P. 1
Laporann PL-Industri Plastik

Laporann PL-Industri Plastik

|Views: 1,655|Likes:
Published by 24colours_ucuul

More info:

Published by: 24colours_ucuul on Mar 24, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/12/2013

pdf

text

original

LAPORAN PRAKTEK LAPANGAN “PABRIK PLASTIK KALIBAGOR” BLOK CHEM 1 (COMMUNITY HEALTH AND ENVIRONMENTAL MEDICINE 1

)

Nama Pembimbing:dr.Ika Disusun oleh: 1. Fickry Adiansyah G1AOO9008 2. Diah Rizky Faradila G1A009014 3. Octi Guchiani G1A009026 4. Tessa Septian A G1A009038 5. Purindri Maharani S G1A009050 6. Yanuary Tejo Buntolo G1A009062 7. Andromeda G1A009074 8. Rizka Oktaviana P G1A009086 9. Fawzia Merdhiana G1A009098 10. Egi Dwi Satria G1A0090122 11. Firman Pranoto G1A0090134

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER PURWOKERTO 2009

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Lingkungan kerja yang sehat sangat menentukan kenyamanan, produktivitas dan prestasi kerja. Selain itu, pada kegiatan industri yang meproduksi produk tertentu seperti makanan, minuman, jamu, obat, dan kosmetik menuntut kualitas sanitasi yang baik pada lingkungan kerja, area produksi dan proses produksi.

Maka dari itu Penerapan sanitasi dan hygiene dalam lingkungan kerja industri dalam mencegah terjadinya kontaminasi dan menerapkan konsep sanitasi alat, bahan, pekerja, dan lingkungan diindustri. Untuk menguasai sub kompetensi tersebut dianjurkan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kontaminan dan mencegah terjadinya kontaminasi secara cermat dan teliti dengan sanitasi dan hygiene sesuai standar operasional prosedur pada industri perikanan. Selain itu dianjurkan dapat melakukan sanitasi lingkungan, peralatan,hygiene pekerja di lingkungan kerja industri.(Sumakmur, 1988)

Pembangunan sektor industri saat ini merupakan salah satu andalan dalam pembangunan nasional Indonesia yang berdampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan dan pemerataan pembangunan. Disisi lain kegiatan industri dalam proses produksinya selalu disertai faktor-faktor yang mengandung resiko bahaya dengan terjadinya kecelakaan maupun penyakit akibat kerja.

Setiap ancaman terhadap keselamatan dan kesehatan kerja harus dicegah. Karena ancaman seperti itu akan membawa kerugian baik material, moril maupun waktu terutama terhadap kesejahteraan tenaga kerja dan keluarganya. Lebih-lebih perlu disadari bahwa pencegahan terhadap bahaya tersebut jauh lebih baik daripada menunggu sampai kecelakaan terjadi yang biasanya memerlukan biaya yang lebih besar untuk penanganan dan pemberian kompensasinya. Mengingat kegiatan sektor industri tidak terlepas dengan penggunaan teknologi maju yang dapat berdampak terhadap keselamatan dan kesehatan kerja terutama masalah penyakit akibat kerja. Selain itu masih banyak perusahaan yang belum melaksanakan ketentuan-ketentuan yang mengarah kepencegahan penyakit akibat kerja, hal ini disebabkan karena kurangnya perhatian,
Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik 1

waktu dan memerlukan biaya yang tinggi. Dari pihak pekerja sendiri disamping pengertian dan pengetahuan masih terbatas, ada sebagian dari mereka masih segan menggunakan alat pelindung atau mematuhi aturan yang sebenarnya. Oleh karena itu masalah keselamatan dan kesehatan kerja tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri tetapi harus dilakukan secara terpadu yang melibatkan berbagai pihak baik pemerintah, perusahaan, tenaga kerja serta organisasi lainnya. (B.N.B Silalahi, 1991)

PT. Setia Kawan Purwokerto merupakan perusahaan daur ulang plastik yang tentunya mempunyai masalah keselamatan dan kesehatan kerja. Tujuan menerapkan keselamatan kerja ini, diantaranya untuk : • • • • • • Meningkatkan dan memelihara derajat kesehatan pekerja. Melindungi dan mencegah pekerja dari semua gangguan kesehatan akibat lingkungan kerja atau pekerjaannya. Menempatkan pekerja sesuai dengan kemampuan fisik, mental, pendidikan dan ketrampilan. Meningkatkan efisiensi dan produktifitas Mengidentifikasi potensi bahaya yang diakibatkan lingkungan kerjanya Menganalisa resiko yang dapat ditimbulkan akibat potensi bahaya tersebut, sehingga dilakukanya dapat diberlakukanya upaya pencegahan.
Di Indonesia, upaya Kesehatan lingkungan kerja dikembangkan selaras dengan aspek ergonomi, kesehatan dan keselamatan kerja, baik dari segi keilmuan maupun penerapannya. Dalam penerapan Kesehatan lingkungan kerja dikenal tiga aspek utama yakni pengenalan, penilaian dan pengendalian lingkungan kerja. Teknik identifikasi/pengenalan lingkungan kerja dapat dilakukan melalui suatu “ walk through survey “ atau survey pendahuluan berupa pencatatan data dan observasi secara umum seperti nama bagian, jumlah pekerja, proses produksi/ lay out proses, bagan perusahaan dan dilanjutkan dengan pengamatan tentang potensi bahaya, jenis mesin/ peralatan, tanda peringatan, tata rumah tangga, tanggap darurat, tehnologi pengendalian yang ada dan sebagainya.

Pengenalan lingkungan bermanfaat guna mengetahui secara kualitatif bahaya potensial di tempat kerja, menentukan lokasi, jenis dan metode pengujian yang perlu dilakukan.( Soemirat S Juli, 1994)

Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik

2

Pada tahap penilaian / evaluasi lingkungan, dilakukan pengukuran. Melalui penilaian lingkungan dapat ditentukan kondisi lingkungan kerja secara kuantitatif dan terinci, serta membandingkan hasil pengukuran dan standar yang berlaku, sehingga dapat ditentukan perlu atau tidaknya teknologi pengendalian, ada atau tidaknya korelasi kasus kecelakaan dan penyakit akibat kerja dengan lingkungannya.

Penerapan pengendalian merupakan metode teknik untuk menurunkan tingkat factor bahaya lingkungan sampai batas yang masih dapat ditolerir dan sekaligus melindungi pekerja.

Aspek perlindungan dalam hyperkes meliputi (sumakmur, 1993): Tenaga kerja dari semua jenis dan jenjang keahlian Peralatan dan bahan yang dipergunakan Faktor-faktor lingkungan fisik, biologi, kimiawi, maupun sosial. Proses produksi Karakteristik dan sifat pekerjaan Teknologi dan metodologi kerja

Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik

3

B. Tujuan

Untukmengenal/mengetahui masalah tersebut di atas, maka Praktek Lapangan yang dilakukan bertujuan untuk : 1. Mengidentifikasi potensi bahaya yang diakibatkan lingkungan kerjanya. 2. Mengidentifikasi setiap faktor lingkungan yang memungkinkan terjadinya suatu penyakit sebagai salah satu upaya sanitasi. 3. Mendapatkan data obyektif dari kondisi lingkungan kerja yaitu faktor fisik (suhu, penerangan dan kebisingan) dan faktor kimia (debu , dan gas gas pencemar lainya ). 4. Menganalisa resiko yang dapat ditimbulkan akibat potensi bahaya tersebut, sehingga dilakukanya dapat diberlakukanya upaya pencegahan. 5. Mengetahui upaya sanitasi lingkungan kerja yang dilakukan untuk mengurangifaktor resiko/ bahaya yang ada di lingkungan kerja . 6. Memberikan masukan terhadap perusahaan dalam upaya pencegahan/penanggulangan masalah yang timbul.

C. Manfaat
Praktek lapangan yang di laksanakan ini, dapat memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai dasar-dasar sanitasi lingkungan kerja industri dan dampaknya baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap masyarakat sekitar dan upaya pencegahannya.

Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik

4

BAB II GAMBARAN UMUM

Pabrik plastik Setia Kawan ini terletak di Desa Kalibogor Kecamatan Purwokerto Barat. Jenis usaha adalah perseorangan. Pemilik sekaligus direkturnya adalah Bapak Agus Nindyanto. Pabrik in berdiri pada tahun 1970-an. Pabrik ini benar-benar dimulai dari nol. Dipelopori oleh kegigihan Bapak Agus yang dapat mengantarkan pabrik plastic ini berkembang hingga sekarang. Diawali hanya dengan memotong lalu mengolah plastic bekas hingga akhirnya Pak Agus dapat membeli mesin produksi dan pada tahun 1985 dapat pindah menempati gedung pabrik yang sekarang. Saat ini jumlah karyawan yang bekerja adalah 700 orang dan sebagian besar terdiri dari wanita. Persentasenya adalah 75%. Dari sisi mesin, pabrik ini memiliki 9 buah mesin daur ulang, 34 buah mesin produksi roll HDPE, 32 buah mesin produksi PT, 40 buah mesin potong, dan sebagainya. Pabrik ini merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang produksi plastic kantong. Secara teknis proses pembuatannya disebut dengan blow. Jadi, produksinya itu berupa plastic kantong. Ada beberapa perusahaan lain yang bergerak di bidang yang sama tetapi berbeda produksinya. Salah satu produksinya adalah ember. Bahan baku plastic ada dua macam, yaitu PP (polipropilen) dan PE (poli etilen). Poli propilen/PP dalam bentuk plastic adalah kantong plastic bening yang biasa digunakan untuk bungkus roti, bungkus obat, dan tempat baju. PP sendiri ada berbagai macam, salah satunya yaitu OPP (oriented poli propilen) yang biasa digunakan untuk bungkus baju, sandal, yang apabila dipegang sedikit kaku. Tetapi perusahaan ini tidak bergerak di bidang OPP, melainkan bidang PP saja. Bahan baku plastic yang kedua adalah PE (Poli etilen). Berdasarkan bahan bakunya, PE dibagi menjadi beberapa macam, yaitu : 1. HDPE (Highdentify Poli Etilen) Merupakan bahan baku untuk membuat tas kresek. 2. LDPE (Lowdentify Poli Etilen) Merupakan bahan untuk membuat polibag.

Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik

5

Secara prinsip, proses pendinginan PP dan PE sama saja. Yang berbeda adalah jika PP proses pendinginan setelah barang itu menjadi plastic adalah menggunakan air. Sedangkan jika PE, proses pendinginan setelah menjadi plastic adalah menggunakan udara. Cara membuat plastic

Plastik adalah senyawa polimer yang terbentuk dari polimerisasi molekul- molekul kecil (monomer) hidrokarbon yang membentuk rantai yang panjang dengan struktur yang kaku. Plastik merupakan senyawa sintesis dari minyak bumi (terutama hidrokarbon rantai pendek) yang dibuat dengan reaksi polimerisasi molekul- molekul kecil (monomer) yang sama , sehingga membentuk rantai panjang dan kaku dan akan menjadi padat setelah temperatur pembentukannya. Plastik memiliki titik didih dan titik beku yang beragam , tergantung dari monomer pembentuknya. Monomer yang sering digunakan adalah etena (C2H4), propena(C3H6), styrene(C8H8), vinil klorida, nylon dan karbonat(CO3). Plastik merupakan senyawa polimer yang penamaannya sesuai dengan nama monomer nya dan diberi awalan poli-. Contohnya, plastik yang terbentuk dari monomer- monomer propena, namanya adalah polipropilena . Hampir semua plastik sulit untuk diuraikan. Plastik yang memiliki ikatan karbon rantai panjang dan memiliki tingkat kestabilan yang tinggi, sama sekali tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme. Secara kimiawi, plastic adalah polimer yang memiliki tingkat kestabilan yang cukup tinggi, sehingga tidak mudah rusak. Maka dari itu jika plastic tertimbun di dalam tanah dalam jangka waktu yang lama, plastic tidak akan rusak. Berbeda jika plastic berada pada daerah yang terbuka dan terkena sinar matahari secara langsung dan terkena hujan, maka lama-kelamaan plastic akan menjadi lapuk, sehingga plastic dapat terurai. Oleh karena itu, dalam perusahaan ini tidak ada istilah pembuatan, melainkan pengolahan. Karena secara struktur kimiawi tidak terdapat perubahan, yang terjadi hanya perubahan bentuk saja. Pabrik ini memproduksi plastic thermosetting (plastic yang dapat mengalami perubahan bentuk karena adanya perbedaan temperature). Pada saat plastic mencapai temperature biasa, yaitu sekitar 120130 derajat celcius, plastic akan meleleh. Tetapi jika setelah leleh kemudian didinginkan, maka bentuknya akan sesuai pada saat dingin. Setelah dingin, bentuknya akan tetap dan tidak mengalami perubahan lagi. Dalam proses pembuatan plastic, plastic yang semula berupa biji atau potongan-potongan kecil dilelehkan, kemudian keluar dari mesin sudah berbentuk lingkaran. Lingkaran yang kontinyu (terus menerus) akan membentuk suatu silinder. Silinder inilah yang akhirnya menjadi plastic, dengan cara ditambahkan angin dan ditarik agar memiliki ukuran dan ketebalan sesuai dengan yang diinginkan. Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik 6

