukan l agi sekedar ber mai n-mai n. Anak-anak SD ber sekol ah dengan wakt u sekol ah yang l ebi h
panj ang. Pul ang sekol ah anak masi h har us mengi kut i bermacam-macam l es, mi sal nya kumon,
sempoa, menggambar , bal et , pi ano, komput er , dl l . Sel ai n unt uk sekol ah dan l es, anak-anak j uga
masi h per l u wakt u unt uk menger j akan pr , mandi , makan dan i st i r ahat (t i dur ). Ji ka mel i hat
kenyat aan i ni , j adi kapan dong wakt u anak-anak unt uk ber mai n? Lal u sebenar nya, apakah anak-
anak memang mal as bel aj ar at au mer eka memang t i dak cukup wakt u unt uk ber mai n?
Or angt ua sekar ang i ni ser i ngkal i sangat ambi si us t er hadap anak-anaknya, mer eka i ngi n anaknya
sepi nt ar mungki n, dan di wuj udkan dengan mengi kut kan anak pada ber bagai macam l es unt uk
menambah penget ahuan dan ket r ampi l an yang t el ah di perol eh anak di sekol ahnya. Hal t er sebut
memang t i dak sal ah, namun kebut uhan anak unt uk ber mai n hendaknya j angan di abai kan kar ena
ber mai n adal ah hal yang pent i ng bagi per kembangan f i si k dan ment al anak.
Ber mai n
Papal i a (1995), seor ang ahl i per kembangan manusi a dal am bukunya Human Devel opment ,
mengat akan bahwa anak ber kembang dengan car a ber mai n. Duni a anak-anak adal ah duni a ber mai n.
Dengan ber mai n anak-anak menggunakan ot ot t ubuhnya, menst i mul asi i ndr a-i ndr a t ubuhnya,
mengekspl or asi duni a seki t ar nya, menemukan seper t i apa l i ngkungan yang i a t i nggal i dan
menemukan seper t i apa di r i mer eka sendi r i . Dengan ber mai n, anak-anak menemukan dan
mempel aj ar i hal -hal at au keahl i an bar u dan bel aj ar (l ear n) kapan har us menggunakan keahl i an
t er sebut , ser t a memuaskan apa yang menj adi kebut uhannya (need). Lewat ber mai n, f i si k anak akan
t er l at i h, kemampuan kogni t i f dan kemampuan ber i nt er aksi dengan or ang l ai n akan ber kembang.
Ber mai n t ent unya mer upakan hal yang ber beda dengan bel aj ar dan beker j a. Menurut Hughes
(1999), seor ang ahl i per kembangan anak dal am bukunya Chi l dr en, Pl ay, and Devel opment ,
mengat akan har us ada 5 (l i ma) unsur dal am suat u kegi at an yang di sebut ber mai n. Kel i ma unsur
t er sebut adal ah:
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 91
§ Tuj uan ber mai n adal ah per mai nan i t u sendi r i dan si pel aku mendapat kepuasan kar ena
mel akukannya (t anpa t ar get ), bukan unt uk mi sal nya mendapat kan uang.
§ Di pi l i h secar a bebas. Per mai nan di pi l i h sendi r i , di l akukan at as kehendak sendi r i dan t i dak
ada yang menyur uh at aupun memaksa.
§ Menyenangkan dan di ni kmat i .
§ Ada unsur kayal an dal am kegi at annya.
§ Di l akukan secar a akt i f dan sadar .
Di l uar pendapat Hughes, ada ahl i -ahl i yang mendef i ni si kan ber mai n sebagai apapun kegi at an anak
yang di r asakan ol ehnya menyenangkan dan di ni kmat i (pl easur abl e and enj oyabl e). Ber mai n dapat
menggunakan al at (mai nan) at aupun t i dak. Hanya sekedar ber l ar i -l ar i kel i l i ng di dal am r uangan,
kal au kegi at an t er sebut di r asakan menyenagkan ol eh anak, maka kegi at an i t upun sudah dapat
di sebut bermai n.
Manf aat Bermai n
Membaca ur ai an t ent ang pent i ngnya ber mai n, or angt ua mungki n ber pi ki r hal -hal t er sebut di at as
bi sa di dapat kan anak dengan car a bel aj ar (st udy). Mal ah dengan bel aj ar anak bi sa pi nt ar , kal au
mai n t er us-t er usan anak t i dak bi sa pi nt ar . Pendapat i ni ada benar nya j uga, t er ut ama j i ka
kepi nt ar an hanya ber hubungan dengan kemampuan akademi k seper t i membaca, menul i s dan
ber hi t ung. Tapi dal am kehi dupan sehar i -har i , kepi nt ar an bukan hanya sekedar membaca, menul i s
dan ber hi t ung, dan j uga kemampuan akademi s bukan sat u-sat unya hal yang pent i ng dan
di but uhkan. Ada hal l ai n yang pent i ng dan di but uhkan, mi sal nya kemampuan ber komuni kasi ,
memahami car a pandang or ang l ai n dan ber negosi asi dengan or ang. Hal -hal t er sebut t i dak bi sa
di dapat kan hanya dengan bel aj ar . Per asaan senang, meni kmat i , bebas memi l i h dan l epas dar i
segal a beban kar ena t i dak punya t ar get , j uga t i dak bi sa di dapat kan dar i kegi at an bel aj ar .
Ket i ka ber mai n, anak ber i maj i nasi dan mengel uar kan i de-i de yang t er si mpan di dal am di r i nya. Anak
mengekspr esi kan penget ahuan yang di a mi l i ki t ent ang duni a dan kemudi an j uga sekal i gus bi sa
mendapat kan penget ahuan bar u, dan semua di l akukan dengan car a yang menggembi r akan hat i nya.
Ti dak hanya penget ahuan t ent ang duni a yang ada dal am pi ki r an anak yang t er ekspr esi kan l ewat
ber mai n, t api j uga hal -hal yang i a r asakan, ket akut an-ket akut an dan kegembi r aannya. Or angt ua
akan dapat semaki n mengenal anak dengan mengamat i ket i ka anak bermai n. Bahkan l ewat
per mai nan (t er ut ama ber mai n pur a-pur a/ r ol e-pl ayi ng) or angt ua j uga dapat menemukan kesan-
kesan dan har apan anak t er hadap or angt uanya dan kel uar ganya. Ber mai n pur a-pur a
menggambar kan pemahamannya t ent ang duni a di mana i a ber ada.
Kr eat i vi t as anak j uga semaki n ber kembang l ewat per mai nan, kar ena i de-i de or i gi nal l ah yang kel uar
dar i pi ki r an anak-anak, wal aupun kadang-kadang t er asa abst r ak bagi or angt ua. Mengi ngat bahwa
t i dak hanya or angt ua yang mengal ami st r es, anak-anak j uga bi sa. St res pada anak dapat di sebabkan
ol eh beban pel aj ar an sekol ah dan rut i ni t as har i an yang membosankan. Ber mai n dapat membant u
anak unt uk l epas dar i st r es kehi dupan sehar i -har i .
Apa yang Sebai knya Di l akukan Or angt ua ?
Apakah anak per l u bermai n? Tent u saj a sudah j el as j awabannya bahwa anak per l u ber mai n.
Mungki n yang di kawat i r kan or angt ua adal ah kal au anak t er l al u banyak ber mai n dan t i dak mau
bel aj ar . Kembal i kepada i l ust r asi awal , yang per l u di past i kan adal ah apakah anak masi h punya
wakt u bermai n, set el ah kegi at an bel aj ar yang padat . Kal au memang sebenar nya anak punya wakt u
ber mai n, l al u ber l anj ut t er us hi ngga t i dak mau bel aj ar , maka masal ahnya adal ah bagai mana ki t a
memot i vasi anak agar mau bel aj ar .
Beber apa hal yang sebai knya di l akukan ol eh or angt ua unt uk membi mbi ng anaknya dal am ber mai n
sehi ngga benar -benar ber guna bagi anak t er sebut , di ant ar anya adal ah sebagai ber i kut :
§ Past i kan dal am j adwal kesi bukan anak sehar i -har i , masi h t er dapat wakt u l uang yang cukup
unt uk anak ber mai n.
§ Sesekal i i kut bermai n ber sama anak, pahami di r i nya, kegembi r aan, ket akut an dan
kebut uhannya. Si apa t ahu set el ah i t u t i dak l agi menj adi or angt ua yang t er l al u ambi si us.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 92
Mendukung kr eat i vi t as per mai nanan anak, sej auh apa yang di per buat anak dal am
per mai nan bukanl ah per buat an yang kur ang aj ar , t i dak mer ugi kan, t i dak menyaki t i dan
t i dak membahayakan di r i sendi r i dan or ang l ai n.
§ Membi mbi ng dan mengawasi anak dal am ber mai n, t api t i dak over -pr ot ect i ve. Anak mungki n
t i dak t ahu kal au apa yang di l akukannya dal am per mai nan adal ah per buat an yang sal ah,
kar ena i t u mer eka per l u di bi mbi ng. Tapi j angan ber si kap over -pr ot ect i ve sampai
menghal angi kebebasannya. Mi sal nya, kal au anak ber mai n l ar i -l ar i an dan per nah t er j at uh
adal ah waj ar , j adi t i dak per l u mel ar ang anak ber mai n l ar i -l ar i kar ena t akut anak j at uh.
Tapi kal au anak mengebut ket i ka ber mai n sepeda, t ent unya per l u di l ar ang kar ena
ber bahaya.
Sekal i pun duni a ber mai n adal ah duni a anak-anak, t api anak membut uhkan per an or angt ua unt uk
dapat ber ada dal am duni anya i t u secar a aman dan nyaman. Dengan ber mai n, t i dak hanya anak
mer asa senang dan bahagi a ket i ka mel akukannya; t api dengan bi mbi ngan yang t epat dar i or angt ua,
pot ensi di r i anak j uga dapat ber kembang, anak dapat menj adi pi nt ar l ewat sar ana permai nan. Anak
senang dan or angt ua bahagi a.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 93
41. Pengaruh Permainan pada Perkembangan Anak
Bermain merupakan kegiat an yang dilakukan seseorang unt uk memperoleh kesenangan,
t anpa mempert imbangkan hasil akhir . Ada orang t ua yang berpendapat bahwa anak
yang t erlalu banyak bermain akan membuat anak menj adi malas beker j a dan bodoh.
Pendapat ini kurang begit u t epat dan bij aksana, karena beber apa ahli psikologi
mengat akan bahwa permainan sangat besar pengaruhnya t erhadap perkembangan j iwa
anak.
Fak t or - f ak t or yang mempengar uhi per mai nan anak :
§ Kesehat an Anak- anak yang sehat mempunyai banyak energi unt uk bermain
dibandingkan dengan anak- anak yang kurang sehat , sehingga anak- anak yang
sehat menghabiskan banyak wakt u unt uk bermain yang membut uhkan banyak
energi.
§ I nt elligensi Anak- anak yang cerdas lebih akt if dibandingkan dengan anak- anak
yang kurang cer das. Anak- anak yang cerdas lebih menyenangi permainan-
permainan yang bersif at int elekt ual at au permainan yang banyak merangsang
daya berpikir mereka, misalnya permainan drama, menont on film, at au membaca
bacaan- bacaan yang bersifat int elekt ual.
§ Jenis kelamin Anak perempuan lebih sedikit mel akukan permainan yang
menghabiskan banyak ener gi, misalnya memanj at , berl ari - lari, at au kegi at an fisik
yang lain. Perbedaan ini bukan berart i bahwa anak perempuan kur ang sehat
dibanding anak laki- laki, melainkan pandangan masyarakat bahwa anak
perempuan sebaiknya menj adi anak yang lembut dan bert ingkah laku yang halus.
§ Lingkungan Anak yang dibesarkan di lingkungan yang kurang menyediakan
peral at an, wakt u, dan ruang bermain bagi anak, akan menimbulkan akt ivit as
bermain anak berkurang.
§ St at us sosial ekonomi Anak yang dibesarkan di lingkungan keluarga yang st at us
sosi al ekonominya t inggi, lebih banyak t ersedi a alat - alat permainan yang lengkap
dibandingkan dengan anak- anak yang dibesarkan di keluar ga yang st at us
ekonominya rendah.
Pen gar uh ber mai n bagi per k embangan anak :
• Ber main mempengaruhi perkembangan fisik anak
• Ber main dapat digunakan sebagai t erapi
• Ber main dapat mempengaruhi dan menambah penget ahuan anak
• Ber main mempengaruhi perkembangan kreat ivit as anak
• Ber main dapat mengembangkan t ingkah laku sosial anak
• Bermain dapat mempengaruhi nil ai moral anak
Macam- macam permainan dan manfaat nya bagi perkembangan j iwa anak
A. Per mai nan Ak t i f
1. Ber main bebas dan spont an Dalam permainan ini anak dapat melakukan segal a hal
yang diinginkannya, t idak ada at uran- at ur an dalam permainan t ersebut . Anak akan
t erus bermain dengan permainan t ersebut selama permainan t ersebut menimbulkan
kesenangan dan anak akan berhent i apabil a permainan t ersebut sudah t i dak
menyenangkannya. Dalam permainan ini anak melakukan eksperimen at au
menyelidiki, mencoba, dan mengenal hal- hal baru.
2. Sandiwar a Dalam permainan ini , anak memerankan suat u peranan, menir ukan
karakt er yang dikagumi dalam kehidupan yang nyat a, at au dalam mass media.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 94
3. Ber main musik Bermain musik dapat mendorong anak unt uk mengembangkan
t ingkah laku sosialnya, yait u dengan beker j a sama dengan t eman- t eman sebayanya
dalam memproduksi musik, menyanyi , at au memainkan alat musik.
4. Mengumpul kan at au mengoleksi sesuat u Kegi at an ini sering menimbulkan rasa
bangga, karena anak mempunyai koleksi lebih banyak daripada t eman- t emannya. Di
samping it u, mengumpul kan benda- benda dapat mempengar uhi penyesuaian pribadi
dan sosial anak. Anak t erdorong unt uk bersikap j uj ur, bekerj a sama, dan bersaing.
5. Permainan olah raga Dalam permainan olah raga, anak banyak menggunakan energi
fi siknya, sehingga sangat membant u perkembangan fisiknya. Di samping it u,
kegi at an ini mendorong sosialisasi anak dengan bel aj ar bergaul, beker j a sama,
memainkan peran pemimpin, sert a menil ai diri dan kemampuannya secara realist ik
dan sport if.
B. Per mai nan Pasi f
1. Membaca Membaca merupakan kegi at an yang sehat . Membaca akan memperluas
wawasan dan penget ahuan anak, sehingga anakpun akan berkembang kreat i vit as
dan kecerdasannya.
2. Mendengar kan radio Mendengar kan radio dapat mempengaruhi anak baik secara
posit i f maupun negat if . Pengaruh posit i fnya adalah anak akan bert ambah
penget ahuannya, sedangkan pengaruh negat ifnya yait u apabil a anak meniru hal - hal
yang disiarkan di radi o sepert i kekerasan, krimi nalit as, at au hal- hal negat if lainnya.
3. Menont on t elevisi Pengaruh t elevisi sama sepert i mendengarkan radi o, baik pengaruh
posit i f maupun negat ifnya.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 95
42. Fungsi Terapeutik Bermain Bagi Anak Usia
Sekolah
Bermain
Bermain merupakan sarana bagi anak-anak untuk belajar mengenal lingkungan kehidupannya. Pada
saat bermain, anak-anak mencobakan gagasan-gagasan mereka, bertanya serta mempertanyakan
berbagai persoalan, dan memperoleh jawaban atas persoalan-persoalan mereka. Melalui permainan
menyusun balok misalnya anak-anak belajar menghubungan ukuran suatu obyek dengan lainnya.
Mereka belajar memahami bagaimana balok yang besar menopang balok yang kecil. Mereka belajar
konsep bagaimana hal-hal yang lebih besar mampu menopang hal-hal yang lebih kecil.
Bermain tidak sekedar bermain-main. Bermain memberikan kesempatan pada anak untuk
mengembangkan kemampuan emosional, fisik, sosial dan nalar mereka. Melalui interkasinya dengan
permainan., seorang anak belajar meningkatkan toleransi mereka terhadap kondisi yang secara
potensial dapat menimbulkan frustrasi. Kegagalan membuat rangkaian sejumlah obyek atau
mengkonstruksi suatu bentuk tertentu dapat menyebabkan anak mengalamai frustrasi. Dengan
mendampingi anak pada saat bermain, pendidik dapat melatih anak untuk belajar bersabar,
mengendalikan diri dan tidak cepat putus asa dalam mengkonstruksi sesuatu. Bimbingan yang baik
bagi anak mengarahkan anak untuk dapat mengendalikan dirinya kelak di kemudian hari untuk tidak
cepat frustrasi dalam menghadapi permasalahan kelak di kemudian hari.
Secara fisik, bermain memberikan peluang bagi anak untuk mengembangkan kemampuan
motoriknya. Permaian seperti dalam olahraga mengembangkan kelenturan, kekuatan serta ketahanan
otot pada anak. Permaian dengan kata-kata (mengucapkan kata-kata) merupakan suatu kegiatan
melatih otot organ bicara sehingga kelak pengucapan kata-kata menjadi lebih baik.
Dalam bermain, anak juga belajar berinteraksi secara sosial, berlatih untuk saling berbagi dengan
orang lain, menignkatkan tolerasi sosial, dan belajar berperan aktif untuk memberikan kontribusi
sosial bagi kelompoknya. Di samping itu, dalam bermain anak juga belajar menjalankan perannya,
baik yang berkaitan dengan jender (jenis kelamin) maupun yang berkaitan dengan peran dalam
kelompok bermainnya. Misalnya dalam permainan perang-perangan seorang anak belajar menjadi
pimpinan, kapten sedangkan lainnya menjalankan peran sebagai pendukung. Dalam hubungannya
dengan jender, anak-anak melakukan permainan stereotype sesuai dengan budaya dan masyarakat
setempat. Misalnya, anak-anak perempuan bermain masak-masakan, sementara anak laki-laki bermain
perang-perangan. Dalam hal ini anak-anak menjalani proses pembentukan identifikasi diri dengan
bercermin pada hal-hal yang ada di tengah masyarakat.
Melalui bermain, anak juga berkesempatan untuk mengembangkan kemampuan nalarnya, karena
melalui permainan serta alat-alat permainan anak-anak belajar mengerti dan memahami suatu gejala
tertentu. Kegiatan ini sendiri merupakan suatu proses dinamis di mana seorang anak memperoleh
informasi dan pengetahuan yang kelak dijadikan landasar dasar pengetahuannya dalam proses belajar
berikutnya di kemudian hari.
Usia Sekolah
Dalam usia sekolah tuntutan yang dihadapi oleh anak semakin banyak. Tekanan sekolah, lingkungan
sebaya (peer group), serta tuntutan belajar yang semakin tinggi membuat anak harus lebih mampu
menghadapi tuntutan sosial masyarakat. Bahkan tidak jarang orang tua pun menuntut anak demikian
besar untuk berprestasi tinggi, dan adakalanya harapan orang tua melebihi kapasitas anak untuk dapat
mencapainya.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 96
Berbagai kondisi sosial yang penuh tuntutan baik dari sekolah, teman sebaya maupun orang tua dapat
menimbulkan berbagai permasalahan bagi anak antara lain dalam proses belajar. Anak sulit
berkonsentrasi. Perstasi anak menurun dengan sangat tajam. Motivasi anak untuk belajar sangat
minim. Berbagai keluhan tersebut merupakan sebagian kecil keluhan rutin yang kerap disampaikan
oleh para orang tua pada konselor. Tidak jarang bahakan orang tua justru menekankan keluhan bahwa
anak-anak mereka terlalu senang bermain, sehingga kurang belajar. Padahal justru melalui bermain,
mereka bisa belajar lebih banyak lagi.
Fungsi Terapeutik Bermain
Bermain dan alat-alat permainan memiliki fungsi terapeutik. Proses belajar anak justru sebaiknya
dilakukan melalui metode bermain dan dengan alat-alat permainan. Namun hal ini hendaknya tidak
disalah artikan dengan istilah "main-main". Proses belajar dapat merupakan proses yang sangat
membosankan untuk dikerjakan oleh anak-anak, sedangkan anak-anak biasanya lebih tertarik dengan
permainan. Karena, proses bermain dan alat-alat permainan merupakan perangkat komunikasi bagi
anak-anak. Melalui bermain anak-anak belajar berkomunikasi dengan lingkungan hidupnya,
lingkungan sosialnya serta dengan dirinya sendiri. Melalui bermain anak-anak belajar mengerti dan
memahami lingkungan alam dan sekitarnya. Melalui bermain anak-anak belajar mengerti dan
memahami interaksi sosial dengan orang-orang di sekelilingnya. Melalui bermain anak-anak
mengembangkan fantasi, daya imajinasi dan kreativitasnya.
Bermain merupakan proses dinamis yang sesungguhnya tidak menghambat anak dalam proses belajar,
sebaliknya justru menunjang proses belajar anak. Keberatan orang tua terhadap aktivitas bermain anak
justru menghambat kemampuan kreativitas anak untuk mengenal dirinya sendiri sendiri serta
lingkungan hidupnya. Hanya saja, proses bermain anak perlu diarahkan sesuai dengan kebutuhannya.
Anak-anak yang cenderung menyendiri sebaiknya tidak dibiarakan untuk terlalu sibuk dengan
"solitary play". Sebaliknya mereka sebaiknya diarahkan untuk lebih aktif dalam permainan kelompok
(social game). Mereka yang kurang mampu untuk berkonsentrasi dapat diberikan berbagai jenis
permainan yang lebih terarah pada pemusatan perhatian seperti mengkonstruksi suatu benda tertentu.
Anak-anak yang kurang mampu untuk mengekspressikan diri secara verbal dapat dibina untuk
mengembangkan bakat kreatifnya melalui media misalnya menggambar. Namun pendidik juga
selayaknya membimbing anak dalam mengekspressikan imajinasi serta fantasinya ke dalam bentuk
gambaran yang konkrit dan tidak membiarkan anak-anak berfantasi tanpa arah yang jelas; karena hal
ini dapat mengakibatkan konfabulasi dalam proses berpikir anak.
Kemampuan mengingat anak adakalanya terbatas karena perhatian anak yang kurang terhadap hal-hal
tertentu. Kondisi seperti ini dapat diperbaiki dengan menggunakan pola assosiatif misalnya dengan
menggunakan warna-warna tertentu pada hal-hal tertentu sehingga anak dapat dengan mudah
mengingat hal tersebut jika ia mengenal warnanya. Bentuk-bentuk tertentu dari yang mulai sederhana
sampai yang lebih kompleks juga dapat diberikan pada anak untuk mengingat hal-hal tertentu.
Misalnya mengingat bentuk huruf R dengan menyertai gambar Rumah.
Demikian banyak hal yang dapat dikembangkan melalui proses bermain bagi kesejahteraan
pertumbuhan dan perkembangan anak. Orang tua hendaknya tidak bersikap anti-pati terhadap proses
bermain, karena dalam proses bermain anak terkandung proses belajar, dan dalam proses belajar anak
terkandung unsur terapeutik bagi anak agar lebih tangguh dalam menghadapi lingkungan hidup
mereka di kalangan masyarakat luas, kelompok sebayanya maupun lingkungan hidupnya secara
umum.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 97
43. Pengaruh Musik pada Anak
Penelitian membuktikan bahwa musik, terutama musik klasik sangat mempengaruhi perkembangan
IQ (Intelegent Quotien) dan EQ (Emotional Quotien). Seorang anak yang sejak kecil terbiasa
mendengarkan musik akan lebih berkembang kecerdasan emosional dan intelegensinya
dibandingkan dengan anak yang jarang mendengarkan musik. Yang dimaksud musik di sini adalah
musik yang memiliki irama teratur dan nada-nada yang teratur, bukan nada-nada "miring". Tingkat
kedisiplinan anak yang sering mendengarkan musik juga lebih baik dibanding dengan anak yang
jarang mendengarkan musik.
Grace Sudargo, seorang musisi dan pendidik mengatakan, "Dasar-dasar musik klasik secara umum
berasal dari ritme denyut nadi manusia sehingga ia berperan besar dalam perkembangan otak,
pembentukan jiwa, karakter, bahkan raga manusia".
Penelitian menunjukkan, musik klasik yang mengandung komposisi nada berfluktuasi antara nada
tinggi dan nada rendah akan merangsang kuadran C pada otak. Sampai usia 4 tahun, kuadran B dan
C pada otak anak-anak akan berkembang hingga 80 % dengan musik.
"Musik sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Musik memiliki 3 bagian penting yaitu beat, ritme,
dan harmony", demikian kata Ev. Andreas Christanday dalam suatu ceramah musik. "Beat
mempengaruhi tubuh, ritme mempengaruhi jiwa, sedangkan harmony mempengaruhi roh".
Contoh paling nyata bahwa beat sangat mempengaruhi tubuh adalah dalam konser musik rock. Bisa
dipastikan tidak ada penonton maupun pemain dalam konser musik rock yang tubuhnya tidak
bergerak. Semuanya bergoyang dengan dahsyat, bahkan cenderung lepas kontrol. Kita masih ingat
dengan "head banger", suatu gerakan memutar-mutar kepala mengikuti irama music rock yang
kencang. Dan tubuh itu mengikutinya seakan tanpa rasa lelah. Jika hati kita sedang susah, cobalah
mendengarkan musik yang indah, yang memiliki irama (ritme) yang teratur. Perasaan kita akan lebih
enak dan enteng. Bahkan di luar negeri, pihak rumah sakit banyak memperdengarkan lagu-lagu indah
untuk membantu penyembuhan para pasiennya. Itu suatu bukti, bahwa ritme sangat mempengaruhi
jiwa manusia. Sedangkan harmony sangat mempengaruhi roh. Jika kita menonton film horor, selalu
terdengar harmony (melodi) yang menyayat hati, yang membuat bulu kuduk kita berdiri. Dalam ritual-
ritual keagamaan juga banyak digunakan harmony yang membawa roh manusia masuk ke dalam
alam penyembahan. Di dalam meditasi, manusia mendengar harmony dari suara-suara alam
disekelilingnya. "Musik yang baik bagi kehidupan manusia adalah musik yang seimbang antara beat,
ritme, dan harmony", ujar Ev. Andreas Christanday.
Seorang ahli biofisika telah melakukan suatu percobaan tentang pengaruh musik bagi kehidupan
makhluk hidup. Dua tanaman dari jenis dan umur yang sama diletakkan pada tempat yang berbeda.
Yang satu diletakkan dekat dengan pengeras suara (speaker) yang menyajikan lagu-lagu slow rock
dan heavy rock, sedangkan tanaman yang lain diletakkan dekat dengan speaker yang
memperdengarkan lagu-lagu yang indah dan berirama teratur. Dalam beberapa hari terjadi
perbedaan yang sangat mencolok. Tanaman yang berada di dekat speaker lagu-lagu rock menjadi
layu dan mati, sedangkan tanaman yang berada di dekat speaker lagu-lagu indah tumbuh segar dan
berbunga. Suatu bukti nyata bahwa musik sangat mempengaruhi kehidupan makhluk hidup.
Alam semesta tercipta dengan musik alam yang sangat indah. Gemuruh ombak di laut, deru angin di
gunung, dan rintik hujan merupakan musik alam yang sangat indah. Dan sudah terbukti, bagaimana
pengaruh musik alam itu bagi kehidupan manusia.
Wulaningrum Wibisono, S.Psi mengatakan, "Jikalau Anda merasakan hari ini begitu berat, coba
periksa lagi hidup Anda pada hari ini. Jangan-jangan Anda belum mendengarkan musik dan
bernyanyi".
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 98
44. Rumah Ramah Belajar
Banyak orangtua sibuk mempersiapkan bahan belajar untuk mendampingi anak belajar di rumah
tetapi melupakan kondisi fisik rumah yang nyaman dan cocok untuk menunjang kegiatan belajar di
rumah.
Ada tiga kebutuhan yang perlu dipenuhi dalam pelaksanaan homescholling, yaitu kebutuhan psikis,
akal dan fisik anak. Termasuk dalam kebutuhan psikis anak antara lain adalah kebutuhan rasa aman,
penghargaan, dan percaya diri. Kebutuhan psikis orangtua juga harus terpenuhi, terutama dalam hal
kedisiplinan, konsistensi dan kekompakan dengan pasangan.
Kebutuhan akal anak terkait dengan cara belajar dan materi belajar. Sementara kebutuhan fisik adalah
kebutuhan yang dibutuhkan fisik anak untuk proses belajar yang optimal, termasuk makan dan
minuman yang bergizi serta sarana penunjang belajar yang ergonomis, cocok untuk ukuran dan
bentuk tubuh anak sehingga membuatnya nyaman belajar.
Sarana penunjang belajar
Emmy Soekresno, SPd, Konsultan Taman Bermain Jerapah Kecil, mengatakan bahwa anak-anak
membutuhkan furniture khusus yang mendukung pembelajaran yang optimal. Meja yang baik bagi
anak-anak adalah yang berbentuk lingkaran atau berbentuk U. Bentuk meja seperti ini, selain aman
buat anak-anak karena tidak ada sisi-sisi tajamnya, juga menambah kehangatan suasana. Menurut
Emmy, meja belajar berbentuk persegi panjang yang menghadap satu arah sangat tidak efektif karena
mengurangi kehangatan anak dan orangtua.
Dengan meja bulat, orangtua dapat duduk bersebelahan dengan anak-anak. Perhatian tetap dapat
terbagi dengan baik, meski jumlah anak lebih dari satu. Dengan suasana yang hangat, kemesraan akan
lebih terjalin, belajar akan terasa menyenangkan.
Duduk lesehan juga dapat dipakai sebagai alternatif. Namun, tetap disarankan menggunakan bantal
dan meja kecil yang ukurannya sesuai dengan usia anak dengan sisi-sisi yang tumpul. Bila anak
belajar tanpa meja, dikhawatirkan akan mempengaruhi bentuk tulang punggung anak kelak akibat
posisi yang membungkuk. Anak juga harus selalu diingatkan untuk belajar dengan posisi yang baik,
tidak duduk bersender, terlalu maju, atau terlalu bongkok. Biasakanlah untuk duduk tegak, namun
tidak tegang.
Suhu ruangan dan pencahayaan pun penting dalam menunjang suasana belajar yang menyenangkan.
Suhu yang baik adalah yang tidak terlalu panas atau terlalu dingin. Sementara, lampu yang baik
adalah yang berwarna putih yang datang dari sisi kanan atau kirinya, sehingga pada saat belajar tidak
terhalang oleh bayangannya sendiri.
Mainan juga harus disediakan sesuai dengan tahap usia perkembangan anak. Tahap bayi (0-2 tahun),
anak-anak awal (2-9 tahun), remaja awal (9 -12 tahun). Pada tahap bayi, target pembelajarannya itu
adalah motorik halus dan kasar. Mainan yang tepat untuk bayi harus memenuhi persyaratan aman bagi
bayi, yaitu ukurannya tidak lebih kecil dari 4 cm, pewarnaannya tidak mengandung racun, dan tidak
memiliki sisi tajam yang membahayakan. Karena memerlukan desain khusus dan bahan yang lebih
berkualitas, biasanya harga mainan bayi yang memenuhi syarat relatif lebih mahal, tutur wanita
lulusan IKIP Jakarta ini.
Sediakan fasilitas ramah anak
Seorang ahli pendidikan, Maria Montessori, menekankan pentingnya perkembangan anak pada usia
enam tahun pertama, sekaligus menekankan tentang pentingnya mempersiapkan rumah yang ramah
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 99
anak. Menurutnya, orang dewasa sering lupa bagaimana sulitnya anak beradaptasi dengan benda-
benda rumah yang tidak sesuai dengan ukuran anak.
Montessori menganjurkan agar proses belajar lancar dan anak mampu membantu dirinya sendiri,
maka orangtua perlu mengisi ruangan rumah, minimal yang terkait dengan anak menjadi sesuai
dengan kebutuhan anak. Untuk memenuhi kebutuhan ini, bukan berarti semua perlengkapan rumah
perlu diganti. Namun, bisa disiasati dengan menambah peralatan batu. Misalnya, untuk menggantung
pakaian di lemari orangtua perlu menambahkan tangga undakan kayu di depan lemari agar anak
mudah menjangkau gantungan baju.
Prinsip Montessori adalah Satu tempat untuk semua dan semuanya berada di tempatnya masing-
masing. Dengan prinsip itu, orangtua perlu menyediakan tempat untuk peralatan anak dan
mensosialisasikannya pada anak. Dengan begitu, sehabis bermain dan belajar anak mudah
mengembalikan mainannya dan peralatannya ke tempat yang sudah disediakan. Misalnya, ada rak
khusus untuk meletakkan balok kayu, rak buku, atau rak alat tulis. Tuliskan nama tempat masing-
masing di depan rak tersebut, misalnya BALOK KAYU, BUKU dan seterusnya. Tulisan itu juga akan
membantu anak belajar membaca.
Sembilan cerdas
Media pembelajaran yang perlu disediakan orangtua sebaiknya dibagi berdasarkan tema, misalnya
tema transportasi, tumbuhan, pantai, dan sebagainya. Gambar-gambar yang terkait dengan tema dapat
ditempel di beberapa tempat dalam rumah selama 3-4 minggu. Dengan cara itu, menurut Emmy, maka
orangtua berupaya agar bukan hanya mulut yang berbicara, namun semua dinding, tembok, buku juga
berbicara tentang tema terkait.
Selanjutnya, tema tersebut dibagi dalam 9 cerdas, yaitu angka, kata, gambar, tubuh/kinestetis, musik,
sosial, diri, alam, dan moral. Emmy menyontohkan, bila orangtua akan mengajarkan tema transportasi
di cerdas angka, maka targetnya adalah berhubungan dengan logika. Pertanyaan yang dapat diajukan
misalnya, Pesawat itu terbang atau menggelinding ya?
Untuk cerdas kata, orangtua dapat menjelaskan perbedaan istilah yang terkait dengan kendaraan.
Misalnya mobil mogok berarti mesinnya berhenti karena rusak, tapi mobil berhenti berarti mobil itu
tidak jalan karena dihentikan pengendaranya.
Cerdas gambar atau visual, adalah sebuah kecerdasan dimana anak itu bisa mewujudkan apa yang dia
pikirkan dengan bentuk gambar, bentuk balok, dan lain-lain. Ajaklah anak menggambar, atau
membuat bentuk tentang alat transportasi.
Cerdas kinestetik adalah bagaimana orangtua dapat membimbing anak agar mudah untuk
menggerakkan tubuhnya untuk keperluan-keperluan tertentu. Untuk mengejar hal ini orangtua perlu
melatih fisik anak, misalnya: Yuk, kita bergerak seperti helikopter. Atau, kita ajak anak untuk
membuat lagu tentang helikopter, sambil bernyanyi tangan ikut bergerak. Ajak pula anak untuk Tepuk
mobil. Dengan begitu, orangtua sekaligus mengajarkan cerdas fisik dan cerdas musik/nada. Cerdas
musik adalah kemampuan anak untuk menangkap nada, sehingga suaranya engga tidak fals dan
mampu membuat lagu sendiri.
Cerdas sosial adalah kemampuan seseorang untuk merasakan perasaan orang lain. Untuk itu, orangtua
juga perlu membawa anak bersosialisasi ke luar rumah untuk mengasah kecerdasan sosialnya. Bila
anak di rumah saja anak kurang mahir bersosialisai.
Cerdas diri adalah kemampuan anak untuk berefleksi diri. Cerdas diri itu kegiatan kuncinya adalah
mengungkapkan bisa pada setiap kegiatan. Misalnya, bila anak mengatakan Biar aku aja Ma yang
merobek. Maka, orangtua perlu memberikan kesempatan kepada anak untuk merobek kertas. Langkah
ini adalah langkah awal dari penanaman kemandirian.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 100
Cerdas alam/natural adalah mengajarkan anak mengenali alam dengan baik. Misalnya, alat
transportasi menghasilkan asap yang berbahaya bagi manusia. Asap itu dapat dibuang oleh tanaman
hijau. Jadi, tanaman hijau itu perlu dijaga dan dirawat dengan baik.
