P. 1
HADIS AHAD

HADIS AHAD

|Views: 110|Likes:
Published by asseifff
Permasalahan hadits ahad bukan hal baru, para ulama pun telah lama memperbincangkan hal ini dan tidak adil rasanya jika dunia maya dipenuhi oleh kritikan bahkan penyesatan hingga pengkafiran terhadap golongan yang tidak menjadikan hadits ahad sebagai dalil dalam hal aqidah.
Permasalahan hadits ahad bukan hal baru, para ulama pun telah lama memperbincangkan hal ini dan tidak adil rasanya jika dunia maya dipenuhi oleh kritikan bahkan penyesatan hingga pengkafiran terhadap golongan yang tidak menjadikan hadits ahad sebagai dalil dalam hal aqidah.

More info:

Published by: asseifff on Mar 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/20/2015

pdf

text

original

Syabab1924.blogspot.

com uistiibuteu by Abu Nizai

1

SEKALI LACI TENTANC HA0IS AHA0*
DIeh
SyeIkh huhammad Umar ßakrI (London)** dan huhammad LazuardI AI-JawI


Usaha untuk menggunakan dalIl yang jelas untuk membangun AqIdah Umat Ìslam dengan
jalan membatasInya pada dalIl·dalIl 0oth'Ì, terus kamI lakukan. 0an untuk memberIkan
keyakInan tentang masalah InI kamI akan mengetengahkan argumentasI darI para Ìmam
panutan umat untuk membantah mereka yang menyangkal prInsIp yang mulIa InI.
Salah sate argumentasI yang mereka ketengahkan untuk mendukung pendapat mereka
adalah adanya klaIm bahwa para Ìmam termasuk Ìmam Empat |adzab a.l: Ìmam Abu
HanIfah, Ìmam |alIk, Ìmam SyafI'Ì dan Ìmam Ahmad bIn Hambal, dImana mereka telah
sepakat bahwa perIwayatan secara Ahad (khobar Ahad·pent) memberIkan pengetahuan
yang pastI dan dapat dIgunakan sebagaI dalIl dalam masalah AqIdah.
0an apa yang sesungguhnya dIkatakan para Ìmam bertentangan dengan klaIm dIatas.
Faktanya tatkala kIta membaca KItab yang dItulIs para Ìmam InI dan para murIdnya dan
para Ulama sesudahnya yang mengIkutI jejak para Ìmam Ahlus Sunnah InI, akan
mendapatkan bahwa mereka berpegang dengan pendapat yang menyatakan bahwa :
"Khobar Ahad tIdak memberIkan pengetahuan yang pastI (dzon·pent)", tetapI khobar InI
memberIkan pengetahuan mInImal dugaan keras (dzon rajIh), walaupun terbuktI bahwa
sanadnya shohIh dan dIgunakan hanya sebagaI dalIl dalam masalah amal perbuatan,
tetapI tIdak dalam masalah aqIdah.
8anyak orang telah menyatakan bahwa para Ìmam menerIma hadIs ahad sebagaI dalIl
yang memberI kepastIan (qoth'Ì·pent) dan dIgunakan sebagaI dalIl dalam masalah
aqIdah. 8agaImanapun apa yang telah mereka lakukan, jelas merupakan penukIlan yang
tIdak sesuaI dengan pernyataan para Ìmam khususnya Ìmam Empat |adzab. Para Ìmam
InI membuat berbagaI pernyatan berkaItan berkaItan dengan masalah khobar ahad,
dalam rangka membantah pendapat kelompok·kelompok bId'ah pada masanya, yang
telah menolak khobar ahad sebagaI dalIl secara keseluruhan baIk dalam masalah aqIdah
atau masalah amal perbuatan.
Untuk dapat memberIkan gambaran yang sesungguhnya tentang posIsI para Ìmam dalam
masalah InI, kIta harus mengkajI secara langsung darI kItab·kItab yang dItulIs oleh para
Ìmam InI dan para murId·murIdnya yang terpercaya. 0Imana mereka (murId para Ìmam·
pent) mendengar dan mendapat penjelasan secara langsung darI para gurunya.
Syabab1924.blogspot.com uistiibuteu by Abu Nizai

2
Pemahaman mereka terhadap masalah InI (masalah khobar ahad·pent) merefleksIkan
pemahaman para gurunya, dan sudah seharusnya kIta mempercayaI pemahaman mereka
lebIh darI pemahaman kIta sendIrI setelah mengkajI dan mempelajarI kItab para Ulama
tersebut.
Dleh karena Itu marIlah kIta menelItI apa pedapat Ìmam Empat |adzab dan para
murIdnya dan para Ulama sesudahnya yang menjadI pengIkutnya sebagaI berIkut:

PEN0APAT PAPA ULAhA HANAFIYAH

Imam Abu hanIfah ( w. 150 H)
Ìmam Abu hanIfah cenderung untuk berpegang dengan pendapat yang menyatakan
bahwa HadIs yang tIdak sampaI derajat |utawatIr terdapat kemungkInan terdapat
kesalahan dIdalamnya atau kelalaIan dalam jalur perIwayatannya, sehIngga menjadIkan
valIdItas hadIs ahad dIragukan dalam masalah aqIdah.
KontrIbusI yang palIng berharga oleh Ìmam dalam bIdang Ìlmu HadIs adalah pembagIan
hadIs menjadI beberapa tIngkatan dan cara penggalIan hukum darI nash·nash syara'
berdasarkan pembagIan dIatas. Sumber hukum yang utama adalah Al·0ur'an dImana
tIdak ada seorangpun yang mempermasalahkannya. Sumber hukum setelah Al·0ur'an
adalah As·Sunnah. 0Iantara keduanya tIdak ada perbedaan yang substansIal, dImana
salah satu dIantara keduanyan menjadI WahI |atlu dan laInnya menjadI WahI ChorI
|atlu, tetapI ada perbedaan dIantara keduanya berkaItan tIngkat pembuktIan. JIka
hadIs terbuktI shohIh dan qoth'Ì maka Ia mempunyaI kedudukan sepertI Al·0ur'an
sebagaI sumber hukum.
HadIs, bervarIasI tegantung darI tIngkat kebenarannya dan varIasI InI harus
dIperhItungkan dalam proses penggalIan hukum darInya. KlasIfIkasI hadIs oleh para ahlI
hadIs menjadI HadIs ShohIh, Hasan dan 0ha'If adalah tIdak mencukupI, karena belum
ada yang membagI hadIs tersebut sebagaI sumber hukum yang legal. Hanya hadIs dha'If
saja yang tIdak dapat dIpercaya, selaIn hadIs dha'If (hadIs shohIh dan Hasan·pent) dapat
dIgunakan sebagaI dalIl\hujjah. 8elIau (Ìmam Abu hanIfah·pent) sepakat untuk membagI
HadIs darI sudut pandangnya sebagaI dalIl menjadI tIga tIngkatan:
a- hutawatIr :
hadIs mutawatIr adalah hadIs yang dIrIwayatkan sejumlah besar orang pada tIap tobaqat
(generasI·pent) perIwayatan sampaI pada kolektor hadIs (Para Ìmam yang
emmpunyaI,kItab hadIs·pent). SehIngga kesepakatan mereka tentang kemungkInan
adanya pernyataan yang salah telah dItolak dengan logIka manusIa. Contoh darI hadIs InI
Syabab1924.blogspot.com uistiibuteu by Abu Nizai