Secara teknis keluar dalam bentuk lingkaran lalu di dalamnya ditambah angin supaya posisi bentuk balonnya tetap. Jika tidak ada angin di dalamnya, otomatis balon mudah goyang dan dapat terjadii ukuran yang berbeda karena tidak ada yang menstabilkan. Maka dari itu untuk menstabilkan balon, di dalamnya harus ditambah angin, sehingga ukuran sudah pasti tetap, kecuali jika terjadi kebocoran. Warna dasar plastic adalah bening. Jika ada plastic yang berwarna-warni (merah, kuning, hijau, biru) itu disebabkan karena ada pewarna di dalamnya. Pewarna khusus untuk plastic berbentuk seperti biji. Secara balancing, 1 kg bahan baku akan menjadi 1 kg plastic. Hanya , dalam proses produksi tidak mungkin 100% menjadi barang jadi. Pasti akan ada barang yang rusak atau tercecer. Dalam proses produksi tidak ada pencampuran zat kimiawi. Oleh karena itu perusahaan ini tidak memiliki laboratorium untuk pengembangannya. Perusahaan ini memakai metode uji coba langsung pada mesin. Proses daur ulang

Tahapan proses daur ulang digolongkan menjadi 2 bagian besar, yaitu: • Bagian proses sortir bahan baku yang menggunakan tenaga manusia. • Bagian proses yang menggunakan mesin. Proses daur ulang merupakan kebalikan dari proses produksi. Tetapi secara prinsip prosesnya sama, yaitu dengan cara dipanaskan lalu dicetak. Di bawah ini merupakan proses daur ulang plastic : 1. Sortir Merupakan proses pemisahan yang pertama kali dilakukan. Pada proses ini dilakukan pekerjaan untuk memisahkan bahan baku yang datang dan membuang material / benda asing yang tidak diharapkan masuk ke dalam proses. 2. Pemotongan Proses ini dilakukan untuk mengurangi ukuran material dan mempermudah proses selanjutnya, dengan cara memotong atau merajang plastik dalam bentuk asalnya (kantong atau lembaran plastik) 3. Pencucian Tujuan dari pencucian adalah agar tidak mengganggu proses penggilingan. Terdiri dari 2 tahap, yaitu: Prewashing Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik 7

Untuk memisahkan material-material asing terutama agar tidak ikut dalam proses selanjutnya dengan menggunakan media cair sebagai sarana untuk mencuci material dan membawa material asing keluar dari proses. Pencucian Tahap 2 Pada bagian ini dilakukan pencucian menggunakan mesin friction water. Materi dicuci kembali oleh ulir menanjak yang berputar pada putaran tinggi sehingga hasil dari friksi dapat melepaskan material asing yang masih terdapat pada bahan, dimna bagian ini masih menggunakan media air untuk membawa material asing keluar dari proses. 4. Pengeringan Dilakukan secara mekanik yaitu dengan memeras material dengan gerakan memutar sehingga air dapat keluar. Dengan menguapkan air pada suhu tertentu agar bahan benar-benar terbebas dari suhu yang melekat. 5. Pemanasan Material yang telah bersih dari pengotor dilelehkan dengan proses pemanasan material pada suhu 2000 derajat celcius, dimana suhu panas dihasilkan oleh heater. Selanjutnya lelehan dialirkan untuk menuju proses penyaringan. 6. Penyaringan Dilakukan dengan lembaran besi yang dilobangi sebesar kira-kira 4mm di seluruh permukaannya. Diharapkan lelehan plastik akan melewati saringan ini untuk menghasilkan lelehan plastik berbentuk silinder panjang yang nantinya akan dipotong-potong. 7. Pendinginan Setelan berbentuk silinder, material dilewatkan pada air dingin sebagai media pendingin. 8. Pencetakan/penggilingan Pencetakan bijih plastik dilakukan dengan membentuk lelehan plastik menjadi berbentuk mie dengan diameter 4 mm.

9. Pembungkusan dan Pemeriksaan Dilakukan pembungkusan terhadap material kering dalam karung plastik. Pemeriksaan untuk mengetahui apakah proses produksi berjalan baik. Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik 8

Hasil produksi perusahaan ini antara lain tas kresek, polibag, sedotan, tali raffia, dan tali kemasan(tali yang digunakan untuk mengikat kardus). Daerah pemasarannya meliputi Karesidenan Banyumas, dan sebagian memasuki Cilacap. Potensi terbesar berada pada daerah Jawa Tengah bagian barat dan Jawa Barat bagian timur. Dari Brebes, Pemalang, Indramayu dan Tasik. Hiperkes

Untuk kesehatan kerja karyawan, sementara ini perusahaan hanya menyediakan obat-obatan ringan saja. Jika ada karyawan sakit, maka berobat sendiri, karena perusahaan tidak menyediakan poliklinik atau dokter perusahaan. Perusahaan juga mengikutkan seluruh karyawannya untuk mengikuti 3 program Jamsostek. Program itu antara lain jaminan keselamatan kerja, jaminan kematian, dan jaminan hari tua. Untuk keselamatan kerja karyawan, perusahaan mencoba memberi fasilitas-fasilitas supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Contohnya adalah penggunaan masker, sapu tangan, sepatu boots, kacamata, dan lain-lain. Untuk konstruksi ruangan, dibuat ventilasi yang sedemikian lebar, sehingga sirkulasi udara diharapkan lancar. Perusahaan mempertimbangkan, jika sampai terlalu banyak angin, akan berpengaruh pada proses produksi. Selain ventilasi ada pula jelagar , turbo ventilator dan juga blower penghisap. Limbah yang dihasilkan oleh pabrik adalah limbah padat yang berupa pasir dan limbah cair yang berasal dari sisa proses pencucian. Limbah padat tadi akan dibuang ke TPA. Sedangkan limbah cairnya dibuang ke sungai pada saat aktivitas orang di sungai telah habis. Biasanya pabrik akan membuang limbah pada pukul 22.00 wib. Pengujian ph limbah air menunjukkan bahwa air mengandung asam, karena ph-nya di bawah 7. Selain itu diadakan pula pengujian COD, BOD, dan TSS. TSS merupakan material padat yang tersuspensi di dalam air. Semakin besar TSS maka air akan semakin keruh. Kelembapan udara tidak diketahui secara pasti, karena perusahaan jarang melakukan pengukuran. Untuk penerangannya, perusahaan memakai lampu TL dan beberapa memakai lampu penerangan jalan. Rata-rata pekerjaan yang dilakukan adalah pekerjaan yang monoton. Kebanyakan aktivitas bergerak terjadi pada bagian produksi, karena 60% bergerak dan 40% aktivitas menunggu. Jam kerja perusahaan ini normalnya adalah 7 jam. Jika di bagian produksi waktu bekerja adalah 24 jam dibagi menjadi 3 shift.

Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik

9

Shift pertama dari pukul 07.00-15.00 wib. Shift kedua pukul 15.00-23.00 wib. Shift ketiga pukul 23.0007.00 wib. Rata-rata kecelakaan yang terjadi di perusahaan diakibatkan oleh kecerobohan dan missunderstanding karyawan. Salah satu contohnya adalah kejatuhan roll dan terjepit roll.

Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik

10

BAB III HASIL ANALISIS

Pengamatan dilakukan pada hari kamis 7 januari 2010 tepat pada jam 09.30, hasil analisis yang kami dapatkan setelah melakukan praktek lapangan di Pabrik Plastik, PT. Setia Kawan Purwokerto adalah sebagai berikut :

Indikator yang digunakan : 1. Faktor Fisik
Faktor fisik yang merupakan hazard kesehatan kerja dapat berupa kebisingan, getaran, radiasi, dan tempratur ekstrem. Faktor-faktor ini penting diperhatikan didalam tempat kerja, karena pengaruhnya terhadap kesehatan pekerja dapat berlangsung dengan segera maupun secara komulatif.

a. Suhu dan Kelembaban
Tekanan panas di suatu lingkungan kerja merupakan perpaduan antara faktor iklim: suhu udara, kelembaban, radiasi dan kecepatan angin dan faktor non-iklim :panas metabolisme tubuh, pakaian kerja dan tingkat aklimatisasi (Widarto, 1991). Pencegahan terhadap tekanan panas (Phoon, 1988 ), antara lain: Aklimatisasi. Di negara tropis tidak menjadi kesulitan dalam menghadap heat stress, bukan berarti tenaga kerjanya kebal terhadap paparan panas. Aklimatisasi dapat dilakukan dengan menanggalkan pakaian kerja yang terbuat dari bahan tidak berpori,melonggarkan pakaian agar udara banyak masuk. a. Ventilisasi yang cukup sehingga terjadi sirkulasi udara dalam ruang kerja. b. Cukup mengkonsumsi air dan garam. c. Isolasi antara sumber panas dan tenaga kerja.

Syarat Kesehatan :
i. Tinggi langit-langit dari lantai minimal 2.5 meter ii. Bila suhu udara >30 perlu menggunakan alat penata udara seperti AC, kipan angin, dll iii. Bila Suhu udara luar < 18 ºC perlu menggunakan pemanas ruangan Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik 11

iv. Bila kelembaban udara ruang kerja > 95% perlu menggunakan alat dehumidifier v. Bila kelembaban udara ruang kerja < 65% perlu menggunakan alat humidifier (misalnya : mesin pembentuk aerosol)

Nilai Ambang Batas :
Suhu dan kelembaban - Suhu : 18 – 30ºC - Kelembababan : 65% -95%

Keadaan di pabrik :
i. Tinggi dinding pabrik, 6 m , dengan kemiringan atap 3,5 m, maka tinggi langitlangit dari lantai 9,5m (memenuhi syarat kesehatan). Hal ini mengindikasikan kondisi ruangan dapat lebih meminimalisir kelembaban dan suhu yang tinggi di dalam ruangan. ii. Suhu udara tidak dapat diukur dengan pasti, karena kami tidak memiliki alat pengukur temperatur ruanganya. Akan tetapi dalam ruangan kerja, terdapat pemanas heater yang berfungsi memanaskan, suhu minimalnya = 150oC untuk daur ulang = 200-250oC Maka dari itu, sekitar ruangan akan terkena radiasi panas yang tinggi. Terlebih lagi tidak dipasangnya alat pengatur suhu ruangan, dikarenakan jika dipasang alat tersebut akan mempengaruhi kerja heater yang harus bekerja denga energi lebih besar, hal ini nantinya mempengaruhi hasil produksi. Paparan panas sedikit banyak akan mempengaruhi kesehatan pekerja. iii. Gangguan kesehatan yang dapat ditimbulkan akibat paparan suhu yang tinggi, antara lain (H.J.Mukono, 2005): Heat stress dan heat hyperpyresis Kulit kering terasa panas, kulit merah sampai cyanotik, suhu tubuh > 40,5oC, kesadaran menurun, lalu kejang, dan pada paparan terus menerus bisa koma. Penderita harus segera dipindahkan ke ruangan dingin sampai keadaan pulih kembali. Selimuti dengan selimut basah dan obati rasa shocknya. Heat syncope

Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik

12

Tidak bisa berdiri tegap, mobilitas rendah, dikarenakan darah terkumpul pada pembuluh yang melintas di permukaan kulit dan ekstrimitas bawah. Penderita harus segera dipindahkan ke ruangan dingin sampai keadaan pulih kembali. Heat exhaustion (kekurangan cairan/garam) Lemah, mual, sakit kepala, pucat, tekanan darah menurun, dehidrasi. Pengobatan yang dengan dilakukan bisa dengan cairan oral dan pemindahan ke ruangan yang lebih dingin. Pencegahanya bisa dilakukan dengan sering minum air selama bekerja. Heat cramps Rasa nyeri saat bekerja diakibatkan dehidrasi pada tubuh, sirkulasi darah terganggu, memunculkan ketegangan. Pengobatan yang dengan dilakukan bisa dengan cairan oral dan pemindahan ke ruangan yang lebih dingin. Heat Rash (miliaria rubra) Timbul kulit memerah, dan bintik pada kulit akibat tersumbatnya kelenjar keringat. Pengobatan yang dapat dilakukan bisa dengan mengoleskan lotion pada kulit, dan hindarkan kulit terkena infeksi. Anhidrotic Heat Exhaustion Adanya trauma kulit (kulit merah) menyebabkan tertahanya keringat pada lapisan kulit,sehingga kulit tidak berkeringat walaupun pada suhu tinggi, disertai pula dengan bintik merah kecil pada kulit. Obati kulit yang memerah dan usahakan kulit berkeringat secara bertahap. Heat Fatigue Transient Kelelahan membuat keadaan fisiologisnya tegang dalam bekerja, pencegahan dapat dilakukan dengan aklimatisasi, dan training sebelum bekerja perihal suhu tinggi. Heat Fatigue chronic Kelelahan berat menyebabkan perilaku sosial kurang baik, pengobatan dapat dilakuakan dengan menghilangkan keluhan yang dirasakan. iv. Kelembaban udara tidak dapat diukur dengan pasti, karena kami tidak memiliki alat pengukur kelembaban ruanganya. Dilihat dari keadaan ruanganya diperkirakan kelembaban tinggi. Kelembaban ruangan yang tinggi menjadi faktor mudahnya jamur dan bakteri untuk tinggal dan berkembang biak. Karena dapat terlihat dari kondisi dinding dan lantainya banyak jamur yang dapat ditemukan, memungkinkan Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik 13

adanya jamur sporothrix schenceki melalui inhalasi dan kontak dermal menyebabkan gangguan kesehatan, seperti : mikosis, asma, dan alergi kulit. v. Zat biologis yang dapat hidup dalam tanah yang lembab Bakteri anthacis, penyebab penyakit antrax Jamur kapsulatum, penyebab penyakit histoplasmosis Jamur fumigatus, penyebab penyakit aspergillosis Cacing vermicolasis, penyebab penyakit oxyuriasis Cacing duddenale, penyebab penyakit Ancylostomiasis

vi. Kelembaban udara juga menyebabkan banyaknya perlatan/mesin yang berkarat, dari logam korosif memungkinkanya terjadinya infeksi clostridium tetani. Gangguan kesehatan yang diakibatkan : tetanus, mual, muntah, iritasi lambung. vii. Tidak adanya alat humidifier sebagai alat stabilitator kelembaban udara dalam ruangan.

b. Kebisingan di Ruangan
Kebisingan merupakan suara yang tidak dikehendaki yang menimbulkan berbagai macam gangguan, yaitu: gangguan pendengaran, fisiologis, komunikasi, performance, gangguan tidur dan psikologis (Pramudianto, 1991). Pemerintah telah menetapkan Nilai Ambang Kebisingan sebesar 85 dB(A) untuk lingkungan kerja yaitu suatu iklim kerja yang oleh tenaga kerja masih dapat dihadapi dalam pekerjaannya sehari-hari tidak mengakibatkan penyakit atau gangguan kesehatan untuk waktu kerja terus menerus tidaklebih dari 8 jam sehari dan 40 jam seminggu. Waldron (1989) menyatakan bahwa kebisingan dapat dikontrol melalui : a. Pengendalian pada sumber kebisingan. b. Meningkatkan jarak antara sumber dan penerima kebisingan. c. Mengurangi waktu paparan kebisingan. d. Menempatkan barrier antara sumber dan pekerja yang terpapar. e. Pemakaian alat pelindung telinga (ear muff, ear plug).

