P. 1
Sejarah gereja

Sejarah gereja

|Views: 953|Likes:
Published by Senyra_Fransis_6017

More info:

Published by: Senyra_Fransis_6017 on Mar 28, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/18/2013

pdf

text

original

Sejarah gereja

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari Artikel ini membutuhkan lebih banyak catatan kaki untuk pemastian.
Silakan bantu memperbaiki artikel ini dengan menambahkan catatan kaki.

Sejarah gereja Kristen sepanjang dua ribu tahun mulai dari negara Israel hingga ke Eropa, Amerika, dan Indonesia sangat menarik untuk dicermati. Sejarah gereja dipengaruhi oleh tokoh-tokoh gereja yang tidak terbilang banyaknya, dan juga menimbulkan kejadian-kejadian yang mengubah alur sejarah dunia. Tanggal-tanggal terpenting dalam sejarah gereja dan kekristenan dapat dilihat pada sub bagian artikel ini.

Daftar isi
[sembunyikan]
• • • • • • • • • • • •

1 Kehidupan Yesus 2 Gereja mula-mula 3 Gereja di bawah Kekaisaran Romawi 4 Gereja pada Abad Pertengahan 5 Gereja pada awal mula Eropa 6 Reformasi Protestan di Eropa 7 Gereja pada Abad Penjelajahan dan Abad Penerangan 8 Gereja Modern 9 Gereja di Indonesia 10 Lihat pula 11 Referensi 12 Pranala luar

[sunting] Kehidupan Yesus
"Penyaliban Kristus", karya Diego Velázquez. Kelahiran, pelayanan, kematian, kebangkitan, dan kenaikan Yesus ke surga adalah inti dari kepercayaan Kristen. Artikel utama untuk bagian ini adalah: Yesus Lihat pula: Pelayanan Yesus, Kronologi Yesus, dan Pengakuan Iman Rasuli Periode ini dimulai sejak kelahiran Yesus hingga kematian dan kebangkitan Yesus, kurang lebih dari 4 SM hingga 33 M.

Yesus dilahirkan sekitar tahun 4 SM dan menjadi dewasa di Nazareth, Galilea; setelah ia berumur tiga puluh tahun, dimulailah pelayanan Yesus selama tiga tahun termasuk merekrut keduabelas rasul, melakukan mujizat, mengusir setan, menyembuhkan orang sakit, dan membangkitkan orang mati; Yesus dihukum dengan cara disalib oleh karena hasutan pemimpin-pemimpin agama yang tidak suka dengan ajaran Yesus yang dianggap bertentangan dengan ajaran mereka. Ia disalibkan di Bukit Golgota, Yerusalem sekitar tahun 29-33 oleh perintah Gubernur Propinsi Iudaea Romawi, Pontius Pilatus dan setelah disalibkan, Yesus mati dan dikuburkan di gua batu. Umat Kristiani percaya bahwa Yesus bangkit dari mati pada hari ketiga setelah kematiannya dan menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saksi mata. Sepuluh hari kemudian Ia naik ke surga dengan disaksikan orang banyak. Umat Kristiani juga percaya bahwa para imam Yahudi yang ketakutan menyogok para penjaga kubur untuk menyebarkan kabar bohong bahwa Yesus tidak bangkit melainkan mayatnya dicuri oleh para muridnya. Kelima hal ini (lahir, pelayanan, mati, bangkit, naik ke surga) adalah intisari kekristenan. Informasi utama tentang kehidupan Yesus berasal dari keempat Injil dan tulisan-tulisan Paulus serta murid-murid Yesus yang lain yang secara kolektif disebut buku Perjanjian Baru.

[sunting] Gereja mula-mula
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sejarah gereja mula-mula Periode ini dimulai sejak dimulainya pelayanan rasul Petrus, Paulus dan lain-lainnya dalam memberitakan kisah Yesus hingga bertobatnya Kaisar Konstantinus I, kurang lebih tahun 33 hingga 325. Pada periode ini gereja dan orang-orang Kristen mengalami penganiayaan, terutama penganiayaan fisik, namun bapak-bapak gereja mulai menulis tulisan-tulisan Kristen yang pertama dan ajaran-ajaran yang menyeleweng yang bermunculan diatasi.

Kode warna
Ku Ger Ger Ger Ger Kek eja eja eja eja nci Kat Orto Ang Prot riste nan/ : olik doks lika esta gere
n n ja seca ra umu m

Ta To Te De hu ko mp skr n h at ips i sin gk

at Kebakaran hebat terjadi di Roma. Kaisar Nero menyalahkan orang Kristen dan menimbulkan penganiayaan Lihat pula: Penganiayaan terhadap orang Kristen

64

Kaisar Nero

Roma

70

Titus Flavius Vespasianus

Kaisar Titus menghancurkan Yerusalem dan Bait Allah. Yerusalem Perpecahan antara kekristenan dan penganut agama Yahudi (Judaisme) Lihat pula: Pemberontakan Yahudi Yustinus Martir menulis Liber Apologeticus - "Apologi Pertama" yang membantu memajukan usaha kekristenan untuk menjawab filsafatfilsafat lainnya Lihat pula: Penulis Kristen

150

Yustinus Martir

Yudea

156 Polikarpus Smyrna Uskup Polikarpus yang berusia 86 tahun menjadi martir yang menjadikan orang Kristen semakin berdiri teguh di bawah penganiayaan Lihat pula: Martir Kristen Ireneus menjadi Uskup Lyons dan Lyons memerangi ajaran-ajaran sesat yang merundung gereja Lihat pula: Gnostik Tertulianus mulai menulis tulisantulisannya

177

Ireneus

196 Tertulianus Kartago

yang menjadikannya digelari "Bapak Teologi Latin" Lihat pula: Tritunggal Origenes dari Afrika Utara yang sangat Alexandria bertalenta memulai tulisannya yang berpengaruh. Ia mengepalai sekolah katekisasi di Alexandria Siprianus, uskup dari Kartago menerbitkan hasil karyanya yang penting tentang "Persatuan di Dalam Gereja." Ia menjadi martir pada tahun 258 Antonius memberikan harta bendanya dan mulai hidup sebagai pertapa, suatu peristiwa kunci yang melatarbelakangi kerahiban Lihat pula: Ordo kerahiban

205

Origenes

251 Siprianus Kartago

270 Antonius Mesir

[sunting] Gereja di bawah Kekaisaran Romawi
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sejarah gereja pada era Romawi Periode ini dimulai sejak pertobatan Kaisar Konstantinus I dan menjadikan Kristen sebagai agama resmi Romawi, hingga dimulainya Abad Pertengahan, yaitu ketika Kaisar Romawi terakhir, Romulus Agustus dijatuhkan, kira-kira tahun 313 hingga 476. Pada periode ini Kepausan mulai berkembang, orang-orang Kristen tidak dianiaya sekejam dulu lagi, agama dan politik mulai bercampur jadi satu, dan Alkitab bahasa Latin yang memuat Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dikanonisasi.

Kode warna
Kunci: Gereja Katolik Gereja Ortodoks Gereja Anglikan Gereja Protestan Kekristenan/gereja secara umum Tahun Tokoh Tempat Deskripsi singkat 312 Konstantinus Roma Kaisar I Konstantinus I menjadi Kristen setelah mendapat penglihatan salib dan menjadi pembela dan pelindung kaum Kristen yang tertindas 32 Ko Nic Ko 5 nst ea nsil anti i nus Nic I ea I me nja wa b per tan yaa nper tan yaa n dal am deb at dan me ru mu ska n do

ktri n yan g me njel ask an tent ang sia pa Ye sus ses un gg uh nya 36 At Ale At 7 han ksa han asi ndr asi us ia us me nul is "Su rat Pas kah " yan g me nga kui Ka no n Per janj ian Bar u yan g

me neg ask an bu ku yan g sa ma yan g saa t ini dig una kan 38 A Mil Us 5 mb an ku ros p ius A mb ros ius me mb ant ah Per mai sur i Kai sar Th eod osi us di Mil an. Ger eja aka n

me mb ant ah neg ara jika dib utu hka n unt uk mel ind un gi ajar an Kri ste n dan mel aw an seg ala tin dak an jah at 38 Ag Mil Ag 7 usti an usti nus nus Hi me pp nja o di ora ng Kri ste n. Tul isa

nn ya me nja di lan das an Ab ad Per ten gah an. Bu ku Pe nga kua n (C onf essi on um ) dan Ko ta All ah (De Civ itat e Dei ) ma sih ban yak dib aca saa t ini

39 Yo Ko Yo 8 han nst han es anties Kri no Kri sos pel sos to to mu mu s s, si pen det a "be rlid ah em as", me nja di usk up Ko nst anti no pel dan me mi mp in ger eja di dal am ber bag ai ko ntr ove rsi 40 Eu Ro Hie 5 seb ma ron

ius Hie ron im us

im us me nye les aik an kar yan ya Al kita b Vu lgat a yan g me nja di sta nda r unt uk seri bu tah un ke dep an