3
adalah hadIs yang menggambarkan jumlah raka'at Sholat atau jumlah tertentu yang
harur dIkeluarkan dalam zakat.
b- hashur :
JenIs hadIs InI adalah hadIs yang dIrIwayatkan oleh 1s\d J orang shahabat, tapI pada
masa sesudahnya yaItu pada masa TabI'In dan TabIut TabI'In, hadIs InI menjadI terkenal
dan dIterIma secara umum oleh umat. 0arI tobaqot InI (generasI·pent) keatas
dIrIwayatkan oleh sejumlah besar orang, sehIngga hampIr mencapaI derajat |utawatIr .
Contohnya: perIntah yang tegas darI Syara' (Pembuat Hukum yaItu Allah SWT·pent)
tentang hukuman bagI para pezIna yang telah menIkah dengan dIlemparI batu sampaI
menInggal.
c- Ahad :
JenIs hadIs InI adalah hadIs yang dIrIwayatkan oleh seorang perawI kepada satu orang
atau sekelompok orang, atau darI sekelompok orang kepada satu orang.
SehIngga pembagIan hadIs berdasarkan pendapat (IjtIhad·pent) darI para Ìmam, yang
kemudIan membawa perbedaan dalam penunjukan dalIlnya. Status hukum yang dIgalI
darI hadIs |utawatIr adalah wajIb dan fundamental. Sedang status hukum yang dIgalI
darI hadIs mashur adalah tIdak wajIb, tapI dapat membatasI (men·taqyId·pent) darI
kemutlakan ayat Al·0ur'an dan dapat menjadI suplemen darI Al·0ur'an. Pada HadIs
Ahad walaupun shohIh tetapI sebatas dugaan keras, tIdak ada jalan bagInya untuk
mempengaruhI penunjukan yang jelah darI ayat Al·0ur'an.
Imam Abu HanIfah juga mensyaratkan mengamalkan hadIs ahad dengan beberapa
krIterIa:
- PerawI tIdak menyalahI apa yang dIrIwayatkannya, tetapI kalau menyalahI, maka
yang dIambIl adalah adalah pendapatnya, bukan yang Ia rIwayatkan. Sebab
kalau perawI menyalahI rIwayatnya, berartI Itu mendapat keterangan bahwa
hadIs\rIwayat Itu sudah mansukh.
- Hal yang dIrIwayatkan Itu bukan masalah umum bahwa seharusnya dIrIwayatkan
olen orang banyak.
- FIwayat Itu tIdak bertentangan dengan qIyas.
(Ìlmu |ustholah HadIs ; Ust. |oh. Anwar 8c. Hk, hal. J1)
Issa Ibn Aban (w. 220 H)
|urId darI Imam Hasan As-ShaIbanI (w. 18º H) dalam bukunya menyatakan secara
jelas: " HadIs Ahad tIdak dIjadIkan dalIl dalam masalah aqIdah, tetapI sebagaI dalIl amal
perbuatan ".


Syabab1924.blogspot.com uistiibuteu by Abu Nizai

4

AII Ibn husa aI -DummI (w. 305 H)
0alam kItabnya (Khobar Ahad) menyatakan: "HadIs Ahad tIdak dIjadIkan dalIl dalam
masalah aqIdah, tetapI dalIl dalam masalah amal perbuatan ".

Imam At-ThobarI (w. 310 H)
0arI Imam AI-SarkhasI (UshuI AI-sarkhasI), Imam At-ThobarI menyatakan: "HadIs Ahad
tIdak dIjadIkan dalIl dalam masalah aqIdah, tetapI dalIl dalam masalah amal perbuatan
".

Imam AI-KarabasI AI-NajafI (W. 322 H)
8elIau berkata : " Ahad hanya berfaedah Ìlmu 0zohIr".

Imam huhammad Ibn Ahmad Ibn SahI Abu ßakar Shams aI-A'Ima aI-SarkhasI (w. 483)
Ìmam besar HanafIyah dan seorang |ujtahId, dalam kItabnya (AI-UsuI AI-SarkhasI juz
1\haI. 112, 321-333) membantah mereka yang menerIma Khobar Ahad dalam masalah
AqIdah. 8elIau menerangkan hakIkat darI Khobar Ahad dan perbedaan antara dalIl
0oth'Ì dan dalIl 0zonnI sebagaImana perbedaaan pada TablIgh dan Khobar. Untuk
mengIlustrasIkan belIau memberI contoh pada masalah adzab kubur.

