P. 1
Mozaik 2010 04

Mozaik 2010 04

|Views: 336|Likes:
Published by baitul amin
Buletin Mozaik Surau Edisi 04 2010. Laporan khusus Festival Baitul Amin 2010 yang digelar pada hari Minggu 14 Maret 2010. Khitanan Massal, Bazaar & Pasar Rakyat, FreeStyle Marawis, dan bintang tamu DEBU.
Buletin Mozaik Surau Edisi 04 2010. Laporan khusus Festival Baitul Amin 2010 yang digelar pada hari Minggu 14 Maret 2010. Khitanan Massal, Bazaar & Pasar Rakyat, FreeStyle Marawis, dan bintang tamu DEBU.

More info:

Published by: baitul amin on Apr 02, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/22/2012

pdf

text

original

04

Dalam suasana pagi yang cerah, tepat
pukul 7.00 WIB, duet pembawa acara Reza
Hoesi n dan Leoni Agusti ana Di ani
mengucapkan selamat datang kepada
seluruh hadirin. Penonton datang dari
berbagai daerah di Indonesia hingga
Malaysia. Duo ini mempersilahkan ketua
panitia menyampaikan laporan. “Festival ini
digelar sebagai bentuk silaturahhim antar
sesama”, ujar M. Fajrul Hidayat yang
bersama Jusron Faizal dan Agus K. Santosa
mengkoordinir Festival ini.
Selepas sambutan panitia, seluruh
hadirin khusyu mengamini doa yang
di pi mpi n ol eh Ustadz Mi star, ul ama
setempat. Kemudian mewakili Pengurus
Surau Baitul Amin, Rahman Moenggah SH.
LLM, menyampaikan bahwa rangkaian
peringatan Maulid Nabi ini telah diawali
dengan i ' ti kaf sebagai wuj ud dari
hablumminallah. “Festival Baitul Amin adalah
kegiatan penutup sekaligus perwujudan dari
habblumminannas”, jelas Abang Ramon,
panggilan akrabnya. Sesudah memberi
sambutan, Abangnda Ramon membuka
secara resmi Festival dengan menabuh alat
musik marawis, yang diikuti grup marawis
cilik Al Hidayah yang beranggotakan anak-
anak usia 6 sampai 10 tahun. Tempat grup
marawis ini bersebelahan pagar dengan
Surau Baitul Amin.
Seiring acara pembukaan, peserta bazar
dan pasar rakyat berdatangan untuk menata
barang dagangan mereka. Tak kurang dari
53 stand bazar dan 20 stand pasar rakyat
meramaikan Festival ini. Aneka jajanan pasar,
makanan tradisional, minuman dingin,
mainan anak, pakaian sampai produk
asuransi dan program kredit kendaraan
bermotor memadati tenda di Lapangan
Futsal Ai ghai zel , Surau Bai tul Ami n.
Progr am Kemi t r aan dan Bi na
Lingkungan Pertamina Region III DKI Jakarta,
(bersambung ke halaman 2)
T OPI K UTAMA
Jadwal Sholat April 2010
Untuk Depok & Sekitarnya
Hal. 3
Hal. 1-2
EDI SI KHUSUS
Surau Bai t ul Ami n
menggelar Festival Baitul
Amin 2010 pada Ahad, 14
Maret 2010. Satu hari yang
penuh dengan acara,
Kompetisi Freestyle Marawis,
Khitanan Massal, Bazaar dan
Pasar Rakyat. Bagi yang
tidak sempat datang, simak
saja laporan pandangan
mata ini.
Festival Baitul Amin 2010,
Festival Silaturrahim
Syair Kebaikan dari Debu
Hal. 6
Silaturrahim yang
Menyambungkan
Hal. 7
Mereka yang Dibalik FesBA
Hal. 8
Silaturrahim dengan
Pengusaha Kecil
2010
Sumber : Lajnah Falakiyah NU
01 - 02
03 - 04
08 - 06
07 - 08
09 - 10
11 - 12
13 - 14
15 - 16
17 - 18
19 - 20
21 - 22
23 - 24
25 - 26
27 - 28
29 - 30
04.39
04.39
04.38
04.38
04.38
04.37
04.37
04.37
04.36
04.36
04.36
04.35
04.35
04.35
04.35
12.01
12.00
12.00
11.59
11.58
11.58
11.57
11.57
11.56
11.56
11.56
11.55
11.55
11.54
11.54
15.13
15.13
15.13
15.13
15.13
15.13
15.13
15.13
15.13
15.13
15.13
15.13
15.13
15.13
15.12
17.59
17.58
17.57
17.57
17.56
17.55
17.54
17.53
17.52
17.52
17.51
17.50
17.50
17.49
17.48
19.08
19.07
19.07
19.06
19.05
19.05
19.04
19.04
19.03
19.02
19.02
19.01
19.00
19.00
18.59
Tanggal Zhuhur Ashar Maghrib Isya Shubuh
Suasana panggung kompetisi freestyle marawis, penonton memberikan dukungan kepada grup
Al Ashriyyah - dari Pesantren Al Ashriyyah, Parung, Bogor - yang akhirnya menjadi juara favorit.
Festival Baitul Amin 2010,
Festival Silaturrahim
FESTIVAL BAITUL AMIN 2010...
