P. 1
Kuliah Tujuh Ribu Menit4

Kuliah Tujuh Ribu Menit4

|Views: 334|Likes:
Published by F X AGUS SISWANTO

More info:

Published by: F X AGUS SISWANTO on Apr 03, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/27/2012

pdf

text

original

Menebar Dakwah ,.'.

,,;:
TAHUNIIE
Ahlus-Sunnah wal-Jamaah
'',,;.*

-r:

Volume 3 No.
Terbit Rojab 1429

1

'afi
Waspadailah Ahmadiyah
Sudah menjadi sunnatulloh bahwa akan muncul dari umat Nabi Muhamsegelintir orang yang mengaku sebagai nabi sesudah beliau, sebagaimana yang tersebut dalam sabdanya:

mad
67

$

E

?t, gi3 JC fi e'i-kli
,t1dJ.

'o',f)J

o"1y.t;5'€,lf

'e'o'rt*

tils

"Sesungguhnya akan ada pada umatku para pendusta yang berjumlah tiga puIuh orang, seluruhnya menganggap dirinya sebagai nabi, padahal aku adalah penutup para nabi dan tidak ada nabi lagi setelah-ku." (HR. Abu Dawud: 4252, at-Tirmidzi: 2276 dan dishohihkan oleh Syailih al-Albani dalam ash-Shohihqh: 1683, al-Misykah: 5 4O6) Sabda beliau tersebut telah menjadi fakta yang benar-benar terjadi dalam se-

jarah Islam. Di antaranya adalah nabi palsu yang bernama Musailamah alKadzdzab dan istrinya yang bernama Sajah yang muncul pada zaman Kholifah Abu Bakar ash-Shiddiq 49,. Abu Bakar *4; mengerahkan tentara yang sangat banyak untuk memerangi nabi palsu tersebut dalam Perang Yamamah. Juga

Aswad al-Ansi

di Yaman yang diperangi oleh para sahabat Nabi ffi sebelum wafatnya Rosululloh ffi. Muncul juga Thulaiha.h bin Khuwailid al-Asadi tetapi ia kembali kepada Islam, juga Mukhtar bin Abi Ubaid pada masa awal pemerintahan Ibnu Zubair. (Lihat Asyrothus-Sahh : 1 1 5) Dan belakangan ini sedang berlangsung hiruk-pikuk tentang paham Ahmadiyah di Indonesia yang sebagian besar umat Islam terbelalak kaget, karena ternyata Ahmadiyah sudah menyebar di tanah air Indonesia dan telah menelan banyak korban dari kalangan kaum awam. Kelompok ini terus mengembangkan sayapnya di seluruh penjuru tanah air dan terus menampakkan taringnya siap menerkam mangsa-mangsa baru. Yang lebih mengenaskan, banyak dari kalangan yang menisbatkan diri sebagai cendikiawan muslim dan ormas-ormas Islam lainnya ikut menyuarakan argumen (alasan) pembelaan dengan mengatasnamakan FIAM dan kebebasan dalam beragama. Oleh karena itu, mengingat berbahayanya kelompok ini maka kami hendak memaparkan sebagian dari kesesatan-kesesatannya sebagai peringatan dan kewaspadaan bagi kita semua.

Siapakah Ahmadiyah?
Ahmadiyah yang dikenal juga dengan nama Qodiyaniyah atau Mirzaiyah adalah kelompok yang beranggapan bahwa ajarannya berdasar kepada ajaran Islam yang benar. Ajaran ini didirikan oleh orang Qodiyan yang mengaku dirinya sebagai nabi, bernama Mirza Ghulam Ahmad.. Ttrjuan utama Ahmadiyah adalah mengajak orang-orang Islam dan yang lainnya untuk membenarkan pengakuan Mirza Ghulam Ahmad al-Qodiyani, bahwa dialah al-Masih yang dijanjikan itu, dan dia juga al-Mahdi (yang di tunggu-tunggu) itu, dan klimaks

(puncak)nya harus mengakui dia adalah seorang nabi. Kelompok

ini

pun

menganggap bahwa orang yang tidak masuk kelompoknya adalah kafir.

Ahmadiyah di Indonesia ada dua kelompok yang berbeda yang memiliki keyakinan (aqidah) berbeda pula. Pertama: J emaat Ahmadiyoh Indonesia Kelompok ini biasa disebut dengan Ahmadiyah Qodiyan, masuk ke Indonesia pada tahun 1925. Kelompok ini meyakini bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah nabi dan rasul setelah Nabi Muhammad ;is dan dia menerima wahyu dari Alloh Jc. Kedua: Gerakan Ahmadiy ah Indonaia Ini biasa disebut juga dengan Ahmadiyah Lahore, masuk ke Indonesia pada tanggal 28 September 1928. Kelompok ini meyakini bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah mujaddid (pembaharu) Islam yang berbicara dengan Alloh i6 secara langsung dan menerima wahyu. (Uhat Ahmadiyah Menodai Islam oleh M. Amin Djamaluddin: 2)

Awal Munculnya Ahmadiyah
Gerakan Ahmadiyah didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad di India. Mirza lahir 15 Februari 1835 M dan meninggal 26 Mei 1906 M di India. Ajaran ini didirikan pada tanggal 23 Maret 1889, di sebuah kota yang bernama Ludhianc di Punjab India. Negeri ini oleh orang-orang Ahmadiyah disebut "Darul Bai'at".

Ahmadiyah masuk ke Indonesia tahun 1935 tetapi mereka mengklaim telah masuk ke negeri ini sejak tahun 1925. Gerakan ini kini sudah mempunyai sekitar 200 cabang, temtama Jakafta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatra Barat, Palembang, Bengkulu, Bali, NTB, dan lain-lain. Pusatnya sekarang di Parung Bogor Jawa Barat. (Lihat Aliran dan Paham Sesar di Indonesia oleh Hartono Ahmad Jaiz, hlm. 56)

Pokok-pokok Ajaran Sesat Ahmadiyah
Di antara kesesatan dan penyimpangan Ahmadiyah ditinjau dari ajaran Islam yang benar adalah sebagai berikut:

1.

Ahmadiyah Qodiyan berkeyakinan bahwa Mirza Ghulam Ahmad dari In-

dia itu adalah nabi dan rasul. Siapa saja yang tidak mempercayainya adalah kafir dan murtad.

Ahmadiyah mempunyai kitab suci sendiri yaitu kitab suci "Tadzkirah". Yaitu kumpulan wahyu yang diturunkan Thhan kepada Mirza Ghulam Ahmad yang kesuciannya sama dengan Kitab Suci al-Qur'an dan kitab-kitab suci yang lain seperti: Taurat, Zabu4 dan Injil, karena sama-sama wahyu dari Thhan. Orang Ahmadiyah mempunyai tempat suci sendiri untuk melakukan ibadah haji yaitu Robwah dan Qodryan di India.

2. 3.

Orang Ahmadiyah mempunyai perhitungan tanggal, bulan dan tahun sendiri. Nama-nama bulan Ahmadiyah adalah: (1) Suluh, (2) Tabligh, (3) Aman, (4) Syahadah, (5) Hijrah, (6) Ihsan, (7) Wafa, (8) Zuhur, (9) Tabuk, (10) Ikha', (11), Nubuwah, dan (1.2) Fatah. Sedang tahunnya adalah Hi'ri
Syamsi yang biasa mereka singkat dengan HS. Kewajiban menggunakan tang-

4.

gal, bulan, dan tahun Ahmadiyah tersendiri sebagaimana yang tersebut di atas adalah perintah kholifah Atrmadiyah yang kedua yaitu: Baslruddin MahmudAhmad.

5. Wanita Ahmadiyah haram menikah dengan laki-laki yang bukan Ahmadiyah, tetapi lelaki Ahmadiyah boleh nikah dengan wanita yang bukan Ahmadiyah. Orang di luar Ahmadiyah kafir. Ahmadiyah memiliki htrolifah sendiri yang sekarang kholifah yang ke-4 yang bermarkas di London Inggris bernama: Thohir Ahmad, semua anggota Ahmadiyah di seluruh dunia wajib tunduk dan taat kepada perintahnya. (LihatAliran dan Paham Sesat di Indonesia oleh Hartono Ahmad Jaiz, hlm. 57)

6. 7.

Fatwa Para Ulama Tentang Kesesatan Ahmadiyah
Kesesatan Ahmadiyah telah dijelaskan oleh Lajnah Da\mah sebagai berikut: "Dan di antara orang-orang yang mengingkari syariat Islam dengan sengaja yang sudah jelas baginya, mengikuti hawa nafsunya tanpa menengok petunjuk dari Alloh dc dan menyelewengkan sebagian nash-nash syariat dengan penakwilan yang jauh lagi menyelisihi orang-orang terdahulu dari jama-

ah kaum muslimin, padahal telah jelas baginya kebenaran, dan telah ditegakkan hujiah dengan cara berdiskusi (berdialog) dan selainnya, tetapi mereka tidak kembali (kepada kebenaran). Maka mereka adalah orang-orang yang murtad (keluar dari Islam) walaupun mereka menganggap dirinya sebagai seorang muslim dan bersungguh-sungguh dalam berdakwah di atas aqidah mereka dan manhaj fialan) mereka. Seperti jamaah Ahmadiyah Qodiyaniyah yang mengingkari bahwa Nabi Muhammad adalah penutup para nabi dan mereka menyangka bahwa Mirza Ghulam Ahmad itu adalah Nabi Alloh ic dan Rosul-Nya, al-Masih putra Maryam, atau bersatunya ruh Nabi Muhammad atau Nabi Isa ke dalam jasadnya sehingga berkedudukan sebagai nabi dan membawa risalah." (Lihat Fanva Lajnah Da'imah: 2/226)

g

Syaihtr Nashiruddin al-Albani,rirlS menegaskan (ash-Shohihah: 4/252253): "Ketahuilah, sesungguhnya di antara para pendusta yang menyerukan
kenabian adalah Mirza Ghulam Ahmad al-Qodiyani al-Hindi, yang mengklaim dirinya Imam Mahdi yang di tunggu-tunggu pada zaman penjajahan Inggris, kemudian mengaku sebagai al-Masih Nabi Isa, dan klimaksnya ia mendeklara-

sikan statusnya sebagai nabi. Kebanyakan yang mengikutinya adalah oranSorang yang tidak memiliki pengetahuan (bodoh) terhadap al-Qur'an dan asSunnih, dan saya (Syaikh Albani) pernah berjumpa dengan para pendukung mereka dari negeri India dan Syria, dan sempat terjadi perdebatan antara saya dan mereka, salah satunya adalah debat terbuka. Dan saya pun mengajak mereka untuk mendiskusikan masalah keyakinan mereka yaitu akan datang nabi-nabi sesudah Rosululloh Muhammad gl, di antaranya adalah nabi mereka Mirza Ghulam Ahmad al-Qodiyani. Mereka memulai jawaban dengan omong kosong, bahkan mereka ingin berpaling (mengelak) dari perdebatan tersebut yang berkaitan dengan keyakinan mereka itu, maka saya pun tetaP memfokuskan pada masalah tersebut. (Hingga) pada akhirnya mereka menerima kekalahan yang telak, sampai-sampai orang-orang yang hadir mengetahui bahwa mereka adalah orang-orang yang berbuat kebatilan .... Mereka merniliki aqidah-aqidah batil yang menyelisihi kesepakatan para ulama, di antaranya: mengingkari kebangkitan jasmani pada hari Kiamat, kenikmatan dan adzab hanyi untuk ruh bukan beserta jasad, siksa untuk orang kafir bersifat tidak kekal, mengingkari adanya jin, mereka menyangka jin yang disebutkan dalam al-Qur'an adalah sekelompok manusia dan mereka memalingkan nashnash al-Qur'an yang bertentangan dengan keyakinan mereka dengan takwiltakwil yang mungkar sebagaimana penakwilan kelompok Batiniyah dan Qoromithoh. Oleh karena itulah, penjajah Inggris membantu mereka untuk menghadapi kaum muslimin. Mereka berkoar: 'Kaum muslimin haram memeranSi Inggris!' Dan masih banyak lagi kedustaannya." Dan Majelis ulama Indonesia (MUI) dalam Musyawarah Nasional MUI ViI, pada 19-22 Jumadil Ahhir 7426/26-29 Juli 2005 M memutuskan dan menetapkan fatwa tentang aliran Ahmadiyah: "Menegaskan kembali keputusan farwa MUI dalam Munas II tahun 1980 yang menetapkan bahwa Ahmadiyah berada di luar Islam, sesat dan menyesatkan, serta orang Islam yang nrengikutinya adalah murtad (keluar dari Islam)." (Lihat Ahmcdiyah Menodai Islcrm oleh M. Amin Djamaluddin: 159) Inilah sedikir yang bisa kami paparkan tentang kesesatan Ahmadiyah. Sebetulnya masih banyak yang belum kami cantumkan lantaran keterbatasan tempar. Semoga yang kami paparkan di atas bisa menumbuhkan kewaspadaan kepada kita terhadap bahaya kelompok sesat ini dan sekaligus menyadarkan saudara-saudara kami yang hingga saat ini masih terbelenggu di dalam jaringan kelompok sesat ini. Mukhlis Abu Dzar dr"uri;
r,',

BULETtilALfUReOf,{ Diterbitkanroleht{AIALAHIA!.rUnqOil.' Setiap bulan terbit satu volume @4 bahasan, :

:',
:

Editor: Ust, Abu Hafshoh Sirttrlasil Abu {[yas llrta,,figf,aki,iiRiuaqu,::Abu,,Abdtltnlt Sekretarlat: Ponpes. al-Furqon al-lslfmi, $'rowb,,,: Sidayu - Gresil< 6,1tr,$.t..IATf,M Rekening: tsank Mandiri cab,. Gresik'a'n.r'irH,E'sY,$uunl.,|tRl (140:00.i04$rgs''tj5l''
(1 voiume/pakei isi 4 bahasan OsO ekiempfar'; total

*

106

bkscmp|ail

,,'

,

:.',,

Volume 3 No. 2
Terbit Rojab 1429

ffi
Mengenal Alam Malaikat
Malaikat adalah salah satu makhluk Alloh $s. Wujud/keberadaan mereka diakui dan tidak diperselisihkan oleh umat manusia sejak dahulu kala. Tidak seorang jahiliah pun yang diketahui mengingkarinya meskipun cara penetapannya berbeda dengan pengikut para nabi. Mengimani keberadaan mereka adalah suatu keharusan bagi setiap muslim, bahkan termasuk rukun iman yang kedua. Sedang mengingkarinya adalah kufur berdasarkan ijmak kaum muslimin, karena mengingkari mereka berarti menyalahi kebenaran al-Qur'an
dan as-Sunnah.

Pengertian Malaikat
aKrt.J.Jli S. a$alah bentuk jamak dari kata ada juga yang menyatakan dari 3[J (mengutus), dan ada pula yang berpendapat selain dari keSecara bahasa, kata malaikat
1

malakun

tJIi ;-.Xonon ia berasal dari kata a51Ji (risalah),

l

duanya.

Adapun menurut istilah, malaikat adalah salah satu jenis makhluk Alloh yang Dia ciptakan khusus untuk taat dan beribadah kepada-Nya serta mengerjakan semua tugas-tugas-Nya. Lihat firman Alloh dalam QS. al-Anbiya' l27f:19-20.1 (at-Tauhid lish-Shoffi afs-Tsani al-Ali: 39)

Kedudukan Malaikat
Kedudukan mereka adalah sebagai ibadun mukromun (hamba yang dimuliakan) yang selalu menyembah Alloh $s. Mereka tidak memiliki keistimewaan rububiyyah (ketuhanan) danuluhiyyah (hak untuk diibadahi) sedikit pun. Mereka adalah makhluk ghoib yang diciptakan Alloh dari nur (cahaya).' (Mukht asho r aI- F iqhul- I slami : 62)

Ketaatan Malaikat Kepada Alloh $e Dari sisi ketaatan, Alloh is menganugerahkan kepada mereka sikap tunduk sepenuhnya untuk melaksanakan semua perintah-Nya disertai kemampu1 Lihat pula firman Alloh
Cs

S: "Malaikat diciptakan dari cahaya, Jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari apa yang telah disifatkan pada kalian (yaitu dari tanah)." (HR. Muslim: 2996)
Sebagaimana sabda Nabi

2

dalam QS. al-Anbiya': 26-27.

an melaksanakannya. Mereka tercipta untuk tunduk dan taat. Firman Alloh
Ta'ala:

tsW.its,j,$ttl.,rfugv,#+*6#;3itritp;'oitrWV
Hai orang-orang yang berimary peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malsikatmalaikat yang kasa4 keros, dan tidak mendurhakai Alloh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selqlu mengerjakan epa yang diperintah-

@t' r iv

s

i* sf Au6\'o ;f

i

^:+LS'Q*W

kan. (QS. at-Tahrim [66]: 6) (Mukhtashor al-Fiqhul-Islami:62)

Nama-nama dan Pekerjaan Malaikat
Jumlah mereka tidak diketahui kecuali oleh Alloh3. Sebagian mereka ada yang diberitahukan nama dan tugas-tugasnya, sedangkan sebagian lain hanya Alloh de yang mengetahuinya. Alloh memberi tugas kepada mereka dengan beberamenyampaikan wahyu kepada para nabi dan rasul. menurunkan hujan dan menghidupkan tumbuhan. meniup sangkakala. menjaga Neraka. 5. Ridwan: ditugaskan menjaga Surga. Ada pula malaikat mauto --ditugaskan mencabut nyawa saat kematian- dan malaikat pemikul arsy. Ada para malaikat yang ditugaskan menjaga keturunan Adam dan menjaga amal-amal tiap orang serta mencatatnya. Ada juga malaikat yang ditugaskan kepada rahim untuk mencatat rezeki, amal, ajal, serta celaka dan bahagia (seseorang sebelum dilahirkan) atas perintah Alloh $s. Dan ada malaikat yang bertugas menanyai orang yang meninggal di dalam kuburnya tentang perihal Tirhan, agama, dan nabinya. Masih banyak lagi selain yang disebutkan di atas, tidak dapat dihitung kecuali oleh Alloh Ss karena Dipa tugas di antaranya: 1. Jibril : ditugaskan 2. Miks'il : ditugaskan 3. lsrofil : ditugaskan 4. Malik : ditugaskan

alah yang dapat menghitung segala sesuatu. (Mukhtashor al-Fiqhul-Islami: 62-63)

Keagungan Penciptaan Malaikat
Dari Jabir bin Abdulloh ag;, Nabi ;i{g bersabda: "Saya diperkenankan menceritakan salah satu malaikat Alloh ds penjaga arsy. Sesungguhnya (jarak) antara daun telinga sampai ke pundaknya sama dengan pedalanan 700 tahun." (HR. Abu Dawud: 4727, dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shohih

3 Disebutkan dalam hadits bahwa tiap hari terdapat 70.000 malaikat yang sholat di
baitul-makmur. Bila keluar mereka tidak akan kembali kepadanya lagi." (Lihat HR. alBukhori: 3207, Muslim: 162) a Tentang nama "Izroil" bagi malaikat pencabut nyawa tidak kami jumpai adanya dalil yang shohih. Justm sebutan yang ada dalilnya ialah "Malakul-maut".

Sunon Abi Dawud: 3/756 dan ash-Shohihah: 751) Dari Abdulloh bin Mas'ud "gB bahwa Rosululloh ffi melihat Jibril mempunyai 600 sayap." (HR. al-Bukhori: 4857, Muslim: 774) (Mukhtashor al-Fiqhul-Is-

tami:64-65)

Malaikat Bisa Menjelma
Malaikat terkadang menjelma menjadi seorang lelaki, seperti yang pemah redadi pada Jibril tatkala Alloh S6 utus kepada Maryam. Jibril menjelma meniadi seorang yang sempurna. Demikian pula ketika datang kepada Nabi Muhammad jlf, sewaktu beliau sedang duduk di tengah-tengah para sahabat, Jibril datang dengan bentuk seorang lelaki yang berpakaian sangat putih, berambut sangat hitam, tidak terlihat tanda-tanda pedalanan, dan tidak seorang sahabat pun yang mengenalinya. Jibril duduk di dekat Nabi ;i1S, menyandarkan kedua lututnya ke lutut nabi g dan meletakkan kedua telapak tangannya di atas kedua pahanya. Ia bertanya kepada Nabi ffi tentang Islam, iman, ihsan, serta hari kiamat dan tanda-tandanya. Setelah Nabi g menjawab seluruh pertanyaannya, Jibril pergi. Beberapa saat kemudian, barulah Nabi S menjelaskan kepada para sahabatnya: "Itu adalah Jibril yang datang untuk mengajarkan agama kalian." (Lihat HR. Muslim: 8) Demikian pula para malaikat yang diutus kepada Nabi Ibrohim dan Luth U{r, mereka menjelma menjadi lelaki. (Syarh Ushulil-lman:34)

Malaikat Bukanlah Anak Alloh $a !!
Crang-orang musyrik menyangka bahwa para malaikat itu adalah banatulloh (anak-anak perempuan Alloh d*) yang mereka ka- Mahasuci Alloh dari apa takan. Alloh $s telah membantah mereka dan menjelaskan ketidaktahuan mereka dalam firman-Nya:

n;

j @ i a:$"tttff

1ii

@ i r+Gi 3riluyf,;,J3\Wi

4tau apakah Kami menciptokan molaikqt-malaikat berupa perempucrn dan me"eka menyaksikan(nya)? Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka dengan kebo\ongannya benqr-bensr mengatakan: 'Alloh beranak." Dan sesungguhnya mereka b enar-b enar or ang y ang b er dusta. (QS. ash- Sho ffat 137 I : 1 50- 1 5 2) Lihat pula firman Alloh Cc dalam QS. az-Zukhruf [43]: 19.

@i;:tai&\$r

Iahukah para malaikat perkara ghoib?
Ketahuilah wahai saudaraku Alloh selalu merahmati dan men-semoga agamu- bahwa yang tahu urusan ghoib itu hanyalah Alloh Sg. Firman-Nya:

lDia adslqh Tuhan) yang mengetahuiyang ghoib, maka Dia tido.k memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang ghoib itu. (QS. al-Jin 17 2l : 26)

@r;i;f ,F#*r"A\tv

Sebagian makhluk Alloh memang ada yang diberi hak oleh Alloh untuk mengetahui sebagian perkara ghoib. Mereka adalah para utusan (rasul)-Nya lantaran adanya hikmah tertentu yaitu untuk membuktikan kenabian atau kerasulannya. Itu pun atas kehendak Alloh 3s, bukan kehendak mereka, dan (pengetahuannya) sebatas apa yang telah diberitahukan oleh Alloh de kepada mereka, tidak lebih. Lihat pula firman Alloh dc dalam QS. al-Imron l3l: 779 dan al-An'am [6]: 50. Adapun para malaikat tidak mengetahui perkara ghoib sedikit pun. Alloh $a berfirman:

Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada paro. malqikat IaIu berfirman: "Sebutkanlqh kepada-Ku nama bends-benda itu jika kamu memang orang-orqng yang benar!" Mereka menjawab: "Mahqsuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selqin dqri apq yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Maho Mengetahui lagi Mahabijaksana. " (QS. al-Baqoroh I2l: 31-32) Imam ath-Thobari '+iiB berkata: "(Firman Alloh ds ini merupakan) penyrcian bagi Alloh ds bahwasanya tidak ada yang mengetahui perkara ghoib selain

Dia." (J ami'ul-Bay an: 7 / 227) Rosululloh ffi bersabda: "sesungguhnya Alioh $c mewakilkan seorang malaikat di dalam rahim, maka ia berkata: Wahai Robbku nuthfah, wahai Robbku segumpal darah, wahai Robbku segumpal daging.'Dan apabila hendak menciptakannya ia berkata: 'Wahai Robbku, laki-laki atau perempuan? Orang yang bahagia atau celaka? Bagaimana rezekinya? Bagaimana ajalnya?' Maka ia menulis sedemikian itu di perut ibunya." (HR. Muslim:2646) Wahai saudaraku, demikianlah pembahasan yang dapat kami sajikan. Kita memohon kepada Alloh Ta'ala semoga kita tetap diberi petunjuk untuk mengikuti syariat-Nya dan sunnah rasul-Nya pada apgryang dikerjakan dan yang ditinggalkan oleh beliau ffi. Wallohu A'Iam. Abu Harits as-Sidawi irgr

BULETTN AL FURQOT{

Dite,rbitkan oleh lr{$ffir*H ArriFURQot{.

