P. 1
Penelitian Pengaruh Ekskul Terhadap Prestasi Belajar

Penelitian Pengaruh Ekskul Terhadap Prestasi Belajar

|Views: 16,036|Likes:
Published by charisnada
berharap bisa membantu atau menjadi referensi
berharap bisa membantu atau menjadi referensi

More info:

Published by: charisnada on Mar 27, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/22/2013

pdf

text

original

Tugas Laporan Penelitian

“Pengaruh Ekstrakurikuler terhadap Prestasi Belajar Siswa XI SBI SMA Negeri 3 Surakarta”

Disusun guna melengkapi salah satu tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia Oleh: 1. 2. 3. 4. Alindina Izzani Bella Amanda Kresna Widya Permana Manal Ali Sungkar (21) (09) (20) (02)

5. Nastitie Kusuma Anggareni (29)

SMA Negeri 3 Surakarta

2010

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Sekolah merupakan lembaga pendidikan, yang menampung peserta didik dan dibina agar mereka memiliki kemampuan, kecerdasan dan keterampilan. Dalam proses pendidikan diperlukan pembinaan secara berkoordinasi dan terarah. Dengan Demikian siswa diharapkan dapat mencapai prestasi belajar yang maksimal sehingga tercapainya tujuan pendidikan. Dalam pembinaan siswa di sekolah, banyak wadah atau program yang dijalankan demi menunjang proses pendidikan yang kemudian atas prakarsa sendiri dapat meningkatkan kemampuan, keterampilan ke arah pengetahuan yang lebih maju. Salah satu wadah pembinaan siswa di sekolah adalah kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan-kegiatan yang diadakan dalam program ekstrakurikuler didasari atas tujuan dari pada kurikulum sekolah. Melalui kegiatan ekstrakurikuler yang beragam siswa dapat mengembangkan bakat, minat dan kemampuannya. Kegiatan-kegiatan siswa di sekolah khususnya kegiatan ko/ekstrakurikuler merupakan kegiatan yang terkoordinasi terarah dan terpadu dengan kegiatan lain di sekolah, guna menunjang pencapaian tujuan kurikulum. Yang dimaksud dengan kegiatan terkoordinasi di sini adalah kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan program yang telah ditentukan. Dalam pelaksanaannya kegiatan ekstrakurikuler dibimbing oleh guru, sehingga waktu pelaksanaan berjalan dengan baik.

Seperti pada umumnya, kegiatan ekstrakurikuler di SMAN 3 Surakarta yang pada umumnya disebut subsie atau organisasi sekolah juga memberikan wadah bagi para siswa siswinya untuk menyalurkan bakat, minat, dan kemampuannya. Disisi lain, keberadaan ekstrakurikuler di SMAN 3 Surakarta ternyata menjadi “pelarian” bagi siswa yang jenuh dengan proses belajar mengajar. Kegiatan ekstrakurikuler yang semestinya didampingi guru pembina disalahgunakan oleh beberapa oknum untuk “mencuri” waktu di sela-sela kegiatan belajar-mengajar siswa di sekolah. Hasilnya, beberapa siswa ketinggalan pelajaran akademik yang didapat pada proses belajar mengajar dan hal ini dapat berakibat menurunnya nilai atau prestasi belajar siswa di sekolah. Apakah benar demikian?. Berdasarkan keterangan di atas penulis tertarik untuk meneliti “Pengaruh Ekstrakurikuler dengan Prestasi Belajar Siswa XI SBI SMAN 3 Surakarta”. 1.2 Rumusan Masalah 1. Apakah kegiatan ekstrakurikuler di SMAN 3 Surakarta dapat

meningkatkan prestasi belajar siswa XI SBI ? 2. Apakah kegiatan ekstrakurikuler dapat menyita waktu belajar baik di sekolah maupun di rumah? 3. Apakah dampak positif dan dampak negatif diadakannya kegiatan ekstrakurikuler di SMAN 3 Surakarta? 1.3 Tujuan Penelitian 1. Mengetahui apakah kegiatan ekstrakurikuler di SMAN 3 Surakarta dapat meningkatkan prestasi belajar siswa XI SBI. 2. Mengetahui apakah kegiatan ekstrakurikuler dapat menyita waktu belajar baik di sekolah maupun di rumah.