43 Pat Irla Pat 2 ric ndi ric k a k me njal ani mis i ke Irla ndi a─ set ela

h dib aw a ke san a pad a saa t mu dan ya me nja di bu dak . Ia ke mb ali dan me mi mp in ora ng Irla ndi a dal am ju mla h bes ar me nja di Kri ste n

451

Paus Leo I

Khalsedon

Konsili Khalsedon menegaskan ajaran ortodoks bahwa Yesus adalah Allah dan manusia dan keduanya adalah satu Orang

[sunting] Gereja pada Abad Pertengahan
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sejarah gereja pada Abad Pertengahan Periode ini dimulai sejak berakhirnya kekuasaan Kaisar Romawi Barat hingga dimahkotainya Charlemagne menjadi Kaisar Eropa Barat, kira-kira tahun 476 hingga hari Natal tahun 800. Pada periode ini gereja, terutama Kepausan, mengalami kemunduran moral. Para Paus dipaksa untuk terlibat lebih dalam lagi dalam politik, yang seringkali kotor, dan harus mengimbangi keinginan Kekaisaran Romawi Timur dan pemerintahan bangsa barbar di Barat. Meskipun kebanyakan orang Kristen pada periode ini bermukim di Asia Minor, namun penyebaran Injil terus dilakukan ke berbagai pelosok Eropa yang akan mempengaruhi sejarah Abad Pertengahan.

Kode warna
Kunci: Gereja Katolik Gereja Ortodoks Gereja Anglikan Gereja Protestan Kekristenan/gereja secara umum Tahun Tokoh Tempat Deskripsi singkat 529 Benediktus Monte Benedict dari Cassino Nursia mendirikan ordo kerahiban ─ "pemerintahannya" menjadi yang paling berpengaruh selama berabadabad ke depan 56 Ko Sk Col 3 lu otlaum mb ndi ba a a me njal ani mis i ke Sk otla ndi a Ia me ndi rik an pus

at mis i ker ahi ban yan g mel ege nda di Ion a 59 Pa Ro Pa 0 us ma us Gre Gre gor gor ius ius I I dig elar i "Y ang Ag un g." Ke pe mi mp ina nn ya sec ara nya ta me maj uka n per ke mb

ang an kep aus an 66 Sin Ing Sin 4 ode gri ode Wh s Wh itb itb y y me nen tuk an bah wa ger eja Ing gri s aka n me nja di di ba wa h oto rita s ger eja Ro ma 71 Bo Jer Bo 6 nif ma nif aku nia aku s s, "ra sul unt uk

Jer ma n", per gi me nja di mis ion aris dan me mb aw a Inji l ke dae rah dae rah kaf ir (pa gan ) 76 Be Ing Ve 3 da gri ner s abil is Be da me nye les aik an kar yan ya yan g teli ti

dan pen tin g "Se jara h Ger eja wi Ba ngs a Ing gri s" (Hi sto ria Ec cle sia stic a Ge nti s An glo ru m) 732 Charles Martel Tours Charles Martel menghentikan penyerbuan Muslim yang mengancam Eropa

[sunting] Gereja pada awal mula Eropa
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sejarah gereja di Eropa Periode ini dimulai sejak penahbisan Karel Agung sebagai Kaisar Eropa Barat hingga kejatuhan Kekaisaran Romawi Timur dengan direbutnya Konstantinopel oleh bangsa Turki (1453) dan Reformasi Protestan, kira-kira tahun 800 hingga 1500. Pada mulanya, hampir seluruh Eropa Barat di bawah kekuasaan Kaisar Kristen, Karel Agung. Misionaris-misionaris mulai dikirim ke Eropa Timur dan Rusia, biarawan-biarawan mulai membuat perubahan dari dasar setelah melihat keadaan gereja yang memburuk, dan Perang Salib dengan bangsa Asia dimulai, namun universitas mulai dibuka sehingga tidak

hanya para rahib namun rakyat biasa juga dapat membaca dan menulis. Selain itu terjadi perpisahan antara gereja Katolik Barat di Eropa Barat dan gereja Ortodoks Timur di Asia Kecil.

Kode warna
Kunci: Gereja Katolik Gereja Ortodoks Gereja Anglikan Gereja Protestan Kekristenan/gereja secara umum Tahun Tokoh Tempat Deskripsi singkat 800 Karel Aachen Charles Agung yang Agung diangkat menjadi Kaisar oleh Paus pada hari Natal. Ia memajukan gereja, pendidikan, dan kebudayaan Eropa 86 Siri Sla Siri 3 l via l dan dan Me Me tod tod ius ius, dua ora ng Yu nan i ber sau dar a, me ngi njil i ora ng Sla

v. Siri l me nge mb ang kan aks ara Siri lik, das ar bah asa Sla vik yan g ma sih dip aka i di ger eja Ru sia 90 WilAq Di 9 lia uitaClu m ine ny yan did g irik Sal an eh seb uah bia ra, pus at ref or ma si. Pa

da per ten gah an aba d ke12, ter dap at lebi h dar i seri bu ru ma h di ba wa h asu han bia ra Clu ny 98 Vla Kie Pa 8 di v nge mir ran I Vla di mir dar i Kie v me nja di Kri ste

n─ ia me nca ri aga ma aga ma di du nia dan me mil ih Ort od oks i unt uk me nya tuk an dan me mb im bin g rak yat Ru sia 10 Pa Eur Set 54 us asi ela Le a h o ber IX aba daba d ger

eja Ti mu r dan Bar at me rup aka n ger eja tun gga l, akh irn ya per pis aha n ters ebu t terj adi yan g ber lan gsu ng hin gga har i ini 10 An Ca An 93 sel nte sel mu rbu mu s ry s me nja di

Us ku p Ag un g Ca nte rbu ry. Se ora ng rah ib yan g tek un dan teol ogi an yan g han dal, ia me nye lidi ki "M eng apa All ah Me nja di Ma nus ia" (C ur De

us Ho mo ) 10 Pa Cle Pa 95 us rm us Ur ont Ur ban ban us us II II me nye ruk an De us Vul t! "Al lah me ng hen dak iny a!" dan den gan itu me mu lai Per ang Sal ib yan g me nga kib atk an ban yak

pep era nga n yan g tra gis 11 Ber Cla Ber 15 nar irv nar dus aux dus me ndi rik an bia ra di Cla irv aux . Ia dan bia ra ters ebu t me nja di pus at spi ritu al dan pen gar uh pol itik yan g bes ar

11 Pet Par Un 50 rus is ive Ab rsit elar as dus Par is dan Un ive rsit as Ox for d did irik an dan me nja di ink uba tor Ab ad Pe nce rah an dan ref or ma si Pro test an dan me nja di mo del pol a

pen did ika n mo der n 11 Pet Per Pet 73 er anc er Wa is Wa ldo ldo me ndi rik an ger aka n Wa lde nis me/ Wa lde nsi an/ Ka um Wa lde n, ger aka n ref or ma si seb elu m era Ma rtin Lut her

yan g me mb eri pen eka nan pad a ke mis kin an, kh otb ah, dan Al kita b. Me rek a akh irn ya dit ud uh seb aga i pen gan ut ajar an ses at ole h ger eja pad a

saa t itu 12 Fra As Fra 06 nsi sisi nsi sku sku s s Ber dar nar i do As ne sisi me nin gga lka n seg ala kek aya an du nia dan me mi mp in sek elo mp ok rah ib mis kin me nga jar kan car a hid up sed erh

ana 12 Pa Ro Ko 15 us ma nsil Inn i oce Lat nti era us n III Ke em pat me nge nai ajar an ses at, me neg uh kan do ktri n Kat oli k Ro ma dan me ng uat kan oto rita s Pa us 12 Th Col Th 73 om og om as ne as Aq Aq uin uin as as

me nye les aik an kar yan ya Su m ma Th eol ogi ca (Ri ng kas an Te olo gi), ma hak ary a teol ogi s pad a Ab ad Per ten gah an 13 Da Ital Da 21 nte ia nte Ali me ghi nye eri les aik an Di vin

a Co m me dia (K om edi Ila hi), kar ya lite rat ur Kri ste n ter bes ar pad a Ab ad Per ten gah an 13 Kat Ro Kat 78 ari ma ari na na Sie dar na i Sie na per gi ke Ro ma unt uk me mb ant

u pro ses pen ye mb uha n aki bat Pe mis aha n Ke pau san . Se bag ian kar ena pen gar uh nya ma ka kep aus an ke mb ali ke Ro ma dar i Av ign on 13 Joh Ing Joh 87 n gri n Wy s Wy

clif fe

clif fe dia sin gka n dar i Ox for d dan me nge pal ai pen erje ma han Al kita b bah asa Ing gri s. Ia akh irn ya dis ebu t seb aga i "Bi nta ng Faj ar Ref or ma

si" 14 Jan Ko Jan 15 Hu nst Hu s anz s dih uk um dan dib aka r pad a tian g pan can g ole h Ko nsil i Ko nst anz 14 Joh Str Joh 56 ann asb ann Gu urg Gu ten ten ber ber g g me mb uat Al kita b cet ak unt uk per tam a

kali nya , dan per cet aka nn ya me nja di kat alis di era yan g bar u unt uk me mil ahmil ah ide, inf or ma si, dan teol ogi bar u 14 Fer Sp Ink 78 din any uisi and ol si II Sp any ol did irik an

di ba wa h Fer din and dan Isa bell a unt uk mel aw an pen yeb ara n ajar an ses at 14 Gir Flo Gir 98 ola ren ola mo ce mo Sa Sa vo vo nar nar ola ola seo ran g ref or mat or ber api api Or do Do mi

nik an dar i Flo ren ce, dih uk um mat i 1512 Michelangelo Buonarroti Vatikan Michelangelo Buonarroti menyelesaikan mahakaryanya yaitu langit-langit Kapel Sistine di kota suci Vatikan