(sambungan dari halaman 1)
Jawa Barat dan Banten, yang mendukung
Fest i val sebagai sponsor ut ama
menampilkan usaha kecil dan menengah
(UKM) binaannya. Terdapat UKM yang
memproduksi busana muslim, perlengkapan
sholat, bahan pakaian siap jahit hingga
makanan ringan tradisional.
Suasana pagi itu semakin meriah ketika
tiga personil grup musik Debu hadir di
panggung mel akukan sound check.
Pengunjung dan personil grup marawis Al
Hidayah memanfaatkan kesempatan ini
untuk berfoto bersama. Saat sound check
ketiganya membawakan satu lagu secara
penuh. “You have a very good soundman!”,
puj i Mustafa, sang vokal i s, kepada
soundman yang juga jamaah Surau Baitul
Amin, Boy Nuskan.
Sekitar pukul 8.00 pagi, selain Debu
yang sedang melakukan sound check, di
si si l ai n Surau Bai tul Ami n sedang
berlangsung acara khitanan massal bagi
masyarakat sekitar Surau. Target peserta
dari acara khitan massal ini adalah anak-
anak yatim piatu atau anak-anak dari
keluarga yang kurang mampu. Oleh sebab
itu khitanan massal ini tidak dipungut biaya
sama sekali. Khitanan massal dilaksanakan
oleh Baitul Amin Medical Center (BAMC)
sebuah klinik pengobatan yang bernaung
dibawah Surau Baitul Amin. Tim dokter
BAMC beranggotakan 16 orang dengan
dibantu oleh paramedis mengkhitan 41
orang anak yang sudah berdatangan sejak
pukul 7.30 WIB. Sesuai tujuan dari Festival
Baitul Amin, yaitu saling bersilaturrahim
dengan sesama, tim dokter yang sebagian
besar lulusan Universitas Islam Sultan Agung
yang sudah lama tidak bertemu pun jadi
bersilaturrahim dengan adanya acara ini.
Ba’da sholat dzuhur, Kompetisi Freestyle
Marawis dimulai dengan penampil pertama
grup marawis El Malik dari Depok. Bertindak
sebagai juri kompetisi ini adalah Tya
Subiyakto - konduktor musik, Iwan Wiradz
- perkusionis senior, dan Tony Mucharam,
pelatih vokal peserta kontes Indonesian
Idol. Peserta tampak
berupaya keras tampil
sekreati f mungki n,
menerjemahkan istilah
freestyle yang diusung
Pani t i a. Seper t i
t a mp a k p a d a
penampilan grup LB
Pr oduct i on dar i
Lebakwangi Parung.
Selain alat-alat musik
marawis tradisional
seper t i gendang
dumbek dan marawis
m e r e k a j u g a
membawa ke atas
panggung deretan
botol berisi air, jerigen
bekas hingga sapu lidi.
Ar ans emen
yang mereka usung
terdengar unik, dipadukan dengan alat musik
modern berupa drum dan gitar listrik.
Sebuah grup lain memainkan marawis
dengan sentuhan langgam musik Sunda.
Untuk itu seperangkat calung dan angklung
portabel jadi andalan mereka. “Freestyle
yang kami maksudkan adalah peserta
bermai n marawi s
dengan bahagi a”.
Demikian papar Acil
Nuskan, koordinator
Kompesiti Freestyle
Marawis. “Peserta
diberi kebebasan mengembangkan musik
marawis sesuai dengan kreativitas masing-
masing, tanpa meninggalkan alat musik
utama yaitu marawis”, jelas Acil lebih lanjut.
Menurut pegiat musik kontemporer ini,
sesuai dengan semangat Festival, kompetisi
juga sebagai ajang bersilaturrahim antar
penggemar musik religi.
“Ini sebuah terobosan yang menarik
untuk musik marawis.” ungkap Mustafa,
vokalis Debu. Hasil dari perpaduan unik ini
adalah pertunjukan musik marawis yang
dinamis, atraktif dan tidak membosankan.
Kompetisi Freestyle Marawis semakin seru
karena para pendukung dari kontestan ikut
berjoget ketika grup yang didukungnya
tampil. Mereka berjoget ramai-ramai di
depan panggung, berj al an mengi tari
lapangan dengan membawa spanduk,
bahkan ada yang berjoget ala Michael
Jackson.
“Kompetisi ini seru! Tahun depan bikin
lagi dong kompetisi serupa”, komentar salah
peserta penuh antusi as keti ka turun
panggung. Untuk Kompetisi Freestyle
Marawis, keluar sebagai Juara 1 adalah Al
Fathimiyah, sedangkan LB Production dan
El Ikhwan masing-masing pulang membawa
piala Juara 2 dan 3. Posisi Juara Favorit
diraih oleh Al 'Ashriyyah dari Parung Bogor.
Semakin malam, acara semakin meriah.
Selepas jeda Shalat Magrhib dan Isya, usai
pembacaan pemenang, Di enul Ami n
Percussion dan Anshorman Marawisters
naik ke panggung sebagai band pembuka
Debu, bintang tamu Festival tahun ini.
Penonton yang sebagian besar adalah fans
setia Debu, memadati areal di sekitar
panggung, mencari posisi paling strategis
untuk menonton penampilan band idolanya.
Dinginnya malam dan kelelahan setelah
beraktivitas sepanjang hari seperti tidak
dihiraukan oleh mereka.
Tidak mengecewakan penggemarnya,
Debu tampil menakjubkan malam itu.