Syarat Kesehatan :

Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik

14

i. Tingkat kebisingan dalam ruang kerja sesuai persyaratan yang ditetapkan. ii. Pengaturan tata letak ruang harus sedemikian rupa agar tidak menimbulkan kebisingan

iii.

Sumber bising dapat dikendalikan dengan beberapa cara antara lain : meredam, menyekat, pemindahan, pemeliharaan, penanaman pohon, peninggian tembok, pembuatan bukit buatan dan lain-lain, maupun rekayasa peralatan (engineering control)

Nilai Ambang Batas :

NO

TINGKAT KEBISINGAN (dBA)

PEMAPARAN HARIAN

1 2 3 4 5 6

85 88 91 94 97 100

8 JAM 4 JAM 2 JAM 1 JAM 30 MENIT 15 MENIT

Keadaan di pabrik :
i. Kami kembali tidak membawa audiometer, alat pengukur kebisingan sehingga tidak mengetahui berapa tingkat kebisingan di pabrik plastik tersebut. Akan tetapi, data yang ada tahun-tahun sebelumnya

mengindikasikan tingkat kebisingan dibawah 80dB. Berarti masih di bawah nilai ambang batas, walaupun kevalidan data tersebut masih dipertanyakan karena merupakan hasil pengukuran tahun-tahun sebelumnya. ii. Sumber kebisingan di industri, dapat dihasilkan oleh heater, mesin produksi dan segala sistemnya, mesin daur ulang, suara mesin, alat/mesin bertekanan tinggi, pengelolaan material. Di pabrik plastik, sumber kebisingan yang paling mendominasi berasal dari ruang daur ulang. Paparan dalam jangka waktu panjang dapat menyebabkan gangguan kesehatan. iii. Efek kebisingan terhadap kesehatan terbagi menjadi 2, yaitu : • Efek terhadap pendengaran:

Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik

15

-

Pergeseran nilai ambang batas sementara (Temporary Treshold Shift), bersifat sementara dan non patologis Pergeseran nilai ambang batas menetap (Permanent

Treshold Shift), bersifat patologis dan menetap, terjadi di tempat kerja karena trauma akustik dan kebisingan. • Efekterhadap bukan pendengaran: Penyakit akibat stress Kelelahan Perubahan penampilan Gangguan komunikasi

iv. Tidak adanya upaya untuk meminimalisir sumber bising, yang dapat dikendalikan dengan beberapa cara antara lain : meredam, menyekat, pemindahan, pemeliharaan, penanaman pohon, peninggian tembok, pembuatan bukit buatan dan lain-lain, maupun rekayasa peralatan (engineering control)

2. Faktor Kimia
Dalam program kesehatan lingkungan kerja, masalah hazard kimia mempunyai permasalahn yang sangat kompleks dan memerlukan perhatian khusus. Hal ini karena hazard kimia disamping jumlahnya yang beredar di sektor industri sangat banyak, maka pengaruhnya terhadap kesehatanpun sangat bervariasi. Mulai dari yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan, luka, alergi, smapai menimbulkan penyakit, malah dalam konsentarsi tertentu bahan kimia yang masuk ke dalam tubuh dapat langsung menimbulkan kematian.

a. Debu
Debu yaitu partikel zat padat yang timbul pada proses industri sepeti pengolahan, penghancuran dan peledakan, baik berasal dari bahan organik maupun dad anorganik. Debu, karena ringan, akan melayang di udara dan turun karena gaya tarik bumi. Debu yang mempunyai ukuran 5 – 10 µm akan tertahan pada sluran pernapasan bagian atas. Partikel atau debu berukuran 3 – 5 µm akan tertahan pada saluran pernapasan bagian tengah, sedangkan debu yang berukuran 1 – 3 µm akan tertinggal pada pemukaan alveoli paru – paru.. Debu yang berukuran kurang dari 0, 1 µm akan bergerak keluar masuk alveoli. Contoh debu silica, semen, kapur, dan asbes. Menyebabkan gangguan saluran pernafasan . Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik 16

Syarat Kesehatan :
i. Pada sumber penghasil debu digunakan alat penangkap debu (dust enclosure) ii. Untuk menangkap debu yang timbul akibat proses produksi, perlu dipasang ventilasi lokal (lokal exhauser) yang dihubungkan dengan cerobong dan dilengkapi dengan penyaring debu (filter) iii. Ruang proses produksi dipasang dilusi ventilasi (memasukkan udara segar)

Nilai Ambang Batas :
Debu Kandungan debu maksimal didalam udara ruangan dalam pengukuran rata-rata 8 jam adalah sbb : No 1 2 Jenis Debu Debu total Asbes bebas Konsentrasi Maksimal 10 mg/m³ 5 serat/ml udara dengan panjang serat 5 u (mikron)

Keadaan di Pabrik :
i. Sumber debu pada pabrik plastik di sekitar : Pada proses pembakaran, proses peleburan, proses pengolahan, proses pemanasan, dan pada pembuangan limbah padat. ii. Jumlah debu yang dihasilkan sebagian besar merupakan limbah padat industri plastik. iii. Tidak adanya alat penangkap debu (dust enclosure) pada lingkungan kerja industri. iv. Ventilasi bawah tidak lebar dan tidak dibuka karena akan mengganggu proses produksi. Akan tetapi konstruksi bagian atas pabrik tersebut, antar sekat ruang produksinya memiliki ventilasi besar, diharapkan sirkulasi udara pun lebih lancar. Ventilasi bawah hanya sesekali dibuka, dan tidak dilengkapi filter debu. v. Ruang proses produksi dipasang turbin ventilator vi. Partikulat debu yang berkeliaran di udara dapat menyebabkan gangguan pernapasan pada pekerja. vii. Serat asbes dikhawatirkan ikut mencemari lingkungan kerja industri, karena konstruksi bangunan yang sudah semakin tua.

Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik

17

b. Gas Pencemar
Gas adalah bentuk zat yang tidak mempunyai bangun tersendiri, melainkan mengisi ruangan tertutup pada kondisi suhu dan tekanan normal. Bentuknya dapat berubah menjadi cair pada kondisi suhu dan tekanan yang tinggi. Gas pencemar itu sendiri berarti gas yang mencemari udara, dan menyebabkan beberapa gangguan kesehatan pada manusia.

Syarat Kesehatan :
i. Pada sumber dipasang hood (penangkap gas) yang dihubungkan dengan local exhauser dan dilengkapi dengan filter penangkap gas ii. Melengkapi ruang proses produksi dengan alat penangkap gas iii. Dilengkapi dengan suplai udara segar

Nilai Ambang Batas :

Keadaan di Pabrik :
i. Sumber gas-gas pencemar pada pabrik plastik terdapat pada : proses pembakaran (gas CO, NO, HC), proses peleburan, proses pembuangan limbah (gas methan dan H2S) . ii. Pada sumber tidak dipasangya hood (penangkap gas) yang dihubungkan dengan local exhauser dan dilengkapi dengan filter penangkap gas iii. Pabrik menyediakan turbin ventilator sebagai suplai udara segar dalam ruangan.

Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik

18

iv.

Pabrik juga menyediakan fasilitas blower penghisap, yang nantinya menyerap semua gas pencemar dalam ruangan dan langsung dibuang ke lingkungan tanpa dilakukan pengolahan terlebih dahulu.

v.

Hal ini dapat menyebabkan pencemaran udara bagi masyarakat sekitar yaitu gangguan kesehatan , tergantung dampak dan konsentrasi paparan pada tubuh manusianya, dan dampak terhadap globalnya yaitu kerusakan lapisan ozon yang menyebabkan pemanasan global.

Gas Pencemar yang mungkin terkandung : • Sumber Pembakaran
a) Hidrokarbon (HC)
Pembakaran hidrokarbon menghasilkan panas. Panas yang tinggi menimbulkan peristiwa pemecahan (Cracking) menghasilkan rantai hidrokarbon pendek atau partikel karbon. Gas hidrokarbon dapat bercampur dengan gas buangan lainnya. Cairan hidrokarbon membentuk kabut minyak (droplet). Padatan hidrokarbon akan membentuk asap pekat dan menggumpal menjadi debu/partikel. Hidrokarbon bereaksi dengan NO2 dan O2 mengahsilkan PAN (Peroxy Acetyl Nitrates). Campuran PAN dengan gas CO dan O3 disebut kabut foto kimia (Photo ChemistrySmog) yang dapat merusak tanaman. Daun menjadi pucat karena selnya mati. Jika hidrokarbon bercampur bahan lain toksitasnya akan meningkat. Berikut ini adalah toksitas benzena dan toluena: Karakteristik Fisik : gas, cairan, maupun padat. Sumber Pencemaran : Pencemaran berasal dari sumber alami seperti: Sumber terbesar senyawa hidrokarbon adalah tumbuhtumbuhan. Tanaman coniferae memproduksi hidrokarbon, yaitu terpene minyak essensial pada tumbuhan. Sumber CH lainnya berasal dari sumber antropogenik yaitu Pencemar udara berupa hidrokarbon dihasilkan proses di industry plastic, resin, zat warna, karet, perindustrian penguapan pelarut organik, dan pembakaran sampah, kendaraan bermotor. Efek pada kesehatan :

Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik

19

Gas Hidrokarbon di dalam udara mengalami reaksi fotokimia, dapat berubah menjadi zat yang lebih berbahaya daripada asalnya, misalnya terbentuknya peroxiasetil nitrat (PAN), keton, aldehid, polycyclic aromatic hidrokarbon bersifat karsinogen. Baku mutu ambient udara : 0,24 ppm dalam 3 jam, metoda analisis-Flame ionization, alat-Gas chromatography

b) Karbonmonoksida (CO)
Karakteristik Fisik : Karbon monoksida adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau, tidak mempunyai rasa, titik didih -192º C, tidak larut dalam air dan beratnya 96,5% dari berat udara. Sering disebut silent killer. Sumber Pencemaran : Reaksi-reaksi yang menghasilkan gas karbon monoksida adalah, pembakaran tidak sempurna dari bahan bakar atau senyawa senyawa karbon. Pencemaran karbon monoksida berasal dari sumber alami seperti: hydrozoa (siphonopores) makhluk laut, kebakaran hutan, oksidasi dari terpene yang diemisikan hutan ke atmosfer, produksi CO oleh vegetasi dan kehidupan di laut. Sumber CO lainnya berasal dari sumber antropogenik yaitu hasil pembakaran bahan bakar fosil yang memberikan sumbangan 78,5% dari emisi total. Pencemaran dari sumber antropogenik 55,3% berasal dari pembakaran bensin pada otomotif. Asap rokok juga dapat menghasilkan gas CO. selain itu dari kebakaran hutan, insinerasi, dan industri-industri. Efek pada kesehatan : Gas CO digolongkan sebagai asphyxiant (penyebab sesak napas ). Gas karbon monoksida memasuki tubuh melalui pernafasan dan diabsorpsi di dalam peredaran darah. Karbon monoksida akan berikatan dengan haemoglobin (yang berfungsi untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh) menjadi carboxyhaemoglobin. Gas CO mempunyai kemampuan afinitas 210 kali lipat lebih besar daripada O2 terhadap Hb. Secara langsung kompetisi ini akan menyebabkan pasokan O2 ke seluruh tubuh menurun tajam, sehingga melemahkan kontraksi jantung dan menurunkan volume darah yang didistribusikan. Paparan menahun menimbulkan kerusakan otot jantung dan susunan syaraf pusat, dengan gejala gangguan syaraf otak, infark jantung, infark otak, dan kematian bayi dalam kandungan.

Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik

20

Gas CO dapat pula merupakan gas yang menyebabkan Building Associated Illnesses, dengan keluhan mual, nyeri kepala, dan muntah. Baku mutu ambient udara : 20 ppm dalam 8 jam, metoda analisis- NIDR, alat-NIDR analyzer • • • Konsentrasi rendah (10 ppm) dapat menyebabkan pusing-pusing, keletihan, dan kurang memperhatikan sekitarnya. Konsentrasi pada 250 ppm, terjadi kelainan fungsi susunan syaraf pusat, perubahan fungsi paruparu dan jantung, rasa sesak napas, pingsan. Konsentrasi tinggi (pada 750ppm) dapat menyebabkan kematian.

Jenis fungi seperti Penicillium dan Aspergillus dapat menghilangkan CO dari udara.

c) Nitrofen Oksida (NOx)
NO, NO2, N2O . Karakteristik fisik: Gas Nitrogen monoksida tidak berwarna, tidak berbau, tetapi gas nitrogen dioksida berwarna coklat kemerahan dan berbau tajam, bersifat oksidator dan menyebabkan orang menjadi lemas. Sumber Pencemaran : Oksida nitrogen diproduksi terutama dari proses pembakaran bahan bakar fosil, seperti bensin, batubara dan gas alam. 50% dihasilkan dari kendaraan bermotor. Efek pada kesehatan : Nitrogen oksida bereaksi dengan senyawa organic volatile membentuk ozon dan oksidan lainnya seperti peroksiasetilnitrat (PAN) di dalam smog fotokimia dan dengan air hujan menghasilkan asam nitrat dan menyebabkan hujan asam. Smog fotokimia berbahaya bagi kesehatan manusia karena menyebabkan kesulitan bernafas pada penderita asma, batuk-batuk pada anak-anak dan orang tua, dan berbagai gangguan sistem pernafasan, serta menurunkan visibilitas. Iritasi pada mata dan kulit berupa luka bakar dapat terjadi jika NO2 bereaksi dengan uap air. Baku mutu ambient udara : 0,05 ppm dalam 24 jam, metoda analisis-Saltzman, alat-Spektrophotometer

Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik

21

• • •

Konsentrasi rendah (50-100 ppm) dapat menyebabkan peradangan paru-paru, pada fase ini orang masih bisa sembuh 6-8minggu. Konsentrasi pada 150-200 ppm, terjadi pemampetan bronchioli, disebut bronchiolitis fibrosis obliterans, meninggal dalm waktu 305 minggu. Konsentrasi tinggi (pada 500ppm) dapat menyebabkan kematian dalam waktu 2-10 hari.

• Sumber Pembuangan limbah
a) Hidrogen Sulfida (H2S)
hydrogen sulfida adalah gas yang berbau telur busuk. Sekalipun gas ini bersifat iritan bagi paru-paru, tetapi ia digalongkan kedalam asphyxiant karena efek utamanya adalah melumpuhkan pusat pernafasan, sehingga kematian disebabkan oleh terhentinya pernapasan. Hidrogen sulfida juga bersifat korosif terhadap metal, dan menghitamkan berbagai material. Karena H2S lebih berat daripada udara, maka H2S ini sering didapat disumur-sumur, saluran air buangan, dan biasanya ditemukan bersama-sama gas beracun lainnya seperti metan, dan karbon dioxida. H2S didapat secara alamiah pada gunung-gunung berapi, dan dekomposisi zat organik. Emisi hydrogen sulfida didapat pada industri kimia, industri minyak bumi, kilamg minyak, dan terutama pada industri yang memproduksi gas sebagai bahan bakar. Hidrokarbon berasalkan proses alamiah dan buatan manusia. Secara alamiah hidrokarbon diproduksi oleh tanaman, dekomposisi zat organik. Sumber alamiah bagi hidrokarbon adalah sumur-sumur minyak dan gas bumi. Tanaman terutama pohon, seperti genus citrus dan famili coniferae memproduksi hidrokarbon. Sumber buatan utama hidrokarbon adalah asap kendaraan bermotor.

b) Methana (CH3)
Metana merupakan cemaran gas yang bersama-sama dengan CO2, CFC, dan N2O menyebabkan efek rumah kaca sehingga menyebabkan pemanasan global. Karakter fisik : Metana murni tidak berbau, tapi jika digunakan untuk keperluan komersial, biasanya ditambahkan sedikit bau belerang untuk mendeteksi kebocoran yang mungkin terjadi. mudah terbakar Sumber : Sampah adalah salah satu kontributor besar bagi ter-bentuknya gas metan (CH4), karena aktivitas manusia sehari-hari. Gas metana CH4 adalah senyawa hidrokarbon yang banyak dihasilkan dari penguraian senyawa organik oleh bakteri anaerob yang terjadi dalam air, dalam tanah dan dalam sedimen yang masuk ke dalam lapisan atmosfer.

Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik

22

Sumber cemaran CH4 adalah sawah (11%), rawa (34%), hutan tropis (36%), pertambangan dll (5%). Ia dapat ditemukan di ladang minyak, ladang gas bumi dan juga tambang batu bara. Ketika gas yang kaya dengan metana diproduksi melalui pembusukan oleh bakteri anaerobik dari bahan-bahan organik selain dari fosil, maka ia disebut biogas. Sumber biogas dapat ditemukan di rawa-rawa, tempat pembuangan akhir sampah, serta penampungan kotoran manusia dan hewan. Gas-gas CH4, CFC, N2O, CO2 yang berada di atmosfer mengakibatkan radiasi inframerah yang tertahan akan meningkat yang pada gilirannya akan mengakibatkan pemanasan global.

c. Pertukaran Udara Syarat Kesehatan :
i. Memasukkan udara segar untuk mencapai persyaratan NAB dengan menggunakan ventilasi / AC ii. Kebutuhan suplai udara segar 10lt/org/dtk iii. Membersihkan saringan/filter udara AC secara periodik sesuai ketentuan pabrik

Nilai Ambang Batas :
Pertukaran udara : 0.283 M³/menit/orang dengan laju ventilasi : 0.15 – 0.25 m/detik.

Keadaan di Pabrik :
i. Tiidak membawa spirometri, sehingga tidak bisa menghitung laju pertukaran udara. ii. Ventilasi bawah tidak lebar dan tidak dibuka karena akan mengganggu proses produksi. Maka konstruksi bangunan pun dibuat atap bertingkat, konstruksi bagian atas pabrik tersebut, antar sekat ruang produksinya memiliki ventilasi besar, diharapkan sirkulasi udara pun lebih lancar. Ventilasi bawah hanya sesekali dibuka. iii. Dilengkapi turbin ventilator iv. Tidak memiliki saringan/filter udara AC

d. Uap
Vaspor (uap) adalah bentuk penguapan dari benda yang dalam keadaan normal (temperatur dan tekanan kamar) dalam bentuk padat atau cair. Penguapan adalah proses dari suatu bentuk cair berubah menjadi bentuk uap bercampur dengan udara sekitarnya. Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik 23

Pelarut-pelarut organic seperti asethon, kloroform, benzene, dapat membentuk uap dalam suhu kamar dan berdifusi ke segala arah sering dinamakan volatile substance, zat yang mudah menguap.

Volatile Substance :
Kimia organik • • Benzene atau bensole (C6H6) digunakan dalam industri sebagai pelarut lemak. Cloroform (CHCl3) merupakan Hidrokarbon terchlorinasi suatu, anestatik.

Keadaan di Pabrik :
i. ii. Uap bersumber dari proses peleburan, proses pemanasan dan pengolahan. Uap yang masuk lewat inhalasi dalam konsentrasi tertentu dapat menyebabkan gangguan kesehatan tergantung jenis zat pencemar yang masuknya.

e. Fumes
Asap adalah partikel logam halus berdiameter kurang dari 1milimikron dari zat karbon yang keluar dari cerobong asap industri karena pembakaran tidak sempurna dari bahanbahan yang mengandung karbon, misalnya membentuk zat Pb dan Zn. Pengelasan (welding), penyolderan yang tidak cukup panas, dan pekerjaan lainya akan menghasilkan fumes.

Sifat-sifat “fume” adalah berflokulasi; kadang-kadang bergumpal; umumnya ukuran partikel-partikel dibawah 1 mikron yaitu antara 0,1-1 mikron.

Keadaan di Pabrik :
i. Fumes yang berasal dari proses pembakaran, dan banyak cerobong asap tidak diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan. ii. Pabrik hanya menyediakan fasilitas blower penghisap, yang nantinya menyerap semua gas pencemar dalam ruangan dan langsung dibuang ke lingkungan tanpa dilakukan pengolahan terlebih dahulu. iii. Hal ini dapat menyebabkan pencemaran udara bagi masyarakat sekitar yaitu gangguan kesehatan , tergantung dampak dan konsentrasi paparan pada tubuh manusianya, dan dampak terhadap globalnya yaitu kerusakan lapisan ozon yang menyebabkan pemanasan global. iv.

Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik

24

Fumes yang mungkin terkandung :
i. Timbal (Pb)

Karakteristik fisik : padat dan hitam Sumber Pencemar: Bahan bakar kendaraan bermotor, industry besi dan baja, peleburan tembaga, pembakaran batu bara, pipa air yang mengandung Pb, cat rumah,pabrik-pabrik, penyemprotan pestisida, pembakaran sampah, dan pembakaran bensin. Logam berat yang digunakan manusia untuk meningkatkan pembakaran pada kendaraan bermotor, dengan meningkatkan bilangan oktan menjadi 8,14. Penaikan bilangan oktan ini, untuk mencegah terjadinya pembakaran spontan yang menyebabkan terjadinya knocking, knocking adalah ketukan yang terjadi dalam mesin. Knocking inilah yang akhirnya mempercepat kerusakan pada mesin. Oktana ini berbeda dengan Heptana, yang walaupun dikompresi atau ditekan tidak menimbulkan pembakaran spontan. Hasil pembakaran tersebut menghasilkan timbal oksida yang berbentuk debu atau partikulat yang dapat terhirup oleh manusia. Penggunaan timbale bias dikurangi dengan menggantinya dengan MTBE metyl tertiary butyl eter, selain meningkatkan bilangan oktan juga dapat menambahkan oksigen, sehingga meminimalisir terjadinya pembakaran tidak sempurna. Efek Kesehatan : Timbal dan senyawanya mempengaruhi sistem pusat syaraf. Akut , sakit perut, muntah, diare akut. Kronik , nafsu makan hilang, konstipasi, lelah, sakit kepala, anemia, kelumpuhan anggota badan, kejang, gangguan penglihatan. baku mutu udara ambient : 0,06 mg/m3 dalam 24 jam, metode-Gravimetrik, alat-Hi vol AAS.

Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik

25

ii.
Meliputi

Chlorine
asam hipokhlorit(HOCl) dan garam hipokhlorit(OCl) .

Gas khlorin sangat terkenal sebagai gas beracun yang digunakan pada perang dunia ke-1.

Karakteristik fisik : Gas Khlorin ( Cl2) adalah gas berwarna hijau dengan bau sangat menyengat. Berat jenis gas khlorin 2,47 kali berat udara dan 20 kali berat gas hidrogen khlorida yang toksik. Sangat bersifat iritan, reaktif dan toksik.

Sumber : industry plastic, insektisida, herbisida, pemuti, pemrosesan sellulosa, industry kertas, pabrik pencuci tekstile, pemutih, dan desinfektan untuk air minum dan kolam renang.

Efek Kesehatan :

Selain bau yang menyengat gas khlorin dapat menyebabkan iritasi pada mata saluran pernafasan. Apabila gas khlorin masuk dalam jaringan paru-paru dan bereaksi dengan ion hidrogen akan dapat membentuk asam khlorida yang bersifat sangat korosif . Pada kadar 30ppm dapat menimbulkan batuk, nnyeri dada, dan kesukaran bernapas. Pada paparan kronis dapat berakibat terhadap hidung (anosmia), dan pada saluran pernapasan menyebabkan iritasi dan peradangan, Edema paru , emphysema, radang paru. baku mutu udara ambient : 150 mg/Nm3 dalam 24 jam, metode-Ion electrode, alatimpinge/continous analysis.

iii.

Hg/merkuri

Hg merupakan racun sistemik dan diakumulasi dihati, ginjal, limpa, dan tulang. Industri yang menggunakan Hg misalnya untuk proses produksi pada pabrik plastik, campuran bahan antiseptik pada sabun dan kosmetik, amalgam pada penambal gigi, dan fungisida. Gejala keracunan ion Hg adalah: sakit kepala, sukar menelan, penglihatan jadi kabur, daya dengar menurun, bagian kaki dan tangan terasa tebal, mulut terasa tersumbat logam, gusi membengkak disertai diare, kondisi tubuh melemah dan kematian, ibu mengandung melahirkan bayi cacat. Kasus keracunan Hg pernah terjadi di Minamata, penduduk banyak yang menjadi cacat, meninggal, dan bayi lahir cacat. Penyebabnya ikan laut yang dimakan mengandung Hg sekitar 27 - 102 ppm, karena tercemari limbah pabrik plastik. Kasus lain di Niigata, banyak yang cacat dan meninggal karena mengkonsumsi ikan yang mengandung Hg sekitar 5 - 20 ppm. Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik 26

3. Faktor Biologi a. Vektor Penyakit Keadaan di Pabrik yang memungkinkan menjadi sumber penularan Vektor:
i. Penumpukan Sampah : • Lalat

Jenis lalat yang merugikan bagi manusia dianataranya lalat hijau (Lucila seritica), lalat biru (Calliphora varnituria) dan lalat latrine (Fannia canicularis).Serangga kecil ini sangat
mengandalkan penglihatan untuk bertahan hidup, mata majemuknya terdiri atas ribuan lensa dan sangat peka terhadap gerakan. Beberapa jenis lalat memiliki penglihatan tiga dimensi yang akurat. Saat ini, ditemukan tidak kurang dari 60.000 – 100.000 spesies lalat di dunia.

