P. 1
Askep Hemeroid Dan CA Colorectal

Askep Hemeroid Dan CA Colorectal

|Views: 1,572|Likes:
Published by ianzkate
Hemeroid Dan CA Colorectal
Hemeroid Dan CA Colorectal

More info:

Published by: ianzkate on Apr 02, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/13/2013

pdf

text

original

ASKEP HEMEROID PASIEN HEMEROID DAN CA COLORECTAL

MAKALAH

disusun untuk memenuhi tugas mata ajaran KMB I

oleh

Paian Tua

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SANTO BORROMEUS 2009

AsKep Pada Klien Hemeroid dan Ca Kolorectal Page 1

BAB II TINJAUAN TEORITIS A.
Pengertian Hemeroid adalah pelebaran vena didalam fleksus hemoroidalis yang tidak ( syamyuhidayat) Hemoroid adalah akibat dari kongesti vena yang disebabkan oleh gangguan venous return dari vena hemoroidalis (Sylvia anderson) Hemoroid atau wasir meruopakan vena varikosa pada anus hemoroid dibagi menjadi 2 yaitu hemoroid interna dan eksterna Kesimpulan: Hemoroid interna merupakan varises vena hemoroidalis superior dan media , dan hemoroid eksterna merupakan varises hemoroidalis inferior seperti istilah yang digunakan, hemoroid eksterna timbul eksterna terhadap m . sfingter ani dan hemoroid interna timbul diatas sfinter.

Hemoroid

merupakan keadaan patologik

B.

Anatomi dan fisiologi Kolon dan Rektum Usus besar

Usus besar atau kolon dalam anatomi adalah bagian usus antara usus buntu dan rektum. Fungsi utama organ ini adalah menyerap air dari feses. AsKep Pada Klien Hemeroid dan Ca Kolorectal Page 2

Usus besar terdiri dari :
• • • •

Kolon asendens (kanan) Kolon transversum Kolon desendens (kiri) Kolon sigmoid (berhubungan dengan rektum)

Banyaknya bakteri yang terdapat di dalam usus besar berfungsi mencerna beberapa bahan dan membantu penyerapan zat-zat gizi. Bakteri di dalam usus besar juga berfungsi membuat zat-zat penting, seperti vitamin K. Bakteri ini penting untuk fungsi normal dari usus. Beberapa penyakit serta antibiotik bisa menyebabkan gangguan pada bakteri-bakteri didalam usus besar. Akibatnya terjadi iritasi yang bisa menyebabkan dikeluarkannya lendir dan air, dan terjadilah diare.

Usus Buntu (sekum) Usus buntu atau sekum (Bahasa Latin: caecus, "buta") dalam istilah anatomi adalah suatu kantung yang terhubung pada usus penyerapan serta bagian kolon menanjak dari usus besar. Organ ini ditemukan pada mamalia, burung, dan beberapa jenis reptil. Sebagian besar herbivora memiliki sekum yang besar, sedangkan karnivora eksklusif memiliki sekum yang kecil, yang sebagian atau seluruhnya digantikan oleh umbai cacing.

Rektum dan anus Rektum (Bahasa Latin: regere, "meluruskan, mengatur") adalah sebuah ruangan yang berawal dari ujung usus besar (setelah kolon sigmoid) dan berakhir di anus. Organ ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara feses. Biasanya rektum ini kosong karena tinja disimpan di tempat yang lebih tinggi, yaitu pada kolon desendens. Jika kolon desendens penuh dan tinja masuk ke dalam rektum, maka timbul keinginan untuk buang air besar (BAB). Mengembangnya dinding rektum karena penumpukan material di dalam rektum AsKep Pada Klien Hemeroid dan Ca Kolorectal Page 3

akan memicu sistem saraf yang menimbulkan keinginan untuk melakukan defekasi. Jika defekasi tidak terjadi, sering kali material akan dikembalikan ke usus besar, di mana penyerapan air akan kembali dilakukan. Jika defekasi tidak terjadi untuk periode yang lama, konstipasi dan pengerasan feses akan terjadi. Orang dewasa dan anak yang lebih tua bisa menahan keinginan ini, tetapi bayi dan anak yang lebih muda mengalami kekurangan dalam pengendalian otot yang penting untuk menunda BAB. Anus merupakan lubang di ujung saluran pencernaan, dimana bahan limbah keluar dari tubuh. Sebagian anus terbentuk dari permukaan tubuh (kulit) dan sebagian lannya dari usus. Pembukaan dan penutupan anus diatur oleh otot sphinkter. Feses dibuang dari tubuh melalui proses defekasi (buang air besar BAB), yang merupakan fungsi utama anus. A. ETIOLOGI Penyebab terjadinya hemoroid antara lain: 1. Konstipasi kronis 2. Rasa nyeri , tidak enak atau gatal didaerah anokrektal 3. pendarahan segar saat / sesudah defekasi 4. Berak mucus 5. Sering nengangkat barang berat

