P. 1
Aplikasi Good Governance Dalam Administrasi Publik

Aplikasi Good Governance Dalam Administrasi Publik

|Views: 1,477|Likes:
Published by rudi_stifler
Untuk Mendownload Silahkan kunjungi alamat URL ini atau untuk download versi presentasi Kunjungi alamat berikut : http://www.ziddu.com/download/9213747/AplikasiGoodGovernancedalamadministrasipublik.ppt.html
Untuk Mendownload Silahkan kunjungi alamat URL ini atau untuk download versi presentasi Kunjungi alamat berikut : http://www.ziddu.com/download/9213747/AplikasiGoodGovernancedalamadministrasipublik.ppt.html

More info:

Published by: rudi_stifler on Apr 04, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT or read online from Scribd
See more
See less

11/08/2012

original

KELOMPOK V / ANGKATAN XVIII TAHUN 2008

KETUA : AZAM FATONI (40)
ANGGOTA 1. SARNO WIJAYA (5) 2. AMIRULLAH (10) 3. HERRY ISMETH (15) 4. RITA ZAHARA (19) 5. AHD KHAIRIL ASHAB (25) 6. PETRUS IDUANTORO (30) 7. SUMANTRI DJOKO MINTARDJO (35) 8. IDA BAGUS ANOM BHASMA (45) 9. EDY DAMANSYAH (50) 10. ABDUL GANI NOTA NUBUN (55) 11. H.L. MASHURIADI (60) 12. DATU SUPRIATMA (65) 13. MURJANI AZIS (70) 14. BAMBANG SUHARYADI (75)

15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27.

AL WALID (80) SETIO HARSONO (85) MOH. GHUFRON (90) CHARIA ENI (95) H. DWI SUGIYANTO (100) SRI SUPARMI (104) SIRAJUDDIN (110) INDRA JAYA (118) SYUKRI (121) USMAN (125) H. ZAINAL ARIFIN (130) DASUKI (135) ONY OC. ATAUPAH (140)

PEMBIMBING : Drs. H. SOENARTO MSi.

1

Kuatnya tuntutan masyarakat terhadap pemerintahan yang bersih dan bebas dari KKN. Tuntutan dunia usaha terhadap kepastian hukum dalam berinvestasi. Birokrasi belum sepenuhnya merespon tuntutan perubahan dari masyarakat dan dunia usaha.

2

3

Penerapan kebijakan pelayanan publik yang dalam tataran konsepsional memiliki semangat good governance dengan berorientasi pada tiga pilar utama (pemerintah, swasta, dan masyarakat), namun dalam tataran implementasinya ternyata birokrasi masih belum sepenuhnya mampu menjawab tuntutan efisiensi.

