P. 1
skripsi

skripsi

|Views: 1,667|Likes:
Published by hendyagusmarpaung

More info:

Published by: hendyagusmarpaung on Mar 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/10/2013

pdf

text

original

PENGARUH HARGA DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN BAGI ANGGOTA KPRI GEMBALA MAKMUR DINAS PETERNAKAN

DAN KESEHATAN HEWAN PROVINSI JAWA TENGAH

Skripsi Disajikan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Prodi Manajemen Pemasaran

Oleh Nella Taulustia 3352404014

JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2009

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi ini telah disetujui oleh Pembimbing untuk diajukan ke sidang panitia ujian skripsi pada: Hari Tanggal : :

Pembimbing I

Pembimbing II

Dra. Palupiningdyah, M. Si NIP. 130812917

Drs. Marimin, M. Pd NIP. 130818769

Mengetahui, Ketua Jurusan Manajemen

Drs. Sugiharto, M.Si. NIP. 131 268 862

PENGESAHAN KELULUSAN

Skripsi ini telah dipertahankan di depan Sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang pada: Hari Tanggal : Kamis : 19 Februari 2009

Penguji Skripsi

Drs. Syamsu Hadi, M.Si NIP. 1306867341

Anggota I

Anggota II

Dra. Palupiningdyah, M.Si NIP. 130812917

Drs. Marimin, M. Pd NIP. 130818769

Mengetahui, Dekan Fakultas Ekonomi

Drs. Agus Wahyudin, M.Si. NIP. 131 658 236

PERNYATAAN

Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam skripsi ini benar-benar hasil karya saya sendiri, bukan jiplakan dari karya tulis orang lain, baik sebagian atau seluruhnya. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah.

Semarang,

Januari 2009

Nella Taulustia NIM. 3352404014

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Motto: • Kesuksesan seseorang tidak hanya diukur dari kepandaian dan kecerdasan saja, melainkan kemauan yang kuat dan kerja keras. • Pengetahuan adalah warisan yang paling mulia, budi pekerti yang baik ibarat pakaian yang baru dan pikiran ibarat cermin yang jernih. (Ali Bin Abi Tholib)

Skripsi ini kupersembahkan kepada: 1. Kedua orang tuaku. 2. Almamaterku Universitas Negeri Semarang.

PRAKATA

Puji syukur penilis panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmatnya, sahingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Pengaruh Harga dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian bagi Anggota KPRI Gembala Makmur Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah”. Dalam penyusunan skripsi ini tidak lepas dari bimbingan dan bantuan berbagai pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung yang tidak dapat dilupakan begitu saja. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Drs. Agus Wahyudin, M.Si., Dekan Fakultas Ekonomi yang telah memberikan kemudahan administrasi dalam perijinan pelaksanaan penelitian. 2. Drs. Sugiharto, M.Si., Ketua Jurusan Manajemen yang telah memberikan kemudahan administrasi dalam perijinan pelaksanaan penelitian. 3. Dra. Palupiningdyah, M. Si., Pembimbing Skripsi I yang dengan penuh kesabaran telah memberikan bimbingan dan pengarahan hingga selesainya skripsi ini. 4. Drs. Marimin, M. Pd., Pembimbing Skripsi II yang dengan penuh kesabaran telah memberikan bimbingan dan pengarahan hingga selesainya skripsi ini. 5. Ir. Triono Prasodjo, M. Si, Ketua KPRI Gembala Makmur Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah yang telah memberikan ijin untuk melaksanakan penelitian.

6. Responden penelitian, atas waktu yang diberikan untuk mengisi kuesioner. 7. Teman-teman Manajemen angkatan 2004 terimakasih atas bantuan dan kerjasamanya, dan 8. Semua pihak yang telah membantu penyusunan skripsi ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, segala kritik dan saran yang bersifat membangun senantiasa penulis harapkan demi kesempurnaan skripsi ini. Akhirnya, penulis berharap agar skripsi ini bermanfaat bagi pembaca. Amien.

Semarang,

Januari 2009

Penulis

ABSTRAKSI Nella Taulustia. 2009. Pengaruh Harga dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian bagi Anggota KPRI Gembala Makmur Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah. Skripsi. Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang. Kata Kunci: Harga, Kualitas Pelayanan, Keputusan Pembelian. Usaha untuk meningkatkan keputusan pembelian dapat ditempuh dengan berbagai cara, diantaranya dengan memperhatikan harga dan kualitas pelayanan. Dalam penelitian ini perumusan masalahnya adalah bagaimana pengaruh harga dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah anggota KPRI Gembala Makmur Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah yang berjumlah 280 orang. Sampel adalah sebagian dari jumlah populasi yang karakteristiknya hendak diteliti dan dianggap bisa mewakili jumlah populasi. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan rumus Slovin, sehingga diperoleh jumlah sampel sebesar 74 anggota. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari tanggapan responden yang dikumpulkan dengan instrumen penelitian. Korelasi dan regresi linier berganda selanjutnya digunakan untuk menganalisis dan menguji hipotesis penelitian. Pengujian validitas instrumen menunjukkan bahwa seluruh item pertanyaan pada konsep variabel harga, kualitas pelayanan dan keputusan pembelian memenuhi syarat sebagai item pertanyaan yang valid, karena memiliki korelasi yang lebih besar dari 0,413. Pengujian reliabilitas instrumen juga menunjukkan sebagai instrumen yang reliabel, karena semua konsep variabel mempunyai alpha yang lebih besar dari 0,6. Ada pengaruh harga terhadap keputusan pembelian secara signifikan, hal ini dibuktikan dari data olahan bahwa thitung harga 5,599 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Jadi dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh harga terhadap keputusan pembelian secara signifikan dan hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini “diterima”. Ada pengaruh kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian secara signifikan, hal ini dapat dibuktikan dari data olahan bahwa thitung kualitas pelayanan 4,305 dengan tingkat signifikasi sebesar 0,000 < 0,05. Jadi dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian secara signifikan dan hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini “diterima”. Ada pengaruh harga dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian secara signifikan, hal ini dapat dibuktikan Fhitung sebesar 52,880 dengan tingkat signifikasi sebesar 0,000 < 0,05. Jadi dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh harga dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian secara signifikan dan hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini “diterima”.

DAFTAR ISI

Halaman JUDUL ......................................................................................................... PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................................... PENGESAHAN KELULUSAN .................................................................. PERNYATAAN .......................................................................................... MOTTO DAN PERSEMBAHAN ............................................................... PRAKATA................................................................................................... ABSTRAK ................................................................................................... DAFTAR ISI................................................................................................ DAFTAR TABEL........................................................................................ DAFTAR GAMBAR ................................................................................... BAB I PENDAHULUAN... ……………………………………………. 1.1 Latar Belakang Masalah.. …………………………………. 1.2 Rumusan Masalah ................................................................ 1.3 Tujuan Penelitian ................................................................. 1.4 Kegunaan Penelitian ............................................................ BAB II LANDASAN TEORI ................................................................... 2.1 2.2 2.3 2.4 Pemasaran ............................................................................ Bauran Pemasaran................................................................ Perilaku Konsumen .............................................................. Keputusan Pembelian........................................................... i ii iii iv v vi viii ix xi xiv 1 1 5 5 6 7 7 15 23 24

2.5 2.6 2.7

Faktor yang Mempengaruhi Pembelian Konsumen............. Kerangka Berpikir................................................................ Hipotesis ..............................................................................

22 30 31 32 32 34 34 36 45 45 71 74 74 74

BAB III METODE PENELITIAN ............................................................. 3.1 Populasi dan Sampel ............................................................ 3.2 Jenis Data ............................................................................. 3.3 Metode Pengumpulan Data.................................................. 3.4 Teknik Analisis Data............................................................ BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN............................ 4.1 4.2 Hasil Penelitian ................................................................... Pembahasan.........................................................................

BAB V PENUTUP .................................................................................... 5.1 Simpulan .............................................................................. 5.2 Saran .................................................................................... DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Tabel 3.1 Tabel 3.2 Tabel 4.1 Tabel 4.2 Tabel 4.3 Tabel 4.4 Tabel 4.5 Tabel 4.6

: Data Penjualan KPRI Gembala Makmur Tahun 2007 - 2008 : Tabel Pengujian Validitas : Hasil Pengujian Reliabilitas : Karakteristik Responden Menurut Jenis Kelamin : Karakteristik Responden Menurut Umur : Karakteristik Responden Menurut Tingkat Pendidikan : Karakteristik Responden Menurut Masa Kerja : Kesesuaian Harga dengan Kualitas : Harga yang Ditawarkan Lebih Terjangkau Dibanding Harga di Luar

Tabel 4.7 Tabel 4.8 Tabel 4.9 Tabel 4.10 Tabel 4.11

: Harga Murah Meningkatkan Daya Beli : Pembelian Jumlah Besar Mendapat Potongan : Koperasi Memberikan Potongan pada Pembelian Sembako : Anggota dapat Membayar secara Kredit : Anggota dapat Melakukan Kredit pada Pembelian di atas Rp. 100.000

Tabel 4. 12 Tabel 4. 13 Tabel 4. 14 Tabel 4. 15 Tabel 4. 16

: Gedung/ Bangunan Koperasi Terjaga Kebersihannya : Transaksi Menggunakan Komputer Mempercepat Pelayanan : Ruangan untuk Pembeli Dilengkapi AC : Pelayanan Transaksi Jual Beli Dilakukan dengan Cepat : Karyawan Bersikap Simpatik dan Teliti dalam Melayani Anggota

Tabel 4. 17 Tabel 4. 18 Tabel 4. 19 Tabel 4. 20 Tabel 4. 21

: Pelayanan Transaksi Jual Beli Sesuai Jam Kerja : Kecepatan dalam Memberikan Pelayanan : Sikap Pegawai dalam Melayani Sopan : Pegawai Koperasi Selalu Menyampaikan Informasi dengan Jelas : Pegawai telah Dibekali Ilmu Akuntansi dalam Melaksanakan Tugasnya

Tabel 4. 22 Tabel 4. 23

: Ada Jaminan Keamanan atas Produk yang Dibeli Anggota : Koperasi Menumbuhkan Kepercayaan Anggota dengan Bersikap Sopan

Tabel 4. 24 Tabel 4. 25 Tabel 4. 26 Tabel 4. 27

: Pegawai Koperasi Mampu Memenuhi Kebutuhan Anggota : Pegawai Koperasi omunikatif dengan Para Anggota : Pegawai Memberi Perhatian atas Segala Kebutuhan Anggota : Kebutuhan Pokok dalam Kehidupan Sehari-hari Anggota Terpenuhi

Tabel 4. 28

: Dalam Memutuskan Pembelian Anggota Melihat Harga yang Murah

Tabel 4. 29 Tabel 4. 30

: Anggota Memilih Tempat Belanja dengan Pelayanan yang Baik : Anggota Mencari Informasi Produk Koperasi untuk Mendapatkan Kepuasan Berbelanja

Tabel 4. 31

: Anggota Melakukan Keputusan Pembelian karena Manfaat yang Diberikan

Tabel 4. 32

: Anggota akan Memberikan Kritik kepada Koperasi apabila Pelayanannya kurang Memuaskan

Tabel 4. 33 Tabel 4. 34

: Anggota Melakukan Pembelian Ulang apabila Puas : Anggota Menyampaikan Pengalaman Membeli kepada Orang Lain

Tabel 4. 35

: Ringkasan Analisis Regresi antara Harga dan Kualitas Pelayanan dengan Keputusan Pembelian

Tabel 4. 36

: Besaran Nilai Toleransi dan Variance Inflation Factor (VIF)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Gambar 2.2 Gambar 4.1

: Tahap-Tahap Keputusan Pembelian : Kerangka Berpikir : Grafik Scatterplot

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Dalam era globalisasi sekarang ini dimana banyak berdiri perusahaan dan organisasi yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia baik berupa barang maupun jasa. Kebutuhan manusia memang tidak terbatas, namun alat pemuas kebutuhan manusia tersebut yang terbatas. Lingkungan bisnis berubah secara cepat dalam setiap bisnis jasa. Menurut Fandy Tjiptono (1997: 23), persaingan yang semakin ketat dalam usaha jasa, dimana semakin banyak produsen yang terlibat dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen menyebabkan setiap perusahaan harus menempatkan orientasi pada kebutuhan konsumen sebagai tujuan utama. Selera konsumen yang mengalami peningkatan membuat perusahaan jasa berusaha semaksimal mungkin menyediakan kebutuhan konsumen. Kehadiran organisasi jasa merupakan tuntutan dalam pemenuhan kebutuhan hidup, kondisi semacam ini mencerminkan suatu fenomena yang terjadi bahwa masyarakat menjadi semakin kritis dalam memilih tempat pembelanjaan. Sesuatu yang diinginkan masyarakat yaitu bagaimana cara untuk mendapatkan barang-barang yang dibutuhkan serta menyediakan beraneka ragam produk alternatif pilihan, harga bersaing dan pelayanan yang memuaskan. Kondisi seperti ini tentunya tidak akan ditemukan konsumen di tempat lain, seperti pasarpasar tradisional atau toko-toko eceran pinggir jalan (Kotler, 1996: 198). Seperti yang telah diketahui sebelumnya bahwa organisasi jasa seperti koperasi lebih

mengutamakan kesejahteraan anggotanya terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan anggota. Harga menjadi faktor penting dalam menentukan akan membeli atau tidaknya konsumen. Bisnis jasa khususnya yang bergerak di bidang perdagangan harus tanggap terhadap apa yang harus dilakukan terkait dengan kebutuhan konsumen. Untuk dapat menarik perhatian dari konsumen maka perusahaan menawarkan harga yang relatif terjangkau, karena harga yang ditawarkan haruslah sesuai dan memadai dengan kualitas pelayanan yang diberikan konsumen (Basu Swasta, 1994: 98). Koperasi sebagai organisasi yang bergerak di bidang jasa khususnya menyediakan kebutuhan konsumtif harus mengetahui bahwa keputusan konsumen untuk melakukan suatu pembelian dipengaruhi oleh beberapa faktor. Dalam hal ini organisasi tidak semata-mata mencari keuntungan besar dari anggota koperasi sehingga harga yang dipatok harus menyesuaikan dengan kondisi anggota. Selain harga, pelayanan juga menjadi faktor utama dalam penentuan pembelian konsumen dimana konsumen akan lebih memilih dan menginginkan tempat belanja dengan pelayanan yang baik bagi para konsumennya. Pelayanan yang baik dapat dijadikan sebagai modal untuk menarik minat konsumen (Fandy Tjiptono, 2000: 235). Bagi perusahaan jasa tentu cukup sulit untuk mendapatkan standar pelayanan yang sama di mata konsumen. Hal ini menuntut kejelian pengelolaan SDM yang dimiliki agar kinerjanya optimium dalam memuaskan konsumen (Rambat Lupiyoadi-A. Hamdani, 2006: 139). Oleh karena itu pelayanan yang baik dapat dijadikan modal untuk menarik minat konsumen

karena

kualitas

pelayanan

dapat

menentukan

kepuasan

dan

keinginan

menggunakan lagi jasa tersebut (loyalitas konsumen). Minat anggota harus dicermati oleh pihak pengelola koperasi, karena beberapa faktor menyebabkan organisasi jasa ini mundur ataupun tidak berkembang. Di dalam berbelanja di koperasi pada umumnya konsumen tidak hanya ingin memperoleh barang yang dibutuhkan dengan harga yang wajar serta kualitas palayanan baik saja, tetapi juga mempunyai motif-motif tertentu dalam menentukan tempat untuk berbelanja dengan mempertimbangkan kondisi yang ada. Dengan memahami minat konsumen terhadap atribut yang dimiliki diharapkan dapat menarik, mempertahanan bahkan memperbaiki posisi usaha jasa yang didirikan. Keputusan-keputusan untuk membeli pada umumnya merupakan hasil dari perhitungan ekonomi yang didasarkan atas ratio dan kesadaran. Konsumen pada umumnya cenderung bertindak untuk kepentingannya sendiri dengan

membelanjakan uangnya untuk barang-barang yang dapat memberikan kepuasan paling besar padanya, sesuai dengan cita rasanya dan perbandingan harga-harga relatif dari barang-barang tersebut. Konsumen merupakan pembeli yang agak hatihati, yaitu berusaha untuk membandingkan mutu dan nilai suatu barang (Dwiyono Chandradhy, 1984: 29). Pada dasarnya apabila konsumen menginginkan pelayanan yang baik maka mereka harus mengeluarkan biaya yang cukup tinggi untuk dapat memenuhi keinginan tersebut begitu pula sebaliknya karena dalam memilih suatu produk, konsumen dapat menilai dan membedakan suatu produk melalui pembedaan harga dan pembedaan pelayanan (Kotler, 2001: 322).