Terakhir adalah cerdas spiritual, yaitu landasan dari seluruh kecerdasan. Karena anak yang soleh
(cerdas spiritual), maka dia pasti cerdas. Sementara anak yang cerdas belum tentu soleh. Dalam hal
kesolehan ini yang perlu dilakukan orangtua adalah bagaimana agar anak memiliki akhlakul karimah
seperti Rasulullah saw, yang memiliki sifat siddiq, amanah, dan fatonah.
Konsentrasi terbatas dan jadwal teratur
Setiap manusia memiliki keterbatasan waktu berkonsentrasi. Cara mengukurnya mudah, yaitu 1 menit
kalikan usianya. Untuk anak usia 2 tahun, maka batas waktu konsentrasinya adalah 2 menit. Orangtua
bisa mengatakan dalam waktu dua menit, Ini buah tomat dek, warnanya merah, jumlahnya ada tiga
buah. Tak lama setelah mendengar hal itu, mungkin anak akan kembali berlari atau mengalihkan
perhatiannya pada hal yang lain. Jangan khawatir, bukan berarti anak tidak menangkap apa yang
dikatakan orangtuanya. Setelah dua menit, cobalah menyanyi dulu, kemudian arahkan lagi konsentrasi
anak dengan mengalihkannya pada media belajar yang sudah Anda siapkan. Anak berusia 10 tahun,
rentang konsentrasinya adalah 10 menit. Namun, dengan media yang menarik, rentang konsentrasi
anak dapat bertambah.
Anak juga membutuhkan keteraturan, termasuk dalam hal jadwal hariannya. Dalam menerapkan
homescholling, orangtua perlu membantu anak untuk mampu mengerti jadwal hariannya, kapan saat
nya tidur, bermain, dan belajar. Kadang-kadang ibu perlu tegas menegur anak untuk berhenti bermain
saat tiba waktunya untuk istirahat.
Dalam hal pengaturan jadwal ini orangtua perlu melihat kebiasaan Rasulullah saw. Ternyata, apa yang
dianjurkan Rasulullah saw berhubungan dengan optimalnya fungsi otak, yang terkait dengan waktu
terbaik untuk belajar. Berdasarkan penelitian fungsi otak, ternyata waktu menjelang zuhur, sekitar jam
11-12, otak mengalami penurunan fungsi. Pada saat menjelang zuhur, biasanya Rasulullah saw,
beristirahat sebentar. Sehingga, jangan mengajak anak untuk belajar pada waktu itu. Tapi, ajaklah
untuk tidur.
Otak berfungsi secara baik pada jam 7 sampai jam 10 pagi, puncaknya pada jam 9-10. Jadi, waktu
belajar harusnya ditetapkan pada rentang waktu itu. Jangan biarkan anak-anak bangun di atas jam 9.
Namun, biasakan anak bangun tidur di waktu subuh untuk membangun kebiasaan baik. Seperti yang
Rasulullah saw lakukan, yaitu tidur setelah Isya dan bangun sebelum subuh.
Sore hari menjelang ashar, kerja listrik otak juga sedang bagus. Sehingga waktu antara ashar dan
maghrib dapat dimanfaatkan untuk belajar. Sebaliknya, jangan biarkan anak tidur pada masa itu.
Rasulullah saw pun melarang umatnya untuk melakukan hal itu.
Bila perlu, buatlah media yang ditempel di kamar tidur anak. Cari gambar yang sesuai yang
digambarkan jam di atasnya. Misalnya, gambar kamar mandi di atasnya tergambar jam 6; gambar
makanan di atasnya jam 7 jam 12 dan jam 5 sore; gambar tempat tidur di atasnya tergambar jam 11.30
dan jam 20; gambar buku di atasnya jam 9 dan jam 16. Pada awalnya, orangtua perlu berulang-ulang
mengingatkan anak perihal jadwal tersebut. Namun, lama kelamaan anak akan terbiasa dengan
jadwalnya.
Terakhir, Emmy berpesan bahwa meskipun menerapkan homescholling, proses belajar bukan berarti
hanya berlaku di rumah. Diseluruh tempat di alam ini anak-anak juga bisa belajar lho.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 101
45. Kreativitas Anak Jangan Dihalangi
Orang Tua yang terlalu banyak mengatur anaknya, karena terlalu khawatir dan takut, serta terlalu
membatasi kegiatan anaknya, menyebabkan kreatifitas anak tidak berkembang. Demikian dikatakan
Psikolog anak, Prof. Dr. SC Utami Munandar.
Peran Orang Tua yang terlalu dominan serta kurikulum sekolah yang terlalu padat, menyebabkan
hilangnya waktu anak tidak dapat merenungkan kembali segala sesuatu yang dapat menunjang
perwujudan bakat dan kreativitasnya. Diharapkan oleh Utami Munandar, bahwa Orang Tua dapat
memberikan ruang gerak yang leluasa kepada anak Tidak terlalu mengawasi gerak-gerik, tidak terlalu
menekankan kebersihan dan ketertipan secara berlebihan dan jangan terlalu menuntut kepatuhan dari
anak secara mutlak. "Orang Tua janganlah menuntut anak untuk menghabiskan waktunya hanya
dengan belajar, tetapi sama pula pentingnya waktu anak untuk bermain. Yang terbaik adalah bila
bermain merupakan belajar dan belajar merupakan bermain.
Mengembangkan bakat dan kreativitas anak dirumah tidak sulit, karena sebagian besar waktu bermain
anak dihabiskan ditengah-tengah keluarga. Kita harus dapat menciptakan rumah yang mencerminkan
keakraban dan kehangatan anggota keluarga. Bakat serta kreativitas anak akan dapat dikembangkan
secara maksimal, bila Orang Tua atau pendidik tahu betul bahwa bakat dan kreativitas dapat dipupuk
dan dikembangkan dalam lingkungan yang menunjang perwujudan pada bakat dan kreativitas,
demikian Utami Munandar.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 102
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N
BAB 4 : PROBLEMATIKA
46. Temper Tantrum
Andi menangi s, menj er i t - j er i t dan ber gul i ng- gul i ng di l ant ai kar ena menunt ut i bunya unt uk
membel i k an mai nan mobi l - mobi l an di sebuah hyper mar ket di Jakar t a? Ibunya sudah
ber usaha membuj uk Andi dan mengat akan bahwa sudah banyak mobi l - mobi l an di
r umahnya. Namun Andi mal ah semaki n menj adi - j adi . Ibunya menj adi ser ba sal ah, mal u dan
t i dak ber daya menghadapi anaknya. Di sat u si si , i bunya t i dak i ngi n membel i kan mai nan
t er sebut kar ena masi h ada kebut uhan l ai n yang l ebi h mendesak. Namun di si si l ai n, kal au
t i dak di bel i kan maka i a kuat i r Andi akan menj er i t - j er i t semaki n l ama dan ker as, sehi ngga
menar i k per hat i an semua or ang dan or ang bi sa saj a menyangka di r i nya adal ah or angt ua
yang kej am. Ibunya menj adi bi ngung. . . . . , l al u akhi r nya i a t er paksa membel i mai nan yang
di i ngi nkan Andi . Benar kah t i ndakan sang Ibu?
Temper Tantrum
Kejadian di atas merupakan suatu kejadian yang disebut sebagai Temper Tantrums atau suatu luapan
emosi yang meledak-ledak dan tidak terkontrol. Temper Tantrum (untuk selanjutnya disebut sebagai
Tantrum) seringkali muncul pada anak usia 15 (lima belas) bulan sampai 6 (enam) tahun.
Perilaku ini seringkali disertai dengan tingkah yang akan membuat Anda semakin jengkel, seperti
menangis dengan keras, berguling-guling di lantai, menjerit, melempar barang, memukul-mukul,
menyepak-nyepak, dan sebagainya. Bahkan pada anak yang lebih kecil, diiringi pula dengan muntah
atau kencing di celana.
Mengapa Temper Tantrum ini bisa terjadi ? Hal ini disebabkan karena anak belum mampu
mengontrol emosinya dan mengungkapkan amarahnya secara tepat. Tentu saja hal ini akan bertambah
parah jika orang tua tidak mengerti apa yang sedang terjadi pada anaknya, dan tidak bisa
mengendalikan emosinya karena malu, jengkel, dan sebagainya.
Tant r um bi asanya t er j adi pada anak yang akt i f dengan ener gi ber l i mpah. Tant r um j uga l ebi h mudah
t er j adi pada anak-anak yang di anggap "sul i t ", dengan ci r i -ci r i sebagai ber i kut :
7. Memi l i ki kebi asaan t i dur , makan dan buang ai r besar t i dak t er at ur .
8. Sul i t menyukai si t uasi , makanan dan or ang-or ang bar u.
9. Lambat ber adapt asi t er hadap per ubahan.
10. Moodnya (suasana hat i ) l ebi h ser i ng negat i f .
11. Mudah t er pr ovokasi , gampang mer asa mar ah/ kesal .
12. Sul i t di al i hkan per hat i annya.
Tant r um t ermani f est asi dal am ber bagai per i l aku. Di bawah i ni adal ah beber apa cont oh per i l aku
Tant r um, menur ut t i ngkat an usi a:
1. Di bawah usi a 3 t ahun:
• Menangi s
• Menggi gi t
• Memukul
• Menendang
• Menj er i t
• Memeki k-meki k
• Mel engkungkan punggung
• Mel empar badan ke l ant ai
• Memukul -mukul kan t angan
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 103
• Menahan naf as
• Membent ur -bent ur kan kepal a
• Mel empar -l empar bar ang
2. Usi a 3 - 4 t ahun:
• Per i l aku-per i l aku t er sebut di at as
• Menghent ak-hent akan kaki
• Ber t er i ak-t er i ak
• Meni nj u
• Membant i ng pi nt u
• Mengkr i t i k
• Mer engek
3. Usi a 5 t ahun ke at as
• Per i l aku- per i l aku t er sebut pada 2 (dua) kat egor i usi a di at as
• Memaki
• Menyumpah
• Memukul kakak/ adi k at au t emannya
• Mengkr i t i k di r i sendi r i
• Memecahkan bar ang dengan sengaj a
• Mengancam
Fakt or Penyebab
Ada beber apa f akt or yang dapat menyebabkan t er j adi nya Tant r um. Di ant ar anya adal ah sebagai
ber i kut :
1. Ter hal angnya kei ngi nan anak mendapat kan sesuat u.
Set el ah t i dak ber hasi l memi nt a sesuat u dan t et ap mengi ngi nkannya, anak mungki n saj a
memakai car a Tant r um unt uk menekan or angt ua agar mendapat kan yang i a i ngi nkan,
seper t i pada cont oh kasus di awal .
2. Ket i dakmampuan anak mengungkapkan di r i .
Anak-anak punya ket er bat asan bahasa, ada saat nya i a i ngi n mengungkapkan sesuat u t api
t i dak bi sa, dan or angt uapun t i dak bi sa menger t i apa yang di i ngi nkan. Kondi si i ni dapat
memi cu anak menj adi f r ust r asi dan t er ungkap dal am bent uk Tant r um.
3. Ti dak t er penuhi nya kebut uhan.
Anak yang akt i f membut uh r uang dan wakt u yang cukup unt uk sel al u ber ger ak dan t i dak
bi sa di am dal am wakt u yang l ama. Kal au suat u saat anak t er sebut har us menempuh
per j al anan panj ang dengan mobi l (dan ber ar t i unt uk wakt u yang l ama di a t i dak bi sa
ber ger ak bebas), di a akan mer asa st r es. Sal ah sat u kemungki nan car a pel epasan st r esnya
adal ah Tant r um. Cont oh l ai n: anak but uh kesempat an unt uk mencoba kemampuan bar u
yang di mi l i ki nya. Mi sal nya anak umur 3 t ahun yang i ngi n mencoba makan sendi r i , at au umur
anak 4 t ahun i ngi n mengambi l kan mi num yang memakai wadah gel as kaca, t api t i dak
di per bol ehkan ol eh or angt ua at au pengasuh. Maka unt uk mel ampi askan r asa mar ah at au
kesal kar ena t i dak di per bol ehkan, i a memakai car a Tant r um agar di per bol ehkan.
4. Pol a asuh or angt ua
Car a or angt ua mengasuh anak j uga ber per an unt uk menyebabkan Tant r um. Anak yang
t er l al u di manj akan dan sel al u mendapat kan apa yang di i ngi nkan, bi sa Tant r um ket i ka suat u
kal i per mi nt aannya di t ol ak. Bagi anak yang t er l al u di l i ndungi dan di domi nasi ol eh
or angt uanya, sekal i wakt u anak bi sa j adi ber eaksi menent ang domi nasi or angt ua dengan
per i l aku Tant r um. Or angt ua yang mengasuh secar a t i dak konsi st en j uga bi sa menyebabkan
anak Tant r um. Mi sal nya, or angt ua yang t i dak punya pol a j el as kapan i ngi n mel ar ang kapan
i ngi n mengi zi nkan anak ber buat sesuat u dan or angt ua yang ser i ngkal i mengancam unt uk
menghukum t api t i dak per nah menghukum. Anak akan di bi ngungkan ol eh or angt ua dan
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 104
menj adi Tant r um ket i ka or angt ua benar -benar menghukum. At au pada ayah-i bu yang t i dak
sependapat sat u sama l ai n, yang sat u memper bol ehkan anak, yang l ai n mel ar ang. Anak bi sa
j adi akan Tant r um agar mendapat kan kei ngi nannya dan per set uj uan dar i kedua or angt ua.
5. Anak mer asa l el ah, l apar , at au dal am k eadaan sak i t , sehingga mudah kesal dan
t i dak bisa mengendalikan emosinya.
6. Anak sedang st r es ( akibat t ugas sekolah, dll) dan karena mer asa t i dak aman
( i nsecur e) .
7. Anak gagal mel ak uk an sesuat u, sehingga anak menj adi emosi dan t i dak mampu
mengendalikannya. Hal ini akan semakin parah j ika anak merasakan bahwa orang
t uanya selalu membandingkannya dengan orang lain, at au orang t ua memili ki t unt ut an
yang t inggi pada anaknya.
8. Ji k a anak mengi ngi nk an sesuat u, sel al u di t ol ak dan di mar ahi . Sement ara
orang t ua selalu memaksa anak unt uk melakukan sesuat u di saat dia sedang asyik
bermain, misalnya unt uk makan. Mungkin orang t ua t i dak mengira bahwa hal ini akan
menj adi masalah pada si anak di kemudi an hari. Si anak akan merasa bahwa ia t i dak
akan mampu dan t i dak berani mel awan kehendak orang t uanya, sement ara dia sendiri
har us selalu menurut i perint ah orang t uanya. I ni konflik yang akan merusak emosi si
anak. Akibat nya emosi anak meledak.
9. Yang paling sering t erj adi adalah karena anak mencont oh t indakan penyaluran
amarah yang salah pada ayah at au ibunya. Jika Anda peduli dengan perkembangan anak
Anda, periksalah kembali sikap dan sifat - sifat kit a sebagai orangt ua.
Ti ndakan.
Dalam buku Tant rums Secret t o Calming t he St orm ( La Forge: 1996) banyak ahli
perkembangan anak menilai bahwa Tant rum adalah suat u peril aku yang masih t ergolong
normal yang merupakan bagian dari proses perkembangan, suat u periode dalam
perkembangan fisik, kognit if dan emosi anak. Sebagai bagian dari proses
perkembangan, episode Tant rum past i berakhir. Beberapa hal posit if yang bisa dilihat
dari perilaku Tant rum adalah bahwa dengan Tant rum anak ingin menunj ukkan
independensinya, mengekpresikan indivi dualit asnya, mengemukakan pendapat nya,
mengeluar kan rasa marah dan frust rasi dan membuat orang dewasa mengert i kalau
mer eka bingung, lelah at au sakit . Namun demikian bukan berart i bahwa Tant rum
sebai knya harus dipuj i dan disemangat i ( encour age) . Jika orangt ua membiar kan
Tant r um berkuasa ( dengan memperbol ehkan anak mendapat kan yang diinginkannya
set elah ia Tant rum, sepert i ilust rasi di at as) at au bereaksi dengan hukuman- hukuman
yang ker as dan paksaan- paksaan, maka berart i orangt ua sudah menyemangat i dan
memberi cont oh pada anak unt uk bert indak kasar dan agresif ( padahal sebenarnya t ent u
orangt ua t i dak set uj u dan t idak menginginkan hal t ersebut ) . Dengan bert indak keliru
dalam menyikapi Tant rum, orangt ua j uga menj adi kehilangan sat u kesempat an baik
unt uk mengaj arkan anak t ent ang bagaimana caranya bereaksi t erhadap emosi - emosi
yang normal (marah, frust rasi, t akut , j engkel, dll) secara waj ar dan bagaimana
bert indak dengan cara yang t epat sehingga t idak menyakit i diri sendiri dan orang lain
ket ika sedang merasakan emosi t ersebut .
Pert anyaan sebagian besar orangt ua adalah bagaimana cara t erbaik dalam menyikapi
anak yang mengalami Tant rum. Unt uk menj awab pert anyaan t ersebut kami mencoba
unt uk memberikan beberapa saran t ent ang t indakan- t indakan yang sebaiknya dil akukan
oleh orangt ua unt uk mengat asi hal t ersebut . Tindakan- t indakan ini t er bagi dalam 3
( t i ga) bagian, yait u:
1. Mencegah terjadinya Tantrum
2. Menangani Anak yang sedang mengalami Tantrum
3. Menangani anak pasca Tantrum
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 105
1. Pencegahan
Langkah per t ama unt uk mencegah t er j adi nya Tant r um adal ah dengan mengenal i kebi asaan-
kebi asaan anak, dan menget ahui secar a past i pada kondi si -kondi si seper t i apa muncul Tant r um
pada si anak. Mi sal nya, kal au or angt ua t ahu bahwa anaknya mer upakan anak yang akt i f ber ger ak
dan gampang st r es j i ka t er l al u l ama di am dal am mobi l di per j al anan yang cukup panj ang. Maka
supaya i a t i dak Tant r um, or angt ua per l u mengat ur agar sel ama per j al anan di usahakan ser i ng-ser i ng
ber i st i r ahat di j al an, unt uk member i kan wakt u bagi anak ber l ar i -l ar i di l uar mobi l .
Tant r um j uga dapat di pi cu kar ena st r es aki bat t ugas-t ugas sekol ah yang har us di ker j akan anak.
Dal am hal i ni mendampi ngi anak pada saat i a menger j akan t ugas-t ugas dar i sekol ah (bukan
membuat kan t ugas-t ugasnya l ho! ! ! ) dan mengaj ar kan hal -hal yang di anggap sul i t , akan membant u
mengur angi st r es pada anak kar ena beban sekol ah t er sebut . Mendampi ngi anak bahkan t i dak
t er bat as pada t ugas-t ugas sekol ah, t api j uga pada per mai nan-per mai nan, sebai knya anak pun
di dampi ngi or angt ua, sehi ngga ket i ka i a mengal ami kesul i t an or angt ua dapat membant u dengan
member i kan pet unj uk.
Langkah kedua dal am mencegah Tant r um adal ah dengan mel i hat bagai mana car a or angt ua
mengasuh anaknya. Apakah anak t er l al u di manj akan? Apakah or angt ua ber t i ndak t er l al u mel i ndungi
( over pr ot ect i ve) , dan t er l al u suka mel ar ang? Apakah kedua or angt ua sel al u sei a-sekat a dal am
mengasuh anak? Apakah or angt ua menunj ukkan konsi st ensi dal am per kat aan dan per buat an?
Ji ka anda mer asa t er l al u memanj akan anak, t er l al u mel i ndungi dan ser i ngkal i mel ar ang anak unt uk
mel akukan akt i vi t as yang sebenar nya sangat di but uhkan anak, j angan her an j i ka anak akan mudah
t ant r um j i ka kemauannya t i dak di t ur ut i . Konsi st ensi dan kesamaan per sepsi dal am mengasuh anak
j uga sangat ber per an. Ji ka ada ket i daksepakat an, or angt ua sebai knya j angan ber debat dan
ber agument asi sat u sama l ai n di depan anak, agar t i dak meni mbul kan kebi ngungan dan r asa t i dak
aman pada anak. Or angt ua hendaknya menj aga agar anak sel al u mel i hat bahwa or angt uanya sel al u
sepakat dan r ukun.
Yang paling utama adalah orangtua harus menjadi contoh yang baik bagi anak. Jika Anda marah,
salurkanlah itu secara tepat. Anda harus ingat, bahwa anak merekam setiap kejadian yang positif
maupun negatif yang terjadi di sekitarnya. Jika tanpa Anda sadari anak Anda sudah merekam sifat-
sifat Anda yang buruk, atau dia melihat si Ayah memukul Ibunya, bisa dipastikan peristiwa itu akan
membawa pengaruh buruk dalam hidupnya kelak.
Jika anak ingin bermain dan tidak ingin diganggu, berilah kesempatan secara bijaksana kepadanya.
Jangan terlalu mengekang, dan beri kepercayaan bahwa dia bisa bermain dan bergaul dengan baik.
2. Ket i ka Tant rum Terj adi
Ji ka Tant rum t i dak bi sa di cegah dan t et ap t er j adi , maka beber apa t i ndakan yang sebai knya
di l akukan ol eh or angt ua adal ah:
§ Memast i kan segal anya aman. Ji ka Tant r um t er j adi di muka umum, pi ndahkan anak ke
t empat yang aman unt uknya mel ampi askan emosi . Sel ama Tant r um (di r umah maupun di
l uar r umah), j auhkan anak dar i benda-benda, bai k benda-benda yang membahayakan
di r i nya at au j ust r u j i ka i a yang membahayakan keber adaan benda-benda t er sebut . At au j i ka
sel ama Tant r um anak j adi menyaki t i t eman maupun or angt uanya sendi r i , j auhkan anak dar i
t emannya t er sebut dan j auhkan di r i Anda dar i si anak.
§ Orangt ua harus t et ap t enang, berusaha menj aga emosi nya sendi ri agar t et ap t enang.
Jaga emosi j angan sampai memukul dan bert er i ak-t er i ak mar ah pada anak.
§ Ti dak mengacuhkan Tant rum anak (ignore). Sel ama Tant r um ber l angsung, sebai knya t i dak
membuj uk-buj uk, t i dak ber ar gumen, t i dak member i kan nasi hat -nasi hat mor al agar anak
menghent i kan Tant r umnya, kar ena anak t oh t i dak akan menanggapi / mendengar kan. Usaha
menghent i kan Tant r um seper t i i t u mal ah bi asanya sepert i menyi r am bensi n dal am api , anak
akan semaki n l ama Tant r umnya dan meni ngkat i nt ensi t asnya. Yang t er bai k adal ah
membi ar kannya. Tant r um j ust r u l ebi h cepat ber akhi r j i ka or angt ua t i dak ber usaha
menghent i kannnya dengan buj uk r ayu at au paksaan.
§ Ji ka peri l aku Tant rum dari meni t ke meni t mal ahan bert ambah buruk dan t i dak sel esai -
sel esai , selama anak t i dak memukul -mukul Anda, pel uk anak dengan rasa ci nt a. Tapi
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 106
j i ka rasanya t i dak bi sa memeluk anak dengan ci nt a (karena Anda sendi ri rasanya malu
dan j engkel dengan kel akuan anak), mi ni mal Anda duduk at au berdi ri berada dekat
dengannya. Sel ama mel akukan hal i ni pun t i dak per l u sambi l menasi hat i at au compl ai nt
(dengan ber kat a: "kamu kok begi t u si h nak, bi ki n mama-papa sedi h"; "kamu kan sudah
besar , j angan seper t i anak keci l l agi dong"), kal au i ngi n mengat akan sesuat u, cukup
mi sal nya dengan mengat akan "mama/ papa sayang kamu", "mama ada di si ni sampai kamu
sel esai ". Yang pent i ng di si ni adal ah memast i kan bahwa anak mer asa aman dan t ahu bahwa
or angt uanya ada dan t i dak menol ak (abandon) di a.
§ Jika Anda terpaksa harus berseberangan pendapat dengan si anak saat dia mengamuk,
kemukakan pendapat Anda secara tegas, tetapi lembut. Jangan membentaknya, apalagi
sampai mengucapkan kata-kata yang tidak pantas. Atur emosi Anda, karena dia tidak sedang
bermusuhan dengan Anda, dan dia bukan musuh Anda. Abaikan tangisnya dan ajaklah dia
berbicara dengan lembut. Jelaskan kepadanya mengapa Anda tidak memberinya mainan
yang dia ingini dengan alasan yang jujur dan tidak dibuat-buat. Jelaskan dengan sabar
sampai dia mengerti maksud Anda yang sebenarnya, karena saat itu adalah konflik yang
sedang dialami oleh si anak. Pastikan bahwa ia bisa mengerti maksud Anda dengan baik,
karena konflik yang berakhir menggantung, akan muncul di kemudian hari dengan bentuk
yang tidak pernah Anda duga sebelumnya. Sekali lagi, atur emosi Anda. Mungkin Anda malu
dilihat banyak orang di supermarket. Tapi ingatlah akan perkembangan emosi anak Anda.
Bisa Anda bayangkan apa yang terjadi jika Anda terbawa emosi dan rasa malu, dan Anda
bersikap keras kepada anak Anda
3. Ket i ka Tant rum Tel ah Berl alu
Saat Tant r um anak sudah ber hent i , seber apapun par ahnya l edakan emosi yang t el ah t er j adi
t er sebut , j anganl ah di i kut i dengan hukuman, nasi hat -nasi hat , t egur an, maupun si ndi r an. Juga
j angan di ber i kan hadi ah apapun, dan anak t et ap t i dak bol eh mendapat kan apa yang di i ngi nkan (j i ka
Tant r um t er j adi karena mengi ngi nkan sesuat u). Dengan t et ap t i dak member i kan apa yang
di i ngi nkan si anak, or angt ua akan t er l i hat konsi st en dan anak akan bel aj ar bahwa i a t i dak bi sa
memani pul asi or angt uanya.
Ber i kanl ah r asa ci nt a dan r asa aman Anda kepada anak. Aj ak anak, membaca buku at au ber mai n
sepeda ber sama. Tunj ukkan kepada anak, sekal i pun i a t el ah ber buat sal ah, sebagai or angt ua Anda
t et ap mengasi hi nya.
Set el ah Tant r um ber akhi r , or angt ua per l u mengeval uasi mengapa sampai t er j adi Tant r um. Apakah
benar -benar anak yang ber buat sal ah at au or angt ua yang sal ah mer espon per buat an/ kei ngi nan
anak? At au kar ena anak mer asa l el ah, f r ust r asi , l apar , at au saki t ? Ber pi ki r ul ang i ni per l u, agar
or angt ua bi sa mencegah Tant r um ber i kut nya.
Ji ka anak yang di anggap sal ah, or angt ua per l u ber pi ki r unt uk mengaj ar kan kepada anak ni l ai -ni l ai
at au car a-car a bar u agar anak t i dak mengul angi kesal ahannya. Kal au memang i ngi n mengaj ar dan
member i nasi hat , j angan di l akukan set el ah Tant r um ber akhi r , t api l akukanl ah ket i ka keadaan
sedang t enang dan nyaman bagi or angt ua dan anak. Wakt u yang t enang dan nyaman adal ah ket i ka
Tant r um bel um di mul ai , bahkan ket i ka t i dak ada t anda-t anda akan t er j adi Tant r um. Saat or angt ua
dan anak sedang gembi r a, t i dak mer asa f r ust r asi , l el ah dan l apar mer upakan saat yang i deal .
Ajarlah anak Anda untuk berlatih menguasai dan mengendalikan emosinya. Anda bisa mengajaknya
bermain musik, melukis, bermain bola, atau permainan lainnya. Lewat permainan-permainan
tersebut, anak belajar untuk menerima kekalahan, belajar untuk tidak sombong jika menang, bersikap
sportif, dan belajar bersaing secara sehat. Tapi ingat, jangan sekali-kali Anda bermain curang.
Mungkin Anda pikir ini hanya sekedar permainan. Tapi anak akan berpikir dan menerapkan pada
dirinya, bahwa berlaku curang itu sah-sah saja
Dar i ur ai an di at as dapat t er l i hat bahwa kal au or angt ua memi l i ki anak yang "sul i t " dan mudah
menj adi Tant r um, t ent u t i dak adi l j i ka di kat akan sepenuhnya kesal ahan or angt ua. Namun har us
di akui bahwa or angt ual ah yang punya per anan unt uk membi mbi ng anak dal am mengat ur emosi nya
dan memper mudah kehi dupan anak agar Tant r um t i dak t er us-mener us mel et up. Beber apa sar an
di at as mungki n dapat ber guna bagi anda t er ut ama bagi par a i bu/ ayah muda yang bel um memi l i ki
pengal aman mengasuh anak. Sel amat membaca, semoga ber manf aat .
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 107
47. Anak Pemalu
Ibu Heny sangat t er pesona dengan Dendi , anak t et angganya yang bar u ber umur 3 t ahun.
Dendi adal ah seor ang anak yang penuh per caya di r i , r i ang dan l i ncah, t i dak per nah t akut
ber t anya i ni i t u dan dengan mant ap menyapa or ang yang bar u di kenal nya. Kondi si t er sebut
sangat kont r as j i ka di bandi ngkan dengan Adi e ( 3 t ahun) , anaknya Ibu Heny. Set i ap kal i
ber t emu or ang bar u Adi e sel al u i ngi n t er us- mener us ber ada dekat or angt uanya,
menyembunyi kan di r i di bal i k r ok i bunya, t i dak mau di aj ak bi car a dan t i dak mau
mel akukan kont ak mat a. Si t uasi i ni sangat membi ngungkan i bu Heny dan t i dak j ar ang i a
menj adi mal u dan sedi ki t "j engkel " dengan per i l aku anaknya.
Apakah anda mengal ami hal yang sama dengan di al ami ol eh i bu Heny? Ji ka ya, apa yang sebai knya
di l akukan or angt ua unt uk meni ngkat kan r asa per caya di r i pada anak sehi ngga si f at pemal u pada
anak l ambat l aun menj adi hi l ang? Lal u apa dampaknya j i ka anak t i dak kunj ung memper ol eh rasa
per caya di r i ? Ini l ah yang akan coba di bahas dal am ar t i kel i ni . Ar t i kel i ni akan t er bagi dal am
beber apa bagi an yai t u:
• Apakah Pemal u i t u
• Dampak apakah yang akan mungki n t i mbul aki bat si f at pemal u
• Bagai manakah sebai knya orangt ua menyi kapi anak pemal u
Apakah Pemal u It u
Par a ahl i nampaknya memi l i ki beber apa pandangan yang ber beda t ent ang per i l aku pemal u
(shyness). Ada ahl i yang mengat akan bahwa pemal u adal ah suat u si f at bawaan at au kar akt er yang
t er ber i sej ak l ahi r . Ahl i l ai n mengat akan bahwa pemal u adal ah per i l aku yang mer upakan hasi l
bel aj ar at au r espond t er hadap suat u kondi si t ert ent u. Secar a def i ni t i f , penul i s menj abar kan pemal u
sebagai suat u keadaan dal am di r i seseor ang di mana or ang t er sebut sangat pedul i dengan peni l ai an
or ang l ai n t er hadap di r i nya dan mer asa cemas kar ena peni l ai an sosi al t er sebut , sehi ngga cender ung
unt uk menar i k di r i
Kecender ungan menar i k di r i i ni sudah di mul ai sej ak masa kanak-kanak, bahkan sej ak bayi . Ki t a
dapat mel i hat ada bayi -bayi yang menangi s j i ka di dekat i or ang at au t i dak mau unt uk di pegang.
Sebal i knya ada j uga bayi -bayi yang t i dak pemal u, mer eka membi ar kan di r i mer eka ber ada dekat
or ang l ai n, dan t i dak menol ak di gendong ol eh or ang yang t i dak di kenal .
Swal l ow (2000) seor ang psi ki at er anak, membuat daf t ar hal -hal yang bi asanya di l akukan/ di r asakan
ol eh anak yang pemal u:
§ menghi ndar i kont ak mat a;
§ t i dak mau mel akukan apa-apa;
§ t er kadang memper l i hat kan per i l aku mengamuk/ t emper t ant r ums (di l akukan unt uk
mel epaskan kecemasannya);
§ t i dak banyak bi car a, menj awab secukupnya saj a seper t i "ya", "t i dak", "t i dak t ahu", "hal o";
§ t i dak mau mengi kut i kegi at an-kegi at an di kel as;
§ t i dak mau memi nt a per t ol ongan at au ber t anya pada or ang yang t i dak di kenal ;
§ mengal ami demam panggung (pi pi memer ah, t angan ber ker i ngat , ker i ngat di ngi n, bi bi r
t er asa ker i ng) di saat -saat t er t ent u;
§ menggunakan al asan saki t agar t i dak per l u berhubungan dengan or ang l ai n (mi sal nya agat
t i dak per l u per gi ke sekol ah);
§ mengal ami psi kosomat i s;
§ mer asa t i dak ada yang menyukai nya.
Swal l ow j uga menyat akan adanya beber apa si t uasi di mana seseor ang (pemal u maupun t i dak) akan
mengal ami r asa mal u yang waj ar dan l ebi h dapat di t er i ma, yai t u:
§ ber t emu dengan or ang yang bar u di kenal ;
§ t ampi l di depan or ang banyak;
§ si t uasi bar u (mi sal nya sekol ah bar u, pi ndah rumah bar u).
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 108
Dampak Si f at Pemal u
Pada dasar nya pemal u bukanl ah hal yang menj adi masal ah at aupun di per masal ahkan, dan sudah
past i bukan mer upakan abnor mal i t as. Tet api masal ah j ust r u bi sa muncul aki bat si f at pemal u.
Per i bahasa mal u ber t anya sesat di j al an, menggambar kan secar a t epat masal ah yang dapat muncul
kar ena rasa mal u yang ada dal am di r i seseor ang. Mi sal nya, ket i ka ber ada di r umah t eman/ t et angga,
anak i ngi n buang ai r keci l t et api mal u mi nt a i j i n ke t oi l et , sehi ngga menahan kei ngi nan buang ai r
yang akhi r nya ber aki bat si anak mal ah mengompol .
Pemal u j uga dapat menj adi masal ah, j i ka si f at i ni menyebabkan pot ensi anak menj adi t er kubur dan
anak t i dak ber kembang secar a opt i mal sesuai dengan pot ensi nya. Mi sal nya anak yang punya suar a
bagus dan ber bakat menyanyi , t api mer asa mal u unt uk mengasah bakat nya dengan i kut koor , l es
vokal dan mengi kut i kej uar aan, maka suar a i ndahnya akan t er si mpan si a-si a dan t i dak ber t ambah
i ndah. Hal i ni sangat di sayangkan bai k bagi anak maupun or angt uanya.
Apa yang sebaiknya di l akukan orangt ua?
Tanpa mengabai kan pendapat bahwa pemal u mer upakan bawaan/ kar akt er t er ber i at au bukan, sat u
hal yang per l u di per hat i kan adal ah bahwa l i ngkungan memegang per anan pent i ng t er hadap si f at
pemal u i ni . Anak akan semaki n pemal u at aukah j ust r u dapat mengat asi si f at pemal u i ni , t er gant ung
dar i apakah l i ngkungannya (baca: or angt ua) t er us-t er usan mel i ndungi anak pemal u at au
mendorongnya unt uk mau menghadapi duni a l uar sehi ngga anak menj adi l ebi h per caya di r i .
