P. 1
Aspek Hukum Pemberian Kredit Dengan Jaminan Deposito (Kredit Back to Back)

Aspek Hukum Pemberian Kredit Dengan Jaminan Deposito (Kredit Back to Back)

4.87

|Views: 29,581|Likes:
Tesis Magister Kenotariatan Fakultas Hukum UGM Yogyakarta an. Raimond Flora Lamandasa, NRM 18884/PS/MKN/06 yang dipertahankan dalam ujian tesis tanggal 28 Maret 2008.
Tesis Magister Kenotariatan Fakultas Hukum UGM Yogyakarta an. Raimond Flora Lamandasa, NRM 18884/PS/MKN/06 yang dipertahankan dalam ujian tesis tanggal 28 Maret 2008.

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Raimond Flora Lamandasa, S.H., M.Kn. on May 07, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/05/2014

pdf

text

original

Pengertian deposito disebut dalam pasal 1 angka (7) UU Perbankan. Pasal

tersebut menyatakan bahwa “Deposito adalah simpanan yang penarikannya hanya

dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan

dengan bank”

Berdasarkan pasal tersebut, deposito dikategorikan sebagai bentuk simpanan

dana oleh nasabah penyimpan (deposan) kepada pihak bank, dimana berdasarkan

54

perjanjian antara keduanya, dana itu dapat ditarik kembali oleh nasabah setelah

jangka waktu tertentu.

Kata perjanjian yang terdapat pada pasal 1 angka (7) UU Perbankan tersebut

menunjukan bahwa simpanan deposito yang lahir dari perjanjian yang dibuat

antara pihak bank dengan nasabah, tidak terikat bentuknya, tetapi diberikan

kesempatan kepada para pihak untuk menentukan syarat-syaratnya. Asas ini

sengaja demikian untuk memberikan ruang gerak kepada bank dan nasabah dalam

menentukan syarat-syarat deposito yang akan dibuat diantara mereka.

Anwari (1979 : 12) memberikan pengertian bahwa “deposito adalah nama

yang diberikan pada simpanan deposan di bank yang lasim diletakkan pada

persyaratan jangka waktu penyimpanan”.

Referensi dari sarjana lain, seperti Karim (2004 : 411), juga mengemukakan

pendapat bahwa : “uang yang dititipkan pada bank oleh pribadi maupun lembaga

usaha tertentu untuk disimpan dan kemudian ditarik kembali saat dibutuhkan atau

berdasarkan syarat yang telah disepakati bersama, yang dapat dimintai atau

dibutuhkan disebut deposito”.

Berdasarkan uraian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa deposito adalah

simpanan uang ke bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu

tertentu menurut perjanjian yang telah disepakati yang dibuat secara tertulis oleh

dan antara pihak bank dengan nasabah penyimpan dana (deposan).

55

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->