P. 1
Peredaran Darah Pada Manusia

Peredaran Darah Pada Manusia

|Views: 21,545|Likes:
Published by Laila rina munajah
sistem transportasi, peredaran darah pada manusia
sistem transportasi, peredaran darah pada manusia

More info:

Published by: Laila rina munajah on Mar 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/12/2013

pdf

text

original

Peredaran Darah pada Manusia (Sistem Transportasi

)

Makalah ini Disusun Guna Memenuhi Tugas IPA 2 Dosen : Insih Wiludjeng M. Pd

Nama Kelompok : Nursina Sari (08312241017)

Laila Rina Munajah (08312241024) Wiworo Retnadi RH (08312241030)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2010

Peredaran Darah pada Manusia ( Sistem Transportasi )
Transportasi adalah proses pengedaran berbagai zat yang diperlukan ke seluruh tubuh dan pengambilan zat-zat yang tidak diperlukan untuk dikeluarkan dari tubuh. Alat transportasi pada manusia terutama adalah darah. Di dalam tubuh darah beredar dengan bantuan alat peredaran darah yaitu jantung dan pembuluh darah. Selain peredaran darah, pada manusia terdapat juga peredaran limfe (getah bening) dan yang diedarkan melalui pembuluh limfe. Pada hewan alat transpornya adalah cairan tubuh, dan pada hewan tingkat tinggi alat transportasinya adalah darah dan bagian-bagiannya. Alat peredaran darah adalah jantung dan pembuluh darah. Sistem kardiovaskular adalah sistem yang memberi fasilitas proses pengangkutan berbagai substansi menuju sel-sel tubuh dan dari sel-sel tubuh. Sistem ini terdiri dari organ penggerak yang disebut jantung, dan sistem saluran yang terdiri dari arteri dan vena. Peredaran darah manusia merupakan peredaran darah tertutup dan ganda atau rangkap. Peredaran darah tertutup artinya dalam peredarannya darah selalu mengalir di dalam pembuluh darah. Peredaran darah ganda artinya dalam satu kali beredar, darah melalui jantung sebanyak dua kali sehingga terdapat peredaran darah besar dan peredaran darah kecil. Peredaran darah kecil yaitu peredaran darah yang dimulai dari jantung menuju ke paru-paru, kemudian kembali ke jantung. Pada saat darah berada di paru-paru, terjadi pertukaran gas oksigen (O2) dan karbon dioksida (CO2) secara difusi. Oksigen dari udara berdifusi ke darah, sedangkan karbon dioksida dari darah berdifusi ke udara. Darah yang meninggalkan paru-paru kaya akan oksigen. Kemudian masuk ke atrium kiri melalui vena pulmonalis. Peredaran darah besar yaitu peredaran darah dari bilik kiri jantung ke seluruh tubuh, kemudian kembali ke serambi kanan jantung. Pada saat darah berada di kapiler, terjadi pertukaran gas oksigen (O2) dan karbon dioksida (CO2). Oksigen dari darah berdifusi ke sel-sel tubuh sedangkan karbon dioksida dari selsel tubuh berdifusi ke dalam darah. Kemudian darah yang miskin oksigen dan kaya karbon dioksida menuju vena. Darah dari tubuh bagian atas menuju atrium kanan melalui pembuluh balik besar atas (vena cava superior) sedangkan darah dari tubuh bagian bawah masuk ke atrium kanan melalui pembuluh balik besar bawah (vena cava inferior).

( Gambar 1. Alat transportasi ) 1. Darah Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup (kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo- atau hemato- yang berasal dari bahasa Yunani haima yang berarti darah. Darah manusia adalah cairan jaringan tubuh. Fungsi utamanya adalah mengangkut oksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh. Darah juga menyuplai jaringan tubuh dengan nutrisi, mengangkut zat-zat sisa metabolisme, dan mengandung berbagai bahan penyusun sistem imun yang bertujuan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit. Hormon-hormon dari sistem endokrin juga diedarkan melalui darah. Darah manusia berwarna merah, antara merah terang apabila kaya oksigen sampai merah tua apabila kekurangan oksigen. Warna merah pada darah disebabkan oleh hemoglobin, protein pernapasan (respiratory protein) yang