Koperasi Gembala Makmur merupakan organisasi jasa yang bergerak di sektor perdagangan kebutuhan pokok sehari-hari. Dimana semua barang yang diperdagangkan sangat dibutuhkan untuk kelangsungan hidup para anggotanya. Sebagai organisasi jasa yang tumbuh pada era globalisasai, Koperasi Gembala Makmur berusaha menarik minat para anggotanya untuk melakukan pembelian pada organisasinya dengan berbagai alternatif, namun yang terjadi justru sebaliknya, penjualan Koperasi Gembala Makmur dari awal bulan tahun 2007 hingga April 2008 mengalami penurunan. Tabel 1.1. Data Penjualan KPRI Gembala Makmur Tahun 2007-2008 Tahun 2007 Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember 2008 Januari Pebruari Maret April
Sumber: KPRI Gembala Makmur, 2008

Bulan

(dalam rupiah) Total Penjualan 7.454.250 4.966.150 8.319.300 8.296.370 6.607.900 8.338.400 8.772.500 7.850.450 6.013.650 6.096.500 5.758.320 5.854.220 6.899.150 5.754.650 5.652.130 5.314.210

Data di atas menunjukkan adanya penurunan penjualan KPRI Gembala Makmur, hal ini kemungkinan dikarenakan harga jual produk yang terlalu mahal dengan pelayanan yang tidak memuaskan serta daya beli anggota yang rendah. Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: “Pengaruh Harga dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian bagi Anggota KPRI Gembala Makmur Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah”.

1.2 Rumusan Masalah Masalah yang diteliti dalam skripsi ini adalah: 1. Adakah pengaruh harga dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian bagi anggota KPRI Gembala Makmur Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah? 2. Faktor manakah yang mempunyai pengaruh paling besar antara harga dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian bagi anggota KPRI Gembala Makmur Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah?

1.3 Tujuan Penelitian Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menentukan arah penelitian dan dapat diprediksi tindakan apa yang akan dilakukan, sehingga hambatan yang mungkin timbul dapat dikurangi. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh harga dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian bagi anggota KPRI Gembala Makmur Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah. 2. Untuk mengetahui dan menganalisis variabel yang mempengaruhi keputusan pembelian bagi anggota KPRI Gembala Makmur Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah.

1.4 Kegunaan Penelitian 1. Kegunaan Teoritis a. Bagi pembaca Menambah pengetahuan mengenai harga dan kualitas pelayanan. b. Bagi peneliti Menambah pengetahuan dan untuk meneliti lebih lanjut dengan menggunakan variabel-variabel yang berbeda. c. Bagi penulis Sarana pengembangan ilmu pengetahuan. 2. Kegunaan Praktis a. Bagi perusahaan Sebagai informasi dan menjadi bahan pertimbangan dalam

menentukan kebijakan dan menyusun strategi yang nantinya berpengaruh terhadap keputusan konsumen menggunakan jasa tersebut. b. Bagi masyarakat

Menambah

pengetahuan

dan

cakrawala

berpikir

dalam

hal

pengembangan wawasan dalam mempelajari segala perilaku konsumen dalam memenuhi kebutuhannya.

BAB II LANDASAN TEORI

1.5 Pemasaran Pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentuan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan baik pada pembeli yang ada maupun pembeli potensial (Basu Swasta dan T. Hani Handoko, 2000: 4). Sedangkan menurut Philip Kotler (1996: 8), pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang di dalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan dan menawarkan produk yang bernilai dengan pihak lain. Dari definisi di atas diketahui bahwa kegiatan pemasaran merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memberikan kepuasan baik kepada penjual maupun pembeli, sehingga konsumen akan melakukan keputusan pembelian.

1.6 Bauran Pemasaran 4.6.1 Pengertian Bauran Pemasaran Bauran pemasaran merupakan seperangkat alat yang dapat digunakan pemasar untuk membentuk karakteristik jasa yang ditawarkan kepada pelanggan (Fandy Tjiptono, 2006: 30). Menurut Rambat Lupiyoadi-A. Hamdani (2006: 70), bauran pemasaran adalah alat bagi pemasar yang terdiri atas berbagai unsur suatu program

pemasaran yang perlu dipertimbangkan agar implementasi strategi pemasaran dan positioning yang ditentukan dapat berjalan sukses. Dengan perkataan lain bauran pemasaran merupakan alat yang ditujukan kepada pelanggan sasaran untuk mendapatkan posisi yang diharapkan. 4.6.2 Unsur-Unsur Bauran Pemasaran Jasa Menurut Kotler and Amstrong (1999: 73), unsur-unsur bauran pemasaran adalah sebagai berikut: 1. Product, bentuk penawaran yang ditujukan untuk mencapai tujuan melalui pemuasan kebutuhan dan keinginan pelanggan. 2. Pricing, sejumlah uang yang harus dibayar oleh pelanggan untuk memperoleh suatu produk. 3. Promotion, aktivitas mengkomunikasikan keunggulan produk serta

membujuk pelanggan sasaran untuk membelinya. 4. Place, aktivitas perusahaan agar produk mudah didapatkan konsumen sasarannya. Lupiyoadi-A. Hamdani (2006: 70), menyebutkan bauran pemasaran terdiri dari: 1. Product, barang seperti apakah yang sebenarnya diinginkan oleh konsumen. 2. Price, mengenai bagaimana strategi penentuan harga. 3. Place, mengenai bagaimana sistem penyampaian barang yang akan dilakukan. 4. Promotion, mengenai bagaimana promosi yang akan dilakukan.

Dari definisi-definisi di atas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa unsurunsur bauran pemasaran meliputi: 1. Product, barang yang ditawarkan oleh perusahaan yang akan dikonsumsi oleh konsumen. 2. Price, uang yang harus dikeluarkan konsumen ats produk yang dibelinya. 3. Promotion, penyampaian informasi mengenai produk yang ditawarkan. 4. Place, lokasi perusahaan menentukan penjualan atas produknya.

1.7 Perilaku Konsumen 4.7.1 Pengertian Perilaku Konsumen Menurut Basu Swasta (1994: 72), perilaku konsumen merupakan kegiatan individu yang langsung terlibat menggunakan barang-barang dan jasa-jasa termasuk di dalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan pemenuhan kegiatan tersebut. Sedangkan menurut Engel dalam A. Anwar Prabu Mangkunegaran (2002: 97), perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan individu yang secara langsung terlibat dalam usaha memperoleh dan menggunakan barangbarang jasa ekonomis termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan menentukan tindakan-tindakan tersebut. Perilaku konsumen menurut Winardi (1990: 141) terdiri dari aktivitasaktivitas yang melibatkan orang-orang sewaktu mereka menyeleksi, membeli dan menggunakan produk-produk dan jasa-jasa, sedemikian rupa sehingga hal tersebut memenuhi kebutuhan-kebutuhan dan keinginan mereka.

Berdasarkan definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan yang dilakukan individu, kelompok atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan dan menggunakan barang dan jasa ekonomi yang dapat mempengaruhi oleh lingkungan. 4.7.2 Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pembelian Konsumen Perilaku pembelian konsumen dipengaruhi oleh faktor-faktor budaya, sosial, pribadi, dan psikologis. Faktor-faktor budaya mempunyai pengaruh yang paling luas dan paling dalam (Philip Kotler, 2002: 183) : 1. Faktor Budaya Budaya, sub-budaya, dan kelas sosial merupakan hal yang sangat penting dalam perilaku pembelian. a. Budaya, merupakan penentu keinginan dan perilaku yang paling mendasar. Anak-anak mendapatkan kumpulan nilai, persepsi dan perilaku dari keluarganya serta lembaga-lembaga penting lain. b. Sub-budaya, masing-masing budaya terdiri dari sub-budaya yang lebih kecil yang memberikan lebih banyak ciri-ciri dan sosialisasi khusus bagi anggota-anggotanya. Sub-budaya terdiri dari kebangsaaan, agama, kelompok ras, dan daerah geografis. Banyak sub-budaya yang membentuk segmen pasar penting dan pemasar sering merancang produk dan program pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.

c. Kelas sosial, pada dasarnya semua masyarakat memiliki strata sosial. Stratifikasi tersebut kadang-kadang berbentuk sistem kasta dimana anggota kasta yang berbeda dibesarkan dengan peran tertentu dan tidak dapat mengubah keanggotaan kasta mereka. Stratifikasi lebih sering ditemukan dalam bentuk kelas sosial. 2. Faktor Sosial Selain faktor budaya, perilaku seorang konsumen dipengaruhi oleh faktorfaktor sosial seperti kelompok acuan, keluarga, serta peran dan status sosial. a. Kelompok acuan, terdiri dari semua kelompok yang memiliki pengaruh langsung (tatap muka) atau tidak langsung terhadap sikap atau perilau seseorang. b. Keluarga, keluarga merupakan organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat, dan telah menjadi obyek penelitian yang luas. Anggota keluarga merupakan kelompok acuan primer yang paling berpengaruh. c. Peran dan status, seseorang berpartisipasi ke dalam banyak kelompok sepanjang hidupnya, keluarga, klub, organisasi. Kedudukan orang itu di masing-masing kelompok dapat ditentukan berdasarkan peran dan status. Peran meliputi kegiatan yang diharapkan akan dilaukan oleh seseorang, sedangkan masing-masing peran menghasilkan status. 3. Faktor Pribadi

Keputusan pembeli juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi. Karakteristik tersebut meliputi usia dan tahap hidup siklus hidup, pekerjaan, keadaan ekonomi, gaya hidup, serta kepribadian dan konsep diri pembeli. a. Usia dan tahap hidup siklus, orang membeli barang dan jasa yang berbeda sepanjang hidupnya. Konsumsi juga dibentuk oleh siklus hidup keluarga. Pemasar sering memilih kelompok-kelompok berdasarkan siklus hidup sebagai pasar sasaran mereka. Namun, rumah tangga yang menjadi sasaran tidak selalu berdasarkan konsep keluarga. b. Pekerjaan dan lingkungan ekonomi, pekerjaan seseorang juga

mempengaruhi pola konsumsinya. Pemasar berusaha mengidentifikasi kelompok profesi yang memiliki minat di atas rata-rata atas produk dan jasa mereka. Perusahaan bahkan dapat mengkhususkan produknya untuk kelompok profesi tertentu. Pilihan produk sangat dipengaruhi oleh keadaan ekonomi seseorang: penghasilan, yang dapat dibelanjakan (level, kestabilan, pola waktu), tabungan dan aktiva (termasuk persentase aktiva yang lancar/ likuid), utang, kemampuan untuk meminjam, dan sikap terhadap belanja dan menabung. Pemasar barang-barang yang peka terhadap harga terus-menerus memperhatikan kecenderungan

penghasilan pribadi, tabungan dan tingkat suku bunga. Jika indikator ekonomi menandakan resesi, pemasar dapat mengambil langkah-langkah untuk dapat merancang ulang, melakukan penempatan ulang, dan menetapkan kembali harga produk mereka sehingga mereka dapat terus menawarkan nilai ke pelanggan sasaran.

c. Gaya hidup, orang-orang yang berasal dari sub-budaya, kelas sosial, dan pekerjaan yang sama dapat memiliki gaya hidup yang berbeda. Gaya hidup adalah pola hidup seseorang di dunia yang diekspresikan dalam aktivitas, minat dan opininya. Gaya hidup menggambarkan keseluruhan diri seseorang yang berinteraksi dengan lingkungannya. d. Kepribadian dan konsep diri, masing-masing orang memiliki

kepribadian yang berbeda yang mempengaruhi perilaku pembeliannya. Kepribadian biasanya dijelaskan dengan menggunakan ciri-ciri seperti kepercayaan diri, dominasi, otonomi, kehormatan, kemampuan

bersosialisasi, pertahanan diri dan kemampuan beradaptasi. Yang juga berkaitan dengan kepribadian adalah konsep diri (citra pribadi) seseorang. Teori konsep diri memiliki catatan keberhasilan yang beragam dalam meramalkan tanggapan konsumen terhadap citra merk. 4. Faktor Psikologis Pilihan pembelian seseorang dipengaruhi oleh empat faktor psikologis utama yaitu motivasi, persepsi, pembelajaran, serta keyakinan dan pendirian. a. Motivasi, seseorang memilii banyak kebutuhan pada waktu tertentu. Beberapa kebutuhan bersifat biogenis (kebutuhan yang muncul dari tekana biologis, seperti: lapar, haus, tidak nyaman), dan kebutuhan yang bersifat psikogenis (kebutuhan yang muncul dari tekanan psikologis, seperti: kebutuhan akan pengakuan, penghargaan atau rasa keanggotaan kelompok). Suatu kebutuhan akan menjadi motif jika didorong hingga mencapai tingkat intensitas yang memadai.

b. Persepsi, seseorang yang termotivasi siap untuk bertindak. Bagaimana seseorang yang termotivasi bertindak akan dipengaruhi oleh persepsinya terhadap situasi tertentu. Persepsi tidak hanya bergantung pada

rangsangan fisik tetapi juga pada rangsangan yang berhubungan dengan lingkungan sekitar dan keadaan individu yang bersangkutan. c. Pembelajaran, meliputi perubahan perilaku seseorang yang timbul dari pengalaman. Sebagian besar perilaku seseorang adalah hasil dari belajar. Pembelajaran dihasilkan melalui perpaduan kerja antara dorongan, rangsangan, petunjuk bertindak, tanggapan, dan penguatan. d. Keyakinan dan sikap, melalui bertindak dan belajar orang mendapatkan keyakinan dan sikap. Keduanya kemudian mempengaruhi perilaku pembelian. Keyakinan merupakan gambaran pemikiran yang dianut seseorang tentang suatu hal. Keyakinan mungkin berdasarkan

pengetahuan, pendapat, atau kepercayaan. Kesemuanya itu mungkin atau tidak mungkin mengandung faktor emosional. Sikap adalah evaluasi, perasaan emosional, dan kecenderungan tindakan yang menguntungkan atau tidak menguntungkan dan bertahan lama dari seseorang terhadap suatu obyek atau gagasan. Semua perusahaan sebagian besar lebih memilih menyesuaikan produknya dengan sikap yang telah ada daripada berusaha untuk mengubah sikap orang.

