P. 1
Doc

Doc

|Views: 16,474|Likes:
Published by ukiktukilah

More info:

Published by: ukiktukilah on Mar 27, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/18/2013

pdf

text

original

PERILAKU SISWA

PERUBAHAN POSITIF

PERILAKU SISWA

ASPEK

SIKLUS I SIKLUS II PENINGKATAN

%

Kerja

sama

kelompok

126

137

11

8,73

Keaktifan tugas

130

133

3

2,31

Keseriusan

pelajaran

119

141

22

18,49

Keseriusan

mengamati model

138

148

10

7,25

Tanggapan

pembelajaran

101

121

10

9,9

Sharing

95

98

3

3,16

Pembelajaran

menyenangkan

102

111

9

8,82

Jumlah

811

889

68

8,38

Dilihat dari tingkah laku siswa selama kegiatan pembelajaran tahap

siklus I dan siklus II dapat diketahui bahwa pembelajaran dengan pendekatan

kontekstual komponen pemodelan dapat mengubah tingkah laku siswa kelas

VIIIA SMP Negeri 1 Kajoran Kabupaten Magelang perubahan tingkah laku siswa

95

yang terjadi adalah perubahan positif. Terjadi peningkatan dari setiap aspek, aspek

kerja sama dengan kelompok 8,73%, aspek keaktifan mengerjakan tugas sebesar

2,31%, aspek keaktifan dan keseriusan mengikuti pelajaran sebesar 18,49%, aspek

keseriusan mengamati model sebesar 7,25%, aspek sikap atau tanggapan terhadap

teknik pembelajaran sebesar 9,9%, sharing dengan teman sebesar 3,16%, dan

aspek pembelajaran menyenangkan sebesar 8,38%. Siswa yang semula tidak

menyukai materi menulis teks berita menjadi lebih tertarik dan bersemangat untuk

menulis teks berita.

BAB V

PENUTUP

5.1 Simpulan

Berdasarkan pembahasan, penelitian tindakan kelas ini dapat disimpulkan

sebagai berikut.

Keterampilan menulis teks berita pada siswa kelas VIIIA SMP Negeri 1

Kajoran Kabupaten Magelang setelah menggunakan pembelajaran dengan

pendekatan kontekstual komponen pemodelan meningkat sebesar 12,39%.

Peningkatan rata-rata skor terjadi dalam keterampilan menulis teks berita setelah

melalui pembelajaran dengan pendekatan kontekstual komponen pemodelan.

Rata-rata skor pada pra siklus adalah 68,29%, sedangkan siklus I menunjukan

peningkatan sebesar 6,92% dari rata-rata skor pada prasiklus yaitu menjadi

74,51%. Rata-rata skor yang dicapai pada siklus II adalah sebesar 80,68%.

Pada tahap prasiklus sebagian siswa mengeluh ketika diberikan tugas

untuk mengeluh karena tidak percaya diri untuk mengerjakan tugas yang

diberikan guru yaitu menulis teks berita. Siswa sudah tidak senang dan merasa

tidak bisa sebelum mereka mengerjakannya. Namun ketika dilaksanakan

pembelajaran pada siklus I, siswa lebih bersemangat dan bisa menerima

pembelajaran dengan baik sehingga proses belajar mengajar berjalan dengan baik

dan diikuti oleh siswa dengan bersemangat.

Dari jurnal yang dibagikan dan hasil observasi guru pada siklus I,

diperoleh data bahwa dengan pembelajaran teks berita dengan pendekatan

97

kontekstual komponen modeling siswa lebih senang dan aktif mengikuti

pembelajaran. Siswa lebih termotivasi dan merasa lebih mudah mampelajari teks

berita.

Pada tahap siklus II, selain siswa dibagikan jurnal, guru juga memantau

dengan data observasi. Dari data tesebut dapat diketahui bahwa siswa merasa

senang dengan pembelajaran ini, siswa lebih bersemangat, aktif, dan lebih mandiri

dalam mengerjakan tugasnya. Siswa merasa lebih percaya diri dalam mengerjakan

tugas, dan tidak mengeluhkan tugas tersebut.

5.2 Saran

Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Untuk Guru

a. Guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia hendaknya

menggunakan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual

komponen pemodelan dalam kegiatan menulis teks berita.

b. Guru hendaknya melatih siswa untuk gemar menulis dengan

memberikan latihan membuat kalimat ejaan dan tanda baca yang

benar.

2. Untuk Siswa

a. Siswa hendaknya menggunakan pembelajaran melalui pendekatan

kontekstual komponen pemodelan merupakan cara yang tepat untuk

melatih siswa dalam menulis teks berita.

98

b. Siswa hendaknya selalu mengikuti pembelajaran dengan baik dan

berlatih menulis khusunya teks berita.

3. Untuk Peneliti

Kepada peneliti hendaknya melakukan penelitian lanjutan dari

penelitian ini dengan aspek yang lain, untuk khasanah ilmu bahasa dan

meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->