mengandung besi dalam bentuk heme, yang merupakan tempat terikatnya molekul-molekul oksigen. Manusia memiliki sistem peredaran darah tertutup yang berarti darah mengalir dalam pembuluh darah dan disirkulasikan oleh jantung. Darah dipompa oleh jantung menuju paru-paru untuk melepaskan sisa metabolisme berupa karbon dioksida dan menyerap oksigen melalui pembuluh arteri pulmonalis, lalu dibawa kembali ke jantung melalui vena pulmonalis. Setelah itu darah dikirimkan ke seluruh tubuh oleh saluran pembuluh darah aorta. Darah mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh melalui saluran halus darah yang disebut pembuluh kapiler. Darah kemudian kembali ke jantung melalui pembuluh darah vena cava superior dan vena cava inferior. Darah juga mengangkut bahan bahan sisa metabolisme, obat-obatan dan bahan kimia asing ke hati untuk diuraikan dan ke ginjal untuk dibuang sebagai air seni. komposisi darah terdiri dari beberapa jenis korpuskula yang membentuk 45% bagian dari darah. Bagian 55% yang lain berupa cairan kekuningan yang membentuk medium cairan darah yang disebut plasma darah.

(Gambar 2. Bagian-bagian dalam darah) Bagian-bagian darah yaitu : a. Sel-sel darah (bagian yg padat)
(1)

Eritrosit (sel darah merah) (sekitar 99%)

Bentuknya cakram bikonkaf (bulat pipih dan cekung di tengahnya) Tidak berinti Setiap 1 mm3 darah, mengandung 4 juta – 6 juta eritosit. berinti. Berwarna merah karena mengandung haemoglobin (Hb) yang berfungsi mengikat oksigen. Eritrosit tidak mempunyai nukleus sel ataupun organela dan tidak dianggap sebagai sel dari segi biologi Sel darah merah organela, biologi. juga berperan dalam penentuan golongan darah Orang yang kekurangan darah. eritrosit menderita penyakit anemia.
(2)

sel darah putih (Leukosit) (0,2%) Memiliki bentuk tidak tetap dan dapat bergerak bebas Selnya tidak bebas. mempunyai pigmen, tetapi berinti. Setiap 1 mm3 darah, mengandung 6.000 – 9.000 leukosit yang berfungsi melawan kuman yang masuk ke erfungsi dalam tubuh dengan cara fagositosis dan membentuk antibodi. Leukosit bertanggung jawab terhadap sistem imun tubuh dan bertugas untuk memusnahkan benda benda yang dianggap asing dan berbahaya oleh benda-benda tubuh, misal virus atau bakteri. Leukosit bersifat amuboid atau tidak misal memiliki bentuk yang tetap. Orang yang kelebihan leukosit menderita penyakit leukimia, sedangkan orang yang kekurangan leukosit men , menderita penyakit leukopenia

(3)

Trombosit (keping darah) (0,6 - 1,0%) Sel-selnya kecil, bentuk tak beraturan dan mudah pecah Tiap 1 selnya pecah. mm3 darah mengandung, 200.000 - 300.000 trombosit yang bertanggung jawab dalam proses pembekuan darah. Trombosit berumur kurang lebih 2 23 hari hari.

(Gambar 3 : sel darah)