STORY LINE
Bali dengan pesona budaya dan alamnya yang telah dikenal luas sebagai daerah tujuan wisata utama baik nasional maupun internasional memerlukan pengelolaan yang berorientasi pada good governance. Pemerintah Kota Denpasar yang merupakan bagian pemerintahan di provinsi Bali dan semula merupakan wilayah administratif pemerintahan Kabupaten Badung memiliki kepentingan langsung dalam mengembangkan potensi daerahnya sebagai daerah wisata melalui program pelayanan terpadu yang dimulai pada tahun 2001 sebagai bentuk jawaban atas tingginya tuntutan dunia usaha dan masyarakat dalam mewujudkan good governance, seiring dengan bergulirnya reformasi di bidang penyelenggaraan pemerintahan melalui pembentukan Unit Pelayanan Terpadu. Pada awal mula pembentukannya, Unit Pelayanan Terpadu ini masih terbatas pada pelayanan yang bersifat reaktif terhadap permintaan dan tuntutan kualitas pelayanan yang lebih cepat, lebih baik dan berbiaya murah, namun pada tahap awal baru dapat menerapkan pola penerimaan berkas permohonan perizinan untuk nantinya diproses pada instansi masing-masing. Pembentukan Unit Pelayanan Terpadu dengan keterbatasan sistem pelayanan disebabkan oleh belum siapnya sumber daya aparatur, terbatasnya sarana prasarana pendukung, dan sulitnya mendorong peningkatan kinerja birokrasi akibat budaya organisasi yang telah tertanam kuat dalam diri masing-masing anggota birokrasi. Pembentukan Unit Pelayanan Terpadu yang secara konseptual berorientasi pada efisiensi dalam tataran pelaksanaan masih belum memenuhi tuntutan dunia usaha dan masyarakat sebagai akibat masih belum diimbangi dengan perilaku sumber daya aparatur yang cenderung lamban untuk merespon dinamika masyarakat dan dunia usaha. Kondisi yang demikian dapat terjadi akibat pola hubungan sumeber daya aparatur sebagai pelayan masyarakat dengan pihak pengguna layanan (dunia usaha dan masyarakat) masih dimaknai sebagai hubungan kepentingan yang mendatangkan kompensasi dan keuntungan pribadi. Hal ini masih diperparah dengan pola hubungan kerja antar instansi terkait yang masih berorientasi pada ego sektoral, dan koordinasi masih dipahami dalam batas-batas formalitas dan mengabaikan esensi dasar pencapaian efektivitas dan efisiensi birokrasi. Semangat otonomi daerah yang diorientasikan pada pemberdayaan daerah dengan mendekatkan pelayanan masyarakat agar potensi yang ada di daerah dapat tumbuh dan berkembang serta memberikan akses yang seluas-luasnya kepada publik untuk mengambil peran dalam (pelaku) pembangunan, telah memicu pemerintah Kota Denpasar untuk terus mengefektifkan dan meningkatkan status Unit Pelayanan Terpadu menjadi Dinas Perizinan di tahun 2007 dengan menerapkan sistem pelayanan terpadu yang tidak lagi bersifat penerimaan berkas namun telah dapat memberikan pelayanan yang bersifat menyeluruh (one stop service). Upaya efisiensi pelayanan perijinan makin ditingkatkan kualitasnya baik secara kelembagaan melalui pembentukan Badan Perijinan seiring dengan diberlakukannya PP Nomor 41 Tahun 2008, perubahan perilaku sumber daya aparatur, peningkatan kinerja birokrasi dengan penyediaan sarana prasarana yang memadai dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi guna mendorong terciptanya peluang kerja bagi masyarakat..

Pembentukan Unit Pelayanan Terpadu Perijinan sebagai embrio penerapan Good Governance

Peluang kerja

Pada tahap awal baru dapat melaksanakan penerimaan berkas permohonan

Pertumbungan ekonomi

Perubahan lingkungan dan tuntutan efisiensi perijinan masih belum direspon positif oleh sumber daya aparatur

Upaya peningkatan kualitas, efisiensi dan kinerja birokrasi

A. Variable
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 0 1 1

D nia Usa a Masyarakat K alitas Pelayanan Kinerja Bir krasi Perilak S ber Daya A arat r Tata Laksana Efisiensi Sarana Prasarana K Pert b r inasi i

an Ek n

Peluang Kerja

B. Causal L

Diagra

Perilak u A paratur

Peluang Kerja

Efisiensi

Pertumbuhan Ekonomi

Koordinasi

Kinerja Birokrasi Sarana Prasarana

Kualitas Pelayanan Dunia usaha Masyrakat

Tata Laksana

Kesi

ulan

Rek

en asi

Perilaku sumber aya a aratur menja i sala satu fakt r enentu alam meres n tuntutan unia usa a an masyarakat guna mewujudkan terci tanya kepemerinta an yang baik (good governance) dalam administrasi publik

Meningkatkan perilaku sumber daya aparatur melalui pendidikan dan pelatihan (IQ, SQ, dan EQ) dengan mekanisme standar kompetensi

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->