Berbagai alat musik dari belahan dunia yang
mereka pakai di panggung, menegaskan
jati diri mereka sebagai band dengan aliran
yang mereka sebut world music. Selain
kualitas vokal yang tetap prima di sepanjang
13 lagu yang ia bawakan, Mustafa sang
vokalis juga luwes dalam berkomunikasi
dengan penonton. Di antara jeda lagu, ia
selalu menyempatkan bercerita mengenai
latar belakang atau filosofi dari lagu yang
akan dinyanyikan. Menginjak pukul 23.00
WIB, Debu menutup penampilannya dengan
lagu berjudul Jangan
Duduk, Berdirilah! “Ini
sebuah l agu yang
menggambar kan
semangat. Jangan
duduk, berdirilah!”
seru Mustafa seraya berdiri. Personil Debu
yang lain pun serentak berdiri. Lalu mengalun
dalam tempo cepat lagu yang penuh
semangat. “Jangan duduk berdirilah!
Hentakkanlah kaki kawan..”. Seolah terbakar
oleh semangat Debu, pengunjung bernyanyi
bersama mengikuti komando Mustafa.
Terdengarlah koor membahana di malam
yang menuju sempurna. Lagu ini menjadi
akhir dari penampilan Debu. Pengunjung
tampak puas, satu per satu beranjak
meni nggal kan Surau Bai t ul Ami n.
Diawali dengan do’a, dan ditutup juga
dengan do’a. Demikian pula dengan Festival
ini. Do’a penutupan acara yang dipimpin
oleh KH. Imron Rosyadi dari Surau Baitul
Amin menandai selesainya seluruh rangkaian
acara Festival Baitul Amin 2010. Semoga
jalinan tali silaturrahim yang terjalin dari
terus terjaga. [RIN]
2
“Freestyle yang kami
maksudkan adalah
peserta bermain marawis
dengan bahagia”.
Seorang bapak membopong anaknya yang baru saja mengikuti khitanan
massal yang menjadi salah satu acara Festival Baitul Amin 2010.
Syair lagu ini berlanjut dengan musik yang
berirama pelan penuh penghayatan. Syahdu.
"Lagu ini bercerita tentang pencinta yang
bertemu, meskipun tanpa kata-kata namun
pertemuan itu penuh dengan ekspresi."
Kalimat ini diucapkan Mustafa Daood, vokalis
debu saat akan menyanyikan lagu itu secara
akustik. Itulah gambaran hubungan Debu
terhadap Tuhan. Sebuah cinta yang minim
kata namun sarat ekspresi dan emosi.
Bahkan mereka mengartikan satu syair lebih
dari seribu ceramah.
Lagu bagi Debu bukan sekedar musik
dan syair yang dinyanyikan. Lagu cara untuk
menyebarkan kebaikan dan kecintaan
terhadap Tuhan melalui musik dan syair.
Untuk menjaga itu, tiap syair tetap diciptakan
oleh guru sekaligus ayah Mustafa, Syaikh
Fattah. Bukan hanya bahasa Indoesia,
Syaikh yang berasal dari Los Angeles itu,
juga menciptakan lagu bahasa, Inggris,
Turki, Arab dan Persia. Maklum saja beliau
menguasai kurang sepuluh bahasa: Inggris,
Turki, Persia, Spanyol, Jerman, Arab,
Jepang, Italia, Perancis dan Indonesia. Paling
baru beliau tertarik dengan bahasa Sunda.
Termasuk saat membuat iklan layanan
masyarakat bertemakan kesehatan. Musik
juga dipilih sebagai media untuk berdakwah
karena sifatnya yang bisa menyenangkan
orang lain dan dan universal. “Satu syair
itu lebih dari seribu ceramah, ini gaya yang
paling tepat sekarang,” ujar Mustafa. Lalu
ia menambahkan “Kita menyanyi selama
dua jam orang akan minta tambah, kalau
ceramah dua jam ya selesai dua jam itu.”
Salah satu ciri khas Debu saat akan
membawakan lagu
adal ah dengan
memberi narasi
l agu saat akan
menyanyikannya.
Te r ma s u k d i
Konferensi pers
Pre Event Festival
Baitul Amin (Fesba)
yang diadakan di
sebuah restoran di
Ci pete, Jakarta
Selatan tanggal 11
Maret lalu. Pun di
panggung Festival
Baitul Amin 2010
Mustafa yang menjadi frontman grup Debu,
selalu akan bercerita tentang lagu yang akan
di bawakannnya. Sekal i gus cara di a
ber komuni kasi dengan penont on
pertunjukannya. Saat di Fesba, Debu
merasakan atmosfir yang bersemangat dan
mengert i apa yang i a nyanyi kan.
Pada lagu yang sama, Malam Ini,
Mustafa saat dipanggung Fesba
bercerita tentang Laila & Majnun.
“Setiap peristiwa baik atau buruk,
itu adalah bentuk cinta Allah kepada
kita,” kata pria berambut gondrong
ini.
Itu terjadi di hampir setiap lagu
dari 13 komposisi yang dibawakan
Debu. Salah satunya adalah saat
lagu yang berjudul Laa ilaha illallah.
Mustafa mengawali lagu dengan
syair “Wahai Muslim dan Hindu, mari
ucapkan bersama Laa ilaha illaallah.
Bersatu satu irama. Laa ilaha illallah,” yang
langsung disambut dengan koor panjang,
La Ilaha Illallah, berkali-kali sepanjang lagu.