[sunting] Reformasi Protestan di Eropa
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sejarah gereja setelah Reformasi Gereja Periode ini diwarnai oleh tokoh-tokoh yang membawa pembaruan dalam gereja Katolik Roma, kira-kira tahun 1517 hingga 1600. Tokoh-tokoh Reformasi seperti Martin Luther, Yohanes Calvin, John Knox, pada akhirnya mengakhiri dominasi para uskup dan biarawan dalam mempelajari Alkitab. Reformasi Protestan menyebabkan KontraReformasi dan reformasi lainnya di Eropa Barat, sementara penemuan benua Amerika menyebabkan kaum Protestan yang dianiaya di Eropa, terutama Inggris, melarikan diri ke Amerika dan memulai negara baru yang berlandaskan kekristenan. Dalam waktu seratus tahun, terjadi lebih banyak peristiwa-peristiwa penting dari abad-abad sebelumnya, dan seluruh Eropa Barat terancam perang saudara. Di Inggris, Perancis, Spanyol, Swiss, Skotlandia, pertentangan antara bangsawan dan penguasa Kristen dan Katolik menyebabkan pertumpahan darah.

Kode warna
Kunci: Gereja Katolik Gereja Ortodoks Gereja Anglikan Gereja Protestan Kekristenan/gereja secara umum Tahun Tokoh Tempat Deskripsi singkat 1517 Martin Wittenberg Martin Luther Luther memakukan 95 dalil Luther, sebuah undangan sederhana untuk debat cendekiawan

yang secara tidak sengaja menjadi sebuah "engsel sejarah" 15 Ulr Sw Ulr 23 ich iss ich Zw Zw ing ing li li, seb aya Lut her , me mi mp in Ref or ma si Sw iss dar i tem pat ia me nja di pas tor di Zür ich 15 tidaEro Ger 25 k pa aka ada n An aba ptis

di mu lai. "R efo rm asi rad ikal " ini ber sik era s aka n ada nya bap tisa n ora ng per cay a dan pe mis aha n ger eja dan neg ara 15 He Ing He 34 nry gri nry VII s VII I I me nge lua rka n

Ak si Su pre ma si yan g me nga ng kat raja Ing gri s, bu kan Pa us, me nja di kep ala ger eja Ing gri s 15 Yo Jen Yo 36 han ew han es a es Cal Cal vin vin me ner bit kan Ch rist ian ae Rel igi oni

s Ins titu tio (In stit usi Ag am a Kri ste n), has il kar ya teol ogi s ter bes ar dal am Ref or ma si 15 Ign Lo Or 40 atiuyol do s a Ser Lo ikat yol Ye a sus (Ye suit ) dis etuj ui ole h Vat ika n.

Pe ndi rin ya ada lah Ign atiu s Lo yol a. Me rek a me mb eri kan pel aya nan me rek a sep enu hn ya ke tan gan Pa us 15 Pa Tre Ko 45 us nte nsil Pa i ulu Tre s nte III dib uka ole h Ger eja Kat

oli k unt uk me nja wa b ma sal ahma sal ah dan me nye dia kan sar ana unt uk Ref or ma si Kat oli k 15 Th Ing Cra 34 om gri nm as s er Cra me nm nul er is Bu ku Do a U mu m unt uk ger

eja Ing gri s 15 Joh Sk Joh 59 n otlan Kn ndi Kn ox a ox ke mb ali ke Sk otla ndi a unt uk me mi mp in ref or ma si di san a, set ela h ma sa pen gas ing ann ya di Jen ew a tem pat Cal

vin ber ada 15 Ka Per Pe 72 um anc mb Hu is ant gue aia not n Har i Sa nto Bar tol om eus me nja di sak si pe mb ant aia n pul uha n rib u kau m Pro test an Hu gue not di Per anc is 16 Joh A Joh 08 n mst n

Sm erd Sm yth am yth , pen det a An gli kan yan g me nja di Se par atis , me mb apti s jem aat "B apti s" yan g per tam a 16 Raj Ing Pe 11 a gri ner Ja s bita me n s Al kita b Ver si Raj a Ja me s

per tam a yan g dis usu n ole h 54 ahli sel am a em pat tah un 16 Ka Ma Par 20 um ssa a Se chu Pez par ssetiara atis s h me nan dat ang ani Per janj ian Ma yfl ow er dan me nde dik asi kan diri me rek a

unt uk keb aik an ber sa ma, me nju nju ng soli dar itas kel om po k, dan me mb ela rek ons ilia si Kri ste n 16 Jan Pol Jan 28 Ko and Ko me ia me niu niu s s dia sin gka n dar i tan ah kel ahi ran

nya dan me nge mb ara sep anj ang hid up nya , me nye bar kan ajar an ref or ma si dan me mo ho n rek ons ilia si Kri ste n 16 Oli We Pe 28 ver stm nga Cr inst kua om er n wel We l stm inst er dis usu n

di Ru ang Yer usa lem di dal am We stm inst er Ab bey 16 Ge Ing Ge 48 org gri org e s e Fo Fo x x me ndi rik an Per ku mp ula n Ag am a Sa hab at, yan g seri ng dik ena l den gan na ma

Qu ack er ata u "K au m Qu ake r." Me rek a ber usa ha unt uk hid up sed erh ana , me nen tan g pep era nga n, dan me nja uhi iba dah for mal

[sunting] Gereja pada Abad Penjelajahan dan Abad Penerangan

Sejak abad ke-17, penjelajah-penjelajah dari Eropa menjelajahi seluruh dunia dan pada saat yang bersamaan membawa iman mereka ke seluruh dunia. Terkadang penduduk asli yang mereka datangi dipaksa menerima iman mereka di bawah ancaman senapan, namun mayoritas pertobatan yang terjadi di luar Eropa adalah berkat jasa-jasa para misionaris tak bernama baik Kristen maupun Katolik, yang tinggal dan mengajar masyarakat setempat.

Kode warna
Kunci: Gereja Katolik Gereja Ortodoks Gereja Anglikan Gereja Protestan Kekristenan/gereja secara umum Tahun Tokoh Tempat Deskripsi singkat 1662 Rembrandt Belanda Rembrandt menyelesaikan lukisan Kembalinya Anak yang Hilang 16 Phi Fra Phi 75 lip nkf lip Jac urt Jac ob ob Sp Sp ene ene r r me ner bit kan Pia De sid eri a 16 Joh Ing Joh 78 n gri n Bu s Bu nya nya n n me ner bit kan Th e Pil

gri m' s Pr ogr ess 16 Joh Jer Ba 85 ann ma ch Se n dan bas Ha tian nde Ba l ch dila dan hir Ge kan org e Fre der ic Ha nde l 17 Isa Ing Isa 07 ac gri ac Wa s Wa tts tts me ner bit kan Hy mn s an d Sp rit ual So ng s 17 di Mo Ke 27 mu rav bak

lai ia ole h Jan A mo s Co me niu s

tian Ke ban gu nan Ro han i di Her rnh ut me nga wal i Ser ika t Per sau da raa n Mo rav ia

17 Jon No Jon 35 ath rth ath an am an Ed pto Ed warn, war ds Ma ds ssa me chu nga sett dak s an Ke ba ng un an Bes ar 17 Joh Ing Joh 38 n gri n

We s sle y

We sle y ber tob at

17 Ro Ing Ro 80 ber gri ber t s t Rai Rai kes kes me mu lai Se kol ah Mi ng gu 17 WilInd Wil 93 lia ia lia m m Car Car ey ey ber lay ar me nuj u Ind ia 18 WilIng Par 07 lia gri lem m s en Wil Ing ber gri for s ce, me Eli nga zab dak eth an Fry pe