AbduI DohIr AI-ßaghdadI (w. abad 5 H)
Ibn AthIr AI-JazarI (w. 606) dalam (AI-NIhayah fI CharIb AI-HadIs)
Imam AI-Izz Ibn Abd AI-SaIam (w. 660 H) : "TIdak mengambIl HadIs Ahad sebagaI dalIl
dalam masalah AqIdah".
AIa AI-0In Ibn AbIdIn (w. 1306 H)


PAPA ULAhA HAhßALIYAH

Imam Ahmad bIn HambaI berpendapat yang dIkutIp oleh Imam huhammad Abu Zahra:
" KamI memandang bahwa Ìmam Ahmad dalam masalah AqIdah berpegang pada dalIl·
dalIl syara' ( secara |anqul), tIdak tunduk kepada hasIl akal semata. 8elIau adalah
seorang Ulama AhlI Sunnah.....|aka Ìmam Ahmad berpegang pada nash yang
dItegakkan berdasarkan dalIl 0oth'Ì karena Ia (dalIl qoth'Ì yaItu Al·qur'an dan HadIs
|utawatIr -pent) berasal darI Allah SWT dan juga dengan ucapan Fasul yang 0oth'Ì juga
berasal darI Allah SWT.." (LIhat TarIkh Al·|adzhIb Al·ÌslamIyah hal. 506).
Syabab1924.blogspot.com uistiibuteu by Abu Nizai

5

AI-DodhI dalam KItab Al·Ìddah menyatakan:
" HadIs Ahad tIdak berfaedah Ilmu 0oth'Ì" ( Al·Ìddah)

Abu ßakar AI-Astram mengutIp tulIsan Abu Hafs Umar bIn ßadr menyatakan, bahwa
Imam Ahmad telah berkata :
" JIka ada hadIs ahad mengenaI hukum, dIa harus dIamalkan. Saya berkeyakInan
demIkIan, tetapI saya tIdak menyaksIkan bahwa nabI SaW benar·benar menyatakan
demIkIan" ( |a'anIl HadIs).

Abu Ya'Ia , menyatakan :
" ApabIla umat sepakat atas hukumnya dan sepakat untuk menerImanya, maka hadIs
ahad berfaedah yakIn dan tIdak ada keraguan dIdalamnya ( jIka umat tIdak sepakat,
berartI hadIs ahad kembalI pada status asalnya yaItu dalIl yang menghasIlkan 0zon -
pent)".

Abu huhammad, menegaskan :
"HadIs Ahad tIdak berfaedah qoth'I. 0an InIlah pendapat kebanyakan pendukung dan
Ulama |utaakhIrIn darI pengIkut Ìmam Ahmad" (lIhat KItab Faudhah).

Ibn AbdII bar memandang bahwa :
" HadIs Ahad mewajIbkan amal, tetapI tIdak mewajIbkan Ilmu 0oth'Ì".

Ibnu ßadran menegaskan :
'' Apa yang dItudukan kepada Ìmam Ahmad oleh Ìbnu HajIb, Al·wasIthI dan laInnya, yang
menyatakan bahwa Ìmam Ahmad menyatakan setIap hadIs ahad yang dIrIwayatkan
perawI yang adIl walaupun tanpa qarInah adalah qoth'I. ÌnI tIdak benar, bagaImana
seorang tokoh sunnI mengaku berpendapat sepertI InI dan dalam kItab yang mana
pendapat sepertI InI dIrIwayatkan darI 8elIau''.

Abu Khatab ( hurId Imam HambaII) menyatakan :
" Ìjma' yang dIrIwayatkan secara Ahad tIdak 0oth'Ì, tetapI dIgunakan sebagaI dalIl
masalah amal perbuatan".

Syabab1924.blogspot.com uistiibuteu by Abu Nizai

6
Abu Khatab juga menyatakan dalam (At·TamhId fI TakhrIjI Al·Furu'Ì 'ala Al·Ushul) ,
pendapat yang sama dengan Ibn Dudamah AI-haqdIsI, tetapI berbeda tentang apakah
Umat sepakat atau tIdak.

Ahmad Ibn AI-huthanna AI-TamImI AI-DodI Abu Ya'Ia AI-hausuII (w. 307 H) :
yang merIwayatkan dalam (AI-Iddah) bahwa dIa melIhat dalam kItab (hanIn AI-HadIs)
darI AbI ßakar AI-Athram (murId darI Ìmam Ahmad) pernyataan darI Imam Ahmad :
" JIka saya melIhat hadIs shohIh, saya akan berbuat berdasarkan hadIs Itu, tapI saya
tIdak bersumpah bahwa NabI SAW mengatakan demIkIan".

Ahmad Ibn Abd Pahman Ibn huhammad Ibn Dudamah AI-haqdIsI (w. 68º) pengarang
kItab Al·|ughI menyatakan darI Abu Khatab :
" Imam Ahmad berkata bahwa HadIs Ahad adalah dalIl yang 0oth'Ì kalau Umat
menyepakatInya" (Al·|ughnI· 8ab Khobar Ahad)

AbI huhammad AbduIIah bIn Ahmad bIn huhammad Ibn Dudamah AI-haghdIsI (w.
620 H) berkata :
" Ìjma' yang dIrIwayatkan secara Ahad adalah tIdak 0oth'Ì, tetapI dIgunakan sebagaI
dalIl dalam masalah amal perbuatan" (PaudhatuI Nadhar wa Jannatu AI-hanadzhar).

Abu AI-Abbas TaqIyudIn Ibn TaImIyah (w. 728 H)
ShIhabudIn Abbas Ibn TaImIyah AI-HambaII (w. 745 H)
Abu AbduIIah AI-Zura'I Ibn DoyyIm AI-JawzIyya (w. 751 H) menyatakan :
" Ìjma' yang dIrIwayatkan secara ahad adalah tIdak 0oth'Ì. TetapI dIgunakan sebagaI
dalIl dalam masalah amal perbuatan" (SawaIq AI-hursaIa).

henurut sebagIan UIama HambaIIyah bahwa hadIs ahad tIdak boleh dIpakaI untuk
mentakhsIs ayat·ayat Al·0ur'an yang 'Aam dan pendapat InI dIIkutI oleh AhlI 0zohhIr
(pengIkut darI Abu 0awud Adh·0hohhIrI) (Ìlmu |ustholah HadIs ; Ust. |oh. Anwar 8c.
Hk, hal. J1).

