P. 1
Peraturan KPU No 07 Tahun 2008

Peraturan KPU No 07 Tahun 2008

4.15

|Views: 1,459|Likes:
Published by Agustian Piliang

More info:

Published by: Agustian Piliang on May 06, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/02/2012

pdf

text

original

PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM NOMOR 07 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA PANITIA PEMILIHAN KECAMATAN

, PANITIA PEMUNGUTAN SUARA, DAN KELOMPOK PENYELENGGARA PEMUNGUTAN SUARA DALAM PENYELENGGARAAN PEMILU 2009 KOMISI PEMILIHAN UMUM, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 42, Pasal 45, dan Pasal 48 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum, perlu ditetapkan keputusan komisi pemilihan umum tentang organisasi dan tata kerja panitia pemilihan kecamatan, panitia pemungutan suara dan kelompok penyelenggara pemungutan suara; 1. Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389); 2. Undang-undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 2, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4801); 3. Undang-undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008Nomor 51, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4836); 4. Undang-undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum, (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4721); 5. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2001 tentang Pembentukan Komisi Pemilihan Umum; 6. Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 05 Tahun 2008 Tentang Tata Kerja Komisi Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Provinsi, dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota; 7. Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 06 Tahun 2008 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum, Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi, dan Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota; Memperhatikan : Hasil Rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum tanggal 3 April 2008 MEMUTUSKAN: Menetapkan : ORGANISASI DAN TATA KERJA PANITIA PEMILIHAN KECAMATAN, PANITIA PEMUNGUTAN SUARA, DAN KELOMPOK PENYELENGGARA PEMUNGUTAN SUARA DALAM PENYELENGGARAAN PEMILU 2009.

Mengingat

:

1 kpusumbar.blogspot.com

-2-

BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan: a. Pemilihan umum yang selanjutnya disebut Pemilu adalah sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; b. Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota selanjutnya secara berturutturut disebut DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota; c. Komisi Pemilihan Umum yang selanjutnya disebut KPU adalah lembaga yang bersifat nasional, tetap dan mandiri, untuk menyelenggarakan Pemilu; d. Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota yang selanjutnya masing-masing disebut KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota adalah pelaksana Pemilu di Provinsi dan Kabupaten/Kota yang merupakan bagian dari KPU; e. Panitia Pemilihan Kecamatan, Panitia Pemungutan Suara, dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara yang selanjutnya masing-masing disebut PPK, PPS, dan KPPS adalah pelaksana Pemilu di wilayah Kecamatan, Desa/Kelurahan dan di Tempat Pemungutan Suara yang bertugas membantu KPU Kabupaten/Kota dalam melaksanakan Pemilu; f. Tempat Pemungutan Suara yang selanjutnya disebut TPS adalah tempat pemilih memberikan suara pada hari pemungutan suara; g. Penduduk adalah Warga Negara Republik Indonesia yang berdomisili di wilayah Republik Indonesia dan Warga Negara Republik Indonesia yang berada di luar negeri; dan h. Pemilih adalah penduduk yang berusia sekurang-kurangnya 17 (tujuh belas) tahun atau sudah/pernah kawin. BAB II PEMBENTUKAN DAN KEDUDUKAN Pasal 2 (1) (2) (3) Untuk melaksanakan Pemilu anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota di tingkat kecamatan dan desa/kelurahan masing-masing dibentuk PPK dan PPS. PPK dan PPS sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibentuk oleh KPU Kabupaten/Kota. KPPS dibentuk oleh PPS. Pasal 3 (1) (2) (3) PPK berkedudukan di pusat pemerintahan kecamatan. PPS berkedudukan di desa/kelurahan. KPPS berkedudukan di tempat pemungutan suara. BAB III TUGAS DAN WEWENANG Pasal 4 Tugas dan wewenang PPK adalah : a. b. c. d. e. mengumpulkan hasil penghitungan suara dari seluruh TPS dan melakukan rekapitulasi hasil penghitungan suara dari seluruh PPS di wilayah kerjanya; menerima saksi yang memiliki surat mandat dari ketua dan sekretaris atau pimpinan dengan sebutan lainnya partai politik tingkat kecamatan peserta Pemilu atau sesuai dengan tingkatannya yang ingin menghadiri penghitungan suara; menerima utusan yang mewakili pengawas Pemilu dan pemantau Pemilu serta warga masyarakat yang ingin menghadiri penghitungan suara di tingkat Kecamatan; menyerahkan 1 (satu) eksemplar berkas berita acara rekapitulasi dan sertifikat hasil penghitungan suara di wilayah kerja PPK kepada KPU Kabupaten/Kota; dan membantu tugas-tugas KPU Kabupaten/Kota dalam melaksanakan Pemilu.