Lalat merupakan pembawa penyakit yang sangat efisien karena tubuhnya mudah ditempali bakteri, spora dan cacing pada bagian mulut dan ke 6 kakinya sehingga mudah menyebarkan agen penyakit. Lalat inijuga suka hinggap pada makanan, berjalan pada peralatan makanan seperti sendok, piring, garpu dan perkakas lainnya. Selain meninggalkan bakteriyang menempel ditubuhnya lalat juga mengeluarkan kotoran pada setiap tempat yang dihinggapinya (Anonimus, 2005). Lalat dapat berperan sebagai vektor mekanis dan biologis (Siswono, 2005). Menurut Anonimus (2005), penularan secara mekanis terjadi melalui kulit tubuh dan kaki-kaki lalatyang kotor dan merupakan tempat menempelnya mikroorganisme yang kemudian hinggap pada makanan. Penularan secara bilogis yaitu dengan hinggap pada makanan dan mengeluarkan air liurnya yang mengandung bakteri pathogen. Bakteri patogen yang disebarkan oleh lalat adalah antara lain Salmonella typii, Shigella disentry, Clostridium pefringens Vibrio cholera (Sharinggon, 1994). Penyakit-penyakit yang ditularkan oleh lalat adalah penyakit-penyakit yang berhubungan dengan saluran pencernaan misalnya, tifus abdominalis, kolera, tifoid, diare, desentri dan lain-lain. Disamping penyakit perut, lalat juga dapat menularkan penyakit lain seperti scarlatina, difteri, dan penyakit gatal-gatal pada kulit (Sinaga, 2004). Lalat rumah (Musca domestica) berkembangbiak dengan cepat pada kondisi sanitasi linkungan yang buruk seperti pada tempat- tempat dimana terjadi peristiwa pembusukan organik antara lain

Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik

27

gundukan sampah basah, kotoran hewan, sisa makanan, buah-buahanyang berada dirumah atau dipasar serta genangan air kotor serta lingkungan rumah sakit. • Kecoa
Kecoa tinggal di tempat gelap yang kotor, lembab dan bau. Baunya yang tidak sedap, kotoran dan kuman yang ia tinggalkan di setiap tempat yang ia hinggapi, membuat kecoa dianggap sebagai indikator sanitasi yang buruk. Berbagai kuman penyakit yang berasal dari tempat-tempat kotor menempel pada tubuh kecoa dan akan menempel di setiap tempat yang dia hinggapi. Oleh karena itulah kecoa dapat menjadi penyebab berbagi jenis penyakit mulai hari tipus, toksoplasma, hingga penyakit SARS yang mematikan, sehingga perlu dikendalikan populasinya.

Tikus Tikus adalah mamalia yang termasuk dalam suku Muridae. Spesies tikus yang paling dikenal adalah mencit (Mus spp.) serta tikus got (Rattus norvegicus)

ii. iii.

Sanitasi toilet yang kotor, dapat menjadikan tempat perindukan kecoa, tikus, nyamuk Air kotor yang tergenang, di sekitar pabrik. Jentik nyamuk anopheles sp., agent yang dibawanya plasmodium vivax media transmisi melalui gigitan nyamuk tersebut, ke intravena (pembuluh darah manusia), menyebabkan penyakit malaria.

iv.

Terkandung dalam air : termasuk protozoa, cacing dan tungau. PROTOZOA : Entamoeba histolytica Balantidium coli Giardia Lamblia METAZOA : Ascaris lumbricoides Clonorchis sinensis Diphyllobothrium latum Taenia saginata/solium Schistosoma Ascaris Clonorchiasis Diphylobothriasis Taeniasis Schistosomiasis Dysentriae amuba Balantidiasis Giardiasis

v.

Sarang laba-laba pada atap pabrik Laba-laba, melalui skin contact, lalu laba-laba tersebut mengigit bisa terkena penyakit anaphiliaxis

Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik

28

vi.

Terkandung dalam air Schistosoma sp. Penularan schistosomiasis terjadi apabila larva serkaria yang berada dalam air menemukan inang definitive, dengan kata lain transmisi penyakit schistosomiasis pada manusia terjadi apabila manusia berada pada lingkungan perairan yang sudah mengandung larva serkaria dari S. japonicum. Schistosomiasis adalah penyakit zoonotik dan merupakan masalah kesehatan masyarakat. Infeksi shistosoma dapat menimbulkan gejala-gejala yang bersifat umum seperti gejala keracunan, disentri , penurunan berat badan , penurunan nafsu makan, kekurusan dan lambatnya pertumbuhan pada anak-anak. Sedang pada penderita yang sudah kronis dapat menimbulkan pembengkakan hati yang umumnya berakhir dengan kematian.

vii.

Terkandung dalam tanah yang lembab • Cacing vermicolasis, penyebab penyakit oxyuriasis • Cacing duddenale, penyebab penyakit Ancylostomiasis

viii.

Terkandung dalam Udara a) Kontak melalui inhalasi , factor predisporsingnya : pekerja yang tidak memakai masker • Enterobius vermicularis - Oxyyuriasis Larva masuk lewat inhalasi dan menyebabkan ganguan padagasterointestinal. b) Tidak memakai tutup kepala • • Kutu menyebabkan lesi pada kulit kepala. Ketombe menyebabkan kulit kepala gatal-gatal.

b. Virus Keadaan di pabrik yang memungkinkan terjadinya sumber penularan oleh virus :
i. Terkandung dalam air • Rotavirus Rotavirus adalah virus yang umum dan menular yang menyebabkan muntah dan diare. Rotavirus adalah kuman diare pembawa maut yang berbahaya. Jadi, jangan anggap Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik 29

sepele penyakit diare, karena nyatanya, 18% penyebab kematian pada bayi dan balita di Indonesia disebabkan oleh virus yang membawa penyakit ini. Penularan rotavirus yang utama melalui feses penderita yang masuk secara oral. Tangan atau air yang terkontaminasi setelah BAB adalah sumber penularan utama. Selain itu muntahan penderita juga menjadi sumber penularan bagi anggota keluarga. Juga bahan atau alat yang tercemar muntahan penderita perlu dicermati sebagai sumber penularan, maka harus dicuci bersih. • virus hepatitis A, Seringkali infeksi hepatitis A pada anak-anak tidak menimbulkan gejala, sedangkan pada orang dewasa menyebabkan gejala mirip flu, rasa lelah, demam, diare, mual, nyeri perut, mata kuning dan hilangnya nafsu makan. Gejala hilang sama sekali setelah 6-12 minggu. Orang yang terinfeksi hepatitis A akan kebal terhadap penyakit tersebut. Berbeda dengan hepatitis B dan C, infeksi hepatitis A tidak berlanjut ke hepatitis kronik. Masa inkubasi 30 hari.Penularan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi feces pasien, misalnya makan buah-buahan, sayur yang tidak dimasak atau makan kerang yang setengah matang. Minum dengan es batu yang prosesnya terkontaminasi. • virus poliomyelitis a.c, Poliomyelitis atau Polio, adalah penyakit paralisis atau lumpuh yang disebabkan oleh virus. Agen pembawa penyakit ini, sebuah virus yang dinamakan poliovirus (PV), masuk ke tubuh melalui mulut, mengifeksi saluran usus. Virus ini dapat memasuki aliran darah dan mengalir ke sistem saraf pusat menyebabkan melemahnya otot dan kadang kelumpuhan. Virus Polio dapat bertahan lama pada air limbah dan air permukaan, bahkan dapat sampai berkilo-kilometer dari sumber penularannya. Penularan terutama terjadi akibat tercemarnya lingkungan oleh virus polio dari penderita yang telah terinfeksi, namun virus ini hidup di lingkungan terbatas. • virus DHF dan

Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik

30

Penyakit Demam Berdarah atau Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) ialah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kedua jenis nyamuk ini terdapat hampir di seluruh pelosok Indonesia, kecuali di tempat-tempat ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan air laut.

Penyakit DBD sering salah didiagnosis dengan penyakit lain seperti flu atau tipus. Hal ini disebabkan karena infeksi virus dengue yang menyebabkan DBD bisa bersifat asimtomatik atau tidak jelas gejalanya. • virus trachoma. Mata merah atau belekan infeksinya oleh trachoma yang komplikasinya bisa mengakibatkan kebutaan. Penderita yang terkena penyakit ini akan merasakan pedih pada matanya, mata menjadi merah dan bengkak, bahkan ketika bangun tidur, si penderita akan kesulitan untuk membuka matanya, karena terdapat banyak kotoran di seputar kelopak matanya. Sehingga pandangan menjadi kabur dan terasa ada ganjalan pada bola mata. Yang sebagian besar menyerang sistem gasterointestinal, seperti diare, mual, dll. ii. Terkandung dalam udara

Kontak melalui inhalasi , factor predisporsingnya : pekerja yang tidak memakai masker • Parotitis epidemica virus - Parotitis epidemica Penyakit ini disebut juga gondong, Mudah menular melalui kontak langsung & droplet dari air liur atau sekresi lain pada nasofaring. Masa tunas/inkubasi: 12-26 hari (rata-rata: 18 hari) Masa tular/infektiviti: 2-4 hari sebelum pembengkakan parotis & sampai 9 hari sesudah pembengkakannya mulai. • Virus varicella –Varicella Virus varicella termasuk golongan herpes virus yang disebut varicella herpes virus (VZV). Kontak pertama dengan virus varicella akan menyebabkan penyakit varicella, kontak berikutnya yang muncul adalah herpes zoozter. Virus yang masuk ke dalam tubuh Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik 31

umumnya melalui saluran pernapasan, kemudian masuk ke sirkulasi darah dan kelenjar getah bening dan akan berahir dengan manifestasi dengan kulit. Mula-mula akan membentuk peradangan pada folikel kult dan glandula sebasea, kemudian membentuk makula (bentuknya hampir rata dengan sekitarnya) yang berkembang cepat menjadi papula (bentuknya lebih menonjol) dan berubah lagi menjadi vesikula (papula yang berisi cairan) dan ahirnya mengering menjadi krusta. Pada anak dengan daya tahan tubuh cukup, penyakit ini bersifat ringan dan jarang menimbulkan komplikasi, tetapi pada anak dengan immunodefisiensi, maka penyakit inidapat menimbulkan komplikasi bahkan kematian. • Virus morbilli – Morbilli Penyakit infeksi virus akut menular yang ditandai dengan 3 stadium, yaitu : a. Stadium Kataral b. Stadium Erupsi, dan c. Stadium Konvalesensi Penyebabnya adalah virus morbili yang terdapat dalam sekret nasofaring dan darah sealma masa prodormal sampai 24 jam setelah timbul bercak-bercak. Virus ini berupa virus RNA yang termasuk famili Paramiksoviridae, genus Morbilivirus. • Virus influenza- Influenza Terjadi melalui penyebaran partikel kecil [< 5 um] ke udara, baik secara langsung atau melalui partikel debu yang mengandung mikroorganisme infeksius. Partikel ini dapat tersebar dengan cara batuk, bersin, berbicaradan tindakan seperti bronkoskopi atau pengisapan lendir. Partikel infeksius dapat menetap di udara selama beberapa jam dan dapat disebarkan secara luas dalam suatu ruangan atau dalam jarak yang lebih jauh. Pengelolaan udara secara khusus dan ventilasi diperlukan untuk mencegah transmisi melalui udara.

c. Bakteri Keadaan di pabrik yang memungkinkan terjadinya sumber penularan oleh bakteri :
i. Mesin yang berkarat, Kelembaban udara juga menyebabkan banyaknya perlatan/mesin yang berkarat, dari logam korosif memungkinkanya terjadinya infeksi clostridium tetani. Gangguan kesehatan yang diakibatkan : tetanus, mual, muntah, iritasi lambung. Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik 32

ii.

