P. 1
tugas pengukuran

tugas pengukuran

|Views: 658|Likes:
Published by Laila rina munajah
pengukuran, besaran poko dan turunan, panjang, massa, waktu
pengukuran, besaran poko dan turunan, panjang, massa, waktu

More info:

Published by: Laila rina munajah on Mar 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/08/2012

pdf

text

original

Pendidikan IPA UNY 2008

Pengertian Pengukuran
Pengukuran adalah proses pemberian angka2 atau label kepada unit analisis untuk merepresentasikan atribut2 konsep. Pengukuran adalah proses atau prosedur untuk mengkuantifikasikan atribut dalam sebuah kontinum Pengukuran adalah pembandingan antara objek ukur dengan alat ukurnya Pengukuran adalah penentuan besaran, dimensi, atau kapasitas, biasanya terhadap suatu standar atau satuan pengukuran. Pengukuran tidak hanya terbatas pada kuantitas fisik, tetapi juga dapat diperluas untuk mengukur hampir semua benda yang bisa dibayangkan, seperti tingkat ketidakpastian atau kepercayaan konsumen.

Pengukuran

Pengukuran menempati posisi yang sangat penting dalam sains. Sains merupakan ilmu yang dikembangkan berdasarkan metode ilmiah , salah satu tahap metode ilmiah adalah pengamatan, imti pengamatan adalah pengukuran, dari sejumlah besar pengukuran diperoleh data, dengan kumpulan data-data tersebut ilmuan dapan menyusun hukum-hukum alam. 1. Pengukuran dengan satuan tidak baku adalah satuan yang tidak ditetapkan sebagai satuan pengukuran ilmiah. Satuan ini memiliki sejumlah kelemahan. Contoh pengukuran denngan satuan tidak baku : jengkal, depa, hasta, seumur jagung dan lainnya. 2. Pengukuran dengan satuan baku adalah satuan yang ditetapkan secara internasional sebagai satuan ilmiah, contoh meter, liter, kilogram dll.

Satuan sistem internasional

Dahulu orang sering menggunakan anggota tubuh sebagai satuan pengukuran, misalnya jari, hasta, kaki, jengkal, depa, langkah dan lain-lain. Namun satuan-satuan tersebut bukan merupakan satuan baku, sehingga menyulitkan bila digunakan dalam komunikasi. Setelah tahun 1700, sekelompok ilmuwan menggunakan sistem ukuran, dikenal dengan nama Sistem Metrik. Pada tahun 1960, Sistem Metrik dipergunakan dan diresmikan sebagai Sistem Internasional (SI). Penamaan ini berasal dari bahasa Perancis Le Systeme Internationale d’Unites. Dalam satuan SI, setiap jenis ukuran memiliki satuan dasar. Sisitem satuan ini diakui secara internasional yang bertujuan utuk memudahkan komunikasi ilmiah antar negara.

Penetapan satuan baku
Penetapan ini selalu berubah seiring dengan kemampuan manusia melakukan pengukuran dengan teliti dan tuntutan teknologi yang memerlukan pengukuran akurat. Kesalahan 10 % untuk kesalahan masa lalu masih dapat diterima, namun sekarang tidak mudah diterima

Penyajian hasil Pengukuran

1. Bentuk baku
bilangan yang sangat besar atau kecil sering menimbulkan kesulitan kalau ditulis secara lengkap, penyingkatan bilangan tersebut dapat dilakukan dengan notasi bilangan berpangkat dengan bilangan pokok sepuluh penulisan bilangan ini dalam matematika disebut bentuk baku. 2. Awalan satuan notasi pangkat adalah salah satu cara untuk mempermudah penulisa bilangan yang sangat besar atau yang sangat kecil. Atuan SI memungkinkan kita membunyikan cara lain yaitu penggunakaan awalan. Penggunaan awalan dapat menggantikan bilangan berpangkat dengan pokok 10

Pengubahan satuan
Pengubahan satuan pada dasarnya adalah mengubah nilai besaran dari satuan yang satu ke satuan yang lain. Kadang-kadang besaran yang diberikan menggunakan sistem satuan yang berbeda dengan sistem satuan yang kita inginkan. Untuk mempermudah dalam mengubah dari awalan yang satu dengan awalan yang lain, kita gunakan dengan tangga konversi satuan.

alat ukur dan besaran pokok
Besaran pokok
panjang massa waktu suhu Kuat arus listrik Intensitas cahaya
Jumlah molekul

Alat ukur
Mistar, jangka sorong, mikrometer sekrup

Neraca (timbangan) Stop watch termometer Ampere meter Light meter
Tidak diukur secara langsung

BESARAN POKOK, SATUAN DAN LAMBANG

Pengukuran panjang

Panjang menggunakan satuan dasar SI meter (m). Satu meter standar (baku) sama dengan jarak yang ditempuh oleh cahaya dalam ruang hampa selama 1/299792458 sekon. Untuk keperluan sehari-hari, telah dibuat alat-alat pengukur panjang tiruan dari meter standar Beberapa alat ukur panjang : a. Penggaris Penggaris mempunyai skala terkecil sampai 1 mm, mistar ini sering digunakan untuk mengukur panjang meja, panjang buku dan lainnya. b. Jangka sorong jangka sorong mampu mengukur panjang hingga ketelitian 0,1 mm. jnagka sorong mempunyai dua jenis skala yaitu : skala tetap dan skala nonius. Hasil pengukuran dengan alat ini dapat diketahui dengan menggabungkan hasil pembacaan antar skala tetap dan skala nonius.