2 kpusumbar.blogspot.com

-3-

Pasal 5 Tugas dan wewenang PPS adalah : a. melakukan pendaftaran pemilih; b. mengangkat petugas pemutakhiran data pemilih; c. mensahkan dan mengumumkan daftar pemilih sementara; d. menerima perbaikan daftar pemilih; e. mengumumkan daftar pemilih tetap; f. menyampaikan daftar pemilih kepada PPK; g. menyusun salinan daftar pemilih tetap untuk setiap TPS; h. membentuk KPPS; i. menyampaikan salinan Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan DPS hasil perbaikan kepada wakil Partai Politik peserta Pemilu di tingkat desa/kelurahan atau sebutan lainnya; j. mengumumkan salinan sertifikat hasil penghitungan suara per TPS; k. menyampaikan sertifikat hasil penghitungan suara per TPS kepada PPK; dan l. membantu tugas PPK. Pasal 6 Tugas dan wewenang KPPS adalah: a. b. c. d. e. f. g. melaksanakan pemungutan dan penghitungan suara Pemilu di TPS; menerima surat suara dan alat perlengkapan yang diperiukan untuk pemungutan suara dan penghitungan suara; mengatur penyampaian surat pemberitahuan/panggilan untuk memberikan suara kepada pemilih tetap; menerima saksi yang memiliki surat mandat dari ketua dan sekretaris atau pimpinan dengan sebutan lainnya partai politik tingkat kecamatan peserta Pemilu atau sesuai dengan tingkatannya yang ingin menghadiri penghitungan suara; menerima utusan yang mewakiii pengawas Pemilu dan pemantau Pemilu serta warga masyarakat yang ingin menghadiri penghitungan suara di tingkat kecamatan; mengatur para pemilih memasuki TPS; dan membuat berita acara dan sertifikat hasil penghitungan suara untuk disampaikan kepada PPS. BAB IV KEANGGOTAAN Pasal 7 (1) Keanggotaan PPK sebanyak 5 (lima) orang berasal dari tokoh masyarakat terdiri dari: a. 1 (satu) orang ketua merangkap anggota; dan b. 4 (empat) orang anggota. Ketua PPK dipilih dari dan oleh anggota PPK. Anggota PPK diangkat dan diberhentikan oleh KPU Kabupaten/Kota atas usul camat. Pasal 8 (1) (2) Dalam melaksanakan tugasnya, PPK dibantu sekretariat yang dipimpin oleh seorang Sekretaris dari Pegawai Negeri Sipil yang ditunjuk camat. Sekretaris PPK dapat dibantu 3 (tiga) orang staf Sekretariat bantuan/fasilitasi dari Pemerintah Daerah, terdiri dari : a. 1 (sati) orang sekretaris; b. 1 (satu) orang staf sekretariat urusan teknis penyelenggaraan; dan c. 1 (satu) orang staf sekretariat urusan tata usaha, keuangan dan logistik Pemilu. Staf sekretariat, sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diangkat dan diberhentikan oleh camat atas nama Pemerintah Daerah.

(2) (3)

(3)

3 kpusumbar.blogspot.com

-4-

Pasal 9 (1) Keanggotaan PPS sebanyak 3 (tiga) orang berasal dari tokoh masyarakat, terdiri dari : a. 1 (satu) orang ketua merangkap anggota; dan b. 2 (dua) orang anggota. Ketua PPS dipilih dari dan oleh anggota PPS. Anggota PPS diangkat dan diberhentikan oleh PPK atas usul kepala desa/kepala kelurahan. Pasal 10 (1) (2) Dalam melaksanakan tugasnya, PPS dapat dibantu/fasilitasi dari Pemerintah Daerah sebanyak 2 (dua) orang pegawai Desa/Kelurahan atau sebutan lainnya. Pegawai sebagaimana dimaksud ayat (1) bertugas menyiapkan urusan teknis penyelenggaraan, serta urusan tata usaha, keuangan, dan logistik Pemilu. Pasal 11 (1) (2) KPPS dibentuk dengan keputusan PPS. Anggota KPPS sebanyak 7 (tujuh) orang, terdiri dari : a. 1 (satu) orang ketua merangkap anggota; dan b. 6 (enam) orang anggota; Ketua KPPS dipilih dari dan oleh anggota KPPS. Anggota KPPS diangkat dan diberhentikan oleh PPS. Pasal 12 Untuk melaksanakan tugas KPPS di setiap TPS, dapat dibantu 2 (dua) orang petugas satuan pertahanan sipil/perlindungan masyarakat yang berasal dari bantuan/fasilitasi Pemerintah Daerah. Pasal 13 Syarat untuk menjadi anggota PPK, PPS dan KPPS adalah sebagai berikut : a. b. c. d. e. warga negara Republik Indonesia; berumur sekurang-kurangnya 25 (dua puluh lima) tahun; berdomisili di wilayah kerja PPK, PPS dan KPPS; terdaftar sebagai pemilih; dan tidak menjadi pengurus partai politik. Pasal 14 (1) (2) (3) Masa tugas PPK dimulai selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sebelum hari pemungutan suara, dan berakhir 2 (dua) bulan setelah hari pemungutan suara. Masa tugas PPS dimulai selambat-lambatnya 6 (enam) bulan sebelum hari pemungutan suara, dan berakhir 1 (satu) bulan setelah hari pemungutan suara. Masa tugas KPPS dimulai selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sebelum hari pemungutan suara dan berakhir 1 (satu) bulan setelah hari pemungutan suara. Pasal 15 (1) (2) Masa tugas sekretariat PPK sama dengan masa tugas PPK. Masa tugas sekretariat PPS sama dengan masa tugas PPS.