b. Plasma Darah (bagian yang cair) Plasma darah pada dasarnya adalah larutan air yang mengandung: (1) Serum merupakan plasama yang sedikit mengandung fibrinogen atau Serum darah adalah cairan bening yang memisah setelah darah dibekukan (2) Albumin merupakan fraksi yang terdapat di dalam plasma yang berguna untuk memelihara volume plasma dara. (3) Bahan pembeku darah (4) immunoglobin (antibodi) merupakan Sistem imunitas manusia ditentukan oleh kemampuan tubuh untuk memproduksi antibodi untuk melawan antigen. (5) Hormon (6) Berbagai jenis protein (7) Berbagai jenis garam merupakan substansi terlarut terdiri dari kationkation seperti ion-ion natrium, kalium, kalsium, magnesium, besi, tembaga, litium, dan timbal, dan anion-anion seperti ion-ion klor, yod, fosfat anorganik, sulfat, dan karbonat. (8) Fibrinogen merupakan fraksi yang terdapat di dalam plasma yang berguna untuk penggumpalan darah. c. Golongan darah Karl Landsteiner (1968 – 1947), seorang ahli dari Austria, menemukan cara penggolongan darah dengan sistem AB0. Menurut beliau, darah dapat dibedakan menjadi golongan darah A, B, AB, dan 0 (nol). Penggolongan darah ini didasarkan pada kandungan aglutinogen dan aglutinin. Aglutinogen merupakan protein dalam sel darah merah yang dapat digumpalkan oleh aglutinin. Ada dua jenis aglutinogen pada darah yaitu aglutinogen A dan aglutinogen B. Aglutinin merupakan protein di dalam plasma darah yang menggumpalkan aglutinogen. Aglutinin berfungsi sebagai zat antibodi. Terdapat dua macam aglutinin yaitu aglutinin α (alfa) dan aglutinin β (beta). Aglutinin α disebut juga serum anti A yang akan menggumpalkan aglutinogen A. Sedangkan aglutinin β disebut juga serum anti B yang akan menggumpalkan aglutinogen B. Berdasarkan keberadaan antigen dan antibodinya, terdapat empat macam golongan darah. Tabel 1. golongan darah sistem AB0

Golongan darah A B AB 0

Aglutinogen A B A dan B -

aglutinin β α α Dan β

Untuk mencegah terjadinya penggumpalan darah pada saat transfusi, golongan darah donor (pemberi) dan resipien (penerima) harus diperhatikan. Dari Tabel 1 dapat ditentukantransfusi darah yang aman (tidak terjadi penggumpalan darah) dari donor kepada resipien. Perhatikan kemungkinan transfuse darah pada Tabel 2 berikut ini. Tranfusi darah A B Resipien AB 0 donor A + + B + + AB + 0 + + + +

Keterangan = + : tranfusi dapat dilakukan : tranfusi tidak dapat dilakukan

Berdasarkan tabel di atas, golongan darah 0 disebut donor universal, artinya secara teori dapat ditransfusikan ke semua golongan darah tanpa digumpalkan oleh resipien. Hal ini disebabkan karena golongan darah 0 tidak mengandung aglutinogen. Sedangkan golongan darah AB disebut resipien universal, karena secara teori dapat menerima transfusi darah dari golongan apa saja. Hal ini disebabkan karena golongan AB tidak mengandung aglutinin sehingga tidak akan menggumpalkan darah jenis apapun dari donor. Dalam praktiknya, transfuse darah hanya dilakukan pada donor dan resipien yang mempunyai golongan darah yang sama. d. Fungsi darah Darah mempunyai fungsi sebagai berikut : a) Mengedarkan sari makanan ke seluruh tubuh yang dilakukan oleh plasma darah