Mustafa bercerita sebelum Debu ke
Indonesia, mereka sempat tinggal di
Republik Dominika. Meskipun orangnya
baik, namun tidak paham sama sekali
tentang Islam. “ Cuman di sana tidak ada
umat Islam, Masyarakatnya baik-baik. Di
sini (Indonesia-red) ngomong soal tauhid
paham.” Apalagi saat bertemu dengan
jamaah surau, langsung merasa kaget.
“Kami baru pertama kali mengenal surau
Baitul Amin saat diundang acara ini. Kaget,
publikasinya bagus sekali,” paparnya.
Lebih klop lagi saat melihat jamaah suaru
yang bergembira dan bersikap positif. Ia
merasa punya persamaan dengan jamaah,
yakni sebagai murid dari seorang mursyid.
Syaikh Fattah adalah mursyid (guru-red)
thariqat aliran Syadziliyah, rata-rata anggota
Debu adalah muridnya. “ Itu alasan Syaikh
juga yang tidak membuat lagu-lagu sedih.
Lingkaran dzikir di sorga tidak ada sedih,”
tambahnya. Ia kemudian mendendangkan
potongan lagu Lingkaran Dzikir Kita. “Di
lingkaran dzikir kita.. Tempat menghidupkan
hati..Di sana bersuka cita, keriangan yang
sejati..”
Kisah manis Debu berlanjut sampai akhir
acara. Bahkan di tengah-tengah pertunjukan
Mustafa melontarkan ucapan ke Pengurus
Surau Baitul Amin, H. Ahmad Syukran
Bestari, SE MMSi yang berada di depan
panggung, “Bang Arie, kita harus sering-
sering bikin mengadakan acara di sini!”
[NAV]
3
Syair Kebaikan dari Debu
“Malam ini kekasihku, hamba
datang kepada-Mu...”
Untuk para alumni Sufi Thinking dan
Penalti, mari bergabung menjadi jurnalis
atau disainer grafis dalam Baitul Amin Media
Group (BAMG) untuk bersama memajukan
Mozaik Surau, Flights dan BaitulAmin.ORG.
Hubungi abang/kakak yang ada di Troba
untuk keterangan lebih lanjut.
--------------------------------------------
Layanan disain grafis (logo, brosur,
company profile, dll) dan gambar 3D
(rumah, booth pameran & disain produk).
http://ajoull.tumblr.com 021-93895967
--------------------------------------------
Sambut Fesba 2011 melalui facebook
dengan cara menjadi penggemar/fans di
ht t p: / / f acebook. com/ f es ba
IKLAN BARIS
Aksi Debu yang apik dalam menampilkan tiga belas komposisi terbaiknya di
hadapan ribuan penonton yang antusias. Mustafa Daood - sang vokalis - selalu
menceritakan latar belakang penulisan syair pada setiap lagu yang dibawakan.
Redaksi: redaksi@baitulamin.org | Iklan: iklan@baitulamin.org ; 021-97707220
Website: http://media.baitulamin.org ; http://facebook.com/mozaiksurau
Anggota DEBU (kiri ke kanan) Daood, Ali dan Luthfi
menunjukkan kepiawaiannya dalam memainkan alat musik
dumbek dalam sajian yang berjudul Jammin’ for God.
Surau Bai tul Ami n
SAWANGAN - DEPOK
YAYASAN PROF. DR. H. KADIRUN YAHYA
Jl. Curug Raya no. 35, Kel. Curug
Kec. Bojongsari, DEPOK
Iwan Wiradz
Percussionist
DEBU (for their amazing performance)
Tya Subiakto
Music Composer
Tonny Mucharam
Vocal Expert
LB PRODUCTION
(Juara II)
Kp. Lebak Wangi RT02/02
Parung, Bogor
Opening Act:
Anshor-man
Marawisters
Surau Baitul Amin
Depok
Opening Act:
Dienul Amin
Percussion
Surau Dienul Amin
Bandung
Opening Ceremony:
Hajir Marawis
Al Hidayah
Kel. Curug,
Bojongsari, Depok
EL-IKHWAN
(Juara III)
Jl. PLN, Gg. Musholah ||
RT03/05 no 9, Gandul, Depok
Al- ASHRIYYAH
(Juara Favorit)
Pondok Pesantren Al Ashriyyah
Bojong Sempu, Parung, Bogor
AL-FATIMIYAH
(Juara I)
Jl. Bulak Ringin RT08/03 No. 8
Cibubur, Jakarta Timur.
Peserta FreeStyle Marawis Competition:
Dewan Juri FreeStyle Marawis Competition:
Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL)
Region III *AWA"ARAT"ANTENDAN$+)*AKARTA
SEKOLAH TINGGI PARIWISATA
TRISAKTI
www.stptrisakti.ac.id
Pemerintah
Kota Depok
POKDARKAMTIBMAS
Sektor Sawangan
Kota Depok
Polsek Metro
Sawangan
Atas Berkat dan Rahmat Allah SWT,
diiringi rasa syukur dan suka cita, menghaturkan g
Terima
y a ng s e t i ngi -
www. b a i t u l a mi n . o r g
DEPOK
(021) 77200067
www.tugukresna.com
ht t p: / / BMT. bai t ul ami n. or g ht t p: / / medi a. bai t ul ami n. or g
El- MALIQ ENTERTAINMENT
Jl. Maliki I, RT 08/02 no. 72
Depok II Timur, Depok
NURUL IMAN
Pondok Pesantren Nurul Iman
Kp. Waru Jaya, Parung, Bogor
YABUNAYA
Yayasan Ibu Anak & Ayah
Pondok Miri RT 03/05, Desa
Rawakalong, Gn. Sindur, Bogor
WALAD EL-FAIZ
Jl. Swadaya Raya RT04/08 No 33
Pancoran, Depok.