Air hasil pencucian sampah plastik, Bakteri penyebab penyakit bawaan air terbanyak adalah : • salmonella typhi/paratyphi, Demam Tifoid juga dikenali dengan nama lain yaitu Typhus Abdominalis,Typhoid fever atau Enteric fever. Demam tifoid adalah penyakit sistemik yang akut yang mempunyai karakteritik demam, sakit kepala dan ketidakenakan abdomen berlangsung lebih kurang 3 minggu yang juga disertai gejala-gejala perut pembesaran limpa dan erupsi kulit. Demam tifoid (termasuk para-tifoid) disebabkan oleh kuman Salmonella typhi, S paratyphi A, S paratyphi B dan S paratyphi C. Jika penyebabnya adalah S paratyphi, gejalanya lebih ringan dibanding dengan yang disebabkan oleh S typhi. demam tifoid sering ditemui di tempat-tempat di mana penduduknya kurang mengamalkan membasuh tangan manakala airnya mungkin tercemar dengan sisa kumbahan. • Shigella dan Shigella, penyebab disentri yang terpenting dan tersering (± 60% kasus disentri yang dirujuk serta hampir semua kasus disentri yang berat dan mengancam jiwa disebabkan oleh Shigella. Disentri berasal dari bahasa Yunani, yaitu dys (=gangguan) dan enteron (=usus), yang berarti radang usus yang menimbulkan gejala meluas, tinja lendir bercampur darah . Transmisi : fecal-oral, melalui : makanan / air yang terkontaminasi, person-to-person contact. • Vibrio cholera. Gejala-gejala kolera Asiatik dapat bervariasi dari diare cair yang ringan, sampai diare akut yang ditandai dengan kotoran yang berwujud seperti air cucian beras. Gejala awal penyakit ini umumnya terjadi dengan tiba-tiba, dengan masa inkubasi antara 6 jam sampai 5 hari. Kram perut, mual, muntah, dehidrasi, dan shock (turunnya laju aliran darah secara tiba-tiba). Kematian dapat terjadi apabila korban kehilangan cairan dan elektrolit

Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik

33

dalam jumlah besar. Penyakit ini disebabkan karena korban mengkonsumsi bakteri hidup, yang kemudian melekat pada usus halus dan menghasilkan racun kolera. Produksi racun kolera oleh bakteri yang melekat ini menyebabkan diare berair yang merupakan gejala penyakit ini. Air dapat menjadi sumber penularan vibrio cholera. • Entamoeba coli. Diare akut adalah diare yang onset gejalanya tiba-tiba dan berlangsung kurang dari 14 hari, sedang diare kronik yaitu diare yang berlangsung lebih dari 14 hari. Diare dapat disebabkan infeksi maupun non infeksi. Yang sebagian besar menyerang sistem gasterointestinal, seperti diare, mual, dll. iii. Tanah yang lembab Bakteri anthacis, penyebab penyakit antrax

iv.

Udara

Kontak melalui inhalasi , factor predisporsingnya : pekerja yang tidak memakai masker • Corynebakterium diphtheria- Diphtheriae

Difteri adalah suatu infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri penghasil toksin (racun) Corynebacterium diphtheriae. Biasanya penyakit ini menyerang saluran pernafasan (terutama laring, amandel dan tenggorokan); tetapi bisa juga menyerang kulit dan toksin yang dihasilkan bisa menyebabkan kerusakan pada saraf dan jantung. Bakteri ini ditularkan melalui percikan ludah yang berasal dari batuk penderita atau benda maupun makanan yang telah terkontaminasi oleh bakteri.Biasanya bakteri berkembangbiak pada atau di sekitar permukaan selaput lendir mulut atau tenggorokan dan menyebabkan peradangan.Beberapa jenis bakteri ini menghasilkan toksin yang sangat kuat, yang dapat menyebabkan kerusakan pada jantung dan otak.

Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik

34

Mycobakterum tuberculosis- Tuberculosa

Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Kuman batang tanhan asam ini dapat merupakan organisme patogen maupun saprofit. Penularan terjadi karena kuman dibatukan atau dibersinkan keluar menjadi droflet nuklei dalam udara. Partikel infeksi ini dapat menetap dalam udara bebas selama 1 – 2 jam, tergantung ada atau tidaknya sinar ultra violet. dan ventilasi yang baik dan kelembaban. Dalam suasana yang gelap dan lembab kuman dapat bertahan sampai berhari – hari bahkan berbulan, bila partikel infeksi ini terhisap oleh orang yang sehat akan menempel pada alveoli kemudian partikel ini akan berkembang bisa sampai puncak apeks paru sebelah kanan atau kiri dan dapat pula keduanya dengan melewati pembuluh linfe, basil berpindah kebagian paru – paru yang lain atau jaringan tubuh yang lain. •

Bordetella pertussis- pertussis

Pertusis (Batuk Rejan, Whooping Cough) adalah infeksi bakteri pada saluran pernafasan yang sangat menular dan menyebabkan batuk yang biasanya diakhiri dengan suara pernafasan dalam bernada tinggi (melengking). Bakteri ini ditularkan melalui percikan ludah penderita. •

Diplococus pneumonia- Pneumoniae

Pneumonia adalah suatu radang pada parenkim paru. Proses peradangan tersebut terbanyak disebabkan oleh mikroorganisme (bakteri, virus, dan jamur), selain itu dapat juga disebabkan oleh faktor-faktor lain (inhalasi bahan kimia atau makanan, radiasi, dll).

d. Jamur Keadaan di pabrik yang memungkinkan tumbuhnya jamur :
a. Kelembaban ruangan yang tinggi, menyebabkan dinding dan lantai berjamur. Kondisi dinding dan lantainya yang banyak jamur ini dapat ditemukan, memungkinkan adanya jamur sporothrix schenceki melalui inhalasi dan kontak dermal menyebabkan gangguan kesehatan, seperti : mikosis, asma, dan alergi kulit.

Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik

35

b. Terdapat pada air, Dermatofitosis- Tinea pedis (kutu air) menyerang diantara jari-jari kaki kulit kemerahmerahan terkelupas dan mengeluarkan air.

c. Tanah yang lembab Jamur kapsulatum, penyebab penyakit histoplasmosis Infeksi terjadi dengan inhalasi spora, terutama mikrokonidia, spora yang cukup kecil untuk mencapai alveoli pada inhalasi, yang kemudian berlanjut dengan bentuk budding. Dengan berlanjutnya waktu, reaksi granuloma terjadi. Jamur fumigatus, penyebab penyakit aspergillosis Penyakit jamur yang muncul dengan berbagai sindroma klinis yang disebabkan oleh spesies Aspergillus. Penderita dengan penyakit paru kronis (terutama asthma, juga penyakit gangguan paru kronis atau “cystic fibrosis”) dan penderita yang alergi terhadap jamur ini dapat menyebabkan kerusakan bronchus dan penyumbatan bronchus intermiten. Keadaan ini disebut sebagai allergic bronchopulmonary aspergillosis (ABPA). Cara Penularan : Melalui inhalasi konidia yang ada di udara. Masa Inkubasi: Hitungan hari hingga minggu. Masa Penularan : Tidak disebarkan dari satu orang ke orang lain.

4. Faktor Ergonomi
Ergonomi sebagai ilmu, teknologi dan seni berupaya menyerasikan alat, cara, proses dan lingkungan kerja terhadap kemampuan, kebolehan dan batasan manusia untuk terwujudnya kondisi dan lingkungan kerja yang sehat, aman, nyaman dan tercapai efisiensi yang setinggitingginya. Pendekatan ergonomi bersifat konseptual dan kuratif, secara popular kedua pendekatan tersebut dikenal sebagai To fit the Job to the Man and to fit the Man to the Job. Sebagian besar pekerja di perkantoran atau Pelayanan Kesehatan pemerintah, bekerja dalam posisi yang kurang ergonomis, misalnya tenaga operator peralatan, hal ini disebabkan peralatan yang digunakan pada umumnya barang impor yang disainnya tidak sesuai dengan ukuran pekerja Indonesia. Posisi kerja yang salah dan dipaksakan dapat menyebabkan mudah lelah sehingga kerja menjadi kurang efisien dan dalam jangka panjang dapat menyebakan gangguan fisik dan psikologis (stress) Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik 36

dengan keluhan yang paling sering adalah nyeri pinggang kerja (low back pain). Workstation design adalah bagaimana kita mendesign atau membuat suatu tempat kerja menjadi nyaman dan tidak menimbulkan kelelahan, termasuk disini adalah bagaimana mengatur atau meletakkan peralatan kerja yang digunakan.

Workplace design adalah menyangkut masalah berapa kebutuhan minimal ruangan yang diperlukan sehingga seseorang dapat melakukan pekerjaannya dengan cukup leluasa.( Yuliani

Setyaningsih, 2002)

a. Pencahayaan
Tenaga kerja harus dengan jelas dapat melihat objek-objek yang sedang dikerjakan, juga harus dapat melihat dengan jelas pula mesin-mesin/peralatan selama proses produksi agar tidak terjadi kecelakaan kerja. Untuk itu diperlukan penerangan di tempat kerja yang memadai. Suma’mur (1993) menyatakan bahwa untuk setiap jenis pekerjaan diperlukan intensitas penerangan yang tertentu pula. Hal ini telah diatur dalam P.M.P. No.7 tahun 1964 tentang syarat-syarat kesehatan, kebersihan serta penerangan dalam tempat kerja.

Syarat Kesehatan :
i. Pencahayaan alam maupun buatan diupayakan agar tidak menimbulkan kesilauan dan memiliki intensitas sesuai dengan peruntukannya ii. Kontras sesuai kebutuhan, hindarkan terjadinya kesilauan atau bayangan iii. Untuk ruang kerja yang menggunakan peralatan berputar dianjurkan untuk tidak menggunakan lampu neon iv. Penempatan bola lampu dapat menghasilkan penyinaran yang optimum dan bola lampu sering dibersihkan v. Bola lampu yang mulai tidak berfungsi dengan baik segera diganti.

Nilai ambang batas :

JENIS KEGIATAN

TINGKAT PENCAHAYAAN MINIMAL (LUX)
37

KETERANGAN

Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik

Pekerjaan kasar 100 dan tidak terus – menerus

Ruang penyimpanan & ruang peralatan/instalasi memerlukan kontinyu pekerjaan yang yang

Pekerjaan kasar 200 dan terus –

Pekerjaan dengan mesin dan perakitan kasar

menerus Pekerjaan rutin 300 Ruang kontrol, administrasi, pekerjaan ruang &

mesin

perakitan/penyusun Pekerjaan agak 500 halus Pembuatan gambar atau bekerja dengan mesin kantor, pekerjaan pemeriksaan dengan mesin Pekerjaan halus 1000 Pemilihan warna, pemrosesan teksti, pekerjaan mesin halus & perakitan halus Pekerjaan amat 1500 halus Tidak menimbulkan bayangan Pekerjaan terinci Tidak menimbulkan bayangan Tingkat Pencahayaan Lingkungan Kerja
Sumber: KEPMENKES RI. No. 1405/MENKES/SK/XI/02

atau

pekerjaan

Mengukir pemeriksaan

dengan pekerjaan

tangan, mesin

dan perakitan yang sangat halus Pemeriksaan perakitan sangat halus pekerjaan,

3000

United Nations Environment Programme (UNEP) dalam Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia mengklasifikasikan kebutuhan tingkat pencahayaan ruang tergantung area kegiatannya, seperti berikut:

Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik

38

Kebutuhan Pencahayaan Menurut Area Kegiatan Pencahayaan (LUX) 20

Keperluan Pencahayaan Umum untuk

Contoh Area Kegiatan Layanan penerangan yang minimum dalam area sirkulasi luar ruangan, pertokoan didaerah terbuka, halaman tempat penyimpanan

ruangan dan area yang digunakan dan/atau jarang

50 70

Tempat pejalan kaki & panggung Ruang boiler Halaman Trafo, ruangan tungku, dll. Area sirkulasi di industri, pertokoan dan ruang penyimpan.

tugas- 100 150 tugas atau visual sederhana Pencahayaan umum interior untuk 300 200

Layanan penerangan yang minimum dalam tugas Meja & mesin kerja ukuran sedang, proses umum dalam industri kimia dan makanan, kegiatan membaca dan

membuat arsip. 450 Gantungan baju, pemeriksaan, kantor untuk menggambar, perakitan mesin dan bagian yang halus, pekerjaan warna, tugas menggambar kritis. 1500 Pekerjaan mesin dan diatas meja yang sangat halus, perakitan mesin presisi kecil dan instrumen; komponen

elektronik, pengukuran & pemeriksaan bagian kecil yang rumit (sebagian mungkin diberikan oleh tugas

pencahayaan setempat)
Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik 39

Keperluan Pencahayaan tambahan setempat untuk

Pencahayaan (LUX) 3000

Contoh Area Kegiatan Pekerjaan berpresisi dan rinci sekali, misal instrumen yang sangat kecil, pembuatan jam tangan, pengukiran

tugas visual yang tepat
Sumber : www.energyefficiencyasia.org

Keadaan di Pabrik :
i. Perusahaan ini dalam penerangannya memakai lampu TL (40 watt) dan lampu penerangan jalan (150 watt). ii. Selain itu terdapat ventilasi dan juga jendela yang cukup besar, sehingga memudahkan cahaya untuk masuk. iii. Bola lampu terlihat jarang dibersihkan iv. Akibat dari penerangan yang buruk :

(a) Kelelahan mata dengan berkurangnya daya efisiensi kerja, (b) Kelelahan mental, (c) Keluhan pegal didaerah mata dan sakit kepada sekitar mata, (d) Kerusakan alat penglihatan, (e) Meningkatnya kecelakaan. (f) Getaran Mekanik Getaran mekanik dapat diartikan sebagai getaran-getaran yang ditimbulkan oleh alatalat mekanis. Getaran mekanis pada umumnya sangat mengganggu tubuh, karena ketidakaturan intensitas maupun frekuensinya.

b. Sikap Kerja (duduk/berdiri)
Pekerja disana sebagian besar sikap kerjanya adalah berdiri dan duduk. Pada bagian produksi terutama yang paling banyak berdiri pekerjanya. Mereka berdiri di samping mesin produksi. Ada pula yang duduk, misalnya pada bagian packaging. Kursi yang digunakan rata-rata kursi yang Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik 40

tidak ada sandarannya, sehingga dapat menimbulkan efek yang kurang baik untuk tubuh. Apalagi mereka bekerja 7 jam dalam sehari. Efek yang dapat terjadi misalnya kelelahan, kesemutan, kram, pegal, linu, nyeri pinggang bahkan cedera otot. Posisi duduk yang salah juga dapat menimbulkan efek yang buruk pada tulang, misalnya kebungkukan. Posisi duduk yang benar adalah : 1. Posisi kepala dan leher tegak, tidak membungkuk 2. Duduk dengan punggung lurus dan bahu berada dibelakang serta menyentuh belakang kursi. Caranya, duduk diujung kursi seolah terbentuk huruf C. Setelah itu mungkin. Tahan pantat dan bungkukkan badan

tegakkan badan buatlah lengkungan tubuh sebisa

untuk beberapa detik kemudian lepaskan posisi tersebut secara

ringan (sekitar 10 derajat). 3. Duduklah dengan lutut tetap setinggi atau sedikit lebih tinggi penyangga kaki) dan sebaiknya kedua tungkai panggul (gunakan

tidak saling menyilang. mengurangi konsentrasi

4. Sesekali lakukan disguised pauses, istirahat sekedar untuk pada pekerjaan misalnya merubah posisi berjalan-jalan sebentar

duduk, berdiri sebentar dari kursi atau

5. Hindari duduk dengan mencondongkan kepala ke depan, karena dapat

menyebabkan

gangguan pada leher. Dan juga hindari duduk tanpa sokongan lengan bawah, karena dapat menyebebabkan nyeri pada bahu dan pinggang.