PEN0APAT PAPA ULAhA SYAFI'IYAH

Imam huhammad Ibn IdrIs Asy-SyafI'I (w. 204), membedakan Ilmu menjadI 2 jenIs
Ìlmu : Ìlmu 0zahIr dan Ìlmu 8atIn. 8elIau berkata :
Pertama terdIrI darI keputusan yang benar pada Ìlmu 0zahIr dan Ìlmu 8athIn.
Syabab1924.blogspot.com uistiibuteu by Abu Nizai

7
Yang laInnya, jawaban yang benar pada Ìlmu 0zahIr saja. Keputusan yang benar (pada
Ìlmu dzahIr dan Ìlmu 8athIn) adalah yang dIdasarkan pada perIntah Allh SWT atau
Sunnah Farul SAW yang dIrIwayatkan oleh sekelompok orang (mutawatIr·pent) darI
generasI·generasI awal. ÌnI (perIntah Allah SWT dan As·Sunnah) adalah dua sumber
kebaIkan yang dengannya sesuatu dItetapkan sebagaI sesuatu yang halal dan yang laIn
dItetapkan sebagaI sesuatu yang haram. ÌnIlah (jenIs Ilmu pengetahuan) yang tIdak
seorangpun dIperkenankan untuk mengabaIkan atau meragukannya (sebagaI sumber
yang memberI kepastIan).
Kedua, pengetahuan yang dImIlIkI oleh para AhlI yang bersumber darI hadIs·hadIs yang
dIrIwayatkan oleh beberapa orang dan dIketahuI hanya oleh para Ulama, tetapI untuk
masyarakat umum tIdak ada kewajIban untukuntuk memahamInya. Pengetahuan sepertI
Itu dapat dItemukan dIantara semua atau sebagIan orang Ulama, yang dIrIwayatkan oleh
para perawI yang terpercaya darI NabI SAW. ÌnIlah jenIs Ilmu pengetahuan yang
mengIkat para Ulama untuk menerIma dan menetapka keputusan yang benar pada Ìlmu
0zahIr sebagaImana kIta dapat menerIma (valIdItas) persaksIan darI dua orang saksI.
ÌnIlah kebenaran (hanya ada) pada Ìlmu 0zahIr, karena ada kemungkInan (
dalIl\petunjuk) darI dua orang saksI terdapat terdapat kesalahan (PIsaIah FI UshuI FIqh,
ßab DIyas ( IIhat juga haI. 357-35º,478)).

Imam SyafI'I juga berpendapat bahwa hadIs ahad tIdak dapat menghapus hukum darI Al·
0ur'an , karena Al·0ur'an adalah |utawatIr (Ìlmu |ustholah HadIs ; Ust. |oh. Anwar
8c. Hk, hal. J1).

Imam Ahmad Ibn AII Ibn Abu ßakr AI-KhatIb ßaghdadI (w. 463), berkata :
" khobar Ahad tIdak memberIkan faedah Ìlmu\0zonI (Khabar Ahad la yufIdal Ilm')''
(KIfayah FI IIm AI-PIwayah).

AbduI haIIk Ibn Yusuf Imam AI-HaramaIn AI-JuwaInI (w. 478 H), menyatakan berkaIta
dengan masalah Al·8ayan ( peryataan eksplIsIt·pent) :
'' 8ayan dapat dItempatkan brdasarkan urutan berIkut : Al·0ur'an, Sunnah, Al·Ìjma',
Khobar WahId dan 0Iyas" (NIhaya Al·|atlab FI 0Iraya Al·|adzab).

Imam AbI HamId huhammad bIn huhammad bIn huhammad AI-ChozaII (w. 505 H)
berkata :
" Tatkala sebuah hadIs terbuktI sebagaI hadIs Ahad, maka In tIdak berfaedah Ìlmu\0zonI
dan masalah InI sudah dIketahuI dengan jelas dalam Ìslam (ma'lumun bI al·0harurI)".
Syabab1924.blogspot.com uistiibuteu by Abu Nizai

8
Lalu belIau melanjutkan penjelasannya : '' Adapun pendapat para AhlI hadIs bahwa Ia
(hadIs Ahad·pent) adalah menghasIlkan Ìlmu\qoth'Ì adalah hadIs Ahad yang wajIb untuk
dIamalkan dan ketentuan InI dItetapkan berdasarkan dalIl·dalIl 0oth'Ì (yang
menghasIlkan Ìlmu\qoth'Ì·pent)" ( AI-hustasfa mIn IIm' aI-UshuI juz 1\haI 145-146 -
pent).

Imam Abu AI-Hasan SaIfudIn AI-AmIdI (w. 631), belIau berkata :
'' 8ahwa maslah AqIdah dItetapkan berdasarkan dalIl·dalIl qoth'Ì, sedang masalah furu'
cukup dItetapkan dengan dalIl·dalIl dzonI''. Lalu menambahkan: '' 8arang sIapa
menolak Ìjma' (konsensus·pent) dalam masalah InI telah gugur pendapatnya, dengan
adanya kasus pada masalah fatwa dan kesaksIan. Perbedaan antara masalah Ushul dan
furu' adalah sangat jelas. |ereka yang menyamakan masalah ushul dan masalah furu'
berartI telah membuat hukum sendIrI, hal InI adalah sesuatu yang mustahIl dan hanya
dIlakukan oleh orang·orang yang sombong dan arogan'' (LIhat AI-Ihkam fI UshuII AI-
Ahkam Imam AI-AmIdI juz I\haI. 71-72; AI-Ihkam fI UshuII AI-Ahkam Imam Ibn Hazm
juz I\haI. 114 -pent).

Imam Abu ZakarIya huhyIdIn AI-NawawI (w. 676 H), dalam pengantar syarah ShohIh
|uslIm ketIka membahas kelemahan pendapat Ìbn Sholah yang menyatakan bahwa
HadIs Ahad adalah 0oth'I. Setelah menulIl pernyataan Ìbn Sholah, belIau menegaskan :
'' Pendapat InI menyalahI pendapat para AhlI TahqIq dan jumhur Ulama, walaupun hadIs
tersebut ada dalam kItab shohIhaIn selama tIdak mencapaI derajat mutawatIr, maka
hadIs Itu menghasIlkan dzon. 0alam masalah InI Ìmam 8ukharI, Ìmam |uslIm dan para
Ìmam HadIs laInnya dIhukumI dengan cara yang sama" . Ìbnu 8urhan dan Ìb AbdIs salam
pun menentang pendapat Ìbn Sholah dIatas (Syarah ShohIh |uslIm juz 1\hal. 1J0·1J1).