IKRAFEO
Jl. Salak V RT03/04 No.39, Buaran
Pd. Benda, Tangerang Selatan
General Pest Control
Rodent Control
Anti Rayap
(021) 568 4502, 9852 3250
Jl. Cilandak Tengah No. 13, Jaksel
(021) 769 0833
EXERCISE
- 5 3 ) # 3 4 5 $ ) /
visionsaga.com
14 M
aret
atas dukungannya dalam menyukseskan Perayaan Maulid Nabi Muhammad
SAW 1431 Hijriyah dalam Festival Baitul Amin 2010 dengan tema "Rahmat
Bagi Sesama" yang diselenggarakan pada tanggal 14 Maret 2010 di Komplek
Surau Baitul Amin, Jl. Curug Raya No. 35, Kel. Curug,
Kec. Bojongsari (d/h Sawangan), Depok, Jawa Barat.
Semoga semua kebaikan yang telah diberikan mendapatkan Ridho, Rahmat dan
balasan kebaikan berlipat ganda dari Allah SWT. Insya Allah, kita semua akan
berkumpul kembali dalam ajang silaturrahim ukhuwah Islamiyah
mendatang...
Festival Baitul Amin 2011...
http://festival.baitulamin.org
facebook.com/fesba
º Pos Kota, KapanLag|.com,
0keZone.com, warta Kota,
waspada.co.|d, Suara Nerdeka,
honStop, Pont|anak Post,
8atav|ase.co.|d, |ndo Pos, NetroTV,
|ndos|ar, Trans-7, TransTV, TV8|,
S0TV dan rekan-rekan wartawan
dar| semua med|a massa.
º Lum|ntu 8ecyc|e Art dan S|amet
8|yad| Home |ndustry
º 8enta||ndo Aud|o & V|deo -
www.renta||ndo.com
º 8T, 8w dan se|uruh warga
Ke|urahan 0urug, Kecamatan
8ojongsar|, 0epok
º Para dokter & t|m med|s
Kh|tanan Nassa|
º Para orangtua dan peserta
Kh|tanan Nassa|
º Pengunjung Fest|va| 8a|tu| Am|n 2010
º Jamaah Ah||th Thar|qah
haqsyaband|yah A| Kha||d|yah
Yayasan Prof. 08. H. Kad|run Yahya
d| |ndones|a, Na|ays|a
& Amer|ka Ser|kat
º Semua p|hak yang te|ah member|kan
bantuan mater|| dan non mater|| yang
t|dak mungk|n kam| sebutkan
satu-persatu
º Peserta 8azaar & Pasar 8akyat:
o Sophie Paris BC Suzie Ayesha KY,
021-77205274
o Dewi Mashita (Asuransi Takaful
Syariah), 08125527355
o Nony Collection (souvenir &
makanan), 021-91692848
o Good Tea, 021-7752176
o Erisaldi Souvenir, 081310893363
o Jamu Baskoro, 02199558984
o Mataleno Smart (Kids Education),
0817835356
o Garasi Batik, 021-94082245
o Arfiyah Store - Makanan Ringan,
08158876491
o Asep Snack, 081573649499
o Axogy (makanan & minuman),
021-93509201
o Fauzi Rusli (fashion & snack),
021-92251480
o Kennie Snack, 0817199099
o Danish Fashion, 081387300500
o Agus (Fashion), 021-36057676
o Defri Hamdi (Asuransi Prudential
Syariah), 08129779946
o VCD Islami - Dewi Hasanah,
021-95409921
o Finodea Fashion, 021-7804013
o Rabbani Cinere, 021-7540682
o Pena Pundi Aksara (buku Islami),
021-90619030
o CMS - Kartu Perdana XL,
08170712277
o Bama Craft, www.bamacraft.com
o Heri Purnomo (keset & karpet),
021-8815295
o Ana & Dewi (makanan & minuman),
02199733301
o Juice & Nasi Timbel Pak Yanto,
081320378853
o Estie (Teh Poci), 021-7434465
o Elih Sholihat (burger & Teh Poci),
021-7433729
o H. Sunadi (batagor & cendol),
085210969107
o Mulyadi (keset)
o Pak Yanto (Fathia), 021-77831510
o Pecel & Lontong Sayur
Bang Kasran, 8882686556
o Esia (HP & Kartu Perdana)
o dan seluruh peserta Bazaar & Pasar
Rakyat lainnya
Pemerintah Kota
Tangerang Selatan
Pemerintah
Kabupaten Bogor
Panitia Peringatan & Perayaan
Maulid Nabi Muhammad SAW
1431 H
Kasih
- t i nggi ny a ke pa da :
PT Samudera Etam Energi
w w w. s e e o i l . c o m www.tugu-re.com
Cabang Cikeas
www. sagat ama. co. i d
Festival Baitul Amin 2011...
ergi
www.tugu-re.com
Cabang Cikeas
www. sagat ama. co. i d
6
Suatu ketika, dalam perjalanan menuju
ke Makkah dengan mengendarai keledai,
Abdul l ah bi n Umar bi n Khaththab
berpapasan dengan seorang Arab Badui.