, Ge org e Mu elle r, Th om as Bu xto n, Joh n Ve nn, dll

mu ng uta n sua ra unt uk me ng hap usk an per dag ang an bu dak

18 Th [[{ Ay 11 om {{t ah as em dan dan pat ana Ale }}} k xan ]] Ca der mp Ca bell mp me bell nga wal i Ger aka n M uri dmu rid Kri stu s 18 Ad Ind Ad 12 oni ia oni ra ra

m dan An n Jud son

m dan An n Jud son ber lay ar me nuj u Ind ia

18 Ric Afr Ric 16 har ika har d d All All en en me ndi rik an Ge rej a Ep isk op al Me tho dis Afr ika 18 Eli [[]] Eli 17 zab zab eth eth Fry Fry me nga wal i pel aya

nan bag i nar api dan a per em pua n di pen jara 18 Ch [[]] Ch 30 arle arle s s G. G. Fin Fin ney ney me mu lai Ke ba ng un an Ro ha ni Per kot aa n ±1 Joh Ply Joh 83 n mo n 0 Nel uth Nel son son Dar Dar by by me mb ant u

me nga wal i Ser ika t Per sau da raa n Ply mo uth 18 Joh [[]] Kh 33 n otb Ke ah ble Joh n Ke ble tent ang "M urt ad Na sio nal " me mic u Ge ra ka n Ox for d 18 Hu Tio Hu 54 dso ng dso n ko n Ta k Ta

ylo r

ylo r Tib a di Ko ta Ter lara ng

18 Sor De Sor 54 en nm en Kie ark Kie rke rke gaa gaa rd rd me ner bit kan ser ang an ter had ap kek rist ena n 18 Ch Lo 54 arlend s on Sp urg eon Ch arle s Ha dd on Sp urg eon me nja di ima m di Lo

nd on 18 Dw Bo 55 igh sto t n Mo od y Per tob ata n Dw igh t L. Mo od y

18 Da Ing Da 57 vid gri vid Liv s Liv ing ing sto sto ne ne me ner bit kan Per jal an an Pe ngi njil an 18 WilLo 65 lia nd m on Bo oth Wil lia m Bo oth me ndi rik an Bal a Ke sel am

ata n 18 Pa Vat Pa 70 us ika us Piu n Piu s s IX IX me mp rok lam asi kan Do ktr in Inf ali bili tas Pa us Lih at pul a: Ko nsil i Vat ika nI 18 86 A Ge me ra rik ka a n Ser Rel ikataw an Ma has isw a di mu

lai. Lih at pul a: Fe der asi Ma has isw a Kri ste n seDu nia 19 06 Lo Ke s ban An gu gel nan es Ro han i Az usa Str eet Me mu ncu lka n Ge ra ka n Pe nta kos tali sm e Lo Pe

19

1019 15

s ner An bita gel n es bu ku Th e Fu nd am ent als me mu ncu lka n Ge ra ka n Fu nd am ent alis

19 Kar[[]] Taf 19 l sira Bat n h Sur at Ro ma ole h Kar l Bat h dite rbit kan 19 21 [[]] Ra dio Kri

ste n per tam a me ng uda ra 19 Ca [[]] Ca 34 me me ron ron To To wn wn sen sen d d me mu lai Ins titu t Lin gui stik Mu sim Pa nas 19 Die Jer Die 45 tric ma tric h n h Bo Bo nh nh oef oef fer fer die kse kus i Na zi 19 48 [[]] De wa

n Ge rej ager eja seDu nia ter ben tuk 19 Bil Lo Ka 49 ly s mp GraAn any ha gel e m es Lo s An gel es Bil ly Gra ha m 19 60 [[]] Ber aw aln ya Pe mb aru an Ka ris ma tik Mo der n [[]] Ko nsi li

19 62

Va tik an II di mu lai 19 Ma A Ma 63 rtin me rtin Lut rik Lut her a her Ki Ser Ki ng, ikatng, Jr. Jr., Me mi mp in Pa wai ke Wa shi ngt on 19 6619 76 RR Ger T eja Tio ng ko k ber tu mb uh tan pa ter usi k Re vol usi Ke bu

day aan

Martin Luther
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

M ar tin Lu th er
Luth er di tahun 1529 oleh Luca s Cran ach

La 10 hir No ve mb er 148 3

Eisl ebe n, Kek aisa ran Ro ma wi Suc i Me 18 nin Feb gga ruar l i 154 6 (um ur 6 2) Eisl ebe n, Kek aisa ran Ro ma wi Suc i Pek The erj olo aan g, pen deta Ke Lut yak her ina an

n (seb aga eu ma mn ya Kat olik Ro ma) Sua Kat mi/ hari Istr na i von Bor a Anak Kerabat Hans Luther dan Margarethe Luther (née Lindemann) Ta nda tan gan Hans, Elizabeth, Magdalena, Martin, Paul, Margarethe

Martin Luther (lahir di Eisleben, Kekaisaran Romawi Suci, 10 November 1483 – meninggal di Eisleben, Kekaisaran Romawi Suci, 18 Februari 1546 pada umur 62 tahun) adalah seorang pastur Jerman dan ahli teologi Kristen dan pendiri Gereja Lutheran, gereja Protestan, pecahan dari Katolik Roma. Dia merupakan tokoh terkemuka bagi Reformasi. Ajaran-ajarannya tidak hanya mengilhami gerakan Reformasi, namun juga mempengaruhi doktrin, dan budaya Lutheran serta tradisi Protestan. Seruan Luther kepada Gereja agar kembali kepada ajaran-ajaran Alkitab telah melahirkan tradisi baru dalam agama Kristen. Gerakan pembaruannya mengakibatkan perubahan radikal juga di lingkungan Gereja Katolik Roma dalam bentuk Reformasi Katolik. Sumbangansumbangan Luther terhadap peradaban Barat jauh melampaui kehidupan Gereja Kristen. Terjemahan Alkitabnya telah ikut mengembangkan versi standar bahasa Jerman dan menambahkan sejumlah prinsip dalam seni penerjemahan. Nyanyian rohani yang

diciptakannya mengilhami perkembangan nyanyian jemaat dalam Gereja Kristen. Pernikahannya pada 13 Juni 1525 dengan Katharina von Bora menimbulkan gerakan pernikahan pendeta di kalangan banyak tradisi Kristen.

D
[se mb un yik an]

1

2

3

4

5

6

7

8

9

1

1

o

11.1

o

11.2

[sunting] Masa kecil Luther
"Rumah Luther", asrama tempat tinggal Luther dari usia 14-17 tahun ketika belajar di sekolah swasta di Eisenach. Martin Luther (10 November 1483 - 18 Februari 1546) dilahirkan dari ayahnya Hans (aslinya Hans Luder) dan Margarette Lindemann, di Eisleben, Jerman, dan dibaptiskan pada hari raya St. Martin dari Tours. Karena itu ia diberi nama Martin. Ayahnya memiliki tambang tembaga di Mansfeld yang tidak jauh dari rumahnya. Karena berhasil berkembang dari kalangan buruh tani, ayahnya bertekad bahwa anaknya harus menjadi pegawai negeri dan memberikan kehormatan kepada keluarganya. Dengan harapan itulah Hans mengirimkan Martin yang masih kecil untuk belajar di Mansfeld, Magdeburg dan Eisenach. Pada usia 17 tahun, di tahun 1501, Luther masuk ke Universitas Erfurt. Mahasiswa yang muda ini mendapatkan gelar sarjananya pada 1502, dan gelar magisternya pada 1505. Mengikuti harapan ayahnya, Luther mendaftarkan diri di sekolah hukum di universitas itu. Semuanya itu berubah ketika pada suatu hari di musim panas tahun 1505, saat terjadi serangan badai. Petir menyambar di dekatnya ketika ia sedang berjalan pulang dari sekolah. Dalam ketakutan, ia berseru, "Tolonglah, Santa Ana! Saya akan menjadi biarawan!" Seruan ini dikarenakan kepercayaan saat itu akan santa dan santo.Karena nyawanya selamat, Luther meninggalkan sekolah hukumnya dan masuk ke biara Augustinian di Erfurt. Bisa dibayangkan betapa marah ayahnya kepada Martin, karena ayahnya menginginkan ia menyelesaikan studi hukumnya.

[sunting] Pergumulan Luther untuk mendapatkan kedamaian bersama Allah

Biarawan muda Martin Luther sepenuhnya mengabdikan dirinya pada kehidupan biara, berusaha melakukan segala perbuatan baik untuk menyenangkan Allah dan melayani orang lain melalui doa-doa untuk jiwa-jiwa mereka. Ia mengabdikan diri dengan puasa, menyiksa diri, berdoa selama berjam-jam, melakukan ziarah, dan terus-menerus melakukan pengakuan dosa. Semakin ia berusaha untuk Allah tampaknya ia semakin sadar akan keberadaannya yang penuh dengan dosa. Johann von Staupitz, atasan Luther, menyimpulkan bahwa orang muda ini membutuhkan lebih banyak pekerjaan untuk mengalihkannya dari rasa kuatirnya yang berlebihan. Ia memerintahkan biarawan itu untuk mengembangkan kariernya sebagai akademisi. Pada 1507 Luther ditahbiskan menjadi imam. Pada 1508 ia mulai mengajar teologi di Universitas Wittenberg. Luther mendapatkan gelar sarjananya dalam Studi Alkitab pada 9 Maret 1508, dan gelar sarjananya dalam Sentences karya Petrus Lombardus (buku ajar teologi yang terutama pada Zaman Pertengahan), pada 1509. Pada 9 Oktober 1512, Martin Luther menerima gelar Doktor Teologinya dan pada 21 Oktober 1521, ia "diterima menjadi anggota senat dosen teologi" dan diangkat menjadi Doktor dalam Kitab Suci.