Imam Sa'dIudIn Ibn Umar AI-TaftazanI (w. 7º2) berkata :
" Ahad la yufIddal Ìlm', karena ada kemungkInan dalam khobar InI terdapat kesalahan''.

AI-HafIdz Ibn Hajar (w. 852 H) menyatakan dengan menukIl pendapat Imam Yusuf AI-
KIrmanI bahwa : " HadIs ahad tIdak dIjadIkan dalIl dalam masalah aqIdah'' (Fathul barI
juz 8, bab khobar Ahad).




Syabab1924.blogspot.com uistiibuteu by Abu Nizai

9
Imam JaIaIudIn Abdur Pahman bIn KamaIudIn As-SuyutI (w. º11 H) menyatakan :
'' hadIs Ahad tIdak 0oth'Ì dan tIdak dapat dIjadIkan dalIl dalam masalah Ushul atau
AqIdah" (TadrIb AI-PawI FI Syarh TaqrIb AI-NawawI) dan juga lIhat pada kItabnya yang
laIn (AI-Itqon FI UIum AI-Dur'an juz 1\haI. 77 dan juz 2\haI.5).

FakrudIn huhammad bIn Umar bIn HusaIn Ar-PazI (w. 606 H) mengIlustrasIkan poIn
berkaItan dengan hadIs Ahad sebagaI berIkut :
" Saya katakan kepada seseorang bahwa hadIs yang menyebutkan ÌbrahIm pernah
berbohong sebanyak J kalI, adalah tIdak benar, karena jIka hadIs InI dIterIma, maka
akan membuktIkan ÌbrahIm sebagaI seorang pendusta. Drang tersebut menyatakan
bahwa para perawI hadIs InI adalah perawI yang terpercaya (tsIqoh -pent) dan tIdak
dapat dInIlaI sebagaI pendusta. Saya menjawab bahwa hadIs InI, kalau kIta terIma akan
membuktIkan bahwa ÌbrahIm adalah seorang pendusta dan kalau dItolak berartI para
perawI dIanggap pendusta, dImana keterangan yang baIk dan lebIh dIsukaI adalah untuk
dIberIkan pada ÌbrahIm AS " ( LIhat TafsIr Al·KabIr dan Al·|ahshul fI ÌlmI Al·Ushul).

Imam AI-DuramanI menyatakan :
" HadIs ahad tIdak dIjadIkan sebagaI dalIl dalam masalah aqIdah".

Ibn SyafI'I menyataakan :
"HadIs Ahad bernIlaI 0oth'Ì kalau Umat sepakatI atasnya" (AI-huqadama FII UIumII
hadIs) .

AI-HafIdz AI-IraqI :
"HadIs Ahad tIdak 0oth'Ì walaupun umat menyepakatInya".

Imam SyaukanI (w. 1255 H), berkaItan dengan sIfat Allah SWT: |enukIl pernyataan
Imam HaramaIn AI-JuwaInI yang berkata : " HadIs Ahad tIdak dIjadIkan dalIl dalam
masalah aqIdah".


PEN0APAT PAPA ULAhA hALIKIYAH

Imam AI-HafIdz Abu Nu'aIm AI-IsfahanI (w 430 H) berkata :
" HadIs Ahad tIdak menghasIlkan Ìlmu\dzonI, tetapI dapat dIjadIkan dalIl dalam cabang
Hukum SyarI'at".
Syabab1924.blogspot.com uistiibuteu by Abu Nizai

10
Imam AbuI HusaIn Ibn AII At-tayyIb (w 436 H)
Imam YahyarIyah AI-AnsarI
Imam AI-Kasa'I (w abad ke-6 H)
Imam ShamsudIn Ibn Ahmad AI-huIIaI
Imam Abdurrahman Ibn Jad AI-hagrIb Ibn AI-ßananI
UIama-uIama haIIkIyah tIdak mengamalkan hadIs ahad yang bertentangan dengan amal
AhlI |adInah (Ìlmu |ustholah HadIs ; Ust. |oh. Anwar 8c. Hk, hal. J2).
Imam haIIk ra. menegaskan :
" HadIs Ahad apabIla bertentangan dengan 0owa'Id (kaIdah·kaIdah), maka Ia tIdak
dIamalkan (Fathul 8arI juz 4\hal. 156).


PEPNYATAAN ULAhA 0ZDHIPI

Imam Ibn Hazm (w 456 H) menyatakan :
" Seluruh Ulama HanabIlah, SyafI'Iyah, dan |alIkIyah telah sepakat (Ìjma') tentang
masalah hadIs Ahad tIdak menghasIlkan Ìlmu\0zonI (Ahad la yufIdal Ilm'). Lalu belIau
menambahkan : '' KewajIban pertama atas setIap orang, yang mana Ìslamnya tIdak sah
sebelum melakukannya, adalah dIa harus mengetahuI dengan hatI yang yakIn dan Ikhlas
yang tIdak ada keraguan dIdalamnya (dIbangun dengan dalIl·dalIl 0oth'Ì ·pent)'' (Al·
|uhalla juz Ì\hal. 2).

henurut AhII 0hohhIr bahwa hadIs ahad tIdak boleh dIpakaI untuk mentakhsIs ayat·ayat
Al·0ur'an yang 'Aam dan pendapat InI dIIkutI oleh sebagIan Ulama HambalIyah (Ìlmu
|ustholah HadIs ; Ust. |oh. Anwar 8c. Hk, hal. J1).