1.8 Keputusan Pembelian 4.8.1 Pengertian Keputusan Pembelian

Menurut Basu Swasta dan Irawan (1993: 92), keputusan pembelian adalah tindakan nyata yang terdiri dari beberapa tindakan meliputi keputusan tentang jenis produk, merk, kualitas, kuantitas, waktu pembelian dan cara pembayaran. Keputusan membeli adalah suatu proses pengambilan keputusan akan pembelian yang mencakup penentuan apa yang akan dibeli atau tidak melakukan pembelian dan keputusan itu diperoleh dari kegiatan-kegiatan sebelumnya (Assauri, 1996: 130). Keputusan untuk membeli yang diambil oleh pembeli sebenarnya merupakan kumpulan dari sejumlah keputusan. Setiap keputusan membeli mempunyai beberapa struktur komponen (Basu Swasta dan Irawan, 1993: 118). 4.8.2 Proses Keputusan Pembelian Menurut Philip Kotler (2002: 201), untuk meraih keberhasilan pemasar harus melihat lebih jauh bermacam-macam faktor yang mempengaruhi pembeli dan mengembangkan pemahaman mengenai bagaimana konsumen melakukan keputusan pembelian. Secara khusus pemasar harus mengidentifikasi siapa yang membuat keputusan pembelian, jenis-jenis keputusan pembelian, dan langkahlangkah dalam proses pembelian. 1. Peran Pembelian Ada lima peran yang dimainkan orang dalam keputusan pembelian: a. Pencetus, seseorang yang pertama ali mengusulkan gagasan untuk membeli suatu produk atau jasa. b. Pemberi pengaruh, seseorang yang pandangan atau sarannya

mempengaruhi keputusan.

c. Pengambil keputusan, seseorang yang mengambil keputusan untuk setiap komponen keputusan pembelian, apakah membeli, tidak membeli, bagaimana membeli,dan dimana akan membeli. d. Pembeli, orang yang melakukan pembelian yang sesungguhnya. e. Pemakai, seseorang yang mengkonsumsi atau menggunakan produk atau jasa yang bersangkutan. 2. Perilaku Pembelian Pengambilan keputusan konsumen berbeda-beda, tergantung pada jenis keputusan pembelian. Assael dalam bukunya Philip Kotler (2002: 202) membedakan empat jenis perilaku pembelian konsumen berdasarkan keterlibatan pembeli dan tingkat perbedaan merek. a. Perilaku pembelian yang rumit Perilaku pembelian yang rumit terdiri dari proses tiga langkah. Pertama, pembeli mengembangkan keyakinan tentang produk. Kedua, pembeli membangun sikap tentang produk. Ketiga, membuat pilihan pembelian yang cermat. Konsumen terlibat dalam perilaku pembelian yang rumit bila mereka sangat terlibat dalam pembelian dan sadar akan adanya perbedaanperbedaan besar di antara merek. Perilaku pembelian yang rumit itu lazim terjadi bila produknya mahal, jarang dibeli, berisiko, dan sangat mengekspresikan diri. b. Perilaku pembelian pengurang ketidaknyamanan

Kadang-kadang konsumen sangat terlibat dalam sebuah pembelian namun melihat sedikit perbedaan di antara berbagai merek. Keterlibatan yang tinggi didasari oleh fakta bahwa pembelian tersebut mahal, jarang dilakukan, dan berisiko. Pembeli akan berkeliling untuk mempelajari apa yang tersedia namun akan membeli dengan cukup cepat, barangkali pembeli sangat peka terhadap harga yanag baik atau terhadap kenyamanan berbelanja. Setelah pembelian, konsumen mungkin mengalami disonansi/ ketidaknyamanan yang muncul setelah merasakan adanya hal-hal yang tidak mengenakkan dari karpet tersebut atau setelah mendengar kabar yang menyenangkan mengenai karpet-karpet lain. Konsumen akan peka terhadap informasi yang membenarkan keputusannya. c. Perilaku pembelian karena kebiasaan Banyak produk dibeli dengan kondisi rendahnya keterlibatan konsumen dan tidak adanya perbedaan merek yang signifikan. Perilaku konsumen dalam kasus produk dengan keterlibatan rendah tidak melalui urutan umum keyakinan, sikap, dan perilaku. Konsumen tidak secara luas mencari informasi tentang merek, mengevaluasi karakteristik merek, dan memutuskan merek apa yang akan dibeli. Setelah pembelian, konsumen bahkan mungkin tidak mengevaluasi pilihan karena mereka tidak banyak terlibat dengan produk. Jadi, bagi produk dengan keterlibatan rendah proses pembeliannya dimulai dengan keyakinan merek yang dibentuk oleh pemahaman pasif, dilanjutkan oleh perilaku pembelian, dan kemudian mungkin diikuti lagi oleh evaluasi.

d. Perilaku pembelian yang mencari variasi Beberapa situasi pembelian ditandai oleh keterlibatan konsumen yang rendah namun perbedaan merek yang signifikan. Dalam situasi ini, konsumen sering melakukan peralihan merek. Namun, pada kesempatan berikutnya konsumen mungkin mengambil merek lain karena bosan atau ingin mencari rasa yang berbeda. Perpindahan merek terjadi karena mencari variasi dan bukannya karena ketidakpuasan. 4.8.3 Tahap-Tahap dalam Proses Pengambilan Keputusan Tahap-tahap ini merupakan model menurut Philip Kotler (1997: 170), tentang proses keputusan membeli yaitu pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif keputusan membeli dan perilaku setelah membeli. Tahap-tahap ini dalam proses keputusan membeli akan digambarkan sebagai berikut:
Pengenalan Masalah Pencarian Informasi Evaluasi Alternatif Keputusan Membeli Perilaku Setelah Pembelian

Gambar 2.1: Tahap-Tahap Keputusan Pembelian Keterangan: 1. Pengenalan Masalah Proses pembelian dimulai ketika pembeli mengenal suatu masalah atau kebutuhan. Pengenalan kebutuhan dapat diartikan sebagai persepsi atas perbedaan antara keadaan yang diinginkan dan situasi aktual yang

memadai untuk menggugah dan mengaktifkan proses keputusan. pemasar perlu mengidentifikasi stimulus yang paling sering menimbulkan minat konsumen pada sutu produk tertentu. 2. Pencarian Informasi Pencarian merupakan aktivitas termotivasi dari pengetahuan yang tersimpan dalam ingatan atau perolehan informasi dari lingkungan. Beberapa pencarian tergantung pada kekuatan dorongannya, jumlah informasi yang dimiliki, kemudahan dalam memperoleh informasi tambahan, nilai yang diberikan kepada informasi tambahan, serta kepuasan yang diperoleh konsumen. Sumber informasi konsumen terdiri dari empat kelompok, yaitu: a. Sumber pribadi, keluarga, dan teman. b. Sumber komersial, iklan, tenaga penjual, pedagang, perantara, pengemasan, dan demonstrasi. c. Sumber umum, media massa, organisasi ranting konsumen. d. Sumber pengalaman, penanganan, pemeriksaan, penggunaan produk. 3. Evaluasi alternatif Evaluasi alternatif merupakan proses dimana suatu alternatif pilihan disesuaikan dan dipilih untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Kompleksitas dari evaluasi akan bervariasi secara dramatis tergantung pada proses khusus yang diikuti konsumen dalam mengambil keputusan untuk dikonsumsi.

Konsep dasar dalam proses evaluasi konsumen terdiri atas empat macam: a. Konsumen berusaha memenuhi kebutuhan. b. Konsumen mencari manfaat tertentu dari solusi produk. c. Konsumen memandang setiap produk sebagai sekumpulan atribut dengan kemampuan ysng berbeda-beda dalam memberikan manfaat dalam memuaskan kebutuhan. d. Konsumen mempunyai sifat yang berbeda-beda dalam memandang atribut-atribut yang dianggap relevan dan penting. Konsumen akan perhatian besar pada atribut yang memberikan manfaat yang dicarinya. 4. Keputusan Membeli Setelah menentukan kepercayaan terhadap suatu merk, maka konsumen membentuk suatu maksud pembelian untu membeli produk yang paling disukai. Adapun faktor yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian yaitu: a. Sikap atau Pendirian Orang Lain. Pendirian orang lain dapat mengurangi alternatif yang disukai seseorang terhadap suatu merk, tergantung pada: 1) Intensitas dari pendirian negatif orang lain terhadap alternatif merk yang disukai konsumen.

2) Motivasi konsumen untuk mengikuti keinginan orang lain. Preferensi seseorang terhadap suatu merk akan terus meningkat jika orang lain juga menyukai merk yang sama. b. Situasi yang Diantisipasi Konsumen dalam hal ini membentuk suatu maksud pemberian atas dasar faktor-faktor seperti adanya pendapatan keluarga yang diharapkan, harga yang diharapkan serta manfaat yang diharapkan. 5. Perilaku Setelah Pembelian Setelah pembelian produk terjadi, konsumen akan mengalami suatu tingkat kepuasan atau ketidakpuasan. Konsumen juga akan melakukan tindakan setelah pembelian dan menggunakan produk tersebut atau membuangnya. Konsumen yang merasa puas akan terus melakukan pembelian. Sedangkan yang tidak merasa puas akan menghentikan pembelian produk yang bersangkutan dan kemungkinan akan menyebarkan berita tersebut pada teman-teman mereka. Karena itu KPRI Gembala Makmur harus berusaha melakukan yang terbaik bagi para anggotanya. Pengambilan keputusan untuk melaksanakan pembelian terhadap suatu produk akan dipengaruhi oleh beberapa pihak. Masing-masing pihak yang terlibat akan mempunyai peranan sendiri-sendiri. Adapun lima peran yang dapat dimainkan orang-orang tertentu dalam mengambil keputusan pembelian: a) Initiator

Orang yang pertama mengusulkan atau mempunyai gagasan untuk membeli produk tertentu. b) Influencer Orang yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi keputusan terakhir dalam pembelian. c) Decider Orang yang pada akhirnya menentukan sebagian atau seluruhnya tentang keputusan untuk membeli. d) Buyer Orang yang melaksanakan pembelian yang sesungguhnya. e) User Orang yang memakai atau mengkonsumsi pembelian yang sesungguhnya. 1.9 Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Konsumen 4.9.1 Harga

1. Pengertian Harga Harga adalah jumlah uang (ditambah beberapa barang kalau mungkin) yang ditambahkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya (Basu Swasta, 1994: 147). Menurut Stanton (1996: 22), harga adalah sejumlah uang (kemungkinan ditambah dengan barang) yang dibutuhkan untuk memperoleh beberapa kombinasi sebuah produk dan pelayanan yang menyertainya.

Sedangkan menurut Kotler and Armstrong (2001: 439), harga merupakan sejumlah uang yang dibebankan atas suatu produk atau jasa, atau jumlah dari nilai yang ditukar konsumen atas manfaat-manfaat karena memiliki atau menggunakan produk atau jasa tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa harga adalah nilai tukar untuk manfaat tertentu bagi konsumen, baik barang ataupun jasa. Biasanya seorang penjual menetapkan harga berdasarkan suatu kombinasi barang secara fisik ditambah beberapa jasa lain serta keuntungan yang memuaskan. Tetapi dalam kenyataan yang lain, harga didefinisikan sebagai jumlah yang dibayarkan oleh pembeli.

2. Strategi Penentuan Harga 1) Penentuan harga biaya-plus Penentuan harga dilakukan dengan menaikkan harga sekian persen dari total biayanya. 2) Penentuan harga berdasarkan tingkat pengembalian Penentuan harga ditentukan untuk mencapai tingkat pengembalian atas investasi atau pengembalian atas aktiva yang ditargetkan. 3) Penentuan harga paritas persaingan Penentuan harga ditentukan berdasarkan harga yang ditentukan oleh pemimpin pasar. 4) Penentuan harga rugi

Penentuan harga awal ditentukan pada barang yang rendah, bahkan kadang merugi dengan tujuan jangka pendek, yaitu mendapat posisi di pasar atau meningkatkan pangsa pasar. 5) Penentuan harga berdasarkan nilai Penentuan harga ditentukan atas dasar nilai jasa yang dipersepsikan oleh segmen konsumen tertentu. 6) Penentuan harga relasional Penentuan harga ditentukan berdasarkan pada pertimbangan-

pertimbangan atas seluruh jasa yang disediakan untu konsumen dan atas potensi kauntungan di masa depan dalam jangka waktu tertentu, seringkali dalam seluruh hidup konsumen.

3. Tujuan Penentuan Harga Metode penentuan harga harus dimulai dengan pertimbangan atas tujuan penentuan harga itu sendiri, adapun tujuan-tujuan tersebut menurut Adrian Payne dalam bukunya Rambat Lupiyoadi dan A. Hamdani (2006: 100) yaitu: 1) Bertahan Merupakan usaha untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang meningkatkan laba ketika perusahaan sedang mengalami kondisi pasar yang tidak menguntungkan. 2) Memaksimalkan laba

Penentuan harga bertujuan untuk memaksimalkan laba dalam periode tertentu. 3) Memaksimalkan penjualan Penentuan harga bertujuan untuk membangun pangsa pasar dengan melakukan penjualan pada harga awal yang merugikan. 4) Gengsi atau prestis Tujuan penentuan harga disini adalah untuk memposisikan jasa perusahaan tersebut sebagai jasa yang eksklusif. 5) Pengembalian atas investasi (ROI) Tujuan penentuan harga didasarkan atas pencapaian pengembalian atas investasi yang diinginkan. 4. Indikator Harga Harga suatu barang atau jasa menjadi penentu bagi permintaan pasar. Harga juga dapat mempengaruhi program pemasaran perusahaan atau organisasi. Karena itu harga merupakan satu-satunya bauran pemasaran yang dapat menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. Dari beberapa teori dan penjelasan diatas, maka dapatlah disebutkan indikator dari harga, antara lain terdiri dari: (Stanton, 1996: 308). 1) Kepastian Harga Harga sering dijadikan sebagai indikator kualitas bagi konsumen. Misalnya bila ada barang atau jasa yang harganya mahal, maka konsumen cenderung beranggapan bahwa barang atau jasa tersebut kualitasnya baik. Tingkat harga suatu jasa satu dengan yang lain yang

sejenis terkadang memiliki perbedaan, hal ini berdasarkan faktorfaktor penyebabnya. Harga yang diharapkan konsumen untuk sebuah jasa adalah senilai dengan hasil jasa yang ditawarkan. 2) Potongan Harga Potongan harga merupakan pengurangan dengan harga dasar atau harga tercatat, pengurangan dapat dilakukan karena jumlah pembelian yang besar pada suatu produk atau jasa tertentu atau karena sudah menjadi langganan. 3) Syarat Pembayaran Berhubungan dengan bagaimana konsumen akan membayar untuk produk jasa yang akan dibeli. Biasanya dalam bentuk tunai atau kredit, tergantung dari kebijaksanaan organisasi.

4.9.2

Kualitas Pelayanan

1. Kualitas Kualitas merupakan motor penggerak dalam melakukan aktivitas yang bertujuan untuk memuaskan dan membahagiakan konsumen serta lingkungannya secara terus menerus (Fransiscus dan Xaverius Sadikin, 2005: 16). Menurut Rambat Lupiyoadi dan A. Hamdani (2006: 175), kualitas adalah derajat yang dicapai oleh karateristik yang inheren dalam memenuhi persyaratan.

Dari pernyataan di atas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa kualitas merupakan keseluruhan karakteristik yang dirasakan oleh konsumen yang berhubungan dengan produk maupun jasa atas kemampuan dalam pemenuhan suatu kebutuhan. 2. Pelayanan Pelayanan merupakan semua aktivitas ekonomi yang outputnya bukan produk, atau konstrusi fisik yang secara umum konsumsi dan produksinya dilakukan pada waktu yang sama (simultan) dan nilai tambah yang diberikan dalam bentuk yang secara prinsip intangible (kenyamanan, hiburan, kecepatan, dan kesehatan) bagi pembeli pertamanya (Zethaml dan Bitner, 1996: 87). Pelayanan pada pemasaran jasa sebagai hasil kegiatan distribusi dan logistik, dimana pelayanan diberikan kepada konsumen untuk mencapai keputusan. Meliputi aktivitas untuk memberikan kegunaan waktu dan tempat termasuk pelayanan pra transaksi, saat transaksi, dan pasca transaksi. Kegiatan sebelum transaksi (pra transaksi) akan turut mempengaruhi kegiatan transaksi dan setelah transaksi, karena itu kegiatan pendahuluannya harus sebaik mungkin sehingga konsumen memberikan respon yang positif dan menunjukkan loyalitas yang tinggi. 3. Kualitas Pelayanan a. Pengertian Kualitas Pelayanan Parasuraman dalam Lupiyoadi (2001: 148) mengemukakan bahwa kualitas pelayanan merupakan ukuran penilaian menyeluruh

atas tingkat suatu pelayanan yang baik. Sedangkan menurut Tjiptono (2000: 59), kualitas pelayanan adalah upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan pelanggan serta ketepatan penyampaiannya untuk mengimbangi harapan pelanggan. Dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan adalah suatu penilaian terhadap hasil kinerja pelayanan terhadap harapan pelanggan. b. Konsep Kualitas Pelayanan Menurut Wycof (dalam Lovelock, 2001: 111), kualitas jasa adalah tingkat keunggulan yang diharapkan dan pelayanan yang diterima. Apabila jasa yang diterima atau dirasakan sesuai dengan yang diharapkan maka kualitas jasa dipersepsikan baik dan memuaskan. Jika jasa yang diterima melampaui harapan pelanggan, maka kualitas jasa dipersepsikan sebagai kualitas yang ideal dan jika kualitas jasa yang diterima lebih rendah daripada yang diharapkan, maka kualitas jasa akan dipersepsikan buruk atau tidak memuaskan. Baik tidaknya kualitas jasa tergantung pada kemampuan penyedia jasa dalam memenuhi harapan pengguna jasanya. c. Indikator Kualitas Pelayanan Atribut yang digunakan dalam mengevaluasi jasa adalah sebagai berikut: (Parasuraman et al 1991 dalam Mauludin, 2001: 40). 1) Bukti fisik (tangibles)

Yaitu

kemampuan

suatu

perusahaan

dalam

menunjukkan

eksistensinya kepada pihak eksternal. Penampilan dan kemampuan sarana dan prasarana fisik perusahaan dan keadaan lingkungan sekitarnya adalah bukti nyata yang diberikan oleh pemberi jasa. Meliputi fasilitas fisik (gedung, gudang, dan lain-lain),

perlengkapan, dan peralatan yang digunakan, serta penampilan dari pegawainya. 2) Keandalan (reliability) Yaitu kemampuan perusahaan untuk memberikan pelayanan sesuai yang dijanjikan secara akurat dan terpercaya. Kinerja harus sesuai dengan harapan pelanggan yang berarti ketepatan waktu, pelayanan yang sama untuk semua pelanggan tanpa kesalahan, sikap yang simpatik dengan akurasi yang tinggi. 3) Daya Tanggap (responsiveness) Suatu kemauan untuk membantu dan memberikan pelayanan yang cepat dan tepat pada pelanggan, dengan penyampaian informasi yang jelas.