Pengukuran panjang

Jangka sorong mempunayi dua fungsi pengukuran yaitu: Mengukur panjang sisi luar suatu benda dan mengukur panjang sisi dalam suatu benda. Contoh mengukur diameter pipa atau uang logam c. Mikrometer sekrup Mikrometer sekrup dapat mengukur panjang hingga ketelitian 0,01 mm. alat ini mempunyai dua skala yaitu skala tetap dan skala putar. Hasil pengukuran panjang dapat diketahui dengan menggabungkan hasil dari pembacaan skala tetap dan skala putar. Contoh benda yang pengukurannya menggunakan jangka sorong adalh kelereng.

Pengukuran massa

Setiap benda tersusun dari materi. Jumlah materi yang terkandung dalam suatu benda disebut massa benda. Massa menggunakan satuan dasar kilogram (kg), sedangkan berat menggunakan satuan newton(N). Satu kilogram standar (baku) sama dengan massa sebuah silinder yang terbuat dari campuran platinum-iridium yang disimpan di Sevres, Paris, Perancis. Dalam pengukuran massa kita dapat menggunakan alat timbang atau neraca. Neraca adalah alat untuk menetapkan bobot atau massa suatu benda. Macamnya yaitu ; neraca sama lengan, neraca tiga lengan (O’hauss – 2610 dapat mengukur massa sampai 2.610 kg dengan ketelitian 0,1 gram ), neraca empat lengan (O’hauss – 311 dapat mengukur massa sampai 310 gram dengan ketelitian 0,01 gram). Kerja neraca berlengan 2 didasarkan pada asas tuas,yaitu persamaan moment.

Pengukuran waktu
Waktu adalah selang antara dua kejadian atau dua peristiwa. Misalnya, waktu siang adalah sejak matahari terbit hingga matahari tenggelam, waktu hidup adalah sejak dilahirkan hingga meninggal. Dalam kehidupan sehari-hari waktu dapat diukur dengan jam analog, jam digital, jam dinding, jam atom, jam matahari, dan stopwatch. Stopwacth merupakan alat yang mempunyai ketelitian cukup baik yaitu 0,1 s . Jenis mekanisme dengan jarum penunjuk waktu dan menit baru ditemukan pada abad XVII tetapi manusia telah menggunakan petunjuk waktu pada ribuan tahun lalu.

Pengukuran suhu

Suhu menyatakan ukuran tingkat atau derajat panas atau dinginnya suatu benda. Alat ukur suhu yang sering digunakan adalah termometer. Sebuah termometer biasanya terdiri dari sebuah pipa kaca berongga sempit dan panjang, disebut pipa kapiler, yang di dalamnya berisi zat cair, biasanya alkohol atau raksa (merkuri), sedangkan bagian atas cairan adalah ruang yang hampa udara. Agar pengukuran suhu dengan menggunakan termometer dapat diketahui nilainya, maka pada dinding kaca termometer diberi skala. Tidak semua termometer menggunakan skala yang sama. Antara lain dikenal skala celcius (C) dan fahrenheit (F).

Pengukuran kuat arus listrik

Pengukuran kuat arus listrik dapat dilakukan dengan amperemeter

Pengukuran besaran turunan

A. Luas luas menyatakan ukuran bidang yang ditempati suatu benda. Luas suatu benda yang memiliki bentuk tertentu cukup dilakukan pengukutan terhadap panjang beberapa bagian benda kemudian luas dapat dihitung dengan menggunakan rumus luas yang ada. Untuk benda yang bentuknya tidak teratur, perhitungan dapat dilakukan dengan menempatkannya diatas kertas berskala (kertas milimeter) B. Volume Menyatakan ukuran ruang yang ditempati suatu benda. Cara mengukur volume benda bergantung pada jenis benda; padat, cair atau gas.

Pengukuran besaran turunan

Speedometer digunakan untuk mengukur kelajuan Dinamometer digunakan untuk mengukur besarnya gaya Higrometer digunakan untuk mengukur kelembaban udara. Ohm meter digunakan untuk mengukur tahanan ( hambatan ) listrik Volt meter digunakan untuk mengukur tegangan listrik. Ohm meter dan voltmeter dan amperemeter biasa menggunakan multimeter. Barometer digunakan untuk mengukur tekanan udara luar. Hidrometer digunakan untuk mengukur berat jenis larutan. Manometer digunakan untuk mengukur tekanan udara tertutup. Kalorimeter digunakan untuk mengukur besarnya kalor jenis zat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->