PEPNYATAAN 0API ULAhA LAINNYA:

Imam Abu Ishak Sya'tIbI (w. 7º0 H) menyatakan :
" 8ahwa Ushul fIqh dalam agama harus dIbangun dengan dalIl·dalIl qoth'Ì, bukannya
dengan dalIl·dalIl dzonI. SeandaInya boleh menjadIkan dalIl dzonI sebagaI dalIl dalam
masalah Ushul sepertI Ushul FIqh maka juga membolehkan (hadIs ahad·pent) sebagaI
dalIl dalam masalah Ushul Ad·dIn (AqIdah -pent) dan hal InI jelas tIdak dIperbolehkan
menuruj Ijma' (kesepakatan·pent). Karena masalah Ushul fIqh juga dInIsbahkan dalam
masalah Ushul Ad·dIn" (Al·|uwafaqat fI UshulI Asy·Syar'Iyah ·pent).
Syabab1924.blogspot.com uistiibuteu by Abu Nizai

11

Imam AsnawI menyatakan :
" Syara' memperbolehkan dalIl dzonI dalam masalah·masalah amalIyah yaItu masalah
furu' tanpa amalIyah dalam masalah 0owaId Ushul Ad·dIn. 0emIkIanlah 0owaId Ushul
Ad·dIn sebagaImana dInukIl oleh Al·AnbarI dalam KItab Syarah burhan darI para Ulama
yang terpercaya" ( NIhayah FI Ìlm' Al·Ushul).

Imam Ibn TaImIyah berkata :
" khobar ahad yang telah dIterIma (terbuktI shohIh·pent) wajIb mewajIbkan Ilmu
menurut Jumhur sahabat Abu hanafI, Ìmam |alIkl, Ìmam SyafI'Ì dan Ìmam Ahmad. 0an
InI merupakan pendapat kebanyakan sahabat Ìmam Asy'arI sepertI Al·AsfaraInI dan Ìbn
faruk. TetapI hadIs Ahad hukum asaInya tIdak berfaedah kecuaII dzonI. 8Ila Ia
dIdukung dengan Ijma' ahlul IlmI dengan hadIs laInnya maka Ia dapat memberI faedah
yang pastI (naIk derajatnya menjadI hadIs mutawatIr maknawI -pent) (LIhat |ajmu
Fatwa juz 18, hal. 41).

Imam AI-ZamakhsarI, menambahkan :
" Ìmam |alIk 8erpendapat barang sIapa sholat dengan membaca 0Ira'at (bacaan -pent)
Ìbn |as'un yang tIdak |utawatIr dan tIdak termasuk 0Ira'at Para Shahabat, maka Ia
telah menyelIsIhI mushfah (|ushhaf Ìmam yang mutawatIr·pent) dan janganlah sholat
dIbelakangnya" (Al·8urhan FI UlumIl 0ur'an juz Ì\hal. 222)

Imam JamaIuddIn AI-DosImI menyatakan :
" Sesungguhnya jumhur kaum muslImIn darI kalangan sahabat, tabI'In, golongan setelah
mereka darI kalangan fuqoha, ahlI hadIs, dan ulama ushul berpendapat bahwa hadIs
ahad yang terpercaya dapat dIjadIkan hujjah dalam masalah tasyrI' yang wajIb
dIamalkan, tetapI hadIs ahad InI hanya menghantarkan pada 0zon tIdak sampaI derajat
Ilmu (yakIn)" (0awaIdut TahdIs, hal. 147·148).

Imam KasanI menyatakan :
" Pendapat sebagIan besar fukoha menerIma hadIs ahad yang terpercaya dan adIl serta
dIamalkan dalam masalah tasyrI' kecualI masalah aqIdah, sebab Ì'tIqod wajIb dIbangun
dengan dalIl·dalIl yang qoth'Ì, yang tIdak ada keraguan dIdalamnya, sementara masalah
amal (tasyrI') cukup dengan dalIl yang rajIh (kuat) saja" ( 8adaa'Iu shanaa'Ì juz 1\hal.
20).

Syabab1924.blogspot.com uistiibuteu by Abu Nizai

12
Imam AbI huhammad AbdurrahIm bIn Hasan AI-AsnawI (w. 772 H), berkata :
" HadIs Ahad hanya menghasIlkan persangkaan saja. Allah SWT membolehkan hanya
dalam massalah amalIyah (tasyrI'), yang menjadI cabang·cabang agama, bukan masalah
IlmIah sepertI kaIdah·kaIdah pokok hukum agama" ( Syarh AsnawI NIhayah as·Saul Syarh
|Inhaju Al·Wushul Ìla ÌlmI Al·Ushul Al·8aIdhawI, juz 1\hal. 214).

Imam Abu Ishak IbrahIm bIn AII bIn Yusuf Asy- SyaIrazI (w. 476 H) menyatakan :
" HadIs Ahad tIdak menghasIlkan keyakInan (Ilmu 0oth'Ì)" ( At·TabshIrah fI UshulI al·
FIqh dan Al·Luma' fI Ushul Al·FIqh).

Imam huhammad bIn AII bIn huhammad Asy-SyaukanI (w. 1255 H) mengatakan :
'' HadIs Ahad menghasIlkan dzon'' ( Ìrsyad Al·Fuhul Ila TahqIq Al·Haq mIn ÌlmI Al·Ushul,
hal. 46 dst).

SyeIkh Hasan bIn huhammad bIn hahmud AI-Athar (w. 1250 H) menyatakan :
'' HadIs Ahad menghasIlkan 0zon'' ( HasIyah Al·Athar ala Syarh Al·|ahalI ala Jam'I
JawamI' As·SubkI, juz 2\hal 146).

AI-HafIdz Ibn Hajar AI-AsqoIanI mengatakan :
" HadIs ahad tIdak berfaedah kecualI dzon, apabIla tIdak sampaI derajat mutawatIr
(Fathul 8arI, juz 1J\hal. 2J8)

Imam AI-AmIdI menyatakan :
" SebagIan sahabat kamI menyatakan bahwa hadIs ahad memberIkan faedah dzon (Al·
Ìhkam LIl AmIdI, 2\hal J4)

SyeIkh Shadr Asy-SyarIf UbaIdIIah bIn has'ud (w. 747 H) menyatakan :
'' HadIs Ahad tIdak menghasIlkan keyakInan\0zon'' ( At·TalwIh Syarh At·TaudhIh lI
|atan At·TanqIh, juz 2\hal. J0J).