AsKep Pada Klien Hemeroid dan Ca Kolorectal Page 4

B. KLASIFIKASI Hemoroid di klasifikasikan menjadi dua tipe: 1) Hemoroid internal (intern) A.Hemoroid yang terjadi di atas sphinter anal B. Pleksus Vena hemeroidalis superior di atas garis mukokutan dan ditutupi oleh mukosa (Sjamsuhidayat. 2004:910) C. Dilatasi varikosus vena plektus hemeroidal superior, timbul di atas linea pektinata dan ditutupi selaput lendir. Hemeroid Intern ini merupakan bantalan vaskular di dalam jaringan submukosa pada rectum sebelah bawah. Hemeroid terdapat pada 3 posisi primer: 1.kanan- depan 2. kanan- belakang 3. kiri- latelar Klasifikasi Hemeroid Intern dan internal Derajat I : -Perdarahan merah segar, tanpa nyeri pada waktu defekasi -Tidak terdapat prolaps - Pada pemeriksaan anoskopi terlihat hemeroid yang membesar menonjol ke dalam lumen Derajat II : - Menonjol melalui kanalis saat mengedan ringan tetapi dapat masuk kembali secara spontan Derajat III: -Menonjol saat mengedan -Harus didorong kembali sesudah defekasi Derajat IV: -Menonjol keluar -Tidak dapat didorong kembali AsKep Pada Klien Hemeroid dan Ca Kolorectal Page 5

C. PATOFISIOLOGI Wasir internal terjadi lebih tinggi di anus, keluar dari pandangan. Perdarahan adalah gejala yang paling umum wasir internal, dan sering kali satu-satunya dalam kasus ringan. Lihat wasir galeri untuk foto rinci. Gambar: Wasir dan Anal fissure

Wasir eksternal terlihat-terjadi keluar sisi anus. Pada dasarnya mereka tertutup kulit vena yang telah membengkak dan terlihat biru. Biasanya mereka muncul tanpa gejala. Ketika meradang, bagaimanapun, mereka menjadi merah dan lembut.

Kadang-kadang, wasir internal akan datang melalui lubang anus ketika berusaha untuk memindahkan isi perut Anda. Hal ini disebut prolapsed wasir internal, tetapi seringkali sulit untuk memudahkan kembali ke dalam rektum, dan biasanya sangat menyakitkan..

Ketika bekuan darah di dalam bentuk-bentuk eksternal wasir, sering kali menyebabkan sakit parah. Thrombosed wasir eksternal ini dapat dirasakan sebagai sebuah perusahaan, tender massa di daerah anus, kira-kira sebesar kacang polong.

Anal fissure. Celah tipis seperti air mata dalam jaringan anus, sebuah fisura anal kemungkinan besar akan menyebabkan gatal-gatal, nyeri, dan pendarahan saat buang air besar.

AsKep Pada Klien Hemeroid dan Ca Kolorectal Page 6

Wasir istilah mengacu pada suatu kondisi dimana pembuluh darah di sekitar anus atau dubur rendah bengkak dan meradang. Wasir dapat hasil dari berusaha untuk memindahkan bangku. Faktor lain termasuk kehamilan, penuaan, sembelit atau diare kronis, dan anal seks. Wasir yang baik di dalam dan di atas anus (internal) atau di bawah kulit di sekitar anus (eksternal). Wasir (tumpukan) timbul dari kemacetan internal dan / atau eksternal pleksus vena di sekitar anus. Banyak masalah anorektal, termasuk celah-celah, fistula, abses, atau iritasi dan gatal-gatal (pruritus ani), memiliki gejala yang mirip dan salah disebut sebagai wasir. Wasir biasanya tidak berbahaya atau mengancam nyawa. Jarang, seorang pasien dapat memiliki perdarahan begitu parah, yang parah atau kematian anemia dapat terjadi. Dalam beberapa kasus, gejala wasir pergi hanya dalam beberapa hari. Tetapi dalam banyak kasus, gejala wasir akhirnya kembali, sering lebih buruk daripada mereka sebelumnya. Meskipun banyak orang memiliki wasir, tidak semua mengalami gejala. D. MANIFESTASI KLINIS 1.Hemoroid internal atau intern a) Menyebabkan rasa gatal dan nyeri disebabkan oleh kelembapan yang terus menerus dan rangsangan mucus. b) Menyebabkan perdarahan berwarna merah terang saat defekasi akibat dari trauma oleh feses yang keras. Walaupun berasal dari vena, darah yang keluar berwarna merah segar karena mengandung zat asam c) Tidak selalu menimbulkan nyeri sampai hemeroid ini membesar dan menimbulkan perdarahan / prolaps 2. Hemeroid Eksternal/ ekstern a) Nyeri hebat akibat inflamasi dan edema yang disebabkan oleh thrombosis . Trombosis adalah pembekuan darah dalam hemeroid b) Dapat menimbulkan iskemia pada area tersebut dan nekrosis AsKep Pada Klien Hemeroid dan Ca Kolorectal Page 7