,:...:::..:::.
::
,:

'Setiapbulanterbitsatuvofurne@4.bahasan'..'.

Tim Redaksi: Ust. Mukhlis Abu DzAr;,,'Ust, Abu',,H,4,r[t$,,as.S|dawi1,,,,,,: Editorl Ust. Abu Hafshoh Sirkulasi: Abu llyas trbta Letakr Riza,qu Frbu Abdillah Sekretariat: Ponpes. al-Furqon af-*slarni; Sbwo,*,$[day,u - Gresik.61153 JATIM ' Rekening: tsank Mandiri cab. Gresik a.n. HEbY StWANrnl tirt0-00-0497951-5)'

lnfaq;:.1iwaRp25.ooo,.LuarJawaRp3o-ooo.''..:'':;''..:''''''r'.'

'

Menebar Dakwah

rAHq!!%e Volume g No.

:iirl

'ru,u

Ahlus-Sunnah wal-Jamaah

n;ff

Terbit Roiab 142e

4;ffir
Penyakit Hati
Rosululloh ffi telah menjelaskan bahwasanya hati merupakan tolok ukur kesempurnaan amal seorang hamba dan perbuatan hatilah yang dinilai oleh Alloh ik. Oleh karenanya, amal seseorang bisa menjadi lebih sempurna bila hatinya bebas dari kotoran atau penyakit. Namun, jika hati seseorang terselubungi dengan penyakit seperti: riya', dengki, iri, dan penyakit hati lainnya, niscaya amalnya tersebut tidaklah sempurna di sisi Alloh ik. Sebagaimana yang disabdakan oleh Rosululloh g (artinya): "sesungguhnya Alloh tidak melihat tubuh dan bentuk fisik kalian, melainkan Dia melihat hati kalian." (HR. Muslim: 2s64)
Sungguh beruntung siapa pun yang mamPu menata qolbu (hati)nya menjadi bening, jernih, bersih, dan selamat. Sungguh berbahagia dan mengesankan bagi siapa pun sekiranya memiliki qolbu yang tertata, terawat, dan terpelihara

dengan sebaik-baiknya terhadap penyakit yang menggerogotinya. Di samping senantiasa merasakan kelapangan, ketenangan, ketenteraman, kesejukan, dan keindahan hidup di dunia ini, pancaran kebeningan hati akan tersemburat pula dari keindahan setiap aktivitas yang dilakukan.

Dua Pokok Penyakit Hati
Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah t+ltsl telah menjelaskan secara panjang lebar dalam kitabnya, Amrodhul-Qulub wa Syifa'uha:1.1, bahwa penyakit hati secara global ada dua macam, yaitu penyakit syahwat dan penyakit syubhat. Kedua penyakit tersebut telah disebutkan dalam al-Qur'an, yaitu firman Alloh:

egar Ota menjadikan apq yang dimitsukkan oleh setsn in4 sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kosar hatinya.... (QS. al-Hajj [22]:53)

@

"{4}ll+w,

sb }w}G1ain.;1ib{i c*uJi1t.

Waspadailah Empat Racun Hati
Hati dapat rusak sebagaimana halnya badan. Dan setiap kemaksiatan adalah racun bagi hati. Ia menjadi penyebab sakit dan kehancurannya, memalingkan dari kebaikan dan menambah parah penyakitnya. Empat racun hati yang dapat merusak hati seseorang dan membuka peluang untuk melakukan kemak-

siatan serta sebagai wasilah pelalaian perintah Alloh fk adalah:

1.

Banyakbicara

Lidah mempunyai pengaruh yang besar. Keimanan dan kekafiran bisa tampak melalui lidah (yakni dengan syahadat/persaksian). Barang siapa yang melepas tali kendali lidahnya, maka setan pun akan memperdayainya dari segala
penjuru, sehingga menggiringnya ke lembah kemaksiatan. Dari Sahl bin Sa'id .,6F, bahwasanya Rosululloh s bersabda (artinya): "Barang siapa yang memberi jaminan untukku apa yang ada di antara dua jenggotnya (yakni mulut) dan apa yang ada di antara dua pahanya (yakni kemaluan) niscaya aku memberi jaminan Surga baginya." (HR. al-Bukhori: 6374, at-Ti-

rmidzi:2408)
Syaikh Salim bin Id al-Hilali tris;l berkata: "(Faedah yang dipetik dari hadits ini adalah) wajibnya menjaga lisan dalam berbicara dari apa-apa yang tidak diperbolehkan menurut Islam dan dari perkara yang tak perlu dibicarakan." (Bch-

2.

jatun-Nazhirin: 3/9) Banyak memandang

Yang dimaksud dengan banyak memandang di sini yaitu melepaskan pandangan kepada sesuatu yang tidak layak dilihat dan memandang yang tidak halal dipandang, sebagaimana dalam firman Alloh.$8:

qry6i fy{6 ;, ui7+' *i |Yt*" s e Fgi &:'v g,S
,.,A, q5)or':"';
Kqtakanlah kepada orang laki-Iaki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adqlah lebih suci bagi mereka, suungguhnya Alloh Mqha Mengetahui apa yang mereka perbuaf." (QS. an-Nur [24]: 30)

Banyak makan dan minum Nafsu perut adalah termasuk perusak yang amat besar. Nafsu ini pula yang menyebabkan Adam dikeluarkan dari Surga. Sedikit makan itu melembutkan hati, menguatkan daya piki4 serta melemahkan hawa nafsu dan sifat marah. Sedangkan banyak makan akan mengakibatkan sebaliknya. Berlebihan dalam makan dapat mengakibatkan banyak hal buruk, di antaranya merasa berat untuk beribadah kepada Alloh ds. Firman Alloh J*:

3. .

*'i si ; ;ri @ert:ii 4"i ll,t\ j berlebih-Iebihqn,s\ F s .... janganlah .... Makan dqn minumlah
dan

sesungguhnya Alloh

ti-

dak menyukai orang-orang yong berlebih-lebihan. (QS. al-Arof [7]: 31)

4.

Banyak bergaul dengan sembarang orang Ini merupakan penyakit berbahaya yang mengakibatkan banyak keburukan. Ia dapat menghilangkan nikmat dan menebarkan permusuhan. Ia juga menanamkan kedengkian yang dahsyat, serta mengakiba&an kerugian dunia dan akhirat. Dalam bergaul hendaklah kita mencari teman yang baik.

lenis-jenis Penyakit Hati 1. Hasad (iri hati/dengki)
Hasad adalah perbuatan yang tercela, Rosululloh ffi melarang umatnya dengan sangat dari perbuatan tersebut. Hal ini sebagaimana yang dinyatakan dalam sebuah hadits yang shohih: Dari Abu Huroiroh berkata: Rosululloh g bersabda: 'Janganlah kalian "ig. saling dengki, saling berlaku curang dalam jual beli, saling membenci, saling membelakangi (menjauhi), dan janganlah membeli barang yang tengah ditawar saudaranya, dan jadilah kalian hamba Alloh yang bersaudara." (HR. Muslim: 2564, al-Bukhori: 6066) Ibnu Daqiq al-ld '68, menjelaskan: "Sabda Rosululloh ffi Janganlah kalian saling dengki' maknanya janganlah kalian mengharapkan hilangnya nikmat dari saudara kalian, sebab hal itu adalah perbuatan haram." (Riyadhun-Nadiyyah Syarh Arbain an-Nawawilryah: 87)

2.

Riya' (ingin dilihat) dan sum'ah (ingin didengar) Riya' ialah berbuat baik karena orang lain atau menginginkan agar orang-

orang bisa melihat apa yang dilakukannya. Diriwayatkan dari Abu Huroiroh .,{* bahwa Rosululloh ;$ bersabda: 'Alloh {k berfirman: ?\ku adalah Sekutu yang Mahacukup, sangat menolak perbuatan syirik. Barang siapa yang mengerjakan suatu amal yang dicampuri perbuatan syirik kepada-Ku, maka Aku tinggalkan dia dan (tidak Kuterima) amal syiriknya itu."' (HR. Muslim: 2985) 3. Cinta yang bukan karena Alloh dan Rasul-Nya Dalam kehidupan manusia, cinta sering dicurahkan dalam bentuk dan tujuannya yang beragam. Ada dua bentuk cinta. Pertama: cinta karena Alloh. Kedua: cinta karena manusia. Seseorang yang mencintai orang lain karena Alloh i!&c dan Rasul-Nya, maka ia akan mengarahkan cinta itu sebagai media efektif untuk saling memperbarui dan saling introspeksi (mawas) diri, sudah sejauh mana pengabdian kita kepada Alloh S6. Cinta model ini akan berujung pada kepatuhan total dan ketundukan tulus kepada Alloh *,6. Seseorang yang mencintai orang lain karena manusia justru akan banyak menimbulkan persoalan serius. Cinta ini sifatnya singkat, karena biasanya muncul oleh dorongan material dan hawa nafsu, cinta inilah yang merupakan penyakit hati. (Lihat keterangan lebih lanjut dalam futab Amrodhul-Qulub: 65)

Obat Mujarab Penyembuh Penyakit Hati
Gejala penyakit hati bisa teratasi dengan obat yang paling manjur yaitu alQur'an. Barang siapa yang mencari kesembuhan (penyakit hati) selain dari alKitab dan as-sunnah maka ia adalah orang yang paling bodoh dan sesat. Sesungguhnya Alloh berfirman:

,

iv

o-

jt

gV

3 l-.,Ji\_)tr;.a ig,LS.

.r.

@

#gtv$'s-at{t|L;W

.... Kqtakqnlah: 'Al-Qur'an

in

qdalah petunitLk dan penawar bagi orang-orang

yang beriman Dan orang-orang yang tidok heriman pada telinga mereka ada
sumbatary sedang ol-Qur'an itu suatu kegelapan bagi mercka. Mereka iru sdalqh (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempot .iauh." (QS' Fushshilat [41]: 44)

Dan obat yang kedua untuk mengatasinya adalah dengan meninggalkan larangan Alloh Js. Syaikhul-Islam Ibnu Taimilyah :li; berkata: 'Jiwa dan amal tidak bisa suci, hingga dihindarkan dari hal-hal yang bisa menentangnya. Dan seseorang itu tidak akan menjadi bersih fiiwanya) melainkan dengan meninggalkan yang buruk, karena sesuatu yang buruk akan mengotori jiwa dan mengeruhkannya." (Lihat Majmu' Fatawa: I 0/ 629)

Trik Sukses Menghindari Penyakit Hati
Kesucian dan terhindarnya hati dari berbagai penyakit tergantung pada muhasabah (introspeksi,/mawas diri) terhadap diri sendiri. Umar bin Khoththob uig; mengatakan: "Introspeksi (koreksi)lah diri kalian sebelum kalian dihisab, timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang, dan persiapkanlah diri kalian sebelum hari kalian dihadapkan kepada Alloh." (Madqriius-Solikin: 1'/789) Imam lbnul-Qoyyim {r"E mengatakan: "Muhasabah dapat memancarkan cahaya hikmah, yaitu sebuah cahaya yang Alloh :,te pancarkan pada hati pengikut para rasul." (Madarijus- Salikin: 7 / 797) Maimun bin Mihron mengatakan: "seseorang tidak masuk golongan muttaqin (orang-orang yang bertakwa) hingga ia mengevaluasi dirinya sendiri secara detail daripada mengevaluasi sekutunya dalam usaha, sehingga ia tahu dari mana makanannya, dari mana pakaiannya, dari mana minumannya, apakah dari yang halal ataukah yang haram." (Hilyatul-Auliya': 4/89) Ingatlah saudaraku, hidup kita di dunia ini hanya satu kali dan siapa tahu tidak lama lagi kita akan mati. Marilah kita bersama-sama bergabung dalam barisan orang-orang yang terus memperbaiki diri, dan mudah-mudahan Alloh d* menjadikan hati kita semua terbebas berbagai penyakit hati. Mukhlis Abu Dzar :i,ig';

Buletin bulan depan...

Volume 4 Th. ke-3
(Sya'ban 1429)
:' ..:: : . ...: : . : ..r
:

2. Adakah nabi setelah Nabi Muhammad g;? 3. Demonstrasi Dalam Tinjauan Syar'i 4. Jangan Dekati Zina

l.

rvluilaKanran at-quran

:s,ulETt,lt, AL::,f,U*QOil' Diterb,itka

n oleh M{f ALAtl AL F uRQoN.

$etiap biulan terhit satu volume @4 bahasan. ,timr::ngdark ir,,.Ust:,r:'ftltuikfl.lis,Abu,Dlar; Ust. Abu Harits as-Sidawi : ,E itor: U,st, Abu,Hafshsh ,sirkulasi: Abu llyas Tata Letak: Rizaqu Abu Abdillah ,SG:ltfCtStJit: Po'npes,, 61,:puraon al-lslami, Srowo - Sidayu - Gresik 61153 JATIM ,:;,,Sckeni:ng;,Bsftk l{andiri'cab.'Gresik a,n, HEDY SUMANTRI (140-00-0497951-5) Infaq :: Jawa Rp 25,OOO, LuarJawa Rp 3O,OOO .,.:tr[;,Vol,urm:elp,A:leet isi 4 bahasan @50 eksemplar; total * 2OO eksemplar)

Menebar Dakwah
Ahlus-Sunnah wal-Jamaah

Volume 3 No. 4
Terbit Rojab 1429

Affi'$'"*-'+
Mengatur Shof di Dalam Sholat
Saudaraku pembaca yang budiman, sesungguhnya termasuk di antara sekian banyak sunnah Rosululloh ffi yang telah dilalaikan dan dilupakan oleh sebagian besar saudara kita kaum muslimin adalah masalah mengatur shof (barisan) di saat sholat berjamaah. Tidak sedikit kita jumpai dalam masyarakat kita

orang yang melalaikan ajaran dan tuntunan Nabi S yang mulia ini, seakanakan ia syariat yang telah terhapus sehingga tidak lagi perlu diamalkan. Mereka menganggap masalah.ini remeh sehingga tidak perlu menyibukkan diri dengan-

nya. Bahkan di antara mereka ada yang membenci dan mengingkari orang yang berusaha menghidupkan dan menegakkan sunnah ini' Memang, sungguh sangat ironis (memprihatinkan), apalagi sebagian imam masjid kurang perhatian dalam memberikan pengarahan agar menerapkan sunnah yang mulia ini. Inilah di antara hal-hal yang mendorong kami untuk membahas permasalahan ini. Selamat membaca dan semoga bermanfaat.

Dalil Tentang Perintah Pengaturan Shof
Wahai saudaraku, sesungguhnya banyak sekali hadits shohih dari Rosululloh {$ yang menunjukkan perintah untuk menegakkan sunnah yang satu ini sekaligus menunjukkan keutamaannya serta ancaman bagi mereka yang meninggalkannya. Di antaranya: L. Sabda Rosululloh ;i$:

UPLV 7ut "Luruskan shofmu, karena sesungguhnya melurikan shof iru merupakan bagian dai kaempurnaan sholat." (HR. al-Bukh ori: 7 23, Muslim: 433) 2. Sabda beliau ffi: 'Wahai sekalian hamba Alloh, sungguh kalian mau merapikan shof kalian, atau kalau tidak maka Alloh akan menjadikan perselisihan di antara kalian." (HR. al-Bukhori: 717, Muslim: 436) 3. Sabda Rosululloh $: "Luruskanlah dan janganlah kalian berselisih (tidak lurus shofnya) sehingga hati kalian pun akan berselisih." (HR. Muslim: 432) Imam an-Nawawi'i'';F., berkata: "Berselisih hati maknanya terjadi kebencian, permusuhan, dan pertentangan hati di antara mereka, sebab perbedaan ketika berada di dalam shof merupakan perbedaan lahir dan perbedaan zhohir (lahir) merupakan wujud dari perbedaan batin (yaitu hati)." (Syqrh Shohih Muslim;
2/178)

gtbJr

b *"iat

&"t* ti?

4.

Sabda beliau # (artinya): "Luruskan (rapikan)lah shof, sejajarkan antara bahu, penuhi yang masih kosong (longgar), bersikap lembutlah terhadap saudara kalian dan janganlah kalian biarkan kelonggaran untuk setan. Barang siapa yang menyambung shof maka Alloh dg akan menyambungnya dan barang siapa yang memutuskan shof maka Alloh akan memutusnya." ((HR. Abu Dawud: 666, dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shohih Sunon Abi Dawud: 7/197)

Shof Terbaik Bagi Laki-laki dan Wanita
Shof terbaik bagi laki-laki adalah shof pertama dan shof terbaik bagi wanita adalah shofterakhir. Rosululloh g bersabda:

ulr *r3r lrts ,u .-T 6?:, q"r( )t.lt ),b'p "73 shof laki-Iaki )';b yang pertamq dan yang paling buruk adalah "sebaik-baik adalsh
qii
yang terakhir. Sedangkan sebaik-bsik shof wanito adalah yang terakhir; dan yong p aling buruk adalah y ang p er tama. " (HR. Muslim : 440) Syaihh Masyhur Hasan Salman '.iliit berkata: "Sesungguhnya shof laki-laki yang terbaik, selamanya adalah yang pertama. Sedangkan yang terburuk, selamanya adalah yang terakhir. Adapun shof wanita, maka yang dimaksudkan di dalam hadits tersebut (di atas) adalah shof para wanita yang sholat bersama

laki-laki. Adapun apabila mereka sholat (berjamaah) sendiri tanpa laki-laki maka mereka seperti laki-laki, (yakni) shof mereka yang terbaik adalah yang
pertama dan yang terburuk adalah yang terakhir. Dan yang dimaksudkan dengan shof yang terburuk pada laki-laki dan wanita adalah yang paling sedikit pahala dan keutamaannya serta palingjauh dari yang dituntut oleh syariat. Sedang shof terbaik adalah kebalikannya;' (al-Qoulul-Mubin fi Akhtho'il-Mushol-

Iin:225-226)
Keutamaan shof pertama bagi laki-laki adalah sebagaimana sabda Rosululloh

$:

riiin! ilb frl4il- ol yi;u;'i

zsn dqn

"seandainya oroig-orong shof yang pertama kemudian mereka tidak akan mendapatkan (hql itu) kecuali dengan mengundi, niscaya mereka akan mengundi:" (HR. al-Bukhori: 2689, Muslim:437) Dan juga sabda beliau fS: "Sesungguhnya Alloh dan para malaikat-Nya bersholawat atas shof-shof yang pertama." (HR. Abu Dawud: 664, Nasa'i: 812, Ibnu Majah: 997, dishohihkan oleh Syailih al-Albani dalam Shohfh Sunan Abi Dqwud:

),t*r',.a1a6 TiAt ;y; ,"fur iengeiahui opi lk uto aan,lred) yang ada pada ad.-

j

'ei

7/r97) Cara Pengaturan Shof
Syaikfi Muhammad bin Sholih al-Utsaimin'1i,its menjelaskan bahwa di antara cara mengatur dan merapikan shof dalam sholat adalah sebagai berikut:

1 Yakni merapatkan bahunya dengan bahu temannya dan pinggir telapak kakinya dengan pinggir telapak kaki temannya. (Lihat HR. al-Bukhori: 725)

Meluruskan dan merapatkanr barisan sholat Sungguh merupakan kesalahan yang dilakukan oleh sebagian orang, membuka lebar-lebar kaki mereka untuk menempel dengan kaki saudaranya tetapi bahu mereka saling berjauhan. Ini menyelisihi praktik para sahabat rS: . * Memenuhi shof yang masih renggang Dengan demikian, berarti kita telah menutup jalan setan untuk menggoda anak Adam ketika sholat dan shof pun akan betul-betul rapat namun bukan berarti berdesakan sehingga malah mengganggu kekhusyukan sholat. * Menyempurnakan shof yang pertama terlebih dahulu kemudian shof yang kedua dan seterusnya Merupakan kesalahan dan tipu daya iblis terhadap banyak orang sekarang, mereka tahu bahwa shof pertama belum penuh namun mereka lebih senang memilih shof berikutnya.

*

*

Salingberdekatan

Antara imam dan makmum serta antara makmum dan makmum lainnya saling berdekatan. Hal itu karena mereka adalah jamaah, sedang jamaah adalah persatuan. Dan tidak sempurna sebuah persatuan bila saling berjauhan. (cqySyarhul-Mumthi' : 2/ 77-75, Sy arh Riy adhish- Sholihin: 3 / 39O)

Apabila Makmum Hanya Satu Orang
Apabila imam sholat berjamaah hanya dengan seorang makmum, maka hendaklah makmum tersebut berdiri tepat di sebelah kanan imam (sejajar dengannya,-red). Al-Hafizh Ibnu Hajarri,ji5 berkata: "Termasuk kesalahan yang menyebar luas, apabila makmum hanya seorang maka posisi imam adalah maju sedikit; padahal yang benar menurut sunnah adalah lurus sejajar, sebagaimana dilakukan oleh Ibnu Abbas 49. tatkala sholat bersama Rosululloh ffi. Imam al-Bukhori 'ri,ib membuat bab hadits tersebut'Bab apabila hanya imam dan makmum, maka makmum berdiri di sebelah kanan imam secara sejajar', yakni tidak mundur atau maju darinya (imam)." (Fath ul-Bari: 2/247)

Berjalan Untuk Menutup Celah Shof
Seseorang yang sholat apabila mengetahui shof yang ada di depannya kosong maka hendaklah ia berjalan untuk memenuhi kekosongan tersebut sekalipun ia sedang di tengah sholat. Sabda Rosululloh s: "Tidak ada langkah yang

lebih banyak pahalanya daripada langkah seorang menuju kelonggaran dalam shof untuk menutupnya." (HR. ath-Thobroni: 1/32, dishohihkan oleh Syaikh alAlbani dalam ash-Sh ohihah: 2533)

Kesalahan-kesalahan Seputar Shof Berikut ini akan kami kemukakan beberapa kesalahan sebagian orang

ber-

kaitan dengan shof yang kerap terjadi dan sangat perlu untuk disinggung di sini sekadar secara ringkas- agar diwaspadai. -walau 1.: Seseorang menarik orang di depannya untuk bershof bersamanya lantaran mendapati shof di depannya tersebut sudah penuh.

Perbuatan ini keliru, karena tidak berdasar pada hadits yang shohih. Yang benar

adalah dia hendaklah berusaha bergabung ke dalam shof (di depannya) bila mungkin. Dan kalau tidak memungkinkan maka dia sholat sendiri dan sholatnya tetap sah. (Lihat Sikilqtul-Ahadits adh-Dho'ifah: 2/322) 2.: Merapatkan shof sebatas pada bertemunya ujung-ujung jari kelingking saja, padahal sunnahnya adalah dengan merapatkan seluruh pinggir telapak kaki. 3.: Orang-orang yang datang awal di masjid tidak mau menempati shof pertama.