3. Mengetahui dampak positif dan dampak negatif kegiatan ekstrakurikuler.

BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Hakikat Ekstrakurikuler Ekstrakurikuler adalah wadah pembentuk karakter siswa dalam lingkungan sekolahyang bertujuan untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan dan kemampuan sosial melalui berbagai aktivitas, baik yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan materi kurikulum (http://sman1bergas.sch.id, 2008 : online). Kegiatan ini menjadi salah satu unsur penting dalam membangun kepribadian murid. Seperti yang tersebut dalam tujuan pelaksanaan ekstrakurikuler di sekolah menurut Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan (1987) sebagai berikut: 1. Kegiatan ekstrakurikuler harus

meningkatkan kemampuan siswa beraspek kognitif, afektif dan psikomotor. 2. Mengembangkan bakat dan minat siswa dalam upaya pembinaan pribadi menuju pembinaan positif. 3. Dapat mengetahui, antara mengenal hubungan serta satu manusia seutuhnya yang

membedakan

pelajaran dengan pelajaran lainnya. Dari tujuan ekstrakurikuler di atas dapat diambil kesimpulan bahwa ekstrakurikuler erat hubungannya dengan prestasi belajar siswa. Melalui kegiatan ekstrakurikuler siswa dapat bertambah wawasan mengenai mata pelajaran yang erat kaitannya dengan pelajaran di ruang kelas dan biasanya yang membimbing siswa dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler adalah guru bidang studi yang bersangkutan. Melalui kegiatan ekstrakurikuler juga siswa dapat menyalurkan bakat, minat dan potensi yang dimiliki. Salah satu ciri kegiatan ekstrakurikuler adalah keanekaragamannya, hamper semua minat remaja dapat digunakan sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler. Hasil yang dicapai siswa setelah mengikuti pelajaran

ekstrakurikuler dan berdampak pada hasil belajar di ruang kelas yaitu pada mata pelajaran tertentu yang ada hubungannya dengan ekstrakurikuler yaitu mendapat nilai baik pada pelajaran tersebut. Biasanya siswa yang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler akan terampil dalam berorganisasi, mengelola, memecahkan masalah sesuai karakteristik ekskul yang digeluti. 2.2 Hakikat Prestasi Belajar 2.2.1 Pengertian Prestasi Belajar Prestasi belajar adalah tingkat keberhasilan yang dicapai dari suatu 2009: 5) 2.2.2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Untuk mencapai prestasi belajar siswa sebagaimana yang diharapkan, maka perlu diperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar antara lain; faktor yang terdapat dalam diri siswa (faktor intern), dan faktor yang terdiri dari luar kegiatan atau usaha yang dapat memberikan kepuasan emosional, dan dapat diukur dengan alat atau tes tertentu (Asnawi,

siswa (faktor ekstern). Faktor-faktor yang berasal dari dalam diri anak bersifat biologis sedangkan faktor yang berasal dari luar diri anak antara lain adalah faktor keluarga, sekolah, masyarakat dan sebagainya. 1) Faktor internal a. Faktor fisiologis Keadaan fisik yang sehat dan segar serta kuat akan menguntungkan dan memberikan hasil belajar yang baik. Tetapi keadaan fisik yang kurang baik akan berpengaruh pada siswa dalam keadaan belajarnya. b. Faktor psikologis i. Intelegensi, faktor ini berkaitan dengan Intellegency Question (IQ) seseorang ii. Perhatian, perhatian yang terarah dengan baik akan menghasilkan pemahaman dan kemampuan yang mantap. iii. Minat, Kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. iv. Motivasi, merupakan keadaan internal organisme yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu. v. Bakat, kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yag akan datang. 2) Faktor eksternal a. Faktor sosial, yang terdiri dari: i. Keadaan Keluarga Keluarga merupakan lingkungan terkecil dalam masyarakat tempat seseorang dilahirkan dan dibesarkan. Keluarga adalah lembaga pendidikan pertama dan utama. Keluarga yanng sehat besar

artinya untuk pendidikan kecil, tetapi bersifat menentukan dalam ukuran besar yaitu pendidikan bangsa, negara dan dunia (Ridwan, 2008 : online). Adanya rasa aman dalam keluarga sangat penting dalam keberhasilan seseorang dalam belajar. Rasa aman itu membuat seseorang akan terdorong untuk belajar secara aktif, karena rasa aman merupakan salah satu kekuatan pendorong dari luar yang menambah motivasi untuk belajar. ii. formal Keadaan Sekolah Sekolah merupakan lembaga pendidikan pertama yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan belajar siswa, karena itu lingkungan sekolah yang baik dapat mendorong untuk belajar yang lebih giat. Keadaan sekolah ini meliputi cara penyajian pelajaran, hubungan guru dengan siswa, alat-alat pelajaran dan kurikulum. Hubungan antara guru dan siswa kurang baik akan mempengaruhi hasil-hasil belajarnya. iii. Lingkungan Masyarakat Di samping orang tua, lingkungan juga merupakan salah satu faktor yang tidak sedikit pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa dalm proses pelaksanaan pendidikan. Karena lingkungan alam sekitar sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan pribadi anak, sebab dalam kehidupan sehari-hari anak akan lebih banyak bergaul dengan lingkungan dimana anak itu berada. b. Faktor non sosial, yang meliputi keadaan dan letak gedung sekolah, keadaan dan letak rumah tempat

tinggal keluarga, alat-alat dan sumber belajar, keadaan cuaca dan waktu belajar yang digunakan siswa. Faktor-faktor tersebut dipandang turut menentukan tingkat keberhasilan belajar peserta didik di sekolah. c. Faktor pendekatan belajar (approach to learning), yakni jenis upaya belajar peserta didik yang meliputi strategi dan metode yang digunakan peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran (Muhibin Syah, 2008: 139).