[sunting] Teologi Luther tentang anugerah
Disiplin yang sangat ketat untuk mendapatkan gelar-gelar akademik dan mempersiapkan kuliah-kuliah, mendorong Martin Luther untuk mempelajari Kitab Suci secara mendalam. Karena terpengaruh oleh seruan Humanisme ad fontes ("kembali ke sumbernya"), Luther menenggelamkan dirinya dalam mempelajari Alkitab dan Gereja perdana. Dengan segera istilah-istilah seperti penyesalan dan pembenaran mendapatkan makna yang baru bagi Luther. Ia menjadi yakin bahwa Gereja telah keliru dalam beberapa kebenaran sentral dari Kekristenan yang diajarkan dalam Kitab Suci -- yang terpenting di antaranya adalah doktrin tentang pembenaran oleh iman semata. Luther mulai mengajarkan bahwa keselamatan sepenuhnya adalah pemberian dari anugerah Allah melalui Kristus yang diterima oleh iman. Belakangan, Luther mendefinisikan dan memperkenalkan kembali prinsip tentang pembedaan yang semestinya antara Hukum Taurat dan Injil yang mendasari teologinya tentang anugerah. Secara keseluruhan, Luther percaya bahwa prinsip penafsiran ini merupakan titik awal yang penting dalam mempelajari Kitab Suci. Luther melihat kegagalan untuk membedakan Hukum Taurat dan Injil yang semestinya sebagai sumber penghalam Injil Yesus di Gereja pada masanya, yang pada gilirannya menyebabkan munculnya berbagai kesalahan teologis yang dasariah.

[sunting] Pertikaian indulgensia
Selain tugas-tugasnya sebagai seorang profesor, Martin Luther melayani sebagai pengkhotbah dan penerima pengakuan dosa di Gereja Kastil, "fondasi" dari Frederick yang Bijak, Pemilih dari Saxony. Gereja ini dinamai "Semua orang Suci" karena di sinilah disimpan koleksi relikui sucinya. Gereja ini berfungsi sebagai biara Augustinian dan universitas. Dalam melakukan tugas-tugas inilah pastor muda itu diperhadapkan dengan berbagai akibat yang timbul ketika orang biasa harus mendapatkan indulgensia. Indulgensia adalah penghapusan (sepenuhnya atau sebagian) dari penghukuman sementara yang masih ada bagi dosa-dosa setelah kesalahan seseorang dihapuskan melalui absolusi (pernyataan oleh imam bahwa dosa seseorang telah dihapuskan). Saat itu terjadi penyalahgunaan indulgensia oleh oknum-oknum Gereja, yaitu sebuah indulgensia dapat dibeli seorang umat untuk dirinya sendiri ataupun untuk salah seorang sanak keluarga yang sedang berada di api penyucian. Johann Tetzel, seorang imam Dominikan, ditugasi berkeliling di seluruh wilayah keuskupan Uskup Agung Albert dari Mainz untuk mempromosikan dan menjual indulgensia untuk merenovasi Basilika St. Petrus di Roma. Tetzel sangat berhasil dalam hal ini. Ia menganjurkan: "Begitu mata uang bergemerincing di dalam kotak, jiwa yang sedang menanti di api penyucian pun akan terlepas" [1]. Luther menganggap penjualan indulgensia ini sebagai penyelewengan yang dapat menyesatkan umat sehingga mereka hanya mengandalkan indulgensia itu saja dan mengabaikan pengakuan dosa dan pertobatan sejati. Luther menyampaikan tiga khotbah menentang indulgensia ini pada 1516 dan 1517. Pada 31 Oktober 1517, menurut laporan tradisional, 95 dalil Luther dipakukan pada pintu Gereja Kastil sebagai undangan terbuka untuk memperdebatkannya[2]. Luther sebetulnya tidak menempatkan ke-95 dalil itu di pintu Gereja Wittenberg sebagaimana dikatakan legenda, tetapi menerbitkan salinannya. Dalil-dalilnya ini mengutuk keserakahan dan keduniawian di dalam Gereja dan dianggap sebagai penyimpangan. Luther mengeluarkan bantahan teologis tentang apa yang dapat dihasilkan oleh indulgensia itu. Luther tidak menantang wewenang paus untuk mengeluarkan indulgensia dalam dalil-dalilnya itu. ke-95 dalil Luther segera diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman, disalin dan dicetak secara luas. Dalam waktu dua minggu, dalil-dalilnya telah menyebar ke seluruh Jerman, dan dalam waktu dua bulan ke seluruh Eropa. Ini adalah salah satu peristiwa pertama dalam sejarah yang dipengaruhi secara mendalam oleh mesin cetak, yang membuat distribusi dokumen lebih mudah dan meluas.

[sunting] Jawaban Paus
Bila cetakan kayu ini dibalikkan, kita dapat melihat bagaimana pandangan lawan-lawan Luther terhadapnya.

Setelah meremehkan Luther sebagai "seorang Jerman mabuk yang menulis dalil-dalil itu" yang "bila ia kembali sadar, ia akan berubah pikiran," Paus Leo X memerintahkan Sylvester Mazzolini, seorang profesor teologi Dominikan, yang juga dinamai Prierias (atau Prieras), sesuai dengan nama tempat kelahirannya Priero, pada 1518, untuk menyelidiki masalahnya. Prierias mengenali perlawanan Luther yang tersirat terhadap kewibawaan paus karena berbeda pendapat dengan bula kepausan. Karena itu ia menyatakan Luther sebagai penyesat, dan menulis bantahan ilmiah terhadap dalildalilnya. Bantahan ini menegaskan kewibawaan paus terhadap Gereja dan menolak setiap penyimpangan daripadanya yang dianggap sebagai ajaran sesat. Luther menjawab dalam cara yang sama, sehingga berkembanglah suatu pertikaian. Sementara itu, Luther ikut serta dalam sebuah pertemuan biarawan Augustinian di Heidelberg. Di sana ia menyajikan tesisnya tentang perbudakan manusia di dalam dosa dan tentang anugerah ilahi. Dalam pertikaian mengenai indulgensia, muncullah pertanyaan tentang kekuasaan dan wewenang mutlak paus, karena doktrin tentang "Khazanah Gereja," "Khazanah Jasa," yang mendasari doktrin dan praktik indulgensia, didasarkan pada Bula Unigenitus (1343) dari Paus Clemens VI. Karena perlawanannya terhadap doktrin itu, Luther dicap sesat, dan paus, yang telah bertekad untuk menekan pandangan-pandangannya, memanggilnya ke Roma. Namun karena mengalah kepada Frederick sang Pemilih, yang diharapkan oleh Paus akan menjadi Kaisar Romawi Suci berikutnya dan yang tidak rela berpisah dengan teolognya, Paus tidak menekan masalahnya lebih jauh. Kardinal Kayetanus diutus Paus untuk menerima janji ketaatan Luther di Augsburg (Oktober 1518). Luther, meskipun secara tersirat mengaku taat kepada Gereja, kini dengan berani menyangkal kewibawaan Paus, dan naik banding pertama-tama "dari Paus yang kurang pengetahuan kepada Paus yang mestinya lebih tahu" dan kemudian (28 November) kepada konsili umum. Luther kini menyatakan bahwa lembaga kepausan bukanlah bagian dari hakikat Gereja yang asli dan yang tidak dapat berubah. Karena ingin tetap memelihara hubungan baik dengan Luther, Paus membuat upaya terakhir untuk menyelesaikan konfliknya dengan Luther secara damai. Sebuah konferensi dengan pejabat tinggi kepausan, Karl von Miltitz di Altenburg pada January 1519 membuat Luther sepakat untuk berdiam diri selama lawan-lawannya pun demikian, menulis sebuah surat yang rendah hati kepada Paus, dan menyusun sebuah risalat yang membuktikan rasa hormatnya kepada Gereja Katolik. Surat itu ditulis, namun tidak pernah dikirim, karena tidak mengandung pernyataan bahwa Luther menarik ajaranajarannya. Dalam risalat bahasa Jerman yang ditulisnya belakangan, Luther, meskipun mengakui api penyucian, indulgensia, dan pemanggilan kepada orang-orang kudus, menolak seluruh manfaat indulgensia terhadap api penyucian. Ketika Johann Eck menantang rekan Luther, Carlstadt, untuk berdebat di Leipzig, Luther bergabung di situ (27 Juni–18 Juli 1519). Sementara debat berlangsung Luther menyangkal hak ilahi jabatan dan wewenang kepausan, dan berpendapat bahwa "kuasa atas kunci-kunci itu" telah diserahkan kepada Gereja (yaitu, jemaat yang setia). Ia