E. TEST DIAGNOSTIK Sebuah evaluasi menyeluruh dan tepat diagnosa oleh dokter adalah penting setiap waktu perdarahan dari dubur atau darah di tinja terjadi. Perdarahan juga mungkin merupakan gejala penyakit pencernaan lain, termasuk kanker kolorektal. Dokter akan memeriksa anus dan rektum untuk mencari pembuluh darah bengkak yang mengindikasikan wasir dan juga akan tampil digital dubur dengan memakai sarung, dilumasi jari untuk merasakan kelainan. Evaluasi lebih dekat pada anus untuk wasir memerlukan ujian dengan anoscope, kosong, tabung bercahaya berguna untuk menampilkan wasir internal, atau proctoscope, berguna untuk lebih sepenuhnya memeriksa seluruh rektum. Untuk menyingkirkan penyebab lain perdarahan gastrointestinal, dokter dapat memeriksa rektum dan kolon bawah (sigmoid) dengan sigmoidoskopi atau seluruh kolon dengan kolonoskopi. Sigmoidoskopi dan kolonoskopi merupakan prosedur diagnostik yang juga melibatkan penggunaan terang, tabung fleksibel dimasukkan melalui dubur. TINDAKAN MEDIS Pengobatan wasir pada awalnya ditujukan untuk menghilangkan gejala. Langkah-langkah untuk mengurangi gejala antara lain: • Warm bak mandi beberapa kali sehari dalam biasa, air hangat selama sekitar 10 menit. • Aplikasi dari wasir krim atau supositoria ke daerah yang terkena untuk waktu yang terbatas,dan dilakukan hemoroidektomi pada hemoroid stadium III dan IV ,hemoroid stadium I atau II yang sering berdarah. Mencegah dari terulangnya menghilangkan wasir akan memerlukan tekanan dan tegang dari sembelit. Dokter akan sering merekomendasikan peningkatan serat dan cairan dalam makanan. Makan dalam jumlah yang tepat serat dan minum enam sampai delapan gelas cairan (bukan alkohol) AsKep Pada Klien Hemeroid dan Ca Kolorectal Page 8

mengakibatkan lebih lembut,. Sumber yang baik adalah serat , buahbuahan, sayuran, dan gandum.

F. INSIDEN Kedua jenis hemoroid ini sangat sering terjadi dan terdapat pada sekitar 35% Wasir sangat umum baik pada pria maupun wanita. Sekitar setengah dari penduduk yang terkena wasir pada usia 50 tahun . Wasir juga umum di kalangan wanita hamil. Tekanan janin di perut, serta perubahan hormonal, menyebabkan pembuluh wasir untuk membesar walaupun keadaan ini tidak mengancam kehidupan , tetapi dapat menyebabkan perasaan tidak enak dan nyaman . G. PENATALAKSANAAN Penatalaksanaan hemoroid terdiri dari penatalaksanaan medis dan penatalaksanaan bedah. 1. Penatalaksanaan Medis Ditujukan untuk hemoroid interna derajat I sampai III atau semua derajat hemoroid yang ada kontraindikasi operasi atau klien yang menolak operasi. a. Non-farmakologis Bertujuan untuk mencegah perburukan penyakit dengan cara memperbaiki defekasi. Pelaksanaan berupa perbaikan pola hidup, perbaikan pola makan dan minum, perbaikan pola/cara defekasi. Perbaikan defekasi disebut Bowel Management Program (BMP) yang terdiri atas diet, cairan, serat tambahan, pelicin feses, dan perubahan perilaku defekasi (defekasi dalam posisi jongkok/squatting). Selain itu, lakukan tindakan kebersihan lokal dengan cara merendam anus dalam air selama 10-15 menit, 2-4 kali sehari. Dengan perendaman ini, eksudat/sisa tinja yang lengket dapat AsKep Pada Klien Hemeroid dan Ca Kolorectal Page 9

dibersihkan. Eksudat/sisa tinja yang lengket dapat menimbulkan iritasi dan rasa gatal bila dibiarkan.

b. Farmakologi Bertujuan memperbaiki defekasi dan meredakan atau menghilangkan keluhan dan gejala. Obat-obat farmakologis hemoroid dapat dibagi atas empat macam, yaitu: 1. Obat yang memperbaiki defekasi Terdapat dua macam obat yaitu suplement serat (fiber suplement) dan pelicin tinja (stool softener). Suplemen serat komersial yang yang banyak dipakai antara lain psylium atau isphaluga Husk (ex.: Vegeta, Mulax, Metamucil, Mucofalk) yang berasal dari kulit biji plantago ovate yang dikeringkan dan digiling menjadi bubuk. Obat ini bekerja dengan cara membesarkan volume tinja dan meningkatkan peristaltik usus. Efek samping antara lain ketut dan kembung. Obat kedua adalah laxant atau pencahar (ex.: laxadine, dulcolax, dll). 2. Obat simptomatik Bertujuan untuk menghilangkan atau mengurangi keluhan rasa gatal, nyeri, atau kerusakan kulit di daerah anus. Jenis sediaan misalnya Anusol, Boraginol N/S dan Faktu. Sediaan yang mengandung kortikosteroid digunakan untuk mengurangi radang daerah hemoroid atau anus. Contoh obat misalnya Ultraproct, Anusol HC, Scheriproct. 3. Obat penghenti perdarahan Perdarahan menandakan adanya luka pada dinding anus atau pecahnya vena hemoroid yang dindingnya tipis. Psyllium, citrus

AsKep Pada Klien Hemeroid dan Ca Kolorectal Page 10

bioflavanoida yang berasal dari jeruk lemon dan paprika berfungsi memperbaiki permeabilitas dinding pembuluh darah.

