P. 1
PENGEMBANGAN SILABUS.doc

PENGEMBANGAN SILABUS.doc

|Views: 634|Likes:
PENGEMBANGAN SILABUS DAN IMPLEMENTASI

I. PRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARAN KURIKULUM

1. Berfokus pada siswa :
o o o

Orientasi Pembelajaran terfokus pada siswa. Siswa sebagai subyek pembelajaran Perbedaan dan kecepatan belajar siswa diperhatikan

2. Pembelajaran terpadu :
o o

Pengelolaan pembelajaran dilakukan terpadu Pembelajaran bermuara pada satu tujuan, mencapai standar kompetensi

lulusan.

3. Peluang untuk melakukan pembelajaran secara individual

4. Belajar tuntas :
o o

Mengacu kepada ketu
PENGEMBANGAN SILABUS DAN IMPLEMENTASI

I. PRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARAN KURIKULUM

1. Berfokus pada siswa :
o o o

Orientasi Pembelajaran terfokus pada siswa. Siswa sebagai subyek pembelajaran Perbedaan dan kecepatan belajar siswa diperhatikan

2. Pembelajaran terpadu :
o o

Pengelolaan pembelajaran dilakukan terpadu Pembelajaran bermuara pada satu tujuan, mencapai standar kompetensi

lulusan.

3. Peluang untuk melakukan pembelajaran secara individual

4. Belajar tuntas :
o o

Mengacu kepada ketu

More info:

Published by: rizky novid hermansyah on Apr 05, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/31/2012

pdf

text

original

PENGEMBANGAN SILABUS DAN IMPLEMENTASI

I. PRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARAN KURIKULUM

1. Berfokus pada siswa :
o o o

Orientasi Pembelajaran terfokus pada siswa. Siswa sebagai subyek pembelajaran Perbedaan dan kecepatan belajar siswa diperhatikan

2. Pembelajaran terpadu :
o o

Pengelolaan pembelajaran dilakukan terpadu Pembelajaran bermuara pada satu tujuan, mencapai standar kompetensi

lulusan.

3. Peluang untuk melakukan pembelajaran secara individual

4. Belajar tuntas :
o o

Mengacu kepada ketuntasan belajar. Tuntas satu kompetensi dasar ke kompetensi dasar berikutnya.

5. Pemecahan masalah :
o o

Mengacu pada aktivitas pemecahan masalah yang terjadi di masyarakat. Pendekatan belajar kontekstual.

6. Pembelajaran berdasar pengalaman :
o

Pembelajaran dilakukan melalui pengalaman tertentu untuk mencapai

kemampuan dasar tertentu.

7. Peran Guru :
o

Peran guru tidak hanya sebagai instruktur tetapi juga sebagai fasilitator.

8. Dan lain-lain sesuai dengan perkembangan.

II. PENGERTIAN SILABUS

Silabus adalah penjabaran lebih lanjut dari standar kompetensi dasar dicapai siswa.

III. MANFAAT SILABUS

Silabus bermanfaat sebagai pedoman pengembangan pembelajaran lebih lanjut, mulai dari perencanaan, pengelolaan kegiatan pembelajaran dan pengembangan penilaian.

IV. PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN SILABUS

o o

Ilmiah, agar silabus yang dihasilkan valid Memperhatikan perkembangan dan kebutuhan siswa, dari sisi cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajiannya.

o o

Sistematis (mengikuti suatu prosedur tertentu). Relevansi (keterkaitan, kesesuaian dengan kehidupan sehari-hari.

o o

Konsistensi (keseluruhan komponen). Kecakupan (cakupan materi memadai untuk mendukung tercapainya standar kompetensi).

V. STRATEGI DALAM PENGEMBANGAN SILABUS

1. Bagi sekolah yang mampu dapat menyusun silabus :
o

Secara mandiri atau bersama-sama dengan MGMP mata pelajaran sejenis atau

antar mata pelajaran.
o

Berkoordinasi dengan pihak Kabupaten/Kota

2. Bagi sekolah yang belum mampu dapat :

o

Menggunakan model silabus yang disusun oleh sekolah lain atau pihak

lainnya.
o

Menggunakan contoh yang telah disiapkan oleh Direktorat Pendidikan

Menengah Umum.