Orang-orang awam bersegera menempati .belakang imam. Padahal yang berhak untuk mengiringi/berdiri di belakang imam adalah orang-orang yang hafal al-Qur'an atau yang banyak hafalannya dan yang alim terhadap al-Kitab dan as-Sunnah, kemudian orang yang di bawah mereka, begitu seterusnya. (Lihat HR. Muslim: 432) 5.: Imam hanya membacakan hadits tentang shof, tetapi tidak mengatur shof. 6.: Imam hanya mengatakan istawuu-istawuu (luruskan-luruskan) saja, tanpa

4.:

mengatur shof. 7.: Sholat pada shof yang terputus, baik disebabkan oleh tiang masjid (kecuali terpaksa seperti masjidnya kecil), mimbar besar di dalam masjid (karena bentuk dan ukuran mimbar yang tidak sesuai dengan sunnah), mauPun sebab-sebab lain. 8.: Imam memerintahkan menyeimbangkan shof (antara shof bagian kanan dan kiri,-red). Adapun hadits yang berkaitan dengan masalah ini palsu. 9.: MenempatkaVmenjadikan anak-anak pada shof tertentu (khusus) di belakang laki-laki dan melarang mereka bershof bersama orang-orang dewasa. Ini juga salah, lantaran tidak ada hadits yang shohih tentang pengkhususan shof bagi mereka. Bahkan tindakan ini akan menimbulkan beberapa dampak negatil seperti: membuat mereka banyak bermain sehingga gaduh dan menimbulkan perasaan benci dalam diri anak terhadap orang yang menyuruhnya mundur. (Lihat csy-Sycrhul-Mumthi': 2/74-75, al-Qoulul-Mubin fi" Akhtho'il'Mushollin:

213-233) Demikianlah, wahai saudaraku, pembahasan tentang shof sebagai upaya untuk menghidupkan sunnah yang nyaris terlupakan, sekaligus untuk memben' dung kekeliruan di masa mendatang sehingga sesuatu yang keliru tidak malah ditiru oleh anak cucu kita dan tidak dianggap sebagai suatu kebenaran. Akhirnya, mudah-mudahan Alloh ik senantiasa menetapkan kita di atas jalan-Nya dan meneguhkan kita di atas sunnah rasul-Nya, Muhammad *&, serta memberikan hidayah kepada mereka yang masih lalai terhadap sunnah ini dan memberikan kelezatan sunnah dalam hati mereka. Amiin. Wqllohu AIam. Abu Harits'.l,is.r
t'lrluEf,,lt{,AE:,Fllft8ofi:r,:Hiterbitk$,h,,6lehi::trll All, AL f URQol.l. :'' Setiapbul:art"t€libiit:satu.vo,t,ume'b4'6afraS-an.' riin ReoCtsi: ust, t*,ufnlis Abu Dear, Ust. Abu Harits as=Sidawi
,,,tdttiiri,:;:U,stil::.lfibu,.:;$$$$669.1ii$ilffiglid#i,i:l:,;n.blfi,.,:f:$lla$...,6'**16,,,16t4kE:

R,ieaqu

Abu Abdillah
JATIM

Sr*rstarlttl
nlnUl
f

Ponpes. al-rur:qon al-lslaffi,ii Srowo,* Sidayu

- Gresik 61153

"** li awa,R,p If,.ltOO,i,,,Euar,}awe' .np,3.O;OOO,,',,:,' }Rfaq' tl volumetpaket,,iCi 4,ba,hasan 6,5p.*ksernpla,r; total

B,a:n,k,,,t{.hlndi;fi,..':Cbn't'.G.fes'i,k,.a.l4;,...:fti:,E.trV:',$UFa.ANtg.l

ti40-0'0-0497951-5)

= 2oo eksemplar)

Menebar Dakwah
Ahlus-Sunnah wal-Jama'ah

"ry

Volume 4 No.

1 H

Terbit: Sya'ban 1429

Memuliakan

al-Qurtan
Al-Qur'an adalah kitab yang paling mulia yang diturunkan oleh Alloh
de

agar pesan-pesan yang terdapat di dalamnya kita jadikan sebagai pedoman dan jalan hidup kita, menjelaskan segala sesuatu dan berisikan petunjuk serta rahmat bagi alam semesta, sehingga wajib bagi setiap manusia untuk mengamalkannya dan memuliakannya. Demikianlah penegasan Alloh d6 di dalam salah satu firman-Nya:

&i,ui

O

3

q(t,s:j,lir;gi gJ E eii Sr;t J #
yrsit(S

Bulan Romadhon" bulan yang di dalamnya diturunkan al-Qur'an sebagai pedoman (perunjuk) basi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai pedoman iru dan pembeda crntara. yang hak dan yang batil.... (QS. al-Baqoroh [2]: 185)

Al-Qur'an adalah Kalamulloh, tidak boleh dihinakan
Al-Qur'an adalah kalam (firman) Alloh ik bukan makhluk. Ia adalah perkataan yang paling utama dan sarat dengan hukum-hukum dan memberi manfaat yang tidak terhitung, tidak ada seorang pun yang mampu mendatangkan semisal ayat-ayatnya. Alloh $e berfirman:

Dan jika seorcrng di antara orang-orsng musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya io sempat mendengar firman (ka.tsm) Alloh. (QS. at-Taubah [9]: 6) Al-Imam Ibnu Qudamah al-Maqdisi ,ririE mengatakan: "Dan termasuk kalam Alloh adalah al-Qur'an yang paling agung. Ia adalah kitab Alloh &i yang jelas, tali yang kokoh, jalan yang lurus dan diturunkan oleh Robb semesta alam. yang diturunkan melalui malaikat termulia Jibril AW ke dalam hati pemimpin para rosul yaitu Nabi Muhammad j$ dengan bahasa Arab yang jelas.', (Lum,atul-I,ti-

@i;,sV:'#U

qod:77)
Maka, merupakan kewajiban kita semua memuliakan al-eur'an dan jangan

sekalikali menghinakannya, jangan biarkan ayat-ayat al-eur'an berserakan di

tempat-tempat yang tak layak baginya, di jalan, tong sampah, dan di tempattempat yang kotoq apalagi kalau sampai menginjak-injaknya - na'udzu billah. Akan tetapi, letakkanlah ayat-ayat al-Qur'an pada tempat yang bersih dan suci.

Ancaman bagi orang yang menghina ayat-ayat al-Qur'an
Penghinaan dan pelecehan terhadap al-Qur'an bukanlah perkara yang remeh dan ringan. Sebab hal ini bisa menjerumuskan pelakunya ke lembah kekufuran walaupun sekadar bercanda dengan perkataan yang mengandung penghinaan terhadap ayat-ayat al-Qur'an. Alloh *1; berfirman:

Don jiko kamu tanyakan kepada merekq (tentang apq yqng mereka lakukan itu),
tentulsh mereka akan meniowab: "sesungguhrrya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main soja." Katskqnlah: 'Apakah dengan Alloh, ayat-ayat-Nya, dan Rosul-Nyc kamu selalu berolok-olok?" Tida.k ussh komu minta maaf, kqrena kamu kafir sesudah berimqn. Jika Ksmi memaafkan segolongan kamu (lqntqran mereka. tqubat), niscaya Kami qkqn mengadzab golongan (yang lain) disebabkan mereka qdalah orcrng-orang yang selalu berbust dosa. (QS. at-Taubah [9]: 65-

66)

Apa yang harus dilakukan tatkala meniumpai lembaran ayat' ayat al-Qur'an yang berserakan? Masalah ini telah dijawab oleh para ulama dalam fatura Lajnah Da'imah
(Komite Tetap Untuk Riset Ilmiah dan Fatwa) Kerajaan Arab Saudi: 'Apabila tulisan al-Qur'an sudah rusak dan sobek karena sering dibaca, atau sudah tidak dapat dimanfaatkan lagi atau ada tulisan yang salah dan tidak dapat diperbaiki, maka boleh dipendam tanpa dibakar dan boleh juga dibakar terlebih dahulu kemudian dipendam di tempat yang jauh dari kotoran dan pijakan kaki manusia untuk menjaga lembaran tulisan al-Qur'an tersebut -daripada dibuang begitu saja- dan agar tidak terjadi perubahan atau perselisihan dengan tersebarnya mushhaf yang ada kesalahan dalam penulisannya atau pencetakannya, berdasarkan apa yang diriwayatkan Imam al-Bukhori dalam bab Pengumpulkan al-Qur'an bahwa Utsman bin Affan +p- memerintah empat orang sahabat yang terbaik hafalan dan bacaan al-Qur'an-nya untuk memindahkan lembaran-lembaran al-Qur'an yang dikumpulkan berdasarkan perintah Abu Bakar a$t:. Dan ketika mereka telah selesai memindahkannya, Utsman 4ig, mengirimkan mushhaf tersebut ke seluruh kota-kota Islam dan memerintahkan untuk membakar mushhaf-mushhaf selain mushhaf yang dikirim olehnya dan tidak ada dari para sahabat yang mengingkari pembakaran tersebut, kecuali apa yang diriwayatkan bahwa Ibnu Mas'ud tidak menyetujui mewajibkan kaum

muslimin untuk hanya menggunakan mushaf yang dikirim oleh Utsman dan dia tidak mengingkari pembakaran mushhaf." (Forwq Lajnah Dq'imqh Jilid
4/L4O cet. Darul Ashimah - Riyadh)

Keharusan mencantumkan ayat al-Qur'an dalam buletin bukan hanya terjemahnya Perlu kami sampaikan di sini tentang keharusan mencantumkan ayat alQur'an dalam artikel buletin dan majalah, bukan hanya terjemahnya saja. Hal ini kami lakukan sebab ada beberapa peftanyaan terruju kepada kami tentang hal tersebut berkaitan dengan buletin kita ini.

1. Terjemah al-Qur'an bukanlah termasuk ayat al-Qur'an Perhatikanlah firman Alloh $;:
-L;;
...

.

3

f4

t;

-,ifu-t;,1-ill

iJ\}'\Al#i\3\;

}LfrG i s

Dan jikalau Kami jadikan al-Qur'an itu suqtu bacaan dolam bahasa selain Arab, tenruIsh merekn mengatakan: 'Mengapa tidak dijelaskqn qyqt-ayatnyo.?" Apakah (patut al-Qur'an) dalsm bqhasa asing sedang (Rosul qdalah orang) Arab? (QS.

i 'S"H mengatakan: 'Al-Qur'an murni dengan bahasa Arab." (ar-Risqlqh: 45) Maka, tidaklah benar apabila terjemahan al-Qur'an dikatakan sebagai bagian dari lafazh al-Qur'an, walaupun di dalam al-Qur'an itu sendiri terdapat beberapa lafazh a'jami (selain bahasa Arab) seperti: Musa, Isa, ldris, dan sebagainya. Akan tetapi, orang-orang Arab telah memakainya dan menggunakan laAl-Imam asy-Syaf
fazh tersebut sebagai bahasanya sehingga menjadi bahasa Arab meskipun asalnya adalah bahasa aJami. (Lihat Ma'olim Ushulil-Fiqh kar. Syaikh Muhammad bin Husain bin Hasan al-Jaizani: 104) Lantas, kalau hanya sekadar mencantumkan terjemah al-Qur'an saja tanpa ayatnya maka hal itu secara tidak langsung berarti mengajari orang untuk sekadar mengenal terjemah saja dan tidak mengenalkan umat kepada ayat-ayat alQur'an yang mulia. Menampakkan syi'ar lslam kepada umat manusia Bahasa al-Qur'an adalah mukjizat besar sepanjang masa. Keindahan bahasa dan kerapian susunan katanya tidak dapat ditemukan pada buku-buku bahasa Arab lainnya. Gaya bahasa yang luhur tetapi mudah dimengerti merupakan ciri dari gaya bahasa al-Qur'an. Gaya bahasa sedemikian itulah yang menjadikan Umar bin al-Ktroththob ap- masuk Islam setelah mendengar al-Qur'an awal Surat Thoha yang dibaca oleh adiknya yang bernama Fathimah. Dan inilah salah satu bentuk syi'ar Islam kepada umat.

Fushshilat

l4ll:44)

2.

r"K*

i':::::"r @y$ii e *e49

/'i

F#

ut

e\:'
itu

Dan barang siapayang mengagungkan syi'ar-syi'ar AIIoh, maka sesungguhnyo timbul dari ketaqwaqn hqti. (QS. al-Haii l22l: 32)

Membaca ayat al-Qur'an walau hanya satu huruf bernilai ibadah Syailih Muhammad Sulaiman Abdulloh al-Asyqori{ruxil mengatakan:'1{Qur'an adalah Kalamulloh yang diturunkan kepada Rosululloh Muhammad ffi dengan berbahasa Arab, bernilai ibadah apabila membacanya, ditulis pada sebuah mushhaf dan dinukil secara mutqwatirr." (al-Wqdhih fi Usulil-Fiqh: 74) Dan barang siapa yang membacanya ikhlas semata-mata karena Alloh &g maka dia akan mendapatkan pahala, sebagaimana sabda Rosululloh &: "Barang siapa membaca satu huruf dari al-Qur'an maka dia mendapat satu kebaikan, sedangkan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan alif lam mim int satu huruf melainkan chl satu huruf, lcm satu huruf, dan mim satu huruf." (HR. at-Tirmidzi: 29L0 dan dishohihkan oleh Syaiklr al-Albani dalam Shohih al-J qmi' : 5 / 34O) Dengan demikian, jika ada orang yang hanya membaca terjemahan alQur'an saja atau membaca al-Qur'an tetapi tertulis dengan tulisan latin atau menggunakan tulisan selain bahasa Arab maka tidaklah bernilai ibadah, karena bukanlah dikatakan al-Qur'an melainkan dengan bahasa Arab. Dari sinilah kita dapat mengetahui bahwa standar terpenting membaca al-Qur'an bernilai ibadah yaitu dengan membaca ayatnya bukan terjemahnya.

3.

Nasihat
Wahai kaum muslimin, marilah kita memuliakan al-Qur'an karena alQur'an adalah pedoman hidup kita. Jangan sampai ayat-ayat al-Qur'an tercecer di mana-mana berserakan di tempat-tempat kotor. Jangan biarkan ayat-ayat alQur'an terinjak-injak oleh orang. Karena ini semua termasuk penghinaan terhadap ayat-ayat Alloh ds. Lembaran-lembaran yang berisikan ayat-ayat al-Qur'an jangan diletakkan di sembarang tempat melainkan letakkanlah di tempat yang

bersih dan suci. Dan al-Qur'an pun diturunkan bukan untuk hiasan dinding atau pajangan melainkan untuk dibaca, dihayati dan diamalkan. WqIIohu A'Iam.

6 Mukhlis Abu Dzara+W

t

Mutawatir: dinukil dan diriwayatkan oleh banyak orang dari kalangan sahabat dan orangoranq sesudah mereka.

Menebar Dakwah
Ahlus-Sunnah wal-Jama'ah

Volume 4 No. 2
Terbit: Sya'ban 1429 H

Adakah Nabi
Setelah

ffir;u

Nabi Muhammad M,?

Saudaraku pembaca yang budiman, di akhir zaman ini kita kaum muslimin dikejutkan dan dihebohkan dengan adanya beberapa orang yang mengaku nabi. Seorang di antara mereka ada yang mengaku mendapatkan wahyu dan didatangi oleh Malaikat Jibril isi sehingga mendirikan agama baru. Dan
ada juga yang berpendapat bahwa derajat kenabian

itu dapat digapai dan diperoleh dengan melalui pengajaran-pengajaran tertentu (dapat diusahakan) sehingga setiap manusia dapat mempersiapkan dirinya untuk menjadi seorang nabi. Nah, benarkah sangkaan dan dakwaan mereka itu? Benarkah setelah Nabi Muhammad {$ ada lagi nabi? Maka dengan senantiasa memohon taufiq dan pertolongan dari Alloh ik, marilah kita simak pembahasan berikut.

Kenabian adalah anugerah dari Alloh.&q
Wahai saudaraku, sesungguhnya kenabian atau kerosulan itu adalah suatu anugerah yang diberikan oleh Alloh $6 kepada hamba yang dikehendaki-

Nya. Keduanya tidaklah bisa diusahakan oleh manusia dengan cara apa pun, baik dengan cara mendidik dan membersihkan jiwa, berakhlak terpuji, menunaikan semua hak Alloh ik dan hak makhluk, maupun dengan keberanian, kepiawaian, dan kepahlawanan. Betapa banyak orang-orang Arab jahiliah pada zaman dahulu yang memiliki sifat-sifat terpuji ini, tetapi semua itu tidak dapat menempatkan mereka pada derajat kenabian. Karena kenabian adalah semata-mata anugerah, kemuliaan, dan keutamaan dari Alloh dc bagi untuk hamba yang dikehendaki-Nya (lihat Syarh Aqidah as-Safariniyyah: 525-526). Alloh t$g berfirman:

@'*U'e$yntjJt1:;'lil4d-!'f 'us{"#:^i
Alloh memilih utusan-utusan-(Nya) dari malaikat dan dari manusia; sesungguhnya Alloh Maha Mendengar lagi Maha Melihat (QS. al-Haji l22l: 75)1

Nabi Muhammad

adalah penutup para nabi

Wahai saudaraku, sesungguhnya termasuk perkara prinsip yang diketahui secara pasti dari agama Islam yang suci ini ialah bahwasanya Nabi Muhammad ;is adalah nabi yang terakhir. Tidak ada lagi nabi setelah beliau dan beli-

I

r

Lihat pula firman Alloh

dH

dalam Surat lbrohim [1 4l:11.

au adalah penutup seluruh para nabi. Al-Qur'an dan as-Sunnah telah menjelaskan dengan sangat gamblang lagi terang bagaikan matahari di siang hari. Alloh t[6 berfirman:

f"t'7,K31i7q;"i3/':,f.:Sp:;;,),9{;rs'.t'-x*,lSKV

@u+';4F,
Muhammad ffi itu sekali-kqli bukonlah bapok dari seorang laki-laki di antara kamu, melainksn dia adalqh Rosululloh dan penutup nabi-nabi. Dsn adalah Alloh Maha mengetahui segala suuatu. (QS. al-Ahzab [33]: 40) Rosululloh {s bersabda: "Sesungguhnya perumpamaan diriku dan para nabi lainnya sebelumku ialah seperti seorang lelaki yang membangun sebuah rumah. Ia mengerjakannya dengan baik dan indah, kecuali sebuah batu bangunan di pojoknya. Manusia pun lantas mengelilinginya dan mengaguminya. Dan mereka berkomentar: 'Mengapa tidak diletakkan sebuah batu bangunan di tempat itu?"'Beliau bersabda: 'Akulah batu bangunan itu. Dan akulah penutup para nabi." (HR. al-Bukhori: 3535, Muslim:2286) Beliau juga bersabdar "... saya juga bernama al-Aqib (yang belakangan) yaitu tiada lagi nabi yang datang sesudahku."2 (HR. al-Bukhori:3532,2354)

Wahyu telah terputus
Ketika kenabian telah ditutup dengan Nabi Muhammad g berarti dengan wafatnya beliau wahyu telah terputus dari langit. Beliau {$ pernah bersabda: "Tidaklah tersisa dari kenabian melainkan a.l-mubasysyirot (perkara-perkara yang memberikan berita gembira). Para sahabat bertanya: 'Apakah al-mubasysyirot itu?" Beliau menjawab: "Mimpi yang baik." (HR. al-Bukhori: 6990)

Kabar dari Rosululloh

ffi akan

munculnya para pendusta

Wahai saudaraku, selain mengabarkan bahwa beliau adalah penutup para nabi dan rosul, beliaujuga mengabarkan bahwa akan muncul beberapa orang pendusta yang mengaku sebagai nabi. Kemunculan mereka menjadi tanda diantara tanda-tanda Kiamat. Rosululloh ;ig bersabda: "Tidak akan tegaly'datang hari Kiamat sehingga muncul para pendusta, (jumlah mereka) mendekati 30 orang, semuanya mengaku sebagai utusan Alloh ik." (HR. al-Bukhori: 3609, Muslim: 157) Al-Hafizh Ibnu Hajarrilts berkata: "(Jumlah 30) yang dimaksudkan di dalam hadits tersebut bukanlah untuk semua orang yang mengaku sebagai nabi secara mutlak, karena jumlah mereka sebenarnya tak terbatas. Akan tetapi, yang dimaksud dengan jumlah dalam hadits tersebut ialah untuk orang yang

2

yang baru.

Perhatian: Adapun Nabi lsa ;ilW yang turun di akhir zaman nanti, beliau adalah sebagai pengikut Nabi Muhammad g dan mengamalkan syari'at beliau S , bukan sebagai nabi

mengaku menjadi nabi dan memiliki kekuasaan serta menimbulkan syubhat (kesamaran) ." (Fathul-Bari: 6/7 54)

Keajaiban di luar nalar adalah hasil kerja setan
Wahai saudaraku, terkadang orang yang mengaku dirinya sebagai nabi atau wali Alloh ds dapat memamerkan/memperlihatkan suatu kejadian aneh,/ ajaib pada dirinya kepada orang-orang yang hendak ditipunya sehingga banyak orang yang tersesat dan tertipu dengannya. Misalnya, dia bisa terbang di udara, berjalan di atas air, batu bertasbih ketika disentuh dengan tangannya, atau yang lainnya. Keajaiban-keajaiban semacam ini merupakan hasil kerja setan (bukan mukjizat atau karomah). Ketahuilah wahai saudaraku, sesungguhnya tidak setiap keajaiban yang dimiliki seseorang berarti pemiliknya mesti wali Alloh apalagi nabi. Penyebab datangnya karomah (termasuk di antaranya mukjizat) adalah keimanan, ketakwaan, dan keistiqomahan dalam menjalankan ketaatan kepada Alloh ik. Oleh karenanya, jika penyebab datangnya keajaiban adalah kekafiran, kemusyrikan, kezholiman, dan kefasikan maka bisa dipastikan hal itu berasal dari keajaiban setan dan merupakan hasil kerja setan, sama sekali bukan karomah apalagi mukjizat. (Lihat ar-Rusulwar-Risalat; 161)

Hukum mengaku nabi
Wahai saudaraku seiman, ketahuilah bahwasanya mengklaim (mengaku) dan mendakwakan diri sebagai seorang nabi setelah diutusnya Rosululloh Muhammad ffi termasuk perbuatan kufur yang membatalkan keislaman orang yang melakukannya. Sebab perbuatan ini merupakan sebesar-besar kezholiman dan kedustaan terhadap Alloh i[g, di mana dia mengaku bahwa Alloh $6 mengutusnya sebagai nabi atau rosul padahal Alloh $c tidak pernah mengu-

tusnya (lihat firman Alloh $e QS. al-An'am [6]: 93). Di samping itu, mengaku menjadi nabi berarti mengingkari ayat al-Qur'an dan hadits-hadits Rosululloh S yang menyebutkan dan menyatakan bahwa beliau adalah akhir dari para nabi dan rosul. Kemudian perbuatan ini juga mengandung beberapa konsekuensi yang berat, di antaranya adalah membatalkan kesempurnaan agama Islam. Alloh &i berfirman:

H*as3,c3.#{6

4 ' (-.^-!t'.{o, , l_,

.... Pada hari Ini telah lftsempurnakan untuk kqmu agamamu, dqn tela.h Kucukupkan kepadamu nikmat-Kt, dan telah lfuridhoi Islam itu jadi agama bagimu.... (QS. al-Ma'idah [5]: 3) Al-Imam Ibnu Katsirrirlg berkata: "Ini merupakan nikmat terbesar dari Alloh ds bagi umat ini, di mana Alloh d6 telah menyempurnakan agama mereka sehingga mereka tidak membutuhkan agama selainnya dan tidak pula membu-

tuhka'n nabi selain nabi mereka, Alloh dc telah menjadikannya sebagai nabi yang terakhir yang diutus kepada jin dan manusia. Tidak ada sesuatu pun
yang halal melainkan apa yang telah Alloh halalkan dan tidak ada pula sesuatu yang haram melainkan apa-apa yang telah Alloh haramkan." (Tafsir aI-

Al-Imam an-Nawawi '+1!g berkata: 'Apabila seseorang mengaku menjadi nabi setelah nabi kita (Muhammad {s) atau membenarkan orang yang mengaku nabi, maka semua itu adalah kekufuran." (Roudhoruth-Tholibin: 10/64-65) Demikianlah wahai saudaraku, mudah-mudahan pembahasan ini bermanfaat bagi kita dan bisa membentengi diri kita dari segala keyakinan yang jauh dari kebenaran berkaitan dengan masalah kenabian. Dan marilah kita senantiasa memohon perlindungan kepada Alloh de agar dijauhkan dari segala kejelekan fitnah di akhir zaman ini dan mudah-mudahan Alloh il$ juga senantiasa memantapkan kita di atas iman, Islam, dan Sunnah hingga ajal datang menj

Qur'anul-Azhim: 2/75)

emput l<tta. WaIIohu Ta' alq AIam.

c" Abu Harits as-Sidawi :i+il{

...',:.U.$t,t,...
..:,,

Abu,.Za,hro,h,,,,.,.t}sti..., , :.',:,.,,,.,.:ffi,A*.nbid.R0.dh.,i,.lil$ti',..,.,.,.,
..,A,
rH;d.f...',U$tf,

,Ust,, Atltl,u;lt, Rofiq' hin Ghufron, H.U,.fi.h bU An.wAfi'
.,..,,,',,,,...,.,.,.,.,,.1.,,

::r:,u.,.r,:

,n.it ,,,,Pu$,,fid:fi:.:.:$$d.rr;i*diifr,6.,m.+!I*fi:..fil.ii **,,0i
.,,$fda*$.ffi**,n.''0,*u*,*u,,toul*

fd.f$:ff

:fl..l,'..H$E

H.f#ff**;;,,

,....

ilffi,.,**u*ui,.k*t.