4. Obat penyembuh dan pencegah serangan Menggunakan Ardium 500 mg dan plasebo 3×2 tablet selama 4 hari, lalu 2×2 tablet selama 3 hari. Pengobatan ini dapat memberikan perbaikan terhadap gejala inflamasi, kongesti, edema, dan prolaps. c. Minimal Invasif Bertujuan untuk menghentikan atau memperlambat perburukan penyakit dengan tindakan-tindakan pengobatan yang tidak terlalu invasif antara lain skleroterapi hemoroid atau ligasi hemoroid atau terapi laser. Dilakukan jika pengobatan farmakologis dan non-farmakologis tidak berhasil. 2. Penatalaksanaan Tindakan Operatif Ditujukan untuk hemoroid interna derajat IV dan eksterna atau semua derajat hemoroid yang tidak berespon terhadap pengobatan medis. o Prosedur ligasi pita karet o Hemoroidektomi kriosirurgi o Laser Nd: YAG o Hemoroidektomi 3. Penatalaksanaan Tindakan non-operatif o Fotokoagulasi inframerah, diatermi bipolar, terapi laser adalah tekhnik terbaru yang digunakan untuk melekatkan mukosa ke otot yang mendasarinya AsKep Pada Klien Hemeroid dan Ca Kolorectal Page 11

o Injeksi larutan sklerosan juga efektif untuk hemoroid berukuran kecil dan berdarah. Membantu mencegah prolaps.

Nursing Assesment: o Personal Hygiene yang baik terutama didaerah anal o Menghindari mengejan selama defekasi o Diet tinggi serat o Bedrest/tirah baring untuk mengurangi pembesaran hemoroid PENCEGAHAN Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya hemoroid antara lain: 1. Jalankan pola hidup sehat 2. Olah raga secara teratur (ex.: berjalan) 3. Makan makanan berserat 4. Hindari terlalu banyak duduk 5. Jangan merokok, minum minuman keras, narkoba, dll. 6. Hindari hubunga seks yang tidak wajar 7. Minum air yang cukup 8. Jangan menahan kencing dan berak 9. Jangan menggaruk dubur secara berlebihan

AsKep Pada Klien Hemeroid dan Ca Kolorectal Page 12

10. Jangan mengejan berlebihan 11. Duduk berendam pada air hangat 12. Minum obat sesuai anjuran dokter

J. ASUHAN KEPERAWATAN : 1. Pengkajian Riwayat kesehatan: - Apakah ada rasa gatal, terbakar dan nyeri selama defekasi? - Adakah nyeri abdomen? - Apakah terdapat perdarahan dari rektum? Berapa banyak, seberapa sering, apa warnanya? - Adakah mucus atau pus? - Bagaimana pola eliminasi klien? Apakah sering menggunakan laksatif? Riwayat diet: - Bagaimana pola makan klien? - Apakah klien mengkonsumsi makanan yang mengandung serat? Riwayat pekerjaan: - Apakah klien melakukan pekerjaan yang memerlukan duduk atau berdiri dalam waktu lama? Aktivitas dan latihan: - Seberapa jumlah latihan dan tingkat aktivitas? AsKep Pada Klien Hemeroid dan Ca Kolorectal Page 13

Pengkajian obyektif: - Menginspeksi feses apakah terdapat darah atau mucus dan area perianal akan adanya hemoroid, fisura, iritasi, atau pus.

2. Diagnosa Keperawatan a. Konstipasi b.d mengabaikan dorongan untuk defekasi akibat nyeri selama defekasi b. Ansietas b.d rencana pembedahan dan rasa malu c. Nyeri b.d iritasi, tekanan dan sensitivitas pada area rektal/anal sekunder akibat penyakit anorektal dan spasme sfingter post-operatif d. Perubahan eliminasi urinarius b.d rasa takut nyeri post-operatif e. Risiko ketidakefektifan penatalaksanaan program terapi 3. Perencanaan dan intervensi - Menghilangkan konstipasi Intervensi: a. Menyusun waktu untuk defekasi, biasanya setelah makan atau pada waktu tidur b. Menggunakan latihan relaksasi sesuai kebutuhan c. Menambahkan makanan tinggi serat pada diet d. Meningkatkan masukan cairan hingga 2 liter/24 jam - Menurunkan ansietas AsKep Pada Klien Hemeroid dan Ca Kolorectal Page 14