Ia menyapa orang itu dan bertanya, “Apakah
kamu si fulan anak fulan?”. “Benar,” jawab
orang Arab Badui itu. Abdullah bin Umar
l angsung memberi kan kel edai yang
dikendarainya sambil berkata, “Gunakanlah
keledai ini!” Setelah keledai diterima, Abdullah
juga menyerahkan sorban yang ia pakai,
“Pakailah sorban ini.”
Ibnu Dinar, teman seperjalanan Abdullah
heran dan beruj ar, “Semoga Al l ah
mengampunimu karena telah memberi
orang Badui ini seekor keledai kendaranmu.
Juga sorban yang biasa engkau pakai.”
Ibnu Umar menjawab perkataan sahabatnya.
“Sesungguhnya sebaik-baik kebajikan
adalah menyambung tali persaudaraan
dengan sahabat ayahnya setelah ia wafat.
Ayah orang itu adalah sahabat kental
ayahku, Umar bin Khaththab.”
Kisah yang dinukil dari Kitab Shahih
Riyadhushs Shalihin karya Imam Nawawi
menunjukkan keutamaan menyambung
si l aturrahi m. Rasul ul l ah SAW pernah
memberikan nasihat kepada para sahabat,
“Hendaklah kalian mengharapkan kemuliaan
dari Allah". Para sahabat pun bertanya,
"Apakah yang dimaksud itu, ya Rasulullah?"
Beliau kemudian bersabda lagi. "Hendaklah
k a l i a n s u k a
menghubungkan tali
silaturrahim kepada
orang yang tel ah
memut uskannya,
memberi sesuatu
( hadi ah) kepada
orang yang ti dak
per nah memberi
sesuat u kepada
k a l i a n , d a n
hendakl ah kal i an
bersabar (jangan lekas marah) kepada orang
yang menganggap kalian bodoh. (HR.
Hakim).
Menurut akar katanya, Shilah berarti
hubungan at au menghubungkan.
Sedangkan ar-Rahm berasal dari Rahima-
Yarhumu-Rahmun/Rahmatan yang berarti
l embut dan kasi h sayang. Dengan
pengertian ini orang dikatakan telah menjalin
silaturrahim apabila ia menjalin hubungan
kasih sayang dalam kebaikan. Lebih lanjut
Rasulullah SAW bersabda, “Yang disebut
ber si l at ur r ahi m i t u
bukanl ah seseorang
y a n g me mb a l a s
k u n j u n g a n a t a u
pemberian, melainkan
bersilaturrahim itu ialah
menyambungkan apa
yang telah putus”. (HR.
Bukhari).
Dalam sebuah
h a d i s t y a n g
di r i wayat kan ol eh
Bukhari dan Muslim,
Nabi SAW berkata,
“Maukah kal i an aku
tunjukkan amal yang
lebih besar pahalanya
daripada shalat dan
shaum?". "Tentu saja,"
j awab mer eka. Bel i au kemudi an
menjelaskan, "Engkau damaikan yang
bertengkar, menyembungkan persaudaraan
yang terputus, mempertemukan kembali
saudar a- saudar a yang t er pi sah,
menjembatani berbagai kelompok dalam
I sl am, dan
mengukuhkan
t a l i
persaudaraan
d i a n t a r a
mereka adalah
amal shal i h
yang besar
p a h a l a n y a .
Barangsi apa
y ang i ngi n
dipanjangkan
umurnya dan
d i l u a s k a n
rezekinya, hendaklah ia menyambungkan
tali silaturrahim".
Silaturrahim juga salah satu aktualisasi
keimanan. Seperti sabda Rasulullah SAW
dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abu
Hurairah. ”Barangsiapa yang beriman
kepada Allah dan hari akhir hendaklah
bersilaturrahim.” Lalu,bagaimana cara
menyambung silaturrahim? “Sambunglah
keluargamu meskipun dengan salam”.
Demikian hadist yang diriwayatkan oleh Al
Bazzar, Ath Thabrani dan Al Baihaqi.
Sal am adal ah sebuah cara yang
sederhana namun dalam maknanya. Karena
dalam salam, terkandung doa akan rahmat
dan berkah dari Allah SWT. Zaman modern
seperti sekarang, dengan kehadi ran
teknologi informasi dan komunikasi yang
semakin canggih, beruluk salam kepada
sahabat dan kerabat menjadi demikian
mudah dan murah. Tinggal mengetikkan
huruf di atas papan kunci komputer atau
telepon genggam. Melalui fasilitas layanan
pesan singkat (SMS), facebook, twitter,
messenger dan sebagainya hadist di atas
dapat diamalkan.
Salah satu kekuatan silaturrahim adalah
memupus kesenjangan persepsi dan
meneguhkan saling pengertian. Minimnya
silaturrahim, berpotensi mempertebal
kesalahan persepsi. Silaturrahim ibarat
sebuah jendela. Tempat saling memandang
masing-masing halaman. Lalu bertukar
salam, bertegur sapa, dan berujar cerita
dalam semangat ketulusan dan berbagi
kebaikan. “Saya baik-baik saja, dan ternyata
saudaraku juga demikian. Tak ada yang
perlu dikhawatirkan!”. Mungkin seperti itu
suara hati. Berbagai tanda tanya dan
persepsi negatif yang sebelumnya ada,
seket i ka r unt uh ber gant i dengan
kebenderangan dan kearifan.