b) Mengangkut sisa oksidasi dari sel tubuh untuk dikeluarkan dari tubuh yang dilakukan oleh plasma darah, karbon dioksida dikeluarkan melalui paruparu, urea dikeluarkan melalui ginjal c) Mengedarkan hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar buntu (endokrin) yang dilakukan oleh plasma darah. d) Mengangkut oksigen ke seluruh tubuh yang dilakukan oleh sel-sel darah merah e) Membunuh kuman yang masuk ke dalam tubuh yang dilakukan oleh sel darah putih f) Menutup luka yang dilakuakn oleh keping-keping darah g) Menjaga kestabilan suhu tubuh. 2. Jantung Jantung berfungsi sebagai alat pemompa darah. Berat jantung sekitar 335 gram, sebesar kepalan tangan pemiliknya, dan terletak di antara paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Setiap hari jantung memompa darah 100.000 kali atau mengalirkan darah sepanjang 100.000 km. Selama perkembangan embrional, satu fraksi kecil (kira-kira 1 %) dari serabut otot jantung menjadi autoritmik (mampu bangkit sendiri) yaitu dapat dapat menghasilkan impuls yang berulangulang dan berirama. Autorithmik mempunyai dua fungsi penting. Jantung mendapat suplai oksigen dan makanan yang dibawa oleh arteri koronaria. Arteri ini berpangkal di aorta. Kemampuan jantung dalam memompa darah dapat ditunjukkan dengan tekanan darah. Tekanan darah pada orang dewasa yang normal adalah 120/80 mmHg. Nilai 120 mmHg menunjukkan tekanan darah saat ventrikel berkontraksi (disebut tekanan sistol). Nilai 80 mmHg menunjukkan tekanan darah saat ventrikel relaksasi (disebut tekanan (diastol). a. Proses Kerja Jantung Pemahaman fisiologi jantung dapat dipahami dengan mempelajari siklus tunggal jantung, yaitu semua peristiwa yang berkaitan dengan denyut jantung hal inilah yang menyebabkan jantung berdenyut dengan otomatis. Pada siklus jantung, perubahan tekanan darah terjadi karena atrium dan ventrikel secara bergantian kontraksi dan relaksasi dan darah mengalir dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah. Karena otot dinding luar jantung

berkontraksi, tekanan cairan didalamnya bertambah. Dalam satu siklus normal jantung, dua atria berkontraksi dan dua ventrikel relaksasi. 1. Ketika serambi jantung mengembang (berelaksasi), darah dari seluruh tubuh masuk ke serambi kanan, sedang darah dari paru-paru masuk ke serambi kiri. 2. Ketika serambi jantung menguncup (berkontraksi) darah dari serambi kanan masuk ke bilik kanan, sedang darah dari serambi kiri masuk ke bilik kiri. 3. Pada saat bilik jantung berkontraksi (menguncup), darah dari bilik kanan menuju paru-paru, sedangkan darah dari bilik kiri menuju ke seluruh tubuh 4. Setiap kali berdenyut, bilik kanan dan bilik kiri beristirahat lebih kurang 1/20 detik. b. Bagian-Bagian Jantung Jantung mempunyai empat ruang yang terbagi sempurna yaitu dua serambi (atrium) dan dua bilik (ventrikel) dan terletak di dalam rongga dada sebelah kiri di atas diafragma. Jantung terbungkus oleh kantong perikardium yang terdiri dari 2 lembar : a. b. Lamina panistalis di sebelah luar Lamina viseralis yang menempel pada dinding jantung Jantung memiliki katup atrioventikuler (valvula bikuspidal) yang terdapat di antara serambi dan bilik jantung yang berfungsi mencegah aliran dari bilik keserambi selama sistol dan katup semilunaris (katup aorta dan pulmonalis) yang berfungsi mencegah aliran balik dari aorta dan arteri pulmonalis kiri ke bilik selama diastole.

( Gambar 4. Jantung manusia )

c. Suara jantung Kegiatan mendengarkan suara dalam tubuh disebut auskultasi. Alat yang digunakan disebut stetoskop. Suara denyut jantung datang dari bergolaknya darah yang disebabakan oleh menutupnya katup jantung. Selama setiap siklus jantung, hanya suara jantung pertama dan kedua yang cukup keras didengar melalui stetoskop. Suara yang kelluar dihasilkan oleh gerak nbalik darah yang menutup katup atrioventrikular segera setelah sistol ventrikel mulai. Suara yang kedua lebih pendek dan tidak sekeras suara pertama. Suara kedua berasal dari akibat gerak balik darah yang menutup katup semilunar pada awal diastol ventrikel. Keluarana jantung adalah jumlah darah yang dikeluarkan dari ventrikel kiri (ventrikel kanan) ke dalam aorta setiap menit. Keluaran jantung detentukan oleh : 1. Volem darah yang dipompa ventrikel setiap jantung 2. Jumlah denyut jantung setiap menit Rata-rata keluaran jantung setiap menit adalah :

Volum sekuncup (70 ml/ denyut) x laju jantung (75 denyut/ menit)= 70 x 75 ml/menit = 5250 ml/menit. Harga ini mnedekati keseluruhan volum darah yang kira-kira 5.000 ml pada pria dewasa. d. Pengendalian kecepatan gerak jantung Mekanisme pengendalian kecepatan gerak jantung yang utama adalah pressorefleks, walaupun beberapa faktor lain juga mempengaruhi.