SyeIkh KamaI bIn Hamam (w. 861 H) dan SyeIkh Ibn AmIr AI-Haj (w. 87º H)
menyatakan :
'' HadIs Ahad menghasIlkan 0zon '' ( At·TaqrIr wa At·TahbIr Syarh KabIr, juz 2\hal 2J5·
2J6).


Syabab1924.blogspot.com uistiibuteu by Abu Nizai

13

Imam AIaudIn bIn AbdI AI-AzIz AI-ßukharI (w.730 H) menyatakan :
'' HadIs Ahad menghasIlkan keraguan\0zon '' ( Kasfu Al·Asrar An Ushul Al·8azdawI, juz
2\hal J60).

0r. Wahbah ZuhaIII menegaskan bahwa :
'' HadIs Ahad menghasIlkan 0zon '' ( Ushul Al·FIqh Al·ÌslamI, juz 1\hal. 451).

Imam huhammad Abu Zahrah menyatakan :
'' HadIs Ahad berfaedah 0zon '' ( Ushul Al·FIqh, hal. 8J·84).

SyeIkh huhammad AI-KhudharI berkata :
'' HadIs InI (hadIs ahad -pent) adalah menghasIlkan 0zon '' ( Ushul Al·FIqh, hal. 214·
215).

SyeIkh huhammad husthafa SyaIbI menyatakan :
'' HadIs Ahad menghasIlkan 0zon '' ( Ushul Al·FIqh Al·ÌslamI, hal. 1J9).

SyeIkh HafIdz TsanauuIIah Az-ZahIdI tatkala menjelaskan tentang 8ab Fardhu, belIau
berkata :
''Fardhu AmalI atau dzon adalah apa yang dItetapkan dengan dalIl 0zonI Tsubut dan
0oth'I 0alalah, yang statusnya lebIh kuat darI Al·WajIb Al·ÌstIlahI dan lebIh rIngan darI
Al·Fardhu Al·0oth'I''. Selanjutnya belIau menambahkan : '' Hukum Fardhu AmalI adalah
wajIb untuk dIamalkan tetapI tIdak untuk dalIl untuk masalah Ì'tIqod ( la Al·Ì'tIqod),
maka tIdak kafIr orang yang mengIngkarInya'' (TaIsIru Al·Ushul, hal. 156·158).

Imam AbI ßakr huhammad bIn Ahmad bIn SahaI As-SarkhasI ( w. 4º0 H) menyatakan ;
'' |enurut Jumhur Ulama HanafIyah wajIb adalah apa yang telah dItetapkan dengan
dalIl 0oth'I dalalah dan dzon tsubut (termasuk hadIs ahad·pent) atau dzon dIlalah dan
qoth 'I tsubut dengan penegasan dan penekanan atas tuntutannya (Al·Syadah wa Al·
Jazm fI Ath·Tholab) atau dengan kata laIn adalah apa dengan dalIl yang mewajIbkan
Ìlmu untuk dIamalkan tetapI tIdak mewajIbkan Ilmu yaqIn, karena ada stubhat\keraguan
dalam jalannya'' ( Ushul As·SarkhasI, juz 1\hal. 111).

Imam ZaInuddIn bIn IbrahIm Ibnu NajIm (w. º70 H) menyatakan hal sama dengan
Ìmam As·SarkhasI bahwa hadIs Ahad (0zon Tsubut·pent) wajIb dIamalkan, tetapI tIdak
Syabab1924.blogspot.com uistiibuteu by Abu Nizai

14
untuk masalah Ì'tIqod (AqIdah·pent) (LIhat Fath Al·Chaffar Al·|a'ruf bI |Isykah Al·
AnwarI, juz 2\hal. 6J).

Imam AI-KhobazI menyatakan hal yang tIdak jauh berbeda dengan pendapat Ìmam As·
SarkhasI dan Ìmam Ìbnu NajIm tentang status hadIs ahad ( LIhat KItab Al·|ughnI fI Al·
UshulI Al·fIqhI LI Al·KhobazI, hal. 84).


PEN0APAT PAPA ULAhA KDNTEhPDPEP

Imam ShuhaIb AI-Hasan menukIl Imam Ahmad yang menyatakan:
" Jangan tulIs hadIs CharIb InI (hadIs Ahad), karena dIa tIdak dIterIma dan kebanyakan
dIantaranya adalah 0ha'If" (|usthala hadIs).

SyeIkh 0P. PIf'at FauzI menegaskan :
'' HadIs semacam InI (hadIs ahad) tIdak berfaedah yakIn dan qoth'I. Ìa hanya
menghasIlkan 0zon''.

SyeIkh 0P. Abdurahman AI-ßaghdadI, menyatakan :
" Para Ulama sepakat bahwa hadIs Ahad tIdak menghasIlkan keyakInan dan tIdak
dIgunakan sebagaI dalIl dalam masalah AqIdah" (LIhat KItab Fadu' alal KItab Ad·0a'wah
Al·ÌslamIyah hal 191).

SyeIkh 0P. huhammad Wafa' menegaskan bahwa :
'' |enurut |ayorItas Ulama hadIs·hadIs Fasul SAW terbagI menjadI dua, yaItu hadIs
|utawatIr dan HadIs Ahad. Sedang Ulama HanafIyah menambahkan satu, yaItu hadIs
masyhur ''. KemudIan velIau melanjutkan pembahasannya : '' Sedang HadIs Ahad adalah
hadIs yang dIrIwayatkan oleh seorang perawI atau lebIh yang tIdak mencapaI batas
|uatawatIr. Ìa memberIkan keraguan, serta tIdak dapat memberIkan ketenangan dan
keyakInan'' (LIhat kItab Ta'arudh al·adIlatI As·Syar'IyatI mIn Al·KItabI Wa As·SunnahI
Wa At·TarjIhu 8aInaha, hal. 70).