menyangkal bahwa keanggotaan dalam Gereja Katolik Barat di bawah Paus mrupakan prasyarat bagi keselamatan, dan berpegang pada keabsahan Gereja (Ortodoks) Yunani. Setelah perdebatan itu, Johann Eck mengklaim bahwa ia telah memaksa Luther untuk mengakui bahwa doktrinnya sama dengan doktrin Jan Hus yang telah dihukum mati dengan dibakar. Eck menganggap bahwa hal ini membuktikan klaimnya sendiri bahwa Luther adalah "si Hus dari Saxon" dan gembong penyesat. Luther memberi judul (dalam bahasa Inggris) The Disputation of Doctor Martin Luther on the Power and Efficacy of Indulgences, dan mengkritik dalamnya ajaran Gereja barat mengenai asas menghapuskan dosa, kuasa Paus dan lain sebagainya. Kajian mengenai Surat Paulus, terutamanya surat kepada jemaat di Roma memberikan kesan kepada Luther akan asas sola fide (hanya karena iman). Hanya imanlah yang dapat menyelamatkan manusia yang diberikan Tuhan berdasarkan anugerahnya (sola gratia) kepada manusia seperti yang dijelaskan menurut Alkitab (sola scriptura). Luther sangat menentang ajaran gereja pada saat itu yang dianggapnya menawarkan keselamatan dengan murah dengan cara menjual surat-surat penghapusan dosa (indulgensia). Pada mulanya Luther percaya bahwa dia akan dapat memperbarui Gereja Roma dari dalam dengan dalil-dalilnya tetapi Paus menganggap pendapatnya sesat dan mengucilkannya (ekskomunikasi dari Gereja Katolik dengan akta Exsurge Domine pada tanggal 15 Juni 1520. Pada Oktober Luther membakar ijazahnya di tempat umum dan menunjukkan kesungguhannya bahwa dia tidak akan taat kepada Gereja kecuali mereka menurut kata-katanya. Kaisar Charles V meresmikan persidangan imperial Diet of Worms pada 22 Januari 1521. Ini merupakan peluang terakhir Luther untuk mengakui bahwa apa yang diajarkannya adalah salah. Namun Luther tetap mempertahankan ajarannya. Selepas persidangan Diet, Luther dinyatakan sebagai orang buangan oleh Diet. Dengan bantuan rekannya, Luther bermukim di balaikota Wartburg, berdekatan dengan Erfurt. Dalam balaikota tersebut, dia menerjemahkan Alkitab Perjanjian Baru dari bahasa Yunani ke bahasa Jerman. Kemudian dia juga menerjemahkan Perjanjian Lama ke dalam bahasa Jerman. Luther mengasaskan ajarannya sendiri dengan rekannya Philip Melanchton dan meninggal pada tahun 1546.

[sunting] Keluarga
Luther menikah dengan Katharina von Bora, seorang mantan biarawati, pada 13 Juni 1525. Pasangan ini mendapatkan enam orang anak, tiga laki-laki dan tiga perempuan:

Hans, lahir pada 7 Juni 1526, belajar hukum, menjadi pejabat hukum dan meninggal pada 1575.

• •

• •

Elizabeth, lahir pada 10 Desember 1527 dan meninggal pada usia sangat muda pada 3 Agustus 1528. Magdalena, lahir 5 Mei 1529, meninggal di dalam pelukan ayahnya pada 20 September 1542. Kematiannya merupakan pukulan yang sangat hebat bagi Luther dan Katharina. Martin, Jr., lahir 9 November 1531, belajar teologi tetapi tidak pernah dipanggil menjadi pendeta hingga ia meninggal pada 1565. Paul, lahir 28 Januari 1533, menjadi dokter. Ia mempunyai enam orang anak hingga ia meninggal pada 1593. Garis keturunan laki-laki keluarga Luther berlanjut melalui dia kepada John Ernest, yang berakhir pada 1759. Margaretha, lahir 17 Desember 1534, menikah dengan George von Kunheim, keturunan keluarga bangsawan Persia yang kaya, tetapi meninggal pada 1570 pada usia 36 tahun. Keturunannya berlanjut hingga sekarang.

Ludwig Ingwer Nommensen
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari Ingwer Ludwig Nommensen (lahir di Nordstrand, Denmark (kini Jerman), 6 Februari 1834 – meninggal di Sigumpar, Toba Samosir, 23 Mei 1918 pada umur 84 tahun) adalah seorang penyebar agama Kristen Protestan di antara suku Batak, Sumatra Utara. Selain itu Nommensen juga dikenal sebagai seorang ahli bahasa.

D
[se mb un yik an]

1

2

3

4

[sunting] Biografi sebagai penginjil
Ayah Ingwer Ludwig sangat miskin dan sakit-sakitan. Sejak kecil Nommensen terbiasa hidup dalam penderitaan. Pada umur 8 tahun ia sudah mulai mencari nafkah untuk membantu orang tuanya, dengan menggembalakan domba milik orang lain pada musim panas. Lalu pada musim dingin ia bersekolah. Pada usia 10 tahun ia menjadi buruh tani sehingga pekerjaan itu menjadi tidak asing lagi baginya. Semuanya ini nampaknya merupakan persiapan bagi pekerjaannya sebagai pekabar Injil yang tangguh di kemudian hari. Pada 1846, saat berusia 12 tahun, Nommensen mengalami kecelakaan parah. Sewaktu ia bermain kejar-kejaran dengan temannya, ia ditabrak kereta kuda. Kereta itu menggilas kakinya sampai patah. Terpaksa ia berbaring di tempat tidur berbulan-bulan lamanya. Teman-temannya biasanya datang menceritakan pengajaran dan cerita dari guru di sekolahnya, termasuk cerita pengalaman para pendeta yang pergi memberitakan Injil kepada orang yang belum mengenal. Nommensen pun sangat tertarik dengan cerita-cerita itu. Sementara lukanya makin parah sehingga ia tidak dapat berjalan sama sekali. Tapi, sekalipun sakit, Nommensen belajar merajut kaos, menjahit dan menambal sendiri pakaiannya yang robek. Pada suatu waktu, ia membaca Injil Yohanes 16:23-26, tentang pernyataan Tuhan Yesus bahwa barangsiapa meminta sesuatu kepada Bapa di surga, Bapa pasti akan mengabulkan. Nommensen pun bertanya kepada ibunya, apakah kata-kata Yesus itu masih berlaku. Ibunya menyakinkannya bahwa kata-kata itu masih berlaku. Ia meminta ibunya agar berdoa bersamanya. Dalam doa, Nommensen meminta kesembuhan, dan ia berjanji kalau ia disembuhkan maka ia akan pergi memberitakan Injil kepada orang yang belum mengenal. Doanya dikabulkan. Tak lama kemudian kakinya sembuh. Lalu kembalilah Nommensen menggembalakan domba. Namun janjinya pada Tuhan selalu mendesaknya agar segera memenuhinya. Maka ia melamar menjadi penginjil. Beberapa tahun ia belajar sebagai calon penginjil. Sesudah lulus, ia berangkat ke Sumatra dan tiba pada bulan Mei 1862 di Padang. Ia memulai misinya di Barus. Ia belajar bahasa Batak dan bahasa Melayu, dan ternyata dengan cepat bahasa-bahasa itu dikuasainya. Ia lalu mulai mengadakan kontak dengan suku Batak, terutama dengan raja-raja. Ia mempelajari adat-istiadat Batak dan mempergunakannya dalam mempererat pergaulan. Nommensen meminta izin masuk ke pedalaman, tapi dilarang pemerintah, karena sangat berbahaya bagi orang asing, Nommensen tidak takut. Ia memilih Silindung sebagai tempat tinggalnya yang baru. Ia mendapat gangguan yang hebat, tapi ia tak putus asa. Ia berhasil mengumpulkan jemaatnya yang pertama di Huta Dame (Kampung Damai).

Tahun 1873 ia mendirikan gedung gereja, sekolah dan rumahnya di Pearaja. Sampai kini Pearaja menjadi pusat Gereja HKBP. Pekerjaan Nommensen diberkati Tuhan sehingga Injil makin meluas. Sekali lagi ia memindahkan tempat tinggalnya ke kampung Sigumpar pada tahun 1891, dan ia tinggal di sini sampai wafat. Nommensen menerjemahkan kitab Perjanjian Baru ke dalam bahasa Batak (Silindung - Samosir - Humbang - Toba). Ia juga berusaha memperbaiki pertanian dan peternakan. Sekolah-sekolah, balai-balai pengobatan dibukanya. Dalam misinya, ia menyadari perlunya melibatkan orang-orang Batak. Maka dibukanyalah sekolah penginjil yang menghasilkan penginjil-penginjil Batak pribumi. Demikian juga untuk memenuhi kebutuhan guru di sekolah, Nommensen membuka pendidikan guru. Nommensen meninggal pada usia sangat tua, 84 tahun, pada tanggal 23 Mei 1918. Nommensen kemudian dimakamkan di Sigumpar, di tengah suku Batak, setelah bekerja demi suku ini selama 57 tahun.