Presoreseptor terletak dalam lengkung aora dan prosimal vena cava. Serabutserabut sensori memanjang dari presoreseptor lengkung aorta melalui saraf depressor aorta menuju pusat kardioinhibitor dalam medulla. Diantara berbagai faktor yang mempengaruhi kecepatan gerak jantung adalah suhu darah, emosi rangsangan berbagai aksteroseptor. Kanaikan suhu darah atau rangsangan reseptor panas pasda kulit cenderung mempercepat kerja jantung. Demikian pula emosi marah dan ketakutan. sebaliknya penurunan suhu darah sampai dibawah normal atau rangsangan reseptor dingin pada kulit, rasa sedih, cenderung menurunkan kerja jantung e. Prinsip-prinsip aliran darah Hukum atau prinsip fisika mempengaruhi semua aliran cairan. Mekanisme fisiologis untuk pengendalian jantung dan pembuluh darah merupakan sarana pelaksanaan prinsip-prinsip ini. Prinsip dasar sirkulasi darah merupakan hukum gerak pertama dan kedua hukum gerak newton. Suatu cairan hanya akan mengalir bila tekanannya lebih tinggi dari daerah lain, dan aliran itu selamanya bergerak dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah. prinsip aliran kecepatan darah adalah volume cairan yang dialirkan pada jarak tertentu setiap menit berbanding langsung dengan gradient tekanan cairan dan berbanding terbalik dengan dengan aliran yang arahnya berlawanan. Prinsip ini dikenal dengan hukum poisuille. 3. Pembuluh Darah Dalam keadaan normal darah ada didalam pembuluh darah, ujung arteri bersambung dengan kapiler darah dan kapiler darah bertemu dengan vena terkecil (venula) sehingga darah tetap mengalir dalam pembuluh darah walaupun terjadi pertukaran zat, hal ini disebut sistem peredaran darah tertutup.Peredaran darah ganda pada manusia, terdiri peredaran darah kecil (jantung –paru-paru – kembali ke jantung) dan peredaran darah besar (jantung – seluruh tubuh dan kembali ke jantung). Peredaran ini melewati jantung sebanyak 2 kali. Ada 3

macam pembuluh darah yaitu: arteri, vena, dan kapiler (yang merupakan pembuluh darah halus) Arteri adalah pembuluh darah yang membawa darah ke jantung. Semua arteri keculi arteri pulmonis dan percabangannya membawa darah yang dioksigenasi. Arteri kecil dinamakan arteriola. Vena adalah pembuluh darah yang membawa darah ke jantung, semua vena kecuali vena vulmonis berisi darah yang dideoksigenasi atau dikarbosilasi. Vena-vena kecil dinamakan venula. Baik arteri maupun vena berstruktur makroskopis. Kapiler merupakan pembuluh darah mikroskopis yang membawa darah dari arteriola ke vena. Walaupun tampaknya sederhana, bila dibandingkan dua pembuluh lainnya, karena ukurannya yang sangat kecil namun fungsinya sangat penting. Singkatnya seluruh mekanisme sirkulasi berputar padas satu kepentingan ini yang menjaga agar kapiler terus dipasok dengan sejumlah darah yang cukup untuk keperluan sel.

( Gambar 5. Pembuluh darah )

a.

Pembuluh Nadi Pembuluh nadi yaitu pembuluh yang mengangkut darah dari jantung ke seluruh tubuh. Pembuluh ini dibedakan menjadi aorta, arteri dan arteriole. Ciri-ciri pembuluh nadi adalah : 1) Tempat Agak ke dalam 2) Dinding Pembuluh Tebal, kuat, dan elastis 3) Aliran darah Berasal dari jantung 4) Denyut terasa