4) Jaminan (assurance) Pengetahuan, kesopan santunan dan kemampuan para pegawai perusahaan untu menumbuhkan rasa percaya pelanggan pada perusahaan. Beberapa komponennya antara lain komunikasi, kreditabilitas, keamanan, kompetensi dan sopan santun.

5) Empati (empathy) Perhatian yang tulus dan bersifat individual atau pribadi yang diberikan kepada pelanggan dengan berupaya memahami

keinginan konsumen.

1.10

Kerangka Berpikir Keputusan membeli konsumen dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor

utama yang harus diperhatikan dalam menentukan keputusan pembelian konsumen adalah harga dan kualitas pelayanan, dimana keduanya memiliki hubungan yang erat. Harga adalah nilai tukar untuk manfaat tertentu bagi konsumen, baik barang ataupun jasa. Kualitas pelayanan adalah suatu penilaian terhadap hasil kinerja pelayanan terhadap harapan pelanggan. Sedangkan keputusan pembelian merupakan kumpulan dari sejumlah keputusan untuk membeli yang diambil oleh pembeli. Adanya kepastian harga, potongan pembelian, dan syarat pembayaran merupakan perwujudan harga yang tepat. Penentuan harga berperan penting untuk menentukan seberapa layak produk atas harga yang ditawarkan oleh konsumen. Apabila harga yang ditetapkan terlalu tinggi maka persepsi kualitas pelayanan oleh konsumen tinggi, namun sebaliknya apabila harga yang ditetapkan terlalu rendah maka persepsi kualitas pelayanan oleh konsumen rendah. Oleh karena itu pihak organisasi harus mengetahui tingkat harga yang umumnya berlaku untuk produk yang ditawarkan dalam koperasi. Dengan penetapan harga yang tepat,

maka keputusan pembelian oleh konsumen akan sesuai dengan yang diharapkan organisasi. Kualitas pelayanan yang baik apabila pelayanan yang diberikan dapat diwujudkan melalui bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Dengan kualitas pelayanan yang baik, sopan, ramah, dan menyenangkan tentunya akan membuat konsumen tertarik untuk melaksanakan keputusan pembelian. Melalui pengenalan masalah, pencarian informasi, penilaian alternatif, dan perilaku setelah membeli, konsumen akan merasa bahwa keputusan pembelian yang dilakukannya telah benar-benar tepat. Tentunya organisasi berusaha untuk menambah dan mempertahankan konsumen yang loyal. Berikut ini penulis memaparkan gambaran atau skema kerangka berpikir yang melandasi pemikiran tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian. pembelian. Harga (X1) 1. Kepastian Harga 2. Potongan Pembelian 3. Syarat Pembayaran

Kualitas Pelayanan (X2) 1. Bukti Langsung 2. Keandalan 3. Daya Tanggap 4. Jaminan 5. Empati Gambar 2.2 : Kerangka Berpikir

Keputusan Pembelian (Y) 1. Pengenalan Masalah 2. Pencarian Informasi 3. Evaluasi Alternatif 4. Perilaku Pasca Beli

1.11

Hipotesis

Hipotesis dapat diartikan sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian sampai terbukti melalui data yang terkumpul (Suharsimi Arikunto, 1998: 67). Berdasarkan pokok permasalahan serta tujuan penelitian ini, maka hipotesis yang diajukan: H. 1. H. 2. Ada pengaruh harga terhadap keputusan pembelian secara signifikan. Ada pengaruh kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian secara signifikan. H. 3. Ada pengaruh harga dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian secara signifikan.

BAB III METODE PENELITIAN

Penelitian dapat diartikan sebagai suatu kegiatan untuk memecahkan suatu permasalahan secara ilmiah. Cara-cara untuk melaksanakan suatu usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan dengan atau menggunakan suatu metode ilmiah. Metode penelitian ini meliputi : objek dan lokasi penelitian, populasi, jenis data dan metode pengumpulan data, uji validitas dan reliabilitas serta metode analisa data.

1.12

Populasi dan Sampel

4.12.1 Populasi Populasi merupakan keseluruhan subyek penelitian (Suharsimi Arikunto, 2006: 130). Dalam penelitian ini populasi yang dipergunakan adalah seluruh anggota KPRI Gembala Makmur Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah sebanyak 280 orang. 4.12.2 Sampel Sampel merupakan sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Suharsimi Arikunto, 2006: 131). Adapun sampel dalam penelitian ini adalah anggota KPRI Gembala Makmur Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah yang dilakukan dengan metode sample random sampling.

1. Untuk menentukan ukuran responden dari populasi, digunakan rumus Slovin (Husein Umar, 2002: 86), yaitu sebagai berikut: N n= Keterangan: n N e = Jumlah Sampel = Jumlah Populasi =Prosentase kelonggaran karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolelir (ketidaktelitian) l + N e2

dalam penelitian ini, N = 280 e = 10% 2. Cara pengambilan sample yaitu dengan metode sample random sampling. Jadi jumlah sampel dalam penelitian adalah sebagai berikut: 280 n= l + 280(0,1)2

= 73,6 dibulatkan menjadi 74. Dalam penelitian ini random sampling untuk menentukan kuesioner diambil secara acak dari keseluruhan data sekunder anggota koperasi yang diperoleh. Jadi dalam penelitian ini mengambil sampel sebanyak 74 orang.

1.13

Jenis Data Di dalam pengumpulan data, jenis-jenis data yang diperlukan adalah

sebagai berikut: 1. Data Primer Data ini diperoleh langsung dari sumber atau obyek penelitian dengan wawancara (interview) dan angket (questioner). a. Wawancara, yaitu metode dimana peneliti langsung bertatap muka dan berkomunikasi untuk memperoleh data yang diperlukan. b. Questioner, yaitu suatu metode dimana peneliti menyusun daftar pertanyaan secara tertulis yang kemudian dibagikan kepada responden guna memperoleh data yang berhubungan dengan pengaruh harga dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian bagi anggota KPRI Gembala Makmur Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah. 2. Data Sekunder Data ini diperoleh dari arsip-arsip perusahaan ataupun oleh pihak lain mengenai data karyawan yang berhubungan dengan KPRI Gembala Makmur Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah.

1.14

Metode Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data primer yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Wawancara (Interview)

Merupakan kegiatan atau metode pengumpulan data yang dilakukan dengan bertatapan langsung dengan responden, sama seperti penggunaan daftar pertanyaan (Moehar Daniel, 2003: 143). Interview menggunakan alat pemandu, dimana pertanyaan pada kuesioner tersusun sedemikian rupa menurut urutan dan penggolongan data yang diperlukan. Interview ini dipergunakan untuk melengkapi data yang diperoleh dari responden, yaitu yang berkaitan dengan keputusan pembelian bagi anggota KPRI Gembala Makmur Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah. 2. Angket (Questioner) Merupakan teknik pengumpulan data yang berisi satu set pertanyaan yang secara logis berhubungan dengan masalah penelitian, dan setiap jawaban mempunyai makna dalam menguji hipotesis (Moehar Daniel, 2003: 135). Langkah-langkah yang ditempuh dalam pengumpulan data adalah : Membuat tabel distribusi jawaban angket : a. Membuat item pertanyaan angket yang terdiri atas indikator variabel harga, kualitas pelayanan, dan keputusan pembelian. b. Menentukan skor pilihan jawaban, yaitu skor tertinggi dengan nilai 5 dan skor terendah dengan nilai 1. Skor 5 untuk jawaban resonden Skor 4 untuk jawaban resonden Skor 3 untuk jawaban resonden Skor 2 untuk jawaban resonden ”Sangat Setuju” ”Setuju” ”Netral” ”Tidak Setuju”.

Skor 1 untuk jawaban resonden

”Sangat Tidak Setuju”

1.15

Teknik Analisis Data

4.15.1 Analisis Data Kualitatif Berupa data-data yang berbentuk kasus-kasus baik yang berasal dari laporan maupun hasil wawancara yang memerlukan penjabaran dan penguraian. Metode yang digunakan adalah: 1. Editing, adalah proses yang dilakukan setelah data terkumpul untuk melihat apakah jawaban-jawaban yang diperoleh dari kuesioner telah terisi lengkap atau belum. 2. Coding, adalah proses pemberian kode tertentu terhadap aneka ragam jawaban dari kuesioner untuk dikelompokkan dalam kategori yang sama. 3. Skoring, adalah kegiatan yang berupa pemberian nilai atau harga yang kualitatif yang dipergunakan dalam pengujian hipotesis. Jawaban yang diperoleh dari responden akan dibagi menjadi kategori penilaian, yaitu: a. Jawaban “Sangat Setuju” diberi skor 5. b. Jawaban “Setuju” diberi skor 4. c. Jawaban “Netral” diberi skor 3. d. Jawaban “Tidak Setuju” diberi skor 2. e. Jawaban “Sangat Tidak Setuju” diberi skor 1

4. Tabulasi, adalah mengumpulkan data-data atas jawaban dengan teliti dan teratur kemudian dihitung dan dijumlahkan sampai terwujud suatu bentuk tabel.

4.15.2 Analisis Data Kuantitatif Adalah analisa yang berdasarkan data kuantitatif yang berupa angka-angka guna menarik sutu kesimpulan. Data-data yang diperoleh dari penelitian merupakan data-data yang masih mentah sehingga masih perlu pengolahan lebih lanjut agar data yang diperoleh menjadi data yang dapat memberikan penjelasan dari masalah yang diteliti. Analisa data yang dipergunakan adalah sebagai berikut: 1. Uji Validitas dan Realibilitas a. Validitas Validitas merupakan suatu ukuran yang menunjukkan tingkattingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen (Suharsimi Arikunto, 2006: 168). Rumus yang digunakan: rxy =

{N∑ X

N ∑ XY − (∑ X)(∑ Y)
2

− (∑ X) 2 N ∑ Y 2 − (∑ Y) 2

}{

}

Keterangan:

rxy
N X Y

= Nilai koefisien korelasi = Jumlah responden = Jumlah skor item = Jumlah skor total

(Suharsimi Arikunto, 2006: 170) Uji signifikan dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung dengan r tabel untuk degree of freedom (df) = n-2, dimana n adalah jumlah sampel. Pada penampilan output SPSS pada Cronbach Alpha di kolom Correlated Item Total Correlation, jika r hitung lebih besar dari r tabel dan nilai positif maka butir pertanyaan dan indikator tersebut dinyatakan valid (Imam Ghozali, 2006: 45). Dengan menggunakan alat bantu komputer (SPSS 12) diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 3.1 Hasil Pengujian Validitas Variabel
Harga (X1)

Item
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29

r hitung
0,478 0,515 0,575 0,522 0,630 0,521 0,581 0,607 0,477 0,668 0,449 0,448 0,560 0,422 0,542 0,471 0,615 0,608 0,471 0,519 0,503 0,491 0,627 0,468 0,538 0,643 0,539 0,689 0,502

r tabel
0,413 0,413 0,413 0,413 0,413 0,413 0,413 0,413 0,413 0,413 0,413 0,413 0,413 0,413 0,413 0,413 0,413 0,413 0,413 0,413 0,413 0,413 0,413 0,413 0,413 0,413 0,413 0,413 0,413

Keterangan
Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

Kualitas Pelayanan (X2)

Keputusan Pembelian (Y)

30

0,565

0,413

Valid

Sumber: Data primer yang diolah

Dari setiap item pertanyaan diperoleh rhitung lebih besar dari rtabel = 0,413 untuk α = 5% dengan df = 25-2 = 23, maka item pertanyaan pada penelitian diatas adalah valid dan dengan demikan data yang diperoleh layak digunakan untuk analisis selanjutnya, menggunakan analisis regresi. b. Realibilitas Reliabilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik (Suharsimi Arikunto, 1989: 178). Rumus untuk mencari reliabilitas adalah sebagai berikut:
2 ⎡ k ⎤ ⎡ Σσ b ⎤ r11 = ⎢ ⎢1 − 2 ⎥ σt ⎥ ⎣ k − 1⎥ ⎢ ⎦⎣ ⎦

Keterangan: r11 = Koefisien reliabilitas (Suharsimi Arikunto, 1997: 171)

∑σb2 = Jumlah varians butir k σt2 = Jumlah butir angket = Varians skor total Reliabilitas melalui perhitungan SPSS diukur dengan uji statistik Cronbach Alpha, variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0.60. Hasil perhitungan reliabilitas dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

Tabel 3.2 Hasil Pengujian Reliabilitas Variabel Harga (X1) Kualitas Pelayanan (X2) Keputusan Pembelian (Y)
Sumber: Data primer yang diolah

Cronbach Alpha 0,801 0,871 0,837

Standar 0,6 0,6 0,6

Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel

Dari tabel pengujian reliabilitas di atas diperoleh hasil yang menunjukkan nilai Cronbach Alpha > 0,60 sehingga dapat disimpulkan bahwa angket dari ketiga variabel dalam penelitian ini reliabel. 2. Uji Prasyarat Analisis Regresi a. Normalitas Imam Ghozali (2002: 74) mengemukakan Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel terikat dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal ataukah tidak. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal. Pada prinsipnya normalitas dapat dideteksi melihat penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal dari grafik atau histogram residual. 1) Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. 2) Jika data menyebar jauh dari garis diagonal dan tidak mengikuti arah garis diagonal, maka regresi tidak memenuhi asumsi normalitas. b. Linieritas Garis Regresi Uji ini digunakan untuk melihat apakah spesifiasi model yang digunakan sudah benar atau tidak (Imam Ghozali, 2001: 77). Uji linieritas

dapat dilihat dari signifiansi dari Deviation of Linearity untuk X1 terhadap Y dan X2 terhadap Y. Apabila nilai signifikansi > 0.05 dapat disimpulkan bahwa hubungannya bersifat linier. Untuk mempermudah dalam penghitungan maka digunakan SPSS. 1) Regresi Linear Berganda Metode ini digunakan untuk melihat hubungan atau pengaruh dari dua variabel independen terhadap satu variabel dependen. Rumus :
Y = βo + β1 X1 + β2 X2 + e

Keterangan: Y X1 X2 β0 = Keputusan pembelian = Harga = Kualitas pelayanan = Konstanta

β1 dan β2, = Koefisien regresi parsial e = Standart error

2) Pengujian Hipotesa Uji t dan Uji F a) Uji t (Uji Parsial) Untuk menguji pengaruh parsial masing-masing variabel

independen, dilakukan untuk mengetahui apakah hubungan variabel X dan Y betul-betul erat.

Uji t digunakan untuk menguji koefisien regresi secara parsial dari variabel bebasnya, hipotesis nol dalam pengujian ini dapat digunakan: Ho : β = 0, artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel bebas X terhadap variabel terikat Y. Ho : β ≠ 0, artinya terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel bebas X terhadap variabel terikat Y. Kriteria Pengujian dengan SPSS: Apabila probabilitas > taraf signifikan (5%), maka Ho diterima dan Ha ditolak. Apabila probabilitas < taraf signifikan (5%), maka Ho ditolak dan Ha diterima. b) Uji F (Uji Simultan) Uji F merupakan suatu perhitungan untuk mengetahui pengaruh antara harga (X1) dan kualitas pelayanan (X2) secara bersama-sama terhadap keputusan pembelian (Y). Hipotesis untuk uji F : Hipotesis nol (Ho) diterima dan Hipotesis alternatif (Ha) ditolak maka: artinya tidak ada pengaruh antara variabel bebas (X1, dan X2) secara bersama-sama terhadap variabel terikat (Y).