,,0*u,**u**|u1

.**il-*fiil#ffii;i;li;;i

Menebar Dakwah

"ry
"*,#iit$i$f'LFr$.#'-r,

,vL'T't

*

Ahlus-Sunnah wal-Jama'ah

Volume 4 No. 3
Terbit: Sya'ban 1429
H

Demonstrasi
Dalam Pandangan lslam

ffii

Baru-baru ini penduduk negeri Indonesia telah dirundung kegundahan baru, yaitu naiknya harga BBM (bahan bakar minyak) yang berakibat pula melonjaknya harga bahan pokok dan lainnya. Sementara itu, sebagian masya'

rakat dan para aktivis pelajar tidak menerima keputusan pemerintah tersebut Mereka menyikapinya dengan mengerahkan massa dan merapatkan barisar dalam rangka mengadakan demonstrasi (unjuk rasa) dan menggembor-gem' borkan kejelekan pemerintah di atas mimbar. Ujung-ujungnya, terjadilah tin' dak anarkis dan kekerasan serta perusakan. Itulah sekelumit fenomena yanS dapat kita rekam di tengah-tengah masyarakat. Ketahuilah wahai saudaraku, tindakan-tindakan ini tidaklah menyelesai' kan persoalan melainkan justru memperuncing dan memperumit masalah. Ini termasuk penyakit jiwa, apabila melihat sesuatu yang tidak selaras dengan ke' hendaknya dan tidak disepakati oleh hawa nafsunya maka muncullah di da' lam jiwanya keluh kesah. Memang itulah sifat bawaan manusia, sebagaimana firman Alloh $s:

'#iii-%\i

!-i

qp G :? it :iu;\i I @ Y ]';

#'#y

Ll

@Y*
Apakah demonstrasi termasuk jalan dakwah?

Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikin Apabila ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. Dan apabila mendapot kebaikan ia amat kikir (QS. al-Ma'arrj [70]: 19-2I)

Syaik*r Abdul-Aziz bin Abdulloh bin Baz tttists" pernah ditanya: 'Apakah de. monstrasi yang dilakukan oleh kaum laki-laki dan wanita untuk menentang pemimpin bisa dianggap sebagai suatu jalan dakwah? Dan apakah orang yanS mati karenanya bisa dianggap syahidfi sabilillah?" Beliau menjawab: "Demonstrasi yang dilakukan oleh kaum laki-laki dan wani. ta bukanlahjalan keluar. Bahkan saya beranggapan bahwa hal tersebut tenna. suk dari sebab-sebab musibah, kejelekan, kebencian manusia, dan terjadinya permusuhan antar manusia yang tidak sesuai dengan kebenaran. Adapun cara-cara yang disyari'atkan yakni: menulis surat, memberikan nasihat, serte berdakwah kepada kebaikan dengan jalan yang telah ditetapkan dalam sya.

ri'at yang tentunya telah dijelaskan caranya oleh ahli ilmu, para sahabat Rosululloh ffi dan orang-orang yang mengikuti beliau dalam kebaikan yakni dengan menulis surat dan berhadapan langsung dengan pemimpin untuk memberikan nasihat tanpa menyebarluaskan perbuatan yang mereka lakukan di atas mimbar sehingga menimbulkan sesuatu yang tidak diinginkan. Hanyalah Alloh $t yang menjadi penolong." (Mojmu'Fatqwa Samahatusy-Syaikh AbdulAziz bin Bqz: 8/245)

Demonstrasi bukanlah jalan keluar dari masalah
Tidak tersembunyi lagi bahwa mafsadat (kerusakan) yang diakibatkan demonstrasi amatlah besar. Dan demonstrasi bukanlah jalan keluar dari masalah yang dihadapi oleh rakyat terhadap pemerintah. Jika memang bertujuan menasihati pemerintah maka bukan seperti itu caranya, melainkan yang wajib adalah menasihati mereka dengan cara syar'i dan ittiba' kepada salafush-sholih, yaitu menasihati dengan cara sembunyi-sembunyi (tidak di depan publik), bukan dengan demonstrasi, bukan dengan mengerahkan masa sambil membawa spanduk bertuliskan kritik terhadap pemerintah, wal-'iyadzu billah. Cukuplah sabda Rosululloh ffi ini menjadi bahan renungan kita dalam masalah ini: "Barang siapa yang hendak menasihati penguasa pada suatu masalah, maka janganlah dia tampakkan secara terang-terangan, melainkan hendaklah ia pegang tangannya (sang penguasa) dan menyendiri dengannya. Kalau dia (penguasa) menerima maka itu bagus, namun jika tidak maka dia telah menunaikan kewajibannya memberikan nasihat." (HR. Ahmad dalam Musnad-nya: 3/403 dan dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Zhilalul-Jannah:7096)

Komentar para ulama tentang dampak buruk demonstrasi
Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin'rirtF] mengatakan: "Sesungguhnya demonstrasi adalah perkara baru yang tidak dikenal pada zaman Rosululloh i{iS, tidak pula pada zaman Khulafaurrosyidin dan para sahabat lainnya. Di dalamnya terdapat kericuhan dan kekacaubalauan, keributan, dan gangguan keamanan, sehingga menyebabkan hal ini dilarang. Di samping itu juga terdapat pemecahan kaca, pintu dan selainnya, begitu pula ikhtilath (campur baur antara lakilaki dan wanita) serta mengakibatkan kerusakan, kemungkaran, dan yang semisalnya." (al-Jawab al-Abhqr:75) Syaikh al-Allamah Ahmad bin Yahya Muhammad an-Najmi ai,lE, tatkala mengomentari sebuah kelompok dakwah yang menyimpang dari syari'at beliau mengatakan: "Tqnzhim (organisasi) berupa gerakan pengerahan masa dan demonstrasi (unjuk rasa), Islam tidak mengenal tindakan semacam ini dan tidak pula mengakuinya. Ini merupakan perkara yang baru. Bahkan demonstrasi adalah perbuatan orang-orang kafir yang telah ditiru oleh kebanyakan kaum kita (umat Islam). Lantas apakah setiap kali orang-orang kafir melakukan suatu perbuatan mengharuskan kita menyetujui perbuatan mereka? Sesungguhnya Islam ini tidak akan menang apabila diraih dengan cara pengerahan dan unjuk rasa. Namun, Islam akan menang dengan jihad yang diba-

ngun di atas aqidah yang benar dan jalan yang di tempuh oleh Rosululloh Muhammad iiS. Sesungguhnya para rosul dan pengikut mereka telah mendapatkan berbagai macam cobaan, namun mereka tidaklah diperintah melainkan agar bersabar." (al-Maurid al-Adzbu qz-Zula.l: 225).

Solusi terbaik dalam menyikapi keputusan pemerintah Mungkin timbul tanda tanya di benak kita: "Bila memang pemerintah
mempunyai sikap yang tak selaras dengan kita, tidak berhukum dengan hukum Alloh d6 atau mungkin telah berbuat kezholiman dan lain-lainnya yang bersifat kontradiktif (berlawanan) dengan apa yang kita inginkan, lantas bagaimana sikap kita terhadap pemimpin yang demikian? Bolehkah kita memberontak atau mengerahkan masa untuk berdemonstrasi terhadap mereka?" Jawabannya, sikap yang terbaik bagi kita adalah sabar dan tabah. Janganlah kita terbawa oleh emosi dan sikap gegabah/serampangan yang kerap kali menjadikan pelakunya kebablasan tak terkendalikan diri sehingga terjauhkan dari bimbingan cahaya ilahi dan menyimpang dari rel syar'i serta meniadakan keikhlasan karena menuntut bagian dari dunia untuk pribadi. Ketahuilah waAlloh merahmatimu- bahwa sekalipun Islam memehai saudaraku -semoga rintahkan kepada setiap pemimpin untuk berlaku adil dan bijaksana dalam memimpin dan memakmurkan rakyatnya, namun apabila tidak demikian keberadaannya maka Islam memerintahkan kita agar tetap mematuhi pemerintah selagi tidak memerintahkan kepada kemaksiatan. Kita tidak diperkenankan memberontak demi menghindari timbulnya kerusakan yang lebih besar. Coba kita renungkan bersama pesan Nabi ffi: "Dan akan dipimpin umat ini oleh pemimpin yang hati mereka adalah hati setan yang merasuk ke tubuh manusia." Sahabat Hudzaifah bin al-Yaman +i$- bertanya: "Wahai Rosululloh, apa yang harus aku lakukan jika menjumpainya?" Beliau menjawab: "Dengarkan dan taati pemimpin itu, walaupun punggungmu dipukul dan hartamu dirampas, tetap dengarkan dan taatilah." (HR. Muslim: 4785) Al-Hafizh Ibnu Rojab al-Hanbali'r3,ib menjelaskan: "Dua kalimat ini menghimpun kebahagiaan dunia dan akhirat. Wasiat taqwa merupakan kunci kebahagiaan akhirat, sedangkan taat kepada pemimpin merupakan kunci kebahagiaan dunia." (Jami'ul-Ulum wal-Hikam: 2/ 776*777) Al-Imam al-Mubajjal Ahmad '+r"H mengatakan: "Penguasa tidak boleh ditentang karena pedangnya terhunus." (al-Adab asy -Syar'iyyah: 7 / 797)

falan menuiu negeri yang aman dan tenteram
Semua orang pasti menginginkan hidup bahagia, negeri yang aman dan tenteram jauh dari huru-hara, serta memiliki pemimpin ideal yang mampu mengayomi rakyatnya. Maka langkah untuk menggapainya adalah dengan meninggalkan segala bentuk kezholiman dan kembali kepada jalan Alloh S6, sebagaimana ditandaskan dalam ayat al-Qur'an :

r'G',, (g/'; ;*-\

-3K

\r.w'*$ti

J"4 j.4

I Ks

Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orcrng yang zholim int rcman bagi sebagian yang lain disebabkqn apa yang mereka usahakan. (QS. al-An'am [6]:729) Syaikh al-Allamah Abdurrohman bin Nashir as-Sa'di 'iivg berkata: 'Apabila hamba banyak melakukan kezholiman dan dosa-dosa maka Alloh Se akan
menjadikan bagi mereka para pemimpin zholim yang mengajak kepada kejelekan. Sebaliknya, apabila mereka baik, sholih dan istiqomah dalam ketaatan maka niscaya Alloh ik akan mengangkat bagi mereka para pemimpin yang adil dan baik." (Taiisir al-Karimir-Rohman: 239) Jadi semua yang terjadi di negeri kita tercinta ini merupakan ketetapan takdir yang sudah ditentukan oleh Alloh de. Semestinya kita menyikapinya dengan saba4 tenang, tawakkal kepada Alloh de. Itulah yang diwajibkan oleh syari'at, bukan menyikapi dengan sibuk mencaci pemerintah, kudeta, emosi, demonstrasi, dan tindakan anarkis yang keluar dari jalur Islam. Namun, tidak berarti kita harus bersikap pasrah, pesimis, mudah Putus asa, dan mengeluh. Akan tetapi, kita harus berusaha memperbaiki nasib dan keadaan, serta bersikap optimis hanya saja harus tetap dalam koridor syar'i, sebagai perwujudan firman Alloh ds:

'saJ,iu-;$lqd,lilJiyi"yratr4u\-;r."4e#.'\/l^rt.i6i't\.:..
@ar;cr -*pui{,v3':A
Sesungguhnya Attoh tidak mengubah keadaanl sesustu kaum sehingga mereka mengubah keodaan yang ada pada diri mereka sendiri. (QS. ar-Ro'd [13] : 1 1) Demikianlah, semoga Alloh $s menjadikan negeri Indonesia ini sebagai negeri yang aman sentosa dan menjadikan pemimpin-pemimpinnya berlaku adil kepada rakyatnya, menjauhkan mereka dari perbuatan syirik, bid'ah, dan maksiat. Itulah yang menjadi harapan kita semua. AIIohuAlam.

a

Mukhlis Abu Dzar #iE{

Alloh tidak akan mengubah keadaan mereka, selama mereka tidak mengubah sebab-sebab kemunduran mereka.

Buletin memuat ayat-ayat al-Qur'alt. Jangan ditaruh sembarangan !!

Menebar Dakwah
Ahlus-Sunnah wal-Jama'ah

Volume 4 No. 4
Terbit: Sya'ban 1429
H

langan Dekati Zina
Saudaraku seiman, sungguh sangat sedih hati ini bila melihat kenyataan yang terpampang di hadapan kita sekarang ini. Pergaulan bebas antara wanita dan lelaki begitu mudah kita temui dan saksikan, seakan-akan hal itu mempakan hal yang wajar, lumrah, dan biasa. Ditambah lagi, dengan banyaknya kaum hawa yang dengan sangat mudahnya mempertontonkan auratnya secara vulgar dan murah hanya demi memperturutkan keinginan hawa nafsunya atas nama perkembangan mode,/trend yang ada, sedangkan aturan dan norma yang telah ditetapkan oleh syari'at Islam dipandang dengan sebelah mata. Inilah di antara sebagian faktor yang ada yang menyebabkan seseorang terje-

rumus ke dalam perbuatan zina. Oleh karena itu, tidaklah heran bila kasus dan perilaku zina merajalela dan terjadi di mana-mana. Kemudian, wahai saudaraku, apakah kita pasrah begitu saja dengan keadaan yang ada? Bagaimanakah caranya agar kita tidak terjerumus ke dalam perbuatan zina yang nista itu? Maka marilah kita simak pembahasan berikut,
semoga bermanfaat.

Pengertian "zina"
Ibnu Rusyd 'r3,,tb berkata: "Zina adalah perbuatan seorang lelaki menggauli wanita di luar pernikahan yang sah atau di luar perbudakan." (Bidayatul-Muj-

tahid:2/324)

Zina termasuk dosa besar
Ketahuilah wahai saudaraku Alloh ik selalu merahmati dan menjagamu- sesungguhnya Alloh-semoga dan rosul-Nya tidaklah memerintahkan suatu perbuatan melainkan di dalamnya pasti terdapat suatu maslahat (kebaikan) yang sangat besar. Demikian pula sebaliknya, tidaklah ada satu perbuatan pun yang dilarang oleh Alloh ib dan rosul-Nya melainkan di dalamnya pasti terdapat banyak madhorot (bahaya) dan kerusakan. Salah satunya yaitu Alloh llig telah mengharamkan perbuatan zina karena di dalamnya terdapat banyak madhorot serta kerusakan. Dan ia termasuk kekejian dan dosa besar. Alloh $€ berfirman:

@

i#

r :u

sliLit sK

dty:a

yi\;

F'{ s

Janganlah kamu mendekati zina; sesunggthnya zina itu adalah suatu perbuatanyqngkeji dan suaru jolonyangburuk. (QS. al-Isro' l77l:32)

Perhatikanlah wahai saudaraku, di dalam ayat di atas Alloh i$* dengan sangat tegas melarang untuk mendekati segala hal yang mengantarkan kepada perbuatan zina, apalagi kalau sampai melakukan perbuatan zina tentu lebih terlarang lagi. Dan Alloh de telah mengatakan bahwa zina itu termasuk suatu perbuatan yang fahisyah (sangat keji) dan sejelek-jelek jalan. Syaikh Abdurrohman bin Nashir as-Sa'di 'r3,ljg berkata: "Al-Fahi.syah adalah sesuatu yang dianggap sangatjelek dan keji oleh syari'at, akal sehat, dan fithroh manusia karena mengandung pelanggaran terhadap hak Alloh d*, hak wanita, hak keluarga atau suami, dan merusak kehidupan rumah tangga serta tercampurnya (kacaunya) nasab (garis keturunan), dan berbagai macam kerusakan yang lainnya." (Taisir sl-Karimirrohmsn: 457) Sahabat nabi yang mulia Ibnu Mas'ud a;p, pernah bertanya tentang dosadosa besar kepada Rosululloh S. Beliau bertanya: "Wahai Rosululloh, dosa apakah yang paling besar di sisi Alloh d6?" Rosululloh $ menjawab: 'Apabila engkau menjadikan bagi Alloh ilki sekutu (tandingan) padahal Dia yang menciptakan dirimu." Ibnu Mas'ud bertanya lagi: "Kemudian apa?" Nabi ;{s menjawab: 'Apabila engkau membunuh anakmu karena khawatir/takut dia makan bersamamu." Beliau bertanya lagi: "Kemudian apa?" Beliau menjawab: 'Apabila engkau menzinai istri tetanggamu." Kemudian Rosululloh ffi membacakan ayat tentang sifat-sifat hamba-hamba Alloh ar-Rohman), di antaranya adalah firman Alloh $# dalam Surat al-Furqon [25]: 6849. (Lihat HR. alBukhori: 4477, 6877, Muslim: 86) Al-Imam Ahmad bin Hanbal ('iE: "Saya tidak mengetahui dosa yang lebih besar setelah pembunuhan daripada dosa zina." (ad-Da'wad-Dawq.':230) Ibnu Mundzirii6 berkata: '?ara ulama bersepakat tentang haramnya zina." (al-Ijma': 160)

fauhilah sarana yang menuju kepada zina!
Wahai saudaraku, kalau kita telah mengetahui bahwa zina hukumnya haram dan termasuk dosa besar berdasarkan al-Qur'an, as-Sunnah, dan ijmak (kesepakatan) para ulama, maka wajib bagi kita untuk menjaphinya dan juga menjauhi segala sarana,/jalan yang dapat menghantarkan kepadanya. Sesungguhnya bersabar untuk tidak masuk ke jalan-jalan tersebut lebih mudah daripada bersabar untuk tidak berzina ketika sudah ada di dalamnya. Dan di antara jalan-jalan tersebut adalah: Memandang wanita dan auratnya, termasuk waiahnya Alloh $i; melarang hamba-Nya mengumbar pandangan dan melihat sesuatu yang haram dilihat, karena akan membangkitkan nafsu seseorang dan menjerumuskannya ke dalam perbuatan keji. Sebaliknya, Alloh &i memerintah para hamba-Nya agar menundukkan pandangan. Alloh $!j berfirman:

1.

'Fai iyf6 li a;y,

r\

je

sp

FJ

"ui

&:"v g,S
( .92 o.l' rt-fi7

Kqtakonlah kepada orang laki-lakiyang berimqn: "Hendaklah mereka mens.hsn pandangannya, dan memelihara kemaluannyo"; yaftg demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Suungguhnya Alloh Maha mengetahui apa yang mereka per-

buat." (QS. an-Nur l24l:30) Kepada kaum wanita, Alloh juga memerintahkan agar menahan pandangannya terhadap laki-laki dan menjaga kemaluannya. Dan oleh karena menutup jalan menuju zina pula, Alloh d6 memerintahkan para wanita yang beriman agar menutup auratnya (lihat Surat an-Nur l24l: 37).

Berdasarkan penjelasan di atas, jelaslah bahwa menyaksikan TV atau videoACD atau lainnya yang menampilkan wanita-wanita dengan membuka aurat dan berhias,/bersolek termasuk jalan kepada zinayang diharamkan oleh
Alloh ds. Demikian pula majalah-majalah atau gambar-gambar.

2.

Pendengaran

Pendengaran pun bisa menjadi jalan mendekati zina, bila mendengarkan

nyanyian-nyanyian wanita yang bukan mahromnya. Apalagi kalau diiringi musik sedang isi (lirik)nya tentang cumbu rayu atau cinta kasih dan lain-lain' Oleh karena itu, Alloh &iberfirman kepada istri-istri Nabi;{S yang merupakan teladan bagi seluruh kaum wanita muslimah:

@6 ult'i i'#
3.

s

p

t -*

9,sji gY

; ior";#,tl*i

....

.... Maka janganlah kamu tunduk' dalam berbicara sehingga berkeinginanlah
orang yqng ada penyakit dalam hotinya2 dan ucapkonlah perkataan yang baik. (QS. al-Ahzab [33]: 32) Pergaulan bebas antara laki-laki dan wanita

adalah jalan yang paling banyak menjerumuskan manusia kepada zina. Betapa banyak terjadi perzinaan yang penyebabnya adalah perkenalan mereka di kantor, atau keakraban mereka di sekolah, atau perjumpaan mereka di kendaraan umum, dan lain-lain. Alloh &;'berfirman:

Ini

p A:t rV

;, t o c:"c

jn:'w:v Au(tg....
L ,,

Apabila kamu meminta sesustu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), mq.ka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dqn hati mereka. (QS. al-Ahzab [33]: 53)

@

TJA;PL',|'3:.

4.

Kholwat (berduaan) dengan seorang wanita yang bukan mahromnya

Ini lebih berbahaya dari yang ketiga. Tidaklah seorang lakilaki berduaan dengan seorang wanita yang bukan mahromnya melainkan yang ketiganya
"tunduk" di sini ialah berbicara dengan sikap yang menimbulkan keberanian orang bertindak yang tidak baik terhadap mereka. Yang dimaksud dengan "dalam hati mereka ada penyakit" ialah orang yang mempunyai niat berbuat serong dengan wanita, seperti melakukan zina.
Yang dimaksud dengan

adalah setan. Rosululloh

aan dengan wanita, kecuali dengan mahromnya." (HR. al-Bukhori: 5233, Muslim:1341) Beliau M juga bersabda: 'Janganlah salah seorang dari kalian berdua-duaan dengan seorang wanita karena setan akan menjadi yang ketiganya." (HR. Ahmad: 1,/18, at-Tirmidzi: 1171, dishohihkan oleh Syaiktr al-Albani dalam Shohih Sunan at-Tirmidzi: I/597) Maka termasuk jalan mendekati zina, kepergian seorang perempuan bersama sopirnya, tinggalnya seorang lelaki di rumah bersama pembantu perempuannya, atau lainnya dari bentuk-bentuk kholwat walaupun asalnya berniat baik seperti mengantarkan wanita ke tempat tertentu. Demikianlah wahai saudaraku, seluruh jalan-jalan kepada zina sudah Alloh tutup. Dan semua itu
sudah Alloh haramkan dalam satu ayat:

ffi

bersabda: 'Janganlah seorang

lakilaki berdua-du-

@ ""'ir(\-;F'ls
Dan janganlah kamu mendekati zina.... (QS. al-Isro'

b

l17l: 32) Wahai saudaraku, kembalilah kepada Alloh dc dan bertaubatlah kepadaNya sesungguhnya dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Ketahuilah sesungguhnya Alloh i$* mempersiapkan kenikmatan-kenikmatan dan kelezatankelezatan di sisiNya yang jauh lebih baik dan lebih kekal untuk orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada-Nya serta menjauhi dosa-dosa besar dan fahisyah. Dan Alloh tki juga mengatakan bahwasanya di antara sifat-sifat orang mukmin yang akan beruntung adalah seorang yang menjaga kemaluannya dari zina (lihat Surat asy-Syuro l42l: 36-37 dan Surat al-Mukminun l23l: s-7).
Demikianlah, wahai saudaraku, pembahasan yang dapat kami ketengahkan pada kesempatan kali ini. Akhirnya, marilah kita berdo'a kepada Alloh .*E agar dihindarkan dari segala perbuatan yang hina, nista, dan dimurkai olehNya. Marilah kita selalu meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan kita kepada Alloh gs, karena dengan takwa kita akan selalu terjaga. Wallohu AIam.

a Abu Harits
::::l:,],::l:l]:E:,D.

as-Sidawi '*W

l"S

li:]:
.,

:,,

:.:,:

.:i.:i:.