5) Katup Hanya disatu tempat dekat jantung 6) Bila ada luka Darah memancar keluar b. Pembuluh Vena Pembuluh balik (vena) yaitu pembuluh yang mengangkut darah dari seluruh organ tubuh menuju ke jantung. Ciri-ciri pembuluh vena adalah : 1) Dinding Pembuluh Tipis, tidak elastis 2) Dekat dengan permukaan tubuh (tipis kebiru-biruan) 3) Aliran darah Menuju jantung 4) Denyut tidak terasa 5) Katup Disepanjang pembuluh 6) Bila ada luka Darah Tidak memancar c. Artiole Arteriole merupakan pembuluh darah kecil yang menghubungkan kapiler dengan arteri. d. Venule Venule, merupakan pembuluh darah kecil yang menghubungkan kapiler dengan vena. e. Pembuluh kapiler, Pembuluh kapiler yaitu pembuluh halus yang menghubungkan arteriole dengan venule. Pada pembuluh inilah terjadi pertukaran oksigen dari darah dengan karbondioksida jaringan memungkinkan terjadi pertukaran zat antara darah dengan sel jaringan tubuh. 4. Getah Bening (limfa) Darah sebagai alat transport didalamnya terdapat cairan getah bening. Terbentuknya cairan ini karena darah keluar melalui dinding kapiler dan melalui ruang antar sel kemudian masuk ke pembuluh halus yang dinamakan pembuluh getah bening (limfa). Selain sistem peredaran darah, manusia juga mempunyai sistem peredaran getah bening (limfa) yang keduanya berperan dalam sistem transportasi. Sistem limfa berkaitan erat dengan sistem peredaran darah. Sistem

limfa terdiri dari cairan limfa, pembuluh limfa, dan kelenjar limfa. Fungsi sistem peredaran getah bening adalah sebagai berikut. 1. Untuk sistem pertahanan tubuh. 2. Mengangkut kembali cairan tubuh, cairan plasma darah, sel darah putih yang berada di luar pembuluh darah, dan mengangkut lemak dari usus ke dalam sistem peredaran darah. Cairan limfa mengandung sel-sel darah putih yang berfungsi mematikan kuman penyakit yang masuk ke dalam tubuh.Cairan ini keluar dari pembuluh darah dan mengisi ruangantarsel sehingga membasahi seluruh jaringan tubuh. Pembuluh limfa mempunyai banyak katup dan terdapat pada semua jaringan tubuh, kecuali pada sistem saraf pusat. Pembuluh limfa dibedakan menjadi dua macam yaitu pembuluh limfa kanan dan pembuluh limfa kiri. Pembuluh limfa kanan berfungsi menampung cairan limfa yang berasal dari daerah kepala, leher bagian kanan, dada kanan, dan lengan kanan. Pembuluh ini bermuara pada vena yang berada di bawah selangka kanan. Pembuluh limfa kiri berfungsi menampung getah bening yang berasal dari daerah kepala, leher kiri, dada kiri, dan lengan kiri serta tubuh bagian bawah. Pembuluh ini bermuara pada vena di bawah selangka kiri. Kelenjar limfa berfungsi untuk menghasilkan sel darah putih dan menjaga agar tidak terjadi infeksi lebih lanjut. Kelenjar limfa terdapat di sepanjang pembuluh limfa, terutama terdapat pada pangkal paha, ketiak, dan leher. Alat tubuh yang mempunyai fungsi yang sama dengan kelenjar limfa yaitu limpa dan tonsil. Limpa merupakan sebuah kelenjar yang terletak di belakang lambung dan berwarna ungu. Fungsinya antara lain sebagai tempat penyimpanan cadangan sel darah, membunuh kuman penyakit, pembentukan sel darah putih dan antibodi, dan tempat pembongkaran sel darah merah yang sudah mati. Tonsil atau amandel terletak di bagian kanan dan kiri pangkal tenggorokan. Tonsil yang berada di belakang anak tekak yaitu di dalam rongga hidung disebut polip hidung. Fungsi tonsil adalah untuk mencegah infeksi yang masuk melalui hidung, mulut, dan tenggorokan. 5. Kelainan/gangguan pada Sistem Transportasi a. Anemia