BAB III PROSES PENELITIAN
Penelitian dilakukan dengan metode studi lapangan. Peneliti menyebar angket kepada responden sebanyak 15 orang. Responden yang terpilih adalah responden yang memenuhi syarat yaitu pelajar SMA Negeri 3 Surakarta kelas XI SBI dan mengikuti ekstrakulikuler. 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di SMA Negeri 3 Surakarta, khususnya kelas XI SBI 1, XI SBI 2, dan XI XBI 3 pada tanggal 2-12 Februari 2010. 3.2 Cara Pengambilan Data Pengambilan data dilakukan dengan menyebar angket sebanyak 5 buah disetiap kelasnya. 3.3 Cara Menganalisis Data Analisis data dilakukan dengan cara mengkaji hasil angket dan memilah apakah ekstrakulikuler dapat mempengaruhi prestasi belajar akademis maupun non akademis siswa XI SBI. Apa sajakah wawasan yang didapatkan ketika mengikuti sebuah ekstrakulikuler, dampak positif, dampak negatif, serta manfaat mengikuti ekstrakurikuler.

Dari analisis tersebut dapat disimpulkan apabila mengikuti ekstrakurikuler mempunyai dampak positif lebih banyak dibanding dampak negatifnya, maka dalam mengikuti ekstrakulikuler tersebut dapat menunjang prestasi belajar siswa baik akademis dan non akademis. Sebaliknya, jika dalam organisasi lebih banyak dampak negatifnya, maka mengikuti organisasi bukanlah pilihan yang tepat untuk menunjang prestasi belajar siswa.

BAB IV HASIL PENELITIAN
4.1 Hasil Angket Berdasarkan hasil angket dengan responden sebanyak 15 orang diperoleh data sebagai berikut : 1. 60% setuju bahwa organisasi atau ekstrakurikuler dapat meningkatkan prestasi belajar, 33.3% setuju bahwa terkadang ekstrakurikuler dapat meningkatkan prestasi belajar, dan 6.7 % tidak setuju bahwa ekstrakurikuler dapat meningkatkan prestasi belajar siswa XI SBI SMA 3 Surakarta. 2. 46,7 % membenarkan bahwa mengikuti ekstrakurikuler dapat mengurangi kegiatan belajar di rumah, 53, 3% tidak membenarkan bahwa mengikuti ekstrakurikuler dapat mengurangi kegiatan belajar dirumah. 3. 33,3% setuju bahwa mengikuti ekstrakurikuler dapat mengurangi jam belajar di sekolah, 66,7% tidak setuju bahwa kegiatan ekstrakurikuler dapat mengurangi jam belajar di sekolah. 4. 66.7% responden yang sangat aktif, aktif , dan kadang-kadang aktif pada ekstrakurikuler, menyatakan bahwa kegiatan belajar akademis

tidak terganggu meskipun mengikuti ekstrakurikuler.

BAB V PEMBAHASAN
Dari angket yang berisi pertanyaan umum baik pilihan ganda ataupun uraian, peneliti menguraikan dan menganalisis data sebagai berikut : 1. Sebagian besar responden setuju bahwa ekstrakurikuler dapat

meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya wawasan yang didapatkan siswa, antara lain : a. Wawasan berorganisasi meliputi wawasan kepemimpinan,

mengkoordinasi sebuah acara, tanggung jawab, kerjasama, berfikir prospek dalam menghadapi masalah nyata di lapangan, mengatur tata komunikasi di hadapan publik, dsb. b. Wawasan bersosialisasi meliputi wawasan untuk mengenal banyak teman, berbicara, dsb. c. Wawasan yang berhubungan dengan bidang ekstrakurikuler yang diikuti siswa meliputi meningkatkan bakat siswa dibidang akademik, dsb. Dapat disimpulkan bahwa mengikuti ekstrakurikuler yang diminati