(2) (3)

(3) (4)

4 kpusumbar.blogspot.com

-5-

(3)

Masa tugas sekretaris PPK, staf sekretariat PPK dan staf sekretariat PPS untuk urusan tata usaha dan keuangan, dan logistik dapat diperpanjang paling lama untuk 2 (dua) bulan. BAB V TATA KERJA Bagian Pertama Panitia Pemilihan Kecamatan Pasal 16

(1)

Tugas ketua PPK adalah : a. b. c. d. e. f. memimpin kegiatan PPK; mengundang anggota untuk mengadakan rapat PPK; mengawasi kegiatan PPS; mengadakan koordinasi dengan pihak yang dipandang perlu untuk kelancaran pelaksanaan tugas; menandatangani laporan hasil kegiatan penghitungan suara sementara secara berkala, dengan manual, dan atau elektronik; menandatangani berita acara dan sertifikat rekapitulasi penghitungan suara bersamasama sekurang-kurangnya 2 (dua) orang anggota PPK serta ditandatangani oleh saksi yang memiliki surat mandat yang ditandatangani oleh ketua dan sekretaris atau pimpinan dengan sebutan lainnya partai politik tingkat kecamatan peserta Pemilu atau sesuai dengan tingkatannya; menyerahkan 1 (satu) eksemplar salinan berita acara dan sertifikat rekapitulasi hasil penghitungan suara di PPK kepada 1 (satu) orang saksi yang mewakili saksi-saksi peserta Pemilu yang hadir; melaksanakan kegiatan lain yang dipandang perlu untuk kelancaran penyelenggaraan Pemilu sesuai dengan kebijakan yang ditentukan oleh KPU Kabupaten/Kota.

g. h. (2)

Tugas anggota PPK adalah: a. b. c. d. membantu ketua PPK dalam melaksanakan tugas; melaksanakan tugas yang ditentukan oleh ketua PPK; melaksanakan tugas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; dan memberikan pendapat dan saran kepada ketua PPK sebagai bahan pertimbangan.

(3)

Dalam melaksanakan tugas, anggota PPK bertanggungjawab kepada ketua PPK. Pasal 17

(1) (2) (3) (4)

Tugas PPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16, dilaksanakan dalam rapat PPK. Rapat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai keperluan atas undangan ketua PPK. Bahan/materi rapat sudah disampaikan kepada anggota 1 (satu) hari sebelum pelaksanaan rapat. Dalam rapat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dimusyawarahkan pelaksanaan tugas pokok PPK sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 18

(1) (2)

Rapat PPK diselenggarakan atas kesepakatan anggota. Setiap anggota wajib melaksanakan secara konsekuen dan bertanggungjawab terhadap semua hasil rapat PPK sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 19

Setiap anggota PPK mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk memberikan pendapat dan saran dalam rapat. Pasal 20

5 kpusumbar.blogspot.com

-6-

(1) (2)

Pengambilan keputusan pada dasarnya dilakukan secara musyawarah untuk mufakat. Apabila dalam rapat PPK tidak dapat diambil suatu keputusan secara musyawarah mufakat, keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak. Pasal 21 Tugas sekretaris PPK adalah : a. b. c. d. membantu pelaksanaan tugas PPK; memimpin dan mengawasi kegiatan sekretariat PPK; melaksanakan tugas yang ditentukan oleh PPK; dan memberikan pendapat dan saran kepada ketua PPK.