- Menghilangkan nyeri Intervensi: Mengubah posisi tubuh dan aktifitas untuk meminimalkan nyeri dan ketidaknyamanan - Meningkatkan eliminasi urinarius - Pemantauan dan penatalaksanaan komplikasi - Pendidikan klien dan pertimbangan perawatan di rumah

AsKep Pada Klien Hemeroid dan Ca Kolorectal Page 15

KANKER USUS BESAR: KOLON DAN RECTUM
K. DEFINISI Kanker adalah tumor seluler yang bersifat fatal, sel- sel kanker tidak seperti sel- sel tumor jinak, menunjukan sifat invasive dan metastasis dan sangatlah anaplastik. (Kamus Dorland) Kanker Kolorectal adalah keganasan di kolon / rectum (Pricilla Lemone) Kanker Kolorectal adalah kanker yang menyerang daerah kolon dan rectum. (www.cancer.org) Menurut kelompok: Kanker Kolorectal adalah suatu kanker yang bersifat fatal karena dapat mengalami invasi dan metastasis serta menyerang daerah kolon dan rectum.

L. ETIOLOGI Sedikit Olahraga Kegemukan Alkohol

AsKep Pada Klien Hemeroid dan Ca Kolorectal Page 16

-

Mengkonsumsi makanan tinggi protein hewani (seperti daging, jeroan) Resti pada umur 50 tahun Adanya polip kolorectal Hereditas Adanya penyakit saluran pencernaan :radang usus, ulcerative colitis, hemeroid Ras : terutama Eropa, Afrika, Amerika

M. KLASIFIKASI Terdapat beberapa macam klasifikasi staging pada kanker kolon, ada klasifikasi TNM, klasifikasi Dukes, dijabarkan klasifikasinya adalah sebagai berikut (mirip dengan klasifikasi Dukes) :
• • • •

Stadium 1 : Kanker terjadi di dalam dinding kolon Stadium 2 : Kanker telah menyebar hingga ke lapisan otot kolon Stadium 3 : Kanker telah menyebar ke kelenjar-kelenjar limfa Stadium 4 : Kanker telah menyebar ke organ-organ lain N. Patofisiologi Tumor yang berupa massa polipoid besar, tumbuh ke dalam lumen dan

dengan cepat meluas ke sekitar usus sebagai cincin anular. Lesi anular lebih sering terjadi pada bagian rektosigmoid, sedangkan polipoid atau lesi yang datar lebih sering terdapat pada sekum dan kolon asendens. Secara histologis, hampir semua kanker usus besar adalah adenokarsinoma (terdiri atas epitel kelenjar ) dan dapat mensekresi mukus yang jumlahnya berbeda – beda. Tumor dapat menyebar: (1) secara infiltratif langsung ke struktur yang berdekatan, seperti ke dalam kandung kemih, (2) melalui pembuluh limfe ke kelenjar perikolon dan mesokolon, dan (3) melalui aliran darah, biasanya ke hati karena kolon mengalirkan darah ke sistem portal. Prognosis relatif baik bila lesi terbatas pada mukosa dan submukosa pada saat reseksi dilakukan, dan jauh lebih jelek bila terjadi metastasis ke kelenjar limfe. AsKep Pada Klien Hemeroid dan Ca Kolorectal Page 17

Colorectal Cancer atau dikenal sebagai Ca. Colon atau Kanker Usus Besar adalah suatu bentuk keganasan yang terjadi pada kolon, rektum, dan appendix (usus buntu). Di negara maju, kanker ini menduduki peringkat ke tiga yang paling sering terjadi, dan menjadi penyebab kematian yang utama di dunia barat. Untuk menemukannya diperlukan suatu tindakan yang disebut sebagai kolonoskopi, sedangkan untuk terapinya adalah melalui pembedahan diikuti kemoterapi.

AsKep Pada Klien Hemeroid dan Ca Kolorectal Page 18

O. MANIFESTASI KLINIK  Colon Asendens : nyeri, adanya massa, perubahan peristaltik usus, anemia  Colon Transversum : nyeri, obstruksi, perubahan pergerakan usus dan anemia  Colon Desendens : nyeri, perubahan pergerakan usus, terdapat darah merah terang pada feses, obstruksi  Rectum : terdapat darah di dalam feses, perubahan peristaltik usus, ketidaknyamanan rectal P. TEST DIAGNOSTIK  Pemeriksaan abdomen dan rectal  Sigmoidoscopy dan colonscopy  Barium Enema  CT Scan Abdomen  Operasi : Right/ Left Hernia Colectomy : Abdominal – Perineal Resection, Laparascopy Colectomy  Radiasi  Chemotherapy  Liver fungsi test Q. Insiden Tumor usus halus jarang terjadi, sebaliknya tumor usus besar dan rektum relatif umum. Pada kenyataannya kanker kolon dan rectum sekarang adalah tipe paling AsKep Pada Klien Hemeroid dan Ca Kolorectal Page 19