VI. KOMPONEN SILABUS DAN SISTEM PENILAIAN

VII. CONTOH SILABUS DAN SISTEM PENILAIAN

PENULISAN KOMPETENSI DASAR :

Sesuai dengan standar kompetensi yang tercantum dalam Kurikulum 2004, Dokumen Standar Kompetensi per mata pelajaran.

PENULISAN MATERI POKOK/URAIAN MATERI :

o o

Materi Pokok (MP) dikutip dari buku Kurikulum sesuai dengan kompetensi dasar. Guru dapat menjabarkan MP menjadi Uraian Materi dengan tetap memperhatikan esensi (tingkat kepentingan) materi dimaksud dengan kompetensi yang harus dicapai siswa.

PERUMUSAN PENGALAMAN BELAJAR :

Rumusan pengalaman belajar menggambarkan aktivitas belajar yang dilakukan oleh siswa, metode yang digunakan dalam pembelajaran, interaksi siswa terhadap sumber belajar dan kecakapan hidup (life-skill) yang akan dikembangkan; dalam rangka mencapai kompetensi dasar, standar kompetensi baik di dalam dan di luar kelas.

MODUS PENGALAMAN BELAJAR

Kita belajar akan memperoleh :

o o o o o o

10 % dari apa yang kita baca. 20 % dari apa yang kita dengar. 30 % dari apa yang kita lihat. 50 % dari apa yang kita lihat dan kita dengar. 70 % dari apa yang kita katakan. 90 % dari apa yang kita katakan dan kita lakukan.

Contoh kata kerja operasional pengalaman belajar :
o o o o o o

Mendefenisikan Menghitung Membedakan Menafsirkan Menyimpulkan mendemontrasikan menceritakan

o o o o o o

Menunjukkan Menggambarkan Mengidentifikasi Menentukan Menganalisis Melafalkan Mengdiagnosa

o

o

INDIKATOR : Karakteristik, ciri-ciri, tanda-tanda, perbuatan, atau respon yang harus dapat dilakukan atau ditampilkan oleh peserta didik, untuk menunjukkan bahwa siswa ybs. telah mencapai KD tertentu.

PENYUSUNAN INDIKATOR :

o

Dikembangkan dari KD

o o o

Menggunakan kata kerja operasional dengan tingkat berfikir menegah dan tinggi Tiap KD dijabarkan menjadi 3 (tiga) atau lebih indikator Indikator yang ada dalam dokumen kurikulum harus dikembangkan kembali oleh guru yang dapat juga menjadi acuan/panduan/konstruk bagi guru dalam membuat indikator penilaian

o

Untuk non tes, dibuat dulu ciri-ciri (indikator) yang dijabarkan dari aspek yang akan diukur, misalnya minat, motivasi belajar, disiplin, kerjasama, dsb.

o

Dalam 1 semester, bisa dilakukan beberapa blok ujian sesuai rancangan guru yang harus diinformasikan kepada siswa.

o

Materi ujian dalam 1 blok terdiri atas beberapa KD yang memiliki kesamaan karakteristik.

EVALUASI BELAJAR : Jenis tagihan :
o o o o o

Pekerjaan rumah Ulangan harian Unjuk kerja Ujian blok Portfolio

BENTUK INSTRUMEN :

o o o

Pilihan ganda Uraian objektif Benar-salah

o o o o o o o

Uraian non objektif Performens Menjodohkan Jawaban singkat Sebab akibat Isian Portfolio

PENETAPAN ALOKASI WAKTU :

Kriteria penetapan :
o o o o

Kompleksitas Frekuensi penggunaan Banyak materi Penting materi

ANALISA SUMBER BAHAN/ALAT :

o

Buku teks, buku kurikulum, jurnal, hasil penelitian, dokumen negara, penerbitan berkala (majalah, tabloid, koran, dsb)

o o

Alat praktek, alat peraga Bahan praktek

Pengertian Silabus Silabus merupakan produk utama dari pengembangan kurikulum sebagai

