P. 1
8950605-SKRIPSI-SISTIM-INFORMATIKA

8950605-SKRIPSI-SISTIM-INFORMATIKA

|Views: 733|Likes:
Published by Gianda_Syaputr_8042

More info:

Published by: Gianda_Syaputr_8042 on Mar 28, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/11/2013

pdf

text

original

Pemrograman pada PLC menggunakan diagram tangga atau dapat disebut dengan

ladder schematic language program. Penulisan program untuk program PLC berbeda

dengan penulisan program untuk mikrokontroller. Berikut ini beberapa instruksi yang

sering digunakan oleh PLC.

ST, ST/

:

Digunakan untuk memulai suatu operasi logika.

OT

:

Output dari suatu operasi logika

AN

:

Menghubungkan suatu kontak NO secara seri

AN/

:

Menghubungakn suatu kontak NC secara seri

OR

:

Menghubungkan satu kontak NO secara paralel

OR/

:

Menghubungkan satu kontak NC secara paralel

ST↑, AN↑, OR↑

:

Menghasilkan satu pulsa untuk setiap perubahan input dari

off ke on.

ST↓, AN↓, OR↓

:

Menghasilkan satu pulsa untuk setiap perubahan input dari

on ke off.

OT↑

:

Mengaktifkan output selama satu pulsa pada relay P untuk

perubahan input dari off ke on.

OT↓

:

Mengaktifkan output selama satu pulsa pada relay P untuk

perubahan input dari on ke off.

ALT

:

Men-toggle setiap output apabila terjadi perubahan input

dari off menjadi on.

12

ANS

:

Melakukan operasi AND antara blok-blok rangkaian OR.

ORS

:

Melakukan operasi OR antara blok-blok rangkaian AND.

DF

:

Melewatkan satu pulsa input (off-on) pada output sehingga

output hanya akan on selama satu pulsa.

DF/

:

Melewatkan satu pulsa input (on-off) pada output sehingga

hanya akan on selama satu pulsa.

SET Dan RST

:

Output Y30 akan selalu on jika input X0 dalam kondisi on

dan Y30 akan off jika X1 dalam kondisi on.

KP (KEEP)

:

Jika X0 on maka output R30 akan menjadi on dan tetap on

hingga X1 menjadi on, R30 menjadi off.

MC dan MCE

:

Sitem kerja dari instruksi ini adalah jika input pada MC

dalam kondisi on maka instruksi yang ada diantara MC dan

MCE akan dieksekusi.

JP dan LBL

:

JP (jump) akan melompat ke instruksi LBL yang memiliki

nomor yang sama, tanpa mengeksekusi instruksi yang

terdapat dibawahnya.

ED

:

Digunakan untuk mengakhiri suatu program, sehingga

program akan berhenti apabila instruksi selesai dieksekusi.

CNDE

:

CNDE (Conditional End) berfungsi untuk mengulang

eksekusi ke alamat awal jika kondisinya terpenuhi.

CALL

:

Digunakan untuk memanggil procedure.

SUB

:

Digunakan untuk mengawali pembuatan procedure.

RET

:

Digunakan untuk kembali kealamat setelah instruksi CALL

dieksekusi. RET dibuat pada akhir procedure.

13

INT

:

Mengindikasikan awal dari program interupsi.

IRET

:

Mengindikasikan akhir dari program interupsi.

ICTL

:

ICTL (Interupsi Control) berfungsi untuk mengaktifkan

dan menon-aktifkan suatu fungsi interupsi.

2.4.1 Penggunaan Instruksi Timer, Counter, dan SR (Shift Register)

Timer adalah suatu instruksi yang membuat suatu proses berhenti sesaat sebelum

kembali melanjutkan proses. Timer ini ada banyak jenis. Beberapa timer yang sering

dipakai adalah sebagai berikut :

•On-Delay Timer

•Off-Delay Timer

•Accumulating Timer

Dalam pemrograman PLC terdapat 4 jenis timer yang berbeda dalam hal unit timernya.

Timer yang terdapat dalam pemrograman PLC ini merupakan On Delay Timer. Untuk

jenis timer ini adalah, TML yang mempunyai nilai unit time sebesar 0.001 s, TMR

mempunyai nilai unit time 0.01 s, TMX mempunyai unit time 0.1 s dan TMY yang

mempunyai unit time 1 s. Sedangkan untuk penggunaanya nilai timer dapat diberikan

dengan simbol konstanta (K). Misalkan nilai K diberikan nilai sebesar 300, jadi nilai

untuk TML adalah 0.001s x 300 = 0.3s.

Sedangkan Counter digunakan untuk menghitung setiap input yang masuk pada

instruksi ini. Sebagai contoh, kita ingin mengetahui jumlah pengunjung yang datang pada

suatu perpustakaan, rumah makan, dan lain-lain. Kondisi tersebut membutuhkan instruksi

counter untuk menghitung jumlah pengunjungnya, dan tentunya dengan input berupa

sensor.

14

Shift register pada PLC digunakan pada internal relay yang memiliki data 16 bit.

Shift register digunakan untuk menggeser nilai sebesar 1bit kekiri.

2.5 Perangkat Lunak PLC FP∑ NaiS

Penggunaan PLC (Programmable Logic Control) sebagai pusat pengontrolan,

sistem akan bekerja secara otomatis. Karena dengan menggunakan mikrokontroller jenis

ini, seluruh pusat pengendalian sudah diatur oleh PLC. Apabila terjadi kerusakan pada

salah satu komponennya hal tersebut tidak berpengaruh terhadap sistem. Karena sinyal

yang dikendalikan oleh PLC merupakan sinyal untuk pengontrol kerja komponen

elektriknya (jenis kontak NO dan kontak NC ). Sehingga arus listrik yang dikendalikan

PLC merupakan arus dibawah 24 volt (arus DC). Apabila terdapat kerusakan pada sistem,

PLC akan mengeluarkan sinyal, bahwa sistem dalam keadaan error.

PLC merupakan perangkat keras yang dapat diprogram oleh user. Jadi, setiap

PLC membutuhkan adanya perangkat lunak yang dapat memberikan instruksi-instruksi

kepada perangkat lain yang terhubung dengan PLC. pertangkat lunak yang digunakan

dalam pemrograman PLC, yaitu FPWIN GR V 2.00. FPWIN GR merupakan perangkat

lunak yang hanya dapat digunakan untuk pemrograman PLC NaiS. Dengan kata lain,

untuk pemrograman PLC nasional dengan PLC produk lain menggunakan perangkat

lunak yang berbeda.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->