umum kedua dari kanker internal di Amerika Serikat. Ini adalah penyakit budaya Barat. Diperkirakan bahwa 150.000 kasus baru kanker kolorectal didiagnosis di negara ini tiap tahunnya. Kanker kolon menyerang individu dua kali lebih besar dibandingkan kanker rectal. Insidennya meningkat sesuai usia (kebanyakan pada pasien yang berusia lebih dari 55 tahun ) dan makin tinggi pada individu dengan riwayat keluarga yang mengalami kanker kolon, penyakit usus inflamasi kronis atau polip. Insiden kanker pada sigmoid dan area rectal telah menurun, sedangkan insidens pada kolon asenden dan desenden meningkat. Angka kelangsungan hidup di bawah 5 tahun adalah 40% sampai 5%, terutama karena terlambat dalam diagnosis dan adanya metastase. Kebanyakan orang asimtomatis dalam jangka waktu lama dan mencari bantuan kesehatan hanya bila mereka menemukan perubahan pada kebiasaan defekasi/ pendarahan rectal R. Penatalaksanaan :  Cairan Intravena dan NGT (obstruksi usus )  Pengobatan tergantung terhadap penyakit Pentahapan yang digunakan secara jelas adalah klasifikasi Duke : -Kelas A : Tumor dibatasi pada mukosa dan submukosa -Kelas B : Peneterasi melalui dinding usus -Kelas C : Invasi ke dalam sistem limfe yang mengalir regional -Kelas D : Metastasis regional tahap lanjut dan penyebaran yang luas  Pembedahan : Tipe pembedahan tergantung lokasi dan ukuran tumor. Prosedur pembedahan pilihan adalah sebagai berikut : (Doughty & Jackson, 1993 ) Reseksi segmental dengan Anatomosis (pengangkatan tumor dan porsi usus pada sisi pertumbuhan, pembuluh darah, nodus limfatik )

AsKep Pada Klien Hemeroid dan Ca Kolorectal Page 20

Reseksi Abdominoperineal dengan kolostomi sigmoid permanen (pengangkatan tumor dan porsi sigmoid dan semua rectum serta sfingter anal ) Kolostomi sementara diikuti dengan reseksi segmental dan

anastomosis serta reanastomosis lanjut dari kolostomi  Kolostomie permanen dan illeostomy → untuk menyembuhkan lesi obstruksi yang tidak direseksi

S. ASUHAN KEPERAWATAN Pengkajian : Riwayat kesehatan diambil untuk mendapatkan informasi tentang perasaan lelah, adanya nyeri abdomen atau rectal dan karakternya (lokasi,frekuensi, durasi, berhubungan dengan makan atau defekasi ), pola eliminasi terdahulu dan saat ini, defekasi tentang warna, bau, dan konsistensi feses, mencakup adanya darah atau mucus. Informasi tambahan mencakup riwayat masa lalu tentang penyakit usus inflamasi kronis atau polip kolorektal; riwayat keluarga dari penyakit kolorectal; dan terapi obat saat ini. Kebiasaan diet diidentifikasikan mencakup masukan lemak dan/ atau serat serta jumlah konsumsi alcohol. Riwayat penurunan berat badan adalah penting. Pengkajian objektif mencakup auskultasi abdomen terhadap bising usus dan palpasi abdomen untuk area nyeri tekan, distensi, dan massa padat. Spesimen feses diinspeksi terhadap karakter dan adanya darah.

DIAGNOSA KEPERAWATAN:

Konstipasi berhubungan dengan lesi obstruksi

AsKep Pada Klien Hemeroid dan Ca Kolorectal Page 21

Nyeri berhubungan dengan kompresi jaringan sekunder akibat Keletihan berhubungan dengan anemia dan anoreksia Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh, berhubungan dengan Resiko kekurangan volume cairan berhubungan dengan muntah dan Ansietas berhubungan dengan rencana pembedahan dan diagnosis Kurang pengetahuan mengenai diagnosa, prosedur pembedahan, dan Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan insisi bedah (abdomen

obstruksi
• •

mual dan anoreksia

dehidrasi

kanker

perawatan diri setelah pulang

dan perianal), pembentukan stoma, dan kontaminasi fekal terhadap kulit periostomal

Gangguan citra tubuh berhubungan dengan kolostomi

INTERVENSI KEPERAWATAN DENGAN RASIONAL 1. Sering mengkaji keadekuatan penanganan nyeri. Gunakan informasi subjektif dan objektif, meliputi :(1) lokasi, intensitas, dan karakter nyeri; (2) tanda-tanda nonverbal, meliputi : wajah meringis, posisi tubuh tegang, tampak terpejam, peningkatan pols, peningkatan atau penurunan tekanan darah, pernafasan cepat dan dangkal. Klien dapat berasumsi bahwa nyeri akan terjadi atau toleransi atau dapat menjadi ketakutan tergantung pengobatan analgesik. Menanyakan dengan seksama dan mengkaji dapat memberikan informasi akurat kepada perawat tentang status nyeri klien, dan berguna mengontrol rasa tidak nyaman klien. 2. Tanyakan klien tentang skala nyeri dalam rentang 0 – 10 (0 = tanpa nyeri, 10 = nyeri sangat). Catat derajat / tingkat nyeri. Nyeri bersifat pengalaman subjektif. Persepsi dan respon klien terhadap nyeri berbeda-beda. Latar belakang keyakinan dan etnik dapat mempengaruhi respon terhadap nyeri.