Yohanes Calvin
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Je an C ha uv in

La 10 hir Juli 150 9

John Calvin atau Yohanes Kalvin (lahir 10 Juli 1509 – meninggal 27 Mei 1564 pada umur 54 tahun) adalah teolog Kristen Prancis terkemuka pada masa Reformasi Protestan. Namanya kini dikenal dalam kaitan dengan sistem teologi Kristen yang disebut Calvinisme (Kalvinisme). Ia dilahirkan dengan nama Jean Chauvin (atau Cauvin) di Noyon, Picardie, Prancis, dari Gérard Cauvin dan Jeanne Lefranc. Bahasa Prancis adalah bahasa ibunya. Calvin berasal dari versi Latin namanya, Calvinus.

D

[se mb un yik an]

1

2

3

4

5

6

7

8

[sunting] Biografi
Pada 1523, dalam usia 14 tahun, ayah Calvin, seorang pengacara, mengirimnya ke Universitas Paris untuk belajar humaniora dan hukum. Pada tahun 1532, ia telah menjadi Doktor Hukum di Orléans. Terbitannya yang pertama adalah sebuah edisi dari buku karya filsuf Romawi Seneca, De clementia, yang diberikannya komentar yang mendalam. Pada 1536 ia menetap di Jenewa, ketika ia dihentikan dalam perjalannya ke Basel, oleh bujukan pribadi dari William Farel, seorang reformator. Ia menjadi pendeta di Strasbourg dari 1538-1541, lalu kembali ke Jenewa. Ia tinggal di sana hingga kematiannya pada 1564.

Yohanes Calvin berniat menikah untuk menunjukkan sikap positifnya terhadap pernikahan daripada kehidupan selibat. Ia meminta teman-temannya menolongnya mencarikan seorang perempuan yang "sederhana, taat, tidak sombong, tidak boros, sabar, dan bisa merawat kesehatan saya." Pada 1539 ia menikah dengan Idelette de Bure, janda seseorang yang dulunya anggota Anabaptis di Strasbourg. Idelette mempunyai seorang anak laki-laki dan perempuan dari almarhum suaminya. Namun hanya anak perempuannya yang pindah bersamanya ke Jenewa. Pada 1542, suami-istri Calvin mendapatkan seorang anak laki-laki yang dua minggu kemudian meninggal dunia. Idelette Calvin meninggal pada 1549. Calvin menulis bahwa istrinya telah banyak menolongnya dalam pelayanan gerejanya, tidak pernah menghalangi, tidak pernah menyusahkannya dengan urusan anak-anaknya dan berjiwa besar.

[sunting] Tulisan-tulisan Calvin
Calvin muda Calvin menerbitkan beberapa revisi dari Institutio, sebuah karya yang menjadi dasar dalam teologi Kristen yang masih dibaca hingga sekarang. Tulisan ini dibuatnya dalam bahasa Latin pada 1536 (pada usia 26 tahun) dan kemudian dalam bahasa ibunya, bahasa Prancis, pada 1541, dan edisi finalnya masing-masing muncul pada tahun 1559 dan 1560. Ia juga banyak menulis tafsiran tentang kitab-kitab di dalam Alkitab. Untuk Perjanjian Lama, ia menerbitkan tafsiran tentang semua kitab kecuali kitab-kitab sejarah setelah Kitab Yosua (meskipun ia menerbitkan khotbah-khotbahnya berdasarkan Kitab 1 Samuel dan sastra Hikmat kecuali Mazmur. Untuk Perjanjian Baru, ia melewatkan Surat 2 Yohanes dan Surat 3 Yohanes serta Kitab Wahyu. (Sebagian orang mengatakan bahwa Calvin mempertanyakan kanonisitas Kitab Wahyu, tetapi ia mengutipnya dalam tulisantulisannya yang lain dan mengakui otoritasnya, sehingga teori itu diragukan.) Tafsirantafsiran ini pun ternyata tetap berharga bagi para peneliti Alkitab, dan setelah lebih dari 400 tahun masih terus diterbitkan. Dalam jilid ke-8 dari Sejarah Gereja Kristen karya Philip Schaff, sang sejarahwan mengutip teolog Belanda Jacobus Arminius (Arminianisme, sebuah gerakan antiCalvinis, dinamai sesuai dengan nama Arminius), sehubungan dengan nilai tulisantulisan Calvin: Selain mempelajari Alkitab yang sangat saya anjurkan, saya mengimbau muridmurid saya untuk memanfaatkan Tafsiran-tafsiran Calvin, yang saya puji jauh melebihi Helmich (seorang tokoh gereja Belanda, 1551-1608); karena saya bahwa ia sungguh tidak tertandingi dalam penafsiran Kitab Suci, dan bahwa tafsirantafsirannya harus jauh lebih dihargai daripada semua yang telah diwariskan kepada kita oleh khazanah para Bapak Gereja; sehingga saya mengakui bahwa ia memiliki jauh dari kebanyakan orang lain, atau lebih tepatnya, jauh melampaui semua orang, apa yang dapat disebut semangat nubuat yang menonjol. Institutio-

nya harus dipelajari setelah Katekismus Heidelberg, karena mengandung penjelasan yang lebih lengkap, namun, seperti tulisan-tulisan semua orang, juga mengandung prasangka.

[sunting] Penyebaran Calvinisme
Sebagaimana praktik Calvin di Jenewa, terbitan-terbitannya menyebarkan gagasangagasannya tentang bagaimana Gereja Reformasi yang benar itu ke banyak bagian Eropa. Calvinisme menjadi sistem teologi dari mayoritas Gereja Kristen di Skotlandia, Belanda, dan bagian-bagian tertentu dari Jerman dan berpengaruh di Prancis, Hongaria (khususnya di Transilvania dan Polandia. Kebanyakan kolonis di daerah Atlantik Tengah dan New England di Amerika adalah Calvinis, termasuk kaum Puritan dan para kolonis di New Amsterdam (New York). Para kolonis Calvinis Belanda juga merupakan kolonis Eropa pertama yang berhasil di Afrika Selatan pada awal abad ke-17, dan menjadi apa yang dikenal sebagai orang Boer atau Afrikaner. Sebagian besar wilayah Sierra Leone dihuni oleh para kolonis Calvinis dari Nova Scotia, yang pada umumnya adalah kaum loyalis kulit hitam, yaitu orang-orang kulit hitam yang berperang untuk Britania Raya pada masa Perang Kemerdekaan Amerika. Sebagian dari gereja-gereja Calvinis yang paling besar dimulai oleh para misionaris abad ke-19 dan abad ke-20, khususnya di Indonesia, Korea dan Nigeria.

[sunting] Riba dan kapitalisme
Sebuah aliran pemikiran telah lama menganggap Calvinisme merupakan revolusi terhadap sikap bermusuhan Abad Pertengahan terhadap riba, dan, secara tidak langsung, keuntungan. Hal ini ikut mempersiapkan berkembangnya kapitalisme di Eropa utara. Hubungan ini dikemukakan dalam karya-karya berpengaruh dari R.H. Tawney dan Max Weber. Calvin mengungkapkan pikirannya tentang riba dalam sebuah suratnya kepada seorang teman, Oecolampadius. Dalam surat ini, ia mengecam penggunaan ayat-ayat Alkitab tertentu oleh orang-orang yang menentang pemberlakuan bunga uang. Calvin menafsirkan kembali ayat-ayat tersebut dan mengatakan bahwa ayat-ayat yang lainnya sudah tidak relevan lagi mengingat kondisi-kondisi yang telah berubah. Calvin juga menolak argumen (yang didasarkan pada tulisan-tulisan Aristoteles) bahwa mengambil bunga uang adalah keliru, karena uang sendiri itu mandul. Ia mengatakan bahwa dinding dan atap rumah pun mandul, tetapi orang diizinkan meminta bayaran dari seseorang yang menggunakannya. Dalam cara yang sama, uang pun dapat dimanfaatkan.

Namun demikian, Calvin juga berkata bahwa uang harus dipinjamkan kepada orangorang yang sangat membutuhkannya, tanpa harus mengharapkan bunga.