Hipotesis alternatif (Ha) diterima dan Hipotesis nol (Ho) ditolak maka: artinya ada pengaruh antara variabel bebas (X1, dan X2) secara bersama-sama terhadap variabel terikat (Y). Kriteria Pengujian dengan SPSS: Apabila probabilitas > taraf signifikan (5%), maka Ho diterima dan Ha ditolak. Apabila probabilitas < taraf signifikan (5%), maka Ho ditolak dan Ha diterima. 3. Uji Asumsi Klasik Sebelum melakukan analisis data, maka data diuji sesuai asumsi klasik. Jika terjadi penyimpangan terhadap asumsi klasik digunakan pengujian statistik non parametik, sebaliknya jika asumsi klasik terpenuhi digunakan statistik parametik. Untuk mendapatkan model regresi yang baik, model regresi tersebut harus terbebas dari multikolinieritas dan heterokedastisitas, serta data yang dihasilkan harus berdistribusi normal cara yang digunakan untuk menguji penyimpangan asumsi klasik menurut Imam Ghozali (2005: 90) adalah sebagai berikut : a. Multikolinieritas Bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel bebas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antara variabel independen. Identifikasi keberadaan multikolinearitas dapat dilihat dari: 1) Nilai tolerance

2) Lawannya variance inflation factor (VIF) Kedua ukuran ini menunjukkan setiap independen manakah yang dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Dalam pengertian sederhana setiap variabel independen menjadi variabel dependen (terikat) dan diregresikan terhadap independen lainnya. Tolerance menguur variabilitas variabel independen yang tidak dapat dijelaskan oleh vvariabel independen lainnya. Jadi nilai tolerance yang rendah sama dengan nilai VIF tinggi (karena VIF = 1/ tolerance). Nilai Cotoff yang umumnya dipakai untuk menunjukkan adanya multikolinearitas adalah nilai tolerance < 0.10 atau sama dengan nilai VIF > 10. b. Heteroskedastisitas Imam Ghozali (2002 : 69) menguji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan lain. Model regresi yang baik adalah terjadi heterokedastisitas. Dasar analisis adalah : 1) Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik (point-point) yang ada membentuk suatu pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit), maka telah terjadi heterokedastisitas. 2) Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi Heteroskedastisitas.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

1.16

Hasil Penelitian

Bagian hasil penelitian ini menyajikan tentang karakteristik responden penelitian, deskripsi data penelitian, uji prasyarat analisis dan pengujian hipotesis penelitian.
4.16.1 Karakteristik Responden

Berdasarkan data penelitian yang dilakukan dari penyebaran angket maka diperoleh data tentang karakteristik responden menurut jenis kelamin, umur, pendidikan dan masa kerja sebagai berikut: Tabel 4.1 Karakteristik Responden Menurut Jenis Kelamin Jenis Kelamin Pria Perempuan Jumlah Sumber : Data penelitian yang diolah, 2008 No 1. 2. Jumlah 28 46 74 Prosentase (%) 37.84% 62.16% 100,00%

Berdasarkan data pada tabel 4.1 di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden dalam penelitian ini memiliki jenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 46 orang (62,16%), sedang yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 28 orang (37,84%).
Tabel 4.2 Karakteristik Responden Menurut Umur No Rentang Umur Frekuensi 1 19 – 25 tahun 12 2 26 – 30 tahun 16 3 31 – 39 tahun 37 4 > 40 tahun 9 Jumlah 74

Persentase 16,22% 21,62% 50,00% 12,16% 100,00%

Sumber : Data penelitian yang diolah, 2008

Berdasarkan tabel 4.2 di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden dalam penelitian ini memiliki tingkatan umur antara 31 sampai dengan 39 tahun yaitu sebanyak 37 orang (50,00%), sedangkan yang paling kecil memiliki tingkat umur lebih dari 40 tahun yaitu sebanyak 9 orang (12,16%).
Tabel 4.3 Karakteristik Responden Menurut Tingkat Pendidikan No Pendidikan Jumlah Prosentase (%) 1. SMA 22 27,03% 2. D3 14 18,92% 3. S1 38 51,35% 3. S2 2 2,70% Jumlah 74 100,00% Sumber : Data penelitian yang diolah, 2008

Tabel 4.3 menunjukkan bahwa sebagian besar responden dalam penelitian ini memiliki pendidikan terakhir S1 yaitu sebanyak 38 orang (51,35%) sedangkan yang paling sedikit memiliki pendidikan terakhir S2 yaitu 2 orang (2,70%).
Tabel 4.4 Karakteristik Responden Menurut Masa Kerja No Masa Kerja Jumlah 1. < 2 tahun 6 2. 3 – 6 tahun 21 3. 7 – 10 tahun 38 3. > 10 tahun 9 Jumlah 74 Sumber : Data penelitian yang diolah, 2008

Prosentase (%) 8,11% 28,388% 51,35% 12,16% 100,00%

Tabel 4.4 menunjukkan bahwa sebagian besar responden dalam penelitian ini memiliki masa kerja antara 7 sampai dengan 10 tahun yaitu sebanyak 38 orang (51,35%) sedangkan yang paling sedikit memiliki masa kerja kurang dari 2 tahun yaitu sebanyak 6 orang (8,11%).

4.16.2 Deskriptif Variabel Penelitian

Gambaran dari masing-masing variabel dalam penelitian ini yaitu variabel harga (X1) variabel kualitas pelayanan (X2), dan variabel kepuasan pelanggan (Y) berdasarkan jawaban masing-masing responden dapat dilakukan dengan analisis deskriptif persentase berikut ini: 4.16.2.1 Harga

Dalam rangka mengungkap variabel harga digunakan 7 butir pertanyaan yang meninjau tiga indikator harga yaitu kepastian harga, potongan pembelian dan syarat pembayaran. 1) Kepastian harga Jawaban yang diberikan atas pertanyaan yang diberikan pada indikator kepastian harga dapat disajikan sebagai berikut: Tabel 4.5 Kesesuaian Harga dengan Kualitas
Frequency 0 18 30 23 3 74 Percent 0 24.3 40.5 31.1 4.1 100.0 Valid Percent 0 24.3 40.5 31.1 4.1 100.0 Cumulative Percent 0 24.3 64.9 95.9 100.0

Valid

Sangat tidak setuju Tidak setuju Netral Setuju Sangat setuju Total

Tabel 4.5 menunjukkan bahwa ada 3 responden (4,1%) yang menyatakan sangat setuju bahwa harga yang ditetapkan sesuai dengan kualitasnya, 23 responden (31,1%) menyatakan setuju, 30 responden (40,5%) menyatakan netral, 18 responden (24,3%) menyatakan tidak setuju dan 0 responden (0%) menyatakan sangat tidak setuju.

Tabel 4.6 Harga yang Ditawarkan Lebih Terjangkau Dibanding Harga di Luar
Frequency 6 18 34 11 5 74 Percent 8.1 24.3 45.9 14.9 6.8 100.0 Valid Percent 8.1 24.3 45.9 14.9 6.8 100.0 Cumulative Percent 8.1 32.4 78.4 93.2 100.0

Valid

Sangat tidak setuju Tidak setuju Netral Setuju Sangat setuju Total

Tabel 4.6 menunjukkan bahwa ada 5 responden (6,8%) yang menyatakan sangat setuju bahwa harga yang ditetapkan terjangkau, 11 responden (14,9%) menyatakan setuju, 34 responden (45,9%) menyatakan netral, 18 responden (24,3%) menyatakan tidak setuju dan 6 responden (8,1%) menyatakan sangat tidak setuju. Tabel 4.7 Harga Murah Meningkatkan Daya Beli
Frequency 3 22 23 26 0 74 Percent 4.1 29.7 31.1 35.1 0 100.0 Valid Percent 4.1 29.7 31.1 35.1 0 100.0 Cumulative Percent 4.1 33.8 64.9 100.0

Valid

Sangat tidak setuju Tidak setuju Netral Setuju Sangat setuju Total

Tabel 4.7 menunjukkan ada 0 responden (0%) yang menyatakan sangat setuju bahwa harga yang ditetapkan murah dapat meningkatkan daya beli, 26 responden (35,1%) menyatakan setuju, 23 responden (31,1%) menyatakan netral, 22 responden (29,7%) menyatakan tidak setuju dan 3 responden (4,1%) menyatakan sangat tidak setuju. Dengan demikian dapat dijelaskan bahwa harga yang ditetapkan oleh belum sepenuhnya sesuai dengan kualitasnya dan masih sama dengan harga di luar sehingga kurang dapat meningkatkan daya beli anggota.

2) Potongan pembelian Jawaban yang diberikan atas pertanyaan pada indikator potongan harga dapat disajikan sebagai berikut: Tabel 4.8 Pembelian Jumlah Besar Mendapat Potongan
Frequency 7 34 25 5 3 74 Percent 9.5 45.9 33.8 6.8 4.1 100.0 Valid Percent 9.5 45.9 33.8 6.8 4.1 100.0 Cumulative Percent 9.5 55.4 89.2 95.9 100.0

Valid

Sangat tidak setuju Tidak setuju Netral Setuju Sangat setuju Total

Tabel 4.8 menunjukkan bahwa ada 3 responden (4,1%) yang menyatakan sangat setuju bahwa pembelian yang besar mendapatkan potongan, 5 responden (6,8%) menyatakan setuju, 25 responden (33,8%) menyatakan netral, 34 responden (45,9%) menyatakan tidak setuju dan 7 responden (9,5%) menyatakan sangat tidak setuju. Tabel 4.9 Koperasi Memberikan Potongan pada Pembelian Sembako
Frequency 9 38 24 2 1 74 Percent 12.2 51.4 32.4 2.7 1.4 100.0 Valid Percent 12.2 51.4 32.4 2.7 1.4 100.0 Cumulative Percent 12.2 63.5 95.9 98.6 100.0

Valid

Sangat tidak setuju Tidak setuju Netral Setuju Sangat setuju Total

Tabel 4.9 menunjukkan bahwa ada 1 responden (1,4%) yang menyatakan sangat setuju bahwa untuk pembelian sembako mendapatkan potongan harga, 2 responden (2,7%) menyatakan setuju, 24 responden (32,4%) menyatakan netral, 34 responden (51,4%) menyatakan tidak setuju dan 9 responden (12,2%) menyatakan sangat tidak setuju.

Dengan demikian dapat dijelaskan bahwa baik untuk pembelian pada partai besar maupun pembelian barang-barang sembako oleh anggota tidak tidak diberikan potongan harga. 3) Syarat pembayaran Jawaban yang diberikan atas pertanyaan pada indikator syarat pembayaran dapat disajikan sebagai berikut: Tabel 4.10 Anggota dapat Membayar Secara Kredit
Frequency 1 29 29 13 2 74 Percent 1.4 39.2 39.2 17.6 2.7 100.0 Valid Percent 1.4 39.2 39.2 17.6 2.7 100.0 Cumulative Percent 1.4 40.5 79.7 97.3 100.0

Valid

Sangat tidak setuju Tidak setuju Netral Setuju Sangat setuju Total

Tabel 4.10 menunjukkan bahwa ada 2 responden (2,7%) yang menyatakan sangat setuju bahwa anggota dapat melakukan pembayaran secara kredit, 13 responden (17,6%) menyatakan setuju, 29 responden (39,2%) menyatakan netral, 29 responden (39,2%) menyatakan tidak setuju dan 1 responden (1,4%) menyatakan sangat tidak setuju. Tabel 4.11 Anggota dapat Melakukan Kredit pada Pembelian di atas Rp. 100.000
Frequency 5 17 35 10 7 74 Percent 6.8 23.0 47.3 13.5 9.5 100.0 Valid Percent 6.8 23.0 47.3 13.5 9.5 100.0 Cumulative Percent 6.8 29.7 77.0 90.5 100.0

Valid

Sangat tidak setuju Tidak setuju Netral Setuju Sangat setuju Total

Tabel 4.11 menunjukkan bahwa ada 7 responden (9,5%) yang menyatakan sangat setuju bahwa untuk pembelian diatas Rp. 100.000 dapat

dilakukan kredit, 10 responden (13,5%) menyatakan setuju, 35 responden (47,3%) menyatakan netral, 17 responden (23,0%) menyatakan tidak setuju dan 5 responden (6,8%) menyatakan sangat tidak setuju. Dengan demikian dapat dijelaskan bahwa tidak diberikannya layanan kredit bagi anggota untuk pembelian besar sekalipun. 4.16.2.2 Kualitas Pelayanan

Dalam rangka mengungkap kualitas pelayanan digunakan 15 butir pertanyaan yang meninjau lima indikator kualitas pelayanan yaitu bukti langsung, keandalan, daya tanggap, jaminan dan empati. 1) Bukti langsung Jawaban yang diberikan atas pertanyaan pada indikator bukti fisik dapat disajikan sebagai berikut: Tabel 4.12 Gedung/Bangunan Koperasi Terjaga Kebersihannya
Frequency 0 8 24 34 8 74 Percent 0 10.8 32.4 45.9 10.8 100.0 Valid Percent 0 10.8 32.4 45.9 10.8 100.0 Cumulative Percent 0 10.8 43.2 89.2 100.0

Valid

Sangat tidak setuju Tidak setuju Netral Setuju Sangat setuju Total

Tabel 4.12 menunjukkan bahwa ada 8 responden (10,8%) yang sangat setuju bahwa gedung/bangunan koperasi terjaga kebersihannya, 34 responden (45,9%) menyatakan setuju, 24 responden (32,4%) menyatakan netral, 8 responden (10,8%) menyatakan tidak setuju dan 0 responden (0%) menyatakan sangat tidak setuju.

Tabel 4.13 Transaksi Menggunakan Komputer Menpercepat Pelayanan
Frequency 0 8 20 34 12 74 Percent 0 10.8 27.0 45.9 16.2 100.0 Valid Percent 0 10.8 27.0 45.9 16.2 100.0 Cumulative Percent 0 10.8 37.8 83.8 100.0

Valid

Sangat tidak setuju Tidak setuju Netral Setuju Sangat setuju Total

Tabel 4.13 menunjukkan bahwa ada 12 responden (16,2%) yang menyatakan sangat setuju bahwa traksaksi menggunakan komputer

mempercepat pelayanan, 34 responden (45,9%) menyatakan setuju, 20 responden (27,0%) menyatakan netral, 8 responden (10,8%) menyatakan tidak setuju dan 0 responden (0%) menyatakan sangat tidak setuju. Tabel 4.14 Ruangan Untuk Pembeli Dilengkapi AC
Frequency 0 12 26 33 3 74 Percent 0 16.2 35.1 44.6 4.1 100.0 Valid Percent 0 16.2 35.1 44.6 4.1 100.0 Cumulative Percent 0 16.2 51.4 95.9 100.0

Valid

Sangat tidak setuju Tidak setuju Netral Setuju Sangat setuju Total

Tabel 4.14 menunjukkan bahwa ada 2 responden (4,1%) yang menyatakan sangat setuju bahwa ruang traksaksi bagi anggota dilengkapi AC, 33 responden (44,6%) menyatakan setuju, 26 responden (35,1%) menyatakan netral, 12 responden (16,2%) menyatakan tidak setuju dan 0 responden (0%) menyatakan sangat tidak setuju. Dengan demikian dapat dijelaskan bahwa bukti fisik dari koperasi Gembala Makmur sudah baik ditunjukkan dari bangunannya yang kebersihan dan dilengkapi AC serta pelayanan transaksi telah menggunakan komputer sehingga dapat lebih cepat.