Sejatinya, berbagai kegiatan, apapun
namanya, yang mempertemukan insan
adal ah medi a si l aturrahi m. Ti nggal
bagaimana memaknai sedalam-dalamnya
perjumpaan tersebut dengan prasangka
baik dan semangat berbagi kebaikan.
Mungkin melalui seminar, pelatihan, rapat,
pengajian, diskusi.
Pun Festival Baitul
A mi n 2 0 1 0 .
Banyak medi a
s i l a t u r r a h i m
b e r t e b a r a n
terjumpai dalam
k e s e h a r i a n .
Mudah-mudahan
dapat termaknai
s e p e r t i
t er s ampai k an
dalam tuntunan
Nabi SAW. [RHAY]
Silaturrahim yang
Menyambungkan
Semangat silaturrahim adalah salah satu
semangat yang mendasari adanya Festival
Baitul Amin 2010 (Fesba). Rahmat Bagi
Sesama menjadi tagline-nya. Semoga kisah
berikut bisa sedikit menjelaskan kenapa
diadakan Fesba.
Festival Baitul Amin 2010 dihadiri oleh pengunjung dari
beragam latar belakang. Acara ini adalah salah satu bentuk
silaturrahim yang penuh suka cita.
Frontman Debu Mustafa Daood saat akan menuju bisnya selepas pentas
di Festival Baitul Amin 2010. Silaturrahim yang telah terjalin ini akan
terus dijaga walaupun Debu meninggalkan Surau Baitul Amin.
7
Salah satu kegiatan yang dikenal di
Thariqat Naqsyabandiyah Al Khalidiyah
adalah ubudiyah. Maknanya adalah sebuah
bentuk pengabdian seorang murid kepada
Sang Mursyid atau Guru dalam menjalankan
pekerjaan-pekerjaan surau. Berbagai tugas
dan kegiatan yang ada di surau tidaklah
cukup hanya dikerjakan oleh pengurus surau
saja. Jamaah juga diberikan kesempatan
untuk membantu tugas pengurus.
“Apapun kalau dengan hati, memberi
nilai terhadap sekecil apapun pekerjaan kita,
akan jadi bernilai pula di mata Tuhan.
Keterlibatan kita di Fesba, akan memberi
nilai pula yakni nilai-nilai kebaikan terhadap
sesama”, lanjut Ginda Anggria Merza,
jamaah dari Bandung. Besar kecilnya
ubudiyah bernilai sama, karena yang dinilai
adalah kadar keikhlasannya. Hal ini sering
diungkapkan oleh Pengurus Surau, H.
Akhmad Syukran Bestari, SE., MMSi.
Bagi jamaah surau, ubudiyah menjadi
suatu kegiatan yang dinanti. “Bagi saya
keterlibatan di surau, memang itu yang kita
cari. Karena semua ini adalah lahan kita
untuk mengabdi (kepada Guru- red),” jelas
Ginda, yang betugas sebagai fotografer.
Salah satu ladang ubudiyah adalah
Fesba yang telah diselenggarakan pada hari
Minggu, 14 Maret 2010. Jauh hari sebelum
Fesba digelar, panitia telah bahu membahu
memastikan agar acara bisa berlangsung
secara sukses. Tidak hanya dari Jakarta
dan sekitarnya, asal daerah para jamaah
pun beragam. Bahkan ada yang sengaja
datang dari Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Berbagai hal mengesankan dan menarik
dialami oleh para panitia. Baik yang bekerja
d i p a n g g u n g
maupun di luarnya.
S e p e r t i y a n g
dirasakan oleh Leoni
Agust i na Di ani ,
jamaah asal Lombok.
Ia jauh-jauh datang
ke Sawangan untuk
menjadi pembawa
acara. Dia terkesima
pada penampi l an
peserta marawis dan
grup Debu. “Kalau
ada penampi l an
b a g u s s a mp a i
merinding. Sampe
capek bolak-balik merinding”, tutur MC
Fesba yang pernah berprofesi sebagai
reporter dan news presenter di salah satu
televisi swasta nasional ini.
Lain lagi dengan Hari Harmoko. Jamaah
asal Padaherang, Jawa Barat, yang bertugas
di dapur ini menyatakan punya rasa
kepuasan tersendiri kalau dikejar oleh bagian
konsumsi saat nasi habis. “Saya bilang aja
20 menit lagi jadi. Padahal masih lama.
Alhamdulillah 20 menit matang
bet ul an, ”uj ar nya sambi l
t er s eny um. Wal aupun
bertugas sejak pagi hingga
malam, bahkan non stop sejak
beberapa hari sebelumnya
namun panitia tetap dengan
senang hati melaksanakan
tugasnya. Sampai-sampai
seorang pengunjung mengatakan, ”Saya
tidak melihat satu orang pun yang murung
di sini.”
Para peserta dan bintang tamu Debu
pun menyatakan terkesan dengan pelayanan
yang diberikan oleh para panitia. Itu semua
terjadi karena panitia bekerja dengan niat
membantu pekerjaan Guru dan ikhlas.
Para j amaah berharap kegi atan
semacam ini akan terus ada. Tak hanya
menjadi lahan mengabdi, tapi juga dengan
acara seperti i ni bi sa menj aga tal i
silaturrahim. Seperti jamaah yang datang
dari Bekasi, Ikhlassul Amal Widiastomo.
