P. 1
Doc

Doc

|Views: 16,475|Likes:
Published by ukiktukilah

More info:

Published by: ukiktukilah on Mar 27, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/18/2013

pdf

text

original

Pendekatan apapun yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar

diharapkan selalu mendudukkan siswa sebagai pusat perhatian. Peranan guru

dalam menentukan pola KBM di kelas bukan ditentukan oleh diktatik metodik

“apa yang akan dipelajari” saja, tetapi pada “bagaimana menyediakan dan

memperkaya pengalaman belajar anak.” Pengalaman belajar diperoleh melalui

serangkaian kegiatan untuk mengeksplorasi secara aktif lingkungan alam,

lingkungan sosial, dan lingkungan buatan, serta berkonsultasi dengan nara

sumber lain (Depdiknas 2002:1).

Pendekatan kontekstual merupakan suatu konsep belajar di mana

menghadirkan situasi dunia nyata ke dalam kelas dan mendorong siswa

membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan keluarga dan

masyarakat. Hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi anak untuk

31

memecahkan persoalan, berpikir kritis, dan melaksanakan observasi serta

menarik kesimpulan dalam kehidupan jangka panjang (Nurhadi 2003:4)

Pendekatan kontekstual merupakan konsep belajar yang membantu

guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata

siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang

dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dengan

melibatkan komponen kontruktivisme, bertanya, menirukan, masyarakat

belajar, pemodelan, dan penilaian yang sebenarnya. Dengan konsep seperti itu,

hasil belajar diharapkan akan lebih bermakna bagi siswa karena proses

pembelajaran akan berlangsung secara alamiah.

Pembelajaran Kontekstual akan menciptakan ruang kelas yang

dialaminya, siswa akan menjadi peserta aktif bukan pengamat yang pasif dan

bertanggung jawab terhadap belajarnya. Pembelajaran kontekstual

menempatkan siswa di dalam konteks bermakna yang menghubungkan

pengetahuan awal siswa dengan materi yang sedang dipelajari dan sekaligus

memperhatikan faktor kebutuhan individual siswa dan peranan guru (Nurhadi

2003:19).

Karakteristrik pembelajaran berbasis kontekstual adalah (1) kerja

sama; (2) saling menunjang; (3) menyenangkan, tidak membosankan; (4)

belajar dengan gairah; (5) pembelajaran terintegerasi; (6) menggunakan

berbagai sumber; (7) siswa aktif; (8) sharing dengan teman; (9) siswa kritis

guru kreatif; (10) dinding kelas dan lorong-lorong penuh dengan hasil karya

siswa, peta-peta, gambar, artikel, humor, dan lain-lain; (11) laporan kepada

32

orang tua bukan hanya rapor, tetapi hasil karya siswa, laporan hasil praktikum,

karangan siswa, dan lain-lain (Depdiknas 2001 : 20-21).

Blanchard (2001 dalam Depdiknas 2004:48) mengembangkan strategi

pembelajaran metode kontekstual dengan: 1) menekankan pemecahan

masalah; 2) menyadari kebutuhan pengajaran dan pembelajaran yang terjadi

dalam berbagai konteks seperti rumah, masyarakat, dan pekerjaan; 3)

mengajarkan siswa memonitor dan mengarahkan pembelajaran mereka sendiri

sehingga menjadi mandiri; 4) mengaitkan pengajaran pada konteks kehidupan

siswa yang berbeda-beda; 5) mendorong siswa untuk belajar dari sesama

teman dan belajar bersama; dan 6) menerapkan penilaian autentic.

Pengajaran dan pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching

Learning) menawarkan strategi pembelajaran yang memungkinkan siswa

dalam belajar lebih bermakna dan menyenangkan. Strategi yang ditawarkan

dalam CTL ini diharapkan dapat membantu siswa aktif dan kreatif. Untuk itu,

dalam menjalankan strategi ini, guru dituntut lebih kreatif.

Dalam strategi pembelajaran kontekstual ini ada tujuh komponen

utama pembelajaran yang mendasari penerapan pembelajaran kontekstual di

kelas. Menurut Nurhadi (2003:31), ketujuh komponen utama itu adalah

konstruktivisme (Constructivism), bertanya (Questioning), menemukan

(Inquiry), masyarakat belajar (Learning Community), pemodelan

(Modeling), refleksi (Reflection), dan penilaian sebenarnya (Authentic

Assessment).

33

Dari ketujuh komponen yang ada di dalam pembelajaran kontekstual,

dalam penelitian ini peneliti menggunakan komponen pemodelan untuk

meningkatkan keterampilan menulis teks berita pada siswa kelas VIIIA SMP

Negeri 1 Kajoran Kabupaten Magelang. Pembelajaran dalam keterampilan

menulis teks berita ini mengacu pada pembelajaran kontekstual yang

mempunyai ciri-ciri, yaitu kerja sama, saling menunjang, menyenangkan,

tidak membosankan, belajar dengan gairah, menggunakan berbagai sumber,

siswa aktif, sharing dengan teman, siswa kritis guru kreatif, dinding kelas dan

lorong-lorong penuh dengan hasil karya siswa, peta-peta, gambar, artikel,

humor, dan lain-lain.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->