SyeIkh 0P. Thoha JabIr AI-UIwanI :
Sumber hokum Ìslam ada yang 0oth'Ì Tsubut (|emberI faedah pastI -pent)sepertI Al·
0ur'an dan HadIs |utawatIr . 0an ada juga sumber hukum yang 0zonnI Tsubut sepertI
hadIs Ahad (memberI faedah 0zon -pent) (Adab Al·ÌkhtIlaf\8ab KhatImah).
Syabab1924.blogspot.com uistiibuteu by Abu Nizai

15

Prof. 0P. hukhtar Yahya dan Prof. Fatchurrahman menegaskan bahwa HadIs ahad
tIdak dapat dIgunakan untuk menetapkan sesuatu yang berhubungan dengan aqIdah dan
tIdak pula untuk menetapkan hukum wajIbnya suatu amal (0asar·0asar PembInaan
Hukum FIqIh Ìslam; hal 54).

Ust. hoh. Anwar ßc.Hk juga menegaskan bahwa para |uhaqqIqIn menetapkan hadIs
ahad shohIh dIamalkan dalam bIdang amalIyah baIk masalah ubudIyah maupun masalah·
masalah mu'amalah, tetapI tIdak dalam masalah aqIdah/keImanan karena
keImanan\keyakInan harus dItegakkan atas dasar dalIl yang 0oth'Ì, sedangkan hadIs
ahad hanya memberIkan faedah 0zonnI (Ìlmu |ustholah HadIts, hal. J1).

hauIana h. rahmatuIah KaIranvI berkata tatkala membela hadIs dan autentItasnya darI
serangan para orIentalIs :
" HadIs Ahad adalah jenIs hadIs yang dIrIwayatkan darI seorang perawI kepada seorang
perawI laInnya atau sekelompok perawI, atau sekelompok perawI kepada seorang
perawI". Selanjutnya belIau mengatakanbahwa: "HadIs Ahad tIdak menghasIlkan
kepastIan sebagaImana dua contoh dIatas. HadIs InI tIdak dapat dIjadIkan sebagaI dalIl
dalam masalah aqIdah, tetapI dIterIma sebagaI dalIl dalam masalah amalIyah praktIs"
(Ìzhar Al·Haq juz 4).

h. huhammad AzamI dalam (StudIes In HadIs |ethodology and LIterature, hal. 4J)
SayId Dutb dalam tafsIrnya ( FI 0zIlanIl 0ur'an\ juz J0)
SyeIkh Hasan Attar
SyeIkh ZakIudIn Sha'ban
Imam JuzaIrI
SyeIkh AbduIIah Ibn AbduI huhsIn At-TurkI (Pektor UnIv. hedInah)
SyIke Shu'ban huhammad IsmaII
SyeIkh AbduI Wahab KhoIaf (Pakar UshuI FIqh)
SyeIkh TaqIyudIn An-NabhanI (hujtahId Abad InI)
SyeIkh AbduI Wahab Najjar
SyeIkh huhammad Abu Zahra (Pakar UshuI FIqh)
SyeIkh ßadran Abu AInaIn badran
SyeIkh hd. SaIam hudkur
SyeIkh Umar ßakrI huhammad (Pektor IstItut SyarI'ah IsIam-London)
SyeIkh Umar AbduIIah
Syabab1924.blogspot.com uistiibuteu by Abu Nizai

16
SyeIkh 0P. huhammad Ujjaj AI-KhatIb (Pakar HadIs)
SyeIkh 0P. SamIh AthIf Az-ZeIn (Pakar UshuI FIqh)
SyeIkh 0P. huhammad huhammad IsmaII (Curu ßesar saIah satu UnIv. dI hesIr)
SyeIkh 0P. huhammad HusaIn AbduIIah (Pakar UshuI FIqh)
SyeIkh 0P. huhammad AII Hasan (Pakar ßahasa Arab)
SyeIkh 0P. AbduI hadjId AI-huhtasIb (Pakar TafsIr)
SyeIkh 0P. Abdurahman AI-haIIkI (Pakar Hukum IsIam)
SyeIkh 0P. hahmud AI-KhaIIdI ( Staf pengajar UnIv. hadInah)
SyeIkh 0P. hahmud AbduI KarIm Hasan (Pakar UshuI FIqh)
SyeIkh 0P. hahmud Thahan (Pakar HadIs)
SyeIkh 0P. huhammad Wafa' (Pakar UshuI FIqh)
SyeIkh 0P. huhammad KhoIr HaIkaI (Pakar Hukum IsIam)
Imam JamaIuddIn AI-DosImI (pakar HadIs)
SyeIkh husthafa As-ShIbaIah
SyeIkh hd. AI-KhadarI
SyeIkh AII HasabuIah
SyeIkh Iyadh HIIaI (Pakar UshuI FIqh)
SyeIkh Atha' AbI Pustha (Pakar UshuI FIqh)
SyeIkh AbduI AzIz AI-ßadrI (Pakar UshuI FIqh)
SyeIkh AbduI DadIm ZaIum (Pakar UshuI FIqh)
SyeIkh FathI' SaIIm (Pakar HadIs)
SyeIkh Ishom AmIrah (Pakar UshuI FIqh)
SyeIkh Ahmad hahmud
SyeIkh h. AbduI LathIf UwaIdhah
SyeIkh FauzI Sanqarth
SyeIkh HafIdz ShoIeh (haster ßahasa Arab dan StudI IsIam, UnIv. SaIafIyah PakIstan)
SyeIkh AII PaghIb (Staf pengajar UnIv. AI-Azhar-hesIr)
SyeIkh AbduI ChonI ShoIah
SyeIkh huhammad SyakIr SyarIf
SyeIkh huhammad husa
SyeIkh AbduIIah Ath-TharabIusI
SyeIkh TsabIt AI-khawajan
SyeIkh AI-JIbaII (Pakar HadIs)
SyeIkh Ahmad Iyadh AthIyah (Pakar UshuI FIqh)
SyeIkh 0awud Hamdan
SyeIkh Abdurrahman huhammad KhaIId
Syabab1924.blogspot.com uistiibuteu by Abu Nizai

17
SyeIkh huhammad SyuwaIkI (Imam hasjId AI-Aqsa)
SyeIkh huhammad Hasan HaItu
SyeIkh huhammad Izzat At-ThahthawI
hayorItas UIama AI-Azhar (hesIr) dan UnIversItas IsIam terkemuka dI negerI-negerI
kaum musIImIn

* WWW.D8|.CLAFA.NET
** Fektor ÌnstItut SyarI'ah Ìslam London·ÌnggrIs

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->