(1)

(2)

Dalam melaksanakan tugas sekretaris PPK bertanggung jawab kepada PPK melalui ketua PPK. Pasal 22

(1)

Tugas staf sekretariat PPK urusan teknis penyelenggaraan mempunyai tugas menyiapkan teknis penyelenggaraan pemilihan umum anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. Staf sekretariat urusan tata usaha dan keuangan mempunyai tugas menyiapkan segala urusan tata usaha, pembiayaan dan administrasi PPK dan pertanggungjawaban keuangan serta menyimpan bukti kas pembiayaan Pemilu untuk kegiatan PPK. Staf sekretariat urusan logistik Pemilu mempunyai tugas menyiapkan logistik Pemilu beserta kelengkapan administrasinya. Dalam melaksanakan tugasnya staf sekretariat bertanggung jawab kepada sekretaris PPK. Bagian Kedua Panitia Pemungutan Suara Pasal 23

(2)

(3) (4)

(1)

Tugas ketua PPS adalah : a. b. c. d. e. f. g. memimpin kegiatan PPS; mengundang anggota untuk mengadakan rapat PPS; mengawasi kegiatan KPPS; mengadakan koordinasi dengan pihak yang dipandang perlu untuk kelancaran pelaksanaan tugas; menandatangani Daftar Pemilih Sementara (DPS) awal dan DPS hasil perbaikan bersamasama sekurang-kurangnya 2 (dua) orang anggota PPS; menandatangani pengumuman tentang salinan sertifikat hasil penghitungan suara; dan melaksanakan kegiatan lain yang dipandang perlu untuk kelancaran penyelenggaraan Pemilu sesuai dengan kebijakan yang ditentukan oleh KPU Kabupaten/Kota.

(2) (3)

Apabila ketua PPS berhalangan, tugasnya dapat dilaksanakan oleh salah seorang anggota atas dasar kesepakatan antar anggota. Tugas anggota PPS adalah : a. b. c. d. membantu ketua PPS dalam melaksanakan tugas; melaksanakan tugas yang ditentukan oleh ketua PPS; melaksanakan tugas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang beriaku; dan memberikan pendapat dan saran kepada ketua PPS sebagai bahan pertimbangan;

(4)

Dalam melaksanakan tugas, anggota PPS bertanggungjawab kepada ketua PPS. Pasal 24

(1)

Tugas sebagaimana dimaksud dalam pasal 23, dilaksanakan dalam rapat PPS.

6 kpusumbar.blogspot.com

-7-

(2) (3) (4)

Rapat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai keperluan atas undangan ketua PPS. Bahan/materi rapat sudah disampaikan kepada anggota 1 (satu) hari sebelum pelaksanaan rapat. Dalam rapat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dimusyawarahkan pelaksanaan tugas pokok PPS sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang beriaku. Pasal 25

(1) (2)

Rapat PPS diselenggarakan atas kesepakatan anggota. Setiap anggota wajib melaksanakan secara konsekuen dan bertanggungjawab semua hasil rapat PPK sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 26

Setiap anggota PPS mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk memberikan pendapat dan saran dalam rapat. Pasal 27 (1) (2) Pengambilan keputusan pada dasarnya dilakukan secara musyawarah untuk mufakat. Apabila dalam rapat PPS tidak dapat diambil suatu keputusan secara musyawarah mufakat, ketua PPS mengambil keputusan dari suara terbanyak. Pasal 28 (1) Tugas staf sekretariat PPS adalah : a. b. c. (2) membantu pelaksanaan tugas PPS; melaksanakan tugas yang ditentukan oleh PPS; dan memberikan pendapat dan saran kepada ketua PPS.

Dalam melaksanakan tugas staf sekretariat PPS bertanggung jawab kepada PPS melalui ketua PPS. Pasal 29

(1) (2)

Tugas staf sekretariat PPS urusan teknis penyelenggaraan mempunyai tugas menyiapkan teknis penyelenggaraan Pemilu anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. Staf sekretariat urusan tata usaha, keuangan dan logistik mempunyai tugas menyiapkan segala urusan tata usaha, pembiayaan, administrasi PPS, logistik dan pertanggungjawaban keuangan. Bagian Ketiga Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Pasal 30

(1)

Tugas ketua KPPS dalam persiapan penyelenggaraan pemungutan suara dan penghitungan suara adalah : a. b. c. d. e. memberi penjelasan tentang tugas-tugas yang harus dilaksanakan kepada anggota KPPS dan petugas keamanan TPS; mengumumkan tempat dan waktu pelaksanaan pemungutan suara; menandatangani surat pemberitahuan/panggilan untuk memberikan suara kepada pemilih tetap; menyampaikan salinan DPS kepada yang mewakili peserta Pemilu 2009 di tingkat desa/kelurahan atau sebutan lainnya; memimpin kegiatan penyiapan TPS; dan

7 kpusumbar.blogspot.com

-8-

f.

menerima saksi yang memiliki surat mandat yang ditandatangani oleh ketua dan sekretaris atau pimpinan dengan sebutan fainnya partai politik tingkat kecamatan peserta Pemilu atau sesuai dengan tingkatannya yang akan bertugas di TPS.

