P. 1
Pedoman RPP 2008[1]

Pedoman RPP 2008[1]

1.0

|Views: 2,040|Likes:
Published by kiAAAA

More info:

Published by: kiAAAA on Mar 27, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/26/2014

pdf

text

original

Biaya Operasional Penyuluh (BOP) Pertanian adalah dana yang dapat

digunakan langsung oleh para penyuluh pertanian di seluruh wilayah

kabupaten/kota yang berhak menerimanya, untuk melaksanakan kegiatan

penyuluhan (termasuk penyuluh yang bertugas di balai penyuluhan

kecamatan dan desa).

1. Tujuan

a. Meningkatkan motivasi kerja penyuluh pertanian dalam

melaksanakan kegiatan penyuluhan di seluruh wilayah

kabupaten/kota (termasuk di kecamatan dan desa);

b. Meningkatkan mobilisasi penyuluh pertanian di seluruh wilayah

kabupaten/kota (termasuk di kecamatan dan desa) dalam

melaksanakan tugas dan fungsinya.

2. Sasaran

Sasaran pengguna dana BOP tahun 2008 adalah sejumlah 27.988

orang penyuluh pertanian di seluruh wilayah kabupaten/kota

(termasuk di kecamatan dan desa) senilai Rp 250.000,-/orang/bulan,

dengan pembiayaan yang bersumber dari dana dekonsentrasi.

Untuk itu, mengingat keterbatasan dana dekonsentrasi yang tersedia di

tingkat pusat, maka daerah dapat menambahkan dukungan dana

operasional penyuluh, antara lain melalui penyediaan uang kerja

bimbingan (UKB) atau bentuk-bentuk pendanaan lain yang bersumber

dari APBD kabupaten/kota atau sumber lain yang sah dan tidak

mengikat.

Adapun persyaratan-persyaratannya ditetapkan sebagai berikut:

a. Yang berhak menerima BOP:

43

1) Penyuluh pertanian PNS yang telah diangkat menjadi pejabat

fungsional penyuluh pertanian dan atau yang telah

disesuaikan dengan jabatannya (diimpassing) sesuai SK

MENKOWASBANGPAN No.19 Tahun 1999;

2) Tidak sedang melaksanakan tugas belajar;

3) Bertugas dan melakukan pembinaan penyuluhan pertanian di

wilayah kerjanya;

4) Untuk penyuluh pertanian dengan keahlian perikanan dan

telah diangkat kembali sebagai pejabat fungsional penyuluh

pertanian bisa memperoleh BOP, kecuali bila yang

bersangkutan diangkat dalam jabatan fungsional lain atau

bertugas pada unit kerja di luar lingkup pertanian;

5) Tidak ditugaskan dalam jabatan struktural termasuk

bendahara pengeluaran, pengelola satker, maupun PUM.

b. Yang tidak berhak menerima BOP:

1) Penyuluh pertanian yang sedang dalam tugas belajar lebih

dari 6 (enam) bulan;

2) Penyuluh pertanian yang telah mengalami mutasi jabatan

dari fungsional ke struktural;

3) Penyuluh pertanian yang mendapat tugas khusus di luar

tugas sebagai penyuluh;

4) Penyuluh pertanian yang tidak dapat memenuhi

kewajibannya, dengan alat verifikasi, yaitu: Programa

Penyuluhan di masing-masing tingkatan; Rencana Kerja

Tahunan Penyuluh Pertanian (sebelum pencairan BOP

triwulan I dan seterusnya); dan Laporan Bulanan Kegiatan

Penyuluh Pertanian serta persetujuan dari Koordinator

Penyuluh atau atasan langsung penyuluh (mulai triwulan II

dan seterusnya).

44

3. Output

Output yang diharapkan dari pemberian BOP, adalah sebagai berikut:

a. Meningkatnya motivasi kerja penyuluh pertanian di seluruh

wilayah kabupaten/kota (termasuk di kecamatan dan desa)

dalam melaksanakan penyuluhan di masing-masing tingkatan;

b. Meningkatnya mobilisasi penyuluh pertanian dalam melaksanakan

tugas dan fungsinya.

4. Waktu

Waktu penggunaan BOP dimulai sejak bulan Januari sampai dengan

Desember 2008 (12 bulan).

5. Pelaksanaan

Pelaksanaan pencairan dan pendistribusian BOP bagi penyuluh

pertanian, adalah sebagai berikut:

a. Melakukan pendataan ulang terhadap penyuluh calon penerima

BOP sebelum penyusunan RKA-KL (Rencana Kegiatan dan

Anggaran-Kementerian Lembaga) pada tahun berjalan;

b. Biaya Operasional Penyuluh bagi penyuluh pertanian yang

bertugas di seluruh wilayah kabupaten/kota (termasuk di

kecamatan dan desa) dialokasikan melalui satker provinsi;

c. Kuasa Pengguna Anggaran di satker provinsi menerbitkan SK

penyuluh pertanian penerima BOP di provinsi dan di seluruh

wilayah kabupaten/kota (termasuk di kecamatan dan desa)

berdasarkan usulan dari kelembagaan penyuluhan provinsi dan

kabupaten/kota;

d. Pencairan dana BOP dilakukan oleh bendahara pengeluaran satker

provinsi yang selanjutnya ditransfer ke rekening PUM di

kabupaten/kota;