Ideal nya or angt ua mener i ma si f at pemal u anak apa adanya t anpa memper masal ahkannya. Namun di
l ai n pi hak or angt ua di har apkan unt uk memampukan anak dal am mengat asi r asa mal u sehi ngga anak
mer asa kompet en, per caya di r i , ber kembang sesuai dengan pot ensi yang ada di dal am di r i nya dan
megur angi masal ah yang mungki n t i mbul sebagai aki bat si f at pemal u. Seor ang anak yang pemal u,
t i dak t er us-t er usan mer asa mal u dal am set i ap si t uasi hi dupnya. Ada si t uasi -si t uasi t er t ent u yang
dapat membuat nya mer asa per caya di r i . Bi asanya si t uasi t er sebut adal ah ket i ka anak sedang
ber sama or angt ua at aupun anggot a kel uar ga yang di t emui nya set i ap har i (t anpa kehadi r an or ang
bar u/ asi ng) at au si t uasi yang st abi l / r ut i n di l al ui anak. Kal au or angt ua dar i awal sudah menget ahui
anaknya pemal u dan i ngi n mendor ongnya agar mampu mengat asi r asa mal u t er sebut , maka
sebai knya dar i awal i t ul ah usaha or angt ua sudah di l akukan. Usaha or angt ua sebai knya mer upakan
usaha yang ber t ahap, har i demi har i sampai akhi r nya ber t ahun-t ahun kemudi an menampakkan
hasi l nya, seper t i kat a pepat ah sedi ki t demi sedi ki t l ama- l ama menj adi buki t .
Or angt ua sebai knya mendor ong anak unt uk ber ani kel uar dan menghadapi duni a l uar dengan
per caya di r i . Mendor ong seor ang anak pemal u unt uk ber ani menghadapi duni a l uar t i dak bi sa
di l akukan secar a t i ba-t i ba (dr ast i s). Mi sal nya ket i ka or angt ua sudah mencapai t i t i k j enuh
mel i ndungi anaknya t er us-mener us dan bi ngung mel i hat anaknya sampai usi a seki an t ahun masi h
t i dak mau ber gaul dengan anak t et angga, l al u dengan t i ba-t i ba mel epaskan si anak dan mengat akan
"ayo dong Adi e, sekar ang kamu sudah besar , kamu sekar ang sudah harus ber ani , ayo sana bermai n
pl ay st at i on r amai -r amai dengan Deni di r umahnya". Per ubahan si kap or angt ua yang seper t i i ni bi sa
menj adi t ekanan t er sendi r i buat si anak, kar ena yang bi asanya aman dal am l i ndungan or angt ua,
t i ba-t i ba or angt ua ber ubah mel epaskan dan "t i dak mau mel i ndungi ". Mendor ong anak (encour age)
t i dak sama dengan memaksa (push), usaha yang t i ba-t i ba bukanl ah mendorong, t et api memaksa.
Per asaan t er paksa akan membuat keadaan bert ambah bur uk karena anak di t empat kan pada
keadaaan yang mel ebi hi bat as t ol er ansi nya, sehi ngga anak bi sa j adi mal ah semaki n menar i k di r i .
Ada beber apa hal yang dapat di l akukan or angt ua unt uk membant u anak mengat asi r asa mal u, yai t u:
§ Or angt ua sebai knya t i dak mengol ok-ol ok si f at pemal u anak at aupun memper bi ncangkan
si f at pemal unya di depan anak t er sebut . Cont ohnya dengan mengat akan "kamu si h
pemal u", "i ya l oh Bu Joko, anak saya i ni pemal u sekal i , sampai r epot saya kadang-
kadang", dl l . Dengan mengat akan hal -hal i ni anak dapat mer asa t i dak di t er i ma
sebagai mana di a adanya.
§ Menget ahui kesukaan dan pot ensi anak, l al u mendorongnya unt uk ber ani mel akukan
hal -hal t er t ent u, l ewat medi a hobi dan pot ensi di r i . Mi sal nya, anak suka mai n mobi l -
mobi l an, ket i ka ber ada di t oko i a mengi ngi nkan mobi l ber war na mer ah, sement ar a yang
t er sedi a ber war na bi r u, maka anak bi sa di dor ong unt uk mengat akan kepada pel ayan
bahwa i a mengi ngi nkan mobi l yang ber war na bi r u.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 109
§ Sebai knya or angt ua secar a rut i n mengaj ak anak unt uk ber kunj ung ke r umah t eman,
t et angga at au ker abat dan bermai n di sana. Kunj ungan sebai knya di l akukan pada
t eman-t eman yang ber beda. Sel ai n secar a r ut i n ber kunj ung, j uga sebai knya
mengundang anak-anak t et angga at au t eman-t eman sekol ah unt uk bermai n di r umah.
§ Lakukan r ol e-pl ayi ng ber sama anak. Mi sal nya seper t i pada cont oh no. 2 di at as, anak
bel um t ent u ber ani unt uk ber bi car a pada pel ayan t oko sekal i pun di dampi ngi , maka
ket i ka ber ada di rumah, or angt ua dan anak bi sa bermai n per an seol ah-ol ah sedang
ber ada di t oko dan anak pur a-pur a ber bi car a dengan pel ayan. Rol e-pl ayi ng dapat
di l akukan pada ber bagai si t uasi , ber pur a-pur a di t oko, ber pur a-pur a di sekol ah,
ber pur a-pur a ada di panggung, dl l .
§ Jadi l ah cont oh buat anak, or angt ua t i dak hanya mendor ong anak unt uk percaya di r i ,
t et api j uga menj adi model dar i per i l aku yang per caya di r i . Anak bi asanya mengamat i
dan bel aj ar dar i per i l aku or angt uanya sendi r i .
Apapun usaha yang di l akukan, sebai knya or angt ua t et ap mendampi ngi dan t i dak l angsung
mel epaskan anak seor ang di r i . Mi sal nya ket i ka di mi nt a bi car a pada pel ayan t oko, or angt ua ber ada
di sampi ng anak, at au ket i ka mengaj ak mai n ke rumah t emannya, or angt ua t et ap ber ada di r umah
t emannya i t u (anak mai n ber sama t emannya t api di a t ahu or angt uanya ada dan t i dak meni nggal kan
seor ang di r i ). Anak bi sa di bi ar kan mel akukan seor ang di r i , j i ka di l i hat r asa per caya di r i nya sudah
ber kembang.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 110
48. Labeling
Bodoh sekali sih kamu, begitu saja salah, tidak bisa……
Aduh anak saya ini loh pemalu sekali……..
Dasar anak bandel……….
Beberapa orangtua pasti tidak asing dengan kalimat-kalimat di atas, beberapa orangtua yang lain
mungkin pernah mendengar (dan mengucapkan) versi-versi lain dari kalimat sejenis. Versi-versi lain
itu bisa kalimat negatif seperti contoh-contoh di atas dan bisa juga kalimat-kalimat positif yang berisi
pujian tentang kehebatan-kehebatan anaknya. Orangtua yang "sempurna" dan sulit menerima
kesalahan dan kekurangan, mungkin akan lebih banyak mengatakan kalimat-kalimat negatif, orangtua
yang "adil" mungkin pernah mengatakan kedua jenis kalimat tersebut tergantung keadaan anak,
sementara orangtua lain yang selalu berpikir positif dan hanya mau melihat hal-hal positif pada
anaknya mungkin hanya mengatakan kalimat-kalimat positif. Semua itu disebut sebagai labeling.
Labeling
Labeling adalah proses melabel seseorang. Label, menurut yang tercantum dalam A Handbook for
The Study of Mental Health, adalah sebuah definisi yang ketika diberikan pada seseorang akan
menjadi identitas diri orang tersebut, dan menjelaskan orang dengan tipe bagaimanakah dia.Dengan
memberikan label pada diri seseorang, kita cenderung melihat dia secara keseluruhan kepribadiannya,
dan bukan pada perilakunya satu persatu.
Dampak Terhadap Anak
Dalam teori labeling ada satu pemikiran dasar, dimana pemikiran tersebut menyatakan "seseorang
yang diberi label sebagai seseorang yang devian dan diperlakukan seperti orang yang devian akan
menjadi devian".Penerapan dari pemikiran ini akan kurang lebih seperti berikut "anak yang diberi
label bandel, dan diperlakukan seperti anak bandel, akan menjadi bandel". Atau penerapan lain "anak
yang diberi label bodoh, dan diperlakukan seperti anak bodoh, akan menjadi bodoh". Kalau begitu
mungkin bisa juga seperti ini "Anak yang diberi label pintar, dan diperlakukan seperti anak pintar,
akan menjadi pintar".
Pemikiran dasar teori labeling ini memang yang biasa terjadi, ketika kita sudah melabel seseorang,
kita cenderung memperlakukan seseorang sesuai dengan label yang kita berikan. Misalnya, seorang
anak yang diberi label bodoh cenderung tidak diberikan tugas-tugas yang menantang dan punya
tingkat kesulitan di atas kemampuannya karena kita berpikir "ah dia pasti tidak bisa kan dia bodoh,
percuma saja menyuruh dia". Karena anak tersebut tidak dipacu akhirnya kemampuannya tidak
berkembang lebih baik. Kemampuannya yang tidak berkembang akan menguatkan pendapat/label
orangtua bahwa si anak bodoh. Lalu orangtua semakin tidak memicu anak untuk berusaha yang
terbaik, lalu anak akan semakin bodoh. Anak yang diberi label negatif dan mengiyakan label tersebut
bagi dirinya, cenderung bertindak sesuai dengan label yang melekat padanya. Dengan ia bertindak
sesuai labelnya, orang akan memperlakukan dia juga sesuai labelnya. Hal ini menjadi siklus
melingkar yang berulang-ulang dan semakin saling menguatkan terus-menerus.
Dalam buku Raising A Happy Child, banyak ahli yang setuju, bahwa bagaimana seseorang
memandang dan merasakan dirinya sendiri akan menjadi dasar orang tersebut beradaptasi sepanjang
hidupnya. Anak yang memandang dirinya baik akan mendekati orang lain dengan rasa percaya dan
memandang dunia sebagai tempat yang aman, dan kebutuhan-kebutuhannya akan terpenuhi.
Sementara anak yang merasa dirinya tidak berharga, tidak dicintai akan cenderung memilih jalan yang
mudah, tidak berani mengambil resiko dan tetap saja tidak berprestasi.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 111
Bagi banyak orang (termasuk anak-anak) pengalaman mendapatkan label tertentu (terutama yang
negatif) memicu pemikiran bahwa dirinya ditolak. Pemikiran bahwa dirinya ditolak dan kemudian
dibarengi oleh penolakan yang sesungguhnya, dapat menghancurkan kemampuan berinteraksi,
mengurangi rasa harga diri, dan berpengaruh negatif terhadap kinerja seseorang dalam kehidupan
sosial dan kehidupan kerjanya.
Saran Bagi Orangtua
Adalah penting bagi anak untuk merasa bahwa dirinya berharga dan dicintai. Perasaan ini
diketemukan olehnya lewat respon orang-orang sekitarnya, terutama orang terdekat yaitu orangtua.
Kalau respon orangtua positif tentunya tidak perlu dicemaskan akibatnya. Tetapi, adakalanya sebagai
orangtua, tidak dapat menahan diri sehingga memberikan respon-respon negatif seputar perilaku anak.
Walaupun sesungguhnya orangtua tidak bermaksud buruk dengan respon-responnya, namun tanpa
disadari hal-hal yang dikatakan orangtua dan bagaimana orangtua bertindak, masuk dalam hati dan
pikiran seorang anak dan berpengaruh dalam kehidupannya.
Beberapa saran bagi orangtua:
1. Berespon secara spesifik terhadap perilaku anak, dan bukan kepribadiannya. Kalau anak bertindak
sesuatu yang tidak berkenan di hati, jangan berespon dengan memberikan label, karena melabel
berarti menunjuk pada kepribadian anak, seperti sesuatu yang terberi dan tidak bisa lagi diperbaiki.
Contoh: Kalau anak tidak berani menghadapi orang baru, jangan katakan "Aduh kamu pemalu
sekali", atau "Jangan penakut begitu dong Nak", tetapi beresponlah "Tidak kenal ya dengan tante
ini, jadi tidak mau menyapa. Kalau besok ketemu lagi, mau ya menyapa, kan sudah pernah
kenalan". Kalau anak nakal (naughty), jangan katakan bahwa dia nakal tapi katakan bahwa
perilakunya salah (misbehave). Anak-anak sering berperilaku salah, selain karena mereka memang
belum mengetahui semua hal yang baik-buruk; benar-salah; boleh-tidak boleh, mereka juga suka
menguji batas-batas dari orangtuanya. Misalnya, kakak merebut mainan adik, katakan "Kakak,
merebut mainan orang lain itu salah, tidak boleh begitu. Kalau main sama adik gantian ya" (dan
bukan mengatakan "Kakaaaaak, nakal sekali sih merebut mainan adiknya"). Dengan demikian tidak
ada pesan negatif yang masuk dalam pikiran anak, dan bahkan anak didorong untuk mau bertindak
benar di waktu berikutnya.
2. Gunakan label untuk kepentingan pribadi orangtua. Sebenarnya melabel tidak selamanya buruk,
asalkan label tersebut digunakan orangtua untuk dirinya sendiri, agar lebih memahami dinamika
perilaku anak. Misalnya, "Anakku A lebih bodoh daripada anakku B". Tapi label tersebut tidak
dikatakan di depan anak, "A kamu itu kok lebih bodoh ya daripada adikmu si B". Dengan
mengetahui dinamika anak lewat label yang ada dalam pikiran orangtua sendiri, hendaknya
orangtua menggunakan label tersebut untuk menyusun strategi selanjutnya, agar kekurangan anak
diperbaiki. Misalnya, setelah mengetahui A lebih bodoh daripada B, maka orangtua memberikan
lebih banyak waktu untuk mengajarkan sesuatu dan mempersiapkan diri untuk lebih sabar jika
menghadapi A.
3. Menarik diri sementara jika sudah tidak sabar. Adakalanya orangtua sudah tidak sabar dan inginnya
melabel anak, misalnya "Heeeeh kamu goblok banget sih, 1 + 1 saja tidak bisa-bisa". Jika kesabaran
sudah diambang batas, sebelum kata-kata negatif keluar, ada baiknya orangtua menarik diri
sementara dari anak, time off. Katakan pada anak, "Papa sudah lelah, mungkin kamu juga sudah
lelah. Kita istirahat dulu, nanti belajar lagi sama-sama. Siapa tahu setelah istirahat kita berdua lebih
berkonsentrasi dan semangat belajar".
Bagaimana cara orangtua berbicara dan menanggapi kekurangan-kekurangan anak akan sangat
berpengaruh bagi anak sepanjang hidupnya. Oleh karena itu orangtua harus sangat berahti-hati dan
mempertimbangkan secara matang apa yang akan diucapkan kepada anaknya. Mulutmu harimaumu,
begitulah kata pepatah, yang dalam hal ini mulut orangtua bisa menjadi harimau bagi anak. Penting
sekali orangtua selalu berkata-kata positif tentang anak, agar anak jadi berpikir positif tentang dirinya
dan bertumbuh dengan harga diri yang tinggi dan perasaan dicintai dan diterima.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 112
49. Problem Kelekatan
Set i ap mul ai nya t ahun aj ar an bar u, banyak or angt ua si buk mendor ong sang bat i t a dan bal i t a agar
seger a masuk sekol ah. Ter nyat a masal ah t i dak ber akhi r set el ah ni at nya kesampai an, kar ena sang
bat i t a dan bal i t a kok mal ah r ewel dan nangi s t er us. . . . pengasuhnya har us kel i hat an ol ehnya. . kal au
t i dak, bi sa pani k. . . . Ada pul a yang ngadat nggak mau sekol ah . . . Ada pul a yang susah menyesuai kan
di r i dengan l i ngkungannya, moj ok t er us dan membi su, kal au di dekat i gur u mal ah
ket akut an. . . . . Sement ar a i t u, ada pul a or angt ua yang pusi ng kar ena mendapat l apor an gur u kal au
anakny a suka memukul i t eman di kel as. . . . .
Pr obl em t er sebut banyak di al ami ol eh anak-anak t er ut ama pada saat mer eka menghadapi si t uasi ,
l i ngkungan at au or ang bar u. Ber bagai si kap dan per i l aku aneh kemudi an muncul sebagai r eaksi
t er hadap ket i daknyamanan yang di r asakannya. Namun demi ki an, t i dak set i ap anak mengal ami nya
kar ena ada pul a yang mudah menyesuai kan di r i dengan l i ngkungannya dan bahkan bi sa menj al i n
komuni kasi yang i nt er akt i f dengan t eman-t eman ser t a gurunya. Sebenar nya, keber adaan pr obl em
t er sebut bi sa menj adi per t anda adanya masal ah psi kol ogi s yang har us di cer mat i ol eh or angt ua agar
bi sa di ket ahui f akt or penyebab dan st r at egi yang bi sa di l akukan unt uk menangani nya agar pr obl em
i ni t i dak sampai ber l ar ut -l ar ut dan mengganggu per kembangan psi kol ogi s dan kemampuan sosi al
sang anak.
Berawal dari Pol a Hubungan Orangt ua-Anak
Dar i kaca mat a psi kol ogi , banyak masal ah yang di al ami anak-anak ant ar a l ai n ber sumber dar i pol a
hubungan yang bur uk ant ar a or angt ua dengan anak at au penyebab l ai n yang akan di bahas
kemudi an. Dal am ar t i kel i ni akan di bahas seput ar pent i ngnya kel ekat an hubungan yang posi t i f
ant ar a anak dengan or angt ua dan pengar uhnya bagi per kembangan psi kol ogi s sang anak.
Apakah yang di sebut kelekat an ?
Banyak or ang t akut j i ka kel ekat an ant ar a bayi dengan i bunya bi sa membuat anak j adi bau
t angan, manj a, dan cengeng sehi ngga muncul nasehat -nasehat seper t i :
Kal au anak menangi s, bi ar kan saj a. . . t i dak usah di t anggapi . . . nant i j uga di am sendi r i . . . di a cuma
mi nt a per hat i an. . . Lat i hl ah di si pl i n. . . mer eka sekal i - sekal i har us di ker asi supaya t i dak
manj a. . . . Jangan ser i ng- ser i ng memel uk anak, nant i di a bi sa menj aj ah or angt uanya. . . . Jangan
ser i ng- ser i ng menci um anak, nant i di a j adi manj a. . . Bayi j angan ser i ng- ser i ng di pel uk at au
di gendong. . . . . t ar uh saj a di t empat t i dur bi ar t i dak bau t angan. . . . .
Begi t ul ah nasehat -nasehat yang ser i ng di per dengar kan pada cal on i bu at au i bu-i bu muda ki t a.
Nasehat t er sebut ker ap kal i membuat mer eka j adi bi ngung kar ena pada pr akt eknya ser i ng
mengal ami konf l i k bat i n, ant ar a kei ngi nan unt uk member i per hat i an penuh dengan kekhawat i r an
kel ak anak j adi manj a at au t i dak t ahu di r i .
Par a ahl i psi kol ogi per kembangan dewasa i ni maki n meni l ai secar a kr i t i s pent i ngnya kel ekat an
(posi t i f ) ant ar a anak dengan or angt ua. Kel ekat an adal ah sebuah proses ber kembangnya i kat an
emosi onal secar a r esi prokal (t i mbal bal i k) ant ar a bayi / anak dengan pengasuh (or angt ua). Kel ekat an
yang bai k dan sehat di al ami seor ang bayi yang mener i ma kasi h sayang yang st abi l dar i kehadi r an
or angt ua yang konsi st en; sehi ngga bayi at au anak dapat mer asakan sent uhan hangat , ger akan
l embut , kont ak mat a yang penuh kasi h dan senyuman orangt ua.
1. Apakah manf aat dari hubungan kel ekat an ant ara anak-orangt ua ?
Rasa percaya di r i
Per hat i an dan kasi h sayang or angt ua yang st abi l , menumbuhkan keyaki nan bahwa di r i nya ber har ga
bagi or ang l ai n. Jami nan adanya per hat i an or angt ua yang st abi l , membuat anak bel aj ar per caya
pada or ang l ai n.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 113
Kemampuan membi na hubungan yang hangat
Hubungan yang di perol eh anak dar i or angt ua, menj adi pel aj ar an bagi nya unt uk kel ak di t er apkan
dal am kehi dupannya set el ah dewasa. Kel ekat an yang hangat , menj adi t ol ok ukur dal am membent uk
hubungan dengan t eman hi dup dan sesamanya. Namun hubungan yang bur uk, menj adi pengal aman
t r aumat i s bagi nya sehi ngga menghal angi kemampuan membi na hubungan yang st abi l dan har moni s
dengan or ang l ai n.
Mengasi hi sesama dan pedul i pada or ang l ai n
Anak yang t umbuh dal am hubungan kel ekat an yang hangat , akan memi l i ki sensi t i vi t as at au
kepekaan yang t i nggi t er hadap kebut uhan seki t ar nya. Di a mempunyai kepedul i an yang t i nggi dan
kebut uhan unt uk membant u kesusahan or ang l ai n
Di si pl i n
Kel ekat an hubungan dengan anak, membuat or angt ua dapat memahami anak sehi ngga l ebi h mudah
member i kan ar ahan secar a l ebi h pr opor si onal , empat i k, penuh kesabar an dan pengert i an yang
dal am. Anak j uga akan bel aj ar mengembangkan kesadar an di r i , dar i si kap or angt ua yang
menghar gai anak. Si kap menghukum hanya akan menyaki t i har ga di r i anak dan t i dak mendor ong
kesadar an di r i . Anak pat uh kar ena t akut .
Per t umbuhan i nt el ekt ual dan psi kol ogi s
Bent uk kel ekat an yang t er j al i n, kel ak mempengar uhi per t umbuhan f i si k, i nt el ekt ual dan kogni t i f
ser t a per kembangan psi kol ogi s anak.
2. Fakt or Penyebab Gangguan Kel ekat an Pada Anak
Banyak f akt or yang menyebabkan seor ang anak t i dak mendapat kan kel ekat an kasi h sayang yang
t ul us, hangat dan konsi st en dar i kedua or angt uanya. Dan menur ut ahi psi kol ogi per kembangan,
hi ngga usi a 2 t ahun adal ah masa pal i ng kr i t i s. Er i k Er i kson, seor ang bapak per kembangan
ber pendapat , masal ah yang t er j adi dal am masa-masa t er sebut ber pot ensi mengganggu pr oses
per kembangan psi kol ogi s yang sehat .
Per pi sahan yang t i ba-t i ba ant ar a anak dengan or angt ua/ pengasuh
Per pi sahan t r aumat i k bagi seor ang anak bi sa ber upa : kemat i an or angt ua, or angt ua di r awat di
r umah saki t dal am j angka wakt u l ama, at au anak yang har us hi dup t anpa or angt ua kar ena sebab-
sebab l ai n
Penyi ksaan emosi onal (dan pengabai an), penyi ksaan f i si k at au pun penyi ksaan seksual
Set i ap anak r ent an t erhadap penyi ksaan emosi onal maupun f i si k dar i or angt ua/ pengasuh sebagai
bagi an dar i pol a asuh dan i nt er aksi sehar i -har i (l i hat art i kel : Penyi ksaaan & Pengabai an Terhadap
Anak). Si st em pendi di kan t r adi si onal yang ser i ngkal i menggunakan car a hukuman (bai k f i si k maupun
emosi onal ) unt uk mendi di k dan mendi si pl i nkan anak. or angt ua ser i ng ber si kap menj aga j ar ak dan
bahkan ada yang membangun i mage menakut kan agar anak hor mat dan pat uh pada mer eka.
Padahal car a i ni mal ah membuat t umbuh menj adi pr i badi yang penakut , mudah ber keci l hat i dan
t i dak per caya di r i . Anak akan mer asa bukan si apa-si apa at au t i dak bi sa ber buat apa-apa t anpa
or angt ua.
Sement ar a i t u, penyi ksaan seksual t i dak must ahi l t er j adi pada anak, yang di l akukan ol eh or ang
dewasa di seki t ar nya, ent ah i t u or angt ua maupun anggot a kel uar ga at au pi hak l ai n. Hal i ni
kemungki nan t er j adi kar ena or ang t er sebut mengal ami probl em psi kol ogi s yang menyebabkan
di r i nya mengal ami hambat an pengendal i an dor ongan seksual .
Pengasuhan yang t i dak st abi l
Pengasuhan yang mel i bat kan t er l al u banyak or ang, ber gant i an, t i dak menet ap ol eh sat u/ dua
or angt ua, menyebabkan ket i dakst abi l an yang di r asakan anak, bai k dal am hal ukur an ci nt a kasi h,
per hat i an, kel ekat an dan kepekaan r espon t er hadap kebut uhan anak. Anak j adi sul i t membangun
kel ekat an emosi onal yang st abi l kar ena pengasuhnya sel al u ber gant i -gant i t i ap wakt u. Si t uasi i ni
kel ak mempengar uhi kemampuannya menyesuai kan di r i kar ena anak cender ung mudah cemas dan
kur ang per caya di r i (mer asa kur ang ada dukungan emosi onal ).
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 114
Ser i ng ber pi ndah t empat / domi si l i
Ser i ngnya ber pi ndah t empat membuat pr oses penyesuai an di r i anak menj adi l ebi h sul i t , t er ut ama
bagi seor ang bat i t a at au bal i t a. Si t uasi i ni akan menj adi l ebi h ber at bagi nya j i ka or angt ua t i dak
member i kan r asa aman dengan mendampi ngi mer eka dan mau menger t i at as si kap/ per i l aku anak-
anak yang mungki n saj a j adi aneh aki bat dar i r asa t i dak nyaman saat har us menghadapi or ang
bar u. Tanpa kel ekat an yang st abi l , r eaksi negat i f anak (yang sebenar nya nor mal ) akhi r nya menj adi
bagi an dar i pol a t i ngkah l aku yang sul i t di at asi
Ket i dakkonsi st enan car a pengasuhan
Banyak or angt ua yang t i dak konsi st en dal am mendi di k anak. Mi sal nya, pada suat u saat or angt ua
menghukum anak dengan sangat ker as, t api di l ai n wakt u (mungki n kar ena mer asa ber sal ah)
memenuhi semua kei ngi nan anak (mi sal membel i kan mai nan mahal ). Ket i adaan kepast i an si kap
or angt ua, membuat anak sul i t membangun kel ekat an t i dak hanya secar a emosi onal t et api j uga
secar a f i si k. Si kap or angt ua yang t i dak dapat di pr edi ksi , membuat anak bi ngung, t i dak yaki n dan
sul i t mempercayai (dan pat uh) pada or angt ua.
Pr obl em psi kol ogi s yang di al ami or angt ua
or angt ua yang mengal ami probl em emosi onal at au psi kol ogi s sudah t ent u membawa pengar uh yang
kur ang mengunt ungkan bagi anak. Hambat an psi kol ogi s, mi sal nya gangguan j i wa, depr esi at au
pr obl em st r ess yang sedang di al ami or angt ua t i dak hanya membuat anak t i dak bi sa ber komuni kasi
dan ngobr ol enak dengan or angt ua, t api membuat or angt ua kur ang peka t erhadap kebut uhan dan
masal ah anak. Bahkan, or angt ua ser i ng t er l al u sensi t i f dan emosi onal , menj adi l ebi h pemar ah dan
kur ang sabar menanggapi per i l aku anak-anak. Ti dak j ar ang anak di mar ahi at au di pukul , di si ksa,
at au di ber i per l akuan yang sangat t i dak propor si onal di bandi ngkan dengan kenakal an yang
di l akukan. Ti ndakan t er sebut ber esi ko menghancur kan har ga di r i seor ang anak.
Pr obl em neur ol ogi s/ syar af
Ada kal anya, gangguan syar af yang di al ami anak bi sa mempengar uhi pr oses per sepsi at au
pemr osesan i nf or masi anak t er sebut , sehi ngga i a t i dak dapat mer asakan adanya per hat i an yang
di ar ahkan padanya. Cont ohnya, ada kasus seor ang bayi yang r ewel t er us dan r est l ess kar ena dal am
t ubuhnya t er dapat unsur cocai ne, at au zat addi ct i ve yang sudah mempengar uhi per t umbuhan
st r ukt ur syar af ot ak sej ak masa konsepsi (pembent ukan j ar i ngan). Pr obl em i ni bi sa di sebabkan
masal ah al kohol i sme at au obat -obat an yang bi asa di konsumsi or angt ua sebel um dan sel ama masa
kehami l an; at au kar ena ef ek sampi ng obat -obat an yang har us di mi num anak aki bat penyaki t yang
sedang di der i t anya.
3. Dampak Probl em Kel ekat an
Anak-anak yang kebut uhan emosi onal nya t i dak t er penuhi aki bat pr obl em kel ekat an yang di al ami ,
ber pot ensi mengal ami masal ah i nt el ekt ual, masal ah emosi onal dan masalah mor al dan sosi al di
kemudi an har i .
Masalah Int el ekt ual :
1. Mempengar uhi kemampuan pi ki r seper t i hal nya memahami pr oses sebab-aki bat
Ket i dakst abi l an at au ket i dakkonsi st enan si kap or angt ua, memper sul i t anak mel i hat hubungan
sebab-aki bat dar i per i l akunya dengan si kap or angt ua yang di t er i manya. Dampaknya akan mel uas
pada kemampuannya dal am memahami kej adi an at au per i st i wa-per i st i wa l ai n yang di al ami sehar i -
har i . Aki bat nya, anak j adi sul i t bel aj ar dar i kesal ahan yang per nah di buat nya.
2. Kesul i t an bel aj ar
Kur angnya kel ekat an dengan or angt ua, membuat anak l amban dal am memahami bai k i t u i nst r uksi
maupun pol a-pol a yang sehar usnya bi sa di pel aj ar i dar i per l akuan or angt ua t er hadapnya at au
kebi asaan yang di l i hat / di r asakannya.
3. Sul i t mengendal i kan dor ongan
Kebut uhan emosi onal yang t i dak per penuhi , membuat anak sul i t menemukan kepuasan at as si t uasi
/ per l akuan yang di t er i manya, meski ber si f at posi t i f . Ia akan t er dor ong unt uk sel al u mencar i dan
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 115
mendapat kan per hat i an or ang l ai n. Unt uk i t u, i a ber usaha sekuat t enaga, dengan car anya sendi r i
unt uk mendapat kan j ami nan bahwa di r i nya bi sa mendapat kan apa yang di i ngi nkan.
Masalah Emosi onal :
1. Gangguan bi car a
Menur ut sebuah hasi l penel i t i an, pr obl em kel ekat an yang di al ami anak sej ak usi a di ni , dapat
mempengar uhi kemampuan bi car anya. Dal am duni a psi kol ogi , hi ngga usi a 2 t ahun di kat akan sebagai
masa or al , di mana seor ang anak mendapat kepuasan mel al ui mul ut (menghi sap mengunyah
makanan dan mi numan). Ol eh sebab i t u l ah pr oses menyusui menur ut par a ahl i mer upakan proses
yang amat pent i ng unt uk membangun rasa aman yang di dapat dar i pel ukan dan kehangat an t ubuh
sang i bu. Ada kemungki nan anak yang mengal ami hambat an pada masa i ni akan mengal ami
kesul i t an at au ket er l ambat an bi car a.
Memang, secar a psi kol ogi s anak yang mer asakan ket i daknyamanan akan kur ang per caya di r i dal am
mengungkapkan kei ngi nannya. At au, kur angnya kel ekat an t er sebut membuat anak ber pi ki r bahwa
or angt ua t i dak mau memper hat i kannya sehi ngga i a l ebi h banyak menahan di r i . Aki bat nya, anak j adi
t i dak t er bi asa mengungkapkan di r i , ber bi car a at au mengekspr esi kan di r i l ewat kat a-kat anya. Ada
pul a penel i t i an yang mengat akan, bahwa mel al ui komuni kasi yang hangat seor ang i bu t er hadap
bayi nya, l ebi h memacu per kembangan kemampuan bi car a anak kar ena si anak t er pacu unt uk
mer espon kat a-kat a i bunya.
2. Gangguan pol a makan
Ada banyak or angt ua yang kur ang r esponsi f / kur ang t anggap t er hadap t angi san bayi nya. Mer eka
t akut j i ka t er l al u menur ut i t angi san bayi nya, kel ak i a akan j adi anak manj a dan menj aj ah or angt ua.
Padahal , t angi san seor ang bayi adal ah suat u car a unt uk mengkomuni kasi kan adanya kebut uhan
seper t i hal nya r asa l apar at au haus. Ket i dakkonsi st enan or angt ua dal am menanggapi kebut uhan
f i si ol ogi s anak, akan i kut mengacaukan pr oses met abol i sme dan pol a makan anak.
3. Per kembangan konsep di r i yang negat i f
Ket i adaan per hat i an or angt ua, ser i ng mendor ong anak membangun i mage bahwa di r i nya mandi r i
dan mampu hi dup t anpa bant uan si apa pun. Image i t u ber usaha ker as di t ampi l kan unt uk menut upi
kenyat aan yang sebenar nya. Padahal , dal am di r i nya t er si mpan ket akut an, r asa kecewa, mar ah,
saki t hat i t er hadap or angt ua, sement ar a i a j uga menyi mpan per sepsi yang bur uk t er hadap di r i
sendi r i . Ia mer asa t i dak di per hat i kan, mer asa di si ngki r kan, mer asa t i dak ber har ga sehi ngga
or angt ua t i dak mau mendekat padanya (dan, memang i a j uga mer asa t i dak i ngi n di dekat i )
Tanpa sadar semua per asaan i t u di ekspr esi kan mel al ui t i ngkah l aku yang aneh-aneh, yang or ang
menyebut nya nakal , l i ar , menyi mpang. Mer eka j uga t er l i hat suka menunt ut secar a
ber l ebi han, suka mencar i per hat i an dengan car a-car a yang negat i f , sangat t er gant ung, t i dak bi sa
memper hat i kan or ang l ai n (t api menunt ut perhat i an unt uk di r i nya), sul i t menci nt ai dan mener i ma
ci nt a dar i or ang l ai n.
Masalah Emosi onal
Anak akan sul i t mel i hat mana yang bai k dan t i dak, yang bol eh dan t i dak bol eh, yang pent i ng dan
kur ang pent i ng, dar i keber adaan or angt ua yang j uga t i dak bi sa menj ami n ada t i adanya, yang t i dak
dapat member i kan pat okan mor al dan nor ma kar ena mer eka mengal ami kesul i t an dengan di r i nya
sendi r i , kesul i t an dal am memenuhi kebut uhan emosi onal mer eka sendi r i , kesul i t an dal am
mengendal i kan dor ongan mer eka sendi r i . Aki bat nya, anak hanya meni ru apa yang di l i hat nya dar i
or angt ua dan mencar i car a agar t i dak sampai t er kena hukuman ber at .
Ti dak j ar ang anak-anak t er sebut memuncul kan si kap dan t i ndakan seper t i : suka ber bohong (yang
sudah t i dak waj ar ), mencur i (kar ena i ngi n mendapat kan kei ngi nannya), suka mer usak dan menyaki t i
(bai k di r i sendi r i maupun or ang l ai n), kej am, dan menurut sebuah penel i t i an, mer eka cender ung
t er t ar i k pada dar ah, api dan benda t aj am.
Bagai mana Membangun Kel ekat an yang Bai k Dengan Anak ?
Kesi apan ment al unt uk menj adi or angt ua
Memi l i ki anak membawa i mpl i kasi yang l uas, t i dak hanya mer ubah per an dar i suami / i st r i , menj adi
seor ang ayah / i bu. Ada komi t men dan t anggung j awab yang har us di sadar i dan di j al ankan. Ol eh
sebab i t u, per l u hat i dan pi ki r an yang t enang unt uk menj al ani pr oses menj adi or angt ua. Hat i dan
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 116
pi ki r an yang t enang, akan menci pt akan r asa nyaman pada j ani n yang sedang di kandung; dan,
j angan l upa bahwa ket enangan dan kesi apan hat i t er sebut mendor ong kesei mbangan hormon yang
mendukung pr oses kehami l an yang sehat . Sel ai n i t u, kesi apan ment al j uga mer upakan suat u kondi si
yang di per l ukan t er ut ama unt uk menghi ndar i konf l i k dan ket egangan yang bi sa muncul di ant ar a
suami -i st r i aki bat per ubahan yang t er j adi . Kesi apan t er sebut membuat masi ng-masi ng sadar dan
ber usaha menahan di r i unt uk t i dak sal i ng menyaki t i , karena di l andasi kesadar an, bahwa kedua nya
sal i ng membut uhkan unt uk sal i ng menguat kan.