AsKep Pada Klien Hemeroid dan Ca Kolorectal Page 22

3. Kaji efektifitas penanganan nyeri ½ jam sesudah pemberian obat. Monitor efektifitas dan efek yang merugikan. Penyesuaian dosis mungkin dibutuhkan untuk mengatasi nyeri tanpa efek yang berbahaya. 4. Kaji luka dari tanda-tanda peradangan atau bengkak; kaji selang drainase dan kelancaran selang. Kurangnya kontrol nyeri atau perubahan nyeri dapat berhubungan dengan distensi organ yang terpasang NGT atau kateter urine atau dapat mengindikasikan andanya infeksi atau abses. 5. Kaji distensi abdomen, tenderness, dan bising usus. Perdarahan intra-abdominal, peritonitits, atau ileus paralitik dapat menyebabkan nyeri dan dapat membingungkan antara nyeri yang diakibatkan oleh bekas insisi. 6. Pemberian obat-obatan nyeri diprioritaskan untuk aktifitas atau prosedur. Analgesik dapat mengurangi rasa tidak nyaman klien, memberi rasa nyaman saat ambulasi. 7. Penanganan nonfarmakologik, seperti posisi, berbagai aktifitas, stimulus lingkungan, inaginasi, dan teknik relaksasi. Teknik ini berguna untuk meningkatkan efek analgesia. 8. Belat / tekan insisi dengan bantal, dan ajarkan klien bagaimana melakukannya saat batuk dan bernafas dalam untuk mencegah komplikasi pernafasan berhubungan ketakutan akan rasa nyeri. Perubahan Nutrisi : Kurang Dari Kebutuhan Tubuh Klien yang disangka kanker kolorektal akan dilakukan prosedur-prosedur diagnostik lanjutan berisiko defisiensi nutrisi karena sering dilakukan prosedur persiapan (©2004 untuk Digitized by usus USU dan digital diet library cairan. 6)

PERAWATAN KLIEN DENGAN BEDAH USUS PREOPERATIF 1. Pastikan tanda-tanda valid untuk prosedur. Ini berguna bagi pasien dan anggota keluarga untuk memahami prosedur dan kemungknan risiko dan keunggulan, sebaiknya alternatif untuk persiapan prosedur. Penandatanganan format persetujuan AsKep Pada Klien Hemeroid dan Ca Kolorectal Page 23

khususnya untuk prosedur sebagai dokumentasi bahwa klien dan keluarga setuju untuk dilakukan prosedur. 2. Kaji pemahaman klien dan keluarga tentang prosedur, klarifikasi dan interpretasikan sesuai kebutuhan. Beri instruksi apa yang diharapka selama periode postoperatif, meliputi penanganan nyeri; pemasangan selang seperti NGT, IVFD, latihan pernafasan, reintroduksi intake oral makanan dan cairan. Klien yang dipersiapkan dengan baik selama preoperatif biasanya tidak cemas dan mampu lebih baik untuk menolong / mendukung perawatan postoperatif. Persiapan adekuat juga mengurangi kebutuhan narkotik untuk analgesik dan meningkatkan pemulihan klien. 3. Pemasangan NGT postoperatif. Meskipun sering dilakukan pemasangan di kamar bedah hanya untuk pembedahan, NGT dapat dipasang terpasang preoperatif untuk membuang sekresi dan mengosongkan isi lambung. 4. Prosedur persiapan usus. Antibiotik oral dan pareteral sebaiknya kathartik dan enema / ditelan dapat diberikan preoperatif untuk membersihkan usus dan mengurangi risiko kontaminasi peritoneal oleh isi usus selama pembedahan. POST OPERATIF 1. Perawatan rutin untuk klien bedah. Monitor tanda vital dan intake dan output, meliputi drainase lambung dan lainnya dari drain luka. Kaji perdarahan dari insisi abdomen dan perineal, kolostomi, atau anus. Evaluasi komplikasi luka yang lainnya, dan pertahankan integritas psikologi. (©2004 Digitized by USU digital library 4) 2. Monitor bising usus dan derajad distensi abdomen. Manipulasi pembedahan dari usus menghentikan peristaltik, menyebabkan ileus. Adanya bising usus dan pasase flatus indikasi kembalinya peristaltik. 3. Sediakan obat pengurang nyeri dan pemeriksaan rasa nyaman, seperti perubahan posisi. Klien yang mengalami nyeri postoperatif adekuat ditangani pemulihan lebih cepat dan mengalami beberapa komplikasi.