[sunting] Jenewa yang diperbarui
Lukisan gravir dari lukisan minyak asli di Perpustakaan Universitas Jeneva; lukisan ini dianggap paling mirip dengan Calvin. Pada saat perang Ottoman, Yohanes Calvin sedang melakukan perjalanan ke Strasbourg dan melalui kanton-kanton di Swiss. Ketika singgah di Jeneva, William Farel meminta Calvin agar menolongnya dengan urusan gereja. Tentang permohonan Farel ini, Calvin menulis, "Saya merasa seolah-olah Allah sendiri dari surga telah menyuruh saya untuk menghentikan perjalanan saya." Bersama-sama Farel, Calvin berusaha melembagakan sejumlah perubahan dalam pemerintahan kota dan kehidupan keagamaan. Mereka menyusun sebuah buku katekismus dan pengakuan iman; seluruh warga kota itu mereka wajibkan untuk mengakuinya. Dewan kota menolak pengakuan iman Calvin dan Farel, dan pada Januari 1538 mereka mencabut kekuasaan kedua orang ini untuk melakukan ekskomunikasi, sebuah kekuasaan yang mereka anggap penting untuk pekerjaan mereka. Calvin dan Farel menjawabnya dengan memberlakukan larangan umum kepada semua penduduk Jenewa untuk mengikuti Perjamuan Kudus pada kebaktian Paskah. Karena itu, dewan kota pun mengusir mereka dari kota tersebut. Farel pergi ke Neuchâtel, dan Calvin ke Strasbourg. Selama tiga tahun Calvin melayani sebagai seorang dosen dan pendeta sebuah gereja dari orang-orang Huguenot Prancis di Strasbourg. Pada masa pembuangannya itulah Calvin menikahi Idelette de Bure. Ia juga dipengaruhi oleh Martin Bucer, yang menganjurkan sebuah sistem politik dan struktur gerejawi yang mengikuti pola Perjanjian Baru. Calvin tetap mengikuti perkembangan-perkembangan di Jenewa, dan ketika Jacopo Sadoleto, seorang kardinal Katolik, menulis sebuah surat terbuka kepada dewan kota yang isinya mengajak Jenewa untuk kembali ke Gereja induk (Gereja Katolik Roma), jawaban Calvin atas nama kaum Protestan Jenewa yang sedang mengalami berbagai serangan, menolongnya mendapatkan kembali respek yang telah hilang sebelumnya. Setelah sejumlah pendukung Calvin memenangkan jabatan di Dewan Kota Jenewa, ia diundang kembali ke kota itu pada 1541. Sekembalinya ke sana, berbekal wewenang untuk menyusun bentuk kelembagaan gereja, Calvin memulai program pembaharuannya. Ia menetapkan empat kategori dalam pelayanan gereja, dengan peranan dan kekuasaan yang berbeda-beda:
• •

Doktor memegang jabatan dalam ilmu teologi dan pengajaran untuk membangun umat dan melatih orang-orang dalam jabatan-jabatan lain di gereja. Pendeta yang bertugas berkhotbah, melayankan sakramen, dan menjalankan disiplin gereja, mengajar, dan memperingatkan umat.

• •

Diaken mengawasi pekerjaan amal, termasuk pelayanan di rumah sakit dan program-program untuk melawan kemiskinan. Penatua yaitu 12 orang awam yang tugasnya adalah melayani sebagai suatu polisi moral. Mereka umumnya mengeluarkan surat-surat peringatan, serta bila perlu menyerahkan para pelanggar ke Konsistori.

Para pengkritik seringkali menganggap Konsistori sebagai lambang pemerintahan teokratis Calvin. Konsistori adalah sebuah peradilan gerejawi yang terdiri atas sejumlah penatua dan pendeat, yang diberikan kuasa untuk mempertahankan ketertiban di dalam gereja dan di antara para anggotanya. Pelanggaran merentang dari menyebarkan doktrin yang salah hingga pelanggaran moral, misalnya berdansa dengan liar dan menyanyi dengan dengan buruk. Bentuk-bentuk penghukuman biasanya lunak -- pelanggar dapat disuruh menghadiri khotbah-khotbah yang disampaikan secara terbuka atau kelas-kelas katekisasi. Perlu diingat konteks geopolitik yang lebih luas dari lembaga ini sebelum kita menilainya. Kaum Protestan pada abad ke-16 seringkali dikenai tuduhan oleh pihak Katolik bahwa mereka menciptakan doktrin-doktrin baru dan bahwa inovasi seperti itu mau tidak mau menyebabkan kemerosotan akhlak dan, pada akhirnya, kehancuran masyarakat itu sendiri. Calvin mengklaim bahwa ia ingin menegakkan legitimasi moral dari gereja yang diperbarui sesuai dengan programnya, namun juga meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan individu, keluarga, dan masyarakat. Dokumentasi yang barubaru ini ditemukan mengenai jalannya Konsistori memperlihatkan setidak-tidaknya perhatian terhadap kehidupan rumah tangga dan kaum perempuan pada khususnya. Untuk pertama kalinya kaum laki-laki yang serong dihukum sama kerasnya dengan kaum perempuan, dan Konsistori sama sekali tidak memperlihatkan toleransi terhadap pemukulan atau penyiksaan terhadap pasangan (khususnya istri). Peranan Konsistori ini kompleks. Badan ini membantu mentransformasikan Jenewa menjadi kota yang digambarkan oleh reformator Skotlandia John Knox sebagai "sekolah Kristus yang paling sempurna yang pernah ada di muka bumi sejak zaman para Rasul." Namun demikian, tampaknya Calvin tidak bermaksud menggunakan Konsistori untuk mencapai tujuan-tujuan politiknya dan untuk mempertahankan kontrolnya terhadap kehidupan sipil dan keagamaan di Jenewa. Calvin bergerak dengan cepat untuk menjawab pertanyaan apapun yang diajukan tentang tindakan-tindakannya. Kejadian yang paling menonjol adalah kasus Pierre Ameaux dan Jacques Gruet. Calvin enggan menahbiskan orang-orang Jenewa, karena ia lebih suka memilih pendeta dari arus para imigran Prancis yang masuk ke kota itu dengan maksud semata-mata mendukung program pembaruan Calvin. Ketika Pierre Ameaux mengeluh tentang praktik ini, Calvin menganggapnya sebagai serangan terhadap kewibawaannya sebagai seorang pendeta, dan ia membujuk dewan kota untuk memaksa Ameaux untuk berjalan mengelilingi kota dengan berpakaian rambut dan memohon belas kasihan di lapangan-lapangan terbuka. Jacques Gruet memihak dengan sejumlah keluarga Jenewa lama, yang menentang kekuasaan dan metode-metode Konsistori. Ia dipersalahkan dalam suatu insiden di mana seseorang menempatkan sebuah plakat di salah satu gereja di kota itu, yang berbunyi: "Bila orang telah terlalu banyak menderita, balas dendam pun akan dilakukan." Calvin menyetujui bahwa Gruet disiksa sampai mati, dengan tuduhan bahwa ia telah bersekongkol dengan sebuah komplotan Prancis untuk menyerang kota itu.

Pada 1553, dengan persetujuan Calvin, Michael Servetus (Miguel de Servetus) dijatuhi hukuman mati pada sebuah tiang atas tuduhan menyebarkan ajaran sesat. Servetus dipandang banyak Unitarian sebagai salah seorang pendiri agama mereka. Calvin sendiri meminta dewan - namun gagal - agar hukuman mati itu diubah dari hukuman bakar dengan hukuman mati dengan pedang. Rincian historis dapat ditemukan dalam Schaff [1]. Calvin tetap pada posisinya hingga ia meninggal. Hukuman mati Servetus merupakan sebuah argumen utama yang digunakan untuk menyerang Calvin sejak masa hidupnya hingga sekarang, meskipun sejumlah sejarahwan percaya bahwa "Calvin hanya sial, dan bukannya bersalah besar karena intoleransi di antara para Reformator. Ia dan Servetus adalah orang-orang yang paling banyak diserang pada abad ke-16. Nama baik Calvin telah dijelek-jelekkan, sementara Servetus telah terlalu jauh dibersihkan dari kesalahan jauh melampaui titik tolak abad ke-16, bukan abad ke-19." [2]. Pada 1559 Calvin mendirikan sebuah sekolah untuk mendidik anak-anak serta rumah sakit untuk merawat orang miskin. Kesehatan Calvin mulai memburuk ketika ia menderita sakit kepala, perdarahan paruparu, asam urat dan batu ginjal. Kadang-kadang, ia harus digotong ke mimbar. Calvin juga mengalami hal-hal yang mengalihkan perhatiannya. Menurut Beza [3], Calvin hanya makan satu kali sehari selama satu dasawarsa, namun atas nasihat dokternya, ia makan telur dan minum segelas anggur pada tengah hari [4],(meskipun ia seorang yang keras menentang konsumsi alkohol yang berlebihan; lihat Tafsirannya tentang Kejadian 9:20 [5]); rekreasinya hanya terdiri dari jalan kaki setelah makan. Menjelang akhir hayatnya, Calvin berkata kepada teman-temannya yang kuatir tentang kadar kerjanya sehari-hari, "Apa? Apakah kalian ingin aku menganggur apabila Tuhan menemukan aku saat Ia datang kembali kedua kalinya?" Yohanes Calvin meninggal di Jenewa pada 27 Mei 1564. Ia dikuburkan di Cimetière des Rois dengan sebuah batu nisan yang ditandai semata-mata dengan inisialnya, "J.C", sebagian untuk menghormati permintaannya agar ia dikuburkan di sebuah tempat yang tidak dikenal, tanpa saksi ataupun upacara.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->