Ci pt akan komuni kasi yang hangat sej ak di ni
Ber komuni kasi dengan anak t i dak di mul ai sej ak anak l ahi r , mel ai nkan sej ak i a dal am kandungan.
Sej ak i t u pr oses kel ekat an pun di mul ai . Ber bi car al ah padanya meski i a masi h bel um t ampak secar a
l ahi r i ah. Sapa l ah di a, ber nyanyi l ah unt uknya dan pel i har a/ per t ahankan kest abi l an emosi . Sudah
banyak penel i t i an yang menyat akan bahwa seor ang anak bi sa memahami apa yang t er j adi dal am
di r i sang i bu meski i a bel um l ahi r . Hal i t u bi sa di bukt i kan dar i muncul nya kecender ungan t er t ent u
yang ada pada anak, mi sal nya pencemas, super sensi t i f at au pemar ah di hubungkan dengan
per soal an yang sedang di hadapi sang i bu pada masa dan pasca kehami l annya.
Upayakan pr ogr am menyusui
Pr oses menyusui , bukan hanya sekedar member i kan ASI yang ber kual i t as. Namun menyusui
mer upakan proses yang mel i bat kan dua bel ah pi hak, bahkan t i ga bel ah pi hak : suami i st r i dan
anak. Kegi at an menyusui mer upakan moment yang sangat i deal unt uk membangun kont ak bat i n
yang er at , mel al ui kel ekat an f i si k dan kont ak mat a yang i nt ensi f . Pr oses i ni membut uhkan hat i
yang t enang dan penuh kasi h, kar ena pr oduksi ASI akan t er pengar uh ol eh f akt or f i si k dan emosi onal .
Ol eh sebab i t u, per l u ker j a sama yang bai k dan si kap sal i ng memahami ser t a sal i ng menghar gai
ant ar a suami -i st r i agar segal a per soal an yang t er j adi bi sa di sel esai kan dengan bai k t anpa
menyebabkan ket egangan dan t ekanan emosi onal yang mengganggu hubungan dengan anak.
Tanggapi l ah t angi san bayi / anak secar a posi t i f
Banyak or angt ua yang menganggap bahwa t i dak bai k sel al u menanggapi t angi san bayi , kar ena bayi
per l u di l at i h unt uk t i dak menj adi manj a dan supaya j ant ungnya kuat . Memang, pada beber apa
kasus pemi ki r an t er sebut bi sa di i kut i , t api t i dak sel amanya. Kar ena, hanya mel al ui menangi sl ah
seor ang bayi dapat mengkomuni kasi kan ket akut annya, kel apar annya, kehausannya, kei ngi nannya
akan kehangat an, kei ngi nannya unt uk di bel ai , r asa t i dak enak badan, kedi ngi nan, kepanasan dan
r asa t i dak enak yang l ai n. Jangan l upa, bayi adal ah makhl uk pal i ng t i dak ber daya dan t i dak
ber dosa, t i dak punya maksud bur uk. Jadi , t angi sannya adal ah mur ni muncul dar i kebut uhannya.
Bayangkan, j i ka or angt ua menunda r espon t er hadap ket akut annya, maka bayi akan mer asa
f r ust r asi . Dar i si t u l ah i a j uga bel aj ar , bahwa or angt uanya t i dak bi sa member i kan j ami nan akan
kasi h sayang, bahwa di r i nya t i dak t er l al u ber har ga unt uk di per hat i kan kebut uhannya.
Upayakan keber samaan dal am kel uar ga i nt i
Jaman sekar ang, banyak kel uar ga yang menggunakan j asa baby si t t er unt uk mengasuh anak.
Ir oni snya, ada beber apa i bu r umah t angga yang t i dak beker j a, t i dak mempunyai kegi at an apapun
kecual i ar i san, ke sal on dan shoppi ng, mempunyai banyak asi st en dan pembant u namun anaknya
sepenuhnya di ur us ol eh baby si t t er . Ti dakl ah mengher ankan j i ka kel ak ant ar a di a dengan anaknya
t i dak t er l i hat suat u kel ekat an yang posi t i f kar ena anaknya l ebi h nempel dengan sust er -nya. Si t uasi
i ni t i dak mendor ong proses per kembangan psi kol ogi s dan i dent i t as yang sehat . Anak t et ap mel i hat
di r i nya di abai kan ol eh i bunya sement ar a sang i bu memper hat i kan anak mel al ui ber bagai bar ang dan
mai nan yang di bel i at au pun uang j aj an yang ber l ebi han.
Kel ekat an yang posi t i f , membut uhkan ker j a sama set i ap angot a kel uar ga. Ci pt akan wakt u
keber samaan yang konsi st en, di penuhi per asaan t enang, senang dan sant ai . Ji ka beper gi an
ber sama, (dan j i ka memungki nkan), ber l at i hl ah sej ak di ni unt uk t i dak menyer t akan sang sust er
agar anak t er bi asa ber ada ber sama dan dekat or angt ua, agar anak l ebi h dapat bel aj ar dan
ber komuni kasi dengan or angt ua, agar anak bi sa mer asakan senangnya j al an-j al an dengan mama-
papa. Sement ar a i t u, or angt ua j uga bel aj ar dar i anaknya, dan mel i hat hasi l di di kannya sel ama i ni
mel al ui si kap dan per i l aku anak. Dengan demi ki an, or angt ua bi sa memahami per i l akunya sendi r i ,
mana yang per l u di ubah dan mana yang per l u di t i ngkat kan.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 117
50. Keterlambatan Bicara
Banyak or ang t ua yang khawat i r j i ka anaknya bel um l ancar bi car a padahal di l i hat dar i segi usi a
seper t i nya sudah l ewat dan j i ka di bandi ngkan dengan anak-anak t et angganya, t eman-t emannya,
saudar a-saudar anya kok ket i nggal an j auh. Kenyat aan t er sebut pada akhi r nya ser i ng mengundang
per t anyaan yang di aj ukan kepada e-psi kol ogi . Unt uk i t u l ah kami akan mengul as per soal an
ket er l ambat an bi car a pada bal i t a.
Gangguan kemampuan bi car a at au ket er l ambat an bi car a dan ber bahasa i ni har usl ah di det eksi dan
di t angani sej ak di ni dan dengan met ode yang t epat . Bagai mana pun j uga, bi car a dan bahasa
mer upakan medi a ut ama seseor ang unt uk mengekspr esi kan emosi , pi ki r an, pendapat dan
kei ngi nannya. Bayangkan saj a, j i ka i a mengal ami masal ah dal am mengekspr esi kan di r i , unt uk bi sa
di mengert i ol eh or ang l ai n at au or ang t uanya, gur u dan t eman-t emannya, maka bi sa membuat i a
f r ust r asi . Mungki n pul a i a akan mer asa f r ust r asi dan mal u kar ena t eman-t emannya memper l akukan
di a secar a ber beda, ent ah menguci l kan at au pun membuat nya j adi bahan t er t awaan. Ji ka t i dak ada
yang bi sa mengert i apa si h yang j adi kei ngi nannya at au apa yang di maksudkannya, maka t i dak
her an j i ka l ama kel amaan i a akan ber hent i unt uk ber usaha membuat or ang l ai n mengert i . Padahal ,
bel aj ar mel al ui proses i nt er aksi adal ah pr oses pent i ng dal am menj adi kan seor ang manusi a
ber t umbuh dan ber hasi l menj adi or ang seper t i yang di har apkannya. Unt uk memahami l ebi h l anj ut
t ent ang ket er l ambat an bi car a, maka Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak per l u menget ahui beber apa hal
sebagai ber i kut :
• Apa yang di maksud dengan ket er l ambat an bi cara dan apa f akt or penyebabnya ?
• Pemeri ksaan at au eval uasi sepert i apa yang perl u di l akukan j i ka or angt ua mencuri gai
anaknya mengal ami hambat an bi cara ?
• Apa saj a t ahap-t ahap perkembangan kemampuan bi cara dan apa yang harus di l akukan
ol eh orangt ua pada t ahapan t ersebut ?
Gangguan Keterlambatan Bicara dan Faktor Penyebab
Gangguan keterlambatan bicara adalah istilah yang dipergunakan untuk mendeskripsikan adanya
hambatan pada kemampuan bicara dan perkembangan bahasa pada anak-anak, tanpa disertai
keterlambatan aspek perkembangan lainnya. Pada umumnya mereka mempunyai perkembangan
intelegensi dan sosial-emosional yang normal. Menurut penelitian, problem ini terjadi atau dialami 5
sampai 10% anak-anak usia prasekolah dan lebih cenderung dialami oleh anak laki-laki dari pada
perempuan.
Penyebab dari keterlambatan bicara ini disebabkan oleh beragam faktor, seperti :
1. Hambatan pendengaran
Pada beberapa kasus, hambatan pada pendengaran berkaitan dengan keterlambatan bicara. Jika si anak
mengalami kesulitan pendengaran, maka dia akan mengalami hambatan pula dalam memahami,
meniru dan menggunakan bahasa. Salah satu penyebab gangguan pendengaran anak adalah karena
adanya infeksi telinga.
2. Hambatan perkembangan pada otak yang menguasai kemampuan oral-motor
Ada kasus keterlambatan bicara yang disebabkan adanya masalah pada area oral-motor di otak
sehingga kondisi ini menyebabkan terjadinya ketidakefisienan hubungan di daerah otak yang
bertanggung jawab menghasilkan bicara. Akibatnya, si anak mengalami kesulitan menggunakan bibir,
lidah bahkan rahangnya untuk menghasilkan bunyi kata tertentu.
3. Masalah keturunan
Masalah keturunan sejauh ini belum banyak diteliti korelasinya dengan etiologi dari hambatan
pendengaran. Namun, sejumlah fakta menunjukkan pula bahwa pada beberapa kasus di mana seorang
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 118
anak anak mengalami keterlambatan bicara, ditemukan adanya kasus serupa pada generasi
sebelumnya atau pada keluarganya. Dengan demikian kesimpulan sementara hanya menunjukkan
adanya kemungkinan masalah keturunan sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi.
4. Masalah pembelajaran dan komunikasi dengan orang tua
Masalah komunikasi dan interaksi dengan orang tua tanpa disadari memiliki peran yang penting
dalam membuat anak mempunyai kemampuan berbicara dan berbahasa yang tinggi. Banyak orang tua
yang tidak menyadari bahwa cara mereka berkomunikasi dengan si anak lah yang juga membuat anak
tidak punya banyak perbendaharaan kata-kata, kurang dipacu untuk berpikir logis, analisa atau
membuat kesimpulan dari kalimat-kalimat yang sangat sederhana sekali pun. Sering orang tua malas
mengajak anaknya bicara panjang lebar dan hanya bicara satu dua patah kata saja yang isinya
instruksi atau jawaban sangat singkat. Selain itu, anak yang tidak pernah diberi kesempatan untuk
mengekspresikan diri sejak dini (lebih banyak menjadi pendengar pasif) karena orang tua terlalu
memaksakan dan memasukkan segala instruksi, pandangan mereka sendiri atau keinginan mereka
sendiri tanpa memberi kesempatan pada anaknya untuk memberi umpan balik, juga menjadi faktor
yang mempengaruhi kemampuan bicara, menggunakan kalimat dan berbahasa.
5. Faktor Televisi
Sejauh ini, kebanyakan nonton televisi pada anak-anak usia batita merupakan faktor yang membuat
anak lebih menjadi pendengar pasif. Pada saat nonton televisi, anak akan lebih sebagai pihak yang
menerima tanpa harus mencerna dan memproses informasi yang masuk. Belum lagi suguhan yang
ditayangkan berisi adegan-adegan yang seringkali tidak dimengerti oleh anak dan bahkan sebenarnya
traumatis (karena menyaksikan adegan perkelahian, kekerasan, seksual, atau pun acara yang tidak
disangka memberi kesan yang mendalam karena egosentrisme yang kuat pada anak dan karena
kemampuan kognitif yang masih belum berkembang). Akibatnya, dalam jangka waktu tertentu yang
mana seharusnya otak mendapat banyak stimulasi dari lingkungan/orang tua untuk kemudian
memberikan feedback kembali, namun karena yang lebih banyak memberikan stimulasi adalah
televisi (yang tidak membutuhkan respon apa-apa dari penontonnya), maka sel-sel otak yang
mengurusi masalah bahasa dan bicara akan terhambat perkembangannya.
Evaluasi dan Pemeriksaan
Jika orang tua mencurigai anaknya mengalami hambatan bicara, maka hal ini haruslah diteliti dan
diperiksa oleh ahli yang memang berkompeten di bidangnya, untuk menghindari terjadinya salah
diagnosa dan penanganan. Untuk itu, diperlukan pemeriksaan lengkap dari aspek-aspek :
1. Fi s i o l o g i s d an Neu r o l o g i s
Dokter memeriksa secara menyeluruh, untuk mengetahui apakah keterlambatan tersebut
disebabkan masalah pada alat pendengaran, sistem pendengarannya, atau pun pada areal otak
yang mengatur mekanisme pendengaran-bicara dan otak yang memproduksi kemampuan
berbicara. Tidak hanya itu, pemeriksaan lengkap akan menghasilkan diagnosa yang jauh lebih
pasti tidak hanya faktor penghambatnya, namun juga metode penanganan yang paling sesuai
untuk anak yang bersangkutan.
2. Ps i k o l o g i s
Pemeriksaan secara psikologis juga diperlukan untuk memahami fungsi-fungsi lain yang
berhubungan dengan kemampuan berbicara dan berbahasa, seperti tingkat intelegensi serta
tingkat perkembangan sosial-emosional anak. Pemeriksaan secara psikologis ini juga
dimaksudkan untuk melihat sejauh mana pengaruh dari hambatan yang dialami anak terhadap
kemampuan emosional dan intelektualnya. Pemeriksaan ini juga harus ditangani oleh ahli atau
psikolog yang berkompeten dan berpengalaman dalam menangani anak dengan problem
keterlambatan bicara.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 119
Setelah hasil pemeriksaan keluar, maka orang tua dengan rekomendasi ahlinya dapat
mengambil langkah tepat seperti misalnya, melakukan terapi bicara atau jika usia anak sudah
harus sekolah, maka dimasukkan pada sekolah yang dapat memberikan perlakuan dan
perhatian yang tepat sesuai dengan masalah anak tersebut.
K em u n g k i n an Pu l i h n y a K em b al i K em am p u an B i c ar a & Ber b ah as a
Sebenarnya, jika sejak awal hambatan bicara ini sudah didiagnosa secara tepat, dan jika pihak
keluarga mempunyai kepedulian yang tinggi untuk memberikan dukungan bagi program pemulihan si
anak, maka akan besar kemungkinan bagi si anak untuk kembali memiliki kemampuan yang normal.
Meski pada proses awal akan terkesan lamban, namun kemungkinan besar masalah keterlambatan
bicara akan teratasi ketika anak mulai memasuki sekolah dasar.
Pada kasus-kasus tertentu dimana hambatan bicara dan ber bahasa terlihat dari adanya hambatan
dalam menulis. Sebenarnya hal ini masih bisa didiagnosa dan dilakukan penanganan yang tepat
supaya kemampuan tersebut akhirnya berkembang seperti anak-anak lain seusianya. (jr)
Tah ap an Per k em b an g an K em am p u an B i c ar a d an B er b ah as a
Berikut ini akan d isajikan in formasi seputar tahapan per kembangan bahasa dan bicara seor ang anak. Namun
perlu diperhatikan, bahwa batasan- batasan yang tertera juga bukan merupak an batasan yang kaku mengingat
keunikan setiap anak berbeda satu dengan yang lain. Menurut Dr. Miriam Stoppard (1995) tahapan
perk embangan kemampuan bicar a dan berbahasa dapat dibagi sebagai berikut:
• 0 - 8 Minggu
• 8 - 24 Minggu
• 28 Minggu - 1 Tahun
• 1 Tahun - 18 Bulan
• 18 Bulan - 2 Tahun
• 2 - 3 Tahun
• 3 - 4 Tahun
0 - 8 Mi nggu
Per k em b an g an K em am p u an B er b i c ar a d an B ah as a
P a d a m a s a a w a l , s e o r a n g b a y i ak a n m e n d en g a rk a n d a n m e n c o b a m e n g ik u t i s u a r a y a n g
d i d e n g a r n y a . Se b e n a r n y a t i d a k h an y a i t u , s e j a k l a h i r i a s u d a h b e l a j a r me n ga ma t i d a n
m e n g i k u ti g e r ak t u b u h s e r t a e k s p re s i w a j ah o r a n g y a n g d i l i h a tn y a d ar i j a r a k t e r te n t u . M e s k i p un
m a s i h b a y i , s e o r a n g a n a k a k a n m a m p u m e m a h a m i d a n m e ra s a k a n a d an y a k o mu n i k as i d u a
a r a h d e n ga n me mb e r i k a n r e s p o n l e wa t g e ra k t u b u h d a n s u a r a . S e j a k d u a mi n g g u p er t a ma , i a
s u d a h m u l a i te r l i b a t d e n g a n p er c a k a p an , d a n p a d a m i n g g u k e- 6 i a a k a n m e n ge n a l i s u ar a s a n g
i b u , d a n p a d a u s i a 8 mi n g g u , i a mu l a i ma mp u me mb e r i k a n r e s p o n t e r h a d a p s u a r a y a ng
di kenal i nya.
Ti n d ak an y an g Dap at Di l ak u k an Or an g t u a
§ Semakin dini or ang tua menstimulasi anaknya dengan c ara mengajaknya ber cakap-cakap dan
menunjukkan sikap yang mendorong munculnya respon dari si anak, maka sang anak a kan s emakin
dini pula tertarik untuk belajar bicara. Tidak hanya itu, kualitas per cakapan dan bicar anya juga akan
lebih baik. Jadi, terus lah mengajak anak Anda bercaka p-ca kap sejak hari pertama kelahiranny a.
§ Jalinlah komunikasi dengan dih iasi oleh seny um Anda, pelukan, d an perh atian. Dengan demikian anak
Anda akan termotivasi untuk berus aha memberikan re sponnya.
§ Tunjukkanlah selalu kasih sayang melalui peluk-cium, dan keha ngatan yang b isa dirasak an melalui
intonasi suar a Anda. Dengan dem ikian, Anda menstimulasi ter jalinnya ika tan emosional yang er at
antara Anda dengan anak Anda sekaligus membesarkan hatinya.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 120
Selama menjalin komunikasi dengan anak Anda, jangan lupa untuk melakuka n kontak mata sec ara
intensif kare na dari pandangan mata tersebutlah anak bisa merasak an perhatian, kasih sayang , cinta,
dan penger tian. Jika sedang bicara, tataplah matanya dan jangan ma lah membe lakangi dia.
§ Jika anak Anda menangis, jangan didiamkan saja. Sela ma ini bany ak ber eda pandan gan keliru, bahwa
jika bayi menangis sebaiknya didiamkan saja supaya nant inya tidak manja dan bau tangan. Padahal ,
satu-satunya cara seorang bayi baru lahir untuk mengkomunikasikan keinginan dan kebutuhannya
(haus , lapar, kedinginan, kepanasa n, kebutuhan emosional , kelelahan, kebo sanan) dia adalah melalui
tangisan. Jadi, j ika tangisannya t idak Anda pedulikan, lama-lama dia akan frustasi kare na
kebutuhannya terabaikan. Yang harusnya Anda lakukan adalah memberinya per lakuan seperti yang
dibutuhkannya saat ia menangis . Untuk itu , ki ta sebagai or ang tua har uslah belajar memahami dan
mengerti bahasa isyara tnya. Tidak ada salahnya, jika Anda seakan-ak an bertanya padanya, seper ti
:¨rupany a ada sesuatu yang kamu inginkan,.. ..coba biar Ibu liha t... ¨
8 - 24 Mi nggu
Per k em b an g an K em am p u an B er b i c ar a d an B ah as a
T i d a k l a ma s e t e l a h s e o r a n g b ay i t e r s e n y u m, i a mu l a i b e l a j a r me n g e k s p r es i k a n d i r i n y a me l a l u i
suar a- suar a yang sangat lucu da n seder hana, seper t i 'eh ¨, 'ah ¨, 'uh ¨, 'oh¨ dan t i dak l ama
k e mu d i a n i a a k a n mu l a i me n g u c a p k a n k o n s o n a n s e p e r t i 'r¨, 'p¨, 'o¨, 'j¨ d a n '|¨. P a d a u s i a 1 2
mi nggu, seor ang bayi s udah mul ai terl i bat pada percakapan 't unggal¨ dengan menyuarakan
'g a g a¨, 'a h g o o ¨, d a n p a d a u s i a 1 6 min g g u , i a ma k i n ma mp u me n g e l u a r k a n s u a r a s e p e r ti
t e r t a wa a t a u t e r i a k a n r i a n g , d a n b u b l l i n g . P a d a u s i a 2 4 mi n g g u , s e o r a n g b a y i a k a n mu l a i b i s a
menyuarakan 'ma¨, 'ka¨, 'da ¨ dan sej eni snya. Sebenarnya banyak t anda-t anda yang
m e n u n j u kk a n b a h w a s e o r a n g a na k s u d a h m u l a i m e m a h a mi a p a y a n g or a n g t u a n ya a t a u o r a n g
l ai n kat akan. Lucunya, anak- a nak i t u ak an ber main dengan s uar anya sendi r i dan t er us
mengulang apa yang didengar da ri suaranya sendir i.
Ti n d ak an y an g Dap at Di l ak u k an Or an g t u a
§ Untuk bisa berbicar a, seor ang anak perlu latihan mekanisme be rbicar a melalui la tihan gera kan mulut,
lidah, b ibir. Sebenar nya, aktivitas menghisap, menjilat, menyembur kan gelembung dan mengunyah
merupak an kemampuan yang diperlukan. Oleh sebab itu , latih lah anak Anda baik dengan permainan
maupun dengan makanan.
§ Ser i ng- ser i ngl ah menyanyi kan l agu unt uk anak Anda dengan l agu- l agu anak- anak yang seder hana dan
lucu, secar a berulang dengan penekanan pada ritme dan pengucapannya. Bern yanyilah dengan
diselingi permainan-per mainan yang bernada serta menarik. Jadi, luangkan lah waktu Anda un tuk
terlibat dala m kegiatan menarik seperti itu agar kemampuan bicara dan berbahas a anak Anda lebih
berkembang.
§ Salah satu cara seorang anak berk omunikasi di usia ini adalah me lalui tertawa. Oleh sebab itu, s ering-
seringlah bercanda dengannya, tertawa, membuat suar a-suar a dan ekspresi lucu agar kemampuan
komunikasi dan interaks inya meningkat dan mendoro ng tumbuhnya kemampuan bahasa dan bicar a.
§ Setiap bayi yang baru lahir, merek a akan belajar melalui pembiasaan atau pun pengulangan suatu p o la,
kegiatan, nama atau peristiwa . Melalui mekanisme ini Anda mulai bisa mengenalkan kata-k ata yang
bermakna pada anak pada saat melakukan aktivitas rut in, seper ti : pada waktu mau makan, Anda bisa
katakan 'nyam-nyam¨
28 Mi nggu - 1 Tahun
Per k em b an g an K em am p u an B er b i c ar a d an B ah as a
U s i a 2 8 m i n g g u s e o r a ng a n a k m u l a i b i s a m e n gu c a p k a n 'ba ¨, 'd a ¨, 'k a¨ s e c a ra j e l a s s ek a l i .
B a h k a n w ak t u m e n a n g is p un v o k a l s u a r an y a s a n ga t l a n t a n g d a n d e ng a n p e n uh i n to n a s i . P a d a
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 121
u s i a 3 2 m i n g g u , i a a k a n m a m p u m e n g u l a ng b e b e r a p a s u k u k a t a y a n g s e b e lu m n y a s u d a h
ma mp u d i u c a p k a n ny a . P a d a u s i a 4 8 mi n g g u , s e o r a n g a n a k mu l a i ma mp u s e d i k i t d e mi s e d i k i t
menguc apk an s epat ah k at a y ang s ar at dengan ar t i . Sel ai n i tu, i a mul ai menger t i k at a 't i dak¨
dan mengi k ut i inst ruksi sederhana sepert i 'bye-bye¨ at au mai n 'ci l uk-baa¨. I a j uga mul ai bi s a
meniru b uny i binatang seperti 'guk ¨, 'kuk ¨, 'ck ¨
Ti n d ak an y an g Dap at Di l ak u k an Or an g t u a
§ Jadilah model yang baik u ntuk anak Anda ter utama pada masa ini lah merek a mula i belajar meniru
kata-kata yang didengarnya dan mengucapkannya kembali. Ucapkan kata-kata dan kali mat Anda
secar a perlahan, jelas dengan disertai tindakan (agar anak tahu artinya atau kor elasinya antara kata
yang Anda ucapkan dengan tindakan kongkritnya), dan jangan lupa, bahasa tubuh dan ekspr esi wajah
Anda juga harus pas.
§ Anak Anda akan bel ajar bi cara dengan bahasa yang ti dak jel as bagi Anda. Jadi , i ni l ah wakt unya unt uk
Anda berdua (Anda dengan anak) saling belajar untuk bisa sal ing memahami keinginan dan maksud
berdua. Jadikanlah kegiatan ini sebagai salah satu bentuk permainan yang menyenangkan agar anak
Anda tidak patah s emangat untuk ter us mencoba mengucapkan secar a pas dan jelas. Namun, jika
Anda malas memperhatikan 'suar anya ¨, apa yang di maksudnya, dan tidak mengulangi suara nya, atau
bahkan ekspresi wajah Anda membua t dirinya jadi enggan mencoba, maka anak Anda akan merasa
bahwa 'tidak memungkinkan baginya untuk mencoba mengekspre sikan keinginan karena orang
dewasa tidak akan ada yang menger ti dan mau mendengar kan ¨
§ Kadang-k adang, ikutilah gumamannya, namun , Anda juga perlu mengucapkan kata secar a bena r. Jika
suatu saat ia berhas il mengucapkan suatu suku kata atau ka ta dengan benar, berilah pujian yang
disertai dengan pelukan, ciuman, tepuk tangan..dan sampaikan padanya, 'betapa pandainya dia ¨.
§ Jika mengucapkan sebuah kata, sertailah dengan penjelasan ar tinya. Lakukan hal in i terus mener us
meski tidak semua dimengertinya. Penjelasan bisa d ilakukan misal dengan menunjukkan g ambar,
gerak an, sikap tubuh, atau pun e kspr esi.
1 Tahun - 18 Bul an
Per k em b an g an K em am p u an B er b i c ar a d an B ah as a
Pada usia setahun, seora ng anak akan mampu mengucapkan dua atau tiga pa tah kata yang punya
makna. Sebenarny a, ia juga sudah mampu memahami sebuah obyek seder hana y ang diper lihatkan
padanya. Pada usia 15 bulan, anak mula i bisa mengucapkan dan meniru kata yang seder hana dan
sering didengarnya untuk kemudian mengekspr esikannya pada porsi / situasi yang tepat. Usia 18
bulan, ia sudah mampu menunjuk obyek- obyek yang dilihatnya di buku dan d ijumpainya setiap hari.
Selain itu ia juga mampu menghasilkan kurang lebih 10 kata yang bermakna.
Ti n d ak an y an g Dap at Di l ak u k an Or an g t u a
§ Semakin mengenalkan anak Anda dengan berbagai macam suara, bunyi, seperti misalnya suar a mobil,
motor, kucing, an jing, dsb. Kenalkan pula pada suar a-suara yang sering didengarnya sehar i-hari,
seperti pintu terbuka- tertutup, suara air, suara angin berdesir di pepohonan, ker tas dirobek, benda
jatuh, dsb.
§ Sering-seringlah membacakan buku-bu ku yang sangat sederhana namun sarat dengan cer ita yang
menar ik unt uk anak dan gambar s er t a war na y ang 'ey e c at c hi ng ¨. Tunj uk k an oby ek - oby ek y ang t er l ihat
di buku, sebutkan namanya, j el askan apa yang sedang di l akukannya, bagaimana j al an ceri tanya. Mi nta
lah padanya untuk mengulang nama yang Anda sebutkan, dan jangan lupa, ber ilah p ujian jika ia
berh asil mengingat dan mengulang nama yang Anda sebutkan.
§ Jika sedang bersamanya, sebutkan nama-nama benda, warna dan bentuk pada setiap obyek yang
dilihatnya
§ Anda mulai b isa mengenalkan dengan angka dengan kegiatan seperti menghitung benda- benda
sederh ana yang sedang dibuat permainan. Lakukan itu dalam suasana yang santai dan nyaman agar
anak tidak meras a ada tekanan kehar usan untuk menguasai kemampuan itu
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 122
18 Bul an - 2 Tahun
Per k em b an g an K em am p u an B er b i c ar a d an Bah as a
P a d a r e n t a n g u s i a i n i , k e m a m p u a n b ic a r a a na k s e m ak i n t in g g i d a n k o m p l ek s . P e r b e n da h a r a a n
k a t a n y a p un b i s a m e n ca p a i 3 0 k a t a d a n m u l a i s e r in g m e n g u ta r ak a n p er t a n y a an s e d e r h a na ,
sep erti 'mana ?¨, 'dimana? ¨ dan memberikan jawaban s ingk at, sep erti 'tidak ¨, 'disana¨, 'disitu ¨,
'ma u¨. P a d a u s i a i n i me r e k a j u g a mu l a i me n g g u n a ka n k a t a - ka t a y a n g me nu n j u k k a n
kepe mi l i kan, seper t i 'punya ani ¨, 'punyaku ¨. Bagai mana pun j uga , sebuah per cakapan
m e l ib a t k a n k o m u n ik a s i d u a b e la h p i h a k , s e h in g g a a n ak j u g a a k a n b e l a j a r m e r es p o n s e t e la h
me n d a p a t k an s t i mu lu s . S e ma k i n h a r i i a s e ma k i n l u we s d a l a m me n g g u n a ka n k a t a - k a ta d a n
bahas a sesuai dengan si t uasi y ang s edang d i hadapi nya dan mengut ar akan kebut uhannya.
N a mu n p e r l u d i i n ga t , o l e h k a r e n a p e r k e mb an g a n k o o r d i na s i mo to r i k n y a j u g a b e l u m t e r l a l u
sempu rna, maka k ata-kata ya ng diucapkan nya mas ih sering kabur, mis alnya 'balon¨ jadi 'aon ¨,
'roti¨ jadi 'oti¨
Ti n d ak an y an g Dap at Di l ak u k an Or an g t u a
§ Mulailah mengenalkan anak Anda pada perbendahar aan kata yang menerangkan sifat atau kualitas.
Seperti 'baik, indah, cantik, dingin , banyak, sediki t, as in, manis, nakal, jelek, dsb. Carany a, pada saat
Anda mengucapk an suatu kata tertentu , ser tailah dengan kualitas ters ebut, misalnya 'anak baik, anak
manis, anak pin tar, baju bagus, bon eka cantik, anak nakal, roti manis ¨, dsb
§ Mulailah mengenalkan padanya kata-kata yang meneran gkan keadaan atau per istiwa yang ter jadi :
sekar ang, besok, di sini, di sana, kemarin, nanti, sege ra, dsb
§ Anda juga bisa mengenalkannya kata-kata yang menunjukkan tempa t : di atas, di bawah , di samping, di
tengah, di kiri, d i kanan, d i belakang, di pinggir; Anda bisa melakukannya dengan menggunakan contoh
gerakan . Banyak model permainan yang dapat Anda gunakan untuk menerangk an kata-kata ters ebut,
bahkan dengan per mainan, akan jauh lebih menyena ngkan baginya dna bagi Anda.
§ Yang perlu Anda ingat, janganlah menyetarakan perk embangan anak Anda dengan anak- anak lainnya
kare na tiap anak mempunyai dan mengala mi ha mbatan yang berbe da-be da. Jadi, jika anak Anda
kuran g lancar dan fasih berbicara, janganlah kemudian menekannya u ntuk lekas-lekas mengoptimalkan
kemampuannya. Keadaan ini hanya akan membuatnya stress
2 Tahun - 3 Tahun
Per k em b an g an K em am p u an B er b i c ar a d an Bah as a
S e o r a n g a n ak mu l a i me n g u a sa i 2 0 0 - 3 0 0 k a t a d a n s e n a n g b i c a r a s e n d ir i ( mo n o l og ) . S e k a l i
wak t u i a akan memper hat i kan kata- kat a y ang bar u di den gar nya unt uk di pel aj ar i secar a di am-
di am. Mer ek a mul ai mendengar kan pesan- pesan y ang pen uh makna, yan g memer l ukan
p e r h a t i a n d e n g a n p e n u h mi n a t d a n p e r h a ti a n . P e r h a ti a n me r e k a j u g a s e ma k i n l u as d a n
semak i n bervari asi . Mereka j uga s emaki n l an car dal am be rcakap-cakap, mesk i
p e n g u c a p a nn y a j u g a b e l u m s e mp u r na . A n a k s e u s i a i n i j u g a s e mak i n t e r ta r i k me n de n g ar k a n
c e r i t a y a n g l e b i h p an j a n g d a n k o mp l e ks . J i k a d i a j ak b e r c a k ap - c a k a p , m u d a h b ag i m e r e k a
u n t u k l o n c a t d a r i s a t u t o p i k p e mb ic a r a a n k e y a n g l a i n n y a . S e l a in i tu , me r e k a s u d a h ma mp u
me n g g u n ak a n k a t a s a mb u n g 's a ma ¨, mi s a l n ya 'a n i p e r g i k e p a s ar s a ma i b u¨, u n t u k
me n g g a mb a rk a n d a n me n y a mb un g d u a s i t u a s i y a n g b e r b e d a . P a d a u s i a i n i me r e k a j u g a b i s a
menggunakan k at a 'aku ¨, 'say a¨ 'kamu¨ dengan bai k d an benar . Dengan bany aknya kat a- kat a
y a n g me r ek a p a h a mi , me r e k a s e ma k i n me n g e r ti p e r b e d a a n a n t a ra y a n g t e r j a d i d i ma s a l a l u ,
masa ki ni da n mas a sekarang.
Ti n d ak an y an g Dap at Di l ak u k an Or an g t u a
§ Pada usia ini, anak Anda akan lebih senang bercakap- cakap dengan anak-anak seus ianya dari pada
dengan orang dewasa. Oleh sebab itu, akan baik jika ia ban yak dikenalkan de ngan anak- anak
seusianya dan dilibatkan pada lingku ngan sosial yang bisa memfasilitasi k emampuan sosial dan
berkomunikasinya. Salah satu tujuan par a ora ng tua memasukkan anaknya dalam nursery school
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 123
adalah karena alasan tersebut, agar anaknya bisa mengembangkan k emampuan komunikasi sekaligus
sosialisasi. Meskipun demikian, bahasa dan kata-ka ta yang diucapkan masih be rsifat egosentris,
namun lama kelamaan akan lebih bersifat sosial seir ing dengan perkembangan usia dan keluasan
jaringan sosialnya.
§ Sering-seringlah menceritakan cerita menarik pada anak Anda, karena sebenarny a c erita juga
merupakan media atau sarana untuk mengekspres ikan emosi, menamakan emosi yang disimpannya
dalam hati, dan be lajar berempati. Dari kegiatan ini pula lah anak Anda t idak hany a belajar beran i
mengekspr esikan diri secara ver bal tapi juga belajar pe rilaku sosial.
§ Ceritakan padanya cerita yang lebih kompleks dan kenalkan beberapa kata-kata bar u s ambil
menerangkan artinya. Lakukan ini secar a terus menerus agar ia dapat mengingatnya dan
mengenalinya dengan mudah ketika Anda mengulang cerita itu kemba li d i la in waktu .