AsKep Pada Klien Hemeroid dan Ca Kolorectal Page 24

4. Kaji status pernafasan, sangga abdomen dengan selimut atau bantal untuk membantu batuk. Pemotongan kanker kolorektal dengan anastomosis usus atau kolostomi adalah bedah mayor abdominal. Perawatan untuk mengurangi nyeri, pertahankan fungsi pernafasan yang adekuat, dan cegah komplikasi pembedahan. 5. Kaji posisi dan patensi NGT, persambungan suction. Bila selang terlipat/sumbat, irigasi dengan gentle / hati-hati dengan normal saline steril. NGT digunakan postoperatif untuk dekompressi gastroinestinal dan fasilitasi penyembuhan dari anastomosa. Memastikan kelancaran penting untuk rasa nyaman dan penyembuhan klien. 6. Kaji warna, jumlah, dan bau drainase dan kolostomi (bila ada), catat berbagai perubahan atau adanya bekuan atau perdarahan berwarna merah terang. Drainase dapat berwarna merah terang dan kemudian gelap dan akhirnya bersih atau hijau kekuningan setelah 2 – 3 hari pertama. Perubahan warna; jumlah; atau bau dari drainase dapat mengindikasikan komplikasi seperti perdarahan, sumbatan usus, atau infeksi. 7. Perhatian bagi seluruh untuk personal menghindari perawatan dengan klien reseksi rektal,

abdomminoperitoneal

pemasangan

temperatur

suppositoria, atau prosedur rektal lainnya. Prosedur ini dapat merusak garis jahitan anal, menyebabkan perdarahan, infeksi, atau gangguan penyembuhan. 8. Pertahankan cairan intravena ketika masih dilakukan suction naso gastrik. Klien dengan suction NGT tidak mampu untuk makan dan minum peroral dan, selebihnya, kehilangan elektrolit dan cairan melalui NGT. Bila tidak dilakukan penggantian cairan dan elektrolit, klien berisiko dehidrasi; ketidakseimbangan sodium, potasium, dan chloride; dan alkalosis metabolik. 9. Pemberian antasid, antagonis histamin2-reseptor, dan terapi antibiotik dianjurkan. Tergantung pada prosedur yang dilakukan. Terapi antibiotik untuk mencegah infeksi akibat dari kontaminasi rongga abdominal dengan isi dari usus. 10. Pemberian cairan dan makanan oral dianjurkan.makanan dapat berupa cairan, dan kemudian diberikan sering dan porsi sedikit. Monitor bising usus dan monitor AsKep Pada Klien Hemeroid dan Ca Kolorectal Page 25

distensi abdomen sesering mungkin selama periode ini. Oral feeding dilakukan kembali perlahan-lahan untuk meminimalkan distensi abdomen dan trauma terhadap garis jahitan. 11. Anjurkan ambulasi. Merangsang peristaltik 12. Mulai pengajaran dan perencanaan pulang. Konsultasikan dengan ahli diet untuk instruksi diet dan menu; beri penguatan pengajaran. Ajarkan klien tengang kemungkinan komplikasi postoperatif, seperti abses abdominal atau sumbatan usus. Ajarkan klien tentang tanda-tanda dan gejala komplikasi ini dan cara pencegahannya.

Evaluasi Hasil yang diharapkan: 1. Mempertahankan eliminasi usus adekuat 2. Mengalami sedikit nyeri 3. Meningkatkan toleransi aktivitas 4. Mencapai tingkat nutrisi optimal Makan diet rendah residu, tinggi protein, dan tinggi kalori Kram adomen berkurang Membatasi masukan makanan dan cairan oral bila terjadi mual Berkemih sedikitnya 1,5 L/ 24 jam Mengungkapkan masalah dan rasa takut degan bebas Menggunakan tindakan koping untuk menghadapi stres

5. Keseimbangan tercapai

6. Mengalami penurunan ansietas

7. Memerlukan informasi tentang diagnosis, prosedur bedah, dan perawatan diri setelah pulang. -mendiskusikan diagnosa, prosedur badah, dan perawatan diri Pascaoperatif -Mendemonstrasikan teknik perawatan ostomi AsKep Pada Klien Hemeroid dan Ca Kolorectal Page 26

8. Mempertahankan insisi tetap bersih, stoma, dan luka perineal -Secara bertahap meningkatkan partisipasi dalam perawatan stoma dan kulit periostomal 9. Mengungkapkan perasaan dan masalah tentang diri sendiri secara verbal 10. Tidak mengalami komplikasi -Menggunakan antibiotik oral sesuai resep - Bekerjasama dalam protokol pembersihan usus - Tidak demam -Bising Usus ada -Lingkar abdomen adalam batas normal atau menurun -Tidak ada bukti perforasi atau pendarahan

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan Penyakit hemoroid dan Ca kolorektal adalah penyakit yang menyerang bagian kolon dan rectum .Resiko terkena kedua penyakit tersebut dapat diturunkan dengan menjaga gaya hidup individu tersebut. 3.2 Saran Dianjurkan untuk selalu mengkonsumsi makanan yang bayak mengandung serat, kecukupan nutrisi tubuh sebaiknya dipenuhi secara seimbang

AsKep Pada Klien Hemeroid dan Ca Kolorectal Page 27

DAFTAR PUSTAKA

AsKep Pada Klien Hemeroid dan Ca Kolorectal Page 28

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->