“Bi ar si l aturahi m terus terj aga dan
membentuk ukhuwah Islamiyah.” [ANG]
Mereka yang Dibalik Fesba
Surau Baitul Amin, Sawangan, baru saja menggelar sebuah acara
spektakuler, Festival Baitul Amin (Fesba). Sekitar 500 orang panitia
terlibat di acara itu. Jumlah yang lebih dari cukup untuk membuat
sebuah festival musik komersil. Istimewanya, orang sebanyak itu
bekerja secara sukarela, hanya didasari niat mengabdi saja.
Sebagian kecil dari panitia Fesba 2010 yang berjumlah sekitar 500 orang
berfoto bersama sesaat setel ah perhel atan akbar i tu usai .
Pertamina Region III yang membawahi
area DKI Jakarta, Jabar dan Banten, aktif
menjalankan yaitu program yang ditujukan
bagi pengusaha kecil tersebut. Sebagai
perwujudannya, Pertamina mengajak
sepuluh UKM binaannya mengikuti Bazaar
Festival Baitul Amin 2010 (Fesba). Bahkan
di Fesba, Pertamina bisa bersilaturrahim
dengan lebih banyak UKM.
Rohjiat Mahfudin, asisten program
kemitraan PKBL menyatakan, “Para peserta
binaan ini antusias mengikuti bazaar. Selain
bisa mempromosikan produknya, mereka
juga bisa tahu akan keberadaan Baitul
Amin ini.” UKM binaan PKBL Pertamina
tersebut menggelar produk mulai dari baju
muslim, mukena, kerudung hingga makanan
ringan. Mereka berasal dari Karawang,
Tasikmalaya serta Jakarta.
Ada yang menarik dari salah satu peserta
PKBL ini. Suatu ketika salah satu stand
didatangi oleh pengunjung yang tertarik
dengan kerupuk ikan yang ditata di atas
meja. Melihat bungkusannya yang besar, si
pengunjung mengurungkan niatnya untuk
membeli. Menyadari hal tersebut, pemilik
st and membuka bungkusan dan
menawarkan kepada pengunjung tersebut
untuk membeli dalam jumlah yang sedikit
atau satuan. Dengan senang hati
pe ngunj ung i t u
membel i kerupuk
t ersebut . Penj ual
untung dagangannya
terbeli meski dalam
porsi kecil, sementara
p e n g u n j u n g
m e n d a p a t k a n
kerupuk ikan yang
d i i n g i n k a n .
Kebahagian terpancar
pada keduanya. Sepertinya, tema Fesba
“Rahmat Bagi Sesama,” bersemi pula
melalui kerupuk ikan.
Tak jauh dari stan kerupuk ikan, ada
i bu peserta bi naan Pertami na yang
menawarkan kue bugis dengan ramah
kepada para pengunjung. Pengunjung
dipersilahkan mencicipi kue yang dibikin
fresh from the panci. Tampak banyak
pegunjung yang datang tertarik untuk
mencicipi kue pukis gratis. Menurut Rohjiat,
mereka ini adalah pengusaha kecil yang
kurang promosi . “Maka Pertami na
membantu memfasilitasi mereka mengikuti
berbagai bazaar di berbagai kesempatan,
seperti bazaar di Baitu Amin ini.” papar pra
yang energik ini.
Kehadiran Pertamina Region III dengan
PKBL-nya membawa berkah bagi
Pak Slamet. Ia adalah salah satu
peserta dari dari 53 stand bazar dan
20 stand pasar rakyat di Fesba.
Bapak tua yang bersemangat
memberdayakan kaum lansia ini
bercerita, ”Sekitar tiga tahun lalu saya
mengajukan surat permohonan
menjadi UKM binaan Pertamina, tapi
tak ada kabarnya. Ternyata saya baru
tahu kalau salah alamat. Saya
mengirimnya ke Pertamina pusat.
Alhamdulillah melalui Festival Baitul Amin ini
saya dipertemukan langsung dengan yang
saya cari,” ujar Pak Slamet penuh rasa
syukur.
Pak Slamet melalui LUMINTU –singkatan
dari Lumayan Itung-itung Nunggu Tutup
Usi a- memproduksi aneka keraj i nan
berbentuk tas, dompet, map, ransel, dan
bunga imitasi dari limbah plastik pabrik.
Ke h a d i r a n Pa k Sl a me t y a n g
memberdayakan kaum lansia sebagai
penganyam di sekitar tempat tinggalnya di
Tangerang, di Surau Baitul Amin ini untuk
yang kedua kali. Sebelumnya Pak Slamet
berbagi spi ri t berwi rausaha dengan
wirausahawan Surau Baitul Amin dalam
pelatihan Islamic Business Leadership.
Kisah Pak Slamet mungkin sebagian kecil
dari berbagai cerita silaturrahim yang terjalin
melalui Festival Baitul Amin 2010 ini. Jika
Festival menjadi momentumnya, Bazaar dan
Pasar Rakyat adalah wahananya. Kerupuk,
kue bugis, tas limbah, dan berbagai produk
dan j asa yang di gel ar adal ah
penyambungnya. Namun di atas semuanya,
silaturrahim lah yang menyempurnakan
perjumpaan dalam perhelatan akbar ini.
Sampai jumpa pada Festival Baitul Amin
2011, Insya Allah. [EMY]
Bersilaturrahim dengan
Pengusaha Kecil
Badan Usaha Milik Negara terbesar,
Pertamina, memiliki kepedulian yang tinggi
terhadap pembinaan usaha kecil dan
menengah ( UKM) . Kepedul i an i tu
diwujudkan dalam bentuk Program
Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL).
8

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->