P. 1
PERCAKAPAN KONSELING

PERCAKAPAN KONSELING

|Views: 1,489|Likes:
Published by idha kusmawati

More info:

Published by: idha kusmawati on Mar 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/25/2013

pdf

text

original

PERCAKAPAN KONSELING Ki Ko Ki Ko Ki Ko Ki Ko Ki Ko Ki Ko Ki : Tok..tok..

tok : Ya sebentar (berjalan menuju pintu, dan membukakan pintu) Oh, Idha/Awang (bersalaman) Silakan masuk...Mari, silakan duduk. : Terima kasih, Pak/Bu. (duduk) : Apa kabar Idha/Awang? Bagaimana dengan kuliahmu? : Kabar saya...beginilah Pak/Bu. Kalau kuliah masih berjalan seperti biasanya. : Apa saat ini kamu sedang tidak ada jam kuliah? : Kebetulan dosen sedang ada rapat, jadi kami bisa pulang lebih awal. : Oh ya, mengenai kedatanganmu ke sini adakah yang perlu saya bantu? : Emm...(seperti masih ragu-ragu). : Tidak apa-apa. Ceritakan saja, di sini saya akan menjaga kerahasiaan kamu permasalahan itu benar-benar rahasia. jika

: Begini Pak/Bu, saya itu punya pacar. Hubungan kita sudah berjalan selama tiga tahun. Tapi selama ini sebenarnya saya selalu merasa serba salah dengan sikapnya. : Memangnya pacar kamu bersikap bagaimana terhadap kamu? : Dia itu suka mempermasalahkan hal-hal kecil. Dan apabila mempunyai keinginan, harus segera terpenuhi. Kalau tidak, biasanya dia marah. Sedangkan saya juga mempunyai kepentingan sendiri yang lebih penting. Kalau sudah begini saya jadi pusing. : Jadi kamu merasa terbebani dengan sikap pacar kamu yang kekanak-kanakan seperti itu? : Emm...ya begitulah. : Lalu bagaimana dengan sikap kamu terhadap dia? : Yaa entah karena kasihan atau memang saya mencintai dia maka saya penuhi keinginannya. Tapi saya merasa kalau begini terus-terusan, bakal ngga baik juga. : Iya, bener banget. Saya setuju itu. Kemudian, selama ini apa yang telah kamu lakukan untuk mengatasi masalah tersebut? : Saya pernah mengajak putus, tapi setelah itu dia jadi down. Dia menjadi sakitsakitan. Sampai-sampai ibunya tanya. Dia kenapa sampai bisa jadi seperti itu, dan

Ko Ki Ko Ki Ko Ki

kalau sampai terjadi apa-apa saya yang harus bertanggungjawab. Saya jadi tambah serba salah... Ko Ki Ko Ki Ko : Hmm...jadi ibunya tahu permasalahan kalian ya? : Yaa...tidak terlalu banyak tahu sich. Karena ini khan permasalahan pribadi kita. Jadi, apa yang sebaiknya saya lakukan untuk menyelesaikan permasalahan ini? : Sekarang tergantung bagaimana perasaan kamu padanya.. : Sebenarnya saya masih sayang sama dia. Tapi kalau sikapnya begitu terus, siapa juga yang bisa bertahan? : Baiklah, kalau saya dengar dari cerita kamu tadi, sebenarnya pacar kamu orangnya baik yach, cuma sayangnya itu tadi manja, mudah tersinggung, kurang pengertian juga. Jadi sebaiknya kamu harus pelan-pelan juga dalam memberi pengertian padanya. Kamu bicara baik-baik, beri dia pengertian bahwa kamu sebenarnya masih menyayangi dia, tapi kamu juga minta supaya dia mengerti akan keadaan hidup kamu. Bagaimana? : Tapi bagaimana jika dia tetap tidak mau mengerti atau mungkin malah tambah marah? : Bagaimana kamu tahu dia akan marah atau tidak mau mengerti jika kamu belum mencobanya? : .....(diam) : Niat kamu khan baik. Bicaranya juga baik-baik, tidak kasar. Saya rasa setelah kamu membicarakan ini, otomatis dia juga akan berfikir. Bagaimana? : Baiklah akan saya coba. Terima kasih atas sarannya Pak/Bu... Lain waktu bisakah saya bertemu dan membicarakan masalah ini lagi? : Oh...tentu. Dengan senang hati saya akan membantu. : Terimakasih banyak Pak/Bu. : Oh ya sama-sama... Jangan cepat menyerah dalam menghadapi permasalahan ya... Karena setiap permasalahan pasti ada jalan untuk penyelesaiannya. : Kalau begitu saya pamit dulu Pak/Bu. Di rumah masih banyak yang harus saya kerjakan. (bersalaman) Assalamuallaikum... : Wa’alaikumsalam...

Ki Ko Ki Ko Ki Ko Ki Ko

Ki

Ko

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->