2) Keandalan Jawaban yang diberikan atas pertanyaan pada indikator keandalan dapat disajikan sebagai berikut: Tabel 4.15 Pelayanan Transaksi Jual Beli Dilakukan dengan Cepat
Frequency 0 8 24 33 9 74 Percent 0 10.8 32.4 44.6 12.2 100.0 Valid Percent 0 10.8 32.4 44.6 12.2 100.0 Cumulative Percent 0 10.8 43.2 87.8 100.0

Valid

Sangat tidak setuju Tidak setuju Netral Setuju Sangat setuju Total

Tabel 4.15 menunjukkan bahwa ada 9 responden (12,2%) yang sangat setuju bahwa pelayanan traksasi jual beli dilakukan dengan cepat, 33 responden (44,6%) menyatakan setuju, 24 responden (32,4%) menyatakan netral, 8 responden (10,8%) menyatakan tidak setuju dan 0 responden (0%) menyatakan sangat tidak setuju. Tabel 4.16 Karyawan Bersikap Simpatik dan Teliti dalam Melayani Anggota
Frequency 0 4 26 34 10 74 Percent 0 5.4 35.1 45.9 13.5 100.0 Valid Percent 0 5.4 35.1 45.9 13.5 100.0 Cumulative Percent 0 5.4 40.5 86.5 100.0

Valid

Sangat tidak setuju Tidak setuju Netral Setuju Sangat setuju Total

Tabel 4.16 menunjukkan bahwa ada 10 responden (13,5%) yang menyatakan sangat setuju bahwa karyawan dalam melayani anggota bersikap simpatik dan teliti, 34 responden (45,9%) menyatakan setuju, 26 responden (35,1%) menyatakan netral, 4 responden (5,4%) menyatakan tidak setuju dan 0 responden (0%) menyatakan sangat tidak setuju.

Tabel 4.17 Pelayanan Transaksi Jual Beli Sesuai Jam Kerja
Frequency 0 6 32 29 7 74 Percent 0 8.1 43.2 39.2 9.5 100.0 Valid Percent 0 8.1 43.2 39.2 9.5 100.0 Cumulative Percent 0 8.1 51.4 90.5 100.0

Valid

Sangat tidak setuju Tidak setuju Netral Setuju Sangat setuju Total

Tabel 4.17 menunjukkan bahwa ada 7 responden (9,5%) yang menyatakan sangat setuju bahwa pelayanan sesuai jam kerja, 29 responden (39,2%) menyatakan setuju, 32 responden (43,2%) menyatakan netral, 6 responden (8,1%) menyatakan tidak setuju dan 0 responden (0%) menyatakan sangat tidak setuju. Dengan demikian dapat dijelaskan bahwa keandalan sudah baik ditunjukkan dari pelayanannya yang cepat dan penuh simpatik akan tetapi waktu dalam melayani anggota masih kurang sesuai dengan jam kerja yang ditetapkan. 3) Daya Tanggap Jawaban yang diberikan atas pertanyaan pada indikator daya tanggap dapat disajikan sebagai berikut: Tabel 4.18 Kecepatan dalam Memberikan Pelayanan
Frequency 0 10 41 19 4 74 Percent 0 13.5 55.4 25.7 5.4 100.0 Valid Percent 0 13.5 55.4 25.7 5.4 100.0 Cumulative Percent 0 13.5 68.9 94.6 100.0

Valid

Sangat tidak setuju Tidak setuju Netral Setuju Sangat setuju Total

Tabel 4.18 menunjukkan bahwa ada 4 responden (5,4%) yang sangat setuju bahwa pelayanannya cepat, 19 responden (25,7%) menyatakan setuju,

41 responden (55,4%) menyatakan netral, 10 responden (13,5%) menyatakan tidak setuju dan 0 responden (0%) menyatakan sangat tidak setuju. Tabel 4.19 Sikap Pegawai dalam Melayani Sopan
Frequency 0 10 29 30 5 74 Percent 0 13.5 39.2 40.5 6.8 100.0 Valid Percent 0 13.5 39.2 40.5 6.8 100.0 Cumulative Percent 0 13.5 52.7 93.2 100.0

Valid

Sangat tidak setuju Tidak setuju Netral Setuju Sangat setuju Total

Tabel 4.19 menunjukkan bahwa ada 5 responden (6,8%) yang menyatakan sangat setuju bahwa pegawai dalam memberikan pelayanan sopan, 30 responden (40,5%) menyatakan setuju, 29 responden (39,2%) menyatakan netral, 10 responden (13,5%) menyatakan tidak setuju dan 0 responden (0%) menyatakan sangat tidak setuju. Tabel 4.20 Pegawai Koperasi Selalu Penyampaikan Informasi dengan Jelas
Frequency 7 36 24 4 3 74 Percent 9.5 48.6 32.4 5.4 4.1 100.0 Valid Percent 9.5 48.6 32.4 5.4 4.1 100.0 Cumulative Percent 9.5 58.1 90.5 95.9 100.0

Valid

Sangat tidak setuju Tidak setuju Netral Setuju Sangat setuju Total

Tabel 4.20 menunjukkan bahwa ada 3 responden (4,1%) yang menyatakan sangat setuju bahwa pegawai selalu memberikan informasi dengan jelas, 4 responden (5,4%) menyatakan setuju, 24 responden (32,4%) menyatakan netral, 36 responden (48,6%) menyatakan tidak setuju dan 7 responden (9,5%) menyatakan sangat tidak setuju. Dengan demikian dapat dijelaskan bahwa daya tanggap pegawai dalam memberikan pelayanan kepada anggota telah baik dimana mereka mampu

melayani dengan cepat dan bersikap sopan, akan tetapi kemampuan dalam memberikan informasi yang jelas kepada anggota masih kurang. 4) Jaminan Jawaban yang diberikan atas pertanyaan pada indikator jaminan dapat disajikan sebagai berikut: Tabel 4.21 Pegawai Telah Dibekali Ilmu Akuntansi dalam Melaksanakan Tugasnya
Frequency 0 41 23 9 1 74 Percent 0 55.4 31.1 12.2 1.4 100.0 Valid Percent 0 55.4 31.1 12.2 1.4 100.0 Cumulative Percent 0 55.4 86.5 98.6 100.0

Valid

Sangat tidak setuju Tidak setuju Netral Setuju Sangat setuju Total

Tabel 4.21 menunjukkan bahwa ada 1 responden (1,4%) yang sangat setuju bahwa pegawai telah dibekali ilmu akutansi dalam melaksanakan tugasnya, 9 responden (12,2%) menyatakan setuju, 23 responden (31,5%) menyatakan netral, 41 responden (55,4%) menyatakan tidak setuju dan 0 responden (0%) menyatakan sangat tidak setuju. Tabel 4.22 Ada Jaminan Keamanan atas Produk yang Dibeli Anggota
Frequency 1 17 47 3 6 74 Percent 1.4 23.0 63.5 4.1 8.1 100.0 Valid Percent 1.4 23.0 63.5 4.1 8.1 100.0 Cumulative Percent 1.4 24.3 87.8 91.9 100.0

Valid

Sangat tidak setuju Tidak setuju Netral Setuju Sangat setuju Total

Tabel 4.22 menunjukkan bahwa ada 6 responden (8,1%) yang menyatakan sangat setuju bahwa prodak yang dibeli konsumen telah dijamin keamanannya untuk dikonsumsi, 3 responden (4,1%) menyatakan setuju, 47

responden (63,5%) menyatakan netral, 17 responden (23,0%) menyatakan tidak setuju dan 1 responden (1,4%) menyatakan sangat tidak setuju. Tabel 4.23 Koperasi Menumbuhkan Kepercayaan Anggota dengan Bersikap Sopan
Frequency 0 15 30 27 2 74 Percent 0 20.3 40.5 36.5 2.7 100.0 Valid Percent 0 20.3 40.5 36.5 2.7 100.0 Cumulative Percent 0 20.3 60.8 97.3 100.0

Valid

Sangat tidak setuju Tidak setuju Netral Setuju Sangat setuju Total

Tabel 4.23 menunjukkan bahwa ada 2 responden (2,7%) yang menyatakan sangat setuju bahwa koperasi telah menumbuhkan sikap sopan santun untuk meningkatkan kepercayaan anggota, 27 responden (36,5%) menyatakan setuju, 30 responden (40,5%) menyatakan netral, 15 responden (20,3%) menyatakan tidak setuju dan 0 responden (0%) menyatakan sangat tidak setuju. Dengan demikian dapat dijelaskan bahwa jaminan pelayanan di koperasi masih biasa-biasa saja karena belum ditangani oleh kayawan yang memiliki belak ilmu akuntansi yang memadai, barang-barang yang dijual berlum terjamin keamanannya untuk dikonsumsi dan sikap sopan dan santun dari pegawainya belum dikembangkan secara optimal untuk dapat meningkatkan kepercayaan anggota. 5) Empati Jawaban yang diberikan atas pertanyaan pada indikator empati dapat disajikan sebagai berikut:

Tabel 4.24 Pegawai Koperasi Mampu Memenuhi Kebutuhan Anggota
Frequency 0 7 25 34 8 74 Percent 0 9.5 33.8 45.9 10.8 100.0 Valid Percent 0 9.5 33.8 45.9 10.8 100.0 Cumulative Percent 0 9.5 43.2 89.2 100.0

Valid

Sangat tidak setuju Tidak setuju Netral Setuju Sangat setuju Total

Tabel 4.24 menunjukkan bahwa ada 8 responden (10,8%) yang sangat setuju bahwa pegawai mampu memenuhi kebutuhan anggota, 34 responden (45,9%) menyatakan setuju, 25 responden (33,8%) menyatakan netral, 7 responden (9,5%) menyatakan tidak setuju dan 0 responden (0%) menyatakan sangat tidak setuju. Tabel 4.25 Pegawai Koperasi Komunikatif dengan Para Anggota
Frequency 0 6 14 45 9 74 Percent 0 8.1 18.9 60.8 12.2 100.0 Valid Percent 0 8.1 18.9 60.8 12.2 100.0 Cumulative Percent 0 8.1 27.0 87.8 100.0

Valid

Sangat tidak setuju Tidak setuju Netral Setuju Sangat setuju Total

Tabel 4.25 menunjukkan bahwa ada 9 responden (12,2%) yang menyatakan sangat setuju bahwa pegawai koperasi komonikatif dengan anggota, 45 responden (60,8%) menyatakan setuju, 14 responden (18,9%) menyatakan netral, 6 responden (8,1%) menyatakan tidak setuju dan 0 responden (0%) menyatakan sangat tidak setuju.

Tabel 4.26 Pegawai Memberi Perhatian atas Segala Kebutuhan Anggota
Frequency 0 8 37 21 8 74 Percent 0 10.8 50.0 28.4 10.8 100.0 Valid Percent 0 10.8 50.0 28.4 10.8 100.0 Cumulative Percent 0 10.8 60.8 89.2 100.0

Valid

Sangat tidak setuju Tidak setuju Netral Setuju Sangat setuju Total

Tabel 4.26 menunjukkan bahwa ada 8 responden (10,8%) yang menyatakan sangat setuju bahwa pegawai memberikan perhatian atas segala kebutuhan anggota, 21 responden (28,4%) menyatakan setuju, 37 responden (50,0%) menyatakan netral, 8 responden (10,8%) menyatakan tidak setuju dan 0 responden (0%) menyatakan sangat tidak setuju. Dengan demikian dapat dijelaskan bahwa empati dari pegawai di koperasi secara umum baik karena mereka telah mampu memenuhi kebutuhan anggota dan memiliki sikap komunikatif dengan anggota akan tetapi perhatian atas kebutuhan anggota masih biasa-biasa saja. 4.16.2.3 Keputusan Pembelian

Dalam rangka mengungkap keputusan pembelian anggota digunakan 8 butir yang meninjau empat indikator yaitu pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif dan perilaku pasca beli. 1) Pengenalan masalah Jawaban yang diberikan atas pertanyaan pada indikator pengenalan masalah dapat disajikan sebagai berikut:

Tabel 4.27 Kebutuhan Pokok dalam Kehidupan Sehari-hari Anggota Terpenuhi
Frequency 1 28 31 11 3 74 Percent 1.4 37.8 41.9 14.9 4.1 100.0 Valid Percent 1.4 37.8 41.9 14.9 4.1 100.0 Cumulative Percent 1.4 39.2 81.1 95.9 100.0

Valid

Sangat tidak setuju Tidak setuju Netral Setuju Sangat setuju Total

Tabel 4.27 menunjukkan bahwa ada 3 responden (4,1%) yang sangat setuju bahwa kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari anggota terpenuhi, 11 responden (14,9%) menyatakan setuju, 31 responden (41,9%) menyatakan netral dan 28 responden (28%) menyatakan tidak setuju dan 1 responden (1,4%) menyatakan sangat tidak setuju. Tabel 4.28 Dalam Memutuskan Pembelian Anggota Melihat Harga yang Murah
Frequency 3 30 30 9 2 74 Percent 4.1 40.5 40.5 12.2 2.7 100.0 Valid Percent 4.1 40.5 40.5 12.2 2.7 100.0 Cumulative Percent 4.1 44.6 85.1 97.3 100.0

Valid

Sangat tidak setuju Tidak setuju Netral Setuju Sangat setuju Total

Tabel 4.28 menunjukkan bahwa ada 2 responden (2,7%) yang menyatakan dalam memutuskan pembelian melihat harga produk yang murah, 9 responden (12,2%) menyatakan setuju, 30 responden (40,5%) menyatakan netral dan 30 responden (40,5%) menyatakan tidak setuju dan 3 responden (4,1%) menyatakan sangat tidak setuju.

Tabel 4.29 Anggota Memilih Tempat Belanja dengan Pelayanan yang Baik
Frequency 3 18 43 10 0 74 Percent 4.1 24.3 58.1 13.5 0 100.0 Valid Percent 4.1 24.3 58.1 13.5 0 100.0 Cumulative Percent 4.1 28.4 86.5 100.0

Valid

Sangat tidak setuju Tidak setuju Netral Setuju Sangat setuju Total

Tabel 4.29 menunjukkan bahwa 0 responden (0%) menyatakan sangat setuju bahwa dalam berbelanja memilih tempat yang memiliki pelayanan baik ada 10 responden (13,5%) yang menyatakan setuju, 43 responden (58,1%) menyatakan setuju, 18 responden (24,3%) menyatakan netral dan 3 responden (4,1%) menyatakan tidak setuju. Dengan demikian dapat dijelaskan bahwa pengenalan masalah dari anggota dalam melakukan pembelian telah baik karena tidak hanya memilih barang yang murah tetapi juga yang menyediakan barang yang lengkap, selain itu tempat berbelanja yang dipilih adalah yang pelayanannya baik. 2) Pencarian Informasi Jawaban yang diberikan atas pertanyaan pada indikator pencarian informasi dapat disajikan sebagai berikut: Tabel 4.30 Anggota Mencari Informasi Produk Koperasi Untuk Mendapatkan Kepuasan Berbelanja
Frequency 4 22 34 9 5 74 Percent 5.4 29.7 45.9 12.2 6.8 100.0 Valid Percent 5.4 29.7 45.9 12.2 6.8 100.0 Cumulative Percent 5.4 35.1 81.1 93.2 100.0

Valid

Sangat tidak setuju Tidak setuju Netral Setuju Sangat setuju Total

Tabel 4.30 menunjukkan bahwa ada 5 responden (6,8%) yang sangat setuju bahwa mereka mencari informasi tentang produk yang ada di koperasi untuk mendapatkan kepuasan berberlanja, 9 responden (12,2%) menyatakan setuju, 34 responden (45,9%) menyatakan netral dan 22 responden (29,7%) menyatakan tidak setuju dan 4 responden (5,4%) menyatakan sangat tidak setuju. Dengan demikian terlihat bahwa belum ada usaha yang berrarti dari para anggota untuk mencari informasi terkait dengan produk yang ada koperasi untuk mendapatkan kepuasan dalam berbelanja. 3) Evaluasi alternatif Jawaban yang diberikan atas pertanyaan pada indikator evaluasi alternatif dapat disajikan sebagai berikut: Tabel 4.31 Anggota Melakukan Keputusan Pembelian Karena Manfaat yang Diberikan
Frequency 5 24 35 5 5 74 Percent 6.8 32.4 47.3 6.8 6.8 100.0 Valid Percent 6.8 32.4 47.3 6.8 6.8 100.0 Cumulative Percent 6.8 39.2 86.5 93.2 100.0

Valid

Sangat tidak setuju Tidak setuju Netral Setuju Sangat setuju Total

Tabel 4.31 menunjukkan bahwa ada 5 responden (6,8%) yang sangat setuju bahwa anggota melakukan keputusan pembelian karena manfaat yang diberikan, 5 responden (6,8%) menyatakan setuju, 35 responden (47,3%) menyatakan netral, 24 responden (32,4%) menyatakan tidak setuju dan 5 responden (6,8%) menyatakan sangat tidak setuju. Dengan demikian terlihat

bahwa kurang memperhitungkan manfaat yang diberikan dalam melakukan keputusan pembelian.