(2)

Tugas ketua KPPS dalam rapat pemungutan suara di TPS adalah : a. memimpin kegiatan KPPS; b. menerima saksi yang memiliki surat mandat yang ditandatangani oleh ketua dan sekretaris atau pimpinan dengan sebutan lainnya partai politik tingkat kecamatan peserta Pemilu atau sesuai dengan tingkatannya yang akan bertugas diTPS; c. melakukan pemeriksaan bersama-sama petugas keamanan TPS dan saksi yang hadir terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan persiapan pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara di TPS; d. memimpin pelaksanaan kegiatan pemungutan suara; e. membuka rapat pemungutan suara tepat pukul 08.00 waktu setempat; f. mengambil sumpah/janji para anggota KPPS dan saksi yang hadir; g. menandatangani berita acara dan surat suara tambahan sebanyak 2 % (dua persen), bersama-sama sekurang-kurangnya 2 (dua) orang anggota KPPS; h. menandatangani surat suara; dan i. mengakhiri kegiatan pemungutan suara pada pukul 14.00 waktu setempat. Tugas ketua KPPS dalam rapat penghitungan suara di TPS adalah : a. b. c. menyilahkan para pemilih untuk duduk dengan tertib bagi yang akan mengikuti penghitungan suara; memimpin pelaksanaan penghitungan suara dan selesai di TPS serta dapat dihadiri oleh saksi peserta Pemilu, pengawas Pemilu, pemantau Pemilu dan warga masyarakat; menandatangani berita acara dan sertifikat hasil penghitungan suara bersamasama sekurang-kurangnya 2 (dua) orang anggota KPPS serta dapat ditandatangani oleh saksi yang memiliki surat mandat dari ketua dan sekretaris atau pimpinan dengan sebutan lainnya partai politik tingkat kecamatan peserta Pemilu atau sesuai dengan tingkatannya di TPS; dan memberikan 1 (satu) eksemplar salinan berita acara dan sertifikat hasil penghitungan suara kepada 1 (satu) orang saksi yang mewakili saksi-saksi peserta Pemilu yang hadir.

(3)

d. (4)

Selambat-lambatnya satu hari setelah dilaksanakan pemungutan suara dan penghitungan suara di TPS, ketua KPPS menyerahkan berita acara, sertifikat hasil penghitungan suara, surat suara, dan alat kelengkapan administrasi pemungutan dan penghitungan suara di TPS kepada ketua PPS dengan mendapat pengawalan dari petugas keamanan TPS. Dalam melaksanakan tugas, ketua KPPS bertanggung jawab kepada PPS melalui ketua PPS. Pasal 31

(5)

(1)

Tugas anggota KPPS adalah : a. membantu ketua KPPS dalam melaksanakan tugas; dan b. melaksanakan tugas yang ditentukan oleh ketua KPPS.

(2)

Dalam melaksanakan tugas, anggota KPPS bertanggung jawab kepada ketua KPPS. Pasal 32

(1) (2)

Petugas keamanan TPS bertugas membantu KPPS untuk mengadakan penjagaan ketertiban dan keamanan di TPS atas petunjuk ketua KPPS. Dalam melaksanakan tugas, petugas keamanan bertanggung jawab kepada ketua KPPS. BAB VI ANGGARAN Pasal 33

Biaya untuk pelaksanaan tugas PPK, PPS, dan KPPS dibebankan pada anggaran KPU dari APBN, serta dapat menerima bantuan dan fasilitas dari Pemerintah Daerah.

8 kpusumbar.blogspot.com

-9-

BAB VII PENUTUP Pasal 34 Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di pada tanggal

: Jakarta : 3 April 2008

KETUA Ttd. Prof. Dr. H.A. HAFIZ ANSHARY AZ, M.A.

Salinan sesuai dengan aslinya SEKRETARIAT JENDERAL KPU Kepala Biro Hukum

W.S. Santoso

9 kpusumbar.blogspot.com

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->