P. 1
Aliran-Aliran Filsafat Hukum

Aliran-Aliran Filsafat Hukum

4.0

|Views: 7,275|Likes:

More info:

Published by: Yudhistira Thegoldenboy on Mar 28, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/18/2013

pdf

text

original

Nama: Yudhistira

NIM : 0803005033
KLS : A

Tugas Filsafat Hukum


Aliran - Aliran Filsafat Hukum

Sepanjang sejarah hukum mulai dari zaman yunani atau romawi hingga dewasa ini kita
dihadapkan dengan berbagai teori hukum. Dari hasil kajian antropologi sendiri telah terbukti
bahwa hukum berkembang dalam masyarakat, ³Ibi ius ibi societas´ dimana ada masyarakat
disitu ada hukum. Para pakar telah mengklasifikasikan aliran-aliran filsafat hukum adalah
sebagai berikut:
a. Soerjono Soekanto membagi aliran filsafat hukum, adalah sebagai berikut: Mazhab
formalitas, Mazhab sejaran dan kebudayaan, Aliran utilitarianisme, Aliran sociological
yurisprudence dan Aliran realism hukum.
b. Satjipto Rahardjo, mengemukakan berbagai aliran filsafat hukum adalah sebagai berikut;
Teori Yunani dan Romawi, Hukum alam, Positivisme dan utilitarianisme, Teori hukum
murni, Pendekatan sejarah dan antropologis, dan Pendekatan sosiologis.
c. Lili Rasdji, mengemukakan aliran-aliran yang paling berpengarus saja adalah sebagai
berikut; Aliran hukum alam, Aliran hukum positif, Mazhab sejarah, Sociological
jurisprudence, Pragmatic legal realism.
Adapun berbagai teori tentang hukum adalah sebagai berikut:

1. Aliran Hukum Alam
Aliran hukum alam adalah hukum yang berlaku universal dan abadi yang bersumber dari Tuhan,
filsafat keadilan sebagaimana dikembangkan oleh teori plato/ aristoteles dan Thomas Aquino.
a. Plato mengutarakan pandangan tentang harmoni suasana yang alami tentram.
b. Aristoteles mengutarakan (membagi dua adalah hukum alam dan hukum positif) teori
dualisme, sebagai kontribusi (manusia bagian dari alam, manusia adalah majikan dari
alam)
c. Thomas Aquino : ³Summa Theologica´ dan ³De Regimene Principum´. Membagi asas
hukum alam menjadi dua adalah sebagai berikut:
i. Principia Prima adalah merupakan asas yang dimiliki oleh manusia semenjak lahir
dan bersifat mutlak.
ii. Principia Secundaria adalah merupakan asas yang tidak mutlak dan dapat berubah
menurut tempat dan waktu
d. Immanuel Kant mengutarakan pandangan tentang hukum kodrat metafisis yaitu tentang
kodrat dan kebebasan. Kodrat adalah merupakan lapangan dari akal budi, yang tersusun
atas kategori kategori pikiran, yang terdiri atas empat komponen dasar, yaitu kualitet,
kuantitet, relasi dan modalitet, tetapi dibatasi ruang dan waktu. Kebebasan adalah
lapangan dari dan bagi akal budi praktis, wilayah moralitas, yaitu kebebasan normative
etis dari manusia, yang menampilkan ideal kepribadian manusia.

Hukum Alam Irasional
Filsafat Thomas Aquinas mengakui bahwa disamping kebenaran wahyu juga terdapat kebenaran
akal. Adanya pengetahuan yang tidak ditembus aleh akal dan untuk itulah diperlukan iman.
Dengan demikian, menurut Aquinas, ada dua pengetahuan yang berjalan bersama-sama, yaitu
pengetahuan alamiah dan pengetahuan iman.
Mengenai pembagian hukum, Friedmann menggambarkan pemikiran Aquinas dengan
menyatakan ada empat macam hukum yang diberikan Aquinas, yaitu lex aeterna (hukum rasio
Tuhan yang tidak dapat ditangkap oleh pancaindera manusia), lex divina (hukum rasio Tuhan
yang bisa ditangkap oleh pancaindera manusia), lex naturalis (hukum alam, yaitu penjelmaan lex
aeterna ke dalam rasio manusia) dan lex positivis (penerapan lex naturalis dalam kehidupan
manusia di dunia).
Hukum alam merupakan sebagai metode tertua yang dapat dikenali sejak zaman sampai abad
pertengahan (abad 7 dan ke-18). Hukum alam adalam merupakan sebagai substansi (isi) yaitu
berisikan norma-norma, peraturan-peraturan dapat diciptakan dari asas-asas hak sasasi manusia.
Hukum alam menganggap pentingnya hubungan antara hukum dan moral.
2. Aliran Hukum Positifisme
Aliran Positifisme menganggap bahwa keduanya hukum dan moral dua hal yang harus
dipisahkan. Dan aliran ini dikenal sadnya dua subaliran yang terkenal yaitu;
a. Aliran hukum positif yang analitis, pendasarnya adalah John Austin.
Ada empat unsure penting menurut Austin dinamakan sebagai hukum;
y Ajarannya tidak berkaitan dengan penelitian baik-buruk, sebab penelitian ini berada
di luar bidang hukum.
y Kaidah moral secara yuridis tidak penting bagi hukum walaupun diakui ad
pengaruhnya pada masyarakat.
y Pandangannya bertentangan baik dengan ajaran hukum alam maupun dengan mazhab
sejarah.
y Masalah kedaulatan tak perlu dipersoalkan, sebab dalam ruang lingkup hubungan
politik sosiologi yang dianggap suatu yang hendak ada dalam kenyataan.
Akan tetapi aliran hukum positif pada umumnya kurang atau tidak memberikan tempat bagi
hukum yang hidup dalam masyarakat. Austin mengemukakan cirri-ciri positivism, adalah sebagi
berikut;
y Hukum adalah perintah manusia (command of human being).
y Tidak ada hubungan mutlak antar hukum moral dan yang lainnya.
y Analitis konsepsi hukum dinilai dari studi historis dan sosiologis.
y System hukum adalah merupakan system yang logis, tetap, dan bersifat tertutup dan
di dalamnya terhadap putusan-putusan yang tetap.
b. Aliran hukum positif murni, dipelopori oleh Hans Kelsen. Latar belakan ajaran hukum
murni merupakan suatu pemberontakan terhadap ilmu idiologis, yaitu mengembangkan
hukum sebagai alat pemerintah dalam negara totaliter. Dan dikatakan murni karena
hukum harus bersih dari anasir-anasir yang tidak yuridis yaitu anasir etis, sosiologis,
politis, dan sejarah. Maka menurut Hans Kelsen hukum itu berada dalam dunia ³sollen´
dan bukan dalam dunia ³sain´. Sifatnya adalah hipotetis, lahir karena kemauan dan akal
manusia.
Ajaran Hans Kelsen mengemukakan Stufenbau des Recht (hukum itu tidak boleh bertentangan
dengan ketentuan yang lebih atas derajatnya). Dan John Austin mengemukakan ada dua bentuk
hukum, adalah sebagai berikut; Positif law dan Positif morality.
3. Aliran Mazhab Sejarah
Aliran Mazhab sejarah dipelopori Friedrich Carl von Savigny (Volk geist) hukum kebiasaan
sumber hukum formal. Hukum tidak dibuat melainkan tumbuh dan berkembang bersama sama
dengan masyarakat. Pandangannya bertitik tolak bahwa di dunia ini terdapat banyak bangsa dan
tiap-tiap bangsa memiliki ³volksgeist´ jiwa rakyat. Dia berpendapat hukum semua hukum
berasal dari adat-istiadat dan kepercayaan dan bukan berasal dari pembentukan undang undang.