4)

Perilaku pasca pembelian Jawaban yang diberikan atas pertanyaan pada indikator perilaku pasca

pembelian dapat disajikan sebagai berikut: Tabel 4.32 Anggota akan Memberikan Kritik kepada Koperasi apabila Pelayanannya Kurang Memuaskan
Frequency 7 18 35 12 2 74 Percent 9.5 24.3 47.3 16.2 2.7 100.0 Valid Percent 9.5 24.3 47.3 16.2 2.7 100.0 Cumulative Percent 9.5 33.8 81.1 97.3 100.0

Valid

Sangat tidak setuju Tidak setuju Netral Setuju Sangat setuju Total

Tabel 4.32 menunjukkan bahwa ada 2 responden (2,7%) yang sangat setuju bahwa mereka melakukan kritik apabila pelayanan koperasi kurang memuaskan, 12 responden (16,2%) menyatakan setuju, 35 responden (47,3%) menyatakan netral, 18 responden (24,3%) menyatakan tidak setuju dan 7 responden (9,5%) menyatakan sangat tidak setuju. Tabel 4.33 Anggota Melakukan Pembelian Ulang apabila Puas
Frequency 1 21 33 17 2 74 Percent 1.4 28.4 44.6 23.0 2.7 100.0 Valid Percent 1.4 28.4 44.6 23.0 2.7 100.0 Cumulative Percent 1.4 29.7 74.3 97.3 100.0

Valid

Sangat tidak setuju Tidak setuju Netral Setuju Sangat setuju Total

Tabel 4.33 menunjukkan bahwa ada 2 responden (2,7%) yang menyatakan sangat setuju akan melakukan pembelian ulang apabila puas, 17

responden (23,0%) menyatakan setuju, 33 responden (44,6%) menyatakan netral, 21 responden (28,4%) menyatakan tidak setuju dan 1 responden (1,4%) menyatakan sangat tidak setuju.

Tabel 4.34 Anggota Menyampaikan Pengalaman Membeli kepada Orang Lain
Frequency 0 40 25 8 1 74 Percent 0 54.1 33.8 10.8 1.4 100.0 Valid Percent 0 54.1 33.8 10.8 1.4 100.0 Cumulative Percent 0 54.1 87.8 98.6 100.0

Valid

Sangat tidak setuju Tidak setuju Netral Setuju Sangat setuju Total

Tabel 4.34 menunjukkan bahwa ada 1 responden (1,4%) yang menyatakan sangat setuju bahwa mereka menyampaikan pengalaman membeli kepada orang lain, 8 responden (10,8%) menyatakan setuju, 25 responden (33,8%) menyatakan netral, 40 responden (40%) menyatakan tidak setuju dan 0 responden (0%) menyatakan sangat tidak setuju. Dengan demikian dapat dijelaskan bahwa perilaku pasca pembelian dari anggota masih biasa-biasa saja ditunjukkan dari kecenderungan mereka yang enggan melakukan kritik saat mendapatkan pelayanan yang kurang memuaskan, jarang melakukan pembelian ulang karena tidak puas dan enggan menyampaikan pengalaman membeli kepada orang lain.
4.16.3 Uji Prasyarat Analisis Regresi

Guna menguji hipotesis penelitian digunakan analisis statistik dengan rumus regresi linier ganda. Hasil analisis regresi tersebut dapat dilakukan apabila data tersebut memenuhi syarat yaitu : berdistribusi normal dan model regresi antara variabel bebas dengan terikat linier.

1. Uji Normalitas Uji normalitas data digunakan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh berdistribusi normal atau tidak. Uji ini menggunakan rumus kolmogorov smirnove dengan perhitungan komputasi SPSS for windows relase 12. Berdasarkan hasil perhitungan pada lampiran diperoleh harga kolmogorov smirnov untuk variabel harga sebesar 0,718 dengan signifikansi 0,680 > 0,05. Untuk variabel kualitas pelayanan diperoleh harga kolmogorov smirnov sebesar 0,849 dengan signifikansi 0,467 > 0,05 dan untuk variabel keputusan pembelian diperoleh harga kolmogorov smirnov sebesar 0,987 dengan signifikansi 0,284 > 0,05. Dengan demikian data dari ketiga variabel dalam penelitian ini dapat dinyatakan berdistribusi normal. 2. Uji Linieritas Garis Regresi Uji linieritas garis regresi dimaksudkan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh berbentuk linier atau tidak. Jika data berbentuk linier, maka penggunaan analisis regresi linier berganda pada pengujian hipotesis dapat dipertanggungjawabkan akan tetapi jika tidak linier, maka harus digunakan analisis regresi non linier. Uji linieritas garis regresi dalam penelitian ini menggunakan uji F dan berdasarkan hasil perhitungan diperoleh Fhitung untuk variabel harga dengan keputusan pembelian sebesar 1,146 dengan signifikansi 0,339 > 0,05 sedangkan untuk variabel kualitas pelayanan dengan keputusan pembelian diperoleh Fhitung sebesar 1,026 dengan signifikansi 0,445 > 0,05. Dengan demikian menunjukkan bahwa data-data variabel bebas dengan variabel terikat dalam penelitian ini berbentuk linier sehingga dapat digunakan analisis regresi linier berganda untuk menguji hipotesis penelitian.
4.16.4 Pengujian Hipotesis

Dalam rangka menguji hipotesis penelitian ini digunakan analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil perhitungan analisis regresi bergadan dengan menggunakan program komputasi SPSS for windows relase 12 diperoleh hasil seperti terangkum pada table berikut ini : Tabel 4.35 Ringkasan Analisis Regresi antara Harga dan Kualitas Pelayanan dengan Keputusan pembelian Keterangan Konstanta Koefisien regresi harga Koefisien regresi kualitas pelayanan Fhitung R Nilai 1,478 0,472 0,231 52,880 0,774

Ajusted R2 thitung variabel harga thitung variabel kualitas pelayanan r parsial harga r parsial kualitas pelayanan

0,587 5,599 4,305 0,421 0,324

Dari Tabel 4.35 di atas menunjukkan bahwa persamaan regresi ganda

ˆ yang diperoleh dari hasil analisis yaitu : Y = 1,478 + 0,472X1 + 0,231X2.
Persamaan regresi tersebut mempunyai makna sebagai berikut: 1) Konstanta = 1,478 Jika skor variabel harga dan kualitas pelayanan = 0, maka skor keputusan pembelian akan menjadi sebesar 1,478. 2) Koefisien X1 = 0,472 Jika skor harga mengalami peningkatan sebesar 1 (satu) satuan sementara kualitas pelayanan dianggap tetap, maka akan menyebabkan kenaikan skor keputusan pembelian sebesar 0,472. 3) Koefisien X2 = 0,231 Jika skor kualitas pelayanan meningkat 1 (satu) satuan sementara harga dianggap tetap, maka menyebabkan kenaikan skor keputusan pembelian sebesar 0,231. Dalam rangka pengujian hipotesis yang telah diajukan dilakukan dengan menggunakan alat uji statistik yaitu uji F dan uji t. 4.16.4.1 Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji t)

Pengujian hipotesis secara parsial ini dimaksudkan untuk menguji keberartian pengaruh dari masing-masing variabel bebas yaitu harga (X1), dan kualitas pelayanan (X2) terhadap keputusan pembelian (Y).

a. Pengaruh Harga terhadap Keputusan Pembelian (H1)
H1 = Ada pengaruh harga terhadap keputusan pembelian secara signifikan.

Berdasarkan hasil perhitungan pada lampiran dan terangkum pada tabel 4.35 di atas menunjukkan bahwa untuk variabel harga diperoleh koefisien regresi sebesar 0,472. Uji keberartian koefisien regresi dengan uji t diperoleh thitung = 5,599 dengan signifikansi 0,000. Karena harga signifikansi yang diperoleh kurang dari 0,05, menunjukkan bahwa nilai t yang diperoleh tersebut signifikan. Hal ini berarti bahwa variabel harga (X1) berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian (Y), sehingga hipotesis kerja (H1) “diterima”. b. Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Keputusan Pembelian
H2 = Ada pengaruh kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian secara signifikan.

Berdasarkan hasil perhitungan pada lampiran dan terangkum pada tabel 4.35 di atas menunjukkan bahwa untuk variabel kualitas pelayanan diperoleh koefisien regresi sebesar 0,231. Uji keberartian koefisien regresi dengan uji t diperoleh thitung = 4,305 dengan signifikansi 0,000. Karena harga signifikansi yang diperoleh kurang dari 0,05, menunjukkan bahwa nilai t yang diperoleh tersebut signifikan. Hal ini berarti bahwa variabel kualitas pelayanan (X2) berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian (Y), sehingga hipotesis kerja (H2) “diterima”.

4.16.4.2

Pengujian Secara Simultan (Uji F)

Hipotesis yang akan diuji kebenarannya dengan menggunakan uji simultan (uji F) adalah sebagai berikut: Pengujian Hipotesis (H3) antara variabel harga (X1) dan kualitas pelayanan (X2) terhadap keputusan pembelian (Y).
H3 = Ada pengaruh harga dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian secara signifikan.

Berdasarkan hasil pengujian hipotesis secara simultan menggunakan uji F dengan bantuan program komputasi SPSS for Windows release 12 yang terangkum pada tabel 4.35 diperoleh F hitung = 52,880 dengan signifikansi 0,000. Karena keputusan pembelian signifikansi yang diperoleh kurang dari 0,05, menunjukkan bahwa nilai F yang diperoleh tersebut signifikan. Hal ini berarti bahwa variabel harga (X1) dan kualitas pelayanan (X2) berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian (Y), sehingga hipotesis kerja (H3)
“diterima”.

4.16.4.3

Koefisien Determinasi

Nilai koefisien determinasi digunakan untuk melihat besarnya pengaruh kualitas harga dan pelayanan terhadap keputusan pembelian. Berdasarkan hasil analisis pada lampiran dan terangkum pada tabel 4.35 diperoleh nilai koefisien determinasi simultan (R2) sebesar 0,587. Dengan demikian menunjukkan

bahwa harga dan kualitas pelayanan secara bersama-sama mempengaruhi

keputusan pembelian sebesar 58,7% dan sisanya yaitu 41,3% dari keputusan pembelian dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini.
4.1.4 Uji Asumsi Klasik

Uji Asumsi klasik dilakukan untuk memastikan bahwa model regresi berganda baik atau tidak. Karena model regresi yang baik adalah model regresi yang bebas dari masalah-masalah seperti multikolinieritas, dan heterokedastisitas. Berdasarkan analisis diperoleh hasil uji asumsi klasik sebagai berikut. 1. Uji Multikolinieritas Uji Multikolinieritas dimaksudkan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya hubungan atau korelasi secara sempurna antar variabel bebas (independen) (Ghozali, 2005: 57). Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menguji ada tidaknya penyimpangan multikolinieritas dalam suatu persamaan regresi adalah dengan melihat nilai VIF dan toleransi pada suatu model regresi. Suatu model regresi yang tidak terjadi gejala multikolinieritas jika memiliki nilai toleransi kurang dari 1 dan nilai variance inflation factor (VIF) antara 1 sampai 10. Berikut ini disajikan nilai VIF dan nilai toleransi yang diperoleh dalam model. Tabel 4.36. Besaran Nilai Toleransi dan Variance Inflation Factor (VIF) Variabel bebas Harga Kualitas pelayanan
Sumber : Data penelitian tahun 2008

Toleransi 0,715 0,715

VIF 1,399 1,399

Berdasarkan hasil pengolahan dengan menggunakan program SPSS pada table di atas diperoleh besarnya nilai toleransi kurang dari 1 dan nilai VIF lebih besar dari 1 dan kurang dari 10 untuk semua variabel bebas. Dengan demikian

dapat disimpulkan bahwa dalam model regresi tersebut tidak terdapat problem multikolinieritas. 2. Uji Heteroskedastisitas Uji Heteroskedastisitas digunakan untuk menguji apakah dalam model terjadi ketidaksamaan variance dan residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain (Ghozali, 2005: 69). Model regresi yang baik adalah tidak terjadi heteroskedastisitas. Ada atau tidaknya problem heterokedastisitas pada model regresi dapat dideteksi dengan melihat ada atau tidaknya pola tertentu yang teratur pada grafik scatterplot serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y.

Scatterplot

Dependent Variable: Y
3

Regression Studentized Residual

2 1 0 -1 -2 -3 -4 -2 0 2 4

Regression Standardized Predicted Value

Gambar 4.1 Grafik Scatterplot Berdasarkan grafik scatterplot pada gambar 4.1 menunjukkan bahwa tidak ditemukan pola tertentu yang teratur dan titik-titik menyebar di atas dan di bawah

angka not pada sumbu Y. Hal ini berarti tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi.
4.2 Pembahasan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian bagi anggota KPRI Gembala Makmur Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah. Adanya pengaruh harga terhadap keputusan pembelian tersebut tidak lepas dari perilaku konsumen, dimana bagi konsumen faktor harga menjadi pertimbangan yang utama dalam melakukan pembelian suatu produk. Penetapan harga yang sesuai dalam suatu bisnis jasa pengadaan barang khususnya koperasi yang memiliki tujuan untuk mensejahterakan anggotanya didukung pendapat Fandy Tjiptono (1997: 23), bahwa persaingan yang semakin ketat dalam usaha jasa, dimana semakin banyak produsen yang terlibat dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen menyebabkan setiap perusahaan harus menempatkan orientasi pada kebutuhan konsumen sebagai tujuan utama. Selera konsumen yang mengalami peningkatan membuat perusahaan jasa berusaha semaksimal mungkin menyediakan kebutuhan konsumen. Kehadiran organisasi jasa merupakan tuntutan dalam pemenuhan kebutuhan hidup, kondisi semacam ini mencerminkan suatu fenomena yang terjadi bahwa masyarakat menjadi semakin kritis dalam memilih tempat pembelanjaan. Lebih lanjut Basu Swasta (1994: 84), menegaskan bahwa untuk dapat menarik perhatian dari konsumen maka perusahaan menawarkan harga yang relatif terjangkau, karena

harga yang ditawarkan haruslah sesuai dan memadai dengan apa yang telah dikeluarkan konsumen. Berdasarkan hasil deskripsi data pada variabel harga menunjukkan bahwa saat ini penetapan harga yang ditetapkan oleh pihak KPRI Gembala Makmur Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah belum sesuai dengan harapan para anggota, dimana kepastian harga yang ditetapkan pihak koperasi dalam kategori cukup dan belum sesuai dengan kualitas barang yang ada, potongan pembelian masih rendah dan syarat pembayaran juga masih terkesan memberatkan para anggota dimana adanya potongan pembelian dan pembelian kredit yang dapat dilakukan konsumen hanya untuk pembelian dengan jumlah yang masih cukup besar. Selain harga, keputusan pembelian anggota KPRI Gembala Makmur Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah juga dipengaruhi oleh kualitas pelayanan yang diberikan para pegawai. Dari hasil deskripsi data pada variabel kualitas pelayanan oleh pihak KPRI Gembala Makmur Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah masih belum sesuai dengan harapan para anggota, dalam bukti langsung pelayanan transaksi jual beli menggunakan komputerisasi agar lebih cepat dalam melayani anggota, namum tidak banyak pegawai koperasi yang dapat mengoperasikan komputer. Keandalan yang ditunjukkan sikap simpati dengan ketelitian yang tinggi dalam melayani anggota, namun pada kenyataannya para pegawai masih belum teliti dalam melayani dikarenakan terbatasnya jumlah pegawai dan banyaknya anggota yang berbelanja. Kenyataan tersebut belum diperhatikan dengan baik oleh pihak pengurus koperasi. Bagi perusahaan jasa tentu cukup sulit untuk mendapatkan standar

pelayanan yang sama di mata konsumen. Hal ini menuntut kejelian pengelolaan SDM yang dimiliki agar kinerjanya optimum dalam memuaskan konsumen. Oleh karena itu pelayanan yang baik dapat dijadikan modal untuk menarik minat konsumen karena kualitas pelayanan dapat menentukan kepuasan dan keinginan menggunakan lagi jasa tersebut (loyalitas konsumen) (Fandy Tjiptono, 2000: 235). Secara umum menunjukkan bahwa harga dan kualitas pelayanan merupakan faktor yang penting agar diperoleh tingkat keputusan pembelian yang tinggi. Dengan adanya harga yang bersaing dan kualitas pelayanan yang baik, maka minat pelanggan untuk menggunakan kembali jasa yang pernah digunakannya akan tumbuh, begitu juga dengan sebaliknya. Hal ini ditunjukkan dari hasil uji simultan sebesar 58,7%, yang berarti kedua variabel yaitu harga dan kualitas pelayanan berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian.