3 - 4 Tahun
Per k em b an g an K em am p u an B er b i c ar a d an Bah as a
An a k mu l a i ma mp u me n g g u n a k a n k a t a - k a t a y a n g b e r s i f a t p e r i n t a h ; h a l i n i j u g a me n u n j u k k a n
adany a r asa per caya d i r i yang k uat dal am menggu nakan kat a- kat a dan menguasai keadaan.
Me r e k a s e n a n g s e k a l i me n g e n a li k a t a -k a t a b a r u d a n t e r us b e r l a t i h u n t u k me n g ua s a i ny a .
Mer ek a menyadar i , bahwa dengan kat a- kat a mer eka bi sa mengendal i kan s i t uasi seper t i y ang
d i i n g i n k a nn y a , b i s a me mp e ng a r u h i o r a n g l a i n , b i s a me n g a j ak t e ma n - te ma n ny a a t a u i b u n y a .
Me r e k a j u g a mu l a i me n g e n a li k o n s e p -k o n s e p t e n ta n g k e mu n g k i n an , k e s e mp a t a n , d e n g a n
'andai kan ¨, 'mungki n ¨, 'mi sal nya ¨, 'kal au¨. Perbendaharaan ka t anya maki n banyak dan
berv ari asi sei ri ng de ngan pe ni ngkat an penggunaan kal i mat yang ut uh. Anak -anak i t u j uga
maki n s eri ng bert anya sebagai ungkapan r asa kei ngi ntahuan mereka, sepert i 'kenapa di a Ma
?¨, 'sed ang apa dia Ma? ¨, 'mau k e mana ? ¨
Ti n d ak an y an g Dap at Di l ak u k an Or an g t u a
§ Hindari sikap mengkorek si kesalahan pengucapan kata anak secar a langsung, karena itu akan
membuatnya malu dan malah bisa mema tahkan semangatnya untuk belajar dan beru saha. Anda bisa
mengulangi kata-kata terseb ut secar a jelas seolah Anda mengkonfirmasi apa yang d imaksudk annya.
Dengan demikian, ia akan me mahami kesalahan nya tanpa merasa har us malu.
§ Pada usia ini, seor ang anak sudah mulai bisa menger ti penje lasan seder hana. Oleh sebab itu, Anda
bisa mulai mencoba untuk mengajaknya mendiskusikan soal-soal yang sangat seder hana; dan
tanyakan apa pendapatnya tentang perso alan itu. Dengan cara itu , Anda melatih cara dan pr oses
penyelesaian masalah pada anak Anda setahap demi setahap. Has il dari tukar pendapat itu
sebenar nya juga mempertinggi sel f-esteem anak kare na ia merasa pendapa tnya didengark an oleh
orang dewasa.
§ Mulailah mengeluarkan kalimat yang panjang dan kompleks, agar ia mula i belajar meningkatkan
kemampuannya dalam memahami kalimat. Untuk mengetahui apakah ia memahami atau tidak , Anda
bi sa mel iha t respon dan reaksi nya; j ika i a mel akukan apa yang Anda i nginkan, dapat di art ikan i a cukup
menger ti kalimat Anda.
§ Anak-anak sa ngat menyukai kegiatan berbisik karena hal itu permainan mengasikkan buat merek a
sebagai salah satu car a mengeks pres ikan perasaan, dan keingintahuan.
§ Pakailah cerita-cer ita dongeng dan fabel yang sebenarnya mencerminkan dunia anak kita dan
memakainya sebagai suatu cara untuk mengajarkan banyak hal tanpa menyinggung peras aannya.
Dengan mendongeng, Anda mengenalkan padanya konsep-ko nsep tentang moralitas, nila i-nilai, sikap
yang baik dan jahat, keadilan, kebajikan dan pes an-pesan moral lainnya. Jadikanlah saat-saat ber sama
anak Anda sebagai masa yang menyenangk an, ceria, santai dan segar . Buatlah ini menjadi kebiasaan
di waktu-waktu tertentu, seperti sebelum tidur atau di waktu sor e hari.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 124
51. Mengekspresikan Marah Secara Tepat Kepada Anak
Marah, adalah kewajaran bagi orangtua bila sedang jengkel dan dibikin pusing oleh anak. Namun bagi
anak-anak tertentu, kemarahan orangtua identik dengan pukulan fisik, kekerasan verbal ( umpatan,
makian, dan cacian ), dan menimbulkan luka psikis bagi anak. Sementara bagi orangtua, anak anak
tertentu yang terlalu sering menimbulkan kejengkelan, bandel, nakal dan perilaku tidak
menyenangkan lainnya yang memaksa orangtua menumpahkan segala macam ekspresi kemarahan.
Tidak heran, orangtua pun tidak perduli manakala cap " cerewet " menghinggapi dirinya.
Tidak tepat
Marah itu memang mudah. Begitu mudahnya marah, sehingga setiap orang akan mampu marah.
Tetapi, marah yang tepat, pada orang yang tepat, dengan kadar yang sesuai, pada waktu yang pas,
demi tujuan yang benar, dengan cara yang baik, bukanlah sesuatu yang mudah. Demikian ungkap
Aristoteles dalam tulisannya The Nichomachean Ethics dan diungkap ulang oleh Dr. Daniel Goleman,
psikolog yang mendalami ilmu-ilmu perilaku dan otak. Kata-kata tersebut cukup mewakili bagaimana
sebenarnya posisi kemarahan pada setiap individu.
Bagi orangtua yang beraliran konservatif dalam mendidik anak, memang merasa berhak untuk selalu
marah, bila merasa jengkel dan tidak menyukai perilaku anak. Hak ini didukung oleh argumen, bahwa
kemarahan orangtua adalah demi kebaikan terhadap anak itu sendiri. Tujuan ini tentu saja dibenarkan,
namun kadar, waktu, dan cara marah yang keliru, sering menimbulkan suasana semakin ruwet.
Orangtua semakin marah, anak semakin memberontak. Orangtua mengecap anaknya sebagai anak
yang bandel, nakal, suka membantah orangtua, sementara anak melakukan penyelesaian masalah
dengan caranya sendiri. Misalnya dengan lari dari suasana rumah, berkeliaran di mal-mal, pulang larut
malam, atau bahkan terlibat dalam obat-obatan terlarang.
Untuk itu dibutuhkan tidak saja ketrampilan kognitif intelektual manakala orangtua akan
menggunakan hak marahnya kepada anak, melainkan juga dituntut adanya ketrampilan emosional.
Ketrampilan kognitif intelektual tampak dari tujuan marah yang ilmiah, yakni karena kamu salah
maka mama dan papa berhak untuk marah. Ketrampilan emosional, tampak dari bagaimana ketepatan
orangtua untuk mengekspresikan marahnya secara tepat.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 125
Empat langkah
Orangtua tertentu memang melakukan kesalahan fatal manakala mereka marah kepada anak. Kata-
kata alasan marah, dan ekspresi emosi yang tidak terkendali, tumpah ruah kepada anak. Komunikasi
macet, orangtua semakin marah, anak pun ikut- ikutan menolak kemarahan dan jadi ikut marah pula.
Daniel Goleman menyodorkan empat langkah alternatif marah yang tepat terhadap anak. Empat
langkah ini terdiri atas strategi SOCS ( Situation, Option, Consequence, dan Solution ) Artinya,
hendaknya kita mempelajari situasi psikologis anak ( badan capek, pikiran masih kacau, atau anak
memang tipe pemberontak ), kemudian menuliskan alternatif- alternatif yang bisa dilakukan terhadap
anak ( menasehati langsung, menasehati tetapi ditunta setelah anak memiliki waktu yang tepat,
menasehati biasa, menasehati dengan nada keras, dsb), memikirkan segala konsekuensinya ( anak
menerima tanpa syarat, diterima dengan syarat, atau anak menolak nasihat orangtua), lalu tuliskan
atau pikirkan juga bagaimana solusi-solusi yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah anak
tersebut.
Tonjolkan aspek tanggung jawab kepada anak, bahwa setiap perilaku dan sikap yang dilakukan anak,
akan membawa konsekuensi tersendiri. Konsekuensi itu tidak selalu menyenangkan, namun ada juga
yang menyusahkan. Biarkan anak berpikir, mana yang akan ia pilih.
Dalam psikologi, dikenal adanya Analisis Transaksional. Salah satu aspek ajaran Analisis transksional
ini adalah bahwa untuk mendidik anak jangan selalu dengan kemarahan fisik, larangan, dan
menasehati. Sekali tempo konfrontasikan dengan konsekuensi yang mungkin akan dialami anak bila
anak tidak menuruti nasehat orangtua, atau sebuah ujud kemarahan yang tersamar. Misalnya, tampak
dengan nasehat kontroversial dan bersifat konfrontatif. Misal dengan mengatakan . kalau kamu tidak
mau turun dari pohon yang terlalu tinggi itu, naik saja setinggi mungkin atau kalau kamu jatuh,
sakitnya akan lebih terasa. Untuk mencapai tujuan secara baik, orangtua hendaknya lebih jeli
mengamati tipe-tipe psikologis anak. Dengan demikian, marahpun memang dituntut ketepatan dalam
mengekspresikannya.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 126
52. Penyiksaan dan Pengabaian Terhadap Anak
Penyi ksaan Terhadap Anak
Semua or ang t ua past i sekal i wakt u mer asa mar ah t er hadap anaknya. Mengat asi per i l aku anak
memang bukan per kar a mudah. Hanya dengan bi l ang t i dak saj a bel um t ent u dapat mer edam
si kap yang menj engkel kan t er sebut . Dal am menghadapi si kap dan per i l aku anak yang menyul i t kan
t er sebut banyak or ang t ua yang l epas kendal i sehi ngga mengat akan at au mel akukan sesuat u yang
membahayakan anak sehi ngga kemudi an mer eka sesal i . Ji ka si t uasi i ni ser i ng ber ul ang, hal i ni yang
di kat akan sebagai penyi ksaan anak, bai k secar a f i si k maupun ment al . Beber apa kr i t er i a yang
t er masuk per i l aku menyi ksa seper t i :
• Menghukum anak secar a ber l ebi han
• Memukul
• Menyul ut dengan uj ung r okok, membakar , menampar , membant i ng
• Ter us mener us mengkr i t i k, mengancam, at au menunj ukkan si kap penol akan t er hadap anak
• Pel ecehan seksual
• Menyer ang anak secar a agr esi f
• Mengabai kan anak; t i dak memper hat i kan kebut uhan makan, bermai n, kasi h sayang dan
member i kan r asa aman yang memadai
Menur ut pendapat Vander Zanden (1989), per i l aku menyi ksa dapat di def i ni si kan sebagai suat u
bent uk penyer angan secar a f i si k at au mel ukai anak; dan per buat an i ni di l akukan j ust r u ol eh
pengasuhnya ( or ang t ua at au pengasuh non- kel uar ga) . Menur ut dat a penel i t i an di ungkapkan bahwa
penyi ksaan secar a f i si k banyak di al ami ol eh anak-anak sej ak masa bayi , dan ber l anj ut hi ngga masa
kanak-kanak sampai r emaj a.
Lai n l agi pendapat par a psi ki at er yang t er hi mpun dal am Hi mpunan Masyar akat Pencegah Keker asan
Pada Anak di Inggr i s (1999). Mer eka ber pendapat , bahwa pengabai an t er hadap anak j uga
mer upakan si kap penyi ksaan namun l ebi h ber si f at pasi f . Ef ek dar i penyi ksaan maupun pengabai an
t er hadap anak sama-sama mendat angkan aki bat yang bur uk. Unt uk menget ahui l ebi h j el as apa dan
sej auh mana dampak dar i si kap or ang t ua yang demi ki an, Anda dapat mel i hat pada ar t i kel kami
t ent ang dampak penyi ksaan dan pengabai an or angt ua t er hadap anak.
Pengabai an Terhadap Anak
Penyi ksaan t er hadap anak t i dak t er bat as pada per i l aku agr esi f sepert i memukul , membent ak-
bent ak, menghukum secar a f i si k dan sebagai nya, namun si kap or ang t ua yang mengabai kan anak-
anaknya j uga t er gol ong bent uk penyi ksaan secar a pasi f . Pengabai an dapat di art i kan sebagai
ket i adaan per hat i an bai k sosi al , emosi onal dan f i si k yang memadai , yang sudah sel ayaknya di t er i ma
ol eh sang anak. Pengabai an i ni dapat ber bent uk :
• Kur ang member i kan per hat i an dan kasi h sayang yang di but uhkan anak
• Ti dak memperhat i kan kebut uhan makan, ber mai n, r asa aman, kesehat an, per l i ndungan
(r umah) dan pendi di kan
• Mengacuhkan anak, t i dak mengaj ak bi car a
• Membeda-bedakan kasi h sayang dan per hat i an ant ar a anak-anaknya
• Di pi sahkan dar i or ang t ua, j i ka t i dak ada penggant i yang st abi l dan memuaskan (j r )
Dampak Penyiksaan dan Pengabaian Terhadap Beberapa Aspek Kehidupan Anak
Menurut berbagai lembaga penanganan terhadap anak-anak yang mendapat perlakuan negatif dari
orang tua, ada beberapa faktor yang mempengaruhi besar kecilnya dampak atau efek dari penyiksaan
atau pengabaian terhadap kehidupan sang anak. Faktor-faktor tersebut adalah :
• Jenis perlakuan yang dialami oleh sang anak
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 127
• Seberapa parah perlakuan tersebut dialami
• Sudah berapa lama perlakuan tersebut berlangsung
• Usia anak dan daya tahan psikologis anak dalam menghadapi tekanan
• Apakah dalam situasi normal sang anak tetap memperoleh perlakuan atau pengasuhan yang
wajar
• Apakah ada orang lain atau anggota keluarga lain yang dapat mencintai, mengasihi,
memperhatikan dan dapat diandalkan oleh sang anak
Sementara itu penyiksaan dan atau pengabaian yang dialami oleh anak dapat menimbulkan
permasalahan di berbagai segi kehidupannya seperti:
§ Masalah Relational
§ Masalah Emosional
§ Masalah Kognisi
§ Masalah Perilaku
Masalah Relational
• Kesulitan menjalin dan membina hubungan atau pun persahabatan
• Merasa kesepian
• Kesulitan dalam membentuk hubungan yang harmonis
• Sulit mempercayai diri sendiri dan orang lain
• Menjalin hubungan yang tidak sehat, misalnya terlalu tergantung atau terlalu mandiri
• Sulit membagi perhatian antara mengurus diri sendiri dengan mengurus orang lain
• Mudah curiga, terlalu berhati-hati terhadap orang lain
• Perilakunya tidak spontan
• Kesulitan menyesuaikan diri
• Lebih suka menyendiri dari pada bermain dengan kawan-kawannya
• Suka memusuhi orang lain atau dimusuhi
• Lebih suka menyendiri
• Merasa takut menjalin hubungan secara fisik dengan orang lain
• Sulit membuat komitmen
• Terlalu bertanggung jawab atau justru menghindar dari tanggung jawab
Masalah Emosional
• Merasa bersalah, malu
• Menyimpan perasaan dendam
• Depresi
• Merasa takut ketularan gangguan mental yang dialami orang tua
• Merasa takut masalah dirinya ketahuan kawannya yang lain
• Tidak mampu mengekspresikan kemarahan secara konstruktif atau positif
• Merasa bingung dengan identitasnya
• Tidak mampu menghadapi kehidupan dengan segala masalahnya
Masalah Kognisi
• Punya persepsi yang negatif terhadap kehidupan
• Timbul pikiran negatif tentang diri sendiri yang diikuti oleh tindakan yang cenderung
merugikan diri sendiri
• Memberikan penilaian yang rendah terhadap kemampuan atau prestasi diri sendiri
• Sulit berkonsentrasi dan menurunnya prestasi di sekolah
• Memiliki citra diri yang negatif
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 128
Masalah Perilaku
• Muncul perilaku berbohong, mencuri, bolos sekolah
• Perbuatan kriminal atau kenakalan
• Tidak mengurus diri sendiri dengan baik
• Menunjukkan sikap dan perilaku yang tidak wajar, dibuat-buat untuk mencari perhatian
• Muncul keluhan sulit tidur
• Muncul perilaku seksual yang tidak wajar
• Kecanduan obat bius, minuman keras, dsb
• Muncul perilaku makan yang tidak normal, seperti anorexia atau bulimia
Tidak semua anak akan memperlihatkan tanda-tanda tersebut di atas karena mereka merasa malu, atau
takut untuk mengakuinya. Bisa saja mereka diancam oleh pelakunya untuk tidak membicarakan
kejadian yang dialami pada orang lain. Jika tidak, maka mereka akan mendapatkan hukuman yang
jauh lebih hebat. Tidak menutup kemungkinan, anak-anak tersebut justru mencintai pelakunya.
Mereka ingin menghentikan tindakannya tetapi tidak ingin pelakunya ditangkap atau dihukum, atau
melakukan suatu tindakan yang membahayakan keutuhan keluarga.
Pengabaian Terhadap Anak : Anak yang Kurang Mendapat Perhatian dan Kasih Sayang
Dari Orangtua
Bayi yang dipisahkan dari orang tua akan mengembangkan perasaan tidak aman yang ditampilkan
dalam gangguan kepribadian atau kesulitan/hambatan di dalam segi-segi kehidupannya yang
menyebabkan munculnya masalah penyesuaian diri di masa yang akan datang. Bagaimana pun juga,
pengasuhan yang memadai semasa bayi merupakan kebutuhan yang penting demi tercapainya
pertumbuhan fisik dan psikis yang maksimal. Menurut Wenar (1991), ketiadaan pengasuhan yang
memadai setelah terbentuknya ikatan cinta kasih di antara anak dengan pengasuh akan menyebabkan
perilaku yang menyimpang, karena dampak dari kehilangan tersebut sangatlah dirasakan sebagai
suatu penolakan atau pun pengabaian.
Dengan kapasitas pemahaman yang masih terbatas akan suatu peristiwa, sang anak akan
menterjemahkan kejadian tersebut sebagai bentuk penolakan atas dirinya, ia merasa tidak cukup
berharga sehingga tidak pantas untuk dicintai. Hal ini jika berlanjut tanpa sempat diperbaiki, akan
menimbulkan masalah terutama dalam pembentukan identitas seseorang serta penyesuaian diri dalam
kehidupannya di lingkungan
Pengabaian Terhadap Anak : Anak yang Dipisahkan Dari Orangtua
Bayi yang dipisahkan dari orang tua akan mengembangkan perasaan tidak aman yang ditampilkan
dalam gangguan kepribadian atau kesulitan/hambatan di dalam segi-segi kehidupannya yang
menyebabkan munculnya masalah penyesuaian diri di masa yang akan datang. Bagaimana pun juga,
pengasuhan yang memadai semasa bayi merupakan kebutuhan yang penting demi tercapainya
pertumbuhan fisik dan psikis yang maksimal. Menurut Wenar (1991), ketiadaan pengasuhan yang
memadai setelah terbentuknya ikatan cinta kasih di antara anak dengan pengasuh akan menyebabkan
perilaku yang menyimpang, karena dampak dari kehilangan tersebut sangatlah dirasakan sebagai
suatu penolakan atau pun pengabaian.
Dengan kapasitas pemahaman yang masih terbatas akan suatu peristiwa, sang anak akan
menterjemahkan kejadian tersebut sebagai bentuk penolakan atas dirinya, ia merasa tidak cukup
berharga sehingga tidak pantas untuk dicintai. Hal ini jika berlanjut tanpa sempat diperbaiki, akan
menimbulkan masalah terutama dalam pembentukan identitas seseorang serta penyesuaian diri dalam
kehidupannya di lingkungan
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 129
53. Kalau Si Kecil Mulai Pandai Merayu
Keci l- kecil sudah pandai merayu j ika ingin sesuat u? Hat i - hat i j angan sampai kebablasan
karena dampaknya t ak baik bagi masa depan anak.
Anak pandai bicara? Past i menyenangkan sekali gus membanggakan. Kadang malah
membuat kit a t ert awa karena dia sudah mulai berkat a- kat a sambil diselipi rayuan!
Misalnya dengan cara memuj i -muj i kit a lebih dulu t api sebet ulnya ada maunya. "Wow,
kuenya kayaknya enak, deh. Bunda memang j ago masak. Boleh, enggak, aku ngicipin?
Dikit ....aj a."
Sel ain t ert awa, reaksi lain yang bisa muncul adalah pert anyaan, darimana dia belaj ar
mer ayu? Bahaya at au t idak peril akunya it u? Yang j elas, anak bisa berbuat sepert i it u
semat a karena meniru lingkungan. Ent ah melihat cont oh dari orang t uanya, t eman,
t et angga, lihat di t eve, dan lainnya. "Bi sa j uga karena kit a yang mengkondisikan anak,".
I a lalu memberi cont oh bagaimana anak "disuruh" orang t ua unt uk bermani- manis
sebelum mint a sesuat u. "Kalau mau kue enak, nant i di rumah Tant e kamu bil ang, ' Tant e
cant ik, deh.' Nah, past i kamu dikasih kue." Jadi , "Enggak perlu bingung dan bert anya-
t anya darimana anak bel aj ar memuj i at au merayu sebelum menyampaikan
keinginannnya. Jel as- j elas, orang t ua sendiri yang mengaj arkan." Belum lagi kalau si
anak pandai berakt ing at au menggunakan bahasa t ubuhnya. Nah, makin hebat saj a
rayuannya.
MEMUJI DENGAN PAMRIH
Meski peril aku t ersebut waj ar, sebet ulnya gaya merayu sepert i it u kurang baik bagi
anak. Sel ain t ak bermanfaat , anak akan t erbiasa mengeluarkan j urus rayuan gombal.
"Padahal , di masa emas ini , anak harus selalu mendapat hal- hal yang posit if dan
bermanf aat bagi pert umbuhan sert a perkembangannya. I t u pent ing bagi masa depan si
anak sendiri"
Dampak buruk lainnya, anak sepert i diaj arkan unt uk t i dak berusaha j ika ingin
memperoleh sesuat u. "Maksudnya, dia j adi t ak berusaha ker as." Anak akan berpikir,
"Ah, gampang, rayu aj a nant i j uga diberi."
Memang, memuj i pada dasarnya t indakan t erpuj i . Tapi kalau dilakukan t idak t ulus
karena ada embel- embel di bel akangnya, j adi t ak baik. "Harusnya, puj i an yang kit a
beri kan pada seseorang dilandasi ket ulusan hat i , t anpa mengharap pamrih."
Dengan kat a lain, kalau memang mau mengaj ar anak memuj i, aj ari ia memuj i dengan
t ul us. "Asal kit a menanamkannya dengan j el as, sederhana, dan konkret , anak akan
mengert i , kok." Apalagi j ika cont oh yang kit a berikan sudah menj adi gaya hidup kit a,
"Past i akan lebih mengena dan akan dit i ru anak. Apa pun j uga, kit a adalah t okoh sent r al
anak. "
Akan lebih baik lagi j ika kit a mengaj arkannya unt uk langsung ke t uj uan j ika
menghendaki sesuat u, t anpa harus disert ai rayuan at au puj i an kosong. "Dengan begit u,
ki t a sekaligus mendidik anak berkomunikasi dengan efekt i f."
Caranya? Tak lain dengan memberi cont oh yang baik, mengingat kan anak, menj el askan
padanya bagaimana cara berkomunikasi yang efekt if. Jika ia ingin sesuat u, aj arkan ia
berkat a, "Bunda aku mau mainan ini. Boleh, t idak?' "
ANTARA REWARD DAN JADI ALAT
Lain halnya j ika cara mer ayunya dalam bent uk perbuat an nyat a. Semisal membant u
membereskan t empat t idur, membawa baj u kot or ke ker anj ang cucian, membant u
menat a mej a makan, dan sebagainya. "Nah, rayuan sepert i ini adalah rayuan yang
bagus sekali ." Sebab, sel ain berguna bagi dir inya, j uga baik unt uk lingkungan. "Yang
sepert i ini harus diberi reward. "
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 130
Yang past i, rayuan macam ini j uga harus t et ap diwaspadai. Soal nya, bisa saj a dilakukan
anak demi mencapai t uj uan t ert ent u. "Aku mau bawa minuman Ayah, ah, biar nant i
dibeliin boneka Barbie."
Nah, unt uk menghindari hal t ersebut , mudah, kok. Yang diperlukan hanya kej elian orang
t ua. Misalnya, bila anak biasanya susah dimint ai bant uan lalu t iba- t iba t anpa dimint a
menawarkan diri mengerj akan sesuat u, "Kit a boleh curiga, ada apa, nih, dengan si kecil.
Komunikasikan dengan anak." Misalnya, "Wah, hebat , lo, anak Papa membawakan
minuman. Sekarang papa mau t anya, ada apa, sih?" Dari sit u akan t erlihat , apa
sebet ulnya maksud dan t uj uan anak. Set elah it u, boleh saj a kit a membuat perj anj i an
dengan anak, "OK, Papa akan belikan boneka t api j anj i , kamu har us sepert i ini set i ap
har i. Menj adi anak baik yang selalu membant u orang t ua."
TAK PERLU DIUNGKIT
Bi sa j uga hal t ersebut kit a j adikan sebagai at ur an karena sebet ulnya anak prasekolah
sudah mampu melakukan hal- hal t er puj i set iap harinya, hanya saj a dia malas. "OK,
sekarang kalau kamu bisa bangun pagi langsung beres- beres t empat t i dur , sepulang
sekolah langsung memasukkan pakaian ke keranj ang cucian, dan membant u Mama,
akan beri hadiah."
Jika at uran ini berhasil , selanj ut nya kit a perpanj ang pemberian reward. Misalnya, set elah
bisa mel akukan akt ivit as harian selama 2 minggu dengan baik, baru kit a kasih reward.
Begit u set erusnya. "Lama- l ama hal t ersebut akan menj adi kebiasaan anak. Kit a pun
secara ot omat is sudah bisa mencabut pemberian reward,". Memang mungkin ada saat -
saat di mana anak "lupa" mengerj akan t ugas rut i nnya. Nah, t ugas orang t ua
mengingat kan hal it u. Yang j uga harus diingat ,orang t ua t ak perlu mengungkit - ungkit
lagi reward yang t elah dit erima anak. "Supaya anak mengert i , perbuat an sepert i it ul ah
yang membuat kit a perhat i an dan sayang padanya."
Soal nya, j ika kit a mengungkit reward yang dia t erima, "Bisa dimanf aat kan anak unt uk
memenuhi keinginannya. Anak t idak bel aj ar mengolah perbuat an yang dil akukan. Yang
dia pikirkan adalah t uj uan akhir nya." Seharusnya, kan, anak bisa mer asakan, "Ternyat a
aku mampu, kok, membereskan t empat t idur sendiri," misalnya, at au "Aku t ernyat a
pint ar j uga menyemir sepat u Bunda dan Ayah," misalnya. Mudah, kan?
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 131
54. Gigi Bermasalah Hambat Perkembangan Anak
JANGAN anggap remeh kesehatan gigi anak. Mungkin Anda tidak pernah membayangkan bahwa gigi
bermasalah dapat membuat anak kehilangan berbagai momentum perkembangannya. Karena itu,
para orang tua harus menanamkan suatu prinsip dalam dirinya bahwa 'Saya ingin anak saya bebas
dari sakit gigi, dan memberi mereka awal kehidupan yang baik, sehingga mereka mampu bersaing di
masa depan mereka'.
Demikian pula yang tergambar dalam hasil diskusi internal yang digelar pihak Lintas bersama
sejumlah ibu-ibu berusia di atas 30. Pada dasarnya, para ibu menginginkan anaknya mampu
melewati masa depan yang penuh kompetisi yang lebih keras dibandingkan yang terjadi sekarang ini.
Untuk itu, anak perlu dibina sejak usia dini 'bagaimana survive' di masa depan.
'Bagaimana survive', menurut mereka, bukan menjadi nomor satu di sekolah, karena nomor satu
bukan jaminan untuk survive. 'Bagaimana survive' membutuhkan kreativitas dan kebebasan, tak
gampang menyerah, dan mampu menghadapi berbagai masalah.
Proses pembelajaran itu dapat terhambat hanya karena masalah kesehatan gigi, karena masalah gigi
bisa membuat anak kehilangan percaya diri, sekaligus kehilangan konsentrasi.
Tak pelak, gigi merupakan organ manusia yang terpenting. Tanpa gigi, manusia tidak akan enak
dalam mencerna makanan. Gigi berfungsi untuk mengunyah setiap makanan yang masuk ke mulut
untuk diteruskan ke tubuh manusia, tentunya makanan yang sudah halus. Proses ini akan terus
berlangsung mulai dari masa kanak-kanak sampai dewasa.
Pertumbuhan gigi dimulai dengan tumbuhnya dua gigi seri rahang bawah pada saat bayi berusia 6-9
bulan disusul dengan gigi seri rahang atas. Pada usia 7-10 bulan tumbuh dua gigi seri depan kedua
(di samping gigi seri pertama) rahang atas maupun bawah. Kadang gigi seri kedua di rahang bawah
tumbuh lebih dulu sebelum gigi seri kedua rahang atas.
Lalu, satu gigi geraham depan tumbuh pada usia 16-20 bulan. Gigi taring juga mulai muncul pada
usia yang sama. Gigi geraham kedua tumbuh pada usia 23-30 bulan. Biasanya, anak akan punya gigi
susu lengkap (20) pada usia 3 tahun. Lalu, satu per satu gigi susu itu tanggal dan digantikan gigi
permanen yang jumlahnya 32 buah, yang dimulai saat anak berusia 5-6 tahun sampai gigi geraham
bungsu muncul pada usia 19-22 tahun.
Mulai tumbuhnya gigi merupakan proses penting dari pertumbuhan seorang anak. Orang tua harus
mengetahui cara merawat gigi anaknya tersebut, dan orang tua juga harus mengajari anaknya cara
merawat gigi yang baik. Walaupun masih memiliki gigi susu, seorang anak harus mendapatkan
perhatian serius dari orang tua. Sebab, kondisi gigi susu akan menentukan pertumbuhan gigi tetap si
anak nanti.
Merawat gigi sejak dini juga menghindari proses kerusakan gigi, seperti gigi berlubang, keropos, dan
pembengkakan pada gusi. Harus dibiasakan untuk periksa secara rutin ke dokter gigi setiap enam
bulan sekali.
Kebiasaan merawat gigi dapat dimulai sejak bayi, yaitu dengan menggunakan kain kasa atau kapas
yang dihangatkan, kemudian digosokkan pada gusi bayi. Bila anak sudah agak besar, orang tua
harus membantu untuk memulai rutinitas menggosok gigi. Caranya adalah dengan mengajari
bagaimana memegang dan menggosok gigi dengan benar.
Selain itu, orang tua harus memperhatikan pola makan anaknya. Apakah termasuk makanan yang
dapat merusak gigi atau bukan. Jangan terlalu memberi anak makanan yang manis dan lengket,
karena makanan jenis ini mudah tertinggal dan melekat pada gigi dan bila terlalu sering dan lama
akan berakibat tidak baik. Makanan manis dan lengket tersebut akan bereaksi di mulut dan
membentuk asam yang merusak email gigi. Hal inilah yang akan mengakibatkan timbulnya
gangguan, misalnya gigi berlubang, gigi tanggal sebelum waktunya, gangguan pada ukuran, bentuk
maupun jumlah gigi. Untuk mencegah hal itu, berikanlah makanan yang berserat, seperti sayur-
sayuran dan buah-buahan, yang membutuhkan proses pengunyahan berulang-ulang.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 132
55. Mengenal Anak Hiperaktiv (Gangguan Hiperkinetik)
I bu Rat na dat ang ke Klini k Perkembangan Anak dengan keluhan bahwa anaknya yang
berusia 5 t ahun selalu mengganggu t eman, t idak bisa diam dan seol ah- ol ah t i dak
memperhat ikan pel aj aran di kel as. Oleh guru dinyat akan t i dak dapat mengikut i kegiat an
bel aj ar di dalam kel as. Anak t ersebut bukan anak nakal dan j uga bukan anak yang
mal as at au bodoh, namun anak t ersebut mengalami gangguan dalam perkembangannya
yai t u gangguan hiperkinet ik yang secara luas di masyarakat disebut sebagai anak
hi perakt i v.
Apa I t u Anak Hi per ak t i v?
Anak hiper akt iv adalah anak yang mengalami gangguan pemusat an perhat ian dengan
hi perakt i vit as (GPPH) at au at t ent ion deficit and hyperact i vit y disorder (ADHD) . Kondisi
ini j uga disebut sebagai gangguan hiper kinet ik. Dahulu kondisi ini sering disebut mini mal
brain dysfunct ion syndrome.
Apa I t u Gangguan Hi per k i net i k at au GPPH/ ADHD ?
Gangguan hi perkinet ik adalah gangguan pada anak yang t imbul pada masa
perkembangan dini ( sebelum berusi a 7 t ahun) dengan ciri ut ama t i dak mampu
memusat kan perhat i an, hi perakt i v dan impul sif. Ciri perilaku ini mewarnai berbagai
si t uasi dan dapat berl anj ut hingga dewasa.
Apakah Ada Ciri- ciri Lain Yang Menyert ai Gangguan Hiperkinet ik (GPPH/ ADHD) ?
Ciri -ci ri lain yang sering menyert ai gangguan hi perkinet ik adalah :
§ Kemampuan akademik t i dak opt imal
§ Kecer obohan dalam hubungan sosial
§ Kesembronoan dalam menghadapi sit uasi yang berbahaya
§ Si kap melanggar t at a t ert ib secar a impulsif
Bilamana Anak Disebut Menderit a Gangguan Hi perkinet ik (GPPH/ ADHD) ?
§ Mengal ami kesulit an berkonsent r asi dalam bel aj ar, mendengarkan guru dan
permainan.
§ Hi perakt ivit as, sel alu bergerak dan t idak bisa t enang
§ I mpul sivit as, mel akukan sesuat u t anpa dipiki r t erlebih dahulu
Berbagai Tipe Hiperkinet ik at au GPPH/ ADHD :
§ Ti pe sulit konsent rasi
§ Ti pe hiperakt iv - impulsiv
§ Ti pe kombinasi
Apa Akibat nya Bila Anak Menderit a Gangguan Hiperkinet ik (GPPH/ ADHD)?
§ Anak t idak dapat mengikut i kegi at an belaj ar dengan baik
§ Anak sering t i dak pat uh t erhadap perint ah orang t ua
§ Anak sulit didisiplinkan
Apabila Gangguan Hi perkinet ik (ADHD) Tidak Diobat i maka akan :
Menimbulkan hambat an penyesuaian peril aku sosial dan kemampuan akademik di
lingkungan rumah dan sekolah, sehingga dapat mengakibat kan perkembangan anak
t i dak opt imal dengan t imbulnya gangguan perilaku di kemudian hari.
Kondi si Lain yang Menyert ai Gangguan Hi perkinet ik :
§ Gangguan t ingkah laku
Documents
PDF
Complete
Click Here & Upgrade
Expanded Features
Unlimited Pages
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 133
§ Gangguan sikap menent ang
§ Depresi
§ Gangguan cemas
§ Kesulit an belaj ar
§ Ret ardasi ment al
§ Gangguan pemusat an perhat i an ( disorder of at t ent ion)
§ Gangguan pengendalian mot ori k ( disorder of mot or cont rol )
§ Gangguan persepsi ( disorder of percept i on / DAMP)
§ Aut isme
Di agnosi s dan per aw at an ADHD
Membuat diagnosis yang lengkap memerlukan penil aian dari seorang pakar yang
berpengalaman dalam mengevaluasi beberapa hal yang bisa menimbulkan sikap yang
t i dak dapat memusat kan perhat ian. Diagnosis dibuat dengan mempelaj ari corak
t ert ent u t ingkah laku anak- anak sert a laporan t ingkah laku mereka di rumah dan di
sekol ah dari ibu bapa dan guru sekolah.
Kerapakali perawat an ADHD yang berhasil, meli bat kan pendekat an mult i disipli n yang
meli bat kan bidang pengobat an, psikologi, sosi al dan pendidikan. Kebanyakan anak- anak
yang mengalami ADHD memerlukan perawat an.