.,::::lll:
:i:]:
::

B,..lil..H4.N...,....,.H..HiPA.N
:,
.,,,.., ..,,

::,.,RO,MAIDIH,$.N,.
.,

.842

9

lnsya Alloh membahas: 1. Menuai Pahala di Bulan Romadhon 2. Riya' Perusak Amal 3. Belumkah tiba saatriya Anda bertaubat? 4. Semua Agama Sama?

Buletin memuat ayat-ayat al-Qur'an. Jangan ditaruh sembarangan!!

Menebar Dakwah

vaT t4,

Ahlus-Sunnah wal-Jama'ah

Volume 5 No.

1

Terbit: Romadhon 1429H

i Menuai Pahala
di Bulan Penuh Berkah

,ayj;

Wahai saudaraku, sesungguhnya kita semua tengah menyambut tamu yang agung, tamu yang mulia, yang tidak datang kepada kita melainkan satu kali saja dalam setahun. Iajarang mengunjungi kita, hingga kita sangat cinta kepadanya. Tamu yang membuat hati berdebar-debar karena cinta kepadanya dan jiwa-jiwa yang beriman pun sibuk untuk beribadah kepada Robbnya pada saat itu juga. Ya, itulah bulan Romadhon. Bulan musim kebajikan, di mana nikmat Alloh t$# pada bulan tersebut melebihi dari bulan-bulan yang lainnya. Oleh karena itu bagi setiap insan yang beriman ia akan selalu berusaha untuk berpacu dan berlomba dengan saudara-saudara muslim yang lainnya untuk merengkuh keutamaan dan kemuliaan yang ada di dalamnya. Rosululloh ffi telah menjelaskan melalui sabda dan perbuatan beliau tentang amalan-amalan kebaikan yang dapat dilakukan pada bulan yang mulia ini. Di antaranya:

1.

Puasa
Puasa pada bulan Romadhon hukumnya wajib. Dan pahala yang didapat

tidaklah sedikit.

Rosululloh M bersabda: "Barang siapa berpuasa Romadhon karena lman dan mengharap pahala (dari Alloh $#), maka diampuni dosanyo yang telah lalu." (HR. al-Bukhori: 38, Muslim: 760) Dalam hadits yang lain beliau bersabda: "Setiap amal kebaikan anak Adam akan dilipatgandnkan menjadi sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat. Alloh t&s mengatakan: 'Kecuali punsa, maka sesungguhnya puasa itu untuk-Ku, dan Akulah yang akan mengganjarnya, karena dia telah meninggalkan syahwat, mnkan dan minumnya oleh sebab taat kepadn-Klr.'" (HR. Muslim: 1151)
Namun wahai saudaraku, pahala yang sedemikian besar itu tidaklah akan kita dapatkan hanya dengan sekadar meninggalkan makan dan minum saja, melainkan dengan menjadikan pendengaran, penglihatan, lisan (ucapan), dan
seluruh anggota badan ikut berpuasa. ffi bersabda: "Puasa adalah perisai. OIeh sebab itu, apabila salah seorang di antara kalian berpuasa maka tinggalkanlah perkataan-perkataan keji dan fasik serta perkataan-perkataan dusta; apabila ada orang lain mencelamu maka katakanlah: 'Sesungguhnya aku sedang berpuasa, sesungguhnya aku sedang berpuasa'." (HR. al-Bukhori: 1894, Muslim: 1151)

Rosululloh

2. Sholat tarawih
Sholat tarawih sunnah dikerjakan secara berjama'ah sepanjang malam bu-

lan Romadhon. Rosululloh ffi bersabda: "Sesungguhnya barang siapa yang mengerjakan sholat tarawih bersama irnam hingga imam berpaling (selesai), maka dicatat baginya seperti sholat satu malam penuh." (HR. Abu Dawud: 1375, an-Nasa'i: 1606. Dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalarn Shohih
Sunan Abu Dawud:1/380)

Dan tentang keutamaannya, Nabi ffi bersabda: "Barang siapa sholat m.alam pada bulan Romadhon dengan penuh keimanan dan mengharap pahnla, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu." (FR.. al-Bukhori: 37, Muslim: 759) Adapun petunjuk yang paling sempurna tentang jumlah bilangan (roka'at) sholat malam di bulan Romadhon atau selainnya adalah 11 roka'at sesuai dengan hadits Nabi ffi yang shohih, karena beliau adalah contoh dan qudwah (teladan)
yang sempurna.

3. Bershodaqoh Nabi s adalah orang yang paling dermawan, terlebih-lebih

pada bulan

Romadhon. Beliau selalu mengeluarkan shodaqohnya seperti angin yang berhembus (lihat HR. an-Nasa'i: 2097, dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shohih Sunan an-Nasa'i: ll9l). Dan termasuk bentuk shodaqoh sebagaimana yang telah dicontohkan oleh salafush-sholih (para pendahulu kita dari kalangan orang-orang sholih) adalah menghidangkan makanan kemudian mengundang orang lain untuk makan bersamanya.

4. Memberi makanan untuk berbuka kepada orang yang
berpuasa
telah menganjurkan dan menetapkan atas hal terSungguh Rosululloh sebut dengan banyak dan besarnya pahala. Beliau i[s bersabda: " Barang siapa

g

memberi makan orang yang berpuasa, mnka baginya pahala semisal orang yang berpuasa, tanpa mengurangi pahala (orang berpuasa tersebut) sedikit pun." (HR. at-Tirmidzi: 807, dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalarn Shohih Sunan at -Tirmidzi: I I 424)

5. Bersungguh-sungguh dalam

membaca al-Qur'an

Bulan Romadhon adalah bulan diturunkannya al-Qur'an.r Maka selayaknya bagi seorang hamba yang muslim untuk memperbanyak membacanya, /adabbur dan memahami maknanya, serta menangis ketika membacanya atau

'

Lihat al-Qur'an Surat al-Baqoroh [2]: 185.

TAHUN KE-3 VOLUME 5 NO.

1

mendengarkannya dengan penuh rasa khusyuk dan cinta karena Alloh tini sernata. Dengan demikian al-Qur'an akan dapat membekas dan menggetarkan hati serta menambah rasa takut kepada Alloh il#.

6. Duduk di masjid sampai matahari terbit
Sahabat Anas bin Malik.$. meriwayatkan bahwa Nabi S bersabda: "Barang siapa sholat shubuh secara berjama'ah, kemudian duduk berdzikir kepada Alloh {li$ sampai terbimya matahari, kemudian sholat dua roka'at; maka sungguh baginya pahala semisal orang yang mcngeriakan haji dan umroh secara sempurna, secara sempurno, secara sempurna." (HR. at-Tirmidzi: 586, dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalarn Shohih Sunan at-Tirmidzi: 11324) Dan ini berlaku untuk setiap hari, maka bagaimana bila dilakukan pada harihari bulan Romadhon?!

7. l'tikaf di masjid
ketaatan, sebagainya' seperti: membaca al-Qur'an, sholat, berdzikir, berdo'a, dan I'tikaf sangat ditekankan pada 10 hari yang akhir bulan Romadhon, karena di

I'tikaf adalah suatu ibadah yang di dalamnya terkumpul banyak

dalamnya terdapat malam lailatul-qodar yang di saat itulah dilakukan kholwah syar'iyyah (menyendiri dan berdiam diri mengingat Alloh $c)' Dalam sebuah hadits diriwayatkan: "Adalah Nabi ffi selalu beri'tikaf di bulan Romndhon selama l0 hari, dnn pada tahun meninggalnya beliau bei'tikaf selama 20 hari." (HR. al-Bukhori: 2044)

8. Melakukan umroh
Rosululloh ffi bersabda: "Umroh di bulan Romadhon (pahalanya) semisal orang yang melakukan haji." (HR. al-Bukhori: 1782) Dan dalam riwayat lain disebutkan: "Umroh di bulan Romadhon menyamai (pahala) haji bersamaka. " (HR. Muslim: 1256)

9. Mencari malam lailatul-qodar
Malam lailatul-qodar adalah malam yang lebih baik daripada seribu bu$ selalu menghidupkan malam lailatul-qodar dan memerintahkan kepada para sahabatnya agar berusaha meraih malam lailatul-qodar' Beliau pun membangunkan keluarganya pada sepuluh malam yang akhir di bulan Romadhon berharap agar bisa meraih malam lailatul-qodar tersebut.
lan.2 Rosululloh dengan penuh keimnnan dan mengharap pahala (di sisi Alloh), niscaya al<an diampuni dosanya yang telah lalu." (IJF.. al-Bukhori: 1901, Muslim: 760)

'

Lthat firman Alloh dd dalam Surat al-Qodr l97l: 1-3.

BULETIN AL FURQON

Malam lailatul-qodar itu terdapat pada bilangan ganjil, sepuluh hari akhir
pada bulan Romadhon. Dari Aisyah ,;$., beliau berkata: "Wahai Rosululloh, apa yang aku ucapkan bila mendapati malam lailatul-qodar? Rosululloh menjawab: "Ucapkanlah:

S

*
Tirmidzi:31446)

iLviU\

Li

WC13t:i

(Ya Alloh, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dan cinta dengan pengampunan, (oleh sebab itu) ampunilah dosa-dosakz)." (HR. at-Tirmidzi: 3513, Ibnu Majah: 3850; dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalarn Shohih Sunan at-

l0.Memperbanyak dzikir, do'a, dan istighfar
Wahai saudaraku, malam-malam dan hari-hari bulan Romadhon adalah waktu-waktu yang dimuliakan, maka ambillah kesempatan tersebut dengan memperbanyak dzikir dan do'a, terutama pada waktu-waktu yang mustajabah (terkabulkan do'a), seperti: ketika akan berbuka, sepertiga malam yang akhir, beristighfar pada waktu makan sahur, dan pada saat-saat di hari Jum'at terutama sekali di akhir hari pada hari Jum'at.
{< t< {< {< t< ,r

Demikianlah wahai saudaraku secercah nasihat dan juga hadiah yang dapat kami haturkan kepadamu dengan hati yang tulus dan cinta karena Alloh $6 semata. Kita berdo'a kepada Alloh slb semoga mengumpulkan kita dalam kampung keselamatan yang senantiasa mengalir rahmat-Nya. Amtn. Wallohu A'lam.
rA Abu

Harits as-Sidawi ,*W

1. 2. 5. 4.

Hukum Jabat Tangan Dengan Lawan Jenis
lstiqomah Dalam Beramal Tujuan Penci ptaan Manusia Siapakah Ahlus-Sunnah yang hakiki?

W
;*ll

sr

Butetin memuat Fl ayat-ayat al-Qur'an. i! Jangan ditaruh I ! sembaranqan !! I I

Menebar Dakwah
Ahlus-Sunnah wal-Jama'ah

Volume 5 No. 2
Terbit: Romadhon 1429H

Riya)
Perusak Amal

ffi;

Syirik adalah dosa yang paling besar dan mempunyai akibat yang sangat fatal. Syirik bisa membatalkan dan meluluhlantakkan sebagian atau bahkan
keseluruhan amal kebaikan seseorang. Betapapun tingginya kedudukan seseorang semasa hidup di dunia, namun bila dia selalu berbuat syirik kepada Alloh i$E kemudian dia meninggal dunia dalam keadaan belum bertaubat kepada Alloh f!a; dengan taubat yang sebenar-benarnya maka sungguh dia adalah orang yang merugi dan celaka. Dan di antara bentuk perbuatan syirik itu ialah riya'. Oleh karena itu, setiap hamba yang menginginkan keselamatan bagi dirinya tentu harus mengenal dosa dan bahaya syirik ini, sehingga dia bisa menjauhinya dengan sejauh-jauhnya.

Pengertian Riya'
Secara bahasa, riya'berasaldari kata ru'yah <L;o) ) yang berarti penglihatan (lihat M u'j amul -Was ith: 320). Adapun secara istilah, riya' yntu seorang hamba melaksanakan ibadah yang dapat mendekatkan diri kepada Alloh {}*i, namun tidak menginginkan (balasan dari) Alloh 36 melainkan menginginkan dunia (lihat al-Ikhlns:94) Imam al-Qurthabi ttrW' berkata: "Hakikat riya' ialah menginginkan dunia dalam ibadah, dan asalnya ialah menginginkan kedudukan di hati manusia." (al-J ami' Li Ahkamil-Qur' an: I0l 144). Al-Hafizh Ibnu Hajar $tE menyatakan: "Riya' ialah menampakkan ibadah dengan tujuan agar dilihat manusia, lalu mereka memuji pelaku amalan terse-

but." (Fathul

-

B ari

:

1l I 33

6)

Penyebab Riya'
Wahai saudaraku, sesungguhnya suatu akibat itu tidaklah terjadi kecuali apabila ada sebabnya. Demikian pula riya', ia tidak akan terjadi kecuali bila ada sebab-sebabnya. Dan di antara sebab-sebab riya' adalah sebagai berikut:

Lemahnya kadar dan tingkat keimanan kepada Alloh t$S Iman adalah keyakinan dalam hati, diikrarkan dengan lisan, dan diamalkan dengan perbuatan. Iman bisa bertambah (menguat) dan bisa juga berkurang (melemah). Iman akan kuat karena melakukan ketaatan dan iman akan

1.

lemah jika melakukan kemaksiatan. Oleh karena itu, ketaatan tidak akan terlaksana kecuali karena kuatnya keimanan yang dimiliki. Begitu pula maksiat, ia tidak akan terlaksana kecuali karena lemahnya keimanan kepada Alloh $8. Rosululloh S bersabda: "Tidaklah seorang pezina melakukan perzinaan ketika ia dalam keadaan mukmin (kuat imannya). Dan tidaklah seorang pen-

curi melakukan pencurian ketika ia dalam keadaan mukmin
imanny a).

(kuat

" (HR. al-Bukhori : 6782)

Hadits di atas mengisyaratkan bahwa perbuatan zina dan mencuri dilakukan oleh manusia karena lemah imannya. Demikian pula riya' tidak akan dilakukan oleh manusia kecuali karena lemahnya iman.

2.

Kebodohan

Kebodohan adalah sumber segala kejelekan, sedang ilmu adalah sumber segala kebaikan. Tidaklah manusia menjalankan ketaatan kecuali karena dia berilmu. Sebaliknya, tidaklah manusia melakukan kemaksiatan kecuali karena dia bodoh.

Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah 'ii)H berkata: "Segala kemaksiatan bersumber pada kebodohan. Seandainya manusia mengetahui ilmu nafi' (yang bermanfaat) niscaya dia tidak melakukan kemaksiatan." (al-Hasanah wasSayyi'ah:9)
Dan riya' termasuk perbuatan maksiat kepada Alloh orang yang berbuat riya' adalah orang yang bodoh.
Sts.

Oleh karena itu,

Bahaya Riya'
Sungguh Rosululloh ffi merasa sangat khawatir terhadap bahaya riya' ini melebihi kekhawatiran beliau terhadap bahaya Dajjal. Beliau ffi pernah bersabda: "Maukah kalian aku beri tahu sesuatu yang lebih aku takutkan pada kalian daripada Dajjal?" Kami (para sahabat) mengatakan: "Tentu." Beliau bersabda: "Syirik khofi (yang tersembunyi), yaitu seseorang mengerjakan sholat lalu ia membaguskan sholatnya karena melihat seseorang memandangnya." (HR. Ibnu Majah: 4204, dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam al-Misykah:5333 dan Shohih Sunan lbnu Majah:31371) Dan beliaujuga bersabda: "Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan pada diri kalian adalah syirik ashghor (kecil)?" Mereka (para sahabat) bertanya: 'Apakah syirik kecil itu wahai Rosululloh?" Beliau menjawab: "Riya'." (HR. Ahmad: 51428, al-Baihaqi: 6831; dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shohih Targhib wat-Tarhib: 11120)
atas umat Islam

Adapun bahaya riya' adalah:

1.

Hati tidak tenang

Orang yang melakukan amal karena riya' hatinya tidak akan pernah merasa tenang. Sebab hatinya senantiasa terbawa oleh orang-orang yang diha-

TAHUN KE-3 V(

dapinya. Manakala orang yang dihadapinya memujinya maka dia senang, dan

bila tidak memujinya maka dia susah dan gundah hingga hatinya selalu terombang-ambing oleh manusia yang dihadapinya.

2.

Terhapusnya amalan yang terkena riya'tersebut Tidak diragukan bahwa riya' membatalkan dan menghapus amalan seseorang. Dalam sebuah hadits qudsi Alloh $E berfirman: "Aku paling kaya, tidak bunh tandingan dan sekutu. Barang siapa beramal menyekutukan-Ku kepada yang lain, makn Aku tinggalkan amalnya dan nndingannya." (HR. Muslim:2985) Sesungguhnya suatu ibadah yang dilakukan tanpa dilandasi keikhlasan
kepada Alloh i!* tidak akan berpahala, sia-sia, bahkan pelakunya akan dicampakkan ke dalam siksa yang pedih; meskipun ibadah atau ketaatan itu termasuk amalan yang besar seperti berinfaq dalam menegakkan kebaikan, memerangi orang-orang kafir, menuntut ilmu syar'i, dan lain-lain. Rosululloh telah mengabarkan bahwasanya manusia pertama kali yang akan diputuskan hukuman padanya adalah seorang yang berperang (ihad) di jalan Alloh {Hi agar disebut pemberani, seorang yang belajar ilmu lalu mengajarkannya serta membaca al-Qur'an agar disebut orang alim dan qori' (ahli membaca al-Qur'an), dan seorang yang diluaskan hartanya oleh Alloh fljg kemudian dia berinfaq agar disebut dermawan; yang kesemuanya itu akhirnya diseret pada wajahnya dan dilemparkan ke dalam neraka. (Lihat HR. Muslim:

g

3s27)

Kiat Mengobati Penyakit Riya'
Wahai saudaraku, mengingat begitu bahayanya penyakit ini maka perlu sekali bagi kita untuk mengetahui kiat (cara) menghindarinya, di antaranya:

Membiasakan diri untuk menyembunyikan dan merahasiakan amal ibadah Hal ini telah banyak dicontohkan oleh para salaf (pendahulu) kita yang sholih. Mereka berusaha menyembunyikan amalan yang dapat disembunyikan untuk menghindari riya' dan menjaga/mengawasi hati-hati mereka terhadap amalan yang tidak mungkin dapat disembunyikan, seperti: memberi contoh dan pengajaran kepada manusia tentang suatu amalan yang diharapkan dengannya mereka akan mengikuti untuk melakukan amalan tersebut.

1.

Mengetahui dan mengingat bahaya riya' Termasuk yang dapat menolak riya' adalah pengetahuan seseorang bahwa riya' tidak memberikan manfaat sedikit pun, bahkan menimbulkan banyak madhorot (bahaya) di dunia dan akhirat. Riya' dapat menyulut kemurkaan dan kemarahan Alloh i$i; sehingga seseorang yang riya' akan mendapatkan kerugian di dunia dan akhirat. Apabila hal ini disadari dengan baik maka akan tim-

2.

bullah rasa takut dan tidak suka terhadap perbuatan tersebut. Apalah artinya pujian dan sanjungan yang didapatkan kalau hanya membuat Alloh & murka'

3.

Berdo'a

Sahabat yang mulia, Abu Musa al-Asy'ari .,gt: berkata: "Pada suatu hari Rosululloh S berkhotbah di hadapan kami: 'Wahai sekalian manusia, takutlah akan syirik ini (riya') karena ia lebih tersembunyi daripada langkah kaki seekor semut.' Lalu salah seorang bertanya: 'Ya Rosululloh, bagaimana kita mewaspadainya?' Beliau menjawab: 'Berdo'alah dengan do'a ini:

i
^A:j
(Ya

LrJ

tyfiriaxw q:);:

bi :y

I'sy(t'&)\

Alloh, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari mempersekutu-

kan-Mu dengan sesuatu yang kami ketahui dan kami memohon ampunan ke-

pada-Mu (dari mempersekutukan-Mu) dengan sesuatu yang tidak kami ketahui);" (HR. Ahmad: 41403; Syaikh al-Albani berkata (Shohih Targhib watTarhib: Ill2l): "Hadits ini hasan lighoirihi.")

*{<**xt(
Wahai saudaraku, ikhlaskanlah seluruh amalmu kepada Robb-mu dan

ikutilah selalu petunjuk nabimu niscaya engkau akan memperoleh kelapangan dalam hidupmu. Janganlah engkau kotori hatimu dengan riya' karena ia hanya akan membuat dirimu celaka. Cukuplah Alloh $b sebagai penolong
dan saksi atas amal kebaikanmu.

Mudah-mudahan sedikit yang telah kami sampaikan kepadamu ini bermanfaat bagimu dan bagi kaum muslimin semuanya. Akhirnya, mudah-mudahan Alloh dg senantiasa menunjukkan kita jalannya yang lurus dan menjaga hati-hati kita dari syirik dan segala macam kejahatan lainnya. Wallohu

A'lam.

A Abu Harits as-Sidawi {*W

Buletin memuat ayat-ayat al-Qur'all. Jangan ditaruh sembarangan !!

Menebar Dakwah
Ahlus-Sunnah wal-Jama'ah

Volume 5 No. 3
Terbit: Romadhon 1429H

Belumkah Tiba Saatnya Anda Bertaubat?

4;ffi,6*-a

Dunia adalah agenda persoalan. Hidup adalah berjalan dan berusaha menapaki persoalan. Makin hari, usia makin bertambah dan makin banyak pula persoalan yang harus diatasi. Makin jauh kaki melangkah, makin beraneka ragam pula problem yang dihadapi. Selama masih hidup di dunia manusia akan selalu berjumpa dengan kesalahan. Tetapi bagi orang yang membiasakan diri membaca istighfar dan bertaubat kepada Alloh lH, niscaya Alloh tk akan memberikan kemudahan dan jalan keluar dari kesulitan yang dihadapinya. Sehari pun kita tidak akan pernah seperti malaikat yang sama sekali tidak pernah berbuat maksiat kepada Alloh dg dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya. Akan tetapi, kita adalah manusia yang sangat mungkin berbuat kesalahan. Setiap hamba yang sholih yang pernah engkau temui pastilah berbuat kesalahan dan dosa. Maka kapan lagi kita bertaubat kalau bukan mulai sekarang? Ingat, kita tidak mengetahui kapan ajal datang menjemput kita.