suatu rencana tertulis pada suatu satuan pendidikan yang harus memiliki keterkaitan dengan produk pengembangan kurikulum lainnya, yaitu proses pembelajaran. Silabus dapat dikatakan sebagai kurikulum ideal (ideal/potential curriculum), sedangkan proses pembelajaran merupakan kurikulum actual (actual/real curriculum). Silabus juga merupakan hasil atau produk pengembangan disain pembelajaran, seperti Pola Dasar Kegiatan Belajar Mengajar (PDKBM) dan Garis-garis Besar Program Pembelajaran (GBPP). Dalam silabus tersebut memuat komponen-komponen minimal dari kurikulum satuan pendidikan. Untuk mengadakan pengkajian terhadap kurikulum yang sedang dilaksanakan pada suatu satuan pendidikan, bisa dilakukan melalui penelaahan silabus yang telah dikembangkan dan diberlakukan. Dari pengkajian terhadap silabus bisa memberikan berbagai informasi, di antaranya dapat dilihat apakah kurikulum sebagai suatu teori telah diterjemahkan dengan baik. Melalui silabus dapat ditelaah standar kompetensi dan kompetensi yang akan dicapai, materi yang akan dikembangkan, proses yang diharapkan terjadi, serta bagaimana cara mengukur keberhasilan belajar. Dari silabus juga akan tampak apakah hubungan antara satu komponen dengan komponen lainnya harmonis atau tidak. Karena itu kedudukan silabus dalam telaah kurikulum tingkat satuan pendidikan sangatlah penting.

Manfaat Silabus

Dengan memperhatikan beberapa pengertian di atas, pada dasarnya silabus merupakan acuan utama dalam suatu kegiatan pembelajaran. Beberapa manfaat dari silabus ini, di antaranya:

1. Sebagai pedoman/acuan bagi pengembangan pembelajaran lebih lanjut, yaitu dalam penyusunan RPP, pengelolaan kegiatan pembelajaran, penyediaan sumber belajar, dan pengembangan sistem penilaian. 2. Memberikan gambaran mengenai pokok-pokok program yang akan dicapai dalam suatu mata pelajaran. 3. Sebagai ukuran dalam melakukan penilaian keberhasilan suatu program pembelajaran. 4. Dokumentasi tertulis (witten document) sebagai akuntabilitas suatu program pembelajaran.

Prinsip Pengembangan Silabus Dalam pengembangan silabus perlu dipertimbangkan beberapa prinsip. Prinsip tersebut merupakan kaidah yang akan menjiwai pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan. Terdapat beberapa prinsip yang harus dijadikan dasar dalam pengembangan silabus ini, yaitu: ilmiah, relevan, sistematis, konsisten, memadai/adequate, aktual/kontekstual, fleksibel, dan menyeluruh. Penjelasan dari prinsipprinsip tersebut yaitu: 1. Ilmiah, maksudnya bahwa keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. Mengingat silabus berisikan garis-garis besar isi/materi pembelajaran yang akan dipelajari siswa, maka materi/isi pembelajaran tersebut harus memenuhi kebenaran ilmiah. Untuk itu, dalam penyusunan silabus disarankan melibatkan ahli bidang keilmuan masing-masing mata pelajaran agar materi pembelajaran tersebut memiliki validitas yang tinggi.

2. Relevan, maksudnya bahwa cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus harus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spritual peserta didik. 3. Sistematis, maksudnya bahwa komponen-komponen dalam silabus harus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi. Silabus pada dasarnya merupakan suatu sistem, oleh karena itu dalam penyusunannyaharus dilakukan secara sistematis. 4. Konsisten, maksudnya bahwa dalam silabus harus nampak hubungan yang konsisten (ajeg, taat asas) antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian. 5. Memadai, maksudnya bahwa cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup memadai untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar yang pada akhirnya mencapai standar kompetensi. 6. Aktual dan Kontekstual, maksudnya bahwa cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi. 7. Fleksibel, maksudnya bahwa keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat. 8. Menyeluruh, maksudnya bahwa komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif, psikomotor).

LAPORAN
PERENCANAAN PENDIDIKAN GEOGRAFI TENTANG PENGEMBANGAN SILABUS

OLEH :

RIZKY NOVID H

90801

PENDIDIKAN GEOGRAFI

FAKULTAS ILMU-ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2010

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->