Obat st imul an t urut digunakan unt uk merawat ADHD, t et api t idak berart i akan pulih
sepenuhnya. Obat st imul an membant u anak- anak ADHD menj adi t enang, dapat
memusat kan perhat i an dan mengur angi unt uk bert indak mengikut gerak hat i . Pada
j angka wakt u pemberian obat st imulan, pemusat an perhat ian anak- anak akan
bert ambah unt uk bel aj ar dan menj alani lat ihan- l at ihan ket rampilan yang baru. Anak-
anak j uga dapat belaj ar menj alin hubungan yang baik dengan orang lain, berfikir dengan
j elas, bisa memahami pelaj aran dengan lebih baik dan mampu menj aga diri sendiri.
Obat st imul an yang ut ama unt uk merawat ADHD adalah met hyl pheni dat e yang dij ual di
bawah nama dagang Rit alin. Pengaruh obat ini mulai dalam wakt u 30- 60 menit dan akan
hil ang set elah 3- 4 j am.
Ef ek samping yang bisa t erj adi dengan met hyphenidat e adalah t idak bisa t idur dan
kurang sel era makan. Efek samping yang j arang t er j adi adalah sakit kepala, mengant uk,
sakit perut . Apabila anak- anak t ersebut t idak akt if at au t erlalu diam, ini menunj ukkan
dosis yang diberikan t erlalu t inggi dan perlu dikurangi.
Obat st imul an saj a t idaklah mencukupi unt uk perawat an ADHD. Perawat an unt uk ADHD
perlu digabung dengan program psikologi, sosi al dan pendidikan yang bisa membant u
anak- anak mempelaj ari ket rampilan baru, sikap dan t ingkah laku yang semest inya unt uk
mengat asi t unt ut an hidup.
Bi sak ah ADHD sembuh?
Dengan bant uan yang sewaj arnya dari ibu bapa, guru- guru, para dokt er, anak- anak
ADHD akan mampu menangani masal ah kurang pemusat an perhat ian at au hiperakt if
mer eka dengan lebih baik. Mereka j uga dapat menyalurkan t ingkah laku hiperakt if
mereka dalam suasana yang sesuai sepert i lat ihan fisik at au senam. Ol eh karena it u,
lebih baik memilihkan akt ivit as yang memberi mereka kebebasan bergerak.
Wal aupun sebahagi an anak- anak ADHD akan t erus menunj ukkan t anda at au masalah
sehi ngga dewasa, namun dengan menj alani perawat an obat dan t erapi yang diikut i
semasa anak- anak, dapat membant u mer eka ket ika dewasa.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 134
56. Balita Anda Bersedih ?
Anak anda yang berusia 3 t ahun t ernyat a t i dak seriang biasanya, ia t i dak ceriwis saat
pagi t i ba, bukan t idak mungkin ia j uga menolak unt uk makan. Daripada bercanda
bersama saudara- saudar anya, at au menggambar di bukunya, ia cenderung berada di
t epi j endela sambil menat ap kosong ke luar, mungkinkah seorang balit a mengalami
depresi ?
Sepert i kebanyakan orang lainnya, anda mungkin berasumsi kalau anak pra sekolah
t erlalu kecil unt uk mer asa sedih. Tapi ada penelit ian t erbaru yang menyat akan bahwa
depresi klinis it u t ernyat a t i dak mengenal usia. Depresi bahkan keinginan unt uk bunuh
dir i sama berpengaruhnya pada balit a dan remaj a sepert i pada orang dewasa.
Para penelit i di Washingt on Universit y School of Medicine, mengemukakan bahwa anak-
anak mengal ami sympt om depresi yang sama sepert i yang sering dit emukan pada orang
dewasa, bahkan sama t ingkat keparahannya. Menurut t he Nat ional Ment al Healt h
Associat ion, sat u dari t iga anak di Amerika menderit a depresi. Namun, walaupun sudah
berbi cara mengenai st at i st ik, depresi t et ap mer upakan penyakit yang t ak t erdet eksi dan
t ak t erawat ant ara anak- anak dan remaj a. Tidak sepert i bint ik- bint ik merah pada
penyakit campak, at au hi dung yang memerah pada penyakit flu, simpt om depresi
t i dakl ah t erlalu kongkrit , dan sebagai konsekuensinya, seringkali hal ini t idak t erdet eksi
oleh orang t ua.
Apa sih t anda- t anda depresi kanak- kanak ? Apa saj a peril aku yang perlu diawasi oleh
orang t ua? Biasanya anak- anak yang menderit a depresi secara persist en selalu
t erganggu, menarik diri, dan let hargic, kat a Dr Elizabet h Rody, dir ekt ur medis sert a
psi kiat er anak dan remaj a unt uk Magellan Behavioral Healt h di New Jersey. Anak yang
depresi j uga kehilangan minat unt uk melakukan kegiat an yang sebelumnya sangat
mereka sukai, sement ar a simpt om lainnya meliput i :
• Tangis t erus menerus dan kesedihan persist en
• Kur angnya ant usiasme at au mot ivasi
• Meningkat nya kemarahan
• Kel elahan kronis at au kekurangan energi
• Menarik diri dari keluarga, t eman dan akt ivit as yang t adinya disukai
• Perubahan kebiasaan makan dan t idur ( adanya kenaikan at au penurunan berat
t ubuh yang t erlihat j elas, suka sekali t idur , sulit t idur )
• Keluhan yang sangat sering mengenai masalah fisik, sepert i sakit perut at au
pusing
• Kur angnya konsent rasi dan suka lupa
• Perasaan t idak berharga at au perasaan bersalah yang berlebihan
• Sensit if it as berlebihan sampai penolakan at au kegagalan
• Perkembangan mayor yang t ert unda ( pada balit a t i dak berj alan, berbicara at au
mengekspresikan diri )
• Ber main yang meli bat kan kekerasan, baik t erhadap diri sendiri maupun orang
lain, at au dengan t ema yang sedih.
• Ser ingnya muncul pembicaraan mengenai kemat ian at au bunuh diri.
Ti daklah biasa bagi anak- anak unt uk t et ap mer asa bersedih dari wakt u ke wakt u.
Dengan menget ahui ini , bagaimana orang t ua dapat membedakan flukt uasi mood
normal dari depresi yang serius ? Jawabannya adalah pada dur asi dari peril aku depresif
t er sebut .
Menurut Ment al Healt h: A Report of t he Sur geon Gener al, anak- anak depresi mengalami
epi sode depresi yang biasanya bert ahan dari t uj uh sampai sembilan bul an, meskipun
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 135
beber apa ahli perkembangan anak yang mengat akan bahwa perilaku depresif yang
bert ahan lebih dari dua minggu memerlukan pemeriksaan lebih lanj ut . Tapi bagaimana
pun j uga, paling baik adalah unt uk membiarkan profesional di bagian kesehat an ment al
unt uk memut uskannya.
Depresi bukanlah sat u- sat unya alasan adanya perilaku nakal anak. Masalah fisiologis,
sepert i malnut risi, mononucleosis, alergi dan penyakit lainnya dapat meni mbulkan mood
yang marah- marah, kelet ihan dan penarikan diri. I ni mengapa Rody menekankan bahwa
orang t ua harus membawa anak mer eka kepada dokt er keluarga t erl ebih dulu, sebelum
membuat j anj i dengan seorang profesional kesehat an ment al .
Bila t ernyat a anak anda bukan mengalami masalah kesehat an umum, maka langkah
sel anj ut nya adalah unt uk membuat j anj i dengan psikiat er at au psikolog anak dan remaj a
unt uk evaluasi. Sebagai t ambahan dari ser angkaian t es psikologi s dan ker j a darah,
orang t ua j uga harus siap unt uk me-review seluruh sej arah kesehat an anak.
Meski pun penyebab past i dari depresi kanak- kanak t idak j uga diket ahui, penelit ian
depresi pada orang dewasa menyat akan bahwa t ergant ung pada predisposisi genet i s dan
pengaruh lingkungan. "Sebagian dari lingkungan dan genet ik," kat a Rody. "Bila
dibandingkan ant ara depresi dengan penyakit j ant ung. Anda dapat memiliki sej arah sakit
j ant ung di keluar ga dan pada wakt u yang sama anda t idak menj aga pola hidup anda.
Keduanya mungkin menyebabkan anda t erkena ser angan j ant ung. Depresi j uga sepert i
it u, disebabkan oleh kombinasi kompleks dari berbagai fakt or."
Anak- anak yang orang t ua at au/ dan saudaranya menderit a depresi lebih mungkin
mengembangkan simpt om penyakit ini . Ti dak mampu belaj ar ( Learning disabilit ies) ,
sepert i t idak mampu berkonsent rasi / hiperakt if, At t ent ion Deficit Hyperact ivit y Disorder
( ADHD) dan disleksi a j uga berkont ribusi pada t i mbulnya depresi kanak- kanak. Fakt or
lingkungan yang membuat anak- anak berisiko menderit a gangguan depresi meli put i
pel ecehan fisik, seksual, dan verbal, anak yang t erlant ar dan adanya sej arah pemakaian
obat - obat an dalam keluar ga. Perceraian sert a kehilangan orang yang dicint ai j uga dapat
meni mbulkan emosi yang labil pada anak- anak, t api t i dak selalu merupakan penyebab
depresi.
Meski pun anak anda baru balit a, emosinya sangat lah nyat a. Para ahli percaya bahwa
makin banyak orang t ua memberi perhat i an pada perasaan anaknya, maka makin
baiklah kemampuannya unt uk mencari bant uan pada depresi. "Jika anak anda
mengat akan, saya sangat sedih dan ingin lompat dari j endela, sebaiknya anda
memandang perkat aan ini secar a serius, " kat a Rody memperingat kan. Tanyakan pada
anak anda hal- hal di bawah ini unt uk menget ahui penyebab kesedihan anak anda :
• Apa yang t erj adi hari ini sehingga kamu sangat sedih ?
• Apa yang membuat kamu bahagia ?
• Apa sih yang kamu cari ?
• Apa yang kamu inginkan t erj adi padamu ?
• Jika kamu dapat merubah dirimu, apa yang ingin kamu ubah ?
Perawat an bagi anak dan remaj a yang menderit a depresi t ermasuk kombinasi dari
psi kot erapi individu dan konseling keluar ga. Supaya opt imal, menurut Rody, t erapi
har uslah meli bat kan orang t ua, saudara dan orang yang pent ing dalam kehi dupan sang
anak, sepert i guru dan kakek- nenek. Perawat an lainnya meliput i t erapi bermain,
evaluasi berkelanj ut an dan pada beberapa kasus, menggunakan obat . Obat ant idepresi
seringkali digunakan unt uk mer awat kasus depresi menengah. Yang pent ing j uga,
bel umlah diij inkan unt uk memberikan obat ant i depresi pada anak di bawah usia 8 t ahun.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 136
57. Jika Alergi Menyerang Anak
Seperti juga orang dewasa, anak-anak pun bisa menderita alergi karena suatu sebab. Misalnya saja
alergi terhadap udara dingin atau debu. Banyak orangtua yang khawatir bahwa anaknya menderita
penyakit tertentu jika tiba-tiba muncul perubahan mencolok dalam diri si anak.
Misalnya saja ketika anak Anda yang baru berusia 5 tahun tiba-tiba mengalami gejala seperti alergi.
Dan uniknya gejala ini selalu terjadi saat malam, ketika anak belajar bersama orangtua di kamar yang
ber-AC. Sehingga di bagian wajah, pada pipi terlihat merah-merah. Hal yang sama juga terjadi pada
bagian tubuh lainnya seperti paha dan kaki yang bentol-bentol gatal.
Melihat penderitaan anaknya, orangtua mencoba menduga-duga penyebab munculnya penyakit
tersebut. Atau jika pun telah dibawa ke ahlinya langsung (dokter) tetap khawatir dan bingung karena
kondisi anaknya tidak membaik atau menunjukkan tanda-tanda perubahan.
Menurut dokter Iwan Handoko, perlu diperhatikan jangka waktu anak menderita hal tersebut? Harus
diperhatikan apakah ada perubahan yang terjadi sebelum si anak mengalami alergi. Misalnya, tadinya
tidak ada karpet di kamar tidur, sekarang ada karpet. Atau tadinya tidak ada boneka di kamar tidur
sekarang ada. Ini cuma beberapa contoh. Tapi kalau munculnya gejala selalu di ruang khusus yang ber
AC, maka mungkin saja AC menjadi penyebabnya. Atau ada sesuatu di ruangan tersebut. Ini juga
harus dicari.
Lalu, bagaimana jika tidak ada perubahan setelah minum obat? Jika setelah minum obat, dia
membaik, itu artinya ada perubahan dan hampir pasti penyebabnya adalah alergi. Masalah apakah dia
kumat lagi, itu persoalan lain. Selama ada alergen yang mencetuskan alergi si anak, maka obat tidak
akan berguna banyak. Obat hanya akan meredakan gejala. Untuk benar-benar menghilangkan gejala,
alergen harus disingkirkan.
Tetapi dari keluhan ini, tampaknya anak tersebut memang kemungkinan besar menderita alergi.
Masalahnya alergi apa?
Udara dingin dari AC dan juga debu-debu dari AC memang dapat menimbulkan alergi. Cara tesnya
mudah saja. Coba untuk beberapa hari, jangan gunakan AC pada saat anak-anak belajar di kamar atau
coba gunakan kamar lain yang tidak ber AC. Bila bentol- bentol dan kemerahan itu tidak muncul,
maka hampir pasti penyebabnya adalah AC tersebut.
Namun jangan pula langsung cepat memvonis AC, sebab bisa jadi benda-benda di ruangan tersebut
menjadi penyebabnya, misalnya karpet. Debu-debu yang menempel di karpet sangat sering menjadi
penyebab munculnya alergi. Tapi, kalau anak tetap belajar di ruangan yang sama, cuma tanpa AC dan
alergi tidak muncul, maka sebaiknya Anda bersedia untuk mematikan AC saat si kecil sedang belajar.
Sebab udara dingin tidak bisa diatur lagi. Kalau karpet masih bisa dibuang, tapi kalau dingin?
Obat anti alergi hanya dapat menghilangkan gejala pada saat tersebut, tapi selama faktor pencetus
alergi masih ada, maka alergi akan tetap muncul kembali. Bila kita berhasil menemukan penyebabnya,
maka jalan terbaik adalah hindari penyebab tersebut. Jangan mengandalkan obat. Pemakaian terus
menerus obat apapun, termasuk obat anti alergi, adalah tidak baik.
Bila ternyata AC sudah dimatikan, karpet sudah dikeluarkan, tapi masih alergi juga, mungkin ada
baiknya anak tersebut menjalani tes alergi. Cuma, tes alergi pun tidak dapat menjamin 100% bahwa
penyebab alergi tersebut pasti dapat ditemukan.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 137
58. Kok Sakit Kepala Habis Makan Es Krim
Ouw! Begitulah yang kadang kita alami sesaat setelah memakan es krim. Ini bukan salah es
krim, tapi atap mulut, saraf, serta pembuluh darah kita masalahnya. Kok bisa? Bagaimana
pula mengatasinya agar bisa makan es krim dengan nikmat tanpa terganggu sakit kepala?
Inilah duduknya perkara. Ketika kita makan atau minum, makanan atau cairan tadi
menyentuh langit-langit mulut sebelum ditelan. Lagnit-langit mulut juga dikenal sebagai atap
mulut. Kita bisa merasakannya dengan menyentuhnya menggunakan lidah kita.
Ketika sesuatu yang sangat dingin menyentuh pusat langit-langit mulut, temperatur yang
dingin bisa mengganggu saraf tertentu yang mengontrol berapa banyak darah mengalir ke
kepala. Jika saraf ini terganggu, ia akan merespon dengan membuat pembuluh darah ke
kepala mengembang. Pengembangan yang cepat ini menyebabkan kepala kita menghentak
dan sakit. Beberapa orang menyebutnya otak membeku, meski sebenarnya tidak ada apa
pun yang terjadi pada otak.
Es krim bukanlah satu-satunya makanan yang bisa membuat kepala kita sakit. Semua
makanan yang sangat dingin, es loli, minuman dingin, atau bahkan jus dan soda yang dingin
bisa membuat pembuluh darah mengembang.
Sakit kepala akibat es krim atau makanan dingin biasanya berlangsung sebentar, sekitar
semenit, meski bisa terasa lebih lama. Jenis sakit kepala ini hampir tidak pernah sampai lebih
dari lima menit, dan biasanya akan hilang dengan sendirinya. Lalu, meskipun kita merasa
sakit, itu tidak berbahaya dan bukan berarti ada sesuatu yang salah pada tubuh kita.
Bagaimana mengatasi hal itu? Beberapa dokter menyarankan untuk memakan makanan
dingin dengan lebih pelan-pelan. Atau bisa juga dengan memanaskan makanan itu di depan
rongga mulut sebelum kita menelannya. Tapi jika tidak bisa dengan cara itu, ya tutup saja
langit-langit mulut dengan lidah kita dulu. Makanan bisa dihangatkan dulu di sini. Jika sudah
hangat baru deh ditelan.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 138
59. Aneka Penyebab Bayi Sesak Napas
Banyak penyebab sesak napas pada bayi . Yang j elas, segera bawa ke dokt er at au rumah
sakit karena bisa fat al aki bat nya.
Kasus sesak napas pada usia bayi banyak t erj adi. Bi sa saat pert ama lahir, maupun
beberapa har i at au bulan set el ah kel ahirannya baru mengalami sesak napas ini . Dalam
ist ilah kedokt eran, kat a Mul j ono Wi r j odi ar dj o, M.D., PhD, "Yang disebut sesak napas
adalah j ika frekuensi napasnya bet ul- bet ul t inggi, ada suara napas yang berbeda dari
biasanya (st ridor) , sepert i suara menggorok at au kucing mendengkur. Fat alnya, j ika
muka sampai t ampak membiru."
Sedangkan menurut pendekat an orang awam, definisi sesak napas lebih mudah lagi
yai t u t erlihat dari gej alanya. Jadi, kalau anaknya susah napas disebut sesak napas.
Begit u j uga kal au napasnya berbunyi.
ANEKA PENYEBAB
Penyebab sesak napas pada bayi, banyak sekali. Bisa karena kel ainan bawaan, penyakit
infeksi, maupun noninfeksi sepert i t ersedak. Gej alanya hampir sama. Misalnya unt uk
deraj at ringannya, ada napas yang berbunyi at au bat uk berlendi r, disert ai t ak mau
makan- minum dan rewel. Sement ara kalau deraj at nya makin berat , fungsi paru- parunya
sudah t erganggu sehingga sesak napas dan sampai membiru.
Jadi , deraj at sesak napas berbeda- beda. Ada yang mulanya ringan dan makin berat dan
ada j uga sesak napas yang kej adiannya t iba- t iba at au mendadak. Berikut uraian Mulj ono
mengenai hal -hal yang bisa menyebabkan sesak napas pada bayi:
Kel ai nan baw aan/ k ongeni t al j ant ung at au par u- par u.
Bila bayi mengalami sesak napas begit u lahir at au 1- 2 hari kemudian, biasanya
disebabkan adanya kelainan j ant ung at au paru- paru. Hal ini bisa t erj adi pada bayi
dengan riwayat kelahi ran normal at au bermasalah, semisal karena ket uban pecah dini
at au lahir premat ur.
Pada bayi premat ur, sesak napas bisa t erj adi karena adanya kekur angmat angan dari
organ paru- paru. Paru- paru harusnya berfungsi saat bayi pert ama kali menangis, sebab
saat ia menangis, saat it u pulal ah bayi mul ai bernapas. Tapi pada bayi lahir premat ur,
karena saat it u organnya t i dak siap, misalnya gelembung paru- paru t ak bisa mekar at au
membuka, sehingga udara t i dak masuk. I t u sebabnya ia t ak bisa menangis. I ni yang
namanya penyakit respirat ory dist r ess syndrome ( RDS) . Tidak membukanya gelembung
paru- paru t er sebut karena ada suat u zat , surf act an, yang t ak cukup sehingga
gel embung paru- paru at au uni t paru- paru yang t erkecil yang sepert i balon t idak
membuka. I barat nya, sepert i balon kempis.
Gej ala pada kelainan j ant ung bawaan adalah napas sesak. Ada j uga yang misalnya
sedang menyusui at au berakt i vit as lainnya, mukanya j adi biru dan ia j adi pasif . Jadi,
penyakit nya it u ut amanya karena kelainan j ant ung dan secondary- nya karena masalah
pernapasan. Jadi, biasanya sesak napas yang t erj adi ini t i dak bersifat mendadak.
Wal aupun demikian, t et ap harus seger a dibawa ke dokt er.
Kel ai nan pada j al an napas/ t r ak ea.
Kel ainan bawaan/ kongenit al ini pun paling banyak dit emui pada bayi. Gej alanya, napas
sesak dan napas berbunyi "grok- grok". Kel ainan ini t erj adi karena adanya hubungan
ant ara j alan napas dengan j alan makanan/ esophagus. Kel ainan ini dinamakan dengan
t r ackeo esophageal fist ula. Akibat kelainan it u,ada cair an lambung yang bisa masuk ke
paru- paru. Tent unya ini berbahaya sekali. Sehingga pada usia berapa pun diket ahuinya,
har us segera dilakukan t indakan operasi. Tak mungkin bisa menunggu lama karena
banyak cair an lambung bisa masuk ke paru- par u.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 139
Sebelum operasi pun dil akukan t indakan yang bisa menolong j iwanya, misal dengan
dimasukkan selang ke j alan napas sehingga cairan dari lambung t ak bisa masuk.
Bi asanya sesak napasnya t ampak begit u wakt u berj alan 1- 3 j am set elah bayi lahir. Nah,
bil a ada sesak napas sepert i ini , prosedur yang harus dil akukan adalah dilakukan fot o
ront gen seger a unt uk menganali sanya.
Ter sedak ai r k et uban.
Ada j uga penyakit - penyakit kel ainan perinat ologi yang didapat saat kelahi ran. Bukankah
saat dalam kandungan bayi minum dan buang air dalam air ket uban? Nah, karena suat u
hal , misalnya st res pada j anin, ket uban j adi keruh dan air ket uban ini masuk ke paru-
paru bayi. Hal ini akan mengakibat kan kala lahir ia langsung t er sedak.
Bayi t ersedak air ket uban akan ket ahuan dari fot o ront gen, yait u ada bayangan "kot or".
Bi asanya ini diket ahui pada bayi baru lahir yang ada ri wayat t ersedak, bat uk, kemudian
sesak napasnya makin lama makin berat . I t ulah mengapa, pada bayi baru lahir kit a
harus int ensif sekali menyedot lendi r dari mulut , hi dung at au t enggorokannya. Bahkan
kal au t ersedak air ket ubannya banyak at au massive, harus disedot dari paru- paru at au
paru- parunya dicuci dengan alat bronchowash. Lain halnya kal au air ket ubannya j ernih
dan t ak banyak, t ak j adi masalah. Biasanya dengan obat saj a sudah sembuh, t ak usah
dicuci paru- parunya.
Namun kalau air ket ubannya hij au dan berbau, harus disedot dan "dicuci" paru- parunya.
Sebab, karena t ersedak ini, ada sebagian paru- parunya yang t ak bisa diisi
udar a/ at elekt asis at au t ersumbat , sehingga menyebabkan udar a t ak bisa masuk.
Aki bat nya, j adi sesak napas. Bi asanya kalau di- ront gen,bayangannya akan t erlihat put ih.
Sel ain it u, karena t ersumbat dan begit u hebat sesak napasnya,ada bagian paru- paru
yang pecah/ kempes/ pneumot oraks. I ni t ent u amat berbahaya. Apal agi kej adiannya bisa
mendadak dan menimbulkan kemat ian. Karena it u bila sesak napas sepert i ini , harus
lekas dibawa ke dokt er unt uk mendapat kan alat bant u napas/ vent il at or.
Seram sekali, ya, Bu- Pak? Karena it ulah kal a melahirkan si kecil, sebaiknya kit a
didampingi dokt er anak, sehingga dia bisa menil ai sist em pernapasan anak, apakah baik
at au t idak.
Pembesar an k el enj ar t hymus.
Ada lagi napas sesak karena beberapa penyakit yang cukup merisaukan yang t ermasuk
kel ainan bawaan j uga. Gej alanya t i dak begit u kuat . Bi asanya bayi- bayi ini pun l ahir
normal, t ak ada kelainan, menangisnya pun kuat .
Hanya saj a napasnya sepert i orang menggorok dan semakin lama makin keras, sampai
suat u saat bat uk dan berlendir. Kej adian ini lebih sering dianggap karena susu t ert inggal
di t enggorokan. Namun ibu yang sensit if biasanya akan membawa kembali bayinya ke
dokt er. Bi asanya kemudi an diperiksa dan diberi obat . Bila dalam wakt u seminggu t ak
sembuh j uga, baru dilakukan ront gen.
Penyebabnya biasanya karena ada kelainan pada j alan napas, yait u penyempit an t r akea.
I ni dikarenakan adanya pembesaran kelenj ar t hymus. Sebet ulnya set iap orang punya
kel enj ar t hymus. Kel enj ar ini semasa dalam kandungan berfungsi unt uk sist em
kekebalan. Let aknya di rongga mediast inum ( di ant ara dua paru- paru) . Set elah lahi r
karena t idak berfungsi, maka kelenj ar t hymus akan menghilang dengan sendirinya.
Namun adakalanya masih t ersisa: ada yang kecil, ada j uga yang besar; baik hanya sat u
at au bahkan keduanya. Nah, kelenj ar t hymus yang membesar ini akan menekan t rakea.
Aki bat nya, t r akea menyempit dan mengeluarkan lendir. I t u sebabnya napasnya berbunyi
grok- grok dan keluar lendir, sehingga j adi bat uk.
Pengobat annya biasanya dil akukan dengan obat - obat an khusus unt uk mengecilkan
kel enj ar t hymus agar t i dak menekan t rakea. Pemberian obat dalam wakt u 2 minggu.
Kalau t ak menghil ang, diberikan lagi pengobat an selama seminggu. Sebab, j ika t idak
diobat i, akan menganggu pert umbuhan si bayi. Berat badan t ak nai k- naik,
pert umbuhannya kurang, dan harus banyak minum obat .
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 140
Kel ai nan pembul uh dar ah.
Ada lagi kelainan yang gej alanya sepert i mendengkur at au napasnya bunyi (st ridor) ,
yang dinamakan dengan vascular ring. Yait u,adanya pembuluh darah j ant ung yang
berbent uk sepert i cincin ( double aort ic arch) yang menekan j alan napas dan j alan
makan. Jadi, begit u bayi lahi r napasnya berbunyi st ri dor.
Terl ebih kalau ia menangis, bunyinya semakin keras dan j elas. Bahkan seringkali
dibarengi dengan kelainan menelan, karena j alan makanan j uga t erganggu. Pemberian
makanan yang agak ker as pun akan menyebabkannya munt ah, sehingga anak lebih
sering menghindari makanan padat dan maunya susu saj a.
Pengobat annya, bila set elah dir ont gen t i dak dit emui kelenj ar t hymus yang membesar,
akan dimint a meminum barium unt uk melihat apakah ada bagian j alan makan yang
menyempit . Set elah diket ahui , dilakukan t indakan operasi, yait u memut uskan sal ah sat u
aort anya yang kecil .
Ter sedak mak anan.
Ter sedak at au aspirasi ini pun bisa menyebabkan sesak napas. Bisa karena t ersedak
susu at au makanan lain, semisal kacang. Umumnya karena gigi mereka belum lengkap,
sehingga kacang yang dikunyahnya t i dak sampai halus. Kadang j uga disebabkan mereka
menangis kal a mulut nya sedang penuh makanan. At au ibu yang t idak berhat i- hat i kala
menyusui, sehingga t iba- t iba bayinya munt ah. Mungkin saj a si sa munt ahnya ada yang
masih t ert inggal di hi dung at au t enggorokan. Bukankah set elah munt ah, anak akan
menangis? Saat menarik napas it ulah, sisa makanan masuk ke paru- paru.
Akibat nya, set elah t ersedak anak bat uk- bat uk. Mungkin set elah bat uk ia akan t enang,
t api set elah 1- 2 hari napasnya mulai bunyi. Bahkan bisa j uga kemudi an t erj adi
peradangan dalam paru-paru. Anak bisa panas karena t erj adi infeksi. Yang sering adalah
napas berbunyi sepert i asma dan banyak lendir.
Bi asanya set el ah dilakukan ront gen akan diket ahui adanya penyumbat an/ at elekt asis.
Pengobat an dapat dil akukan dengan bronkoskopi, dengan mengambil cai ran at au
makanan yang menyumbat nya.
Sel ain makanan, akan lebih berbahaya bila aspirasi t erj adi karena minyak t anah at au
bensin, meski hanya sat u t eguk. I ni bisa t erj adi karena kecerobohan orang t ua yang
menyimpan minyak t anah/ bensin di dalam bot ol bekas minuman dan menaruhnya
sembarangan. Bahayanya bila t ersedak minyak ini , gas yang dihasilkan minyak ini akan
masuk ke lambung dan menguap, kemudi an masuk ke paru- paru, sehingga bisa
merusak paru-paru. Akan sangat berbahaya pul a kal au dimunt ahkan, karena akan
langsung masuk ke paru- paru. Jadi, kalau ada anak yang minum minyak t anah/ bensin
j angan berusaha dimunt ahkan, t api segera ke dokt er. Ol eh dokt er, paru- parunya akan
"dicuci" dengan alat bronkoskop.
I nf eksi .
Sel ain it u sesak napas pada bayi bisa t erj adi karena penyakit infeksi. Bila anak
mengalami I SPA (I nfeksi saluran Pernapasan Akut ) bagian at as, semisal flu harus
dit angani dengan baik. Kalau t i dak sembuh j uga, mi salnya dalam seminggu dan daya
t ahan anak sedang j elek, maka I SPA at as ini akan merembet ke I SPA bagian bawah,
sehingga anak mengalami bronkit i s, radang paru- paru, at aupun asmat ik bronkit i s.
Gej alanya, anak gelisah, rewel, t ak mau makan- minum, napas akan cepat , dan makin
lama melemah. Bi asanya j uga disert ai t ubuh panas, sampai sekeliling bibir biru/ si anosis,
berart i pernapasannya t erganggu. Penyebabnya ini akan diket ahui dengan pemeriksaan
dokt er dan lebih j el asnya lagi dengan fot o ront gen. Pengobat an dil akukan dengan
pemberian ant ibiot ika. Bi asanya kalau bayi sudah t erkena I SPA bawah harus dilakukan
perawat an di rumah sakit . Set el ah diobat i,umumnya sesak napas akan hil ang dan anak
sembuh t ot al t anpa meninggal kan sisa, kecuali bagi yang alergi.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 141
60. Mengapa Anak Sering berbohong ?
Seorang Ibu yang mempunyai anak berumur 7 tahun sering mengeluh kepada tetangganya, kalau
anaknya akhir-akhir ini sering berbohong kepadanya. Si anak sering membawa mainan dari sekolah.
Ketika ditanya mainan itu dari mana, si anak menjawab kalau mainan itu diberikan oleh tetangga.
Padahal mainan itu diambilnya dari sekolahnya. Mengapa si anak sampai berbohong kepada
orangtuanya ? Kemungkinan besar hal tersebut terjadi karena adanya faktor pendorong dari diri anak.
Mungkin ia menginginkan sebuah mainan tetapi orangtuanya tidak mau memberikannya. Atau
mungkin karena si anak ingin mendapatkan perhatian lebih atau bisa jadi karena faktor lingkungan di
rumah, sekolah maupun masyarakat yang membentuk karakter dan sifat tidak jujur pada anak. Untuk
mencegah kasus-kasus seperti di atas terjadi, ada beberapa hal yang mungkin perlu kita perhatikan
bersama dalam pertumbuhan anak, di antaranya :
• Ajarkanlah anak arti dan nilai kejujuran sejak kecil dengan memberikan contoh dan akibat
yang bisa terjadi dari kebohongannya. Jika kebohongan sudah terlanjur terjadi, jangan hukum
anak dengan keras tetapi bantulah anak untuk memperbaiki sifatnya agar tidak berbohong
lagi. Contoh pada kasus di atas, orangtua harus menyuruh dan menemani anaknya untuk
mengembalikan mainan yang telah diambilnya. Bantu anak untuk memperbaiki kesalahannya
dengan belajar untuk meminta maaf atas tindakan yang telah dilakukannya.
• Jangan pernah mencaci ataupun membentak anak karena kebohongannya. Buatlah pernyataan
dan kalimat-kalimat yang baik yang memberikan kepercayaan kita dan juga pernyataan
bahwa hal yang telah dilakukannya adalah sesuatu yang salah. Contohnya : "Ibu tahu kamu
bukan seorang pembohong dan seorang yang suka mengambil kepunyaan orang lain, tapi
mengapa kamu mengambil sesuatu yang bukan kepunyaan kamu?" dan seterusnya.
• Ciptakan suasana lingkungan keluarga yang terbuka. Hal ini akan membuat anak terbuka dan
tidak takut untuk mengemukakan pendapat dan perasaannya kepada orangtua maupun
saudaranya, sehingga tidak ada hal yang ditutupi oleh anak.
Hal-hal di atas kemungkinan besar dapat membantu anak untuk belajar jujur dan menuju proses
menghargai diri sendiri serta orang lain dalam pertumbuhannya menjadi seorang remaja dan dewasa.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 142
61. Mengenal Autisme
Secara garis besar, Aut isme, adalah gangguan perkembangan khususnya t erj adi pada
masa anak- anak, yang membuat seseorang t i dak mampu mengadakan int eraksi sosial
dan seolah- olah hidup dalam duni anya sendiri . Pada anak- anak biasa disebut dengan
Aut isme I nfant il. Selain Aut isme j uga dikenal ist i lah Schizophreni a yang j uga merupakan
gangguan yang membuat seseorang menarik dir i dari duni a luar dan menci pt akan duni a
fant asinya sendiri sepert i: berbi cara, t ert awa, menangis, dan marah- marah sendiri.
Tet api ada perbedaan yang j elas ant ara penyebab dari Aut isme pada penderit a
Schi zophr eni a dan penyandang aut i sme infant il . Schizophrenia disebabkan oleh proses
regr esi karena penyakit j iwa, sedangkan pada anak- anak penyandang aut i sme inf ant il
t erdapat kegagalan perkembangan. Gej ala aut isme inf ant i l t imbul sebelum anak
mencapai usia 3 t ahun. Pada sebagian anak, gej ala- gej ala it u sudah ada sej ak lahir.
Seorang I bu yang sangat cermat memant au perkembangan anaknya bisa melihat
beberapa keganj ilan sebelum anaknya mencapai usia 1 t ahun. Yang sangat menonj ol
adalah t idak adanya at au sangat kurangnya t at ap mat a. Unt uk memeriksa apakah
seorang anak menderit a aut i s at au t idak, digunakan st andar int ernasional t ent ang
aut i sme. I CD- 10 ( I nt ernat ional Classificat ion of Diseases) 1993 dan DSM- I V ( Diagnost ic
and St at ist ical Manual) 1994 merumuskan krit eri a diagnosis unt uk Aut isme I nf ant il yang
isinya sama, yang saat ini dipakai di seluruh dunia. Krit eri a t ersebut adalah : Harus ada
sedi kit nya 6 gej ala dari ( 1) , ( 2) , dan ( 3) sepert i di bawah ini, dengan mini mal 2 gej ala
dari ( 1) dan masing- masing 1 gej ala dari ( 2) dan ( 3) .