Makna Taubat
Taubat berasal dari kata 7; +i- +e yang berarti pulang atau kembali. Adapun secara istilah, taubat adalah kembali dari maksiat kepada Alloh dg menuju ketaatan kepada-Nya. (Lihat Syarh Riyadhush-Sholihin: l/60 cet. Maktabatush-Shofa) Imam ar-Roghib al-Ashfahani 6ia menerangkan: "Dalam istilah syara', taubat adalah meninggalkan dosa karena keburukannya, menyesali dosa yang telah dilakukan, berkeinginan kuat untuk tidak mengulanginya, dan berusaha melakukan apa yang bisa diganti. Jika keempat hal itu telah terpenuhi berarti syarat taubatnya telah sempurna." (al-Mufrodat fi Ghoribil-Qur'an, dari asal kata

"tauba" hlm. 76)

Anjuran Bertaubat
Alloh
$6

telah berfirman:

@iiF {\ai,, } \?Z -

;.;lt'i"iw At iL\i

-J

s

.... Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Alloh, hai orang-orang yang beriman supayo kamu beruntung. (QS. an-Nur l2al:31) Dan berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Aghor bin Yassar al-Muzani .,$;, Rosululloh ffi bersabda: "Wahai mqnusia bertaubatlah kepada Alloh dan min-

BULETIN AL FURQON

talah ampun kepada-Nya, sesungguhnyio ,oyo bertaubat dalam sehari sebanyak

kali." (HR. Muslim: 2702) Syaikh Salim bin 'Id al-Hilali'ri*i4 mengatakan: "Faedah hadits ini adalah menunjukkan kewajiban bertaubat pada setiap individu, karena (makna dari) suatu perintah adalah menunjukkan hukum wajib, sedangkan perintah tersebut ditujukan kepada semua manusia tanpa terkecuali." (Bahjatun-Nazhirin: l/53)
seratus

Taubat Adalah Sebaik-baik Jalan
Sudah menjadi karakteristik (ciri) makhluk yang bernama "manusia" bahwa

Adam melakukan kesalahan. Dan sebaik-baik pelaku kesalahqn ialah mereka yang bertaubat " (HR. at-Tirmidzi: 2499,Ibnu Majah: 4251; dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalam al-Misykah no.234l) Orang yang baik bukanlah orang yang tak punya kesalahan, sebab semua orang pasti pernah berbuat kesalahan kecuali Rosululloh ffi. Orang baik adalah orang yang segera menyadari kesalahannya apabila berbuat salah, kemudian ia jadikan kesalahannya itu sebagai pelajaran untuk tidak diulangi lagi. Inilah orang yang telah digambarkan oleh Alloh dalam al-Qur'an:

ia sulit terhindar dari salah dan dosa. Rosululloh ffi bersabda: "Setiap anak

fi fo.3$:'i,i,t^:"16'trti\)ftaf -#\i:(tii@\]stiy1,ii3
Dan (juga) orang-orang yang apabila mengeriakan perbuatan keji atau menganialta diri sendiri, mereka ingat akan Alloh, lalu memohon ctmpun terhadap dosq-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Alloh? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (QS. Ali Imron [3]: 135)

@ i;ta

f s\ isu V\'

H | 6t JY+}!ai';+i

Kriteria Taubat Nashuhal
Orang yang bertaubat dengan taubat nashuha adalah orang yang menjadi-

kan taubatnya sebagai momentum introspeksi total; seberapa jauh ia telah melenceng dari tujuan hidupnya yang hakiki, seberapa banyak keteledoran dan kesia-siaan telah diperbuat. Kemudian orang tersebut berusaha untuk tidak mengulangi segala dosa yang pernah dilakukan dan berusaha untuk melaksanakan segala perintah Alloh $s dan Rosul-Nya. Itulah yang dinamakan "taubat nashuha". Imam an-Nawawi'ir)H' pernah mengatakan: "Para ulama berkata: 'Bertaubat dari setiap dosa hukumnya wajib. Apabila kemaksiatan tersebut antara hamba dengan Alloh $iS dan tidak berkaitan dengan hak orang lain, maka dalam hal ini
ada tiga syarat:

'

Taubat nashuha ralah taubat yang sebenar-benarnya.

Apabila salah satu syarat ini tidak terpenuhi maka taubatnya tidak sah. Dan jika taubatnya itu berkaitan dengan hak manusia maka syaratnya ada empat. Yaitu Ketiga syarat di atas dan yang keempat ialah hendaklah ia membebaskan diri (memenuhi) hak orang lain tersebut. Jika berbentuk harta benda atau sejenisnya maka ia harus mengembalikannya. Jika berupa had (huktman) tuduhan atau sejenisnya maka ia harus memberinya kesempatan untuk membalasnya atau meminta maaf kepadanya. Jika berupa ghibah (menggunjing) maka ia harus meminta maaf."' (Riy adhush- Sholihin: 33)

1. Meninggalkan setiap perbuatan dosa 2. Menyesali perbuatan dosa yang pernah dilakukan 3. Berniat tidak akan mengulangi perbuatan dosa

Taubat dari Pelanggaran Atas Hak Manusia
Karena beratnya pelanggaran atas hak-hak manusia dan biasanya hal ini terjadi diiringi pertengkaran dan permusuhan, taubat dari dosa ini dilakukan dengan dua cara:

Pertama: Orang yang telah berbuat aniaya hendaklah mengembalikan hak itu kepada orang (yang teraniaya)jika masih hidup atau kepada ahli warisnyajika
telah mati. Kedua: Dengan meminta dihalalkan olehnya (yang teraniaya), setelah ia memberitahukannya, jika itu adalah hak harta, aniaya atas tubuhnya atau tubuh orang yang ia warisi. Seperti disabdakan oleh Rosululloh ffi: "Barang siapa yang telah melakukan kezholiman kepada saudaranya, baik harta maupun harga diri, maka pada hari ini hendaklah ia meminta dibebaskan, sebelum datang hari yang ketika itu tidak berguna dinar dan dirham kecuali amal kebaikan dengan tanggungqn dosa keburukan. " (HR. al-Bukhori: 2449, lthmad:21506)

Taubat dan lstighfar Adalah Kunci Rezeki Hal ini berdasarkan apa yang disebutkan dalam al-Qur'an tentang kisah
Nabi Nuh i,yg tatkala berkata kepada kaumnya:

VV4rLAt;:\ai;*-i@':gir<I;ypl3\r'-i;si3,tii
@, yA
'Maka aku katakan kepada mereka: 'Mohon ampunlah kepada Robbmu -se' sungguhnya Dia adalah Maha Pengampun- niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta d.an anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya)
untuhnu sungai-sungat.

4

Ue,Jql+

4

W" 14

3 J,

?Vf t# ; @

Al-Hafizh Ibnu Katsir $iH berkata: "Maknanya, jika kalian bertaubat kepada Alloh $6, meminta ampun kepada-Nya, dan kalian senantiasa menaati-Nya, niscaya Dia akan membanyakkan rezeki kalian, menurunkan air hujan serta keber-

"' (QS. Nuh [71]:

10-12)

kahan dari langit, mengeluarkan untuk kalian berkah dari bumi, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan untuk kalian, melimpahkan air susu perahan untuk kalian, menjadikan banyaknya harta dan anak-anak untuk kalian, menjadikan kebun-kebun yang di dalamnya ada bermacam-macam buah-buahan untuk kalian serta mengalirkan sungai-sungai di antara kebun-kebun itu (untuk kalian).'l (Tafsir Ibnu Katsir:41449) Oleh karena itu, orang yang mengharapkan rezeki hendaklah bersegera untuk memperbanyak istighfar (memohon ampun), baik dengan ucapan maupun perbuatan. Dan hendaklah setiap muslim waspada dari melakukan istighfar hanya sebatas dengan lisan tanpa perbuatan sebab hal ini adalah pekerjaan para
pendusta.

Penutup
Akhirulkalam, marilah kita usir setan dengan istighfar yang bersumber dari hati kita atas kesalahan-kesalahan dan dosa-dosa kita yang telah lalu. Marilah kita perbaiki taubat kita kepada Alloh $e. Hendaklah taubat kita benar-benar bersumber dari hati yang bersih, sehingga sesuai dengan firman Alloh dc:

Keduanya berkata: "Ya Robb kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi." (QS. al-Arof [7]:

@t* 4t'e:u Kt:*

fi6 #

{ o\srs;'n crt,:5 ;'itt

23)

lari t esatattan yang telah kita lakuDemikianlah, kapan lagi kita kan selama ini? Sudah berapa banyak dosa yang kita kerjakan selama ini? Marilah kita bersegera untuk bertaubat kepada Alloh $g sebelum ajal datang menjemput kita. ,6 Mukhlis Abu Dzar al-Batawi 'il-W

ffiil

flW, 4W,::Wr:r,!ffi :E4::rrrffi ,,ffi,,,,,

W iG r

I

I

r

ffi'

Editor;::rU j.,.ffi.'.n,atS,tshr,,$l laglli''.rffi..+lym,t..Tda,,,ld#1,..,Hiaryuffi,,ff'f.1#r,..,.'.,.,,,..,,.,.'

B$.iin$,1:,,B ,,llrt
(

ffiil.l...,poffil,,s11r,fUi h.,Alt.tb:im,i,.$ , ,,$iffiu'*Gresik,61153lAttm.'..,,,....'.
,rli Cahr

Gre$k,a,n'.,FJ,gp;Y'.$U.,hd'ffiT.R,,!,.{t',
; tOaX;:'

.ffi.

ll,.".5J..i;.1,.:,,',.

Buletin memuat
ayat-ayat al-Qur'an.

i i

1 vol um dpaket:

i

si,

'hahasan @50 eksernptar
,.',.,.,.,',i.,,,,i.,,'i,l'i.,,,.t

?00 eftsem

pl

ar)

O.'.&.P,

.

an..llffil

n..,,1..,..,l,.,fJ,p;,{ll8lil,ffei.i}.?$'f.6I

Menebar Dakwah
Ahlus-Sunnah wal-Jama'ah

TAHIJNffi' Volume 5 No.4
..J$il:*r:i:

a
a
'l' ",,,o.,................... .,.-,o'."'tt"

try

rerbit: Romadhon 142sH

Semua Agama Sama?

"@Jfli:nr*

:^

Sungguh sangat memprihatinkan atas sebagian orang yang mengklaim (mengaku) bahwa: "Semua agama itu sama". Dan yang lebih mengenaskan lagi slogan ini dilontarkan oleh orang-orang yang mengatasnamakan dirinya intelektual muslim, cendikiawan muslim dan para aktivis jebolan perguruan tinggi Islant. Wqllohi (demi Alloh), propaganda kepada teori penyatuan agama ini merupakan makar (tipuan) terbesar yang ditujukan kepada Islam dan kaum muslimin yang dihembuskan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani yang bersatu padu dengan alasan yang sama, yaitu kebencian terhadap Islam dan keinginan untuk menghancurkannya. Mereka membungkusnya dengan slogan-slogan yang mentereng (menakjubkan) yang pada hakikatnya adalah tipu daya dan dusta. Itulah tipu daya mereka yang AllohtH telah menandaskannya dalam firman-Nya:

.... Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka s ang gup.... (QS. al-Baqoroh [2]: 217 )

Target Utama dan Dampak Negatif Propaganda Penyatuan Agama
Kami mendapati risalah Syaikh Bakar bin Abdulloh l+bu Zud ffi yang berjudul al-Ibtholu Linazhoriryatil-Kholthi Baina Dinil-Islami wa Ghoirihi minal-Adyan. Di dalamnya beliau menyebutkan target utama propaganda penyatuan agama dan dampak negatifnya antara lain adalah: 1. Menimbulkan kebimbangan terhadap Islam serta mengacau kaum muslimin. Menjebak kaum muslimin dengan jalan menebar syahwat dan syubhat (kerancuan). Sehingga pada akhirnya seorang muslim hidup di antara jiwa yang mengambang dan jiwa yang sadar. 2. Mendangkalkan agama Islam dan kandungannya. 3. Membuat kaidah-kaidah yang bertujuan meniadakan dan memvakumkan ajaran Islam, melumpuhkan kaum muslimin, serta mencabut dan membasmi akar keimanan dari dalam hati mereka. 4. Memutus tali persaudaraan di antara kaum muslimin di seluruh negeri. Lalu menggantinya dengan persaudaraan baru yang terkutuk, yaitu persaudaraan

Yahudi dan Nasrani. Bertujuan menghapus hukum-hukum Islam yang diwajibkan atas kaum muslimin terhadap Yahudi, Nasrani dan orang-orang kafir lainnya yang tidak memeluk Islam dan tidak meninggalkan agama-agama mereka. Kemudian yang menjadi target utama adalah: Melebarkan sayap kekuasaan orang-orang kafir, Yahudi, Nasrani dan orang-orang komunis di seluruh dunia, khususnya terhadap dunia Islam dan lebih khusus lagi terhadap dunia Arab dan terutama sekali terhadap pusat dunia Islam dan ibu kotanya, yaitu Jazirah Arab. Dengan sebuah tipu daya yang dirancang oleh orang-orang kafir secara matang demi menggempur Islam dan kaum muslimin dengan segala macam cara. Mulai dari bidang pemikiran, kebudayaan, ekonomi, politik, dengan melegalkan pasar bebas yang tidak berhukum dengan hukum Islam, tidak ada kepatuhan dan ketaatan kepada norma-norma Islam, tidak tertarik mencari usaha yang halal, sehingga praktik riba menjamur di mana-mana, kejahatan merajalela di setiap tempat, hati nurani dan akal sehat pun lumpuh, kekuatan jahat semakin menguat dalam menghadapi setiap perkara yang sejalan dengan fitrah insani dan syari'at yang lurus. Itulah beberapa target dan tujuan propaganda keji itu! Dan merupakan musibah yang lebih besar lagi, adanya segelintir oknum dari kalangan kaum muslimin dan orang-orang yang mengaku muslim bahkan intelektual muslim menyambut positif propaganda tersebutll Wal-' iyadzu Billah. (Disarikan dari kitab al-Ibtholu Linazhoriyyatil-Kholthi Baina Dinil-Islami wa Ghoirihi minal-Adyan kar. Syaikh Bakar bin Abdulloh Abu Zaid: 8-10)

5.

Penyatuan Agama dari Sudut Pandang lslam
Menurut hukum Islam, propaganda semacam itu adalah bid'ah, sesat dan kufur, langkah menuju dosa dan seruan kepada pemurtadan. Propaganda tersebut sangat bertentangan dengan dasar-dasar aqidah Islamiyyah, merobek kehormatan para rosul dan kehormatan risalah llahi, membatalkan kebenaran alQur'an, membatalkan fungsi al-Qur'an yang menghapus kitab-kitab suci sebelumnya, membatalkan fungsi dinul-Islam yang menghapus syari'at-syari'at sebelumnya dan membatalkan status Muhammad Rosululloh ffi sebagai rosul penutup yang membawa risalah terakhir. Propaganda itu secara syar'i jelas diyakini keharamannya berdasarkan seluruh sumber-sumber hukum dalam Islam, berdasarkan al-Qur'an, as-Sunnah, dan ijma' para ulama. (Lihat Fiqhun-Nawazil:2159) Penyatuan agama ini jelas-jelas telah bertentangan dengan firman Alloh l[S:

i;w

;2 r21+s+X\ j it'o ji a:sziw"p! l^i ry U )i L\ rt*W &rt @ y'r+i p;:i,t i,g ft *g, &

fi

di sisi AlLoh hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi al-Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Alloh maka sesungguhnya Alloh sangat cepat hisab-Nya. (QS. Ali Imron [3]: 19)
Sesungguhnya agam& (yang diridhoi)

Hanya lslamlah Satu-satunya Agama yang Diterima oleh

Alloh

nk

Kita yakini bersama bahwa Islam adalah agama yang ajarannya universal
(menyeluruh). Islam satu-satunya agama yang mendapatkan legitimasi (pengakuan) dari Sang Pemiliknya yaitu Alloh i$*. Dengan Islam pulalah Alloh -i!# menyempurnakan kenikmatan dan meridhoi Islam sebagai agama, dan agama selain Islam tidak akan diterima disisi-Nya. Hal ini terpatri dalam salah satu firman-Nya:

Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orangorang yang rugl. (QS. Ali Imron [3]: 85)

@t #t.cthg

46 s4,y-* u$r,+,#$

* 6; u. s

Kewajiban Setiap Orang Memeluk Agama lslam
Agama Islam mencakup seluruh kemaslahatan yang terkandung di dalam
agama-agama terdahulu. Islam memiliki keistimewaan, yaitu cocok dan sesuai untuk setiap masa, tempat, dan kondisi umat. Hal ini ditegaskan dalam salah satu firman Alloh $s:
It

*V-*34ti'c*s"u1ri,6"#Fu,,*fr cnt6'tlS

Dan Kami turunkan kepadamu al-Qur'an dengan membawa kebenqran, membenarkan apq yqng sebelumnya, yaitu kitab-kinb (yang diturunkan sebelumnya) dan ban ujian terhadap kitab-kitqb yang lain.... (QS. al-Ma'idah [5]: 48) Harus diingat bahwa Islam tidak tunduk kepada masa, tempat, dan kondisi umat sebagaimana yang diklaim (dinyatakan) oleh sebagian orang. Apabila umat manusia menginginkan keselamatan di dunia dan di akhirat, maka mereka harus masuk Islam dan tunduk dalam melaksanakan syari'at Islam; sebagaimana terpatri dalam salah satu sabda Rosululloh ffi: "Demi Dzat yang jiwa Muhammad ffi berada di tangan-Nya, tidaklah ada seorang pun dari kalangan umnt ini dan tidak pula Yahudi dan Nasrani yang mendengar (kabar) tentangku kemudian dia mati dalam keadaan tidak berimqn terhndap apa yang aku diutus dengannya (yalcni Islam) kecuali dia akan menjadi penghuni neraka." (HR. Muslim: 153)

BULETIN AL FURQON

Waspadalah terhadap penyatuan agama!!
Propaganda kepada penyatuan agama Islam dengan agama-agama lainnya yang telah menyimpang dan dihapus dengan syari'at Islam merupakan kemurtadan yang nyata dan kekufuran yang jelas. Karena secara berani dan terangterangan propaganda itu telah mencabut sendi-sendi dinul-Islam, baik dalam aspek aqidah, amaliyah, dan lainnya. Hukum ini merupakan kesepakatan yang tidak boleh diselisihi oleh kaum muslimin. Propaganda ini merupakan kancah peperangan baru melawan kaum salibis dan melawan manusia yang keras permusuhannya terhadap kaum muslimin, yaitu Yahudi dan orang-orang musyrik. Ini adalah perkara yang sangat serius, bukan main-main! Simaklah firman Alloh 1$5 berikut ini dengan cermat hingga permasalahannya menjadi gamblang bagi setiap muslim yang tentunya selalu membaca kalam ilahi agar ia terlepas dari kebingungan di bawah gemerlap slogan-slogan dusta!

@s

Itulah ayqt-ayat Altoh yang Kami membacakannya nya; maka dengan perkataan mnnakah lagi mereka akqn beriman sesudah (kalam) Altoh dan keterangan-keterangan-Nya. (QS' al-Jatsiyah [a5]: 6)
t<t<**i<*

h A -^1\4 :)'i x 7 +L eV ;^"U,*\i j'5 ;"i c;;ttiE kepadamu dengan sebenar-

Sebagai kalam terakhir, kami mengajak kaum muslimin seluruhnya untuk berhati-hati terhadap orang-orang yang mengatakan "semua agama sama" dan penyatuan antara pengikut Nabi Musa )S, Isa iW, dan Muhammad it$ di bawah slogan "seruan kepada penyatuan agama", "pendekatan antar agama", dan "persaudaraan antar agama". Karena teori ini ditelan bulat-bulat oleh pentolanpentolan wihdatul-wujud dan kaum sufi dari golongan ekstrem Syiah Rofidhoh dan keyakinan ini pula banyak dianut oleh orang-orang yang telah dikuasai ilmu filsafat. Yang pada dasarnya ini adalah makar (tipu daya) orang-orang Yahudi dan Nasrani untuk menjauhkan kaum muslimin dari ajaran Islam yang lurus dan permusuhan mereka kepada Islam.

A Mukhlis Abu Dzar +sg

Buletin memuat ayat-ayat al-Qur'an. Jangan ditaruh sembarangan !!

Menebar Dakwah

Volume 6 No.

1

Terbit: Syawwal 1429

ffi

Ahlus-Sunnah wal-Jama'ah

$t

i{$T$$

fabat Tangan Dengan Lawan fenis
Hari raya merupakan bagian syi'ar Islam yang mulia, memiliki nilai ibadah dan keutamaan yang agung. Namun keagungan dan kemuliaan tc'rsebut terkikis oleh budaya dan tradisi yang menyimpang dan melanggar larangan Alloh "-s; dan Rosul-Nya.Di antara perbuatan haram yang sering clilakukan oleh kebanyakan kaum muslimin pada hari mulia itu adalah saling berjabat tangan antara laki-laki dan wanita yang bukan mahromnya bahkan ada J-ang sampai berciuman dan berpelukan; Na'udzubi.Iluh. Ada lagi suara-suara nyeleneh (garUil) yang dilontarkan oleh orang{)rang yang senantiasa melakukan tipu daya terhadap Islam dengan mengatakan bahwa berjabat tangan antara laki-laki dan wanita merupakan simbol persahahatan yang tulus di antara keduanya, menghapus dosa dan herbagai alasan lainnya. Ucapan itu hanyalah omong kosong yang tidak berdasarkan al-Qur'an malrpun al-Hadits" Sebaliknya, dalil-dalil yang ada justru bertentangan dengan apa yang mereka lontarkan bahkan memper.jclas kedustaan ucapan mereka.

Kapan dianjurkan berjabat tangan? Muslr.ot'ahah (berjabat tangan) dian;urkan tatkala bertemu, sebagai penguat ucapan salam, tentunya bukan antara laki-laki dan wanita yang bukan mahromnya. I)an orang yang berjabat tangan ketika bertemu dengan sauda.ranya merniliki keutamaan di sisi Alloh :€ yaitu akan diampuni dosa keduan-va, sebagaimana terpatri dalarn salah satu sabda Rosululloh *':,.: "Ti.duh ada dari keclua oran,g muslim bertemu lzemudian beriabut tangan (hersulamon) melainkan akan diampuni dosa kedua orang tersebut sotnpai heduanJa berpisalt." (HR. Abu f)awud: 52L2, at-Tirmidzi: 2727, Ibnu Majah: 3703, dan dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalam
osh-Shohihah: 525) [ntam an-Nawawi irL: mengatakan: "Berjabat tangan adalah sunnah yang telah di-sspskati atasnya tatkala saling bertemu." Sedangkan al-Hafizh lbnu Hajar LE menandaskan: "Dan dikecualikan perintah berjabat tangan kepada wanita yang bukan mahrom." (Aunul-Ma'bud:718I) Kemudian, berjabat tangan juga pernah dilakukan oleh para sahabat Anshor dan Muhajirin tatkala mereka membaiat Rosululloh W sebagai bentuk penerimaan mereka kepada beliau untuk tidak menentang sedikit

pun dan selalu menaatinya untuk melaksanakan perintah yang dibebankan atasnya baik dalam keadaan suka maupun terpaksa. Larangan jabat tangan dengan wanita yang bukan mahrom Ketahuilah wahai saudaraku. bahwa iabat tangan kepada wanita
a7-

n.abi.vvuh (yang bukan mahrom) adalah perbuatan dosa besar berdasarkan

kesepakatan para ahli ilmu. Oleh karena itu, sangat disayangkan kalau hal ini sudah meniadi fenomena urnum dan menjadi suatu .,vang lumrah. Padahal jelas-jelas hal ini telah diharamkan oleh Alloh'*; dan Rosul-l{ya
']il:i;.

Perhatikanlah sabda Rosululloh ,*q berikut ini: "sttngguh d.itusultnya kepala salah seorang di antara kamu dengan jarttm rlari besi lebih baik daripa,da ia merqientuh wanita yan"g tiduk halal haginya. " (Diriwayatkan oleh Imam ath-Thobroni dalam al-Kabir: 201211 dan dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalam ash- Shohih,uh: 226) Syaikh al-Albani ai,L, mengatakan: "Hadits ini menunjukkan larangan menyentuh wanita ajnabiyvah dan mencak,.p juga berjabat tangan, karena hal itu masuk ke dalam larangan menyentuh." (Masa'il Nisa'iyStah Muhh-

taroh: 174) Ummul-Mukminin Aisyah

+*..

pernah mengatakan: "Demi Alloh, ta-

ngan Rosulttlloh .4 belttm pern.ah men:yentuh tangart wanita (ojnabiv3,ah) satu putl." (HR. al-Bukhori: 5288) Hadits ini dikatakan tatkala membaiat kaum wanita yang seharusnya dilakukan dengan jabat tangan tetapi ternyata Rosululloh .ky: tidak melakukannya (jabat tangan, Red), maka hal ini rnenunjukkan bahwa untuk perkara yang sangat penting pun tidak boleh berjabat tangan dengan n anita .yang bukan mahrom apalagi urusan-urusan lainnya. Al-Hafizh Ibnu Haiar nr;, mengatakan: "Rosululloh #H dibaiat oleh para wanita dengan perkataan saja, tidak dengan berjabat tangan sebagaimana yang biasa dilakukan oleh kaum laki-laki tatkala mereka berbaiat."