45

e. Selanjutnya PUM di kabupaten/kota memasukkan BOP ke

rekening masing-masing penyuluh pertanian di seluruh wilayah

kabupaten/kota yang bersangkutan (termasuk di kecamatan dan

desa) atas dasar persetujuan dari koordinator penyuluh

kabupaten/kota atau atasan langsung penyuluh;

f. Biaya Operasional Penyuluh bagi penyuluh pertanian di seluruh

wilayah kabupaten/kota tersebut (termasuk di kecamatan dan

desa) dapat diambil oleh penyuluh pertanian yang bersangkutan

pada rekeningnya masing-masing di bank yang ditunjuk

berdasarkan rekomendasi

dari koordinator penyuluh

kabupaten/kota atau atasan langsung penyuluh;

g. Rekomendasi tersebut dikeluarkan triwulanan setelah penyuluh

terlebih dahulu menyerahkan: programa penyuluhan, RKTP,

laporan bulanan kegiatan penyuluh pertanian selama triwulan

sebelumnya;

h. Penyerahan laporan bulanan dimaksud dapat dilakukan pada saat

pertemuan bulanan penyuluh di kabupaten/kota;

i. Bagi penyuluh pertanian di kabupaten/kota yang tidak memiliki

PUM karena alasan tertentu, BOP akan langsung ditransfer

langsung oleh satker provinsi ke rekening penyuluh yang

bersangkutan atas dasar rekomendai dari koordinator penyuluh

atau atasan langsung penyuluh di kabupaten/kota;

j. Tidak ada pemotongan BOP kecuali pajak yang dikenakan bagi

penyuluh gol III dan IV;

k. Dana BOP digunakan untuk biaya operasional penyuluh sesuai

dengan RKTP yang merupakan penjabaran dari Programa

Penyuluhan Pertanian di masing-masing tingkatan;

l. Kepala badan pelaksana penyuluhan di kabupaten/kota

mengistruksikan penyuluh pertanian (yang belum memiliki nomor

46

rekening bank) untuk segera membuka rekening pada bank yang

ditunjuk;

m. Kepala badan pelaksana penyuluhan di kabupaten/kota,

melakukan koordinasi dengan bank penyalur yang ditunjuk dan

koordinator penyuluh pertanian di kecamatan dalam mencairkan

BOP;

n. Koordinator penyuluh pertanian di balai penyuluhan kecamatan

mengirimkan surat rekomendasi pengeluaran BOP kepada kepala

badan pelaksana penyuluhan di kabupaten/kota;

o. Pencairan dana BOP dilakukan secara bertahap, yaitu setiap 3

(tiga) bulan sekali;

p. Pada akhir tahun 2008, kinerja setiap penyuluh pertanian akan

dievaluasi berdasarkan 9 (sembilan) indikator keberhasilan

penyuluhan pertanian, yaitu: (1) Programa penyuluhan di setiap

tingkatan; (2) Rencana kerja tahunan penyuluh di wilayah kerja

masing-masing sesuai dengan kebutuhan pelaku utama dan

pelaku usaha; (3) Data peta wilayah untuk pengembangan

teknologi spesifik lokasi sesuai dengan pewilayahan komoditas

unggulan; (4) Terdesiminasinya informasi teknologi pertanian

secara merata dan sesuai dengan kebutuhan pelaku utama dan

pelaku usaha; (5) Tumbuhkembangnya keberdayaan dan

kemandirian pelaku utama, kelompoktani, kelompok

usaha/asosiasi petani dan usaha formal (lembaga usaha formal

lainnya); (6) Terwujudnya kemitraan usaha antara pelaku utama

dengan pelaku usaha yang saling menguntungkan; (7)

Terwujudnya akses pelaku utama dan pelaku usaha ke lembaga

keuangan, informasi, sarana produksi (pertanian, perikanan dan

kehutanan) dan pemasaran; (8) Meningkatnya produktivitas

agribisnis komoditas unggulan di masing-masing wilayah kerja;

47

(9) Meningkatnya pendapatan dan kesejahteraan pelaku utama di

wilayah kerjanya;

q. Penilaian kinerja penyuluh pertanian yang dikaitkan dengan

pencapaian 9 (sembilan) indikator kinerja penyuluh dilakukan oleh

tim yang ditetapkan oleh kepala badan pelaksana penyuluhan di

kabupaten/kota;

r. Koordinator penyuluh kabupaten/kota atau atasan langsung

penyuluh agar segera melaporkan kepada satker provinsi, apabila

terjadi alih tugas, pensiun, wafat, dan tindak indisipliner lainnya,

untuk dilakukan pemberhentian terhadap penyaluran BOP.

Apabila penyuluh tersebut tetap menerima BOP, maka yang

bersangkutan akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan

yang berlaku.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->