13. Gangguan k ual i t at i f dal am i nt er ak si sosi al yang t i mbal bal i k .
Minimal harus ada 2 dari gej ala di bawah ini :
• Tak mampu menj alin int eraksi sosial yang cukup memadai : kont ak mat a
sangat kur ang, ekspresi muka kurang hidup, gerak gerik kurang t ert uj u
• Ti dak bisa bermain dengan t eman sebaya
• Tak ada empat i ( t ak dapat merasakan apa yang dir asakan orang lain)
• Kur ang mampu mengadakan hubungan sosi al dan emosi onal yang t imbal
balik
14. Gangguan k ual i t at i f dal am bi dang k omuni k asi .
Minimal harus ada 1 dari gej ala di bawah ini :
• Perkembangan bicara t erlambat at au sama sekali t ak berkembang. Anak
t i dak berusaha unt uk berkomunikasi secara non- verbal
• Bila anak bisa bicara, maka bicaranya t i dak dipakai unt uk berkomunikasi
• Ser ing menggunakan bahasa yang aneh dan diulang- ulang
• Cara bermain kurang vari at if, kur ang imaj inat if, dan kurang dapat meniru
15. Adan ya suat u pol a yang di per t ahank an dan di ul ang- ul ang dal am
per i l ak u, mi nat , dan k egi at an.
Minimal harus ada 1 dari gej ala di bawah ini :
• Mempert ahankan sat u minat at au lebih dengan cara yang sangat khas dan
berl ebihan
• Terpaku pada suat u kegi at an yang rit uali st ik at au rut i nit as yang t idak ada
gunanya
• Ada gerakan- gerakan aneh yang khas dan diulang- ulang
• Ser ingkali sangat t erpukau pada bagian- bagi an benda
Sebelum umur 3 t ahun t ampak adanya ket erl ambat an at au gangguan dalam bidang ( 1)
int eraksi sosial, (2) bicara dan berbahasa, dan ( 3) cara bermain yang monot on, kurang
vari at if. Bukan disebabkan oleh Sindroma Ret t at au Gangguan Disint egrat i f Masa Kanak.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 143
Namun kemungkinan kesalahan diagnosis selalu ada, t erut ama pada aut i sme ringan. Hal
ini biasanya disebabkan karena adanya gangguan at au penyakit lain yang menyert ai
gangguan aut i s yang ada, sepert i ret ar dasi ment al yang berat at au hi perakt ivit as.
Aut isme memiliki kemungkinan unt uk dapat disembuhkan, t ergant ung dari berat
t i daknya gangguan yang ada. Berdasarkan kabar t er akhir , di I ndonesia ada 2
penyandang aut is yang berhasil disembuhkan, dan kini dapat hidup dengan normal dan
berprest asi. Di Amerika, di mana penyandang aut isme dit angani secara lebih serius,
persent ase kesembuhan lebih besar.
Bila Anda membut uhkan informasi yang langsung dan det ail t ent ang aut isme, bisa
menghubungi alamat di bawah ini :
Yayasan Au t i sma I ndonesi a
Jl . Bunci t Raya No. 55, Jak ar t a Pusat
Tel p. 021 - 7971945 - 7991355
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 144
62. Mencegah Perilaku Buruk Anak
Pernahkah anda merasa j engkel pada anak yang membant ah perint ah orangt ua?
Bi asanya anak- anak pada usia balit a (2- 5 t ahun) sedang nakal- nakalnya, karena pada
usia it u anak- anak senang memikirkan keinginannya sendiri dan t idak memperdulikan
omongan orangt uanya. Misalnya, seorang anak berusia 7 t ahun set i ap kali ibunya
menyuruh belaj ar, j awabannya selalu, "Tidak, nant i aj a, Ma! " at au "Nggak ah, lagi malas
Ma ! ". Sikap membant ah pada anak sebenarnya waj ar- waj ar saj a. Anak- anak ingin
menunj ukkan bahwa dirinya berbeda dengan orang t uanya. Sifat nya ini sebenarnya
menunj ukkan perkembangan daya berpikir anak. Jadi sel ama orangt ua bisa memberikan
alasan yang j elas at as set i ap lar angan at au peri nt ah, anak j uga akan mengert i. Banyak
hal yang dapat dilakukan orangt ua unt uk menghadapi sikap dan perilaku anak yang
buruk, diant aranya:
1. Ber i k an per i nt ah yang j el as.
Jangan sekedar mengat akan 't idak boleh! " at au 'j angan ! ' , t anpa memberikan si anak
alasan mengapa Anda menyuruhnya demiki an. Misalnya, ket ika mel arang anak makan di
depan pint u, kat akan, "Jangan makan di depan pint u, nant i orang t idak bisa lewat ! " at au
ket i ka anak melompat - l ompat di at as t empat t idur, beri kan penj elasan j ika ia sering
mel ompat di at as t empat t idur nant i akan ambruk at au t empat t i dur akan rusak dan
set erusnya. Dengan begit u, anak akan mengert i mengapa anda mel arangnya.
2. Buat bat asan. Seorang anak bisa bersikap keras kepala j ika dil arang at au diperint ah.
Hadapil ah sikapnya dengan si kap t egas anda, t api j angan mengomel at au mer ayunya.
Kat akan apa yang anda inginkan, t egaskan bahwa si anak harus mel akukan apa yang
Anda kat akan.
3. Ji k a memungk i nk an, ber i k an pi l i han yang j el as. Misalnya, "Kamu mandi
sekar ang! Kalau mandinya nant i, airnya sudah keburu habis! ", at au ket ika seorang anak
yang keper gok merokok, kat akan, "Kalau kamu merokok nant i paru- parumu j adi rusak",
dan sebagainya. Dengan begit u anak akan mengert i apa akibat nya kal au ia t ak segera
menurut i perint ah Anda.
4. Per i ngat kan l ebi h aw al . Ket ika seorang anak anda sudah t erlalu lama bermain dan
sudah wakt unya unt uk t idur, cobalah unt uk mengingat kannya lima at au sepuluh menit
lebih awal. Dengan begit u, anak anda t ahu bahwa sebent ar lagi ia harus berhent i
bermain. Sehingga ket i ka saat nya benar - benar t iba, ia t ak akan membant ah Anda
karena ia sudah mempersiapkan dirinya unt uk berhent i bermain. Sat u hal yang perlu
diingat oleh orangt ua adalah, bahwa anak t et aplah anak dengan pikir an polosnya. Bagi
anak, duni anya penuh dengan kegembir aan dan keceriaan. Sehingga kekerasan
bukanl ah cara yang t epat unt uk menghadapi si kapnya. Cobalah unt uk menunj ukkan rasa
kasih sayang dan dukungan Anda kepadanya.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 145
63. Mengenal Schizophrenia
Meski pun definisi yang past i t ent ang Schizophrenia selalu menj adi perdebat an para ahli ,
t erdapat indikasi yang semakin nyat a bahwa Schi zophr eni a adalah sebuah gangguan
yang t erj adi pada fungsi ot ak. Dalam buku The Broken Brain : The Bi ological Revolut ion
in Psychiat ry yang dit ulis oleh Dr. Nancy Andreasen, dikat akan bahwa bukt i - bukt i t erkini
t ent ang serangan Schi zophr eni a merupakan suat u hal yang meli bat kan banyak sekali
fakt or. Fakt or-fakt or it u meli put i perubahan st rukt ur fisik ot ak, perubahan st rukt ur kimia
ot ak, dan fakt or genet ik.
Di dalam ot ak t er dapat milyaran sambungan sel. Set i ap sambungan sel menj adi t empat
unt uk meneruskan maupun menerima pesan dari sambungan sel yang lain. Sambungan
sel t ersebut melepaskan zat kimia yang disebut neurot ransmit t ers yang membawa pesan
dari uj ung sambungan sel yang sat u ke uj ung sambungan sel yang lain. Di dalam ot ak
yang t erserang schizophrenia, t erdapat kesal ahan at au kerusakan pada sist em
komunikasi t er sebut .
Bagi keluar ga dengan penderit a schi zophr eni a di dalamnya, akan mengert i dengan j elas
apa yang dialami penderit a schizophrenia dengan membandingkan ot ak dengan t elepon.
Pada orang yang normal, sist em swit ch pada ot ak beker j a dengan normal. Sinyal- sinyal
persepsi yang dat ang dikir im kembali dengan sempurna t anpa ada gangguan sehingga
menghasilkan perasaan, pemikiran, dan akhirnya melakukan t indakan sesuai kebut uhan
saat it u. Pada ot ak penderit a schizophreni a, sinyal- sinyal yang dikirim mengalami
gangguan sehingga t i dak berhasil mencapai sambungan sel yang dit uj u.
Schizophr eni a t erbent uk secar a bert ahap dimana keluarga maupun penderit a t idak
menyadari ada sesuat u yang t idak beres dalam ot aknya dalam kurun wakt u yang lama.
Kerusakan yang perl ahan-lahan ini yang akhirnya menj adi schizophrenia yang
t er sembunyi dan berbahaya. Gej al a yang t imbul secara perl ahan- l ahan ini bisa saj a
menj adi schizophrenia akut . Periode schizophrenia akut adalah gangguan yang singkat
dan kuat , yang meliput i halusinasi , penyesat an pikir an (delusi) , dan kegagalan berpiki r.
Kadang kal a schi zophr eni a menyerang secara t i ba- t iba. Perubahan perilaku yang sangat
dramat i s t erj adi dalam beberapa hari at au minggu. Ser angan yang mendadak selalu
memicu t erj adinya periode akut secara cepat . Beberapa penderit a mengal ami gangguan
seumur hidup, t api banyak j uga yang bisa kembali hi dup secar a normal dalam periode
akut t ersebut . Kebanyakan didapat i bahwa mereka dikucilkan, menderit a depresi yang
hebat , dan t idak dapat berfungsi sebagaimana layaknya orang normal dalam
lingkungannya. Dalam beberapa kasus, ser angan dapat meningkat menj adi apa yang
disebut schizophr enia kronis. Penderit a menj adi buas, kehilangan karakt er sebagai
manusia dalam kehidupan sosial , t idak memili ki mot ivasi sama sekali , depresi, dan t i dak
memiliki kepekaan t ent ang perasaannya sendir i.
Para Psi kiat er membedakan gej ala serangan schizophreni a menj adi 2, yait u gej ala posit i f
dan negat if.
Gej al a posi t i f
Halusinasi selalu t erj adi saat rangsangan t erlalu kuat dan ot ak t idak mampu
mengint erpret asikan dan merespon pesan at au rangsangan yang dat ang. Penderit a
schi zophrenia mungkin mendengar suara- suara at au melihat sesuat u yang sebenarnya
t i dak ada, at au mengalami suat u sensasi yang t i dak biasa pada t ubuhnya. Audit ory
hall ucinat ions, gej ala yang biasanya t imbul , yait u penderit a mer asakan ada suara dari
dalam dirinya. Kadang suar a it u dirasakan menyej ukkan hat i , memberi kedamaian, t api
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 146
kadang suara it u menyuruhnya mel akukan sesuat u yang sangat berbahaya, sepert i
bunuh diri .
Penyesat an pikir an ( delusi) adalah kepercayaan yang kuat dalam mengint erpr et asikan
sesuat u yang kadang berlawanan dengan kenyat aan. Misalnya, pada penderit a
schi zophrenia, lampu t r afik di j alan raya yang berwarna merah kuning hij au, dianggap
sebagai suat u isyarat dari luar angkasa. Beberapa penderit a schizophrenia berubah
menj adi seorang paranoid. Mereka selalu mer asa sedang diamat - amat i, diint ai, at au
hendak diserang.
Kegagal an berpikir mengarah kepada masalah dimana penderit a schizophrenia t i dak
mampu memproses dan mengat ur pikir annya. Kebanyakan penderit a t i dak mampu
memahami hubungan ant ara kenyat aan dan logi ka. Karena penderit a schi zophr eni a
t i dak mampu mengat ur pikirannya membuat mer eka berbi cara secara ser ampangan dan
t i dak bisa dit angkap secara logi ka. Ket idakmampuan dalam berpiki r mengakibat kan
ket i dakmampuan mengendalikan emosi dan perasaan. Hasilnya, kadang penderit a
schi zophrenia t ert awa sendiri at au berbicara sendiri dengan keras t anpa mempedulikan
sekelilingnya.
Semua it u membuat penderit a schizophrenia t i dak bisa memahami si apa dirinya, t i dak
berpakai an, dan t i dak bisa mengert i apa it u manusia. Dia j uga t idak bisa mengert i kapan
dia lahi r, dimana dia berada, dan sebagainya.
Gej al a negat i f
Penderit a schizophrenia kehil angan mot i vasi dan apat is berart i kehilangan energi dan
minat dalam hi dup yang membuat penderit a menj adi orang yang mal as. Karena
penderit a schizophrenia hanya memili ki ener gi yang sedikit , mereka t i dak bisa
mel akukan hal- hal yang lain selain t idur dan makan. Perasaan yang t umpul membuat
emosi penderit a schi zophr eni a menj adi dat ar . Penderit a schizophreni a t idak memili ki
ekspresi baik dari raut muka maupun gerakan t angannya, seakan- akan dia t idak
memiliki emosi apapun. Tapi ini t idak berart i bahwa penderit a schi zophr eni a t idak bisa
mer asakan perasaan apapun. Mereka mungkin bisa menerima pemberian dan perhat ian
orang lain, t et api t i dak bisa mengekspresikan perasaan mereka.
Depresi yang t i dak mengenal perasaan ingin dit olong dan berhar ap, sel alu menj adi
bagian dari hidup penderit a schizophrenia. Mereka t i dak merasa memiliki peril aku yang
menyimpang, t idak bisa membina hubungan relasi dengan orang lain, dan t i dak
mengenal cint a. Perasaan depresi adalah sesuat u yang sangat menyakit kan. Di samping
it u, perubahan ot ak secara biol ogis j uga memberi andil dalam depresi . Depresi yang
berkelanj ut an akan membuat penderit a schizophrenia menarik diri dari lingkungannya.
Mereka selalu merasa aman bila sendirian. Dalam beber apa kasus, schi zophr eni a
menyerang manusia usia muda ant ar a 15 hingga 30 t ahun, t et api serangan kebanyakan
t erj adi pada usia 40 t ahun ke at as. Schizophrenia bisa menyerang siapa saj a t anpa
mengenal j eni s kelamin, ras, maupun t ingkat sosi al ekonomi. Diperkirakan penderit a
schi zophrenia sebanyak 1 % dari j umlah manusia yang ada di bumi.
Schizophr eni a t idak bisa disembuhkan sampai sekarang. Tet api dengan bant uan
Psi kiat er dan obat - obat an, schi zophr eni a dapat dikont rol. Pemulihan memang kadang
t erj adi, t et api t idak bisa diprediksikan. Dalam beberapa kasus, penderit a menj adi lebih
baik dari sebelumnya. Keringanan gej ala sel alu nampak dalam 2 t ahun pert ama set el ah
penderit a diobat i, dan berangsur - angsur menj adi j arang set elah 5 t ahun pengobat an.
Pada umur yang lanj ut , di at as 40 t ahun, kehi dupan penderit a schizophr enia yang
diobat i akan semakin baik, dosis obat yang diberikan akan semakin berkurang, dan
frekuensi pengobat an akan semakin j arang.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 147
64. Mengenal Aphasia
Aphasia adalah kehil angan kemampuan unt uk berbicara dan mengert i pembicaraan
karena kelainan pada ot ak. Anak yang menderit a Aphasia sej ak lahir mengalami
kesulit an dengan bahasa ucapan. Mereka yang Recept ive Aphasi a mempunyai kesulit an
yang parah dalam mengert i kat a-kat a dan mengert i percakapan. Anak dengan Execut ive
Aphasia dapat mengert i dengan cukup baik t et api mempunyai kesulit an membuat kat a-
kat a unt uk dirinya sendiri. Anak yang Recept i ve Aphasia kelihat annya dapat
membingungkan dengan anak yang aut ist ic khususnya bila mereka sudah sama- sama
remaj a karena mereka j uga cenderung unt uk mengabaikan suara dan menj adi anak
yang menyendiri. Anak yang Execut ive Aphasia biasanya lebih responsif dan lebih
memasyarakat , t api mereka memiliki kesulit an yang sama dengan anak yang aut ist ic
dalam meni rukan gerakan orang lain dan dalam berbicara. Kedua kelompok anak yang
menderit a aphasia ini berbeda dengan anak yang aut ist ic dalam hal dimana mereka
menggunakan mat a unt uk membant u memahami duni a, dan mer eka dapat
berkomuni kasi dengan baik dengan menggunakan cara non- verbal ( t anpa kat a- kat a) .
Mungkin j uga diket emukan anak yang aphasia dengan cacat t ambahan yang sangat
mi rip dengan anak yang aut ist ic. Recept ive dan execut i ve aphasia merupakan dua dari
sekian banyak kekur angan- kekur angan yang muncul pada anak yang aut ist ic. Aphasi a
dan aut i sm saling membayangi sat u sama lain, sehingga sangat sulit unt uk mengat akan
dalam kel ompok yang mana seorang anak harus dit empat kan.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 148
65. Gejala & Penyebab Stress
St ress adalah reaksi t ubuh t erhadap sit uasi yang t ampak berbahaya at au sulit . St res
membuat t ubuh unt uk memproduksi hormone adrenaline yang berfungsi unt uk
mempert ahankan diri. St res merupakan bagian dari kehidupan manusi a. St res yang
ri ngan berguna dan dapat memacu seseorang unt uk berpikir dan berusaha lebih berpiki r
dan berusaha lebih cepat dan keras sehingga dapat menj awab t ant angan hi dup sehari-
har i. St res ringan bisa mer angsang dan memberikan rasa lebih bergairah dalam
kehidupan yang biasanya membosankan dan rut in. Tet api st ress yang t erlalu banyak dan
berkelanj ut an, bila t idak dit anggul angi, akan berbahaya bagi kesehat an.
Gej al a- gej al a
• Menj adi mudah t ersinggung dan marah t erhadap t eman, keluarga dan kolega.
• Bert indak secar a agresif dan defensif
• Merasa selalu lelah.
• Sukar konsent rasi at au menj adi pelupa.
• Palpit asi at au j ant ung berdebar- debar.
• Ot ot - ot ot t egang.
• Sakit kepal a, perut dan diare.
Kompl i k asi
• Tekanan darah t inggi dan serangan j ant ung.
• Sakit ment al, hyst eria.
• Gangguan makan sepert i hil ang naf su makan at au t erl alu banyak makan.
• Ti dak bisa t idur (insomnia) .
• Migren/ kepala pusing.
• Sakit maag.
• Ser angan asma yang t ambah berat .
• Ruam kulit .
Peny ebab
• Kej adian hidup sehari- hari baik gembi ra dan sedih sepert i:
- Menikah/ mempunyai anak.
- Mulai t empat kerj a baru/ pindah rumah/ emigrasi.
- Kehilangan orang yang dicint ai baik karena meninggal at au cerai .
- Masalah hubungan pribadi .
• Pelaj aran sekolah maupun peker j aan yang membut uhkan j adwal wakt u yang
ket at , dan at au beker j a dengan at asan yang keras dan kurang pengert ian.
• Ti dak sehat .
• Lingkungan sepert i t erlalu ramai , t erlalu banyak orang at au t erlalu panas dalam
rumah at au t empat kerj a.
• Masalah keuangan sepert i hut ang dan pengeluaran di luar kemampuan.
• Kur ang percaya diri, pemalu
• Terl alu ambisi dan bercit a- cit a t erlalu t inggi.
• Perasaan negat if sepert i rasa bersalah dan t idak t ahu cara pemecahannya,
frust asi.
• Ti dak dapat bergaul, kurang dukungan kawan.
• Membuat keput usan masal ah yang bisa merubah j alan hidupnya at au dipaksa
unt uk merubah nilai -nil ai/ prinsip hidup pri badi. Yang dapat anda lakukan
Bagai mana mencegah st r ess ?
• Lihat / ukur kemampuan sendir i. Belaj ar unt uk menerima apa adanya dan
mencint ai diri sendiri.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 149
• Temukan penyebab perasaan negat if dan belaj ar unt uk menanggulanginya.
Jangan memperberat masalah dan coba unt uk sekali- kali mengalah t erhadap
orang lain meskipun mungkin anda di pihak yang benar.
• Rencanakan perubahan- perubahan besar dalam kehidupan anda dalam j angka
lama dan beri wakt u secukupnya bagi diri anda unt uk menyesuaikan dari
perubahan sat u ke yang lainnya.
• Rencanakan wakt u anda dengan baik. Buat daft ar yang harus dikerj akan sesuai
priorit as.
• Buat keput usan dengan hat i -hat i . Pert imbangkan dengan masak- masak segi baik
at au buruk sebelum memut uskan sesuat u.
• Bi arkan orang lain ikut memikir kan masalah anda. Cerit akan kepada pasangan
hi dup, t eman, supervisor at au pemimpin agama. Mereka mungkin bisa membant u
mel et akkan masalah anda sesuai dengan proporsinya dan menawarkan cara- cara
pemecahan yang berguna.
• Bangun suat u si st im pendorong yang baik dengan cara banyak bert eman dan
mempunyai keluarga yang bahagia. Mereka akan sel alu bersama anda dalam
set iap kesulit an.Jaga kesehat an, makan dengan baik, t idur cukup dan lat ihan
olahr aga secara t erat ur.
• Rencanakan wakt u unt uk rekreasi.
• Tehnik relaksasi sepert i napas dalam, medit asi at au pij at an mungkin bisa
membant u menghil angkan st ress.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 150
66. Mengatasi Migren pada Anak
Migren ternyata bukan hanya sering diderita orang dewasa, tapi juga merupakan jenis sakit
kepala yang sering diderita oleh anak. Dan banyak obat-obatan yang biasanya digunakan
untuk mengobati migren pada orang dewasa, saat ini dapat juga menyembuhkan dengan baik
pada anak-anak dan remaja.
Hal ini diungkapkan pakar pada pertemuan tahunan American Headache Society. Beberapa
penelitian klinis menunjukkan bahwa obat-obatan tertentu bisa bekerja dengan baik pada
orang dewasa, maupun anak-anak.
Walaupun obat penghilang sakit yang sederhana seperti asetaminofen (parasetamol), asam
salisilat (aspirin), dan naproksen biasanya dapat membantu menghilangkan gangguan migren,
tapi para orangtua tetap dianjurkan untuk segera mencari bantuan jika sakit kepala pada anak
mereka berlangsung lebih dari 4 jam dan bila pengobatan sederhana tidak juga meredakan
sakit dalam waktu 2 jam. Dan perlu dihindari efek rebound karena pemakaian obat yang
berlebihan sehingga memicu sakit kepala itu sendiri.
Pengobatan lain, tanpa obat-obatan seperti penanganan stres dan biofeedback (mengatur
kondisi badan melalui pikiran), seringkali mengurangi sakit baik secara tersendiri maupun
dikombinasikan dengan obat-obatan.
Makan dan tidur secara teratur dan banyak berolahraga akan banyak membantu. Dan
pendidikan melalui pengertian juga amat penting, biarkan anak mengetahui apa itu sakit
kepala, dan tidak ada yang salah pada otaknya.
Para orangtua perlu menyadari bahwa depresi dan kecemasan dapat menjadi penyebab
timbulnya migren pada anak-anak. Tidak diketahui apakah gangguan-gangguan psikologi ini
dikarenakan oleh sakit kepala atau apakah gangguan itu yang menyebabkan timbulnya
migren.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 151
67. Metode Alternatif Atasi Rasa Takut
Sel ai n bi sa j adi obat muj ar ab mengat asi r asa t ak ut , ber mai n per an ( r ol e pl ay)
j uga mer an gsang i maj i nasi dan k emampuan ver bal si pr asek ol ah.
"I buuu...ada ayam, aku t akut ! " j erit Susan, seorang bocah prasekol ah sambil berlar i
kencang dan mencoba berlindung di belakang ibunya saat melihat hewan pelihar aan
t et angganya melint as di depannya. "Ah...masa udah gede t akut sama ayam. Kamu, kan,
suka makan ayam?" goda si ibu.
Memang umumnya rasa t akut pada anak muncul karena anak sering dit akut - t akut i.
Umpamanya dengan ucapan, "Awas, lo, kalau masih nangis t erus dan enggak mau diem,
nant i kamu dipat uk ayam." At au "Pokoknya, kalau makannya enggak habis, Mama
panggilin dokt er biar nyunt ik kamu! "
Memang, sih, met ode semacam ini amat t okcer unt uk "memaksa" anak mau menur ut i
keinginan orang t uanya. Alhasil , anak selalu t akut j ika melihat bahkan mendengar suar a
sosok siapa pun at au binat ang yang baginya t elanj ur dianggap menyeramkan. Padahal
sosok maupun binat ang yang selama ini dianggap menakut kan si kecil t ersebut
sebet ulnya sama sekali t ak berbahaya. "I t ul ah akibat yang mest inya dicermari kalau
orang t ua hanya mencari j alan pint as dengan cara menakut - nakut i anak,".
Bent uk ekspr esi ket akut an it u sendiri bisa macam- macam. Bi asanya lewat t angisan,
j eri t an, bersembunyi at au t ak mau lepas dari orang t uanya. Unt ungnya, sepert i
dij el askan, rasa t akut ini akan hil ang dengan sendir inya seiring dengan berj alannya
wakt u. "Saat anak merasa aman dengan dir inya sendiri maupun lingkungannya,
hil anglah rasa t akut t adi . Tent u saj a perlu dukungan orang t ua."
Yang j adi masal ah adalah bila rasa t akut mengendap dan t ak t er at asi sehingga
berpengaruh pada akt ivit as sehari -hari anak. "Bahkan bisa mengarah j adi ket akut an
yang bersif at pat ol ogis. Malah bisa fobi a ali as ket akut an berlebih karena pernah
mengalami kej adian t ert ent u." Misalnya, gara-gara t akut t ikus, t i ap kali melihat hewan
it u, ia akan menj erit ket akut an. "Tapi umumnya j arang muncul pada anak bat it a, kok,"
BERI MAJI NASI LEWAT ROLE PLAY
Bermain peran, menj adi sat u sat u cara yang cukup efekt if unt uk mengat asi rasa t akut
anak. Dalam permainan ini si anak memerankan sosok yang selama ini dianggap
menakut kannya. Ket akut an yang bercokol dalam diri si kecil dimanifest asikan melalui
cara ini, hingga diharapkan dia t ak memiliki rasa t akut lagi di kemudi an hari.
Ber main peran j uga dapat membuat anak pandai berimaj inasi karena memerankan
sosok yang bukan dir inya. Misalnya, dia mengkhayalkan dirinya menj adi dokt er yang
menurut nya t ermasuk sosok menyeramkan. Melalui cara ini, anak belaj ar berempat i
pada posisi orang lain. Sel ain belaj ar bereksplorasi dan berimaj inasi sert a meningkat kan
kemampuan verbal, dengan bermain peran anak j uga diharapkan dapat mengat asi rasa
t akut dalam dirinya.
Berikut ini rasa t akut yang banyak dialami anak dan cara mengat asinya dengan cara
bermain peran:
1. Tak u t Dok t er
Anak biasanya t akut dokt er karena pengal amannya pernah disunt ik yang t ernyat a
rasanya cukup menyakit kan bagi mereka. Maka t ak heran, baru memasuki ruangan
dokt er at au melihat peral at an sampai mencium "bau" obat nya saj a, anak sudah
menj erit - j erit at au menangis hi st eris. Apalagi kal au saat diperiksa dan disunt ik.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 152
Penyebabnya selain karena punya pengal aman t raumat ik, bisa j adi ia dulu kenyang
dit akut - t akut i bakal disunt ik dan sebagainya oleh orang t uanya.
* Cara mengat asinya:
Anak memainkan peran sebagai dokt er, sedangkan orang t ua at au kakak/ adik berpur a-
pur a menj adi pasiennya. Gunakan mainan berbent uk alat - alat yang biasa digunakan
dokt er, sepert i st et oskop. Biarkan anak berekspl orasi dan berimaj inasi memerankan
dokt er yang sedang memeriksa pasi en.
Secara t ak langsung, anak menj adi t ahu bagaimana cara dokt er menghadapi pasien-
pasi en yang t akut diperiksa. Semisal dengan cara menenangkannya, "Jangan t akut , ya,
Bu- Pak. Saya cuma periksa sebent ar aj a, kok. Kalaupun harus disunt ik, enggak sakit ,
kok. Kan, supaya lekas sembuh." Dengan berpur a- pur a memberikan nasihat sepert i it u,
bukan t i dak mungkin sosok dokt er j ust ru menari k minat nya dan malah bercit a- cit a
menj adi dokt er .
2. Tak ut pada or ang yang bar u di k enal
Tak j arang anak- anak t ampak t akut pada orang yang pert ama kali dit emuinya. Dia akan
berusaha menj aga j arak, apalagi orang yang menghampirinya it u berwaj ah kur ang
"bersahabat ". Yang j uga kerap t erj adi, orang t ua t erkesan berlebih saat menasihat i
anaknya unt uk t idak t erlalu akrab dengan orang yang t idak dikenal. "Awas, kamu j angan
deket - deket sama orang yang enggak kamu kenal. Bisa- bisa kamu nant i diculi k, lo! "
Memang, sih, ada segi posit i fnya bila orang t ua senant i asa want i- want i si kecil agar
waspada t erhadap orang lain at au yang baru dikenalnya. Tapi t ent unya bukan dengan
cara berlebihan yang menyebabkan si kecil mal ah sel alu ket akut an pada orang lain.
* Cara mengat asinya:
Aj ak anak bermain t amu- t amuan. I kut kan pul a t eman- t emannya. Posisi kan dia unt uk
bergant ian memainkan peran sebagai t amu yang berkunj ung ke rumah orang lain, at au
sebagai nyonya rumah yang kedat angan t amu. Bermain peran unt uk mengiki s rasa t akut
pada orang lain j uga bisa dilakukan dalam berbagai sit uasi, sepert i di t oko, sekolah dan
t empat keramaian lainnya.
3. Tak ut Bi nat ang
Adal ah hal yang waj ar bil a anak t akut pada binat ang yang baru pert ama kali dilihat nya.
Apal agi bil a hewan it u kelihat annya buas dan menyeramkan. Hanya saj a sungguh
sayang bila orang t ua t ak berusaha menj el askan dan memper kenalkan anak pada
binat ang- binat ang yang dit emuinya t adi . Sepert i mengaj aknya mengelus- elus bulu
kucing at au memberi makanan pada induk ayam dan anak- anaknya. Sangat t idak
bij aksana pul a j ika orang t ua malah menambah rasa t akut anak pada binat ang yang
sebenarnya relat if t ak membahayakan. "Awas, j angan dekat - dekat , nant i kamu dicakar
kucing."
* Cara mengat asinya:
Anak bermain peran sebagai sosok pemandu/ pelat ih sirkus yang sehari- hari melat ih
binat ang. I ni akan menyadarkan anak bahwa binat ang pada dasarnya bisa dilat ih unt uk
menurut dan diaj ak bekerj a sama. Cara lain adalah dengan bermain sandiwar a di
panggung yang menggelar cerit a t ent ang hewan- hewan sebagai sahabat manusia.
4. Tak ut Hant u
Banyaknya t ayangan t elevisi yang menyaj ikan program acara bert aj uk cerit a hant u t ak
ayal ikut mempengaruhi kadar rasa t akut anak- anak. I r oni snya, t ak sedikit orang t ua
yang menj adikan cerit a hant u ini sebagai "senj at a" unt uk menakut i- nakut i si kecil.
Meski pun rasa t akut pada hant u bisa saj a t erj adi akibat fakt or "genet i k" berupa sikap
penakut dari orang t uanya.
* Cara mengat asinya:
Anak bermain peran sebagai hant u yang sel alu membant u orang yang kesulit an sepert i
fi lm/ buku cerit a Casper. At au bisa j uga berper an sebagai penyihir yang baik hat i . Jadi ,
anak mempersepsikan hant u bukan sebagai sosok yang menakut kan.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 153
5. Tak ut Sek ol ah
Anak yang pert ama kali masuk TK awalnya t akut beradapt asi dan bersosiali sasi dengan
guru dan t eman- t eman barunya. Terlebih bil a orang t ua j uga t ak berusaha
memperkenalkan si kecil pada t emannya.
* Cara mengat asinya:
Sebelum didaft arkan masuk TK, anak diaj ak bermain sekolah- sekolahan. Anak bermain
peran sebagai murid at au guru. Saudara sepupu si kecil at au t et angganya yang seusia
bisa dili bat kan unt uk berpura- pur a sebagai muri d. Sehingga anak t ak t akut dan t ak
canggung lagi di hari pert amanya masuk TK.
6. Tak ut Ber pi sah ( SEPARATI ON ANXI ETY)
Anak cemas harus berpisah dengan orang t erdekat nya. Terut ama ibunya, yang selama 3
t ahun pert ama menj adi figur paling dekat . Figur ibu, t ak selalu harus berart i ibu
kandung, melainkan pengasuh, kakek- nenek, ayah, at au siapa saj a yang memang dekat
dengan anak.
Kel ekat an anak dengan sosok ibu yang semula t erasa amat kent al, biasanya akan
berkurang di t ahun- t ahun berikut nya. Bahkan di usia 2 t ahunan, kala sudah
bereksplorasi, anak akan melepaskan diri dari ket erikat an dengan ibunya. Just ru akan
j adi masalah bila si ibu kel ewat melindungi/ overpr ot ekt if at au hobi mengat ur segala hal,
hingga t ak bisa mempercayakan anaknya pada orang lain.
Perl akuan semacam it u j ust ru akan membuat kel ekat an ibu- anak t erus bert ahan dan
akhir nya meni mbulkan kelekat an pat ol ogis sampai si anak besar. Akibat nya, anak t ak
mau sekolah, gampang nangis, dan sulit dibuj uk saat dit inggal ibunya.Bahkan si ibu
beranj ak ke dapur at au ke kamar mandi pun, dii kut i si anak t erus. Repot , kan? Belum
lagi ia j adi susah makan dan sulit t idur j ika bukan dengan ibunya.
* Cara Mengat asinya:
Jel askan pada si kecil, mengapa ibu harus pergi/ bekerj a. Begit u j uga penj elasan t ent ang
wakt u meski anak usia ini belum sepenuhnya mengert i alias belum t ahu persis kapan
pagi, siang, sore, dan mal am sert a pengert ian mengenai berapa lama masing- masing
t enggang wakt u t ersebut . Akan sangat memudahkan bila orang t ua menggunakan
bahasa yang mudah dimengert i. Semisal, "Nant i , wakt u kamu makan sore, I bu sudah
pul ang." Jika t ak bisa pulang sesuai wakt u yang dij anj ikan, beri t ahu anak lewat t elepon.
Sebab, anak akan t erus menunggu dan ini j ust ru bisa menambah rasa t akut anak. I a
akan t erus cemas bert anya-t anya, kenapa sang ibu belum dat ang
7. Tak ut Gel ap
Bi asanya j uga gara- gara orang t ua. "Mama t akut , ah. Lihat , deh, gelap, kan?" Takut
pada gel ap bisa j uga karena anak pernah dihukum dengan dikurung di ruang gelap. Bila
pengalaman pahit it u begit u membekas, bukan t idak mungkin rasa t akut nya akan
menet ap sampai usia dewasa. Semisal keluar keringat dingin at au mal ah j adi sesak
napas set iap kali berada di ruang gelap at au menj erit - j erit kala list rik mendadak padam.
* Cara Mengat asinya:
Saat t idur malam, j angan biarkan kamarnya dalam keadaan gelap gulit a. Paling t idak,
biar kan lampu t i dur yang redup t et ap menyala. Cara lain, biar kan boneka at au benda
kesayangannya t et ap menemaninya, seolah bert indak sebagai penj aganya hingga anak
t ak perlu t akut .
8. Tak u t Ber enang
Sangat j arang anak usia bat it a t akut air. Kecuali kal au dia pernah mengalami hal t ak
mengenakkan semisal t ersedak at au mal ah nyaris t enggelam saat berenang hingga
hi dungnya banyak kemasukan air.