(Fathul-Bari: 8/505)

Syubhat dan bantahan terhadap orang yang membolehkan jabat tangan dengan wanita bukan mahrom Wahai saudaraku, apabila yang melakukan jabat tangan tersebut adalah orang awam atau orang fasik itu masih wajar lantaran mereka mungkin masih belum tahu hukumnya. Namun ironisnya. terkadang ada
sebagian orang yang mengaku ustadz atau kiai berusaha untuk melegalkan hal ini dengan berbagai macam dalih (alasan) yang seakan-akan ilmiah tetapi pada hakikatnya hanyalah mengikuti hawa nafsu semata. Di antara mereka ada yang mengatakan: "Bttkankah kalatt tidalz rnuncul syahu:at tidak merlgapa? Kalau sentultan hulit tidak sampai ntertintbulhan syahwat tidak apa-apa." Itulah sebagian sSrubhat yang mereka lontarkan. Ketahuilah wahai saudaraku, bahwa hujjah mereka ini adalah hujjah

TAHUN KE-3 VOLUME 6 NO.

1

yang dibangun di atas kehancuran.

adalah saat-saat saat syahwat, ting yaitu mernbaiat kaum wanita?! Dan Rosululloh ,,,*, sebagaimana dikatakan oleh Aisyah 6,: "Rosululloh *lg adalah oran,g )tang paling bisa m,enah,an syahu,atn3ta." (HR. al-Bukhori: L927, N'luslim: 2576) Kalau memang Rosululloh ..g: adalah orang yang paling mampu mengekang syahwatnya dan tidak mungkin muncul syahwatnva pada konclisikondisi semacam itu namun ternyata Rosululloh i:- tidak melakukan jnhat tangan, maka berarti il,l.o,h. (sebab) itu adalah illah yang tidak diambil

Pertama: Apakah mungkin akan kita bayangkan tatkala Rosululloh beliau jabat tangan dengan me#; membaiat kaum wanita -seandainya genpadahal itu

reka- kemudian muncul

ditusuhnyn hepala jorum dari besi itu l,ebih haik ct.ari salah seorang di nnta,ro ltamu dengan, pada ia ntenytntult u.ryn.itu -vang tidah halal boginva." (HR. ath-Thobroni
..€{ bersabda: "Sesu,ngguhrwa

dari t,empatnya. Kedua: Rosululloh

clalam al-Ko,hir: 201211 dan dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalam ash-

Shahihah:226) Ini :rdalah hadits umum. Dan sebagaimana yang telah mapan dalam kaidah ushul-fiqih bahwa apabila ada dalil umum maka harus dibawa kepada keumumannya sampai datang hadits yang mengkhususkannya" Dan tidak dijumpai bahwa Rosululloh ":w itu pernah bersentuhan delngan seorang rn'anita yang bukan rnahromnya.

Dampak negatif jabat tangan dengan wanita bukan mahrom
Setiap keharaman pasti terdapat dampak negatif dan setiap apa r-ilng clilarang olerh r\lloh 1:r, rrr&ka di situlah pasti ada mafsada,t (kerusakan) dan madhorot (bahaya)nya. Regitu pula berjabat tangan dengan wanita "\,'ang bukan mahrom yang jelas-ielas telah diharamkan oleh Alloh *s" dampak burukn.ya adalah bisa meniurus kepada fitnah yang lebih besar lag,. di antaranya adalah:

1. Memandang wanita tersebut
Memandang wanita yang bukan mahrom adalah terlarang. Biasanva
seseorang l:erjabat tangan pasti memandang wajahnya. paclahal

Alloh

.:*,

tellah rnernerintahkan kaum laki-laki dan kaum wanita agar menahan pandangan mereka untuk menutup segala pintu fitnah syahwat. Hal ini disebutkan dalam firman Alloh :,E,:

ne,han pond,anganwa, dan memelihara kemaltLa,nnya; yeng demikian, i,tu arlalah tebih suci bagi mereka. " (QS. an-Nur l24l: 30) Melihat wanita _yang bukan mahromnya termasuk zrna karena dengan penglihatan itu seseorang dapat menikmat,i kecantikan wanita dan

meningsalkan bekas di hati. Oleh knrena itu, Alloh nya karena dapat menveret kepada kenrsakan.

"-rs.

melarang melihat-

2. Ikhtilath (campur baur antara laki-laki dan wanita)
Berjabat tangan pasti terjadi pada saat ber"campur (ikhtil,ath), paderhal hal itu dilarang karena ia merllpakan sarana yang menjerumuskan kepada hal-hal yang tidak terpuji, yaitu menikmati wanita dengan penglihait.art dan berusaha untuk berbuat yang lebih.jelek dari penglihatan itu
sendiri.

Hukum berjabat tangan dengan wanita tua Syaikh Atrdul Azrz hin Abdulloh bin Raz ii&-, pernah ditanya dengan
J:ertanyrian herikut ini: "Bagaimana hukum herjabat tangan dengan wanictf nahivr;ah ;ika sudah lanjut usia?" Reliau menjawab: "Seorang prier dilarang secara mut;lak berjabat tangarr dengan wanita yang bukan mahrom, baik yang masih muda maupun yarlg sr:dah t,ua. haik )'ang menjabat tangannya itu adalah seorang pemuda maLrpun kakek tu:r, kzrrena tindakan tersebut bisa menimbulkan fitnah bag-t kccluanvil. Selain itu, ada setruah hadits shohih )'ang illenyat:lkan bahwa
La

Rosuinlloh
',lr,,q

F,,r

hclrsahda:

tidah (perncth) beriahat tangan, dengarl u)anita (ajrtal,i.t'yah).'(HR. Ibnu Maj ah:2874, an-Ir{asa'i: 4181. Dishohihkan oleh Svaik}r al-Albani dalam Shtfiih Sunan lbnrt X'fajcth.21415j 'l'idak adzr perhedaan apakah wanita itu heriabat tangan dengan memakai penututrr ataukah tanpa penutup dikarenakan keumuman dalil-dalil tersebuf dan untuk rnenutup pintu-pintu yang menjerurnuskan kepada fitnah." \F-ctt aLL:cL e.tt- lv az hor usaL- Kholuat u:a l- I khti l,ath : 7 9) Maka .jelaslah bagi kita bahwa berjabat tangan dengan wanita )'ang hukan mahrom adalah perrbuatan dosa, karena perbuatan ini bisa rnenjerulnuskan pelakunya kepada fitnah yang lebih besar lagi. Kita memohon kepada Alloh':r. ager kita scmua dihindarkern dar-i godaan setan.\'ang terk utuk.
ungguhrr-"\,e, ahu

l. Mukhlis Abu Dzar
Insva Alloh :K membahas: 1 . Sihir. Penclansl<al Aqidah
2. ltilia
-J.
N'f

)-

o;-

crajal.:ia

Pcrttingtrva Ilrlu Svar'i 1. Rokok, Pcmbunuh llcrdarah l)ingin
DiterbrtKan oleh Majalah AL FURQON trap bulan 4 (empat) bahasan dalam sati.r paket (volurner Bedaksi: l-lst Mukirlis Abu Llzar, Ust Abu Harrts as-Sidawr, Ust. Zaenal Musthcfa. Ust. Abi.r Usanrai, Editor: tJst. Abu Hafshoh. Sirkulasi: Abu llyas. Tata Letak: Rizaqu Abrr Abdillah Sekretariat: Fonpes. al Furqorr al lslamr, Srowo - Siclayu - Gresik 6.1153 JAI lfV1. Hekening: Barrh llarrdirr cab. Gresrk a.n HFDY SUIr/ANTRI i140-00 0497951 5). lnfaq :: Jawa Rp 25.000,- L.uar.Jawa Rp 30.000,voiume paket isi 4 bahasan @50 ekserrrplar. total -- 200 eksernpiari

Menebar Dakwah
Ahlus-Sunnah wal-Jama'ah

Volume 6 No. 2
Terbit: Syarrvwal 1429

-*$

$

.\

dfi Beramal lstiqomah Dalam

Shol ih

Alhamdulillah, kita masih diberi karunia oleh Alloh :te sehingga kita bisa bertemu kembali pada edisi Syawwal kali ini. Pada edisi ini kita akan membahas mengenai sesuatu yang sangat agung dalam syariat yang sangat mulia ini, yaitu "istiqomah dalam beramal sholih". Karena sangat agungnya Rosululloh W memberikan wasiat istiqomah ini pada sahabat yang mulia Sufyan bin Abdulloh -p yang meminta nasihat kepada beliau: "Wahai Rosululloh *q, katakanlah kepadaku suatu perkataan yang aku tidak akan bertanya lagi pada selain engkau." L&rltas beliau-*n$, menjawab: "Kntah,anlah aku heri,nmn kepad,a Alloh -H dan beristiqomahl,ah." (HR.
Muslim : 62). Kalimat yang pendek tetapi mengandung makna yang sangat mendalam lagt mencakup seluruh ajaran Islam.

Alloh memberikan taufiq-Nya kepaWahai kaum muslimin -semoga tema ini kami angkat karena melihat kenyataan yang menyedihkan terpampang di hadapan kita dewasa ini, di mana kaum muslimirt sangat grat beribadah pada bulan Romadhon tetapi tatkala bulan itu meninggalkan mereka, mereka pun juga mulai meninggalkan amal ibadah mereka. Kita tidak melarang orang beribadah pada bulan itu akan tetapi -yang perlu disoroti adalah berhentinya mereka dari beramal kebaikan seiring dengan berlalunya bulan Romadhon yang mulia ini. Seakan-akan bulan Romadhon tersebut tidak membawa pengaruh sama sekali dalam amalan dan kepribadian mereka. Wallohul-Musta'an.
da

kita-

Definisi Istiqomah
Secara bahasa "istiqomah" bermakna lurus dan rata (lihat Li surtul -'Arob kar. Ibnul-Manzhur: 12/49il, Sedangkan pengertiannya secara istilah adalah sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Rojab al-Hanbali tutr,(Jami'ul-Ulum u;al-Hiham: 1/510): '"(Istiqomah adalah) jalan yang lurus, yaitu ad-dinul-qovyim tanpa adanya
kepincangan baik ke kanan maupun ke

kiri dan mencakup

segala bentuk

ketaatan kepada Alloh i6, baik yang bersifat lahiriah maupun batiniah
serta meninggalkan segala larangan-Nya."

Hukum Istiqomah
Hukum istiqomah dalam amal sholih adalah wajib karena Alloh
berfir"rnan:
'-;t,

BULEI'IN AL FURQOI"I

....

>Z\TK#\t

Mahu bcristiqoftTehl.uh (tetupl,nh harrtu 1:ada.jalctn-llva \,nng bens,il, sebagoirnrtna ciiperintuhken hcpadantLr.... (ClS. I{ucl l1l l: 1 12)

Keistime\ /aan dan keutamaan istiqomah dalam beramal sholih l. Malaikat akan melindungihyn, akan dimasukkan surga serta mendapat apa pun yang dia inginkarl. (Litrat firnran r\lloh rlaiarn QS. Fushshilat l3ll: 30-31) 2. Akan mendapat kecintaan Alloh :';^.
Rosululloh +j:. belrsabda (hadit,s qudsi. Red): "lficlaklah seorilng iramba mendekatkan cliri ketrrada-Ku dengan sesuatu yang paling Aku cintai daripadil ker,vajiban yang Aku emb;rrrkan kcpadanya, dan senantiasa hambaI{u rtenderkatkan diri kepada-Kr-r der-rgar} amalan-amalan surina}r sehingga Aku rnllncint,air\ya." (F{R" ill-IJukirori: 6502) 3. T'ercegah dari perbuatan mungkar. Sesr:orang y'arlg serlantiasa bcrarnal sholitr akan rnelatih jirva r.rnt.uk Inentera.ngi racun s"vahwat clan rnenghaianginya dari perhuat au vaug tidak layark llagin.ya" Alloh :..::, r]Ienyebutkarr salnh satu manfaat shoiat dalani
fi rnr alr -Ni;,"a:

::E;f
4.

. #i
Jt- /

srT**Af

* AF{, i;ri

"r\

Sesurtggultnyu,trofoT'f,tu rnencegah d.ari (perhu.atan-perbrmta,r
daru m.unglter... (QS. al-Ankabut

i

On,,

t29l: 45) Tetap ditulis pahalanya meski berhalangan untuk

mengerjakannya.
Apabila oran.q yang senantiasa mengerjakan amal sholih pada sriart,u kr:tika ber"lralangan untuk mengeriakannya maka Alloh "i+ tetap rnenuli-q pahala anral;in vang biasa ia kerjakan di kerla lapang. Sebagaimana keterangan Rosululloh .::.::: "Apahila sieorang hamlta sakit atau sedang bcpergian, akan tet,np ditrrlis pahalan-1ra seperti ketika ia sehat atau rnukinl. iHIt" al-Bukhnri: 2996)

Kiat-kiat untuk meraih istiqomah dalam beramal sholih
Rerikut ini beberapa kiat (cara) "yang dapat kita ternpuh agar dapat istiqornah dalam beramal sholih:

1. Nlemperbanyak tautrat dan senantiasa istighfar"
Karena hal itu clapat rnernanrbah kekuatan untuk beristiqomah dalam beramal sholih. Renungkanlah firrnan Alloh :,':

s,
,J'J

.t,$
r'

lI\ ri I

TAI-jUNJ

KE 3 VOLUI/E 6 NO

2

"\-/ Y'

:i,; w -#\ I i,; --: /
, lr/..- /1, ,

i*is#,$tly"*{ti3 ;ti | w$,\l${; &Ut- ltly"it S i/ i - |
s
t

Dnn (rli,a lterltutcr ): "Hei hartnthtt, rnohonluh enlputt heTtuclrt Rohbtntt /slrt ltrrtstthutlnh ht;tnr/a-l/t'o , niscctyo I)ia nttlt?ttrttnhan h u.f nn \'(u?II ,qft.rt gnt ,1t,/"iI.s {r tilsn?r,r, c{tn Din ahan nLen.entbalt/irtrt, hcktt.atun hrTtrrdn hr:hrtutnnilu.t, r{sn .fnnganlnh lrnrnu herpoling dengctri. hr:rhttnt dose." (QS. I{uri l-11"l; 53)
sr;itlri ;rrrtiilan vang engkau sanf{gup Can mampu unt,uk beristiqonrilh di dalanrllva walaupun hanya -scdikit. Generasi salaf dahulu.juga seperti itu, ntereha acla yang banyak mengerjakan sholat rnalarfl, yang lain banSzak berclzikir dan tasbih, dan masih banvak lagi.Akan tetapr, itu semua tidak be'rarli mr:ngkhususkan sua.tu amalan t,ert,entu clan meninggalkan ermalatr lainn.va. \'ang benar:. memperbanvak suat,u amalan )'ang kita pandang nlaffrpu lrerist,iclomah cli clalarnrlva dengan tidak rneninggalkan amalan lainn3,,'a.

2. il{emilih anral sholih sesuai dengan kesangguparl. Amaian shnJih itu heraneka l"agan-r jclrisn\,a, maka pilihlah

3. Jangan rnenrberatkan diri"
Tidali dipungkiri.
menrar"rg tahiat

iirva it,u

senLrn€{

terhadi,rp harva rtirf-

jika seseorang nrernheratkan diri untuk rnengorjakan suatu amalan vang sebenarr-lva tidak Ilramfnr tetapi ia paksakan clirinva untuk mengeriaknnnya. Bahkan mlrngkin ia akarr nreninggalkannya secara keselumhan" Misalkan, kalau helttnr rnampu sholat malam sebelas roka'at rnaka kerjakan satu ata.u tiga l"ok;r'at terlebih dahulu vang penting bisa nrtin -qetiap hari. serta herlatihlah r-rntuk menalnbahnya iika dirasa mamplr. 4. Slelihat hagaimana generasi salaf dalam beramal sholih"
cu dan mudah hosan terhadap se-quatu. I.,ehih-lehih

Sebaik-baik manusia adalah pada masa Rosulr.rllolr

,.;,,

kentudian

s{::L{'*

lairn.r'a tr<crnudi;llr sct,elahnva. Itulah generasi terllaik rrmat ini. $'Ielrckii paling ber.sernangat dalarn berarnal sholih dan bcristirlorrtilir di cialaninya. Li

lratlal'r sahabat rnulia Ali bin Ahi Tholib ",:;-, tleliau ticlak pernair illeninggalkan mernbaca tasbih 33 kali, t,ahrnicl 33 kali dan takhir 34 kali sebclurn t,jclur walaupun ketika Perang Shiffjr: (lihat, I{R. al-Ilukhori: 6318, NIuslint: 272?). Dan rnasih banyak kisalr-kisah yan€i lainnva.

.5. Mengambil pelajaran dari orang yang tidak treristiqonnah
dalarn beramal sholih. -Iarlikanlilh vang dernikian itu sebagai pelajaran agar tidak menirrlnJ*e. Karr:na orang yang tidak liisa istiqornah dalam beramal sholih terrtrasuk orang -\,'ang jelek. Perhiltikanlah sabda irlairi iu:;,: "lVahai Abdulloh, janganl:lh seperti si fulan, dahulu dia menger.jakan sholat malam t,etapi kertrudiari nreninggalkannya." (HR. trl-Bukhnri: I1l-r2)" I)an sejelek-jclc}.
orang adalah orang yang ticlak mengerral Robhnva kecu:rli hanya pada lan llornadhon.
br-r-

BULF.TI

I..I

AL

FU RQOT{

6"

Berdooalah kepada Alloh '-,... lltanusia adalah rnakhluk vang lemah. Tiada da1'a dan upaya kecuali atas pertolongarl Alloh ,i. Hiday'ah serta taufiq hanyalah milik Alloh :'.:, s€rnart,a. maka perbanyaklah memirrtanya, supaya

Alloh rrtenolong kita da-

lnrn bn-iiradah kcllarllr-lVvir scrta beristiqomah

di

elurlarnnya.

I)i
t

anLat"a

do'a yang bisa dibac:r adalah do'a yang pernah diajarkan oleh Rosululloh :.,:;, kepnrJa sahilhat, l'ilr^rg mr:lia NIu'adz hin ,Iahal ;u, vaitu:

suit' :*j !fri J5, ** fi iiUl
t '.t .-l '

r

i

t '

be rdzikir hepudu-Mrt, lle rst'tthur htpctdctkepada-Mu." (HR" Abu Darvud: 1522, anh{u, d,un nlenlbagusksrt ibadah Nasa'i 3l5iJ, Ahmad: 4/1138; dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalam S/zohih Sunan Ahu I)au,ud: 1522) Atau do'a yang biasa dibaca oleh Flasan al-Bashri :r;;. ketika membaca Surat Irushshilat, l41 l a5 at 31 yaitu:

"'\''{t Allolt,, tolnnglah

ahu ruttuli

r:J I +ri-i-'l

'

,\c .t

/ ,/

\'

-d I llt

.

(dulu nt unt

")'o Alloh., Engkau adalah Roltb kami, heriltonl,ah hepad,a k.ami istiqomalt ctl. sholih )." (Lihat Tufsir ath -Thobari : 121115) Wahai saudaraku _-cenxrga Alloh menunjuki kita ke jalan-Nya yang

lur"us_ ketahuilah, meskipun kita sudah berusaha istiqomah pasti ada bebcr:apn hai 3'ang nlasih kurang, yang belum kita kerjakan. OIeh karena it,u, kita diperintarhkan untuk selalu isfighfar (meminta ampunan) dan segera kenrbali kepada Alloh 'i. tatkala semangat kita mulai kendur. Renungkanlah firman Alloh :,*:

.:];,

"

" l) :*J'i Si\\i'\#:'\t

fuIaku istiqontahlah (tetaplah puda .ialan vang lurus) menuju ltepaclaA'r'a clart ntoltonlah anlptrn kepad,a-Ir{ya. (QS. Fushstrilat t41 l: 6). (Lihat Ja.mi'ul-Lrlunt u:al -Hikunt kar. Ibnu Ro.iab al-Hanbali: 1i510) Serta perhatikan sabda Rosululloh .;=il: "Bertakwalah kepada Alloh ',:-. di rnana pun engk;ru berada, clan ikutilah perbuatan jelek itu den.qan kebaiklur karena ia (kebaikan) bisa menghapusnya (kejelekan)." (HR. Ahmacl: 5/153. at-'l'irmidzi: 1987; drhasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Sfr ohilt ut-Targhi b: 31 60). Wa llohtt A'lam.

/, Zaet:..al Musthofa
Drterbrtkan oleh Majalah AL FURQON tiap burlan 4 (empat) bahasan dalam satu paket (volume) Redaksi: Ust. lvlukhlis Abru Dzar. Ust Abr.r Harits as-Sidawi. Llst. Zaenal it4t-tsthofa, Ust. Abu Usamair Editor: Ust. Abu Hafshoh. Sirkulasi: Abu llyas. Tata Letak: Rizaqu Abu Abdillah Sekretariat: Ponpes. al Furqorr al-lsiami, Srowo -- Sidayu - Gresik 51153 JATlN4. Rekening: Bank tularrdrricab Gresik a rr HEDYSUIUANTRI (140 00-0497951 5) lnfaq :: .Jaiva Rp 25.000,- Luar.Jawa Rp 30.000.(1 volunrerpaket rsi ;{ bahasan @50 eksernplar: total ..200 eksemplarl

+uiJ:>

'rf
r:d

,ffi{
,.t't**\
,:r,

ffi

Menebar Dakwah
Ahlus-Sunnah wal-Jama'ah

Volume 6 No. 3
Terbit: Syawwal 1429

t{$I$}$

Tui

uan Penciptaan Manusia

Sungguh Alloh '*r, telah menciptakan rnanusia dalam bentuk yang sobaik-baiknya. Alloh u., telah memberikan kepada manusia akal pikiriln yang dengannya manusia terbedakan dengan binatang. Dan Alloh ;.. terlah menc,iptakiln alam ini dengan segala isinya, itu semua untuk ntanusia. Ir{amun t,a}rr-rkah engkau rvahai saudaraku, apa hikmah dan tujuan Allo}r ,.:: rrlerciptakan kita/ Apakah Alloh:.; rn€rciptakan kita hanyzr nntuk rna-

kan, minum dan tidur saja? Tidak, sekali-kali tidak 'rvahai

s:ruclarakr,r.

Allclh ;:. m€ociptakan kita untuk suatu tujuan yang sangert agung clan nllllia. Ilntuk itu, marilah kita simak baik-baik pembahasan herikut ini. Scmoga bisa mengingatkan kita semua akan tujuan utama kita hidr-rp cli clunia yang lana int. Allohul-Musta'an.

Manusia diciptakan untuk beribadah kepada Alloh :!*; oga Alloh 'x; selalu melimpahkan ralhrnat;-Ir{va Wahni saudaraku kepurdamu- ketahuilah, bahwa kita diciptakan oleh Alloh -.:: bukan semata untuk hidup di dunia, bukan pula untuk sekadar makan dan minurn. Apalagi berfoya-fnyu untuk memenuhi setiap keinginan hawa nafsu kit,a. T.rjuan Alloh ".l.l menciptakan kita adalah agar kita beribadah hanya kepiida-I'{ya semata dan tidak rnempersekutukan-N.}ra dengalr s€rsuatu apa pun. Alloh .r berfirman:
,i

i,,l

e

rl#,{l

tic{cth.Ia,h Altu ft?enci1ttak,an.jin. dan m&nusia melainh,arl sLtpu;ycL ftterehs berihutluh kepnda-Ktt (QS. adz-Dzarryat [51]: 56)

I)nn

t ! s'*Ji &v

3

Rerkata Syaikh Abdurrohrnan bin Nashir as-Sa'di r.b {Taisir al-KarintirRohrnan:755): "Inilah tujuan utama Alloh :::, rnenciptakan jin dan manusia, serta rrlengutus para rosu.l-Nya' .yuitu beribadah kepada-Nya yang t,er-

kandung di dalamnya mengenal (terhadap dzat)-Nya, cinta kepada-lrl5'a, l<embali kepada-Nya, dan menghadap kepada-Nya serta berpaling dari yang selain-l\ya." Rosululloh ,.*;.; bersabda: "Hak Alloh yang wa.jib dipenuh.i oleh paro hantba{yo ialah agar merehs beribadoh hepada-Ir{yo dan tidalz nlempersekutulttrrt.-lVyct d,ertgun sesLltrtu apa pun." (HR. al-Bukhori: 2856, Muslim: 30)
[,i]r at QS. al-Anbiya'1211:

Dari sini maka jelaslah bahwa kita diciptakan untuk suatu tujuan yang besar dan sangat mulia. Alloh :rri ingin memuliakan hamba-hambaNya, yang mewuiudkan tujuan penciptaan dirinya, yaitu beribadah hanya
kepada-Nya',ta.