Penyakit kekurangan darah yang mungkin disebabkan oleh Hb yang kurang mengandung zat besi (Fe), dapat juga karena kekurangan air sel darah merah. Macam anemia : 1) Anemia sel sabit merupakan penyakit menurun tak bisa diobati. 2) Anemia perniosa, rendahnya jumlah eritrosit karena makan kurang vit B12. b. Serangan jantung Serangan jantung, ditandai dengan sakit pada bagian dada, gelisah, pucat, dan kulit terasa dingin. Serangan jantungnya hebat dan tidak segera mendapat pertolongan dapat menimbulkan gagalnya jantung memompa darah. Faktorfaktor yang meningkatkan resiko terkena serangan jantung adalah tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, merokok, penyakit diabetes melitus, kegemukan, dan kurang olahraga
c. Talasemia

Sel darah merah abnormal,umur lebih pendek,diasesi dengan transfusi darah. a. Eritroblastosis fetalis Perusakan sel darah pada bayi yang baru lahir akibat kemasukan aglutinin dari luar b. Sklerosis Penyakit karena pengerasan pembuluh darah (ada dua macam, yaitu aterosklerosis yang disebabkan endapan lemak dan Arteriosklerosis yang disebabkan oleh endapan zat kapur) c. Hemofilia Penyakit keturunan dimana darah sulit/tidak bisa membeku. d. Varises Varises pelebaran pembuluh vena terutama di bagian kaki. Pada varises yang parah, pembuluh vena tampak melebar dan berkelok-kelok. Varises disebabkan oleh cacat/kerusakan pada katup vena sejak lahir. Varises juga sering terjadi karena bertambahnya beban vena akibat terlalu banyak berdiri, kehamilan, dan sebagainya. Pelebaran vena pada bagian anus disebut wasir atau ambeian.

e. .Atherosklerosis Penyumbatan pembuluh darah oleh lemak. f. Arteriosklerosis Penyumpatan pembuluh darah oleh zat kapur g. Trombus/embolus Disebabkan adanya gumpalan darah pada nadi tajuk atau arteri koronaria

h. Leukopeni Jumlah sel darah putih kurang dari normal. i. Leukimia Penyakit yang disebabkan penambahan leukosit yang tidak terkendali j. Tekanan darah rendah (hipotensi) Tekanan darah rendah (hipotensi) yaitu keadaan tekanan darah yang di bawah normal. Gejala hipotensi adalah lesu, pusing, dan gangguan penglihatan, bahkan sampai pingsan. Penyebabnya dapat karena terlalu banyak meminum obat penurun tekanan darah, muntaber, dan pendarahan. k. Tekanan darah tinggi (hipertensi), Tekanan darah tinggi (hipertensi) yaitu keadaan tekanan darah yang melebihi tekanan normal. Penyebab hipertensi adalah nikotin pada rokok, faktor keturunan, stress, kelebihan berat badan, kelebihan garam, kurang olahraga, dan kelebihan obat-obatan.

DAFTAR PUSTAKA Abuddin. 2009. Plasma Darah. http://abuddin.blog.co.uk/2009/04/03/plasma-darah5886234/. Di akses pada hari kamis, 24 Februari 2010 jam 17.27. Anonim. 2008. Sistem Peredaran Darah Manusia.

http://www.edukasi.net/mapok/mp_full.php?id=249. Di akses pada hari Sabtu, 20 Februari 2010 jam 19.28. Anonim. 2008. Sistem Transportasi/ Peredaran Darah pada Manusia.

http://gurungeblog.wordpress.com/2008/10/31/sistemtransportasiperedaran-darah pada-manusia/. Di akses pada hari Sabtu, 20 Februari 2010 jam 19.28. Anonim. Darah. http://id.wikipedia.org/wiki/darah. Di akses pada hari Sabtu, 20 Februari 2010 jam 19.28. Anonim. 2009. Plasma Darah. http://erics201.blogspot.com/2009/03/plasma-

darah.html. Di akses pada hari kamis, 24 Februari 2010 jam 17.49. Anonim. Antibody. http://id.wikipedia.org/wiki/Antibodi. pada hari kamis, 24 Februari 2010 jam 17.49.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->