* Cara Mengat asinya:
Lakukan pembiasaan secara bert ahap. Semisal, awalnya biarkan anak sekadar
merendam kakinya at au menciprat - ciprat kan air di kolam mainan sambil t et ap
mengenakan pakai an renang. Bisa j uga dengan memasukkan anak ke klub renang yang
dit angani ahlinya. At au dengan sering mengaj aknya berenang bersama dengan
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 154
saudara/ t eman-t eman seusi anya. Tent u saj a sambil t erus didampingi dan dibangun
keyakinan dirinya bahwa berenang sungguh menyenangkan, hingga t ak perlu t akut .
Kalaupun anak t et ap t akut , j angan pernah memaksa apalagi memarahi at au melecehkan
rasa t akut nya. Semisal, "Payah, ah! Berenang, kok, t akut ! "
BERKEMBANG JADI FOBI A
J ika sej ak kecil anak selalu t akut , sement ara t ak ada dorongan dari orang t ua unt uk
mengat asi rasa t akut t ersebut , t idak t ert ut up kemungkinan ket akut annya bisa
berkembang menj adi fobi a/ t akut yang berlebihan. "Kalau t ak diant isipasi, bisa menj adi
sesuat u yang menghambat segalanya. Ke mana- mana t akut , hingga j iwanya j uga t ak
berkembang,".
Padahal sebagai orang t ua harusnya t ahu bahwa anak membut uhkan rasa aman dan
nyaman. Bila lingkungan malah membuat anak makin merasa t akut , maka j angan har ap
bakal t ercipt a rasa aman dan nyaman. Kel ak j ika suasana t akut it u t erus- menerus
"dipeli hara", j ust ru proses bermain dan belaj ar si anak akan t erganggu j uga.
Sel ain karena lingkungan yang t ak mendukung anak unt uk mengat asi rasa t akut nya,
t ernyat a penelit ian j uga menunj ukkan bahwa fobi a it u "dit ular kan" oleh orang t ua,
t erut ama sang ibu. Pasalnya, sosok ibu lebih memiliki kedekat an emosional dengan si
anak dari pada dengan ayah. Cont oh konkret , bil a ibu t akut pada suasana gel ap, maka
secara ot omat is bila kondisi it u muncul, ibu secara spont an akan mencengkeram t angan
si kecil . Dengan kat a lain bisa membuat anak ikut -ikut an t akut .
Nah, unt uk menghil angkan fobia t akut ini dibut uhkan proses dan lat i han. Yang pat ut
diperhat ikan, ket akut an ir asi onal ini bisa menggeneralisasi ali as bisa berdampak sangat
luas dan parah. Misalnya, anak yang t akut ayam, j angankan bert emu dengan hewan
pet elur it u, mendengar suara ayam berkot ek saj a sudah bergi dik. At au cont oh lain j ika di
masa kecilnya sel alu dit akut - t akut i buaya, melihat cicak yang memiliki kemi ripan dengan
buaya past i sudah mampu membuat nya t akut .
Kasus yang cukup parah adalah seoarang anak yang secara t ak sengaj a menyaksikan
ki lat an pet ir di siang hari diiringi suara yang menggelegar sehingga membuat nya
t erkej ut bukan kepalang. Apa akibat nya? Dia t akut pada suasana si ang hari. Anak it u
memint a orang t uanya unt uk menut up rapat j endela sekali gus gordennya sert a t ak
boleh ada nyala lampu di rumahnya. Si anak j ust ru senang pada suasana gel ap karena
dia beranggapan j ika gelap gulit a t akkan ada pet ir . Dampak yang paling parah,
sepanj ang hari dia t erus menut up t elinganya meskipun t ak ada mendung at au huj an
yang rawan muncul pet ir bersahut an. "Generalisasinya bisa sangat luas,".
Bagi anak yang t akut dokt er, perasaan ini dapat t ergeneralisasi pada hal- hal lain yang
memang masih berhubungan. Umpamanya, mel ihat orang yang berbaj u put ih saj a dia
akan ket akut an. At au ket ika mendengar orang yang menyebut kan kat a "dokt er", ia
langsung berdebar - debar meski t ak ada sangkut paut dengan dirinya. Tak heran begit u
masuk ruang periksa at au bert emu dengan dokt er dalam sosok yang nyat a, past ilah dia
menj erit - j erit dan menangis ket akut an.
PERAN AKTI F ORANG TUA
Menurut lit erat ur , anak usia prasekolah mulai menget ahui sesuat u at au sosok yang
menakut kan dari buku- buku cerit a sepert i dongeng at au melalui video, film kart un dan
t ayangan t elevisi lainnya yang bert ubi- t ubi. Misalnya saj ian bert opik kriminalit as at au
ki sah- kisah bernuansa mi st eri/ hant u.
Kebi asaan menakut i- nakut i anak sudah saat nya dit inggalkan. Mest inya orang t ua
menyadari efek berkepanj angan yang bisa dit imbulkan. Kalaupun anak susah diat ur, t ak
ada sal ahnya mencari cara lain yang lebih bij ak. Yang past i , j angan sampai mengusik
rasa aman dan nyaman si prasekolah. Orang t ua j uga seyogyanya menj adi sosok
t el adan bagi si kecil . Art inya, bila ibu/ bapak sendiri adalah seorang yang penakut , maka
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 155
j angan heran bil a sifat ini "menular" pada anak. Jadi, set akut apa pun, orang t ua harus
berupaya unt uk t ampil yakin dan t et ap t enang, t erut ama ket ika berada di hadapan anak.
Usaha lainnya adalah mencoba membangun sikap posit i f. Misalnya, memberikan
penj elasan kepada anak bahwa sosok dokt er it u baik hat i dan pint ar. Alhasil, rasa t akut
anak t erhadap dokt er, klinik, at au rumah sakit berangsur- angsur bisa t erkikis bahkan
lenyap.
Ada baiknya pul a orang t ua meluangkan wakt u unt uk mendengarkan dengan t elinga dan
hat i , apa gerangan yang dit akut kan anak. Tent unya t ak sekadar menyimak pembicaraan
si kecil , beril ah dukungan yang posit if dan penj el asan yang menenangkan agar anak
dapat mengat asi rasa t akut nya.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 156
68. Ih. . . , Keci l -Keci l "Lat ah"
Arahkan anak agar hanya mencont oh perbuat an yang posit if saj a. Jika pada perilaku
negat i f, segera cegah dan beri penj el asan.
M el ihat t emannya menangis, eh, si balit a kit a, kok, lat ah ikut menangis. Begit u j uga
kal a ada sebayanya yang t ert awa gembi ra, si kecil pun ket ul aran t ert awa pul a. Tak perlu
bingung at au berpikir ia sudah punya sikap solidarit as yang t inggi, karena di usia balit a,
anak t engah memasuki fase peniruan.
Peri laku menir u menj adi pent i ng karena dari proses belaj ar ini kogni sinya akan
berkembang semakin opt imal . I t ulah sebabnya, anak pun t erkesan "lat ah" dengan
senang meniru perilaku orang lain. Secara umum lat ah sendiri dibedakan menj adi dua.
Lat ah t erhadap kat a-kat a dan lat ah t erhadap peril aku. Sement ara kasus di at as adalah
lat ah perilaku.
ANEKA PENYEBAB
Penyebab anak menj adi lat ah, bisa disebabkan berbagai fakt or. Sal ah sat unya, rasa
senang yang diakibat kan oleh perilaku peniruan t ersebut . Misal, saat anak meniru anak
lainnya memukul-mukul mej a, awalnya t anpa sadar ia melakukannya karena melihat
t emannya memukul- mukul mej a, t api lambat laun anak j uga menemukan kesenangan
dari kegi at an t ersebut . Saat t angannya ikut bergerak, pukulannya mengeluarkan bunyi
yang membuat anak senang dan bergembira.
Sel ain it u, fakt or perhat ian pun bisa menj adi pemicu anak menj adi lat ah. Ent ah
perhat i an it u berbent uk puj i an, t ert awaan, at au hal- hal lain yang bisa menyenangkan
anak. Misal, saat anak mencoba meniru peril aku kakaknya yang suka menggaruk- garuk
kepal a, orang t ua at au orang lain yang menyaksikannya t ert awa t erpingkal- pingkal at au
minimal menyunggingkan senyuman. Nah, dengan t ert awaan at au senyuman t adi anak
mer asa menj adi pusat perhat ian, dan ia akan t erus mempert ahankan sikap peniruan
t adi.
Orang- orang yang ker ap dij adikan model t iruan adalah orang- orang yang dekat dengan
si anak at au orang- orang yang sering bert emu dan bermain dengannya, ent ah it u t eman
bermain sebaya, saudara sepupu, orang t ua, pengasuh, at au bahkan t et angganya. Anak
akan mengident ifikasi , merekalah t eman- t emannya. "Karena int ensit as pert emuan,
hubungan anak- anak menj adi semakin akrab. Tak heran, j ika anak it u akan meniru
t eman dekat nya it u, t ak peduli si apa pun dia."
Hanya saj a, anak usia bat it a belum lagi t ahu art i soli darit as sesama t eman. Saat
t emannya menangis aki bat dir ebut mainannya oleh sang kakak, misalnya, ia hanya
ref leks meniru t angisan sang t eman t ersebut , bukannya karena ia merasakan
ket idaknyamanan yang sama.
Jika pun anak langsung memukul si pengganggu, bukan j uga berart i anak sudah
memiliki empat i t erhadap si korban, t api lebih karena ia mendapat ket idaknyamanan
aki bat t indakan yang dit imbulkan oleh si kakak t adi . Dengan si kakak merebut mainan
hingga sang t eman menangis, maka secara ot omat i s si anak t i dak bisa bermain- main
dengan t emannya lagi . Ol eh karena it u anak t ergerak secara refleks unt uk mengusir si
kakak at au memukulnya.
BAI K BURUKNYA TERGANTUNG PENI RUAN
Bai k buruknya anak bersikap lat ah t erhadap sang t eman t ergant ung apa yang dit i runya.
Jika sifat nya negat if, maka orang t ua harus segera menghent ikan dengan memberinya
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 157
penj elasan kepada anak. Sebaliknya, j ika yang dicont oh adalah hal- hal posit i f, maka
orang t ua j ust ru har us memberikan dukungan agar anak t erus mel akukan hal it u.
I kut - ikut an menangis t ermasuk perilaku yang t ak pat ut dit i ru. Bukannya karena
menangis ini melul u bersif at negat if, t api set iap ekspresi j iwa harus ada sebab
musababnya, t idak uj ug- uj ug dilampiaskan saat melihat anak lain melakukannya. Jadi,
j elaskan pada anak, "Kenapa, kok, kamu menangis? Kamu ikut - ikut an t emanmu it u, ya?
Temanmu menangis karena mainannya direbut . Mainanmu, kan, masih ada. Karena it u,
kamu t idak usah ikut - ikut an menangis." Demikian j uga j ika si anak mendadak marah,
"Kamu j angan ikut - ikut an marah sepert i t emanmu, ya. Temanmu marah karena
diganggu oleh kakaknya. Kamu sendiri, kan, t idak diganggu."
Manf aat yang bisa diambil dari hal ini adalah anak bel aj ar unt uk mengungkapkan at au
mengenali emosinya dengan sehat . Anak akan t ahu, kapan dia harus menangis, sedih
at au marah, besert a penyebabnya.
Tent unya, orang t ua j uga j angan sekali- kali memberikan respon posit if saat anak
mel akukan imit asi t erhadap perilaku negat if t eman- t emannya. Respon sepert i
menert awakan at au memberikan senyuman akan dit anggapi anak dengan t erus-
menerus melakukan perbuat an imit asi t ersebut . Namun, set iap lar angan haruslah
dilanj ut kan dengan alasaan yang menj elaskan at au pengarahan. Tanpa it u, anak t ak
bakalan mengert i.
Sebaliknya, beri dukungan bahkan rewards bil a anak meni ru hal - hal posit i f. Misal, saat
anak mencont oh t emannya yang membagikan kue miliknya, orang menanggapi dengan
koment ar, "Kamu belaj ar sepert i it u dari t emanmu, ya? I bu senang melihat nya, nant i
I bu kasih kue lagi, yang enak."
CONTOH WAJAR
Mengarahkan anak unt uk melakukan peniruan pada hal- hal yang posit if saj a bisa
dilakukan sambil kit a menunj ukkan sifat dan kebi asaan baik. Bagaimanapun, anak akan
mel akukan imit asi t erhadap orang yang paling dekat dengan dirinya, yait u orang t ua.
Anak akan meniru semua sikap dan t ut ur kat a kit a, t idak peduli apakah si fat it u posit if
at au negat if. Jadi, berhat i -hat ilah t erhadap sifat dan kebiasaan- kebiasaan buruk j ika kit a
t ak ingin si kecil mencont ohnya. Tent unya, beri cont oh yang waj ar, t ak perlu dibuat -
buat .
Orang t ua mungkin saj a sibuk bekerj a, t api j angan j adikan hal it u sebagai alasan unt uk
t i dak mengaj ari anak akan hal- hal posit if . Mengakalinya, mint alah kepada pengasuh
anak kit a unt uk menj elaskan hal at au kebiasaan- kebiasaan apa saj a yang harus
dit anamkan kepada anak, dan mana yang t idak. Jadi, meski orang t ua hanya punya
sedi kit wakt u bersama anak, si kecil akan t et ap mengacu pada orang t ua sebagai model
imit asinya melalui si pengasuh. Bukan t ak mungkin anak akan menegur t eman yang
dinil ainya t i dak sopan dengan membawa- bawa nama kit a, "Lo, kok, kamu makannya
dibuang- buang. Kat a Bunda, it u enggak baik."
I MI TASI I DENTI FI KASI
Proses imit asi at au peniruan pada usia bat it a akan dilanj ut kan ke proses ident ifikasi
pada usia prasekolah. Jadi waspadal ah, karena di usia ini berart i anak sudah siap
menuj u proses berikut nya. "I a bukan hanya akan mengambil gaya bicara dan t ingkah
laku kit a, t api j uga pada karakt erist i k kit a sebagai manusia dewasa."
Nant inya, anak t i dak hanya membeo apa saj a yang kit a lakukan, t api j uga
menj adikannya sebagai bagian dari dir inya. "I a merasa dirinya adalah orang at au model
yang dit i runya. I a percaya, ia mampu mel akukan apa saj a yang dilakukan si model.
Dalam kehidupan sehari- hari, ia mengambil semua yang melekat pada diri model. I a
akan meniru cara si model makan, berpakaian, gaya berbicara, dan bert ingkah laku.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 158
Bahkan karakt erist ik, kepercayaan/ keyakinan, dan nil ai- nil ai orang t ersebut j uga akan
diambilnya. I t ulah yang dalam psikologi dikenal sebagai proses ident ifikasi."
I dent ifikasi merupakan proses alamiah, at au bagian dari perkembangan kepribadian
set iap anak. Tent u dengan keuni kan masing- masing."
SUDAH BI SA MEMI LI H TEMAN
Meski anak usia bat it a belum pandai bersosiali sasi, t api mereka sudah bisa memilih
t eman yang cocok baginya, lo. Anak akan memilih t eman- t eman yang dir asa bisa
membuat nya nyaman saat bermain. Teman- t eman, baik it u yang sebaya at au yang lebih
dewasa, j ika sikapnya dianggap t idak menyenangkan, sepert i galak at au kerap
memukul , past i dij auhi anak.
Nah, saat bermain it ulah kadang t erj adi "t r ansfer " sif at at au karakt er. Anak- anak bisa
meni ru at au bersikap lat ah t erhadap sikap t eman- t eman bermainnya. Anak yang
mulanya bersifat pendiam, bisa mendadak agresif. Jika marah dia menggigit at au
mel empar- lempar barang, mi salnya. Bisa j uga t erj adi sebaliknya, anak- anak yang
t adinya t erlihat akt if dan ceria, mendadak pendi am set elah lama bergaul dan bermain
dengan anak- anak pendiam dalam j angka wakt u lama.
"Karakt er anak sej ak bat it a memang sudah mulai t erlihat . Ada anak t ipe sulit yang
menangis melulu dan ogah diat ur; ada anak t ipe mudah yang gampang diat ur dan
si fat nya pendiam; dan ada anak- anak yang memiliki sifat gabungan dari dua karakt er
t adi . "Karakt er anak bisa berubah t ergant ung sit uasi dan kondisi, sert a lingkungan yang
mempengaruhinya. Sal ah sat u fakt or lingkungan yang mempengar uhinya adalah orang-
orang yang dekat dengan si anak. "Biasanya makin lama dan banyak pengal aman,
makin t erbent uk karakt er pri badi aslinya."
Nah, orang t ua sebagai orang yang t erdekat har us berper an sebagai "penyaring". Kalau
peril aku anak t ernyat a sudah kelewat an, sepert i suka berbicar a kasar dan j orok, orang
t ua mest i memberikan pengarahan. Jelaskan, it u bukanlah cara yang baik dan t i dak
pat ut dicont oh. Selain it u, berilah cont oh konkret cara berbi cara yang sopan dan sant un.
Jika t idak, maka perilaku it u akan t erus t erbawa hingga anak beranj ak dewasa dan ia
akan t umbuh dengan karakt er yang buruk.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 159
69. Si Kecil Takut Pada Ayahnya
Tak perlu khawat ir, asalkan kedua orang t ua t et ap kompak dalam menerapkan nilai- nilai
dan disiplin pada anak.
"Wal au saya sudah ngomel- ngomel unt uk mel arangnya, dia t et ap saj a melakukannya,
seol ah t ak memperhat ikan dan t ak dengar . Lain hal kalau ayahnya yang melarang, baru,
deh, didengar. Bahkan sampai menangis segal a," ungkap seorang ibu perihal put rinya
yang berusi a 2 t ahun dan t ak pernah "t akut " padanya.
Pengalaman ini rasanya t ak asing bagi kaum ibu yang punya anak bat it a, bukan? Wal au
ki t a marah habis- habisan, t api, kok, anak adem- ayem saj a ali as t ak ada t akut nya. Lain
hal j ika sama ayahnya, baru diperingat i sedikit saj a at au baru sekali saj a diperingat i,
anak bisa langsung diam, kadang menekukkan waj ahnya karena t akut .
Memang, umumnya anak t akut pada ayah. "Seharusnya, sih, anak t idak t akut pada
kedua orang t uanya, at aupun pada salah sat u orang t uanya, karena t akut ini
menyeramkan buat anak." Selain it u, j ika anak t akut pada salah sat u orang t ua, maka
aki bat nya anak pun hanya bisa dekat pada salah sat u orang t ua saj a, ent ah ayah at au
ibunya saj a.
Anak j uga t ak mendapat kesempat an yang sama at au seimbang unt uk belaj ar dari j eni s
kel amin yang berbeda. "Memang anak j uga bisa belaj ar peran dari orang di luar rumah,
t api alangkah baiknya kal au kesempat an it u dat angnya dari dalam rumah, yait u dari
orang t uanya sendiri." Karena bagaimanapun, bila orang t ua punya peran yang
seimbang, anak akan lebih banyak belaj ar dalam kehi dupannya. Anak dapat
mengembangkan kemampuan sosiali sasi yang baik dalam kehi dupan bermasyarakat nya
kel ak, misalnya dalam hubungan sosial dengan lawan j enis.
POLA ASUH ORANG TUA
Anak yang t akut pada orang t ua, adakal anya dalam sit uasi t ert ent u saj a, misal kalau
orang t uanya marah. "Tapi kalau dalam kondisi biasa saj a, rat a- r at a anak t idak t akut ."
Takut nya bisa karena suar a si orang t ua yang sedang marah memang keras, pun kala
mel arangnya, "Awas, t i dak boleh! " Sebab, suara ker as akan membuat anak kaget , ciut
perasaannya, dan akhirnya t akut , meski mungkin saj a sebenarnya dia pun t ak t erpikir
akan diapa- apakan.
Maka it u, kal au orang t ua hendak mel arang sesuat u pada anak, t ak perlu dengan suara
ker as dan marah- mar ah. "Bi sa gunakan dengan kelembut an dan dengan t et ap
memberinya penj elasan, ' Jangan main air , ya, De. Kamu, kan, sudah mandi , nant i
baj unya basah lagi' , mi sal."
Sel ain it u, t akut nya anak pada salah sat u orang t ua j uga bisa karena pola pengasuhan
dari orang t ua it u sendiri . Bisa saj a orang t uanya bersikap ot orit er dalam menerapkan
at uran dan disiplin, sehingga anak t akut pada keduanya at au pada sal ah sat unya.
"Umumnya, anak t akut pada t ipe orang t ua yang bersikap ot orit er. Orang t ua bersikap
sangat berkuasa, kehendaknya harus dit urut i t anpa memahami keinginan dan
kebut uhan si anak, hal ini kadang membuat ciut anak."
Sebet ul nya, orang t ua t ak perlu bersikap ot orit er dalam hal menerapkan disiplin at au
at uran. Tapi sebaiknya lebih pada pendekat an t erhadap si anak. "Sebab, set iap anak
berbeda, sehingga menghadapinya j uga harus berbeda pula. Ada yang harus dihadapi
dengan lembut dan ada yang harus dengan sedikit keras. Tapi pada int i nya, anak it u
kal au sudah diberi penj el asan, mana yang boleh dan t idak, dan diberit ahu alasannya,
mereka pun akan belaj ar sesuat u dan mengert i, kok."
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 160
Memang, kadang ada anak yang mengert i seket ika it u j uga akan apa yang kit a harapkan
unt uk dikerj akan, t api ada pul a yang mengert i dan hanya sekadar masuk t elinganya dan
j adi penget ahuannya saj a, t api t i dak dia lakukan saat it u. "Jadi , kalau dikat akan t ak
boleh, dia t et ap saj a melakukan hal it u.
Sebenarnya, unt uk masal ah kont rol ini , bisa kit a berlakukan reward dan punishment .
"Bi la anak mel akukan sepert i yang kit a har apkan, kit a beri dia hadiah berupa puj i an at au
dukungan." Sebali knya, bila ia t ak mel akukan apa yang kit a harapkan, t er apkan
puni shment . Hanya saj a, j angan berupa hukuman fisik, t api lebih ke arah mengurangi
kesenangannya.
PERAN JENI S KELAMI N ORANG TUA
Peran j enis kelamin orang t ua j uga sangat berpengaruh pada rasa t akut anak. Ayah
umumnya bersikap t egas dibanding ibu yang biasanya bisa lebih l onggar . Wal aupun
mungkin ibu lebih banyak melarang dibanding ayah, misal dalam hal disipli n, t api kalau
ayahnya yang melarang sesuat u, alasannya selalu t epat dan j elas, sehingga anak t ahu
kal au yang dia perbuat it u sal ah. Dengan demikian, begit u ayahnya memberit ahunya,
mel arangnya, hal it u masuk ke dalam hat inya. I a j adi t akut kalau salah.
Kalau pada ibu, karena anak merasa dekat , maka ia pun bisa lebih bernegosiasi . Harus
diingat pula bahwa pada t ahap- t ahap t ert ent u, kedekat an anak t erhadap ibu masih
sangat besar, walau peran ayah j uga pent ing, t api mungkin t idak ut ama. Jadi, kal au
dimarahi at au dinasehat i ibu, dia pun seol ah t i dak mendengar. Bahkan bisa j adi dia
mal ah mengat akan, "Sebent ar lagi, ya, Bunda," at au kalimat merayu lainnya. "I t u, kan,
pert anda ia melakukan bargaining." Juga, anak berani unt uk mengungkapkan sesuat u.
"Sebenarnya ibu pun bisa menggunakan ini sebagai senj at a unt uk membuka komunikasi
dengan anak, misal, ' I ya, boleh, t api sebent ar saj a, ya, main airnya. I bu beri wakt u 5
menit lagi.' "
Hubungan ant ara orang t ua dan anak pun ada pengaruhnya pada rasa t akut anak. Misal,
pada anak perempuan, ada sisi -sisi t ert ent u dari ayah yang bisa membuat nya mer asa
nyaman dan senang. Mungkin dalam hal bermain. Kadang ibu banyak urusan rumah
t angga sehingga kesempat an bermain dengan anak lebih sedikit , sement ara ayah
mungkin urusan rumahnya t idak sebanyak ibu sehingga kesempat an bermain bersama
anak lebih banyak. Ada hal -hal yang menyenangkan bagi anak dari ayahnya. "Bi sa saj a
anak t akut salah at au t akut t idak disayang oleh ayahnya lagi ket ika si ayah yang
disenanginya it u melarangnya."
Bukan it u saj a, set i ap orang t ua pun berbeda- beda. Ada orang t ua yang t ak senang
dengan anak kecil , t ak sabaran dan mer asa kesal kal au anaknya bermain dan
menumpahkan sesuat u, t api ada j uga yang sebaliknya, penuh kesabaran. "Nah, sif at -
si fat orang t ua j uga berpengaruh pada anak." Jadi, kalau ayahnya mel arang, dia akan
mendengar karena ayahnya selalu sabar menj elaskannya. "Jangan main air dul u, ya,
t api makan dulu. Bi ar kamu t ak kedinginan dan sakit perut ," misalnya. Sehingga anak
paham bet ul bahwa main air t ak boleh karena apa. Lain hal dengan ibunya yang t ak
sabaran, belum apa- apa sudah t eriak- t eriak, t anpa menj elaskan penyebab t ak bolehnya,
j uga t idak memahami maksud si anak, sehingga anak pun menent ang duluan. Dia akan
berpi kir, "Past i, nih, apa yang aku buat selalu t i dak boleh, dilarang t erus." Sehingga
lar angan at au omelan si ibu pun akhirnya hanya masuk t elinga kiri dan keluar t elinga
kanan.
Sebenar nya, ada baiknya j uga ayahlah yang dit akut i anak. Just ru harus hat i- hat i bila
yang dit akut i adalah ibunya. "Karena kal au ia t akut pada ibu, maka ada kemungkinan ia
t ak dekat dengan ibunya. Padahal seharusnya anak pada masa bat it a it u lebih dekat
dengan orang t ua perempuan. Masa-masa bat it a dan balit a, sebenarnya peran ibu masih
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 161
lebih kuat dan dibut uhkan. Kalau sampai ibunya dit akut i, biasanya akan ada kehil angan
sesuat u dalam perkembangan kej i waannya."
AYAH DAN I BU HARUS KOMPAK
Yang j elas, j ika salah sat u orang t ua mer asa kesulit an karena anaknya t ak bisa
diberit ahu, misalnya, orang t ua perlu int rospeksi dir i apa yang menyebabkan si anak
hanya t akut pada salah sat u orang t uanya saj a.
Sebaiknya pul a, kedua orang t ua j angan saling membandingkan. "Memang t erkadang
ada kebanggaan t ersendiri pada diri orang t ua, misal ayahnya, kal au anak lebih
mendengar dirinya. Nah, hal sepert i it u sebaiknya j angan diperlihat kan di depan anak.
Bi arkan anak t ahu bahwa ant ara ayah dan ibu set ara. Mereka punya kesamaan hal
unt uk mel arangnya." Walaupun demiki an, orang t ua j uga j angan asal melar ang anak.
Melainkan harus menj elaskan, apa, sih, yang menyebabkannya t idak boleh? Jadi,
pel arangan it u ada ket erangannya sehingga si anak pun paham.
Jika si ibu membuat keput usan, sebaiknya ayah membant u si ibu. Ket ika si ibu melar ang
sesuat u at au marah pada anak, "Kamu t ak boleh it u! ", maka ayah pun harus
mendukung si ibu, "Sudahlah, De, kan kat a I bu j uga t idak boleh." Jadi anak pun t ahu
kal au baik ayah maupun ibunya t ak suka.
Boleh j uga dari pada capek- capek, lalu si ibu menyerahkan pada ayahnya, misal , "Nih,
Yah, anaknya susah diberit ahu." Hal ini boleh- boleh saj a selama ayah dan ibu kompak
dalam menerapkan suat u disiplin. Jadi, ibu ada komunikasi dengan ayah unt uk
mendisiplinkan si anak. Hanya saj a, sambungnya, seringkali yang t erj adi ayah dan ibu
t ak kompakan.
Padahal dengan kompak, maka ada peran yang seimbang ant ara kedua orang t ua,
sehi ngga anak pun bisa belaj ar unt uk kehidupannya. "Kalau anak cukup mendapat kan
kasih sayang dari kedua orang t uanya, lingkungannya j uga baik dan benar secara
seimbang, maka anak pun bisa belaj ar dari sit u."
Sel ain it u, dalam hal disiplin pun anak j adi t ak bingung, nil ai mana yang mau dipil ih,
karena si orang t ua kompak. "Kalau anak bingung, akibat nya anak- anak sepert i ini bisa
j adi t idak percaya diri at au t ak acuh sama sekali at au t ak bisa disiplin." Bahkan bi sa j adi,
sal ah sat u orang t ua bisa dir emehkan. "Anak j adi t ahu cara t ricky unt uk mencari sit uasi
yang menyenangkannya. Misal, dil arang ayahnya, dia pun lari ke ibunya. Jadi dia t i dak
bel aj ar suat u nil ai yang seharusnya dia pelaj ari , t api hanya mencari amannya saj a."
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 162
70. Tak Usah Panik Mendapati Anak "Bermain Dengan
Anunya"
Waj ar, kok, bil a si kecil memainkan alat kelaminnya karena memang sedang fasenya.
Tapi , t et ap harus dicegah dan dit angani secara t epat .
Umumnya, orang t ua langsung panik kala mendapat i anak prasekolahnya memegang-
megang at au memain- mainkan alat kel aminnya. Hingga, dimarahil ah si anak. Padahal,
sepert i diungkap Dr a. Rat i h An dj ayani I br ahi m, Psi .MM, perilaku demikian waj ar
t erj adi pada anak usia 3- 6 t ahun. "Anak usia ini memang suka bermain- main dengan
alat genit alnya unt uk mencapai kenikmat an. Sebab, pusat kenikmat an anak di usia ini
berada di sekit ar alat genit alnya, yang disebut fase phalli c."
Lebih j auh dij elaskan Rat ih, fase phallic merupakan bagi an dari proses perkembangan
anak. Awalnya, dari usia 1- 1,5 t ahun, pusat kenikmat an anak berada di mulut , disebut
fase oral. I t ul ah mengapa, di usia t ersebut anak senang sekali memasukkan segala
sesuat u ke mulut . Berikut nya, pada umur 1,5- 3 t ahun, anak berada pada fase anal ; dia
mulai menahan keinginan BAB-nya. Sel anj ut nya, anak mengalami fase phalli c. "Fase ini
biasanya akan berhent i sampai anak berumur 6 t ahun."
HARUS DI CEGAH
Jadi, t ahapan ini merupakan fase yang normal, ya, Bu- Pak. Bukan berart i si kecil t engah
mel akukan mast urbasi. Walau begit u, kit a t ak boleh membiarkan si kecil asyik
memainkan alat kelaminnya. Sebab, t erang Rat i h, "Jika sudah menj adi kebiasaan, maka
ini lah yang dinamakan dengan mast ur basi."
Unt uk it u, kit a har us mencegahnya. Namun, j angan lant as kit a gir ap- gir ap alias pani k;
bert eriak- t eriak at au marah, bahkan memukuli anak kal a melihat nya t engah memainkan
alat kelaminnya. Cukup kat akan dengan t enang kepadanya, "Kak, penisnya j angan
dibuat mainan, nant i lecet , lo." At au, "Jangan sering melakukan it u, ya, Kak, supaya
vaginanya enggak lecet . Kalau lecet , nant i kalau mau pipis, sakit lo." Selanj ut nya,
alihkan perhat i an anak. Pindahkan t angannya dari akt ivit asnya it u, lalu beri mainan yang
menarik minat nya. Bil a perlu, aj ak dan t emani anak bermain, hingga ia lupa dengan
akt ivit asnya t adi.
Jika orang t ua bekerj a, pesan Rat ih, sebaiknya pesankan kepada pengasuh agar
mel akukan hal yang sama. Mint a si pengasuh unt uk menegur dan mengingat kan anak
kal a kedapat an t engah melakukan akt ivit as t ersebut . Juga, mint a dia sering mengaj ak
anak bermain hingga anak lupa pada akt ivit asnya it u.
TANGANI SECARA TEPAT
Yang j elas, dalam menyampaikan lar angan kepada anak, j angan sampai menunj ukkan
rasa panik. I ngat , anak seusia it u punya rasa ingin t ahu. Jika ia melihat respon dari
orang t ua at au lingkungannya demikian, anak akan mer asa, "I ni ada apa, sih? Past i ada
yang menarik di sini ." Maka dia akan t erus melakukan akt ivit as it u, bahkan akan j adi
makin t erfokus ke sana. Jadi, kebiasaan mel akukan mast ur basi bisa t erj adi pada
penanganan yang t ak t epat .
Apal agi, anak sebenarnya memegang- megang alat kel aminnya t anpa berpikir panj ang.
"Pokoknya, enak dipegang. Lalu karena respon ibunya keliru, misal, j adi marah, hist eris,
at au anaknya dipukuli , t anpa sadar ini j ust ru memacu anak unt uk lebih sering
memainkan alat genit alnya at au semacam mendapat st imulus. Mungkin ia mel akukan
kebi asaan t ersebut dengan cara mencuri-curi."
Nah, karena mer asa nikmat , anak akan mel akukan it u secara t erus- menerus. Bahkan
bisa hingga masa pubert asnya. Pada masa pubert as, st imul asinya akan berbeda lagi.
P S I K O L O G I A N A K & P E N D I D I K A N , Halaman 163
"Mungkin t adinya cuma geli- geli saj a, begit u sudah remaj a, akan ada fant asi seksual
yang menyert ai at au ada perilaku seksual t ert ent u yang menyert ai."
Sel ain it u, karena mendapat st imulus t erus, bisa t erj adi penis si Buyung akan berdiri.
"Bi sa saj a saat it u anak mendekat kepada ibunya dan menggosok- gosokkan peni snya
kepada ibunya. Kalau ibunya lant as gir ap- gir ap at au ' heboh' , anak bisa melakukan t erus
at au malah mencari obj ek lain." Lain hal j ika si ibu memberit ahu, "Kak, st op! Jangan
begi t u, dong. Tuh, lihat di t elevisi ada apa?" At au, "Ayo kit a bermain." Jadi perilaku anak
yang dist op.
Sebab, bagaimanapun, papar Rat ih, yang namanya mast urbasi sepert i kecanduan
nar koba. Ada levelnya. "Pert ama cuma pegang- pegang, lalu makin lama makin
berkembang menj adi advanced. Sel anj ut nya j adi makin canggih dengan t ingkat
ker umit an yang makin t inggi." Kalau ini menj adi kebiasaan, mungkin kelak alat
genit alnya t ak bisa berfungsi secara waj ar saat akan berhubungan dengan ist rinya.
Namun bil a penanganannya t epat , biasanya pada umur 6 t ahun kebiasaan memegang-
megang alat kel amin at au "mast urbasi" ini akan hil ang sendiri.
BEDA DENGAN ORANG DEWASA
Memang, aku Rat ih, reaksi spont an orang t ua yang marah at au t eriak, lebih karena ia
bel um t ahu perilaku "seksual" anak- anak. Biasanya orang t ua mengir a perilaku seksual
anak akan sama dengan peril aku orang dewasa. Padahal , pada masa kanak- kanak, anak
masih makhluk aseksual karena ia belum mengalami pubert as.
Jadi, orient asi anak bukan sepert i pada perilaku seksual orang dewasa.
Ket erangsanganya j uga berbeda, walau anak bisa menikmat i. "Jika pada orang dewasa,
unt uk mencapai kepuasan seksual menggunakan organ seksualnya dengan perilaku
seksual. Maka pada anak, ' seksual' nya lebih pada kal au penisnya dipegang, disent uh,
dan dielus. I t u menimbul kan rasa nikmat ." Wal aupun demikian, t ak membuat anak
ereksi. Er eksi pada anak yang berumur prasekolah j elas berbeda dengan orang dewasa.
"Bi asanya pada anak, ereksi akan muncul di pagi hari set elah bangun t idur, mau kencing
at au set elah kencing." Namun sekali lagi , sekalipun fokusnya bukan pada seksual, t api
j angan pernah bosan mengingat kan anak unt uk t ak mempermainan alat genit alnya.
Semoga Bermanfaat
======= ZM ======

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->