BAB V PENUTUP

5.1 Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasannya, maka dapat diambil suatu simpulan sebagai berikut : 1. Secara parsial harga berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian bagi anggota KPRI Gembala Makmur Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah. 2. Kualitas pelayanan berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian bagi anggota KPRI Gembala Makmur Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah. 3. Ada pengaruh harga dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian secara signifikan bagi anggota KPRI Gembala Makmur Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah dengan besarnya pengaruh tersebut yaitu 58,7%.

5.2 Saran

Saran yang dapat diajukan berdasarkan simpulan di atas adalah sebagai berikut : 1. Mengingat harga berpengaruh terhadap keputusan pembelian, maka pihak pengurus KPRI Gembala Makmur Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah hendaknya memperhatikan penetapan harga barang,

dimana harga harus disesuaikan dengan kualitas barang. Potongan pembelian dan syarat pembayaran hendaknya tidak memberatkan para anggota. 2. Dari segi kualitas pelayanan hendaknya pihak pengurus KPRI Gembala Makmur Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah menambah jumlah pegawai dan melakukan training dalam komputerisasi agar pelayanan kepada anggota dapat maksimal. Selain itu pegawai hendaknya harus lebih cepat dan tanggap dalam melayani para anggota.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 1989. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta: Rineka Cipta. __________ . 1996. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. __________ . 1997. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. Assauri, Sofyan. 1996. Manajemen Pemasaran. Jakarta: Abdi Tandur. Chandradhy, Dwiyono. 1984. Strategi-Strategi Pemasaran di Indonesia. Jakarta: FE UI. Daniel, Moehar. 2003. Metodologi Penelitian Sosial Ekonomi. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Engel, F. James. 1994. Perilaku Konsumen Jilid I dan Jilid II. Jakarta: Binarupa Aksara Ghozali, Imam. 2001. Strategi Ekonomi dan Terapan. Semarang: BP-UNDIP. __________ . 2002. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang: BP-UNDIP. Hamdani, A dan Rambat Lupiyoadi. 2006. Manajemen Pemasaran Jasa. Jakarta: Salemba Empat. Kotler, Philip. 1996. Manajemen Pemasaran: Analisis, Perencanaan, Implementasi dan Kontrol Jilid 2. Jakarta: Erlangga. __________ . 1997. Prinsip-Prinsip Pemasaran. Jakarta: Erlangga. __________ dan Armstrong. 1999. Prinsip-Prinsip Pemasaran Jilid 1. Jakarta: Erlangga. __________ . 2001. Prinsip-Prinsip Pemasaran Jilid 2 Edisi 8. Jakarta: Erlangga. __________ . 2002. Manajemen Pemasaran Edisi Millenium 1. Jakarta: Erlangga. Lovelock, Christoper. 2001. Pemasaran Jasa, Orang, Teknologi. Jakarta: Salemba Empat. Mangkunegaran, A.P. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Sadikin, Fransiscus Xaverius. 2005. Tip dan Trik Meningkatkan Efisiensi, Produktivitas, Profitabilitas. Yogyakarta: Andi Yogyakarta. Stanton, William. J. 1996. Prinsip-Prinsip Pemasaran Jilid 1 dan 2. Jakarta: Erlangga. Swasta, Basu. 1984. Azas-Azas Marketing. Yogyakarta: Liberty. Swasta, Basu dan Irawan. 1993. Manajemen Pemasaran Modern Edisi V. Yogyakarta: Liberty. __________ dan T. Hani Handoko. 2000. Manajemen Pemasaran Analisa Perilaku Konsumen. Yogyakarta: Liberty. Tjiptono, Fandy. 1997. Strategi Pemasaran. Yogyakarta: ANDI. __________ . 2000. Perspektif Manajemen dan Pemasaran Kontemporer. Yogyakarta: ANDI. __________. 2006. Manajemen Jasa. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Umar, Husein. 2002. Metode Riset Bisnis. Jakarta: PT. Gramedia Winardi. 1990. Tenaga Terampil Masih Terbatas. Jakarta: Penerbit Media Grafika. Zethaml, V. dan M. J. Bitner. 1996. Pemasaran Jasa Edisi Pertama. Jakarta: Salemba Empat.

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG FAKULTAS EKONOMI
Kepada : Yth. Bapak/ Ibu/ Saudara responden di tempat Dengan hormat, Dalam rangka memenuhi tugas akhir perkuliahan yang berupa penyusunan skripsi maka saya mohon bantuan Bapak/ Ibu/ Saudara untuk mengisi angket guna mencari data. Jawaban Bapak/ Ibu/ Saudara akan sangat membantu keberhasilan penelitian yang sedang saya laksanakan. Oleh karena itu saya sangat mengharapkan kesediaan, kesungguhan dan kejujuran Bapak/ Ibu/ Saudara dalam menjawab setiap pertanyaan. Saya akan sangat menghargai setiap jawaban yang Bapak/ Ibu/ Saudara berikan dan tetap dijaga kerahasiaannya, serta tidak akan berpengaruh terhadap kedudukan dan status. Hasil dari angket ini semata-mata hanya untuk kepentingan penelitian. Besar harapan saya, Bapak/ Ibu/ Saudara dapat memberikan jawaban yang sebenarnya sehingga jawaban tersebut dapat saya gunakan untuk menganalisis data yang tepat dan obyektif. Demikian surat permohonan ini saya buat, atas kesediaan dan partisipasinya saya ucapkan terima kasih.

Semarang,

September 2008

Peneliti

KUESIONER
PENGARUH HARGA DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN BAGI ANGGOTA KPRI GEMBALA MAKMUR DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN PROVINSI JAWA TENGAH

I. IDENTITAS RESPONDEN
Isi dan lingkarilah identitas Anda di bawah ini. 1. No 2. Jenis Kelamin 3. Usia : : a. Laki-laki b. Perempuan : a. 19 - 25 tahun b. 26 - 30 tahun c. 31 - 39 tahun d. > 40 tahun 4. Masa Kerja : a. < 2 tahun b. 3 – 6 tahun c. 7 – 10 tahun d. > 10 tahun

II. PETUNJUK PENGISIAN
Pilih salah satu jawaban yang tersedia di bawah ini dengan memberi tanda (√). SS S N TS STS : Sangat Setuju : Setuju : Netral : Tidak Setuju : Sangat Tidak Setuju

No.

Pertanyaan

SS (5)

S (4)

N (3)

TS (2)

STS (1)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

Harga yang ditetapkan koperasi sesuai dengan kualitas. Harga produk yang ditawarkan di koperasi lebih terjangkau dibandingkan dengan harga di luar. Harga yang murah akan meningkatkan daya beli anggota koperasi. Setiap pembelian produk dengan jumlah besar mendapatan potongan pembelian. Koperasi memberikan diskon atas barangbarang berupa sembako. Anggota dapat membayar secara kredit produk-produk di koperasi. Anggota dapat melakukan pembelian secara kredit apabila total pembelian di atas Rp 100.000,Gedung/ bangunan koperasi terjaga kebersihannya. Pelayanan transaksi jual beli menggunakan komputerisasi sehingga lebih cepat dalam melayani anggota. Dilengkapi AC di dalam ruangan koperasi untuk para pembeli. Pelayanan transaksi jual-beli dilaksanakan secara tepat. Sikap simpati dengan ketelitian yang tinggi dalam melayani anggota. Pelayanan transaksi jual-beli dilaksanakan sesuai dengan jam kerja pegawai.

No.

Pertanyaan

SS (5)

S (4)

N (3)

TS (2)

STS (1)

14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

Kemampuan pegawai koperasi cepat dalam memberikan jasa layanan transaksi jual beli. Pegawai selalu bersikap sopan dalam memberikan pelayanan kepada para anggota. Pegawai koperasi selalu menyampaian informasi secara jelas.. Pegawai koperasi telah dibekali ilmu akuntansi dalam melaksanakan tanggung jawabnya. Adanya jaminan keamanan atas produk yang dikonsumsi oleh para anggota (barang yang dijual tidak kadaluwarsa). Koperasi menumbuhkan rasa percaya anggota melalui sopan santun. Pegawai koperasi mampu memenuhi kebutuhan para anggota.. Pegawai koperasi komunikatif dengan para anggotanya. Pegawai memberi perhatian atas segala kebutuhan para anggota. Kebutuhan pokok dalam kehidupan seharihari anggota kurang dapat terpenuhi. Dalam memutuskan pembelian anggota melihat produk yang harganya murah.. Anggota cenderung memilih tempat belanja dengan pelayanan yang baik. Anggota mencari informasi tentang produk di koperasi untuk mendapatkan kepuasan berbelanja. Anggota melakukan keputusan pembelian karena manfaat yang diharapkan dari koperasi. Anggota akan memberikan kritik kepada koperasi apabila pelayanannya kurang memuaskan. Anggota akan melakukan pembelian ulang bila merasa puas. Anggota akan menyampaikan pengalaman membeli kepada orang lain (anggota lain).

DAFTAR VARIABEL DAN NO. ITEM PERTANYAAN
NO.
1. Harga (X1)

VARIABEL
1. Kepastian Harga 2. Potongan Pembelian 3. Syarat Pembayaran

NO. ITEM
1, 2, 3 4, 5 6, 7 8, 9, 10 11, 12, 13 14, 15, 16 17, 18, 19 20, 21, 22 23, 24, 25 26 27 28, 29, 30

2.

Kualitas Pelayanan (X2)

1. Bukti Langsung 2. Keandalan 3. Daya Tanggap 4. Jaminan 5. Empati
3. Keputusan Pembelian (Y)

1. Pengenalan Masalah 2. Pencarian Informasi 3. Evaluasi Alternatif 4. Perilaku Pasca Beli

Analisis Validitas dan Reliabilitas Angket Harga (X1)
Reliability Statistics Cronbach's Alpha .801 N of Items 7
Item Statistics VAR00001 VAR00002 VAR00003 VAR00004 VAR00005 VAR00006 VAR00007 Mean 3.4400 2.6400 4.1200 2.2000 2.4400 3.5200 3.4400 Std. Deviation 1.04403 .81035 .66583 .86603 .71181 1.04563 .86987 N 25 25 25 25 25 25 25

Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted 18.3600 19.1600 17.6800 19.6000 19.3600 18.2800 18.3600 Scale Variance if Item Deleted 12.323 13.223 13.643 12.917 13.157 12.043 12.573 Corrected Item-Total Correlation .478 .515 .575 .522 .630 .521 .581 Cronbach's Alpha if Item Deleted .790 .779 .773 .778 .763 .781 .767

VAR00001 VAR00002 VAR00003 VAR00004 VAR00005 VAR00006 VAR00007

Analisis Validitas dan Reliabilitas Angket Kualitas Pelayanan (X2)
Reliability Statistics Cronbach's Alpha .873 N of Items 15 Item Statistics VAR00008 VAR00009 VAR00010 VAR00011 VAR00012 VAR00013 VAR00014 VAR00015 VAR00016 VAR00017 VAR00018 VAR00019 VAR00020 VAR00021 VAR00022 Mean 3.5600 3.7200 3.1600 3.2000 3.4000 3.7200 3.4800 3.0400 3.6400 3.3600 3.2000 3.0800 3.4400 3.9200 2.9200 Std. Deviation .82057 .89069 .89815 .57735 .64550 .93630 .82260 .93452 .86023 .86023 .70711 .75939 .91652 .70238 .75939 N 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25 25

Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted 47.2800 47.1200 47.6800 47.6400 47.4400 47.1200 47.3600 47.8000 47.2000 47.4800 47.6400 47.7600 47.4000 46.9200 47.9200 Scale Variance if Item Deleted 46.043 46.860 44.643 49.490 49.007 45.527 47.990 45.750 47.167 45.593 47.073 47.940 46.167 48.077 47.743 Corrected Item-Total Correlation .607 .477 .668 .449 .448 .560 .422 .542 .471 .615 .608 .471 .519 .503 .491 Cronbach's Alpha if Item Deleted .861 .867 .857 .868 .868 .863 .870 .864 .867 .860 .861 .867 .865 .866 .866

VAR00008 VAR00009 VAR00010 VAR00011 VAR00012 VAR00013 VAR00014 VAR00015 VAR00016 VAR00017 VAR00018 VAR00019 VAR00020 VAR00021 VAR00022

Analisis Validitas dan Reliabilitas Angket Keputusan Pembelian(Y)
Reliability Statistics Cronbach's Alpha .837 N of Items 8
Item Statistics VAR00023 VAR00024 VAR00025 VAR00026 VAR00027 VAR00028 VAR00029 VAR00030 Mean 3.6400 3.8000 3.4000 2.8800 2.9200 3.0800 3.2800 3.3600 Std. Deviation .63770 .76376 .86603 .78102 .64031 .90921 .67823 .86023 N 25 25 25 25 25 25 25 25

Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted 22.7200 22.5600 22.9600 23.4800 23.4400 23.2800 23.0800 23.0000 Scale Variance if Item Deleted 14.460 14.590 13.707 13.593 14.840 12.627 14.827 13.583 Corrected Item-Total Correlation .627 .468 .538 .643 .539 .689 .502 .565 Cronbach's Alpha if Item Deleted .813 .831 .823 .808 .823 .801 .826 .819

VAR00023 VAR00024 VAR00025 VAR00026 VAR00027 VAR00028 VAR00029 VAR00030

NPar Tests
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test X1 N Normal Parameters a,b Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative 74 19.5676 4.63188 .084 .084 -.067 .718 .680 X2 74 49.9595 7.26681 .099 .065 -.099 .849 .467 Y 74 22.2703 4.38958 .115 .115 -.086 .987 .284

Means
ANOVA Table Sum of Squares 968.518 772.871 195.647 597.644 1566.162 2128.734 1622.749 505.985 1726.144 3854.878 df 17 1 16 56 73 17 1 16 56 73 Mean Square 56.972 772.871 12.228 10.672 125.220 1622.749 31.624 30.824 F 5.338 72.419 1.146 S

X1 * Y

Between Groups Within Groups Total Between Groups Within Groups Total

(Combined) Linearity Deviation from Linearity

X2 * Y

(Combined) Linearity Deviation from Linearity

4.062 52.646 1.026

Regression
Correlations Pearson Correlation Y X1 X2 Y X1 X2 Y X1 X2 Y 1.000 .702 .649 . .000 .000 74 74 74 X1 .702 1.000 .534 .000 . .000 74 74 74 X2 .649 .534 1.000 .000 .000 . 74 74 74

Sig. (1-tailed)

N

Model Summaryb Model 1 R R Square .774a .598 Adjusted R Square .587 Std. Error of the Estimate 2.82092 DurbinWatson 1.209

a. Predictors: (Constant), X2, X1 b. Dependent Variable: Y

ANOVAb Model 1 Sum of Squares 841.604 564.990 1406.595 df 2 71 73 Mean Square 420.802 7.958 F 52.880 Sig. .000a

Regression Residual Total

a. Predictors: (Constant), X2, X1 b. Dependent Variable: Y

Coefficientsa Model 1 X1 .472 .084 .498 5.599 .000 .702 .553 .421 .715 1.399

Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Correlations

B Std. Error Beta

(Constant) 1.478 2.304 .642 .523

Collinearity Statistics a. Dependent Variable: Y

Zero-order Partial Part Tolerance VIF

X2 .231 .054 .383 4.305 .000 .649 .455 .324 .715 1.399

Charts

Histogram Dependent Variable: Y
15

12

Frequency

9

6

3 Mean = 2.78E-17 Std. Dev. = 0.986 N = 74

0 -3 -2 -1 0 1 2 3

Regression Standardized Residual

Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: Y
1.0

Expected Cum Prob

0.8

0.6

0.4

0.2

0.0 0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0

Observed Cum Prob

Scatterplot

Dependent Variable: Y
3

Regression Studentized Residual

2 1 0 -1 -2 -3 -4 -2 0 2 4

Regression Standardized Predicted Value

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->