4. Aliran Sociological Yurisprudence
Sociological Yurisprudence (living law) dipelopori Eugen Ehrlich (german) tapi berkembang di
Amerika Serikat (Roscoe) konsep hukum, hukum yang dibuat agar memperhatikan hukum yang
hidup dalam masyarakat baik tertulis maupun tidak tertulis. Mengakui sumber hukum formal
baik undang undang maupun bukan undang undang asal. Dipengaruhi oleh aliran positif
sosiologis dan August Comte yang orientasinya sosiologis.
Inti pemikiran Roscoe Pound hukum yang baik adalah hukum yang sesuai dengan hukum yang
hidup di dalam masyarakat. Berpegang kepada pendapat pentingnya, baik akal maupun
pengalaman.

5. Aliran Pragmatic Legal Realism
Aliran Pragmatic Legal Realism dipelopori oleh Roscoe Pound konsep hukumnya ( Law as a
tool of social engineering ) sub aliran positivisme hukum Wiliam James dan Dewey
mempengaruhi lahirnya aliran ini. Titik tolaknya pada pentingnya rasio atau akal sebagai sumber
hukum. Menurut Liewellyn, aliran realism adalah merupakan bukan aliran dalam filsafat hukum,
tetapi merupakan suatu gerakan ³movement´ dalam cara berfikir tentang hukum.

6. Aliran Antropolitica Yurisprudence
y Northrop dan Mac Dougall. Northrop mengutarakan pendapatnya bahwa hukum
mencerminkan nilai sosial budaya.
y Mac dougall dan Values system mengutarakan pendapatnya bahwa hukum mengandung
sistem nilai. Mempengaruhi pendapat Mochtar Kusumaatmadja.


7. Aliran Utilitarianisme
Aliran Utilitarianisme dikemukakan tokoh aliran ini dalah Jeremy Bentham dan mengutarakan
pendapatnya memegang prinsip manusia akan melakukan tindakan untuk mendapatkan
kebahagiaan yang sebesar-besarnya dan mengurangi penderitaan (hukum itu harus bermanfaat
bagi masyarakat, guna mencapai hidup bahagia). Merupakan aliran yang meletakkan dasar dasar
ekonomi bagi pemikiran hukum, prinsip utamanya adalah tujuan dan evaluasi hukum.
Bentham dan Jhon Stuart Mill memiliki pendapat yang sejalan yaitu pembentukan undang-
undang hendaknya dapat melahirkan undang-undang yang dapat mencerminkan keadilan bagi
semua individu.

8. Aliran Mazhab Unpad Mazhab Negara
Aliran Mazhab Unpad Mazhab Negara oleh Friedrich Karl von Savigny : hukum itu tidak dibuat,
akan tetapi tumbuh dan berkembang bersama-sama dengan masyarakat (volkgeist).
Kekurangan terhadap alirah Mazhab Unpad Mazhab Negara kurang memberi arti penting
terhadap perundang undangan dan kebaikannya terhadap aliran ini adalah menempatkan
kedudukan hukum kebiasaan sejajar dengan undang undang yang tertulis.

Pendapat :

Menurut saya, aliran hukum yang memiliki fungsi dalam proses pembangunan Indonesia adalah
aliran hukum Sociological Yurisprudence ( living law ), karena hukum ini dibuat agar
memperhatikan hukum yang hidup dalam masyarakat baik tertulis maupun tidak tertulis. Aliran
hukum ini mengakui sumber hukum formal baik undang undang maupun bukan undang undang
asal. Aliran hukum ini adalah aliran yang sesuai dengan hukum yang hidup di dalam masyarakat.
Berpegang kepada pendapat pentingnya, baik akal maupun pengalaman.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->