Alloh tidak membutuhkan ibadah hamba-Nya Wahai saudaraku, sungguh Alloh :l tidaklah butuh terhadap ibadah
para harnba-Nya sedikit pun. Akan tetapi, ibadah yang Alloh perintahkan kepada kita adalah untuk kebaikan diri kita sendiri. Alloh ;i, berfirlnan:

i.; ll ',\'-.-.;

bumi, ora.ng-orang Dan Musa berleota: semuanya rnengirrykari (n,ilzmat Alloh) maka sesungguhnSta Alloh Maha'' hayaz lagi Maha Terpuji. " (QS. Ibrahim [14]: 8) Oleh karena itu, barang siapa yang ingin mendapatkan kemuliaan dari Alloh :.*g di dunia dan di akhirat, selamat dari siksa-Nya dan mendapatkan surga-Nyu, tidak ada cara lain kecuali dengan beribadah hanya kepadaNya dan mengikuti petunjuk Rosul-Nya (lihat QS. an-Nisa' [4]: 1l]-14).

"r1ry 4$|e.u 3"9\ i K 0\6 -;, JrlS ry >AAi lzamu dan yang ada di muka "Jika

,

Syirik merupakan penyelewengan dalam ibadah Wahai saudaraku, tidaklah Alloh '}u didurhakai dengan suatu dosa yang paling besar dan paling buruk daripada perbuatan menyekutukan Alloh irs (syirik). Oleh karena itu, risalah para nabi bersepakat untuk memberi peringatan dan rnengajak untuk menjauhi perbuatan syirik, serta menjelaskan akibat buruk dari perbuatan itu, di mana pelakunya pasti masuk neraka. Dan al-Qur'an hampir-hampir tidak kosong dari ayat atau surat yang memperingatkan akan bahaya syirik, di antaranya Alloh :ir,.
berfirman:
"u.

@.v

ib

3Ju.lit, )v

3;Ai

#xi f
(

i* *\3) A

u^

fr\.
-y'

...

Sesungguhnya orang ya,rlg metnperselztttukan (sesuatu clengan) Al.loh, moha pasti Alloh, men,gharamltan. atasnya surgu, dan temputt'tlta iolah neraha, tidahlah ada bagi, oran,g-oran g zholim i,tu seorang pLnt penolong.
(QS. al-Ma'idah [5]: 72)"

-_r./..

7-

J\;ji

Di dalam hadits Nabi ,x juga terdapat peringatan dan ancaman dari per"buatan syirik dan hadits-hadits seperti ini ban;rak sekali, dan kebanyakan hadits-hadits yang menyebutkan dosa-dosa besar, hadits-hadits itu dimulai dengan perbuatan syirik, seperti sabda Rosululloh .*: "Jeultilcth tujuh hal, yang mencelalzulean: (pertam"a) mempersektttuhan Alloh. r, ' Maksudnya: Alloh :::; tidak nrenlerlukan syukur hamba-lrarnba-Nya. " Lihat pula QS. an-Nisa'l4l:48, al-An'am [6]:88, Luqman [31]: 13.

si.hi,r, mentbu.nuh.jitua yang telah diharamkan oleh Alloh iV h,ecuali dengan hala, memakan riba, memakan harta, a,nak vatim, lari ketiko, perang se' dang berkecamule . d,an rnenrttluh perempuan bai,k-bailz berbua,t zina." (HR.

al-Ilukhori: 2677,, Muslim: 89) Suatu ketika ltiabi .*# pernah ditanya: "Wahai Rosttlulloh, closcr apa .ttarrg puling besa,r di, sisi All.oh:ii?" Beliau bersabda: "Engkau menjaclihan bugi Alloh :tr, tandingan padahal Dia yang menciptakannlLr." (HR. alBukhori: 4477 ) Wahai saudaraku, ibadah adalah hak Alloh ir€, sec&ra mutlak. Jangan engkau palingkan kepada selain-Nya. Janganlah engkau bersujud kepada se:lain-Nya, berdo'a (memohon), nadzar, dan istighotsah kepada orangorang yang telah mati meskipun dianggap wali. Jangan pula menjadikannya sebagai perantara dalam meminta kepada Alloh .:0r,, apalagi berdiam diri di kubur-kubrlr mereka serta meminta agar orang yang dikubur tersebut menghilangkan kesusahan-kesusahanmu. Janganlah engkau rnenyembelih untuk selain Alloh '-,a, baik dengan istilah sesaji, sedekah bumi, ataupun sedekah laut, karena semua itu adalah perbuatan syirik. Sungguh Alloh :,*, telah memperingatkan kita di dalam al-Qur'an tentang bahaya syirik ini. Di antaranya dalam firman-Nya:

'6r33ii-c'"J4
Da,n sesungguhn3,a telah, diwahyuhan kepad,amu darz kepada (nabi-nabi) )/utl.g sebeLuntnlu. "Jika kamu memperseleutuka,n (Alloh), niscaya akan ha' puslah amalntu dan tentulah kamu termasuh orang-orang yang merugi." (QS. az-Zunrar t39l: 65)

fangan tertipu oleh dunia Wahai saudaraku, kehidupan di dunia ini adalah suatu perjalanan yang menghantarkan pada kehidupan yang sesungguhnya di akhir"at. Dunia adalah tempat berarnal d:rn akhirat adalah tempat pembalasan. Maka janganlah kehidupan dunia ini melupakanmu dari kehidupan akhirat.a Gunakan nikrnat yang Alloh ',!i karuniakan kepadamu di dunia ini untuk mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya di akhirat nanti. Karena sesungguhnya karunia Alloh ',a, baik yang di langit maupun yang di burni, semua itu telah Alloh '*', tundukkan untuk manusia sebagai sarana untuk beribadah kepada-Nya. Janganlah kita meniadi orang yang menyesal di akhirat nanti. Ingatlah wahai saudaraku, bahwa kekayaan bukanlah jaminan kebahagiaan bagt pemiliknya. Jika kekayaan sebagai tolok ukur kebahagiaan hidup, tentu Alloh :is melebihkan harta benda kepada para utnsan-Nya dan membuat fakir musuhnya, akan tetapi menurut sejarah

'

I,,ihat Surat F'athir t35l: 5-6.

iustru sebaliknya.s Adapun orang kafir, Alloh u:; telah mengabarkan bahwa mereka dilebihkan urusan dunianya untuk menghukum mereka di dunia dan akhirat (lihat QS. at-Taubah [9]: 55). Kesenangan di dunia ini hanyalah sebentar. Alloh u; ber"firman:

:E.

...

Katakan,lah: "Kesenanga"n. di dunia ini hanya sehentar dan a,hhirat itrt lebih hailt un.tuh orang-orang -yang bertah.Lua.... " (QS. an-Nisa' [4]: 77) Teladan kita Rosululloh H lebih menyukai hidup sederhana dalanr urusan dunia. Dari Abu Huroiroh -#r bahwa Rosululloh gE bersabda: "Seanclairyo alztt memiliki. ema.s .sebe.sor Gunun,g [Jltud, tirlaklah alzu. senong hila heroda di sis/ku' Iebih clari' tiga hari' melainkan hanva h'ttsi'rnpan sebagian ttn,tuk mem.bayar ltutan,g.' (HR. al-Bukhori: 2214) I)an beliau ** juga bersabda: "Anak Adam. herknta: 'Ini hartalttt, ini hartaktl; padahal tidakl,ah. ham,u memiliki harta nteluinkan yong horntt sede.hahkan,vang sudah kamu seruhka,n, atau yang kamu maken \,ettg sLtdah. habi.s, dan pahaian yan,g lzamu pakai yang sudah LISen,g." (HR. I\'Ius-

. ifri

ff-6-" tl'

3'11r,,-:,fu

(

Ut S'

..

r

lim: 5258) Rerkata Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah i.',r;,: "Orang yang Inencarl harta ada dua macam: Pertama: bila dia mencarinya untuk sekadar menutup kebutuhannya seperti: makan,, minum, menikah, kebutuhan tempat tinggal, dan semisalnya, maka dianjurkan, karena harta sebagai wasilah untuk beribadah kepada Alloh .;;-. Menurut golongan ini, harta bagin)'a ibarat kendaraan dan hamparan. Artinya di waktu dia membutuhkan dia menggunakannva. orang ini tidak dinamakan penyembah dunia" Adapun ,\'ang kedua: mereka mencari harta melebihi kebutuhan, hatinya selalu rnemikirkannya hin gga lupa ibadah kepada Alloh *:;. Mereka senang apabila mendapatkan harta dan rnarah bila tidak mendapatkarmya, inilah penyembah dunia." (Lihat Fath,ul-Majid kar. Abdurrohman bin Hasatr aluS3'aikh: 457)

Sungguh betapa ruginya penyembah dunia. Belum tentu bahagra di dunia, tetapi pasti celaka di akhirat. .Iadikanlah dunia sebagai budaknrtl wahai sar.rdaraku,, jangan sebaliknya. Semoga bermanfaat . Walloh.u A'lctm.

/.'Abu Harits as-Sidawr

..".;;

Lihat Surat Yunus l10l: 88.
Diterbitkan oleh Maialah AL FURQON tiap bulan 4 (empat) bahasan dalam satu paket (volume) Redaksi: Ust. MukhhsAbu Dzar, Ust. Abu Haritsas-Sidawi, Ust. Taenal fvlusthofa. Ust. Abu Usamah Editor: Ust. Abu Hafshoh. Sirkulasi: Abu llyas Tata Letak: Rizaqu Abu Abdillah Sekretariat: Ponpes. al-Furqon al-lslami, Srowr: - Sidayu - Gresik 61153 JATIM. Rekening: Bank Mandiri cab, Gresik a,n HEDY SLJMANTRI (140-00-0497951-5) lnfaq :: Jawa Rp 25"000,* Ltiar Jawa Rp 30.000,* (1 volurneipaket isi 4 bahasan @50 eksemplar; total = 200 eksemplar)

i

.

$

Menebar Dakwah

Volume 6 No. 4
Terbit: Syawwal 1429

ffi

Ahlus-Sunnah wal-Jama'ah

r{N I

\r

Siapakah Ahl us-sunnah Seiati
'l'elah rnenjadi suatu kepastian bahwa umat, ini akan berpet:ah belteh rnenjadi tujuh puluh tiga golongan. Tidak ada "yang selamat dari neraka kccuali ha"nya satu saja. Yaitu yang konsisten memegang wasiat Rosulullr.rh .=:E sepeninggal treliau. Ahlus-Sun,nct,h u;a,l-Jama'al4 satu-satunya golongan yang selamat dari fjtnah perpecahan tersebut. Ftramun sayang nanla ini rnakin kabur hakikatnya dengan berjalann5,'a waktu. Ban1,"ak orarlg yang rnengklairn (mengaku) bahwa dirinyalah Ahlus-Sunnair sejati, tetapi klaim tranyalah bualan semaLa bila tak ada bukti yang mendukungnya, ibarat perkat,aan seorallg penyair: Setiutrs orang nieng(rhu putl,)/a hubLlngarl cinta dengan Lctila

Untuk itulah

Lailu lnernl&ngkal mereka semua senantiasa meminta pertolortgall dan petuniuk -dengan dari Alloh ..;.-,- kami ingin sedikit menguak hakikat Ahlus-Sunnah wal-'Jil7'etupti s(tJ'e7g,

mn'ah yang ranrai diperebutkan orang.

Sebab penamaan
Dinanrakan 'Ahlus-Sunnah" karena mereka berpegang teguh dengalr-

nya, sedarng dinamakan 'Ahlul-Jama'ah" sebab mereka trersatr-r di atas surlrrah tersebut. (Fa tawa Arkanil-Islam kar. Ibnu Utsaimin: 21)r l)an narlta ini menjadi populer ketika bid'ah mulai tampak, lantas diherr"ilah lirfazit a,s-sttnnalz sebagai lawan dari bid'ah, dan al-juma'ah seliagai lawan dari per"pecahan rnaupun pengkafirart kaunr muslirnin dengan sebab riosa besar serta lawan dari memberontak atas pemerintah yang sah. (I.,ilrat u,l-Maustt'ah a/ -Mu,vassaroh kar. Dr. Mani' birr H:rmrtracl al-'Iuhani:
2t989)

Siapakah Ahlus-Sunnah?
\ryar)

Dalam konteks umum, kata Ahlus-Sttnnah dapat diartikan sebagai ladari S3ti'ah Rofidhoh.Ibnu Taimiyyah ii; mengatakzut: "It,u irarena Rofirlhoh telah nrasyhur dengan penyelisihan mereka terhadurp sunnah, rnaka clari itu rnayoritas umurn (rnasyarakat awam) tidak tnengenal siapa nrrisnir Sunni selain Rofidhi." (Majmu' Fatawa: 31356 dalam al-Maustt'uh.

ul - M ut' (LS s et'zlt : 21988)
Lihr,rt pula dalarn nl-Aju,ihah
65.

al-Mttfidah kar. Dr. Sholih bin Fauzan:

127 soal ito.

BULETIN AL FURQON

Maka dengan dasar ini Asya'iroh ataupun Maturidiyyah dapat masuk dalarn pengertian tadi. Adapun makna yang lebih khusus, Ahlus-Szznnah tua[.-Janta'ah ialah orang yang berada di atas petunjuk Rosululloh -r€,-r, dan para sahabatnya dalam sisi keilmuan. keyakinan, perkataan, perbuatan, adab,, maupun perilaku. Merekalah pendahulu umat ini dari golongan sahatrat, tahi'in, serta siapa saja yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari akhir kelak." (Lih at al-Mausu'ah al-Mu)la,ssaroh: 21987)2 .Iacti Ahl,us-Sunnah ialah orang yang mengamalkan sunnah dan ltukan orang yang sekadar mengklaim dirinya mengikuti sunnah.

Bagaimana ciri-ciri mereka?
Ciri-ciri
Ah
l,u

s-Sunna,h ialah:

1. Mereka adalah kaum minoritas (sedikit) di tengah-tengah masyarakat jelek .vang mayoritas (hanyak). (Lihat HR. Ahmad: 21177, dishohihkan

2.

oleh Syaikh al-Albani dalam ^Sl/silatu al-Ahadi.ts ash-Shohihuh: 1619) Berpemahaman dengan pemahaman para sahabat serta orang-orang yang mengikuti mereka dalam beragama. (Lihat QS. an l{isa'[4]: 115 dan (ishulus-Sunnah oleh Imam Ahmad bagian awal)
".yg

3. Mereka mendahulukan firman Alloh
321)

atau hadits Rosululloh

1g' atas

semua perkataan oran€f, siapa pun dia. (Lihat QS. an-Nur 1241: 63. dan HR. Ahmad: 71337 yang dishohihkan oleh Syaikh Ahmad S.lrakir no.
31

4. Mereka tidak mau diikat dengan perjanjian apa pun kecuali perjanjian yang telah Alloh :s, ambil atas mereka dalam kitab-Nya. (I-,ihat aclI)cr,'tuah llallohkar. S5'aikh Ali al-Halabi: 123-_124) 5. Tidak memberontak kepada pemerintah yang sah. (Lihat QS. an-Nisa'
[4]: 59, Aqida,h Thohatai,yyah poin ke: 71-73)

6. Cinta dan benci mereka hanya didasari karena Alloh

:i€., bukan karena golongan atau tokoh. (HR. ath-Thohroni: 31125/2 dan dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalam ash.-Shohihah: 988) 7. Mereka meyakini hadits Rosululloh {ey: yang berbunyi: "'Muhmin .\'cu?g pa,ling sempurno imunnya adalah yang paling bagus akhlaqnvo." (HR. Abu Dawud: 4682, dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shohih Sttnun Abi l)ctu, ud: 31 741)

'

i,irii\ilu,ilYil

,:',it*\T'

i.i

:ij\ilil\\\s

rrr,iili'lG

Kapankah seseorang dihukumi keluar dari Ahlus-Sunnah?
Imam Ahmad ei'L pernah mengatakan: "Mengeluarkan seseorang dari
as-sunnah adalah sesuatu yang berat." (os-Sunnah kar. al Khollal:
1,t373,

i;$
''...j'l

'i$Ift

's;llil .$.'$
,i.'l$ ,,.]..tii,*P*

lihat Fatawa (Ilama' Fit-Tahdzir min Jama'atil-Hajri: 72) Seseorang tidak boleh dibid'ahkan atau dihukumi keluar dari AhlusSunnah hanya karena kesalahannya dalam masalah ijtihadiv5rah. (Lihat Mauqi t'' Ahlis-Sunnah min Ahlil-Ahwa' kar. Dr. Ibrahim ar-Ruhaili : 1/38)
Lihat jrlga dalam al-Madkhol Lidirosatil-Aqidah al-Islamiyyah kar. Dr. Ibrahim al-Buraikan: 13.

tu$s

.tl"ll:.,,ris

.,Na '$*ffi
, ,,,I,'.tqutu

. ,' riij'"q* rtlil..',od , ,.lii .*s

ft

:'iillil
,$,:S

Seseorang belum dikeluarkan dari Ahlus-Sunnah lantaran kekurangannJia dalam masalah ibadah, akhlaq. atau muamalah, hanya saja derajat mereka bertingkat-tingkat rnenurut amalnya. Rarang kali kekurangan dalam masalah tauhid seperti ikhlas atau melakukan bid'ah 5iang dapat meF'a

ngeluarkannya dari Ahlus-Sunnah, baru bisa dikatakan keluar. (Lihat, tau;a Ark oni l. -I sla m: 23)

Tuduhan dan sangkaan yang keliru
Setidaknya ada dua tuduhan dan sangkaan -yang perlu diluruskan berkaitan dengan Ahlus-Sunnah; vaitu: 1. Ahlus-Sunnah adalah nama barru yang muncul sekitar abad ke-3 atau ke-? Hijriah, jadi tidak ada asalnya clan bahkan rnenjadi bid'ah. 2. Klaim bahwa diri sendiri vang benar merupakan sebab terpecahnya
kesatuan umat.

Jawaban: 1. Ini tidak bisa diterima, bahkan yang menjadi fakta ialah penamaan tt;u telah ada iauh sebelum al-Asv'ari, Ahmad bin Hanbal, maupun Illnu
Taimi5ryah lahir. Dalam Strrat Ali Imron I3l: 106 Alloh 'i., menyebutkan:

^;5

i i{

\i* ;

3 us

/(r*i,erlf r,-16 r

t g gt F -tfi ; li
3

-*

,:E1,tu*k{q +\Ariiri5
sesu-

Pada h.ari yeng di. taalttu itu ad,a nt,ulza yetzg putih berseri, dan. adu pu,l.a m.uha _ya,ng h,itum tnLtrem. Ada,purt orang-orallg yang hi,tam nru-

ratn nttthanya (leepa,rla tnereka dileatakaril: "Merlgapa hamu hafir
dah, ka.m,u berimctnl Karena

itu rasakanlah adzab disebabhan

kehat'ir-

ennltt ittt." Ibnu Attbas a;! menafsirkan golongan yang putih wajahnya: "Merekalah Ahlus-sunnah wal-Jama'ah serta para ulama, sedangkan yang hitam rvajahn)'a adalah ahli bid'ah dan kesesatan."" (Lihat Tafsir lbnu Ka,tsir:114I9) it{abi ;; puil telah menerangkan dalam salah satu riwayat hadits per'pecahan unrat hahwa yang selarnat itrlah ct,l-.jttrna'ah (lihat I{It. Ibnr-r Ma.jah: 399:l dain disholrihkan oleh Ssraikh al-Albani dalam Zh,i,lctLul,Isnnoh.:33).

2. Memperingatkan manusia dari kelompok yang menyelisihi Ahlus-Sunnah tidak dianggap memecah belah kesatuan kaum muslinrin sebiltr
para ulama sejak zaman dahulu tatkala bid'ah mulai muncul mereka telah memperingatkan bahayanya. Bahkan ini merupakan bentuk pemeliharaan Islam dari perpecahan karena pada asalnya nrerr:kalah yang mulanya memecah belah kaum muslimin dengan pemikiran rneLihat al-Mausu'ah al-Muyassaroh:
21987
.

reka yang baru.* Sebagai bukti, Nabi

' ; pun telah memperingatkan

kita akan bahaya Khowarij.

Wasiat untuk sesama Ahlus-sunnah Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin i*e' Ineltgatakan: "Maka
kami rnernandang wajib atas Ahlus-sunnah wal-Jama'ah untuk bersatu
walaupun mereka berselisih pendapat dalam berbagai pernlasalahalt menurut pemahaman mereka terhadap dalil yang ada. Perkara ini -Alhamdulillah- nrasih dapat ditoleransi. Yang paling penting, satukan herti, s:rtukanlah semboyanl Tidak dir:agukan bahwa sesungguhnya para mttsuh Islam merasa senarlg bila kita berpecah belah. Sama saja baik mereka itu terrang-terangan atau nrusuh (dalam selirnut) yang menampakkan loyalit3s (kecintaan) bagi Islam dan kaum muslimin padahal tidak sarna sekali. Yang waiib bagi kita adalah tampil beda dengan ciri khas ini, yaitu ciri
khas al-Firqotun-lYa.jiyyah bersatu di atas satu kalimat." (Fatdw& ArkanilIsla,nt.:26) I.,ant&s bagaimanakah caranya? Syaikh Sholih al-F'auzart ;.$^iai-- lnene-

rangkan (ol,-Aiu;ibah. al'Mufirlah: 130-131): 1. Dengan nremperbaiki aqidah. Sebab aqidah yang baik-lah yang nantinva akan bisa mengusir rasa iri dan dengki (lihat QS. al-Mu'ntitrut-t
I23l : {t2). Dalam hal ini kisah bangsa Arab pra (sebelum) Islanr yatrg menjadi saksi. Taat dan pat,uh terhadap pemerintah kaum muslimin karena tidak patuh terhadap mereka merupakan seball perpecahan (lihat HR. Abr-r Da-

2.

wud: 4607, at-Tirm rdzi: 2776, dan dishohihkan oleh Syaikh al-Albani

3, Kembali kepada kitab Altoh

4. 5.

rlirlam Shohih Sunan Abi Dawud: 4607). :ys. dan sunnah Rosululloh p:s untuk trlemlrtuskan perkara dan perselisihan (lihat QS. an-Nisa' [4]: 59). IJerusaha memperbaiki hubungan antar sesama tatkala mulai muncul persengketaan (lihat QS. al-Anfal t8l: 1). Menumpas pemberontak dan Khowarij yang ingin memecah belah kt'-

satuan kaum muslimin (lihat QS. al-Hujurot t49l: 9).
Semoga bermanfaat.
.2,,

Abu Usamah al-Kadiriy :*;-

Lihnt al-Aju:ihah al -Mu/i rl,cth:

107.

Diterbitkarr oleh Majalah AL FURQON tiap bulan 4 (empat) bahasan dalam satu paket (r,'olurre., Redaksi: Ust. MukhlisAbu Dzar, Ust. Abu Haritsas-Sidawi, Ust. Zaenal Mrrsthofa. Ust. Abu Usamah Editor: Ust. Abu Hafshoh. Sirkulasi: Abu llyas. Tata Letak: Rizaqu Abu Abdillah. Sekretariat: Pcnpes. ai-Furqon al-lslami, Srowo - Sidayu - Gresik 61153 JATIM. Rekening: Bank Mandiri cab. Gresik a.n. HEDY SUMANTRI (140-00-0497951-5). lnfaq :: Jawa Rp 25.000.- Luar Jawa Rp 30.000,i'l volumeipaket isi 4 bahasan @50 eksemplar; total = 200 eksemplar)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->