6. Jaga agar kedua kaki tidak menggantung.

7. Hindari duduk dengan posisi yang sama lebih dari 20-30 menit. Cormick mengemukakan bahwa dalam perancangan kursi yang ergonomis, perlu diperhatikan hal-hal di bawah ini :
1. Sandaran kursi sebaiknya mengikuti bentuk lumbar 2. Sandaran kursi seharusnya bersudut 10-30 derajat dari daerah vertikal 3. Sudut antara kursi dengan sandaran antara 95 derajat dan 120 derajat. Alas duduk harus sedemikian rupa sehingga memberikan kemudahan bagi pekerja untuk menentukan pemilihan gerakan dan posisi. Alas duduk hendaknya dibuat horisontal. Untuk pekerjaan-pekerjaan yang tidak memerlukan sikap sedikit membungkuk ke depan, alas duduk dapat dibuat ke belakang (3-5 derajat). Bila keadaan memungkinkan, dianjurkan penyediaan tempat duduk yang dapat diatur. 4. Permukaan kursi tidak boleh lebih tinggi dari popliteal. Tinggi alas duduk diukur dari lantai sampai pada permukaan atas dari bagian depan alas duduk. Ukuran yang Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik 41

dianjurkan 38-48 cm. Tinggi alas duduk harus sedikit lebih pendek dari jarak antara lekuk lutut dan telapak kaki. 5. Lebar kursi sesuai dengan ukuran tubuh.

Diukur pada garis tengah alas duduk melintang. Lebar alas duduk harus lebih besar dari lebar pinggul. Ukuran yang diusulkan adalah 44-48 cm.
6. Tinggi meja tidak boleh lebih rendah atau lebih tinggi dari siku duduk 7. Sandaran kursi tingginya 480-520 mm vertikal di atas permukaan kursi. Panjang sandaran tangan adalah sepanjang lengan bawah. Ukuran yang dianjurkan adalah jarak tepi dalam kedua sandaran tangan adalah 46-48 cm. Tinggi san daran tangan adalah 20 cm dari alas duduk. Panjang sandaran tangan adalah 21 cm. 8. Bagian atas dari sandaran pinggang tidak melebihi tepi bawah ujung tulang belikat, dan bagian bawahnya setinggi garis pinggul. 9. Posisi berdiri yang dianjurkan adalah sebagai berikut : a) Hindari membungkuk atau postur yang tidak wajar b) Bekerja dengan duduk sebanyak mungkin c) Gerakan tangan menyilang atau simetris d) Alat-alat dan bahan harus diatur di sekeliling tempat bekerja. Letak terbaik adalah 25-30 cm dari mata dengan menurunkan siku dan membungkuk pada sudut yang tepat. e) Letak meja dan tangan jangan jauh-jauh f) Jarak meja dengan mata harus jarak yang terbaik g) Tempat kerja dapat ditingkatkan dengan penggunaan untuk siku, kaki, dan tangan.

Keuntungan kerja sambil duduk adalah ; (1) Mengurangi tingkat kelelahan (2) Membutuhkan energi yang tidak terlalu banyak Namun ada pula kerugian-kerugian bekerja sambil duduk, antara lain : (1) Melembekkan otot-otot perut, (2) Melengkungkan punggung, (3) Tidak baik bagi alat tubuh bagian dalam (organ pencernaan)

c. Gerakan Repetitif

Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik

42

Gerakan berulang yang dilakukan oleh karyawan adalah gerakan memutar roll dan packaging. Dalam sehari mereka dapat melakukan gerakan tersebut dalam waktu 8 jam. Gerakan yang dilakukan berulang-ulang disebut juga monoton. Hal ini dapat menyebabkan cumulative trauma disorders. Merupakan kerusakan jaringan halus yang disebabkan pemakaian berulang-ulang. Penyebab CTD antara lain : 1. Kedudukan sendi-sendi yang tidak wajar 2. Penggunaan tenaga yang berlebihan 3. Aktivitas yang berulang-ulang 4. Faktor-faktor individual

Selain menimbulkan CTD, gerakan yang dilakukan berulang-ulang juga dapat menimbulkan kelelahan/fatique. Beberapa ahli membagi kelelahan menjadi 3, yaitu : 1. Kelelahan Fisik Disebabkan oleh kerja yang berlebihan. Jika tidak terlau berat, kelelahan ini dapat hilang setelah beristirahat yang cukup. 2. Kelelahan yang Patologis Biasanya muncul tiba-tiba dan berat gejalanya 3. Kelelahan Psikologis dan Emosi Merupakan mekanisme melarikan diri dari kenyataan.

Sasaran ergonomi adalah seluruh tenaga kerja baik sektor modern maupun pada sektor tradisional dan informal. Pada sektor modern penerapan ergonomi dalam bentuk pengaturan sikap, tata cara kerja dan perencanaan kerja yang tepat adalah persyaratan bagi efisiensi dan produktivitas yang tinggi. Dengan menerapkan pronsip ergonomic, maka dapat mengurangi potensi kecelakaan, mengurangi potensi terjadinya luka dan kesakitan, serta dapat meningkatkan produktivitas kerja.

Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik

43

5. Limbah hasil industri a. Limbah Padat Syarat Kesehatan :
i. Limbah padat yang dapat dimanfaatkan kembali dengan pengolahan daur ulang dan pemanfaatan sebagian (re-use, recycling, recovery) agar dipisahkan dengan limbah padat yang non B3 ii. Limbah B3 dikelola ke tempat pengolahan limbah B3 sesuai peraturan perundangundangan yang berlaku iii. Limbah radio aktif dikelola sesuai dengan ketentuan yang berlaku

Keadaan di Pabrik :
i. Limbah padat yang dihasilkan berupa debu dan asap, langsung dibuang ke lingkungan tanpa dilakukan pengolahan. ii. Debu dan ampas limbah cair dikumpulkan dalam karung , ditumpuk sementara, lalu dibuang ke TPA. Tapi sekarang dimanfaatkan kembali oleh pihak perusahaan sebagai pupuk tanaman, dan anehnya tanaman menjadi subur. iii. Sedangkan asap, langsung dihisap melalui blower penghisap dan dibuang ke lingkungan. Hal ini dapat menyebabkan pencemaran udara bagi masyarakat sekitar yaitu gangguan kesehatan yang disebabkan zat pengotor udara umunya banyak menyerang saluran pernapasan, dan dampak terhadap globalnya yaitu kerusakan lapisan ozon yang menyebabkan pemanasan global. iv. Hasil barang jadi plastic yang rusak dapat dimanfaatkan kembali dengan pengolahan daur ulang. v. Limbah tidak melalui proses pengolahan dulu, langsung dibuang. vi. Adapula ceceran sampah yang berserakan di sekitar lingkungan kerja industri, hal ini memungkinkan berkembang biaknya vector penyakit, seperti anopheles, lalat, dll.

b. Limbah Cair Syarat Kesehatan :

Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik

44

i. Saluran limbah cair harus kedap air, tertutup, limbah cair dapat mengalir dengan lancar dan tidak menimbulkan bau ii. Semua limbah cair harus dilakukan pengolahan fisik, kimia, atau biologis sesuai kebutuhan

Keadaan di Pabrik :
i. Adanya sebagian industri yang membuang limbahnya ke air. Macam polutan

yang dihasilkan tergantung pada jenis industri. Mungkin berupa polutan organik (berbau busuk), polutan anorganik (berbuaih, berwarna), atau mungkin berupa polutan yang mengandung asam belerang (berbau busuk), atau berupa suhu (air menjadi panas).
ii. Air hasil pencucian sampah bekas yang mau di daur ulang, ditampung dulusampai sebagian material mengendap, dilakukan penyaringan material material padat secara manual, tanpa pengolahan, langsung dibuang ke sungai sekitar limbah. Hal ini akan sangat berdampak terhadap kesehatan masyarakat sekitar limbah. Karena air bekas pencucian itu banyak terkandung zat-zat berbahaya, kandungan dari plastik sisa yang sudah pernah dipakai dan tidak diketauhi asal usulnya. iii. limbah ini menimbulkan bau yang tidak enak. iv. Saluran limbah cair harus kedap air, tertutup, limbah cair dapat mengalir dengan lancar dan tidak menimbulkan bau v. Tidak dilakukanya pengolahan fisik, kimia, atau biologis, sehingga sangat berpotensi mencemari air di lingkungan masyarakat sekitar, walaupun, pabrik plastic ini biasa membuang limbah di malam hari, yang tidak ada aktivitas manusianya. vi. Setahun yang lalu dilakukan 5 pengukuran pada limbah cair : -

TSS (Total Suspended Solid) adalah materi padat seperti pasir, lumpur, tanah maupun logam berat yang tersuspensi di dalam fluida. Hasil yang didapat cukup tinggi sekitar 1000mg/l.

-

BOD,

adalah

banyaknya

oksigen

yang

dibutuhkan

oleh

mikroorganisme dalam lingkungan air untuk memecah (mendegradasi) bahan buangan organik yang ada dalam air menjadi karbondioksida dan air. Hasil yang didapat 500mg/L.

Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik

45

Bahan pencemar organik (daun, bangkai, karbohidrat, protein) dapat diuraikan oleh bakteri air. Bakteri memerlukan oksigen untuk

mengoksidasikan zat-zat organik tersebut. akibatnya, kadar oksigen 12 terlarut di air semakin berkurang. Semakin banyak bahan pencemar organik yang ada di perairan, semakin banyak oksigen yang digunakan, sehingga mengakibatkan semakin kecil kadar oksigen terlarut. Banyaknya oksigen terlerut yang diperlukan bakteri untuk mengoksidasikan bahan organik disebut sebagai Konsumsi Oksigen Biologis (KOB) atau Biological Oksigen Demand, yang biasa disingkat BOD. Angka BOD ditetapkan dengan menghitung selisih antara oksigen terlarut awal dan oksigen terlarut setelah air cuplikan (sampel) disimpan selama 5 hari pada suhu 20oC. Karenanya BOD ditulis secara lengkap BOD205 atau BOD5 saja. Oksigen terlarut awal diibaratkan kadar oksigen maksimal yang dapat larut di dalam air. Biasanya, kadar oksigen dalam air diperkaya terlebih dahulu dengan oksigen. Setelah disimpan selama 5 hari, diperkirakan bakteri telah berbiak dan menggunakan oksigen terlarut untuk oksidasi. Sisa oksigen terlarut yang ada diukur kembali. Akhirnya, konsumsi oksigen dapat diketahui dengan mengurangi kadar oksigen awal dengan oksigen akhir (setelah 5 hari).

-

COD, jumlah oksigen yang diperlukan agar bahan buangan yang ada dalam air dapat teroksidasi melalui reaksi kimia baik yang dapat didegradasi secara biologis maupun yang sukar didegradasi.

-

PH, didapat PH < 7 , air menunjukan tingkat keasaman, pihak pabrik sendiri bingung, padahal dalam pencucian mereka menggunakan sabun, yang harusnya membuat air menjadi basa.

-

Temperatur, didapat hasil yang cukup tinggi. Temperatur tinggi dapat mencemari badan air. Limbah air panas sering berasal dari industri yang memerlukan proses pendinginan. Air yang digunakan untuk mendinginkan bijih plastik panas yang baru diencerkan dari daur ulang, dapat membuang air yang relatif lebih panas daripada suhu perairan sekitarnya. Telah diketahui, bahwa biota air itu sensitif terhadap perubahan temperatur. Perubahan satu derajat saja dapat

Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik

46

mengubah jenis spesies yang ada di dalam perairan, dari yang suka dingin beralih kepada yang suka air hangat.

Komponen Pencemar air :
1) Bahan buangan padat/butiran.

· Pelarutan bahan buangan padat menyebabkan perubahan warna. Larutan pekat dan berwarna gelap mengurangi penetrasi sinar matahari ke dalam air, fotosintesis dalam air terganggu sehingga jumlah oksigen terlarut berkurang dan akan berpengaruh terhadap kehidupan organisme dalam air. · Pengendapan bahan buangan padat akan menutupi permukaan dasar air, menghalangi fotosintesis, menutupi sumber makanan dan telur ikan di dasar air, sehingga jumlah ikan berkurang. · Pembentukan koloidal yang melayang dalam air menyebabkan keruh dan menghalangi sinar matahari, fotosintesis terganggu dan jumlah oksigen terlarut berkurang sehingga mempengaruhi kehidupan dalam air.