siswa, dapat memacu siswa untuk menghargai dirinya sendiri, memahami eksistensi siswa diantara orang lain, serta untuk mendorong siswa untuk menghargai eksistensi orang lain. Dengan kata lain, kegiatan ekstrakurikuler bagi siswa XI SBI dapat membentuk karakter dan mengembangkan bakat serta minat siswa masing-masing. 2. Minoritas responden menyatakan bahwa kegiatan ekstrakurikuler dapat mengurangi jam belajar di rumah dikarenakan beberapa kegiatan ekstrakurikuler mempergunakan jam di luar sekolah yang seharusnnya dipergunakan siswa untuk belajar di rumah. Selain itu, Minoritas responden menyatakan bahwa kegiatan ekstrakurikuler dapat mengurangi jam belajar di sekolah karena kegiatan tersebut mengambil waktu pada kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Siswa memang mempunyai hak untuk mengikuti kegiatan ektrakurikuler di sekolah, tetapi bukan berarti mengesampingkan kegiatan belajar-mengajar yang menjadi rutinitas di sekolah. Dari data yang didapat, dapat disimpulkan bahwa kebanyakan responden sudah dapat mengatur waktu dengan baik agar kegiatan ektrakurikuler dan kegiatan belajar-mengajar di sekolah dapat berjalan tanpa adanya gangguan. Walaupun beberapa ekstrakurikuler masih mengambil jam kegiatan belajar-mengajar. 3. Dari pertanyaan uraian yang diberikan kepada responden, peneliti dapat menentukan dampak negatif dan positif dari kegiatan ekstrakurikuler terhadap prestasi belajar siswa. Antara lain: a. Dampak negatif Mengurangi jam belajar akademis baik dirumah maupun disekolah. Hal ini dapat menyebabkan turunnnya nilai akademis siswa di laporan akhir pembelajaran baik mid semester maupun semester.

b. Dampak positif Memberikan wawasan non akademik. Yang dapat membantu siswa dalam membentuk pribadi dan karakter, serta menemukan jati diri siswa. Sebagai sarana penyaluran bakat. Contoh : Seorang anak yang suka dengan musik dapat menyalurkan bakatnya pada ekstrakurikuler kesenian. Memberikan wawasan akademik. Contoh :

ekstrakurikuler SMEC memberikan wawasan tentang materi yang diajarkan pada proses belajar-mengajar disekolah. Membentuk karakter siswa. Menunjang prestasi belajar siswa.

Berdasarkan penelitian dengan tema “Pengaruh Ekstrakurikuler terhadap Prestasi Belajar Siswa XI SBI SMAN 3 Surakarta” diperoleh hasil bahwa Ekstrakurikuler berpengaruh penting terhadap pembentukan karakter siswa yang merupakan faktor eksternal dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Meskipun ada beberapa dampak negatif dari kegiatan ekstrakurikuler, tetapi dapat diminimalisir dengan pengaturan waktu yang tepat.

BAB VI PENUTUP
6.1 Kesimpulan Dari hasil penelitian yang peneliti lakukan, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Ekstrakurikuler merupakan faktor eksternal dalam meningkatkan prestasi belajar siswa . 2. Beberapa kegiatan ektrakurikuler mengambil waktu dari kegiatan belajar mengajar. Tetapi, sebagian siswa menyatakan bahwa mereka dapat membagi waktu. 3. Dampak negatif dari ekstrakurikuler terhadap prestasi belajar siswa antara lain :

-

Mengurangi waktu belajar siswa baik di rumah maupun disekolah

4. Dampak positif dari ekstrakurikuler terhadap prestasi belajar siswa antara lain : 6.2 Saran Dari kesimpulan yang didapat, peneliti memberikan saran sebagai berikut : 1. Sebaiknya sekolah mengatur jam kegiatan ekstrakurikuler agar tidak menyita atau menggunakan jam kegiatan belajar siswa di sekolah maupun di rumah . 2. Murid-murid seharusnya membagi antara waktu ekstrakurikuler dan kegiatan belajar dengan baik agar tidak ada yang terganggu. 3. Dalam rangka mengikuti kegiatan ekstrakurikuler diharapkan siswa memaksimalkan waktu dalam mengikuti kegiatan tersebut. Memberikan wawasan akademik maupun non akademik. Membentuk karakter siswa Mengembangkan bakat siswa Menunjang prestasi belajar siswa

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2008. ”Ekstrakurikuler”(online). Dari: http://sman1bergas.sch.id/index.php/kurikulum/ekstrakulikuler[5 Februari 2010]. Ridwan. 2008. ”Kegiatan Belajar dan Prestasi”(online). Dari:http://ridwan202.wordpress.com/2008/04/23/kegiatan-belajar-danprestasi [5 Februari 2010].

Syah, Muhibbin. 2008, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung:Remaja Rosdakarya.

LAMPIRAN
Peneliti menyertakan lampiran berupa angket penelitian sebanyak empat lembar.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->