2) Bahan buangan organik. Berupa limbah yang dapat membusuk/terdegradasi oleh mikroorganisme.

Menyebabkan jumlah mikroorganisme bertambah dan tumbuh bakteri patogen yang merugikan. Limbah ini dapat diproses menjadi pupuk/kompos.

3) Bahan buangan anorganik. Berupa limbah yang tidak dapat membusuk dan sulit didegradasi oleh

mikroorganisme sehingga dapat meningkatkan jumlah ion logam dalam air. Limbah ini berasal dari industry yang melibatkan unsur logam Pb, As, Cd, Hg, Cr, Ni, Ca, Mg, Co, misalnya pada industry kimia, elektronika, elektroplating. Ion logam Ca dan Mg menyebabkan air sadah yang mengakibatkan korosi pada alat besi,menimbulkan kerak/endapan pada peralatan proses seperti tangki/bejana air, ketel uap, dan pipa penyalur. Ion logam Pb, As, Hg bersifat racun sehingga air tidak dapat untuk minum.

Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik

47

Dalam industry plastic, bahan yang memungkinkan mencemari air adalah Hg, yang biasanya digunakan sebagai stabilitator. Keracunan ion logam Hg.
Hg merupakan racun sistemik dan diakumulasi dihati, ginjal, limpa, dan tulang. Industri yang menggunakan Hg misalnya untuk proses produksi pada pabrik plastik, campuran bahan antiseptik pada sabun dan kosmetik, amalgam pada penambal gigi, dan fungisida. Gejala keracunan ion Hg adalah: sakit kepala, sukar menelan, penglihatan jadi kabur, daya dengar menurun, bagian kaki dan tangan terasa tebal, mulut terasa tersumbat logam, gusi membengkak disertai diare, kondisi tubuh melemah dan kematian, ibu mengandung melahirkan bayi cacat. Kasus keracunan Hg pernah terjadi di Minamata, penduduk banyak yang menjadi cacat, meninggal, dan bayi lahir cacat. Penyebabnya ikan laut yang dimakan mengandung Hg sekitar 27 - 102 ppm, karena tercemari limbah pabrik plastik. Kasus lain di Niigata, banyak yang cacat dan meninggal karena mengkonsumsi ikan yang mengandung Hg sekitar 5 - 20 ppm.

4) Bahan buangan zat kimia, misalnya:

a) Sabun, deterjen, shampoo, dan bahan pembersih lainnya. Bahan ini mengganggu lingkungan karena: · Menaikkan pH air. Jika memakai bahan non-pospat menaikkan pH menjadi 10,5 - 11. · Bahan antiseptik yang ditambahkan akan dapat membunuh/mengganggu mikroorganisme. · Sebagian jenis sabun/deterjen tak dapat terdegradasi. b) Zat pewarna. Bersifat racun dan cocarcinogenik (merangsang/penyebab tumbuhnya kangker) dan dapat mempengaruhi kandungan oksigen dan pH dalam air. Zat warna mengandung senyawa kimia berbahaya chromogen dan auxsochrome. 5) Zat biologis pengotor/pencemar air

Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik

48

a) Kuman-kuman parasitik, Didalam kelompok termasuk protozoa, cacing dan tungau. b) Bakteri dan virus, Bakteri penyebab penyakit bawaan air terbanyak adalah salmonella typhi/paratyphi, Shigella dan Vibrio cholera. Sedangkan yang tergolong penyakit virus adalah rotavirus, virus hepatitis A, virus poliomyelitis a.c, virus DHF dan virus trachoma. Yang sebagian besar menyerang sistem gasterointestinal, seperti diare, mual, dll.

6. Toilet Syarat Kesehatan :
i. Toilet karyawan wanita terpisah dengan toilet untuk karyawan pria ii. Memiliki toilet dengan jumlah wastafel, jamban dan peturasan dengan jumlah sesuai standard iii. Toilet harus dibersihkan minimal 2 kali sehari iv. Tidak menjadi tempat berkembang biaknya serangga dan tikus v. Kualitas air bersih memenuhi syarat kesehatan yang meliputi persyaratan fisika, kimia, mikrobiologi dan radio aktif sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

PERSYARATAN TOILET 1. Karyawan pria

NO

JUMLAH KARYAWAN

JUMLAH KAMAR MANDI 1 2 3

JUMLAH JAMBAN 1 2 3

JUMLAH PETURASAN 2 3 5

JUMLAH WASTAFEL 2 3 5

1 2 3

s/d 25 26 s/d 50 51 s/d 100

Setiap penambahan 40 – 100 karyawan harus ditambah 1 kamar mandi, 1 jamban, dan 1 peturasan

2. Karyawan wanita

Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik

49

NO

JUMLAH KARYAWAN

JUMLAH KAMAR MANDI 1 2 3 4 5 6

JUMLAH JAMBAN 1 2 3 4 5 6

JUMLAH WASTAFEL 2 3 5 6 7 8

1 2 3 4 5 6

s/d 20 21 s/d 40 41 s/d 70 71 s/d 100 101 s/d 140 141 s/d 180

Setiap penambahan 40 – 100 karyawan harus ditambah 1 kamar mandi, 1 jamban, dan 1 peturasan

Keadaan di Pabrik :
i. Toilet karyawan wanita tidak terpisah dengan toilet untuk karyawan pria ii. Memiliki toilet dengan jumlah sangat minim, di bagian produksi saja hanya terlihat 5 toilet dengan sanitasi yang sangat buruk, tidak adanya wastafel. iii. Tampaknya memungkinkan berkembang biaknya vector, serangga dan tikus, yang nantinya menyebabkan penyakit. iv. Kualitas air bersih belum diketahui, karena tidak dilakukan pengukuran, akan tetapi kualitas fisiknya masih terpenuhi, tidak berubah bentuk, warna, rasa, dan suhu ± 3o dibawah suhu ruangan. v. Dengan kualitas sanitasi yang buruk pada toiletnya memungkinkan menjadi factor resiko penyebab penyakit, misalnya karena penerangan kurang toilet menjadi lembab, tembok pun berjamur memungkinkan adanya jamur sporothrix schenceki melalui inhalasi dan kontak dermal menyebabkan gangguan kesehatan, seperti : mikosis, asma, dan alergi kulit.

Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik

50

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan

Lingkungan kerja yang sehat sangat menentukan kenyamanan, produktivitas dan prestasi kerja. Maka dari itu Penerapan sanitasi dan hygiene dalam lingkungan kerja industri dalam mencegah terjadinya kontaminasi dan menerapkan konsep sanitasi alat, bahan, pekerja, dan lingkungan diindustri. Kesehatan lingkungan kerja membicarakan hal – hal yang menyangkut faktor – faktor yang terdapat atau muncul di lingkungan kerja yang merupakan bahaya kesehatan yaitu ditinjau dari beberapa faktor fisik, kimia, biologi, psikososial dan ergonomik. Dari hasil praktek lapangan di PT Setia Kawan Plastik mengenai sanitasi lingkungan kerja industri dapat disimpulkan bahwa : 1. Suhu lingkungan kerja melebihi ambang batas kenyamanan kerja, dikarenakan radiasi panas dari tingginya suhu mesin yang digunakan untuk produksi maupun daur ulang. 2. Kelembaban ruangan masih dalam ambang batas. Karena memiliki ventilasi untuk sirkulasi udara. 3. Kebisingan di dalam ruangan cukup tinggi, terutama di ruang produk daur ulang, dalam paparan waktu jangka panjang sangat berpotensi terkena gangguan kesehatan. 4. Banyaknya potensi paparan debu, uap, gas, dan fumes akibat proses peleburan, produksi, dll yang menjadi factor risiko gangguan kesehatan, terutama pada gangguan pernapasan. Pembakaran sampah plastik juga menyebabkan zat-zat beracun dari sampah terlepas ke udara yang kita hirup. Polusi udara seperti ini punya dampak serius karena melemahkan kekebalan tubuh dan memicu kanker.
Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik 51

5. HidroKarbon yang merupakan zat penyusun plastik bisa berikatan dengan zat pencemar lainya membentuk polyclic aromatic hidrokarbon yang sifatnya karsinogenik. 6. Adanya sumber-sumber penularan, yang bisa ditempati virus, bakteri, dan jamur. 7. Penerangan di ruang kerja masih kurang dari yang disyaratkan terutama untuk pekerjaan yang memerlukan penglihatan objek yang jelas. 8. Dari faktor ergonomi, sikap kerja antara duduk da berdiri seimbang, pada bagian produksi 60% berdiri, 40% duduk. Sedangkan pada bagian packaging, 40% berdiri 60% duduk. 9. Adanya gerakan repetitive yang menyebabkan monotoni. Terutama pada bagian roll yang kerjanya memutar roll berulang-ulang. Dan pada proses pengepackan. 10. Proses daur ulang yang tidak jelas asal usulnya berasal dari mana, dalam proses daur ulang tersebut, riwayat penggunaan sebelumnya tidak diketahui, apakah bekas wadah pestisida, limbah rumah sakit, kotoran hewan atau manusia, limbah logam berat, dan lain-lain makanya diindikasikan karsinogenik apabila terurai oleh panas. Maka dari itu untuk makanan siap saji jangan langsung menggunakan kantong plastik hitam. 11. Zat pewarnanya juga bisa meresap ke dalam makanan yang dibungkusnya dan menjadi racun. 12. Kejadian kecelakaan, beberapa kali pernah terjadi dan tidak disediakanya poliklinik atau dokter perusahaan. 13. Industri bekerja terus selama 24jam, dengan pergantian shift3x. Tidak ada hari libur, sabtu maupun minggu.

Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik

52

B. Saran

1. Perlu penegakan disiplin karyawan terhadap pemakaian alat pelindung diri terutama masker dan sumbat telinga. 2. Suhu lingkungan kerja perlu diatur sehingga berada di ambang batas normal, seperti menggunakan alat penata udara seperti AC, kipan angin. 3. Kebisingan di dalam ruangan cukup tinggi, perusahaan disarankan melakukan usaha meredam kebisingan seperti menyekat, pemindahan, pemeliharaan, penanaman pohon, peninggian tembok, pembuatan bukit buatan dan lain-lain. 4. Adanya ventilasi yang baik untuk sirkulasi udara, dipasangnya hood, dan dust enclosure, dan sebelum asap/ gas pencemar dibuang keluar harus diolah dulu , sehingga pada saat dikembalikan ke lingkungan kadarnya sudah tidak membahayakan lingkungan sekitar. 5. Dilakukan pembersihan setiap sebulan sekali. 6. Limbah cair harus diolah terlebih dahulu sebelum dikembalikan ke lingkungan. 7. Adanya dokter perusahaan, disertai dengan perealisasian jamsostek bagi para pekerja.Kejadian kecelakaan, beberapa kali pernah terjadi dan tidak disediakanya poliklinik atau dokter perusahaan. 8. Industri harus memiliki waktu istirahat, karena penyakit itu bukan Cuma dari segi fisik, tapi juga kualitas psikologis, perusahaan belum sepenuhnya menyadari ini akan berdampak terhadap hasil produksi. 9. Perlunya pemahaman antara kesehatan pekerja dengan produktivitas, sehingga perusahaan benar-benar mengayomi dan menjunjung tinggi derajat kesehatan para pekerjanya.

Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik

53

BAB V DAFTAR PUSTAKA
1. Slamet, Juki Soemirat. Kesehatan Lingkungan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, April 1994. 2. Mukono, H.J. Prinsip Dasar Kesehatan Lingkungan -Ed.2-. Surabaya: Airlangga University Press, 2005. 3. Soemirat S Juli. 1994. “ Kesehatan Lingkungan “ cetakan pertama. Gajah mada university press. 4. Sumakmur, 1988, Higene Perusahaan dan Kesehatan Kerja, Jakarta : Haji Masagung. 5. Sumakmur, 1993. Keselamatan dan pencegahan kecelakaan. Jakarta : Haji Masagung. 6. Setyaningsih, Yuliani, 2002. Pengantar ergonomi dalam Kumpulan Materi Kuliah 7. Silalahi, B. N. B. 1991. Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja. PT Pustaka 8. Binaman Presindo. Jakarta. Suma’mur PK. 1993. Hygiene Perusahaan Dan Kesehatan Kerja. Cetakan ke-9. CV Haji Hasagung. Jakarta. 8. Program Matrikulasi. Semarang : FKM UNDIP 9. Karakteristik Bahan Kimia.Semarang : MIL UNDIP 10. http://inspeksisanitasi.blogspot.com/2009/01/inspeksi-sanitasi-lingkungan-kerja.html 11. http://romdhoni.staff.gunadarma.ac.id 12. http://putraprabu.wordpress.com/2008/12/12/pencemaran-udara/ 13. http://workshopsanitasi.wordpress.com/2007/12/13/halo-dunia/ 14. www.gatra.com 15. www.kompas.co.id 16. http://asramamedicafkunhas.blogspot.com/2009/03/industrial-hygiene.html 17. http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-industri/limbahindustri/karakteristik-limbah-gas-dan-partikel/ 18. www.depkes.go.id 19. www.petra.ac.id 20. http://plastics.turkavkaz.ru/processes/thermoforming 21. www.balihesg.org-balihesg 22. www.pom.go.id
Praktek Lapangan CHEM1 – PBL kelompok 11, Pabrik Plastik 54

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->